Transcript
17sA86xoi3o • Bisnis Triliunan Tapi Hidup Seperti Rakyat Biasa
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0630_17sA86xoi3o.txt
Kind: captions
Language: id
Valuasi yang pernah saya hitung kasar
itu triliunan lebih lah valuasinya.
Alhamdulillah sampai detik ini bisa
dicek di rekening tidak pernah rekening
saya itu di atas R1 miliar. Kemarin ada
yang tanya punya McLaren? Enggak punya.
Saya ingin teman-teman yang belum
merasakan umrah, saya ingin berbagi
kesempatan. [musik]
Teman-teman di sini bisa umroh semuanya
gratis, pesawat semua gratis.
Teman-teman bisa komen di [musik]
akunnya pecah telur untuk mendoakan
perusahaan kita Um dan Trisna Grup dan
tulis kenapa kalian ingin umroh dan yang
terbaik menurut saya itu yang kita
berangkatkan umrah gratis. Mau
masyarakat Indonesia atau di seluruh
dunia boleh.
Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Nama saya Egi Aditywan.
Saya tinggal di Kediri. Saya asli
Kediri.
Alhamdulillah sekarang saya membawahi 60
PT dan 30-an brand. Jadi keluarga orang
tua itu wiraswasta zaman dulu namanya.
Dan alhamdulillah menular ke saya dan
didikan orang tua waktu SD itu waktu
liburan itu saya sudah kerja diminta
kerja oleh orang tua tapi dikasih
tambahan [musik] V. Jadi waktu liburan
kita pabrik pupuk awalnya dulu kita
nempelin stiker di botol. Alhamdulillah
dari situ dapat V satu. [musik] Yang
kedua dari SD pun kalau kita dapat waktu
hari raya itu kan ada tante om pakde
Bude ngasih kita sudah diajari invest
uangmu [musik] ini beli ayam aja nanti
yang ngelola dulu Bude dari ayam ini
nanti bisa nambah nambah nambah dan
seterusnya. Alhamdulillah.
Mas dulu kan ada back dari bupati Mas
enggak ke arah sana?
Belum. belum. Jadi kemarin itu saya
waktu lulus kuliah saya diamanahi
sekitar 3 bulan PT lah untuk
menggantikan orang tua. Setelah itu
bertumbuh, bertumbuh, bertumbuh. Dan
orang tua itu yang bikin mungkin beda
dengan yang lain. Orang tua ini
mentargetkan itu bukan keuntungan, tapi
mentargetkan itu setahun kamu bisa
nambah berapa PT, setahun kamu bisa
nambah usaha apa aja. yang alhamdulillah
akhirnya saya fokusnya ke nambah usaha
itu yang akhirnya sekarang 60 BT
tersebut. Dari situ ternyata saya di
titik mengelola perusahaan sedemikian
banyak itu benar-benar sangat berat
menurut saya. Ini tantangan yang luar
bias lah menurut saya pribadi. Terus
Bapak ternyata minta saya maju bupati.
Setelah saya pertimbangkan, saya ada
satu syarat, enggak apa-apa maju asalkan
saya tidak mengelola perusahaan sebanyak
ini. Saya off, saya mending fokus ke
pelayanan masyarakat lah. Ya, akhirnya
yang sekarang ini alhamdulillah Allah
memberikan jalan terbaik yang seperti
ini.
[musik]
Hal dari Mas I sendiri nyaman sebagai
seorang pengusaha atau seorang pelayan
publik?
Saya pelayan masyarakat tetapi melalui
jalur usaha. Saya memberikan manfaat ke
banyak orang ikhtiar melalui jalur
usaha. Kalau boleh flashback, waktu SMA
itu saya ada privilege. Orang tua itu
jualan susu, salah satu susu pasurisasi
lah. Karena orang tua punya, saya
dibolehkan menjadi agen. Setiap subuh
nyiapin produk tersebut, ngambil dari
kulkas, dimasukin kebok, saya antar ke
SMA SMA. Dan itu menurut saya tambahan
uang jajan yang luar biasa. Karena dulu
uang jajannya tiap bulan Rp60.000 pada
saat itu. Qadarullah saya enggak bisa
ngelanjutin jualan itu karena
perusahaannya si susu ini tutup.
Otomatis saya menjadi agen juga tutup.
Terus qadarullah di tahun ketiga saya
pindah jurusan. Sejak pindah jurusan itu
saya malu untuk kuliah kalau dibayar.
Ini kan salah-salah saya sendiri. Saya
pindah jurusan dari IT ke sistem
informasi. Akhirnya alhamdulillah saya
membiayai kuliah full sendiri. Itu
jualan apa? Jualan distro. Mungkin
teman-teman Kediri tahulah. Terus yang
kedua pernah jualan pulsa, baju polos,
sepatu dan lain sebagainya. Yang
akhirnya pada saat saya lulus
pengalamannya sudah ada. Jadi seperti
itulah uniknya kalau di orang tua kami
pendidikan itu bukan fokus utamanya.
Kamu berpendidikan boleh, tapi
pengalamanmu jangan lupa terus diasah,
ditambah agar intuisinya juga terus
terasa. Jadi, pada saat saya kuliah pun
saya diminta membangun stasiun pengisian
dan pengangkutan IPG. Jadi, sambil
kuliah sambil bangun SPPBE. Saya
berusaha sebaik-baiknya kalau urusan
kuliahnya molor ya qadarullah lah. Tapi
saya enggak mau alasan itu. Ya sudah
saya tetap SPB alhamdulillah sekarang
sudah jalan juga kuliah juga
alhamdulillah lulus ditolong Allah.
Mas waktu lulus kuliah diamanahi 30 PT
ya?
Iya 30-an.
Bagaimana itu prosesnya?
Mungkin ya menurut saya pribadi ya
mungkin pada saat kuliah itu kan juga
sambil kerja juga di diamanahi orang tua
untuk membangun usaha. mungkin
kelihatannya mampu. Akhirnya saya lulus
kuliah langsung menggantikan orang tua
pada saat itu. Tapi pada saat kuliah
sudah pernah rolling di beberapa tempat
selain membangun sendiri itu dari
jabatan purchasing pindah ke yang lain
semua. Jadi dicobai muter sudah dicoba
akhirnya mungkin setelah lulus itu
pengalamannya sudah ada ya.
Perusahaan apa Mas waktu itu yang waktu
itu diamanahkan ke Mas? Ada kita mitra
Pertamina yaitu SPBU, SPBE, ada Pupuk
juga ada agen LPG sama BPT namanya
bengkel pemiliraan tabung LPJ.
Pada saat itu saya sudah sangat siap ya
menurut saya. Oke. Alhamdulillah
langsung merubah budaya yang sebelumnya
antara satu PT ke PT lain mungkin kurang
harmonis. di bawah kepimpinan saya
alhamdulillah jauh lebih baik dan agak
ada program-program baru yang menurut
saya itu sesuai dengan visi generasi
pertama
luar biasa.
Sedang apa kita di sini ya jangan
diingat-ingat dulu ya. Kita di sini
bersenang-senang.
Sedang apa [tertawa] kita di sini?
Bersenang.
Ayo sini dulu.
Jadi pada saat saya menjabat ada
program-program kan orang tua itu selalu
menekankan bekerja karena Allah. Sudah
statementnya seperti itu lah untuk
mendelivery ini ke sebuah perusahaan itu
seperti apa. Akhirnya sampai detik ini
ada namanya ambulan gratis.
Alhamdulillah banyak tetangga dan
teman-teman juga terbantu. Ada program
keramik masjid itu yang sebelumnya sudah
jalan memang, tapi sejak saya saat saya
masuk alhamdulillah jauh lebih
berkembang. Jadi untuk semua masjid
gratis keramik. Yang ketiga ada satu
juz, satu tiket umrah. Itu alhamdulillah
sudah banyak yang berangkat. Terus ada
lagi kajian yang itu tiap pekannya ada
dites nanti yang nilainya terbaik juga
diberangkatkan umrah. Dan ternyata dari
situ manfaatnya itu masyaallah ternyata
banyak orang yang bermimpi umrah,
karyawan tapi tidak bisa. Terus yang
kedua, banyak harapan-harapan
teman-teman karyawan itu pengin berdoa
di sana, pengin diijabah tempat-tempat
mustajab di sana itu akhirnya 1 2 3
banyak orang itu terkabulkan. Ada satu
OB di sini karena ada program 1 juz satu
tiket umrah ini dia bersih-bersih nyapu,
ngepel semuanya itu sambil dengerin
murotal. Terus alhamdulillah beliau
setoran, alhamdulillah lolos dan dia
berangkat. Loh, kenapa kamu kok sebegitu
inginnya berangkat umrah itu? Kenapa?
Ternyata dia pengin punya momongan. Set
dia berangkat minta pada Allah di
tempat-tempat mustajab. Pulang dari
sana, alhamdulillah dikasih Allah
momongan.
Beneran bisa dapat?
Beneran bisa. Alhamdulillah bisa dapat.
Masyaallah.
Terus ada lagi yang lulus SMA itu pengin
kuliah. Tapi qadarullah karena ibunya di
rumah sendiri dengan berat hati aku
sebenarnya pengin kuliah tapi jadi
nemenin ibunya tapi wis bismillah
ikhlas. Akhirnya dia kerja di salah satu
perusahaan di sini terus mencoba
hafalan, mencoba hafalan. Kemarin baru
setoran, alhamdulillah lulus juga. Terus
dia berpikir bentuk berbaktinya kepada
orang tua ini dapat hadiah umrah dari
Allah. Kan sebenarnya perusahaan cuman
perantara aja ya. Dan banyak lagi yang
pengin berangkatin orang tuanya. Luar
bias lah menurut saya. Wong usaha zaman
dulu itu yakin bahwa kalau sudah minta
tolong Allah, sudah berusaha insyaallah
Allah ngasih jalan. Sesimpel itu
kelihatannya. Jadi selama kamu serius
untuk mengerjakan tugas atau membangun
perusahaan selama kamu serius harusnya
ini berjalan mungkin sesempel itu. Jadi
mau nambah 3, 4 5 sampai di titik 60
sekarang ya insyaallah jalan gitu loh.
Tapi kan dari sisi saya kalau diurusi
semua kan berat. Akhirnya ya itu saya
ada ide membuka hotel Minimart atau
seperti SPBU. SPBE itu kan bisa dibilang
SOP-nya sudah dibantu oleh Pertamina dan
kita tinggal menjalankannya berikhtiar
melayani masyarakat dengan cara yang
terbaik. Itu aja sih.
Kalau yang menurut Mas Egi paling susah
untuk dibuka waktu itu apa, Mas? Yang
paling rumit ini yang terbaru ini parfum
karena di situ ada membangun produk
branding, corporate branding itu di saat
bersamaan. Contoh-contoh misalkan kita
bangun Fotel ini juga salah satu Fave
Hotel terbesar di Indonesia. Mungkin
teman-teman bisa mampir itu kita memang
ruwet waktu bangun SWBU, waktu bangun
hotel, ruwet perizinannya,
pembangunannya, berurusan dengan
konsultan. kontraktor, perizinan dan
lain-lain sebagainya. Tapi pada saat
hari H buka, misalkan contoh SBU yang
dekat sini malam besok dibuka. Oke, wis
bismillah semoga Allah tolong buka jam
.30 lebih itu sudah ngantri panjang.
Kita tidak perlu mendatangkan customer.
Tapi kalau produk misalkan contoh
parfum, ayo kita bikin pabrik. Kita
kebetulan pabrik sendiri parfumnya sudah
bikin produk terus mana bisa seperti PBU
tadi ataupun hotel yang harapannya
berjalan dengan sendiri ya enggak bisa
itu membutuhkan produk branding,
corporate branding yang memang
benar-benar harus diurusi. Satu, kenapa
saya kok memilih parfum? Karena dari
hasil riset parfum ini yang masih bisa
bertahan puluhan tahun ke depan. Yang
kedua, saya datang ke sebuah mall. Salah
satu brand yang ini brand parfumnya ini
dipakai oleh presiden kita Pak Soekarno
dulu. Loh, kok dari Pak Karno? Berarti
ini perusahaan sudah lama kan?
Saya cek ternyata perusahaan ini sudah
200 tahun. Berarti kan ini perusahaan
yang jangka panjang. Sedangkan
perusahaan aja yang bisa bertahun 10
tahun aja sudah bagus gitu maksudnya.
Terus saya datang, saya coba duduk 1 jam
di sana, transaksinya R5 juta. Padahal
harga parfumnya juta Rp15 juta. Ohoh
berarti ini selama kualitas terjaga
insyaallah kita jual parfum ini [musik]
harusnya bisa laku. Terus yang lebih
terpenting lagi Rasulullah itu teladan
yang paling baik entah dari akhlaknya
dan semuanya. Dan [musik] beliau
jasadnya itu selalu wangi. Jadi parfum
itu menurut Islam tidak sekedar
kebutuhan atau budaya, tapi sebuah
tuntunan dari Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Jadi ini yang
menginspirasi saya agar banyak orang
yang bisa memakai parfum agar mencontoh
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Jadi kebetulan kita mempunyai
pabrik sendiri. Untuk menelurkan sebuah
produk ini membutuhkan 6 sampai 8 bulan.
Contoh ada produk namanya Active Core.
Sebelum ini produk dikeluarkan, coba
teman-teman di sini 10 orang lari pakai
10 parfum yang berbeda. Jadi ada parfum
yang kena keringat itu tambah tidak
enak, tambah kecut, hilang, macam-macam.
Dan kita menemukan dari puluhan ini satu
yang aromanya itu kalau disemprot di
baju waktu olahraga aromanya akan muncul
setelah dipakai olahraga. Udah dipakai
traileran naik tiga gunung sekaligus
dalam 1 hari itu aromanya masih tetap
wangi. Terus produk lain kita juga
disemprot di bahan jersei, bahan katun
sama seperti yang disajadah itu ya beda.
Ada yang tiba-tiba di jerse hilang. Jadi
memang beda-beda.
Kenapa namanya Umai, Mas? Karena Mus'ab
bin Umair itu kan salah satu yang mirip
dengan Nabi dan dia terkenal kalau
beliau pakai parfum aromanya semerbak
dari jarak jauh. [musik] Tapi sebenarnya
itu kan Mus'ab bin Umair, Musabnya
sebenarnya. Ini saya ngambil
umairnya.
60 perusahaan itu berapa, Mas? Se
putarannya itu, Mas, ya?
Valuasi yang pernah saya hitung kasar
itu triliunan lebih lahnya.
Alhamdulillah. Tapi kalau teman-teman
kan wah ini ya banyak. Alhamdulillah.
Tapi kalau jenengan bertanya 10 miliar
di umur berapa sampai detik ini bisa
dicek di rekening tidak pernah rekening
saya itu di atas R miliar. Jadi 1 miliar
aja saya belum pernah. Kenapa seperti
itu? Satu, saya dengan keluarga kecil
saya berikhtiar semampu kita dahulukan
kepentingan banyak orang daripada
keluarga kita sendiri dulu. Terus yang
kedua, uangnya itu sebisa mungkin kita
tidak pernah ambil dividen. Jarang
sekali kita ambil dividen. Jadi
sistemnya kita gaji karena fokusnya kita
ke gaji. Terus semuanya keuntungan ini
kalau enggak untuk usaha untuk
masyarakat. Yang keramik itu pernah saya
hitung 5 tahun lalu itu sekitar 60.000
keramik sudah tersalurkan. Mungkin
sekarang sudah Rp100.000. Alhamdulillah
semua berkat Allah. Terus Bapak sendiri
juga fokusnya untuk janda yang kurang
mampu sebisa mungkin dibantu sebisa
perusahaan kita. Terus karo Ibu
membangun masjid salah satunya di Bumul
itu
di antara beberapa perusahaan yang
paling banyak untungnya yang mana?
Rata. Alhamdulillah rata budaya di kita
perusahaan A untung kita bikin
perusahaan B. Perusahaan A B untung kita
bikin perusahaan C. Perusahaan A B C
untung bikin perusahaan D. A B C D
untung bikin perusahaan C sampai 60 ini.
Semoga saya diingatkan terus sama orang
tua, jangan lupa ini kerja kita ini
semua untuk Allah. Sampai detik ini
selama kemarin ada yang tanya punya
McLaren? Enggak punya di rekening R
miliar aja kan enggak enggak pernah ada.
Kalau budaya kita tetap makan nasi pecel
bubur pagi dan lain-lain. Semoga ini
terus berlanjut dan semakin memberi
manfaat kepada banyak orang. perintis
itu berat karena beliau mengalami
sesuatu yang luar biasa. Jadi
perintis-perintis itu kecenderungan
intuisinya itu kuat. Kalau generasi
kedua ini kalau dia bisa mengembangkan
itu kecenderungan berikhtiar melalui
jalan ilmu. Bukan intuisi saja datanya
seperti apa, risetnya seperti apa. Kalau
generasi pertama dulu intuisi ini
kelihatannya buka untung buka. Kalau
generasi kedua ini sebelum buka kita
riset pasar dulu potensi enggak
marketnya. Cuman dari generasi kedua
sendiri yang saya lihat juga ternyata
enggak mudah. Teman-teman saya sendiri
kan banyak generasi pertama juga banyak
yang generasi kedua ini enggak mau
melanjutkan usaha orang tuanya. Mungkin
ada yang jadi notaris, jadi dokter, jadi
macam-macamlah. Ada yang pengin buka
usaha kafe, ada yang boleh. Tapi harus
bertanggung jawab bahwa usaha yang dulu
dibangun generasi pertama itu harus
diikhtiarkan. Minta tolong pada Allah
bisa lanjut sampai generasi ketiga. Dan
itu ternyata bukan hanya modal. Saya
survei teman-teman di sini generasi
kedua enak ada modal. Coba kamu saya
kasih R10 juta bisa enggak ini jalan?
Kurang Pak.
R00 juta. Rp50 juta. Siap. Terus ini
kamu mau ngapain? Bingung. Jadi ternyata
itu membangun usaha itu butuh ilmu juga
enggak enggak enggak sederhana gitu
maksudnya.
[musik]
Jadi generasi pertama itu selalu
memesankan bekerja karena Allah. Saya
sebagai generasi generasi kedua
menterjemahkan dalam bentuk corporate
value yaitu yang pertama selalu setiap
menghadapi permasalahan entah di rumah
entah di kantor pertama kali yang
dilakukan jika menemui masalah adalah
minta tolonglah kepada Allah dulu. Itu
yang wajib kita lakukan untuk semua
karyawan di sini. Begitu juga dengan
saya dan keluarga selalu berikhtiar.
Setiap menemui masalah minta tolong
kepada Allah dulu. Terus yang kedua,
berilmu dulu sebelum beramal. Banyak
orang niatnya sudah benar, saya pengin
usaha, saya pengin sukses, niatnya sudah
benar. Tapi kalau tanpa ilmu ternyata
juga hancur. Tanpa pertolongan Allah
kita dikasih ilmu juga hancur juga. Yang
ketiga, teman-teman harus mempunyai
mental pemenang, harus optimis, tahan
banting, tidak pernah mudah menyerah.
Corporate value. Yang keempat, jauhi
mental pecundang. Saran saya cari ccle.
yang memang mendukung kamu mempunyai
mental pemenang. Karena kalau enggak
bikin usaha bangkrut-bangkrut enggak
laku. Enggak laku kan jadi mentalnya
jadi pesimis, tidak berani mengambil
resiko. Saya pernah tahu dulu ada
statement itu kalau kamu mempunyai 10
orang teman, 10 orang sukses, kamu jadi
orang yang ke-11. Simpelnya seperti itu.
Kalau kamu mempunyai ccle pandai besi,
kamu akan terkena sangitnya. Kalau kamu
penjual parfum, kamu akan minimal
terkena aroma wanginya. Corporate
perusahaan tadi yang saya bikin itu
sebenarnya value keluarga kami dari
semua masalah minta tolong pada Allah,
berilmu dulu sebelum beramal, berikhtiar
menjadi mental pemenang, berusaha
menghindari mental pecundang, dan yang
terakhir selalu berusaha terus-menerus
dan tidak pernah lelah. Tapi ada
tambahan satu lagi, dahulukan
kepentingan orang banyak dulu daripada
diri kita. Kita mau makan nasi pecel
selama itu cukup enggak masalah.
Misalkan uang di rekening ada R10 juta,
ternyata ada datang Rp9 juta. Ini untuk
membiayai rumah sakit orang ini sudah
urgen lah. Rp95uta pun kasih semua
enggak masalah. Yang penting
R500.000-nya ini cukup untuk saya istri
dan anak. sudah itu dan itu melatih
terus-menerus sampai dari awal nikah
sampai sekarang maksudnya
sampai detik ini Allah ngasih saya
setiap masalah itu saya nikmati gitu.
Saya sempat tanya ini saya sakit atau
gimana ya? Kok kok semua keadaan itu
saya bersyukur gitu loh. Sampai di titik
saya tanya, "Ustadz, anak saya meninggal
tahun lalu itu sudah lahir tapi enggak
bernafas terus diusahakan ternyata masih
bisa. Ternyata kula satu pekan meninggal
tapi saya bermset alhamdulillah ini
insyaallah yang terbaik." Saya jadi
enggak pernah meratapi sebuah kejadian
yang musibah besar gitu ya. Tetap
alhamdulillah ini yang terbaik. Takdir
sudah ditulis 50.000 1000 tahun sebelum
alam semesta dicakakan. Ya sudah
maksudnya. Dan istri alhamdulillah juga
dikasih hidayah seperti itu. Saya
dikasih hidayah seperti itu. Dan saya
tanya ustaz ternyata enggak apa-apa itu
bagus gitu. Oh ya sudah alhamdulillah
semoga ini memang benar-benar bagus.
Bukan saya yang kenapa gini ini kok
maksudnya dengan keadaan kemarin kan
tiap orang itu sebenarnya punya masalah
ya. Entah ada anak yang meninggal entah
ada yang support sistemnya keluarga itu
enggak jalan, entah kadang bertengkar
sama anak entah punya hutang segunung.
Kalau saya melihatnya dari situ, saya
ada teman hutang 2 miliar, 3 miliar.
Terus ada workshop loh, salah satu
workshop pulang dari sana ternyata ya
happy. Alhamdulillah. Loh, kenapa?
Ternyata ada utang yang 10 miliar, 20
miliar, 50 miliar dan sudah terbukti
yang pulan miliar tadi juga beres gitu.
Maksudnya
hal yang paling membahagiakan sampai
detik ini orang tua saya masih hidup dan
orang tua selalu mendoakan saya setiap
hari. Terus keluarga, anak, istri juga
support sistemnya bagus, selalu
mendoakan terutama orang tua kedua orang
tua saya masih hidup dan saya akan
berusaha memberikan yang terbaik untuk
kedua orang tua saya. Setelah ikut
kajian, ternyata orang tua itu peran
yang sangat penting di agama kita. Sejak
saat itu dengerin kajian Uwais Alqhorni
meskipun itu bukan sahabat, bisa
menggendong ibunya ribuan kilometer.
Bentuk berbaktinya itu sebegitu besar.
Saya saya enggak ada apa-apanya. Makanya
saya terus berikhtiar bagaimana caranya
agar bisa menyenangkan dengan kapasitas
saya.
Saat ini karyawan yang dinaungi holding
berapa, Mas?
Ada 1000an lebih lah.
Dari 1000 lebih itu yang pernah
mendapatkan umrah dari perusahaan berapa
orang, Mas?
Banyak. Banyak puluhan. Karena ada yang
satu dobel-dobel. Ini ada yang kemarin
setor 4 juz enggak mau berangkat dulu.
Mungkin nunggu ibu sama istrinya biar
bisa ikut. Berarti dia setelah 1 juz
hafalan langsung gratis umrah. P
langsung gratis umrah dan berlaku
kelipatannya 1 juz satu tiket umrah.
Tiket kedua 2 juz. Tiket ketiga 3 juz.
Labik Allahumma
labbaik. Labbaika la syarika laka
labbaik. Innalda.
Jadi saya ingin teman-teman yang belum
merasakan umrah, dahsyatnya berdoa di
tempat mustajabah dan pahala yang semoga
Allah terima, saya ingin berbagi
kesempatan dengan Umair juga.
Teman-teman di sini bisa umrah gratis
dari penginapan, makanan, akomodasi,
semuanya gratis. Pesawat semua gratis.
Teman-teman bisa komen di akunnya pecah
telur untuk mendoakan pecah telur dan
perusahaan kita Umer dan Trisna Grup.
Silakan doakan dan tulis kenapa kalian
ingin umrah. Dan yang terbaik menurut
saya atau kita tim kami itu yang kita
berangkatkan umrah gratis free untuk
semua mau masyarakat Indonesia atau di
seluruh dunia boleh. periodenya 1 bulan
sejak diposting ini. Silakan komen,
silakan mendoakan. Nanti yang terbaik
menurut kami, yang paling menyentuh itu
yang akan kita berangkatkan umrah. Kalau
ternyata yang kepilih perempuan kan
harus berangkat dengan mahram ya. Saya
berangkatkan pribadi tambah untuk
mahramnya free juga. Alhamdulill
berarti dua, Mas.
Dua. Dua.
Kalau yang laki-laki satu.
Yang laki-laki satu. setiap keadaan
apapun, setiap menemui masalah apapun
harus wajib minta tolong kepada Allah.
Bahkan saya dulu diberitahu ustaz
sebelum kita tidur kita minta tolong ya
Allah jagalah anak-anakku ini. Karena
apa? Pada saat tidur enggak tahu
tiba-tiba ada lemari jatuh menimpa anak
kita. Jadi sebelum tidur pun kita minta
tolong pada Allah. Terus yang kedua,
dahulukan kepentingan banyak orang dulu
daripada kepentingan pribadi dulu. Terus
yang ketiga, kalau teman-teman ingin
sedikit berubah setelah minta tolong
pada Allah, terus berusaha berilmu dulu
sebelum beramal. Berusahanya ini dalam
artian carilah ccle yang baik yang
sesuai dengan mimpimu. Kalau pengin
hafalannya bagus, cari teman-teman yang
hafalannya bagus untuk selalu diingatkan
hafalannya. Kalau ingin menjadi
pengusaha dengan target omset R1 juta,
R10 juta, R juta, R miliar, 10 miliar, R
miliar, bahkan R triliun, berusaha cari
ccle yang support dengan kamu. Itu salah
satu mindsetnya kalian akan terbantu
terbentuk. Kalau ccelnya itu optimis,
kamu akan optimis. Kalau ccelmu pesimis,
kamu akan pesimis. Saya Egi Aditiawan
dari Trisna Grup. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
[musik] Terima kasih,