Yang Mau Nikah Muda Tonton Ini!
LLQZsFk-twU • 2025-09-25
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Saya merasa kalau saya enggak nikah
muda, mungkin untuk tujuan hidup atau
hal yang saya lakukan itu saya enggak
tahu nih harus apa. Itu kayak yang hal
yang paling yang cukup fundamental dalam
diri saya. Intinya bahwa kita tidak
pernah bisa mengubah orang lain
sekalipun itu pasangan saya, dalam
pernikahan sekalipun kamu harus merubah
diri kamu sendiri, bukan mengontrol
pasanganmu, bukan mengubah pasanganmu.
Jadi perempuan yang berdaya itu dimulai
dari diri sendiri, dimulai dari
mengenali dirimu sendiri dan kamu pasti
akan menjadi cahaya untuk orang lain.
dan cahaya orang lain itu bisa menjadi
manfaat bagi orang lain gitu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat datang Mimi.
Panggilannya Mimi kan?
Iya boleh. Tapi Anisa Nuril dulu
diperkenalkan sebagai silakan silakan
memperkenalkan diri dulu
ya. Saya Anisa Nuril. Saya memiliki
usaha konveksi Ayunda. Itu adalah
subunit dari konveksi Safa Jaya di
Moyoketen.
Oke. Ada apaagi selain konveksi itu?
Kayak banyak kan?
Em kalau dari usaha Ibu sendiri itu
memang konveksi, Mas. Tapi karena saya
sendiri mungkin yang dari awalnya hobi
terus akhirnya jadi menghasilkan itu ada
di MC, terus ada content kreator saya
juga ada itu di setiri Mimi.
Hm. L ya saya kan ngetren di kalangan
teman-teman dipanggilnya Mimi gitu ya
gara-gara disampirin Mimi itu.
Benar. Iya. personal branding yang
pertamanya lebih karena e kreator
digitalnya itu sih. Jadi saya awalnya
mimi itu adalah panggilan anak-anak
saya. Saya jadi ibu dari dua anak
laki-laki. Anak-anak tuh manggilnya Mimi
gitu. Terus akhirnya merembet ke
teman-teman
hobi, teman-teman olahraga itu
manggilnya Mimi. Biasa kan kalau
misalnya ibu-ibu itu yang sudah jadi
ibu-ibu itu mesti manggilnya mama bunda
kayak gitu terus akhirnya saya mimi
gitu.
Tuh berarti aku berarti teman-teman
manggilnya mimi enggak apa-apa. Tapi kan
enggak apa-apa
ee konsekuensinya kayak seorang
panggilan anak gitu enggak apa-apa ya
memang gitu ya. Jadi jadi branding ya
iya
kita saya manggilnya Mimi aman juga ya.
Aman.
Nah, sebelum jauh membahas usaha, ada
juga hal yang menarik nih. Ter kan Mbak
Anisa Nuril ini atau Mimi ini kan juga
bagian dari kemarin kita undang-undang
Mbak Lutfi yang ternyata punya
perkumpulan namanya PJKA kan.
Iya.
Perkumpulan
apa?
Persatuan
janda kualitas.
Aitas. Nah, sekarang kita panggil
sekretarisnya
ya. Saya sekretarisnya dari PJKA.
Nah. Oke. Oke. Ee apa ya?
Lama. Udah lama.
Kalau saya sebagai sekretaris itu 1
tahun sih, Mas.
Ee apa? Jadi single mother itu sudah
lama?
Iya. Jadi single mother saya sudah saya
1 tahun. Baru 1 tahun.
Oh gitu. Baru ya?
Iya baru 1 tahun. Terus dan karena apa
ya status itu juga datang lalu
ditawarilah itu posisi PJK. Sebenarnya
PJKA ini awalnya lebih kepada obrolan
guyon aja sih, Mas, sama Mbak Luthfi.
Karena saya sama Mbak Luthfi itu sudah
kenal lama dari Zendo itu mungkin masih
umur 1 tahun.
Masih umur 1 tahun masih anak saya itu
jadi saya niteni Zendo. Umurnya Zendo
itu sesuai dengan umur anak hampir mirip
sama umur anak saya yang pertama. Anak
saya yang pertama kan sekarang mau 11
tahun, Zindu juga kurang lebih 10 tahun.
Jadi saya masih ingat dulu pertama kali
saya order Zendo itu salah satunya
adalah ketika anak saya panas, anak saya
demam malam-malam. Pada saat itu ee ojek
online tuh sudah ada, tapi tidak bisa
meng-cover untuk kebutuhan banyak.
Bukan kebutuhan kan maksudnya enggak
semua kebutuhan bisa dico-cover sama
ojek online atau kalau enggak salah apa
malah belum ada lupa saya. Terus habis
itu saya tahu ada Zendo di Instagram.
Terus habis itu saya order, "Mas, minta
tolong belikan apa namanya obat ini,
ini, ini di apotek 24.
Terus habis itu dan dibelikan dico-cover
dulu. Jadi dibeliin dulu, dibayari sama
Zendo. Terus nanti saya tinggal bayar."
Jadi kemudahan yang pakai Zeno itu kayak
gitu. Dan salah satu dari beberapa kali
orderan itu saya masih ingat juga Mbak
Lutfi itu apa namanya ngirim. Jadi, Mbak
Lutfi yang nerima order sendiri, yang
jalanin order sendiri itu Mbak Lutfi
masih pakai motor Honda Astrea
75 yang
lama banget ya
istilahnya kalau orang-orang sekarang
itu itu Honda Kejulinu gitu itu kan
memang iya itu ee Mbak Lutfi sendiri
yang masih nyetir hujan-hujan pakai tas
ransel di depan. Jadi benar-benar pas
saya nonton podcastnya sama Mbak Lutfi
itu, wah memang perjuangannya Mbak Lutfi
itu sudah lama sekali dan benar-benar
luar biasa. Pada saat itu kan masih
nyambi
ee dosen itu toh dosen atau ngajar gitu
loh, Mas.
Kayak katanya itu kayak guru
guru tapi yang belum negeri itu apa
namanya? Sukuan.
Oh, sukuan. Iya. Oh, gitu. Jadi mungkin
itu atasnya isinya kerjaan ngajarnya itu
ya.
Nah, ini saya kasih kontak teman-teman
mungkin juga yang belum nyimak video
sebelumnya. Jadi, Sendo itu adalah kayak
layanan ojek berbasis WA ya, Mbak ya,
yang hadirnya di Tulungagung. Dan
yang dikatakan Mbak Lutfi itu adalah
ownernya dan temannya Mbak Mimi ini
namanya Mbak Nisa, Anisa Nuril ini gitu
ya.
Iya, benar. Jadi dari situ terus Mbak
Lutfi
oke
ee apa dari status saya yang single mom
dan itulah wis sekarang kamu jadi
sekretarisnya PJK.
Bentar. Tadi aku e dapat statement bahwa
anakmu sekarang usia yang paling gede.
Usia berapa tadi?
11 tahun. Mau 11?
Udah gede ya? Itu lebih gede daripada
anakku loh. Anakku baru usia 10. Berarti
nikahnya agak sudah lama berarti.
Saya nikah tahun 2013. Pada saat itu
umur saya 21 tahun.
Oh. Tergolong nikah muda ya?
Iya. Nikah muda yang tidak mudah.
Nikah muda yang
tidak mudah.
Iya. Iya gitu ya memang gitu ya.
Iya. Ee tapi ya alhamdulillah sih ee
saya merasa saya selalu ee beranggapan
bahwa Allah itu tidak mungkin memberikan
timeline hidup pada manusia itu kalau
tidak ada hikmahnya. Oke.
Jadi, setelah awal saya menikah muda
yang tidak mudah itu, tapi justru itu
yang menjadikan saya di posisi sekarang
ini. Saya bersyukur sekali bahwa nikah
muda itu walaupun dalam perjalanannya
itu juga enggak mudah, tapi malah
membuat saya itu banyak pelajaran yang
sudah saya dapat daripada teman-teman
seusia saya dalam hal pernikahan, dalam
hal mengasuh anak, dan banyak hal yang
lain. Jadi ketika teman-teman sekarang
mungkin masih ribet dengan anak kecil,
anak-anaknya yang masih kecil usia
mungkin usia TK atau mungkin paling gede
itu usia 2 tahun eh kok 2 tahun usia
kelas 2 SD. Tapi saya sudah le momen itu
tuh sudah lewat gitu. Tinggal anak-anak
yang sudah mulai usia dewasa maksudnya
usia lebih besar dan juga cukup mandiri
untuk bisa mengurus sendiri. Saya sangat
terbantu untuk itu dan akhirnya saya
bisa bukan fokus ya maksudnya saya bisa
explore karir, explore hobi yang bisa
saya lakukan itu di momen yang lebih
pas, lebih stabil gitu loh, Mas secara
mungkin paling gak kemampuan ee
finansial secara kondisi finansial,
kondisi ekonomi itu saya eksplor hal itu
tuh lebih siap gitu.
Oke. Tadi dikatakan banyak hikmahnya ya.
Nah, hikmahnya apa nih? yang paling gede
lah. Contoh
yang hikmahnya yang paling besar.
Ya gini, saya meras ee saya merasa kalau
saya enggak nikah muda, mungkin untuk
tujuan hidup atau hal yang saya lakukan
itu saya enggak tahu nih harus apa. Itu
kayak yang hal yang paling yang cukup
fundamental dalam diri saya. Saya yang
dulunya mungkin secara personality itu
cuek atau kurang bertanggung jawab
terhadap diri saya sendiri. Ketika saya
sudah dihadapkan pada tanggung jawab
sebagai istri, ketika saya sudah
dihadapkan tanggung jawab sebagai ibu,
saya akhirnya tahu nih mau ngapain dalam
hidup gitu. Itu yang hikmah yang paling
ee signifikan sih yang saya rasakan. Dan
akhirnya ee mungkin di usia saya yang 33
tahun ini akhirnya bisa sharing terhadap
hal-hal yang mungkin bisa kamu siapkan
dalam pernikahan atau paling gak apa sih
sebagai seorang wanita yang bisa kamu
lakukan untuk diri kamu sendiri untuk
akhirnya lanjut ke jenjang pernikahan
itu di insyaallah mempersiapkan
pernikahan yang lebih baik atau
pengasuhan yang lebih baik gitu.
Berarti Mimi nganjuri nikah muda.
Akhirnya setelah perjalanan itu tidak
loh. Gimana sih?
Tidak. Jadi biarlah gini hikmahnya nikah
muda itu intinya setiap timeline hidup
orang itu beda-beda.
Oh beda-beda. Tapi enggak dianjurin ya.
Kalau saya pribadi saya tidak
menganjurkan nikah muda
sama sekali. benar-benar setiap ee ccle
terdekat saya, saudara, teman-teman itu
saya selalu bilang, "Jangan nikah muda."
Oke.
Walaupun kamu perempuan, pernikahan
bukan solusi dari setiap permasalahan
hidup kamu. Kalau kamu misalnya ngerasa
hidup itu berat, kerjaan berat,
terus sekolah berat, ya mungkin kamu
perlu melihat hal lain, bukan pernikahan
dan menjadikan apa ya, relationship
goals atau punya pasangan yang gitu.
Enggak. Nikah itu kita berelasi dengan
ee orang baru dalam hidup kita itu juga
ada challenge-nya sendiri, juga ada
ujiannya sendiri. Nah, yang saya tadi
ketika Mas Agung tanya menyarankan nikah
mudah enggak? Enggak. Tapi ya itu tadi
lakukan hal lain. Benar-benar kenali
diri kamu sendiri sebelum menikah.
Lakukan apa yang kamu mau sebelum
menikah. Hobimu apa? Mungkin hobimu
selama ini kamu enggak tahu punya hobi
apa. Ya, kamu carilah hobi. Ketemui apa
namanya
komunitas atau apapun lakukan hal baru
gitu.
Terus kok dulu nikah muda? Kenapa?
Ee mungkin gini sih awalnya kenapa saya
nikah muda? Yang pertama sudah capek
sakit hati.
Capek sakit hati?
Iya. Capek sakit hati
maksudnya.
Em jadi gini namanya pada saat itu saya
tuh kayak suka sama masih malu sih. Tapi
enggak apa-apa. Tapi gini tapi mungkin
ini setiap timeline hidup setiap
perempuan
itu akan mengalami momen-momen seperti
ini. ABG, remaja, dewasa muda itu akan
mengalami galau, krisis identitas atau
apapun. Pada masa itu saya di di tahun
2013 dan sebelumnya itu saya tuh kayak
sering naksir orang gitu tapi enggak
kesampaian gitu loh, Mas.
Oh, sering bertepuk sebelah tangan.
Benar.
Terus akhirnya terus akhirnya saya gini,
saya curhat sama ibu. Ee hubungan saya
sama ibu cukup dekat.
Mah, aku capek nih, sakit hati. kayaknya
nanti kalau ada orang yang serius sama
saya ya udahlah nikah aja lah gitu.
Dan dari saya ngomong itu ke mama saya
curhat 1 tahun kemudian ketemulah sama
yang serius itu.
Heeh. ya yang sekarang ya ee suami saya
pada saat itu. Jadi gitu cepat sekali
pada saat itu karena ketika dan ketika
beliau ee apa mendekati itu saya
langsung pastikan nih bahwa atensi saya
tujuan saya enggak mau pacaran, nikah
aja ya udah dia dia juga dengan tujuan
yang sama ya udah ayo nikah aja gitu.
Benar saya penasaran dengan tadi yang
suka tapi sering dicuekin. Sudah
disampein berarti
oh sudah saya cegil.
Berarti sudah disampein, sudah
mengutarakan, tapi enggak ada respon
begitu.
Enggak ada respon gitu. Karena saya dulu
itu
tomboy, Mas.
Dari penampilan tomboy, terus suka heboh
sendiri. Makanya
kelihatan nih sekarang juga heboh.
Makanya di di Instagram saya juga
membranding diri sebagai ekstrovert.
Karena cukup ekstrovert makanya heboh
sendiri. Tapi mungkin style e selera
laki-laki pada saat itu tuh enggak yang
tomboi gitu ya, yang feminin-feminin.
Jadi saya enggak masuk
ee wilayah edar selera laki-laki.
Oh ya, makanya ketika disampai kemudian
direspon sakit hati.
Iya.
Oh,
begitu. Jadi
dan itu sering kayak gitu.
Oh, intinya kalau istilahnya sekarang
itu nge-fans gitu loh, Mas.
Jadi nge-fans kakak kelas terus suka
sama teman sekelas.
Sampai berapa orang lah? Sampai berapa
orang?
Ya Allah.
Karena gini, kalau ditanya berapa orang
saya itu nanti akan cukup hafal sama
timeline hidup saya.
Jadi misalnya kayak SD, oh pernah suka
main. Oh, ingat SMP saja SD ya.
Tapi enggak sih maksudnya Kak itu kan
aku suka sama ini gitu.
Iya. Tapi maksudnya mungkin pada saat
itu disampaikan atau kalau enggak gitu
ya udahlah suka aja. Tapi memang intinya
saya memang sebelum menikah itu belum
pernah kalau enggak salah untuk pacaran
itu belum pernah.
Oh.
Atau kayak pernah cuma 3 bulan dan ya
sudah selesai. Habis itu enggak pernah.
Jadi merasa bahwa ee saya sudah
tersakiti gitu. Padahal sebenarnya
enggak juga.
Padahal belum.
Padahal belum. Itu
belum ada apa-apa. Ini
belum ada apa-apa. Baru tahunya
sekarang. Baru tahunya sekarang.
Oh berarti mungkin dulu kayak mentalnya
belum kuat gitu ya.
Benar. Benar. Intine anak rumahan yang
belum explore banyak hal. Heeh. Heeh.
yang belum pernah melakukan banyak hobi.
Walaupun sebenarnya pada saat itu saya
juga kalau dibilang
ee enggak punya hobi enggak juga. Saya
pada saat itu ya suka baca, suka nulis,
suka hal-hal yang bersifat literasi saya
suka.
Saya SMA itu
em jadi ketua apa? majalah di sekolah,
kota majalah di sekolah. Terus pernah
liputan juga misalnya kayak ke Kediri.
He.
Saya pernah pada saat SMA itu di
Tulungagung itu kan belum ada toko buku.
Belum ada toko buku. Jadi misalnya ada
toko buku besar itu kan keluar kota dan
pada saat itu ketika tahu
sampai sekarang lah itu yau enggak ada
toko buku.
Iya itu menyedihkan sih sebenarnya.
Pernah ada satu kali tapi bangkrut.
Iya benar itu disesalkan sekali. Iya. I.
Jadi em saya pernah jadi ee Raditi
Raditi podcast
ternama
terluar biasanya di Indonesia itu saya
nge-fan sama Bang Radit itu dari kelas 2
SMA, Mas.
Tapi senang juga sama Mas Radit?
Loh, suka saya punya bukunya
Masnya mengutarakan perasaan Mas Raden
tadi katanya suka nge-fend diutarakan
perasaan. Beda ya ini ya.
Gampang-gampang itu teknik emosional.
Oh, i ya. Tapi saya ee kenal Bang Radit
itu dari kelas 2 SMA.
Pada saat itu kakak saya itu sudah e
sepupu saya sudah kuliah, ada informasi
eh ini ada acara bedah bukunya Raditi
Dika. Kakak saya tahu kalau saya
nge-fan. Intinya saya tuh kalau suka
nge-fans sama orang itu mesti ketahuan,
mesti kayak bukan tipe yang diam-diam
itu enggak
kayak totalitas gitu ya
atau Iya. Dan kalau enggak gitu ee
paling enggak saya mesti curhat sama
orang dan akhirnya heboh sendiri gitu
loh, Mas. He.
Jadi pas saya ngfan sama Radia itu ee
sepupu saya tahu ngasih info sama saya,
saya bela-belain ke Malang. Jadi kelas 2
SMA itu pada saat itu mungkin kalau
sekarang anak sekarang sudah biasa ya,
tapi pada saat itu teman-teman saya tuh
bukan tipe yang berani untuk keluar kota
naik kendaraan umum sendiri gitu enggak.
Jadi saya sudah naik kendaraan umum
sendiri, nonton Bang Radit, minta tanda
tangan, sempat juga ngobrol
kayak mengajukan pertanyaan gitu. Jadi
kayak misalnya di forum itu siapa yang
mau tanya? Saya langsung aja. Heeh. Biar
dapat kesempatan dinotis gitu lah
istilahnya sekarang kayak gitu dulu.
Berarti artinya juga bukan anak rumahan
banget ya.
Iya. Cuma
tapi mungkin belum dapat kerasnya dunia
lah ya.
Benar.
Belum berbenturan dengan kerasnya dunia.
Iya.
Singkat cerita kok ee ketemu dengan yang
ini yang apa yang jadi suaminya
ee mantan suami.
Mantan suami.
Jadi akhirnya jadi e mama saya mama dan
ayah itu mama itu mama itu kan usahnya
konveksi,
ayah itu tembakau.
Nah ee kita itu selalu ada momen untuk
kirim barang apalagi tembakaunya ayah
itu kirim barang ke luar kota.
Nah ketika kirim barang ke luar kota itu
ada sopirnya, ada sopir langganannya
ayah. Nah, itu sopir langganannya ayah
itu juga sopir langganannya
ee Mas Suami dulu. Jadi, dulu itu produk
konveksinya
bapaknya anak-anak itu dikirim langsung
bawa pickup. Jadi, bukan pakai
ekspedisi. Kalau sekarang kan sudah ada
ekspedisi yang karungan gitu, jadi
enggak perlu dikirim sendiri. Kalau dulu
tipenya yang dikirim langsung. Jadi dari
ee Pak D ini saya manggilnya Pak D. dari
Pak De ini saling kenal nih
Pak De Sopir berarti ya.
Pak De Sopir ini saling kenal. Jadi oh
iki bos podo-podo bose istilahnya
podo-podo bose. Ini single saya juga
single. Terus
berarti orang Tulung Agung.
Iya orang Tulung Agung sampai sekarang
hubungan kami masih baik sebagai orang
tua. Anak-anak juga masih ketemu sama
bapaknya setiap weekend.
Berarti lantarannya sopir ini berarti
ya.
Iya benar.
Berarti sopir ini anu berarnya Mak
Comblang begitu ya.
Iya benar. Benar ya?
Iya benar.
Oh berjasa nih sopir nih ya.
Iya.
Jadi selama apa kenalnya dari situ jadi
kita sama sama sekali enggak kenal
padahal seumuran saya sama mantan suami
itu seumuran.
Oh iya iya iya.
Singkat cerita menikah begitu ya?
Iya menikah. Jadi setelah saya curhat
sama ibu apa enggak mau pacaran itu ya
itu 1 tahun kemudian itu saya menikah.
Hm.
Tapi ya ada proses perkenalan dulu, tapi
ya perkenalannya bukan dalam momen
pacaran gitu.
Kayak dikenalin gitu ya.
Iya. Maksudnya kita tetap ngobrol tapi
tidak meniatkan bahwa oke ee aku sama
kamu pacaran nih sebelum kita menikah.
Enggak ada. Jadi hitungannya ya saya
mengenal beliau itu benar-benar tahu
seperti apa itu setelah menikah. Siap.
Siap. Nah ee hikmah
kemudian bersama dan kemudian berpisah.
Apa sih hikmahnya? yang bisa sampean
share ke penonton pecah telur.
Hikmahnya bahwa ee saya pasangan itu
adalah cerminan diri sendiri.
Saya saya mendapatkan hikmah itu. Saya
menyadari hal itu. Jadi
saya bersyukur walaupun kami akhirnya
sekarang berpisah. Saya bersyukur bahwa
dengan mengenal beliau selama 10 tahun
saya menikah itu saya menyadari bahwa
potensi saya itu seperti apa, apa yang
perlu saya perbaiki dari diri saya
sendiri, apa kelebihan saya juga. Jadi
saya benar-benar dari beliau itu saya
belajar banyak gitu loh, Mas, sebagai
perempuan. Karena ya itu tadi dari yang
awalnya saya tomboy, saya cuek tentang
diri diri saya, terus lalu saya menikah.
Ee saya juga mungkin dulu kurang aware
sama anak-anak. Jadi saya bukan tipe
yang suka anak kecil pada saat itu.
Terus akhirnya saya menikah dan saya
menikah dan intinya bahwa kita tidak
pernah bisa mengubah orang lain. Tidak
pernah sekalipun itu pasangan saya. Jadi
perbaiki diri sendiri dulu. Makanya
kenapa tadi kok saya tidak menyarankan
nikah muda. Kenali diri sendiri. Lalu
ketika kamu sudah mengenali diri
sendiri, ketika kamu sudah paling tidak
namanya mengenal diri sendiri itu adalah
perjalanan seumur hidup. Akan setiap
fasenya itu kita akan menemukan sisi
baru siapa diri kita. Jadi kalau saya
itu dulu misalnya dari saya single lalu
saya menikah lalu saya punya anak lalu
saya punya anak yang kedua itu saya
selalu menemukan sisi saya yang berbeda
dan itu adalah bagian dari diri saya
bukan diri saya yang lain eh diri saya
yang lain bukan diri saya yang oh
ternyata aku punya sisi yang seperti ini
loh ketika menghadapi momen seperti ini.
Lalu makanya tapi setidaknya ketika
sebelum menikah itu tadi kenali diri
sendiri dulu, lakukan banyak hal dulu.
Lalu biar kamu nanti tidak kaget dengan
pasanganmu. Karena tadi ketika pasangan
itu menjadi cerminan dari diri saya
sendiri, saya tuh setidaknya sudah di em
di tahap yang secara personal itu stabil
gitu loh. Bayangkan ketika 21 tahun
menikah, belum tahu banyak tentang diri
saya sendiri. saya tumbuhnya itu ya di
momen saya menjadi istri dan menjadi ibu
di momen yang masih banyak galaunya
mungkin masih banyak ee kurang tahu
identitas diri. Jadi dibentuknya seperti
itu lah. Makanya ketika hikmahnya ketika
saya ee menikah itu tadi saya mengenal
diri saya sendiri tapi ya akhirnya harus
berkompromi sama orang lain. Beda ketika
kita mengenal diri sendiri tapi
benar-benar menjalani sendiri gitu loh
Mas.
He aku masih aku masih mencoba memaham
gini gini. Jadi misalnya gini, misal ee
hikmahnya apa ketika ee saya sudah dalam
pernikahan dan berpisah itu tadi. Jadi
hikmahnya itu adalah saya mengenali diri
saya sendiri dalam pernikahan itu
menjadi kualitas yang seperti apa.
Kenal diri sendiri itu konteksnya gimana
sih, Mbak? Kenal diri saya sendiri itu.
Itu karena saya itu menyadari bahwa
selama sebelum menikah saya tuh banyak
enggak PD-nya,
banyak enggak banyak insecure-nya gitu
lah. Ketika
ee saya ketemu sama orang
itu malah saya jadi tahu, oh ternyata
tuh saya tuh punya sisi ini gitu loh.
Sisi ini itu apa
ya? Sisi apapun maksudnya mau kita oh
aku ada sisi PD, saya ada sisi empati,
saya ada sisi sensitif juga. itu tuh
baru tahu kalau kita sudah berinteraksi
sama orang lain.
Heeh.
Lek kita gak berinteraksi sama orang
lain itu enggak akan tahu
gitu.
Oke. Maksudnya mungkin kita kalau nikah
muda itu kurang banyak bergaulnya dengan
orang-orang luar.
Iya.
Sehingga kayak kita belum bisa
mengeksplore diri kita yang lebih gitu
ya.
Iya. Benar.
Karena kamu ekstrovert.
Ekstrovert itu kan kayak ee penyerap
energi dari orang lu orang lain kan.
Iya. Benar. Benar.
Berbeda dengan introvert kali ya. Ya,
kalau introvert kan dia dari energinya
dari diri sendiri gitu ya.
Iya, benar. Tapi ya itu tadi lebih
enggak mudah intinya kita kan harus
berkompromis sama orang seumur hidup
lalu ada pasti ada rasa ingin
controlling sama pasangan hidup kita.
Itu yang enggak bisa kita kayak gitu tuh
enggak bisa. Jadi benar-benar dalam
pernikahan sekalipun kamu harus merubah
diri kamu sendiri, bukan mengontrol
pasanganmu, bukan mengubah pasanganmu.
Itu sih hikmahnya.
Siap.
[Musik]
Terus
ketika terjadi sempat down enggak di
psikologi diri sendiri? proses saya itu
justru
justru ketika berpisah kepastian
berpisah ketok palu atau
proses di pengadilan agama itu terjadi
saya malah lega Mas
karena proses tidak sehatnya pernikahan
saya itu di du atau 3 tahun sebelum
perpisahan
jadi di 2024 saya sudah berpisah di
sekitar 2021 akhir itu mulai tidak sehat
pernikahan saya. Jadi proses gak enaknya
itu itu ya selama itu tadi 2021 sampai
2024 awal gitu. 2023 itu itu enggak
enaknya selama itu. Lalu ketika akhirnya
oke kami sepakat untuk berpisah. ini
adalah jalan yang terbaik ee karena itu
kesepakatan walaupun saya yang
mengajukan tapi itu kesepakatan kami.
He.
Dan apa ketika itu terjadi saya justru
lega sih alhamdulillah gitu malah malah
alhamdulillah. Berarti
faktornya faktor terbesarnya
belum memahami atau apa? Faktor
terbesarnya bukan untuk ekonomi, tapi
faktor terbesarnya ya memang kita sudah
berbeda untuk kalau bisa dibilang
sekarang visi misi lah.
Visi misi pernikahan sudah berbeda dan
itu
akhirnya nanti ketika perbedaan itu bisa
menyakiti satu sama lain.
Oke.
Dan dampaknya ke anak. Saya enggak
pengin itu terjadi terlalu jauh begitu.
Jadi justru ketika berpisah itu malah
senang ya. Maksudnya malah lega ya.
Lega. lega karena akhirnya
ee apa namanya? Akhirnya selama ini saya
apa ya? Kondisi yang tidak nyaman ini
diperbaiki juga ternyata tidak mudah.
Tapi kalau mau dilepaskan juga ini
membutuhkan keberanian dari kedua belah
pihak. Tapi ketika akhirnya kami ada
keberanian
ee untuk sama-sama mau menerima
konsekuensi ini, itu akhirnya lega
begitu. Kalau saya pribadi saya lega.
Berarti berpisah itu tidak selamanya
sakit ya?
Tidak. Tidak selamanya sakit.
Justru malah melegakan ya.
Iya sangat melegakan. Dan menurut saya
yang terutama efeknya ke anak-anak sih,
Mas.
Efeknya ke anak-anak karena ee pasti itu
ngaruh ketika saya dalam kondisi yang
bingung, dalam kondisi yang bimbang,
pernikahan tidak sehat terus, tapi kita
juga untuk menyehatkan itu juga tidak
mudah. anak-anak pasti akan terkena
dampak emosionalnya. Namanya sesuatu hal
yang ragu-ragu. Mau ngambil A itu
bagaimana, ketika ngambil B juga
bagaimana. Itu kan ragu-ragu. Itu kan
dalam ketidakpastian kita jalanin itu
kan enggak lega lah, Mas. Gitu. Jadi ya
alhamdulillah saya akhirnya oke ini
sekarang sudah ambil keputusan seperti
ini. Lalu apa yang bisa kita lakukan
selanjutnya? Fokus kepada apa yang bisa
kita lakukan selanjutnya aja gitu.
Kalau pola pengasuhan anak seperti apa
sekarang? pola pengasuhan anak saya dan
mantan suami itu sepakat untuk tetap apa
setiap keputusan yang kami ambil terkait
anak itu selalu kita diskusikan dan apa
namanya kalau anak anak-anak ikut saya
anak-anak ikut saya tapi hubungan dengan
ayahnya itu tetap terjalin di
komunikasinya tetap baik setiap weekend
itu anak-anak sama ayahnya gitu. Oke,
berarti juga kata Mbak Luthfi pernah
bilang juga di PJK itu kan ada kayak
pendampingan mental bagi teman-teman
yang ternyata down ketika menikah pasca
atau before menikah. Berarti Mbak
Mbak Mimi ini tidak mengalami itu.
Alhamdulillah enggak karena saya
sendiri. Maksudnya saya tidak lewat
PJKA, lewat Mbak Lutfi untuk
pendampingan itu, tapi saya proses
healing dengan profesional itu juga
sudah saya alami sendiri. Jadi ketika
saya saya belum
ke psikolog gitu ya.
Ya, ke psikolog, ke psikiater,
hipnoterapi itu saya lakukan sendiri.
Sebelum berpisah itu sudah ada
prosesnya.
Ee itu ada ya di Tulungagung ya kayak
gitu-gitu?
Ada.
Oh. H.
Tapi ada juga yang online sih. Jadi saya
beberapa beberapa
ee apa namanya? Istilah yang saya
lakukan, metode yang saya lakukan itu
ada yang online karena bisanya Zoom gitu
konsultasinya, tapi ada juga yang
langsung di Tulung aku enggak ada.
Hm.
Gitu. Oke. Nah, Wak e saya dapat bocoran
dari kreatif katanya setelah menikah eh
setelah divorce itu kemudian buka jasa
itu ya disopirin Mimi ya.
Disetiri Mimi.
Eh, sor di disopirin sama setirin beda
ya.
Ya, lebih halus disetiri gitu.
Oh iya iya. Kalau sopir identiknya kayak
sopir ya.
Disetirin Mimi ya.
Iya
betul ya. Buka itu ya.
Iya. Iya disetirin Mimi.
Oh. Apa? Kenapa buka itu? Ini jasanya
unik ini karena dietin Mimi.
Em jadi itu saya lupa apakah saya itu
pernah lihat konten atau gimana saya
lupa. Cuman mungkin berawal dari
kebutuhan
rasa aman perempuan. Kalau ketika apa
diset ee naik ojek online kadang mungkin
sopirnya laki-laki ada ketidaknyamanan
atau mungkin bawa anak-anak. Karena saya
mungkin lebih kepada kebutuhan keresahan
saya pribadi juga. I saya nih anak saya
diantarin ke man
tapi yang bapak-bapak sebenarnya enggak
masalah juga kan pakai aplikasi tapi
pada saat itu mungkin kalau ibu-ibu bisa
juga sih ya lebih merasa aman juga terus
kayak saya sendiri misalnya yang nyetiir
ibu-ibu mungkin saya bisa lebih lues di
perjalanan yang mungkin tidak sebentar
taruhlah dari tujuan A ke B itu menit
dan saya itu tipe yang enggak bisa kalau
di dalam suatu mobil terus diam-diaman
gitu kayak aneh gitu kan. Terus mungkin
kalau cewek dan itu bisa apa namanya
membawa suasana lebih seru gitu mungkin
asik kali ya. Dan berawal dari itu tadi
saya merasa kayak saya butuh kegiatan
juga. Konveksi saya itu alhamdulillah
sudah berjalan tetap butuh pantauan tapi
kadang sebagai orang yang ekstrovert itu
butuh kebaruan gitu loh Mas. butuh
beragam aktivitas gitu. Salah satunya di
setiri mimi itu. Jadi awalnya di setiri
mimi itu memang menjawab keresahan
mungkin yang diperlukan oleh ibu-ibu
untuk adanya sopir perempuan yang bisa
diajak ngobrol. Karena saya itu juga
sering dicurhati
ketika ketika sopirin itu. Eh nyetirin
bukan bukan. Jadi saya itu tipe yang
gampang banget dicurhati. Saya diam aja
atau ngapain aja gitu lagi antri terus
tiba-tiba diajak ngobrol orang dia terus
cerita panjang. Nah mungkin dengan saya
apa dengan saya gampang dicurhati dan
mungkin bisa membantu orang dan saya
juga senang ketika membantu orang jadi
sambil nyetir orangnya bisa curhat bisa
cerita
mungkin itu juga menjadi suatu
pengalaman yang seru juga gitu buat
orang lain buat diri saya sendiri.
katanya bisa itu ya bisa kayak karaoke
bareng terus curhat apalagi
iya curhat kalau saya kasih poin-poinnya
itu di poster itu curhat analisa secara
zodiak begitu ya
iya
bukan hanya curhat tapi ada plus
analisanya juga oh
ada karaoke juga kan katanya
iya bisa
ada apaagi
ya itu tadi mungkin bisa karpulan terus
curhat sama analisa zodiak itu si
analisa zodiak itu gimana sih
Jadi ini enggak apa-apa ya, Mas
ini kelenik nanti jatuhnya.
Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak.
Saya em saya kalau bisa dibilang klenik
enggak. Karena saya gini, saya percaya
bahwa setiap ilmu yang ada di dunia ini
ketika itu ilmu itu sudah dibentangkan
dan bisa dipraktikkan
dan bermanfaat, tidak membawa mudarat,
itu berarti sama Allah sudah diizinkan
ee
ilmu itu untuk ada.
Bukan sesat berarti ya, ini bukan syirik
ya.
Iya. Jadi astrologi
astrologi. Iya. Jadi itu kan berdasarkan
benda langit itu kalau di luar negeri
sudah banyak digunakan, Mas. Jadi untuk
membaca
ee alam atau sebagainya itu memang sudah
gitu loh.
Kayak misal nelayan dia mengamati
bintang bulan apa keluarnya ikan,
arah angin dan lain sebagainya kayak
gitu ya.
Benar. Iya. Saya tipe yang percaya itu
dalam arti ya udah kalau misalnya orang
percaya dan ternyata relate sama diri
diri mereka sendiri ya oke saya senang
bisa membantu dari analisa ini gitu loh.
Berarti kamu tanyanya gimana kalau
nganalisa?
Jadi saya gini saya langsung kan ngobrol
ke L terus habis itu, "Ih apa sih orang
itu zodiaknya apa sih?" Salah kayak gitu
itu pasti reflek gitu. Jadi kayak misal
teman saya ngobrol zodiaknya apa itu
Gemini. Oh, pantes Gemini emang ke
Gemininya gimana? Terus langsung nanti
ngobrol. Misalnya dia curhat soal ee
pasangannya atau curhat soal soal
anaknya.
Ee kamu ee itu orang itu zodiknya apa
sih? Gemini lah, Mbak. Mbak apa? Oh,
saya Libra. Oh, pantesan Gemini sama
Libra itu crashnya di sini, sini sini.
Oh, iya juga nih. Benar kayak gitu loh,
Mas. Jadi em ada analisanya tu.
Coba coba saya konsultasi sekarang.
Mumpung ada pakarnya nih. Berarti
nentukannya dari apa? dari tanggal
lahir.
Iya, tanggal lahir. Jadi saya misalnya
em misalnya orang itu enggak
enggak hafal sama zodiaknya apa, oke
tanggal lahirnya apa misalnya Mas Agung,
Mas Agung ee tanggal lahirnya atau
mungkin
Iya, boleh tahun juga ya.
Ee enggak usah tahun enggak apa-apa.
Tanggal lir aja kan 23 Oktober.
23 Oktober. 23 Oktober. 23.
Oh, berarti itu masuknya Scorpio.
Dulu Libra dulu kalau enggak salah.
Oh, bukan. Kalau
ada ada pergeseran. Iya, iya. Ternyata
ada pergeseran. Iya.
Sekarang Scorpio saya ya. Nah, itu
gimana?
Oke. Scorpio itu orangnya analitis
analitis.
Jadi maksudnya suka menganalisa.
Oke.
Dia menganalisa dia peka terhadap suatu
apa namanya? Suatu fenomena atau suatu
hal lah.
Wah, enak kejadian. Wah, ini kok gini ya
gitu.
Dia bisa melihat sisi yang ada di
belakangnya
kayak hampir kayak detektif ya.
Bisa. Oke. Oke.
Terus dan dia itu Scorpio itu juga jadi
saya gini. Zodiak itu kan ada 12 zodiak
nih.
Iya. I
ya dibahas ini ya enggak apaapa ya. Oke.
Jadi ada 12 zodiak. Dari 12 zodiak itu
dibagi menjadi empat elemen.
Oh ada elemen.
Ada air api.
Avatar nih ya.
Iya benar. Air api udara sama tanah.
Iya iya.
Nah jadi empat. Jadi per per elemen itu
tadi itu tiga-tiga zodiak. Oke, jadi pas
di 12 ya berarti ya. 4 * 3 ya.
Benar. 4 * 3 ada 12. Jadi Scorpio itu
masuk ke elemen air.
Oke.
Oke. Scorpio masuk elemen air. Temannya
Scorpio itu ada Pisces.
Heeh.
Sama Cancer.
Oke.
Oke. Kita lihat aja air. Air tuh gimana
sih? Ini kan air dia kan ee
ini boleh diminum juga loh airnya. Oh
iya. Oke, boleh. Ini jadi contoh dulu
nih. Jadi si air ini kan lembut secara
teksturnya dia lembut.
Dia itu ee menyesuaikan wadah yang dia
di tempat di mana.
Ee air itu kan lembut, sensitif dong.
Bisa kita bisa kita analogikan sifatnya
sensitif. Dia juga menyesuaikan wadah di
mana dia
berada. Heeh.
Dia juga mengalir misalnya apapun lah,
misalnya air hujan, air laut atau apapun
itu dia mengalir. Jadi
ee orang dengan elemen air termasuk
Scorpio itu sensitif orangnya perasa.
Jadi selain mungkin dia bisa peka
terhadap suatu keadaan, dia juga perasa
orangnya. I
dia bisa mungkin ini kalau sedikit ee
kalau bukan cocokologi saya mengamati
dari pecah telur ini kan dia mengangkat
feature
cerita-cerita orang yang berawal dari
Mas Agung itu pasti bisa menangkap apa
yang bisa diceritakan hal seru apa nih
yang bisa diceritakan dari orang ini.
Itu kan butuh kepekaan.
Oh i
butuh sensitivitas. Heeh. Itu sebenarnya
saya kepo sih.
Iya. Selain memang selain itu selain
nanti ada ada juga itu selain astrologi
ada namanya human design Mas.
Oh i ya
itu itu juga bisa nih jadi analisanya
tuh ada beod dulu. Dari zodia dulu.
Oke ya itu tadi jadi Scorpio itu tadi
sensitif terus dia juga ee perasa analis
tapi juga pedes.
Pedes ya?
Iya. Scorpio itu ibaratnya itu dia
adalah air tapi gunung es.
Oke.
Jadi perasaannya sedalam apa yang ada di
dalam dirinya itu enggak kelihatan.
Enggak ketebak ya. Tahu-tahu putus gitu
aja ya.
Tahu-tahu sudah enggak kerja sama gitu
ya.
Iya. Terus juga ee dia penyampaiannya
itu pasti ceplas-cepllos.
Iya. Bisa jadi sih.
Apakah begitu?
Iya.
Itu timnya itu timnya itu. Ayo nanti
timnya memvalidasi ini. Jadi seperti
itu. Jadi kepekaannya. Iya.
Ceplasceplos. Iya. Dan emm apa ya? Dia
itu sebenarnya kalau Scorpio itu
ibaratnya material person juga.
Jadi kayak dia punya goals, punya goals
tentang suatu hal. Jadi dia untuk
manajemennya juga bagus, dia material
persen juga. Jadi beda sama nanti
misalnya kayak sama Cancer dan Pisces.
Sebentar sebentar tadi kan dikatakan
misal ee mampu mencocokkan ini sama ini.
Nah, saya tak kasih punya istri saya.
Boleh.
Istri saya itu 23 Juli.
23 Juli itu berarti Leo. Api. Heeh.
Itu
dia Leo. Leo itu elemennya api. Dia itu
lebih ingin dilihat enggak sih, Mas?
Lebih ingin diperhatikan.
Lebih dilihat semua wanita kayaknya itu
ya. Ee iya sih, cuman di dalam arti
gini, bisa aja dia itu lebih ingin di
depan menjadi figur gitu loh.
Karena karena Leo itu dia Leo itu
simbolnya family person juga. He.
Family person. Orang yang sangat
ngemong, yang bijak juga secara apa?
Kekeluargaan juga. Terus dia juga orang
yang
apa? punya ambisi. Punya ambisi. Jadi
kalau ee istilahnya gini, api itu kan
terlihat gitu maksudnya dia lebih
energinya lebih besar gitu kan
terlihatnya. Jadi secara jenengan juga
lebih energinya juga besar tapi kalau
ambisinya juga besar tapi Leo ini lebih
kelihatan lebih maunya ini loh ini nih.
Tapi kalau jen lebih dipendam.
Jadi mungkin ee planningnya itu keep
untuk diri sendiri dulu. He.
Terus kalau misalnya yang Leo, orang Leo
ini dia lebih darderdor.
Leo dardor juga. Oh, seperti saya juga
tadi.
Jenengan itu jenengan itu gini,
diam dulu, mengamati dulu dar gitu.
Darnya tenanan.
Iya. Sesuai dengan pengamatan. Tapi
kalau misalnya gimana? Gimana?
Oke. Tadi kan katanya crashnya di mana?
Kalau Leo sama
Oh, gini namanya Scorpio
api dan air. Dua elemen yang berbeda
kan. Oh
ya pasti secara sifat kan berbeda. Oke.
Oke.
Pasti em juga bertolak belakang juga ya.
Itu tadi crashnya secara ambisinya
mungkin api itu lebih besar tapi air itu
mungkin lebih ingin lebih ingin
santailah.
Lebih ingin santai. Gak terlalu terlihat
itu aja kayak gitu.
Benar enggak sih?
Ya ada benarnya tapi tidak semuanya
benar juga.
Oke.
Kan banyak faktor ya.
Iya benar. karena banyak faktor jadi
saya enggak bisa ee mungkin ada
ke konten konten-konten yang bilang
zodiak Scorpio itu kayak gini, Leo tuh
kayak gini, enggak bisa. Karena setiap
orang itu pasti lebih personal itu nanti
dikupas itu
lebih banyak sekali.
Banyak. Nah, ini yang menarik juga.
Kenapa zodiak itu kayak bisa menentukan
karakter orang ya? Apa kaitannya kalau
di urut itu? Apa ee relevansinya itu?
Ee bisa menentukan karakter orang.
Nah, maksudnya kan kayak ee saya kan
katakanlah Scorpio tadi ya. Heeh.
Scorpio itu biasanya karakternya karena
air bisa jadi lembut, perasa juga, tapi
juga ada yang dipendam.
Itu kan artinya kan karakter ya.
Heeh.
Nah, yang kaitannya sama kelahiran, yang
kaitannya sama zodiak.
Heeh.
Astronomi. Nah, itu hubungannya apa?
Mungkin ee karena setiap ini setahu
saya, Mas. Karena saya sendiri enggak
belajar itu. Saya menggunakan ini tu
karena hasil diskusi sama teman juga
karena diajak curat tadi ya. Sering
diajak curat.
Iya. Tapi juga saya juga ada sedikit
teori juga maksudnya saya belajar
teorinya juga tapi enggak yang detail
karena ada teman yang lebih eksert di
sini.
Tapi ketika saya tuh suka dengan tema
tentang manusia, relationship, tentang
manusia, mempelajari manusia itu saya
suka. Nah, salah satu tools-nya itu kan
zodiak dan
human design itu salah satu atau mungkin
psikologi hal seperti itu. Nah,
relevansinya itu apa? Karena setiap
orang yang lahir di tanggal tertentu itu
kan juga dengan kondisi alam yang pasti
berbeda. Dan ketika kondisi alam yang
berbeda itu juga memberikan karakter
yang berbeda pada setiap manusia. Itu
kalau misalnya kenapa relevansinya apa
itu ya ada teorinya sendiri loh Mas dulu
yang mencetuskan seperti itu saya juga
enggak tahu
Pak Panjang ya?
Iya itu panjang itu nanti
ya. Aku kadang-kadang juga masih
berpikir apa hubungannya alam dengan
karakter ya gitu ya. Kadang-kadang orang
juga bisa sangat mudah nebak gitu. Kalau
orang kita kan weton ya, wetonnya ini
ini ini
keras dan sebagainya
kok bisa gitu dan ya walaupun enggak
sepenuhnya benar ada benarnya gitu loh.
Jadi saya yang masih bertatan-tanya
kenapa ya kondisi alam kok bisa
mempengaruhi
kita gitu loh apa udara yang masuk sabik
segar atau udara yang masuk atau ada
kondisi
karena secara iklim kan juga pasti beda.
iklim yang lahir itu kan nanti secara
karakter orangnya pas lahir di musim itu
kan juga beda kan, Mas?
Kenapa? Ee apa kaitannya iklim dengan
karakter gitu loh.
Ee lah itu saya enggak
nah itu kan yang perlu di yang saya
masih bertanya sih.
Iya iya
mungkin saya juga kurang literasi
jadinya ya.
Maksudnya kan ketika musim tertentu
nanti menimbulkan karakter ini. Nah ini
proses apa yang terjadi nih yang saya
masih belum
saya juga enggak tahu ituak.
Nah, dengan apa jasa kamu yang bikin
disetirin Mimi dengan berbagai fasilitas
termasuk juga teman-teman Tulungagung
yang mau dibacakan
zodiaknya langsung daftar disetirin
Mimi.
Tapi saya emang gitu, Mas. Tiba-tiba tuh
tahu kayak misalnya yang pernah ngobrol
sama saya itu reflek.
Oh, gitu ya.
Oh, tahu rek panggil zodiaknya apa terus
nanti punya database-nya. Iya. Oh, ini
ini sampai gitu ya.
Iya.
Oh, berarti saya masuk database berarti
ya.
Engak masuk database sih langsung. Nah,
maksudnya gini, dengan berbagai fans itu
disedirin mimi laris enggak?
Alhamdulillah sebenarnya potensinya itu
banyak, Mas.
Tapi memang karena itu ya karena
keterbatas mungkin yang kendalanya saat
ini sepertinya lebih ke tarif.
Kenapa tarifnya mahal gitu ya?
Ya mungkin dianggap mahal ya daripada
diaplikasi.
Sampai berapa tarifnya? Semahal apa?
Kalau saya itu per kilonya, per
kilometernya itu R.500
per kilo.
Per kilometer, per 1 km.
Oh, itu kalau kalau rata-rata aplikasi
berapa biasanya?
Waduh, kalau aplikasi itu kan kadang
kayak misal 2 atau 3 kilo itu kan 10
R.000.
Oh,
itu bisa ada promo R.000, Rp15.000
seperti itu.
Mobil kan itu kan? I mobil
mobil saya itu ya sudah dimanfaatin ini
mumpung ada mobil nih ngapain dan saya
misalnya kalau daftar di aplikasi pun
juga yang belum bisa untuk
he gitu. Jadi memang itu lebih karena ee
kebutuhan apa ya, kebutuhan untuk
berkegiatan gitu sih.
Tapi sewaktu-waktu ada itu bisa
bisa. H
kecuali kalau misalnya ee itu tadi
kembali lagi saya ketika mencetuskan ini
di setiri mimi itu tadi adalah saya
tetap menyesuaikan dengan jadwal saya
sebagai ibu. Saya juga ada konveksi.
Jadi ketika masih keres sama kegiatan
itu tadi ya biasanya saya enggak bisa
atau mungkin ee dan makanya yang enggak
bisa langsung ready gitu loh. Kalau bisa
janjian dulu. Kalau misal contoh Mbak
besok saya karena saya kerja sama dengan
Zendo untuk marketingnya juga salah
satunya selain saya juga promosi sendiri
di database saya sendiri.
Jadi belum belum
ee maksimal untuk promosinya.
Iya. Iya. I.
Nah, itu misalnya Mbak besok ada kirim
nasi kotak sekian. jam sekian. Oh, itu
bisa bisa dikondisikan.
Tapi kalau mendadak misalnya pas Mbak
ini hujan terus saya pas ada urusan
juga. Heeh. Itu kalau misalnya pas saya
bisa ya bisa saya bisa jemput. Tapi
kalau misalnya pas barengan ngantar anak
saya lesk kah atau kayak gimana ya saya
tetap mendahulukan keluarga. Iya gitu.
Oh berarti lebih ke inden ya yang
langsung direct itu enggak bisa. Belum
bisa.
Bisa bisa tapi itu tadi tidak selalu
bisa. selalu bisa
paling gak makanya saya bilang paling
enggak 1 jam lah sebelum itu biar saya
bisa prepare atau apa dan misalnya jarak
dari tempat jemput sama itu kan juga
perlu waktu kan begitu.
Ee maksud saya itu lumayan enggak ee
sebagai pelaku bisnis jasa seperti itu?
Sebenarnya lumayan kalau memang memang
apa dalam sehari itu
bisa beberapa pelanggan gitu lumayan kok
Mas dan apa? Tapi itu tadi kembali lagi
karena tujuan utamanya lebih kepada ser
Heeh. Dan juga membantu orang juga. Tapi
itu tadi ketika ee ibu-ibu perempuan
butuh yang safe
Heeh.
atau merasa amanlah itu bisa gitu.
Oke.
Ada pilihannya gitu.
Karena kalau misalnya di aplikasi kan
enggak pasti dapat perempuan.
Heeh. He
gitu. Tapi kalau ini oh pasti diantar
perempuan dan nanti ee saya tidak
canggung. Heeh. Misal juga tidak
canggung ya. Oke gitu. Beberapa teman
misal yang bercadar itu beberapa saya
sudah ada pelanggan, Mbak antar saya
tiap ini ini. Itu juga ada pelanggan
juga ada.
Kalau bercara diajak ngaji berarti ya
di Iya. Tausiah.
Tapi mungkin lebih karena beliau lebih
nyaman gitu kali ya, Mas. Contohnya
gitu.
Kan ada yang memang enggak dibolehin
sama pasangannya kalau misalnya naik
ojek online gitu kan ada juga.
Oke, berarti artinya juga bagi di luaran
sana mungkin bagi yang mungkin juga
single mother terus ataupun masih single
yang perempuan yang ketika punya
kendaraan bisa juga nih dicopy gitu ya.
Iya, bisa enggak apa-apa
ya. Di dengan fasilitas tambahan bisa
diajak ngobrol begitu ya. Dia juga
ngapalin zodiak juga harusnya berarti
ya.
Oh, enggak harus enggak harus enggak
harus. Sebenarnya dulu sempat kayak
punya tim tapi ya itu tadi kadang yaitu
karena timnya itu juga punya kesibukan
sendiri. Iyaak
bisa kalauakitnya
maunya sama saya yang ntirin gitu juga
sih. Ada yang pernah seperti itu.
Nah, ee berarti kalau ibaratnya kamu kan
ada anak tuh dua dua anak
terus juga ada kehidupan. Berarti kalau
untuk yang menjadikan bisnis yang
lumayan
ini yang disetirumi atau konveksinya?
Konveksi dong.
Konveksi ya. He. Oh,
dikonveksi itu. Makanya kenapa saya
tetap ee mengutamakan konveksi dulu dan
untuk ee cash flow-nya itu tadi karena
memang di setiri mimi itu tadi tujuannya
lebih ke membantu dulu sih, membantu
menjawab keresahan kebutuhan perempuan
terhadap berkendara yang nyaman seperti
itu.
Dan ya alhamdulillah misalnya ada dari
situ juga alhamdulillah untuk sedikitlah
jajan gitu ada. Alhamdulillah. Kalau
konveksi itu boleh diceritain seperti
apa ee apa yang dibuat
tahun berdirinya. Wah, apa jadi semuanya
dong?
Oke ya. Yang dibuat dulu yang dibuat apa
kalau konveksi itu?
Oke, jadi konveksi saya itu bikinnya
baju dalam itu kaos dalam yang buat anak
sekolah gitu loh, Mas. Biasanya kan anak
sekolah itu kan pakai kaos dalam dulu
tuh biar enggak
yang tipis itu yang singlet kayak
singlet gitu.
Apa to jenenge iku?
jenenge. E kalau orang Telagung
nyebutnya apa?
Apa? Kotang bukan?
Iya. Kalau kotang kan biasanya detik
perempuan ya. Tapi itu kotang laki-laki
ya.
Iya. Heeh. Heeh. Singlet.
Iya. Iya. Itu ya
kaos dalaman lah ya.
Iya. Jadi kaos dalam sama celana dalam.
Sempak.
Sempak ya. Sempaknya anak-anak.
Sempak anak-anak sampai dewasa karena
kan ada ukurannya.
Oh
gitu. Tapi lebih ke yang model polos.
Jadi yang enggak pakai main
sablon-sablon gitu. Oke, oke, oke.
Jadi saya itu jadi gitu tadi kan ee
awalnya mungkin sejarahnya
ee
mantan suami itu dulu juga konveksi.
Jadi e ketika menikah itu ketika kami
menikah itu beliau usahanya konveksi.
Usahanya konveksi. Jadi ya samalah sama
mama.
Terus ee jadi saya itu produknya
produksinya hasil produksinya itu adalah
kaos dalam. Sedangkan ee si Bapak ini
sempak jadi dimerger lah. Tapi tapi
untuk lokasi produksinya itu berbeda.
Ada dua tempat. Yang satu di rumah saya
di lantai bawah. Yang satunya ada
mengguna ee kita sewa tempat. Jadi, jadi
sistemnya di Tulungagung itu jemput bola
sekarang, Mas. Jadi enggak selalu di
satu tempat karena nyari pekerja ee
tenaga kerjanya itu yang enggak mudah
gitu. Jadi produknya saya kaos dalam
sama sempak.
He he he. Nah, tadi kan juga ibumu kan
juga konveksi.
Berarti kamu satu manajemen dengan ibu
atau kayak split tim sendiri begitu?
Sudah beda.
Oh, gitu ya.
Beda. Beda. Jadi makanya saya bilangnya
sub apa ya? Sub ya istilahnya dari di
bawah ibu. Jadi untuk
apa
gimana tuh sistem kerjanya
sebenarnya lebih ke memang sudah
terlepas tidak ada hubungannya antara
produksi saya dan produksinya mama itu
beda sudah enggak jadi satu bahkan
misalnya saya dari mulai potong potong
bahan sampai kirim itu ya sudah di
tempat saya sendiri tapi kan kenapa
tetap saya bilang sub karena memang ya
saya anggap ini adalah itu tadi rintisan
usaha dari orang tua
gitu Jadi secara manajemen sudah
terpisah pembukuan baik bahannya itu
sudah beda
gitu.
Yang dibuat sama tapi
yang dibuat sama. Yang dibuat sama tapi
mama lebih banyak ragamnya lebih banyak
jadi mungkin yang model-modelnya lebih
banyak. Kalau saya cuman modelnya dua
aja itu tadi apa? Sempak sama kaos
dalam.
Oh itu dikatakan dua model. Sempak itu
satu model, kaos dalam satu model.
Iya. Iya. Kalau misalnya mama nanti ada
yang model kayak buat anak-anak cewek
yang ada sablonnya, terus anak cowok
yang ada sablonnya, warnanya juga
beda-beda. Atau mungkin tanktop, ada
yang modelnya singlet, ada yang modelnya
kayak tanktop lurus gitu. Itu juga sudah
beda. Kalau Mama lebih banyak ragamnya
karena juga lebih banyak karyawannya
Mama.
Heeh. Kalau yang kamu handle ada berapa
tim? Kalau saya ada 23 orang itu, tapi
itu enggak jadi satu tempat itu di apa
untuk kaos dalamnya itu tujuh. Yang
sempaknya itu berarti sisanya itu
termasuk sama yang packing terus sama
yang apa ya istilahnya ngelakar itu
kayak nyambungkan gitu loh. Jadi ada
proses sebelum dijahit yang besar itu
ada yang orang ngambil ngambil
garapannya terus dilakari disambung
gitu.
Lakari ya disambung.
Iya.
Dulu aku pernah juga di fase-fase masa
SMA.
Heeh.
Kerja sampingan itu lempit-lempit.
Oh iya.
Lempit-lempit kaos dalam.
Iya.
Di daerah tempat sana Moyoketen juga.
Iya. Di Moyoketen Sobontoro itu banyak
memang
Moyoketan atau Sobontor ya? Kalau
Sobontor ya?
Iya. Moeten Sobontoro itu banyak ee
konveksi pakaian dalam. Memang di
Tulungagung itu untuk
Sobontoro, Moy Keten, Boyolangu lah.
Kecamatan Boyolangu itu banyak yang
punya konveksi baju dalam.
Iya. Iya. 23 banyak loh.
Iya, alhamdulillah. Itu termasuk yang
motong, yang packing kayak gitu. Cuman
ya itu tadi enggak di satu ee tempat
yang sama gitu.
Di dua tempat?
Iya, di dua tempat. Bahkan kan ada yang
ngambil juga kan.
Dia ngambil itu tadi itu dibawa ke
rumahnya. Jadi mesinnya pakai mesin
kecil.
Kalau yang di apa yang tempat saya dan
tempat ee karyawan saya itu pakai
mesin-mesin besar.
Hm.
itu kamu rintis ee sejak sama mantan
suami atau setelah itu atau gimana? Dulu
sebelum. Jadi sebelum itu memang sudah
ada konveksi istilahnya pada saat itu ee
ini adalah bekal dari mama saya.
Konveksi ini adalah bekal dari mama
saya. Istilahnya orang Jawa itu
noto anake.
Oh i ya. Ya wis anakku iki tak toto ning
heekne konveksian iki ben nyekel
konveksian tapi yo ngurus dewe kayak
gitu.
Nah, terus ketika sama suami ya sudah
akhirnya ini dijadikan satu. Cuman
setelah berpisah ya untuk kepemilikan
konveksi secara keseluruhan dua produk
itu ya saya saya yang mengambil alih
karena memang kan cikalbakalnya dari
yang ditata oleh Ibu I tadi ya.
Iya benar.
Ada juga ee isu yang hari ini ibaratnya
itu
ee apa namanya itu
cukup diba tapi sebenarnya saya enggak
begitu enggak enggak begitu konsern
dengan isu itu ya. Jadi kayak misal
antara pewaris ataupun perintis karena
di dua-duanya juga memiliki kesulitan
yang berbeda gitu. Entah itu pewaris
ataupun perintis. Memang perintis itu ya
lebih sulit gitu ya. Tapi juga pewaris
juga tidak kalah sulit juga gitu ya,
karena banyak hal yang harus
dipersiapin,
banyak ekspektasi-ekspektasi yang harus
dia pendam dan juga kemudian disesuaikan
dengan ee dia sendiri outputnya dan
sebagainya. Berarti kalau kategori ini
itu ee
kategori perintis pewaris begitu gitu ya
antara dua-duanya gitu ya.
Iya. Iya.
Tapi kan kamu juga memulai sendiri
begitu ya.
Iya. Ada yang saya mulai sendiri ya.
Contohnya itu tadi yang di Mimi terus
sama
saya juga sempat ngemc
ya yang konveksi pun kayaknya juga kan
kategori perintis juga
di ada juga yang bilang kayak gini misal
kayak ee devisi baru yang kemudian
keuangan yang berbeda
he
ee itu juga kategorinya berintis ada
juga statement seperti itu
dan kalaupun toari juga enggak apa-apa
juga gitu
jadi mungkin juga ini juga bagi
teman-teman yang kemudian memandang ini
menjadi walah Jadi jangan oalah gitu
loh, itu juga berat gitu. Iya, iya, iya.
Berat saya itu makanya saya itu bisa
dibilang dengan narasi itu perintis
pewaris itu saya enggak suka, Mas. Apa
ya? Itu tadi ketika menjalani, setiap
ketika menjalani saya juga sharing
melihat teman-teman yang kategori
perintis atau pewaris. Baik itu
maksudnya di usia saya ternyata di usia
saya menjadi perintis iya. Terus di usia
saya jadi pewaris juga ada. itu semuanya
sama-sama punya punya challenge-nya
masing-masing, punya ujiannya
masing-masing. Dan ketika harus merasa
lebih bangga menjadi perintis, mending
perintis daripada pewaris. Pewaris sih
yo mumet.
Pewaris itu juga punya tanggung jawab
besar. He.
Apalagi yang saya rasakan saya itu ini
yang membuat saya justru istilahnya
nge-freze ya untuk mengambil langkah itu
pertimbangannya terlalu banyak dan
akhirnya mungkin berakhir dengan oke
nanti dulu aja melanjutkan dulu apa yang
sudah jalan untuk mengambil suatu
keputusan yang di luar sistem yang sudah
berjalan itu suatu hal yang tidak mudah
gitu loh Mas. He.
Apalagi
ee di kondisi saya yang sekarang mungkin
saya mikir sendiri istilahnya walaupun
ada tim tapi untuk setiap keputusan itu
kan juga melibatkan melibatkan
hal-hal lain misalnya permodalan atau
mungkin nanti bagaimana skema awalnya
dari hulu ke hilirnya seperti apa itu
kan saya masih oke ini ini juga butuh ee
pemikiran yang tidak mudah gitu lah itu
istilahnya menjadi pewaris itu yang
tidak mudah Karena yang utama dibayangi
sama
ee ekspektasi dari orang tua. Sebenarnya
orang tua saya itu ter
tipe yang open mind, yang cukup terbuka
membebaskan setiap keputusan dari
anaknya. Mau mengambil apa ee mengambil
keputusan seperti apa dalam menjalankan
usaha atau sebagainya. Bahkan sebenarnya
di us di usahanya mama saya itu yang
konveksi Safa Jaya itu beliau itu juga
mempersilakan misalnya saya memiliki
inovasi apa nih untuk konveksi ini atau
sistem apa itu beliau sangat
membebaskan. Tapi ya itu tadi saya
sendiri masih merasa saya belum cukup
punya wewenang untuk itu atau apa nanti
resikonya seperti apa, pertimbangan
resiko dan sebagainya itu loh Mas yang
saya butuh banyak belajar dan itu
pressure sebagai pewaris
tertekan ya.
Iya tertekan sekali.
Tapi untung ibu pengertian gitu ya.
Iya alhamdulillah.
Kalau timnya Ibu berapa orang?
Kalau timnya Ibu banyak Mas.
Ee jadi contoh mungkin saya bisa
ngitungnya itu ketika kita ada agenda
bareng-bareng
kumpul atau mungkin jalan-jalan itu
150 ada
kalau sama saya. Saya ngitungnya sama
itu sama tim saya itu biasanya kan ikut
juga seka
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:20 UTC
Categories
Manage