Menikah Malah Punya Hutang, Istri Hamil Ga punya Uang, Kini Sukses Berkat Usaha Sapu Lidi
FEn35lrw3p8 • 2025-10-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Waktu di bawah itu ya yang punya cuman
hutang. Hutang-hutang dan hutang itu
sebelum Ru kan sudah punya hutang duluan
ya untuk keluarga untuk makan ini untuk
kehidupan sehari-hari ini. Kalau aku gak
punya cita-cita ya Mas. Soalnya
lulusannya kan yo rendah Mas SMP. Jadi
kalau punya cita-cita kan ya kayaknya
gak mungkin yang tinggi-tinggi paling ya
kuliah bangunan kan gitu.
Kalau sales kan untung kan 500 kalau
bikin sendiri kan ada ada tambah sedikit
500 lagi kan gitu tapi perkaliannya kan
banyak jadi kadang seminggu itu kirimnya
satu kali dua kali tapi langsung full
gitu tergantung pemesanan kadang kan
R5.000 6.000 ada 2,5 gak gak pasti
diat berarti 1 bulan bisa R8.000-an Pak
di atas Rp10.000 R000 mungkin, Mas.
Kadang lebih kadang ya kurang. Tapi
kebanyakan lebih. Kayaknya gini sudah
cukup Mas aku Mas. Enggak terlalu ambisi
aku. Kalau gini sudah cukup ya sudah
gitu saya nikmati. Sering Mas rugi Mas
kiriman itu orangnya nak bayar itu
banyak. Sering juga tapi sekarang ya
hati-hati aku.
Uang yang nyantol di semua orang yang
ada itu dengan nominalkan berapa, Pak?
Mulai awal dulu paling hampir 100
paling. Sekitar 100 mentok paling mas
perkiraan total itu ya yang hilang.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Pak Huda, pemilik
perusahaan Sapu Lidi, lokasi Bendil Jati
Kulon, Sumber Gempol, Tulungagung,
2012 mulai awal merintis, usia 39
sekarang. Siap 27 28 mungkin mulai itu
iya sebelum bikin usaha sapu kuli
bangunan satu kedua kerja di pabrik gula
sebagai ini pekerja kuli tetap
sebelumnya itu merantau Kalimantan di
Papua sama kalau di Kalimantan itu nguli
nguli bangunan terus kalau yang di Papua
itu sablon sama ngojek pulang perantau
ya ini merintis sapulih di ini mulai
tahun perkira 13 tahunan lah mungkin
yang lalu mulai lainnya lulus merantau
langsungan.
Heeh. Sampai umur 2425 aku pulang baru
menikah. Menikah punya anak satu umur 3
2 3 tahun baru merintis sapuidi.
Kenapa dulu memilih usahanya ini Pak?
Karena ada yang membimbing Pak Lik saya
ada Pak De satu di selatan sana
ceritanya suruh ikut dia keliling dari
belakang ngikuti sama barang itu toh dia
bawa barang aku bawa barang suruh
ngikuti dari belakang putar sales lah
sales ke ini toko-toko itu ya terus
punya pikiran bikin sendiri kalau sales
kan untung kan 500 kalau bikin sendiri
kan ada ada tambah sedikit 500 lagi kan
gitu tapi perkaliannya kan banyak bahan
bakunya mudah di selatan sini banyak
nyarinya mudah Ah, tapi ya coklat-coklat
gitu. Di petani-petani kita ambil ada
lima ikat, 10 ikat kita ambil berangkat
pagi paling pulang ya habis magrib di
gunung itu di bukit-bukit itu kita
ambilnya.
Pak, sapu lidi itu dari apa tuh, Pak?
Kelapa. Ini lidapa toh? Kalau yang sawit
ada, cuman saya gak minat. Di pasaran
kurang. Ada lidapa, sawit sama nipah.
Apa itu? Aren ada tapi yang banyak dari
kelapa. Kalau dari sawit kan besar,
warnanya hijau. Karena juga besar. Kalau
dari kelapa ini kecil
proses sendiri itu ada 6 tahun aku, Mas.
Ya, 5 tahun lah mungkin itu saya sendiri
semua itu pekerjaan semua sendiri mulai
dari awal sampai akhir itu sendiri,
pemasaran sendiri total sendiri pokoknya
itu nyari di bukit sendiri dari rumah
kita proses nanti jadi kita keliling
sendiri gitu. Saya kerja sendiri gak
mampu, saya ambil satu orang nanti
tambah lagi satu orang gitu. Tambah
pesanan lagi tambah lagi satu orang kan
gitu ya. Memang 5 tahun itu belum ada
untungnya Mas. Orang usaha itu kalau
saya nilai itu jangkanya 10 tahun. Kalau
10 tahun itu nanti masih bisa aktif
insyaallah ya bisa lanjut. Kalau 10
tahun itu gak aktif ya mungkin ya jatuh.
Kalau aku gitu. Ukuran pekerjaan itu
usaha 10 tahun. Kalau selama 10 tahun
itu masih bisa ini berjalan. Kita
lanjut. Kalau 10 tahun gak bisa berjalan
kalah gitu. Heeh. Sebagian balik modal
sebagian yamin. Soalnya belum ini, Mas
belum ada pasar. Produksi terus, belum
ada pasar, pengeluaran kan terus. Tapi
saya tinggal di kerja lain ini. Kalau
ini pas sepi gak ada pesenan saya
tinggal ke sawah ke bangunan gitu.
Produksi sapu lidi sama keset utamanya
ini sama kesetnya. Tapi ya di sebelah
selatan sana kakakku yang mengelola.
Dulu saya yang mengelola tapi saya gak
mampu. Saya lemparkan ke kakak. Saya
suruh mengelola. Nanti jadinya saya
ambil semua gitu. Bahan saya antar
jadinya saya ambil gitu. Kalau di sini
ndak mampu aku, Mas. Tenaganya io ndak
bisa ngopi nanti ini jalan terus
pokoknya gak mampu itu kalau sama
kesetnya itu. Terus saya lempar ke kakak
itu. Saya ngurusi. Yang penting cukup
aja, Mas. Gak usah banyak yang penting
cukup. Itu aja
cukup itu waktu kita butuh ada itu
cukup. Nanti kalau ambisi malah gak
cukup nanti malahan eh sesuai ukuran aja
Mas. Ini Mas misal punya uang gini
cukupnya beli ini ya ini gitu aja gak
usah ambisilah ya. Bersyukurnya tetap
bersyukur Mas. Yang penting kan kita kan
tanggung jawab semuanya.
Heeh. Intinya cuma tanggung jawab sama
keluarga gitu. Kalau aku. Terus kan
kalau rumah tangga ya kalau masalah
ekonomi ya kadang kan kurang kadang
lebih. Nah tergantung kita menyikapi ya
saling curhat sabar gitu
ngobrol-ngobrol. Heeh. Kurangnya
gimana-gimana nanti kan ada solusi
biasanya gitu. Kalau nuruti uang ya gak
ada habisnya Mas. Semuanya kan kurang
sifatnya manusia kan. Nuruti banyaknya
uang gak ada habisnya. kurang terus
memangnya. Tapi kalau kita bisa
bersyukur insyaallah ya cukup kan gitu.
Sebelumnya waktu dikerjakan sendiri
sehari mampu keluar berapa?
Paling 60 biji. Mentoknya 100. Iya 2
hari sekali, Mas. Soalnya kan semua
sendirian. Nanti satu hari itu di bukit
ambil-ambil bahan, ambil yang lain itu.
Nah, nanti pekerjaannya besoknya kadang
malamnya itu kita bikin sendiri
terus kita gak mampu baru cari teman
satu gitu.
Sekarang sehari bisa produksi berapa?
Sehari paling ya 600, 700 kadang 800
gitu. Itu pengiriman kebanyakan di
Surabaya. Surabaya sama Banyuwangi
ada di Bali situ bagian ada di
Kalimantan.
Rata-rata satu pikep, Mas. Itu Mas
paling 2.400 2.000 kadang 3.000 gitu.
Kalau dinilai per hari gak bisa, Mas.
Kadang kan seminggu sekali keluarnya kan
gitu. Seminggu sekali itu kan bisa
R5.000, 6.000 kadang ya 2.000 kan gitu
kan. Enggak setiap hari kita kirim. Jadi
kadang seminggu itu kirimnya satu kali,
dua kali tapi langsung full gitu. Pakai
pikep, pakai truk itu gak pasti.
Tergantung pemesanan yang di sana itu.
Kadang kan R.000, 6.000 ada 2,5 gak
pasti.
Diatar berarti 1 bulan bisa R.000-an,
Pak. Ng
di atas R.000 mungkin, Mas. Kadang lebih
kadang ya kurang. Tapi kebanyakan lebih
uangnya. Paling sama loh, Mas. Gini,
Mas. Paling anak kita bayar anak-anak
satu paling kan Rp80.000. R.000 saya
juga dapat segitu seharinya sama kan
kita kan bagi rata hitungannya hasilnya
hitungannya untung 500 kita bagi orang 5
kan 100-an kan gitu kerja samalah kalau
di sini gak ada Mas apa namanya bos itu
gak ada kalau aku semuanya karyawan
gituel
ya bantu-bantulah dikit di gudang yang
sebelah sana itu prosesnya nya pemutian
lidi kan sebelah kan ada gudang satu
situ ya kita rendam pakai obat itu pakai
air ya prosesnya itu kan direndam
dikasih obat airnya dipanasin kita
rendam 2 3 hari baru kita ambil kita
jemur obatnya H2O2 itu pakai itu mudah
saja anu prosesnya cuman obatnya kalau
kena tangan ini sakit putih-putih itu
Mas obatnya itu obat keras memang ya
enak punya ini usaha sendirilah gak Ada
yang nyuruh paling yang nyuruh cuman ses
antar ini antar ini cuman gitu. Kalau
ikut orang kan ini suruh-suruh terus kan
gitu ya. Lebih banyaklah daripada ikut
orang.
Sudah dapat apa aja Pak Din?
Dapat gudang satu tapi kecil Mas itu kan
soalnya di rumah kan gak mampu ini
tempatnya saya bikin gudang di sebelah
belakang sana itu ya untuk tampungan
bahan mentah selidinya sama obatnya itu.
Kalau sini kan barang jadi hitungannya.
Kalau yang di sebelah itu barang
mentahnya. Nikah punya punya anak kecil
merant Kalimantan sekali terus pulang ya
baru ini produksi ini
sekarang berarti usianya
SMP kelas 3 di pondok Mas Putri
kalau sebagai tulang punggung keluarga
pernah merasakan
nelongso gak apa-apa Pak
yo pernah Mas e waktu gak punya apa-apa
lah hitungannya waktu di bawah itu ya
yang punya cuman hutang hutanghutang dan
hutang itu sebelum rantu kan sudah punya
hutang duluan ya untuk keluarga untuk
makan ini untuk kehidupan sehari-hari
ini. E habis nikah itu, itu langsung
punya hutang aku. Terus baru kita
merantau gak dapat uang di teman ada di
koperasi ada, di bank ada macamnya
banyak mas hutangnya. Ya alhamdulillah
kalau yang dulu-dulu itu sudah lepas
semua cuman sekarang ya. L dikit-dikit
masih ada tetap
kayaknya gini sudah cukup, Mas. Aku,
Mas, enggak terlalu ambisi aku. Kalau
gini sudah cukup, ya sudah gitu saya
nikmati kan gitu. Nanti kalau
cabang-cabang gini mau lebih besar,
lebih besar lagi nanti malah terjatuh
nanti biasanya gitu ya. Pengin sih, Mas,
cuman ya perlu waktu kan enggak enggak
langsung. Nanti kalau memang bisa
usahanya besar nanti ya besar sendiri
gitu. Mengikuti waktu aja kalau aku Mas.
Jadi enggak terlalu ambisi harus gini
gini gini gini gak. Soalnya dulu itu aku
pernah Mas ambisi Mas ambil ini ini
ternyata malah terjatuh ya. Udah ini
cuman kan masih pemula dulu kan ambisi
ini ini apa ambisinya masih banyak lah
tapi malah terjatuh waktu itu banyak
tapi gak bisa ini gak bisa terjangkau
malah terjatuh modalnya malah habis
sering Mas rugi Mas kiriman itu orangnya
nak bayar itu banyak sering juga tapi
sekarang ya hati-hati aku kiriman di
sana di sana bilang sudah masuk ternyata
ya belum dibayar orangnya lari itu biasa
enggak selalu mulus keuangan Mas gini
begini kirim mungkin ya berjaji R5 juta
gitu ya nanti dibayar R juta Rp3 jutanya
paling ya lupat biasa gitu.
Kalau jenengan hitung-hitung uang yang
nyantol di semua orang yang ada itu
jenengan nominalkan berapa, Pak?
Mulai awal dulu paling hampir 100 paling
sekitar 100 mentok paling perkiraan
total itu ya yang hilang ya.
Alhamdulillah kan masih bisa ini aktif
setiap hari orangnya hilang, kontaknya
hilang terus jauh-jauh jaraknya Mas ada
yang pokoknya jauh-jauh lah. Jadi ya wis
diikhlasne ae piye? Jadi enggak semulus
yang orang kira loh, Mas. Gini, wes,
latar belakangnya ya gitu. Sering ketipu
ini uangnya gak dibayar orang lari sudah
DP bahan itu bahannya gak cocok dari
sini rugi kan gitu. L sekarang masih ini
kita kasih DP bahan segini barang datang
gak sesuai speknya kan rugi kita tapi ya
dia aja tahunya orang luar kan ini
untung terus kan gitu
ya. Akhirnya jenengan menyiasati supaya
uangnya gak nyantol tuh bagaimana Pak?
Kita biar di sini biar nyampai tempat.
Kalau memang sudah tahu betul orangnya
sama speknya itu udah langganan gak
apa-apa kita kasih DP. Tapi kalau belum
tahu orangnya, belum tahu speknya
gimana, gak berani kita kasih DP.
Takutnya ini Mas seringkiali hilang
wongnya itu. He
ya. Istri cuma pendamping itu kadang
uangnya macet dapat lagi ya istri yang
tahu. Keuanganlah mungkin istri itu.
Kalau saya paling gini loh, paling
keluar cuman ngopi-ngopi gitu. Kalau
istri kan ngurusi uang-uang itu. Paling
saya kasih tahu suruh bayar ini, bayar
ini. Itu bagian istri.
Satu bisa kirim ke Kalimantan juga, Pak.
Ngih.
Minimal transaksi berapa, Pak?
Bisa. Yaitu satu pikup 2.400 picis.
2.00 picis.
Heeh. Kirimnya lewat pelabuhan, Mas.
Kita kasih surat jalan.
Nanti kasihkan ke pengurus ke krani itu
nanti sudah tahu nyampai sana nanti
ongkirnya san yang bayar. Luar negeri
belum pernah aku, Mas. Gak berani aku
soalnya volumenya terlalu besar modalnya
gak mampu. Pernah ada penawaran cuman
saya tolak gak berani. Modalnya gak
mampu pas itu terlalu besar terus resiko
juga terlalu besar. Heeh. Cita-citaku
bukan jadi pengusaha dulu itu. Saya gak
tahulah cuman ada yang bimbing itu loh
tadi loh kan kakak saya itu ada yang
bimbing terus saya ikut ikikut sampai
sekarang ini kalau aku gak punya
cita-cita ya Mas soalnya lulusannya kan
yo rendah Mas SMP jadi kalau punya
cita-cita kan ya kayaknya gak mungkin
yang tinggi-tinggi paling ya kuliah
bangunan kan gitu
io tidak pantes koy mas koy cara punya
cita-cita koy enggak mungkin ngono jadi
ya wis plusasi pisan sopo ono oh iku
sekolah mau lanjut aja Gak ada biaya.
Cita-cita apa? Sekolah aja gak ada
biaya. Kita kerja sehari dimakan sehari
habis kadang ya min kan gitu. Gak
cukuplah hitungannya kerja sedina mangan
sedino gak cukup mas soale kan tunggal
kan oke cara bapake biyen tunggale en
jadi cara bapak kan cuman tani
terakhir keenam
keadaan paling berat yang alami itu di
pada saat apa, Pak? pada saat istri
hamil ya gak ada pekerjaan untuk
periksa-periksa itu kan gak ada uang
juga tapi waktu itu periksa ke dokter
Rp20.000 kalau gak salah Mas itu kerja
sehari Rp25.000
itu gak setiap hari itu belum bensinnya,
belum makannya belum rokoknya kan min
terus itu selama hampir setahun lah
mungkin aku pokoknya waktu istri hamil
itu waktu terpuruknya terus paling berat
ya di situ untuk makan aja susah Mas itu
kemarin tuh waktu itu ya wunya kan ikut
ini mertua di sini terus saya cuman
bingung loh Mas bingung mau mau kerja
ini gak cukup gak kerja ya malah gak
cukup cari pekerjaan ya gak ada terus
keperluan Kan setiap hari itu kan
berjalan kan gitu pegangannya ya. Di
balik kesusahan kan ada kemudahan cuman
itu aja. Penake ngomong saiki kok susah
bariki mesti penak kulo yakin ngoten.
Tapi lek wis penak yo ngguyu bar iki
susah kulo ngoten dadi susah senenge
dadi wong ruwi ben panggah l aku ngono
dadi panggah biasa terus sampan nila aku
kan penak ya jadi aku kan susah senang
tak g ngene iki jadi
diga santai panggan ngopi dolan ngopi
dolan kalau membahagia pokoke anake karo
bojone ora mrengut ya wis cukup ngono
tok pokoke gak sering tukaran mas nek ku
tok lek sering tukaran ekonomi malih
ngepek intine Cara enek yao dipangan
barang den ora enek ya aja susah aku wis
ngono tokungane. Dadi cara wayah leh
duwe duit ngono ya wis biasa wis
ngono-ngono den ora duwe duit ya wis
menengo aku takon ngono tok Mas. Dadi
wong nilai iki wong ora enek susahe
ngono paling kesel kesel nek pikiran
Mas. Mungkin kan uang belum cair
dihubungi susah kan gitu dananya susah
itu paling ya ya itu kepikiran itu
pusing pusing itu tapi ya dolan aku lek
pusing malahan lag ning pantai cah-cah
ngo iku yo prei sediro dolan ngono
yo mintai neng anak ii yo wis jadiadi
anak sing saleh salhah iku wis cukup lah
aku soale kan anak perempuan kalau anak
laki-laki bebas mas saya suruh minta
kuliah bebas Tapi kalau anak perempuan
memang saya wajibkan di pondok
pengalaman agama kan kalau anak
perempuan kan enggak wajib mencari ini
nafkah. Kalau anak laki-laki bebas dia
mau punya cita-cita apa itu bebas. Tapi
kalau perempuan ya itu yang penting
masuk pesantren itu aja lah. Kalau aku
loh
orang yang paling berjasa dalam hidup
jenengan.
Paling berjasa ya. Cuman istri iku mas
kadang kan yo didungakne kadang yo poso
ngono iku to kan hitungane surungan kan
teko kuwi diwangi kene ndak posao kono
sing poso ngono kuwi koy senin kamis iku
de poso lah cara dongo mas yo dongo kan
paling setahu aku ya paling mandi kan
cuman ibu sama istri ya cuman iku wis
pengaruhe paling pengaruh utama lek koy
wong jobe pengaruh utamane opo lho ora
enek itu ng duite nyantol yo wis ilang
wis bar ya obur tapi sijine wis gak enek
mas mbokku mas paling Baru 100 hari ini
paling durung suwi banget dengan nyuwun
dongo teng mamak umbok gitu.
Sering banget Mas. Wong orang sakit
kepala aja aku ke sana kepala dipukuli
gini-gini mari kok. Itu ngepek banget
Mas orang tua yang perempuan itu aduh
ngepek banget pokoke. Yo intine lek
ngomongi sing penting ojo ngapusi wong
nam ngoten mas. Unine lek ngapusi wong
awakmu mesti dua kali diapusi ngono wis
iku tok ngapusi siji balik loro
hitungane malian lek cara mboke ngono
kui saya pak huda pengrajin sapulidi
alamat bendel jatik kulon sumber gempol
tulung agung kalau ada pemesanan silakan
lihat di kolom deskripsi siap terima
kasih wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
warahmatullahi wabarakatuh
Ur-ubur K apa nyambut gae.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:32:23 UTC
Categories
Manage