Buka Jam 6, Jam 7 Sudah Habis! Jualan Nasi Gigit 5.000-an Laku Keras!
SVwTjvts--0 • 2025-10-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Buka jam .00, jam . selesai 60 porsi. Wih, banyak loh itu ya. Iya. Jadi istilahnya kalau waktu 60 menit ya 1 menit satu bungkus. Oke. Jadi misal jualan itu ya berdiri belum sempat duduk sudah habis. Kalau yang cabang kedua waktu itu saya salah memperkirakan tempat. Hm. Karena saya pikir di tempat itu ee kalau menjelang jam sekolah itu trafficnya tinggi. Heeh. Ternyata setelah kita jualan di sana, di sana itu hanya traffic aja. orang berlalu-lalang banyak, ternyata enggak terlalu banyak orang beli sarapan di situ. Yang jadi pertimbangan saya, kita enggak untung pun enggak masalah. Yang penting untuk belanja besok sama gaji teman-teman itu enggak tertunda. Berarti ee kayak mistis di di kuliner itu saya merasakan sendiri ya benar adanya ya. Alhamdulillah merasakan benar adanya. Iya benar adanya. Jadi dan benar sepi ketika ketika ada dampak. Iya, kalau sepi. Kalau sepinya sih enggak, cuman menurun dari penjualan biasanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Mas Jo. Kita ketemu lagi. Siap, Pak. Teman-teman kita hadirkan ini Mas Jo ini adalah orang yang boleh dibilang apa, Mas ya? Berpindah ya, Mas ya, dari dulu seorang bekerja menjadi pengusaha begitu. Betul ya. Bukan anu sih, Pak. Ee bisa dibilang bukan karena bosan sih. Bukan karena bosan. Cuma mungkin lebih ke apa ya? Himpitan ekonomi kebutuhannya naik gitu. Impitannya naik. Jaj gaji enggak naik-naik ini. Iya. Gajinya belum naik gitu malah turun. Oke, siap. Kita mulai dulu, Mas. Berarti dulu kerja di mana, Mas Jo? Dulu awal ee setelah nikah ee bisa dibilang belum punya modal sama sekali. ee terus ikut di salah satu brand baju gamis perempuan. He sebagai admin. Kemudian bekerja kurang lebih 1 tahun setengah. Terus habis itu ee karena penjualannya turun kukut ya. I alasannya gitu. Belum kukut waktu itu. Belum belum belum belum. Alasannya awal itu penjualan turun sehingga harus beberapa ada karyawan itu harus diliburkan, dirumahkan sementara. bahasanya. Kemudian ee setelah itu di rumah, habis itu sempat jadi sopir mobil bok kirim minyak goreng ke area Tulungagung Blitar sampai hampir Trenggalek. Oke oke oke. Terus saya coba konak lagi, "Pak, ini dulu katanya saya diliburkan per 1 tahun. itu saya saya baru tanya lagi terus ee kayaknya enggak bisa lanjut Mas dah sampean datang ke sini terus akhirnya dapat pesangon dari pihak yang bersangkutan akhirnya sudah putus hubungan kerja h di sisi lain saya juga tetap di rumah itu punya usaha karena istri juga seorang ilustrator h ee gambar-gambar bikin motif hijab kemudian ee custom tulisan ucapan pernikahan, terus bikin undangan-undangan pernikahan seperti itu. Itu tetap saya jalankan dari awal pernikahan sembari ee nyambi lah istilahnya. He. Di sela-sela waktu kerja begitu ya. Di sela-sela waktu kerja. Jadi pagi berangkat kerja pulang terus kadang ee masih harus nyetak undangan pernikahan dan lain-lain. Terus setelah itu ada langganan. Nah, langganan itu langganan saya kulaan untuk bikin produk-produk dari kayu. Hm. Kayunya itu entah ee ah kadang seperti ini. Ini ee apa namanya? Ee itu amit. Nah, ini buat tataan minuman atau apa. Dulu di tempat kerja sempat bikin seperti ini. Berarti kayu bekas ya, Mas? Kayu bekas yang diolah jadi Oh, kayu baru. Kayu baru dari yang ada tiga macam waktu itu di sana. Ada Pinus, ada Mauni, terus sama Jati Londo. Nah, Jati Londo itu baru yang pakai bekas palet biasanya. Palet apa ya? Palet itu biasanya kalau di palet kan bungkus itu kan yang bawah-bawah itu kan. Betul. Heeh. Biasanya buat ee di gudang itu buat tataan ya. Biar enggak langsung nyentus sama tanah kan atau lantai gitu ya. Iya. Itu biasanya bahan jati londo itu sebenarnya kalau dipoles bagus tampaknya. He he he. Dan juga kuat. Cuman minusnya kalau sudah bekas palet ya ada lubang-lubang kayak gitu. Iya. Iya. Iya. ditawari. Karena saya dulu di waktu di brand Gamis itu pernah jadi admin marketplace, pernah jadi adminnya Instagram juga karena punya kemampuan ditawari, "Mas, tak ajak kerja punyaku gimana?" No, oke ndak apaa wis. Tapi piye maksude pitunge piye? Ya wis kekeluargaan aja lah. Oh ya wis berarti sama kayak umumnya lah gitu. Akhirnya di sana kerja selama kurang lebih sekitar 7 bulan. ternyata juga harus dirumahkan karena penjualan turun dan di sisi lain juga ee di tempat produksinya itu karyawan senior itu lebih memilih keluar untuk membuka usaha sendiri daripada ikut ke tempat kerja saya dulu. Akhirnya saya juga ikut dirumahkan, nganggur lagi. Akhirnya beli mesin pres kaos buat sablon. Mencoba buat brand kaos anak, bulan dan bintang. ee jalan jalan untuk sekitar hampir 1 seteng tahun terus agak turun lagi mungkin ya karena kurang improve dengan model-model terbaru. Karena juga waktu itu saya juga menyadari bahwa tren itu berubahnya sangat cepat. Heeh. Heeh. He. Dan saya juga punya idealis, bukan idealis ya, apa ya? Ya, idealis mungkin ya. ee kita bisanya bikin kaos yang model lucu kayak gini ya ini aja gitu salahnya mungkin di situ. Terus akhirnya ya sudah coba cari kerja lagi. Coba cari kerja lagi. Kerja di ee daerah timurnya Rumah Sakit Iska rumahan cuman ee jadi apa ya ee advertiser tukang iklan. Nah, tukang iklan itu terus jalan 2 bulan berhasil. Cuman yang berhasil itu cuma di jualan saya. Yang advertiser lain menjualkan barang-barang yang lain itu enggak jalan. Oh, penjualan turun. Akhirnya karena juga saya yang karyawan baru, akhirnya saya dirumahkan lagi. Bertepatan dengan itu, istri sudah mau melahirkan 3 bulan lagi. Oh, itu anak yang ke anak yang kedua. Oke. Jadi, ya gimana orang mau lahiran terus enggak punya modal buat lahiran gimana kan gitu. Oke. Oke. Dari uang gaji yang terakhir itu saya sama istri memutuskan kita apa ya? ya jualan kecil-kecilan lah sambar sembari yang lama tetap kita jalankan. Misal ada pesanan kaos kita bikin, misal ada pesanan undangan nikahan kita juga bikin lagi. He. Terus kita nyoba jualan es kulkul. Es kulkul. Es kulkul. Es kulkul itu tuh. Es kulkul ngetren di tahun 2023. Heeh. Dari awal 2023. Cuman waktu itu di Tulungagung saya mantau ee di Instagram terutama itu yang baru ramai cuman ada satu tempat sampai detail ya di survei itu satu tempat itu di Tulungagung atau di luar Tulungagang? Di Tulungagung. Di Tulungagung itu baru ramai ada satu tempat. Iya. Iya. Itu di baratnya Golden Swalayan daerah kota di depan SD. Oke. Nah, hanya di daerah situ. Terus saya pikir kalau di ngunut jualan kira-kira laku enggak ya? Saya pikir gitu. Kebetulan di depan rumah juga ada bimbingan belajar kecil. Akhirnya kita coba jualan. Jualan juga enggak di pinggir jalan sewa lapak atau gimana ya. Kita jualan depan rumah aja. He. Alhamdulillah jalan karena ada sekolahnya itu kali ya. Ya. Itu ada bimbingan belajar itu bisa jalan. Oh. kategori jalan itu gimana sih, Mas? Maksudnya untung atau laku berapa begitu? Kalau dibilang untung, alhamdulillah untung karena juga laku. He. Kalau saya bilang jalan itu waktu saya buka pertama itu per satu harinya itu bisa laku sampai sekitar 200 bahkan 300 tusuk. Es. Es ulkul itu kan buah nanti dipotong-potong kecil-kecil terus ditusuk sate masuk ke freezer beku, habis itu dicelup cokelat. Jadi es buah coklat itu namanya es kulkul. Es kulkul ya. Ngetren waktu itu. Waktu itu ngetren ramai sekali. Terus bahkan ee ketemu dengan karnaval bulan Agustus jual pinggir jalan ramai. Hm. Terus setelah itu sepi. Oh. Sempat jalani sepi terus akhirnya duh gimana lagi ini kan ee otomatis income turun lagi. Itu sepinya karena apa ya kalau boleh tahu? Ya bisa dibilang jualan FOMO. Oke. Oke. Kayak produk baru orang berebut tapi kalau sudah tahu ya enggak beli lagi begitu ya. E betul. Jadi ee hanya gebrakan awalnya. Oke. Oh kelihatan begitu tahu rasanya. Oh rasanya yo biasa aja. Udah akhirnya gak kembali lagi. Sempat berapa lama es kulkul itu? Sekitar 2 3 bulan. Oh cukup lama juga ya. Heeh. 2 3 bulan dan tiap hari buka tanpa ada hari libur. Misal udah tutup mejanya kalau orang ketuk pintu mau beli emas tumbas. Oke, kita layani selama buahnya ada itu, Mas. Itu kalau berapa omset harian atau untung harian begitu? Kita kalau jualan itu kan variatif tergantung buahnya. Misal kayak buah ee pisang. Pisang itu kan murah, jadi kita jual pertusuknya itu Rp2.000. Hm. Itu kita margin bersihnya masih bisa 50%. Jadi keuntungan pertusuk itu bisa 1.000.000. Terus nanti kalau misal seperti buahnya stoberi atau anggur kita jualnya R.000 itu kita masih bisa untung diangka R00 kadang 1000 tergantung harga naik turun. He itu masih bisa jalan. Berarti kalau laku kisaran 200 sampai 300 harian ya lumayan ya Mas ya. Nah itu pun satu tempat. Dulu sempat terbesit mau buka ee apa buka konten rebut pinggir jalan ya. Hm. Cuman terbenturnya biasanya kalau kita sewa di tempat itu ee dari yang punya rumah itu listriknya enggak mampu kalau dibawain freezer. Oh, ya. Karena harus tadi ya dibekuin tadi ya? Harus dibu. Betul. Kalau kita pakai ee bok es itu kurang lama. Jadi misal mungkin cukup 2 jam itu aja udah mulai leleh buahnya. Jadi nanti kalau udah leleh kan otomatis ee coklat itu juga enggak mau beku. Hmm. Aku bayangnya kan enak ya, Mas ya. Ada es beku habis itu ditcelupkan coklat. Kayaknya kebayang kok enak. Tapi kok orang enggak mau beli lagi ya? Enak enggak sebenarnya itu es gulkul itu? Iya. Kalau dibilang enak, enak, Pak. Soalnya waktu kita jualan yang masih di depan rumah itu sebelum nyoba jualan di karnaval-karnaval itu ee ada anak itu selama kurang lebih sekitar 3 minggu itu tiap hari beli ada. Hm. Heeh. Jadi isi anak ini pasti setiap mau berangkat bimbingan belajar sekitar jam 12.30 itu pasti dia beli. Turun dari motor orang tuanya langsung beli pasti itu 2 minggu sampai 3 minggu kalau enggak salah. Heeh. Heeh. Lantas kenapa kok bisa cuma 2 sampai 3 bulan ya? Ya mungkin itu, Pak karena ee habis habis masanya habis masa euforia untuk belinya itu sudah habis gitu. Tapi ada juga penikmat. Berarti mungkin penikmatnya enggak begitu banyak kali ya. Iya, bisa jadi seperti itu. Soalnya setelah saya jualan itu saya coba keliling-keliling area ngunut itu ada orang yang jualan di tepi jalan pun juga enggak ramai akhirnya. Padahal sudah jualan di tepi jalan gitu. Ternyata mungkin oh mungkin ya karena ee apa ya? Euforianya sudah habis. Oke oke oke. Tapi cukup menolong lah ya. Cukup menolong. Betul. Bisa anulah bisa bernafasit bisa bernafas. Mungkin awalnya nafasnya itu Senin Kamis jadi daut akhirnya dautnya berarti Senin nafas Selasa enggak nafas dulu, Rabu berarti cuma naik se maju sehari toh berarti. Betul intervalnya kan maju lumayan dulu. Oke. Terus akhirnya istri putar otak lagi gimana yo? Oh istri ya yang anu ya kapel atau gimana terciptanya sebuah ide. Nah, istri itu ya namanya istri juga kebutuhannya juga harus terpenuhi kan gitu loh. Iya. Kalau enggak ada uang juga nafasnya tetap ra. Betul. Akhirnya cobalah kita anu kita jual nasi gigit. Heeh. Ada yang nas ada yang nyebut nasi kepal, ada yang nyebutnya lagi nasi cokot dan lain sebagainya. Terus sama tapi itu produknya sama. Intinya sama cuma sebutannya yang berbeda. Betul. He. Terus ee sik modele piye? He modelnya gimana? Terus cari di YouTube. Ee kebetulan itu waktu itu sing paling terkenal terdekat itu ada di Kediri. Hmm. Oh, berarti Tulungagung belum belum terjamah ini. Tulung Agung belum masuk waktu itu. Cuman sebelumnya itu ternyata sudah ada ee yang seperti itu tapi bikinnya enggak dadakan. Hmm. H dia itu pagi sudah dibungkus nasi, dikasih lauk dikasih nasi lagi terus dititipkan ke tukang sayur keliling tiap pagi itu ada wah berarti masih ada peluang gitu saya di ada di ada peluang dari uang yang terkumpul itu saya jadikan modal lagi. Waktu itu uang yang terkumpul berapa? Waktu itu berapa ya, Pak? Ya enggak ada R5 juta sih, Pak. benar-benar sedikit waktu itu dan itu kan juga menjelang tadi dikatakan kelahiran anak yang kedua ya menjelang kelahiran anak betul jadi jualan itu jualan esulkul itu kurang lebih sekitar bulan Juli, Agustus September. Oke. Oke. Nah, akhir masuk akhir September itu sudah kita bismillah coba buka nasi gigit itu yang mana sebelumnya itu sudah survei ke kecamatan sebelah-sebelah dan ternyata juga belum ada yang jualan. Akhirnya sudah kita rilis hari pertama jualan. Masak lauk itu istri, masak nasi itu mertua. Saya bagian jualan di pinggir jalan. Kalau dari rumah itu mendukungnya karena gini, mentalmu bagus kalau jalan pinggir jalan. Oh, gitu ya. Maksudnya mentalnya bagus sih enggak duwe isin gitu toh. Enggak duwe isin. Betul. Enggak duwe isin. Yo gimana ya? Karena saya sendiri juga dulu awal kerja itu kan juga bersinggungan dengan orang. Tiap hari pasti ee entah bosan jagongan tipis-tipis itu kan juga berinteraksi dengan orang. Iya. Iya. Seingga bahkan ee kakak ipar itu menilai awakmu loh wonge yo gede duwur tapi dodol pinggir dalan kok gak ngisin-ngisini modelnya. Jan pantes disuk yo mungkin pawakane masku. Oke oke oke oke oke. Terus akhirnya coba hari pertama kita jualan itu jam 6.00 pagi. Heeh. Ee bawa itu cuman 15 porsi hari pertama. Hari pertama jualan 15 porsi. itu pun habis di jam 09.00 pagi. Hm. Ya, produk baru sudah lumayanlah buat saya. Jadi laku alhamdulillah gitu. Nah, laku aja sudah alhamdulillah soalnya benar-benar ee apa ya? Banting setir dong dari es dari itu terus akhir jual produk hanget. Produk dingin ini berarti nanti ee sudah enggak sudah benar-benar dihentikan ya. Awalnya itu masih jalan. Oh, jalan dua berarti. Heeh. Awalnya masih jalan itu mungkin sekitar berapa ya? Hanya 3 mingguan. Mungkin karena udah capek pagi harus bangun nyiapkan, terus nanti siang harus jualan lagi. Kadang ee siang itu harusnya bisa istirahat karena juga udah punya anak yang agak gede. Enggak jadi istirahat karena Mas Tumbas ngoten niku ya enggak bisa akhirnya. He he. Ya sudah kita lepas, kita relakan. Hari kedua kita jualan coba dinaikkan 5 porsi. Oke, kita naik 20 ber jadi 20. Kita jualan 20 porsi itu di hari kedua buka jam 0.00 jam .4 sudah habis. Buka jam 0.00 jam .4 iya hanya 45 menit. 45 menit. Oh, naik nih. Naik berarti ada ee perbaikan konsumen ini membaik. Ini berarti ada kabar kabar baik. Oke, masuk di hari ketiga sudah kita coba di angka 30 langsung. Eh, tetap sama jam .4 habis. Hm. Sampai akhirnya di hari keet7uh kurang lebih itu saya bisa menghabiskan 60 porsi di jam .00 pagi. Hmm. Buka jam .00, jam 0. Selesai 60 porsi. Wih, banyak loh itu ya. Iya. Jadi istilahnya kalau waktu 60 menit ya 1 menit satu bungkus. Oke. Jadi misal jualan itu ya berdiri belum sempat duduk sudah habis. Oke. Gitu Mas. Itu berarti kayak bawa nasinya di situ. Bawa biasanya kan kalau nasi cokot atau nasi gitu kan suwir-suwiran ayam ya. Iya betul. Itu berarti ada suwir-suwiran ayam gitu ketika ada orang beli dibuatin langsung begitu ya. Betul. Jadi ada cetakan kita masukkan nasi. lauk nasi lagi terus ditaruh di kertas nasi putih yang biasanya ee ala KFC kayak gitu dibungkus terus dikasih jadi semuanya serba nah nasi burger kadang ada juga yang nyebut kayak gitu burger I itu pasar yang utama itu anak sekolah hm karena anak sekolah itu yang saya pikir waktu awal bikin itu anak sekolah itu kan suka berangkat itu mepet-mepet jam Heeh he he. Sehingga kadang mereka itu mau sarapan aja enggak sempat. He. Kalau ada produk itu mereka itu dengan dibonceng orang tua naik motor pun sempat untuk sarapan. Oh, sambil dibonceng itu sambil makan gitu ya. Nah, itu dan tetap makan nasi. Betul. Bukan makan yang lain. Betul. Jadi ee mereka pun juga tersolusikan jargonnya tetap ee sarapan hemat sacet. Oh, karena memang butuhnya sesatet. Enggak perlu bingung untuk buang ee buang wadah sterofor atau mungkin bingung kalau bawa bekal itu harus masukin nanti lupa akhirnya basi besoknya kayak gitu. Sudah selesai cuma kertas dibuang tempat sampah beres. Beres. Gitu. Tertinggi Mas. Tadi kan di hari ketujuh bisa sampai 60 dalam 1 jam. Nah, tertinggi sampai berapa? Satu cabang alhamdulillah mentok di angka 60 itu. Oh. Oh. Berarti ada cabang lain? Awalnya cuman satu. Oke. Oke. Terus, terus, terus. Kemudian ee mungkin karena sudah lebih menjelang ke waktu untuk istri lahiran. Heeh. Heeh. Kita kita coba buka cabang dua. Permasalahan mulai lagi. Apa itu? Kalau kita jualan satu cabang itu laku 60 bukan berarti buka dua cabang jadi 120, Pak. Harusnya kan gitu ya secara kalkulasi hitung-hitungan. Tapi cuman 80, Pak. Y berarti yang cabang kedua 20. Iya. Oh, ternyata tidak semudah itu. Kita juga menentukan lokasi, kemudian kita juga ee waktu otomatis kalau masak lebih banyak otomatis juga semakin siang. Oh, iya. I. Terus di sisi lain mulai ada kompetitor. Oh, melihat wah ramai nih Mas Jordan ini buka dong bisnis. bisnis dulu belum insyaallah kurang belum sampai buka cabang dua itu kompetitor sudah lahir. Oh, lebih duluan lahir kompetitor daripada lahir anak ya. Iya. Padahal anaknya tadi sudah hampir lahir loh ya. Nah, anaknya sudah hampir lahir tuh kompetitor enggak kelihatan hamilnya tapi sudah lahir. Oke. Benar. Benar. Terus itu di berdempetan atau agak jauh? Kebetulan awal itu mungkin bisa dibilang wonge rodok pokro ng Pak. Jadi wonge rodok ngenah. Jadi misal dia jualan itu dia kasih space. Oh enggak enggak kelihatan juga berjarak. Cuman kalau sekarang mungkin bisa dibilang ya mereka menyamakan jualan di pinggir jalan itu kayak di pasar. Padahal kalau pasar iya kalau pasar itu benar. pasar itu misal kita datang ke tempat jualan daging ayam ya daging ayam semua yang dijual sedangkan kalau kaki lima kan enggak kayak gitu harus variatif lah biar biar ada pilihan nah harusnya gitu cuman ternyata mereka itu juga enggak mikir seperti itu gitu kalau saya pun misal mau buka cabang dan ternyata di situ ada yang jual nasi kuning kaki lima atau mungkin nasi pecel saya lebih menghindari Hmm He. Biar enggak terjadi bentrok. Iya. Iya, iya. Soalnya kejadian dua kali. Nah, ini kebetulan waktu itu saya jaga He. Saya jaga yang ee yang kejadian pertama yang jaga yang jaga bukan saya ee dari teman-teman tim dari Nasi Gigit. Terus ee 3 hari 3 hari dari sebelum itu jualan itu turun. Terus dia cerita, "Mas, aku diceritani sama pelanggan, dikasih tahu sama pelanggan ee 3 hari yang lalu itu dia mampir ke tempat kita itu tutup." Hm. 3 hari berturut-turut itu dia mampir ke tempat kita tutup. Duh, PH kok ada-ada bawa-bawa mistis kok ada-ada aja. Iya iya. Nah, sudah gini aja coba saya nitip. Kalau misal baru jualan sambil nata meja itu coba sambil baca ayat kursi, surah al-Falaq, Al-Ikhlas sama Annas dibaca gitu. Terus kebetulan kan karena saya juga tinggal sama mertua, mertua dengar mertua itu alhamdulillah kalau seperti salat tahajud, salat duha itu enggak pernah ada bolong. Wis, Le. Gak apao L. Tak donganane. Jadi, Bapak mertua itu setiap 40 hari sekali itu telaten. Semua cabang saya itu dibacakan doa. Hm. Doa secara langsung diparani percabang atau dari rumah? Doanya percabang. Di Iya, percabang. Oh, di didatangi. Didatangi dibawakan air, disuwuk istilahnya. Nah, istilahnya disuwuk. Ini ada backup ini ya. Karena karena sudah masuk ke ranah yang tidak sehat istilahnya gitu. He. Terus alhamdulillah setelah itu sudah selesai. Berarti ee kayak mistis di kuliner itu saya merasakan sendiri ya. Benar adanya ya. Alhamdulillah merasakan benar adanya. Iya benar adanya. Jadi dan benar sepi ee ketika menurun ketika ada dampak. Iya. Kalau sepi kalau sepinya sih enggak cuman menurun dari penjualan biasanya. Oh awal buka dulu itu kan tren bisa dibaca. Oh, kok tren ya? Bukan tren gimana ya istilahnya. Misal awal bulan itu kita pasti pembelian melonjak pembelian nanti mulai masuk tanggal 23 24 itu menurun. Nah, kebetulan waktu itu kejadian itu di tanggal muda. Jadi kejadian luar biasa istilahnya. Tidak seperti biasa. Jadi akhirnya oh mungkin mungkin memang iya. Soalnya dulu memang ee dari Buleik, dari Bule itu juga pernah cerita seperti itu. Aku pernah loh maksudnya ee kulaan hijab biasanya itu toko buka kok tutup. Terus aku konfirmasi ke ownernya. Heeh. He. Tokoku buka loh, Mbak. Enggak pernah tutup gitu. Hm. Dulu pernah dapat cerita dari Bul seperti itu. Terus saya sendiri jumpai akhirnya. H mungkin memang ya benar bisa terjadi gitu. Itu pernah dicek kayak ada apa-apanya gitu, ada sesuatu enggak juga ya. Kalau dari orang Jawa mungkin bilangnya ee kalau barangnya itu masih berupa bunga atau mungkin lek ngarani buntelan. Buntelan itu cuma kayak kain kafan terus diikat di dalamnya ada apa itu kita bisa lihat. Oke. Tapi kalau yang ditabur itu tanah kuburan kan enggak bisa kelihat karena pinggir nah pinggir jalan itu kan sama tanah gitu [Musik] gitu-gitu ya pasti ada. Tapi ketika berkat juga berkat Allah lah tentunya ya dengan wasilah doa yang kemudian setiap 40 hari sekali disambangi mertua itu terhindar dari itu semua. Alhamdulillah terhindar pada waktu itu. Bos berarti ada waktu cabang ketiga pernah terjadi lagi seperti itu. Kebetulan orang yang cerita itu malah pas yang jaga saya sendiri karena dari teman-teman tim itu, Mas, aku izin enggak bisa masuk besok. Ee ya udah akhirnya saya gantikan. Terus ada pelanggan itu datang pagi banget. Saya belum nata meja itu. Dia sudah datang. Jam berapa sih boganya kalau nasi cokot? Kalau sekarang buka 0.30. Oh lebih pagi daripada tadi. Iya betul. 30 ee ada yang datang. Datang kemudian bilang, "Mas, aku 2 hari kemarin kok sampean tutup." Loh, jenengan mungkin ke sininya kesiangan. Jam berapa? Loh, saya ke sini 0.30, Mas. 0.30 harusnya masih buka. He he he. Oh, mungkin wis habis, Mbak. Mungkin sudah habis. Saya mikirnya gitu aja. Sudah setelah itu ya daripada apa-apa lagi ya sudah c tempat itu harus segera dikasih doa. Harus dirukiah ini. Harus dirukiah ini. Pasti ada hubungannya lagi kayak yang pertama dulu. Saya mikir gitu. Sudah daripada berkelanjutan juga enggak enak karena juga kita tuh jaga pelanggan. Heeh. Heeh. Ya, harus gitu lagi, harus berdoa lagi. Kalau kalau saya sendiri pasti saat masak terus saat buka meja itu pasti juga sambil doa gitu. Cuman kadang kalau ee tim kita kalau dari pagi itu enggak dikasih tahu juga kadang lupa. Berarti itu harus mertua yang kayak yang bisa doai di situ atau bisa sebenarnya bisa semua orang pasti bisa. Hanya saja kadang kan ada orang yang memang seperti cerita di zaman Nabi Musa, Nabi Musa sempat tersesat disemak-semak oleh orang yang mendoakan jelek kepada Nabi Musa. Oke. Padahal Nabi Musa itu kan seorang nabi kok sempat-sempatnya didoakan jelek dan mustajab. Heeh. Dan dan itu kan berarti memang ee semua orang itu doanya bisa diijabahi tapi ada yang langsung, ada yang ditunda, ada yang diganti gitu. Kalau menurut saya kebetulan mertua itu orang yang ee misal berdoa itu mudah untuk diijabahi. He. Gitu. Jadi istilahnya mertua itu ketika dengar ada kejadian seperti itu langsung pasang badan. Hm. Langsung siap gitu ya. Aku siap. Aku siap. Karena juga ketika pagi biasanya kalau sekitar jam .00 itu kan kita masak mulai masak istri masak lauknya saya masak nasi. Kalau ada tim yang enggak masuk saya juga akhirnya turun tangan. Nah, mertua itu setelah salat malam gitu kadang keluar ee ya ke lingkungan RT atau apa itu ee lihat kondisinya gimana ya. Kebetulan orangnya itu memang suka keluar jam segitu setelah salat malam itu keluar. Nah, ada kejadian seperti itu ya didoakan ya sekitar jam segitu jam . Jam 0.30 itu sudah keluar untuk mendoakan tempat-tempat itu. Sudah yo alhamdulillah. Tapi di sisi lain ya memang oh ternyata persaingan itu seperti itu. Siap, Mas. Kembali lagi ke tadi selain katakanlah selain ilmu mistis kan tadi kan juga dikatakan ketika buka satu cabang 60 ternyata buka dua cabang yang ekspektasi kita 60 ternyata 80. Nah itu ee kalau Mas Jo menganalisa karena apa? Kalau yang cabang kedua waktu itu saya salah memperkirakan tempat. Hm. Karena saya pikir di tempat itu ee kalau menjelang jam sekolah itu trafficnya tinggi. Heeh. Ternyata setelah kita jualan di sana, di sana itu hanya traffic aja. orang berlalu-lalang banyak. Ternyata enggak terlalu banyak orang beli sarapan di situ. He he. Akhirnya pindah sampai pindah dua kali itu baru ketemu yang benar-benar bisa jalan laku. Hmm. Berarti pindah dua kali itu pertama nih kurang laku. Pindah lagi. Kurang laku juga lagi. Oke. Terus pindah lagi baru laku. Nah, itu gimana kriteria tempatnya? Yang satu kalau di wilayah sana itu kita enggak bisa memastikan ya. Yang jelas kita itu enggak bisa jualan di jalan utama. H. Jadi istilah apa ya? Primer. Jalan primer itu kita enggak bisa jualan. Jalan provinsi begitu. Betul. Kita harus jualan di jalan sekund eh sekunder kedua. Second second eh second choice lah istilahnya. Jadi misal ada jalan besar itu belok. He. Jalan besornya lurus. kita belok. Nah, itu baru jalan yang bisa kita pakai opsi untuk jualan. Kenapa gitu? Kalau untuk jalan utama itu kemungkinan karena untuk jalur cepat seringnya. Hm. Gitu. Terus juga karena mungkin ya yang namanya sarapannya ee porsi kecil kalau untuk orang-orang yang sekolah eh anak-anak sekolah SMP dan SMA itu kurang masuk. Hm. Karena mungkin mereka juga masa pertumbuhan butuhnya makan lebih banyak. Heeh. He. Malah justru sekarang itu kita paling banyak itu beli satu anak TK PAUD SD, terus ditambah lagi para pekerja yang mungkin ee bisa dibilang mulai mengurangi porsi makan. Hm. Jadi itu paling banyak beli di situ. Heeh. Heeh. Heeh. Kalau SMP, SMA sudah enggak masuk. SMP, SMA jarang beli. Kecuali mungkin kalau anak SMA itu yang cewek yang mulai mungkin mengurangi makan. makan. Betul. Itu porsi-porsi mengurangi makan masuklah ya. Masuk. Betul. Soalnya gini, Pak. Yang saya jual itu pakai nasi gurih bukan nasi biasa. Jadi ee misal kita perhitungan di HPP itunya pasti lebih tinggi daripada yang pakai nasi biasa. Iya iya iya. Masih ada tambahan garam, ada tambahan santan ya. Santan. Betul. Di situ selisihnya otomatis selisih lebih banyak. Terlebih lagi per hari ini harga ayam, harga beras itu tinggi. Iya. Hari ini tinggi sekali ayam. Jadi kalau ee yang jadi pertimbangan saya, kita enggak untung pun enggak masalah. Yang penting untuk belanja besok sama gaji teman-teman itu enggak tertunda, gitu ya. Kalau saya gitu. Enggak untung enggak masalah. Enggak untung enggak masalah. Kalau memang pas kondisi kondisi Heeh. kondisi ayam seperti ini. Terus kadang juga kita jumpai sepi itu kalau di musim liburan sekolah. Oke. Itu jadi masalah sendiri buat saya. He. Sama tim. Jadi ya udah maksudnya misal misal pun ee enggak habis jualan, ya udah yo gimana lagi. Namanya juga memang sepi. He kadang juga ada dari teman-teman itu sing benar-benar mereka tuh perasaan banget, Pak. iki piye, Pak? Enggak habis ini gimana aku harus gimana? Udah enggak usah gimana-gimana. Itu bukan tanggungan kalian. Heeh. He ini tanggungan saya. Yang penting kalian kerja dari 0.30 sampai 0.30 selesai pulang. H gak usah terlalu dipikirkan apabila enggak habis atau gimana gak usah dipikirkan. Terus kalau enggak habis dikemain ya? Kalau enggak habis kalau lauk itu biasanya masih kita bisa kita olah langsung masuk freezer untuk satu kali. Terus kalau udah hari kedua misal enggak habis lagi harus dibuang. Hm. Dibuang sayang ya. Iya. Enggak dikasihkan apa begitu? Enggak. Sudah layak ya. Dulu dulu awalnya itu kalau kita kasih itu mungkin tetangga-tetangga karena jumlahnya mungkin masih sedikit. Tapi lama-kelamaan kan juga mungkin tetangga bosan Pak. Tiap hari iki neh iki neh kan gitu. Jadi ya sudah kita menyesuaikan aja. Tapi sebenarnya masih layak untuk dimakan orang. Kalau dibilang masih layak, masih, Pak sebenarnya. Cuman kita sendiri enggak tega. Iya. Iya. Oh, enggak tega untuk dikasihkan orang. Oh, enggak tega. Udah, mending dibuang aja gitu untuk makan ternak kali ya. Hm. Kadang mungkin kalau ada tetangga yang punya ayam, kita kasih dah ini buat makan ayam. Berarti ayam makan ayam dong. Nah, heeh. Betul juga. Kadang ada jamur, kadang ada tongkol juga gitu. Ya, lumayanlah. Mas, itu harga jualnya berapa nasi gigit itu? R5.000-an, Pak. Hm. Harga di R5.000 dengan estimasi berat itu sekitar 2 ons sampai 2 ons seteng per porsinya. Margin tinggi atau sedang? Kalau margin itu mungkin kalau makanan enggak ada, Pak. Kayaknya yang margin tinggi, Pak. Kecuali kalau memang makanan-makanan yang berkelas ya. Kalau kita makanan kaki lima itu paling ee mungkin di angka sekitar 30 40%. Iya. Nanti dipotong dipotong karyawan juga nipis begitu ya. Iya betul. Jadi misal ee kita lakunya naik turun tanggungannya keluar masih tetap iya fix cost ya. Heeh. Apalagi alhamdulillah sekarang itu sudah punya lima cabang. Hm. Jadi ee yang jualan di pinggir jalan itu ada lima. Terus di dapur itu ada bantuan satu. Itu juga otomatis kan tanggungan wajibnya keluar tiap hari harus segitu. Jadi misal enggak laku pun juga tanggungan keluarnya juga tetap harus segitu. Percabang itu satu orang yang jaga. Percabang satu orang. Betul. He Mas kan yang jaga itu kan enggak full ya. Seteng sampai. Iya. Itu cari pekerjanya itu ee seperti apa? Orang yang bagaimana begitu. Oh gitu. Macam-macam Pak. Karyawan pertama tim saya itu yang jualan itu pertama dari ee saudara Hm. Saudara kebetulan nganggur kalau pagi daripada enggak ee daripada enggak ngapa-ngapain tak ajak kerja mau. Terus akhirnya kerja sampai per hari ini pun masih kerja ikut saya. Hm. Terus macam-macam, Pak. Ada ee saya itu punya tim orang kaya gabut, Pak. Kondis ini juga ada kayaknya kondisinya. Kondisinya ada. Dia di rumah punya mobil, terus suami juga kerja di luar negeri. Iya. Iya. Dia cuma punya anak itu satu, masih SD. Aku lek enggak ada kegiatan pagi itu cuman tidur. Soalnya anaknya itu ee misal berangkat sekolah itu yang nganterin itu pasti minta mbahnya. Hm. Minta diantar Mbah pasti. He. Jadi setelah nyiapin sarapan dan lain-lain, orang itu sudah nganggur, enggak pernah bersinggungan dengan orang dan lain-lain. Terus waktu saya ngasih lowongan, dia ngelamar. Heeh. Heh, Mas, tapi tempatnya kejauhan. Ngono. Oh, ya sudah, Mbak. Kalau kejauhan jangan dulu. Ee daripada nanti sampean juga capek bolak-baliknya, nanti aja kalau misal ada lowongan lagi yang dekat nanti tak kabarin gitu. Ada lowongan lagi dekat tak kabarin. Ho, Mas. Aku mau masuk. Kok rasa-rasane sampeyan i wong duwe to, Mbak? Rasa-rasane i sampeyan orang kaya toh, Mbak? Saya pikir loh. Iya. I Heeh. Mas wong aku di rumah juga punya mobil lah. Terus ngapain kerja, Mbak? No aku di rumah nganggur. Oh, ya udah enggak apa-apa. Wis, sing penting sampean juga misal kerja itu juga tanggung jawab gitu. Iya, iya, iya. Bahkan kalau dia itu kadang ee punya acara apa gitu ya, baru pagi itu sudah WA saya, "Mas, ini tak beli sekian bungkus ya no." Kadang beli 20, kadang 15 no digo to mbak no ojo lek ra payu terus diborong ngono enggak iki anu mau tak kasihne saudara-saudaraku gitu. Oh ya terserah kalau gitu. Yang penting saya juga enggak memberatkan misal enggak habis saya suruh beli kan enggak gitu. Oh, ternyata alhamdulillah sejauh ini juga saling menguntungkan gitu aja. Saya ee alhamdulillah juga termasuk karyawan yang tertib bisa dibilang Heeh. disiplin. Datangnya juga awal. Terus kadang kalau misal ee dia sudah beres-beres mau pulang terus orang tanya, "Mbaks, masih ya mau dia ee bikinkan dulu mau." Padahal jam jam kerja sudah habis. Saya sendiri enggak pernah nuntut kayak gitu. Heeh. Heeh. Cuman alhamdulillah punya teman-teman tim itu ee hampir semuanya itu pengertian. Kalau yang masak berarti agak lama ya masak ya. Alhamdulillah dari jam .00 itu cukup waktunya dari jam .00 pagi sampai jam berapa? 3.00 pagi sampai jam berapa ya? Ya jam .00. Jam 5.00 itu sudah selesai. Heeh. Heeh. Heeh. Habis itu teman-teman tuh datang di rumah ee nunggu di depan kita siapkan mereka bawa anu apa? obrok. He bawa tas samping itu sudah terus mereka berangkat ke tempat jualan masing-masing. Nanti siang bawa pulang lagi gitu. Berarti mereka kerja secara efektif sampai jam 10. Kali ya? Enggak sampai Pak jam 09.00 itu pasti sudah selesai. Engak sudah. Oh itu di wilayah ngunut ya rata-rata kebetulan masih di wilayah ngunut semuanya. Oh lima cabang itu ya? Lima cabang di wilayah ngunut semua ya. Alhamdulillah. Walaupun maksudnya kadang ee antar cabang itu lakunya enggak sama semuanya. Jadi kalau saya punya cara itu supaya bisa sama-sama merasakan eh aku juga ee merasakan jualan yang harus buru-buru atau mungkin merasakan jualan yang santai itu per satu minggu teman-teman kita rolling. Oh gitu ya. Heem. Jadi teman-teman itu misal minggu ini di cabang satu, minggu depan di cabang dua, minggu lagi di cabang gitu. Kebetulan yang dekat-dekat itu ada tiga. 1 2 3 itu. Kemudian kalau di 45 itu tempatnya agak jauh. Jadi rollingnya itu juga di hanya 45 gitu aja. He he. Siap. Kalau anu Mas berarti kalau boleh dibilang ee omset begitu secara bulanan berapa kira-kira? Kalau omset bulanan saya e jarang ngitung karena dapatnya uang kan harian gitu. Kalau omset harian itu ya alhamdulillah rata-rata itu diangka sekitar 800 sampai 1.200. Oke. Hariannya di situ untuk lima cabang. Heeh. Lima cabang. Jadi dulu juga harapannya itu misal punya satu cabang laku 60 2 120 3 180 itu sementara ini belum tercapai. Sampai saat ini belum tercapai ya. Oh ini sampai saat ini sementara belum tercapai. Pasti ada yang naik ada yang turun gitu ya. Nah betul. Kadang ada yang biasanya ini biasanya lakunya dikit gitu kita kasih dikit aja ternyata baru jam . Le4 sudah emas aku sudah habis piye iki? Akhirnya saya harus turun cari cabang yang ee masih belum belum laku banyak. saya pindah gitu. Jadi ee ya sama-sama saling bantulah gitu. Yang penting mereka juga enak. Misal ee yang saya selalu saya tekankan misal temanmu pulang pagi itu kalau bisa yang lain juga pulang pagi. He. Jadi kita substitusi ya. Entah hanya dipindah mungkin hanya 5 porsi 10 porsi itu kalau bisa membantukan kenapa enggak gitu. Iya. Iya. Iya. Tapi yang paling sedikit sampai berapa? Kalau di yang di yang udah ada itu yang paling sedikit itu di sekitar 15 porsi aja. Kalau 15 porsi enggak nutup ya? Gak nutup sama biaya sewa tempat pinggir jalan itu enggak nutup segitu. Sama yang jaga juga kan? He sama gajinya yang jaga juga. Tapi kalau di secara rata-rata Mas akumulasi dari lima cabang itu masih oke ini masih worth ya? Masih jalan, Pak. Umpama ee misal 1 bulan itu kita masih punya cicilan rumah sama cicilan mobil itu cukup, Pak. Wah, banyak berarti misalnya loh, Pak. Tapi alhamdulillah saya itu enggak tertarik untuk nyicil, Pak. Jadi milih nabung aja. Cicilan mobil atlakah R5 juta sebulan. Ya, jangan yang R juta dong, Pak. Yang tiga aja. Oh, Rp3 juta. Ya udah. Cicilan mobil R10 juta per eh cicilan rumah R10 juta. Nah, ya jangan yang R juta loh, Pak. yang rumah subsidi kan R1 juta lebih digital. Tapi artinya gini ya, dari kalau dicompare nih dari dulu kerja ikut orang kan sudah beberapa kali dengan usaha ini lebih enakan mana? Sama-sama enak, Pak. Sama-sama enak ya. Tergantung kita pakai sudut yang mana gitu. Kalau kita pakai sudut karyawan itu enak kan? Enggak. Kita enggak mikir, Pak. Kecuali kalau kita kerjanya divisi RnD, Pak. Terus itu tenang enggak boleh ini harus mikir apa yang baru gitu ya. nganggur dikit harus keluar cari inspirasi mikir lagi kan gitu. Tapi kalau kita pengusaha itu kita biasanya terima gaji sekarang kan gaji orang Pak. Iya. Iya. Iya. Terlebih lagi itu hak orang. Kalau kita kemakan kan bahaya juga ya. Kalau orangnya rida-rida aja tapi kalau ternyata di balik itu orangnya berdoa jelek kan kita juga repot gitu. Jadi makanya saya bilang tadi yang utama itu enggak boleh kita sampai nunda gaji karyawan itu enggak boleh. Apapun yang terjadi misal kita enggak untung sekalipun enggak masalah gitu. He. Oh, gitu ya. Itu tak dengar berapa beberapa kali. Artinya itu sebuah kutipan yang penekanan sudah penekanan banget itu. Heeh. Penekanan gitu. Soalnya hak orang lain. Kita kan bahaya kalau makan hak orang lain gitu loh. Iya. Tapi pernah enggak laba sama sekali? Ee pernah itu paling sedikit ketemu itu satu hari cuma dapat R.000 atau gim waktu itu. Tapi masih tig tiga atau empat cabang gitu. Iya. Iya. Ketemunya cuma Rp40.000. Tapi saya mikirnya gini, misal hari ini sepi, insyaallah di lain hari kita pasti ada ramainya. Soalnya pernah gini, Pak ee secara enggak sengaja itu kan kita posting ada yang ee orang enggak kenal terus kita bikin postingan itu dia komen, "Mas, aku misal nitip ee buat Jumat berkah bisa enggak?" He. Ee tapi mohon maaf, Kak. Kalau kita disuruh kasih ke tempat panti atau mungkin ke panti jompo itu belum bisa. Kita paling bisanya di ee pinggir jalan kasih tempat yang orang-orang tukang becak dan lain-lain. Terus mungkin ke masjid itu kita bisa. Alhamdulillah itu dulu pernah dapat WA itu dari orang Indonesia yang lagi kerja di Jerman. Oke. Oke. Di Belanda juga sudah pernah. He. Itu mereka di sana itu kan biasanya mungkin karena orang sama-sama orang Indonesia bikin asosiasi itu mereka nitip, "Mas, aku nitip ya sedekah segini." Nominal terbesar itu pernah kemarin itu sekitar Rp15 juta. Hmm. Itu mereka nitip dan intinya cuman aku butuh nanti sampean foto bahwa itu memastikan sudah sampean salurkan. He. Gitu. itu. Makanya kadang kalau pasepi itu kita ingat, oh kemarin sudah pernah dapat pesanan Jumat berkah, mungkin rezeki hari ini itu sudah ditaruh yang di kemarin gitu. Jadi alhamdulillah ee titik seperti itu ee bisa tetap kita ngucap alhamdulillah gitu. Iya. Dengan psikologi seperti itu. Jadi tetap walaupun dapatnya mungkin dari empat cabang R0.000 yang itu minim kan tetap alhamdulillah gitu ya. Tetap bisa alhamdulillah. Makanya kalau alhamdulillah kan ada dua kalimat. Adaamillah, ada alamillah itu. Nah, itu tinggal mana yang diucapkan. Itu gimana? Saya belum ngerti itu. Kalau yang alhamdulillah ala kulihal itu di salah satu hadis Ibnu Majah insyaallah itu sebenarnya diucapkan ketika kita mendapatkan kesusahan. He alhamdulillahi ala kulial. Tapi kalau kita sedang mendapatkan kesenangan, nikmat ya sebenarnya sama-sama cobaan, cuma cobaannya lebih enak gitu ya. He. Oh iya iya iya. Kalau artinya kalau artinya alhamdulillahi ala kulihal itu alhamdulillah atas segala kondisi. Ala kulihal atas setiap keadaan. Entah baik entah buruk tetap alhamdulillah gitu. Intinya alhamdulillah. Alhamdulillah. Walaupun r merengut walaupun tapi setidaknya kita tetap mengutamakan Allah dulu walaupun ee ya mungkin namanya manusia karena kalau kurang itu juga pasti menggerutu. Tapi masih bisa mengucap alhamdulillah. Tapi kalau alhamdulillahi binikmati tatimushat itu alhamdulillah bagi eh segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan nikmat yang telah diberikan. Berarti pasti dapat kesenangan itu. Pasti dapat kesenangan gitu aja. yang sempurna gitu. Siap gitu. Nah, selain nasi cokot ternyata saya juga dapat minuman. Nah, ini minuman katanya juga produkmu. Iya. Wah, naik gimana ini munculnya produk minuman ini? Aduh, ini gimana ya? Ee biasanya saya memunculkan yang baru itu karena berkaca dari yang sebelumnya. berkaca dari sebelumnya yang nasi gigit itu karena sudah mulai banyak kompetitor, saya mencoba hal yang baru yang sebenarnya di kota-kota besar ee sudah banyak. Heeh. Heeh. Karena saya sendiri ee melihat ini peluang karena menurut saya di kota besar itu sudah bisa jalan dan di kota besar sama kota kecil pun menurut saya sama. sama sama-sama ada orang yang bekerja. Heeh. He he. Tuh. Karena kita sudah menyesar anak sekolah, sekarang kita menyesar orang-orang yang bekerja. Oh, ini berarti segmentasi yang lain. Segmentasinya yang lain dengan harapan ee kita juga ee menjual produk yang kita sendiri untung, tapi orang lain juga mendapatkan manfaatnya. He. Saya dulu awal ya mungkin karena apa ya? Saya pribadi itu senang minum es. He gitu. dulu bahkan masih awal-awal ada jeruk peras itu hampir tiap hari beli es jeruk peras saya. He he. Cuman diingatkan sama istri ini gulanya enggak baik kalau terlalu banyak. Terus mikir kenapa enggak dibikin kayak jamu es gitu ya? He. Terus sebelum saya berpikiran untuk jualan ini sudah ada es yang di pinggir jalan ee es sinom sama es beras kencur. Nah, itu sudah ramai, cukup populer di area Tulungagung. Terus akhirnya cobalah kita cari yang beda. Akhirnya saya beli buku 200 resep Juru Sehat ala Rasulullah dari Ustaz Zaidul Akbar. Iya. buku itu. Nah, saya baca-baca, oh kayaknya menarik ini. Misal dibikin versi minuman sehat. Oh. Terus kita cari-cari lagi di Instagram, ada enggak yang sudah Oh, ternyata sudah ada jual. Kita cari lagi referensinya ada beberapa akun Instagram yang mereka juga membeberkan minuman apa dengan ee kontennya di dalam itu isinya apa aja. Terus akhirnya kita komparasi dengan resepnya Ustaz Zaidul Akbar itu. He he. Kita nyoba-nyoba beberapa resep. Jadi, terus kita coba jualan ini. Hmm. Apa berarti ini ke ending-nya apa ini yang ketemu? Ending-nya ini akhirnya kita jualan minuman rempah. Nah, ini udah jalan kurang lebih sekitar 2 mingguan. Oh, baru. Iya, baru 2 mingguan. ee segmen kita yang kita sasar itu para pekerja yang mulai sedikit mengeluhkan punggung yang mulai terasa sakit. Hm. Senderan dikit ngantuk. Heeh. Duduk sebentar pengin tidur. Nah, itu kita sasar dengan minuman-minuman yang seperti ini. Ditambah lagi kita menggunakan gula singkong. H itu lebih ee rendah kadar gulanya. Jadi enggak gampang bikin lonjakan kadar gula di dalam darah gitu. Berarti terbuat dari rempah yang insyaallah sehat. Nggih. Gulanya juga gula singkong. Gulanya pakai gula singkong. Bikin sendiri gulanya. Kalau gulanya kita beli jadi. Oh ada ya kayak gitu beli. Kalau gula beli jadi. Terus kalau resep insyaallah kurang lebih juga sesuai sama ee bukunya yang dari Ustaz Zaidul Akbar itu. Ini boleh dicoba berarti ya. Jadi kayak netes-netes itu kayak minuman aku, minuman aku gitu. Kalau katanya Mas Tarjo, monggo itu. Tapi gulanya masih di bawah. Yang mana ini? Yang mana? Kalau yang ini ada imun boster. He. Kemudian kalau yang ini ada rempah jahe. Bestseller yang mana? Kalau saya pribadi paling suka rempah jahe. Tapi misal dijual orang itu pasti takut minum jahe. Lah. Kenapa? Aneh kalau dibikin es. Oh. Tapi mereka juga belum nyoba. Oke. Tapi kalau saya pribadi dari sekian banyak menu, kebetulan kalau minuman rempah kita ada tujuh, terus series teh ada tiga, itu saya paling senang ini rempah jahe. Eh, ambilkan gelas dong. Coba tak taruh gelas gitu. Tak coba satu. Boleh dicoba semua? Monggo, monggo boleh. Boleh. Oke. Karena dijelaskan yang berbeda, aku pengin nyoba. Kalau ini tadi itu ini harus harus dikocok dulu ya. Iya. Kalau imun boster itu di dalamnya ada macam-macam. Oke, ada jahe. Terus ada kunirnya dikit. Heeh. Terus ada kapulaga, ada bunga lawang. Jadi ada kesan apa ya? Kalau orang enggak biasa itu kayak minum ada minyak kayu putihnya gitu. Yang kapulaganya yang ini tadi yang imun booster. He yang imun booster. Iya iya ya. Oke oke oke. Moment of truth kita minum. Aman. Terima kasih. Oke, yang ini tadi imun booster ya? Iya, imun booster. Ini harganya berapa, Mas? Kalau imun booster kita jual Rp10.000. H kalau yang rempah jaya itu kita jual Rp8.000. Ini mohon boster dulu. Bismillahirrahmanirrahim. Enak. Awas. Ya, kayak minuman rempah tapi tidak terlalu strong. Iya, masih bisa dinikmati. Nah, kalau biasanya yang strong itu karena pakai ee air panas. Oh, gitu ya. Ya, air panas itu rasanya lebih strok. Tapi enak kok, Mas. Ini saya nyoba ini yang tadi enggak disukai orang. Monggo. Ini tadi apa? Rempah jahe. Rempah jahe katanya. Katanya aneh ya es ya? Rempah jahe. Iya. Orang itu takut aneh itu karena kok jahe dinggo es toh. Itu ada kontennya ada jahe, ada lengkuas, ada kayu manisnya. Karena tadi dibilang aneh aku ngambilnya dikit. Boleh. Bismillah. Oh, lebih strong, Mas. Iya, lebih strong. Jahe itu strong jahenya. Jahenya ini paling tinggi kandungannya makanya. Tapi masih enak. Iya, masih enak. Ini sebenarnya menyasarnya memang untuk orang-orang kerja yang memang butuh suatu yang fresh. Iki kayak minum sebuah rempah-rempah jamu tapi dengan nuansa fresh. Weh, enak loh. Segar. Dulu itu nyoba-nyoba itu kalau enggak salah ada sekitar 11 menu. Tapi masih bisa dinikmati. Jadi teman-teman yang jahit tidak terlalu takut. Enggak usah takut. Masih masih bisa dinikmati. Tapi memang yang paling enak sih ini sih. Ini lebih kayak kadarnya lebih lebih soft gitu ya. Betul. Ramai enggak, Mas? Alhamdulillah rilis ini belum ramai. Oh, tetap alhamdulillah. Alhamdulillah. Ala kulli ya. Iya, betul. Karena mungkin kalau di area sana kebetulan itu pesaing es banget. Wih, banyak banget. Ada boleh sebut merek toh? Boleh, boleh ya. Ada teh desa, ada teh kota, ada teras desa, ada teras kota. Itu itu aja sudah minuman teh dan teman-temannya itu sudah ada seperti itu. Belum lagi ada teh poci, ada es teh jeruk peras. He. Terus dia satu stan ada es tehnya, ada jeruk peras. Terus he ee yang kemarin sempat ramai sebelum bulan puasa es teler dengan berbagai macam olahannya. Heeh. Heeh. Heeh. Itu karena mungkin ya orang belum terlalu mempertimbangkan ke after effect-nya. Betul. Betul. Tapi kayaknya ee segmentasi marketnya perlu dibenahi. Mas tadi kan sampan menyasar ini masukan. Boleh boleh boleh. Tadi kan menyasar pekerja yang memperhatikan kesehatan. Ngih. Betul. Nah mungkin perlu diganti branding ini ke entrepreneur segmennya. Oh gitu. Ke bos. Jadi karena pekerja yang memperhatikan kesehatan itu enggak jarang, Mas. Karena mereka lebih memperhatikan ekonomi, Mas, daripada kesehatan. Betul. Karena mereka keringatnya itu selalu keluar, kan. Jadi mereka secara efektivitas atau bodinya kan cukup cukup apa ya, cukup metabolismenya cukup bagus. Metabolisme j karena pekerja. Nah, yang butuh minuman ini kayaknya malah si justru para direksi, para manajer yang mereka bergerak, jarang bergerak. Dia duduk, dia minumnya harus gini. Boleh, boleh, boleh, boleh. Masuk. Kalau ini enak kok. Enak kok. Jadi dengan harga Rp10.000 jadi mereka enggak berat. Iya. Nah, kalau pekerja kayaknya pilih esteh kayaknya mungkin. Iya. Mungkin mungkin iya. Betul. Soalnya kebetulan juga pernah tahu itu kan kita jualan di dekat ee pangkalan pengisian LPG yang mana memang pekerjanya itu mungkin ratusan atau bahkan ribuan di dalamnya. Itu juga pernah sekali waktu itu mereka ee pilih yang agak jauh beli es teh. Iya. R.000 jumbo daripada beli minuman sehat yang mungkin yang kan harga mulai dari R.000 sebenarnya, Pak. Betul. Tapi mereka lebih pilih yang Rp3.000 tapi dapat jumbo. Oh, ya sudah berarti mungkin ya ya mungkin memang pasarnya mungkin belum belum menyentuh sampai sejauh itu gitu. Iya. Iya. Enak kok. Tapi ini secara produk sudah enak tinggal segmentasi market yang benar. Mungkin sebenarnya kalau di judul jualan itu kita sudah kasih tulisan jelas tulisannya itu judulnya kebetulan kita ngambil judul rempahin. Oh, rempahin. Iya. Di bawah itu tulisannya ee kebaca itu minuman sehat yang enak. Oh, sebenarnya gitu. Jadi ee segmen utama kita memang pekerja karena kita juga memikirkan ee ngambil contohnya itu kurang lebih seperti itu. Kebetulan contohnya itu ada di beberapa kota yang kemarin kita ambil contoh itu dari Bandung, Malang, terus Magetan itu rata-rata memang segmen mereka itu para pekerja. Pekerja ya. Iya. Oh, makanya kita ngambil ya sudah kita samain aja. Iya. I siap. Terus mungkin Oh. atau mungkin juga mungkin karena wilayahnya juga kurang ee kurang familiar dengan minuman yang baru seperti ini bisa jadi sehingga menyebabkan juga ee belum terlalu ramai untuk awal pembukaan atau mungkin edukasinya kurang lama karena ini kan kayak kategori yang sangat baru bagi mereka. Iya. Betul. Sebenarnya memang beberapa orang itu yang sudah balik untuk beli lagi juga ngomong enak Mas. maksudnya juga aku ngerasa habis minum ini batuk-batuk juga reda gitu. Makanya ada yang kemarin ah besoknya itu beli lagi ternyata. Tapi ya mungkin karena mungkin juga mereka masih takut untuk nyoba karena mungkin ee dalam tanda kutip jamu itu biasanya pahit. Akhirnya mungkin masih entah entar ajal mungkin nyoba gitu. Siap. Siap. Terakhir, Mas, kalau apa nih kan ternyata usaha ini bisa ee ibaratnya bisa menjadi pengganti lah. Pengganti dari dulu yang kerja sekarang dapat penghasilan dari usaha. Usaha dan alhamdulillah sudah berjalan 2 tahun ya untuk yang ngasih gigitnya. Nasi gigitnya. Kalau visi dalam berbisnis itu apa? Kalau dari Mas Jo, kalau visi berbisnis itu saya simpel aja, Pak. Yang penting ee sangu buat ibadah lancar. Hm. Kalau saya gitu. Jadi selalu ee diniatkan kita jualan ee terlebih jadi laki-laki itu untuk cari nafkah, memberikan nafkah kepada keluarga. Itu yang penting kita juga bisa ee apa ya praktiknya itu ya kurup. Misal kita jualan itu dengan jungkir balik pun juga ongkosnya juga sama. Jungkir balik. Bukan kok ee kita jualan dengan susah payah tapi dapatnya dikit. Yang penting ibadah bisa lancar gitu aja. Berarti usaha untuk sangu ibadah. Betul. Wah mantap. Intinya saya di situ. Salut ini sama anak muda yang berpikiran akhirat. Mas terima kasih siap telah hadir di pecah telur. Semoga usahanya makin lancar nih. Makin berkah. Amin. Amin. Closing statement dari Mas Jo. Buat yang masih jadi karyawannya orang ee kalau pengin resign resign aja enggak usah besok-besok. Tapi kalau masih pengin di situ, sudah enggak usah bahas risign dulu. Karena pusingmu hari ini itu masih lebih pusing lagi ketika kamu harus cari kerja. Oke. Tapi kalau udah kamu jadi pengusaha pusingnya tiap hari. Tapi hal yang kamu kerjakan pasti akan berbuah. Entah itu langsung atau besok atau lusa. Dan jangan pernah ee kamu berhenti berusaha hanya sekedar karena tersandung batu kecil. Mantap. Aku walau tadi bilang sing tapi aku ingat sesuatu. Mas J ini latar pendidikannya apa? S1. Aduh. Bukan, Pak. Saya lulusan SMK jurusannya gambar bangunan, Pak. Oh, bukan S1 ya? Bukan. Oh, saya SMK yang S1 istri. Oke. Jadi kalau ee mendidik anak istri lebih ngambil peran dan mungkin lebih sering kirim postingan Instagram ki woconen ii wocenen gitu. Kalau saya lebih ke ide-ide lah itu aja. Terima kasih Mas sudah mampir di sini. Siap. Sama-sama. Terima kasih teman-teman sudah nonton. See you next episode. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]
Resume
Categories