Transcript
9JbAJs3qclU • Raup Cuan Dari Usaha Rumahan, Minuman Fermentasi Untuk Asam Lambung
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0615_9JbAJs3qclU.txt
Kind: captions Language: id Oh, jadi ee kalau disengaja mau jualan ini tuh enggak juga enggak ada planning, enggak enggak bikin bisnis plan yang harus gini gini gini, enggak ada. Jadi semuanya ngalir dari ee kisah itu tadi dari derita. W dari derita. Kevir ini apa sih? Kevir ini kefir itu minuman fermentasi. Jadi dia mengandung bakteri baik, probiotik. Bahannya apa? Berarti bahannya itu fermentasi dari air, gula. Jadi difermentasi dengan menggunakan ee ada namanya bibitnya itu green bibit kefir begitu ya. Iya, bibit kefir itu ada nanti kita fermentasi sekitar 4 hari itu nanti dia berubah jadi minuman yang ee tinggi bakteri baik. Jadi dia mengandung probiotik. Jadi ketika gert minum ini jadi sembuh begitu. itu disklaimer mungkin tiap-tiap orang ee beda juga, tapi di saya di beberapa orang yang ee pernah mengkonsumsi itu ngaruh gitu, Mas. Jadi kayak wah ternyata luar biasa gitu. Kalau income yang paling gede ya dari ini semua jualan ini ya. Iya ya lumayanlah, Mas. 20 lebih lah ya per bulan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mbak Asti Dwi Ja Yanti. Jayanti. Iya. Disambung, Mas. Disambung. Sambungnya gimana tuh? Dwi Jayanti. Jadi enggak ada pastinya. Oh salah nih. Iya. Terima kasih datang dari Ponorogo. Terima kasih kembali sudah diundang. Iya. Temannya Mbak Nisa ini ya. Temannya tim kita gitu ya. Iya betul. H. Terima kasih berarti Mbak panggilannya Mbak Asti ya? Iya. P berarti Mbak Asti ini kalau boleh disuruh memperkenalkan diri tuh apa berarti sebagai apa? Ee sebagai kalau dibilang pekerja juga bukan pekerja kantoran ya. Yang jelas pekerja di rumah. Ibu-ibu rumah tangga sih tepatnya. Tapi ada sembilan pekerjaan di rumah yang alhamdulillah sudah berjalan 10 tahun. Iya. Ee mungkin ini ee usaha yang jarang sekali dilakukan orang karena masih awam sekali. Bahkan meskipun sudah 10 tahun itu masih banyak orang yang belum paham tentang apa itu produk-produk ini. Iya betul. Aku aja juga masih belum familiar begitu. Iya belum familiar. Dan ini kayak challenge banget nih Mas. Jadi buat memperkenalkan apa ini, apa ini, ini, ini, itu challenge banget. Makanya kita kenalin ini ya. Oke. Siap. Oke. Jadi pengusaha begitu ya. Ee sebenarnya awalnya bukan niat untuk usaha sih, Mas. Karena awalnya itu benar-benar dari kayak by accident gitu ya. Kalau kita dikasih misalnya kita enggak pernah minta untuk kita ditimpa musibah gitu kayak enggak mau gitu. Jadi tapi ini itu muncul karena memang saya waktu itu tuh ceritanya sakit anxiety jadi sering keluar masuk IGD karena ee kayak panik gitu Mas. Iya benar. jadi kayak anxiety gitu. Terus jadi yang kayak udah yang tahap yang sesek banget nafas itu kayak mau ngambil nafas itu enggak bisa lega terus ini kenapa gitu ya mungkin dari pikiran juga ya. Terus ee akhirnya itu kayak kan udah sering ke dokter juga, udah sering minum obat, terus tiba-tiba itu kayak ada iklan kevir itu Mas waktu itu kevir susu sih. Jadi 10 tahun yang lalu sekitar 2014 sih benar. Ee itu ada yang ee testimoni-testimoni gitu terus penasaran gitu apa sih Kevin itu. Terus terus waktu itu saya juga awam sih tentang produk fermentasi. Ternyata saya dari ketertarikan itu jadi tertarik bikin. Jadi awalnya beli terus akhirnya ee beli beberapa kali ee terus memutuskan untuk mencoba bikin di rumah ternyata kok ngefek gitu. Jadi dari ngefek itu ada perubahan membaik terus akhirnya ini enggak bisa nih kalau aku enggak bikin dan enggak dijual gitu langsung jiwa jiwa entreprenurnya gitu. Munculnya dari situ sih sebenarnya. Oh, jadi ee kalau disengaja mau jualan ini tuh enggak juga enggak ada planning, enggak enggak bikin bisnis plan yang harus gini gini gini enggak ada. Jadi semuanya ngalir dari ee kisah itu tadi dari derita. W dari derita itu apa sih, Mbak? Coba di coba pilih satu dong. Ini ada water cevir. Sebenarnya ada yang milk cevir. Kalau dulu yang pertama saya bikin itu milk cevir. Ee tapi ini saya hari ini enggak bawa. Ee dan ini ada kombuca. Nah, ini kombu lagi viral banget juga saat ini, Mas. Jadi, ada dua produk nih, ada kombu sama water kefir ya? Iya. Kalau yang ini water kevir juga, tapi yang udah dikasih ee buah nanas. Oh, ada rasanya begitu. Iya, ada rasanya. Nah, dulu itu pertamanya si kevir ini, Mas. Jadi kevir ini tapi yang susu kevir ini berarti ya? Iya. Saya minum ini, konsumsi terus ternyata itu ngebantu banget ee kayak yang ee itunya gird-nya itu jadi lebih membaik gitu. Jadi kayak sudah enggak sering sesak nafas itu akhirnya saya terus teruskan kan jadi enggak sebatas hanya konsumsi pribadi. Akhirnya saya mulai mengajak ee coba deh minum ini ke saudara dan sebenarnya saudara itu sampai sekarang itu masih ada yang kena anxiety juga Mas. Benar benar anxiety sama gird hampir mirip-mirip sih karena kan itu kayak asam lambungnya kita itu kayak naik gitu Mas. Iya iya iya. Terus itu kayak yang kita itu ee berdebar, jantungnya berdebar terus ee sesak nafas kayak gitu terus ee pikirannya tuh ke mana-mana gitu. Overthinking Mas. Nah, itu yang itu jadi kayak pikirannya itu aduh ah lek mati eng piye gitu. Jadi gitu. Oh anxiety itu kayak perasaan yang takut mati begitu. Ee bisa seperti itu juga bisa ee pikiran yang aneh-aneh lain gitu Mas. Itu kalau yang diera Mbak Asti kalau saya waktu itu sesak nafas banget itu Mas kayak yang di sini dari belakang punggung itu kayak ditusuk tusuk gitu. Itu karena gertnya atau anxiety-nya? Ee karena Nah, itu kalau dokter bilang itu dari gert-nya gitu. Jadi mengarah ke gertnya itu. Iya. Karena kan sering keluar masuk IGD. Jadi kalau ke ke IGD waktu itu tuh ingat banget. Jadi cuma Mbak ee saya deg-degan terus ee itunya kayak apa? Susah nafas. Akhirnya saya di sana itu cuma di oksigen, habis itu udah hilang h kepanikannya gitu. Jadi ya begitulah awal mulanya. Terus cuma ee seiring berjalan kan berkembang ternyata enggak hanya milk kevir aja yang saya produksi itu ada sabun ini dulu ee bikinnya dari sabun susu kefir juga sih. Sebentar satu-satu dulu. Iya. Jadi bertahap kefir ini apa sih? Kevir ini kefir itu minuman fermentasi. Jadi dia mengandung bakteri baik probiotik. Bahannya apa? Berarti bahannya itu fermentasi dari air, gula. Jadi difermentasi dengan menggunakan ee ada namanya bibitnya itu green bibit kefir begitu ya. Iya. Bibit kefir itu ada nanti kita fermentasi sekitar 4 hari itu nanti dia berubah jadi minuman yang ee tinggi bakteri baik. Jadi dia mengandung probiotik. Jadi ketika gert minum ini jadi sembuh begitu. Itu disclaimer mungkin tiap-tiap orang ee beda juga. Tapi di saya, di beberapa orang yang ee pernah mengkonsumsi itu ngaruh gitu, Mas. Jadi kayak wah ternyata luar biasa gitu. Kalau Kombuca berarti apa? Komuca. Kalau Kombuca, nah ini mungkin sekarang sudah banyak yang tahu ya karena lagi viral banget ini Mas. Jadi kara kalau ada di TikTok itu sering muncul banget FYP itu yang jamur itu yang difermentasi. Nah, ini namanya kombuah. Jadi kompu itu fermentasi dari teh gula yang difermentasi pakai e jamur namanya Scooby dan dia difermentasi selama 14 hari minimal 14 hari. Ini kayak ada selaput-selaputnya. Iya. Nah, itu muncul. Jadi dia akan muncul itu, Mas. Meskipun dia sudah disaring, tapi kalau misalnya didiamkan itu dia akan muncul terbang-terbang gitu, Mas. Ini selaput kan ini. Iya, betul. Itu kalau lama didiamkan nanti atasnya itu muncul kayak Scooby-nya lagi jamurnya gitu. Oh, ini namanya Scooby yang yang ini. Iya, betul. Oh, ini enggak apa-apa dimakan ini. Enggak apa-apa aman. Itu kalau tebal itu rasanya kenyal-kenyal kayak Nata deo. Oh, kayak jelli nata deko gitu. Iya, benar. Tapi dia asem dan reaksi orang pertama minum gitu pasti kita aduh kaget gitu, Pak. Iya. Iya. Kebetulan aku yang enggak suka. Iya. Ya, enggak suka asem ya, Mas ya. Kayaknya lebih senang ini nanti, Mas. Water Kevir. Oh, mungkin ya. Kalau waterfir belum nyobain lebih like dia. Kalau dulu pernah dititipin kan tim itu pas waktu pulang dibawain begitu enggak suka. Oh lah. Dia suka banget lihat tim saya ini. Temannya itu. Teman teman pasti. Oh i. Oh. Nah itu itu berarti suka yang asam-asam. Kalau ini untuk apa? Ini kan untuk gird. Ini untuk apa? Kalau yang sama sih sebenarnya untuk kita lebih menjaga untuk asupan bakteri baik. Sebenarnya kalau di luar di ee supermarket kayak gitu kan udah ada banyak yang dijual kayak yogurt terus yang merek ee saya minum dua itu ya mungkin sudah tahu itu juga salah satu minuman probiotik gitu yang botolnya kecil itu Mas untuk menjaga usus begitu ya. Iya betul cuma ini versi rumahan. Jadi kan memang ee ada yang homemade, ada yang memang sudah produksi massal pabrikan seperti merek-merek yang tadi itu. Iya. Iya. Berarti buat ini karena untuk dikonsumsi sendiri awalnya. Iya. Awalnya untuk dikonsumsi sendiri. Memang sebenarnya itu karena dulu itu gini kayak niatnya ee ayo bikin itu yang udah BPOM, udah gini gitu terus sebentar bertahap aja gitu. Karena sebenarnya balik lagi loh, Mas ketika saya pengin sebenarnya siapa sih yang enggak pengin usahanya gede? Ya, cuma sekarang tuh kayak balik lagi nanti kalau aku Iya. Ee karena single gitu ya, berjuang sendiri gitu kayak nanti aku kalau capek takut tiba-tiba kambuh gert-nya gitu. Jadi kayak masih trauma, ada traumanya juga ee mengarah ke situ juga. Jadi sudahlah perlahan perlahan gitu. Yang penting ee ada peningkatan meskipun ee kecil gitu ibaratnya enggak apa-apalah gitu. Kalaupun enggak laku ya sudah dikonsumsi sendiri orang butuh gitu. Izinnya apa berarti ini? Ee izin usaha. Usin PT begitu ya menuju ke BPOM ya. Insyaallah nanti habis lulus ini Mas sekolah ini lagi sekolah fokus biasa loh ini masih sekolah juga masih sekolah. Nah tadi kan ini kan sudah 10 tahun katanya mau dibesarin sekarang masih single. Padahal single-nya kan barusan baru 2 tahun belakang. Dulu kan enggak single berarti. Ya gitulah pas enggak dibesarin dari dulu. Ee karena masih apa ya? Jadi kayak masih belum yakin gitu maju mundur, maju mundur gitu. Karena penginnya sih kalau misalnya kan harus punya ee tempat produksi dulu gitu ya. Jadi itu tempat produksinya khusus yang itu ini sih masih mengarah ke situ sih. Jadi ee tahap persiapan ke situ dulu sambil nyelesaiin kuliahnya dulu gitu. Jadi kalau takutnya brek gitu. Aduh. Oke. Nah, sekarang tahap apa nih? Berarti produksi. Mempersiapkan produksi. Iya. mempersiapkan itu. Tapi ini lagi tesis sih, Mas. Jadi tesis dulu aja lah. Lulus nanti enggak lulus-lulus biayanya membengkak. Sudah berapa tahun ee S2-nya? Ee baru 2 semester sih. Oh berarti kan masih on the track kan? Iya on the track tapi ini udah masuk ke tesis jadi lumayan juga sih. Maksud maksud saya enggak yang molor gitu ya. Jangan sampai jangan. Aduh jangan sampai ya. Jangan jangan. Kok kuliah lagi kenapa? ee karena itu, nah ini seru juga nih. Jadi tuh sebenarnya kan perjalanan sekolah saya itu kayak ee lumayan itu ya up and down dan seru sekali kalau misalnya dibahas. Karena mulai dari dulu itu ee ambil D3, lulus SMA itu ambil D3 terus ee sempat mau masuk ee kan dulu kuliah di Malang di Politeknik Malang terus sempat mau ke udah daftar di UB Mas S1-nya itu jurusan VIA Fakultas Ilmu Administrasi terus enggak jadi itu hanya masalah sepele sih apa ya gitu masa di Malang lagi gitu kayaknya nanti enggak seru gitu temannya itu-itu lagi gitu terus akhirnya ke Jogja ke Jogja sudah daftar ee matrik matrikulasi karena waktu itu pengin ngambil S1-nya itu ekonomi harus ikut matrikulasi dulu karena di Poltek dulu administrasi niaga terus ee di UGM kan ngambil itunya matrikulasinya pengin lanjutin di UGM terus udah ikut matrikulasi terus tiba-tiba punya kepikiran kalau di UGM saya enggak bisa kerja nih padahal udah punya ijazah D3 gitu terus kok eman-eman gitu ya sedangkan nanti usiaku berjalan karena kalau di UGM itu kelasnya kan reguler jadi enggak ada kelas karyawan. Akhirnya saya daftar ke itu apa kayak nekad gitu, Mas. Nekad ke kabur ke Jakarta. Terus daftar ke UI ternyata enggak keterima itu. Padahal udah padahal udah sempat nge-cos di dekat UI buat persiapan itu. Jadi untuk sebelum ujian tapi ternyata enggak keterima hingga akhirnya udahlah aku daftar di swasta aja yang penting ada kelas karyawannya. Jadi benar karena memang sudah diniatin ya di sana mau kerja. Jadi waktu itu daftar di Trisakti. He. Terus kerja eh kuliah 2 bulan itu dapat kerja di salah satu BUMN. Jadi dari situlah itu perjuangan menjadi budak corporate. Lama juga di BUMMN. 4 tahun. Iya. Lumayan. Dulu di apa? Ee di itu Surveyor Indonesia dulu nama itunya kantornya sampai sekarang sebenarnya masih baik sih gitu. Jadi dari situ terus e kan resign. Nah, di situ ee akhirnya kan sebenarnya kan saya usianya sekarang sudah 39, Mas. Terus ngelanjutin S2 itu kan baru baru ini 38 berarti ya. Iya 39. 39 lanjutinnya. Lanjutnya 39 tahun kemarin. Eh, tahun ini sih awal tahun kemarin ini kan semester 2. Jadi teman-teman saya itu yang masih ee masih muda-muda usianya yang selisihnya 7 tahun di bawah saya. Iya, makanya saya paling tua dan kayaknya dan itu pun ngambil S2 itu kok aku semakin ke sini kok kayak semakin itu ya kok gitu gitu. Karena otak kalau kita enggak dipakai buat ee mikir itu kan kayak menurun enggak sih, Mas I? Benar enggak sih gitu? Jadi kayak waduh ini kok apa mana di sekarang kan saya di Ponorogo. Jadi kalau di Ponorogo itu ya gitu-gitu slow banget kan kayak namanya slow. Iya slow. Terus ini dikasih slow. Kadang orang ini Mbak dikasih slow tapi malah mintanya kayaknya kurang yang rock and roll ya Mas ya. Kurang iya. Jadi yang kurang rebel gitu. Kurang iya kurang rebel. Akhirnya ya udah ambil S2. Mem itu itu nekad juga ngambil di ITS kan. Oh Surabaya. Jadi Iya di Surabaya kebetulan ada dia buka kampus baru itu sekolah interdisiplin dan sudahlah ini beda lagi. Jadi kalau dulu manajemen ini ngambil desain inovasi. desain inovasi. Iya. Jadi dari D3 administrasi niaga, S1-nya ekonomi manajemen, sekarang ambil S2-nya desain inovasi. Jadi kayak beda banget ya. Yus itu resiko mungkin kayak saya mikir itu harus bertanggung jawab karena sudah ngambil itu ya. Jadi kayak ya udahlah dijalanin aja gitu. Bentar. Berarti tadi trigger utamanya karena merasa tertinggal atau apa? Iya kayak merasa kayak merasa tertinggal gitu. Terasanya waktu apa itu? Ee terasanya kayak ee apa ya? Sebenarnya kalau ngumpul sama teman-teman enggak berasa sih, Mas. Jadi, cuma karena mungkin kayak kalau pas diam gitu ya kok ada kayaknya aku enggak update ya, kayak ada banyak yang enggak update tentang ee yang sekarang lagi happening ibaratnya lah ya. He. Kalau dulu misalnya di Jakarta itu kan pertemanannya itu yang karena dulu pekerja kantoran ya, jadi kayak update gitu. Terus yang simpelnya lagi kayak gini, Mas. Ee itu deh apa komputer gitu ya. Iya. I jadi kayak ee teknologi tuh aduh ya Allah great. Dulu di Jakarta sampai tahun berapa terakhir berarti? Tahun berapa ya? 2014. Terus sudah lama sekali kan? Iya. Atau jangan-jangan kuliah karena pasca berpisah. Cari kesibukan. Iya. Cari kesibukan. Betul enggak? Betul ya. Antara betul dan kece. Tapi pertanyaan pertama betul. Iya deh. I kan biasanya kan harus cari kesibukan buat apa. Iya. itu sebenarnya kalau dibilang sedih gitu kayak sebenarnya orang itu kan tergantung ya kita tergantung ketika ditimpa masalah pasti semuanya tuh pernah mengalam lah ya pernah mengalami suatu keadaan yang di mana kita enggak minta sebenarnya tapi ya kadang itu kayak ya mau enggak mau kita harus menghadapinya gitu kita enggak bisa maksudnya ya Allah ini aku enggak mau seperti ini gitu terus jadi sekarang itu kayak teman-teman sudah hafal Mbak Asak enggak sedih-sedih gitu ya gitu. Terus lah ngapain sedih gitu. Jadi kayak ya udahlah haha hihi aja gitu. Ee dan ini nih kayak yang ngefek banget nih Mas. Jadi kayak ee olahraga jadi tuh kan kebetulan akhir-akhir ini enggak akhir-akhir nih sudah 5 tahunan itu kan ee senang lari. Jadi tuh kalau lari itu ngefek banget. Jadi kayak kita tuh enggak gampang yang negative thinking, enggak gampang yang kita itu kemrungsung kayak gitu. itu bisa benar-benar kita ngebantu kita untuk ng-refresh, rilis gitu ya. Apa bahasanya? Rilis. Benar. Ngerilis. Benar banget. Aktif lari 1 tahun belakang. Udah lama sih. Sudah lama ya? Iya. Udah lama. Oh ya. Bikin komunitas juga ya kalau enggak salah di Ponorogo apa tadi namanya? Iya betul sekali. Perempuran. Perempuan ran gitu ya. Disingkat jadi perempuran. Perempuan. Oh. Gimana? itu dibikinnya juga ada sejarahnya itu, Mas, karena menampung kegelisahan emak-emak sebenarnya. Oh, gitu ya. I karena banyak sekali yang ee di usia-usia saya nih mungkin emak-emak yang gabut gitu yang setelah dia ngantterin sekolah anaknya. Iya. itu kayak ketika saya posting itu ya hasil lari hari ini gitu kayak aku pengin Mbak gitu y ada ayo ayo gitu apa tapi aku izin gitu aku pengin ikut komunitas tapi aku izin gitu aku malu kan karena kalau di komunitas itu kan kalau ramei-ramai banyak cowoknya terus sedangkan ada beberapa ee emak-emak itu dia itu yang ee enggak mau ada cowoknya terus ada yang ee kasus lainnya sama suaminya enggak boleh enggak enggak diizinin misalnya dia ee satu komunitas iya gitu yang ada laki-lakinya. Terus akhirnya apa aku bikin komunitas yang khusus perempuan aja gitu. Terus karena kalau di kota besar itu bukan hal yang itu lagi sih, bukan hal yang sesuatu yang aneh gitu. Kalau kan sudah banyak sih Mas di Solo, di Surabaya, di ee Jakarta itu komunitas lari khusus perempuan itu banyak sekali. Iya. Kalau di Ponorogo baru ini ya, bar perempuran ini. Perempuan ini. Jadi ee emang untuk mewadahi mereka emak-emak itu tadi atau mbak-mbak ya, emak-emak dan mbak-mbak untuk dia bisa aktif gitu aja sih sebenarnya. Simpel. Jadi ee bukan ajang untuk mencari validasi, bukan. Lagi ngetren ya. Ada yang pakai ada yang pakai joki loh sekarang. Oh, iya iya benar. Iya, ada yang pakai joki. Iya. Atau bisa request e itunya strafanya map-nya itu mau bentuk apa, Mas? Bentuk lop atau bentuk kepala kuda? Iya bisa kan? Bisa. Seru. Iya. Berarti kayak gini tuh ada kayak event lari bareng begitu ya. Ada ada rutinannya gitu. Setiap apa begitu? Setiap apa itu ada. Kalau peser tadi apa nih maksudnya? Per tadi? Oh, itu eh jadi itu untuk eh kita itu memandu ya memandu pelari agar stay di kecepatan yang sama. Misalnya dia punya target misalnya 10 km itu dia pengin menyelesaikan dalam waktu ee 80 menit sebalnya kayak gitu. Jadi kita ee kebagian tugas untuk bagaimana caranya ee pelari tersebut dia bisa menyelesaikan waktu 80 menit. Jadi nanti ee ikut gerbong gitu ya, ibarat istilahnya seperti itu. Ikut gerbong ee yang per gitu. Tugas dari mana ini berarti? Itu dari panitia. Jadi panitia apa ini tadi? Panitia larinya event ya. Oh sering digunakan untuk kayak meng mencatat percer-nya berapa gitu ya. Iya nanti kita lari di di depan gitu Mas. Oh jadi kayak memandu gitu. Menyemangati. Iya. Dan kita ngasih semangat, ngasih ee instruksi-instruksi aba-aba kalau misalnya di depan gitu rameai gitu, kita juga harus bisa ee mengamankanlah ibadahnya sebenarnya. Oh, jadi kayak pengawal gitu ya. Iya. Pengawal. Jadi yang maksudnya dapat rezeki itu dari situ. Iya. Hmm. Sering itu lumayan. Ee baru tiga kali sih. Baru tiga kali. Tapi untuk event di Ponorogo kan sedikit belum begitu. itu itu lumayanlah untuk ee sebenarnya untuk itu sih, Mas, kalau untuk itu tadi untuk apa? Menyemangati emak-emak. Jadi di usia 39 itu bukan suatu usia yang tua sih. Jadi muda lah ya kategori. Iya. Kita harus muda meskipun sudah 50 tapi teman saya ada loh Mas 50 tahun itu larinya paling cepat. Ibu-ibu udah punya cucu. Oh. Itu paling cepat di antara kita di paling cepat itu Iya. Berapa? En misalnya 5 kilo gitu ee P-nya itu paling kencang. Oh. Ee kecepatannya itu ada P berapa? Ee P masih pis 6 itu sih en tapi lumayanlah untuk ibu. Iya untuk ibu-ibu 50 tahun itu udah master. Master itu kan 40 tahun ke atas itu jadi kayak buat menyemangati kita. Jadi kalau ee lari bareng-bareng itu seru Mas. I jadi kita termotivasi gitu. Nanti harus cobain. Wah, saya cobain lari, Mas. Ya, tim aja ya. Tak wakilin ke tim. Belum belum terpanggil. Belum terpanggil. Oke. Kembali lagi ke bisnis. Jadi sudah 10 tahun. Penjualan kencang enggak, Mbak Isti? Kencang. Alhamdulillah. Alhamdulillah kencang. Kalau Kombuca ini lagi banyak-banyaknya, Mas. Jadi kalau Kombuca itu ee sebulan itu ada dua kali jadwal panen. Jadi, kan kalau ini kan ada waktunya ya, semua itu ada waktu. begitu ya. Selalu ready. Iya. Kalau misalnya jadi kita kayak ee bukan seperti kafe yang jualan kopi atau ee apa es teh gitu ya. Itu bukan karena kita butuh proses, butuh waktu yang lumayan ya. 40 hari tadi eh 14 hari. 14 hari. Iya. I fermentasinya. Iya. Karena kalau kurang dari itu takut ee iya rasanya kurang gitu. Jadi ee ini harus ada waktu tunggunya. Jadi di jeda-jeda itu kan kalau water cavir ini lumayan lebih singkat. Dia hanya 4 hari dia sudah ee sudah itu sudah panen. Nah, ini ada strategi untuk mengisi waktu kosong. Sambil nunggu itu saya sebenarnya ada satu produk lagi lini bisnis bukan ya. Lini bisnis itu bikin produk makanan yang gluten free Mas. Jadi non terigu itu sebenarnya berawal dari memang itu tadi nyambung ya ke pencernaan itu karena bakat saya itu sebenarnya alergi dari kecil tuh saya bakat alergi ya bakatnya alergi luar biasa saya baru tahu lah ada bakat alergi itu. Terima kasih sudah mencetuskan ada bakat baru. Iya terima kasih Mas Agung bakatnya apa nih Mas? Saya bakatnya ngobrol aja sama orang. Iya bakatnya alergi. Masyaallah luar biasa. Allah memberikan bakat yang sangat bakat alergi luar biasa. itu nurun ke anak saya, Mas. Ada fotonya sih sebenarnya. Jadi kayak pas alergi itu. Oh, itu pas anaknya bayi itu ini boleh agak itu enggak sih ya ini enggak nanti disensor kalau terlalu parah. Jadi sampai dulu itu saking pencernaannya itu sensitif saya tuh kayak setiap buang air besar itu bab anak saya itu saya cek karena sering berlendir Mas. Oh. Dari situ kayak ya Allah kasihan gitu. Terus bel itu masih yang pertama. Terus agak gedean itu ekzim ekzim parah. Jadi kakinya itu yang sampai wah saya tuh kayak enggak tega sendiri saya sampai saya tuh dimarahin sama ee apa orang-orang ya sekitar gitu yang orang tua-tua gitu. Ee apa kamu itu anakmu kayak gini gitu. Padahal udah kalau diminumin obat antihistamin itu kan enggak mungkin diminum terus-terusan. Kasihan juga si anak. Jadi udah salep apapun, udah ke dokter berapa itu itu tetap nanti muncul lagi, muncul lagi. Terus sehingga akhirnya 2017 itu saya kayak memberanikan diri ngambil kelas di Jakarta, Mas. Jadi kelas sabun sabun natural itu ngambil kelas di Jakarta terus kayaknya aku pengin bikin sabun bismillah nawa itu emang untuk anak itu ya. Iya. Awalnya memang untuk anak itu. Terus kok itu jadi sabunnya itu yang benar-benar enggak pakai pewangi gitu, Mas. Dan bahannya natural. Terus kok membaik membangi enggak kambuh gitu. Nah, dari situ terus saya coba jual lagi. Kan dulu udah jualan ini ya. Oh, yang masker kevir itu dulu saya jualan ini yang susu kevir dulu kan awal-awal susu itu Mas. Itu ada maskernya juga. Hm. Dulu ngetren banget dijual di kalangan artis itu dulu lumayan viral juga. Heeh. Nah, dari situ terus nyambung ke sabun. Jadi itu sebenarnya sabun itu karena tadi sekolah di Jakarta tadi ya. Iya. Sekolah di Jakarta karena anak alami. Kalau ini kan karena tadi saya tadi. Iya. Jadi semua punya perjalanan spiritual. Iya. Solusi atas. Iya. Loh, benar ya, Mas ya. Kita bikin produk itu kan harus solusi ya. Solusi. Solusi untuk minimal kita sendiri atau orang sekitar. Iya, benar. Itu tadi sembuh anaknya pakai sabun itu sembuh. Jadi sampai sekarang masih bikin tadi sakitnya apa? Ee anaknya tadi ekzim itu gimana? Ekim itu kulitnya itu yang kayak kering. Jadi kayak ee kalau dia lama-kelamaan itu bisa ee itu Mas kayak kasar, kering, kayak bertekstur gitu dan gatal. Oh. Ee terus kalau lama-lama itu bisa kayak meluas-meluas gitu kayak lukanya. Ada sih sebenarnya mau ditunjukin atau boleh? Boleh. Jadi ekim? Iya, ekim saya simpan di saya pin sampean. Jadi dipin di mana? Di pin di itu di Instagram. Oh, gitu ya. Nanti ditunjukin di orang-orang. Ee sampai parah banget itu, Mas. Wih, sampai kayak borokan gitu ya. Iya. Itu hampir full di kaki dari ini kalau bisa menyebar bahaya kan? Bahaya. Makanya saya ya Allah gitu. Ini di kaki ini ya? Di kaki karena di sensor. Iya iya iya. Wah jadi bunyi. Iya. Ini kalau saya yang pakai infus itu jadi pakai oksigen. Kalau di IGD sering minta mbak saya mau di oksigen. Di oksigen aja habis itu pulang gitu ya. Oke. Oke. Oke. Berarti ini sabun tanpa ada bahan-bahan apa? Sintetis. I tanpa bahan-bahan sintetis. Natural gitu ya. Iya. Natural. Jadi 90% kita pakai bahan yang food grade. Food grade makanan. Karena dia kan basicnya oil minyak-minyakan gitu, Mas. I minyak zaitun ada ee minyak kelapa itu untuk menyehatkan kulit begitu ya. Iya sih. Jadi kita mengurangi pemaparan terhadap bahan-bahan kimia sebenarnya. Hmm. Bukan untuk menghaluskan atau memutihkan begitu enggak ya? Bisa juga kalau memutihkan enggak bisa. Mungkin bisa pakai gamping ya, Mas ya. Apa? Diamping. W gamping. Ekstrem banget. Melonyoh, Mbak. Melonyoh. Enggak, enggak. Jangan jangan. Enggak sih, Mas. Kalau ada yang pemutih itu, waduh itu patuh dipertanyakan. Patu dipertanyakan ya. Kalau ini untuk me apa? Menyehatkan gitu dan menghaluskan misalnya. Iya, menghaluskan. Dan doain moga-moga ee ini nanti bisa BPOM juga. Amin. Setelah inilah setelah tesis lagi ya. Setelah tesis lagi balik duitnya entek buat ini Mas. Dua tesis. Dua tesis ini kayaknya. Oke. Kalau ini ini yang belum disepil sendiri nih. Tadi sudah disepil itu. Ini karena gert itu karena ekim. Ah ini karena apa? Ini harus ada ceritanya. Kalau enggak ada ceritanya enggak bisa nampil di sini. Benar benar itu. Itu saya itu cafein lovers juga Mas W. Setiap harus ada ceritanya. Oke. Cafe and lover. K ini tadi saya pagi sebenarnya sudah minum kopi, tapi bukan kopi saya sih karena ada teman yang jualan kopi. Sebenarnya kopi apapun ee itu saya oke gitu ya. Terus nah kalau bikin kopi yang produknya Alaska ini dia memang benar-benar pemanisnya itu pakai ee gula aren. Oh yang Alaska. Iya pakai gula Alaska itu apa sih? Alaska itu sebenarnya Alaska gitu. Dulu Alaska Kevir sekarang Alaska Loji. Alaska. Oh karena kayak merek gitu ya. Iya. Brandnya itu Alaska dari nama anaknya. Iya. Oke. Alaska. Namanya Aska. Bukan namanya Atar. Ast itu Asti. Dulu tuh saya kalau sekolah kuliah itu dipanggilnya AZT gitu. Inisial gitu Mas. Ast gitu. Sebenarnya bukan suatu tapi asked sendiri itu kan artinya bagus ya kalau dari ee penamaan itu. Siap. Siap. Terus ada sekarang saya kasih logi karena produknya itu produk yang membutuhkan edukasi deh Mas. Kayak ya. Oh, jadi kayak komuca jadi terus waterir itu kan semuanya tuh butuh edukasi untuk menjualnya dan kebetulan Oh, ini toh yang di bulat ini hijau ini ya? Iya. Alaskal. Alaskalogi. Nama brandmu susah diingat. Iya. Ini nama brandmu kan? Alas dari dulu Alaska itu enggak berubah sampai sekarang. Cuma sekarang ada loginya logika lah. Iya. Susah. Siap-siap. Tapi bagus. Iya logi itu kan ilmu suatu ilmu ya. Jadi gitu ya. Iya gitu. Terus k ini karena suka kopi. Karena Kak suka kopi makanya bikin kopi yang ramah. Yang ramah. Betul banget. Benar. Yang kalau misalnya jam 12.00 malam saya pengin ngopi itu saya enggak harus ke coffee shop gitu ya Masud karena kan sudah tutup. Oh iya betul. Terus jadi ya udahlah saya bikin aja. Jadi lagi-lagi bikin ibaratnya ya nanti kalau misalnya yang beli itu kan aku juga konsumsi gitu. Jadi ibaratnya seperti itu juga kita em aku aku tuh pengin kopi itu yang ee gulanya aren gitu. Jadi yang Oh, ini gula aren ya? Aren beneran ya? Aren. Iya. Kalau yang ini yang lain-lain ini banyak. Kalau itu C kalau coklat ini saya suka coklat tapi ee coklatnya itu yang ee itu Mas kalau banyak yang beredar itu kayak coklatnya tuh agak seri gitu ya yang misalnya beredar gitu. ee kadang itu terlalu manis atau coklatnya kurang berasa. Nah, gimana ya? Saya bikin coklat yang kayak yang benar-benar coklat banget gitu. Terus ya udah akhirnya bikin es coklat. Eh coklat aja lah buat selingan. Karena kan kalau produk fermentasi mungkin orang ee monoton ya. Jadi kayak sekarang kayak ngikutin itu juga sih tren apa perkembangan zaman juga. Jadi ee bikin es coklat. Terus yang C ini yang menarik. Cai itu juga banyak orang yang belum tahu cai latih. Cai. Eh, mana ini dia. Iya. Apa ini yang menarik? Itu sebenarnya terinspirasi pas waktu umrah sih, Mas. Oke. Jadi aku pengin bikin dulu tuh ada minuman yang teh. Jadi itu lengkap ya, ada kopi, ada cokelat, dan teh. Itu trio kafein yang ee istilnya itu juga kekayaan Indonesia juga yang mestinya kita jaga juga itunya ya, kelestariannya juga. Jadi cailate itu dibuat dari speciality tea. Oh ya, saya sempat sekolah itu juga sih, Mas. Speciality tea juga. Jadi ee di Jakarta itu selain sabun saya ngambil kelas speciality tea. Jadi belajar khusus tentang teh. Nah, dari itu karena nyambung dengan si ini bikin kombuca. Komucah itu. Terus hingga akhirnya ya ini balik lagi ke cerita umrah. Nah, pas umrah itu saya dikasih minuman. Kalau di ee masjid itu kan sering ada yang ngasih minuman gitu. Nah, itu kok enak ya ini apa ya gitu. Terus ada teman yang bilang ini namanya cai gitu. Terus oh cai gitu. Terus akhirnya beli yang sasetan. Kan kalau di supermarket di ee di sana tuh di Arab itu kan banyak yang jual sasetan versi kayak kopi instan di sini gitu, Mas. Terus cobalah gitu terus saya baca komposisinya, "Oh, ini ini aku harus bikin deh." gitu. Buat apa gitu? buat kalau aku kangen aku bisa minum itu terus ingat gitu terus ya udah itu sih sebenarnya itu kayak perjalanan spiritual juga yang akhir akhir tercipta juga rasanya mirip enggak yang sama di sanaah nanti aku semalam ada guru TK ee anak saya itu juga ngasih review kebetulan beliau ee mutawif ee umrah juga jadi cerita Bu Asti ini rasanya mirip banget sama yang di itu loh Masjidil Haram itu saya sampai brebes gitu. Iya. Iya, gitu. Terus akhirnya berhasil. Jadi bukan cuma saya aja yang merasa seperti itu. Kalau saya kadang-kadang parfumnya Oh iya, parfumnya itu ya, Mas ya, ngangenin. Iya, ngangenin. Jadi kalau wah aku pengin beli parfum yang kayak yang di sana. Iya kan. Iya. J misal di gitu. Nah, itu aroma lantainya aja itu enak banget. Iya. Kalau kamu mau bekasnya di minuman ya. Iya, benar. Aku selama umrah itu jajan. Oke, oke, oke. Sebenarnya diajak teman sih, jadi ning kono loh ono enak gitu ya, gitu terus, oh ya wislah gitu. Jadi sering dibawain teman. Jadi teman kan kebetulan suaminya kerjanya di Arab sana. Jadi dia tahu seluk belungnya sana terus dibawain ini, dibawain ini. Terus kamu cobain ini, kamu cobain ini. Jadi dari situ, jadi di sana itu perjalanan kuliner. Perjalanan kuliner dan spiritual. Betul. Terima bekasnya dicuk. Cai. Iya. Nah, oke. Ee jadi di antara produk-produk ini yang kemudian bagus gitu secara penyerapan market kalau kita ngomongin bisnis yang mana? Ee kalau penyerapan market yang paling potensial sih ini du produk fermentasi, Mas. Iya. Yogurt itu juga produk fermentasi yang pink ini yogurt ya? Iya. Jadi karena kenapa? Karena pemainnya masih sedikit. Hm. He. Jadi kalau bukan berarti saya yang ee non fermen itu enggak ada yang beli gitu, enggak tetap ada yang beli. Cuma yang paling seru itu ya, Mas ya, istilahnya seru banget itu yang produk fermentasi karena ee pemainnya masih sedikit dan ee dia itu kayak semacam tangan-tanganan juga sih, Mas. H ada yang saya kan buka kelas juga, kelas kombuca, kelas e yogurt. Yogurt. Ada beberapa itu yang mbak aku bikin kombuca itu kok enggak podo ya gitu rasanya kok enggak bisa sama gitu. Aku sudah mencoba pakai bahan yang sama ibaratnya. Jadi seperti itu. He. Terus ee menariknya sih ee kalau produk fermentasi memang ee pemainnya masih sedikit itu tadi, Mas. Karena orang cuma effort juga sih untuk mengedukasi. Iya, untuk bikin mengedukasi itu effortnya luar biasa. Tapi bismillahlah karena memang ini ee jadi perjalanan tadi ya dari sakit menuju ke sehat menuju ke sehat dan ingin menyehatkan orang lain dan ingin niatnya itu aja gitu. Jadi bismillah. Jualnya gimana berarti kalau minuman kayak gini? Jualnya itu di rumah sih. J sebenarnya cita-citanya pengin punya kafe gitu. Oke. Tapi kayaknya masih belum siap gitu dari sisi. Kalau tempat mungkin masih bisa lah ya, Home Cafe gitu masih bisa. Cuma kalau Fermen itu membutuhkan tempat yang ee bersih, tenang gitu ya. He. Jadi kayak aku entar siap enggak ya? Gitu kadang balik lagi. Padahal ee kemarin tuh udah meniatkan untuk buka kafe juga di rumah gitu terus tapi masih maju mundur maju mundur. Jadi udahlah sementara memang ee khusus untuk take away. Jadi kalau orang beli itu malah justru ketika dengan ee take away itu jadi mereka nyetok di rumah untuk berapa ee hari seperti itu. Jadi belinya itu minimal 10 botol kayak gitu, Mas. itu kebanyakan seperti itu. Berarti Ponorogo aja? Iya, bisa dikirim juga sih. Bisa dikirim ke luar kota via Pel. Oh, yang paling banyak sekarang penyerapan marketnya Ponorogo. Ponorogo. Oh, Ponorogo, Madiun. Ponorogo, Madiun. Dekat ya? Iya, dekat. Galek-galek enggak juga. Galek enggak. Tulungaku belum juga nih, Mas. Mungkin butuh itu chiller masang kulkas nanti dibranding Alaska. Alask saya yang menerangkan saya jadinya. Iya lumayan Mas. Siap. Nah, apa sponsor saya boleh kok boleh buat ini apa tamunya pecah telur tim dicaret ini jadi sponsor ini. Iya. Ee sampai banyak penjualan bulanannya. ee kapasitas produksi untuk Kembuca saat ini itu ada sekitar setiap panen itu 40 L. Jadi 1 bulan itu 80 L. Hm. Segitu. Jadi masih belum banyak sih. Ada yang mungkin ada teman-teman yang lebih baik. Oh ya, ada salah satu murid saya itu yang sekarang bertahap untuk dia punya mendirikan pabrik sendiri, Mas. Jadi saya kayak ah terharu. Iya. Iya. Jadi kayak kamu enggak bikin itu loh udah ada yang bikin itu loh. Itu salah satu kebanggaan saya juga meskipun saya masih belum ee seperti itu. Iya gitu. Jadi yang ibaratnya saya sudah mengajarkan ilmunya gitu kan. Jadi kalaupun ee dia bisa berhasil Iya. berarti kan saya juga tumbuh. Jadi kayak ilmu itu sebenarnya ee pada tingkat tertingginya itu ketika ilmu itu ilmu itu bisa diamalkan ya Mas ya. Ne. Kalau menurut saya sih seperti itu. Jadi kayak ambil kuliah ini lagi itu sebenarnya juga sebenarnya next aku harus bisa ee karena kemarin kan sering ngisi-ngisi acara ya, aku harus bisa ee nambah-nambahin apa ya ibaratnya ketika aku ngisi acara di atau kelas-kelasku atau ngisi acara sebagai pemateri gitu, aku harus bisa nyelipin ilmuku yang ada di kuliah saat ini kayak gitu, Mas. Meskipun aku bergeraknya di bidang fermen, mungkin aku spil lah dikit-dikit ilmu tentang desain manajemen itu, desain inovasi itu. Berarti Mbak Asti ini kayaknya ke pengajar jiwanya. Iya, seru ya, Mas ya, kalau ngajar itu kalau Iya. Maksudnya kalau pebisnis ada yang kemudian lebih sukses daripada kita di bidang yang sama biasanya agak congkak. Iya. Oh, ini kompetitor nih gitu. Tapi saya tapi berarti kan berarti kan pengajar bukan pebisnis yang benar-benar bersaing gitu ya. Iya. He iya sih. Bisnis hanya untuk selingan kayaknya. Betul ya. Yang penting lari g yang penting lari. Lari enggak sama perempuan perempuran peranuran. Tapi itu ngefek juga sih. Jadi benar itu Mas kayak ya udah muridnya kan udah banyak nih yang jualan itu udah banyak juga. Terus ini coming soon ini ada dua lagi yang jadi dia tuh dari pelanggan saya, Mas. Jadi pelanggan terus pengin bikin sendiri. Kalau misalnya orang lain misalnya ee mikirnya waduh eng ya dia bikin sendiri. Iya dia bikin sendiri engok aku engkok malah kehilangan itu gitu bebas aja aku malah kehilangan pelangganku gitu ya. Tapi kalau mikirnya kan ini ilmu gitu. He. Kalau misalnya ee kita amalkan gitu kan sebenarnya itu juga jadi berkah juga gitu. Makanya saya iya pahala sendiri gitu. Semoga aja kalau misalnya sebenarnya doanya itu sekarang kan masih ya 10 tahun ya segini gini aja gitu ya Mas ya. Ya sebenarnya ada peningkatan sih gitu cuma belum yang ee bisa ekspansi yang punya pabrik gitu masih belum. Tapi harapannya kan ke depan bisalah gitu ya. Terus ini tuh yang penting orang itu mengenal dulu. Jadi kayak semacam ee ketika orang sudah banyak yang belajar dan dia ee apa mengaplikasikannya misalnya dia ikut jualan itu kan kayak ngebantu saya juga untuk mengedukasi. Hm. Gitu. Kayak buka marketnya lebih cepat gitu ya. Edukasi marketnya lebih cepat. Iya. Iya. Tapi itu kalau saya yang saya pribadi yang saya itu yang saya pikirkan ya menurut preferensi saya begitu. Kalau preferensi orang mungkin ee mindsetnya orang juga mungkin beda juga misalnya. Heeh. Kalau saya ibaratnya pemain tunggal nih, kalau saya ada yang belajar ee nanti otomatis jadi pesaing itu kan ada juga mungkin seperti itu. Cuma saya enggak sih, santai aja santai aja. Rezeki sudah ada yang ngatur. kayaknya makanya ee pengin cari side hustel-nya itu kayak pemasukan lainnya itu dari ngajar aja deh, Mas. Oh, ngajar apalah gitu. Ngajar bisnis itu ya berarti sering diundang sering diundang untuk ngajar bisnis. Serisnya iya ngajar tentang ini kombuca dan juga kevir. Kombuca, kevir. Sabun dulu awal-awal bikin sabun itu di mana sering diundang, Pak? Di Ponoroga atau bisa di Tulungagung? Pernah dua kali di UIN. Di UIN ya? Iya. Di UIN dua kali di Tadris Kimia dan Tadris Biologi. Hm. Jadi kebetulan kan ada mata kuliah ee kewirausahaan. He. Nah, di situ ternyata itu ee setiap-setiap mahasiswa itu harus bisa mengembangkan mengaplikasikan ilmu ee yang sesuai dengan jurusnya itu untuk bisa diterapkan di kewirausahaan. Jadi seru juga sebenarnya. Iya. Karena kan kalau kimia itu kan belajar ya untuk proses fermentasi itu kan sebenarnya proses kimia juga buat sabun itu juga proses kimia. Iya. Jadi di situ kayak oh ya ternyata aku orang ekonomi tapi ngajarin orang kimia. Kadang suka luar biasa gitu ya. Gitu. Siap. Nah kan tapi kita seorang yang kemudian bisa ee hidup berbisnis yang kemudian memiliki tanggung jawab. Ada anak juga kan ada harus mikirin income gitu ya. Iya. Berti income-nya yang paling gede dari mana? Berarti kalau income yang paling gede ya dari ini semuanya jualan ini ya. Iya. Hm. Kalau dari ngajar itu ya ada lumayan ya lah ya gitu. Terus itu tadi ee dari kalau diundang itu kan enggak pasti. Jadi kayak setiap sebulan itu belum pasti ada kayak gitu. Tapi kalau yang minuman ini kan yang regularnya rutin begitu ya. Boleh dipill sampai berapa pasti omsetnya? Apa ya? Omsetnya berapa ya? Ya lumayanlah Mas. 20 lebih lah ya per bulan. Iya omset. Wah luar biasa ya. Lumayanlah. Tapi itu ibaratnya saya masih bisa lari, masih bisa maksudnya yang enggak yang orang-orang kan masih mungkin enggak menyempatkan waktunya benar-benar terbuang fokus untuk usaha gitu. Sebenarnya banyak teman-teman saya itu yang saya gini kan gitu ee ayo kita maksudnya jangan cuma mikirin bisnis aja gitu, kita harus care sama diri kita juga aware tentang Iya. Kayak work life balance balance gaulnya. gaulnya gitu kan gitu kan biar enggak anxiety kan. Iya. Saya trauma Mas itu enggak enak sekali. Terus takutnya beneran kayak jadi aku takut mati tiba-tiba mati beneran gitu. Enggak sebenarnya kalau mati itu enggak perlu ditakutin ya, Mas ya. Iya. Yang penting persiapan aja. Iya benar. Nah, dari situ ee jadi saya yang mencoba untuk ya udah Allah ngasihnya segini enggak usah. Maksudnya takutnya kalau nanti ngepus terlalu Heeh. Heeh. Itu lagi ya terlalu tinggi. Iya. Maksudnya menghabiskan energi gitu. Takut nanti saya yang kayak dulu lagi gitu. Itu sebenarnya trauma itu masih ada trauma yang NCT itu. Siap. Sebelum ee timnya berapa sekarang? Timnya ada tiga. Bagian apa itu? Tiga ee bagian produksi. Bagian produksi sih. Bagian produksi. Terus sama satu itu admin. Dua produksi, satu admin. Iya. Hm. Gitu. Saya juga ikut bantu sih, Mas. Karena kan kalau produk gluten free itu yang sebenarnya yang gluten free itu juga laku keras itu, Mas. Sebenarnya saya enggak bawa kebetulan. Jadi, ada ee brownies kayak kue-kue gitu, cake, terus cookies yang dia enggak pakai tepung terigu itu. Itu juga lumayan banget, lumayan kencang. Jadi karena di Ponorogo pun juga belum ada yang ee produk gluten free. He. Kalau di kota besar mungkin sudah ada. Nah, di Ponorogo itu belum ada. Sebenarnya ee pakai gluten free itu bahan gluten free itu sebenarnya bukan untuk gaya-gayaan juga, Mas. Itu salah satu juga ee ada beberapa manusia itu yang dia itu dietting dia tidak bisa mencerna gluten. Hm. H kayak anak-anak autis, terus anak-anak yang ee berkebutuhan khusus, yang menderita sakit tertentu atau orang tua yang ee menderita penyakit tertentu itu tuh enggak boleh misalnya konsumsi. Iya. Enggak boleh terigu, enggak boleh ee gluten. Nah, itu alternatifnya itu pakai yang tepung non gluten itu juga. Jadi, kayak ya udah nawa itu untuk ee ngebantu orang gitu. Jadi, kalau misalnya mau bikin mau konsumsi yang pakai terigu kan udah banyak nih, Mas. Nah, niat saya ya udah kalau misalnya memang ada yang membutuhkan yang enggak pakai tepung terigu ee solusinya alas kaloj itu apa outputnya jadinya kayak keripik eh apa bukan mungkin bisa next dibikin yang versi itu ya Mas ya dibawa ke mana-mana bisa easy to lah itu apa sekarang outputnya oh cake ya iya oh jadi kayak kue-kue gitu pukis oke pukis gluten fre terus Terus lasanya, jadi rasanya itu kayak pasta. He he. Ee itu pastanya saya bikin sendiri juga. Jadi benar-benar homemade dari tepung gluten free itu mokaf. He. Terus dibikin rasanya. Terus kalau yang pukis itu juga dari ee tepungnya tepung bukan tepung terigu. Terus ada namanya cake-cake gitu brownies dan macam semmacam itu juga dari bahan utamanya dari tepung ee gluten free. Oke, mantap. itu pasarnya juga kencang juga di kencang juga kencang sekali itu, Mas. Cuma saya enggak bisa bawa, maaf ya. Ini cuma diceritain tapi enggak dibawain gitu. Ada namanya yang sekarang lagi itu banget nih, Mas Matilda. Apa itu Matilda? Itu cake coklat. Jadi dia nyoklat banget terus harganya Rp25.000. Jadi satu slash gitu Rp25.000. Itu banyak sekali fans-nya sampai enggak tahu sih, ya Allah gitu. Saya pikir saya jualan Rp25.000 R di Ponorogo itu bakalan itu ya enggak laku ya itu Mbak itu apaan sih jualan Rp25.000 segel aja R5.000 R.000 masa iya di Ponorok di sini berapa Mas? Di sini Rp8.000 di sana 6.000 masih ada itu sudah pakai tempe satu. Hmm. Berarti kehidupan di Poroga lebih slow living ya daripada slow banget. Makanya kan tapi agak keutan dikit Mion sudah ramai kan? Iya sudah sudah metropolitan agak agak ya iya enggak enggak udah adil agak internasional loh Mas. Di sana kan ada itu patung Merlain. Oh iya ada ada Makkah ada Madinah ada Unt lebih internasional. Nah, tadi kan Mbak Asti sering nyebutin saya takut banget kembali ke masa lalu. Anxiety emang dulu separah apa? Iya, parah banget sih, Mas. Bang, parah banget. Sebenarnya itu juga faktor ee begadang juga sih. Itu begadang itu ngefek juga kayak kepikiran karena mungkin ngedrop bikin kesehatan drop ya itu ngefek juga. Jadi dulu itu sering bikin bros bros-bros bros di krudon itu ya. I iya. Dulu itu saya jadi perjalanan sebelum bikin ini saya suka bikin kayak kerajinan-kerajinan terus bikin bubur bayi juga, Mas. Nah, bubur bayi itu kan harus masaknya nih malam nih. Harus Iya. He. Jualnya kan pagi-pagi banget jadi masaknya harus malam. Iya, harus malam. Jadi kayak perjuangan banget gitu. Terus ee itu bikin tidurnya kurang. H. Nah, dari situ tuh kayak mungkin terakumulasi gitu ya, capek, kurang tidur terus dan enggak seperti sekarang makannya itu benar-benar ngawur itu jadi kayak ya udah kena gitu. Hmm. Konsumsi tahun berapa kenanya? Itu tahun berapa ya? Lumayan lama sih, Mas. Tahun 10 tahun yang lalu sebelum ada itu ya. Iya. Parah-parahnya seperti apa? Parah-parahnya itu tadi kayak ditusuk. ditutus-tutus tadi ya di belakang tadi di sini di belakang berlangsung lama ee bisa kurang dari setengah jam eh kurang dari 1 jam sih Mas jadi itu kalau parah saya harus ke IGD tapi kalau masih bisa ee ditanganin sendiri gitu di rumah aja lah gitu harus tapi harus tenang gitu harus yang benar-benar enggak mikir apa-apa atau nyelimurin gitu atau dengerin ee murotal dengerin apa ee yang bikin tenang gitu, Mas, waktu kita. Jadi pikirannya jadi di pikiran ya fokusnya ya pikirannya dialihkan ke mana gitu ya. Iya harus dialihkan. Kalau enggak gitu, waduh benar-benar traveling ke mana-mana itu pikirannya. Yang takut mati tadi ya. Iya, takut mati. Oke, oke, oke. Itu sebenarnya banyak sih yang seperti itu, kondisi seperti itu dan ee satu lagi kayak berjemur itu juga ngefek sekali tuh, Mas. H berjemur itu kayak kena kena sinar matahari itu mungkin beberapa orang terutama cewek ya waduh nanti takut hitam lah takutnya itu kalau saya kalau enggak berjemur itu kayak ada sesuatu yang kurang itu itu ngefek juga karena saya ee zaman dulu mungkin enggak begitu itu sama yang namanya hal-hal spele seperti itu ya ternyata oh ternyata ngefek bener ya gitu jadi yang namanya matahari sebagai sumber kehidupan itu iya benar beneran ya iya beneran Tapi ini sekarang mataharinya sedang semil nih, Mas. Di sini enggak? Di sini sama enggak sih? Sedang apa? Sedang sembilan. Jadi panas banget. Oh, iya iya. Saya enggak paham lagi. Panas banget. Iya, betul. Panas banget. Jam 0.30 itu udah mataharinya udah panas. Iya. Betul. Betul. Kalau sekarang udah enggak enggak kambuh lagi berarti. Pasti enggak kambuh lagi. Alhamdulillah. Sembuh gara-gara selain minum ini karena apa? Karena itu. Hah aja. Hah? Hah? Iya iya. Wkwk style. Wkwk style gimana sih? Wkwk style apa? Saya mohon dijelasin. Wkwk style apa itu? Ee sebenarnya itu sih ya itu tadi balik. Kalau kita itu sebenarnya ada masalah tapi kalau misalnya kita ngebiarin masalah itu kita pelihara, ibaratnya kita memelihara suatu makhluk ya gitu. He he. Ee itu kalau dipelihara kan otomatis dia jadi gede gede gitu. Iya. Padahal kalau misalnya kita ya wislah nanti kalau kita tinggal tidur, kita tinggal makan kan udah kelewat nih gitu. He gitu. Jadi itu dapatnya dari mana? Wkwk stel. Dari saya sendiri si tim WKWK ST apa? Dapat sebuah pemahaman kan artinya kan itu bermain di pikiran kan mindset kan dapatnya dari sekolahkah atau ada dari psikologi kah? Enggak diajarkan enggak diajarkan mikir sendiri aja. Iya, mungkin bisa diajarkan nanti sebagai kurikulum baru. Kita harus menjadi orang yang banyak senyum itu ya. Makanya itu itu ngefek sekali. Ee dari permain intinya permainan pikiran. Nah, waktu berpisah sempat kamu enggak? Ee enggak. Oh, enggak. Eh, sempat sedikit sih. Itu nangislah, Mas. Hah? Wanita mana yang enggak nangis? Enggak. Jadi, ya memang awal-awal itu syok, tapi ya udahlah gitu. Eh, tapi ya udah ya wis biar enggak enggak kambut tapi anxiety-nya ee enggak alhamdulillah karena sudah olahraga itu. Oh, gitu. Tapi sempat down psikologi down banget. Don banget karena duitnya dibawa kabur. Hah? Duit dibutnya dibawa kabur. Iya. Ya, begitulah lah. Oh, cerita masa lalu lah ya. Iya, cerita masa lalu. Duitnya dibawa kabur. Terus apalagi ya? Ya, gitu. banyak yang ee enggak sih yang ya enggak sampai ratusan sampai yang paling yang paling membuatmu ng-edon apa masa uang dibawa kabur ee yang atau jangan-jangan iya enggak atau kehilangan sosok atau ee enggak sih sebenarnya apa ya yang bikin ng-edon itu ya karena sudah seeffort ini gitu ya sebenarnya seffort ini terus ternyata ee diperlakukan seperti itu. gitu yah. Ya sudahlah gitu. Jadi kayak kadang tuh mau mau sedih tapi tuh ya gimana gitu ya Mas ya. Terus tapi hidup itu masih terus berlangsung gitu. Kalau kita meratapi kesedihannya itu kan kayak enggak ada habis-habisnya gitu. Sedangkan ee saya harus tetap berjuang gitu. Jadi di rumah itu kan ada Bapak juga. Oh. Jadi gitu. Dan salah satu mungkin yang jadi penguat saya itu almarhumah Ibu. Hm. He. Saya tuh SMP itu ee udah ditinggal ibu kan, Mas. Ibu meninggal pas saya SMP kelas 2. Heeh. Tapi saya benar-benar melihat waktu itu ibu itu sosok yang luar biasa ee luar biasa ee perjuangannya. Iya. Kuat semangatnya itu luar biasa dan enggak pernah kayak enggak pernah ngeluh gitu. Jadi dan aktif sekali di organisasi itu aktif gitu. Terus ee terampil juga gitu. Jadi kalau misalnya kulaan waktu itu ya saya sering diajak itu ke Solo, ke Surabaya itu saya sering-sering diajak itu bawa sampai banyak waktu itu tuh masih naik bus gitu loh, Mas. Jadi kayak bukan enggak enggak seperti sekarang yang teknologi udah canggih ada Grab gitu ya. Di sana itu naik bis umum gitu ya. Kalau dari ee dari Ponorogo ke Surabaya terus Surabaya ke tempat pasar Turi, Pasar Atom itu tuh naik angkutan umum. Ingat banget ya Allah gitu. Jadi tuh kalau ada istilah ee pewaris atau perintis perintis. Wah saya dengan bangganya akan menjawab pewaris. Kenapa? Pewaris semangat dan tekad ibu saya. Jadi bukan pewaris dalam artian materi sih. Iya. Tapi kayaknya itu yang enggak bakal di ee didapat kayak setiap orang ya dari parentingnya setiap orang itu tentang kegigihan seorang ibu gitu. Jadi kayaknya sampai sekarang itu yang masih membekas di saya sih itu. Padahal itu ditinggalkan kelas 2 SMP ya kecil artinya ya. Tapi sudah membekas ya? Sudah membekas karena sering diajak sih Mas. Saya sering dilibatkan. Iya. Jadi kayak bikin bros-bros itu bikin jadi ee ibu dulu itu bikin kayak home decor gitu, Mas. Jadi kayak toples yang dihias-hias ee korden-korden gitu. Jadi kalau dulu itu ee karena Ibu anggota PKK di Pemkap, jadi sering misalnya kalau ada tamu untuk ee di peringgitan namanya di rumah bupati, rumah dinas bupati itu mesti Ibu yang Bu ee nanti temanya warnanya apa gitu ya. Jadi nanti ee kulaan gitu tuh harus sesuai dengan warna yang ee diminta beliaunya gitu. Nah, dari situ kan saya sering bantu bikin apa kayak bikin apa. Nah, itu kayak ngelihat masih bisa dari di apa dengan melihat dengan mata kepala sendiri tuh luar biasa ya, Ibu gitu gitu. Terus jadi kayak sekarang kalau misalnya saya mau menyerah gitu balik lagi keingat ibu ya. Iya. Keingat ibu. Malu sama ibu. Iya. Jadi kalau ditanya sedih apa enggak lah ibuku aja kayak gitu luar biasa. Aku enggak boleh sedih gitu itu. Oke. Siap. Oke. Nah, sekarang di antara kan banyak kegiatan nih, Mbak Asti. Ada kampus maksudnya kuliah. Iya. Ada juga sebagian ngajar. Iya. Ada juga bisnis. Ada juga sebagai seorang peran seorang ibu kan anaknya sudah besar. Iya. Kelas 2 SMP. Ah, gede berarti. Iya. Di antara itu semua yang kemudian next yang bakalan apa ya ibaratnya difokusin ke depan itu yang peran yang apa? Kalau Ibu itu peran yang tidak akan pernah mati ya. He selamanya. Tapi kalau di sisi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, kebutuhan keluarga, yang jelas saya tetap di jalur ini sih. Fermentasi itu kayaknya karena saya juga butuh, saya konsumsi juga. Kayaknya saya enggak bakalan menyerah deh. Saya pengin punya pabrik lah. I kita bolehlah ya mimpi yang besar, Mas. Harus. Harus dong, harus dong. Jadi kalau melihat pasarnya, marketnya di e luar negeri tuh, Mas Ais tuh acuannya tuh sering keluar sih sebenarnya kayak di kota di ee London, di Australia itu sudah banyak ee pabrik-pabrik yang ee yang produksi minuman-minuman fermentasi itu yang sudah pabrikan dia tuh sudah mesinnya udah canggih ee yang dream-dream gitu yang apa untuk kapasitasnya dia itu yang sudah ee luar biasa banyaknya. Terus untuk botling atau kemasan ini ee di botol ini itu ada alatnya ee yang khusus gitu. Jadi, ya Allah semoga next ya gitu. Semoga saya impian saya ke sini tuh tercapai gitu. Karena kalau mau apa usaha yang lain itu kayak belum tentu itu bermanfaat bagi orang lain gitu kan. Kalau ini kan sudah sudah saya mau buktikan sendiri sudah banyak pelanggan juga yang sudah ibaratnya sudah menjadi solusi untuk beberapa orang. Jadi saya tetap di jalur ini aja ya Allah. Mungkin nanti dengan pengembangan-pengembangan yang lebih ee lebih baik lagi kayak gitu. Jadi fokus gedein anak sama ini lagi digede mungkin sambil ngajar juga Mas. Ngajar juga ya. Pengin yang ngajar. Visi dalam visi yang mungkin yang panjang banget itu apa sih dari Mbak Asti? ee visi yang sangat panjang itu tadi satu punya ini pabrik pabrik ya. Dan sabun ini juga nanti saya ee pabrikkan juga, tapi ee enggak muluk-muluk yang industri kan ada pabrik kelas B itu ya, Mas ya, untuk sabun itu yang kecil-kecilan aja. Yang penting saya bisa ee produksinya lebih banyak lagi. Jadi, bisa menjangkau ke market yang lebih luas lagi. Dan sudah BPOM itu. Bismillah. Menikah ada kepikiran menikah lagi gitu? Eh, menikah. Kepikiran enggak ya? Saat ini belum. Belum. Ya, rata-rata kalau udah perempuan udah kayak udah berpisah itu gak jarang. Ada juga yang iya tapi Iya. Ya, kebanyakan enggak kan, Mas? Kebany juga yang enggak. Tapi kalau laki-laki selalu iya. Nah, itu tanyakan kepada yang kamu. Iya. Kalau laki-laki sudah jelas iya. Dan saya tanya ke Mbak Asti. Iya. Berarti kalau saya masih menikmati aja. Oke. Takutnya nanti berantakan lagi. Ini yang sudah ini masa. Waduh. ini udah tesis nih terus bucin-bucin gitu ya. Aduh apaan sih gitu? Apa yang terlalu apalagi sekarang aduh dengan era teknologi banyak aplikasi gitu ya. Iya iya iya itu ayo di aaj teman gitu kamu enggak pengin ini bungin entar aku bucin-bucinan gitu udah umur segini terus biasanya umur segini itu kalau bucin-bucinan itu nora banget gitu. Ada loh. Ada loh. Aku pernah ada kayak usia 60 itu bucin. Ada. Iya benar Mas. Ada. Ada. Ada sih emang. Terus ada yang tanya pacaranya gimana? Yang ngobrol aja gitu. Heh. Benar-benar yang itu ya berarti dia haus haus kasih ya. Ada sih tipe yang seperti itu. Tapi ya semoga saya masih tetap bisa menjaga maksudnya di jalur yang benar ajaalah. Ini gede ini takutnya itu jalur yang salah yang enggak sih? Takutnya nanti kebablasan, Pak gitu. Jadi kalau udah ambyar itu kan waduh gini udah tesis produksi banyak gitu ya. Iya mungkin setelah tesis kali. We bolehlah bolehlah dengan kriteria yang berarti kalau saya sudah S2 berarti yang harus yang S3. Iya atau profesor? W enggak profesor tua-tuanya. Iya, kebanyakan pera kan. Enggak apa-apa yang penting duitnya banyak. Kalau enggak enggak. Oke, closing statement dari Mbak Asti. Closing statement. Jadi gini, kita itu sama Allah diciptakan untuk dengan perasaan ya, dengan perasaan dengan dikaruniai dengan otak juga. kita tidak bisa meminta ee segala sesuatu itu sesuai dengan keinginan kita. Jadi, kita harus menerima senang. Jadi, kalau senang itu kita bisa membuat kita semangat, kalau misalnya kita sedih, kita bisa sedih dan gagal, itu kita bisa belajar dan kita bisa lebih ee kuat lagi. Jadi, apapun yang terjadi di dunia ini atas kehendak Allah dan kita harus siap menerimanya. Jadi pokoknya dikembalikan aja kepada sang pencipta gitu ya. Iya. Betul. Dan jangan lupa wkwk itu tadi. Wkwk. Terima kasih. Tepuk tangan untuk terima kasih sudah hadir. Semoga bermanfaat. [Musik] Yeah.