Ibu Rumah Tangga Punya 3 Bisnis Kuliner! Bangkit dari Luka Masa Lalunya
SBjv5X8Alfw • 2025-10-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Waktu itu Bapak ee manajer sebuah
koperasi. Kemudian ada karyawan
menggalapkan uang.
Oh,
gitu. E ayah, ibu itu orang yang jujur.
Tapi kejujurannya itu sering
disalahgunakan sama orang-orang
terdekat. Mungkin beban kerjanya untuk
ee ahli gizi di MBG itu
kayaknya berat. Kan itu saya dapat
informasinya masaknya dari jam 12.00
malam.
Oke.
Nah, gitu. Terus makanan itu di
packingnya, di platingnya itu subuh
terus nanti jam .
dianterin
ya.
Itu kalau suhunya itu di bawah 60
derajat.
Jadi kalau udah suhunya sudah itu cepat
banget bakteri atau anu berkembang.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat datang, Mbak Dia.
Iya.
Iya, Mas. Terima kasih undangannya.
Tetangga kan ini ya? Jadi jatuhnya
tetangga kan kita
tetangga
ini kan di sini kepatihan rumahnya
jenengan enggak jauh-jauh juga dari
sini.
Oh iya dekat dekat.
Tapi ini tak lihat portofolionya banyak
loh ini. Saya juga beberapa kali
mengamati teman-teman sering makan di
tempatnya nih. Ternyata mipnya Mbak
miliknya Mbak dia
ada apa Mbak dia? Boleh disebutin
usahanya apa?
Eh ada tropical Twist.
Oke.
Terus yang kedua itu somaiman cecep. Ter
sama bakso tunjungan.
Oke. Yang paling terakhir bakso
tunjungan ya?
Iya. Bakso tunjungan yang baru
bulan apa kemarin? Agustus kalau enggak
salah.
Iya betul.
Seorang ahli gizi.
Iya tapi enggak masuk ke bidang apa ya?
Maksudnya setelah lulus kuliah enggak
ambil ke instansi. Jadi lebih ke
wirausahanya gitu.
Maksudnya enggak ngambil ke instansi itu
sebuah pilihan dalam karir atau
maksudnya. milihin aja gitu.
Iya.
Atau gimana?
Untuk berkarirnya untuk ee saya enggak
ngambil kayak misalkan misal teman-teman
ya kayak misal lulus gizi oh ya ke
puskesmas, rumah sakit atau ikut badan
riset atau di BPOM dan sebagainya ya
instansi tapi saya milihnya yang
wirausaha
gitu. Mungkin kalau teman-teman ee tahu
ya, gizi itu pasti ya terjunnya ke
situ-situ gitu.
Betul. Betul.
Kalau untuk ke kuliner kayaknya kok
jarang gitu. Padahal tapi di waktu
kuliah dulu ada sih untuk mata kuliah
ee wirausaha gitu. Jadi tertariknya di
situ.
Kalau pemilihan di bidang entrepreneur
sendiri berdasarkan apa, Mbak? Iya.
Sebenarnya berdasarkan keinginan dari
dulu sebelum ee kuliah dari sejak saat
sekolah
itu
ee Bapak itu ASN.
Oke.
Iya. Ibu Ibu guru dulu tuh selalu
diounding. Nanti kalau udah ini masuk ke
ini ya daftar sini sini sini. Tapi saya
dari awal enggak saya enggak mau gitu.
He. Maksudnya di sounding itu untuk jadi
kayak PNS atau apa begitu ya?
Iya. Iya. kan mungkin dari kalau misal
udah apa ya udah masuk gitu ya
itu kan
ee orang tua itu kan kepenginnya anaknya
itu mapan dalam artian itu juga ee pasti
pendapatannya gitu terjamin ya betul
itu.
Iya iya iya iya iya. Oh jadi memang dari
memang SMA sudah ingin berbisnis.
Iya berbisnis.
Kalau keinginan berbisnis berarti dari
mana, Mbak dia? Kalau keinan bisnis itu
sebenarnya saya dari kecil itu terbiasa
untuk ee jualan, Mas. Jualan. Terus
Bapak juga punya studio foto. Jadi saya
kecil itu ee kelas berapa ya pokoknya SD
saya itu udah udah megang kamera DSLR
besar gitu kayak gini berarti ya.
Iya kayak gini itu
ee
apa buka studio foto kan Bapak terus ya
foto manten kayak gitu ya terus video
juga. Nah.
Oh. Nah, saya itu ketika pulang sekolah
dulu itu selalu bantu Bapak. Nah, Bapak
kan kerja kan pagi
kan di rumah enggak ada orang cuma saya
aja. Adik saya masih kecil. Jadi, ya
saya yang maju buat ini buat ngelayanin
orang-orang foto, ngeditnya pakai
Photoshop.
Pada waktu itu saya masih SD, otodidak.
Lihat Bapak ini
SD loh ya.
Iya, SD itu.
Iya.
SD. Oh,
jadi saya tertariknya mungkin dari situ.
Dari situ. Iya. Iya. Tapi bukan karena
memang dari keluarga ber apa kayak
kurang begitu enggak kan ya? Jadi karena
ada keinginan aja ya.
Iya. Heeh. Jadi karena keinginan sendiri
aja gitu.
Aku tadi juga dapat bocoran bahwa Mbak
Dia pernah mengalami masa-masa yang
menurut Mbak Dia agak berat yaitu ketika
Bapak di demo Mbak ya. Itu di demo apa?
Iya itu di demonya itu karena gini
ceritanya itu saya kurang kurang tahu ya
karena kalau orang tua pasti
menyembunyikan
untuk persoalnya. Tapi
tetap ee saya itu kayak ya waktu
ditelepon atau apa mendengarkan gitu
atau cerita dari keluarga gitu. Waktu
itu Bapak ee manajer sebuah koperasi.
Kemudian ada ee apa ya namanya karyawan
ya kalau di koperasi itu ada yang
menggalapkan
uang.
Oh
gitu. Bapak sama sekali enggak tahu. Nah
itu ee rumit ceritanya kayak misalkan
benar ini laporan ke Bapak ini Wang itu
ada laporannya. Tapi ternyata uangnya
itu enggak ada. Kayak orang setor gitu.
Oh, ternyata ini tanda tangan kitansinya
ada, tapi ternyata uangnya itu enggak
ada. Itu sampai ee apa ya namanya? Orang
ya kehilangan uang pasti
Heeh.
Ya, gitulah. Terus akhirnya ee sampai
Bapak difitnah terus didemo. Padahal
Bapak setelah diaudit itu sama sekali
enggak
menggunakan enggak enggak terlibat.
Akhirnya ya karyawan itu masuk ee
penjara sudah terbukti
yang menggelapkan. I
terus ee jadi di kan waktu itu saya
masih sekolah sekolah SMA saya kos. Jadi
tuh ee kalau di rumah itu ada
ramei-ramei gitu ibu tuh telepon nanti
enggak usah pulang dulu gitu main rumah
teman gitu gitu. Terus ee jadi waktu itu
sebenarnya saya itu kayak ee apa ya
untuk masalah itu tuh jangan sampai saya
tuh ikut mikir gitu
itu sampai ya Bapak jual mobil apa gitu
untuk itu biaya audit benar-benar
pribadi, uang pribadi untuk bayar ee
auditnya itu
audit. Oh berarti dari sendiri ya audit
bukan dari perusahaan ya? Iya, bukan
itu. Terus akhirnya memang
Bapak sama Ibu itu manajer ee manajerial
keuangannya itu bagus. Jadi untuk
anak-anak, uang anak-anak buat sekolah,
buat saya kuliah itu sudah ada.
Jadi sampai ee itu ngambil uang buat
tabungan kuliah saya buat
Heeh. diambil karena benar-benar yang
enggak benar yang apa ya enggak ada uang
gitu loh buat
ee proses hukum itu gitu. Terus akhirnya
ya dari situ saya masuk kuliah Ibu ada
tabungan dikit-dikit ya sudah ee
alhamdulillah saya bisa masuk kuliah
terus ee dari situ dari awal kuliah itu
ibu sudah mati-mati kayak yang hemat
gitu. He
em ya kondisinya lagi kayak gini gitu
gitu si.
Jadi berapa lama proses audit itu?
Itu lama banget ya. Itu dari saya
ingatnya itu akhir saya SMA sampai saya
masuk kuliah tuh
masih
masih berlangsung.
Iya masih berlangsung benar-benar yang
ya kayak ada kirim-kiriman juga hal-hal
yang gaib. Walaupun saya tuh hal itu tuh
sebenarnya ada atau enggak saya enggak
tahu ya
apa itu kiriman guai.
Iya yang di rumah tuh saya saya tuh
tidurnya itu di kamar atas. Nah terus
sama orang ini enggak boleh ditempatin.
Saya suruh tidur di kamar bawah kayak
gitu gitu
karena di atas lagi disasar gitu.
Iya kasih disasar kayak gitu pokoknya
ada aja gitu waktu itu.
Berarti sering enggak pulang sekolah?
Enggak pulang ke rumah setelah sekolah
waktu SMA kelas 3
Iya. Paling ke rumah Mbah gitu. Oh,
habis itu malam baru pulang ke rumah
begitu.
Iya. Heeh.
Itu benar-benar didemo di depan rumah
begitu?
Iya, benar-benar di depan rumah. Tapi
saya enggak enggak tahu ya.
Enggak tahu ya.
Enggak ada enggak mungkin sekarang viral
ya.
Kalau dulu enggak.
Enggak ada.
Saya cukup pendengar ya. Cukup mendengar
di daerah selatan kan.
Cukup mendengar waktu itu memang lagi
viral koperasi yang itu gitu ya.
Iya. Heeh. Itu. He.
Nah, itu tempat di rumah. Rumah saya kan
Kalidawer ya, Mas. Nah, kalau
koperasinya itu di rumahnya Mbah yang di
Pang, Laban.
Oke.
Iya, itu jadi demonya dua. Di rumah
Mbahnya saya di rumah Mbah yang dari
ibu.
Oh, jadi aman.
Iya. Heeh. Aman.
Bagaimana perasaan seorang anak SMA yang
waktu itu mengetahui ayahnya kayak di
demo diteror begitu? Seperti apa
rasanya?
Ee cukup berat ya, Mas ya.
Emm kayak
saya tahu bahwa ee ayah ibu itu orang
yang jujur, tapi kejujurannya itu
sering disalahgunakan sama orang-orang
terdekatnya.
Kayak gitu
kayak dan ibu itu sabarnya luar biasa.
He gitu.
Heeh. Berarti berat banget ya waktu itu
ya. Nah, kalau apa ya namanya ibaratnya
itu berarti Mbak Dia kemudian mencoba
tetap move on dengan kuliah padahal
waktu itu juga mungkin kondisi keuangan
juga lagi berat ya.
Iya. He.
Tapi memang ee
kan ada opsi juga enggak kuliah ada
berhenti dulu. Tapi Mbak Diah
kuliah begitu ya.
Iya kuliah. Kuliah sama ibu sama bapak.
Iya.
Harus kuliah.
Ibu sama bapak pasti mengusahakan gitu.
He.
Walaupun saya waktu itu kayak ee apa ya?
Belum ngerti kayak harusnya saya misal
kayak jualan apa atau apa gitu. Masih
masih belum
masih
gitu masih mengandalkan waktu itu yaitu
studio fotonya itu.
Heeh. Studio fotonya berarti masih buka
ya?
Kalau sekarang sudah enggak kalau di
rumah karena waktu saya kuliah ee udah
semester berapa gitu ya? tiga atau empat
Bapak sudah mulai ee repot juga.
Akhirnya studio fotonya dialihkan ke Pak
Like.
Oke.
Iya, Pak Le yang dari Ibu, Pak Le yang
dari Bapak.
Jadi ee Pak Le-Pak ini yang nerusin
gitu.
Berarti waktu awal kuliah masih ada ya
untuk menyumbang juga membantu
untuk biaya kuliah ya.
Iya. Heeh.
Di Malang kuliahnya atau di mana?
Iya di Malang.
Oh. Siap.
Lanjut nih
ke kuliner. Wah. Berarti secara mental
ini Mbak dia sudah ditempa banyak
kejadian. Berarti harusnya seorang
menjadi seorang pengusaha kan harus kuat
kan mentalnya.
Jadi sudah tertempa dengan bagus gitu
ya.
Semoga
tapi realitanya bisa punya banyak usaha.
Berarti memang dari awal sudah ditempa
banyak hal kesulitan yang menempa kita
menjadi luar biasa.
Awal mula memutuskan kuliner yang
pertama dari tiga brand tadi apa
berarti?
Tropical Twist.
Tropical Twist. Oh
itu pun juga enggak sengaja sebenarnya.
Nah, gimana itu ceritanya? Ceritanya tuh
gini, kan saya itu ee dari selesai
kuliah saya langsung nikah gitu.
Nah,
berarti bersama teman kuliah nikahnya.
Ee sebenarnya bukan teman kuliah, agak
agak atasnya i agak atasnya. Nah, itu
ee saya itu sempat juga ee setelah nikah
saya punya usaha di percetakan undangan
nih kan lumayanlah buat saya sendiri
gitu. Iya. Nah, itu terus makin lama ee
hamil kan. Hamil itu saya hamil juga
masih tetap menerima percetakan undangan
gitu. Saya kerjakan sendiri, cetak-cetak
sendiri gitu. Terus anak sudah lahir,
sudah mulai gede, itu enggak bisa
disambi.
H
sudah enggak bisa disambi kan. Terus
akhirnya ya sudah vokum lama sampai anak
kedua.
Oh, berarti agak cepat nih jaraknya ya.
Iya. Terus akhirnya saya tuh kayak bosan
kan gitu.
Saya tuh pengin sesuatu yang ee ini
orang-orang itu bisa merasakan
apa yang saya buat gitu.
Saya sukanya di situ.
Oke.
Iya. Ee itu menjadi apresiasi terbesar
saya gitu loh.
Nah, akhirnya saya tuh ngomong ke suami,
"Saya pengin ee usaha dari rumah ya
monggo apa gitu." Heeh.
Terus akhirnya berpikir. Jadi sebelum
tropical twist berdiri itu tempat yang
saya gunakan buat ee kafe itu sebelumnya
itu ini les-lesan.
Hm.
Leslesan ee SD eh TK TK sampai SD itu
saya suka waktu itu kan COVID kan COVID
saya itu
ee menghabiskan waktu saya buat ikut
workshop-workshop online gitu. tentang
bisnis
bukan, tapi tentang parenting. Parenting
tentang
ee cara membuat ee jadwal belajar yang
kayak lesson plan gitu misalnya anak
usia ini itu harusnya tahapannya
perkembangannya ini. Nah, saya
tertarik itu
kan lagi juga ngadepin kan ada dua anak
kecil di rumah.
Heeh. Jadi kayak relate banget gitu.
Terus oh ini bisa nih dijadikan sebuah
ide usaha.
Oh. Terus ya itu akhirnya jalan 1 seteng
tahun ternyata saya ngerasa ini bukan
passion saya.
Oh berarti malah yang usaha itu yang itu
ya yang lesson plan untuk anaknya anak
itu.
Iya. Heeh. Jadi
saya
ee rekrut tapi bukan saya yang ngajar
teman-teman. Heeh. Orang lain. Nah itu
kan cari
orang lain
orang yang bisa visinya sama, misinya
sama itu agak susah. Saya punya
targetnya tuh gini, les-lesan kita harus
beda sama yang lainnya gitu.
Iya, idealis itu yang bikin akhirnya tuh
kayak pusing banget kayak ini gimana ya
caranya gitu. Sedangkan saya sendiri
gitu enggak ada yang
partner yang bisa diajak
diskusi tentang itu.
Iya. Buat pengembangan itu enggak ada.
Wis akhirnya ya udahlah
tetap aja gitu. Akhirnya
berarti merasa stucknya karena bingung
mau ke mana gitu.
Iya.
Terus akhirnya
ee suami gini, "Ya udah ini udah
dibangun." Heeh. Udah dibangun. Ya udah
kita nyoba bikin kafe
y seadanya aja ee kita jalan dulu gitu.
Yaus akhirnya itu ternyata oh pesan saya
dimasak ya.
Oh gitu.
Maksudnya pasion itu berarti gimana?
Senang banget atau gimana?
Iya senang senang banget. Oh,
saya itu senang masak terus ee orang
bisa menikmati wah enak gitu me apa ya?
Oh iya
rasanya itu kayak wah bahagia sekali
gitu. Terus akhirnya saya
ee menu-menu yang di tropical Twist saya
create sendiri.
Hm.
Gitu. Saya uji coba sendiri. Jadi saya
enggak ngambil kayak misal save dari
mana gitu, enggak. Saya uji coba sendiri
dan makan makanan
nasi goreng yang anak saya senangi gitu
gitu. Jadi, tropical twist itu berarti
konsepnya seperti apa?
Kalau tropical twist tuh konsepnya itu
healthy food and cafe. Jadi,
healthy food and cafe.
Iya. Jadi, fokusnya itu kafe tapi ee
menyediakan makanan atau minuman itu
yang
punya Heeh. punya kandungan gizinya itu
beragam.
Terus kemudian juga fokusnya itu untuk
kesehatan gitu. Kita ada beberapa menu
yang kayak salad gitu ya. Terus Mix
juice yang
ee saya race itu. Oh, yang kalau
kandungannya ini untuk ini loh gitu
kayak misal detox boster. Oh, dari buah
beat gitu gitu gitu.
Karena seorang ahli gizi jadi paham lah
ya itu kesehatan gitu ya.
Iya. Heeh. Akhirnya dari situ ee dulu
Bapak Ibu itu kan itu tadi kan
Heeh. Heeh.
ee saya kalau ada buka lowongan ee PNS
coba daftar. Nah, saya buktikan. Iya
gitu.
Ini saya gizi, saya enggak enggak
meluluh di situ. Saya mau cari jalan
yang
lebih yang lain yang bisa saya enjoy
gitu, lebih menikmati untuk prosesnya
gitu.
Oke. Tapi waktu penolakan itu kan
artinya belum ada bisnis kan?
Belum.
Itu sempat kecewa enggak Bapak Ibu
dengan pilihan yang kamu pilih? Kalau
Bapak sama Ibu itu tipenya itu enggak
yang mengutarakan atau yang ya pokoknya
mendoakan semoga nanti bisa mencapai apa
tujuan saya gitu.
Jadi tidak terlalu menekan juga ya?
Iya sebenarnya tidak terlalu menekan
cuman kalau misalkan ada informasi ini
ada anu lowongan ini
iya di-share pasti itu.
Iya iya iya gitu. Ah, kembali lagi ke
tropical Twist. Namanya juga unik nih,
Tropical Twist.
Tropical twist.
Apa itu tropical sebenarnya? Kalau
masalah nama, apa yang sekiranya nama
itu bisa masuk di telinga aja
orang-orang ngerasa
ee wah gitu ya.
Ya udah dipakai aja gitu. Cuman
ee
twist itu kan putaran ya. He.
Nah, ada menu di kami itu kan jus
gitu-gitu mix juice. Nah, itu me ini ya
menggambarkan blendernya itu loh.
Diputar gitu.
Iya, diputar gitu tropikal ya. Karena
suasananya itu mengusungnya itu
yang soalnya tropis. Iya. Buah-buahan
terus hijau-hijau gitu. Dulu itu karena
banyak bunga-bunga di rumah itu
banyak tanaman. Dengan konsep seperti
itu banyak pengunjungnya di kafe itu.
Kalau dibilang banyak sebenarnya enggak,
Mas. Karena
ee setelah dievaluasi ternyata untuk
menu-menu yang saya bikin itu segmented.
Oh,
iya. Karena kan ee targetnya juga
mungkin orang yang sadar ya, aku perlu
untuk makanan ini gitu untuk
support ee tubuh kayak gitu.
Jadi lebih segmented sih kalau untuk
yang di tropikal itu
tidak berarti artinya tidak begitu ramai
begitu ya.
Iya tidak perlu ramai tapi ya lumintu
lah ya.
Lumintu ya. Ini sudah tahun ke berapa
ini? Tahun kedua.
Oh tahun kedua. Oh baru ya berarti ya?
Iya baru.
Oke oke oke oke.
Tapi untuk operasional bisa nutut?
Bisa nutut. Alhamdulillah ya. Lumayanlah
ya. Lumayanlah ya ber lumayan. Ini
berapa nih? Boleh dibocorin
ya. Alhamdulillah lah maksudnya masih
masih apa ya masih tergolong cukup
banget gitu loh.
Iya cukup banget ya. Oh banget ya.
Boleh dibocorin omsetnya kah Mbak
berbulan atau berhari begitu boleh atau
rahasia?
Ee rahasia saja
yaudah. Tapi yang cukup banget intinya
gitu ya.
Iya iya cukup banget.
Cukup banget untuk keluarga kecil dan
besar.
Iya keluarga kecil dan besar bisa
nabung. W itu
bisa nabung bisa umrah tiap tahun begitu
ya. Amin. Amin. Nah, itu salah satunya
yang di apa ya? Yang di ini
diinginkan
diinginkan bisa itu.
Iya. Nah, kemudian kan sudah ada nih
tropical Twist. Itu di mana sih
lokasinya? Saya belum tahu kalau
tropical Twist.
Di Rajoagung. Pilar.
Di Raja Agung. Oke. Pilar.
Iya, Pilar. Jalannya itu jalannya Pilar
masuk timur.
Park Timur arah Alazar berarti ya.
Betul. Sekitar 200 m. Nanti ada gang ke
selatan ya. itu masuk situ.
Hmm.
Itu emang dilewati Alazar setiap hari.
Arah arah pulang
arah yang gang SD itu loh, Mas.
Iya iya iya
iya. Gang SD-nya Alazar baratnya. Ya
udah situ. Oke.
Masjidnya Alazar. Baratnya Masjid
Allahazar.
Iya iya iya. Oh yang yang rumah berarti
ya?
Iya. Jadi rumah. Nah itu waktu di
YouTube
Iya. Disyuting di kuning telur.
Tulung telur. Nah ya itu tempatnya.
Oh itu ya waktu kuning telur belum ada.
Belum ada. Itu kan masih les-lesan ya
kalau enggak salah ya.
Nah iya itu masih lesaan.
Iya iya iya iya. Oh sekarang itu jadi
kafe tripal tu eh tropikal tu.
Tw. Iya. Jadi kan rumah di belakangnya
kafe, kafenya di depan rumah.
Ada berarti sepedanya di mana berarti?
Sepedanya di rumah.
Oh di rumah. Di rumah plus sepeda.
Iya.
Oke. Terus di depan kafe.
Jadi kalau ke kantor tinggal nyebrang
aja.
Bagaimana rasanya memiliki rumah ee
bersanding dengan kantor?
Kalau saya sih
ee ini ya enjoy-enjoy aja.
Iya, enjoy aja gitu.
Malah gampang untuk
buat mantaunya.
Oh,
gitu. Kalau yang nilai-linnya kita harus
ke sana ke mari kayak gitu-gitu.
Tapi memang beda gedung kan itu ya. Beda
jadi
kayak ibarat privacy masih aman begitu.
Iya, masih aman gitu. Oke, memutuskan
kuliner yang kedua apa tuh?
Soma mang cecep.
Soma mang cecep ini. Apaagi nih
konsepnya? Ini
kalau somai mang cecep itu konsepnya
gini. Soma itu biasanya diik pinggir
jalan ya, gerobak-gerobak. Nah, kaki
lima.
Iya, kaki lima. Tapi saya mengusungnya
di konsep yang bisa dinikmati di tempat
gitu. Makan di tempat dengan nyaman.
Iya,
gitu. Ala-ala kafe begitu kah?
Sebenarnya bukan kafe banget ya. Heeh.
Untuk tempatnya itu pokoknya saya bikin
yang nyamanlah orang bisa nikmatin di
tempat gitu.
Kenapa memilih kenapa kayak buka usaha
yang kedua kuliner? Kan sudah ada
kuliner pertama
itu beda ya. Kayak kalau yang tadinya
fokusnya kayak ke makanan yang
sehat-sehat somai. Somai itu bukan
enggak sehat ya, tapi sebagai pilihan
aja gitu. Lebih ee makanan lokal.
Makanan lokal gitu. mungkin pemilatnya
lebih enggak segmented semuanya bisa
gitu.
Kenapa somai?
Kenapa somai? Ee pertama suka ya suka
waktu itu ketemu sama ee di waktu di
luar kota ketemu sama satu
orang yang jualan somai. Wah ini soma
enak. Terus saya pengin saya pengin di
Tulungagung tuh ada benar-benar soma
yang otentik gitu yang otentik Bandung.
Akhirnya saya belajar, saya mendatangkan
orang
dari Bandung.
Oh,
gitu. Buat ngajarin saya bikin itu.
Bikin somai
buat resep somai. Wih, seserius itu ya.
Ngajarin chef lah ibaratnya. Sehe dari
Bandung untuk datang ke sini ngajarin.
Iya, benar
gitu.
Itu namanya Mang Cacep bukan?
Bukan
Mang Cacep itu ee kalau kata suami saya
ini ee namanya bukan orang Bandung, tapi
ini sebenarnya plesetan gitu.
Resep resep Mang Ceceap Mang Resep gitu.
Oh Mang Resep Mang Cecep tapi itu sudah
mengidentikkan orang Bandung sih, Mang
Ccep gitu kan.
I orang juga gitu Mang Cecep berarti
Bandung ya ini yang punya. Oh enggak.
Ini Rantulagung tapi resepnya dari
Bandung. Dari Bandung ya. Iya iya. Nah
jarak antara yang pertama dan kedua ini
berapa bulan atau berapa tahun?
Jaraknya itu setahun.
Setahun ya?
Iya setahun. Hampir setahun. He he he.
Tropical Twist itu eh April 2024.
Soma itu saya ingatnya Februari
pertengahan Februari
2025.
2025 hampir
tahun ini ya.
Heeh. Oke. Nah, kalau ini gimana respon
dari pembeli? Ramai kalau yang ini?
Alhamdulillah yang ini ramai ya karena
mungkin ya itu tadi kalangannya iya
familiar. Terus juga kita memang untuk
bahan-bahannya juga fresh gitu ya. Saya
belanja sendiri di Priki.
Belanja apa di Prik?
Ikan.
Oh,
ikan. Oh, cari suplirnya yang
benar-benar fresh gitu. Terus kemudian
juga untuk tempatnya mungkin orang
percaya kebersihan ini dari kita gitu.
Izin dan sanitasinya.
Siap. Siap.
Gitu.
Aku izin agak tanya agak detail ya. itu
butuh berapa lama untuk riset menemukan
supplier, menemukan resep yang enak,
memilih tempat itu butuh berapa lama?
Itu sudah dari kayaknya akhir akhir 2024
itu.
Jadi cari tempatnya dulu.
Heeh.
Cari tempat dulu. Tempatnya udah oke,
He.
Baru datangin
orang
gitu. Jadi seenggaknya tempat sudah ada
bisa buat produksi sekalian gitu.
Di mana tempatnya itu, Mang Ccep itu?
Cecep itu di gang PDAM ke timur Kenayan.
Hm.
Di situ.
Kalau dari jalan raya kayaknya enggak
terlalu kelihatan. Cuman kalau nengok
gitu kelihatan.
Heeh. Biru-biru gitu.
Biru-biru. Kenapa memilih tempat ee
bagaimana cara memilih tempat untuk
usaha kuliner? Kalau menurut Mbak Dia,
kalau dari saya untuk memilih tempat itu
sebenarnya tuh paling enak memang di
pusat kota ya.
Kayak di kota. Cuman ternyata di kenayan
itu agak sedikit minggir
kan agak ke utara kan ya.
Iya agak ke utara cuman bagi saya enggak
masalah. Orang pasti kalau udah
ngerasain satu nanti dari mulut ke mulut
gitu bisa
buat dijangkau gitu.
Dan tempat itu kenapa milih di situ?
Karena di situ murah sewanya.
Itu penting. Itu faktor penting loh itu.
Iya. Iya. Jadi bisa menekan biaya
operasional. operasional ya. I
gitu.
Kira-kira untuk buka kayak mini berarti
boleh dibilang kayak ee mini apa? Mini
restauran begitu ya.
Oh iya. Heeh. Bisa.
Nah itu sampai berapa Mbak modal yang
dibutuhkan untuk usaha seperti itu?
Kemarin itu sekitar pokoknya semuanya ya
dari
tempatnya ya. dari tempatnya. Kemudian
kebutuhan
ee peralatan itu sekitar 80
80.
He.
Sewanya sudah berapa tahun itu? 1 tahun
atau 2 tahun? 3 tahun?
1 tahun masih.
Oh, per tahun kontraknya ya?
Iya, per tahun. Per kontraknya per
tahun.
Cukup ya enggak terlalu mahal juga ya?
Iya.
Dengan angka
kira-kira nih sekarang sudah balik modal
belum angka segitu?
Angka segitu masih belum, Mas.
Masih. Masih jalan lah.
Masih jalan. Iya. gitu.
Tapi untuk kuliner kan ee enggak kalau
menurut Mbak butuh butuh berapa lama
untuk bisa balik modal
bagusnya itu berapa lama? 1 tahun kah
atau 2 tahun atau bagaimana kalau
kuliner itu?
Kalau kuliner berapa ya, Mas? Kalau
lihat dari soma itu 1 tahun
jalan sudah bisa.
Heeh.
Itu udah cukup bagus banget.
1 tahun nanti tahun kedua tinggal panen
aja.
Tinggal panen karena kan asetnya sudah
kebeli setahun itu kan. Iya iya iya.
Gitu. Oke. Ini bentar lagi panen berarti
Mbak Dia ya.
Semoga. Alhamdulillah. Semoga panennya
berlipat-lipat.
Oke. Oke. Kalau ee
yang membuat apa ee Mang Cecep ini kalau
tadi aku juga tanya sih sama kreatif ini
yang paling ramai yang mana gitu kan.
Katanya di antara tiga usaha yang saya
sebutkan tadi yang paling ramai siumenya
gitu ya. Kalau memang kalau bakso kan
masih baru ya.
Masih kemarin ya.
Masih baru. Heeh.
Mang Cecep. Oh. Apa yang membuat Xiaomi
Mang Cecep ramai?
Yang membuat Mang Cecep ramai? Saya rasa
ee kalau tanya ya ke orang-orang atau
review-nya orang-orang he
itu somainya itu paling kerasa di antara
soma-somai yang ada di Tulungagung.
Hm.
Gitu ya. Memang benar. Saya pilih ee
dari bahan bakunya dari ikannya itu
itu fresh. Kemudian saya olahnya saya
enggak mau misalkan kayak 20% ikan, 80%
tepung itu enggak. Saya enggak mau kayak
gitu. Saya tetap mempertimbangkan
kualitasnya itu
biar tetap
ya ini somai rasanya ya ikan bukan ada
orang yang tanya ini somai ayam ya Mbak
bukan ini ikan.
Hmm gitu
gitu. Kalau soma itu ikan apa ya
biasanya?
Tengiri.
Oh, tengiri.
Iya. Dan itu harganya emang
tinggi kan?
Tinggi. Tinggi banget i
daripada ikan-ikan lainnya gitu. Dan itu
dapatnya juga susah, Mas.
Ikan tengir itu. Karena
kan besar ya. Saya enggak ambil ikan
tengir yang kecil. Kalau di somai itu
harus besar.
Iya, harus besar. Yang satu ekornya
sampai 30 kilo 35 kilo.
He. Satu ekor 30 kilo.
Berarti gede banget. Kayak ikan apa?
Tuna yang tuna siri biru yang kecil
gitu.
Bit. Iya. Heeh.
Kan. Ha, trip gede gitu.
Iya. Iya. Heeh. Yang tunas strip kuning
ada juga kan. Itu saya milihnya yang
ikan tengirinya yang itu.
Hmm.
Yang besar. Kalau yang kecil itu kurang
menurut saya dari rasa.
Oh.
Dia lebih gurih lebih enaknya itu yang
gede dan itu harganya yang gede itu
lumayan gitu. Heeh.
Ngomongin makanan enggak ada di sini
jadi ee berlendiri
berlirberir. Dan itu tuh dapatnya orang
pasti dari orang mancing.
Oh, dari mancing.
Iya. Orang mancing gitu.
Susah enggak dapat ikan dari orang
mancing itu?
Susah.
Susah ya.
Susah. Heeh. Susah. Jadi kita
benar-benar kayak yang
ee yang supplier itu ya. Cari supplier
itu.
Heeh.
Mas ini nanti ini ya saya bulan depan
ini
cariin gitu ya.
Heeh. Cariin gitu. Oh,
gitu.
Bisa enggak kayak beli banyak, misal ada
stok melimpah habis itu di freezer
begitu? Bisa.
Bisa. Bisa.
Jadi misal d ada yang dapat mancing
banyak bisa beli banyak begitu ya.
He heeh.
Ya pas ada saya beli ya. Pokoknya
freezernya yang di semua itu cukup gitu.
Kalau enggak cukup ya itu yang
Iya. Iya. Beli lagilah
ya gitu. Jadi bahan baku juga
pemilihannya juga sangat teliti ya Mbak
ya.
Heeh. Benar
gitu ya. itu tadi bersinggung saya
kuliah di gizi.
Heeh. Heeh.
Kan diajarin ya cara pemilihan bahan
makanan yang
tepat tuh kayak gimana.
Heeh.
Ee ikan itu yang ibaratnya ikan yang
misal kayak lama itu yang kayak gimana
ciri-cirinya ikan yang fresh itu kayak
gimana gitu.
Gimana memang ciri-cirinya ikan yang
fresh itu?
E fresh itu matanya pasti bening.
Oh
matanya bening. Kalau ditekan dagingnya
dia itu enggak ee apa ya? Enggak, enggak
jemek gitu. Masih gitu ya gitu.
Berarti memang Mbak dia kayak harus
disurvei nih di
saya lihat matanya pasti lihat matanya.
Oh, insangnya gimana dalamnya kayak
gitu. Kalau masih merah segar, oh
berarti ini masih
fresh gitu.
Oke. Oke.
Gitu.
Berarti kunci dari ramainya Xiaomi Mang
CCP adalah kualitas makanannya.
Iya kualitas makannya.
Oke. Kalau harganya berapa, Mbak?
Harganya untuk somai Rp15.000 per porsi.
H
ada juga yang orang-orang tuh suka ya
karena suka gorengan gitu ya lebih gurih
ya memang jadi ada
menu sigor mix
h apa itu
jadi somai campur batagor
sigor ya
somai batagor itu Rp17.000
tapi memang kalau dari segi harga memang
agak lebih tinggi daripada umumnya ya
i betul ya betul
ee kalau di sini kan rata-rata untuk
siomai batagor itu Rp10.000 kali ya.
Heeh. Benar.
Nah, benar ya.
Oh, tapi enggak masalah ya orang-orang
ternyata dengan harga yang lebih tinggi
tapi kualitasnya bagus itu enggak
masalah ya?
Iya. Alhamdulillah enggak masalah gitu.
Jadi ada harga ya
ada kualitas. Iya. Ada. Nah, Masarin
pertamanya gimana Mbak dia? Kesulitan
enggak dengan oh ini myai premium nih
masarinnya susah enggak?
Waktu itu cukup apa ya, Mas?
Gampang-gampang ini ya. Gampang-gampang
susah ya. Sebenarnya ee
kami waktu itu ambil dari teman-teman
dekat maksudnya ngundang teman-teman
minta tolong buat di jadiin story kayak
gitu awal-awalnya gitu.
Ngundang itu gratis berarti.
Iya kan waktu opening soft opening. Iya
gitu. Awalnya dari situ
terus yang kedua ya kita ee influencer.
Heeh. Buat nyoba. Tapi
ya ini saya harus ee apa ya? Kayak ini
somai kita itu premium loh, bukan yang
ibaratnya kayak tepung aja gitu. Saya
kasih tahu ininya bahan bakunya ini gitu
gitu.
Kalau ngundang teman itu sampai berapa
orang yang diundang, Mbak? Dia
waktu itu berapa ya, Mas? Kayak 50-an
atau berapa ya? Waktu soft opening aja
sih sebenarnya.
Hari pertama opening begitu ya?
Iya. Heeh. Heeh.
Untuk soft opening itu
kalau influencer itu dilakukan sering
atau cukup awal-awal aja sama dia? Cuman
beberapa bulan sekali gitu, Mas. Mungkin
dari Somai buka sampai sekarang itu
sekitar dua kali atau tiga kali ya saya.
Oh, cukup jarang yaitu. Heeh. Cukup
jarang. Enggak yang sebulan sekali gitu.
Iya, betul betul betul. Enggak bahkan
sebulan tiga kali begitu. Enggak
enggak enggak perlu juga ya.
Kalau ada dananya enggak apa-apa sih.
Tapi artinya ketika cukup beberapa kali
aja dan sudah ramai artinya kan orang
balik. Banyak yang balik begitu ya.
Iya. Heeh. Eh,
tapi sebenarnya kayak marketing paling
efektif itu sebenarnya dari mulut ke
mulut sih, Mas.
Oh, gitu ya.
Iya.
Heeh.
Gitu. Lebih apa ya kan kalau orang
misalnya saya beli apa gitu kan saya
bilang Mas, "Mas, ini enak banget loh
gitu
kan sih." Oh, iya toh gitu. Langsung
datang kayak gitu. Jadi review ada
review-nya benar-benar gitu loh.
Iya. Kayak lebih trusted ya. Benar.
Tapi apa memang diminta dari orang yang
beli itu untuk review atau untuk
mengajak temannya begitu atau biar
mereka ngajak sendiri begitu atau
gimana?
Ngajak sendiri.
Oh, enggak ada enggak ada anjuran juga
ya?
Enggak ada.
Oke oke oke.
Nah, tadi ngomongin soal soal apa
namanya? Soal ahli gizi. Habis itu tahu
makanan yang jelek dan baik. Nah, ini
agak agak melenceng sedikit ini. I
tentang fenomena yang akhir-akhir ini,
Mbak. I.
Jadi ahli gizi itu biasanya kan hari ini
disoroti tentang makan siang gratis.
Oh iya. I ya. Itu
itu menurut Mbak Dia gimana tuh?
Ee kalau dari baca berita ya, Mas.
Karena saya kan bukan ee terjun langsung
ke situ ya.
Kalau dari baca berita mungkin beban
kerjanya untuk ee ahli gizi di MBG itu
kayaknya berat
untuk apalagi enggak ada partnernya cuma
satu apa ya? satu ee tempat produksi
satu orang
sebenarnya dan menanganinya itu kan
3.000 porsi minimal sehari.
Banyak banget ya.
Banyak banget. Itu pun kita yang waktu
di rumah sakit waktu saya
ee apa ya itu waktu PKL ya magang lah ya
istilahnya itu tuh
kalau di rumah sakit karena mungkin
ee lebih variatif ya yang ditangani
untuk penyakit-penyakitnya apa gitu ya.
Al gizinya bisa empat lima
gitu. Jadi ada teman yang bisa diajak
buat
mikir bareng gitu.
Heeh.
Kalau sendiri enggak bisa gitu. Engak
bisa.
Kalau sendiri itu saya rasa berat.
Maksudnya kok sampai gitu ya?
Kadang-kadang kayak saya lihat itu kayak
oh sampai ada yang keracunan kayak
kejang-kejang.
Masa iya kayak masa he
ee ya apa makanan yang kalau dia tahu
itu basi biasanya kan enggak dimakan ya
atau gimana itu? Kalau menurut Mbak Mbak
dia
ee gini kan itu saya dapat informasinya
masaknya dari jam 12.00 malam.
Oke.
Nah, gitu. Terus makanan itu di
packing-nya, di platingnya itu subuh
terus nanti jam .
di dianterin ya.
Nah, itu memang dari secara gizi tuh ada
beberapa yang perlu divaluasi.
Hm.
Apakah waktu masaknya itu bahan bakunya
itu fresh atau enggak kayak gitu.
Terus kemudian cara pengantarannya di
pedistribusiannya itu pakai apa alatnya
gitu. Untuk ee makan-makan itu kan rawan
apalagi dimasaknya sudah jadi dari jam
dari malam banget ya. malam malam terus
kemudian
makanan itu akan cepat tert
tercepat
kontasi eh apa sih ter
terkontinasi
terkontasi gitu heeh terkontaminasi itu
itu kalau suhunya itu di bawah 60
derajat
jadi kalau udah suhunya sudah itu itu
cepat banget bakteri atau anu berkembang
nah itulah yang kayaknya perlu ini ya
perlu evaluasi Dievaluasi.
Iya. Situ
berarti bukan
sama kayak beban bebannya dari satu
dapur itu 3.000 itu
itu banyak banget. Heeh.
Itu gimana ya? Over. Over gitu.
Misal Mbak dia jadi misal ada makanan
nih terus kemudian terkontaminasi oleh
bakteri.
Heeh.
Itu basi enggak makanan itu atau secara
zat jadi timbul ada zat yang beracun
atau secara makanan? Kan artinya kan
masih bisa dimakan masih enak berarti
ya.
Iya sebenarnya masih enak ya. Tapi kita
enggak tahu di dalamnya ada apa.
Heeh. Di dalamnya ada apa kayak gitu.
Oh,
kan kalau dilihat dari kasat mata tuh
enggak kelihatan, Mas.
Oh, gitu kan.
Oh, iya. Iya,
gitu.
Oke. Oke.
Terus em sih untuk dapur produksi itu
harusnya ada sertifikasi HACCP.
Hm. HCP Hat Analis Critical Control
Point itu.
Nah, itu mungkin di Indonesia tuh masih
26 kemarin yang saya baca
yang HACCP itu.
Iya. Heeh. Nah, itu
ee
jadi itu ee ada pelatihan
dari apa ya tenaga ahli yang ee di
tempat produksinya itu untuk pelatihan
HACP. Jadi tahu, oh kalau ini ini kayak
misalkan pisang kemarin tuh ada kasus ee
pisangnya itu dikarbit.
Nah, ketika pisang dikarbit itu
dimasukin dalam kotak makannya itu, nah
itu
bisa mengkontaminasi bahan yang lain
yang lain. Iya,
kayak gitu. Jadi harusnya pisang itu
dikeluarkan
enggak boleh sama dalam satu bok.
Iya, kayak gitu. Nah, itu dibahasnya di
HACP.
Nah, gitu. Tapi kalau makan di Mang
Cecep habis itu di bakso tunj tunjungan
gak perlu khawatir karena sudah lolos
ini. Insyaallah.
Insyaallah
karena seorang ahli gizi gitu
ya. Insyaallah.
Tapi enggak pengin ke arah sana Mbak dia
ke ambil dapur FBG atau apa gitu.
Kayaknya enggak cocok dengan value saya
Mas.
Apa value-nya Mbak dia yang enggak cocok
dengan itu?
Em
udah kelihatan banget ya. Masaknya
Rp3.000. Rp3.000. Ibu
proporsi itu udah ya gimana ya kayak
untuk menjaga kualitasnya saya saya
bayanginnya susah
ya gitu itu udah kelihatan
oke oke
gitu.
Kalau value-nya Mbak dia apa berarti
yang dipegang selama dalam berbisnis ini
apa value-nya?
Value-nya untuk saya dalam berbisnis itu
saya mencari rida Allah Mas. Ah,
itu apapun yang kita lakukan tanpa rida
Allah itu ya buat apa gitu kan.
Itu jujur pasti amanah saya ee sediakan
produk yang baik.
Heeh. He.
Toyib.
He
halal gitu.
Hm. Berarti mencari rida Allah dengan
berbisnis.
Betul.
Ah, kok anu banget gitu ya? Kok sangat
panjang banget gitu. Itu apa yang
menginspirasinya dia? Apa itu? Saya itu
mm apa ya, Mas? Saya pernah ini sih
cerita sedikit ya ini.
Iya.
Saya pernah kena gert.
Oke.
Kena girdik
bisnis ya.
Mikir bis sampai kena gert ya. Kena ya
itu enggak nyampai saya pikirannya tuh
udah kayak dipaksa-paksain gitu. Terus
akhirnya pas waktu kena gert itu
kambuhnya itu tuh saya ngerasa kayak
saya tuh mau mati gitu loh
kayak perasaan cemas ansi gitu.
He he.
Itu saya enggak bisa tidur sampai saya
ee dapat obat penenang juga dari dokter.
Heeh. Heeh. He.
Nah, itu jadi saya mikirnya ya udah apa
yang dijalani sekarang itu kalau misal
pun kamu nanti ee berakhir gitu loh ya.
He.
Itu ee tujuan kita tuh tetap tetap Allah
gitu. H. He
gitu. Itu sih, Mas.
Jadi, dari kejadian itu akhirnya wah
sia-sia dong kalau saya mati ternyata
hanya mikirin bisnis enggak sampai ke
Allah gitu ya.
Iya.
Ee
gitu.
Menarikmenarik.
Nah, itu sampai apa Mbak? Maksudnya
sampai mikir apa kok sampai
inside itu pemicunya apa?
Ee waktu itu mikir yang les-lesan itu
loh, Mas.
Saya punya idealisnya kayak gitu. Saya
enggak punya partner buat diajak
ngobrol. Saya mikir sendiri.
Ya, gitu. Akhirnya, wah, gimana ya ini
gitu
kayak mikir yang sangat sepaneng begitu
ya.
Iya. Heeh. Kalau misalkan saya nurunkan
idealis itu
enggak, saya enggak mau gitu waktu itu
tuh gitu. Padahal kalau misalkan mau
diturunkan di lesnya saya kayak misalkan
ya udah ee ini lesanya kayak ee yang
biasa aja kayak orang-orang pada umumnya
pasti laris gitu loh.
Tapi saya enggak mau itu. Saya penginnya
ada value yang berbeda gitu. Itu
idealis apa yang waktu itu sangat dijaga
Mbak Diah waktu sampai pusing itu? waktu
itu karena saya itu ee yang saya
ceritakan tadi saya sering ikut workshop
he
eh parenting terus juga terkait dengan
gimana cara anak bermain berdasarkan
Al-Qur'an kayak gitu terus ee dan lain
sebagainya itu saya tuh gini les-lesan
ini itu harus ee mengajarin anak itu
melibatkan multisensori enggak hanya
mata, telinga, tapi juga sentuhan Tuhan
kayak gitu. Misalkan gini, anak
berhitung itu misalnya kayak ee hitam di
atas putih misal 1 + 1 2.
He.
Saya mau yang ada nyatanya. Mereka bisa
tahu ee satu tuh
sebenarnya tuh kayak gimana sih satu itu
bentuk bentuk ril-nya tuh gimana. Kan
kalau kita nulis angka satu ya
abstrak kan buat anak-anak kayak gitu.
Jadi ee kayak satu itu berarti ya ini
loh ini gelas ini satu
ini gelas satu
satu
jatuh gitu. Jadi ada alat-alat peraga
yang buat mereka itu bisa menerima gitu.
Itu lebih mudah sih untuk anak-anak
gitu. Terus juga ee apa ya
bermain dengan alam waktu itu kan
tempatnya belum ada galvalumnya ya masih
terbuka gitu masih ada banyak-banyak
tumbuhan. Jadi kalau misalnya ngajarin
anak biologi, oh ini akar. Jadi sama
tentonnya tuh saya bilang ini jangan
cuma dikasih gambar tapi kasih ini loh
nyatanya tuh akar tuh kayak gini. Di
tumbuhan ini akarnya seperti ini.
Tumbuhan itu akarnya seperti itu kayak
gitu.
Jadi k saya membayangkan memang agak
rumit ya.
Iya agak rumit. Makanya untuk cari orang
yang punya ee pandangan yang sama dengan
saya tuh aduh susah nih kayaknya gitu.
Iya. Iya. Terlalu idealis itu sih.
Iya. Iya.
Oke. Oke. Nah, akhirnya kemudian
menemukan sebuah formulasi bahwasanya
mencari rida Allah dengan berbisnis dari
timbul itu ya.
Iya.
Dari situ berarti di bisnis-bisnis yang
lain ini juga sudah value-value itu ya
yang diterapkan gitu ya di bisnis
kuliner itu.
Iya. Insyaallah.
Siap. Mbak Diah ee
mau apa lagi setelah ini?
Kayaknya mau mengembangkan itu dulu,
Mas. masih belum berani untuk nambah
lagi. Dimangin dulu yang tiga itu.
Oh, tiga itu dikembangin dulu gitu.
Iya, dikembangin dulu, dikuatin dulu
lah. He
gitu.
Kalau berkolaborasinya dengan suami
seperti apa, Mbak dia?
Kalau kolaborasi sama suami saya itu
lebih ini kalau untuk secara RnD
research development-nya menu itu saya
keuangan saya. Jadi suami itu lebih ke
ee pegawai manajer ee manajemen pegawai
iya SDM gitu.
Iya. Iya. Jadi yang nata orang itu
suami.
Keuangan sama
ee produk Mbak Dia. Oke. Kalau yang
kayak ibarat CEO begitu Mbak Dia
berarti.
Iya. CEO saya
gitu. bagaimana menjaga seorang
wanita si istri yang kemudian menjadi
CEO
supaya tetap bisa berbakti kepada suami
itu sebenarnya kembali ke diri
masing-masing ya sebenarnya. Iya. Tapi
saya ee menerapkan ini saya apapun yang
saya lakukan ee
seberapa
apa ya istilnya posisi saya apapun itu
tetap suami saya ada di atas saya.
Maksudnya
saya harus berbakti sama suami terus
apapun juga saya harus tanya dulu ke
suami ini boleh enggak gitu. He
begitu. Ee makanya dari awal tuh saya
kenapa pengin berbisnis biar saya itu
bisa di rumah saya enggak yang ee apa ya
keluar atau
kerja iya saya interaksi dengan mungkin
banyak lawan jenis kayak gitu. Saya
memang dari dulu membatasi untuk
bagaimana saya itu bisa produktif di
rumah,
bisa ngurus keluarga kayak gitu.
Baik, siap.
terakhir Pak D ya, kalau ternyata juga
banyak juga ee teman-teman pengusaha
yang rata-rata wanita
itu kena gert ya. Bagaimana saran Mbak
Dia untuk pengusaha-pengusaha wanita
itu?
Nah, ini salah satu tips dari saya bisa
sembuh dari gert
ya. Walaupun kalau dikatakan orang tuh
pasti punya asam lambung, tapi asam
lambung itu
ee ada macam-macam. Ada gert, emah,
terus kemudian tukak lambung dan
sebagainya.
Nah, hal yang paling ee apa ya? Gampang
sebenarnya itu sebenarnya bukan gampang
banget ya, tapi tergantung kemauan diri
sendiri itu adalah menjaga pola hidup.
Pola hidup sehat
harus olahraga. Olahraga yang paling
gampang jalan kaki. Sekitar rumah aja
wis itu gampang banget. Enggak perlu
modal. Jalan aja ya. Iya. Heeh.
Itu akan mengaktifkan
hormon ee endorfin. hormon kebahagiaan
wanita itu yang di rumah itu gampang
stres, Mas, gitu
pasti itu. Nah, itu cara-cara dengan
olahraga menjaga pol makan wi enggak
boleh telat makan, harus teratur
gitu. Itu alhamdulillah saya bisa terus
juga ee apa ya
ee kalau mikirin dunia itu pasti enggak
ada habisnya.
Jadi
ya udah dijalanin aja kayak
ya wis apa yang bisa dilakukan hari ini
ya udah dilakukan dijalani. Udah gitu
aja enggak usah terlalu pusing mikirin
besok gimana. Ya udah saat ini aja.
Heeh. Saat ini
apa yang bisa dijalanin dijalanin
gitu.
Kadang-kadang ekspektasnya tinggi
soalnya ya.
Benar benar benar.
Ekspektasnya tinggi. Oh kita kok masih
di sini gitu.
He iya. Sebenarnya saingan kita yang
terberat itu adalah diri kita dari kan.
Sepakat sepakat sepakat
enggak usah membandingkan kita dengan
orang lain
itu pasti berat.
Heeh. Heeh. Heeh.
Gitu.
Klasing setan Mbak Dia.
Ini alasan kuat kenapa saya berbisnis
itu adalah saya ingin bermanfaat bagi
banyak orang.
Hm.
Ee saya dari dulu pengin punya ee
teman-teman ya pegawai saya itu sebagai
teman saya. He he.
Terus
saya ingin membantu mereka. Jadi, rezeki
saya juga rezeki mereka
berbagi.
Emm. Dan
sampai sekarang saya me
berkolaborasi dengan anak-anak yang
lulus SMK, tapi dia belum bisa kuliah
untuk menjadi
partner kerja saya.
Hm.
Gitu.
sehingga
mereka bisa membantu orang tuanya, bisa
jajan dengan uangnya sendiri
kayak gitu.
Gitu sih, Mas.
Dalam banget, ya. Nah, berarti kayak
jadi karyawan itu diibaratkan jadi teman
ya.
Iya, jadi teman. Mereka tuh ee ini
sangat-sangat
dekat dengan hadiah juga.
Iya.
Kadang bingung ya untuk batasan ini
atasan atau ini
teman.
Teman.
Sekarang ada berapa temannya? Berarti
ada 12.
Oh. Ada 12 mereka ee ini Mas apa lulusan
dari ini SMK semua?
Oh
SMK semua gitu
dalam penantian menuju kuliah.
Iya ada yang mau menuju kuliah ada yang
ada yang memang benar sudah enggak bisa
kuliah begitu ya.
Heeh. Ada yang memang ya sudah fokus
kerja bantu orang tua gitu gitu.
Mantap. Terima kasih Mbak Dia. Semoga
bermanfaat usahanya makin laris. Nih,
Teman-teman yang belum datang silakan
datang. Xomei Mang CCP
sama bakso tunjungan. Apalagi yang satu
tadi?
Tropical
tropical Twist. Harus dicobain. Terima
kasih teman-teman. Sampai jumpa di next
episode. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:19 UTC
Categories
Manage