File TXT tidak ditemukan.
Transcript
Sk1IQ8tKTls • Tiru Usaha Bos, Mantan Karyawan Raup 20 Juta Perbulan Dari Bengkel Modifikasi Mobil
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0625_Sk1IQ8tKTls.txt
Kind: captions Language: id [Musik] pernah ngalamin enggak nyesel? Kenapa saya lahir di orang tua yang enggak punya? Pernah. Tapi balik lagi, kalau saya terus-terus meratapi penyesalan kenapa saya dilahirkan jadi orang susah, nanti mungkin saya gak berubah-rubah. Jadi kalau kita dari kecil sudah dikasih tanggung jawab yang besar, di saat kita dewasa dapat tanggung jawab yang besar juga kita agak lebih ringan. Basicnya orang kerja itu kan beda dengan usaha, Mas. Jadi kalau orang kerja itu kan ada rasa takut. Dulu saya gajian sekian sekian sekian gitu terus mutusin untuk usaha itu kan berat banget ya. Kalau laku kalau enggak kayak gitu kan mikirnya tetap gitu. itu mindset yang susah dirubah lah. [Musik] 1 bulannya bersihnya itu dapat R jutaan lah. Kalau omset ya mungkin sekitar [Musik] lagi bumi-buminya itu. Jadi mungkin dapat cantolan itu mungkin dari situ ya pas di saat orang corona itu ya. Ya, hasil dari usaha ini alhamdulillah lah ada cantolan ya, ada tanah sebagian ada di Mitar sama di Tulungagung sih. [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Rizki. Saya selaku owner dari Rizki Lanjaya Car Audio and Lighting. Bisnis yang saya jalanin ini bisnis untuk diaksesori mobil. Jadi seperti pemasangan audio mobil, lampu mobil. Jadi saya fokus itu di lampu mobil dan audio mobil saja. Ada beberapa macam juga seperti alarm, central, lock, power window untuk pemasangan dan servicing. Jadi untuk di aksesoris mobil aja kayak seperti ee lampu mobil upgrade yang sekarang ini lagi musim itu bilet proyektor. Kebanyakan orang-orang itu upgrade di penerangan di lampu mobilnya. Kami buka itu di tahun 2019. Sekarang usia saya 39. Dulu saya itu kerja, Mas. Saya itu lulus SMP jadi enggak sampai SMA. Terus saya belajar belajar ke bengkel ya. Jadi kerja dulu dimulai tahun 2007 saya kerja itu ya sama seperti ini tapi saya pindah-pindah dulu awal-awal tuh saya basicnya di audio mobil jadi saya kerja itu fokus di situ saja di Papua pernah kerja terus sampai saya itu ke luar negeri pernah ke Brunei Darussalam juga sama kerjanya saya itu kerja itu 2007 sampai 2017 jadi terakhir kerja itu di Mitma panggilan dulu itu pas zaman tahun 16 17 itu Facebook kan masih ee ramai ya, tapi belum sampai orang itu belum niat jualan di situ. Jadi ada fitur marketplace-nya ada cuman jarang yang jualan di daerah Tulungagung sini itu. Jadi saya itu memanfaatkan kondisi itu. Orang-orang di saat itu posting foto pada umumnya mungkin saya posting keahlian apa yang saya miliki. Jadi terima jasa panggilan pasang audio mobil gitu. pertama tuh awal-awal aku ingat 201617 proses terus habis itu ada yang manggil satu orang tapi itu saya masih kerja jadi saya siang itu kerja kalau habis selesai kerja jam kerja sore jam itu saya langsung ke tempat orang-orang yang manggil lewat iklan di Facebook itu. Facebook itu jadi alat pertama untuk saya menginjak bisnis ini. Sebenarnya untuk lampu mobil itu aturan dari kepolisian Samsat kan sudah jelas ya. Dari polisi itu aturannya sorot lampu sorot yang ada di grill itu maksimal dua sebenarnya. Terus untuk lampu utama dan fog lamp dan lampu sorot itu dijatah dua. Kalau yang ada yang banyak itu jatuhnya sebenarnya bukan untuk harian. Jadi saya itu ke customer sudah bilang kan tadi malam juga kita masang lampu banyak tapi jatuhnya untuk show off untuk kompetisi. Makanya itu sekarang lampu mobil ini jadi hits kan di sosial media terutama di TikTok ini. Uh banyak banget lampu-lampu yang masang. Mungkin saya juga meset sama yang masang-masang lampu ya walaupun berada di bengkel saya ya. Kalau lampunya terlalu banyak itu kalau bisa disaklar sendiri jangan sampai diikutin lampu kota mobil kalian nanti bikin silau lawan arah kan. Kasihan yang lawan arahnya. Sebenarnya kalau yang banyak itu untuk show off. Jadi yang kelap klip kelap klip kayak ada matriknya itu namanya modul matrik. Jadi itu untuk show off saja. Jadi enggak untuk harian. Kalau untuk harian ya jelas aturan polisi itu lampu sorot itu yang ada di grill itu maksimal dua. Terus lampu fog lamp itu bukan untuk dinyalakan setiap hari fungsinya. Jadi tetap headlamp yang nyala. Nah, kalau sekarang kan kebalik headlamp ada lampu kayak biru merah kayak odong-edodong gitu. Tapi ya bagus karena kan saya jualan. Kalau saya bilang jelek nanti bahaya kan merah biru kan ya. Terus bawah ada lampu foglamp-nya lah. Sebenarnya itu juga kurang pas sebenarnya menurut saya cuman kan memang kalau lampu fog lamp-nya itu standar enggak pas karena kan enggak terang. Kalau bisa foglamp-nya itu pakai yang bilet proyektor bukan yang bolam. Kalau yang bolam LED itu bikin silau karena sinarnya itu kan nyebar. Nah, yang jadi masalah itu yang itu kan kalau kita dilihat dari depan kan enggak tahu ini bilet proyektor atau bohlam. Nah, yang bikin silau itu yang bohlam itu bolam LED namanya. Tapi kalau yang bilet-bilet proyektor kayak yang saya stok ini itu aman karena dia ada cutf-nya rata tergantung nanti tuningnya. Tuning cahayanya itu ketinggian atau dak. Sama mobil-mobil polisi pun juga banyak yang di-upgrade di pilet proyektor. Tapi kalau yang lampu banyak, yang digrill banyak itu kalau dinyalain harian memang enggak boleh. Nah, kalau yang pasang-pasang di sini saya pasti edukasi. Jadi, kalau mau pasang lampu yang banyak itu pasti saya kasih e pengertian, "Pak, ini tujuannya Bapak pasang lampu banyak ini untuk nyalain semua atau enggak gitu." Enggak masih ini untuk so off ya kita layanin. Kalau tujuannya memang untuk jarah-jarah orang ya saya enggak enggak berani pasang. Nanti pasti ujung-ujungnya kalau ditanyain polisi kan pasangnya di mana? Di sini. Saya takut juga kan. Nah, kalau ada tetap pasangan kita yang bikin silau di jalan itu karena mungkin customer itu kurang tinggi, kurang tinggi, kurang tinggi atau penumpangnya lagi full, otomatis kan lampu akan naik. Nah, ya itu pesan saya kalau penumpang full, sering full di mobil atau beban terlalu berat ya dikasih leveling. Ada lagi sekarang. Jadi ada teknologi baru itu ada leveling. Jadi bisa diturunin otomatis naikin otomatis dari dalam mobili. [Musik] Jadi dulu saya kerja itu dari 2007 sampai 2000 17 18 sudah panggil itu saya itu malah enggak dapat apa-apa, Mas ya. Dibuat makan ya untuk keluarga karena saya itu anak pertama lima bersaudara. Jadi seperti tulang punggung karena saya kan lulusan SMP itu kan ayah saya itu enggak bisa nyekolahin saya sampai ke jenjang lebih tinggi lagi. Jadi saya berhenti di SMP itu saya kerjakan mulai kerja itu 2004 Mas. Kalau tapi kalau bidang ini 2007 2008 lah ya itu di saat 2004 itu saya kerja pindah-pindah juga enggak langsung di variasi mobil enggak. Jadi saya pernah kerja itu zaman dulu di warnet jaga warnet. mungkin sosial media itu saya dapat tahu mungkin dari situ saya kerja di warnet ceritanya itu saya bisa masuk ke bengkel itu ayah saya kan pekerjaannya tukang parkir ya di saat itu parkir di depan variasi mobil karena mungkin ayah saya itu ngelihat saya itu kok kerjanya serabutan pindah-pindah enggak bisa fokus satu bidang wah anakku tak masuk n di bengkel a ya terus tanya sama kokonya itu. Jadi ayah saya itu memohon lah sama calon bos saya itu ya. Terus akhirnya diterima. Ya udah nanti di sini anakmu ya enggak bisa langsung megang mobil ya. Jadi bersih-bersih dulu, nata-nata alat dulu saya masuk itu juga masuk. Saya ingat karena memang basic bukan di bengkel jadi saya disuruh ngambilin kunci. Kalau tukangan kunci 10 ambilin gitu. Jadi saya harus ngambil baut 10 baru tahu itu kunci 10 ini kunci kan pada hilang tulisannya. Kalau dibekel kan kunci-kunci itu kan tulisannya hilang 10 15 itu pada hilang. Saya kan saya gak hafal saya harus nyari baut 10. Oh ini pas berarti kunci 10 sampai segitunya. Jadi dari otodidak itu dari gak tahu alat gak tahu apa ya belajar konsisten terus karena mungkin saya kerja satu titik ini walaupun saya pindah itu tetap pekerjaannya tetap. Jadi mungkin kuncinya ya mungkin konsisten itu satu bidang itu konsisten sampai kita ahli dulu di bidang tersebut baru mungkin kita bisa buka usaha ya. Habis itu di tahun 2019 itulah saya mutusin untuk buka sendiri. Lama-lama banyak yang manggil. Akhirnya saya enggak enak sama bos saya. Akhirnya kalau ini terus terjadi nanti dikira bos saya itu nanti saya ngambil customernya bos saya. Jadi akhirnya ya lama-lama saya enggak enak sendiri. Terus saya akhirnya resign. Awal saya itu modal cuman Rp3 juta, Rp3 juta tok. Itu kebeli etalase R1 juta bekas. Saya masih kerja tuh sudah beli etalase. Saya sudah bayangin nanti saya akan buka bisnis gitu. Walaupun itu saya belum buka tapi saya sudah beli etalase dulu R1 juta. Itu pun second. Saya cari juga di Facebook. Wah ada etalase R juta bekas counter. Saya beli belum ada barangnya. Terus saya beli barang itu cuman TV mobil sebanyak empat. Sisa dari uang Rp3 juta itu R juta saya dapat empat pisis TV mobil. Nah, itu modal untuk panggilan itu. Jadi, sebenarnya saya tuh di rumah gak ada stok sama sekali, Mas. Saya pasang TV, TV-nya ini, mereknya ini ada gak? Ya, saya bilang ada. Oh, ya udah. Mau beli berapa, Pak? Sebenarnya stok itu cuman sedikit, cuman satu dua gitu. Karena memang mungkin kan kalau di sosial media itu kalau kita jualan kan cuman jualan gambar sebenarnya kan. Tergantung sosial media kita itu naruhnya itu gimana. itu kan saya masih dalam kategori masih kerja ya. Jadi untuk sampingan, untuk sampingan itu sehari ya semalam lah itu bisa sehari dua tiga mobil. Ada saja. Jadi kalau panggilan itu kan enak. Dulu zaman dulu itu kalau dicari ee TV mobil atau audio mobil di Tulungagung itu pasti muncul setnya itu paling tinggi aku di situ. Satu malam itu biasanya saya ngerjain dua dua mobil satu mobil. Karena kalau kalau audio mobil kan beda dengan mesin. Audio mobil kalau pasang audio mungkin 1 2 jam 3 jam selesai. 1 2 jam 3 jam selesai. Basicnya orang kerja itu kan beda dengan usaha, Mas. Jadi kalau orang kerja itu kan ada rasa takut. Dulu saya gajian sekian sekian sekian gitu terus mutusin untuk usaha itu kan berat banget ya kalau laku kalau enggak kayak gitu kan mikirnya tetap gitu. itu mindset yang susah dirubah lah. Akhirnya 2019 itu saya putusin dah ini kayaknya waktunya saya buka. Setelah resign dapat panggilan berapa? 1 hari itu saya bisa ngelayani lima mobil punya pelanggan tetap jadinya di era itu kan masih ramai-ramainya itu travel-travel mobil travel itu. Jadi saya pelanggan pertama itu yang saya masukin itu yang di travel-travel terus yang kedua itu saya masukin lagi di jual beli mobil. Jadi yang jual beli mobil itu pasti kan ada nanti ada kendala kayak tap-nya rusak atau ada amplifier-nya yang rusak. Kalau ada amplifier-nya atau alarmnya yang rusak, power window-nya yang rusak ya konsisten Mas. Jadi setiap hari itu bisa lima minimal minimal sehari itu tiga kali orang. Itu pun tanpa saya istirahat apapun. 1 minggu full time ada aja. Apalagi kalau musim-musimnya hari-hari besar seperti lebaran banyak orang mudik itu kan banyak mobil yang terkendala terutama itu di wiper lampu. Jadi itu malah enak banget sebenarnya panggilan di era itu. Karena mungkin kalau sekarang banyak pemainnya mungkin ya kalau sekarang banyak pemain. Jadi kalau panggilan sekarang mungkin ya wih banyak banget di Facebook. Jadi kalau yang untuk audio mobil ini bisa untuk sof juga bisa untuk harian juga karena memang dari bawaan mobil kan juga ada audio visual juga kan. Cuman kan audio bawaan mobil itu kan masih standar kalau cuman bisa Bluetooth. Nah, yang sekarang ini orang-orang kan ingin simpel bisa ngelihat YouTube. Jadi ada Android untuk mobil juga ada sekarang kan. Jadi makanya itu orang-orang arahnya kan ke situ. Kalau audio mobil upgrade Android mobil itu atau untuk speakernya agar lebih bassnya dapat. akhirnya nambah subwover, power amplifier gitu. Jadi memang jejak dari dulu itu audio mobil itu sudah ada memang perangkat yang ada uji tesnya mungkin dari dealer ya. Sebelum mobil itu dijual ke publik kan pasti dites dulu audionya gimana itu jadi nilai juga. Kalau dulu pernah ya, Mas, satu mobil pernah ada yang sampai ratus juta ada pernah pernah ngalamin itu. Itu biasanya untuk show off, Mas. Jadi memang anak-anak muda ini kan kalau di audio di audio mobil itu ada yang bisa sampai ratusan juta karena produk-produknya itu ada yang speaker 6 inci yang harga sampai puluhan juta juga ada, Mas. Jadi subwover yang satu bijinya sampai puluhan juta juga ada. Karena audio itu harganya tak terbatas kayaknya rata-rata karena ada kompetisinya juga setiap tahunnya. Jadi untuk audio mobil itu setiap tahun juga ada kompetisinya ada resmi. Jadi bukan dari lokal aja sampai dari Malaysia, Philippine, Thailand itu ada. Nanti di Surabaya, di Jakarta ada. Berapa negara masuk di Indonesia itu sering di Indonesia tuh sering ada kompetisi seperti itu. Eh, jadi ada komunitasnya untuk eh untuk kompetisi itu. Pure hobi juga bukan gak sama dengan yang soundk beda. Jadi audio itu kalau di audio mobil ada tiga ya konsepnya ada SQ, SQL, dan SPL. Jadi ada tiga tahapan. Jadi kalau SQ itu yang untuk sound quality-nya rasanya itu detail. Nyanyi atau apa itu suaranya vokalnya jelas, titik tengahnya dapat. suasana panggungnya dapat. Jadi audio mobil itu kalau yang suka dengan audio mobil itu arahnya di situ, Mas. Jadi untuk fokusnya itu kalau kita nyetir mobil enggak ada suara sama sekali, kan ngantuk, Mas. Audio mobil itu penting di situ. Kalau yang di profesional itu ada SQ, SPL, dan SQL. Jadi ada sound quality, SQL-nya itu sound pressure level dan SQL. sound quality low tadi sebenarnya panggilan dan kerja itu kalau kita ngomongin hasil banyakan yang dipanggilan ya tentunya kalau kerja kan kita dapatnya segitu-segitu tapi kalau basicnya kita pas lepas usaha sendiri dan panggilan itu sebenarnya konsepnya sama aja jadi usaha sama kerja kerja itu kalau untuk penghasilan usaha sama kerja itu kayaknya hampir mirip-mirip tergantung apa yang kita apa yang kita usahakan. Jadi kalau kita kerjanya posisinya udah enak ya enggak mungkin saya langsung ke panggilan kan. Orang usaha itu pasti ada titik keresahan di soal keuangan. Makanya pasti dia bikin usaha sendiri itu karena kan mungkin gaji yang didapatkan di pekerjaan itu kan enggak sesuai mungkin sama kebutuhan apa yang kita butuhkan di keperluan rumah tangga atau apapun kan ya. Di saat itu memang kalau saya ditanyain kerja dan panggilan itu ya mungkin masih banyakan pas di panggilan itu dapatnya uang. Kalau panggilan dan kerja sama orang itu keresannya satu, Mas. Jadi kalau panggilan itu kita kan tiap hari itu kayak kita pengin dipanggil orang lagi terus karena memang hasil kita kan dari situ. Tapi kalau untuk ketenangan ya tenangnya itu masih tenang di saat kita kerja sama orang. Lebih tenang lagi kalau kita kerja terus gajinya kan agak besar mungkin. itu yang lebih tenang lagi kan ya karena kan mungkin UMR di Tulungagung ini atau UMR di Indonesia ini kan rata-rata kan enggak bisa cukup untuk nghidupin satu keluarga. Rata-rata loh ya. Rata-rata enggak enggak semuanya. Makanya itu banyak ee orang-orang itu kan lebih pindah banting setir ke wirausaha ya. Kalau dari panggilan sama yang usaha ini ya lebih tenang jadi usaha ini, Pak. Kalau repot daknya itu kan sebenarnya pilihan ya Mas ya. Jadi memang kalau kerja kita benar enggak repot, kita langsung gajian dapat. Cuman kan kita akan stuck di situ. Maksudnya untuk kita berkembang itu lebih susah. Tapi kalau usaha itu kalau sudah jalan itu beda dengan yang kita awal-awal dulu buka, Pak. Jadi kalau kita yang udah jalan, alhamdulillah kalau sudah jalan itu ngalir aja nanti dapat kok. Ada kok enggak perlu dipikirin nanti jalannya kita untuk dapat lebih banyak itu ada aja. Itu mungkin yang di atas sudah yang ngatur. kita tergantung niat kita itu usaha untuk apa. Kalau untuk pribadi kita sendiri mungkin ya nanti dapatnya juga untuk kita sendiri tapi kalau niatnya untuk orang banyak ya nanti ada aja. Jadi lebih lebih tenang usaha sendiri sih. Setiap usaha itu pasti ada komplain ya. Jadi kalau kita habis pasang apa TV-nya ada trouble apa, Mas? Ini habis pasang kok ada trouble. Ya, yang repot itu pas di saat komplain kita enggak bisa ngelayanin on time. Jadi kayak kita, "Oh, iya, Pak. Nanti habis magrib ya ini saya masih di keras." Yang komplain itu bukan di daerah keras. Jadi yang komplain di daerah Tulungagung, paling selatan, Kalidawir, atau di Bandung. Itu satu. Kalau ada lima orang yang komplain dalam satu hari, kita kan nanganinnya juga susah. Itu yang bikin resah. Nanti kita lama-lama itu kalau kita panggilan terlalu lama, nanti jatuhnya kita jadi kayak penipuan. Oh, ini orang katanya ada garansi masang TV ada garansi 1 tahun. Di saat ada komplain kok gak ada datang-datang, alasannya di sana, di sini. Nah, itu yang bikin resah. Jadi akhirnya oh ini enggak mungkin ini selamanya kayak gini. Saya harus ada tempat. Di saat kita pasang itu layanannya itu juga sama dengan di saat orang lagi komplain. Jadi harus gak ada bedanya, kita harus utamain di situ. Jadi yang kita jaga itu malah orang yang komplain, bukan yang pasang-pasang to. Yang pasang pasti enak kita jual. Kalau basicnya orang jualan masarin barang itu pasti jago lah. Setiap orang pasti enak. Kalau marketnya lagi tumbuh-tumbuhnya pasti itu enak. Yang bikin susah itu yang ngerawatnya itu orang-orang yang lagi komplain. Kebanyakan orang itu kan masangnya senang happy. Di saat komplain mukanya udah berubah jadi enggak happy. Ngapain ini orang komplain kayak gitu. Kalau bengkel mobil itu atau variasi mobil kayak saya ini e jadi kan ada penjualan barang dan jasa servicing kan yang komplain itu harus yang utama karena mereka sudah beli barang kita udah pasang di tempat kita itu kalau ada komplain kita harus utamain. Nah itu simbol kepercayaan customer kan. Jadi kalau mereka masih mau komplain ke kita itu berarti artinya kan mereka masih mempercayakan jasa kita di orangnya itu tersebut kan. Jadi kita masih dikasih kepercayaan sama si pihak yang punya mobil. [Musik] Dulu itu awal-awal memang modal minim. Modal usaha yang ini ya, bukan yang untuk panggilan. Yang modal panggilan tadi kan cuman Rp3 juta itu tok. Kalau modal yang 2019 ini modal saya R10 juta awal itu cuman satu kan ini ngontrak. ngontrak itu awal-awal cuman cukup setahun aja kayak orang nyoba-nyoba usaha ngontrak cuman setahun kan lucu itu 6 juta itu untuk ngontraknya yang 4 juta untuk isi barang etalasenya dapatnya yang dari mulai yang dulu kerja satu jadi cuman etalase satu bengkelnya seperti rumah ya jelek seperti itu bengkelnya dari sekarang juga masih ngontrak karena mungkin awalnya dari sini ya jadi dari sini buka terus langsung lumayan ramai makanya ya saya terusin aja daripada nanti saya pindah lagi belum tentu seperti ini ya jadi mikir saya itu seperti itu. Jadi sebenarnya ada tempat lagi, cuman saya kan tempat bangunnya itu yang pelan-pelan dulu. Itu ngebo-bomnya itu di saat kalau sekarang ya normal-normal aja ya, Mas. Cuman kalau yang dulu itu ngebomnya itu di saat pas corona saya malaan. Aku juga heran offline yang tetap stay ramei itu di tempat saya kayaknya. Alhamdulillahnya ya kan ini jalan ini kan bukan jalan utama kan ya. Masuk kayak masuk gang aspal gini ya. Itu kan rata-rata ditutup zaman dulu ya di lockdown kan ya. Alhamdulillah ini gang ada empat ini Desa Serut ini ada empat gang itu tempat saya tok yang enggak ditutup ramainya itu mungkin karena mungkin saya lebih basicnya itu lebih bisa nguasai di online itu ya Mas ya mungkin di saat corona itu orang yang punya uang itu kan bosan mau modif apa. Jadi kita itu nerima ada sisi kayak kalau ada customer masuk Mas saya mau pasang ini, ini, ini. Tapi enggak bisa keluar mobilku gimana? Iya, Bu. Nanti mobil tak ambili, tak bawahi ke sini nanti atau gimana nanti ke sini. Jadi enggak panggilan tapi malah mobilnya tak ambil dari pihak customer. Nanti kalau sudah selesai tak anter lagi kayak gitu. Jadi aku jebut bolanya di situ pas corona itu gak tahu rame banget karena mungkin aku gunain ads di Facebook Ads, YouTube Ads juga saya sampai lari ke YouTube. Karena kan kalau kita ngandelin di Facebook kan lokal semua di daerah Tulungagung kan rata dipukul rata udah loyo semua. Jadi gimana ini jaringan agak lebih luas zaman dulu pas yang mungkin unggah video YouTube itu kan dapat adsense ya. Saya kan dulu posting-posting di YouTube itu kok dapat adsense ya. Iku AdSense ituu saya putar lagi saya buat promo lagi di YouTube itu di ad Google Ads itu ya. Jadi ngebomnya di situ mungkin. Jadi dari luar kota banyak yang datang ke sini. [Musik] 1 bulannya bersihnya itu dapat R jutaan. Kalau omset ya mungkin sekitar tagi bumi-buminya itu. Jadi mungkin dapat cantolan itu mungkin dari situ ya pas di saat orang corona itu ya. Ya. Hasil dari usaha ini alhamdulillah lah ada cantolan ya ada tanah sebagian ada di Mitar sama di Tulungagung sih. Jadi kita ngikutin mungkin trennya ya. trennya itu mungkin ya kita ngalir aja kalau lagi musim musimnya ini sekarang lampu ya kita push di situ. Kalau dulu pas zaman di era ee Corona itu kan memang di audio mobil itu kita itu sebenarnya ada idealisme sendiri kita senang kayak gitu cuman kalau usaha kan kita terapin dengan idealismenya kita itu kan nanti enggak jalan jadi kita ngikutin di pasar marketnya di mana. Jadi pasarnya tuh lagi arahnya di lampu ya. Kita dipush lampu sampai saya juga ada kerja sama dengan brand besar seperti Proeven ini yang sekarang saya jalanin ini kan juga itu jadi kita push kita gandeng brand-brand lampu yang lumayan bagus di sosial media yang naik mana kita ikut gabung. Jadi dulu di audio mobil juga gitu. Brand mana yang lagi boom kita ikut gabung juga. Kalau enggak gitu Mas kita enggak bisa update nanti, Mas. Mungkin yang paling berjasa mungkin orang tua saya ya. yang pertama ya. Yang kedua mungkin ya istri karena istri yang bisa diajak susahlah ibaratnya koso ya. Jadi yang pertama ya mungkin orang tua karena mungkin didian orang tua itu yang membuat saya jadi seperti ini dan kalau mungkin istri juga mungkin juga pengaruh banget istri saya yang dulunya saya juga enggak enggak punya apa-apa mau nikah dengan saya itu sudah saya juga bersyukur sekali. Jadi mau diajak susah di awal. Jadi mungkin yang saya ucapkan terima kasih ya, terutama di orang tua sama istri saya. Kalau perannya istri itu selalu support. Jadi istri saya itu selalu support apa yang ee saya kerjakan. Di balik kerja saya ini ada istri yang selalu support hari-hari. Entah itu material atau entah itu support dalam bentuk apapun. Dan kalau untuk orang tua itu sama sama supportnya. Mungkin pendidikan ya yang kalau dari orang tua ya didikan orang tua itu yang pengaruh banget. Mungkin kalau saya dilahirkan di kondisi dengan orang tua yang udah jadi, udah kaya, mungkin saya juga enggak seperti ini effortnya. Jadi, saya bersyukur banget sebenarnya saya dapat banyak belajar dari situ. [Musik] Pernah ngalamin enggak nyesel, kenapa saya lahir di orang tua yang enggak punya? Pernah. Tapi balik lagi, kalau saya terus-terus meratapi penyesalan kenapa saya dilahirkan jadi orang susah, nanti mungkin saya gak berubah-rubah. Jadi mungkin titik poinnya itu tulang punggung itu tanggung jawabnya besar. Kalau kita dari kecil sudah dikasih tanggung jawab yang besar, di saat kita dewasa dapat tanggung jawab yang besar juga kita agak lebih ringan. Saya rasanya kayak ringan. Walaupun saya punya karyawan sekarang sudah lumayan totalnya ada 78 ya. dari dulu yang saya sendiri panggilan sini sekarang ada 78 enam ini tukang ya terus ada lagi yang di ee konten ada yang di bagian konten sendiri jadi ada 78 totalnya semua jadi termasuk istri saya juga bantu support kayak tanggung jawab itu ngerasa enteng yang dulu saya harus bantu ngidupin adik-adik saya sekolah itu. itu jadi tanggung jawab itu rasa lebih enteng daripada dulu. Lebih ringan sekarang ngerasa saya. Karena dulu memang kondisi masih kecil itu ya susah ya Bapak orang cuman kerjanya tukang parkir kan. Saya juga anak pertama dari lima bersaudara. Ibu saya juga ibu cuma rumah tangga. Jadi ya lumayan itu yang bikin saya survive ya itu saya harus berubah dari situ. [Musik] Saya ingin juga usaha ini terus berjalan. tambah lagi banyak cabangnya. Semoga agar lebih besar lagi. Niat saya itu Tulung Agung itu agar banyak lagi anak-anak muda yang ee untuk modifikasi ya, ngidupin untuk di bagian modifikasi mobil agar lebih hidup, agar lebih ramai. E jadi ke depannya itu sih. Jadi anak-anak modifikasi di mobil ini lebih antusias lagi. Banyak antusiasnya karena Tulungagung ini cenderung naik turunnya itu cepat ya. Kalau rap ramai. Jadi kalau lagi down gitu market di Tulung Agungin. Jadi agar lebih konsisten ya ke depannya gitu. Ke depan usaha kalau bisa ada lagi nanti. Harapan saya itu buat kalian yang masih dalam proses untuk buka usaha jangan takut. Konsisten terus fokus ya. Jadi kalau kalian mau buka usaha sendiri jangan takut nanti gaji gimana. Oke biasanya takut ya Mas. Jadi kalau kita mau buka usaha itu gajinya sekian ee nanti laku atau tidak pasti laku. Rumusnya nih gini, kalau ada yang jual pasti ada yang beli. Kalau gak laku berarti usaha kita kurang fokus. Berusaha terus buat kalian yang lagi proses untuk buka usaha. Jadi jangan takut. Oke, saya Muhammad Rizki, owner dari Rizki Lanjaya Car Audio and Lighting, alamat Desa Serut, Kecamatan Bohilangu, Kabupaten Tulungagung. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Hah?