File TXT tidak ditemukan.
Transcript
Sk1IQ8tKTls • Tiru Usaha Bos, Mantan Karyawan Raup 20 Juta Perbulan Dari Bengkel Modifikasi Mobil
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0625_Sk1IQ8tKTls.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
pernah ngalamin enggak nyesel? Kenapa
saya lahir di orang tua yang enggak
punya? Pernah. Tapi balik lagi, kalau
saya terus-terus meratapi penyesalan
kenapa saya dilahirkan jadi orang susah,
nanti mungkin saya gak berubah-rubah.
Jadi kalau kita dari kecil sudah dikasih
tanggung jawab yang besar, di saat kita
dewasa dapat tanggung jawab yang besar
juga kita agak lebih ringan.
Basicnya orang kerja itu kan beda dengan
usaha, Mas. Jadi kalau orang kerja itu
kan ada rasa takut. Dulu saya gajian
sekian sekian sekian gitu terus mutusin
untuk usaha itu kan berat banget ya.
Kalau laku kalau enggak kayak gitu kan
mikirnya tetap gitu. itu mindset yang
susah dirubah lah.
[Musik]
1 bulannya bersihnya itu dapat R jutaan
lah. Kalau omset ya mungkin sekitar
[Musik]
lagi bumi-buminya itu. Jadi mungkin
dapat cantolan itu mungkin dari situ ya
pas di saat orang corona itu ya. Ya,
hasil dari usaha ini alhamdulillah lah
ada cantolan ya, ada tanah sebagian ada
di Mitar sama di Tulungagung sih.
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya
Rizki. Saya selaku owner dari Rizki
Lanjaya Car Audio and Lighting. Bisnis
yang saya jalanin ini bisnis untuk
diaksesori mobil. Jadi seperti
pemasangan audio mobil, lampu mobil.
Jadi saya fokus itu di lampu mobil dan
audio mobil saja. Ada beberapa macam
juga seperti alarm, central, lock, power
window untuk pemasangan dan servicing.
Jadi untuk di aksesoris mobil aja kayak
seperti ee lampu mobil upgrade yang
sekarang ini lagi musim itu bilet
proyektor. Kebanyakan orang-orang itu
upgrade di penerangan di lampu mobilnya.
Kami buka itu di tahun 2019. Sekarang
usia saya 39.
Dulu saya itu kerja, Mas. Saya itu lulus
SMP jadi enggak sampai SMA. Terus saya
belajar belajar ke bengkel ya. Jadi
kerja dulu dimulai tahun 2007 saya kerja
itu ya sama seperti ini tapi saya
pindah-pindah dulu awal-awal tuh saya
basicnya di audio mobil jadi saya kerja
itu fokus di situ saja di Papua pernah
kerja terus sampai saya itu ke luar
negeri pernah ke Brunei Darussalam juga
sama kerjanya saya itu kerja itu 2007
sampai 2017 jadi terakhir kerja itu di
Mitma
panggilan dulu itu pas zaman tahun
16 17 itu Facebook kan masih ee ramai
ya, tapi belum sampai orang itu belum
niat jualan di situ. Jadi ada fitur
marketplace-nya ada cuman jarang yang
jualan di daerah Tulungagung sini itu.
Jadi saya itu memanfaatkan kondisi itu.
Orang-orang di saat itu posting foto
pada umumnya mungkin saya posting
keahlian apa yang saya miliki. Jadi
terima jasa panggilan pasang audio mobil
gitu. pertama tuh awal-awal aku ingat
201617 proses terus habis itu ada yang
manggil satu orang tapi itu saya masih
kerja jadi saya siang itu kerja kalau
habis selesai kerja jam kerja sore jam
itu saya langsung ke tempat orang-orang
yang manggil lewat iklan di Facebook
itu. Facebook itu jadi alat pertama
untuk saya menginjak bisnis ini.
Sebenarnya untuk lampu mobil itu aturan
dari kepolisian Samsat kan sudah jelas
ya. Dari polisi itu aturannya sorot
lampu sorot yang ada di grill itu
maksimal dua sebenarnya. Terus untuk
lampu utama dan fog lamp dan lampu sorot
itu dijatah dua. Kalau yang ada yang
banyak itu jatuhnya sebenarnya bukan
untuk harian. Jadi saya itu ke customer
sudah bilang kan tadi malam juga kita
masang lampu banyak tapi jatuhnya untuk
show off untuk kompetisi. Makanya itu
sekarang lampu mobil ini jadi hits kan
di sosial media terutama di TikTok ini.
Uh banyak banget lampu-lampu yang
masang. Mungkin saya juga meset sama
yang masang-masang lampu ya walaupun
berada di bengkel saya ya. Kalau
lampunya terlalu banyak itu kalau bisa
disaklar sendiri jangan sampai diikutin
lampu kota mobil kalian nanti bikin
silau lawan arah kan. Kasihan yang lawan
arahnya. Sebenarnya kalau yang banyak
itu untuk show off. Jadi yang kelap klip
kelap klip kayak ada matriknya itu
namanya modul matrik. Jadi itu untuk
show off saja. Jadi enggak untuk harian.
Kalau untuk harian ya jelas aturan
polisi itu lampu sorot itu yang ada di
grill itu maksimal dua. Terus lampu fog
lamp itu bukan untuk dinyalakan setiap
hari fungsinya. Jadi tetap headlamp yang
nyala. Nah, kalau sekarang kan kebalik
headlamp ada lampu kayak biru merah
kayak odong-edodong gitu. Tapi ya bagus
karena kan saya jualan. Kalau saya
bilang jelek nanti bahaya
kan merah biru kan ya. Terus bawah ada
lampu foglamp-nya lah. Sebenarnya itu
juga kurang pas sebenarnya menurut saya
cuman kan memang kalau lampu fog
lamp-nya itu standar enggak pas karena
kan enggak terang. Kalau bisa
foglamp-nya itu pakai yang bilet
proyektor bukan yang bolam. Kalau yang
bolam LED itu bikin silau karena
sinarnya itu kan nyebar. Nah, yang jadi
masalah itu yang itu kan kalau kita
dilihat dari depan kan enggak tahu ini
bilet proyektor atau bohlam. Nah, yang
bikin silau itu yang bohlam itu bolam
LED namanya. Tapi kalau yang bilet-bilet
proyektor kayak yang saya stok ini itu
aman karena dia ada cutf-nya rata
tergantung nanti tuningnya. Tuning
cahayanya itu ketinggian atau dak. Sama
mobil-mobil polisi pun juga banyak yang
di-upgrade di pilet proyektor. Tapi
kalau yang lampu banyak, yang digrill
banyak itu kalau dinyalain harian memang
enggak boleh. Nah, kalau yang
pasang-pasang di sini saya pasti
edukasi. Jadi, kalau mau pasang lampu
yang banyak itu pasti saya kasih e
pengertian, "Pak, ini tujuannya Bapak
pasang lampu banyak ini untuk nyalain
semua atau enggak gitu." Enggak masih
ini untuk so off ya kita layanin. Kalau
tujuannya memang untuk jarah-jarah orang
ya saya enggak enggak berani pasang.
Nanti pasti ujung-ujungnya kalau
ditanyain polisi kan pasangnya di mana?
Di sini. Saya takut juga kan. Nah, kalau
ada tetap pasangan kita yang bikin silau
di jalan itu karena mungkin customer itu
kurang tinggi, kurang tinggi, kurang
tinggi atau penumpangnya lagi full,
otomatis kan lampu akan naik. Nah, ya
itu pesan saya kalau penumpang full,
sering full di mobil atau beban terlalu
berat ya dikasih leveling. Ada lagi
sekarang. Jadi ada teknologi baru itu
ada leveling. Jadi bisa diturunin
otomatis naikin otomatis dari dalam
mobili.
[Musik]
Jadi dulu saya kerja itu dari 2007
sampai 2000
17 18 sudah panggil itu saya itu malah
enggak dapat apa-apa, Mas ya. Dibuat
makan ya untuk keluarga karena saya itu
anak pertama lima bersaudara. Jadi
seperti tulang punggung karena saya kan
lulusan SMP itu kan ayah saya itu enggak
bisa nyekolahin saya sampai ke jenjang
lebih tinggi lagi. Jadi saya berhenti di
SMP itu saya kerjakan mulai kerja itu
2004 Mas. Kalau tapi kalau bidang ini
2007 2008 lah ya itu di saat 2004 itu
saya kerja pindah-pindah juga enggak
langsung di variasi mobil enggak. Jadi
saya pernah kerja itu zaman dulu di
warnet jaga warnet. mungkin sosial media
itu saya dapat tahu mungkin dari situ
saya kerja di warnet ceritanya itu saya
bisa masuk ke bengkel itu ayah saya kan
pekerjaannya tukang parkir ya di saat
itu parkir di depan variasi mobil karena
mungkin ayah saya itu ngelihat saya itu
kok kerjanya serabutan pindah-pindah
enggak bisa fokus satu bidang wah anakku
tak masuk n di bengkel a ya terus tanya
sama kokonya itu. Jadi ayah saya itu
memohon lah sama calon bos saya itu ya.
Terus akhirnya diterima. Ya udah nanti
di sini anakmu ya enggak bisa langsung
megang mobil ya. Jadi bersih-bersih
dulu, nata-nata alat dulu saya masuk itu
juga masuk. Saya ingat karena memang
basic bukan di bengkel jadi saya disuruh
ngambilin kunci. Kalau tukangan kunci 10
ambilin gitu. Jadi saya harus ngambil
baut 10 baru tahu itu kunci 10 ini kunci
kan pada hilang tulisannya. Kalau
dibekel kan kunci-kunci itu kan
tulisannya hilang 10 15 itu pada hilang.
Saya kan saya gak hafal saya harus nyari
baut 10. Oh ini pas berarti kunci 10
sampai segitunya. Jadi dari otodidak itu
dari gak tahu alat gak tahu apa ya
belajar konsisten terus karena mungkin
saya kerja satu titik ini walaupun saya
pindah itu tetap pekerjaannya tetap.
Jadi mungkin kuncinya ya mungkin
konsisten itu satu bidang itu konsisten
sampai kita ahli dulu di bidang tersebut
baru mungkin kita bisa buka usaha ya.
Habis itu di tahun 2019 itulah saya
mutusin untuk buka sendiri. Lama-lama
banyak yang manggil. Akhirnya saya
enggak enak sama bos saya. Akhirnya
kalau ini terus terjadi nanti dikira bos
saya itu nanti saya ngambil customernya
bos saya. Jadi akhirnya ya lama-lama
saya enggak enak sendiri. Terus saya
akhirnya resign. Awal saya itu modal
cuman Rp3 juta, Rp3 juta tok. Itu kebeli
etalase R1 juta bekas. Saya masih kerja
tuh sudah beli etalase. Saya sudah
bayangin nanti saya akan buka bisnis
gitu. Walaupun itu saya belum buka tapi
saya sudah beli etalase dulu R1 juta.
Itu pun second. Saya cari juga di
Facebook. Wah ada etalase R juta bekas
counter. Saya beli belum ada barangnya.
Terus saya beli barang itu cuman TV
mobil sebanyak empat. Sisa dari uang Rp3
juta itu R juta saya dapat empat pisis
TV mobil. Nah, itu modal untuk panggilan
itu. Jadi, sebenarnya saya tuh di rumah
gak ada stok sama sekali, Mas. Saya
pasang TV, TV-nya ini, mereknya ini ada
gak? Ya, saya bilang ada. Oh, ya udah.
Mau beli berapa, Pak? Sebenarnya stok
itu cuman sedikit, cuman satu dua gitu.
Karena memang mungkin kan kalau di
sosial media itu kalau kita jualan kan
cuman jualan gambar sebenarnya kan.
Tergantung sosial media kita itu
naruhnya itu gimana. itu kan saya masih
dalam kategori masih kerja ya. Jadi
untuk sampingan, untuk sampingan itu
sehari ya semalam lah itu bisa sehari
dua tiga mobil. Ada saja. Jadi kalau
panggilan itu kan enak. Dulu zaman dulu
itu kalau dicari ee TV mobil atau audio
mobil di Tulungagung itu pasti muncul
setnya itu paling tinggi aku di situ.
Satu malam itu biasanya saya ngerjain
dua dua mobil satu mobil. Karena kalau
kalau audio mobil kan beda dengan mesin.
Audio mobil kalau pasang audio mungkin 1
2 jam 3 jam selesai. 1 2 jam 3 jam
selesai.
Basicnya orang kerja itu kan beda dengan
usaha, Mas. Jadi kalau orang kerja itu
kan ada rasa takut. Dulu saya gajian
sekian sekian sekian gitu terus mutusin
untuk usaha itu kan berat banget ya
kalau laku kalau enggak kayak gitu kan
mikirnya tetap gitu. itu mindset yang
susah dirubah lah. Akhirnya 2019 itu
saya putusin dah ini kayaknya waktunya
saya buka.
Setelah resign dapat panggilan berapa?
1 hari itu saya bisa ngelayani lima
mobil punya pelanggan tetap jadinya di
era itu kan masih ramai-ramainya itu
travel-travel mobil travel itu. Jadi
saya pelanggan pertama itu yang saya
masukin itu yang di travel-travel terus
yang kedua itu saya masukin lagi di jual
beli mobil. Jadi yang jual beli mobil
itu pasti kan ada nanti ada kendala
kayak tap-nya rusak atau ada
amplifier-nya yang rusak. Kalau ada
amplifier-nya atau alarmnya yang rusak,
power window-nya yang rusak
ya konsisten Mas. Jadi setiap hari itu
bisa lima minimal minimal sehari itu
tiga kali orang. Itu pun tanpa saya
istirahat apapun. 1 minggu full time ada
aja. Apalagi kalau musim-musimnya
hari-hari besar seperti lebaran banyak
orang mudik itu kan banyak mobil yang
terkendala terutama itu di wiper lampu.
Jadi itu malah enak banget sebenarnya
panggilan di era itu. Karena mungkin
kalau sekarang banyak pemainnya mungkin
ya kalau sekarang banyak pemain. Jadi
kalau panggilan sekarang mungkin ya wih
banyak banget di Facebook.
Jadi kalau yang untuk audio mobil ini
bisa untuk sof juga bisa untuk harian
juga karena memang dari bawaan mobil kan
juga ada audio visual juga kan. Cuman
kan audio bawaan mobil itu kan masih
standar kalau cuman bisa Bluetooth. Nah,
yang sekarang ini orang-orang kan ingin
simpel bisa ngelihat YouTube. Jadi ada
Android untuk mobil juga ada sekarang
kan. Jadi makanya itu orang-orang
arahnya kan ke situ. Kalau audio mobil
upgrade Android mobil itu atau untuk
speakernya agar lebih bassnya dapat.
akhirnya nambah subwover, power
amplifier gitu. Jadi memang jejak dari
dulu itu audio mobil itu sudah ada
memang perangkat yang ada uji tesnya
mungkin dari dealer ya. Sebelum mobil
itu dijual ke publik kan pasti dites
dulu audionya gimana itu jadi nilai
juga. Kalau dulu pernah ya, Mas, satu
mobil pernah ada yang sampai ratus juta
ada pernah pernah ngalamin itu. Itu
biasanya untuk show off, Mas. Jadi
memang anak-anak muda ini kan kalau di
audio di audio mobil itu ada yang bisa
sampai ratusan juta karena
produk-produknya itu ada yang speaker 6
inci yang harga sampai puluhan juta juga
ada, Mas. Jadi subwover yang satu
bijinya sampai puluhan juta juga ada.
Karena audio itu harganya tak terbatas
kayaknya rata-rata karena ada
kompetisinya juga setiap tahunnya. Jadi
untuk audio mobil itu setiap tahun juga
ada kompetisinya ada resmi. Jadi bukan
dari lokal aja sampai dari Malaysia,
Philippine, Thailand itu ada. Nanti di
Surabaya, di Jakarta ada. Berapa negara
masuk di Indonesia itu sering di
Indonesia tuh sering ada kompetisi
seperti itu. Eh, jadi ada komunitasnya
untuk eh untuk kompetisi itu. Pure hobi
juga bukan gak sama dengan yang soundk
beda. Jadi audio itu kalau di audio
mobil ada tiga ya konsepnya ada SQ,
SQL, dan SPL. Jadi ada tiga tahapan.
Jadi kalau SQ itu yang untuk sound
quality-nya rasanya itu detail. Nyanyi
atau apa itu suaranya vokalnya jelas,
titik tengahnya dapat. suasana
panggungnya dapat. Jadi audio mobil itu
kalau yang suka dengan audio mobil itu
arahnya di situ, Mas. Jadi untuk
fokusnya itu kalau kita nyetir mobil
enggak ada suara sama sekali, kan
ngantuk, Mas. Audio mobil itu penting di
situ. Kalau yang di profesional itu ada
SQ, SPL, dan SQL. Jadi ada sound
quality, SQL-nya itu sound pressure
level dan SQL. sound quality low tadi
sebenarnya panggilan dan kerja itu kalau
kita ngomongin hasil banyakan yang
dipanggilan ya tentunya kalau kerja kan
kita dapatnya segitu-segitu tapi kalau
basicnya kita pas lepas usaha sendiri
dan panggilan itu sebenarnya konsepnya
sama aja jadi usaha sama kerja kerja itu
kalau untuk penghasilan usaha sama kerja
itu kayaknya hampir mirip-mirip
tergantung apa yang kita apa yang kita
usahakan. Jadi kalau kita kerjanya
posisinya udah enak ya enggak mungkin
saya langsung ke panggilan kan. Orang
usaha itu pasti ada titik keresahan di
soal keuangan. Makanya pasti dia bikin
usaha sendiri itu karena kan mungkin
gaji yang didapatkan di pekerjaan itu
kan enggak sesuai mungkin sama kebutuhan
apa yang kita butuhkan di keperluan
rumah tangga atau apapun kan ya. Di saat
itu memang kalau saya ditanyain kerja
dan panggilan itu ya mungkin masih
banyakan pas di panggilan itu dapatnya
uang. Kalau panggilan dan kerja sama
orang itu keresannya satu, Mas. Jadi
kalau panggilan itu kita kan tiap hari
itu kayak kita pengin dipanggil orang
lagi terus karena memang hasil kita kan
dari situ. Tapi kalau untuk ketenangan
ya tenangnya itu masih tenang di saat
kita kerja sama orang. Lebih tenang lagi
kalau kita kerja terus gajinya kan agak
besar mungkin. itu yang lebih tenang
lagi kan ya karena kan mungkin UMR di
Tulungagung ini atau UMR di Indonesia
ini kan rata-rata kan enggak bisa cukup
untuk nghidupin satu keluarga. Rata-rata
loh ya. Rata-rata enggak enggak
semuanya. Makanya itu banyak ee
orang-orang itu kan lebih pindah banting
setir ke wirausaha ya. Kalau dari
panggilan sama yang usaha ini ya lebih
tenang jadi usaha ini, Pak. Kalau repot
daknya itu kan sebenarnya pilihan ya Mas
ya. Jadi memang kalau kerja kita benar
enggak repot, kita langsung gajian
dapat. Cuman kan kita akan stuck di
situ. Maksudnya untuk kita berkembang
itu lebih susah. Tapi kalau usaha itu
kalau sudah jalan itu beda dengan yang
kita awal-awal dulu buka, Pak. Jadi
kalau kita yang udah jalan,
alhamdulillah kalau sudah jalan itu
ngalir aja nanti dapat kok. Ada kok
enggak perlu dipikirin nanti jalannya
kita untuk dapat lebih banyak itu ada
aja. Itu mungkin yang di atas sudah yang
ngatur. kita tergantung niat kita itu
usaha untuk apa. Kalau untuk pribadi
kita sendiri mungkin ya nanti dapatnya
juga untuk kita sendiri tapi kalau
niatnya untuk orang banyak ya nanti ada
aja. Jadi lebih lebih tenang usaha
sendiri sih.
Setiap usaha itu pasti ada komplain ya.
Jadi kalau kita habis pasang apa TV-nya
ada trouble apa, Mas? Ini habis pasang
kok ada trouble. Ya, yang repot itu pas
di saat komplain kita enggak bisa
ngelayanin on time. Jadi kayak kita,
"Oh, iya, Pak. Nanti habis magrib ya ini
saya masih di keras." Yang komplain itu
bukan di daerah keras. Jadi yang
komplain di daerah Tulungagung, paling
selatan, Kalidawir, atau di Bandung. Itu
satu. Kalau ada lima orang yang komplain
dalam satu hari, kita kan nanganinnya
juga susah. Itu yang bikin resah. Nanti
kita lama-lama itu kalau kita panggilan
terlalu lama, nanti jatuhnya kita jadi
kayak penipuan. Oh, ini orang katanya
ada garansi masang TV ada garansi 1
tahun. Di saat ada komplain kok gak ada
datang-datang, alasannya di sana, di
sini. Nah, itu yang bikin resah. Jadi
akhirnya oh ini enggak mungkin ini
selamanya kayak gini. Saya harus ada
tempat. Di saat kita pasang itu
layanannya itu juga sama dengan di saat
orang lagi komplain. Jadi harus gak ada
bedanya, kita harus utamain di situ.
Jadi yang kita jaga itu malah orang yang
komplain, bukan yang pasang-pasang to.
Yang pasang pasti enak kita jual. Kalau
basicnya orang jualan masarin barang itu
pasti jago lah. Setiap orang pasti enak.
Kalau marketnya lagi tumbuh-tumbuhnya
pasti itu enak. Yang bikin susah itu
yang ngerawatnya itu orang-orang yang
lagi komplain. Kebanyakan orang itu kan
masangnya senang happy. Di saat komplain
mukanya udah berubah jadi enggak happy.
Ngapain ini orang komplain kayak gitu.
Kalau bengkel mobil itu atau variasi
mobil kayak saya ini e jadi kan ada
penjualan barang dan jasa servicing kan
yang komplain itu harus yang utama
karena mereka sudah beli barang kita
udah pasang di tempat kita itu kalau ada
komplain kita harus utamain. Nah itu
simbol kepercayaan customer kan. Jadi
kalau mereka masih mau komplain ke kita
itu berarti artinya kan mereka masih
mempercayakan jasa kita di orangnya itu
tersebut kan. Jadi kita masih dikasih
kepercayaan sama si pihak yang punya
mobil.
[Musik]
Dulu itu awal-awal memang modal minim.
Modal usaha yang ini ya, bukan yang
untuk panggilan. Yang modal panggilan
tadi kan cuman Rp3 juta itu tok. Kalau
modal yang 2019 ini modal saya R10 juta
awal itu cuman satu kan ini ngontrak.
ngontrak itu awal-awal cuman cukup
setahun aja kayak orang nyoba-nyoba
usaha ngontrak cuman setahun kan lucu
itu 6 juta itu untuk ngontraknya yang 4
juta untuk isi barang etalasenya
dapatnya yang dari mulai yang dulu kerja
satu jadi cuman etalase satu bengkelnya
seperti rumah ya jelek seperti itu
bengkelnya dari sekarang juga masih
ngontrak karena mungkin awalnya dari
sini ya jadi dari sini buka terus
langsung lumayan ramai makanya ya saya
terusin aja daripada nanti saya pindah
lagi belum tentu seperti ini ya jadi
mikir saya itu seperti itu. Jadi
sebenarnya ada tempat lagi, cuman saya
kan tempat bangunnya itu yang
pelan-pelan dulu. Itu ngebo-bomnya itu
di saat kalau sekarang ya normal-normal
aja ya, Mas. Cuman kalau yang dulu itu
ngebomnya itu di saat pas corona saya
malaan. Aku juga heran offline yang
tetap stay ramei itu di tempat saya
kayaknya. Alhamdulillahnya ya kan ini
jalan ini kan bukan jalan utama kan ya.
Masuk kayak masuk gang aspal gini ya.
Itu kan rata-rata ditutup zaman dulu ya
di lockdown kan ya. Alhamdulillah ini
gang ada empat ini Desa Serut ini ada
empat gang itu tempat saya tok yang
enggak ditutup ramainya itu mungkin
karena mungkin saya lebih basicnya itu
lebih bisa nguasai di online itu ya Mas
ya mungkin di saat corona itu orang yang
punya uang itu kan bosan mau modif apa.
Jadi kita itu nerima ada sisi kayak
kalau ada customer masuk Mas saya mau
pasang ini, ini, ini. Tapi enggak bisa
keluar mobilku gimana? Iya, Bu. Nanti
mobil tak ambili, tak bawahi ke sini
nanti atau gimana nanti ke sini. Jadi
enggak panggilan tapi malah mobilnya tak
ambil dari pihak customer. Nanti kalau
sudah selesai tak anter lagi kayak gitu.
Jadi aku jebut bolanya di situ pas
corona itu gak tahu rame banget karena
mungkin aku gunain ads di Facebook Ads,
YouTube Ads juga saya sampai lari ke
YouTube. Karena kan kalau kita ngandelin
di Facebook kan lokal semua di daerah
Tulungagung kan rata dipukul rata udah
loyo semua. Jadi gimana ini jaringan
agak lebih luas zaman dulu pas yang
mungkin unggah video YouTube itu kan
dapat adsense ya. Saya kan dulu
posting-posting di YouTube itu kok dapat
adsense ya. Iku AdSense ituu saya putar
lagi saya buat promo lagi di YouTube itu
di ad Google Ads itu ya. Jadi ngebomnya
di situ mungkin. Jadi dari luar kota
banyak yang datang ke sini.
[Musik]
1 bulannya bersihnya itu dapat R jutaan.
Kalau omset ya mungkin sekitar tagi
bumi-buminya itu. Jadi mungkin dapat
cantolan itu mungkin dari situ ya pas di
saat orang corona itu ya.
Ya. Hasil dari usaha ini alhamdulillah
lah ada cantolan ya ada tanah sebagian
ada di Mitar sama di Tulungagung sih.
Jadi kita ngikutin mungkin trennya ya.
trennya itu mungkin ya kita ngalir aja
kalau lagi musim musimnya ini sekarang
lampu ya kita push di situ. Kalau dulu
pas zaman di era ee Corona itu kan
memang di audio mobil itu kita itu
sebenarnya ada idealisme sendiri kita
senang kayak gitu cuman kalau usaha kan
kita terapin dengan idealismenya kita
itu kan nanti enggak jalan jadi kita
ngikutin di pasar marketnya di mana.
Jadi pasarnya tuh lagi arahnya di lampu
ya. Kita dipush lampu sampai saya juga
ada kerja sama dengan brand besar
seperti Proeven ini yang sekarang saya
jalanin ini kan juga itu jadi kita push
kita gandeng brand-brand lampu yang
lumayan bagus di sosial media yang naik
mana kita ikut gabung. Jadi dulu di
audio mobil juga gitu. Brand mana yang
lagi boom kita ikut gabung juga. Kalau
enggak gitu Mas kita enggak bisa update
nanti, Mas. Mungkin yang paling berjasa
mungkin orang tua saya ya. yang pertama
ya. Yang kedua mungkin ya istri karena
istri yang bisa diajak susahlah
ibaratnya koso ya. Jadi yang pertama ya
mungkin orang tua karena mungkin didian
orang tua itu yang membuat saya jadi
seperti ini dan kalau mungkin istri juga
mungkin juga pengaruh banget istri saya
yang dulunya saya juga enggak enggak
punya apa-apa mau nikah dengan saya itu
sudah saya juga bersyukur sekali.
Jadi mau diajak susah di awal. Jadi
mungkin yang saya ucapkan terima kasih
ya, terutama di orang tua sama istri
saya. Kalau perannya istri itu selalu
support. Jadi istri saya itu selalu
support apa yang ee saya kerjakan. Di
balik kerja saya ini ada istri yang
selalu support hari-hari. Entah itu
material atau entah itu support dalam
bentuk apapun. Dan kalau untuk orang tua
itu sama sama supportnya. Mungkin
pendidikan ya yang kalau dari orang tua
ya didikan orang tua itu yang pengaruh
banget. Mungkin kalau saya dilahirkan di
kondisi dengan orang tua yang udah jadi,
udah kaya, mungkin saya juga enggak
seperti ini effortnya. Jadi, saya
bersyukur banget sebenarnya saya dapat
banyak belajar dari situ.
[Musik]
Pernah ngalamin enggak nyesel, kenapa
saya lahir di orang tua yang enggak
punya? Pernah. Tapi balik lagi, kalau
saya terus-terus meratapi penyesalan
kenapa saya dilahirkan jadi orang susah,
nanti mungkin saya gak berubah-rubah.
Jadi mungkin titik poinnya itu tulang
punggung itu tanggung jawabnya besar.
Kalau kita dari kecil sudah dikasih
tanggung jawab yang besar, di saat kita
dewasa dapat tanggung jawab yang besar
juga kita agak lebih ringan. Saya
rasanya kayak ringan. Walaupun saya
punya karyawan sekarang sudah lumayan
totalnya ada 78 ya. dari dulu yang saya
sendiri panggilan sini sekarang ada 78
enam ini tukang ya terus ada lagi yang
di ee konten ada yang di bagian konten
sendiri jadi ada 78 totalnya semua jadi
termasuk istri saya juga bantu support
kayak tanggung jawab itu ngerasa enteng
yang dulu saya harus bantu ngidupin
adik-adik saya sekolah itu. itu jadi
tanggung jawab itu rasa lebih enteng
daripada dulu. Lebih ringan sekarang
ngerasa saya. Karena dulu memang kondisi
masih kecil itu ya susah ya Bapak orang
cuman kerjanya tukang parkir kan. Saya
juga anak pertama dari lima bersaudara.
Ibu saya juga ibu cuma rumah tangga.
Jadi ya lumayan itu yang bikin saya
survive ya itu saya harus berubah dari
situ.
[Musik]
Saya ingin juga usaha ini terus
berjalan. tambah lagi banyak cabangnya.
Semoga agar lebih besar lagi. Niat saya
itu Tulung Agung itu agar banyak lagi
anak-anak muda yang ee untuk modifikasi
ya, ngidupin untuk di bagian modifikasi
mobil agar lebih hidup, agar lebih
ramai. E jadi ke depannya itu sih. Jadi
anak-anak modifikasi di mobil ini lebih
antusias lagi. Banyak antusiasnya karena
Tulungagung ini cenderung naik turunnya
itu cepat ya. Kalau rap ramai. Jadi
kalau lagi down gitu market di Tulung
Agungin. Jadi agar lebih konsisten ya ke
depannya gitu. Ke depan usaha kalau bisa
ada lagi nanti. Harapan saya itu
buat kalian yang masih dalam proses
untuk buka usaha jangan takut. Konsisten
terus fokus ya. Jadi kalau kalian mau
buka usaha sendiri jangan takut nanti
gaji gimana. Oke biasanya takut ya Mas.
Jadi kalau kita mau buka usaha itu
gajinya sekian ee nanti laku atau tidak
pasti laku. Rumusnya nih gini, kalau ada
yang jual pasti ada yang beli. Kalau gak
laku berarti usaha kita kurang fokus.
Berusaha terus buat kalian yang lagi
proses untuk buka usaha. Jadi jangan
takut. Oke, saya Muhammad Rizki, owner
dari Rizki Lanjaya Car Audio and
Lighting, alamat Desa Serut, Kecamatan
Bohilangu, Kabupaten Tulungagung. Terima
kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Hah?