File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Tafsir Surat Az-Zumar #14 Ayat 73-75 (Selesai)
jKpKcpf28ZA • 2026-01-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lyni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ini adalah pertemuan terakhir dari tafsir surah Az-Zumar dan sebelumnya pada ayat ke-70 Allah berfirman, "Waufiat kullu nafsim ma amilat wahua a'lam bima yaf'alun." Dan disempurnakan bagi setiap-tiap jiwa balasan apa yang telah dikerjakan dan dia lebih mengetahui tentang apa yang mereka kerjakan. Yaitu Allah ketika membalas sempurna. Karena Allah lebih tahu tentang apa yang dikerjakan oleh para hamba. Setelah itu Allah perinci ini ayat global ayat 70 global. Set Allah perinci pada pertemuan lalu telah kita bahas tentang nasib orang-orang kafir ya. Wasqalladina kafaru jannamazumar ya. Ayat 71 kemudian ayat 72 tentang orang-orang kafir. Setelah itu Allah memperinci lagi tentang orang-orang bertakwa pada ayat 73. Dan itu kebiasaan Al-Qur'an setelah menyebutkan tentang penghuni neraka biasanya menyebutkan tentang penghuni surga. Sehingga jelas bagaimana nasib pembangkang dan bagaimana nasib orang yang taat kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka kita bacakan ayat 73 tentang para penghuni surga. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wasiqadzinaqbahum ilal jannati zumar." Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka digiring menuju surga. Zumara yaitu rombongan-rombongan, berombongan-rombongan, kelompok-kelompok. Inilah disebut dengan surah Az-Zumar. Azzumar jamak dari zumrah. Zumrah itu rombongan-rombongan. Hatta idza jauha. Ketika mereka sampai di surga tersebut, wafutihat abwabuha. Sedang pintu-pintunya telah terbuka. Waq lahum khazanatuha. Maka berkatalah para penghuni surga kepada orang-orang bertakwa tersebut, salamun alaikum. Keselamatan atas kalian. Tibum khidin tibtum yaitu baiklah kalian, bahagialah kalian. Khidin, masuklah kalian dalam surga kekal abadi. 73 waqhamdulillahq. Dan para penghuni surga berkata ketika masuk surga, "Segala puji bagi Allah yang telah membenarkan atau memenuhi janjinya kepada kami. Waanal ardabawa minal jannati haitsu nasya." Dan telah memberi kepada kami tempat ini, mewariskan kepada kami surga ini yang di mana kami berkenan menempati tempat mana saja yang kami sukai di surga ini. Ajrul amilin. Maka surga itu adalah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. Bab ee hadirin hadirat yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Eh, penghuni neraka ketika digiring wasqadina kafaru ila jahannamazumar. Penghuni neraka digiring menuju neraka jahanam tentunya dengan kehinaan. Ya, adapun giringan orang beriman wasqadinqbahum ilal jannati zumar. Orang-orang bertakwa kepada Rabb mereka digiring kepada surga. Di sini disebut digiring sama-sama digiring tapi tentu berbeda antara penggiringan yang pertama dengan penggiringan yang kedua. Penggiringan orang-orang kafir ya dikatakan wasiqalladzina kafaru. Digiringlah orang-orang kafir. Ini menunjukkan mereka digiring dengan dahsyat, dengan terhina dengan direndahkan. Adapun orang-orang beriman wasiqadinaqbahum, orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka digiring tentunya dengan penghormatan. dengan pemuliaan. Dan ketika mereka digiring di surga, Allah mengatakan zumarah. Ya, sehingga ee dengan berkelompok-kelompok. Maka ayat ini menjelaskan bahwasanya kalau ingin masuk surga harus bertakwa. Karena sebab mereka digiring ke surga Allah sifati dengan wasiqalladzinaattaqu. Digiringlah orang-orang yang bertakwa. Dan sering kita sampaikan namanya takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Kita hidup di atas muka bumi ini sebisa mungkin bertakwa, sebisa mungkin menjalankan perintah Allah dan sebisa mungkin meninggalkan larangan Allah. Dan Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqqa tuqatih." Wahai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Yaitu tuntutan bahwasanya kita harus selalu meningkatkan takwa kita. Ya, takwa kita ini jangan begini terus. Kita berusaha semakin bertambah usia, semakin tinggi takwanya. Makanya Allah mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu aminu." Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah. Yaitu kalian sudah beriman tapi tambahlah iman kalian. Ya ayyuhalladzina amanutqulah. Wahai orang yang beriman, bertakwalah. Bukan cuma sampai situ, kata Allah, "Haqaq tuqatih dengan sebenar-benar takwa." Maka itu perlu perjuangan. Perjuangan sampai kapan? Sampai kita meninggal dunia. Kita mulai melatih diri kita. menjalankan amal saleh sedikit demi sedikit yang sebelumnya kita belum kerjakan, kita mulai kerjakan. Kemaksiatan yang mungkin masih kita kerjakan dan pasti kita kerjakan mulai kita tinggalkan terus kita menuju takwa yang sempurna. Mungkin dulu kita meremehkan dosa kecil, kita berusaha tidak meremehkan lagi ya dengan meningkatkan ketakwaan. Karena sebab mereka digiring ke surga adalah takwa. Wasiqadinqahum ilal jannati. Digiring dengan penuh kemuliaan. Zumara yaitu dengan berkelompok-kelompok. Dan ini menunjukkan keadilan Allah Subhanahu wa taala bahwasanya memang benar yang bertakwa banyak tetapi mereka berlevel-level berdasarkan amalan mereka. Ya. Sebagaimana Ibnu Qayyim mengatakan dukulul eh salam assalamatu minanar bimfiratillah. Wadhulul jannah birahmatillah wattisamul manzil wadajat bilal. Selamat dari neraka karena ampunan Allah, masuk surga karena rahmat Allah. Tetapi level-level di surga, tingkatan surga sesuai dengan amalan-amalan. Walikullin darajatum mimma amilu. Masing-masing memiliki derajat berdasarkan amal-amal. Allah juga berfirman ee udkulul jannata bima kuntum tamalun. Masuklah kalian surga berdasarkan amalan kalian. Allah juga berfirman, wasruan bima asum ayyamil khiah. Makanlah kalian di surga dan minumlah kalian di surga dengan senang-senang karena amalan kalian ketika di dunia. Ya, makanya ketika Allah sebutkan tentang tingkatan-tingkatan dunia, Allah mengatakan ee bahwasanya di walal akhiratu akbar darajati wa akbaru tafdila di surga tingkatannya lebih dahsyat lagi dan lebih ee berlevel-level. Maka di sini Allah sebutkan mereka digiring ke surga zumar zumratan, zumotan rombongan-rombongan. Rombongan pertama adalah rombongan yang paling mulia. Di antaranya dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasul sahu alaihi wasallam bersabda ya, inna awala zumratin yadkhulunal jannah ala suratil qamari lailatal badri. Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga di dalam bentuk rembulan seperti rembulan di malam bulan pernama. Dan kita tahu bentuk rembulan adalah ungkapan orang Arab untuk menunjukkan tampanan, kecantikan, keindahan. Di sini Nabi mengatakan mereka seperti bentuk mereka seperti rumbulan di malam bulan purnama. Apakah ada cahaya? Apakah mereka putih bersih, apakah mereka indah? Intinya ini keindahannya seperti rembulan di malam bulan purnama. Walladzina yalunahum. Rombongan berikutnya. Rombongan berikutnya di bawahnya. Ala asyaddi kaukabin durri. Adapun rombongan kedua yang selanjutnya mereka tidak seperti rembulan, tapi seperti bintang yang paling bercahaya di langit. Bintang yang paling bercahaya itu ada bercahaya, tapi cahayanya tidak seperti cahaya rembulan yang lebih besar dan lebih terang benderang. Ini rombongan berikutnya menunjukkan bahwasanya rombongan tersebut bertingkat-tingkat. Makanya ee kata Ibnu Katsir rahimahullahu taala ya kullu thifatin maaman yunasibuhum. Masing-masing kelompok bersama dengan orang yang sama seperti mereka. Alanbiya ma anbiya kata kata Ibnu Katsir para nabi bersama para nabi satu rombongan. Wasiddiquun maaskali para siddiqin bersama yang seperti mereka. Wasyuhada maabihim. Para syuhada, para syahid seperti yang semisal mereka. Wa ulama maim, para ulama bersama mereka mainfin. Setiap kelompok bersama kelompoknya zumatin tunasibu baha ba. Setiap rombongan anggotanya saling mirip-mirip. Ya. Kemudian jadi Allah maha adil, maka masuk pun berkelompok-kelompok tidak satu rombongan semuanya. Tetapi semua penghuni surga ini tentu mulia. Setelah itu Nabi berkata setelah Nabi mengatakan kelompok pertama, rombongan pertama seperti cahaya rembulan di malam bulan purnama. Rombongan berikutnya seperti cahaya bintang yang sangat terang di langit. Kemudian kata Nabi tentang sifat mereka, "La yabulun." Penghuni surga tersebut tidaklah buang air kecil. Wala yatagwatun. Mereka tidak buang air besar. Wala yamtakitun mereka tidak ada ingusnya. Wala yaftulun yatfulun mereka tidak ludah meludah. Amsyatuhumudzahabu eh sisir mereka dari emas. Warashuhumul misuk. Keringat mereka wanginya seperti minyak kesturi. Waajamiruhum aluluwah. Dan gaharu mereka ee dari kayak kayu ud dari India. Ya, ini sangat harum. Wa azwajuhumurin. Istri-istri mereka adalah bidadari yang indah mata mereka ya. Yang mata yang lebar kemudian sangat hitam ee di dalamnya ya. Aklaquhum ala khuluqin khuluqi rajulin wahid. Akhlak mereka seperti akhlak satu orang yaitu semuanya akhlaknya baik. Akhlak mereka semua baik. Satu rombongan tuh akhlaknya sama semua. Gak ada satu ngomel-ngomel, satu enggak. Semuanya baik, semua sabar, semuanya murah senyum, semuanya pemaaf, semuanya tidak ada yang hasad, semuanya tidak ada yang dengki, semuanya bahagia. Akhlak sama. Dalam riwayat yang lain, ala khalqin rajulin wahid. Dalam bentuk ee fisik yang sama, yaitu sama-sama muda, sama-sama tampan semuanya. Ya, kalau para wanita sama-sama cantik, sama-sama muda, umur mereka 33 tahun. 33 adalah puncak seperti manusia lagi gesit-gesitnya umur 33 tahun. Kalau 40 mulai sakit-sakitan kalau 50 mulai lemas 60 menunggu kematian. Ala surati abihim Adam sesuai dengan bentuk ayah mereka Adam alaihi salam. Situnaan fisama tingginya 360 hasta sekitar 30 m ke arah atas. Jadi penghuni surga kalau masuk surga maka tingginya seperti Nabi Adam. Bentuknya seperti Nabi Adam. Maka Bapak-bapak, Ibu-ibu yang pendek-pendek jangan terlalu sedih ya. Yang penting beramal saleh. Insyaallah kalau masuk surga badannya tinggi ya. badannya tinggi. Bab setelah itu Allah berfirman, jadi penghuni surga digiring dengan penuh penghormatan. Datang dalam ayat yang lain surat Maryam kata Allah, "Ya nahultaqinaahmani wafda." Kami mengumpulkan orang bertakwa kepada Arrahman dalam bentuk wafda seperti utusan-utusan. Jadi mereka digiring dengan penuh penghormatan seperti utusan mau diketemukan sama raja kalau di dunia. Maka dihiasi, dipersiapkan menuju ke seorang raja. Ini kalau di dunia, kalau di akhirat di dimuliakan karena akan menuju kepada Allah Subhanahu wa taala. Mereka masuk surga untuk bertemu dengan Allah, untuk melihat wajah Allah subhanahu wa taala. Maka karena yang mau ditemui adalah zat yang maha mulia, tentunya yang bertemu juga dipersiapkan. Dipersiapkan dengan penuh keindahan agar layak untuk bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala. Makanya Allah berfirman, "Ya nahul muttaqinaahmani wafda." Hari di mana kami mengumpulkan orang bertakwa kepada Arrahman yang Maha Penyayang. Wafda seperti bentuk delegasi atau utusan. Setelah berfirman ee hatta idua. Dan ketika mereka tiba di surga sampai mereka digiring tiba di surga. Wautihat abwabuha. Dan dibukalah pintu-pintunya. Dibukalah pintu-pintunya. Ee Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan ya, bahwasanya ketika mereka tiba di surga, maka mereka sebelum sampai di surga tentunya ada perjalanan yaitu sebelum mereka sampai surga mereka ditahan dulu di kontarah. Ya, ditahan di mana? Kontorah. Karena setiap orang yang sudah lewat dari sirat dimampirkan dulu di qontarah. Ya, di qantarah. Kemudian di qisas yang masih tersisa ini sudah saya bahas kajian khusus tentang ee tentang qantarah bisa dilihat di kajian ya. Ee kemudian kalau masih ada permasalahan di antara mereka selesaikan. Dan ada yang mengatakan bahwasanya kita di akhirat tidak ada permasalahan kecuali di sidang. Persidangan yang tidak selesai di dunia akan selesai di mana? Di akhirat. Siapa yang sidang? Allah subhanahu wa taala. Permasalahan yang kita belum angkat di persidangan dunia akan diangkat di persidangan di akhirat. Persidangan dunia yang zalim yang tidak selesai akan diangkat kembali diulang lagi di akhirat. Setiap yang bersengketa disidang oleh Allah Subhanahu wa taala. Termasuk tentu terkadang di antara yang bersengketa orang-orang beriman. Iya atau tidak? Orang beriman tapi ada masalah mereka bersengketa sama-sama saleh. Tapi namanya manusia penuh kekurangan. Ada hawa nafsu mereka ikuti atau terkadang ada hal yang samar yang mereka tidak tahu sehingga akhirnya menyebabkan terjadi persengketaan. Nah, sebagian ulama mengatakan sebagian persengketaan orang-orang saleh ditunda. Kebanyakan permasalahan besar di diselesaikan di Padang Mahsyar. Tapi permasalahan-permasalahan yang lain ditunda di kontarah. Ya, makanya di qisas di sana di kontarah dengan harapan bahwasanya ketika mereka sudah tahu mereka sudah lepas dari neraka karena sudah lewat sirat mereka mudah memaafkan sehingga mereka tidak banyak menuntut ketika di mana di kontar atau sama-sama mau masuk apa sur surga ya. Hatta uku dalam hadis hingga mereka dibersihkan sehingga mereka setelah ee dalam hadis Saya bacakan ya. Yaklusul mukminuna minanar. Kaum mukminin selamat dari neraka jahanam setelah melewati apa? Sirat. Fayuhbasuna ala qantarah. Mereka ditahan di sebuah qantarah. Qantarah itu semacam jembatan juga tapi bukan antara surga ee yaitu menuju surga ya. Bukan lagi di atas neraka, tapi antara surga dan neraka. Kalau kalau sirat di atas neraka. Sirat di atas neraka. Setelah itu masih ada satu tempat lagi namanya qantarah. Secara bahasa qantara itu maksudnya jembatan antara surga dan neraka bukan di atas neraka. Ketika orang beriman sudah semuanya lolos dari sirat yau lolos dari neraka jahanam mereka ditandi kantarah bainal jannatiar antara surga dan neraka. Maka dikisoslah satu dengan yang lainnya kezaliman-kezaliman yang pernah terjadi di antara mereka. ketika di dunia. Ah, ini yang di qisos ini kata sebagian ulama adalah sebagian qisos yang ditunda. Harusnya seluruh qisos harusnya di padang mahsyar. Seluruh persidangan padang mahsyar. Makanya dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Awalu ma yuq bainanas fiddima." Yang pertama kali Allah sidang di antara manusia adalah masalah da darah semuanya. Tetapi ada permasalahan yang Allah tunda sehingga mereka baru dikisas, baru dipermasalahkan ketika diontarah. Dan kalau mereka semua sudah dikontarah, ya mungkin tinggal sia-sa sedikit dan mereka juga mudah memaafkan. Karena mereka masuk surga harus bersiha tidak boleh tidak boleh ada kotoran sama sekali. Sampai Nabi berkata, "Hatta id hudzibu wuqqu ketika mereka sudah ditata dan sudah dibersihkan uzina lahum fidulil jannah." Baru mereka diizinkan untuk masuk surga. Ya, makanya eh atau Allah mengatakan wna ma fiurihim minillin tajri min tahtihimul anhar. Kami cabut dari dada-dada mereka rasa gil dengki. Jadi orang masuk surga enggak ada dongkol sedikit pun, enggak ada jengkel sedikit pun, enggak ada dendam sedikit pun karena semuanya sudah dibersihkan di mana? Di kontor. Gak gak ada. Selesai bersih hati mereka wukuqu dibersihkan mereka tidak ada kejengkelan, kedonggolan sama sekali. Sehingga mereka nanti dikatakan tibtum bersih. Diri mereka bersih tidak ada kotoran sedikit pun. Tib mereka ditahan di kontarah dibersihkan. Baru setelah itu mereka ee mau masuk surga. Ketika mereka mau masuk surga maka surga tersebut harus ada yang mengetuknya untuk dibuka. Untuk dibuka. Sehingga mereka membutuhkan syafaat. Mereka membutuhkan syafaat. Kita bacakan perkataan Ibnu Katsir rahimahullahu taala. Waqad eh anal mukminin idantahu ila abwabil jannah tasyawaru fiman yastadinu lahum biddukhul. Ketika mereka sampai di pintu surga mereka bermusyawarah ya. Siapa kira-kira yang bisa minta izin agar pintu surga dibuka untuk kita? Siapa? Fayaksiduna Adam. Maka mereka pun pergi ke Nabi Adam Alaih Salam. Ternyata Adam menolak Nuhan. Kemudian mereka pergi Nabi Nuh. Nabi Nuh juga menolak. Suma Ibrahim. Mereka juga Ibrahim. Ibrahim menolak. Tumma Musa kemudian mereka pergi ke Nabi Musa. Nabi Musa menolak. Tumma Isa. Kemudian Nabi Isa. Eh, Nabi Isa tolong minta izin ketuk pintu surga agar pintu surga dibuka. Ternyata Nabi Isa juga menolak. Tumma Muhammadan. Kemudian Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kama fa'alu fil arasat. Sebagaimana yang terjadi ketika di padang mahsyar. Jadi di sini nampak kemuliaan Nabi dua kali. Kemudian pertama ketika di padang mahsyar manusia berkumpul dengan matahari jarak 1 mil dan mereka menanti kedatangan Allah lifaslil qada agar Allah mulai persidangan. Namun Allah enggak datang-datang sehingga mereka sangat kesulitan. Keringat bercucuran matahari 1 mil. Akhirnya mereka datang Nabi Adam. Wahai Adam ya ala taro ma balag bina ala tasfa lana rbik. Ya Adam, lihatlah bagaimana kesulitan yang kami hadapi. Tidakkah kau minta beri syafaat kepada kami? Minta agar Allah segera datang. Maka Nabi Adam minta uzur. Kata Nabi Adam, "Saya dulu melanggar. Ada pohon saya dilarang, tapi saya malah mendekati dan makan buah dari pohon tersebut." Nafsi nafsi. Saya juga butuh syafaat. Saya juga butuh syafaat. Idhabu ila Nuh. Pergilah ke Nabi Nuh. Akhirnya mereka ke Nabi Nuh. Nabi ini juga minta uzur ya. Kata Nabi Nuh, "Saya pernah doakan umatku binasa ya. Malu saya mau minta syafaat kepada Allah ee memberi syafaat kepada kalian." Akhirnya Nabi Nuh bilang, "Pergilah ke Ibrahim." Ibrahim kemudian didatangi. Ibrahim mengatakan, "Saya pernah berdusta tiga kali karena Allah subhanahu wa taala. Saya tidak pantat." K Nabi Nabi Musa. Nabi Musa datangi. "Hai Musa minta berilah syafaat kepada kami Allah agar Allah segera datang mulai persidangan." Karena kondisi tidak nyaman. Matahari 1 mil, jarak 1 mil, panas bercucur. Panas begitu kuat, keringat bercucuran desak desakan. Maka Nabi Musa mengatakan, "Laqad qatal nafsan nafsan lam umar biqotliha." Saya pernah bunuh orang yang saya tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Akhirnya mereka kepada datang kepada Nabi Isa. Nabi Isa tidak menyebutkan uzur. Tapi Nabi Isa bilang, "Pergilah ke seorang nabi Muhammad yang telah diampuni dosa-dosa yang terlalu maupun akan datang." Baru Nabi Muhammad kemudian sujud di bawah arsy. Berdoalah memuji Allah subhanahu wa taala baru Allah datang. Di situlah terlihat bagaimana mulianya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika ulul azmi dari kalangan para rasul semuanya menolak. Yang didatangi oleh ee manusia ketika itu selain Nabi Adam seluruhnya ulul azmi. Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ul azmi ada berapa? Ada lima. Adam karena ee nenek moyang mereka. Ini pun mereka lakukan ketika sampai di depan pintu surga ada rombongan Nabi, rombongan syuhada, rombongan kita. Siapa ini yang minta izin? Pintu surga tertutup. Harus ada yang ngetuk. Allah mengilhamkan mereka untuk datang kepada Nabi Adam. Mereka tidak langsung Nabi Muhammad, tapi Allah menghilamkan mereka datang kepada Nabi Adam. Tujuannya apa? Agar memuliakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ternyata Adam juga menolak. Saya bacakan hadisnya. Dalam hadis riwayat Imam Muslim ya, hadis Abu Hurairah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yajma Allah tabarak wa taala fayakumul mukminuna hatta tuzlahumul jannah." Allah mengumpulkan manusia maka kaum mukminin berdiri sampai surga didekatkan kepada mereka. Itu seperti fir Allah uzlifatil jannatu lil muttaqina baid maka surga didekatkan kepada mereka. Mereka digiring kepada surga dan surga juga didekatkan sebagai bentuk pemuliaan kepada orang bertakwa. Surga didekatkan. Fayatuna Adam. Maka mereka datang kepada Nabi Adam. Fakuluna. Mereka berkata, "Ya abana, wahai nenek moyang kami, wahai ayah kami. Istaftihlanal jannah. Mintalah agar penjaga surga bukakan pintu surga buat kami. Tinggal masuk tapi belum bisa masuk. Fayakul. Maka Adam menolak. Kata Adam, "Wahal akhrojakum minal jannati illa khtiatu abikum Adam." Bagaimana saya mau masukkan ke dalam surga? Saya sendiri dikeluarkan dari surga. Bukankah yang mengeluarkan kalian dari surga adalah kesalahan bapak kalian Adam ini? Lastu bisohibialik. Saya bukan ahlinya untuk minta dibukakan pintu surga. Idzhabu ila ibni Ibrahim Khalilullah. Pergilah kepada anakku Ibrahim kekasih Allah. Mereka pun datang kepada Ibrahim Alaih Salam. Ibrahim berkata, "Lastuhibalik innama kuntu kholilan min waro." Aku bukanlah berhak untuk hal tersebut. Aku hanyalah kekasih dari belakang. Dari belakang. Saya belum tahu maksudnya apa. Mungkin harus baca penjelasan para ulama. Musa. Pergilah kepada Musa alaih salam. Alladziamahullah takliman. Kata Ibrahim, "Pergi, pergi ke Musa." Musa itu spesial. Dia kalimullah. Allah pernah bicara langsung dengan dia. Ya. Jadi, jadi Nabi Ibrahim mengatakan, "Oh, tenang saya kekasih Allah." Gampang enggak? Saya enggak. Kata saya tidak berhak pergi yang lain. Saya bukan ahlinya. Pergi ke Musa. Musa kalimullah. Allah pernah bicara langsung dengan dia. Fayatuna Musa. Mereka pun datang penghuni surga datang kepada Musa minta agar Musa minta penjaga pintu surga membuka pintu surga. Kata Nabi Musa, "Lastu bisohibialik." Aku bukan berhak, bukan ahlinya untuk hal tersebut. Idzhabu ila Isa kalimatillahiuhih. Pergilah kepada Isa. Dia adalah kalimat Allah yang spesial Allah ciptakan dengan kun fayakun tanpa ayah. Waruhi dia ruh spesial yang Allah siapkan Allah lemparkan ke Maryam tanpa ayah, tanpa proses seperti manusia-manusia lain. Mereka datang Nabi Isa, "Wahai Isa, tolong mintakan agar penghuni surga buka pintu surga. Fakulu Isa." Isa alaihi salam berkata, "Lastu bisohibizalik." Aku tidak ahlinya dalam hal ini. Akhirnya terakhir Allah ilhamkan mereka ke Nabi Muhammad. Fatuna Muhammadan sallallahu alaihi wasallam. Maka mereka pun mendatangi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Fayakum. Rasulullah berdiri fayu lahu dan diizinkan kepada Rasulull sallahu alaihi wasallam. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam pun minta izin agar dibukakan pintu surga. Dalam hadis Anas bin Malik radhiallahu anhu, qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam alaihi wasallam bersabda, "Ati babal jannah." Aku pun mendatangi pintu surga yaumalqiamah pada hari kiamat. Faastaftihu. Maka aku pun minta agar pintu surga dibuka. Fqu alin. Maka penjaga surga bertanya, "Man anta?" Siapa engkau? Minta izin pintu surga dibuka. Faakul aku berkata Muhammadun. Aku adalah Muhammad. Fakul. Malaikat berkata, "Bika umirtu lahuhadin qoblak." Kepada engkaulah aku diperintahkan untuk membuka pintu. Aku tidak akan buka pintu surga kepada seorang pun sebelum engkau. Baru kemudian pintu surga dibuka. Makanya sebagian ulama menafsirkan di antara tafsiran ee hatta idza jauha wa futihat abwabuha. Ketika mereka tiba di surga wa futihat ada wau di situ. Dan dibukalah pintu-pintu surga. Dan dibukalah pintu-pintu surga. Adapun ketika neraka beda. Kata Allah, wasiqalladzina kafaru ila jahannama zumaro. Digiringlah orang-orang kafir kepada neraka jahanam. Hatta idza jauha. Ketika mereka tiba di neraka futihat abuabuha. Dibukalah pintu-pintu neraka. Tidak ada kata wa di situ. Tidak ada kata wa. Tetapi ketika bicara tentang surga Allah mengatakan wa futihat. Ada wa. Sebagian ulama seperti Syekh S'di dan ulama yang lain mensyaratkan wa ini menunjukkan adanya proses di situ agar pintu surga dibuka. Proses itu namanya proses syafaat. Bahwasanya mereka pergi ke Adam, pergi ke Musa, ke Ibrahim, kepada Isa, baru kemudian kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nabi Muhammad ketuk pintu, minta izin, bukakan pintu surga baru dibuka pintu sur surga. Baru dibuka pintu surga. Jadi mereka belum masuk nih. Belum masuk. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Hatta jauha wa futihat abwabuha." Dan dibukakan oleh pintu-pintu surga. Ya, dalam tafsiran yang lain setelah dibukakan, ya baru mereka menuju ke surga. Sudah terbuka pintu-pintu surga. Makanya disebut wa di situ wau alhaliyah. Ini tafsiran berikutnya. Jadi mereka menuju surga dalam kondisi pintu-pintu sudah terbu terbuka. Siapa tadi yang minta bukain? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jadi mereka enggak lagi depan surga nongkrong, enggak. Jadi mereka dari awal sudah bilang, "Ya Rasulullah, ini harus ada yang minta buka." Rasulullah maju minta buka. J ketika mereka datang sudah terbuka. Karena kalau nongkrong depan pintu menghina, terhina. Ee kapan enggak buka-buka? Kunci ada yang bawa enggak? Enggak ada. [tertawa] Nah, jadi setelah mereka masuk sudah dalam kondisi terbuka, mereka melihat apa mencium aromanya ke harumnya dan seterusnya. Maka wau di situ wau alhaliyah wafutihat abwabuha. Maka dibukakanlah pintu-pintu surga. Di sini dalam kondisi jamak abwabuha pintu-pintu surga karena pintu surga ada delapan. Pintu surga ada delapan. Dan sebagainya dalam hadis Rasul sahu al wasallam bersabda, "Mainkum ahadinus aluduak asadu alla ilahaillallahna muhammadan abduhul abwabul jan tidak seorang pun berwudu dengan menyempurnakan wudunya kemudian dia berdoa di akhir wudu ashadu alla ilahaillallah wa anna muhammadan abduhu rasuluh kecuali dibukan bagi dia pintu surga yang delapan dia masuk dari mana saja yang dia sukai demikian Juga dalam hadis Sahal bin Saad radhiallahu anhu radhiallahu anhuma, Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Fil jannatiu abwab fiha babun yusamayanan laiduimun." Di surga ada delan pintu ya. Dan di antara pintu tersebut namanya pintu arrayan. Tidak ada yang masuk lewat pintu tersebut kecuali orang-orang yang ahli puasa. Tadi ada hadis tentang Rasulullah sahu alaihi wasallam eh dalam Sahih Muslim Rasulullah bersabda, "Ana awalu syafi'in fil jannah." Aku adalah pemberi syafaat pertama di surga. Dalam riwayat yang lain, wa aalu manqra babal jannah. Aku yang pertama kali ngetuk pintu sur sur. T. Jadi pintu surga ada delan. Kalau pintu neraka ada berapa? Ada berapa? Ada tujuh. Ya. Kata Allah dalam surat Alhijr, lah abwabin minhum juzum. Neraka punya tujuh pintu dan masing-masing pintu sudah ada jatah. Siapa yang lewat situ? Mudah-mudahan kita enggak lewat situ. Mudah-mudahan kita lewat yang pintu delapan. Dalam hadis ya saya ingin sampaikan tanggutan Abu ee Abu Bakar. Kata Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasul wasam bersabda, "Manfaqja minhibilillah." Siapa yang menginfakkan dua model hartanya di jalan Allah, dua min abwabil jannah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga. Wal jannati abwabun dan surga punya pintu-pintu. Siapa yang rajin salat, ahli salat, salat fardu, salat sunah, dia akan dipanggil dari pintu salat. Berarti dia spesial ahli salat. Karena tidak semua orang ahli semua ibadah. Ada orang yang spesial, dia memang spesial ahli salat. Maka dia akan dipanggil dari pintu salat. Wamanana min ahli sodqah duya min babiqah. Ada orang mungkin salatnya kurang, puasnya, tapi sedekahnya lancar. Sedekahnya luar biasa. Maka dia akan dipanggil untuk masuk surga lewat pintu apa? Sedekah. Babus seodqah. Waman min ahlil jihad duya min babil jihad. Siapa yang ahli jihad, dia akan dipanggil dari pintu jihad. Waman min ahliam duya min bab rayanan. Siapa yang ahli puasa senang kuat berpuasa, puasain Kamis, puasa Daud, puasa macam-macam ya, puasa sunah dia akan dipanggil dari pintu namanya pintu apa? Arrayan. Faqala Abu Bakar. Abu Bakar waktu dengar hadis ini dia bertanya. Dia bertanya, "Ya Rasulullah, ma ala ahin minatin duya minyi duya fahal minha kulha ahadun ya Rasulullah." Apakah satu orang memang harus dipanggil dari satu pintu ya Rasulullah? Apa harus begitu? Apakah ada satu orang dipanggil seluruh pintu panggil dia? Pintu jihad, pintu salat, pintu sedekah semua ya. Sini, sini, sini. Ya, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Naam, ada orang yang dipanggil di seluruh pintu." Wa arju an takuna minhum. Dan saya berharap engkau salah satu dari mere mereka. Maka saya ingatkan ibu-ibu supaya bisa dipanggil mau masuk pintu surga mana saja taat sama suami. Berat memang. Tapi kalau pengin dipanggil dari seluruh pintu taat sama suami. Kata Rasul wasam wasat syah wah waaha. Jika seorang wanita salat lima waktu, puasa Ramadan, jaga kemaluan ya, tidak ngobrol sama laki-laki sana sini, tidak CLBK, cinta lama bebadan keluarga ya. Kemudian juga wahaat ba'laha, taat kepada suaminya, maka dikatakan kepada wanita ini udkulil jannata min abi min ayabin minabil jannti. Masuklah kau surga dari pintu manas yang kau sukai. Kalau ibu ahli salat cuma dipanggil dari pintu salat. Kalau ibu ahli sedekah cuma dipanggil dari pintu se sedekah. Kalau ibu apalagi ahli yang lain ya dipanggil dari pintu tertentu. Ahli puasa dari pintu puasa. Tapi kalau ibu taat kepada suami seluruh pintu panggil ibu. Ini menunjukkan taat kepada suami ibadah yang sangat agung. Dengar enggak? Ibu-ibu yakin? Jangan cuma dengar dipraktikkan. Sabar hidup ini ujian. Sebagian wanita diuji dengan sua suaminya ditaat sama suami agar bisa dipanggil dari seluruh pin pintu. Makanya taat sama suami itu ibadah yang berat. Ibadah yang yang berat. Jadi pintu surga ada delapan. Ada seorang dipanggil dari seluruh seluruh pintu. Allah berfirman, "Wautihat abwabuha." Maka dibukakanlah pintu-pintu delapan tersebut. masing-masing masuk lewat pintu tersebut. Dalam satu hadis Rasulullah menyebutkan ee inna ma baina walladzi nafsu Muhammadin biyadihi inna ma bainal masraini min masil jannah ma baina idil bab lakuma baina Makkah wa hajar hijr hajar wa makkah yaitu pintunya sangat luas yaitu jarak antara pintu satu pintu lain seperti antara Makkah dengan Hajar, kota Makkah, kota Hajar. Ada yang dalam hadis riwayat yang lain Rasulullah menggambarkan masiratu arbain sanah antara daun pintu satu dengan pintu satunya jaraknya 40.000 ee tahun ee 4 40 tahun perjalanan itu jarak daun pintu satu dan pintu yang yang lain. Jadi pintunya sangat luas. Kata Rasulullah, "Akan datang suatu masa pintu yang luas tersebut akan ramai orang lewat situ." Itu para penghuni sur surga ramai. Innama baina misro aini fil jannati masiratu arbain sanah. Jarak antara daun pintu satu daun pintu yang lain sejarak 40 tahun perjalanan. Itu pintu sangat lebar. Tib wautihat abuuha. Maka mereka tinggal masuk karena pintu-pintu sudah terbuka. Pintu sudah terbuka. Enggak lagi nunggu depan pintu karena Rasulullah sudah minta untuk dibuka dan sudah dibuka. Waq lahum khazanatuha. Maka berkatalah eh penjaganya, "Qahum khazanatuha salamun alaikum. Keselamatan atas kalian. Yaitu selamat kalian sudah selamat dari segala penderitaan. Kalau masuk surga, selamat-selamat masuk. Sudah yang menyambut para malaikat dan ucapan malaikat berkata, "Salamun alaikum." Keselamatan atas kalian itu. Kalian sudah selamat dari sakit, selamat dari tua, selamat dari kesedihan, selamat dari kedongkolan, selamat dari semua penderitaan yang pernah kalian rasakan selama di dunia. Makanya ketika mereka masuk surga dikatakan inakum allbu wahromu. Sesungguhnya kalian wahai penghuni surga akan senantiasa muda, tidak bakalan tua selama-lamanya. Kalian akan sehat selalu, tidak akan sakit selama-lamanya. Yaaduamu wabasu abada. Akan kalian akan senantiasa bahagia, tidak pernah menderita selama selama-lamanya. Waahyau fala tamutu abada. Karena akan hidup selama-lamanya tidak akan mati. Ya, kalau di dunia semuanya kena. Ada mati, ada sakit, ada tua, ada pikun, ada apa lagi? Ada jengkel, ada dongkol, ada penderita. Semua ada dilengkap di dunia. Orang sekaya apapun pasti pernah nangis. Tanya Elon, "Mas pernah nangis enggak?" Mas Elon masih pernah nangis. Pasti pernah nangis, pasti pernah sedih, Pak? Pernah khawatir. Mau dia kaya sekaya apapun dia pasti pernah sedih. dia pasti pernah sa sakit. Maka antum jangan sedih. Bukan cuma antum aja yang mencret, orang kaya juga mencret. Tapi kalau sudah sampai di surga semuanya selamat. Tidak ada apa yang dikhawatirkan sama sekali. Maka malaikat menyambut dengan berkata, "Salamun alaikum. Keselamatan atas kalian dari assalam. Allah yang memberi segala keselamatan. Tibtum. Tibtum dari thaba maknanya baik. Tibtum yaitu kalian baik. Tibtum kalian tidak masuruk kecuali orang baik. Makanya tubuh kalian baik, akhlak kalian baik. Sampai sebelum kalian masuk harus dibersihkan dulu hati kalian sehingga tidak tersisa kedongkolan sedikit pun, tidak tersisa hasad sedikit pun sama sekali enggak ada. Kalian benar-benar bersih karena surga adalah tempat mulia. Hanya dia berisi kebaikan murni. Hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang baik murni. Gak boleh ada sedikit pun kejahatan dalam dirinya. Tidak boleh sedikit pun kemaksiatan dalam di dirinya. Tidak boleh ada hati kotor sedikit pun dalam dirinya ingin masuk surga. Tibtum. Kalian lihat orang-orang yang yang baik. Sehingga amal kalian baik, perkataan kalian baik, tempat tinggal kalian baik, hati kalian baik, semuanya baik. Tibtum. Setelah itu malaikat berkata, "Fadkhulu kholidin." Masuklah kalian ke dalam surga kekal selama-lamanya. Subhanallah. Kenikmatan tersebut bukanlah sementara, tetapi selama-lamanya. Di dunia kita dapat kenikmatan pasti ada kekhawatiran. Khawatir kita ditinggalkan kenikmatan tersebut atau khawatir kita meninggalkan kenikmatan tersebut. Makanya tidak ada kenikmatan di surga kecuali berakhir dengan perpis di dunia tidak ada kenikmatan di surga. di dunia kecuali akan sirna ya kecuali akan sirna. Yang tidak sirna cuma kenikmatan di akhirat naimin la mahalata zailu. Kata Labit bin Rabiah, seluruh kenikmatan mau tidak mau akan sirna yaitu kenikmatan dun dunia. Adapun kenikmatan surga gak. Dan kaidah mengatakan semakin nikmat semakin susah untuk berpisah. Ya. Semakin cinta semakin sedih kalau berpisah. Benar atau tidak? Nah, Rasulullah ketika sangat cinta kepada Khadijah, ketika Khadijah meninggal, beliau sangat se sedih. Demikianlah kenikmatan dunia, tidak abadi. Makanya kalau terlalu sayang sama suami, terlalu sayang sama istri, nanti berpisah sedih. Apa kata Jibril kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam? Ya Muhammad, ahbib man s'ta fainnaka mufariqu. Cintailah siapa yang kau sukai, kau akan berpisah darinya. Semakin cinta sama orang tua ketika orang tua meninggal semakin sedih. Semakin cinta sama istri kalau istri meninggal semakin sedih. Kalau enggak enggak cinta enggak sedih, aman. Tapi kalau cinta pasti se sedih. Makanya seluruh kebahagiaan di dunia itu ada resikonya. Resikonya resiko perpi perpisahan. Tapi kalau di akhirat kenikmatan tersebut tanpa perpisahan. Makanya malaikat berkata, "Fadkhuluha kholidin. Masuklah kalian ke dalam surga abadi selama-lamanya." Perhatikan di sini Allah Subhanahu wa taala ya ee menyebutkan tentang penghuni neraka, nasib mereka masuk neraka dan Allah menyebut penghuni surga orang-orang saleh nasib mereka masuk surga. Terus bagaimana nasib pelaku maksiat? Allah tidak sebutkan. Mereka bukan orang kafir, mereka juga bukan orang saleh. Maka seorang berusaha masuk dalam rebungan orang saleh. Allah tidak sebutkan nasib mereka seperti apa. Dan ini dalam beberapa dalam ada ayat-ayat yang seperti ini Allah sebutkan ada kelompok ketiga Allah tidak sebutkan nasib mereka. Seperti ketika Allah menyebutkan tentang orang-orang yang menasihati dari Bani Israil, menasihati teman-temannya yang pasang jaring hari ee hari Jumat kemudian ambil ikan hari Ahad. Ya, mereka nasihati jangan kalian lakukan, jangan kalian lakukan. Ya, akhirnya ada yang tegur mereka. Ngapain nasihat-nasihat mereka? limaillah. Ya, ngapain kalian menasehati orang-orang yang sudah jelas mereka bakalan binasa? Ya, saya bacakan ayatnya dalam surat dalam surat Ala'raf ayat 164 kata Allah, "Waidqat ummatum minhum lima taidunaillahu muhlikum muabanadida." Ngapain nasihat mereka? Enggak perlu nasihati mereka. Mereka ini akan diazab dan akan dibinasakan azaban syadida dengan azab yang pedih. Apa kata yang bernahi mungkar? Quiratanikum wahum yattaquun. Ya, sekedar agar punya uzur di hadapan Allah. Agar punya uzur di hadapan Allah. Siapa tahu mereka sadar. Yang pertama ngapain mereka enggak bakalan sadar? Enggak usah nasihati. Biarin mereka lakukan penipuan, hilah ya dengan pasang jaring. Hari Jumat, hari Sabtu mereka istirahat, ikannya masuk sendiri. Karena yang dilarang ambil ikan hari apa? Sabtu. Hari Sabtu istirahat, tapi pasang jaringnya hari Jum Jumat. Hari Ahad tinggal ambil. Ini semuanya trik penipuan terhadap syariat. Maka mereka tiga kelompok. Kelompok pertama yang pasang jaring. Kelompok kedua yang menasihati. Kelompok ketiga diam aja nonton. Ketika ada yang nasihati kelompok ketiga nasihati kelompok kedua. Ngapain nasihati kelompok pertama? Enggak usah nasihati. Allah akan binasakan mereka. Apa kata kelompok kedua yang menasihati? Mairatan ilabikum. Sekedar punya uzur di hadapan Allah. Nanti Allah bakalan tanya, "Kenapa kau tidak nasihati?" Wallahum yattaquun. Semoga mereka bertakwa. Kata Allah, "Falamuiradinahau." Kata Allah, "Ketika mereka melupakan apa yang diperingatkan pada mereka, tetap ngeyel pasang jaring hari Jumat." Kata Allah tentang nasib dua kelompok. Sementara kelompok ketiga Allah tidak sebutkan. Anjainalladinahaun. Maka kami selamatkan orang-orang yang bernahi mungkar yang memperingatkan. Wainaamu. Adapun orang yang kelompok pertama yang masang jaring, kami azab mereka biadabin baisin dengan siksaan yang keras bimakanu yafsukun atas kefasikan yang mereka lakukan. Nah, nasib orang ketiga Allah tidak sebutin. Bagaimana tadi yang cuma nonton tapi tidak juga bermaksiat ya? Wallahualam kayak maka khilaf bagaimana nasib mereka. Maka seperti di sini juga Allah sebutkan dua nasib. Nasib orang kafir sama nasib orang beriman. Sekarang pelaku maksiat. Bukankah di antara kita ada juga pelaku maksiat, pelaku dosa besar? Tidak kafir tapi juga tidak saleh. Nasib mereka tentu tidak seperti yang pertama dan juga tidak seperti yang ke kedua. Mereka punya nasib sendiri. Kalaupun kata para ulama, kalaupun mereka diazab, maka azabnya tidak abadi. Oleh karenanya Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan adur salatah. Tempat akhirat itu ada tiga kampung. Kampung pertama alkhairul mahad. Attibul Mahad. Yaitu itu lokasi kampung yang benar-benar murni kebaikan. Siapa yang masuk? Penghuni surga. Orang bertakwa yang mereka benar-benar baik. Yang kedua, kampung halaman yang Syarul Mahad yaitu murni kerusakan itu penghuni neraka jahanam. Ini dua-duanya kampung yang abadi. Kampung yang ketiga adalah bagi kampung masih tercampur antara kotoran dengan kebersihan. Ini dimasuki oleh orang-orang pelaku maksiat. Maka mereka harus disucikan dulu, dibakar dulu, dibersihkan dulu, baru mereka dikeluarkan untuk dimasukkan ke kampung yang murni kebaikan. Karena surga tidak pantas dimasuki kalau masih ada koto kotoran. Maka ada tiga model manusia. Semoga kita masuk model penghuni surga. Amin ya rabbal alamin. Kalau kita punya maksiat, kita bertobat pada Allah Subhanahu wa taala. Tiib fadkhulu kholidin. Kemudian kata Allah, waqalul hamdulillahilladzi shodqana wa'dah. Maka mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah membenarkan janjinya." Bahwa Allah menjanjikan siapa yang beriman beramal saleh masuk surga. Dan mereka begitu masuk surga mereka memuji Allah dengan banyak pujian. Allah sebutkan dalam Al-Qur'an ada di antara pujian ini. Alhamdulilladzi shodqana wa'dah. Segala puji bagi orang yang telah membenarkan janjinya. Dalam ayat yang lain, alhamdulilladzi hadana lihadza w kunna linahtadiya laula nahdanallah. Segala puji bagi Allah yang telah meli petunjuk kepada kami sampai surga. Kalau kami tidak diberi petunjuk, kami tidak bakalan sampai surga. Itu mereka mengakui mereka bisa berhasil surga di dunia semua keselamatan dari siapa? Allah. Mereka tidak ujub. Kemudian dalam ayat yang lain, alhamdulilladzi adzhaba annal hazan inna rabbana laofurun syakur. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dari kami segala kesedihan. Sesungguhnya Rabb kami adalah Maha Syakur, yaitu maha membalas kebaikan sedikit dengan balasan yang banyak dan maha pengampun. Jadi mereka muji-muji Allah pujian apalagi orang sudah masuk surga, sudah lepas segala penderitaan, kekhawatiran. Udulul jann la khaufun alaikum w antum tahzanun. Masuklah surga. Tidak perlu khawatir, tidak perlu sedih. Dunia ini pasti sedih, pasti khawatir. Enggak ada namanya orang tidak sedih, gak ada namanya orang tidak khawatir. Yang tidak pernah sedih ketawa terus pasti orang gila. Tib. Karena kata mereka, "Allah telah memenuhi janji janji Allah kepada kami." Waanal ard. Dan Allah mewariskan bumi. Bumi maksudnya bumi surga. Bumi sur surga ya Allah apa? Atau tempat tinggal yang Allah wariskan. Di sini kata para ulama dalam banyak ayat Allah menggunakan kata warisan. Ya ulaika humul waritun allidina firdausum fiha khidun. Mereka itulah para ahli waris yang mewarisi surga firdaus. Seperti dalam ayat yang lain dalam surat Almukminun ya. Ee apa namanya? Tilkal jannatu urumuha. Itulah surga yang kalian diwariskan. Jadi dalam banyak ayat Allah mengatakan surga itu diwariskan. Seperti ayat ini. Waal ard. Allah mewariskan surga bagi kami. Ya. Dalam ee apa namanya? Ee dalam surat Maryam juga Allah sebutkan bahwasanya penghuni surga Allah beri warisan. Kenapa Allah pilih kata warisan? Ada beberapa penafsiran. Yang pertama dalam hadis setiap orang itu akan diberi dua tempat. Tempat di surga maupun tempat di neraka. Maka ketika seorang masuk surga maka Allah sebutin sesungguhnya di neraka pun kau punya kapling. Seandainya kau bermaksiat, kau akan masuk ke kaing tersebut. Tapi karena kau bertakwa maka kau masuk ke kapling sur surga. Kepada penghuni neraka juga demikian. Penghuni neraka juga punya dua kavling. Kapling surga sama kapling neraka. Ketika dia masuk neraka berarti kapling surganya kosong. Diwariskan oleh penghuni surga. Ini salah satu pendapat diwariskan. Mereka punya surga dan juga mewarisi surga dari penghuni neraka yang tidak jadi masuk kaplingnya. Di antaranya makna dari kalimat warisan untuk menunjukkan bahwasanya kaum muslimin menerimanya dengan mudah, tidak repot-repot. Tidak ada usaha, tidak ada beli-beli, tidak ada tawar-menawar, tinggal diwaris wariskan. Seperti orang dapat warisan, sudah selesai, tahu-tahu dapat wari warisan. Hal ini kenapa? Karena amal yang kita lakukan tidak sebanding dengan nikmat surga yang Allah sediakan. J kita surga itu bukan dengan tiket amal saleh. Maka Rasulullah mengatakan, "Lan yadkula ahadukum al jannah biamalihi. Tidak seorang pun dari kalian masuk surga dengan amalannya. Karena amal dia tidak bisa beli surga. Ya, akhi, antum aja mau nikah sama perempuan harus kerja keras mengumpulkan mahar, kemudian buat walimah. Setelah itu antum menikah ternyata harus maintenance-nya juga mahal. Iya atau tidak? Enggaklah. murah intinya itu pun masih suka ngomel-ngomel macam-macam itu. Itu perjuangan seumur hidup dapatnya istri seperti itu. Kalau bidadari gak ada gitu-gitunya indah serunya antum amal cuma sedikit. Bayangkan dua rakaat sebelum sebelum subuh dapat dunia dan seisinya. Jadi amal kita itu enggak bisa untuk bayar apa? Bayar surga. Oleh karenanya seakan-akan surga itu warisan. Sudah tinggal terima beres. Kemudian yang berikutnya kenapa disebut warisan? Karena warisan itu mengisyaratkan adalah hak hak milik yang paling paling kuat. Kalau jual beli masih bisa dibatalin, tapi kalau warisan sudah selesai. Hak milik paling kuat. Maka Allah sebutkan dengan istilah apa? Warisan. Natabawau minal jannati haitsu nasya. Yang di mana kami bisa ke mana-mana yang kami sukai. Ke surga sana, ke surga sini. Tapi areal surga dia. Bukan maksudnya kami ke surga ke mana saja main ke surga yang lebih atas. Gak. Kalau main surga lebih atas nanti khawatir cemburu. Jadi maksudnya surga yang dia miliki, surga yang dimiliki sudah terlalu luas. Bukankah penghuni surga paling rendah dia diberikan dunia wa asratu amsaliha? Penghuni surga yang paling rendah kekuasaannya seperti 10 kali dunia ini. Ya, makanya dia mau ke mana-mana juga habis-habis. Paham? Jadi dia akan bebas ke mana-mana. Natabu minal jannati haitsu nasya. Kami masuk surga dengan karunia Allah. ke mana-mana terserah kami. Fanikma ajrul amilin. Dan sebaik-baik pahala bagi orang yang beramal. Yaitu mereka bersyukur kepada Allah bahwasanya ini semua ee disebabkan amal ya. Amal Allah amal sedikit Allah kasih pahala sangat ba. Amal sedikit Pak sebaik-baik balasannya seperti Allah syakur. Dalam ayat yang lain inna rabbana lagofurun syakur. Rabb kami sangat syakur. Syakur itu apa? Kita amal sedikit dikasih banyak, kerja sedikit gajinya besar. Ini benar-benar syakur ya. Mereka dalam dalam ungkapan yang lain, fikma ajrul amilin. Sebaik-baik ganjaran upah bagi orang yang bekerja beramal. Ya maksudnya amal sedikit tapi ganjaran besar ya. Dan ini kata para ulama bukannya mereka riak. Bukan. Bukan mereka sombong. Enggak. Tapi karena di surga tidak ada tempat riak lagi. Ngapain riak? Tapi menjelaskan hakikat yang ada. Hakikat yang ada bahwasanya Allah sangat baik. Kita beramal sedikit ganjarannya besar. Setelah itu ayat terakhir Allah berfirmanik arsy. Engkau melihat para malaikat berlingkar di arsy. Ya malaikat ada allina yahmil arsya wahu. Malaikat ada yang mikul arsy, ada yang di sekitar arsy. Ada dua model malaikat. Ada yang mikul arsy, ada yang berseliling arsy. Yusabbihuna bihamdib. Mereka senantiasa bertasbih kepada Allah dan memuji Rabb mereka. Mereka memuji, bertasbih. memuji, bertasbih, mensucikan Allah dari segala kekurangan, dari segala keburukan. Allah maha suci, Allah maha esa. Allah tidak seperti sebagian manusia mengatakan Allah punya anak, bilang Allah letih, bilang Allah zalim, bilang Allah tidak adil, bilang Allah tidak ini tidak pas, macam-macam tuduhan kepada Allah. Adapun malaikat, mereka mensucikan Allah dari segala keburukan. Bihamdibihim dan mereka memuji Allah. Maka di antara zikir yang terbaik, tasbih disertai dengan tahmid. Mak, subhanallah wabihamdih. Subhanallah wabihamdih. Kita berzikir bukan subhanallah tapi digabungkan dengan apa? Wabihamdih. Kita mensucikan Allah dari segala kekurangan sambil memuji Allah subhanahu wa taala. Waqu bainahum bilhaq. Dan dia tetapkan keputusan di antara mereka. Ada yang mengatakan di antara malaikat. Ada yang mengatakan di antara seluruh makhluk pada hari kiamat kelak selesai keputusan semua. Wainahum bilhaq. Dan diputuskan dengan kebenaran. Tidak ada kezaliman sedikit pun. Kata Allah tadi di ayat nafsilat, "Setiap orang diberikan dengan sempurna. Tidak ada satu kebaikan pun yang Allah lupakan." Seorang melakukan kebaikan meskipun seringan zarah, dia pasti melihat hasilnya. Siapa yang melakukan keburukan sedikit pun Allah akan lihatkan. Jadi Allah maha adil dan Allah tegakkan dengan hak. Semua persidangan Allah tidak tidak ada kezaliman sedik. Semuanya hak ya. Malaikat ada saksinya, catatan amal ada saksinya, kulit bisa berbicara ya, mulut bisa tertutup, kaki bisa berbicara, tangan bisa berbicara. Sudah bumi ada saksinya. Maka persidangan tidak ada yang bisa main kanan main bohong sana bohong sini. Enggak bisa. Enggak ada pengacara di sana. Enggak ada. Enggak ada. Yang sidang cuma siapa? Allah. Maka waqilalhamdulillahi rabbil alamin. Maka dikatakan segala puji bagi Allah penguasa alam semesta. Dia yang menciptakan manusia. Dia yang mematikan manusia. Dia yang membangkitkan manusia. Dia yang ngurusin manusia ketika di padang mahsyar. Dia yang menyidang mereka. Dia yang menghisab mereka. Dia yang menimbang mereka dan Dia memberi balasan kepada mereka. Karena inilah Rabbul Alamin, penguasa alam semesta. Maka Allah dipuji. Di sini disebutkan Allah dipuji karena keputusannya yang hak pada hari kiamat kelak. Dan Allah dipuji dengan banyak sebab. Ya, saya sampai ada kemarin khotbah Jumat tentang sebab-sebab Allah dipuji. Mudah-mudahan antum bisa dengar di ee khotbah Jumat yang terakhir tentang sebab-sebab Allah dipuji. Di antaranya Allah dipuji karena keputusannya yang adil dan hak pada hari kiamat. Kiamat kelak tidak ada sedikitpun kezaliman. Demikian saja ikhwan dan akhwatti Allah Subhanahu wa selesai dari surat Azzumar. Insyaallah pertemuan berikutnya kita ganti dengan surat yang lain demikian. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories