Transcript
HM0ck-K14tw • Kandang Ayam Minim Bau, Murah Tapi Awet Seperti Kandang di Luar Negri - Close House
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0601_HM0ck-K14tw.txt
Kind: captions
Language: id
Jadi perbedaan
konsep closus asli dengan yang saya
berikan info namanya closer sederhana
itu memang kalau dikatakan jauh memang
jauh sekali ya. Kalau closes asli memang
konstruksinya baja, bisa vulc,
pembiayaannya pasti jauh lebih besar.
Lah yang saya tawarkan itu dengan konsep
konstruksi kayu kombinasi mungkin bisa
kombinasi
dengan cor begitu. Jadi harganya lebih
murah karena kebanyakan di daerah Bitar
sendiri itu kandangnya kebanyakan kayu.
Dan untuk jangka waktunya saya juga
punya kandang dari 2012 sampai sekarang
juga masih berdiri. Tapi di sini juga
harus dihitung
beban tonase. Kalau dulu kan kandang
open bebannya cuma di atas dengan per
meter kurang lebih 7 sampai 8 ekor per
meter. Kalau sekarang kan sampai 8 16
ekor per meter. Jadi ada dua kali lipat
beban tonase di situ. Walau kayu
konstruksinya juga harus kuat. Nanti
kalau konstruksinya disamakan kayak
kandang open zaman dulu itu kuat tapi
umurnya cepat.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya
Koirul Anam atau disebut Conan Sinse
dari Dusun Sumberjo RT 1 RW9 Desa
Jambewangi Kecamatan Selopuro, Blitar.
Saya kelahiran 90 berarti sekarang
umurnya 35. Bisnis saya ini di bidang
tentang seputar edukasi, seputar
peternakan khususnya ayam broiler yang
merambah menjadi
kontraktor jasa untuk bangun kandang
ayam, upgrade kandang ayam yang
kandangnya misalkan pengin dirubah
menjadi kandang modern namanya closedia
peralatan tersebut. Awalnya bisnis untuk
ternak ini mungkin salah satu hobi saya
waktu itu pelihara ayam kampung,
pelihara kelinci, pelihara ternak
jangkrik, macam-macam. Hampir saya
pelihara. Jadilah saya tertarik ke ayam
broiler ya. sebelumnya juga ayam
pejantan juga karena ya maklum di sini
basicnya Blitar itu kan peternakan ya
Blitar, Tulungagung, Kediri satu karian
Kediri ini kan banyak ternak ya yang
membuat saya
ingin ternak ya lingkungan juga support.
Kalau lingkungan enggak support itu kan
juga tidak ada dampak positifnya buat
saya waktu itu ya mungkin disebut
peternak muda. Ee sampai saat ini
berjalan dari kisah saya hobi
ternak-ternak tersebut menjadikan saya
itu punya ide itu pengin punya kandang
yang sekelasnya itu tidak bau, tidak
berlalat. Intinya dengan adanya usaha
saya di sini tidak mengganggu
lingkungan. Nah, dari situ banyak
belajar dengan konten-konten luar negeri
yang sudah duluan kan kita kan cuman
mengadopsi saja di sini artinya tercetus
karena saya kalau misalkan langsung apa
ya copy paste dengan konten luar negeri
kan biayanya enggak kejangkau bagi saya
pasti di sana mencuhnya sampai miliaran
lah mungkin gitu ya. Saya punya konsep
ide dengan namanya colos host sederhana.
proses sederhana itu menggunakan
peralatan,
menggunakan material itu seadanya. Kan
ini konsepnya close host yang tertutup.
Jadi kalau tertutup apa sih gitu kan
saya tutup dengan plastik di zaman dulu
plastik putih, plastik hitam mulsa untuk
pertanian itu saya tempelkan di
kandang-kandang supaya ee tidak ada
kebocoran angin ya. Plafon juga, samping
juga, semuanya juga. Dan saya mulai
merakit bawa rakitan dengan mesinnya itu
dinamo mesin cuci. pada waktu itu e saya
gunakan ternyata bisa tapi belum sampai
ke tahap yang profesional. Pokoknya di
situ bisa dipergunakan untuk negative
pressure untuk nyedot angin ya di dalam
kandang. Belum sampai ke tahap-tahap
pokoknya untuk mendinginkan bukan belum.
Ini hanya pokoknya di dalam kandang itu
supaya ada angin berjalan, supaya nyaman
ayamnya ya. Seperti alat-alat sederhana
itu kita pakai dan saya kenalkan di
media sosial. Tapi sebelumnya saya belum
beranjak ke penisil kan ternak dulu nih
sudah ada basic. Jadi basic ternak ayam
itu sudah ada. Jadi ngertilah
dikit-dikit tapi bukan pintar ya. Saya
bukan orang pintar di dunia peternakan.
Ngerti saya kontenin lah kok. Tapi
kontennya ialah alah kadarnya lah. Dulu
karena masih dibanggu sekolah ya namanya
masih apa ya masih jiwa-jiwa ingin
tahunya anak-anak masih sekolah kalau
kita tidak mengikuti arus biasa-biasa
misalkan gitu. Kalau arus biasa mungkin
nongkrong di mana dan kayak pikiran saya
itu ini masih kurang buat saya ya. Saya
mencoba ingin cari hiburan lain karena
saya enggak bisa. Misalkan ada teman
saya ikut nongkrong di sana saya enggak
nyaman. nyaman saya ya ini saya pengin
cari sesuatu yang membuat saya itu suatu
saat untuk masa depan saya ya seperti
usaha-usaha saya saya mulai dari itu ya
mulai dari ternak awalnya ya ternak ayam
pejantan itu adalah pada waktu itu
2010 adalah limbah dari ayam petelur
afgir jadi anakan itu ya itu dulu enggak
kepakai ada salah satu mitra di Blitar
itu saya agak lupa di sini mitra pejant
Jantan itu sangat besar. Saya coba ikut
dengan mulai ayam 1000 ekor. Modalnya
jual PS. Tapi saya sewain dulu juga
sewa-sewain gitu. Nabung beli PS kan
udah bawa 3 PS lah dulu. Bosan saya
pengin usaha ayam. Lihat ayam itu
gara-gara saya kan karena sering main ke
salah satu rumah saudara di dekat sini
enggak jauh cuma 100 m. di belakang
rumah, di belakang dapur pas tepatnya
itu ada ayam, ayam pejantan namanya. Dan
itu tidak bau, tidak lalat. Itu membuat
pikiran saya namanya kandang itu dekat
dapur itu kan luar biasa. Nah, dari situ
pikiran saya itu saya senang dengan
ayam. Udah ayamnya sudah banyak waktu
itu 2000 ekor itu banyak. Saya senang
melihatnya itu menjadikan saya oh satu
saat saya pengin setelah lulus sekolah
saya pengin usaha tersebut.
Waktu perjalanan itu kan enggak langsung
ternak namanya lihat-lihat tapi
ketertarikan sudah waktu dibangku
sekolah. PS itu memang waktu itu saya
jual HP dulu sebelum beli BS saya punya
HP. HP itu ya minta orang tua pastinya
jual HP beli PS. PS-nya saya rentalin
dapat duit waktu itu puasa ramai lah.
Berkembang setelah puasa berkembang
menjadi 3 PS. Setelah berjalan setahunan
lebih, saya kan merasa bosan kok
gini-gini aja usaha. Saya kembali ke
main ke kandang saudara itu jadi pengin
saya jual. Bilang ke Bapak, "Pak, saya
pengin usaha ayam." Ya, Bapak saya mana
percaya gitu. Usaha ayam kan besar
modalnya kan gitu. Ee karena dari orang
tua kurang mendukung. Saya mau cari-cari
info orang yang bangun kandang di daerah
Kanigoro desanya Centong. Saya juga
masih lupa namanya beliaunya, tapi
sekarang beliau tetap masih bangun
kandang. Itu bangunannya bambu. Tinggal
diberdirikan kita pesan ya. Baik. Waktu
dulu saya jual PS itu kurang lebih uang
Rp25uta sekitar segitu ya. Saya belikan
kandang. Uang saya Rp15ut
tapi sisanya dibantu Bapak. Ada bilang,
"Saya mau beli kandang nih, besok
belakang rumah saya minta diratakan."
Ya, tiba-tiba kan kaget orang tua. Tapi
anak sudah nekad ya, pikiran orang
tuanya kan pasti dukung ya.
Alhamdulillah orang tua saya itu selalu
di belakang saya enggak kepikiran karena
waktu itu biaya ya mungkin Mas ya. Orang
tua saya waktu itu sebenarnya mampu.
Saya sendiri enggak mau ngerepotin saya
ya. kerja di warung kopi seperti itu,
jual kopi seperti itu. Dan akhirnya juga
buka warung kopi juga di dekat sini.
Tapi enggak lama kok, itu cuman setengah
tahun aja sudah capek lah. Itu langsung
pindah PS seperti itu kerja. Tapi juga
bantuan ibu juga beli HP karena pengin
kan pengin HP yang bagus. Bosan juga
sama HP ternyata saya jual HP bisa buat
usaha. Saya waktu itu memulai
di tahun
2012 itu pelihara 1000 ekor ayam
pejantan. Waktu itu banyak sekarang
sedikit. Saya waktu itu pernen pertama,
Mas ya. Ini mungkin yang menjadikan
sekitar saya itu pada senang ayam ya.
Saya usah ayam sekali panen. Waktu itu
dapat uang Rp1 juta. Lupa saya. Saya
belikan motor sama Bapak dibelikan motor
masih belum ikut harga nasional lah.
Masih benar-benar ayam belum begitu
banyak peternak terus kebutuhan ayam
tinggi. Jadinya harga ayam lambung.
Kalau saya kandang pejantan itu ee itu
namanya postah di tanah terus kemudian
dikasih sekam ya ayamnya itu kalau ayam
pejantan kurang lebih per meter diisi
sekitar 16 ekor pada waktu itu ya.
dengan metode setiap hari itu juga
penyesetan kotoran atau kohe yang basah
itu dikeluarkan artinya kan sudah
mengurangi e bau di situ jadilah kandang
ya kalau 100% gak bau kayak enggak
mungkin ya namanya kotoran ya kohe bau
itu mungkin akan terasa di jarak sekitar
kandang aja di luar kandang enggak
kerasa sudah biasa karena di sini ada
sekitar kandangnya kalau saya dari sana
aja sekitar empat nah Desa Sumberjo ini
kan terkelilingi oleh jalan-jalan. Jadi
kayak desa di tengah-tengah kayak
terpencil lewat sana apa ya bahasanya
bulak apa ya pokoknya ini di
tengah-tengah ini semua kandang ayam
posisi dan itu dulu pejantan ayam
broiler belum masuk tapi ada yang
populer adalah pejantan dari Sibina
maksimal dulu 2.000
2.000 He 2000 sudah banyak, Mas. Dulu
kayak ya sekelas gimana ya dibilang
sudah lumayanlah sekelas usaha ya itu
2.000 terus pengin lagi usaha usaha
ternak jangkrik, ternak bebek
macam-macam lah diternak tapi enggak
berhasil.
Oke.
Ya namanya coba-coba sedangkan satu
usaha belum difokuskan mungkin bercabang
dan saya masih muda pikirannya kan gak
sama seperti sekarang umur 30-an kan.
sekarang mungkin lebih agak bisa
mematangkan hati pikiran kan lebih dulu
kan kayak nafsu aja itu pengin usaha
sana mikirannya sudah untung untung
untung tapi minimal risikonya tidak
dipikir e saya sekarang pun juga usaha
namanya franchise Dewa Cendol juga gagal
barusan yang namanya uji coba kan saya
bosenan saya punya apa ya modal pengin
itu gitu dan sekarang juga ada beberapa
usaha ya jalanlah selain ini jalan
kurang lebih
20 saja.
Iya banyak. Banyak sekaliah pokoknya.
Tapi saya selama proses ya ternak ayam
dari 2012 katakan ya itu tadi kan sudah
pernah untung. Habis itu kayak menurut
saya ya kalau dikatakan sukses jauh
sekali. Kayak saya itu hidup di ternak
ayam sampai sekarang. Corona enggak
salah ya waktu mungkin kebangkitan saya
habis corona ya. itu pendapatan saya itu
kayak apa ya sampai kadang di dompet aja
nol rupiah beneran saya mau nikah aja
enggak ada enggak punya uang bisa
iya kembali lagi setelah saya sadar
sekarang ya posisi saya saya ingat-ingat
ternyata manajemen saya yang amburadul
mengakibatkan saya itu lamban lambat
sekali untuk ya dikatakan mungkin
sedikit sukses lah sukses itu kan sangat
ee jauh kan harapan saya lalu sekarang
saya juga belum bisa katakan sukses
karena pasang ya masih gagal waktu itu
karena ya kembali lagi manajemen seorang
pengusaha itu kan memang harus utamanya
di manajemen saya itu enggak punya hanya
asal pelihara ayam kasih makan kasih
minum tidur besoknya mikirannya panen
tahunya enggak dihitung FCR-nya
rata-ratanya sekarang memberikan ee ayam
itu berapa kilo, besok jadi daging
berapa kan gitu. Itu enggak saya
pikirkan.
Karena posisi masih umur belasan tahun
waktu itu. Artinya kasih makan minuman
gitu. Belum yang sekarang. Kalau
sekarang memang sudah jauh perkembangan
di dunia peternakan itu w sangat pekat
sekali karena didorong dengan media
sosial. Berkembangnya cepat. Eh orang
yang pengin berternak sekarang ya karena
ada media sosial seperti melihat
konten-konten yang disajikan seperti
pecah telur begini itu cepat sekali
mendorongnya. Jadi misalnya enggak tahu
lihat kontennya pecah terus jadi tahu.
Terus nanti kan tanya-tanya sekeliling
sekitar kan gitu. Jadi mempermudah
dengan konsep media sosial ini saya
senang sekali
transisinya karena pejantan itu waktu
panennya 2 bulan. Ayam bra itu cuman 35
hari dulu. Tapi dulu 32 hari sudah
besar. Genetiknya setiap tahun kan ayam
briler kayak rubah-rubah ya. mungkin
dari stren jenis dan mungkin kebijakan
dari pabrik sendiri dan pemerintah
menggunakan atau disebut AGP atau apa
akhirnya mempengaruhi dari si genetiknya
tersebut ya. Sekarang panen juga
waktunya di 35 hari atau lebih begitu.
Jadi ada perbedaan sih sebenarnya dulu
dan kualitas pakan juga berbeda. Dulu
dari sekarang pun kalau dibilang jauh ya
jauh. dibilang enggak sih sekarang juga
ada pakan yang bagus ya tergantung kita
ikut perusahaan apa. Kalau kita
perusahaannya memang sapronaknya bagus
dari bibit dan pakannya bagus ya bagus
kalau enggak ya pertumbuhannya juga akan
strike. Corona Mas.
Corona.
Iya habis corona. Corona itu membuat
orang kan bagian banyak kan stres enggak
bisa ke mana-mana. di tengah-tum tikar,
jenengan malah untung piye ceritanya?
Lah ini
mungkin salah satu juga mukjizat ya ee
mungkin datangnya rezeki itu diberikan
saya waktu itu dan diberikan kepada
siapapun itu bagi hambanya yang mau
berusaha di saat waktu corona itu. Siapa
sih yang enggak stres? Siapa sih yang
enggak bingung? Enggak bisa ke mana ke
lockdown. Akhirnya pikiran kita itu
kalau yang bisa memaatkan kan harus
kreatif, harus keluar dari jalur zona
nyaman. tersebut. Waktu itu usaha saya
itu tetap ternak ayam lah. Ternakan kan
susah ayam enggak bisa besar karena
pakan waktu corona itu kualitasnya drop
de drop. Yang saya lakukan itu
menciptakan
ramuan namanya ragil atau sebut ramuan
gila. Itu mungkin banyak penggemar saya
ini tahu ya perjalanan Ragil sebenarnya
sana bukan murni e seperti sekarang.
persen saya itu dari tekan ramuan itu
dan saya bagi-bagikan ke tetangga saya
gitu. E ramuan untuk mempercepat bobot
ayam bahasanya kayak disebut broad
promotor ya. Bahan-bahannya sederhana
sih sebenarnya seperti gula merah, ada
terasi, ada beberapa E4 seperti kita
gunakanlah kita jadikan satu dan ada
berapa unsur-unsur hara makro mikro kita
jadikan satu difermentasi kurang lebih
selama 1 minggu kita pakai diberikan ke
ayam pertama ayam saya kok berhasil saya
berikan ke tetangga-tangga ada yang mau
ada yang enggak mau. Saya juga bukan
profesor dokter yang ahli di bidangnya.
orang yang takut diracunlah ayam
sayangan gitu. Nah, tapi ada salah satu
orang yang benar-benar berjasa beliau
itu yang punya pondok daerah Jambewangi
di depat MTs Jambewangi itu mau pakai
ini. Saya enggak jual ya kasih aja.
Karena saya tuh senang lihat hasil ayam
saya itu kok bagus. Saya pengin
membagikan cerita saya dan membagian
hasil saya dari hasil ini. Beliau pakai
ternak lebih lebih lama beliau dari
daripada saya. Beliau sudah 15 tahun
atau 20 tahun ya pakai itu. Coba
iseng-iseng ya. Kok berhasil ceritanya
gitu. Berhasil datang ke sini bobot ayam
katanya naik naik besar untungnya ya.
Alhamdulillah lah. Saya dikasih tip
besar Mas. Tipnya satu amplop itu tebal
waktu dulu ya. Saya enggak hitung
pokoknya itu besar sekali. Besar buat
saya tapi enggak saya enggak mau nerima.
Terusang sayaak nerima karena beliau
punya pondok punya buat ngajian
anak-anak saya beliaunya tapi penginnya
tolong berikan kesempatan saya Mas untuk
berbagi rezeki ya. Kalau orang sudah
seperti itu kan saya kan gak enak nolak
rezeki. Saya terima, saya terima Bu.
Tapi tolong berikan ke adik-adik belikan
mungkin iqra atau apa itu. Saya memang
enggak mau karena niat saya awal juga
begitu. Saya itu juga pengin nolong.
Tapi beliaunya juga feedback-nya ke
saya. saya habis itu saya berikan ke
beliau itu orangnya ya bingung saya kan
yang pentingnya sudah nerima jadi kan ee
hak saya yang saya kasihkan kali kan itu
kan gitu dari situ
enggak tahu ya mungkin mulai dikenal
banyak orang Mediun, orang Riau, orang
Kalimantan, Sumatera tuh nelepon saya,
"Mas, ini ragilnya harga berapa?" Ya,
saya enggak jual. Kasih saya kirimkan
kasih-kasih. ternyata ada kegagalan
meletus di jalan waktu pengiriman saya
dimarahin pengiriman gitu ya karena kan
ramuannya kan bakterinya aktif dari situ
saya mulai berpikir sampai produknya itu
bisa diterima dan waktu itu karena saya
kasihkan orang-orang enggak mau mintanya
dihargai harganya sekitar Rp35.000
untuk 1000 ekor. Orang-orang enggak
keberatan dan mungkin terhitung murah ya
untuk 1000 ekor dengan biaya Rp35.000.
dan alhamdulillah bisa membantu berhasil
sampai sekarang. Tapi sekarang ini saya
sudah memutuskan untuk undur diri dari
buat produk-produk. Karena saya belum
berpengalaman di bidang
tersebut, masih e pikirannya karena ada
kerjaan lain dan memang sempat kemarin
tuh ada salah satu apa ya produk saya
kan masih UMKM buat tantangan ya
tersandunglah sidik-sidikit masalah
kayak BP POM dan sebagainya diperingatin
dan sebagainya kalau ini diteruskan
nanti akan bermasalah dan ya akhirnya
saya stop sampai sekarang stop nama
Ragil itu saya jadikan Kan ini markas
Ragil. Jadi sudah mengantarkan saya
Ragil ini sampai sejauh ini sudah sangat
senang, sudah sangat bangga sekali
dengan pencapaian diri saya ya. Dan
terima kasih buat teman-teman saya yang
sudah memakai produk tersebut bisa
sampai wah ke mana-mana Mas. Luar biasa.
Saya ke mana pun ada produknya. Omset
terakhir di Shopee itu hampir menyentuh
1 M dari awal sampai enggak salah 2000
23 2023 bulan 10 berhenti regulasi.
Saya takut saya awam hukum Mas ya nanti
ada apa-apa di belakang kan gitu. Itu
juga menjadi modal saya untuk menjadi ya
kontraktor kandang sekarang ini juga
diterima ya rezeki mungkin sudah ditata
ya habis ini kamu berhenti dari rakil
ininya jadi ramai diganti yang lain
begitu
[Tepuk tangan]
fokusnya di jasa
pembangunan kandang upgrade kandang
penyedia peralatan dan eduk edukasi yang
utama, Mas. Kita enggak e ya 100% jualan
gak. Jadi di sini tuh kegiatannya ya
karena saya juga ngonten ya konten di
konten saya ee di Jonam CC. Jadi orang
ngontak saya lewat TikTok, lewat
Facebook atau lewat apa itu pengin
belajar ternak di sini dari Kalimantan,
dari Sumatera, dari NTT semua saya
sediakan ini kamar-kamar untuk
istirahat. Berapa pun hari di sini saya
terima. Mau dijemput di bendahara saya
jemput. Mau dijemput di stasiun naik
kereta saya jemput, di terminal saya
jemput. Semua biaya itu gratis saya
berikan. Tidak ada gratis.
Gratis. Syukur-syukur alhamdulillah
kalau kita dapat aset. Asetnya kan yang
menonton follower saya, subscriber saya.
Senang sekali kalau saya didatangin,
Mas. Dari jauh-jauh saudara kita dari
jauh belum tentu saya bisa datang ke
sana. Jadi ini juga artinya ini
penghargaan beliau-beliau mau datang ke
sini kan itu mahal ya menurut saya tuh.
ini mahal sekali dan saya bisa
berbincang-bincang dengan tamu-tamu di
sini itu saya sebenarnya juga belajar
sama beliau karena saya sendiri itu
merasa masih kurang ya masih bodoh lah
menurut saya. Dari situ saya dapat ilmu
nih dari peternak yang datang ke sini
dari NTT, dari Sumatera, dari
Kalimantan, dari belahan ee Nusantara
itu kan kulturnya beda, cara ternaknya
beda, enggak bisa disamakan. Kalimantan
panas, Blitar dingin, NTT dekat pantai
gimana, Sumatera gimana. Itu kan beda.
Kalau kita menyamakan manajemen basis
manajemen satu ini dibawa ke sana
kayaknya agak kurang bisa terterima.
Harus beradaptasi dulu nanti kan
berantakan. Dari situ saya jadi bisa
mengembangkan untuk projject upgrade
kandang, terus bangun kandang, terus
penyedia peralatan sebut. Jadi kalau
misal di Blitar nih ngomongin ini kita
pakai lima blower karena sini dingin ya.
di sana enggak bisa minimal atau en atau
7uh dipakai enggak dipakai buat backup
ketika nanti misalkan pada waktu cuaca
panas kan di sana lebih dari 40 derajat
terus panen molor kalau sampai molor
panas enggak ada blower ini kan nanti
akan membahayakan ternaknya kekurangan
suh suhunya enggak stabil kekurangan
oksigen dan kecepatan angin nanti
mengakibatkan pertumbuhan ayam tidak
bisa normal begitu dan mengakhirkan
peternak itu bisa gagal dan panen
terbesar ee saat ini ya. Saat itu saya
ada kerjaan itu populasi di kurang lebih
di sekitar Rp300.000 300 itu ribu ekor
di daerah Jawa Barat itu peternak
mandiri kuat sekali ya finansialnya kuat
karena beliau itu dari dulu sudah
mandiri enggak salah sebelum corona itu
mandirinya beliau itu 1 juta ekor kena
corona, kena hantaman corona habis
masisnis-bisnis memang lagi drop-dropnya
waktu corona ya ini mulai bangkit
pakailah jasa kita itu terbesar ya saat
ini kontraktor di
2022 habis corona. Habis corona kan
cuman ngenalin dulunya rakitan toh, Mas.
Rakitan saya pasang-pasang ke beberapa
orang kan karena kalau rakitan kalau
pakai plastik itu kan biayanya rendah.
Habis corona uang dari mana sih kalau
kita mau upgrade ya kan mau kur misalkan
utang bank kan juga jaminannya belum
bisa selonggar sekarang. idenya itu dari
kita pakai rakitan sederhana itu
diterima sudah mulai banyak Tulungagung,
Trenggalek, Kediri, Blitar ini banyak
yang pakai jasa kita ya. Kemudian karena
rakitan ini buatnya itu lama, 1 bulan
cuman berapa kita mulai kesusahan.
Akhirnya datang salah satu investor dari
Cina nawarin ke saya untuk menyediakan
blower tersebut sekelas pabrikan dan
dengan harga yang bisa kompetitif. Jadi
peternak itu bisa beli alat dengan
kualitas pabrikan tapi harganya tidak
mahal karena konten. Sekali lagi sudah
ngonten saya di TikTok waktu itu.
TikTok-nya lagi FYPF FVP-nya booming
duman kan gitu. Mungkin bukan saya saja
yang ngonten di TikTok ya. Saya kan
TikTok itu kan juga hiburan. Hiburan
untuk masyarakat setelah corona. Mau
yang dilihat apa sih? Saya kan
lihat-lihat di TikToknya cuman gitu aja.
Juket-joget kayak K yang menarik masukin
peternakan. Ee mulai banyak yang lihat
konten saya kan pembengar di situ mulai
ngontak kontak saya. Di situlah saya
dapat konsumen sampai sekarang. Saya
jarang ngitung sih, Mas. Jarang ngitung
ya. Yang jelis kalau 1 ember, 2 ember
itu mungkin lebih I karena kan sudah
pajak rutin. Pajek enggak mungkin datang
ke sini kalau cuman satu ember kan gitu
ya. Alhamdulillah dengan adanya pajak
masuk sini juga mengedukasi saya,
memberi semangat saya untuk jauh lebih
berkembang. Langsung datang sini kayak
apa ya, Mas? Sosialisasi. Jadi, Nak saya
kan juga awam namanya usaha seperti ini
kan bukan usaha yang umum kan. Saya
jelaskan memang saya full jasa awalnya
itu besar ya akhirnya saya jelaskan di
jasa dia ngerti. Jadi alhamdulillah
dapat support juga ya. Mudah-mudahan
nanti bisa diperkenalkan untuk lebih
ranah yang lebih profesional mungkin
bisa kerja sama dengan dinas terkait
untuk dinas peternakan, pertanian Blitar
mungkin ya. Harapan saya gitu.
Mudah-mudahan
menurut saya enak dua-duanya Mas. Saya
jadi kontraktor ini ya kangen Mas sama
ternak Mas. Kangen banget. Tapi saya
menyadari bahwa sekarang tuh saya itu
lagi dibutuhkan banyak orang untuk
menangani kandang-kandangnya yang mau
dijadikan kandang ramah lingkungan atau
losos. Jadi saya misalkan mau bangun
kandang itu masih mikir-mikir. Namanya
ternak itu dari hati ke hati toh masih
ada bahasa tertentah
aja ternak mungkin kayak gimana masuk
kandang gitu. Kandang itu harus happy,
harus senang, harus membawa energi
positif lah ke kandang. itu yang namanya
kontraktor kan kadang ada hambatan di
luar-luar itu yang menghambatkan saya
itu untuk nanti duluah kan gitu karena
saya di sini juga belum tuntas tapi
suatu saat saya akan ingin ternak dan
membawa konsep baru lebih ramah
lingkungan ragil itu ojo didak ya saya
konsep saya dulu itu badannya kecil Mas
cuman bobot 49 atau 50 kil saya coba
nge-gym ya saya mengkonsumsi yang
namanya asam amino dan sebagainya
sebagai suplemen tambahan ya. Bobot
mulai naik mulai 65 sampai 70 75 ya
mulai kekarlah gitu lah. Dari situ
ceritanya saya di situ kan ada lihat
unsur-unsur asam amino, unsur kalsium
multivitamin ada situ saya pakai untuk
ragil. Jadi kan nyambung nutrisinya loh,
Mas. nutrisnya dalam itunya saya kan
semua unsur kehidupan kayak kita
manusia, tumbuhan, hewan itu butuh asam
amino kan, butuh kalsium, magnesium
semua ada. kualitas air bagaimana saya
mempelajari itu lah di situ kayak saya
ee menerapkan di ragil itu kan ada unsur
kalsium, magnesium,
terus unsur hara yang lainnya, asam
aminol lisin, metionin, trionin,
sejenisnya itu protein. Kita butuh untuk
membesarkan massa otot. Ayam kan juga
butuh membesarkan massa otot. Ya,
diambillah dikit-dikit belajar-belajar.
Walau cuman otodidak, yang penting kita
berani mencoba ya. itu alhamdulillah kok
namanya kok bisa diterima dan kalau
cuman saya aja Mas ya mungkin enggak
akan bisa sebesar ini ya. itu sekali
lagi campur tangan konsep kandang yaitu
tadi saya belajar di akun luar negeri ya
ya sudah duluan saya belajar-belajar
tapi saya rumuskan kayak di otak saya ya
saya tulis saya juga ikut nukang
sekalian walau enggak sekelas nukang
profesional mungkin hanya bantu-bantu
potong kayu paku-pakuan gitu terus
pasang-pasang terpal ya cuman cuman
begitu-itu aja tapi konsep itu ada
karena kita tahu lapangan toh kalau kita
enggak terjun lapangan mana tahu kita
hanya apa Ya, bengong di rumah,
inspirasi enggak dapat. Karena saya
sering di lapangan walau sampai sekarang
ya. Saya kan sering ke Kalimantan,
sering ke luar kota. E itu yang setiap
hari itu konsep di ide saya itu enggak
pernah mati karena tahu lapangan. Kalau
cuma di rumah kayaknya enggak bisa
berkembang sampai sekarang. Jadi
perbedaan
konsep closusos asli dengan yang saya
berikan info namanya kloses sederhana
itu memang kalau dikatakan jauh memang
jauh sekali ya. Kalau closes asli memang
konstruksinya baja bisa full cor
pembiayaannya pasti jauh lebih besar
lah. Yang saya tawarkan itu dengan
konsep konstruksi kayu kombinasi mungkin
bisa kombinasi
dengan cor begitu. Jadi harganya lebih
murah karena kebanyakan di daerah Blitar
sendiri itu kandangnya kebanyakan kayu.
Dan untuk jangka waktunya saya juga
punya kandang dari 2012 sampai sekarang
juga masih berdiri. Tapi di sini juga
harus dihitung
beban tonase. Kalau dulu kan kandang
open bebannya cuma di atas dengan per
meter kurang lebih 7 sampai 8 ekor per
meter. Kalau sekarang kan sampai 8 16
ekor per meter. Jadi ada dua kali lipat
beban tonase di situ. Walau kayu
konstruksinya juga harus kuat. Nanti
kalau konstruksinya disamakan kayak
kandang open zaman dulu itu kuat tapi
umurnya cepat.
Perbandingannya ya mungkin 20.000
ekor itu kalau dihitung
anggaran kurang lebih di ya kurang
mungkin 2 M. Kalau close host asli ini
hitungan kan beda kontraktor beda
hitungan ya menurut saya kok ee
kontraktor memang asli itu 2 M. Kalau di
tempat kita dengan konsep closes
sederhana konstruksi kayu cor Rp20.000
R000 mungkin di anggaran sekitar 700
mungkin besar-besarnya 800 ya itu dengan
kosana ya ada kan beda-beda ada yang ada
kayu ada yang vulcor ya kalau mungkin
agak lebih bagus ya ini sekali lagi kan
populasi sudah agak besar ya jangan
terlalu murah-murah mungkin anggaran di
1-an begitu atau 1 m,2 itu sudah sangat
bagus
pertama ya pasti kan jantungnya nya
kandang closes itu kan di blower.
Kemudian untuk suhu pendingin itu
seldeck ya. Untuk penyesuaian suhu
misalnya butuh suhu panas itu ya
pemanas. Terus panel sebagai kontrol
untuk mengatur semua ini kan kita butuh
namanya panel. Ada menggunakan terpal
terus ada tempat minum, tempat pakan ya
macamnya banyak. Kalau kita turuti
semuanya sangat banyak sekali. Ee karena
fasilitas tersebut kita mungkin pakai
yang sesuai aja. Kalau kita nurutin
kebutuhan semuanya ya kayaknya banyak
sekali harus kita pakai. Kalau kita
pakai yang konsep kita sederhana misal
gini ya contohnya ini ada tempat minum
di atasnya harus ada besi supaya lurus
supaya enggak bengkok-bengkok ya. Karena
biayanya sekali lagi ditekan besinya
dihilangin dulu lah. Kalau dihilangin
pasti itu kan menekan biaya. Kalau pakai
besi itu harus pakai seling ke atas,
harus pakai handw itu enggak cukup R1
juta. Itu berapa jalur dikalikan berapa
lantai itu banyak. Nah, karena ini
konsepnya sederhana itu bisa ditekan di
hal-hal seperti itu. Tapi fungsinya kan
sama untuk tempat minum. Cuman saya
berikan ke peternak ini kan namanya
modalnya itu modal sederhana. Kalau ada
rezeki suatu saat panen ke depan,
belikan besi. Jadi tidak besar di awal
nanti dilengkapin. Misal yang dibutuhkan
peternak itu penginnya panel IoT, tapi
uangnya sekarang masih bisa beli panel
basic. Fungsinya secara fungsi juga
sama-sama untuk mengontrol blower ya.
Kalau pengin IoT sekarang enggak ada
duit ya pakai basic dulu. Nanti kalau
panen biar ayam yang belikan IoT-nya.
itu kan menjelaskan ke konsumen itu
lebih enak kan, lebih bisa diterima.
Kandang yang saya konsep ini saya
berjalan ya sampai saat ini mungkin
belum ada 5 tahun Mas ya. Itu masih
kuat, masih bagus ya. K saya ke peternak
itu bilangnya ya sekitar 5 tahun
awet-awetnya 10 tahun gitu kan. Kalau
bisa ke peternak itu mungkin tahun
ketiga sudah balik ke HP semuah modal
semuanya. Nah, dengan konsep ini. Jadi
kalau konsep sederhana itu misalkan
modalnya cepat balik kan peternak kan
jadi mikir. Namanya pengusaha butuh ada
yang punya konsep nih modal sitik balik
cepat hasile gede. Nah itu yo pasti
senang. Lah ada juga yang peternak yang
mikirnya yang penginnya awet ya pasti
kan beda. Ini bukan segmen saya. Berarti
nanti arahnya ke closesos beneran
mungkin bisa diturunkan ke anak cucu
atau pikirannya biar enggak bolak-balik
menain maintenance dan sebagainya. Itu
itu yang bagus memang closos yang
beneran. Kalau saya kan saya minimkan
untuk 5 tahun. Kenapa kok saya bilang 5
tahun? Biar ada namanya biaya
maintenance biar perawatan terus.
namanya dipakai kerja kan kalau kita
mungkin sudah ngasih konsep sederhana
bilangnya ini Pak 10 tahun orangnya oh
10 tahun gak akan rusak kan mikirnya
orang kan menggampangkan kan gitu ya
sebenarnya bisa sih di 10 tahun tapi
kalau nanti ada di jalan kayak
mencuekkan lah karena pikirannya itu
sudah awet ya trouble trouble di situ
kita memberikan ke konsumen itu ya 5
tahun sambil jalan misalkan tambel sulam
atau apa itu kita bilang gitu ya, enggak
mungkinlah kita maintenan baja samaan
kayu kan enggak sama. Mainten kayu kan
mungkin ada yang patah pasti kan
logikanya ada yang patah itu kan cuman
butuh kayu berapan gitu. Kalau
maintenance kandang yang mungkin cor
baja itu kan awet ya. Itu modal awal di
besarnya. Kalau jangan-jangan sama
mungkin emang enggak sama sih kayaknya
ya beda beda konstruksi ya. Tapi secara
hitungan gimana ya untuk jangka panjang
mungkin bisa dikatakan benar karena kita
sekali lagi ya ini terjun masih belum
ada 5 tahun kalau kita bilang ini 10
tahun kita bohongkan ke sen. Kita aja
usahakan masih sekian kan gitu begitu.
Baik, untuk ternak pemula saya katakan
awal itu peternak pengin merasakan
untung, bisa dikerjakan sendiri dan
masih gampang perawatannya. E saya
memberikan hitungan ke konsumen adalah
di 5.000 ekor. Karena 5.000 ekor itu
bisa ditanganin satu orang. Dan 5.000
ekor katakanlah kalau di Blitar sini
keuntungan ya per ekornya dapat 4 sampai
R5.000 per ekornya. Kalau dikali 5.000
di atas R juta kan kita kerja di desa
kerjaan apa yang menghasilkan R juta?
Iya ini kan. Nah di situ dan kemitraan
sendiri kalau misalkan kurang dari angka
tersebut mungkin tidak akan masuk di
daftar masuk kemitraan. Biasanya kan ada
minimal mungkin sekarang ya kemitraan
saya enggak menyamakan ya ee memang ada
beberapa kemitraan tuh kalau closes
minimal 5.000 gitu dan konsumsi
listriknya juga akan berimbang begitu di
5.000 di pembiayaan di keuntungan sama
operasional ini berimbang tidak terlalu
berat kan di modal awal begitu Mas
R5.000 1000 dengan luasan kurang lebih 6
* 30 dua lantai
[Musik]
kok 50% 10% aja udah keuntungan peternak
mungkin ya sekitar segitu ya ee atau
disebut depresi depresi di segitu banyak
sekali 50% ini jelas kita rugi total ya
ee mungkin depresinya di atas di 4% lah
itu sudah keras mas sebenarnya kalau
kita hitung-hitungan kerja sama dengan
kemitraan itu mungkin 10% sih, Mas. 10%
itu sudah
nafas kita itu
kayak di ujung tanduk ya kayaknya
seperti itu gambarannya ya. ee
tergantung tadi kita kalau ikut
kemitraan peternakan ini kan kontrak
sama mitra beda. Dia akan berpengaruh
begini misalkan diambil dari depresinya
terus jumlah populasinya
cara menghitungnya ini banyak terus
pakan dan sebagainya lah. Untuk sekarang
gini itu tergantung mindset kita sebagai
pengusaha ya. Semua itu punya
keuntungan sendi-sendi ya. Kalau pengin
untungnya agak kerasa mungkin jawabannya
mandiri. Kita bebas menentukan kapan isi
ayam, kapan kita mau panen. Kan gitu
tidak terikat sama sekali. Tapi harus
punya market, harus punya pasar, harus
bisa jual ayamnya. Udah mandiri enggak
ngerti jualnya kan nanti kan susah lah.
Kalau kemitraan kan dia dikasih mudah
kan. Kalau pakan dari sana, DOC dari
sana, panen pun dari kemitraan. ee
termasuk obat-obatan vitamin juga dari
mereka. Ayam sakit misalkan sakit juga
ada perhatian dari kemitraan. Nah, kalau
mandiri misalkan juga ada ayam sakit ee
peternaknya kurang paham untuk
menanganinya tanya siapa kan gitu. Kalau
ada kemitraan gampang lah. Di situ kan
pasti ada perbedaan untuk penghasilan.
Kalau ingin besar dengan resiko besar
pula mandiri. Eah tanpa terkait dengan
kemitraan. Kalau istilahnya kita cari
aman, batas aman ya sudah terjadwal
cikinnya berapa ekor, tanggalnya berapa,
semua sudah dikasih kemitraan tinggal
dipelihara yang baik dan benar. Ya,
kalau enggak dipelihara baik dan benar
nanti pada waktu panen tidak berhasil
ya. Itu nanti akan ada nyamannya kan
pasti kan bagi hasil di sini. kemitraan
kan juga jual di, jual pakan, jual obat
pasti kan dinaikkan ya kurang lebih
mungkin hampir 50-50 lah untuk
keuntungan dari peternak dan mitra itu
kalau dibilang ancaman mungkin bisa juga
tapi mungkin juga tidak. Di sisi lain
kita di Blitar sendiri ya juga kerja
sama dengan kemitraan Popan dalam bidang
apa kan banyak peternaknya yang
kecil-kecil. Nah, di situ juga banyak
kita kerjakan lah. Misalkan pan mau ikut
borong dan sebagainya. Itu kan
tergantung konsumen. Kalau toh mereka
borong terus kenal kita, kita juga
sering diajak kerja sama karena mereka
bukan pemborong kandang karena mereka
kemitraan. Sebenarnya mereka itu juga
butuh kita. Nah, kenapa kok kita di
Blitar nih khususnya alhamdulillah.
Alhamdulillah. Saya juga ternaknya Wpwan
dulu mantan ternaknya Wokwan ya. Saya
dapat lampu hijau. Jadi kayak kita
ngerjakan ternaknya poppan juga
ternaknya Ciomas juga itu malah ee saya
senang ee enggak ada yang namanya oh e
dihalang-halangin apa mungkin konsep
saya itu bisa diterima oleh kemitraan
dengan konsep sederhana dana sekian
modal sekian ternaknya bisa ee produksi
ayamnya karena kandang klosesnya sudah
terjadi lah. Sedangkan kemitraan sendiri
itu, Mas, untuk mewajibkan ternak
upgrade lah kandang klosos itu juga
enggak gampang. Nah, datanglah kita
untuk menyadarkan ke-peternak itu untuk
upgrade sekelas sederhana. Akhirnya
ternak-terak itu sekarang alhamdulillah
mungkin di Blitar ya 90% sudah pindah ke
close host. Kalau bilang ancaman bisa
jadi tadi ya. Kalau enggak ancaman
sebenarnya kita kerja sama gitu juga.
kerja sama tapi tidak mengikat. Jadi
selama perjalanan saya untuk membangun
channel Conam Sense di YouTube, di
TikTok, di berbagai media sosial lainnya
itu memang saya dapat support dari
peternak dan di-support untuk membuat
grup ee namanya grup peternak hebat
nusantara tersebut. Dan akhirnya
sekarang benar-benar digemari sampai
sekarang ada merchandise berupa jaket,
berupa kaos yang setiap hari itu bisa
update. Kalau saya lagi tidak sibuk,
saya akan mengeluarkan merchandes-merjes
khusus yang ini supaya apa sih? Ketika
ketemu saya, saya berikan. Ketemu saya
di jalan, misalnya saya naik mobil ada
tulisan 6 cc kirim alamat saya kasih.
Jadi itulah bentuk. Terima kasih saya
yang sudah menonton channel saya walau
enggak banyak.
Itulah ee bentuk support saya dan
peternak hebat nusantara ini sudah
tersebar di manaun di Kalimantan, di
NTT, di Papua ada di Sumatera, Bali ya
sampai di pulau-pulau kecil mungkin ada
ya. Saya hubungannya yang ternak itu
insyaallah untuk peternak ayam khususnya
Brolyar ini kita terjaring sudah ee
ribuan peternak. Saya juga terima kasih
sampai saat ini peternak Ibat Nusantara
bisa diterima dan menjadi nama yang
besar karena berkat teman-teman Peternak
Hebat Nusantara yang senantiasa selalu
mengikuti perjalanan Conam Sense dari
hari ke hari, tahun ke tahun.
Menurut saya itu memang menjadi peternak
itu enggak gampang. Apa-apa itu jangan
dianggap instan ya. kita melihat sesuatu
lihat dari kontennya Cona atau konten
yang lain itu misalkan bangun kandang
sekian dengan sekian itu sudah mikirnya
ausat sudah pajero pajero rubikon
rubikon kan gitu itu banyak sekali
mungkin ini sedikit timbulan ya supaya
pikirannya tidak terlalu instan akhirnya
ya menjadikan kita itu terlalu nyaman di
zona ini menggampangkan sesuatu padahal
ini juga enggak gampang jadi harus
benar-benar ditekun
dipelajari
dari step by step karena setiap periode,
setiap musim itu beda. Setiap tahun pun
ada perubahan. Dulu ternak itu mungkin
bisa dikatakan gampang. Sekarang kenapa
harus closes? Karena jika cuaca begini
sudah gling dan sebagainya, penyebaran
virus bakteri itu sangat cepat. Makanya
dibutuhkan glos. Belum tahun depan nanti
kita kan gak tahu. Pada hari itu ee
selalulah belajar. Enggak ada peternak
yang benar-benar pintar di sini. Enggak
ada satu yang benar-benar mewakili. Saya
itu paling jago di sini. Kita itu
belajar semuanya. Ayo terus membuat
inovasi yang baru di bidang peternakan
ini. Karena kita tidak bisa melawan yang
namanya perkembangan zaman. Kita harus
mengikuti arahnya zaman bagaimana.
Negatif kita hilangkan, positif kita
majukan. Begitu, Mas. Saya Conam Sense
dari Dusun Sumberjo Jambewangi RT 1 RW9
Kecamatan Selopuro, Blitar, Jawa Timur.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.