File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Tafsir Surat Az-Zumar #14 Ayat 73-75 (Selesai)
jKpKcpf28ZA • 2026-01-28
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu
ala taufiqihin
ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman
lyni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Ini adalah pertemuan
terakhir dari tafsir surah Az-Zumar
dan sebelumnya pada
ayat ke-70 Allah berfirman, "Waufiat
kullu nafsim ma amilat wahua a'lam bima
yaf'alun."
Dan disempurnakan bagi setiap-tiap jiwa
balasan apa yang telah dikerjakan
dan dia lebih mengetahui tentang apa
yang mereka kerjakan. Yaitu Allah ketika
membalas sempurna.
Karena Allah lebih tahu tentang apa yang
dikerjakan oleh para hamba. Setelah itu
Allah perinci ini ayat global ayat 70
global. Set Allah perinci pada pertemuan
lalu telah kita bahas tentang nasib
orang-orang kafir ya. Wasqalladina
kafaru jannamazumar ya. Ayat 71
kemudian ayat 72 tentang orang-orang
kafir. Setelah itu Allah memperinci lagi
tentang orang-orang bertakwa pada ayat
73.
Dan itu kebiasaan Al-Qur'an setelah
menyebutkan tentang penghuni neraka
biasanya menyebutkan tentang penghuni
surga. Sehingga jelas bagaimana nasib
pembangkang dan bagaimana nasib orang
yang taat kepada Allah Subhanahu wa
taala. Maka kita bacakan ayat 73 tentang
para penghuni surga. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Wasiqadzinaqbahum
ilal jannati zumar."
Dan orang-orang yang bertakwa kepada
Rabb mereka digiring menuju surga.
Zumara yaitu rombongan-rombongan,
berombongan-rombongan,
kelompok-kelompok.
Inilah disebut dengan surah Az-Zumar.
Azzumar jamak dari zumrah. Zumrah itu
rombongan-rombongan.
Hatta idza jauha. Ketika mereka sampai
di surga tersebut, wafutihat abwabuha.
Sedang pintu-pintunya telah terbuka. Waq
lahum khazanatuha. Maka berkatalah para
penghuni surga kepada orang-orang
bertakwa tersebut, salamun alaikum.
Keselamatan atas kalian.
Tibum
khidin tibtum yaitu baiklah kalian,
bahagialah kalian.
Khidin, masuklah kalian dalam surga
kekal abadi.
73 waqhamdulillahq.
Dan para penghuni surga berkata ketika
masuk surga, "Segala puji bagi Allah
yang telah membenarkan atau memenuhi
janjinya kepada kami.
Waanal ardabawa minal jannati haitsu
nasya."
Dan telah memberi kepada kami tempat
ini, mewariskan kepada kami surga ini
yang di mana kami berkenan menempati
tempat mana saja yang kami sukai di
surga ini.
Ajrul amilin. Maka surga itu adalah
sebaik-baik balasan bagi orang-orang
yang beramal.
Bab ee hadirin hadirat yang dirahmati
Allah Subhanahu wa taala.
Eh,
penghuni neraka ketika digiring
wasqadina kafaru ila jahannamazumar.
Penghuni neraka digiring menuju neraka
jahanam tentunya dengan kehinaan.
Ya, adapun giringan orang beriman
wasqadinqbahum
ilal jannati zumar. Orang-orang bertakwa
kepada Rabb mereka digiring kepada
surga. Di sini disebut digiring
sama-sama digiring tapi tentu berbeda
antara penggiringan yang pertama dengan
penggiringan yang kedua. Penggiringan
orang-orang kafir ya dikatakan
wasiqalladzina kafaru. Digiringlah
orang-orang kafir. Ini menunjukkan
mereka digiring dengan dahsyat, dengan
terhina dengan direndahkan.
Adapun orang-orang beriman
wasiqadinaqbahum,
orang-orang yang bertakwa kepada Rabb
mereka digiring tentunya dengan
penghormatan.
dengan pemuliaan.
Dan ketika mereka digiring di surga,
Allah mengatakan
zumarah. Ya, sehingga
ee dengan berkelompok-kelompok.
Maka ayat ini menjelaskan bahwasanya
kalau ingin masuk surga harus bertakwa.
Karena sebab mereka digiring ke surga
Allah sifati dengan
wasiqalladzinaattaqu.
Digiringlah orang-orang yang bertakwa.
Dan sering kita sampaikan namanya takwa
adalah menjalankan perintah Allah dan
menjauhi larangan Allah. Kita hidup di
atas muka bumi ini sebisa mungkin
bertakwa, sebisa mungkin menjalankan
perintah Allah dan sebisa mungkin
meninggalkan larangan Allah. Dan Allah
berfirman, "Ya ayyuhalladzina
amanutqulaha haqqa tuqatih." Wahai orang
yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dengan
sebenar-benar takwa. Yaitu tuntutan
bahwasanya kita harus selalu
meningkatkan takwa kita.
Ya, takwa kita ini jangan begini terus.
Kita berusaha semakin
bertambah usia, semakin tinggi takwanya.
Makanya Allah mengatakan, "Ya
ayyuhalladzina amanu aminu." Wahai
orang-orang yang beriman, berimanlah.
Yaitu kalian sudah beriman tapi
tambahlah iman kalian. Ya ayyuhalladzina
amanutqulah. Wahai orang yang beriman,
bertakwalah. Bukan cuma sampai situ,
kata Allah, "Haqaq tuqatih dengan
sebenar-benar takwa." Maka itu perlu
perjuangan. Perjuangan sampai kapan?
Sampai kita meninggal dunia. Kita mulai
melatih diri kita. menjalankan
amal saleh sedikit demi sedikit yang
sebelumnya kita belum kerjakan, kita
mulai kerjakan. Kemaksiatan yang mungkin
masih kita kerjakan dan pasti kita
kerjakan mulai kita tinggalkan terus
kita menuju takwa yang sempurna. Mungkin
dulu kita meremehkan dosa kecil, kita
berusaha tidak meremehkan lagi ya dengan
meningkatkan ketakwaan. Karena sebab
mereka digiring ke surga adalah takwa.
Wasiqadinqahum
ilal jannati. Digiring dengan penuh
kemuliaan. Zumara yaitu dengan
berkelompok-kelompok. Dan ini
menunjukkan keadilan Allah Subhanahu wa
taala bahwasanya memang benar yang
bertakwa banyak tetapi mereka
berlevel-level berdasarkan amalan
mereka. Ya. Sebagaimana Ibnu Qayyim
mengatakan dukulul eh salam assalamatu
minanar
bimfiratillah.
Wadhulul jannah birahmatillah
wattisamul manzil wadajat bilal. Selamat
dari neraka karena ampunan Allah, masuk
surga karena rahmat Allah. Tetapi
level-level di surga, tingkatan surga
sesuai dengan amalan-amalan.
Walikullin darajatum mimma amilu.
Masing-masing memiliki derajat
berdasarkan amal-amal.
Allah juga berfirman
ee
udkulul jannata bima kuntum tamalun.
Masuklah kalian surga berdasarkan amalan
kalian. Allah juga berfirman, wasruan
bima asum ayyamil khiah. Makanlah kalian
di surga dan minumlah kalian di surga
dengan senang-senang karena amalan
kalian ketika di dunia. Ya, makanya
ketika Allah sebutkan tentang
tingkatan-tingkatan dunia, Allah
mengatakan ee bahwasanya di walal
akhiratu akbar darajati wa akbaru
tafdila di surga tingkatannya lebih
dahsyat lagi dan lebih ee
berlevel-level. Maka di sini Allah
sebutkan mereka digiring ke surga zumar
zumratan, zumotan rombongan-rombongan.
Rombongan pertama adalah rombongan yang
paling mulia.
Di antaranya dari Abu Hurairah
radhiallahu anhu, Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda ya,
inna awala zumratin yadkhulunal jannah
ala suratil qamari lailatal badri.
Sesungguhnya rombongan pertama yang
masuk surga
di dalam bentuk rembulan seperti
rembulan di malam bulan pernama. Dan
kita tahu bentuk rembulan adalah
ungkapan orang Arab untuk menunjukkan
tampanan, kecantikan, keindahan.
Di sini Nabi mengatakan mereka seperti
bentuk mereka seperti rumbulan di malam
bulan purnama. Apakah ada cahaya? Apakah
mereka putih bersih, apakah mereka
indah? Intinya ini keindahannya seperti
rembulan di malam bulan purnama.
Walladzina yalunahum. Rombongan
berikutnya. Rombongan berikutnya di
bawahnya. Ala asyaddi kaukabin durri.
Adapun rombongan kedua yang selanjutnya
mereka tidak seperti rembulan, tapi
seperti bintang yang paling bercahaya di
langit.
Bintang yang paling bercahaya itu ada
bercahaya, tapi cahayanya tidak seperti
cahaya rembulan yang lebih besar dan
lebih terang benderang. Ini rombongan
berikutnya menunjukkan bahwasanya
rombongan tersebut bertingkat-tingkat.
Makanya ee
kata Ibnu Katsir rahimahullahu taala ya
kullu thifatin maaman yunasibuhum.
Masing-masing kelompok bersama dengan
orang yang sama seperti mereka. Alanbiya
ma anbiya kata kata Ibnu Katsir para
nabi bersama para nabi satu rombongan.
Wasiddiquun
maaskali para siddiqin bersama yang
seperti mereka. Wasyuhada maabihim.
Para syuhada, para syahid seperti yang
semisal mereka. Wa ulama maim, para
ulama bersama mereka
mainfin. Setiap kelompok bersama
kelompoknya
zumatin tunasibu baha ba. Setiap
rombongan anggotanya saling mirip-mirip.
Ya.
Kemudian jadi Allah maha adil, maka
masuk pun berkelompok-kelompok tidak
satu rombongan semuanya.
Tetapi semua penghuni surga ini tentu
mulia. Setelah itu Nabi berkata setelah
Nabi mengatakan kelompok pertama,
rombongan pertama seperti cahaya
rembulan di malam bulan purnama.
Rombongan berikutnya seperti cahaya
bintang yang sangat terang di langit.
Kemudian kata Nabi tentang sifat mereka,
"La yabulun." Penghuni surga tersebut
tidaklah buang air kecil. Wala
yatagwatun. Mereka tidak buang air
besar. Wala yamtakitun mereka tidak ada
ingusnya. Wala yaftulun yatfulun mereka
tidak ludah meludah. Amsyatuhumudzahabu
eh sisir mereka dari emas. Warashuhumul
misuk. Keringat mereka wanginya seperti
minyak kesturi.
Waajamiruhum aluluwah.
Dan gaharu mereka ee dari
kayak kayu ud dari India. Ya, ini sangat
harum. Wa azwajuhumurin.
Istri-istri mereka adalah bidadari yang
indah mata mereka ya. Yang mata yang
lebar kemudian sangat hitam ee di
dalamnya ya. Aklaquhum ala khuluqin
khuluqi rajulin wahid. Akhlak mereka
seperti akhlak satu orang yaitu semuanya
akhlaknya baik. Akhlak mereka semua
baik. Satu rombongan tuh akhlaknya sama
semua.
Gak ada satu ngomel-ngomel, satu enggak.
Semuanya baik, semua sabar, semuanya
murah senyum, semuanya pemaaf, semuanya
tidak ada yang hasad, semuanya tidak ada
yang dengki, semuanya bahagia. Akhlak
sama. Dalam riwayat yang lain, ala
khalqin rajulin wahid. Dalam bentuk ee
fisik yang sama, yaitu sama-sama muda,
sama-sama tampan semuanya. Ya, kalau
para wanita sama-sama cantik, sama-sama
muda, umur mereka 33 tahun. 33 adalah
puncak seperti manusia lagi
gesit-gesitnya umur 33 tahun. Kalau 40
mulai sakit-sakitan
kalau 50 mulai lemas 60 menunggu
kematian.
Ala surati abihim Adam sesuai dengan
bentuk ayah mereka Adam alaihi salam.
Situnaan fisama tingginya 360 hasta
sekitar 30 m ke arah atas.
Jadi penghuni surga
kalau masuk surga maka tingginya seperti
Nabi Adam. Bentuknya seperti Nabi Adam.
Maka Bapak-bapak, Ibu-ibu yang
pendek-pendek jangan terlalu sedih ya.
Yang penting beramal saleh. Insyaallah
kalau masuk surga badannya tinggi ya.
badannya tinggi.
Bab setelah itu Allah berfirman, jadi
penghuni surga digiring
dengan penuh penghormatan. Datang dalam
ayat yang lain surat Maryam kata Allah,
"Ya nahultaqinaahmani
wafda." Kami mengumpulkan orang bertakwa
kepada Arrahman
dalam bentuk wafda seperti
utusan-utusan. Jadi mereka digiring
dengan penuh penghormatan seperti utusan
mau diketemukan sama raja kalau di
dunia. Maka dihiasi, dipersiapkan menuju
ke seorang raja. Ini kalau di dunia,
kalau di akhirat di dimuliakan karena
akan menuju kepada Allah Subhanahu wa
taala. Mereka masuk surga untuk bertemu
dengan Allah, untuk melihat wajah Allah
subhanahu wa taala. Maka karena yang mau
ditemui adalah zat yang maha mulia,
tentunya yang bertemu juga dipersiapkan.
Dipersiapkan
dengan penuh keindahan
agar layak untuk bertemu dengan Allah
Subhanahu wa taala. Makanya Allah
berfirman, "Ya nahul muttaqinaahmani
wafda."
Hari di mana kami mengumpulkan orang
bertakwa kepada Arrahman yang Maha
Penyayang. Wafda seperti bentuk delegasi
atau utusan.
Setelah berfirman
ee
hatta idua.
Dan ketika mereka tiba di surga sampai
mereka digiring tiba di surga.
Wautihat abwabuha. Dan dibukalah
pintu-pintunya. Dibukalah
pintu-pintunya.
Ee Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan
ya,
bahwasanya ketika mereka tiba di
surga, maka mereka sebelum sampai di
surga tentunya ada perjalanan
yaitu sebelum mereka sampai surga mereka
ditahan dulu di kontarah. Ya, ditahan di
mana? Kontorah. Karena setiap orang yang
sudah lewat dari sirat
dimampirkan dulu di qontarah. Ya, di
qantarah. Kemudian di qisas yang masih
tersisa ini sudah saya bahas kajian
khusus tentang ee tentang qantarah bisa
dilihat di kajian ya.
Ee
kemudian kalau masih ada permasalahan di
antara mereka selesaikan. Dan ada yang
mengatakan bahwasanya kita di akhirat
tidak ada permasalahan kecuali di
sidang.
Persidangan yang tidak selesai di dunia
akan selesai di mana? Di akhirat. Siapa
yang sidang? Allah subhanahu wa taala.
Permasalahan yang kita belum angkat di
persidangan dunia akan diangkat di
persidangan di akhirat. Persidangan
dunia yang zalim yang tidak selesai akan
diangkat kembali diulang lagi di
akhirat.
Setiap yang bersengketa disidang oleh
Allah Subhanahu wa taala. Termasuk tentu
terkadang di antara yang bersengketa
orang-orang beriman. Iya atau tidak?
Orang beriman tapi ada masalah mereka
bersengketa sama-sama saleh. Tapi
namanya manusia
penuh kekurangan. Ada hawa nafsu mereka
ikuti atau terkadang ada hal yang samar
yang mereka tidak tahu sehingga akhirnya
menyebabkan terjadi persengketaan.
Nah, sebagian ulama mengatakan sebagian
persengketaan orang-orang saleh ditunda.
Kebanyakan permasalahan besar di
diselesaikan di Padang Mahsyar. Tapi
permasalahan-permasalahan yang lain
ditunda di kontarah. Ya, makanya di
qisas di sana di kontarah dengan harapan
bahwasanya ketika mereka sudah tahu
mereka sudah lepas dari neraka karena
sudah lewat sirat mereka mudah memaafkan
sehingga mereka tidak banyak menuntut
ketika di mana di kontar atau sama-sama
mau masuk apa sur surga ya. Hatta
uku dalam hadis hingga mereka
dibersihkan
sehingga mereka setelah ee dalam hadis
Saya bacakan ya.
Yaklusul mukminuna minanar.
Kaum mukminin selamat dari neraka
jahanam setelah melewati apa? Sirat.
Fayuhbasuna ala qantarah. Mereka ditahan
di sebuah qantarah. Qantarah itu semacam
jembatan juga tapi bukan antara surga ee
yaitu menuju surga ya. Bukan lagi di
atas neraka, tapi antara surga dan
neraka. Kalau kalau sirat di atas
neraka. Sirat di atas neraka. Setelah
itu masih ada satu tempat lagi namanya
qantarah. Secara bahasa qantara itu
maksudnya jembatan antara surga dan
neraka bukan di atas neraka. Ketika
orang beriman sudah semuanya lolos dari
sirat yau lolos dari neraka jahanam
mereka ditandi kantarah bainal jannatiar
antara surga dan neraka.
Maka dikisoslah satu dengan yang lainnya
kezaliman-kezaliman yang pernah terjadi
di antara mereka. ketika di dunia. Ah,
ini yang di qisos ini kata sebagian
ulama adalah sebagian qisos yang
ditunda.
Harusnya seluruh qisos harusnya di
padang mahsyar. Seluruh persidangan
padang mahsyar. Makanya dalam hadis kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "Awalu ma
yuq bainanas fiddima." Yang pertama kali
Allah sidang di antara manusia adalah
masalah da darah semuanya. Tetapi ada
permasalahan yang Allah tunda sehingga
mereka baru dikisas, baru
dipermasalahkan ketika diontarah. Dan
kalau mereka semua sudah dikontarah, ya
mungkin tinggal sia-sa sedikit dan
mereka juga mudah memaafkan. Karena
mereka masuk surga harus bersiha tidak
boleh tidak boleh ada kotoran sama
sekali.
Sampai Nabi berkata, "Hatta id hudzibu
wuqqu ketika mereka sudah ditata dan
sudah dibersihkan uzina lahum fidulil
jannah." Baru mereka diizinkan untuk
masuk surga. Ya, makanya eh atau Allah
mengatakan wna ma fiurihim minillin
tajri min tahtihimul anhar. Kami cabut
dari dada-dada mereka rasa gil dengki.
Jadi orang masuk surga enggak ada
dongkol sedikit pun, enggak ada jengkel
sedikit pun, enggak ada dendam sedikit
pun karena semuanya sudah dibersihkan di
mana? Di kontor. Gak gak ada. Selesai
bersih hati mereka wukuqu dibersihkan
mereka tidak ada kejengkelan,
kedonggolan sama sekali.
Sehingga mereka nanti dikatakan tibtum
bersih. Diri mereka bersih tidak ada
kotoran sedikit pun.
Tib mereka ditahan di kontarah
dibersihkan.
Baru setelah itu mereka
ee
mau masuk surga. Ketika mereka mau masuk
surga
maka surga tersebut harus ada yang
mengetuknya untuk dibuka. Untuk dibuka.
Sehingga mereka membutuhkan syafaat.
Mereka membutuhkan syafaat. Kita bacakan
perkataan Ibnu Katsir rahimahullahu
taala.
Waqad eh
anal mukminin idantahu ila abwabil
jannah tasyawaru fiman yastadinu lahum
biddukhul.
Ketika mereka sampai di pintu surga
mereka bermusyawarah ya. Siapa kira-kira
yang bisa minta izin agar pintu surga
dibuka untuk kita? Siapa?
Fayaksiduna Adam. Maka mereka pun pergi
ke Nabi Adam Alaih Salam. Ternyata Adam
menolak
Nuhan. Kemudian mereka pergi Nabi Nuh.
Nabi Nuh juga menolak. Suma Ibrahim.
Mereka juga Ibrahim. Ibrahim menolak.
Tumma Musa kemudian mereka pergi ke Nabi
Musa. Nabi Musa menolak. Tumma Isa.
Kemudian Nabi Isa. Eh, Nabi Isa tolong
minta izin ketuk pintu surga agar pintu
surga dibuka. Ternyata Nabi Isa juga
menolak. Tumma Muhammadan. Kemudian Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
kama fa'alu fil arasat. Sebagaimana yang
terjadi ketika di padang mahsyar. Jadi
di sini nampak kemuliaan Nabi
dua kali.
Kemudian pertama ketika di padang
mahsyar manusia berkumpul dengan
matahari jarak 1 mil dan mereka menanti
kedatangan Allah lifaslil qada agar
Allah mulai persidangan. Namun Allah
enggak datang-datang
sehingga mereka sangat kesulitan.
Keringat bercucuran matahari 1 mil.
Akhirnya mereka datang Nabi Adam. Wahai
Adam
ya ala taro ma balag bina ala tasfa lana
rbik. Ya Adam, lihatlah bagaimana
kesulitan yang kami hadapi. Tidakkah kau
minta beri syafaat kepada kami? Minta
agar Allah segera datang. Maka Nabi Adam
minta uzur. Kata Nabi Adam, "Saya dulu
melanggar. Ada pohon saya dilarang, tapi
saya malah mendekati dan makan buah dari
pohon tersebut." Nafsi nafsi. Saya juga
butuh syafaat. Saya juga butuh syafaat.
Idhabu ila Nuh. Pergilah ke Nabi Nuh.
Akhirnya mereka ke Nabi Nuh. Nabi ini
juga minta uzur ya. Kata Nabi Nuh, "Saya
pernah doakan umatku binasa ya. Malu
saya mau minta syafaat kepada Allah ee
memberi syafaat kepada kalian." Akhirnya
Nabi Nuh bilang, "Pergilah ke Ibrahim."
Ibrahim kemudian didatangi. Ibrahim
mengatakan, "Saya pernah berdusta tiga
kali karena Allah subhanahu wa taala.
Saya tidak pantat." K Nabi Nabi Musa.
Nabi Musa datangi. "Hai Musa minta
berilah syafaat kepada kami Allah agar
Allah segera datang mulai persidangan."
Karena kondisi tidak nyaman. Matahari 1
mil, jarak 1 mil, panas bercucur. Panas
begitu kuat, keringat bercucuran desak
desakan. Maka Nabi Musa mengatakan,
"Laqad qatal nafsan nafsan lam umar
biqotliha." Saya pernah bunuh orang yang
saya tidak diperintahkan untuk
membunuhnya. Akhirnya mereka kepada
datang kepada Nabi Isa. Nabi Isa tidak
menyebutkan uzur. Tapi Nabi Isa bilang,
"Pergilah ke seorang nabi Muhammad yang
telah diampuni dosa-dosa yang terlalu
maupun akan datang." Baru Nabi Muhammad
kemudian sujud di bawah arsy. Berdoalah
memuji Allah subhanahu wa taala baru
Allah datang. Di situlah terlihat
bagaimana mulianya Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam ketika ulul
azmi dari kalangan para rasul semuanya
menolak. Yang didatangi oleh ee manusia
ketika itu selain Nabi Adam seluruhnya
ulul azmi. Nuh, Ibrahim, Musa, Isa,
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ul
azmi ada berapa? Ada lima.
Adam karena ee nenek moyang mereka. Ini
pun mereka lakukan ketika sampai di
depan pintu surga
ada rombongan Nabi, rombongan syuhada,
rombongan kita. Siapa ini yang minta
izin? Pintu surga tertutup.
Harus ada yang ngetuk. Allah
mengilhamkan mereka untuk datang kepada
Nabi Adam. Mereka tidak langsung Nabi
Muhammad, tapi Allah menghilamkan mereka
datang kepada Nabi Adam. Tujuannya apa?
Agar memuliakan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Ternyata Adam juga
menolak. Saya bacakan hadisnya.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim ya,
hadis Abu Hurairah kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Yajma Allah tabarak wa
taala fayakumul mukminuna hatta
tuzlahumul jannah." Allah mengumpulkan
manusia maka kaum mukminin
berdiri sampai surga didekatkan kepada
mereka. Itu seperti fir Allah uzlifatil
jannatu lil muttaqina baid maka surga
didekatkan kepada mereka. Mereka
digiring kepada surga dan surga juga
didekatkan sebagai bentuk pemuliaan
kepada orang bertakwa. Surga didekatkan.
Fayatuna Adam. Maka mereka datang kepada
Nabi Adam. Fakuluna. Mereka berkata, "Ya
abana, wahai nenek moyang kami, wahai
ayah kami. Istaftihlanal jannah.
Mintalah agar penjaga surga bukakan
pintu surga buat kami. Tinggal masuk
tapi belum bisa masuk.
Fayakul. Maka Adam menolak. Kata Adam,
"Wahal akhrojakum minal jannati illa
khtiatu abikum Adam." Bagaimana saya mau
masukkan ke dalam surga? Saya sendiri
dikeluarkan dari surga.
Bukankah yang mengeluarkan kalian dari
surga adalah kesalahan bapak kalian Adam
ini?
Lastu bisohibialik. Saya bukan ahlinya
untuk minta dibukakan pintu surga.
Idzhabu ila
ibni Ibrahim Khalilullah. Pergilah
kepada anakku Ibrahim kekasih Allah.
Mereka pun datang kepada Ibrahim Alaih
Salam. Ibrahim berkata, "Lastuhibalik
innama kuntu kholilan min waro."
Aku bukanlah berhak untuk hal tersebut.
Aku hanyalah kekasih dari belakang. Dari
belakang. Saya belum tahu maksudnya apa.
Mungkin harus baca penjelasan para
ulama.
Musa. Pergilah kepada Musa alaih salam.
Alladziamahullah takliman. Kata Ibrahim,
"Pergi, pergi ke Musa." Musa itu
spesial. Dia kalimullah. Allah pernah
bicara langsung dengan dia.
Ya. Jadi, jadi Nabi Ibrahim mengatakan,
"Oh, tenang saya kekasih Allah." Gampang
enggak? Saya enggak. Kata saya tidak
berhak pergi yang lain. Saya bukan
ahlinya. Pergi ke Musa. Musa
kalimullah. Allah pernah bicara langsung
dengan dia.
Fayatuna Musa. Mereka pun datang
penghuni surga datang kepada Musa minta
agar Musa minta
penjaga pintu surga membuka pintu surga.
Kata Nabi Musa, "Lastu bisohibialik."
Aku bukan berhak, bukan ahlinya untuk
hal tersebut. Idzhabu ila Isa
kalimatillahiuhih.
Pergilah kepada Isa. Dia adalah kalimat
Allah yang spesial Allah ciptakan dengan
kun fayakun tanpa ayah.
Waruhi dia ruh spesial yang Allah
siapkan Allah lemparkan ke Maryam tanpa
ayah, tanpa proses seperti
manusia-manusia lain. Mereka datang Nabi
Isa, "Wahai Isa, tolong mintakan agar
penghuni surga buka pintu surga. Fakulu
Isa." Isa alaihi salam berkata, "Lastu
bisohibizalik." Aku tidak ahlinya dalam
hal ini. Akhirnya terakhir Allah
ilhamkan mereka ke Nabi Muhammad. Fatuna
Muhammadan sallallahu alaihi wasallam.
Maka mereka pun mendatangi Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Fayakum.
Rasulullah berdiri
fayu lahu dan diizinkan kepada Rasulull
sallahu alaihi wasallam.
Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam pun
minta izin agar dibukakan pintu surga.
Dalam hadis Anas bin Malik radhiallahu
anhu, qala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam alaihi wasallam bersabda, "Ati
babal jannah." Aku pun mendatangi pintu
surga yaumalqiamah pada hari kiamat.
Faastaftihu. Maka aku pun minta agar
pintu surga dibuka. Fqu alin. Maka
penjaga surga bertanya, "Man anta?"
Siapa engkau? Minta izin pintu surga
dibuka. Faakul aku berkata Muhammadun.
Aku adalah Muhammad. Fakul. Malaikat
berkata, "Bika umirtu lahuhadin qoblak."
Kepada engkaulah aku diperintahkan untuk
membuka pintu. Aku tidak akan buka pintu
surga kepada seorang pun sebelum engkau.
Baru kemudian pintu surga dibuka.
Makanya sebagian ulama menafsirkan
di antara tafsiran ee hatta idza jauha
wa futihat abwabuha. Ketika mereka tiba
di surga wa futihat ada wau di situ. Dan
dibukalah pintu-pintu surga. Dan
dibukalah pintu-pintu surga. Adapun
ketika neraka beda. Kata Allah,
wasiqalladzina kafaru ila jahannama
zumaro. Digiringlah orang-orang kafir
kepada neraka jahanam. Hatta idza jauha.
Ketika mereka tiba di neraka futihat
abuabuha. Dibukalah pintu-pintu neraka.
Tidak ada kata wa di situ. Tidak ada
kata wa. Tetapi ketika bicara tentang
surga Allah mengatakan wa futihat. Ada
wa. Sebagian ulama seperti Syekh S'di
dan ulama yang lain mensyaratkan wa ini
menunjukkan adanya proses di situ agar
pintu surga dibuka. Proses itu namanya
proses syafaat. Bahwasanya mereka pergi
ke Adam, pergi ke Musa, ke Ibrahim,
kepada Isa, baru kemudian kepada Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Nabi Muhammad ketuk pintu, minta izin,
bukakan pintu surga baru dibuka pintu
sur surga. Baru dibuka pintu surga. Jadi
mereka belum masuk nih. Belum masuk.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Hatta
jauha wa futihat abwabuha." Dan
dibukakan oleh pintu-pintu surga. Ya,
dalam tafsiran yang lain setelah
dibukakan, ya baru mereka menuju ke
surga. Sudah terbuka pintu-pintu surga.
Makanya disebut wa di situ wau
alhaliyah. Ini tafsiran berikutnya. Jadi
mereka menuju surga dalam kondisi
pintu-pintu sudah terbu terbuka. Siapa
tadi yang minta bukain? Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Jadi mereka
enggak lagi depan surga nongkrong,
enggak.
Jadi mereka dari awal sudah bilang, "Ya
Rasulullah, ini harus ada yang minta
buka." Rasulullah maju minta buka. J
ketika mereka datang sudah terbuka.
Karena kalau nongkrong depan pintu
menghina, terhina. Ee kapan enggak
buka-buka?
Kunci ada yang bawa enggak? Enggak ada.
[tertawa]
Nah, jadi setelah mereka masuk sudah
dalam kondisi terbuka, mereka melihat
apa mencium aromanya ke harumnya dan
seterusnya. Maka wau di situ wau
alhaliyah wafutihat abwabuha. Maka
dibukakanlah pintu-pintu surga. Di sini
dalam kondisi jamak abwabuha pintu-pintu
surga karena pintu surga ada delapan.
Pintu surga ada delapan. Dan sebagainya
dalam hadis Rasul sahu al wasallam
bersabda, "Mainkum ahadinus
aluduak
asadu alla ilahaillallahna muhammadan
abduhul
abwabul jan
tidak seorang pun berwudu dengan
menyempurnakan wudunya kemudian dia
berdoa di akhir wudu ashadu alla
ilahaillallah wa anna muhammadan abduhu
rasuluh kecuali dibukan bagi dia pintu
surga yang delapan dia masuk dari mana
saja yang dia sukai demikian Juga dalam
hadis Sahal bin Saad radhiallahu anhu
radhiallahu anhuma, Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda, "Fil jannatiu
abwab fiha babun yusamayanan laiduimun."
Di surga ada delan pintu ya. Dan di
antara pintu tersebut namanya pintu
arrayan. Tidak ada yang masuk lewat
pintu tersebut kecuali orang-orang yang
ahli puasa.
Tadi ada hadis tentang Rasulullah sahu
alaihi wasallam eh dalam Sahih Muslim
Rasulullah bersabda, "Ana awalu syafi'in
fil jannah." Aku adalah pemberi syafaat
pertama di surga. Dalam riwayat yang
lain, wa aalu manqra babal jannah. Aku
yang pertama kali ngetuk pintu sur sur.
T. Jadi pintu surga ada delan. Kalau
pintu neraka ada berapa? Ada berapa? Ada
tujuh. Ya. Kata Allah dalam surat
Alhijr,
lah abwabin
minhum juzum. Neraka punya tujuh pintu
dan masing-masing pintu sudah ada jatah.
Siapa yang lewat situ? Mudah-mudahan
kita enggak lewat situ. Mudah-mudahan
kita lewat yang pintu delapan.
Dalam hadis ya saya ingin sampaikan
tanggutan Abu ee Abu Bakar.
Kata Abu Hurairah radhiallahu anhu,
Rasul wasam bersabda, "Manfaqja
minhibilillah."
Siapa yang menginfakkan dua model
hartanya di jalan Allah, dua min abwabil
jannah, maka dia akan dipanggil dari
pintu-pintu surga. Wal jannati abwabun
dan surga punya pintu-pintu.
Siapa yang rajin salat, ahli salat,
salat fardu, salat sunah, dia akan
dipanggil dari pintu salat. Berarti dia
spesial ahli salat.
Karena tidak semua orang ahli semua
ibadah. Ada orang yang spesial, dia
memang spesial ahli salat. Maka dia akan
dipanggil dari pintu salat.
Wamanana min ahli sodqah duya min
babiqah. Ada orang mungkin salatnya
kurang, puasnya, tapi sedekahnya lancar.
Sedekahnya luar biasa. Maka dia akan
dipanggil untuk masuk surga lewat pintu
apa? Sedekah. Babus seodqah. Waman min
ahlil jihad duya min babil jihad. Siapa
yang ahli jihad, dia akan dipanggil dari
pintu jihad. Waman min ahliam duya min
bab rayanan. Siapa yang ahli puasa
senang kuat berpuasa, puasain Kamis,
puasa Daud, puasa macam-macam ya, puasa
sunah dia akan dipanggil dari pintu
namanya pintu apa? Arrayan. Faqala Abu
Bakar. Abu Bakar waktu dengar hadis ini
dia bertanya.
Dia bertanya, "Ya Rasulullah, ma ala
ahin minatin duya minyi duya fahal minha
kulha ahadun ya Rasulullah." Apakah satu
orang memang harus dipanggil dari satu
pintu ya Rasulullah? Apa harus begitu?
Apakah ada satu orang dipanggil seluruh
pintu panggil dia? Pintu jihad, pintu
salat, pintu sedekah semua ya. Sini,
sini, sini. Ya,
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Naam, ada orang yang dipanggil di
seluruh pintu." Wa arju an takuna
minhum. Dan saya berharap engkau salah
satu dari mere mereka. Maka saya
ingatkan ibu-ibu supaya bisa dipanggil
mau masuk pintu surga mana saja taat
sama suami. Berat memang.
Tapi kalau pengin dipanggil dari seluruh
pintu taat sama suami. Kata Rasul wasam
wasat syah wah
waaha.
Jika seorang wanita salat lima waktu,
puasa Ramadan, jaga kemaluan ya, tidak
ngobrol sama laki-laki sana sini, tidak
CLBK,
cinta lama bebadan keluarga ya.
Kemudian juga wahaat ba'laha, taat
kepada suaminya, maka dikatakan kepada
wanita ini
udkulil jannata min abi min ayabin
minabil jannti. Masuklah kau surga dari
pintu manas yang kau sukai. Kalau ibu
ahli salat cuma dipanggil dari pintu
salat. Kalau ibu ahli sedekah cuma
dipanggil dari pintu se sedekah. Kalau
ibu apalagi
ahli yang lain ya dipanggil dari pintu
tertentu. Ahli puasa dari pintu puasa.
Tapi kalau ibu taat kepada suami seluruh
pintu panggil ibu. Ini menunjukkan taat
kepada suami ibadah yang sangat agung.
Dengar enggak? Ibu-ibu
yakin?
Jangan cuma dengar dipraktikkan.
Sabar hidup ini ujian. Sebagian wanita
diuji dengan sua suaminya ditaat sama
suami agar bisa dipanggil dari seluruh
pin pintu.
Makanya taat sama suami itu ibadah yang
berat. Ibadah yang yang berat. Jadi
pintu surga ada delapan. Ada seorang
dipanggil dari seluruh seluruh pintu.
Allah berfirman, "Wautihat abwabuha."
Maka dibukakanlah pintu-pintu delapan
tersebut. masing-masing masuk lewat
pintu tersebut. Dalam satu hadis
Rasulullah menyebutkan
ee
inna ma baina walladzi nafsu Muhammadin
biyadihi inna ma bainal masraini min
masil jannah ma baina idil bab lakuma
baina Makkah wa hajar hijr hajar wa
makkah yaitu pintunya sangat luas
yaitu jarak antara pintu satu pintu lain
seperti antara Makkah dengan Hajar, kota
Makkah, kota Hajar. Ada yang dalam hadis
riwayat yang lain Rasulullah
menggambarkan masiratu arbain sanah
antara daun pintu satu dengan pintu
satunya jaraknya 40.000 ee tahun ee 4 40
tahun perjalanan itu jarak daun pintu
satu dan pintu yang yang lain. Jadi
pintunya sangat luas.
Kata Rasulullah, "Akan datang suatu masa
pintu yang luas tersebut akan ramai
orang lewat situ." Itu para penghuni sur
surga ramai.
Innama baina misro aini fil jannati
masiratu arbain sanah. Jarak antara daun
pintu satu daun pintu yang lain sejarak
40 tahun perjalanan. Itu pintu sangat
lebar.
Tib wautihat abuuha. Maka mereka tinggal
masuk karena pintu-pintu sudah terbuka.
Pintu sudah terbuka. Enggak lagi nunggu
depan pintu karena Rasulullah sudah
minta untuk dibuka dan sudah dibuka. Waq
lahum khazanatuha. Maka berkatalah
eh penjaganya, "Qahum khazanatuha
salamun alaikum. Keselamatan atas
kalian.
Yaitu selamat kalian sudah selamat dari
segala penderitaan. Kalau masuk surga,
selamat-selamat masuk. Sudah yang
menyambut para malaikat dan ucapan
malaikat berkata, "Salamun alaikum."
Keselamatan atas kalian itu. Kalian
sudah selamat dari sakit, selamat dari
tua, selamat dari kesedihan, selamat
dari kedongkolan, selamat dari semua
penderitaan yang pernah kalian rasakan
selama di dunia. Makanya ketika mereka
masuk surga dikatakan inakum allbu
wahromu. Sesungguhnya kalian wahai
penghuni surga akan senantiasa muda,
tidak bakalan tua selama-lamanya.
Kalian akan sehat selalu, tidak akan
sakit selama-lamanya. Yaaduamu
wabasu abada. Akan kalian akan
senantiasa bahagia, tidak pernah
menderita selama selama-lamanya. Waahyau
fala tamutu abada. Karena akan hidup
selama-lamanya tidak akan mati.
Ya, kalau di dunia semuanya kena. Ada
mati, ada sakit, ada tua, ada pikun, ada
apa lagi? Ada jengkel, ada dongkol, ada
penderita. Semua ada dilengkap di dunia.
Orang sekaya apapun pasti pernah nangis.
Tanya Elon, "Mas pernah nangis enggak?"
Mas Elon masih pernah nangis. Pasti
pernah nangis, pasti pernah sedih, Pak?
Pernah khawatir. Mau dia kaya sekaya
apapun dia pasti pernah sedih. dia pasti
pernah sa sakit.
Maka antum jangan sedih. Bukan cuma
antum aja yang mencret, orang kaya juga
mencret.
Tapi kalau sudah sampai di surga
semuanya selamat. Tidak ada apa yang
dikhawatirkan sama sekali. Maka malaikat
menyambut dengan berkata, "Salamun
alaikum. Keselamatan atas kalian dari
assalam. Allah yang memberi segala
keselamatan.
Tibtum. Tibtum dari thaba maknanya baik.
Tibtum yaitu kalian baik. Tibtum kalian
tidak masuruk kecuali orang baik.
Makanya tubuh kalian baik, akhlak kalian
baik.
Sampai sebelum kalian masuk harus
dibersihkan dulu hati kalian sehingga
tidak tersisa kedongkolan sedikit pun,
tidak tersisa hasad sedikit pun sama
sekali enggak ada. Kalian benar-benar
bersih karena surga adalah tempat mulia.
Hanya dia berisi kebaikan murni. Hanya
boleh dimasuki oleh orang-orang yang
baik murni. Gak boleh ada sedikit pun
kejahatan dalam dirinya. Tidak boleh
sedikit pun kemaksiatan dalam di
dirinya. Tidak boleh ada hati kotor
sedikit pun dalam dirinya ingin masuk
surga. Tibtum. Kalian lihat orang-orang
yang yang baik. Sehingga amal kalian
baik, perkataan kalian baik, tempat
tinggal kalian baik, hati kalian baik,
semuanya baik.
Tibtum. Setelah itu malaikat berkata,
"Fadkhulu kholidin." Masuklah kalian ke
dalam surga kekal selama-lamanya.
Subhanallah. Kenikmatan tersebut
bukanlah sementara, tetapi
selama-lamanya. Di dunia kita dapat
kenikmatan pasti ada kekhawatiran.
Khawatir kita ditinggalkan kenikmatan
tersebut atau khawatir kita meninggalkan
kenikmatan tersebut.
Makanya tidak ada kenikmatan di surga
kecuali
berakhir dengan perpis di dunia tidak
ada kenikmatan di surga. di dunia
kecuali akan sirna ya kecuali akan
sirna. Yang tidak sirna cuma kenikmatan
di akhirat
naimin
la mahalata zailu. Kata Labit bin
Rabiah, seluruh kenikmatan mau tidak mau
akan sirna yaitu kenikmatan dun dunia.
Adapun kenikmatan surga gak.
Dan kaidah mengatakan semakin nikmat
semakin susah untuk berpisah. Ya.
Semakin cinta semakin sedih kalau
berpisah. Benar atau tidak? Nah,
Rasulullah ketika sangat cinta kepada
Khadijah, ketika Khadijah meninggal,
beliau sangat se sedih.
Demikianlah kenikmatan dunia, tidak
abadi.
Makanya kalau terlalu sayang sama suami,
terlalu sayang sama istri, nanti
berpisah sedih. Apa kata Jibril kepada
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam? Ya Muhammad, ahbib man s'ta
fainnaka mufariqu. Cintailah siapa yang
kau sukai, kau akan berpisah darinya.
Semakin cinta sama orang tua ketika
orang tua meninggal semakin sedih.
Semakin cinta sama istri kalau istri
meninggal semakin sedih. Kalau enggak
enggak cinta enggak sedih, aman.
Tapi kalau cinta pasti se sedih. Makanya
seluruh kebahagiaan di dunia itu ada
resikonya. Resikonya resiko perpi
perpisahan.
Tapi kalau di akhirat kenikmatan
tersebut tanpa perpisahan. Makanya
malaikat berkata, "Fadkhuluha kholidin.
Masuklah kalian
ke dalam surga abadi selama-lamanya."
Perhatikan di sini Allah Subhanahu wa
taala ya
ee
menyebutkan tentang penghuni neraka,
nasib mereka masuk neraka dan Allah
menyebut penghuni surga orang-orang
saleh nasib mereka masuk surga. Terus
bagaimana nasib pelaku maksiat?
Allah tidak sebutkan. Mereka bukan orang
kafir, mereka juga bukan orang saleh.
Maka seorang berusaha masuk dalam
rebungan orang saleh. Allah tidak
sebutkan nasib mereka seperti apa. Dan
ini dalam beberapa
dalam ada ayat-ayat yang seperti ini
Allah sebutkan ada kelompok ketiga Allah
tidak sebutkan nasib mereka. Seperti
ketika Allah menyebutkan tentang
orang-orang yang menasihati dari Bani
Israil, menasihati teman-temannya yang
pasang jaring hari ee hari Jumat
kemudian ambil ikan hari Ahad. Ya,
mereka nasihati jangan kalian lakukan,
jangan kalian lakukan.
Ya, akhirnya ada yang tegur mereka.
Ngapain nasihat-nasihat mereka?
limaillah.
Ya, ngapain kalian menasehati
orang-orang yang sudah jelas mereka
bakalan binasa? Ya, saya bacakan ayatnya
dalam surat
dalam surat Ala'raf ayat 164 kata Allah,
"Waidqat ummatum minhum lima
taidunaillahu muhlikum muabanadida."
Ngapain nasihat mereka? Enggak perlu
nasihati mereka.
Mereka ini akan diazab dan akan
dibinasakan azaban syadida dengan azab
yang pedih. Apa kata yang bernahi
mungkar? Quiratanikum
wahum yattaquun. Ya, sekedar agar punya
uzur di hadapan Allah. Agar punya uzur
di hadapan Allah. Siapa tahu mereka
sadar. Yang pertama ngapain mereka
enggak bakalan sadar? Enggak usah
nasihati. Biarin mereka lakukan
penipuan, hilah ya dengan pasang jaring.
Hari Jumat, hari Sabtu mereka istirahat,
ikannya masuk sendiri. Karena yang
dilarang ambil ikan hari apa? Sabtu.
Hari Sabtu istirahat, tapi pasang
jaringnya hari Jum Jumat. Hari Ahad
tinggal ambil. Ini semuanya trik
penipuan terhadap syariat. Maka
mereka tiga kelompok. Kelompok pertama
yang pasang jaring. Kelompok kedua yang
menasihati. Kelompok ketiga diam aja
nonton. Ketika ada yang nasihati
kelompok ketiga nasihati kelompok kedua.
Ngapain nasihati kelompok pertama?
Enggak usah nasihati. Allah akan
binasakan mereka. Apa kata kelompok
kedua yang menasihati? Mairatan
ilabikum. Sekedar punya uzur di hadapan
Allah. Nanti Allah bakalan tanya,
"Kenapa kau tidak nasihati?" Wallahum
yattaquun. Semoga mereka bertakwa.
Kata Allah, "Falamuiradinahau."
Kata Allah, "Ketika mereka melupakan apa
yang diperingatkan pada mereka, tetap
ngeyel pasang jaring hari Jumat." Kata
Allah tentang nasib dua kelompok.
Sementara kelompok ketiga Allah tidak
sebutkan. Anjainalladinahaun.
Maka kami selamatkan orang-orang yang
bernahi mungkar yang memperingatkan.
Wainaamu.
Adapun orang yang kelompok pertama yang
masang jaring, kami azab mereka biadabin
baisin dengan siksaan yang keras
bimakanu yafsukun atas kefasikan yang
mereka lakukan. Nah, nasib orang ketiga
Allah tidak sebutin.
Bagaimana tadi yang cuma nonton tapi
tidak juga bermaksiat
ya? Wallahualam kayak maka khilaf
bagaimana nasib mereka.
Maka seperti di sini juga Allah sebutkan
dua nasib. Nasib orang kafir sama nasib
orang beriman. Sekarang pelaku maksiat.
Bukankah di antara kita ada juga pelaku
maksiat, pelaku dosa besar? Tidak kafir
tapi juga tidak saleh. Nasib mereka
tentu tidak seperti yang pertama dan
juga tidak seperti yang ke kedua. Mereka
punya nasib sendiri.
Kalaupun kata para ulama, kalaupun
mereka diazab, maka azabnya tidak abadi.
Oleh karenanya Ibnu Qayyim rahimahullah
menyebutkan adur salatah.
Tempat akhirat itu ada tiga kampung.
Kampung pertama alkhairul mahad. Attibul
Mahad. Yaitu
itu lokasi kampung yang benar-benar
murni kebaikan. Siapa yang masuk?
Penghuni surga. Orang bertakwa yang
mereka benar-benar baik. Yang kedua,
kampung halaman yang Syarul Mahad yaitu
murni kerusakan itu penghuni neraka
jahanam. Ini dua-duanya kampung yang
abadi. Kampung yang ketiga adalah bagi
kampung masih tercampur antara kotoran
dengan kebersihan. Ini dimasuki oleh
orang-orang pelaku maksiat. Maka mereka
harus disucikan dulu, dibakar dulu,
dibersihkan dulu, baru mereka
dikeluarkan untuk dimasukkan ke kampung
yang murni kebaikan. Karena surga tidak
pantas dimasuki kalau masih ada koto
kotoran.
Maka ada tiga model manusia. Semoga kita
masuk model penghuni surga. Amin ya
rabbal alamin. Kalau kita punya maksiat,
kita bertobat pada Allah Subhanahu wa
taala.
Tiib
fadkhulu kholidin. Kemudian kata Allah,
waqalul hamdulillahilladzi shodqana
wa'dah. Maka
mereka berkata,
"Segala puji bagi Allah yang telah
membenarkan janjinya." Bahwa Allah
menjanjikan siapa yang beriman beramal
saleh masuk surga. Dan mereka begitu
masuk surga mereka memuji Allah dengan
banyak pujian. Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an ada di antara pujian ini.
Alhamdulilladzi shodqana wa'dah. Segala
puji bagi orang yang telah membenarkan
janjinya. Dalam ayat yang lain,
alhamdulilladzi
hadana lihadza w kunna linahtadiya laula
nahdanallah. Segala puji bagi Allah yang
telah meli petunjuk kepada kami sampai
surga. Kalau kami tidak diberi petunjuk,
kami tidak bakalan sampai surga. Itu
mereka mengakui mereka bisa berhasil
surga di dunia semua keselamatan dari
siapa? Allah. Mereka tidak ujub.
Kemudian dalam ayat yang lain,
alhamdulilladzi adzhaba annal hazan inna
rabbana laofurun syakur. Segala puji
bagi Allah yang telah menghilangkan dari
kami segala kesedihan. Sesungguhnya Rabb
kami adalah Maha Syakur, yaitu maha
membalas kebaikan sedikit dengan balasan
yang banyak dan maha pengampun. Jadi
mereka muji-muji Allah pujian apalagi
orang sudah masuk surga, sudah lepas
segala penderitaan, kekhawatiran. Udulul
jann la khaufun alaikum w antum
tahzanun. Masuklah surga. Tidak perlu
khawatir, tidak perlu sedih. Dunia ini
pasti sedih, pasti khawatir. Enggak ada
namanya orang tidak sedih, gak ada
namanya orang tidak khawatir. Yang tidak
pernah sedih ketawa terus pasti orang
gila.
Tib.
Karena kata mereka, "Allah telah
memenuhi janji janji Allah kepada kami."
Waanal ard. Dan Allah mewariskan bumi.
Bumi maksudnya bumi surga. Bumi sur
surga ya Allah
apa? Atau tempat tinggal yang Allah
wariskan. Di sini kata para ulama dalam
banyak ayat Allah menggunakan kata
warisan. Ya ulaika humul waritun
allidina firdausum fiha khidun. Mereka
itulah para ahli waris yang mewarisi
surga firdaus. Seperti dalam ayat yang
lain dalam surat Almukminun ya. Ee apa
namanya?
Tilkal jannatu urumuha. Itulah surga
yang kalian diwariskan. Jadi dalam
banyak ayat Allah mengatakan surga itu
diwariskan. Seperti ayat ini. Waal ard.
Allah mewariskan surga bagi kami. Ya.
Dalam ee apa namanya? Ee
dalam surat Maryam juga Allah sebutkan
bahwasanya penghuni surga Allah beri
warisan. Kenapa Allah pilih kata
warisan? Ada beberapa penafsiran. Yang
pertama dalam hadis setiap orang itu
akan diberi dua tempat. Tempat di surga
maupun tempat di neraka. Maka ketika
seorang masuk surga maka Allah sebutin
sesungguhnya di neraka pun kau punya
kapling. Seandainya kau bermaksiat, kau
akan masuk ke kaing tersebut.
Tapi karena kau bertakwa maka kau masuk
ke kapling sur surga. Kepada penghuni
neraka juga demikian. Penghuni neraka
juga punya dua kavling. Kapling surga
sama kapling neraka. Ketika dia masuk
neraka berarti kapling surganya kosong.
Diwariskan oleh penghuni surga. Ini
salah satu pendapat diwariskan. Mereka
punya surga dan juga mewarisi surga dari
penghuni neraka yang tidak jadi masuk
kaplingnya.
Di antaranya makna dari kalimat warisan
untuk menunjukkan bahwasanya kaum
muslimin menerimanya dengan mudah, tidak
repot-repot. Tidak ada usaha, tidak ada
beli-beli, tidak ada tawar-menawar,
tinggal diwaris wariskan. Seperti orang
dapat warisan, sudah selesai, tahu-tahu
dapat wari warisan. Hal ini kenapa?
Karena amal yang kita lakukan tidak
sebanding dengan nikmat surga yang Allah
sediakan. J kita surga itu bukan dengan
tiket amal saleh. Maka Rasulullah
mengatakan, "Lan yadkula ahadukum al
jannah biamalihi. Tidak seorang pun dari
kalian masuk surga dengan amalannya.
Karena amal dia tidak bisa beli surga.
Ya, akhi, antum aja mau nikah sama
perempuan harus kerja keras
mengumpulkan mahar, kemudian buat
walimah. Setelah itu antum menikah
ternyata harus maintenance-nya juga
mahal. Iya atau tidak? Enggaklah. murah
intinya itu pun masih suka ngomel-ngomel
macam-macam itu. Itu perjuangan seumur
hidup dapatnya istri seperti itu. Kalau
bidadari gak ada gitu-gitunya indah
serunya antum amal cuma sedikit.
Bayangkan dua rakaat sebelum sebelum
subuh dapat dunia dan seisinya. Jadi
amal kita itu enggak bisa untuk bayar
apa? Bayar surga. Oleh karenanya
seakan-akan surga itu warisan. Sudah
tinggal terima beres. Kemudian yang
berikutnya kenapa disebut warisan?
Karena warisan itu mengisyaratkan adalah
hak hak milik yang paling paling kuat.
Kalau jual beli masih bisa dibatalin,
tapi kalau warisan sudah selesai. Hak
milik paling kuat. Maka Allah sebutkan
dengan istilah apa? Warisan.
Natabawau minal jannati haitsu nasya.
Yang di mana kami bisa ke mana-mana yang
kami sukai. Ke surga sana, ke surga
sini. Tapi areal surga dia. Bukan
maksudnya kami ke surga ke mana saja
main ke surga yang lebih atas. Gak.
Kalau main surga lebih atas nanti
khawatir cemburu. Jadi maksudnya surga
yang dia miliki, surga yang dimiliki
sudah terlalu luas. Bukankah penghuni
surga paling rendah dia diberikan dunia
wa asratu amsaliha?
Penghuni surga yang paling rendah
kekuasaannya seperti 10 kali dunia ini.
Ya, makanya dia mau ke mana-mana juga
habis-habis. Paham? Jadi dia akan bebas
ke mana-mana. Natabu minal jannati
haitsu nasya. Kami masuk surga dengan
karunia Allah. ke mana-mana terserah
kami. Fanikma ajrul amilin. Dan
sebaik-baik pahala bagi orang yang
beramal. Yaitu mereka bersyukur kepada
Allah bahwasanya
ini semua ee disebabkan amal ya. Amal
Allah amal sedikit Allah kasih pahala
sangat ba. Amal sedikit Pak sebaik-baik
balasannya seperti Allah syakur. Dalam
ayat yang lain inna rabbana lagofurun
syakur. Rabb kami sangat syakur. Syakur
itu apa? Kita amal sedikit dikasih
banyak, kerja sedikit gajinya besar. Ini
benar-benar syakur ya. Mereka dalam
dalam ungkapan yang lain, fikma ajrul
amilin. Sebaik-baik ganjaran upah bagi
orang yang bekerja beramal. Ya maksudnya
amal sedikit tapi ganjaran besar ya. Dan
ini kata para ulama bukannya mereka
riak. Bukan. Bukan mereka sombong.
Enggak. Tapi karena di surga tidak ada
tempat riak lagi. Ngapain riak? Tapi
menjelaskan hakikat yang ada. Hakikat
yang ada bahwasanya Allah sangat baik.
Kita beramal sedikit ganjarannya besar.
Setelah itu ayat terakhir Allah
berfirmanik
arsy. Engkau melihat para malaikat
berlingkar di arsy. Ya malaikat ada
allina yahmil arsya wahu. Malaikat ada
yang mikul arsy, ada yang di sekitar
arsy. Ada dua model malaikat. Ada yang
mikul arsy, ada yang berseliling arsy.
Yusabbihuna bihamdib. Mereka senantiasa
bertasbih kepada Allah dan memuji Rabb
mereka. Mereka memuji, bertasbih.
memuji, bertasbih, mensucikan Allah dari
segala kekurangan, dari segala
keburukan.
Allah maha suci, Allah maha esa. Allah
tidak seperti sebagian manusia
mengatakan Allah punya anak, bilang
Allah letih, bilang Allah zalim, bilang
Allah tidak adil, bilang Allah tidak ini
tidak pas, macam-macam tuduhan kepada
Allah. Adapun malaikat, mereka
mensucikan Allah dari segala keburukan.
Bihamdibihim dan mereka memuji Allah.
Maka di antara zikir yang terbaik,
tasbih disertai dengan tahmid. Mak,
subhanallah wabihamdih. Subhanallah
wabihamdih. Kita berzikir bukan
subhanallah tapi digabungkan dengan apa?
Wabihamdih. Kita mensucikan Allah dari
segala kekurangan sambil memuji Allah
subhanahu wa taala. Waqu bainahum
bilhaq. Dan dia tetapkan keputusan di
antara mereka. Ada yang mengatakan di
antara malaikat. Ada yang mengatakan di
antara seluruh makhluk pada hari kiamat
kelak selesai keputusan semua. Wainahum
bilhaq. Dan diputuskan dengan kebenaran.
Tidak ada kezaliman sedikit pun.
Kata Allah tadi di ayat nafsilat,
"Setiap orang diberikan dengan sempurna.
Tidak ada satu kebaikan pun yang Allah
lupakan."
Seorang melakukan kebaikan meskipun
seringan zarah, dia pasti melihat
hasilnya.
Siapa yang melakukan keburukan sedikit
pun Allah akan lihatkan. Jadi Allah maha
adil dan Allah tegakkan dengan hak.
Semua persidangan Allah tidak tidak ada
kezaliman sedik. Semuanya hak ya.
Malaikat ada saksinya, catatan amal ada
saksinya, kulit bisa berbicara ya, mulut
bisa tertutup, kaki bisa berbicara,
tangan bisa berbicara. Sudah bumi ada
saksinya. Maka persidangan tidak ada
yang bisa main kanan main bohong sana
bohong sini. Enggak bisa. Enggak ada
pengacara di sana. Enggak ada.
Enggak ada. Yang sidang cuma siapa?
Allah.
Maka waqilalhamdulillahi rabbil alamin.
Maka dikatakan segala puji bagi Allah
penguasa alam semesta. Dia yang
menciptakan manusia. Dia yang mematikan
manusia. Dia yang membangkitkan manusia.
Dia yang ngurusin manusia ketika di
padang mahsyar. Dia yang menyidang
mereka. Dia yang menghisab mereka. Dia
yang menimbang mereka dan Dia memberi
balasan kepada mereka. Karena inilah
Rabbul Alamin, penguasa alam semesta.
Maka Allah dipuji. Di sini disebutkan
Allah dipuji karena keputusannya yang
hak pada hari kiamat kelak. Dan Allah
dipuji dengan banyak sebab. Ya, saya
sampai ada kemarin khotbah Jumat tentang
sebab-sebab Allah dipuji.
Mudah-mudahan antum bisa dengar di ee
khotbah Jumat yang terakhir tentang
sebab-sebab Allah dipuji. Di antaranya
Allah dipuji karena keputusannya yang
adil dan hak pada hari kiamat. Kiamat
kelak tidak ada sedikitpun kezaliman.
Demikian saja ikhwan dan akhwatti Allah
Subhanahu wa selesai dari surat Azzumar.
Insyaallah pertemuan berikutnya kita
ganti dengan surat yang lain demikian.
Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:17:38 UTC
Categories
Manage