WASPADA! Ini Faktor Sulit Hamil Pada Wanita Yang Sering Dianggap Sepele - dr. Fatchur Rahman, Sp.OG
6eqnNMHOeQM • 2025-11-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Dia kembali ke saya dengan apa? Laporan
kalau dia hamil.
Oke.
Alhamdulillah sudah operasi selesai
sudah. Jangan ikut KB apa-apa. Sudah
disyukuri. Sekarang sudah punya anak
enggak sampai setahun hamil lagi lah.
Ini syukurnya dia sudah berusaha sekian
lama ke saya juga, ke Surabaya juga
enggak hamil-hamil. Akhirnya begitu
hamil sekali berikutnya malah
brudul gitu.
Iya. Ya, itu yang kita memori yang memor
dari saya seperti itu.
Kalau kebiasaan yang mungkin bisa
dilakukan sebelum datang ke tempat
praktik klinik dokter itu apa, Dok?
Misal kayak
i
ee kebiasaan mungkin tidak boleh apa
terlalu capek atau apa itu ada enggak,
Dok, seorang wanita atau pasangan yang
melakukan ingin memiliki buah hati?
Iya. Sebetulnya yang paling sering
penyebab itu karena wanita. Oke. Ada
yang 2 bulan gak main 3 bulan itu
biasanya berhubungan dengan masalah
ovulasi itu. H
itu juga menjadi salah satu penyebab ee
ketidaksuburan. Kalau mau USG yang titis
ya tempatnya di dokter Fatkur.
Betul ya, Dok? Ya.
Berita dari mana itu?
K dapat bisikan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Nggih, terima kasih Dr. Fatkur sudah mau
datang di podcast pecah telur.
Iya, sama-sama.
Jadi ee sobat pecah telur, kita
menghadirkan seorang pengusaha di bidang
klinik. Betul, dokter ya?
Iya.
Di bidang klinik yang yang sudah senior
lah ya. Jadi insyaallah kita akan
belajar bagaimana
value. Jadi value kemudian belajar
tentang ee apa biasanya itu pelayanan
yang bagus sehingga usaha yang kecil pun
ketika dilayani dengan maksimal akan
menjadi sebuah ee sebuah usaha yang
sustain dan
berkembang begitu dokter ya.
Iya betul
dokter asli mana, Dokter?
Saya kelahiran Surabaya. Sidoarjo
tepatnya.
H Sidoarjo. Kemudian kok berpindah di
Tulungagung?
Jadi saya itu ceritanya lama ya.
Hm.
Saya itu dulu alumni dari FK di UGM.
Oke.
Tahun 1980
lulus.
Terus kemudian habis lulus dari UGM saya
ditugaskan di Kalimantan Barat.
Oh. Oh,
di pedalaman Kalimantan Barat yang
kira-kira yang mendekati dengan
Malaysia.
Heeh. Heeh.
Saya di sana 7 tahun.
Wah. Wah. Itu ditugaskan itu berarti
memang dari kampus atau seperti apa?
Dari departemen kesehatan.
Hm.
Jadi kalau zaman dulu itu lulus dokter
itu langsung ditampung oleh Dinas
Kesehatan sebagai calon pegawai negeri
sipil.
Oh, begitu.
Tanpa tes, tanpa apa?
Langsung gitu ya?
Langsung.
Hm. He.
Tapi habis itu terus kemudian
ditempatkan di daerah terpencil. Boleh
pilih, boleh di Jawa, boleh di luar
Jawa. Tergantung lamanya nanti bertugas
di sana.
Hmm. Berarti atas pilan sendiri itu di
Kalimantan itu
ee waktu itu dengan istri saya dan
dengan anak saya yang pertama.
He.
Anak saya yang pertama itu waktu itu
masih umur 1 tahun setengah. Sudah saya
bawa ke sana.
Nah, setelah di sana 7 tahun kemudian
saya sekolah lagi di UNER di Surabaya
mengambil spesialis kebidanan dan
kandungan
lulus tahun 91.
Hm. H.
Nah, kembali lagi saya habis lulus 91
kemudian sama Departemen Kesehatan
ditempatkan di Tungagung yang kebetulan
waktu itu kekurangan masih kurang dokter
spesialis kandungan di Tulungagung sudah
sampai sekarang. Jadi mulai sana itu
saya mulai tahun '92 saya.
Eh, tadi kan ada sebuah statement
ditempatkan di tempat terpencil. Berarti
Telagu termasuk terpencil berarti ya.
Bukan
bukan ya. Kalimantan Barat itu yang
terpencil.
Oh, iya.
Kalau sudah tulang agung sudah enggak
terpencil
berarti karena kekurangan dokter.
Iya.
Oke, oke oke. Terus waktu itu berarti
praktik dong praktik di sebuah dinas
kesehatan begitu atau apa?
Jadi otomatis karena PNS ya ASN
ditempatkan utama itu di Rumah Sakit
dokter Iska.
Oke.
Waktu itu dokter Iska itu
dokter kandungan cuma satu.
Hm.
Dua dengan saya.
Hm. Hm.
Dan dokter spesialisnya juga belum
banyak. Waktu itu masih baru dokter
empat dokter spesialis. Heeh. He he.
Tahun 92 itu, Mas.
He.
Ya. Ya. Sudah bertugas di ISK sampai
sekarang, tapi sekarang saya sudah
purna. Hanya ee di rumah sakit-rumah
sakit swasta aja yang masih ada.
Oke.
Iya.
Kemudian kok kemudian merintis sebuah
klinik itu gimana, Dok, ceritanya?
Nah, ceritanya gini. Panjang itu.
Wah, panjang juga nih,
ya.
Siap. Jadi saya begitu tahun 92
sampai di Tulungagung
saya selain di Iskak saya itu mulai
merintis memulai praktik di
tempat-tempat terpencil macam-macam
di klinik-klinik bersalin
ya. Karena di waktu itu rumah sakit cuma
ada tiga.
Heeh.
Rumah sakit ISK, rumah sakit Bayangkara.
Iya.
Dan rumah sakit Islam. Tapi Rumah Sakit
Islam belum semegas sekarang.
Iya. Iya. Iya. I
masih di dalam kampung kecil gitu ya. Ya
gitu saya mulai praktik di situ
dengan pasien yang jumlahnya cuma doremi
aja. Satu du sat du dilakoni
beberapa klinik. Zaman dulu itu praktik
dokter tuh gak ada batasan. Gak ada
batasan harus berapa maksimal.
H.
Jadi banyak kemarin tuh klinik-klinik
bersalin yang swasta-swasta ya itu
kebetulan saya juga praktik di situ.
Heeh.
Di Telah Teni.
Iya. Iya. Lama- lama lama lama. Akhirnya
saya memulai klinik di sebuah klinik
bersalin di kepatian sini dekat
itu agak lama saya di situ sampai tahun
2007.
Oke.
Itu praktik pribadi
di dekat sini berarti. Berarti sudah
mulai praktik pribadi itu.
Iya.
Oh yang namanya klinik Nikita Farla itu
belum Nikita belum ada. Oh.
Waktu itu di klinik bersalin namanya
Angia ya. Oke.
Di situ bukan bukan milik saya waktu
itu.
Oh, berarti ee kayak praktik di tempat
orang lain begitu, Dok.
Iya.
Oke.
Di tempat klinik persalin yang milik
orang lain. Saya praktik di situ. Nunut
lah ya.
Iya. Iya, iya.
Nunut. Lama saya di situ,
Dok. Itu kan sudah sebagai ASN di Rumah
Sakit Dokter Eska.
Kok kemudian mau cari praktik di
tempat-tempat terpencil, kemudian juga
di tempat orang itu faktornya apa?
Apakah memang dari segi
finansial membutuhkan lebih atau memang
ya karena ada waktu luang begitu?
Kebutuhan, Mas.
Begitu ya?
Iya, kebutuhan. Karena dulu tuh banyak
klinik-klinik bersalin yang terpaksa
harus merujuk ke rumah sakit ISKA.
Oke. Padahal sebetulnya di klinik-klinik
itu bisa tertangani.
Hm. H.
Akhirnya biar untuk mengurangi supaya
tidak terlalu banyak yang dirujuk ke
ISKA, akhirnya kita praktik di
klinik-klinik bersalin swasta itu.
Oh, maksudnya kebutuhan klinik-klinik
itu atas dokter bersalin. Oh,
iya. Jadi kita sekaligus sebagai
supervisor, sebagai ee konsultan lah.
Heeh. He
dari situ
siap.
I
saya penasaran kok terpikir atau
kemudian mengambil jurusan dokter
bersalin itu kenapa, Dok?
Spesialis kebidanan kandungan sekarang
kandungan. Iya. Oke. Dokter kebidanan
spesial spesialis dokter kebidanan
kandungan.
Ya, kenapa ya sebetulnya enggak tahu
saya kenapa sebetulnya kan kita kan
sebetulnya selama pendidikan dokter tuh
kan kita kan anu toh di beberapa e
pelayanan ya bersalin ya penyakit dalam
ya bedah segala macam. Nah, kebetulan
yang tertarik pada saya itu kok
sepertinya klinik
anu ke bidang kebidanan dan kandungan.
Oke. Oke.
Akhirnya sudah saya terpaksa ikut ke
situ.
Iya. Iya. I.
Nah,
kebetulan waktu itu kita ini kalau
bertugas di Kalimantan Barat ya.
Heeh. Heeh.
apalagi PSN ya, ASN ya. Untuk kepengin
pindah ke Jawa itu sangat sulit.
Hmm.
Kecuali kalau sekolah.
Oh.
Ya, waktu itu kan anak saya masih satu
ya. Masih satu. Saya pikir-pikir nanti
kasihan kalau di Kalimantan Barat terus
kan ya kasihan. Akhirnya ya kita
kepengin supaya supaya pindah
ke Jawa, pindah ke Indonesia lagi ya ke
Jawa ya maksudnya.
Wah itu juga bagian Indonesia dok
akhirnya kita daftar sekolah kebidanan
yang kebetulan waktu itu untuk daftar di
kebidanan itu tidak sulit.
Oh
mudah sekali. Ya sudah kita daftar
daftar setahun diterima ya sudah
langsung pindah
ya segitu.
Siap-siap. Kalau sejarah tadi kan masih
ikut orang lain bernama Angia tadi ya.
Iya.
Belum sampai ke Nikita ini.
Belum. Belum. Belum. Belum.
Terus. Terus gimana DK? Nah, terus habis
itu kita ya kepingin juga toh, kepengin
juga ee supaya praktik pribadi tidak
tergantung dengan orang lain. Akhirnya
ya sudah dengan modal yang kita dapatkan
dari praktik-praktik yang
keliling-keliling itu ya he
akhirnya ya kita membuat suatu klinik
yang waktu itu belum anu belum ni kita
masih praktik aja biasa. He
praktik biasa di tempat yang sekarang
kita tempati itu kemudian berkembang
ditambah dengan pelayanan apotek.
Hm.
Nah, awalnya namanya kita itu dari
apotek.
Hmm.
Kita praktik bersama ya. Kebetulan waktu
itu yang praktik ya cuma saya sama istri
saya. Istri saya kan juga dokter ya.
Iya. praktik cuma dua orang aja belum
yang lain-lain. Kemudian kita membuat
apotek sendiri supaya mempermudah
pelayanan pada pasien.
Nah,
kita mikir apotek apa yang kita namakan
itu ya
zaman dulu itu
untuk izin membuat apotek tidak boleh
dengan nama yang sama dengan apotek
lain.
Hm.
Waktu itu apotek di Tulung Agek itu
total itu masih baru ada lima.
Tahun '92 tuh apotek jumlahnya cuma
lima.
Sangat sedikit ya.
Wah, sekarang sudah banyak sekali.
Sekarang banyak banget.
Banyak sekali.
Iya, iya, iya.
Terus kita mikir waktu itu, kenapa ya
dinapangkan apa ya apotek kita ini?
Eeah, anak saya kan tiga.
H. Oh, sudah tiga nih.
Anak saya tiga. Dokter semuanya.
Oke. Mas
dokter semuanya. Dan kita ini sebagai
orang tua tentunya ya memikirkan nanti
masa depan
anak
anak-anak. Hm. Akhirnya saya ambillah
nama belakang dari ketiga anak saya itu
ya. Ni itu anak saya yang pertama ya. Qi
itu nama belakang dari anak saya yang
nomor dua. Ta itu nama belakang dari
anak saya yang ragil yang paling
terakhir. Ya itulah ketemu ni kita itu
akhirnya
jadi belum jadi klinik waktu itu. Cuma
praktik biasa aja.
Praktik biasa dan apotek.
Iya tapi lama itu Mas.
Hm. H
praktik biasa itu saya itu berjalan
selama
tahun 2008 sampai tahun 2003. 23
2008 sampai 2023.
2008 sampai 2023
itu hanya praktik biasa dengan apoteknik
kita.
Maksudnya perbedaan antara praktik biasa
dan klinik itu seperti apa, Dok?
Nah, gini. Kalau zaman dulu itu kan kita
praktik bersama. Praktik bersama itu
enggak dibaca. Tapi sekarang peraturan
pemerintah yang baru, praktik mandiri ya
itu tidak diperolehkan, hanya harus
menjadi klinik.
Hm.
Harus menjadi klinik. Yang klinik itu
tentunya kan harus terakreditasi ya.
Iya. Iya.
Ya, gitu.
Terstandarisasi.
He.
Ya sudah kita dengan terpaksa harus
merubah dari praktik bersama itu menjadi
sebuah klinik
itu.
Iya. Klinik yang tetap namanya yenik
kita.
Unikita. Tapi kita tambah
kita tambah nama saya sama istri saya.
Oke.
Jadi ditambahi nama Farla itu.
Oh, Nikita Farla.
Iya. Akhirnya ketemu Nikita Farla. Ya
sudah alhamdulillah mulai tahun 20 2023
terus berjalan sampai sekarang ini.
Kalau dulu berarti sebelum klinik
izinnya apa, Dok? Yang praktu praktik
bersama itu
izin praktik biasa.
Oh,
izin praktik biasa. Masing-masing dokter
izin praktik biasa ya. Apotek juga
praktik biasa, izin praktik biasa.
Tapi setelah jadi klinik, sekarang
izinnya sebagai
klinik. Jadi tanpa melibatkan
personilnya dokter-dokter. Dokter siapa
saja boleh
boleh karena klinik.
Iya. Dan harus menjadi PT.
Heeh. Heeh. Heeh.
PT-nya kebetulnya ya namanya ya
mirip-miriplah dengan Nikita gitu. PT
Sehat Nikita apa-apa gitu.
Siap. Siap. Siap.
Ya. Itu terakreditasi itu. Iya.
Bikin klinik itu ribet kayaknya, Dok,
ya.
Ribet. Betul. Betul ya.
Iya. Harus membuat anu banyak
ee poin-poin yang harus kita buat.
Kemudian harus akreditasi. He. Heeh.
Persiapan akreditasi itu kan banyak itu.
He.
Mulai dari apa? Gedungnya, kemudian
bentuk-bentuk lainnya, sistemnya
bagaimana,
sistem limbahnya bagaimana.
Ya, itu banyak sekali. Mungkin kalau di
sektor makanan itu kayak BPOM begitu ya.
Ya, harus gitu. Harus gitu.
Ini harus sudah benar-benar
terstandarisasi.
Benar-benar terstandarisasi.
Masyaallah.
Ya, Ponek proses kita ee akan akreditasi
juga perlu waktu lama 6 bulan itu.
Hm.
Makanya kita mulai
membuat klinik itu tahun 2023
baru terakreditasi tahun 2024.
Hm.
Nah, itu baru sekarang itu
sampai sekarang berarti ya. Sekarang
kalau saya tadi juga mencatat ada nama
Nikita Utama itu apa bedanya?
Oh bukan. Jadi klinik utama.
Oh klinik utama.
Jadi klinik itu ada klinik pratama.
Heeh.
Dan ada klinik utama.
Oh bukan kita utama ya. Klinik utama apa
itu klinik utama?
Bu klinik utama itu semuanya yang ter
ada di situ dokter spesialis.
Oh
ya. mulai dari apa namanya pemiliknya ya
semuanya yang pelayan di situ dokter
spesialis. Kalau klinik pertama tidak.
Hm.
Klinik pertama dokter umum.
Heeh. Heeh.
Itu bedanya.
Artinya dari segi pelayannya pelayan
kesehatan di situ sudah setingkat lebih
tinggi. Lebih tinggi kalau klinik utama.
Iya. Iya. Karena semuanya yang praktik
di situ dokter spesialis.
Iya. Iya. Dok. Kok mengarahkan anaknya
menjadi seorang dokter? Nah, gitu. Iya,
kan gitu kan anaknya dokter semua kan.
Heeh. Kenapa itu, Dok?
Sebetulnya ya kita tidak anu ya, tidak
mengarahkan ke sana.
Orang tua itu sebetulnya itu bebas ya.
Cuma biasanya kita itu hanya bisa
memberi gambaran saja.
He
bedanya dokter dengan bukan dokter itu
apa?
He.
Jadi dokter tuh kita harus punya apa
namanya? Niat sosial.
Heeh. Heeh. Heeh. Ya, beda dengan kita
ee sekolah-sekolah yang biasa toh kita
macam-macam ya. Ya, ya itu.
Nah, itu pun juga saya tidak pernah
menyarankan anak-anak saya untuk menjadi
dokter
ya. Cuma ikut orang tuanya aja ya. Sama
seperti orang tuanya penyanyi, orang
tuanya artis, anak-anaknya terus ikut
jalan seperti itu. Sebetulnya itu aja
otomatis saja
terutama anak yang pertama.
Oke.
Kalau yang kedua mesti yang diikutkan
kakaknya. Oh, ya. I
ya sudahlah akhirnya terbaca
tiga-tiganya.
Dokter apa anak-anaknya, Dok?
Jadi kalau anak saya yang pertama itu
sama dengan saya, dokter kandungan.
Oke.
Yang kedua dokter urologi
ya. Yang ketiga dokter cita perempuan
itu dokter mata. Jadi anak saya itu yang
pertama itu dokter Irfani itu ya tak
belakangnya namanya NI.
Oh iya. I
yang kedua dr. Terrif Q toh itu urologi
namanya belakangnya Qi.
He.
Yang ketiga namanya Cita.
Oke.
Anak saya yang ketiga itu namanya Cita
Farla sebetulnya.
Oh.
Farla itu
diambil dari nama Bapak Ibu ya. Harus
gitu.
Yang sekarang ikut praktik di Nikita
Farla ada.
Iya.
Yang sekarang ketiga anaknya yang ikut
praktik di Nikita Farla.
Dua yang ikut.
Yang ikut itu dr. Irfan itu sama dr.
Rifki urologi.
Ee urologi itu apa, Dok?
Urologi itu bagian apa? Saluran.
kencing lah
ee
saluran kencing mulai dari ginjal,
kemudian misalnya batu, prostat segala
macam itu kan urusannya urologi semuanya
itu. He he.
Ya, di situ.
Siap, Dok. Nah, keren-keren
begini. Kalau seorang kalau biasanya
kita berbicara dengan seorang UMKM atau
pengusaha pebisnis begitu,
pasti mengalami fase-fase yang sangat
susah. fase-fase kayak susah untuk
dilewati dan mungkin bahkan mereka
enggak mau melewati fase itu. Nah,
dokter ee sebagai seorang dokter yang
kemudian mengawali membangun sebuah
klinik pernahkah juga mengalami fase
seperti itu?
Ya, semua pernah.
Heeh.
Ya, jadi jangan dikira kalau pebisnis
lainnya itu kadang-kadang ada pasang
surutnya sama pelayanan juga sama.
Sama ya
lah. Kita sih tidak mengharapkan Heeh.
banyak yang sakit supaya pasiennya
banyak ya tidak sebetulnya
enggak pernah doa seperti itu.
Iya enggak pernah. Cuma kadang-kadang
itu musim-musim tertentu misalnya musim
musim-musim anak sekolah masih baru.
He he.
Musim-musim seperti kemarin musim-musim
ada ee penyakit Covid barang itu
otomatis yang kedokteran menjadi
berkurang
karena mereka takut. takut ketularan
pasti itu.
Ya, musim-musim seperti itu yang kadang
ini kadang-kadang kalau ada musim-musim
tertentu misalnya musim-musim wabah
Heeh.
wabah demam berdarah atau wabah apa lah
itu kan usis kunjungan meningkat itu.
Heeh. He he.
Ya seperti itu anunya. Jadi mesti ada
itu kadang ramai kadang sepi itu pasti
ada. Kalau yang menurut dokter yang
paling apa ya paling struggle itu saat
kapan Dok?
Saat saat kapan maksudnya gimana?
fase-fase saat kapan dokter merasa dalam
berbisnis ini dalam klinik
Heeh
bis layanan kesehatan berarti ya
Heeh
itu mengalami fase-fase yang berat
begitu pas saat membangunah atau
ya kalau membangun sih pasti ya
membangun itu pasti tapi kan membangun
itu sebetulnya lebih mudah daripada ee
perawatan berikutnya
begitu ya lebih mudah membangun ya
iya lebih mudah membangun yang penting
kan ada uang selesai sudah Tapi untuk
supaya bisa kita menghidupkan sebuah
klinik
ee
itu perlu ya. Jadi para pekerja yang di
klinik itu perlu bisa apa namanya ee
apa ya namanya ya ya bisa memberikan
pelayanan yang baik.
Hm.
Milayan yang baik. Jangan sampai nanti
pasien-pasien yang di sana itu kemudian
komplain dan itu yang harus kita jaga
betul-betul. He.
Kemudian semua kebutuhan dari pasien ya
pelayanannya harus kita perhatikan
betul-betul.
Layanan apa yang menurut dokter di
klinik ee Nikita Farla itu yang paling
berbeda dari yang lain? Yang berbeda ya
kita ini punya fasilitas yang agak
lengkap
ya. Jadi mulai dokternya juga spesialis
semuanya
ada laboratoriumnya.
Hm. He.
Kemudian ada ee tindakan-tindakan
emergensi. He
ya yang ya hampir seperti instalasi
gawat darurat lah ya.
Oke.
Tapi karena kita ini hanya sebagai
klinik, kita terbatas dalam
tindakan-tindakan yang sesuai atau yang
diperlukan di dalam klinik.
Heeh. He he.
Ya, itu aja sebetulnya.
Terus kemudian kita ini ada ee apotek
juga ada dengan pelayanan yang semuanya
lengkap.
Terus yang kedua,
kita ini menjalin hubungan rujukan
dengan rumah sakit-rumah sakit yang
lain. Misalnya kita punya kerja sama
dengan Rumah Sakit ISKA.
He.
Sehingga kalau ada pasien-pasien yang
memerlukan bantuan perlu dirujuk, kita
sudah bisa ee mengharapkan merujuk ke
rumah sakit ISA dengan cara yang mudah.
He.
Jadi untuk mempermudah sebetulnya itu.
Iya.
Itu kelebihan dari Nik kita. Siap. Ya,
Dok. Ini kembali lagi ke awal. Jadi,
kalau saya amati kan klinik itu serba
mahal alatnya ya. Jadi, membangun pun
juga tidak murah mungkin mahal lah gitu
ya.
Itu
apa ee bagaimana dokter ketika membangun
itu dengan banyak fasilitas yang
mahal-mahal mungkin ee membutuhkan bel
yang mahal
i
dan
apa enggak apa nanti kalau rugi gimana
ya nanti ah kayak gitu, Dok.
Nah, gimana itu, Dok? Ya, itu risiko,
Mas.
Ya, kita punya peralatan lengkap
misalnya peralatan untuk laboratorium
itu juga enggak murah.
Iya, kan mahal, Dok.
Untuk perawatan kalau dalam kebidanan
sama penyakit dalam itu fasilitas USG.
Heeh.
Itu harganya juga lumayan mahal. Untuk
alat-alat misalnya pemeriksaan jantung.
Heeh. He
itu juga mahal.
Iya, kan mahal
ya. Karena itu sesuai dengan kebutuhan
ya terpaksa ya kita harus kita penuhi
dengan cara apapun ya. Tapi
alhamdulillah kita sama sekali itu tidak
ee mempunyai apa ya pinjaman.
Weh tidak memiliki pinjaman.
Iya tidak memiliki pinjaman. Kita memang
sengaja menjaga jangan sampai kita ini
membeli alat ini dengan pinjam-pinjam
ngambil kredit apa jangan sampai seperti
itu.
Oh. Terus bagaimana cara supaya
berkembang tapi tanpa harus memakai
pinjaman itu dong?
Ya kalau awal-awal ya pakai dana
pribadi.
Dana pribadi hasil praktik selama apa 20
tahun 30 tahun lebih itulah ya karena
kita memang sudah ancang-ancang
merencanakan sejak awal.
He
berarti ibarat kita juga ngumpulin modal
yang sangat panjang ya.
Iya betul.
20 tahun ya.
Iya lebih
lebih ya. Ya kan saya kan mulai tahun
'92.
Heeh. Heeh.
92 baru terealisir menjadi
klinik.
E klinik itu
23 itu
2023.
Iya. Iya. Iya.
Ya. Ya itu kan ya perlu proses yang
panjang itu berapa tahun itu ya? Lama.
Iya iya iya. Hampir 30 tahun berarti
kalau 92 sampai 2023.
Iya ya segitu awalnya.
Oh, jadi dari kemudian dari laba bukan
laba ya, dari uang yang terkumpul
dibikinah dibikinlah sebuah klinik
dengan alat yang tercover dulu gitu ya.
Habis itu profit profit lagi beli lagi
begitu
ya. Satu persatulah enggak langsung
serentak semuanya dipetuhi gak ya.
Kalau alat yang paling mahal, Doka, Dok,
kalau di klinik itu
kalau saat ini ya USG itu yang paling
mahal.
USG, Dok, ya?
Iya, paling mahal.
Oh, saya kira tadi yang kaitannya sama
jantung itu bukan ya USG, Dok ya?
Enggak. Kalau jantung itu kan cuma alat
untuk rekam jantung aja.
Oh.
Sama dengan alat-alat laboratorium
biasa. Itu kan
urut alat-alat untuk penunjang ya.
Penunjang diagnostik itu saya kira
biasa. USG itu yang paling mahal.
Biasa USG, Dok ya?
Iya.
Sampai berapa, Dok? Kalau boleh tahu,
Min? Macam-macam sekarang itu.
Kalau zaman dulu tuh USG itu kan paling
murah itu harganya ya 600
juta paling murah.
Itu paling murah ya.
Iya. Tapi kalau sekarang banyak
ee
banyak USG-USG yang apa ee murah meriah
itu banyak sekarang itu yang
portable-portable itu banyak sekarang.
Iya. Iya. Iya.
Kalau zaman dulu gak ada gitu-gitu
sekarang. Dulu pasti kompact betul
begitu ya.
Iya betul. Itu
saya juga mendengar sebuah ibaratnya itu
sebuah apa ya? Pembicaraan umum lah di
kaw di kalangan orang-orang Tulungagung.
Iya. Kalau mau USG yang titis ya
tempatnya di dokter Fadgur.
Betul ya, Dok? Ya,
berita dari mana?
Dapat bisikan
apa rahasianya, Dok?
Kemudian di ada stereotip umum, ada
statement umum, oh titis ini USG-nya
gitu sebetulnya ya sama saja wong kita
ini pendidikan itu sama cuma bedanya
kita ini dalam pemeriksaan USG atau kita
kan harus telaten ya.
Heeh. Heeh. Heeh.
Telaten, teliti sehingga supaya untuk
menemukan sebuah diagnostik itu tidak
menyimpang terlalu jauh.
Hm. H
ya. Ya. Tapi yang namanya alat itu USG
itu kan sebetulnya alat penunjang saja.
He he.
Ya. Kita harus meng anu Mas
mengkombinasikan antara pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan dengan diagnostik
baik USG maupun laboratorium.
Hm.
Ya. Jadi kita tidak bisa ee fokus
percaya pada alat saja. Kita harus
periksaan yang konvensional biasa harus
kita
pikirkan. Harus itu. Heeh. Heeh. Berarti
kata kuncinya lebih lebih telaten begitu
ya? Lebih lebih
lebih tenanan lah teliti
ya. Ini seperti itu ya. Alhamdulillah
kebetulan
memang beberapa ada pasien saya yang
pasien-pasien lama sampai sekarang masih
percaya sama saya. Masih
masih bolak-balik.
Iya. Harus gitu.
Apa kuncinya, Dok? bisa kan dari dari
kalau dalam segi bisnis kalau marketing
itu hanya untuk orang supaya datang
pertama kali tapi untuk kemudian bisa
datang kedua kali ketiga kali maka
layananlah yang berbicara maka produklah
yang berbicara. Nah, berarti kan ada
something yang spesial ini dokter
Fadgur. Apa kalau boleh Fadgur ceritakan
kepada kita?
Komunikasi Mas.
Komunikasi ya.
Itu yang penting komunikasi. Jadi antara
dokter dengan pasien
itu harus komunikasi yang baik. Hm.
Jadi dalam hal ini kita itu dalam
menghadapi pasien kita sebetulnya tidak
menganggap pasien itu orang sakit.
Kita anggap pasien itu seperti keluarga
kita sendiri
atau seperti teman sendiri
sehingga komunikasinya bisa baik.
Ya. Jadi setiap ada kelon pasien kita
harus bisa mendengarkan dengan baik dan
mencari solusinya.
H. He.
Jadi ya memang ada beberapa dokter yang
terutama yang pasiennya banyak sekali
cepat-cepetan periksanya lah. Itu
kadang-kadang ya membuat pasien menjadi
tidak
apa namanya kapoklah gak mau kembali
lagi ya.
Contoh komunikasinya seperti apa,
Dokter?
Ya itulah kita sebagai dokter itu harus
menjadi pendengar yang baik ya.
Pendengar yang baik, mencarikan solusi
yang baik. Ya, cuma gitu aja sebetulnya
ya.
Iya. Iya. Iya. Jadi tidak tidak ngotot
ya seperti itu. Nah ee
izin memandang dari segmentasi pebisnis
juga. Kadang-kadang kalau kita seorang
pebisnis itu kan menambak menembak
segmen tertentu. Misal kayak middle low
menengah ke atas atau menengah. Ini
kalau di dari segi klinik kita gimana?
Jadi gini kebetulan memang ya beberapa
klinik itu sekarang sudah bekerja sama
dengan BPJS. Oke
ya.
Heeh.
Kalau klinik lintas sampai saat ini
masih belum. He.
Jadi kita hanya melayani pasien-pasien
yang umum saja non BPJS.
Hm.
Ya. Nah, kalau yang non BPJS umumnya ya
pasien-pasien itu yang biasanya menengah
ke atas. Heeh. He.
Tapi ada kalanya juga yang menengah ke
bawah, yang di bawah menengah itu juga
ke ini kita juga ada juga. Dan tentunya
kan kita ya tidak asal memberikan
pelayanan. Kalau yang menengah ke atas
seperti ini, yang di bawahnya ya tidak
ya. Kita dalam pelayanan kita samakan
sama saja.
Iya iya iya. I
ya yang penting apa kita memberikan
fasilitas yang terbaik, kita
komunikasikan itu yang menjadi value,
Dok, ya.
Sehingga siapapun yang datang pasti akan
terlayani dengan maksimal.
Iya, betul, betul, betul.
Ada juga saya mendengar sebuah apa ini
program ya, Dok ya. di sana ada program
juga program hamil ini, Dok, ya.
Iya.
Itu gimana program hamil seperti apa,
Dok? Kalau yang di sana itu
jadi gini ya, memang salah satu
pelayanan di dalam Nikita Farla itu kan
pelayanan untuk kesuburan. Heeh. Heeh.
Kesuburan itu ya
pasangan suami istri.
Heeh. yang menikah selama 1 tahun
dengan hubungan suami istri yang wajar.
He.
Tidak memakai alat kontrasepsi.
He
kok tidak hamil-hamil.
Hm.
Itu berarti ada masalah dengan kesuburan
atau di dalam kebidanan disebut dengan
masalah infertilitas.
Hm.
Infertilitas itu ada infertilitas
suami.
Heeh. He.
Karena suami atau infertilitas karena
istri.
Heeh. Heeh.
Itu dengan penyebab yang berbeda-beda.
Hm.
Nah, kebetulan di Nikita Farla itu
sangat banyak pasangan-pasangan yang
mengharapkan hamil.
He.
Program hamil promil itu banyak sekali.
He
ya. kita selama ini kan kita memang
belum melakukan tindakan yang biasa ee
tindakan yang lebih dari yang
konvensional biasa misalnya seperti yang
di Nikita Farna kita yang mati dengan
mengatur masa subur dengan pengobatan
hormonal sebagainya. He.
Nah, nanti kalau ada penyakit ee
kelainan-kelainan tertentu yang terpaksa
harus melakukan program hamil dengan
inseminasi
atau bayi tabung terpaksa kita juga
menjalin kok menjalan kerja sama dengan
sebuah klinik bayi tabung di Surabaya.
Oke. Oke.
Kita juga menjalin hubungan. Jadi itu
juga salah satu kelebihan.
Heeh. Heeh. Nanti kalau ada
masalah-masalah yang tidak bisa kita
tertangani, ya kita langsung merujuk ke
ke sana
klinik bayi tabung Surabaya itu,
Dok. Ee itu itu loh apa tadi kan
dikatakan pada hubungan yang biasa.
Heeh.
Pada hubungan yang biasa kemudian kok
enggak terjadi tidak ada kehamilan
maka dalam waktu 1 tahun katakanlah
sudah bisa berkomunikasi atau
berkonsultasi diitafarlah.
Ini untuk edukasi aja. Berarti kategori
umum itu seperti apa D? Maksudnya
seminggu berapa kali begitu
sebetulnya? Ya tidak ada aturan.
Tidak ada ya? Ya. Oke.
Aturan hubungan suami istri seminggu
berapa kali? Tidak ada. Tapi yang wajar.
He he.
Yang wajar tuh kalau misalnya dalam
keadaan masih baru biasanya
suami istri itu hubungan misalnya
seminggu tiga kali
atau seminggu empat kali itu wajar. Oke,
oke, oke. Heeh.
Nah, maksudnya yang wajar itu maksudnya
gini, suami istri itu tidak LDR.
Oke.
Memang dia sehari-hari ada.
Iya, iya. I
hubungan rutin biasa tiap minggu ya.
Hubungan seminggu dua kali apa tiga kali
tapi rutin?
Iya. Iya.
Tanpa KB tanpa kok gak amil-amil. Nah,
itu kita harus curiga.
Ee
curiga ada salah satu apakah suami atau
istri yang bermasalah.
Iya. Nah, dari sana kita langsung
mencari penyebabnya karena apa?
Baik. Kalau LDR kan ya jelas to Dok.
Iya.
Ini saya enggak hamil-hamil karena apa?
Karena LDR ya. Jelas.
Iya.
Iya. Betul. Tinggal ke luar negeri
tinggal ya itu ya. Heeh.
Nah, maksudnya kalau yang kalau yang
biasa dokter temukan di pasiennya itu,
Dok,
itu karena apa penyebabnya dari
sebetulnya yang paling sering penyebab
itu karena wanita.
Oke. Jadi di dalam proses ee program
hamil
Heeh. He.
Itu melibatkan ada alat ginekologi, alat
anu apa? Organ.
Heeh.
Genitalia wanita itu terdiri dari
uterus. Userus itu rahim ya.
Heeh. Heeh. Heeh.
Yang kedua ovarium. Ovarium itu indung
telur. Yang ketiga itu saluran tuba.
Hm.
Saluran tuba itu yang menghubungkan
antara ee ovarium, indung telur dengan
uterus atau rahim.
He.
Ketiga ini bisa bermasalah. Hm.
Misalnya kalau faktornya karena ovarium
atau indung telur itu bisa ee
kelainannya tidak mengeluarkan sel telur
setiap harinya.
H.
Jadi gangguan ovulasi namanya.
Heeh. Heeh. He.
Itu faktor utamanya itu karena faktor
dari ovariumnya.
Tidak ada sel telur keluar gitu ya.
Iya ya. Dan itu biasanya berkaitan
dengan siklus mensturasi.
Hm.
Jadi wanita yang siklus mensturasinya
tidak teratur.
Heeh. Heeh. ada yang 2 bulan gak min 3
bulan itu biasanya berhubungan dengan
masalah ovulasi itu. H
itu juga menjadi salah satu penyebab ee
ketidaksuburan. He.
Terus ada juga tuba. Tuba itu saluran.
He.
Saluran yang dipakai untuk alat
transport dari ovarium indung telur ke
rahim. He
ya. Itu juga bisa tubah itu bisa sempit.
Hm.
Bisa buntu tersumbat.
Berarti ini jalannya ya? Jalannya ada
apa nih? jalannya
jembatannya. Kenapa?
Iya. Itu juga bisa menyebabkan
ee ketidaksuburan. Kalau faktor uterus
rahim itu bisa karena penyakit tertentu.
Misalnya tumor,
ada mium dan sebagainya itu bisa
menyebabkan itu. Ada masalah tanda-tanda
keganasan misalnya
kanker servik misalnya itu juga bisa
menyebabkan gangguan pada kesuburan.
Siap. Siap.
Itu kalau pada wanita. Iya. I
kalau pada pria gampang itu cuma mencari
aja kondisi spermanya normal apa tidak.
Oh,
itu tahunya ya dengan pemeriksaan
laboratorium namanya analisa sperma.
Sperma. Oh, lebih mudah ya, Dok? Ya,
lebih mudah,
Dok. Kalau yang tadi perempuan dari
ketiga kan ada tiga aspek tadi yang di
yang menjadi menyebabkan ee orang jadi
susah hamil atau wanita susah hamil. itu
terjadi secara genetik atau memang ada
kebiasaan-kebiasaan yang dia lakukan
yang menyebabkan dia kemudian susah
hamil tadi ya di antara tiga organ tadi
bermasalah itu yang mana, Dok?
Sebetulnya gini ya memang kadang-kadang
faktor genetik itu bisa
tapi tidak selalu ya makanya
kadang-kadang ada yang dari pasangan
suami istri atau keluarga ini punya
anaknya cuma satu-satu tok.
H
dulu juga saya punya anak itu lama 10
tahun baru punya anak.
Oh begitu ya. kan banyak seperti itu ya,
tapi itu bukan bukan faktor genetik yang
mutlak, tidak
ya.
Terus yang kedua,
faktor-faktor yang lain misalnya ada
faktor infeksi. He he.
Ya, ada faktor kalau sekarang tuh banyak
kelainan-kelainan kista ya.
Heeh. Heeh.
Kista pada indung telur yang namanya PCO
itu ya. Kista-kista yang multiple banyak
sekali pada ovarium
itu yang seringkiali menyebabkan
gangguan ovulasi. Heeh. Heeh.
Nah, untuk yang pisuk itu seringkiali
genetik itu.
Hm.
Kista itu kadang-kadang genetik.
Genetik. Oke. Oke.
Iya. Terus kalau faktor yang lain,
faktor misalnya faktor dari infeksi pada
tubah itu juga bisa.
He.
Paling gampang infeksi itu keputihan
loh, Mas.
Heeh. He he. He.
Keputihan itu kan salah satu faktor
infeksi yang tidak bisa diobati dengan
baik.
Akhirnya menyebabkan
keputihan.
Gangguan keputihan. akhirnya menyebabkan
ee tubai yang menjadi tidak tidak normal
itu juga bisa
ya. Kalau rahim uterus ya misalnya
karena tumor yang paling sering itu
tumor pada
dinding rahim namanya miuma uteri itu
seringkiali Heeh.
Kalau kebiasaan yang mungkin bisa
dilakukan sebelum datang ke tempat
praktik klinik dokter itu apa, Dok?
Misal kayak
ee kebiasaan mungkin tidak boleh apa
terlalu capek atau apa itu ada enggak,
Dok? seorang wanita atau pasangan yang
melakukan ingin memiliki buah hati.
Iya. Jadi sebetulnya gini, itu konseling
ya.
Oh, konseling ya wilayahnya ya.
Kita mulai dari konseling pernikahan
ya, premerital konseling itu banyak
sekali. Kadang-kadang ada beberapa
beberapa calon calon pasangan suami
istri yang konseling. He,
Dok, ini saya mau menikah. Oke.
Apa-apa yang perlu saya siapkan supaya
nanti nantinya pada saat menikah tidak
ada masalah.
Oh, berarti melayani konseling juga
di klinik farm
konseling. Iya,
konseling itu.
Ya sudah kita jelaskan nanti masalahnya
pada wanita itu yang perlu dicari
masalahnya itu ya keadaan tadi tiga
macam itu
ada masalah apa tidak. He.
Kemudian dari faktor sperma itu kita cek
apa ada masalah apa tidak. supaya nanti
setelah menjalani pernikahan tidak ada
lagi keragu-raguan di dalam melaksanakan
pernikahan.
Hm.
Tapi tetap kita kembali pada faktor yang
lain. He.
Kadang-kadang semuanya bagus tapi kok
gak ambil-hamil? Ternyata capek tadi ya.
faktor kecapek, lelah, stres karena
pekerjaan itu semua bisa mengganggu
ketiga macam faktor tadi.
Faktor tadi
ya tentunya ya kalau mengharapkan hamil
ya kita ya pertama kali ya kita harus
pandai-pandai menjaga waktunya terutama
saat-saat akan melakukan hubungan suami
istri
jangan dalam keadaan capek, dalam
keadaan stres ya. Jadi sama-sama
menikmati
ya itu aja sebetulnya. He
ya. Kalau yang datang ke dokter itu
persentase berhasilnya tinggi, Dok, yang
program kehamilan itu?
Ya, kita gak bisa mengitu, Mas. Tidak
pernah kita menentukan menghitung berapa
persen ini enggak bisa memang ya karena
macam-macam itu ya.
Apalagi di klinik itu yang datang kan
bukan hanya orang Tulungagung tok ya.
Hm.
Dari Blitar, dari Trenggalek. Banyak
dari Trenggalek itu yang ke sini itu.
Hm. Hm.
Nah, nanti kalau misalnya dia program
hamil kemudian berhasil, ya kita tidak
mefollow up lagi. Kadang-kadang mereka
sudah gak ke sini lagi. Harus itu yang
kita gak tahu.
Berarti sudah berhasil.
Iya. Tahunya tahunya biasanya itu kalau
sudah lahir
Heeh. Heeh.
kemudian dia kepengin hamil lagi baru
dia cerita,
"Dok, saya dulu hamil loh, Dok. Ini ya,
itu baru tahu." Iya.
Iya, iya. Justru kalau enggak datang
malah sukses itu. Ya,
karena sudah hamil. Belum tentu.
Belum tentu juga.
Atau mungkin pindah ke dokter lain ya
bisa.
Iya
iya iya iya iya iya. Kalau yang
persentase tentang tadi kanker itu
banyak juga Dok kanker servik atau apa,
W?
Jadi kanker itu ada dua ya di dalam
kandungan
kita sebelum bicara kanker itu tumor ya.
Tumor. Oke.
Iya. Tumor itu benjolan.
He he.
Di dalam organ genitalia. He he.
Ya. Itu ada jinak, ada ganas.
H.
Kalau yang ganas kita nyebutkan kanser
atau kanker itu ya.
Ya, kalau misalnya jinak ya gak perlu
kita sebut ya kelainan pada ee tumor
biasa gitu aja. Heeh. He he.
Ya, sekarang yang jadi masalah dan saat
ini kanser atau pada mulut rahim.
He.
Itu soalnya angka kematiannya sangat
tinggi.
Oh, oke.
Itu jadi salah satu ee kanser pada
wanita.
He.
Yang nomor satu itu adalah kanser
servik. Hm.
Setelah itu payudara.
Hm.
Di samping ada faktor anu kanser-kancer
yang lain.
Heeh. He.
Nah, saat ini ee program dari pemerintah
deteksi kanker servik itu sedang di
digalakkan.
Hm.
Mulai dari pemeriksaan papsmir dan
segala macam itu bisa untuk mendeteksi
kanker servik termasuk pencegahan. He he
he. Pencegahan kanser yang sekarang itu
ada itu adalah kanser dengan melakukan
vaksinasi.
Hmm. Divaksin.
Vaksinasi untuk kancer servic itu ya.
Karena kancer itu saking saking
banyaknya lah.
Heeh. Heeh. Heeh.
Banyak banget ya itu di masyarakat
Indonesia.
Banyak sekali. Iya.
Oke.
Nah, itu seringkiali memang berhubungan
dengan status sosial ekonomi biasanya.
Gimana itu, Dok? sosial ekonomi. Sosial
ekonomi yang rendah biasanya kan. Iya.
Itu semuanya sama.
Shal ekonomi otomatis ya nutrisinya juga
gak begitu baik.
Itu penyebabnya sebenarnya apa toh
kanker servik itu?
Jadi kanker servik itu sampai saat ini
karena ada infeksi human papiluma virus
atau HPV.
He.
HPV itulah yang salah satu menjadi
penyebab
kanser.
H.
Nah.
Salah satu untuk mendeteksi
virus HPV sudah mengenai seseorang apa
tidak, yaitu dengan pemeriksaan.
Ada namanya pemeriksaan HPV DNA,
kemudian ada pemeriksaan dengan Papsmir
itu juga bisa mendeteksi itu. Heeh. He
ya. Dan sekarang itu kalau seandainya
apa banyak sekarang wanita-wanita itu
dengan kesadaran sendiri ingin mencegah
terutama kalau misalnya ada riwayat
keluarganya orang tua apa-apa yang
pernah kena itu sampai katakanlah parah
atau meninggal
lah itu juga faktor genetik itu kanserik
itu
berarti kalau mencegah itu berarti
seperti apa
dengan vaksinasi
vaksinasi tadi ya
termasuk di di klinik ada
oh vaksinasi untuk
pencegahan
Iya. Jadi saya tambahkannya sedikit ya.
Jadi saat ini tuh di klinik Nikita Farla
itu pelayanannya itu di samping
pelayanan untuk penyakit dalam. Heeh.
Heeh.
Kemudian kandungan. Heeh. Heeh.
Urologi. He he.
Laboratorium.
Apotek. Itu ada pelayanan kecantikan,
beauty care.
Oh, kecantikan juga. Oh,
beauty care.
Terus kemudian ada anu pelayanan untuk
baby spa.
Hm.
Untuk bayi-bayi yang butuh perawatan
pijet bayi segala macam itu bisa
dilakukan di Nikita Farla.
Oh,
ya. Alhamdulillah semuanya ini ya bisa
berjalan dengan baik.
Ada yang ada yang sedikit agak bela itu
yang kecantikan itu Dok. Kok
tiba-tiba kecantikan Dok.
Iya. Jadi kita itu punya klinik
kecantikan itu satu itu jadi satu. H
kebetulan juga ya itu anak menantu saya
itu.
Hm.
Anak menantu saya itu yang telaten untuk
ngurusi klinik kecantikan dan kita juga
punya konsultan juga dokter spesialis
kulit kelamin ya.
H
ya. Itu juga ada yang meng anui ee
klinik kecantikan itu ya. Jadi jadi satu
di situ diklik jadi satu.
Jadi ya
banyak terutama karena ya terutama
pasien-pasien dari kandungan ya
kebidanan umumnya pasangan-pasangan yang
pasangan muda.
Iya. Iya.
Pasangan muda yang ingin cantik. Nah,
itu
sekaligus konsultasi soal kehamilan
gitu.
Sekaligus itu.
Iya. Ya. Kalau nanti kalau sudah lahir
baby spa
ya gitu.
Jadi udah runut gitu ya.
Iya. Nah, itu salah satu pelayanan yang
ada di klinik kami.
Kalau yang paling banyak diminati saat
ini apa, Dok?
Yang banyak anunya toh maksudnya
banyak peminatnya dari beberapa
layanan-layanan.
Iya. Layanan ya anu penyakit dalam sama
kandungan itu yang banyak.
Hm. Yang utama itu ya.
Iya. Penyakit dalam sama kandungan itu
yang banyak.
Oke. Oke. Oke. Kalau penyakit dalam
kayak tadi ya, kayak kanker servik atau
apa tuh penyakit dalam?
Bukan. Penyakit dalam itu ya
penyakit-penyakit yang di luar kandungan
ya misalnya.
Oh
penyakit tifes.
Oke oke oke.
Penyakit jantung.
Oh oke.
Penyakit-penyakit
apa ya? Banyak sekarang itu
penyakit-penyakit lambung ya.
Oke. Oke. Oke.
Itu banyak itu kasus-kasus gitu yang
yang banyak.
Iya. Sekarang juga tren penyakit asam
lambung ini ya.
Kok jadi tren ya naik itu trennya Dok?
Itu bagainya penyakit dalam.
Iya iya iya. Oh,
banyak orang stres soalnya ya.
Iya, betul. Kecemasannya tinggi.
Iya.
Berarti kayak penyakit dalam itu ada
sejak 2023 itu ya?
Iya. Oh,
iya. Oke.
Sejak 2000 anu sejak praktik ini.
Kalau dulu praktik awal sudah ada
penyakit dalam.
Sudah ada.
Oh, saya kira hanya kandungan aja.
Jadi awal-awal itu yang praktik cuma
kandungan sama penyakit dalam.
Oke.
Kebetulan penyakit dalamnya itu ya istri
saya.
Oh, ya. Heeh. kita di dalamnya istri
dokter yang kandungan.
Iya. Cuma memang pertama kali saya
karena pertama kali yang di Tulungagung
itu kandungan
tahun '92 itu kemudian penyakit dalam
baru tahun 2 tahun berikutnya.
Kalau penyakit dalam yang paling banyak,
Dok. Yang paling banyak diderita oleh
masyarakat Tulungagung dan sekitarnya.
Lambung tetap ke lambung ya.
Lamb lambung banyak.
Hm.
Penyebabnya
lambung itu sampai sekarang penyebabnya
belum tahu pasti.
Iya. I
ya. Cuma di masyarakat kita itu seringki
pengaruh obat.
Minum obat begitu.
Iya. Banyak toh yang beli-beli obat
sendiri. Obat apa namanya ya?
Racian
ya. Raciikan-racikan gitu. Seringki
menyebabkan lambungnya luka.
Hmm.
Itu banyak sekali
ya.
Kita kerja sama dengan Rumah Sakit Iska
toh
dengan melakukan endoskopi. Heeh. He
endoskopi, kolonoskopi itu kebetulan ya
kita kerja sama kita melakukan tindakan
di sana dengan ISKA he
untuk pengobatan ini lambung itu untuk
mencari jadi gampangnya endoskop itu
seperti USG lah USG tapi yang langsung
diteropong pakai alat
endoskopi itu ya itu
ada rawatin juga Dok di sana
sementara belum
oh belum ya Dok ya
jadi kita sementara itu harus klinik
baru klinik utama rawat jalan aja
untuk rawat indap itu harus perlu
persyaratan
lagi ya ditambah lagi
lagi punya tempat tidur jumlahnya berapa
berapa berapa itu ada
dan insyaallah nanti kita
ee tahun 2026 kita akan merancang mulai
berkembang menjadi rawat inap. Oh
oke. Berarti ada perluasan Dok berarti
ya secara tempat?
Iya harus ada perluasan he
karena dibutuhkan ruangan untuk rawat
inap segala macam ya itu
masih ada lahannya dicari-carikan
berarti ya artinya beda tempat jadinya
ya. ya di satu tempat cuma mungkin ada
yang ngalah lah ruangan yang tadinya ini
kita berubah jadi ini harus gitu
yang layanan yang jarang-jarang
digantikan apa digantikan itu
iya ya harus gitu ya didoakan aja
siap semoga terus berkembang
amin amin amin
selama menjadi dokter nih dok ee ada
enggak pasien yang spesial yang
memorable banget wah masih
terengiang-ngiang ni dokter he
tentang entah tentang kandungan atau
tentang apapun itu. Iya, adak-adak.
Jadi pasti ada pasti ada. Jadi ada
beberapa pasien yang misalnya
lama menikah
gak hamil-hamil.
Heeh. Heeh.
Kemudian
sampai kita terapi beberapa kali gak
hamil akhirnya menghilang.
Akhirnya menghilang.
Oke.
Suatu saat dia akan kembali lagi.
Heeh.
Dengan hamil dengan sendirinya. Hm.
Ya, itulah kekuasaan Allah.
H
kita kembali ke sana. He. He.
Malah ada juga pasien-pasien yang dengan
pasien saya itu yang sudah berkali-kali
pengobatan sampai ikut program bayi
tabung pun juga tidak berhasil juga.
Oke.
Lama-lama dia kembali ke saya dengan
apa? Laporan kalau dia hamil.
Oke.
Alhamdulillah. Sudah setelah itu dia
kembali lagi terus sama saya rutin hamil
sampai melahirkan. Kebetulan karena lama
menikah tidak amil-amil ini kan termasuk
risiko tinggi ya.
Akhirnya kita lakukan jalan dengan
operasi caesar.
Oke.
Sudah. Setelah itu saya pesan, "Sudah
operasi selesai, sudah jangan ikut KB
apa-apa. Sudah disyukuri, sekarang sudah
punya anak.
Enggak sampai setahun hamil lagi. Lah
ini syukurnya dia sudah berusaha sekian
lama ke saya juga, ke Surabaya juga
enggak hamil-hamil. Akhirnya begitu
hamil sekali berikutnya malah
brudul gitu ya." Iya. Ya, itu yang kita
memori yang memori dari saya seperti
itu.
Masyaallah. itu kategori lama itu berapa
tahun itu, Dok? Tadi yang yang itu tadi
yang
biasanya itu lebih dari 10 tahun.
Oh,
karena kita harus pikir, Mas, wanita itu
kalau sudah usianya sudah lebih dari 40
tahun
Heeh.
itu kesuburannya itu pasti akan menurun
dengan sendirinya.
He.
Karena kualitas sel telurnya juga
menjadi tidak baik.
Beda dengan laki-laki ya.
Kalau laki-laki umur berapa pun itu
kalau subur ya tetap subur ya,
kecuali kena penyakit tertentu ya. Ya,
itu
siap. Berarti memang ee apa ya, Dok?
Tetap ee apa ya kayak ikhtiar ikhtiar
yang maksimal pun kadang-kadang juga
memang harus apa ya harus tetap diseleh
nih terhadap Allah gitu ya.
Allah berdoa.
Betul ya, Dok ya.
Iya.
Heeh.
Ya, kadang-kadang kita ini sedih juga.
Ada pasien sampai berkunjung
berkali-kali kok gak hamil-hamil.
memang sudi juga akhirnya kita kalau ada
pasien yang berhasil hamil ya kita
senang. Tapi kalau kok jadi-jadi aku ya
juga susah. Ini faktornya apa? Nah itu
kita harus merujuk dengan program yang
lain. Misalnya tadi inseminasi.
Iya iya iya.
Atau bayi tabung ya harus seperti itu.
Oke Dok. Kadang-kadang juga seorang
dokter itu juga apa ya, kita kan kalau
ini dikaitkan dengan spiritual ya,
kadang-kadang kan sebenarnya kita
mengharapkan banyak pasien berarti kan
juga mengharapkan orang sakit ya, Dok
ya.
Ya, seperti tadi saya sampaikan itu ya.
Iya, betul, Dok ya. Itu gimana, Dok?
Cara berdoanya gimana, Dok?
Ya kita sih gak gak bagas seperti itu.
Cuma kadang-kadang gini memang ada
beberapa temahan, aduh kok sepi ya, kok
enggak ada orang sakit terucap.
Oke.
Nah, kita harus menyadarkan bahwa ya
syukur alhamdulillah.
Heeh. He
enggak ada yang sakit ya. Tapi selama
kita masih bisa melayani, kita syukuri
aja ya. Pasien sedikit maupun banyak ya
kita syukuri aja. Kita tidak
seperti orang dagang
gak kok enggak ada yang beli ya. Nah
kita gak seperti itu.
Iya iya iya.
Jadi ya memang harus apa ya niatnya
berbeda dengan bisnis pada umumnya ya.
Berarti kalau sudah enggak enggak ada
yang banyak yang datang alhamdulillah
berarti banyak masyarakat kita sehat.
Iya. Ee kira
sebenarnya kalau mimpinya drter Fadgur
itu apa sih mimpi terbesarnya drter
Fadgur?
Mimpi untuk apa maksudnya?
Untuk dalam klinik ini.
Oh gini, kita itu kalau bisa ya punya
klinik itu orang itu akhirnya tidak
memandang dokternya
H
tapi kliniknya.
H
ya. Jadi datang ke klinik itu bukan
karena dr. Fatkur, bukan karena siapa
ndak, tapi yang penting klinik supaya
nanti kalau misalnya dokter-dokter yang
lama ini sudah gak praktik di situ,
klinik tetap jalan.
H.
Jadi kita mengharapkan seperti itu. He.
Jadi memang tujuan kita itu jangan
sampai orang itu melihat dokternya.
Nanti kalau melihat dokternya, dokternya
sudah enggak ada, sudah praktiknya
kliniknya
sepi, akhirnya enggak ada yang ke situ.
Seperti itu. Selain vaksinasi untuk
kanker servik ya, kanker mulut rahim itu
aja vaksin vaksinasi yang lain yang
berhubungan dengan penyakit dalam.
Hm.
Ya. Jadi misalnya sekarang itu juga ada
beberapa pasien yang kena penyakit
hepatitis
ya, itu ada vaksinasinya hepatitis.
Kemudian pasien-pasien yang apa banyak
musim penyakit flu influenza.
Influenza
iya itu ada vaksinasi untuk influenza.
He he.
Ya. Kita usahakan kita melayani
vaksinasi selain kanker servik. Itu
banyak vaksin yang tersedia juga, Dok,
ya. Di sana.
Iya. Sebetulnya kita ke depan tuh
sebetulnya merencanakan untuk anu ee
memberikan vaksinasi
pada calon-calon jemah. He.
Umrah, haji.
Oh, i iya.
Soalnya kalau kita ingin vaksin itu
vaksin umrah haji itu kan harus biasanya
datang ke Malang atau ke Surabaya. Kalau
saya dulu, Dok.
Iya.
Sekarang di sini bisa dok? Berarti
kita akan merintes ke sana. Soalnya saat
ini karena ee poliklinik vaksinasi
internasional itu namanya
itu harus terakreditasi dari ee
departemen yang lain.
Heeh. He
itu untuk Surabaya kan kita harus izin
Surabaya.
Heeh.
Kelihatan sementara ini tidak
diperkenankan karena sudah banyak
Heeh. He h
k vaksinasi seperti itu.
Padahal itu sangat dibutuhkan. Sekarang
kan jemah umrah banyak sekali.
Ya. Kita sedang berusaha. Heeh. He
itu untuk seperti itu itu diperlukan
ruangan sendiri soalnya
tidak boleh jadi satu dengan Iya
harus gitu
closing statement Dok.
Heeh. He closing statement dari dokter
untuk podcast kita kali ini. Jadi
seperti tadi
klinik
Nikita Farla itu bukan klinik yang
sekarang jadi langsung seperti ini. Itu
perlu proses.
Mulai dari dokternya pribadi termasuk
saya itu merintis dari awal dari praktik
sampai di beberapa tempat. mungkin ada
10 tempat mungkin waktu itu akhirnya
kita merintis menjadi sebuah klinik yang
saat ini sudah ada. Terus kemudian kita
dulu waktu masih praktik bersama
praktik-praktik sendiri itu kita cuma
punya ee anak buah itu cuma sekitar 3
emp aja
sekarang sudah berkembang menjadi
25 orang. Jadi ee
jadi menambah tenaga kerja lah ya. Ya,
seperti itu. Terus yang kedua ee kita
berupaya supaya klinik klinik Nikita
Farla itu bisa tetap berjalan dan juga
lebih bagus lagi kalau makin maju
pelayanannya sehingga ee membuat
masyarakat di sini itu bisa tertangani,
terlayani dengan baik. Ya, itu aja yang
perlu kita sampaikan ya.
Siap. Terima kasih, Dokter, sudah
sharing-sharing di tempat kita. I semoga
makin laris ini.
Iya. Amin. Amin. Amin. Amin. Amin.
Makin besar.
Amin. Amin.
Terima kasih teman-teman ee yang
menyimak sampai saat ini. Sampai jumpa
di next episode. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:32:47 UTC
Categories
Manage