ARAB SALING BERPERANG ! ARAB SAUDI VS UAE REBUTKAN KEKUASAAN DI YAMAN
NXZQWoLY_AU • 2026-02-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Hal tersebut bisa terlihat dari perang
di Yaman yang disebabkan karena Arab
Saudi tiba-tiba membombardir Yaman
dengan dugaan kalau Uni Emirat Arab
mendukung kelompok separatis yang ada di
Yaman.
Oke, kalian pernah ngebayangin enggak,
Geng, kalau negara sebesar Arab Saudi
bisa berseru, ya dengan sesama
saudaranya yaitu Uni Emirat Arab. Ini
sama-sama negara besar, sama-sama negara
kaya. yang mana kalau misalkan mereka
berperang ini artinya udah bukan cuma
perang kekuasaan, tapi udah berbicara
perang duit. Ya kan? Ini sama-sama
negara yang duitnya melimpah gitu, Geng.
Selama bertahun-tahun, Arab Saudi dan
Uni Emirat Arab dikenal sebagai dua
negara teluk yang paling dominan secara
geopolitik dan ekonomi.
Dan ini benar-benar terjadi perseturuan
antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab
baru-baru ini sampai serang-serangan
menggunakan senjata menggunakan rudal.
Nah, dalam beberapa tahun terakhir ya
hubungan kedua negara ini makin rumit
padahal kelihatannya negara ini seperti
kakak adik ya kan. Kurang lebih ya
seperti negara kita dan Malaysia. satu
rumpun. Orang-orang luar pikir kalau
kita akur ternyata di luar itu
netizennya saling bersih teruk. Nah,
tapi Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab
bukan cuma netizen, tapi pemerintahnya
juga bersih teruk.
Dalam beberapa tahun terakhir, kedua
negara semakin sering berada pada posisi
perseberangan.
Padahal kelihatannya kedua negara ini
masih menjadi ee mitra strategis di
kawasan Teluk. berbagai kepentingan di
dalam stabilitas regional, keamanan
energi, kerja sama ekonomi terlihat
kayak harmonis aja gitu.
Tapi di balik itu semua, Geng, ternyata
sebenarnya ada persaingan kepentingan di
antara kedua negara. Arab Saudi itu
sedang mendorong agenda transformasi
besar melalui reformasi ekonomi di
diversifikasi industri dengan ambisi
menjadi pusat ekonomi dan politik utama
di Timur Tengah. Nah, sementara itu Uni
Emirat Arab udah lebih dulu memposisikan
diri sebagai pusat keuangan, logistik,
dan diplomasi global dengan jaringannya
yang sampai ke benua lain, yaitu Afrika,
Eropa, dan Asia. Rebut-rebutanlah nih.
Balik lagi nih ke sifat orang-orang Arab
ya sebelum diturunkan nabi-nabi ya kan.
Hal tersebut bisa terlihat dari perang
di Yaman yang disebabkan karena Arab
Saudi tiba-tiba membombardir Yaman
dengan dugaan kalau Uni Emirat Arab
mendukung kelompok separatis yang ada di
Yaman.
Kelompok separatis yang didukung UA
merebut wilayah-wilayah strategis pada
akhir tahun lalu, termasuk area di
sepanjang perbatasan dengan Arab Saudi.
Nah, dari perang ini, isu terkait
perseturuhan kedua negara pada akhirnya
menguak ke permukaan dan di tengah
konflik tersebut muncul sebuah isu yang
menyedutkan Uni Emirat Arab karena
disebut-sebut mereka terlibat di dalam
pendanaan kampanye yang dikaitkan dengan
islamofobia di luar negeri. Walaupun
masih sekedar isu, namun sangat mungkin
ini mempengaruhi citra kawasan teluk
serta hubungan Uni Emirat Arab ee dengan
negara-negara muslim lain termasuk
dengan Arab Saudi. Karena dianggap ya
kok bisa sih Uni Emirat Arab negara
Islam tapi mendanai program kampanye
anti Islam. Itu kan agak aneh. Rusaklah
citra Uni Emirat Arab. Di saat itu.
Timbul pertanyaan, apakah isu itu benar?
Benarkah Uni Emirat Arab mendanai
kampanye anti Islam atau islamofobia?
Ya, nanti kita coba bakal bahas di video
ini termasuk dengan bagaimana bisa Arab
Saudi dan Uni Emirat Arab ini berkonflik
sebegitu jauh sampai berperang. Langsung
aja kita bahas secara lengkap. Halo
geng. Welcome back to Kamar Jiri
Ging Genging. Suka bikin konten pakai HP
tapi kapasitas memorinya kecil? Jangan
khawatir, sekarang kapasitas memori HP
kalian bisa dibikin jadi besar. Ini
namanya portable SSD dari SSK. Kapasitas
yang gua beli ini adalah 4 TB.
Sebelumnya gua juga udah beli yang
kapasitasnya 500 gig. Sekarang gua
upgrade ke 4 TB supaya data yang
ditampung jauh lebih banyak. Dan
gokilnya ini kecepatannya sampai 40
Gbps, Geng. Proses pemindahan datanya
juga simpel banget, cukup pakai kabel,
colokin ke HP kalian dan langsung
pindahin.
Prosesnya jauh lebih cepat daripada
kalian mindahin pakai Airdrops. Ngapain
beli HP dengan kapasitas memori yang
besar tapi harga mahal? Mendingan beli
portable SSD dari SSK. Harganya jauh
lebih terjangkau dan kapasitasnya jauh
lebih besar. Untuk link pembelian kalian
bisa langsung cek di bawah.
Untuk pembahasan yang pertama, kita
bahas dulu nih ke inti topiknya, yaitu
konflik Arab Saudi dan Uni Emirat Arab
di Yaman seperti apa?
Kalian harus tahu dulu nih, Geng, ya.
Kalau Yaman itu kondisinya sedang enggak
baik-baik aja. Karena di Yaman sedang
terjadi perang saudara yang dimulai
sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang.
Perang ini disebabkan karena ada dua
pihak yang masing-masing mengklaim
sebagai pemerintah Yaman yang sah. Nah,
jadi di sana tuh ada dua pemerintah.
Pihak pertama mendukung pemerintah Abdul
Rabuh Mansur Hadi dan berbasis di Eden.
Sementara pihak yang satunya mendukung
pemerintahan komite revolusi yang
dibentuk oleh kelompok Hoti dan didukung
oleh mantan Presiden Ali Abdullah Saleh
yang sejak bulan Januari 2015 menguasai
ibu kota Sanaah. Terus apa hubungannya
nih soal konflik di Yaman? ya kan mereka
kan konfliknya internal ya ee perang
saudara gitu ya. Apa hubungannya dengan
perseturuan dua negara yaitu UAE dan
juga Arab Saudi? Apa hubungannya apa
memang hubungannya antara Arab Saudi dan
UAE atau Uni Emirat Arab pada awalnya
digambarkan sebagai persaudaraan yang
erat seperti Indonesia dan Malaysia satu
rumpun yang dibangun atas ikatan budaya
agama dan kepentingan keamanan bersama.
Sejak pembentukan Dewan Kerjasama Teluk
atau GCC singkatannya pada tahun 1981,
kedua negara ini saling terlibat di
dalam aliansi yang sama seperti dalam
blokade Qatar tahun 2017 sampai dengan
2021 yang dipimpin oleh Arab Saudi
dengan dukungan penuh dari UAE. Tapi
meskipun begitu ya, sejak pertengahan
tahun 2020-an perbedaan kepentingan
antara kedua negara semakin terlihat. Di
tahun 2021, UAE itu memblokir
kesepakatan OPEX yang dipimpin oleh
Saudi. Wae itu menuntut jatah produksi
minyak yang lebih besar karena ingin
meningkatkan kapasitas produksi sampai
dengan 5 juta barel per hari, Geng. Dan
perselisihan ini tergolong jarang dan
tidak biasa mengingat biasanya WA itu
selalu mengikuti kebijakan yang
dikeluarkan oleh Arab Saudi. Dia
followers gitu, kayak mangut-mangut aja.
Nah, jadi kayak Arab Saudi itu kakaknya,
UAE ini adiknya. Jadi, apapun keputusan
Arab Saudi, uA ikut-ikut mangut aja. Dan
dari sinilah awal mula persaingan
diam-diam antara Arab Saudi dan UAE ini
terbentuk. Sejak saat itu perselisihan
mereka semakin meluas. Tidak cuma soal
minyak, tapi juga soal ekonomi, pengaruh
regional sampai dengan keterlibatan
militer di berbagai konflik. Yang paling
membuat perselisihan mereka jadi semakin
panas yaitu terkait situasi diaman. Pada
awalnya mereka berada di pihak yang
sama. Sejak tahun 2015, keduanya
bergabung di dalam koalisi untuk melawan
kelompok HTI. Nah, di dalam kerja sama
ini Arab Saudi fokus pada serangan
udara. Sementara wae itu menangani
operasi pasukan darat. Nah, jadi
dua-duanya diserang tuh dari atas ada
Arab Saudi, dari bawah ada Uni Emirat
Arab. Nah, tapi di tahun 2019 hubungan
Arab Saudi dan UAE itu mulai retak,
mulai ada masalah. Hal ini disebabkan
karena Uni Emirat Arab beralih mendukung
kelompok lain yaitu yang namanya
Southern Transional Council atau STC
yaitu sebuah kelompok separatis yang
ingin memisahkan Yaman Selatan menjadi
negara sendiri. Jadi udah semakin rumit
nih di Yaman udah ada dua pemerintah.
Udah gitu tambah satu lagi pemberontak
yang ingin salah satu daerah yaitu Yaman
Selatan memisahkan diri dari Yaman dan
itu didukung oleh UA atau Uni Emirat
Arab. Dan dukungan UAE ini bukan sekedar
politik atau pengakuan aja, melainkan
mereka ikut mendanai, geng. Langsung
dikasih dana dengan total kurang lebih
ratusan juta dolar. Dan mereka juga
memberikan e pelatihan militer untuk
para sparatis ini. Di situ tuh mulai tuh
Saudi kayak gimana gitu kesannya sama
UAE. Yang jadi masalahnya tujuan dari
STC ini bertentangan dengan kepentingan
Arab Saudi yang mana mereka itu kan
inginnya Yaman tetap utuh, enggak
terpisah dan berada di bawah pengaruh
Arab Saudi gitu. Ketegangan ini memuncak
ketika di awal bulan Desember 2025, si
STC ini atau si pemberontak separatis
tadi tiba-tiba berhasil merebut wilayah
strategis seperti Hadramut dan Mahra,
daerah yang sangat kaya dengan minyak
bumi yang berbatasan langsung dengan
Arab Saudi dan dilakukan tanpa
koordinasi dengan Arab Saudi terlebih
dahulu. Jadi, main caplok-caplok aja.
Langkah ini dianggap oleh Arab Saudi
sebagai ancaman langsung. Apalagi
wilayah tersebut ya berbatasan dengan
tempat mereka, tanah mereka. Dan diduga
ini melibatkan kepentingan UAE, Uni
Emirat Arab. Nah, di sinilah Arab Saudi
udah mulai kayak, "Wah, lu kok gini sih?
Lu kan adik gua, selama ini kan lu
menjaga kepentingan gua. Selama ini lu
ngikut apa kata gua." Tapi kenapa lu kok
diam-diam kayak mau nyerang gua dari
belakang di daerah yang berbatasan
dengan tanah gua, tapi lo caplok tanpa
koordinasi dulu dengan gua. Itu yang
terjadi. Karena Arab Saudi merasa
terancam, akhirnya Arab Saudi menyerang
Yaman tepat di kota pelabuhan Mukala
pada tanggal 30 Desember 2025. Nah,
targetnya itu adalah pengiriman senjata
dan peralatan tempur untuk kelompok yang
disebut oleh Arab Saudi adalah kelompok
sparatis yaitu STC tadi yang ternyata ya
e peralatan tempur itu atau senjata itu
dikirim oleh Wae Uyuni Emirat Arab.
Arab Saudi pun melancarkan serangan ke
Yaman karena adanya dugaan pengiriman
senjata untuk kelompok separatis STC.
Nah, sementara pemerintah UAE membantah.
Dia bilang, "Loh, gua kirim senjata
bukan buat STC, bukan. Gua kirim senjata
atau kami kirim senjata untuk pasukan
kami sendiri, yaitu pasukan keamanan UAE
sendiri yang berada di kawasan
tersebut." Katanya, "Kenapa kok dibom?
itu kan senjata sah untuk tentara kami,
untuk tentara keamanan kami. Nah,
mulailah di situ. Cuma di saat itu ya
alasan dari wae ini tidak bisa diterima
oleh Arab Saudi karena mereka mengklaim
mereka sudah memperingatkan wae agar
tidak mengirimkan senjata ke wilayah
sana karena ya abu-abu kan. Ibaratnya
kalau ngirim senjata ke wilayah Yaman
yang lagi konflik dengan alasan itu
untuk pasukan pertahanan wae kan enggak
ada yang bisa mastiin itu benar untuk
pasukan mereka atau untuk pasukan
separatis. karena udah ada buktinya
mereka men-support pasukan STC Separatis
tadi. Ya, tidak tertutup kemungkinan kan
senjata itu bukan buat pasukan mereka,
tapi buat pasukan STC. Ya, makanya apa
yang dilakukan oleh ee Saudi ini sudah
sesuai dengan apa yang mereka pikirkan
gitu. Dan di saat itu Saudi juga
menyebutkan kalau langkah UAE ini sangat
berbahaya. Ini memancing pergesekan.
Nah, bisa menyebabkan perang di negara
teluk. Nah, serangan Arab Saudi menjadi
titik balik, Geng. Dewan Kepresidenan
Yaman segera membubarkan pakta
pertahanan dengan wae dan menetapkan
status darurat nasional selama 90 hari.
Di saat yang bersamaan, Arab Saudi
mendesak pasukan sparatis e untuk mundur
dari wilayah yang mereka sudah kuasai.
Namun di saat itu si Sparatis alias STC
ini menolak bahkan bersumpah bakal
mempertahankan posisi mereka di sana.
Nah, di situlah situasinya semakin rumit
ketika Wae mengumumkan akan menarik
seluruh pasukan yang tersisa dari Yaman.
Tapi meskipun begitu ya, Geng. Seorang
pejabat militer Yaman itu bilang ada
sekitar 15.000 pejuang yang didukung
oleh Arab Saudi sudah berkumpul di
tengah perbatasan. Yang mana ini
menandakan potensi eskalasi lanjutan
meski belum ada perintah untuk menyerang
dari jalur darat. Dari sini kita bisa
lihat kalau Arab Saudi memprioritaskan
kesatuan Yaman untuk menjaga perbatasan
selatannya. Dan sementara UAE melihat
selatan Yaman sebagai zona pengaruh
untuk memerangi terorisme yaitu kelompok
Al-Qeda dan akses maritim. Dan akibat
dari serangan Arab Saudi ke Yaman ini
itu sampai membuat bandara Eden itu
sampai ditutup pada Januari kemarin
dikarenakan ketegangan tersebut sehingga
mengganggu lalu lintas regional. Bahkan
ya, Geng, serangan Arab Saudi ini enggak
cuma sekali loh, Geng. tapi juga
dilancarkan pada tanggal 2 Januari 2026
yang mana di saat itu ya Arab Saudi ya
menyerang Alkas namanya di Provinsi
Hadramaut wilayah strategis yang
berbatasan langsung dengan Arab Saudi
melalui udara serangannya berdasarkan
informasi di media Aljazirah ya ada
tujuh orang yang meninggal dunia geng
dan lebih dari 20 orang luka-luka akibat
serangan tersebut dan Muhammad Abdul
Malik pemimpin tinggi STC yang ada di
Hadra Maut itu bilang serangan tersebut
secara enggak langsung menargetkan
posisi sisi-posisi kelompok mereka. Dan
langkah militer yang dilakukan oleh Arab
Saudi itu menandakan perubahan yang
signifikan bagi sikap Arab Saudi. Dan
untuk pertama kalinya secara terbuka
Arab Saudi tidak hanya berhadapan dengan
hoti, tapi juga menggempur kelompok yang
secara nominal masih berada di dalam
barisan koalisi antioti. Hadramaut itu
bukan cuma soal provinsi terluas di
Yaman yang mencakup sekitar sepertiga
wilayah negara Yaman ini. Tapi provinsi
ini juga kaya sumber daya minyak, Geng.
dan memiliki arti kultural serta
historis bagi Arab Saudi. Banyak
keluarga elit Arab Saudi diketahui
memiliki silah keluarga dari Hadraut
ini. Sehingga stabilitas wilayah ini
memiliki makna strategis sekaligus
simbolik bagi kerajaan di sana. Dan di
tanggal yang sama STC mengumumkan
konstitusi pembentukan negara merdeka di
Yaman Selatan. Aida Rose Al-Zubaidi,
seorang pemimpin STC itu bilang kalau
konstitusi tersebut akan berlaku selama
3 tahun sebelum digelarnya referendum
penentuan nasib sendiri gitu. Mereka
udah pengin pisahin diri tuh dari Yaman.
Eskalasi berlanjut nih, Geng. Pada
tanggal 3 Januari 2026 ketika serangan
udara menghantam markas pasukan STC di
kota Mukala namanya. Nah, di saat itu
ada saksi mata yang melaporkan kepulan
asap membumbung dari markas Brigade
Parsit di barat kota. Hal ini
menunjukkan meningkatnya kekacauan di
wilayah pesisir Hadramaut. Di saat yang
sama, pasukan perlindungan Hadramaut,
yaitu kelompok bersenjata berbasis suku
yang loyal kepada pemerintah Yaman itu
mengklaim sudah merebut sejumlah lokasi
militer dari tangan STC. Mereka
menghimbau warga agar segera menjauhi
area yang masih dikuasai oleh STC dan
menghentikan aksi penjarahan tersebut.
Gubernur Hadramaut yang bernama Salim
Alkanasi juga menyerukan perlindungan
terhadap asek publik dan pribadi di
tengah bentrokan yang sedang meluas.
Pemerintah Yaman di saat itu sampai
mengumumkan kalau pasukan perisai
nasional sudah menguasai sepenuhnya
wilayah gurun dan lembah Hadraut dan
bergerak menuju wilayah pesisir termasuk
mukala. Dan langkah ini menunjukkan
upaya Arab Saudi dan pemerintah Yaman
yang diakui oleh internasional untuk
merebut kembali kendali atas Provinsi
Hadramaut tersebut sekaligus membendung
ambisi separatis dari STC. Di tengah
eskalasi militer, Arab Saudi juga
melancarkan manuver diplomatik, Geng. Di
dalam pernyataan resmi Kementerian Luar
Negeri Arab Saudi itu menyerukan
faksi-faksi selatan untuk menghadiri
forum di RIAT untuk merumuskan visi agar
menjadi solusi yang adil bagi masalah
selatan Yaman. Ketua Dewan Kepemimpinan
Presiden atau PLC yang bernama Rasyad
Al-Alimi itu ikut mengundang berbagai
kelompok dan tokoh Yaman Selatan untuk
berkumpul di Riyad. Al-Alimi ini
menegaskan kalau perjuangan masyarakat
Yaman Selatan harus diperlakukan adil
dan menjadi bagian penting dari proses
politik. Nah, tapi enggak boleh
ditentukan oleh satu pihak aja. Jadi,
harus musyawarah gitu. Nah, dia menolak
keputusan sepihak atau solusi yang cuma
menguntungkan satu kelompok tertentu
aja. Cuma, Geng, ajakan untuk berdialog
ini berlangsung di bawah tekanan, ya. di
bawah tekanan akan adanya serangan udara
sehingga memunculkan pertanyaan terkait
apakah dialog tersebut akan efektif
dilakukan atau enggak ya karena kan
mereka merasa terancam ya udah mereka
berdialog karena daripada mereka dibom
dari udara ya kan dan bagi STC sendiri
ajakan Arab Saudi tersebut dilihat
sebagai upaya melemahkan posisi
tawar-menawar mereka setelah
keberhasilan militer mereka dalam
menguasai wilayah. Jadi ibaratnya nih
STC beranggapan kayak buset gua udah
capek-capek nyaplok nih wilayah ya. Gua
udah capek-capek nyerang ini wilayah
sampai jadi punya gua, tapi Arab Saudi
malah menekan kita, menekan gua dan
kelompok gua, mengancam kami, gitu. Nah,
makanya mereka tuh kayak aduh gimana ya
kesannya gitu. Setelah melakukan
serangan di Yaman, Arab Saudi itu
kembali menegaskan keinginan mereka
untuk menjaga hubungan dengan Wae.
Meskipun begitu, Arab Saudi menyebutkan
masa depan relasi kedua negara sangat
bergantung pada penarikan penuh pasukan
Wae dari Yaman. Jadi Arab Saudi kayak
ngomong gitu, Geng. Kayak lu sama gua
itu bisa baikan lagi, jadi kakak adik
lagi. Tapi syaratnya cuma satu, lu tarik
pasukan lu dari Yaman. Jangan lu bela
lagi separatis itu. Biarkan Yaman
menjadi Yaman dan Yaman berada di bawah
pengaruh kami Arab Saudi. Tapi kalau
misalkan lu datang ke sana pengin ikut
campur dan mendanai satu pihak untuk
memecah belah Yaman, ya gua tidak mau
berbaikan sama lu dan kita harus
berperang. Gitulah kurang lebih
peringatan dari Saudi. Dan pernyataan
tersebut disampaikan oleh Pangeran
Faisal bin Farhan selaku Menteri Luar
Negeri eh Arab Saudi. Di dalam
keterangan beliau ini, Pangeran Faisal
menyebutkan kalau UAE saat ini sudah
memutuskan untuk meninggalkan Yaman dan
dia pikir kalau memang begitu UAE
sepenuhnya sudah meninggalkan Yaman,
maka Arab Saudi akan mengambil tanggung
jawab di wilayah tersebut. Jadi kembali
menjadi daerah yang dipengaruhi dan
dikuasai oleh Saudi. Nah, pejabat Arab
Saudi juga menuduh pemimpin SDC yaitu
Aida Rose Al-Zubaidi itu sudah melarikan
diri ke Abu Dhabi. Nah, karena udah
enggak dapat sokongan lagi dari Uni
Emirat Arab.
Terus nih, Geng. Ya, bahkan panasnya
hubungan antara Arab Saudi dengan Wae
ini tidak hanya terjadi di medan
pertempuran aja, Geng. Melainkan juga di
media. yang mana dikatakan ada kampanye
media Arab Saudi yang menargetkan wae
dan semakin agresif setelah meningkatnya
eskalasi di Yaman. Setelah insiden
terkait di Yaman, ada narasi terkait
pelanggaran hak hingga pengkhianatan
yang ramai beredar di media pemerintah
dan media sosial. Media pemerintah Arab
Saudi yaitu Al-Ekbariah TV itu menuding
kalau UAE ikut memperkeruh konflik
regional. UAE disebut berinvestasi di
dalam kekacauan dan mendukung kelompok
sparatis dari Libya hingga Yaman serta
tanduk Afrika. Tanduk Afrika ini adalah
sebuah wilayah di Afrika Timur ya, yang
kalau kita lihat dari peta itu bentuknya
ya kayak tanduk. Nah, itu jadi dicampur
adukan jugal lah maksudnya
dikait-kaitkan lah. Nah, negara-negara
yang masuk ke dalam tanduk Afrika itu
ada Somalia, Ethiopia, Eritrea, terus
ada Jiboti. Nah, menurut analis keamanan
teluk yang bernama Ana Jacob, biasanya
negara-negara teluk itu menyembunyikan
konflik dan selalu terlihat kompak. Tapi
sekarang pertengkaran lama mereka justru
terbuka bahkan saling sindir dan saling
serang di media sosial. Udah kelihatan
banget. Nah, Arab Saudi terlihat
terang-terangan mengkritik kebijakan UAE
dan tidak menunjukkan keinginan untuk
berhenti mengkritik mereka.
Terus di sisi lain, UAE memilih untuk
diam. Para analis di Abu Dhabi bilang
kalau UAE enggak mau memancing konflik
dengan Arab Saudi yang mereka anggap
sebagai kakak di kawasan tersebut.
Mereka menilai UAE sekarang punya
pengaruh besar karena keberhasilan
mereka sendiri, bukan karena ingin
menantang Arab Saudi. Jadi kayak UA itu
mikir apa ya fungsinya ya ngeladenin
Arab Saudi yang suka ngomel-ngomel gitu.
Arab Saudi yang suka nyindir-nyindir
mereka di ee story, di postingan. Apa
tujuannya apa apa bagusnya gitu. Jadi
mendingan mereka diam aja. Mereka
nganggap Arab Saudi itu kayak kakak
cerewet aja gitu. Tapi dari sudut
pandang Arab Saudi sendiri sebenarnya
mereka merasa kecewa. Analis Arab Saudi
menilai UAE sudah mengkhianati kerja
sama strategis dan justru mengganggu
wilayah pengaruh Arab Saudi. Media Arab
Saudi bahkan mengisyaratkan kemungkinan
tindakan balasan termasuk dengan
melakukan tekanan ekonomi terhadap UAE.
Meski kecil kemungkinan bahwa hubungan
antara kedua negara bakal berakhir, Arab
Saudi bisa aja menekan WA melalui
kebijakan ekonomi. Dan di tengah
ketegangan tersebut, kedua negara juga
mencari sekutu baru nih, Geng. wae
mendekat ke India untuk kerja sama
pertahanan. Sementara Arab Saudi malah
menjalin perjanjian pertahanan dengan
Pakistan. Wah, ini kan aduh ini
benar-benar udah perang nih. Seperti
yang kita tahu ya, Pakistan itu kan
musuhnya India. Walaupun mereka
berdekatan dan Pakistan juga bukan
negara cere-cere loh. Mereka punya
nuklir. India juga enggak cere-cere.
Mereka tuh rakyatnya pasukannya banyak
banget di muka bumi ini. Dan hal ini
menunjukkan ya bahwa kedua negara tadi
UAE dan Arab Saudi masih bersaing, masih
membuat persaingan pengaruh yang semakin
melebar ke kawasan luar. Jadi udah
merembet ke mana-mana nih, Geng. Udah
sama-sama cari bing, sudah sama-sama
cari teman. Dan perseteruan dengan Arab
Saudi ini ya sudah menjadi masalah besar
bagi UAE. Dan bahkan ada lagi yang
semakin memperkeruh kondisi di UAE,
yaitu mengenai tuduhan UAE mendanai
kampanye islamofobia di luar negeri.
Padahal negara mereka juga adalah negara
Islam. Emang benar UAE ini atau Uni
Emirat Arab ini mendanai kampanye anti
Islam? kita bakal bahas.
Jadi, Geng, UAE ini dituduh oleh para
pengkritiknya memanfaatkan sentimen
islamofobia di Inggris untuk menekan
pemerintah Inggris agar melarang
Ikhwanul Muslimin. Nah, Ikhwanul
Muslimin ini sendiri adalah gerakan
Islam politik yang berdiri di Mesir pada
tahun 1928 yang didirikan oleh Hasan
Albana. Tuduhan ini muncul setelah UAE
membatasi beasiswa bagi negara untuk
para pelajar UAE yang ingin kuliah di
universitas-universitas Inggris. UAE
membenarkan langkah itu dengan alasan
bahwa kampus-kampus di Inggris dianggap
sudah terpengaruh oleh kelompok Islamis
yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin.
Nah, tapi geng pemerintah Inggris dan
para ahli itu membantah klaim tersebut
serta menyatakan enggak ada bukti bahwa
Ikhwanul Muslimin terorganisasi atau
aktif di lingkungan Universitas Inggris.
Menurut laporan dari Financial Times dan
juga The Times, pendanaan beasiswa
pemerintah wae untuk studi di Inggris
dikurangi seiring ketegangan antara UAE
dan Inggris akibat penolakan Inggris
untuk melarang Ikhwanul Muslimin. Eh,
dan bagi UAE, Ikhwanul Muslimin ini
dianggap sebagai organisasi teroris. Dan
selama ini UAE sudah aktif melobi
negara-negara Eropa, termasuk juga
dengan Inggris agar mengambil sikap yang
sama. Tapi Inggris itu berulang-ulang
kali menolak, melarang organisasi
tersebut. Jadi kayak Inggris itu
membiarkan organisasi ini ada. Di dalam
penyelidikan resmi tahun 2014 yang
dilakukan atas perintah-pemerintah
partai konservatif dan dipimpin oleh Sir
John Jenkins itu disimpulkan bahwa
meskipun pandangan Ikhwanul Muslimin itu
bertentangan dengan nilai-nilai Inggris,
bukti yang ada tidak cukup untuk
menjadikan ee mereka sebagai organisasi
terlarang. Jadi apa ya? Ya memang enggak
sesuai gitu ya dengan nilai-nilai
kehidupan di Inggris karena mereka
mungkin muslim gitu kan. Nah, tapi kan
mereka gak bisa dilarang juga karena
mereka enggak melakukan tindakan
kriminal yang mengancam gitu. Nah, tapi
entah kenapa UAE anti banget dengan
Ikhwanul Muslimin ini. Para pengkritik
UAE itu menilai bahwa cara UAE
menarasikan isu ini sangat mirip dengan
narasi yang sering dipakai oleh politisi
dan media sayap kanan di Inggris yang
sering menggambarkan kalau organisasi
Islam atau masyarakat Muslim dan
aktivitas mahasiswa Islam sebagai
ancaman keamanan. Jadi kayak menuduh
kalau orang-orang Islam ini adalah
teroris gitu. Dan itulah yang secara
enggak langsung dilakukan oleh UAE. Nah,
makanya agak terdengar aneh kan masa ia
negara Islam nuduh mahasiswa Islam atau
ee remaja-remaja Islam yang ada di
Inggris sebagai teroris. Kesannya gitu,
sebagai ekstremis gitu. Dan juga mereka
berpendapat kalau UAE ini kayak sengaja
memperkuat narasi tersebut untuk
memberikan tekanan politik kepada
pemerintah Inggris supaya mengikuti
keinginan UAE, supaya mau nurut apa yang
UAE bilang. Nah, cara pandang tersebut
ya ternyata juga disuarakan di tingkat
internasional. Di saat itu Wakil
Presiden Amerika JD F itu secara terbuka
menyambut keputusan UAE dan menyebutkan
ya sebagai bukti bahwa Inggris gagal
menghadapi pengaruh Islamis. Makin
didukung sama Amerika UAE-nya. Karena
apa ya? Selama narasinya membenci Islam
pasti ada oknum-oknum yang dari Amerika
tuh support gitu. Nah, cuma di saat itu
ya, Geng. Pejabat dan analis Inggris
menolak anggapan tersebut. Mereka
menilai narasi itu mencampur adukan
Islam dan politik dengan kehidupan
mahasiswa muslim serta tidak didukung
oleh bukti yang kuat. Nah, sikap dari
wae ini ya juga mendapat sorotan karena
kedekatan mereka dengan tokoh-tokoh
sayap kanan Inggris. Dan sejumlah
laporan media Inggris sebelumnya
menyebutkan kalau wae membiayai
kunjungan Nigel Far, pemimpin partai
reformasi sayap kanan Inggris yang
berkunjung ke Abu Dhabi. Far ini ya
dikatakan memuji keputusan wae terkait
pembatasan beasiswa terhadap mahasiswa
muslim di Inggris dan dia juga mendukung
cara UAE mengkritik Inggris menangani
isu ekstremisme. Jadi apa yang dilakukan
UAE ini ada supporternya gitu. Dan para
analis mengatakan bahwa kunjungan Faris
ini sering dijadikan contoh oleh para
pengkritik sebagai bukti kalau UAE itu
bersekutu dengan tokoh-tokoh politik
Barat yang membesar-besarkan narasi
ketakutan terhadap Islam dalam ruang
publik. Nah, menurut mereka hal ini
merupakan bagian dari strategi UAE yang
lebih luas untuk membawa kampanye
melawan Ikhwanul Muslimin ke tingkat
internasional. Jadi udah semacam anti
banget dengan Islam tapi agak aneh
terdengarnya. Nah, di saat itu ya UAE
dianggap memanfaatkan politik perang
budaya di Eropa dan Amerika.
Ada seorang pakar Timur Tengah yang
bilang kepada The Times kalau pimpinan
UAE sangat terobsesi dengan Ikhwanul
Muslimin. Bahkan menyebutkan kelompok
ini sebagai sosok yang ditakuti bagi
mereka. Nah, namun menurut dia ya, Geng,
Ikhwanul Muslimin ini lebih berfungsi
sebagai ideologi dibandingkan sebuah
organisasi yang terstruktur rapi. Jadi,
kayak untuk mengarah menjadi kelompok
teroris tuh sangat enggak mungkin gitu.
Nah, para pakar ini juga bilang pada
dasarnya ya ini semacam cara dari UAE
untuk menakut-nakuti mahasiswa agar
patuh dengan pesan yang tersirat bahwa
apapun yang mereka lakukan jangan
bergabung dengan Ikhwanul Muslimin kalau
mereka berada di Inggris. Nah, padahal
para pejabat Inggris sendiri membela
kebebasan akademik dan menegaskan bahwa
isu ekstremisme di kampus itu sudah
ditangani lewat hukum dan aturan yang
berlaku. Jadi, keberadaan dari Ikhwanul
Muslimin ini tidak semerta-merta
terlihat seperti kelompok teroris gitu.
Dan mereka juga menekankan bahwa
organisasi mahasiswa muslim pada umumnya
bersifat pembinaan dan juga pendampingan
serta enggak dikategorikan sebagai
kelompok ekstremis. Nah, entah kenapa UA
ini curiga banget kayak takut gitu loh,
Geng. Dan para pengkritik itu
memperingatkan kalau dengan
menggambarkan Universitas Inggris
sebagai pusat radikalisme Islam, UAE ini
beresiko memperkuat sentimen islamofobia
di Inggris atau anti Islam di Inggris
sekaligus menjadikan pendidikan tinggi
sebagai alat tekanan politik dalam
kampanye panjang mereka melawan Ikhwanul
Muslimin. Jadi orang-orang bakal
berpikir kayak tuh Uni Emirat Arab aja
bilang hati-hati dengan Ikhwanul
Muslimin, hati-hati dengan orang Islam
apalagi kita yang bukan orang Islam.
Kalau kata orang Inggris ya kan? Nah,
jadi gara-gara
umat Islamnya sendiri, negara Islamnya
sendiri seolah-olah mengajak untuk tidak
menyukai sesama Islam, sesama muslim, ya
pasti akan berdampaklah pada orang-orang
Inggris itu bakal berpikir kayak, "Uh,
jangan dekat sama Islam.
Uni Emirat Arab aja bilang jangan dekat
sama Islam." Kan gitu. Nah, itulah yang
menjadi salah satu kenapa Saudi sangat
geram dengan UAE.
Di bulan April 2024, media investigasi
media part itu menerbitkan laporan yang
mengungkapkan kalau penyelidikan hukum
sudah dibuka terhadap pimpinan sebuah
perusahaan intelijen asal Swiss.
Perusahaan tersebut dituduh memata-matai
tokoh bisnis dan politik Eropa atas
permintaan UAE, geng. Dan perusahaan
yang dikaitkan dengan UAE ini menghadapi
sejumlah tuduhan serius antara lain
spionase ilegal. spionase untuk negara
asing, pencemaran nama baik, dan
pencucian uang. Nah, para penyelidik
juga menuduh perusahaan tersebut
menyerahkan daftar hampir 1000 warga
Eropa dan 400 organisasi kepada UAE
dengan klaim kalau mereka memiliki
keterkaitan dengan Ikhwanul Muslimin
tanpa disertai bukti yang sudah
diverifikasi. Nah, pada tanggal 25
Januari 2026, aktivis Eropa dan sejumlah
media mengungkapkan dokumen bocoran baru
dari penyelidikan Parlemen Eropa yang
menunjukkan kalau UAE ternyata secara
diam-diam mendanai, memberikan uang
terhadap kampanye yang terkoordinasi
terhadap Islam dan umat muslim.
Gila. Dan operasi ini disebut-sebut
berkaitan langsung dengan meningkatnya
islamofobia di Eropa, anti Islam di
Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Gila ya, gua jadi bingung sebenarnya.
pemerintah wae ini siapa sih kok bisa
mendanai kampanye anti Islam gitu. Dan
pada tanggal 7 dan 9 Januari kantor
berita Balkan Prisren Post dan Media
India TFI Global itu menerbitkan laporan
dengan judul Emirative Funding for Anti
Islam Influence Campaigns and Right
Wings Politic Europe. Nah, itu judul
besarnya tuh. Laporan tersebut
menjelaskan kalau masjid, organisasi
masyarakat sipil, jurnalis, akademisi,
dan politisi lebih dari 18 negara Eropa
itu menjadi sasaran sasaran dari
pendanaan itu. Dan menurut dokumen
tersebut tujuan utamanya adalah merusak
reputasi dan memberikan tekanan politik
sehingga pembatasan kebebasan beragama
bisa diberlakukan dan kecurigaan serta
permusuhan terhadap muslim menjadi hal
yang dianggap wajar di Barat. Dan
praktik tersebut dinilai sebagai campur
tangan asing yang mengancam kohesi
sosial dan kepercayaan terhadap
demokrasi. Para analis media menduga
bocornya informasi ini berasal dari
orang dalam Parlemen Eropa yang merasa
frustasi dengan upaya Uni Emirat Arab
mempengaruhi institusi Uni Eropa
termasuk dugaan suap untuk menutupi
dukungan UAE terhadap pemimpin milisi
Sudan yaitu Hemetti. Nah, laporan ini
juga mencatat kalau akun-akun media
sosial yang tidak secara resmi mewakili
pemerintah Arab Saudi ikut menyerang UAE
yang menunjukkan bahwa ketegangan antara
Arab Saudi dan UAE terkait Yaman dan
Sudan masih berlanjut sampai sekarang,
Geng. Jadi, kemungkinan perang terbuka
bisa aja terjadi di antara dua negara
Arab ini. Nah, itu dia, Geng, ya.
Pembahasan kita kali ini mengenai
konflik yang terjadi antara Arab Saudi
dan Uni Emirat Arab. Ditambah dengan isu
terkait Uni Emirat Arab yang dicurigai
melakukan pendanaan terhadap kampanye
anti Islam atau islamofobia di
negara-negara Eropa. Gimana, Geng,
menurut kalian? Coba tinggalkan komentar
di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:14 UTC
Categories
Manage