Modal 45 ribu Jualan di Sosial Media, Kini Sukses Raup Omzet Ratusan Juta
J39UdWzLQ7c • 2025-09-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Bahkan ketika SMP saya bayar itu hasil
dari buat batu bata di tempat tetangga
gitu. Nanti ketika mau bayar setor
catatan Pak mau ambil gaji ya istilahnya
seperti itu kan buat bayar sekolah gitu
ya. Sempat putus sekolah enggak SMA.
Jadi gak SMA saya tahunya gak SMA itu ya
sudah lama nikah Mas. Ketika saya
menikah dengan sama-sama sekolah itu
memang pesimis. Orang tua itu pesimis.
Nanti dikasih makan apa kayak gitu.
Kita ada filosofi lain usaha kecil atau
orang yang kecil tapi dampaknya bisa
besar. Itu aja keyword-nya. Kalau dalam
hidup saya itu bukan jadi anak
siapa-siapa, tapi dari orang yang enggak
dianggap tapi bisa menjadi dampak yang
luas.
Tapi dari awal usaha kita enggak pernah
pakai banner, Mas. Dan selalu digang.
kontrakan saya kan di gang masuk gitu.
Jadi gak per emang optimasinya di
sosmet.
Salah satu model kita adalah
kepercayaan.
[Musik]
Itu juga pertamanya dapat ini Mas haters
juga kok bawa-bawa S2 terus kan gitu
kan. Padahal saya tuh cuman pengin ya
kayak orang misalnya bapak-bapak daily
live bapak-bapak 30 tahun gitu ya. Terus
saya ngambil hook-nya kan penginnya
daily life, pasangan yang ngambil S2
tapi gak kerja kantoran. Karena kan
kebanyakan biasanya itu kan kalau kuliah
tinggi itu pasti kerjanya kantoran.
Kalau enggak gitu jadi ASN dan lain
sebagainya. Sebenarnya cuman itu
nama saya Anwar Fuadi dan istri saya
Fitria Nuriani. Lokasi tinggal di Desa
Mujarum, Kecamatan Gundang, Kabupaten
Tulungagung. usaha jasa borderir
komputer dan konveksi. Kalau saya
produksi, kalau istri manajemen dan
marketing.
Saya sm marketing aja, Mas. Sama
manajemen yang lain sama bisik-bisikin
nanti ini seharusnya gini, Mas. Ini
seharusnya gini gitu.
Sama manage keuangan. Karena kita itu
kan ini kalau keluar gitu ngobrol gitu
kayak gali potensi sendiri-sendiri. Mas,
sampean tuh kan introvert ya. Bagusnya
sampean itu di depan ketemu orang lah.
Lah saya kan introvert ya, Mas ya. Kalau
ketemu orang itu apalagi orang baru itu
kan susah untuk apa namanya cepat dekat
atau akrab gitu ya grapek gitu kan gak
jadi frontlinernya Mas terus nanti yang
mungkin balas chat itu saya jadi kita
bagi tugas menggali kelebihan
masing-masing
sadarlah atas kemampuan terus kemudian
kelemahan masing-masing
bagi tugas gitu ceritanya itu agak
flashback jauh
saya dulu lepas SMP itu keluar pulau
ikut Mbak kakak saya yang ada di Puar
Pulau di situ Saya belajar bekerja.
Namun sebelum saya itu menemukan tempat
dulu itu pabrik pabrik konveksi masih
besar itu garmen lah. Pengalaman untuk
bordir itu di situ lepas SMP saya ke
sana ya sempat putus sekolah enggak SMA.
Jadi gak SMA saya tahunya gak SMA itu ya
sudah lama nikah Mas pakai C.
T dulu kan mau dikontrak tetap gitu kan
setelah mempunyai kualifikasi yang
okelah menurut perusahaan gitu kan. Saya
menolak otak saya itu di rumah enggak di
sana sudah saya enggak mau gitu. pulang
target saya itu untuk mengembangkan ee
skill dan kemudian menyambung
pendidikan. Nah, setelah pulang dari
sana saya mencari pekerjaan yang ada di
Tulungagung. Terus dapat akhirnya saya
mencari lembaga untuk saya melanjutkan
ee tingkat SMA lah. Setelah mendapatkan
ijazah, saya daftar di perguruan tinggi
yang ada di Tulungagung.
Awalnya Mas Anwar kan kerja di border
juga, terus saya juga ngidim, kenapa
kita enggak linierkan, Mas? Istilah
pendidikannya kan gitu. Kita bikin usaha
yang linier yang sampai itu sudah punya
skill-nya gitu. Jadi enggak mencari-cari
lagi. Terus akhirnya saya bikin
sosem-nya. Jadi awalnya gak ada mesin
sama sekali. Sosm-nya yang ada. Setelah
sosm kita bikin ke maps-nya 2016-an.
Selain bordir kita dihijab waktu 2016
itu hijabnya bikin sendiri. Jadi kalau
hijab itu kita tuh modalnya cuma
Rp45.000. Kita beli kain Rp45.000 dapat
satu 1 kilo. Terus karena Mbak bisa
jahit itu kita jahitkan ke Mbak. Kita
bikin pola, kita jahitkan. Yang bikin
pola, Mas enggak bisa bikin itu belajar
bikin pola weh sebisane sampean lah, Mas
gitu. Terus akhirnya dijahitkan ke Mbak
terus saya tawarkan ya tawarkan ke biasa
manual gitu, Mas. Enggak ke sosm enggak.
Terus alhamdulillah ada yang pesan
langsung buat seragaman 45 picis. Dari
uang 45 itu muter sampai sekarang, Mas.
Kalau saya itu diasuh dari keluarga
memang serba terbataslah istilahnya
teman-teman saya itu sudah merasakan apa
saya itu masih jauh dari ada ee
merasakan kayak gitu. Sehingga saya itu
harus berpikir kreatif. Setelah saya
sadar bahwasanya pendidikan atau ee
taruhlah kalau di SD atau SMP itu harus
juara. itu ternyata menurut saya itu
tidak menjamin kesuksesan seseorang di
masa depan. Saya dulu mohon maaf mis
cerita terkait sama peringkatlah atau
juara. SD itu sering juara satu tapi
ketika juara satu itu gak ada apresiasi
dari orang tua. Sementara teman-teman
saya misalnya peringkat 2 3 4 itu
dirayakan ke mana-mana tapi saya enggak
ada perbedaan ya tetap aktivitas bantu
dulu itu bantu ibu bikin batu bata kayak
gitu. aktivitas seperti itu. Kalau dulu
berhubung di sini kan juga banyak
mencetak membuat batu bata bahkan ketika
SMP saya membayar itu hasil dari buat
batu bata di tempat tetangga gitu. Nanti
ketika mau bayar stor catatan Pak mau
ambil gaji ya istilahnya seperti itu kan
buat bayar sekolah gitu. Menurut saya
itu memang pendidikan itu ee sesuatu
yang bisa membuka cakrawala kita di masa
depan. Soalnya kita enggak tahu nanti
jalan seperti apa di masa depan. Dan
ternyata ketika istilahnya teman-teman
itu waktu itu leha-leha, saya
alhamdulillah disibukkan untuk terus
menambah terkait wawasan, keterampilan
hidup dan lain sebagainya. Dan ternyata
ketika mengajak dewasa saya merasakan
itu
dari uang yang kita punya, Mas. tentunya
orang yang tidak mempunyai privilege
apapun itu kan memang susah dan
sangat-sangat susah kita merasakan di
situ
dan akhirnya kita mendapatkan
kepercayaan Mas kepercayaan ada teman
gitu kan yang mempunyai akses akses
pendanaan yang ee enaklah gitu kan
menurut kita itu juga masuk akal untuk
dipertimbangkan akhirnya kita mengambil
kesempatan itu. Kalau dibilang memang
enggak punya apa-apa. Ibaratnya ketika
kita itu biasa bekerja di tempat lain
terus kemudian konsentrasi melakukan
usaha itu kan butuh perhitungan
pertimbangan yang sangat-sangat matang.
Dan itu istilahnya kita itu ketika
dihadapkan posisi itu kan kita galau
juga. Ternyata alhamdulillah ada jawaban
ada teman istilahnya jaringan lah yang
bisa membantu terus kemudian kita
membeli alat produksi pertama itu yang
kita gunakan. Dulunya kan kita enggak
punya mesin produksi sendiri, kita masih
nebeng. Seperti yang dikatakan istri
tadi, kita mempunyai ujung tombak saja,
sosm itu aja. Orang-orang itu datang
hubungi melalui sosur mat. Tetapi kan
kita enggak punya, cuma nebeng ee teman
ke orang gitu kan belum bisa optimal.
Terus kemudian kita juga harus berpikir
soalnya demand semakin tinggi kayak gitu
kan. Masa terus seperti ini gitu kan.
itu yang membuat kita itu bergerak yakin
harus mengambil kesempatan itu,
mengambil mesin.
Jadi kita sosmetnya saya itu
sendiri-sendiri, pribadi sendiri untuk
usaha sendiri jadi gak dicampur gitu Mas
ya. Kekuatan dari sosial media seperti
itu, Mas. Dan ternyata ketika kita itu
membangun atau memasukkan data di sosial
media, maps dan lain sebagainya
membantu orang-orang khususnya yang
memang membutuhkan jasa kita mencari.
kita mungkin enggak pakai misalnya Anwar
Border, enggak komputer Tulung Agung
seperti itu. Menurut kami setelah kita
itu juga pernah belajar terkait sama
sosial media, kata kunci itu ternyata
penting. Apa yang dipikirkan orang terus
kemudian diketik di HP orang tersebut,
nah kita hadir dan menjadi solusi
seperti itu.
[Musik]
Sebenarnya awalnya dulu tuh kan saya tuh
kan sering nulis. Awalnya itu
brandingnya penulis. Brandingnya penulis
buku biasa. Terus setelah itu saya ke
self development. Setelah ke self
development terus ini apa ya? Safe
development itu kayaknya saya berhasil
dapat 10K kalau enggak 12K organik.
Terus akhirnya ini buat apa ya Mas?
Terus Mas bilang buat usaha aja.
Akhirnya saya bikin nyerampet-nyampet
dulu ke usaha. Terus boomingnya itu
ketika saya bahas pendidikan. Jadi
pendidikan tinggi tapi milihnya enggak
kerja kantoran. Akhirnya itu booming
dapat lagi sampai akhirnya 25 K itu
secara organik. Dan ada beberapa juga
views-nya sampai 2 juta, R juta cuman
nak saya taruh di pin karena memang kan
saya enggak fokus untuk ngajarin orang
jadi content creator kan. Saya cuman
sharing daily life aja. Itu juga
pertamanya dapat ini Mas haters juga kok
bawa-bawa S2 terus kan gitu kan.
Padahal saya tuh cuman pengin ya kayak
orang misalnya bapak-bapak daily live
bapak-bapak 30 tahun gitu ya. Terus saya
ngambil hook-nya kan penginnya daily
life pasangan yang ngambil S2 tapi gak
kerja kantoran. Karena kan kebanyakan
biasanya itu kan kalau kuliah tinggi itu
pasti kerjanya kantoran. Kalau enggak
gitu jadi ASN dan lain sebagainya.
Sebenarnya cuman itu. Tapi ternyata
banyak yang berterima kasih, Mbak terima
kasih sudah bikin kayak gini. Saya jadi
enggak insecure lagi loh. Punya
pendidikan tapi gak kerja sesuai
pendidikannya gitu.
Iya. Sedang menempuh 100 enggak?
Enggak. Saya sudah selesai dari 2017.
2017 selesai
dulu membiayai, Mas.
Makanya kita enggak bareng.
Enggak bareng
e saya memang memutuskan untuk bikin
pondasi usaha. Istilah kita jedah dulu
untuk mengembangkan usaha biar biar
mantap. Biar ini istri duluan terus
setelah landing saya berangkat kayak
gitu.
Dulu biayain Mbak Fitri dari mana?
Dari usaha.
Belum.
Hijab Mas.
Hijab. Terus ee selain itu saya masih
bekerja di tempat orang.
Mungkin kalau saya itu enggak sadar
bahwasanya pentingnya usaha untuk masa
depan itu mungkin saya pilih jalan
nyaman jadi karyawan kayak gitu aja
sudah selesai gitu kan enggak mikir
apa-apa. Dan ternyata semakin sadar
bahwasanya nanti harus dulu ada
perjanjian ketika nikah harus hidup
orang tua atau mertua gitu kan. Kalau
cuma dari ee kerja di tempat karyawan
kita mohon maaf
nanti yang lain dari mana kayak gitu
kan. ketika sadar ya sudah kita 100%
yakin untuk mengembangkan usaha sendiri.
Menurut saya terkait sama pendidikan itu
bukan linear dengan pekerjaan
sebenarnya. Kalau menurut saya pekerjaan
itu skill yang kita gunakan, skill yang
kita punyai, terus kemudian istilahnya
dijalankan setiap hari itu sudah namanya
pekerjaan. Keahlianlah istilahnya. Dan
keahlian itu bisa untuk kita hidup
berbeda lagi pendekatan pendidikan.
Menurut saya pendidikan itu ya untuk
basic kita, basic kita untuk memandang
sesuatu kayak gitu kan. Tentunya memang
berbeda teman-teman yang latar belakang
pendidikan misalnya strata apa sama
strata apa kan memang berbeda di situ.
Mungkin kalau di di dilihat orang wong
pendidikan ee ilmu pendidikan atau
sarjana pendidikan kok enggak jadi
apa-apa. banyak yang seperti itu dan
bahkan kita itu membikin konten yang
istilahnya mengusung tema menjadi
lulusan tapi enggak enggak di dunia
kerja atau di dunia pendidikan seperti
itu. Dan ternyata tujuannya enggak
enggak itu juga kalau dibilang
persentase dunia pendidikan atau lembaga
pendidikan itu kan sangat-sangat
terbatas. Sementara yang dibutuhkan
orang itu lapangan pekerjaan kayak gitu
kan. Nah, kita terinspirasi dari situ
loh. Ngapain gak grade pekerjaan untuk
orang lain? Sementara seperti lembaga
atau tempat-tempat pekerjaan itu kan
juga terbatas.
Jadi karena saya bertanggung jawab di
manajemen termasuk manajemen produksi,
manajemen kualitas, manajemen psikologi
karyawan dan customer. Jadi saya
menganggaplah pendidikan itu emang
penting. Kalau mungkin orang mikirnya
itu usaha kok dadak kuliah tinggi-tinggi
ngapain gitu. Tapi bagi saya justru dari
kuliah yang tinggi atau pendidikan yang
tinggi itu tadi bisa meng-handle yang
kita punya dan tetap langgeng gitu, Mas.
Mau meminimalisir masalah terutama
karyawan. Biasanya kan kalau karyawan
kan ini ya banyak gap atau apa atau
kemampuan yang lainnya gitu.
Kita memang menghalir dalam artiu kita
ada filosofi bisnis tersendiri. Ada
target tapi kita enggak cepat-cepat
gitu, enggak mau prematur. Kita itu
usaha enggak mau prematur. Ada kan orang
jepet
bom terus habis itu enggak ada. Kita kan
hidup insyaallah kan ada waktu yang di
dijangkau gitu kan. Berapa lama enggak
tahu juga kan. Ibaratnya kita usaha itu
napasnya itu harus stabil gitu. Nah,
filosofi kita seperti itu enggak mau
langsung apa meledak terus itu habis itu
nanti enggak ada. Ya nauzubillah seperti
itu. Makanya filosofi itu kami gunakan.
kita usaha menghidupi teman-teman dan
juga teman yang lain. Ibaratnya kita
penuh, yang lain tetap bisa hidup.
Misalnya bulan ini masih close order,
bisa ke tempat lain dulu. Mungkin bagi
orang itu syirikan iblilahnya orang Jawa
seperti itu. Tapi t enggak kita pengin
kan teman-teman yang lain yang bekerja
atau usaha yang sama kan ya pengin hidup
juga kayak gitu kan. Kita pegang prinsip
itu.
Bahkan ada yang dulu ngerjakan di sini
sekarang sudah mesin punya mesin
sendiri. belajar dari kita juga ada
beberapa, Mas
ya. Biasa seperti itu.
Ada tiga atau empat yang sudah beli
mesin sendiri juga.
Pertama klien
klien
dan sekarang mereka buka sendiri
terus buka.
Usahanya Mas pendapatannya berapa Mas
kalau di tootal semua?
Total. Iya. Alhamdulillah 3 digit sudah
dari R5.000 itu. Iya omset. Heeh. 3
digit.
Aman.
Mau cari laptop yang cocok buat kamu
para pekerja keras, pelaku usaha, dan
UMKM? Sini aku tunjukin laptop yang
tahan banting dan anti drama.
Hari ini aku sedang berada di acara
launching Asus Expert Series. Suasananya
penuh antusiasme. Deretan Boot sudah
siap menampilkan beragam keunggulan dan
durability dari lini Asus Expert Series.
Angel Ergolif pada Asus Expert series
bisa dibuka hingga 180 derajat.
Portnya pun dirancang kuat dengan rangka
logam yang diperkuat. Bahkan bisa
menahan beban hingga 8 kilo.
Jadi kalau kalian mau angkat t pakai
laptop bisa juga itu 8 kilo keangkat
itu.
Keyboard laptop ini tahan tumpahan
hingga 405 cc air. Cukup dilap, laptop
tetap berfungsi normal.
Layar Asus Expert series juga istimewa.
mampu bertahan dari tekanan hingga 28
kilo.
[Musik]
Bagian bodinya diuji mampu menahan
tekanan sampai 50 kilo lebih. Semua
keunggulan ini makin lengkap dengan
sertifikasi military grade. Dari suhu
ekstrem, kelembaban, getaran hingga
debu, laptop ini lolos semua uji
ketahanan.
[Musik]
Asus series cocok buat kamu yang lagi
nyari laptop yang tahan banting dan anti
drama. Pengen? Langsung aja kunjungi
Asus Online Store atau Asus Store yang
ada di kotamu. Untuk pro menariknya cek
akun Instagram @asusid.
Asus Expert series trusted by expert bu
for worry free business.
[Musik]
kita jenglok maksudnya ee di kampus
salah satu kampus Tunggu satu kelas
malah
satu kelas tapi beda geng enggak kenal
sebenarnya kan satu kelas itu kan banyak
ada 50 orang ya pas itu ya
iya
terus geng saya sama dia itu bed
semester 4
Heeh tiba-tiba ngomong kalau SMS gitu
dulu SMS ya mod WhatsApp
SMS ngomong kalau mau dekat tak kira itu
mau pacaran terus tak bilang gini, "Mas
ngapunten lak pacaran kulo mboten saget
ngoten lak jenengan mau serius ke rumah
saja nanti ngomong ke orang tua ternyata
memang serius dan datang ke Ponorogo
awal-awal gitu kan kita itu pengin kenal
gitu kan ee mungkin enggak lama sih ada
niatan ee niatan pengin nikah terus
target sudah terkunci gitu kan terus
dibilangin seperti itu selang beberapa
minggu minggu atau 1 bulan lah. Eah,
terus saya waktu itu jam kuliah
berhubung dikasih info ada jam saya
langsung ke sana ke Ponorogo berbekal
map gitu.
Nyasar juga
nyasar juga saya enggak tahu entah nanti
diterima atau enggak yang penting sana
gitu. Terus saya tanya, "Bu, kira-kira
Fitri boleh saya nikahi?" Kayak gitu
boleh. Asal nanti tinggal di sana terus
kemudian orang tua diopeni lah gitu.
Terus akhirnya boleh jelang berapa bulan
kita nikah. Dan waktu khitbah waktu itu
Bapak sama Ibu kan di luar pulau sama
kakak itu kan terus Mbak yang ada di
rumah itu kan waktu itu kita UTS ujian
tengah semester ya
enggak ada kita enggak enggak enggak
ikut ikut khitbah enggak ikut lamaran
wis pokoknya mbak-mbak lah yang ke sana
itu. Berhubung saya itu empat
bersaudara, saya cowok sendiri terakhir
mungkin kalau ditanya duwe opo atau
punya apa anak sekolah punya apa itu kan
ya enggak punya apa-apa gitu.
Cuman kita sudah kerja.
Heeh. Sudah kerja. Ya,
sudah kerja dulu itu kita kerja sama
dengan sekolah, kita bekerja bisa
sekolah atau bisa kuliah seperti itu.
Kalau dulu itu dobble sih sebenarnya
kita juga produksi konveksi ikut orang
dan memegang di salah satu media radio
di Tulungagung juga saya salah satu
orang yang pertama kali apa istilahnya
babat lah radio tersebut. Mulai semester
1 kita start untuk perizinan dan sampai
tembus ke perizinan nasional, radio
nasional. Belajar dari mulai teknis
elektronik, kemudian produksi, siaran
dan juga biasanya itu live live ada
acara live.
Sebenarnya untuk di Tulung Agung itu ada
alasannya. Dulu selepas lulus di pondok
itu ada pengabdian wajib ke luar kota.
Istri dapatnya di Tulungagung. Terus
habis itu lanjut kuliah. Nah, satu
kampus kebetulan.
Heeh. Sebenarnya pertama ngelihat Mas
itu cuman oh ini orangnya baik gitu aja.
Setelah itu kan ada syarat. Saya punya
dua syarat karena saya kan anak tunggal.
Saya punya syarat salah satunya itu mau
enggak Mas ngopeni orang tuaku gitu.
Entah nanti mau di sana apa enggak mau
enggak ngepeni terus mau akhirnya kalau
sampean serius ke rumah aja gitu. Enggak
ada yang spesifik khusus gimana karena
memang enggak kenal. kayaknya dulu
pertama kali PDKT tuh nanyain gimana
caranya nulis font Arab ya di komputer
di Word itu terus ini ngapain nanyain
gitu lama-lama ternyata oh saya pengin
sama sampean gitu ini konsepnya pacaran
apa gimana terus kersane ngalah ya kalau
bahasanya orang Jawa itu kok dibolehin
padahal masih sekolah masih kuliah sama
Bapak sama Ibu dibolehin terus bapak
sama Ibu kan mendukung kita juga Mas
makanya boleh di sini Nih yang penting
ngopeni di sana. Kemarin juga sakit pas
beliau operasi barengan berdua 1 bulan
dua orang itu
kita di sana
kita full di sana. Engih.
Pas saya nikah akhirnya start dari nol
seperti kita ngisi bensin di pom gitu
kan kita memang enggak punya apa-apa
gitu kan. Mungkin kalau kerjaan dibilang
dapatnya berapa ya ya tahu sendiri kan
kalau pengabdian itu kan. Dari situ kita
memulai belajar memanage apa yang kita
miliki itu disatukan terus nanti dibagi
untuk kehidupan. Nah, waktu itu kita
masih nge-cos seminggu selepas kita
nikah itu langsung enggak di rumah orang
tua, langsung cari kos-kosan. Ee
tujuannya ya kita biar merdeka dalam
arti kita bisa belajar untuk memanage
keluarga kita dari nol tanpa ada
intervensi dari manapun.
[Musik]
Ketika saya menikah dengan sama-sama
sekolah itu memang pesimis. Orang tua
itu pesimis. Nanti dikasih makan apa
kayak gitu. Sementara alhamdulillah
berbekal dengan pengalaman e pernah
keluar pulau kayak gitu kan kita kan
tahu yang namanya survive. Harus hidup
itu dengan berbagai cara seperti apa
saja dengan kita menambah relasi dan
lain sebagainya. Kesempatan datang
enggak tahu pokoknya gak datang. ada
kesempatan datang diambil gitu aja bisa
berjalan dan ee istri bisa merasakan apa
yang kita perjuangkan bareng-bareng.
Alhamdulillah kita rasakan tentunya juga
melalui proses-proses yang bisa
dikatakan ya berdarah-darah juga dalam
arti kita itu kita harus ee memanage
pendidikan juga. Kita kan masih sekolah
iya
harus kerja. Terus kemudian ada
kegiatan-kegiatan lain juga yang harus
kita jalankan. E tentunya itu kan
membutuhkan operasional juga yang tidak
sedikit dari pendapatan dari kerja kita
yang dulu itu kan belum istilahnya
belumlah untuk dikatakan cukup untuk
tinggal tidak di rumah.
Berapa kalau digabungin?
R juta
R juta ada apa enggak kayak gitu? Iya
cukup Pak.
Karena itu kita belajar usaha.
Heeh. Mulai dari situ.
Mulai dari situ.
Heeh.
Usaha apa pertama? Nugget homemade. Jadi
buat nugget itu awalnya juga enggak ada
blender. Jadi dicacah
manual.
Kita cacah manual. Kita cacah manual.
Terus ya kayak selayaknya bikin nugget
homemade itu yang ayam sama sayur. Tapi
kita keunggulannya itu ada sayurnya gitu
waktu itu. Terus habis itu postingnya di
Facebook ya. Di Facebook sama di
WhatsApp sudah ada.
Sudah ada. Terus akhirnya ada yang
pesan. Dari situ kita punya pendapatan
lebih untuk bisa kuliah berdua buat KKN,
buat PPL sama buat hidup.
Dari gajinya Mas yang R.000an tuh
kontrakan itu 400 Mas karena di emang
kan pengnya dekat sama tempat kerja saya
jadi agak kuota otomatis mahal dan itu
kita minta diskon ke
pemilik
ke pemilik jadi hasilnya R50 terus dapat
diskon Rp50.000 Ibu
tahun berapa?
2014-an ya mungkin 2 tahunan Mas yang
ngerjain kan saya sendiri orderan banyak
kayaknya sampai Kediri ya Mas kita
ngantter itu sampai Kediri juga do itu.
Terus karena yang ngerjain saya sendiri
kan keuntungannya untuk kuliah gak
mungkin untuk nge-hire orang kan.
Akhirnya saya panas seminggu panas
seminggu sembuh seminggu panas seminggu
sembuh. Akhirnya sama Mas wis leren, Dek
gitu cari yang lain gitu. Apa aja untuk
bertahan hidup usahanya?
Banyak juga ya, Mas ya?
Iya, banyak.
Ada nugget, terus yogurt itu. He.
Terus camilan yang repack itu, Mas.
Kiloan.
Heeh. Jadi kita beli kiloan, kita
repack. Terus nugget mie juga. Kalau
nugget mie ini khusus untuk disetorkan
ke sekolah gitu. Jadi kita tuh kalau
bisa dapat pendapatan harian, mingguan,
sama bulanan. Jadi kalau bulanan kan
dari gaji, terus mingguan itu dari yang
dititipkan. itu tadi kalau harian itu ya
nugget yang saya jual ke orang umum itu
tadi. Jadi dari situlah kita bisa
memenuhi kebutuhan,
bisa survive di situ.
Bisa survive di situ.
Situasi yang menurut jenengan paling
berat tuh di situasi apa, Mbak waktu
itu?
Kalau menurut saya tidak ada sih, Mas.
Soalnya kita emang benar mungkin ini ya
cobaannya berat kayak kayak Mas
berdarah-darah tadi ya. Tapi saya
ngerasa ini jujur ya, enggak maksudnya
enggak enggak apa enggak dibuat bet.
Saya ngerasa happy karena kita
berkembang gitu jadi bertumbuh. Jadi
meski kadang ada mungkin finansial yang
kurang atau apa gitu, kita gak mikir kok
bisa gini tapi gimana biar ini terpenuhi
gitu. Jadi kita itu kayak ada challenge
gitu dan saya sendiri suka sama hal-hal
yang seperti itu. Jadi selama menikah
sama beliau ini jujurnya ya happy-happy
aja. kita mikirnya ndak kok cuman segini
gitu, tapi gimana biar ini bisa jadi
banyak, kita harus ngapain gitu. Apa
yang harus kita lakukan? Fokusnya ke
situ.
[Musik]
Selain jasa, kita juga memproduksi
produk-produk konveksi untuk seraga anak
kayak gitu kan. dan juga ada selimpang
wisuda. Itu sebagai trademark yang
mungkin kali ini kita sedang hit-hitnya.
Kita bekerja sama dengan teman-teman
atau anak-anak yang ada di perkuliahan
kayak gitu kan. Mereka menjadi ujung
tombak warga tengg
ada mog
kalau kita enggak
gak ada
satu juga.
Iya
boder juga 1 2 3. Kita berawal dulu dari
bijian Mas. Jadi pas COVID kita malah
mulainya pas COVID. Jadi ketika mungkin
usaha orang lain lagi down-downnya, kita
malah justru datangin mesin
dan berawalnya dari itu yang eceran yang
cuman enam kan minimal en ya Mas ya en
kemudian 12 lama-lama jadi
rusan bahkan ribuan
bahkan ribuan
kalau serang wisuda kan namanya satu
custom iya custom memang seperti itu kan
custom kalau custom itu kan harganya
berbeda Mas dan target untuk usaha ini
memang bukan untuk menengah ke atas tapi
Kita membantu teman-teman yang mau
rintis itu kita gandeng. Misalnya
teman-teman yang lulus sekolah, lulus
kuliah, pengin usaha, "Mas, saya
mempunyai produk ini." Kira-kira bisa
enggak membantu membuatkan contoh? ke
sinilah saya bantu. Dan alhamdulillah
dari kecil-kecil yang kita istilahnya
openeni kita rawat dan ternyata mereka
membuahkan hasil dan dampak yang menurut
saya memang signifikan untuk pertumbuhan
usaha kami selama ini. Kita enggak
muluk-muluk harus ratusan bahkan apa
ratusan ribu dan mungkin ribuan. Enggak.
Dari kecil-kecil itu kita rawat mereka
itu senang dan mereka bertumbuh dan
mereka juga e mempunyai rezeki jalan
sendiri-sendiri dan kita merasakan
dampaknya. Untuk konveksi kita juga
cuman enam juga melayani, Mas. Baju enam
misal kita melayani baju seragam enam
gitu. Kalau yang lain kan mungkin 50,
100 gitu.
Ada pernah teman itu ee yang mengatakan
dari kecil itu akan membawa dampak besar
dan dari kecil itu sebagai umpan. Dan
ternyata mereka ketika teras percaya
mereka itu ke sini bawa order yang lebih
banyak. Dan ternyata itu dampaknya
kita itu ibaratnya enggak enggak mau
serakalah. Kita usaha pengin hidup dan
yang lain tetap tetap biar hidup. Kita
itu pakai misalnya istilah slot
istilahnya kita 1 bulan itu mampu
taruhlah jilbab atau hijab itu mampu 500
ya sudah 500 habis itu close order di
situ. Mungkin kalau mindset orang lain
pakai kita ambil semua nanti yang
ngerjakan
mungkin ada orang lain gitu. Kita enggak
enggak berani soalnya kita ada
standarnya tersendiri.
Standarnya sendiri. Jadi pendidikan yang
kita dapat, kenapa kita ngajar
pendidikan tuh, Mas? Karena di situ kan
ada kayak manajemen, kemudian psikologi
untuk karyawan, kemudian untuk customer.
Itu kita dapatnya kan dari situ. Dan
kalau enggak nerusin ke jenjang
perguruan tinggi itu kan enggak bisa
diakses. Kayak manajemen itu kan kalau
kita enggak ke perguruan tinggi sangat
sulit diakses kan.
[Musik]
Kalau total untuk misalnya kan kita
produknya itu varian. Kalau dari jasa
itu ada B sekolah dan sebagainya itu
kalau per hari kan ribuan bisis
bisa.
Bisa. Terus kemudian kalau custom kita
kan memang terbatas mesti ee harus
satu-satu misalnya kan ada selempang itu
kan cuma satu-satu apa kan dua yang enak
nanti satu gerombolan. Nah, itu lebih
enak seperti itu. Kalau bet itu ribuan
per hari untuk mesin produksi awal
pertama gitu kan ada akses dari teman
itu kan. Terus kemudian kita mendapatkan
hasil dan kesempatan ee terus kemudian
ngambil mesin yang selanjutnya dan itu
100% bukan uang dari kita murni. Nah,
dengan adanya jaringan baru terus
kemudian kita tahu terkait permesinan,
produksi mesin, kita tambah jaringan
orang-orang yang biasa mainten
mendapatkan manfaat dan kita dikasih
kesempatan kenal orang yang membuat atau
pabrik mesin.
Untuk mesin yang kedua itu enggak 100%
dari uang kita, tapi kita jualan mesin.
Dari
kita jualan mesin
ee hasil jualan mesin kita ambil mesin.
Heeh.
Kayak gitu. mungkin dikatakan, "Uh,
berapa lama loh kok bisa ambil mesin
lagi?" Pola kita seperti itu. Mesin itu
cara mendapatkan istilahnya kita main ke
pabrik itu kan kapan bisa enggak ini
bawa pulang dan ternyata ada cara lain
untuk mendapatkan mesin tanpa kita
mengeluarkan uang 100% dari kita.
Itu sistemnya untuk optimasi kita ya ada
pesanan-pesanan lain. Jasa kan sudah
kita bisalah perhitungkan jasa 1 hari, 1
bulan, 1 tahun kan sudah tahu ibaratnya
kalau kita ambil rata-rata. Nah,
tambahannya kita harus membuat produk
turunan dari border. Masih berkaitan
dengan border. Membuat baju, membuat
jilbab, membuat itu kebutuhan anak-anak
kuliah itu. Dari situ kita mendapatkan
ee tambahanlah tambahan dari penghasilan
jasa kita gitu. Semangat dari 45.000
loh. Makan kalau kita enggak enggak
semangat kan R5.000 cuma histori saja
kan
ya. Karena itu ketika kalau R5.000 di
semangatnya dipakai itu kan wah dari
start R5.000 itu sampai kita mendapatkan
kesempatan ini ya
kita harus harus bersyukur gitu. Kalau
secara psikologis tentu ada, tetapi
secara ibaratnya e zahirnya, nampaknya
kita memang
gak ada
lifestyle-nya sama gitu, Mas. Dari dulu
yang ngontrak sampai sekarang sama.
Ibaratnya kita beli jajan apa ibaratnya
kan
sempul gitu kan
sekarang masih aktif dan istikamah tetap
sempul gitu aja. Dan ternyata tingkat
kebagian orang itu bukan mendapatkan
berapanya, fantasinya berapa dan
ternyata ketenangan yang gitu. He.
Tenang terus teman-teman itu bisa
bekerja, Bapak Ibu istilahnya sehat dan
sebagainya itu ee prestasi luar biasa.
[Musik]
Berarti part-partnya langkah kecil
dikit-dikit.
He, betul. Karena kita sadar kita enggak
ada privileks. Nanti kalau ambruk
misalnya ya, kita mau bangun lagi pakai
apa gitu. Jadi dinikmati sabarnya.
Mungkin kalau saya itu anaknya seorang
jutawan miliarder mungkin ya enggak
ngati-ngati. Ibaratnya itu ah langsung
beli beli beli. Tapi kita sadar Bapak
Ibu cuma bekali doa dan semangat kita
itu ngati leh. Itu yang membuat kita itu
tetap ee harus stay humble terus
kemudian harus tetap tetap e waspada,
hati-hati. Paitan kita ibaratnya ee
modal kita itu kehati-hatian. Soalnya
kehati-hatian kita yang tidak mempunyai
up siapapun ibaratnya seperti itu. Itu
menjadi ee sesuatu yang luar biasa gitu.
kita ada filosofi lain, usaha kecil atau
orang yang kecil tapi dampaknya bisa
besar. Itu aja keyword-nya. Kalau dalam
hidup saya itu bukan jadi anak
siapa-siapa, tapi dari orang yang enggak
dianggap, tapi bisa menjadi dampak yang
luas. Seperti klien-klien saya itu
ibaratnya itu senang mendapatkan partner
seperti kita kayak gitu kan. Sudah itu
prestasi yang luar biasa yang harus kita
jaga selamanya.
Tapi dari awal usaha kita enggak pernah
pakai banner, Mas. Dan selalu digang
kontrakan saya kan di gang masuk gitu.
Jadi gak per emang optimasinya di
sosmet.
Salah satu model kita adalah
kepercayaan. Ada tindakan preventif yang
kita lakukan kepada setiap pelanggan
kita dengan berbekal sedikit dari ee
ilmu dunia pendidikan adalah psikologi
mereka. Istarnya mereka itu mempunyai
order. Taruhlah order per baju itu
Rp100.000. Mereka itu harus ee
mengeluarkan dana untuk membuat ee ambil
kain dan sebagainya. Terus bordernya,
Mas. Kalau misalnya taruhlah bordir itu
ada anggaran Rp10.000 itu bisa enggak?
Saya harus merumuskan itu. Target saya,
klien saya harus dapat order agar dia
itu deal. Pendekatan yang saya gunakan
seperti itu. Enggak usah muluk-muluk.
Mungkin kalau saya itu pengin menang
sendiri, cari untung sendiri, saya patok
aja.
Heeh.
Mas, ini berapa? Rp20.000. Enggak bisa
kurang tohong. Enggak bisa. Kalau enggak
ya silakan caranya. Enggak seperti itu,
Mbak. atau Mas kira-kira sampean ada
anggaran berapa untuk bordir istilahnya
seperti itu. Ini Mas sampean bisa
mengusahakan ya ini manajemen yang saya
gunakan atau pendekatan yang saya
gunakan selama ini fleksibel lah
ibaratnya kualitas harga segini nanti
jadinya kan sebelum anu kan ada sampel
sebelum produksi kan harga Rp10.000
seperti ini kira-kira klien masuk
enggak? Oh, bisa. Ya udah, running gitu.
Terus kemudian ada lagi ada pembayaran
yang mungkin enggak kontan ambil kayak
gitu kan. Ada jeda 2 3 hari atau Stu
Minggu itu yang membuat mereka itu
lebih-lebih nyaman bersama kita gitu.
Kalau saya itu karena saya bukan tipe
orang yang muluk-muluk atau mungkin suka
kemewahan atau mungkin pengin dipandang
orang gitu ya, Mas. Jadi selama misal
saya kan sukanya jajan. Selama jajan
saya terpenuhi ya udah selesai. Sesimpel
itu saya
dan itu bahagia dan tenang ya.
Udah. Heeh. Jadi di keluarga saya sama
Mas Anwar itu ada namanya filosofi
jajan. Jadi setiap hari itu harus jajan
walaupun cuman 5K 5.000 pokoknya setiap
hari harus jajan. Karena saya juga sadar
oh ternyata bahagia secara psikologis
itu lebih
lebih penting.
Lebih penting. Jadi mau masalah seabrek
tapi kalau psikologis kita itu happy ya
enggak keras Mas. Beratnya itu gak
kerasa. Tapi kalau psikologis kita
enggak happy ya misal masalah dikit aja
jadi besar. Heeh.
Bahagianya ya sewu hobi saya
tersalurkan.
Iya. Kalau Mas
salah satunya memang kalau jajan ngikut
ini. Kalau hobi saya yang menguntungkan
itu saya suka memang membaca terus
kemudian belajar. Nah dalam arti ituu
seperti halnya sehari itu kan harus baca
artikel misalnya tentang pengembangan
atau informasi dan lain sebagainya. itu
sama ketika jeda produksi kan sebelum
masuk ke produksi mesin itu kan ada di
didesain dulu salah-salah desain baca
atau ada dengerin podcast misalnya pecah
telur untuk inspirasi dan lain sebag itu
salah satu hobinya seperti itu.
Untuk ke depan tentunya penambahan alat
produksi berhubung list klien kita itu
semakin banyak tidak hanya di dalam kota
tetapi luar kota bahkan luar pulau dan
ternyata sudah mengendus kita itu PR
kita untuk jangka pendek. Untuk jangka
yang panjang tentunya semakin banyak
yang kita punya misalkan produksi bisa
dimanfaatkan untuk ee ke manfaat
masyarakat secara luas kayak gitu kan.
Terus kemudian ekosistem kita terus
dibangun dan tentunya dari hasil apa
yang kita dapatkan biar bisa bermanfaat
mungkin bisa mendirikan sesuatu yang
bisa menyalurkan kita lagi ke depan ini
kan sebenarnya kita kan di dunia
pendidikan ya penginlah mempunyai apa
sih pendidikan misalnya pendidikan
bisnis yang bisa disalurkan terkait
pengalaman kita selama ini mungkin untuk
jangka panjang seperti itu menular
menularkan e mindset bisnis kepada orang
lain meskipun itu bisnis S misalnya nya
itu kalau dikelola dengan baik itu kan
bisa menjadi luar biasa.
Saya Anwar dan bersama istri saya yang
memiliki usaha bodir komputer
Tulungagung yang beralamat di Desa
Mujarum Kecamatan Gondang Kabupaten
Tulungagung. Kalau teman-teman pengin
bekerja sama dengan kita ini bisa
menghubungi deskripsi di bawah ini.
Terima kasih dan asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
sama
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:17 UTC
Categories
Manage