Transcript
VllicdgZoQ4 • Pemuda Desa Raup 15 Juta Per Panen dari Budidaya Lele Kolam Tanah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0618_VllicdgZoQ4.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Pernah satu kali itu dagangan habis,
uang habis. J diambil diambil semua.
Makane yo wis beratlah kalau udah
nanggung kebutuhan sehari-hari terus
nambah lagi biaya kuliah. Jadi wis harus
pilih salah satu antara kuliah atau
makan.
Ini kolam untuk pembesaran ada lima,
Mas. Keuntungan kalau dibuat rata-rata
sekitar 15an. Kalau satu periode bersih,
Mas. Bersih. Udah potong listrik, terus
kemudian pakan dan sebagainya. Tenaga
kerja y sendiri, Mas. Masih sendiri
masih cukup. Pernah profit tak ambil
satu kali R5 juta kalau enggak salah
sampai setahun itu totalan terakhir Rp40
juta
ya. Semoga bisa segera lepas lah, Mas.
Pingya hutang ternyata beban pertama
enggak tenang terus kemudian untuk
bertumbuh itu kayak kejiret, Mas. Jadi
wayahe keuntungan bisa ditambahkan untuk
ekspansi usaha e dibuat bayar angsuran,
dibuat bayar bunga kayak gitu.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan saya Farid Andi
Wibowo. Alamatnya di Desa Tegalrejo,
Kecamatan Rejo Tangan, Kabupaten
Tulungagung. Untuk usaha saya di bidang
pembesaran ikan lele. Untuk usaha ini
saya mulai sejak tahun 2021. Insyaallah
feelingnya udah klek, Mas, di peternakan
lele ini. Dan insyaallah kalau di
budidaya atau apa ya, produksi pangan
kan ini kan selamanya orang butuh makan
kan, Mas. Jadi insyaallah kalau selama
orang masih butuh makan ya wis usaha ini
insyaallah masih bisa berjalan.
pengalaman di COVID kemarin kan itu jadi
usaha-usaha yang masih bisa bertahan itu
kan mayoritas di pertanian, peternakan
pokoknya di ee bidang pangan kan Mas.
Jadi insyaallah dari sisi ketahanan
usaha insyaallah masih selama dikelola
dengan baik terus kemudian masih
menguntungkan insyaallah masih bisa
bertahan bahkan berkembang usaha ini.
Ini full pelet, Mas.
Full pelet. Enggak berani, Mas. Soalnya
kalau pernah sharing itu sama yus petani
yang sudah senior-senior yang pernah
pakai alternatif itu airnya harus
benar-benar bagus. Jadi kalau saya kan 5
jam Grojok cukup, Mas ya. Kalau pakai
alternatif mungkin bisa 12 jam atau
lebih bahkan 24 jam nonstop kocor terus.
Kalau enggak gitu rawan penyakit terus
kemudian kualitas airnya buruk. Kan kita
juga enggak tahu kan ini bahan apa
alternatif ini kandungannya apa. Terus
kemudian ketika dikasih makan ke ikan
bisa kecerna dengan baik atau enggak kan
enggak tahu. Tapi kalau pelet kan memang
dia sama pabrik udah diproduksi dengan
campuran khusus yang memang khusus untuk
pakan ikan dan udah dilab dan sebagainya
yang bisa dicerna maksimal oleh ikan dan
hasilnya pun bisa maksimal, pertumbuhan
cepat dan sebagainya lebih aman.
[Musik]
pemula itu apa sing dibutuhne sebagai
peternak lele
untuk awal? Yang pertama ilmu kan jelas
ilmu budidaya terus kemudian modal yang
jelas karena di lele itu profitnya
cenderung tipis Mas. Satu periode kan
sekitar kalau yang umum itu du ee 3
bulan sampai 4 bulan sampai habis. itu
keuntungan dari modal itu sekitar 15
sampai 20% periode. Jadi misal modal
Rp10 juta satu periode ya keuntungan
sekitar R jutaan. Nah, jadi ya semakin
banyak modal ya keuntungannya semakin
banyak cuma secara persentase segitu.
Jadi sebenarnya kalau modalnya misal 100
ya keuntungannya 20 sih sebenarnya tapi
kan butuh modal sekian dulu. Tapi untuk
pemula ya mulai dari sedikit dulu sih
karena high ris high return lah Mas.
Loris low return. Jadi kalau karena
masih belajar kan masih resiko-resiko
kan masih belum tahu cara pencegahan
terus kemudian kalau ada penyakit
pengobatannya gimana itu masih buta kan.
Jadi sambil mulai aja dulu terus
pelan-pelan belajar kemudian sharing
sama petani lain lihat YouTube kalau
perlu. Ah lagi Mas banyak orang yang
mungkin autodidak belajarnya cuman dari
YouTube atau TikTok atau konten-konten
Mas ya. itu kadang pas kadang enggak.
Karena kondisi di tiap wilayah itu beda.
Kondisi air, kemudian kondisi tanahnya,
kondisi pasarnya, kemudian pakan yang
tersedia di situ, jenisnya apa kan
beda-beda. Jadi lebih efektif itu
belajar ke petani yang sudah lebih dulu
terjun di wilayah sekitar. Misal di sini
di Tulungagung. Cara budidaya di
Tulungagung sama budidaya di Kediri itu
beda. Sama di Trenggalek sama di
Ponorogo beda. Mulai dari pakannya
kemudian apa bibitnya kemudian jualnya
itu size-nya berapa itu beda-beda. Jadi
kalau petani Tulungagung kalau bisa ya
belajarnya di petani Tulungagung juga.
[Musik]
Direnov, dikasih terpal gitu jadi biar
enggak bocor. Yang pertama kali di situ.
Alhamdulillah periode pertama itu
hasilnya lumayan langsungan jadi
semangat langsungan. Sempat kendala pada
saat itu hasil bersih belum bagi hasil
itu sekitar 3 atau R juta per periode
per panen satu kolam. Bagi hasilnya ke
Boomdes Rp1.500
atau Rp1.800 800 karena periode pertama
langsung berhasil percaya dilihat
akhirnya pengajuan ke bank ngambil KUR
langsung bangun kolam banyak des lima
pada saat itu kolam tanah sing lima iku
dan entah kenapa ya wis atau mungkin ya
mungkin jam terbangnya masih pendek ya
Mas ya masih pemula terus langsung
ekspansi kesiapannya belum belum
benar-benar matang akhirnya di tahun
2022 setahun tahun itu ya wis balik
modal untung tipis, balik modal untung
tipis. Di tahun 2023 itu bahkan malah
setahun itu enggak untung sama sekali.
Modalnya ke ambil untuk kebutuhan
sehari-hari. Fullnya masih dalam
angsuran. Tapi udah membaik, Mas. Udah
membaik dalam arti dulu itu tak buat 1
tahun lunas. 1 tahun lunas. Nah, ini itu
cuman kuat bayar bungane aja kan ngambil
ngambil 50 bungane lek setahun lunas itu
Rp3 juta. Jadi selama 2 atau 3 tahun ini
cuman perbarui bayar bungane aja.
Perbarui bayar bungane aja pokoke masih
utuh. Nah, ini alhamdulillah tak ambil
angsuran 6 bulan sekali ini sudah dapat
dua kali angsuran. Pokok plus bunga ini
sudah sudah berkurang ya. Semoga bisa
segera lepas lah Mas. punya hutang
ternyata beban pertama enggak tenang
terus kemudian untuk bertumbuh itu kayak
kejiret Mas. Jadi wayahe keuntungan bisa
ditambahkan untuk ekspansi usaha e
dibuat bayar angsuran, dibuat bayar
bunga kayak gitu.
Itu sampai tahun 2024 saya gabung di
grup wis petani lele lah Mas. Di situ
ada bakul. Terus kemudian dia
menyediakan pakan juga. Jadi pakannya
ngambil di situ. Terus nanti ikannya
yang ambil di situ. Jadi dipotong sistem
potong nota di pakan habis berapa, terus
yang panennya nanti berapa dipotong sisa
berapa kan gitu. Itu berjalan setahun.
Alhamdulillah dari situ malah aman dalam
arti ada pertumbuhan lagi, ada
keuntungan. Tapi di situ yang pertama
saya jadi belajar sabar karena kadang
pakannya itu kan biasanya kita calling
ke toko terus toko yang ngantar. Pada
saat itu saya ngambil jadi bawa sepeda
motor. Sepeda motor geledekan Mas. Bawa
geledekan. Tapi ngambil pakan 10 gitu
balik dua kali 10 gitu. Itu seminggu
sekali pada saat itu ditelateni.
Alhamdulillah setahun. Pada saat itu
dengan kebutuhan sing sekian modal
tersisa tinggal 17 juta all in. Wis
modal tak masuk situ wis s penting
butuhku iwakku mangan kabeh aku cukup.
Wis gitu tok. Akhire yo wis modal tak
masukkan situ aku ngambil pakan.
Alhamdulillah selama setahun ada
perkembangan. Yang awalnya modal 17
selama setahun terkumpul. pernah profit
ambil satu kali R juta kalau enggak
salah sampai setahun itu totalan
terakhir R0 juta. Alhamdulillah
terkumpul akhirnya. Nah, setelah itu ini
wis enggak enggak ngerti jalannya Allah
atau gimana enggak paham. Ada teman
teman lama teman MTS dulu dia berbuat
story. Dia intinya cari orang yang butuh
investor. Jadi dia punya uang uang
dinginlah. Ang dingin daripada mengendap
di bank atau di rekening dia cari
investor bah iki akhirnya tak calling
tak hubungi alhamdulillah dia tertarik
karena aku tak nego ini misal kamu
invest di usaha lele ini gimana
presentasi prospeknya gimana terus track
recordku sekian tahun ini pernah rugi
dan sebagainya terus tahun terakhir ini
mulai profit ini gimana alhamdulillah
dia tertarik karena dia tertarik
otomatis kan ini berarti Nanti modalnya
kan ada ada sumber modal. Akhirnya yang
di kelompok ini tadi modalku tak tarik
semua. Terus kemudian Mandiri. Nah, ini
sekarang jalan mandiri di-support sama
temanku tadi yang jadi investor ini
tadi.
[Musik]
Ini kolam untuk pembesaran ada lima,
Mas. Keuntungan kalau dibuat rata-rata
sekitar 15an. Kalau satu periode bersih,
Mas. Bersih. Udah potong listrik, terus
kemudian pakan dan sebagainya. Tenaga
kerja y sendiri, Mas. Masih sendiri
masih cukup. Dan sejak mandiri ini, Mas
ya, karena pakannya bisa optimal, bisa
suplai pakannya optimal, bibitnya juga
kita bisa milih yang bagus. Satu periode
ini 2,5 bulan sudah bisa panen padahal
sebelumnya 3 sampai 4 bulan. Jadi
periodenya lebih pendek dengan
keuntungan yang kurang lebih sama. Jadi
lele itu kan dikasih pakan berapun
sebenarnya kan mau kan dia. Tapi kalau
kebanyakan jadi penyakit juga ee cacar
biasanya kalau over ya over misal
kebutuhan sehari 10 kilo katakanlah.
Ketika dikasih 15 kilo itu biasanya
timbul penyakit cacar atau kuning atau
penyakit yang lain. Saya itu ngasih
makannya tiga kali sehari. Jadi mungkin
umumnya dua kali, Mas. Pagi sore. Kalau
saya tiga kali. Jadi pagi, siang, terus
sore. Contoh misal kebutuhan pakan ikan
per kolam sehari 30 kilo. Kalau
diberikan dua kali kan 15 kilo, 15 kilo.
Tapi kalau diberikan tiga kali kan 10
10. Jadi pakan yang masuk sama-sama 30
kilo per hari. Tapi kalau diberikan dua
kali beresiko kekenyangan berlebihan.
Tapi kalau diberikan tiga kali pas. Jadi
ikan enggak kekenyangan, pakan yang
masuk bisa diserap optimal. Itu kunci
yang pertama. Kemudian kunci yang kedua
itu menjaga kualitas air, Mas. Jadi dulu
itu pas waktu gagal itu kan saya
evaluasi juga kan pada saat itu
pembuangan air belum lancar. Istilahnya
kocornya itu enggak bisa maksimal karena
di luar itu pembuangannya masih dibuang
begitu aja. Nah, terus pada 2024 awal
itu saya buat saluran air. Jadi, ketika
digerojok itu airnya tumpah masuk ke
saluran air kemudian dialirkan ke kebun
ke rumput gajah untuk pengairan. Jadi
kualitas airnya bisa terjaga dari situ.
Misal kualitas airnya turun tinggal
dikurangi. Ngurangi enak langsung
dicabut dikurangi ditambah lagi nanti
kondisinya udah udah enak lagi. Nah, itu
sama tak pasang timer Mas. timer di
sanyonya, di pompa airnya itu. Jadi, itu
nyala per hari itu sekitar 5 jam. Jadi,
setiap malam itu setengah jam nyala
terus kemudian mati. Nyala lagi setengah
jam sampai pagi. Itu total kurang lebih
5 jam per hari. Nah, dari situ kondisi
air kan terus stabil. Otomatis nafsu
makan ikan juga maksimal. Pakan yang
bisa masuk bisa lebih banyak, akhirnya
pertumbuhan lebih cepat, panennya bisa
lebih singkat.
kan
ngih
ngonten gitu loh, Mas.
Gigih.
Dalam rangka dan tujuan apa, Mas?
menjaring peluang-peluang baru. Jadi
kalau kita enggak ngonten kan orang lain
enggak tahu kita usaha apa, terus yang
kita jual ini apa, itu kan enggak tahu.
Dari ngonten mungkin banyak orang yang
tahu. Kemudian menjaring peluang-peluang
baru. Mungkin ada yang butuh ikan atau
mungkin ada yang menawarkan pakan dengan
pakan baru mungkin dengan kualitas yang
lebih bagus, dengan harga yang lebih
murah. Itu kan jadi keuntungan juga buat
kita. Kalau kita enggak sounding, kita
enggak ngonten, kan mereka enggak tahu
kalau di sini ada peternak lele kemudian
dengan kapasitas sekian mereka enggak
tahu. Tapi dengan kita ngonten mereka
jadi tahu, oh ternyata ada loh ini
peternak dengan budidaya lele di sini.
Kemarin ya sempat beberapa sales pakan
itu menawarkan produknya. Selanjutnya
mungkin dari konten itu ya sedikit
banyak kita bisa sharing sama ee
petani-petani atau orang-orang di daerah
lain yang mungkin pengin beternak lele
atau bertani lele bisa berbagi ilmu.
Mungkin yang mereka sudah lebih
berpengalaman saya bisa belajar dari
mereka. mungkin mereka yang masih pemula
terus mungkin saya yang lebih dulu
terjun mungkin mereka bisa belajar dari
yang sudah saya alami seperti itu.
Kemudian yang selanjutnya kemarin ya
mulai ada anu Mas produk vitamin atau
obat ikan itu menghubungi untuk
istilahnya apa ya ngendorse atau apa ya
fitur affiliate saya kan sudah aktif e
mereka menghubungi minta dibuatkan
konten untuk affiliate produknya mereka
jadi kita dapat sampel gratis kemudian
kita buat konten
gak cuman dapat sampel gratis nanti
bayarannya ya kalau ada penjualan dari
produk itu kan dapat komisi kayak gitu
[Musik]
pendidikan awal MI, MTs kemudian lompat
ke SMK. Nah, jadi agama-agama itu umum
SMK di Teknik Elektroindustri di SMKN1
Kota Blitar. Jadi kelas 2, kelas 3 itu
TKT semakin bulat untuk kuliah. Terus
akhirnya di SNMPTN itu enggak lolos.
Kemudian waktu bimbingan SBM untuk tes
yang seleksi bersama itu di
tengah-tengah perjalanan ada pengumuman
lolos di IAIN Tulungagung pada saat itu
yang sekarang WIN 1 masuk di jurusan
perbankan syariah dengan pertimbangan
pada saat itu pertimbangannya ibu pada
saat itu kebetulan ibu di rumah sendiri
terus kemudian belum sampai SBM itu udah
ada itu ya wis jupon kui ae lah sing
cedek ben namung tiap I biar bisa pulang
pada saat itu. Soalnya Bapak kisah teng
Papua pada saat itu. Kisah teng Papua
ibu sendiri sama adik. Adik masih kecil
dari teknik elektroindustri terus ke
perbankan syariah ekonomi. Jadi wis
enggak enggak linear sama sekali. Tapi
sambil berjalan ya alhamdulillah
menikmati terus karena memang sejak
kecil basicnya suka dagang, suka bisnis
ya. Jadi ya ada ketertarikan sedikitlah.
Pada saat kuliah dulu sempat mengawali
membuka kantin kejujuran di kampus. Jadi
di lobi kelas itu kan ada pada saat itu
kan kampus masih baru, gedungnya masih
baru, kantinya masih jauh. Akhirnya
inisiatif bawa meja belajar itu terus
beli kulaan teh pucuk sama le mineral
itu ditaruh di meja terus dikasih
toples, dikasih harga Rp3.000 gitu. Jadi
orang teman-teman mahasiswa itu ya beli
uangnya ditaruh situ ngambil kembalian.
Kalau ada kembalian situ. Pernah satu
kali itu dagangan habis, uang habis. J
diambil diambil semua dan itu
alhamdulillah dari situ ya bisa buat
beli bensin, terus cetak makalah,
fotokopi dan sebagainya. Dari situ
alhamdulillah cukup. Terus di semester
akhir alhamdulillah dapat beasiswa. Jadi
sebenarnya semester 4 sudah daftar,
semester 4 gagal, kemudian semester 6
ada lagi daftar lagi. Alhamdulillah
masuk. itu di titik di mana ekonomi
keluarga lagi jatuh banget, turun banget
dan sebelum dapat beasiswa itu sudah
pamitan sama Ibu. Bu, ini seandainya
enggak bisa lanjut gimana? Karena ya wis
biayane berat sebenarnya tinggal
dikitlah, tinggal 3 semester atau 4
semester kan. Ya wis dijalani aja dulu.
Seandainya pada saat itu enggak dapat
beasiswa, ya ada kemungkinan putus
kuliah.
Jatuhnya kan dulu Bapak itu ternak sapi
perah. Mulai 2008 itu kan mulai susu
murah, terus pakan mahal dan sebagainya
terus turun turun turun turun. Akhirnya
pada saat itu sapine habis dan enggak
tahu mau usaha apalagi yang lain karena
kan sudah terlalu fokus di situ. Jadi
ketika yang itu tumbang alternatif
lainnya enggak tahu. Hanya sampai habis
total terus ya itu jalan pintas akhirnya
kisah teng Papua. Pada saat itu itu
daerah ya agak panaslah konflik antar
suku. Bapak pernah cerita itu di Panmes
itu ada orang sing yang kena panah, kena
tombak itu sudah biasa di Papua itu
hanya dengan pertimbangan hasil yang
sekian terus resiko kerja lingkungannya
kayak gitu akhirnya pulang pulang. Terus
pada saat itu akhirnya ya penghasilan
rumah pada saat itu kalau enggak salah
lahan di belakang ini belum belum ada
kolam pada saat itu ditanami kangkung di
kangkung kan seikat cuman Rp1. Rp800 ya.
Wis itu itu buat makan sehari-hari itu.
Makane yo wis beratlah kalau udah
nanggung kebutuhan sehari-hari terus
nambah lagi biaya kuliah. Jadi wis harus
pilih salah satu antara kuliah atau
makan. 18 lulus nganggur ya 1 bulan atau
2 bulan alhamdulillah. Setelah itu
langsung ada tawaran kerja magang di BNI
46. Nah, masih linear ya. Magang di sana
berapa bulan gitu ada lowongan kerja
sebagai promotor HP Oppo pada saat itu
di Blitar ada gaji pokok, ada bonus kan
menarik kan Mas. Daftar masuk ke Blitar
itu 3 bulan persaingan keras. kita
ditempatkan di satu toko, di situ banyak
brand ada Samsung, Oppo, Vivo. Nah, itu
kan saling rebutan customer kan, Mas.
Akhirnya cuman bertahan 3 bulan akhirnya
resign resign kembali lagi magang lagi.
Ternyata istilana masih butuh dibayar
tapi harian, Mas. Harian. Jadi enggak
kayak yang pegawai yang sudah kontrak
nak. Jadi wis
berapa?
Barhari 75, Mas. Kerja kita dari jam .30
sampai selesai.
Terus setelah itu diajak teman untuk
terjun ke dunia fotografer. Akhirnya
punya motor satu terus sama sisa
tabungan. Motor tak jual, sisa tabungan
tak hitung berapa tak belikan kamera
sama beberapa lighting. Itu tahun 2019.
2019 terjun foto mulai menata pondasi
lah, Mas. Ngajak teman terus kemudian
nyari nyari job dan sebagainya.
Alhamdulillah 2020 awal Covid tumbang
wis kamera nganggur dan sebagainya
bingung kan. Terus hampir 1 tahun itu ya
wis cuman job-job kecil, Mas. Kayak foto
produk atau wis job-job yang enggak
ngumpul orang banyak lah, Mas. Pada saat
itu
[Musik]
kalau dari pemula minimal dengan lahan
berapa, Mas, supaya bisa merasakannya
kira-kira berapa?
Lumayan, Mas, ya. lumayan itu populasi
10.000 ekor. 10.000 ekor itu berarti
butuh lahan sekitar 300 ekor perm²
berarti sekitar 30 m². 30 m² berarti
kalau kolamnya kotak itu ukuran 5 * 6.
Nah, itu sudah cukup. Heeh. 5 * 6 untuk
menampung 10.000 ekor. Itu kalau kolam
kotak. Terus kalau kolam bulat ya
tinggal tinggal ngitung luasan bulatnya
berapa. Itu untuk keperluan modal, Mas,
ya. Untuk keperluan modal katakanlah
bibit ukur 4 cent. 4 cent itu per
ekornya Rp100. Rp100*
R.000 ekor R1 juta. Nah, R1 juta bibit.
Kemudian per 1000 ekor itu kebutuhan
peletnya itu yang standar itu sekitar 3
sak. Berarti kalau Rp10.000 30 sak.
Harganya per sak itu 370-an.
370 * 30 wis anggap ae sekitar R10 juta,
Mas ya. Sak bibite R1 juta. Tambah
mungkin biaya untuk listrik dan
sebagainya itu ya 11,5 lah. Dari situ
kalau kondisi ikan oke, kemudian airnya
oke, terus istilahnya ukuran ikannya
kalau di sini racak, Mas ya. Jadi enggak
ada yang bu besar, ada yang kuecil. Itu
total nanti bisa naik 9 kuintal. 9
kuintal kali harga sekarang 17.200.
Kalau sekarang di Tulungagung du digit
belasan lah belasan juta. Ya wis kurang
lebih profit bersih. Nanti ada pas panen
itu disortir Mas ya. Disortir yang masuk
besar konsumsi sama kecil. Yang konsumsi
harga 172 yang besar sama kecil ini
harganya per kilo cuman Rp3.000. Wis di
kita buat standar aja nanti per 10.000
ekor estimasi profit antara 2,5 sampai
R3 juta per satu periode.
[Tepuk tangan]
Jadi grafik kebutuhan pakannya itu di 1
bulan pertama itu cuman sedikit mungkin
cuman satu atau dua sak lah. Bulan
pertama bibit masuk bulan pertama itu
dikit banget pakannya. Kemudian bulan
kedua itu agak banyak jadi misal 10.000
ekor tadi, Mas, ya. Kan 30 sak kebutuhan
pakan. Mungkin 20 saknya itu cuman 1
bulan di bulan terakhir. Bulan pertama
sama bulan kedua itu cuman menghabiskan
10 sak aja. Perputarannya itu cepat di
bulan terakhir ini pas waktu makannya
banyak. Misal pengin punya penghasilan
bulanan dari ternak lele, ya tinggal
buat tiga kolam dengan kapasitas
masing-masing Rp10.000, Rp10.000,
Rp10.000. Nanti ngisinya selang-seling.
Katakan bulan Januari ngisi kolam A,
bulan Februari ngisi kolam B, bulan
Maret ngisi kolam C. Ini nanti kan
secara berurutan paneennya. Jadi nanti
bisa dapat penghasilan kurang lebih per
bulan ya 2,5 sampai R juta per bulan
dengan modal kurang lebih kalau di
tootal berarti sekitar R-an juta. Itu
modal-modal yang anu Mas, modal yang
pakan dan bibit itu belum tadi yang
bangun buat-buat kolamnya. Kalau buat
kolam kan sekali buat bisa dipakai
mungkin 5 sampai 10 tahun kan ya. Nanti
dihitung biaya penyusutan masih
menguntungkanlah. Kolam bulat itu kan
baru kan Mas. Terus itu tujuannya untuk
nampung bibit. Jadi mungkin ke depan
yang kalau saat ini 2,5 bulan panen
mungkin ke depan bisa 1,5 sampai 2 bulan
panen bisa insyaallah. Karena bibitnya
kan kita ada tangan kecil kita tampung
dulu di situ dibesarkan. Terus kemudian
ketika yang kolam kotak ini nanti udah
panen kosong, nah bibitnya ini udah
ukurannya udah agak besar. Jadi singgah
di kolam kotak ini cuman mungkin 1
seteng sampai 2 bulan sudahudah panen.
Jadi memperpendek lagi periodenya.
Yus ini kan proyeksinya kan positif
perkembangannya nanti ya 1 seteng tahun
lagi kan insyaallah hutang lunas.
Setelah itu nanti mungkin
perkembangannya bisa lebih pesat lagi
kalau kondisinya stabil. Terus kemudian
kalau bisa ya bangun rumah sendiri nanti
kayak gitu. Terus kalau kolamnya nambah
nanti kan bisa membuka lapangan
pekerjaan dan kebetulan juga sandwich
generation Mas ya termasuk ya. Jadi saya
men-support orang tua karena ya wis
kemampuan bekerjanya sudah enggak kayak
dulu, terus sekarang sudah punya anak
juga. Jadi ini di tengah-tengah bisa
bertahan aja. Alhamdulillah, Mas. Jadi
ini diusahakan untuk berkembang. Nama
saya Farid Andi Wibowo. Alamat saya di
Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejo, Tangan,
Tulungagung. Kalau mau lihat atau mau
tahu usaha ternak lele saya bisa
kunjungi di TikTok Barit_Andi.
Mungkin kalau mau cari ikan atau
menawarkan kerja sama apapun itu ee bisa
langsung kontak saya di TikTok aja ya.
Mungkin itu dari saya atas segala
kekurangan mungkin salah-salah kata
mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Tepuk tangan]
Rod tegang,