Transcript
q5TdUg_MVKI • Kerjaan SEPELE Cuan GEDE, Omzet 8 Juta Sehari, Cocok Untuk Gen Z!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0603_q5TdUg_MVKI.txt
Kind: captions
Language: id
Sebenarnya saya kecil tuh juga usaha,
Mas. Usaha kecil-kecilan waktu masih
kecil.
Masih kecil usaha.
Usaha saya tuh TK kalau enggak SD itu
sudah jualan
TK.
Iya, benar. Itu
TK usaha apa, Mas?
Oh, iya. Ternyata karya itu sangat
membantu dan membawa rezeki.
Oh, gitu.
Ee mempekerjakan orang-orang yang mau
bekerja, yang enggak bisa diterima kerja
di mana pun. Ayo kalau mau kerja ya
semoga penting niat, jujur kayak gitu.
Oh, memang gitu.
Iya.
Tapi kalau usia itu enggak masalah.
Usia enggak masalah, Mas. Hampir 80%
sepuh tempat saya. Benar. Saya kayak
ngopeni bapak-bapak.
Sepuh itu umurnya berapa?
40 tahun.
40 tahunan. Ada yang 50, ada yang 60.
Oh iya toh. 40 50 60 tahun kerja di
tempatmu.
Iya benar Mas. Kan ee 20 karyawan ya. 20
karyawan. Kalau omset harian boleh di
sekitar piro, Mas? Omset harian?
Omset harian sekitar 7 antara 5 sampai
8.
5 sampai 8. Kartu bulanan sekitar 150
200 ya.
Iya. Kalau profit masih oke.
Masih oke ya.
Kalau menurut saya
ya sama gaji-gaji saya ya alhamdulillah
masih banyak profitnya. Susah sendirilah
sama gaji-gaji yang dulu masih banyak
profit ini ya.
Maksudnya enggak sampai minus lah ya.
Enggak sampai minus. Iya gitu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Mas Pulung
sudah hadir di studio pecah telur.
Sama-sama, Mas. Saya senang sekali ini,
Mas.
Jenengan ini berarti apa? Pengusaha air
gitu ya.
Boleh dibilang begitu ya?
Boleh dibilang seperti itu. Pengusaha
yang jualan air.
Oh, pengusaha jualan air.
Iya.
Ee saat ini ee omsetnya juga lumayan
nih, ratusan juga nih ya bulanan. Terus
kemudian juga
alhamdulillah
karyawannya ada 20 orang.
Iya, benar. Usia?
Usia sekarang 31. Wih, masih muda loh,
Mas.
Ya, alhamdulillah. Sebenarnya yang lebih
mudah banyak juga.
Oh,
nah. Oke. Nah, kita coba runut dari awal
ya biar ee biar ngenah gitu ya.
Nah, sebenarnya Mas Pulung ini berasal
dari daerah mana?
Saya asli Putra Blitar.
Oh, Blitar.
Blitar. Nggih.
Terus kemudian kok kalau enggak salah
saya pernah ee tahu kerja di Jakarta.
Ya,
betul. Jadi awal saya itu dulu ee kuliah
ya, kuliah saya di Surabaya.
Oke.
Selesai kuliah saya belum sempat ee
wisuda waktu itu. Alhamdulillah saya
sudah keterima kerja.
Hm.
Dan saya punya prinsip gini. Pekerjaan
pertama yang saya dapatkan saya ambil
waktu itu. Entah itu pekerjaan apapun
saya ambil dan kebetulan saya keterima
di salah satu perusahaan multinasional
perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.
Berarti bagus dong
multinasional kok. Alhamdulillah. Tapi
saya mulai dari benar-benar dari bawah,
Mas.
Maksudnya pekerjaan pertama yang didapat
itu maksudnya ngelamar banyak begitu
terus mana-mana yang kemudian direspon
diterima begitu ya.
Iya. Yang seperti apaima yang menerima
saya pertama kali saya ambil
langsung kan kadang-kadang biasanya ada
yang
ee diterima aku enggak cocok aku cari
lain lah. Banyak juga tuh teman-temannya
gitu.
Sudah diterima tapi enggak enggak
diambil gitu. banyak. Saya prinsipnya
pekerjaan pertama yang mau menerima
saya, saya ambil.
Oke. Nah, bukannya ketika kita ngelamar
itu sudah sesuai dengan yang kita mau,
Mas. Masa ada ngelamar tapi tidak sesuai
dengan yang dimau gitu.
Ada juga ya.
Ada juga. Karena kan kalau saya
sebenarnya dulu awal ee karena
pengetahuan tentang apa namanya
perusahaan tuh juga ee mungkin ada
perusahaan asing ya, maksudnya asing itu
enggak tahu ini dari mana
terus ikut Job Fireire kayak gitu. kita
asal ngelamar waktu itu. Asal ngelamar.
Tapi sebelum saya ngelamar itu juga ee
profiling dulu lihat oh ternyata
perusahaan ini ee benefit gitu.
Seperti itu.
Siap. Berarti memang ada kebiasaan juga
di teman-teman kita boleh dibilang Gen
Mas ya.
Gen itu juga kalau ngelamar
kadang-kadang asal ngelamar ya Mas ya.
Iya
betul ya. saya ee saya kan juga ee
pengalaman sama bukan saya bukan tapi
saya juga ee menerima lamaran
dari teman-teman yang mau lamar saya
buka lowongan kerja iya saya analisis
wah ternyata teman-teman yang baru-baru
ini pilih-pilih gitu
oh gitu
banyak yang pilih-pilih padahal ee
sayang padahal belum tahu juga kerjanya
seperti apa. Kok
sering Mas jadi saya itu ee udah ini
orang cocok nih saya sudah cocok sama
dia.
Tak panggil besok kerja ya. Oke, Mas.
Besok kerja saya tunggu enggak ada
balasan. Enggak ada balasan sore kayak
gitu. Tiba-tiba
diblok.
Oh, diblok malah.
Iya, diblok. I wong kerja aja belum kan
gimana ya. Masa ee kerja aja belum
udah e istilahnya melakukan seperti itu
kan kurang pantas gitu loh.
Iya, betul. Jadi bukan hanya kita yang
memilih ya, mereka yang memilih kita ya.
Iya. Juga.
Padahal kan juga kalau kalau mungkin
kalau di ibukota gitu ya mungkin banyak
ya pilihannya. Oh. apa kayak
kesempatannya banyak.
Tapi kalau di daerah kan enggak sebanyak
yang di kota ya, Mas. Sebenarnya ya.
Sebenarnya enggak banyak yang ada di
kota sih.
Heeh. Tapi mereka tetap pilih-pilih ya.
Tetap pilih-pilih karena ya itu tadi
mungkin asal-asal ngelamar enggak tahu.
Saya interview itu ya,
Mas. Tahu lawangan yang dilamar?
Sebentar, Mas. Aku lupa ya.
Iya tah pernah.
Iya pernah ber niat
niat kerja kerja apa enggak? Iya. Ya
sudah aku pasti wis
enggak enggak lah enggak terim lah.
Dia enggak tahu posisi yang dilamar apa
gitu ya.
saya sudah ini ngajak dia ayo interview
dulu gitu akhirnya ya sudahlah ini
enggak niat ini kayak ini.
Nah kemudian Masnya keterima di
perusahaan apa boleh dibilang Mas
ya di Amerta Indo itu perusahaan itu
ee Otsuka perusahaannya Otsuka itu
perusahaan produsen Pocariswet.
Oh
Soy FM Ciki.
Wih, perusahaan besar itu, Mas.
Iya, di situ perusahaan Jepang. Jadi
saya belajar banyak pertama kerja di
situ.
Oh
memang pekerjaan istilahnya ee
budaya-budaya Jepang bersih, tempatnya
bersih, disiplin.
Iya.
Semua di saya belajar di situ.
Oke. Oke. Posisi pertama sebagai apa?
Posisi pertama saya angkat-angkat, Mas.
Oh, angkat-angkat.
Iya. Jadi helper,
pembantunya sopir saya dulu itu.
Pembantunya sopir. Kernet. Oh, bukan ya?
Iya. Kernet. Iya. Angkat-angkat barang
ya. Jadi waktu itu saya di Jakarta
Tangar ee ek ekspektasi saya wah keren
nih kerjaan di Jakarta gitu.
Iya dong anak lokal anak daerah ke
Jakarta keren gitu.
Keren gitu. Ternyata setelah saya ke
sana wah kerjaannya benar-benar mulai
dari nol ini. Angkat-angkat jadi ada
tumpukan karton dus-dusan itu. Saya
angkat saya panggul di belakang dari ee
truk gitu ya. Dari truk saya kirim ke
toko-toko seperti itu.
Oh ngecer gitu ya?
Ngecer. Iya.
ke warung-warung gitu. Wis pokoknya
setiap hari seperti itu tak jalani wis.
Tapi ya saya punya niat ya itu tadi
pertama pekerjaan yang saya yang
menerima saya ambil
karena itu buat dasar pengalaman saya
Mas nanti Mas
jurusan apa dulu waktu kuliah?
Jurusan manajemen.
Oh jadi agak relate juga ya pokoknya
bisnis kan
manajemen masuk gitu ya. He he.
Berapa lama kerja di situ?
1 tahun.
Hm.
Kurang lebih 1 tahun waktu itu.
Bano tetap sebagai apa tadi? helper tadi
atau ada pindah-pindah defisi?
E, jadi setelah saya jadi helper kalau
kurang lebih 3 bulan waktu itu
saya dipromosikan jadi sales.
Hm.
Jadi naik sedikit, Mas.
Naik,
naik dikit. Saya belajar banyak terus
saya akhirnya dipercaya jadi sales. Saya
belajar nyeles pertama ya di situ. Awal
saya bukan apa gak punya basic sales,
Mas. He
karena saya kan ee ya senang saya
jualan, tapi benar-benar di dunia sales,
oh ternyata sales itu seperti ini. Yaitu
saya belajar dari
dari situ ya.
Di Suuka itu tadi seper
eh sales-nya apa? Kalau di ODSA pada
sales ke door to door ke toko-toko atau
seperti apa?
Iya sales kanvas.
Oh sales kanvase.
Iya kanvas. Jadi bawa mobil bok itu. He
keliling Jakarta Tangerang belakang tuh
bawa barang. Jadi sekalian nawarin
ngecer gitu. Heeh. Heeh.
Ya, saya jalanin pokoknya. Alhamdulillah
sih. Tapi ee dengan adanya saya
pengalaman untuk ee jualan tuh oh
ternyata jualan enggak serumit ya. Yang
saya bayangkan ada caranya kayak gitu.
Gajinya banyak dong di di Jakarta.
Wah, awal dulu itu gaji itu enggak salah
enggak sampai Rp100.000 Rp100.000 gitu,
Mas. Waktu itu
sehari atau seapa?
Sehari.
Oh, itu hitungannya harian.
Hitungannya bulanan. cuman kalau
dihitung sehari segitu. Cuman kan kalau
waktu itu UMR-nya lebih dari itu
kalau kalau enggak salah.
Oh iya berarti di bawah UMR
ee pas UMR. Pas UMR cuman karena ee apa
namanya ya? Namanya sales ya Mas
pasti ada
tombok-menombok dan sebagainya seperti
itu.
Oh tombok menomboknya untuk apa? Bensin
atau apa
ya? Kadang-kadang kita salah input nih.
Ya, ternyata salah input ya kita
tanggung. Sudah biasa sih kayak gitu.
Terus ee ketika ada pelanggan, "Mas,
saya kan baru nyeles waktu awal baru
nyeles,
Mas, saya dulu dapat harga segini loh.
Kok dijual segini loh." Iya toh, Bu.
Wah,
akhirnya saya yang
menyesuaikan dulu awalnya. Akhirnya kita
rubah sesuai ee apa harganya seperti
itu.
Jadi memang
akhirnya nombok dikit gitu,
nombok-nombok dikit seperti itu.
Biar dapat pelanggan kan gitu.
Biar dapat pelanggan.
Kalau enggak gitu kan enggak dapat
pelanggan.
Iya.
Hmm. Besar berat juga ya sales ya. Ya
lumayan. Tapi kalau sudah tahu caranya
ternyata oh kayak gini.
Oh enak gitu ya.
Iya iya iya.
Anu kemudian berakhir di sales itu atau
naik jabatan lagi?
Jadi setelah jadi helper saya promosi
jadi sales. He he.
Selama setahun. Nah kebetulan saya
pindah Mas. Pindah kerja.
Oh di pindah perusahaan.
Pindah perusahaan saya langsung pindah.
Ya, itu sama eh di FMJG juga di salah
satu apa namanya eh brand nasional
multinasional, perusahaan multinasional
saya pindah ke situ. Tapi
beda beda ini beda apa jabatan lah
istilahnya. Dulu saya kan di sales ini
sama-sama sales
cuman ee mirip MT manajemen Tri ini.
Hm.
Itu dulu ada namanya blue sales
eksekutif kayak gitu. naik jabatan lah
ya gitu.
Itu karena apa, Mas, kalau pindah itu?
Karena ada tawaran yang lebih menarik
atau seperti apa?
Ya, saya mikir, wah ini kayaknya aku
udah tahu nih kerja sel seperti ini dan
ee apa kayaknya aku ingin nambah ini
sih, Mas, apa namanya? Ee ya buat
pengalaman selanjutnya.
dari naik ke
nah saya pengin juga punya pengalaman di
bidang supervisor di supervisor itu.
Oh sebenarnya motivasinya Mas Pulung ini
ke dalam kerja itu apa? Maksudnya kok
harusnya kan ketika kerja nyaman ya
sudah di situ aja tapi kok pindah-pindah
Masivasinya apa kerja itu?
Gini Mas saya sebenarnya punya
ee goals ya. He
gul saya sendiri. Heeh. Heeh.
Go saya sendiri tuh sebelum umur 30 saya
itu punya mimpi
H
saya ingin jadi manajer, Mas.
Oh,
saya niatin sebelum umur 30 saya bisa
jadi manajer di suatu perusahaan.
Oh, gitu
ya. Makanya saya ee ngelihat peluang
saya ambil. Saya
pokoknya menawarkan manajer tak ambil
gitu ya.
Saya ambil.
Kenapa kok punya mimpi itu? Apa
dasarnya?
Ya gini ee karena kan saya dulu
manajemen.
Oke.
Saya dulu manajemen terus saya ingin
belajar oh ternyata manajer tuh ee
jalannya sesuai dengan apa yang saya
pelajari dulu
dari perencanaan, pengelolaan, dan
lain-lain. Saya ingin belajar
seperti itu
ya biar relate juga sama jurusan saya.
Oh biar ilmunya kepakai gitu ya. Kepakai
gitu
tapi tercapai.
Alhamdulillah.
Hmm.
Di perusahaan yang kedua itu
beda lagi.
Oh, beda lagi.
Beda lagi.
Sampai berapa perusahaan berarti
pindah-pindah?
Berarti saya pindah empat kali empat
perusahaan.
Oh,
empat perusahaan.
Iya, ya. Ee mirip juga retail gitu atau
beda-beda perusahaan?
Semua sama retail. FM Chigi semua. FMigi
itu apa sih, Mas tadi? Ya kayak
ya jualan fast moving itu loh. Apa
produk-produk yang fast moving gitu.
Oh, fast moving ya. yang perputarannya
cepat, yang jajan-jajan atau apa
yang biasanya di supermarket gitu ya?
Iya, betul betul.
Perusahaannya empat-empatnya itu semua
perusahaannya sama FNI semua yang
Oh, itu satu perusahaan.
Eh, beda.
Eh, beda kan? Beda.
Yang pertama kan dari Ozuka tadi.
Ojuka. Heeh.
Heeh. Yang kedua Danon.
Danon. Oke.
Danon Aqua.
Yang ketiga beda lagi. Yang empat beda
lagi.
Beda lagi.
Beda. Beda perusahaan.
Yang terakhir deh, Mas. Terakhir apa
tuh? Di perusahaan di bagian apa berarti
yang terakhir? Terakhir saya di man saya
manajer di perusahaan orang tua.
Orang tua grup
orang tua. Berarti jualan miras berarti,
Mas.
Saya enggak bagian itu. Saya gak bagian
itu.
Oh, ada banyak toh itu.
Iya. Saya megang ee kristalin kalau
saya enggak tahu ya. K pokoknya bukan
air mineral.
Oh, air mineral. Oke oke, oke.
Istilahnya saya yang babat dulu, Mas.
Oh,
yang babat di Jawa Timur pengenalan
galon waktu itu karena kan yang botolan
sudah ada di Indomart, Alfamat. Saya
yang khusus galon buat pemasaran di Jawa
Timur.
Oh, seperti itu. Tapi berarti masuk itu
sudah bisa langsung jadi manajer ya, Mas
ya?
Enggak. Enggak bisa.
Enggak bisa ya?
I
tetap sebagai apa dulu begitu ya?
Kalau di ee OT
yang terakhir itu Heeh.
Eh, ditawarin saya kalau itu.
Oh. Oh, dicitain dari manajer karena
mungkin melihat oh ini bagus ini gitu
ya.
He, he
gajinya tinggi dong.
Alhamdulillah. manajer kok.
Tapi enggak sebanyak perusahaan ee di
perusahaan sebelumnya.
Yang ketiga.
Yang ketiga lebih banyak sebenarnya.
Yang ketiga apa?
Yang ketiga di Sampurna.
Oh, Sampurna. Oh, kan
keren Mas Iku. Itu sebagai apa di
Sampurna? Berarti
saya dari supervisor, Mas. Supervisor.
Sama-sama supervisor.
Terus alasannya pindah ke yang keempat?
Karena itu tadi terakhir kan ditawarin
juga sama teman ternyata ya
jadi manajer. Ya saya ambil aja lah.
Tapi enggak di enggak dikasih tahu
gajinya bakaran lebih kecil. atau lebih
besar gitu.
Sebenarnya dikasih tahu,
sebenarnya dikasih tahu gajinya enggak
sama sebelumnya.
Saya pikir wis saya enggak kan enggak
mikir terlalu banyak untuk gaji. Yang
penting
goals goals saya
ee saya pengin jadi manajer di umur
sebelum umur 30.
Umur 30. Walaupun gajinya lebih kecil,
tapi kecil tapi enggak banyak-banyak
bangetlah.
Oh, maksudnya ya enggak selisih banget
itu ya.
Oh, ya ya. Menarik menarik.
Nah, ketika jadi manajer apa yang wah
yang merasakan berarti golnya sudah
tercapai nih. Terus terus gimana?
Saya sudah lega, Mas. Wah, aku wis
tercapai. Alhamdulillah saya sudah jadi
manajer itu. Aku sudah ngobrol sama ayah
sama ibu. Aku sudah jadi manajer. Ee aku
sudah tercapai, Mas. Kayak gitu. Nah,
terus ee saya juga waktu itu akhirnya
kenalan banyak orang juga sesama
pengusaha terutama pengusaha di bidang
air. Karena kan saya yang jual kan air
juga galon.
Saya mitra saya itu kebanyakan juga
penjual-penjual air itu yang dijual lagi
seperti itu. Saya banyak berdiskusi,
berbincang
tentang usaha gitu. Jadi saya menarik ni
menarik nih. Ada godaan ini.
Berarti anu yang jualan air di
perusahaan yang mana? di 1 2 3 atau tiga
aja atau empat aja
yang jualan air. Kalau yang pertama
jualan air tapi air ee ee apa namanya ee
ion ee apa namanya kesehatan ya itu yang
pertama. Yang kedua mineral yang keempat
ya mineral sama
berarti keempat-empatnya berhubungan
dengan air ya memang kan
yang ketiga aja yang enggak berhubungan.
Oh yang ketiga aja yang Sampurna aja
jualan rokok. jualan rokok yang keempat
satu dua dan empat semuanya berhubungan
dengan air.
Dengan air.
Oh, memang cocok kerja di air ya?
Kayak cocok kerja di air gitu noh. Pises
ya.
Oh, begitu ya. Kalau pises air
kayaknya air ikan sama air.
Oh iya iya bisa jadi. Nah ee memutuskan
resign itu karena apa berarti
ya kan itu ee saya sudah jadi manajer
terus saya ee banyak berdiskusi sama
mitra-mitra saya itu tadi banyak usaha.
Oh ternyata gini ya usaha itu ya jualan
itu menarik juga gitu. He
wong saya dulu ee saya kenapa kok saya
enggak buka usaha sendiri wong saya bisa
jual produknya orang
kan gitu.
Akhirnya saya tertarik wah ini iya aku
juga sebenarnya saya kecil tuh juga
usaha Mas usaha kecil-kecilan waktu
masih kecil
masih kecil usaha
usaha saya tuh TK kalau enggak SD itu
sudah jualan
TK
iya benar itu
TK usaha apa, Mas?
Saya dulu suka ikan cupang.
Ikan cupang dibotolin gitu ya.
Saya jual di depan rumah, saya buka
meja, jualan gitu aja. Saya enggak mikir
ren-reno, sing yang penting aku coba
jualan lah, gitu.
TK ya, Mas ya?
Iya.
Kok ada naluri jualan ya nanti?
Enggak tahu saya kok suka banget ya
jualan gitu.
Iya iya iya.
Semua keluarga saya soalnya ee dari apa?
Wirausaha semua itu jualan. Jadi mungkin
ingin seperti orang-orang di sekitaranmu
begitu ya.
Iya gitu.
Ngular.
Nah waktu apa? waktu resign itu kan juga
banyak juga teman-teman di pecah telur
Mas yang rata-rata juga masih kerja dan
ingin resign. He he.
Cuma ada beberapa apa faktor yang perlu
dipertimbangkan kan kan kayak misal
harus punya tabungan dulu, terus punya
skill dulu.
Berarti Mas kan sudah punya skill, skill
jualan sudah ada.
He.
Berhubungan dengan air juga usahanya
enggak jauh-jauh kan berarti. Tapi kalau
tabungan apakah sudah nyiapin, Mas?
Tabungan gak nyiapin aku, Mas.
Gak nyiapin ya?
Iya. Saya enggak ee waktu itu model aja
sedikit juga karena saya itu orangnya
boros.
Boros ya?
He. Jadi selama saya kerja itu wah habis
ni Mas.
Hmm.
Habis buat apa? Ee ya makan ya minum ya
keluar jalan-jalan seperti itu. Memang
boros banget saya.
Terus akhirnya saya ya itu memutuskan
untuk resign dengan modal seadanya. Saya
jualan galon. Eh waktu itu awal bukan
jualan air dulu, Mas. Saya punya usaha
FnB.
Eh, maksudnya boros apakah karena
gajinya yang biasa-biasa aja atau
gajinya tinggi tapi boros?
Gajinya tinggi tapi ya boros.
Boros untuk anu ya mungkin
konsumtif saya
konsumtif ya. Yang paling banyak apa?
Pengeluaran makan. Saya suka makan.
Makan. Suka makan.
Iya. Yang traktir teman-teman gitu suka
juga.
Oh, traktir teman-teman.
O nongkrongnongkrong gitu
anak jaksel gitu ya.
Memang kalau di sana kan memang apa-apa
mahal ya Mas ya.
Iya. Iya, benar.
Benar ya. Apalagi kalau kita suka yang
konsumtif ya. Apalagi wis kayak wis
enggak nyisa gitu ya.
Iya. Manajemen keuangan yang kurang
saya.
Oh, berarti waktu resign malah enggak
ada enggak ada tabungan. Hanya sedikit
ya.
Sedikit ada tapi sedikit.
Hm. Boleh dibilang sampai berapa
tabungan pas waktu resain?
Waduh, dulu itu ee berapa ya? Enggak
sampai R juta ya.
Enggak sampai R juta.
Enggak sampai Rp2 juta.
Hm. Hm. Heeh.
Makanya buka usaha
FNB.
FNB?
Iya. Fn-nya apa?
Saya dulu ee katering juga jualan.
Katering juga jualan warung gitu.
Oh, di MIT.
Di Blitar.
Hm.
Terus saya belajar juga FNB. Benar-benar
saya belajar. Akhirnya saya buka FnB itu
ee yang warung sama yang katering. Dan
keduanya ini kurang beruntung.
Kenapa?
Karena gini, Mas. Usaha FnB itu menurut
saya ini menurut saya
susah. karena
banyak aspek yang dikerjakan seperti
harus ee apa namanya? Belanja
produk-produknya itu ee apa namanya?
Barang-barangnya kan harus benar-benar
dijaga.
He
kayak telur. Telur cari yang bagus nanti
kalau jelas seperti ini.
Dan juga quality control ketika masak
ya kan punya karyawan. Heeh.
Nah, untuk masak ini kadang-kadang
teman-teman kalau saya tinggal gitu
masak ya asal kayak gitu. Sebenarnya
sudah kayak saya kasih SOP ya masih
ngasal. Jadi banyak pelanggan yang ini
komplain.
He.
Tapi ya mungkin ini tantangan saya,
tantangan saya belajar di situ. Belajar
banyak juga FNB
cuapek Mas harus mikir belanja, harus
NASA dan lain-lain gitu.
Itu bentuknya outlet gitu toh?
Iya. Oh, ada outlet ada yang jaga.
Iya.
Oh,
di kayak pujasera gitu, Mas.
Pujasera. Pujasera
dulu apa namanya?
Dulu awalnya boring kitchen itu yang
catering. Yang kedua itu
nasi gila.
Nasi gila?
Iya, nasi gila.
Oh, bukan orangnya yang gila.
Karena ngurusin nasi gila enggak jadi.
Jadi orangnya ikutan gila ini.
Ikut-ikut gila ini kayak ini.
Akhirnya tutup. Keduanya.
Keduanya saya break dulu. Hm.
Saya break dulu karena memang itu tadi
sampai berapa lama? Misal setahun atau
enggak ada atau jalan hampir 2 tahun ya
saya?
Oh dua jalan ya.
He sudah jalan 2 tahun karena yang saya
apa urusin itu ya itu tadi wah saya
malah enggak ada waktu untuk pergi ke
mana. Enggak ada karena ngurusin itu
tadi.
Mungkin saya memang basic-nya
ee belum di FNB ya Mas. He
nyari ee cara kerjanya yang benar-benar
sesuai itu yang saya belum nemu waktu
itu.
Heeh.
Akhirnya saya punya keinginan buka usaha
lain waktu itu seperti itu.
Yang di air itu. Oh.
Mas itu sudah nikah atau belum toh
sampean?
Belum.
Oh belum ya.
Belum nikah. Saya.
Oh nikahnya pas akhir-akhir iniin aja ya
di air ya.
Iya.
Oh. Nah kan tadi kan dibilang nih di
tiga perusahaan sebelumnya kan
berkecimpu dengan air. Kok enggak ke air
aja langsung kok ke FNB dulu?
Ya, itu orang-orang kan banyak paling
gampang tuh buka buka usaha. Buka usaha
itu makanan paling
gampang buka usaha. Tapi ketika
dijalankan ribet-nya minta ampun.
Oh.
Oh, gitu ya. Memang ada statement itu.
Memang paling gampangnya ya kuliner gitu
ya. Hari paginya ibaratnya belanja,
sorenya sudah pegang uang kan sudah laku
gitu ya.
Iya, benar.
Tapi memang ribet ya kuliner ya.
Ribet kalau menurut saya kan beda-beda
ya. Ada juga yang berhasil. Akhirnya
saya ee memilih coba usaha yang
simpel-simpel. Jadi usaha saya yang
sekarang sebenarnya usaha sampingan saya
waktu itu.
Berarti waktu usaha kuliner belum tutup
udah usaha usaha air.
Iya. Iya. Saya biar gini mikirnya ketika
saya ini wah ini kayaknya sudah enggak
jalan,
sudah enggak jalan. Saya harus punya
opsi yang lain, usaha yang lain.
Akhirnya saya apa sih usaha yang simpel?
He.
Yang enggak ribet, yang banyak orang
butuhkan.
He
ya. Oh iya. Saya juga jualan air dulu
waktu di perusahaan. Akhirnya saya
jualan air itu.
Heeh. Waktu itu memilih usaha air apa?
Maksudnya kan banyak nih air bisa bisa
kayak beli air kemudian dijual lagi yang
kayak apa botolan itu. Heeh.
Atau seperti apa? Tercetus ide pertama
jualan air.
Iya. Jadi awal mulai saya jualan galon,
Mas.
Hm.
Jualan galon. Galon Aqua.
Galon isi ulang.
Bukan. Awal usaha itu saya jualan Aqua.
Oh, jualan. Oh, kayak datangkan air Aqua
dari distributor kok jual di
di rumah
rumahmu gitu ya?
Heeh.
Di rumah saya jual dulu kan ibu jualan
bakso.
Oh.
Saya ditampilkan di belakang
warung. Iya. Di situ. Stok enggak
banyak, Mas. Waktu itu sehari cuman eh
stok cuma 15 galon. He.
Sehari enggak mesti laku. Laku sehari
itu cuma lima yo. Lima galon. Dan
untungnya kucil.
Iya. Kan tipis kan itu kan.
Oh, tipis banget. Karena kan harga dari
distributor udah dipres sama user kan
harganya.
Betul. He he.
Untung itu cuman Rp2.000
per apa? Per galon.
Per galon. Saya paling waktu itu laku
awal itu 5 galon
sehari.
Sehari Rp10.000, Mas.
R.000.
Rp10.000 itu sudah nganter, sudah
masangkan dispenser seperti itu.
Oh, nganter, Mas.
Iya. Sak masang dispenser.
Masang dispenser.
Pelayanan prima.
Prima.
Oh, memang gitu yang di apa yang ee yang
ditonjolkan pelayanannya gitu.
Betul. Saya dulu di perusahaan sebelum
di perusahaan saya juga lakukan hal yang
sama, Mas. Soalnya
gimana
ya? Saya jual produk galon itu kan saya
ee babat kristalin waktu itu.
Saya jualan ke perumah-rumah door to
door saya edukasi ini ada produk baru
seperti ini, keulannya seperti ini.
Nanti sampean beli ini dapat ini. Nah.
Heeh.
Saya antar, saya bersihkan, saya
pasangin sekalian.
Oh. Oh ya ya ya. Wih menarik. Terus
kemudian anu meningkat dari awalnya lima
jadi berapa?
Lima meningkat 1 bulan bisa jadi 15
tambah tambah tambah tambah tambah terus
sampai sekarang gitu
berarti ee kan sekarang kalau enggak
salah usaha pengisian
ulang galon kalau enggak salah ya.
Pengisan ulang galon. Terus ada es batu.
Es batu kristal. Betul.
Iya. Nah. Awalnya berarti dari itu
jualan Aqua itu ya? Gal
awal dari Aqua itu tadi.
Terus habis itu apa lagi yang dibuka?
Habis Aqua langsung buka ini apa? Dipo
air.
Oh yang pengisian
pengisiuan
galon.
Galon. Tapi awal dulu saya enggak punya
mesin.
Hm.
Saya ngambil ke teman. Teman punya depo
air. Saya ambil
ambil. Untungnya juga nipis karena
ngambil Mas Yan. He.
Terus buka es kristal terus buka gas.
Dan sekarang banyak hampir semua
kebutuhan buat pelanggan tuh ada seperti
itu.
Oh, Bu enggak enggak cuma air-air itu
aja. Ada kayak apa ya berarti ya? Kayak
kelontong itu ya, kelontong besar gitu
ya.
Tapi fokusnya di air sama kebutuhan
pokok pokoknya. Jadi air, es batu
kristal, terus ee gas.
Heeh. Heeh.
Kita juga dulu pernah jualan beras kayak
gitu.
Seperti itu. Siap. Nah, ketemu kayak wah
ini bisa digedekan nih. Nah, itu saat
kapan, Mas? ketika usaha air ini jalan
ini gitu. Itu kapan? He
sebenarnya saya dari 1 bulan awal itu
sudah memperkirakan
hmm
wah ini ternyata jalan ya
meskipun
untungnya tipis wah tapi ini kebutuhan
pokok loh gitu loh.
Jadi saya waktu itu ya sama yang saya
lakukan door to door ke rumah-rumah tiap
hari Mas tiap hari saya itu petakan jadi
perumahan yang
ee penduduknya banyak saya datangin
dulu. Oh,
saya sebarin brosur kayak gitu.
Heeh.
Lama-lama ee pelanggannya itu
merekomendasikan ke tetangga-tetangga.
Oh,
gitu. Akhirnya ya itu dari situ mulai
bertambah, bertambah, bertambah. Itu
saya sasaran awalnya memang di
perumahan.
Hm.
Nyasaran perumahan dan lambat laun saya
punya es kristal. Es kristal kan
biasanya itu kebutuhan untuk warung,
rumah makan, kafe seperti itu. Nah, saya
menyasar juga ke rumah makan, warung,
kafe seperti itu. Heeh.
Menarik. Nah, ee saya katanya kan
karyawannya lebih dari 20 orang juga
kan.
Nah, itu mulai kayak nambah karyawan itu
setiap apa
atau ketika ada momen apa baru nambah
gitu. Jadi gini, pertama kali saya itu
buka usaha kan sendiri
selama 3 bulan.
3 bulan sendiri. Saya mikir, "Wah,
sehari aku sudah ngangkat sendiri
15, 20, 25 galon. Kalau saya sendiri,
saya enggak bisa mengembangkan apa ee ee
usaha saya, enggak bisa
ekspansi ke tempat lain karena
saya mikirin cuman
ngirim ngirim-ngirim aja gitu. Akhirnya
saya mutuskan untuk nambah satu orang
waktu itu. Satu 3 bulan awal saya
nambah satu orang
tukang angkat.
Tukang angkat bantu saya angkat-angkat
karena capek Pak.
Iya capek tapi saya ini Mas capeknya
terbayarkan gitu loh.
Oh gitu. Senang gitu ya.
Seweneng weh aku punya pelanggan.
Iya iya laku gitu ya.
Laku gitu seweneng.
Terus selanjutnya saya ee nambah-nambah
lah Mas. Jadi dari karyawan satu nambah
jadi 30 tambah terus aku cari karyawan
kedua tambah 50 seperti itu. Terus jadi
apa itu dari 1 ke 30 itu apa 30 orang
gak gak ee orderan. Oh
alah saya kira 1 30 banyak banget.
Oh jadi nambah satu orderan jadi naik 30
ya. Soalnya gini saya terus mikir oh iya
ternyata karya itu sangat membantu dan
membawa rezeki.
Oh gitu.
Saya nambah orang, pelanggan saya
nambah.
Hm.
Saya nambah orang lagi, pelanggan saya
nambah lagi. Wah, ini benar-benar kayak
nambah rezeki. Kayak memang niatnya
ee mempekerjakan orang-orang yang mau
bekerja, yang enggak bisa diterima kerja
di mana pun. Ayo kalau mau kerja ya,
semoga penting niat, jujur kayak gitu.
Oh, memang gitu.
Iya.
Ya, enggak enggak keterima kerja di
tempat orang lain.
Iya, enggak apa-apa kerja di tempat
saya. Kalau
berarti kriterianya sangat sangat apa ya
maksudnya? Low low kriteria ya, Mas ya.
Memang saya buat seperti itu biar semua
orang bisa masuk dulu.
Oh,
tapi kalau memang ada sudah indikasi
kayak tadi ee dipanggil tapi enggak
datang ya pasti
enggak attitude-nya kurang. Tapi kalau
usia itu enggak masalah.
Usia enggak masalah Mas. Hampir 80%
sepuh tempat saya itu. Benar saya kayak
ngopeni bapak-bapak.
Sepuh itu umurnya berapa?
40 tahun.
40 tahunan. Ada yang 50 ada yang 60.
Oh iya toh. 40 50 60 tahun kerja di
tempatmu.
Iya benar. Enggak kuat ngangkat, Mas.
Tapi aku e gini, umur 60 ngangkat galon
apa bisa? Oh, ternyata semangat, Mas.
Oh, iya toh.
Semangat banget. Tak tanyain, "Pak, ini
kerjanya berat loh." Wis toh enggak
apao. Aku butuh kerja, aku butuh kerjo.
Yo wis, lek sampean memang ee niat
kerja,
ayo kerja bareng, kerja sama aku gitu.
Ya wis,
seperti itu.
Kuliah angkat ya,
antar kurir.
Oh, kurir ya?
Iya. Bagian kurir kirim-kirim ya
ngangkatin sekalian kan gitu. seperti
itu ya. Aku alhamdulillah bisa
mengerjakan orang sepuh-sepuh yang susah
cari kerja saya itu.
Tapi justru amanah sepertinya
orang-orang sepuh itu kayak bisa
dipercaya begitu. Amanah enggak
neko-neko kan orang-orang sepuh itu kan.
Benar. Benar.
Hm. He.
Dibanding dengan ee yang sekarang
maksudnya dengan pemuda-pemudra yang
sekarang kan biasanya banyak pilih-pilih
memilih. Kalau yang sepuh-sepuh
dia ee karena memang kerjaan ee peluang
kerjanya sedikit,
dia mau bekerja tapi tambah lebih niat
gitu loh.
Iya, betul, betul,
betul. Dan ternyata jari tenaga juga
enggak enggak anu ya, ternyata enggak
seperti yang kita bayangkan kalau usia
50 60 bakalan lebih loyo. Enggak juga ya
realitanya pekerja kasar ikatnya kan
juga pekerja kasar ya Mas ya.
Iya.
Itu pun juga masih oke ya.
Ya. Ada satu karyawan saya itu umurnya
hampir 60.
Hampir 60 itu yang paling wuh pagi itu
jam .30 6 itu sudah berangkat rumahnya
dari padahal rumah saya ee rumah dia ke
tempat kerja itu sekitar hampir 40 menit
PP dia
40 menit jauh Mas.
Iya.
Untuk ukuran orang Mitar 40 menit jauh
guys.
Jauh.
Kalau Jakarta kan dekat ya.
Dekat.
Karena penonton kita sebagian juga orang
Jakarta.
40 menit di Blitar jauh.
Jauh.
Itu dilakoni gitu ya. dilakoni saya.
Wah, semangat banget nih. Saya sampai
kagum gitu sama karyawan saya, "Pak,
sampean enggak duwe capek toh."
"Wis kerja wis ngene iki, Mas." Gitu wis
biasa. Saya juga termotivasi. Oh,
oke. Mereka apa harian hitungannya atau
kayak gitu? Teman-teman
saya punya dua sistem, ada yang harian,
ada yang bulanan
seperti itu.
Beda treatment juga
untuk itu,
Mas. Kalau boleh dibilang dari usahamu
yang secara yang paling gede kan ada
usaha air pengisian depo itu sama
kristal. Yang paling besar yang mana,
Mas?
Ee jualannya
Heeh. Yang paling menyumbang omset.
Kalau omset itu air.
Hmm. Jangan semua air tadi.
Marginnya yang paling besar air. Cuman
untuk quantity yang paling banyak itu es
kristal.
Oh, quantity es kristal.
Iya. Tapi yang paling nyumbang omset
air. Nah, gimana maksudnya?
Iya. Jadi gini, perputaran paling cepat
di tempat saya itu es kristal, Mas.
Oke.
Ya, sehari bisa sampai 4 sampai 5 ton.
4 sampai 5 ton.
Iya. Itu
4 sampai 5 ton ini banyak ya.
Kalau sekelas kalau sekelas saya lumayan
itu sekitar 500 pek es besar. Kalau yang
kecil sekitar 1.000 pek yang kecil.
Oh, kecilnya berapa?
5 kiloan. Kalau yang kecil.
Iya. yang 10 gede 10 kiloan
10 kilo gitu.
Kalau yang kecil sampai 1000 pack.
Kalau dihitung 5 ton bisa sampai 1000
pack.
Wah banyak ya Mas ya?
Banyak. Makanya itu dan saya mikir waktu
itu saya belajar juga pelajari saya
analisis.
Iya. Iya.
Ternyata memang usaha eskital itu usaha
yang sangat-sangat dibutuhkan.
Iya. Iya.
Saat ini jadi orang usaha kayak jualan
poci Mas. Banyak yang jualan poci pasti
setiap hari pasti butuh es kristal.
Iya. Iya. Dan mereka jarang untuk nandu
ya kayak disimpan lama itu jarang ya.
Iya. Karena dia cuma dikasih bok kecil
kan
bok kecil tu enggak tahan 1 hari.
Heeh. Heeh. Heeh.
Pasti besok ambil lagi pasti itu. Hm.
Tiap hari. Jadi saya ketika sudah punya
pelanggan pasti ribet ordernya paling
banyak ya es kristal itu tadi.
Berarti ngantar juga?
Ngantar juga. Saya memang pelayanan yang
saya ee tonjolkan di pengiriman seperti
itu.
Oh. pengiriman gratis dan dia ya apa
value yang kamu tonjolkan di pengiriman
itu apa?
Kiriman gratis ongkir langsung di WA
langsung kirim.
Oh
sama itu tadi kalau ee es kristal nih
dibukakan dimasukkan ke
tisoknya juga.
Tisoknya juga
kalau galon dibersihkan, diangkatin
dimasukkan dispenser
seperti itu.
Oh pelayanan prima saya sama kuris-kurus
saya harus zaman ee apa namanya? layanan
utama seperti itu.
Hm. Yang value-nya seperti itu ya.
Iya.
Wih, keren loh ya. Itu radius berapa
kilo kalau di tempatmu?
Kalau di kota kan kecil ya, lingkup kota
itu 5 kilo. 5 kilo lebih juga bisa.
Sebenarnya saya juga sudah ekspansi ke
beberapa kota juga seperti Trenggalek,
Tulungagung, Kediri.
Cuman itu yang masih saya ekspansi kan
es kristalnya itu. Tulung
Agung juga sudah berarti ya.
Sudah.
Oh,
jadi ada beberapa pelanggan saya yang
dari Tulungagung. Jadi dari Blitar kirim
ke Tulanggung. Tapi yang kirim bukan
saya. Saya kerja sama sama yaitu apa ee
apa namanya? Pabrik. Pabrik saya.
Pabrik es kristal.
Iya. Pabrik es kristal. Ini ada
langganan saya tolong dikirim seperti
itu.
Oh. Jadi kayak apa ibarat ya? Berpartner
gitu ya?
Iya. Berpartner.
Jadi kalau ada ada pengiriman yang
mengirim partnermu yang ada di
Tulungagung.
He.
Kalau yang Tulagung daerah mana?
Eh sori. Dari Blitar Mas.
Eh gimana
pabrik yang dari Blitar ngirim ke
Tulungagung? Oh, pabriknya di Blitar.
Di Blitar. Oh, saya ini belum belum
bikin sendiri toh
untuk es kristal.
Es kristalnya saya masih joinan.
Masih ikut pabrik.
Gak bikin sendiri
rencana ya pengin sih, Mas. Cuman untuk
modalnya kan luar biasa.
Mahal ya?
Mahal.
Hmm.
Kalau 5 ton itu ya bisa 1 M.
Oh, mesinnya?
Mesinnya.
Wih, banyak ya.
Belum perizinan.
Belum apa? Pericinan.
Belum perizinan. Oh, seperti itu.
Kalau Mas itu kalau yang air depo udah
sendiri mesinnya?
Iya, kalau air depo sudah sendiri.
Kalau air mesin usiulang kan enggak
semahal
apa ee kristal
dan maintenance-nya juga lebih gampang.
Heeh. Heeh. Heeh.
Itu enggak terlalu banyak sih.
Heeh. Heeh.
Kalau air depo Mitar aja atau sampai
kota-kota lain?
Kabupaten Blitar kota. Blitar kabupaten
saya kirim.
Oh, gitu. Oke, oke, oke. Mas, kan ee 20
karyawan ya. 20 karyawan. Kalau omset
harian boleh di sekitar piro, Mas, Omset
harian?
Omset harian sekitar 7uh antara 5 sampai
8.
5 sampai 8 kartu bulanan sekitar
150, 200 ya.
Iya.
Dengan 20 orang karyawan kan, 20 orang
tim. Iya.
Terus kemudian juga
ee apa ibaratnya itu marginnya juga
tipis-tipis kan.
Tipis-tipis. Nah, itu gimana maksudnya?
Masih profitnya masih oke.
Kalau profit masih oke.
Masih oke ya kalau menurut saya
ya sama gaji-gaji saya ya alhamdulillah
masih banyak profitnya. Sisa sendirilah.
Sama gaji-gaji yang dulu masih banyak
profit ini ya.
Maksudnya enggak sampai minus lah ya.
Enggak sampai minus. Iya gitu.
Sampai cara di persentaseenya bisa
berapa persen, Mas?
Bisa dua. Kalau air ya air isi ulang itu
bisa 25%. Oh, tinggi juga ya.
Itu net profit atau gross
itu ee sudah kehitung sama eh belum gaji
karyawan.
Oh, belum gajian.
Heeh.
Tapi dengan angka ketika volumenya
semakin besar kan juga semakin gede
persentasenya ya.
Ya, cuman ada beberapa itu gini Mas ee
strategi saya memang buat strategi harga
ada yang R.000, 6.000, R8.000, ada
R.000, ada bahkan yang Rp2.000. Apa itu
air sulangnya bed
beda-beda. Pengelolaan pun beda-beda.
He.
Dan sebenarnya kan orang awam pasti
tahunya air ya.
Tapi kalau kita edukasi sebenarnya air
itu manfaatnya beda-beda.
Hmm.
Nah, ketika saya memperbesar apa ee
penjualan yang Rp10.000 untung saya
semakin besar.
Heeh. Heeh.
Itu sampai bisa 50% lebih.
Yang R10.000 itu apa bedanya yang R.000
sama yang tadi paling murah R.000 ya?
R.000.
Apa bedanya?
Di pengelolaan. Di pengelolaan. Jadi kan
kalau biasa ya seperti depoisulang
biasa. Kalau yang Rp10.000 itu kita
memang ee istilahnya premium ya. Jadi
pengelolaan itu lebih lama, lebih
prosesnya lebih panjang sehingga air
yang dihasilkan lebih bagus
kayak kayak saringannya lebih ketat gitu
ya.
Betul. Sama kita bungkus pakai plastik
lagi saya kasih tisu dalamnya jadi
kelihatan premium.
Apa itu air apa kan juga ada juga air
yang pH-nya apa itu apa ya? Air Kangen
water itu bukan ya? Beda,
beda.
Oh, beda. Enggak jualan itu Mas?
Kalau saya kalau Kang Water enggak.
Cuman ee saya punya produk sendiri
ya. Kayak mirip kayak itu.
Iya. Yang saya jual Rp2.000 itu tadi.
Oh, itu apa toh spesifikasinya? Kayak
pH-nya lebih
kalau Kangen Water saya kurang ini ya.
Kalau yang yang R.000.
Yang Rp2.000 itu kalau orang ngomong
mirip Cleo, Mas. Jadi RRO.
Oh, R e Cleo ini. Jadi
TDS-nya tuh rendah.
Oh, TDS-nya rendah. itu beda kan kalau
orang kalau orang awam ya nyebutnya air
mineral semua tapi sebenarnya bukan air
mineral itu air demineral karena memang
TDS-nya rendah menghilangkan kandungan
mineralnya seperti itu.
Hmm. Untuk apa itu berarti kalau dalam
kesehatan?
Iya ini orang awam ya. Orang awam
biasanya oh untuk kesehatan buat orang
yang jarang keluar minum itu berat orang
sakit minum itu.
Orang awam biasanya seperti itu
biar sehat gitu ya. Tapi buat sehat
beneran kan? Ya, memang kandungannya ee
kandungannya lebih ee kalau menurut saya
ya, karena diprosesnya itu lebih lama
juga.
He.
Dan juga kandungan-kandungan kotor itu
tersaring. Jadi kalau di RO itu ee
ibaratnya air yang keluar itu ketika
pemrosesan 60 yang dihasilkan 40 gitu.
Banyak yang dikeluarkan. Jadi harganya
juga lebih mahal dari tadi.
Yang 60 dibuang berarti, Mas?
Iya, airnya dibuang.
Karena itu airnya air kotor.
Yang 40 itu air bersih
yang difilter. Enggak enggak enggak
terfilter lah ibaratnya gitu ya.
Seperti itu.
Oh,
kalau air isulang yang biasa kan gak
semua dipakai airnya
karena
ee ngejar kandungan mineralnya itu tadi
seperti itu.
Sebenarnya mineral itu baik atau tidak
toh buat tubuh, Mas?
Kalau menurut saya ya kan ee beda-beda
ya, Mas ya. Kalau menurut saya
saya cocok mineral.
Oh.
Nah, karena saya itu beraktivitas di
lapangan. Cairan dalam tubuh hilang.
He
ya. Internal juga hilang. Saya akhirnya
minum air mineral buat ee menstabilkan
gitu.
Karena manfaatnya juga beda-beda
beda-beda. Ini juga mineral sebenarnya
ya.
Kalau ini Cleo de mineral.
Oh ini tadi Cleo atau bukan toh?
Kalau fit mineral.
Oh mineral. Wah ini sebat merek Mas.
Oh
enggak apa-apa yo
nanti biar masuk sebagai indus. Karena
saya tadi podcast saya kayaknya butuh
mineral Mas. Ini saya minum ya.
Minum boleh, Mas. Boleh, boleh.
Nanti podcast kan
membutuhkan banyak mineral.
Oh, gitu ya. Jadi sesuai kebutuhan
masing-masing ya. Oh,
ya. Itu salah satu strategi saya
dibanding dengan ee kompetitor sih.
Iya. Iya. I
seperti itu.
Kenapa orang milih beli air atau es
kristal di tempatmu, Mas, selain
pelayanan?
Ya, yang pertama saya itu bukanya 24
jam, Mas.
Oh, buka 24 jam. He.
Jadi, ketika orang butuh malam-malam
nih, jam . pagi jam .00 pagi datang
sudah biasa datang ke toko WA, "Mas, aku
mau ngas ya wis, Mas ambil gitu kan
karya saya ada yang tidur di tempat saya
seperti itu.
Terus yang kedua produk saya itu
bergaransi."
Bergaransi?
Iya. Jadi ketika contoh gas, gas LPG 12
kilo
sudah dikirim, dipasang orang enggak
bisa.
Heeh.
Komplain, "Mas, gasnya enggak bisa dan
lain-lain." Ternyata memang ee apa?
regulator yang rusak itu.
Dan saya terlanjur sudah buka segel yang
baru.
He
gitu. Yaitu mau enggak mau tetap saya
ganti, Mas. Meskipun harganya gas itu
kalau dihitung kan Rp200.000.
Heeh. Heeh.
Saya ganti
gas ke Rp200.000 yang yang gede.
Eh yang gede.
He.
Yang 12 kilo itu.
Heeh. Heeh. Heeh.
Seperti itu ya. itu salah satunya
bergaransi terus pelayanan kiriman dan
juga mungkin yang belum di tempat lain
saya itu kan punya komunitas
punya komunitas ee para pelanggan saya
juga saya gabungkan komunitas kalau
butuh istilahnya ee apa namanya
mempromosikan usaha seperti itu saya
juga bisa
komunitas yang cah brander itu
beda lagi
beda lag
lag apa komunitas apa ini berarti
saya punya usaha komunitas itu di
namanya cuan cuan Blitar.
Oh, Juan Blitar. Oh, banyak komunitas
ya. Ada Juan Blitar, ada Cahprener. Ada
apaagi?
Caher. Saya ikut beberapa komunitas
juga, Mas.
Oh, ikut
pengusaha juga ikut.
Oh, aktif juga ya, Mas Yo.
Alhamdulillah.
Ya, memang harus berkomunitas ya kita
kalau pengusaha ya, berjejaring ya. Oh,
kalau untuk pelanggan digabungkan kecuan
militar itu.
Iya, benar.
Banyak membernya
sebenarnya enggak semua tak ajak ya,
Mas. Karena yang memang ee
yang mau-mau aja
yang butuh. Karena di situ kan
kebanyakan orang jualan. Masuk aja
sekalian jualan enggak apa-apa. Nanti
ketika ada yang butuh ya nanti bisa kita
carikan kayak gitu. Segitu juga
itu kalau enggak salah 300-an saat baru
kok Mas. Baru saya buat juga itu
di WA gitu ya.
Heeh.
Oh iya iya iya iya.
Menarik. Nah ketika jenengan resign
waktu itu kemudian sekarang sudah punya
usaha yang sedemikian lebarlah menurut
saya bisa menaungi 20 orang. Heeh.
Apakah benar-benar ini memang sesuai
dengan yang kamu cita-citakan atau
inginkan nanti seperti ini nih atau
memang ngalir aja?
Saya tuh pengin dari kecil pengin jadi
pengusaha sebenarnya, Mas.
Jadi pengusaha karena
ee ya itu tadi background dari orang
tua, dari kakek nenek semua pengusaha.
Heeh.
Saya banyak belajar dari situ gitu. Dan
saya ee kalau ikut orang kan saya itu
orangnya ya ini kadang-kadang kalau ee
enggak sesuai ini sudah jadi enggak
cocok kayak gitu biasanya seperti itu.
Maksudku itu ketika kamu resign ketika
jadi manajer kan sesuai sudah sesuai
dengan keinginan juga
kemudian resign buka usaha FNB kemudian
kurang berhasil kemudian buka usaha air.
Nah sekarang ternyata usaha airnya
berkembang.
Iya.
Nah dalam inii sudah sesuai apa ya? Oh,
memang benar-benar cita-citaku bakalan
sebesar ini atau bahkan cita-citaku
bakalan lebih besar. Lek sampean gimana?
Termasuk yang mana?
Kalau awalnya saya enggak bayangin ya
dari usaha sekecil ee jualan ini
tiba-tiba kok bisa gede menghidupi saya
sampai saat ini. Wah, saya enggak
kepikiran waktu itu ya. Saya punya
cita-cita saya pengin jadi pengusaha
waktu itu cuma gitu saja.
Oh, gak dijelaskan pengusaha sing piye
gitu enggak ya? itu seperti itu ternyata
ya dari hal-hal kecil itu makin memang
kita fokuskan ya bisa mendapatkan yang
hasil maskimal kayak gitu.
Iya keren loh ya jualan air loh ya
siapapun kan bisa kan jualan air kan
sangat mudah ya
semua bisa semua bisa tapi juga ini Mas
ee
gampang bukanya juga untuk proses
mencari pelanggan itu belum tentu bisa
cepat apa enggaknya gitu.
Oh gitu. Kadang-kadang orang cuma
jualan, ah gampang ya jualan toko
kelontong. Penting jualan. Penting
jualan.
Nah, tapi enggak punya ee konsumen yang
benar-benar apa namanya bisa loyal gitu.
Karena kompetitor sekarang juga banyak,
Mas. Heeh. He.
Karena kompetitor banyak. Jadi kalau aku
ngelihat harus kreatif.
Hm.
Harus kreatif. Itu tadi
kalau tahapan paling penting dalam usaha
kategorinya yang umum ya kan kayak
kelontong umum ya, jualan air juga umum
ya. Yang paling penting tahapan apa,
Mas? Kreatif tadi atau yang lain?
Kalau menurut saya karena memang usaha
itu semua bisa ya, Mas.
Usaha air itu bisa. Yang
utama itu ya itu harus kreatif.
Kreatifnya dalam hal apa? Berarti
ya ee mencari apa? Jadi gini, ketika
orang buka usaha contohnya saya punya
teman, saya punya teman itu juga sama di
Arisang tapi berkembangnya lama
karena enggak tahu ternyata ee
pelanggan-pelanggannya diambil sama
kompetitor seperti itu. Dia enggak
menganalisis juga
karena sebenarnya kalau usaha airnya
juga kejam-kejam gitu, Mas.
Kejam-kejam.
Iya. Karena kan kebutuhan pokok semua
bisa jualan.
Heeh. Heeh.
Kalau enggak bisa mempertahankan
pelanggan, ya akhirnya kabur ke tempat
lain seperti itu.
Oh. Bagaimana biar tidak kabur?
Ya,
pelanggan biar tidak kabur gimana
ya? Jadi ee saya awal dulu kalau ee
mranding ya Raja Banyu itu
yang pertama itu lengkap sama terbesar
ya itu branding sendiri sih
terlengkap dan terbesar. Jadi semua
butuh. Sampean butuh apa ada di Raja
Banyu seperti itu.
Dan juga ketika sampean minta apa
langsung kita kirim seperti itu.
Jadi itu ee yang membedakan juga itu
tadi sama kompetitor.
He
seperti itu. Saya setiap bulan itu
menganalisis Mas,
menganalisis ee pesaing juga seperti
ini. Ada pesaing baru seperti ini,
wilayah seberapa seperti itu. Karena kan
kalau di sales dulu saya diajari seperti
itu. Pemetaan
apa?
Market.
Iya gitu. He
pemetaan market dan kompetitor gitu.
He
berarti boleh dibilang Mas Pulung. Eh
Mas Pulung apa ya? Mas Pulung Raja Banyu
ini market share-nya terbesar ini di
daerah Blitar ya?
Mas ya alhamdulillah
terbesar ya.
Kalau saat ini di Blitar kota ya.
Oh
di Blitar Kota.
Iya.
Kalau Blitar kabupaten
karena banyak pesaing saya belum sampai
menganalisis begitu jauh.
Oh jadi fokusnya di kota dulu ya? saat
ini di kota tapi untuk di kaputen sudah
jalan tapi kan karena luas banget bitar
itu
iya luas juga ya
saya harus mencari beberapa mitra-mitra
jadi kalau di kabupaten saya lebih
mengandalkan mitra Mas
mitra itu gimana cara kerjanya
jadi ee agen ya agen saya lebih tepatnya
jadi ketika di Kanigoro di kabupaten itu
saya cari satu ee mitra saya yang bisa
jadi penyalur saya ketika mau kirim
sesuatu
saya ajarin saya ajarin cara buka usaha
seperti ini nih kita suplly
kita suplly nanti awal kita kasih brosur
kita bagikan brosur di sekitar radius 1
kil 2 kilo seperti itu selama 1 bulan
kita ajarin
nah akhirnya mereka jalan sendiri tapi
produknya dari kita
itu saya nyari satu di kecamatan satu
terus saya nyari lagi seperti itu. Ada
aktif juga di beberapa kecamatan itu.
Ada ada berapa yang sudah jal
yang jalan sudah berapa kecamatan yang
pola seperti itu?
Kalau saat ini hampir 20 mitra ya, Mas.
Oh, banyak ya?
Heeh. Kalau mitra saya
Heeh. Heeh. Heeh.
Yang di kota juga ada.
Hm.
Ada yang pernah kayak buka sendiri gitu
enggak, Mas? Yang kemudian diajarin
ternyata dia bikin sendiri gitu. Kalau
saat ini mitra saya ada juga seperti
itu. Cuman tak bilangin ee tak infokan
kita itu kalau ee usaha itu bukan
bersaing sebenarnya.
He
bukan bersaing tapi berkolaborasi. He
itu
sebenarnya saya juga kan dulu awal buka
kan ee ambil di tempat lain
H
dari teman saya itu saya akhirnya buka
sendiri
seperti itu. Memang
ee kalau menurut saya enggak apa-apa.
Hm.
Kalau enggak apa-apa berarti saya harus
berpikir kalau dia buka sendiri saya
harus buka di sebelahnya.
Oh, gitu ya.
Buka lagi
itu buat bersaing.
Iya, iya. I
karena saya juga suka, Mas, kalau ada
persaingan-persaingan gitu ee jadi lebih
apa namanya? Kreatif juga ya. Kita harus
kreatif karena kalau enggak ada
persaingan kita jadi malas. Jadi malas
terus usaha jadi wah segitu-gitu aja.
Iya.
Tapi kalau ada persaingan nanti kita
bisa oh perang musuh ini, musuh ini,
kita bisa menang ini. Itu seru gitu loh.
Kayak jadi larinya juga lebih kencang
ya.
Iya seperti itu.
Oke, Mas Bulung terima kasih. Nah, ini
next-nya mau apa lagi nih? Ee Mas Bolong
mau apa lagi nih? Membesarkan ini atau
ada incaran lain ini?
Ya, untuk fokus di Rabat Jab Banyu ini
saya membuka yaitu mitra-mitra di ee
awal di Karesidenan terus di Jawa Timur.
Oh, Jawa Timur ya.
Iya. Makanya saya ee kuatin di
channel-channel saya, komunitas itu tadi
kan saya juga ikut beberapa komunitas di
Jawa Timur, di Blitar. Siapa yang mau
apa bekerja sama seperti itu. Keren.
Keren.
Di Raja Banyu itu sebenarnya kan Raja
Banyu juga ee saya juga punya usaha
sampingan lain-lain tapi masih saya
kembangkan seperti itu.
Siap. Siap.
Kenapa namanya Raja Banyu, Mas?
Raja Banyu. Jadi gini sebenarnya awalnya
itu enggak ini ya, Mas. enggak kepikiran
waktu itu apao yo sing ee bisa
apa namanya bisa orang terima gitu waktu
itu. Nah, saya mikir saya mikir gini,
tujuan saya apa sih? Terus saya pengin
jadi apa sih? Mikir gitu. Saya pengin
jadi pengusaha air yang besar gitu.
Akhirnya mikir, "Oh, raja raja kan
sesuatu
ee posisi tertinggi dalam suatu
wilayah."
Oh, iya iya iya. Oh,
saya pengin jadi raja ya. Raja Air
Banyu Raja Air seperti itu.
Avatar dong, Mas.
Avatar
pengendali air ya, bukan raja itu ya.
Oke, Mas Pulung terima kasih sudah
mampir di pecah telur. Semoga usahanya
makin lancar. Teman-teman yang di daerah
Mitir,
es kristal jam berapa pun ada gitu ya,
Mas ya.
Iya, betul.
Oke, terima kasih, Mas. The last apa
jeneng? Closing statement.
Closing statement. Ada enggak
ee
untuk untuk mungkin kan Mas juga ketua
komunitas cah
prener.
Cah prener kan? Iya. Barangkali mau
pesan-pesan untuk
timnya atau orang yang baru pemula
ya. Jadi kalau menurut saya ee yang ini
ya buat orang-orang yang baru mulai
usaha
penting dikerjakan dulu jangan mudah
menyerah gitu. Semua itu pasti ada
jalannya.
Hm. H
dikerjakan aja dulu seperti itu.
Dikerjakan dulu aja insyaallah nanti
ketemu jalan ya.
Mantap Mas Bulung. Terima kasih
teman-teman sudah nyimak. Sampai jumpa
di next episode. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Makasih
[Musik]