ARAB SALING BERPERANG ! ARAB SAUDI VS UAE REBUTKAN KEKUASAAN DI YAMAN
NXZQWoLY_AU • 2026-02-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hal tersebut bisa terlihat dari perang di Yaman yang disebabkan karena Arab Saudi tiba-tiba membombardir Yaman dengan dugaan kalau Uni Emirat Arab mendukung kelompok separatis yang ada di Yaman. Oke, kalian pernah ngebayangin enggak, Geng, kalau negara sebesar Arab Saudi bisa berseru, ya dengan sesama saudaranya yaitu Uni Emirat Arab. Ini sama-sama negara besar, sama-sama negara kaya. yang mana kalau misalkan mereka berperang ini artinya udah bukan cuma perang kekuasaan, tapi udah berbicara perang duit. Ya kan? Ini sama-sama negara yang duitnya melimpah gitu, Geng. Selama bertahun-tahun, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dikenal sebagai dua negara teluk yang paling dominan secara geopolitik dan ekonomi. Dan ini benar-benar terjadi perseturuan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab baru-baru ini sampai serang-serangan menggunakan senjata menggunakan rudal. Nah, dalam beberapa tahun terakhir ya hubungan kedua negara ini makin rumit padahal kelihatannya negara ini seperti kakak adik ya kan. Kurang lebih ya seperti negara kita dan Malaysia. satu rumpun. Orang-orang luar pikir kalau kita akur ternyata di luar itu netizennya saling bersih teruk. Nah, tapi Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab bukan cuma netizen, tapi pemerintahnya juga bersih teruk. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara semakin sering berada pada posisi perseberangan. Padahal kelihatannya kedua negara ini masih menjadi ee mitra strategis di kawasan Teluk. berbagai kepentingan di dalam stabilitas regional, keamanan energi, kerja sama ekonomi terlihat kayak harmonis aja gitu. Tapi di balik itu semua, Geng, ternyata sebenarnya ada persaingan kepentingan di antara kedua negara. Arab Saudi itu sedang mendorong agenda transformasi besar melalui reformasi ekonomi di diversifikasi industri dengan ambisi menjadi pusat ekonomi dan politik utama di Timur Tengah. Nah, sementara itu Uni Emirat Arab udah lebih dulu memposisikan diri sebagai pusat keuangan, logistik, dan diplomasi global dengan jaringannya yang sampai ke benua lain, yaitu Afrika, Eropa, dan Asia. Rebut-rebutanlah nih. Balik lagi nih ke sifat orang-orang Arab ya sebelum diturunkan nabi-nabi ya kan. Hal tersebut bisa terlihat dari perang di Yaman yang disebabkan karena Arab Saudi tiba-tiba membombardir Yaman dengan dugaan kalau Uni Emirat Arab mendukung kelompok separatis yang ada di Yaman. Kelompok separatis yang didukung UA merebut wilayah-wilayah strategis pada akhir tahun lalu, termasuk area di sepanjang perbatasan dengan Arab Saudi. Nah, dari perang ini, isu terkait perseturuhan kedua negara pada akhirnya menguak ke permukaan dan di tengah konflik tersebut muncul sebuah isu yang menyedutkan Uni Emirat Arab karena disebut-sebut mereka terlibat di dalam pendanaan kampanye yang dikaitkan dengan islamofobia di luar negeri. Walaupun masih sekedar isu, namun sangat mungkin ini mempengaruhi citra kawasan teluk serta hubungan Uni Emirat Arab ee dengan negara-negara muslim lain termasuk dengan Arab Saudi. Karena dianggap ya kok bisa sih Uni Emirat Arab negara Islam tapi mendanai program kampanye anti Islam. Itu kan agak aneh. Rusaklah citra Uni Emirat Arab. Di saat itu. Timbul pertanyaan, apakah isu itu benar? Benarkah Uni Emirat Arab mendanai kampanye anti Islam atau islamofobia? Ya, nanti kita coba bakal bahas di video ini termasuk dengan bagaimana bisa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ini berkonflik sebegitu jauh sampai berperang. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo geng. Welcome back to Kamar Jiri Ging Genging. Suka bikin konten pakai HP tapi kapasitas memorinya kecil? Jangan khawatir, sekarang kapasitas memori HP kalian bisa dibikin jadi besar. Ini namanya portable SSD dari SSK. Kapasitas yang gua beli ini adalah 4 TB. Sebelumnya gua juga udah beli yang kapasitasnya 500 gig. Sekarang gua upgrade ke 4 TB supaya data yang ditampung jauh lebih banyak. Dan gokilnya ini kecepatannya sampai 40 Gbps, Geng. Proses pemindahan datanya juga simpel banget, cukup pakai kabel, colokin ke HP kalian dan langsung pindahin. Prosesnya jauh lebih cepat daripada kalian mindahin pakai Airdrops. Ngapain beli HP dengan kapasitas memori yang besar tapi harga mahal? Mendingan beli portable SSD dari SSK. Harganya jauh lebih terjangkau dan kapasitasnya jauh lebih besar. Untuk link pembelian kalian bisa langsung cek di bawah. Untuk pembahasan yang pertama, kita bahas dulu nih ke inti topiknya, yaitu konflik Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Yaman seperti apa? Kalian harus tahu dulu nih, Geng, ya. Kalau Yaman itu kondisinya sedang enggak baik-baik aja. Karena di Yaman sedang terjadi perang saudara yang dimulai sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang. Perang ini disebabkan karena ada dua pihak yang masing-masing mengklaim sebagai pemerintah Yaman yang sah. Nah, jadi di sana tuh ada dua pemerintah. Pihak pertama mendukung pemerintah Abdul Rabuh Mansur Hadi dan berbasis di Eden. Sementara pihak yang satunya mendukung pemerintahan komite revolusi yang dibentuk oleh kelompok Hoti dan didukung oleh mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang sejak bulan Januari 2015 menguasai ibu kota Sanaah. Terus apa hubungannya nih soal konflik di Yaman? ya kan mereka kan konfliknya internal ya ee perang saudara gitu ya. Apa hubungannya dengan perseturuan dua negara yaitu UAE dan juga Arab Saudi? Apa hubungannya apa memang hubungannya antara Arab Saudi dan UAE atau Uni Emirat Arab pada awalnya digambarkan sebagai persaudaraan yang erat seperti Indonesia dan Malaysia satu rumpun yang dibangun atas ikatan budaya agama dan kepentingan keamanan bersama. Sejak pembentukan Dewan Kerjasama Teluk atau GCC singkatannya pada tahun 1981, kedua negara ini saling terlibat di dalam aliansi yang sama seperti dalam blokade Qatar tahun 2017 sampai dengan 2021 yang dipimpin oleh Arab Saudi dengan dukungan penuh dari UAE. Tapi meskipun begitu ya, sejak pertengahan tahun 2020-an perbedaan kepentingan antara kedua negara semakin terlihat. Di tahun 2021, UAE itu memblokir kesepakatan OPEX yang dipimpin oleh Saudi. Wae itu menuntut jatah produksi minyak yang lebih besar karena ingin meningkatkan kapasitas produksi sampai dengan 5 juta barel per hari, Geng. Dan perselisihan ini tergolong jarang dan tidak biasa mengingat biasanya WA itu selalu mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh Arab Saudi. Dia followers gitu, kayak mangut-mangut aja. Nah, jadi kayak Arab Saudi itu kakaknya, UAE ini adiknya. Jadi, apapun keputusan Arab Saudi, uA ikut-ikut mangut aja. Dan dari sinilah awal mula persaingan diam-diam antara Arab Saudi dan UAE ini terbentuk. Sejak saat itu perselisihan mereka semakin meluas. Tidak cuma soal minyak, tapi juga soal ekonomi, pengaruh regional sampai dengan keterlibatan militer di berbagai konflik. Yang paling membuat perselisihan mereka jadi semakin panas yaitu terkait situasi diaman. Pada awalnya mereka berada di pihak yang sama. Sejak tahun 2015, keduanya bergabung di dalam koalisi untuk melawan kelompok HTI. Nah, di dalam kerja sama ini Arab Saudi fokus pada serangan udara. Sementara wae itu menangani operasi pasukan darat. Nah, jadi dua-duanya diserang tuh dari atas ada Arab Saudi, dari bawah ada Uni Emirat Arab. Nah, tapi di tahun 2019 hubungan Arab Saudi dan UAE itu mulai retak, mulai ada masalah. Hal ini disebabkan karena Uni Emirat Arab beralih mendukung kelompok lain yaitu yang namanya Southern Transional Council atau STC yaitu sebuah kelompok separatis yang ingin memisahkan Yaman Selatan menjadi negara sendiri. Jadi udah semakin rumit nih di Yaman udah ada dua pemerintah. Udah gitu tambah satu lagi pemberontak yang ingin salah satu daerah yaitu Yaman Selatan memisahkan diri dari Yaman dan itu didukung oleh UA atau Uni Emirat Arab. Dan dukungan UAE ini bukan sekedar politik atau pengakuan aja, melainkan mereka ikut mendanai, geng. Langsung dikasih dana dengan total kurang lebih ratusan juta dolar. Dan mereka juga memberikan e pelatihan militer untuk para sparatis ini. Di situ tuh mulai tuh Saudi kayak gimana gitu kesannya sama UAE. Yang jadi masalahnya tujuan dari STC ini bertentangan dengan kepentingan Arab Saudi yang mana mereka itu kan inginnya Yaman tetap utuh, enggak terpisah dan berada di bawah pengaruh Arab Saudi gitu. Ketegangan ini memuncak ketika di awal bulan Desember 2025, si STC ini atau si pemberontak separatis tadi tiba-tiba berhasil merebut wilayah strategis seperti Hadramut dan Mahra, daerah yang sangat kaya dengan minyak bumi yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi dan dilakukan tanpa koordinasi dengan Arab Saudi terlebih dahulu. Jadi, main caplok-caplok aja. Langkah ini dianggap oleh Arab Saudi sebagai ancaman langsung. Apalagi wilayah tersebut ya berbatasan dengan tempat mereka, tanah mereka. Dan diduga ini melibatkan kepentingan UAE, Uni Emirat Arab. Nah, di sinilah Arab Saudi udah mulai kayak, "Wah, lu kok gini sih? Lu kan adik gua, selama ini kan lu menjaga kepentingan gua. Selama ini lu ngikut apa kata gua." Tapi kenapa lu kok diam-diam kayak mau nyerang gua dari belakang di daerah yang berbatasan dengan tanah gua, tapi lo caplok tanpa koordinasi dulu dengan gua. Itu yang terjadi. Karena Arab Saudi merasa terancam, akhirnya Arab Saudi menyerang Yaman tepat di kota pelabuhan Mukala pada tanggal 30 Desember 2025. Nah, targetnya itu adalah pengiriman senjata dan peralatan tempur untuk kelompok yang disebut oleh Arab Saudi adalah kelompok sparatis yaitu STC tadi yang ternyata ya e peralatan tempur itu atau senjata itu dikirim oleh Wae Uyuni Emirat Arab. Arab Saudi pun melancarkan serangan ke Yaman karena adanya dugaan pengiriman senjata untuk kelompok separatis STC. Nah, sementara pemerintah UAE membantah. Dia bilang, "Loh, gua kirim senjata bukan buat STC, bukan. Gua kirim senjata atau kami kirim senjata untuk pasukan kami sendiri, yaitu pasukan keamanan UAE sendiri yang berada di kawasan tersebut." Katanya, "Kenapa kok dibom? itu kan senjata sah untuk tentara kami, untuk tentara keamanan kami. Nah, mulailah di situ. Cuma di saat itu ya alasan dari wae ini tidak bisa diterima oleh Arab Saudi karena mereka mengklaim mereka sudah memperingatkan wae agar tidak mengirimkan senjata ke wilayah sana karena ya abu-abu kan. Ibaratnya kalau ngirim senjata ke wilayah Yaman yang lagi konflik dengan alasan itu untuk pasukan pertahanan wae kan enggak ada yang bisa mastiin itu benar untuk pasukan mereka atau untuk pasukan separatis. karena udah ada buktinya mereka men-support pasukan STC Separatis tadi. Ya, tidak tertutup kemungkinan kan senjata itu bukan buat pasukan mereka, tapi buat pasukan STC. Ya, makanya apa yang dilakukan oleh ee Saudi ini sudah sesuai dengan apa yang mereka pikirkan gitu. Dan di saat itu Saudi juga menyebutkan kalau langkah UAE ini sangat berbahaya. Ini memancing pergesekan. Nah, bisa menyebabkan perang di negara teluk. Nah, serangan Arab Saudi menjadi titik balik, Geng. Dewan Kepresidenan Yaman segera membubarkan pakta pertahanan dengan wae dan menetapkan status darurat nasional selama 90 hari. Di saat yang bersamaan, Arab Saudi mendesak pasukan sparatis e untuk mundur dari wilayah yang mereka sudah kuasai. Namun di saat itu si Sparatis alias STC ini menolak bahkan bersumpah bakal mempertahankan posisi mereka di sana. Nah, di situlah situasinya semakin rumit ketika Wae mengumumkan akan menarik seluruh pasukan yang tersisa dari Yaman. Tapi meskipun begitu ya, Geng. Seorang pejabat militer Yaman itu bilang ada sekitar 15.000 pejuang yang didukung oleh Arab Saudi sudah berkumpul di tengah perbatasan. Yang mana ini menandakan potensi eskalasi lanjutan meski belum ada perintah untuk menyerang dari jalur darat. Dari sini kita bisa lihat kalau Arab Saudi memprioritaskan kesatuan Yaman untuk menjaga perbatasan selatannya. Dan sementara UAE melihat selatan Yaman sebagai zona pengaruh untuk memerangi terorisme yaitu kelompok Al-Qeda dan akses maritim. Dan akibat dari serangan Arab Saudi ke Yaman ini itu sampai membuat bandara Eden itu sampai ditutup pada Januari kemarin dikarenakan ketegangan tersebut sehingga mengganggu lalu lintas regional. Bahkan ya, Geng, serangan Arab Saudi ini enggak cuma sekali loh, Geng. tapi juga dilancarkan pada tanggal 2 Januari 2026 yang mana di saat itu ya Arab Saudi ya menyerang Alkas namanya di Provinsi Hadramaut wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi melalui udara serangannya berdasarkan informasi di media Aljazirah ya ada tujuh orang yang meninggal dunia geng dan lebih dari 20 orang luka-luka akibat serangan tersebut dan Muhammad Abdul Malik pemimpin tinggi STC yang ada di Hadra Maut itu bilang serangan tersebut secara enggak langsung menargetkan posisi sisi-posisi kelompok mereka. Dan langkah militer yang dilakukan oleh Arab Saudi itu menandakan perubahan yang signifikan bagi sikap Arab Saudi. Dan untuk pertama kalinya secara terbuka Arab Saudi tidak hanya berhadapan dengan hoti, tapi juga menggempur kelompok yang secara nominal masih berada di dalam barisan koalisi antioti. Hadramaut itu bukan cuma soal provinsi terluas di Yaman yang mencakup sekitar sepertiga wilayah negara Yaman ini. Tapi provinsi ini juga kaya sumber daya minyak, Geng. dan memiliki arti kultural serta historis bagi Arab Saudi. Banyak keluarga elit Arab Saudi diketahui memiliki silah keluarga dari Hadraut ini. Sehingga stabilitas wilayah ini memiliki makna strategis sekaligus simbolik bagi kerajaan di sana. Dan di tanggal yang sama STC mengumumkan konstitusi pembentukan negara merdeka di Yaman Selatan. Aida Rose Al-Zubaidi, seorang pemimpin STC itu bilang kalau konstitusi tersebut akan berlaku selama 3 tahun sebelum digelarnya referendum penentuan nasib sendiri gitu. Mereka udah pengin pisahin diri tuh dari Yaman. Eskalasi berlanjut nih, Geng. Pada tanggal 3 Januari 2026 ketika serangan udara menghantam markas pasukan STC di kota Mukala namanya. Nah, di saat itu ada saksi mata yang melaporkan kepulan asap membumbung dari markas Brigade Parsit di barat kota. Hal ini menunjukkan meningkatnya kekacauan di wilayah pesisir Hadramaut. Di saat yang sama, pasukan perlindungan Hadramaut, yaitu kelompok bersenjata berbasis suku yang loyal kepada pemerintah Yaman itu mengklaim sudah merebut sejumlah lokasi militer dari tangan STC. Mereka menghimbau warga agar segera menjauhi area yang masih dikuasai oleh STC dan menghentikan aksi penjarahan tersebut. Gubernur Hadramaut yang bernama Salim Alkanasi juga menyerukan perlindungan terhadap asek publik dan pribadi di tengah bentrokan yang sedang meluas. Pemerintah Yaman di saat itu sampai mengumumkan kalau pasukan perisai nasional sudah menguasai sepenuhnya wilayah gurun dan lembah Hadraut dan bergerak menuju wilayah pesisir termasuk mukala. Dan langkah ini menunjukkan upaya Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui oleh internasional untuk merebut kembali kendali atas Provinsi Hadramaut tersebut sekaligus membendung ambisi separatis dari STC. Di tengah eskalasi militer, Arab Saudi juga melancarkan manuver diplomatik, Geng. Di dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi itu menyerukan faksi-faksi selatan untuk menghadiri forum di RIAT untuk merumuskan visi agar menjadi solusi yang adil bagi masalah selatan Yaman. Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden atau PLC yang bernama Rasyad Al-Alimi itu ikut mengundang berbagai kelompok dan tokoh Yaman Selatan untuk berkumpul di Riyad. Al-Alimi ini menegaskan kalau perjuangan masyarakat Yaman Selatan harus diperlakukan adil dan menjadi bagian penting dari proses politik. Nah, tapi enggak boleh ditentukan oleh satu pihak aja. Jadi, harus musyawarah gitu. Nah, dia menolak keputusan sepihak atau solusi yang cuma menguntungkan satu kelompok tertentu aja. Cuma, Geng, ajakan untuk berdialog ini berlangsung di bawah tekanan, ya. di bawah tekanan akan adanya serangan udara sehingga memunculkan pertanyaan terkait apakah dialog tersebut akan efektif dilakukan atau enggak ya karena kan mereka merasa terancam ya udah mereka berdialog karena daripada mereka dibom dari udara ya kan dan bagi STC sendiri ajakan Arab Saudi tersebut dilihat sebagai upaya melemahkan posisi tawar-menawar mereka setelah keberhasilan militer mereka dalam menguasai wilayah. Jadi ibaratnya nih STC beranggapan kayak buset gua udah capek-capek nyaplok nih wilayah ya. Gua udah capek-capek nyerang ini wilayah sampai jadi punya gua, tapi Arab Saudi malah menekan kita, menekan gua dan kelompok gua, mengancam kami, gitu. Nah, makanya mereka tuh kayak aduh gimana ya kesannya gitu. Setelah melakukan serangan di Yaman, Arab Saudi itu kembali menegaskan keinginan mereka untuk menjaga hubungan dengan Wae. Meskipun begitu, Arab Saudi menyebutkan masa depan relasi kedua negara sangat bergantung pada penarikan penuh pasukan Wae dari Yaman. Jadi Arab Saudi kayak ngomong gitu, Geng. Kayak lu sama gua itu bisa baikan lagi, jadi kakak adik lagi. Tapi syaratnya cuma satu, lu tarik pasukan lu dari Yaman. Jangan lu bela lagi separatis itu. Biarkan Yaman menjadi Yaman dan Yaman berada di bawah pengaruh kami Arab Saudi. Tapi kalau misalkan lu datang ke sana pengin ikut campur dan mendanai satu pihak untuk memecah belah Yaman, ya gua tidak mau berbaikan sama lu dan kita harus berperang. Gitulah kurang lebih peringatan dari Saudi. Dan pernyataan tersebut disampaikan oleh Pangeran Faisal bin Farhan selaku Menteri Luar Negeri eh Arab Saudi. Di dalam keterangan beliau ini, Pangeran Faisal menyebutkan kalau UAE saat ini sudah memutuskan untuk meninggalkan Yaman dan dia pikir kalau memang begitu UAE sepenuhnya sudah meninggalkan Yaman, maka Arab Saudi akan mengambil tanggung jawab di wilayah tersebut. Jadi kembali menjadi daerah yang dipengaruhi dan dikuasai oleh Saudi. Nah, pejabat Arab Saudi juga menuduh pemimpin SDC yaitu Aida Rose Al-Zubaidi itu sudah melarikan diri ke Abu Dhabi. Nah, karena udah enggak dapat sokongan lagi dari Uni Emirat Arab. Terus nih, Geng. Ya, bahkan panasnya hubungan antara Arab Saudi dengan Wae ini tidak hanya terjadi di medan pertempuran aja, Geng. Melainkan juga di media. yang mana dikatakan ada kampanye media Arab Saudi yang menargetkan wae dan semakin agresif setelah meningkatnya eskalasi di Yaman. Setelah insiden terkait di Yaman, ada narasi terkait pelanggaran hak hingga pengkhianatan yang ramai beredar di media pemerintah dan media sosial. Media pemerintah Arab Saudi yaitu Al-Ekbariah TV itu menuding kalau UAE ikut memperkeruh konflik regional. UAE disebut berinvestasi di dalam kekacauan dan mendukung kelompok sparatis dari Libya hingga Yaman serta tanduk Afrika. Tanduk Afrika ini adalah sebuah wilayah di Afrika Timur ya, yang kalau kita lihat dari peta itu bentuknya ya kayak tanduk. Nah, itu jadi dicampur adukan jugal lah maksudnya dikait-kaitkan lah. Nah, negara-negara yang masuk ke dalam tanduk Afrika itu ada Somalia, Ethiopia, Eritrea, terus ada Jiboti. Nah, menurut analis keamanan teluk yang bernama Ana Jacob, biasanya negara-negara teluk itu menyembunyikan konflik dan selalu terlihat kompak. Tapi sekarang pertengkaran lama mereka justru terbuka bahkan saling sindir dan saling serang di media sosial. Udah kelihatan banget. Nah, Arab Saudi terlihat terang-terangan mengkritik kebijakan UAE dan tidak menunjukkan keinginan untuk berhenti mengkritik mereka. Terus di sisi lain, UAE memilih untuk diam. Para analis di Abu Dhabi bilang kalau UAE enggak mau memancing konflik dengan Arab Saudi yang mereka anggap sebagai kakak di kawasan tersebut. Mereka menilai UAE sekarang punya pengaruh besar karena keberhasilan mereka sendiri, bukan karena ingin menantang Arab Saudi. Jadi kayak UA itu mikir apa ya fungsinya ya ngeladenin Arab Saudi yang suka ngomel-ngomel gitu. Arab Saudi yang suka nyindir-nyindir mereka di ee story, di postingan. Apa tujuannya apa apa bagusnya gitu. Jadi mendingan mereka diam aja. Mereka nganggap Arab Saudi itu kayak kakak cerewet aja gitu. Tapi dari sudut pandang Arab Saudi sendiri sebenarnya mereka merasa kecewa. Analis Arab Saudi menilai UAE sudah mengkhianati kerja sama strategis dan justru mengganggu wilayah pengaruh Arab Saudi. Media Arab Saudi bahkan mengisyaratkan kemungkinan tindakan balasan termasuk dengan melakukan tekanan ekonomi terhadap UAE. Meski kecil kemungkinan bahwa hubungan antara kedua negara bakal berakhir, Arab Saudi bisa aja menekan WA melalui kebijakan ekonomi. Dan di tengah ketegangan tersebut, kedua negara juga mencari sekutu baru nih, Geng. wae mendekat ke India untuk kerja sama pertahanan. Sementara Arab Saudi malah menjalin perjanjian pertahanan dengan Pakistan. Wah, ini kan aduh ini benar-benar udah perang nih. Seperti yang kita tahu ya, Pakistan itu kan musuhnya India. Walaupun mereka berdekatan dan Pakistan juga bukan negara cere-cere loh. Mereka punya nuklir. India juga enggak cere-cere. Mereka tuh rakyatnya pasukannya banyak banget di muka bumi ini. Dan hal ini menunjukkan ya bahwa kedua negara tadi UAE dan Arab Saudi masih bersaing, masih membuat persaingan pengaruh yang semakin melebar ke kawasan luar. Jadi udah merembet ke mana-mana nih, Geng. Udah sama-sama cari bing, sudah sama-sama cari teman. Dan perseteruan dengan Arab Saudi ini ya sudah menjadi masalah besar bagi UAE. Dan bahkan ada lagi yang semakin memperkeruh kondisi di UAE, yaitu mengenai tuduhan UAE mendanai kampanye islamofobia di luar negeri. Padahal negara mereka juga adalah negara Islam. Emang benar UAE ini atau Uni Emirat Arab ini mendanai kampanye anti Islam? kita bakal bahas. Jadi, Geng, UAE ini dituduh oleh para pengkritiknya memanfaatkan sentimen islamofobia di Inggris untuk menekan pemerintah Inggris agar melarang Ikhwanul Muslimin. Nah, Ikhwanul Muslimin ini sendiri adalah gerakan Islam politik yang berdiri di Mesir pada tahun 1928 yang didirikan oleh Hasan Albana. Tuduhan ini muncul setelah UAE membatasi beasiswa bagi negara untuk para pelajar UAE yang ingin kuliah di universitas-universitas Inggris. UAE membenarkan langkah itu dengan alasan bahwa kampus-kampus di Inggris dianggap sudah terpengaruh oleh kelompok Islamis yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin. Nah, tapi geng pemerintah Inggris dan para ahli itu membantah klaim tersebut serta menyatakan enggak ada bukti bahwa Ikhwanul Muslimin terorganisasi atau aktif di lingkungan Universitas Inggris. Menurut laporan dari Financial Times dan juga The Times, pendanaan beasiswa pemerintah wae untuk studi di Inggris dikurangi seiring ketegangan antara UAE dan Inggris akibat penolakan Inggris untuk melarang Ikhwanul Muslimin. Eh, dan bagi UAE, Ikhwanul Muslimin ini dianggap sebagai organisasi teroris. Dan selama ini UAE sudah aktif melobi negara-negara Eropa, termasuk juga dengan Inggris agar mengambil sikap yang sama. Tapi Inggris itu berulang-ulang kali menolak, melarang organisasi tersebut. Jadi kayak Inggris itu membiarkan organisasi ini ada. Di dalam penyelidikan resmi tahun 2014 yang dilakukan atas perintah-pemerintah partai konservatif dan dipimpin oleh Sir John Jenkins itu disimpulkan bahwa meskipun pandangan Ikhwanul Muslimin itu bertentangan dengan nilai-nilai Inggris, bukti yang ada tidak cukup untuk menjadikan ee mereka sebagai organisasi terlarang. Jadi apa ya? Ya memang enggak sesuai gitu ya dengan nilai-nilai kehidupan di Inggris karena mereka mungkin muslim gitu kan. Nah, tapi kan mereka gak bisa dilarang juga karena mereka enggak melakukan tindakan kriminal yang mengancam gitu. Nah, tapi entah kenapa UAE anti banget dengan Ikhwanul Muslimin ini. Para pengkritik UAE itu menilai bahwa cara UAE menarasikan isu ini sangat mirip dengan narasi yang sering dipakai oleh politisi dan media sayap kanan di Inggris yang sering menggambarkan kalau organisasi Islam atau masyarakat Muslim dan aktivitas mahasiswa Islam sebagai ancaman keamanan. Jadi kayak menuduh kalau orang-orang Islam ini adalah teroris gitu. Dan itulah yang secara enggak langsung dilakukan oleh UAE. Nah, makanya agak terdengar aneh kan masa ia negara Islam nuduh mahasiswa Islam atau ee remaja-remaja Islam yang ada di Inggris sebagai teroris. Kesannya gitu, sebagai ekstremis gitu. Dan juga mereka berpendapat kalau UAE ini kayak sengaja memperkuat narasi tersebut untuk memberikan tekanan politik kepada pemerintah Inggris supaya mengikuti keinginan UAE, supaya mau nurut apa yang UAE bilang. Nah, cara pandang tersebut ya ternyata juga disuarakan di tingkat internasional. Di saat itu Wakil Presiden Amerika JD F itu secara terbuka menyambut keputusan UAE dan menyebutkan ya sebagai bukti bahwa Inggris gagal menghadapi pengaruh Islamis. Makin didukung sama Amerika UAE-nya. Karena apa ya? Selama narasinya membenci Islam pasti ada oknum-oknum yang dari Amerika tuh support gitu. Nah, cuma di saat itu ya, Geng. Pejabat dan analis Inggris menolak anggapan tersebut. Mereka menilai narasi itu mencampur adukan Islam dan politik dengan kehidupan mahasiswa muslim serta tidak didukung oleh bukti yang kuat. Nah, sikap dari wae ini ya juga mendapat sorotan karena kedekatan mereka dengan tokoh-tokoh sayap kanan Inggris. Dan sejumlah laporan media Inggris sebelumnya menyebutkan kalau wae membiayai kunjungan Nigel Far, pemimpin partai reformasi sayap kanan Inggris yang berkunjung ke Abu Dhabi. Far ini ya dikatakan memuji keputusan wae terkait pembatasan beasiswa terhadap mahasiswa muslim di Inggris dan dia juga mendukung cara UAE mengkritik Inggris menangani isu ekstremisme. Jadi apa yang dilakukan UAE ini ada supporternya gitu. Dan para analis mengatakan bahwa kunjungan Faris ini sering dijadikan contoh oleh para pengkritik sebagai bukti kalau UAE itu bersekutu dengan tokoh-tokoh politik Barat yang membesar-besarkan narasi ketakutan terhadap Islam dalam ruang publik. Nah, menurut mereka hal ini merupakan bagian dari strategi UAE yang lebih luas untuk membawa kampanye melawan Ikhwanul Muslimin ke tingkat internasional. Jadi udah semacam anti banget dengan Islam tapi agak aneh terdengarnya. Nah, di saat itu ya UAE dianggap memanfaatkan politik perang budaya di Eropa dan Amerika. Ada seorang pakar Timur Tengah yang bilang kepada The Times kalau pimpinan UAE sangat terobsesi dengan Ikhwanul Muslimin. Bahkan menyebutkan kelompok ini sebagai sosok yang ditakuti bagi mereka. Nah, namun menurut dia ya, Geng, Ikhwanul Muslimin ini lebih berfungsi sebagai ideologi dibandingkan sebuah organisasi yang terstruktur rapi. Jadi, kayak untuk mengarah menjadi kelompok teroris tuh sangat enggak mungkin gitu. Nah, para pakar ini juga bilang pada dasarnya ya ini semacam cara dari UAE untuk menakut-nakuti mahasiswa agar patuh dengan pesan yang tersirat bahwa apapun yang mereka lakukan jangan bergabung dengan Ikhwanul Muslimin kalau mereka berada di Inggris. Nah, padahal para pejabat Inggris sendiri membela kebebasan akademik dan menegaskan bahwa isu ekstremisme di kampus itu sudah ditangani lewat hukum dan aturan yang berlaku. Jadi, keberadaan dari Ikhwanul Muslimin ini tidak semerta-merta terlihat seperti kelompok teroris gitu. Dan mereka juga menekankan bahwa organisasi mahasiswa muslim pada umumnya bersifat pembinaan dan juga pendampingan serta enggak dikategorikan sebagai kelompok ekstremis. Nah, entah kenapa UA ini curiga banget kayak takut gitu loh, Geng. Dan para pengkritik itu memperingatkan kalau dengan menggambarkan Universitas Inggris sebagai pusat radikalisme Islam, UAE ini beresiko memperkuat sentimen islamofobia di Inggris atau anti Islam di Inggris sekaligus menjadikan pendidikan tinggi sebagai alat tekanan politik dalam kampanye panjang mereka melawan Ikhwanul Muslimin. Jadi orang-orang bakal berpikir kayak tuh Uni Emirat Arab aja bilang hati-hati dengan Ikhwanul Muslimin, hati-hati dengan orang Islam apalagi kita yang bukan orang Islam. Kalau kata orang Inggris ya kan? Nah, jadi gara-gara umat Islamnya sendiri, negara Islamnya sendiri seolah-olah mengajak untuk tidak menyukai sesama Islam, sesama muslim, ya pasti akan berdampaklah pada orang-orang Inggris itu bakal berpikir kayak, "Uh, jangan dekat sama Islam. Uni Emirat Arab aja bilang jangan dekat sama Islam." Kan gitu. Nah, itulah yang menjadi salah satu kenapa Saudi sangat geram dengan UAE. Di bulan April 2024, media investigasi media part itu menerbitkan laporan yang mengungkapkan kalau penyelidikan hukum sudah dibuka terhadap pimpinan sebuah perusahaan intelijen asal Swiss. Perusahaan tersebut dituduh memata-matai tokoh bisnis dan politik Eropa atas permintaan UAE, geng. Dan perusahaan yang dikaitkan dengan UAE ini menghadapi sejumlah tuduhan serius antara lain spionase ilegal. spionase untuk negara asing, pencemaran nama baik, dan pencucian uang. Nah, para penyelidik juga menuduh perusahaan tersebut menyerahkan daftar hampir 1000 warga Eropa dan 400 organisasi kepada UAE dengan klaim kalau mereka memiliki keterkaitan dengan Ikhwanul Muslimin tanpa disertai bukti yang sudah diverifikasi. Nah, pada tanggal 25 Januari 2026, aktivis Eropa dan sejumlah media mengungkapkan dokumen bocoran baru dari penyelidikan Parlemen Eropa yang menunjukkan kalau UAE ternyata secara diam-diam mendanai, memberikan uang terhadap kampanye yang terkoordinasi terhadap Islam dan umat muslim. Gila. Dan operasi ini disebut-sebut berkaitan langsung dengan meningkatnya islamofobia di Eropa, anti Islam di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Gila ya, gua jadi bingung sebenarnya. pemerintah wae ini siapa sih kok bisa mendanai kampanye anti Islam gitu. Dan pada tanggal 7 dan 9 Januari kantor berita Balkan Prisren Post dan Media India TFI Global itu menerbitkan laporan dengan judul Emirative Funding for Anti Islam Influence Campaigns and Right Wings Politic Europe. Nah, itu judul besarnya tuh. Laporan tersebut menjelaskan kalau masjid, organisasi masyarakat sipil, jurnalis, akademisi, dan politisi lebih dari 18 negara Eropa itu menjadi sasaran sasaran dari pendanaan itu. Dan menurut dokumen tersebut tujuan utamanya adalah merusak reputasi dan memberikan tekanan politik sehingga pembatasan kebebasan beragama bisa diberlakukan dan kecurigaan serta permusuhan terhadap muslim menjadi hal yang dianggap wajar di Barat. Dan praktik tersebut dinilai sebagai campur tangan asing yang mengancam kohesi sosial dan kepercayaan terhadap demokrasi. Para analis media menduga bocornya informasi ini berasal dari orang dalam Parlemen Eropa yang merasa frustasi dengan upaya Uni Emirat Arab mempengaruhi institusi Uni Eropa termasuk dugaan suap untuk menutupi dukungan UAE terhadap pemimpin milisi Sudan yaitu Hemetti. Nah, laporan ini juga mencatat kalau akun-akun media sosial yang tidak secara resmi mewakili pemerintah Arab Saudi ikut menyerang UAE yang menunjukkan bahwa ketegangan antara Arab Saudi dan UAE terkait Yaman dan Sudan masih berlanjut sampai sekarang, Geng. Jadi, kemungkinan perang terbuka bisa aja terjadi di antara dua negara Arab ini. Nah, itu dia, Geng, ya. Pembahasan kita kali ini mengenai konflik yang terjadi antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Ditambah dengan isu terkait Uni Emirat Arab yang dicurigai melakukan pendanaan terhadap kampanye anti Islam atau islamofobia di negara-negara Eropa. Gimana, Geng, menurut kalian? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories