Transcript
ue8Ju-uqp3E • BONGKAR! Trik Marketing ala Reza Arap, Ferry Irwandi & Timothy Ronald
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0655_ue8Ju-uqp3E.txt
Kind: captions Language: id Ada memang beberapa influencer yang mereka bukan live stream sebut saja mungkin kayak Irwandi, Timot Ronald. Heeh. He itu mereka untuk menaikkan engagementnya di kolam yang berbeda mereka bikin eh sayembara clipper ini biasanya eh reward-nya adalah berdasarkan view yang didapat. Oke, itu eh saya pernah lihat Ferry Irwani seperti itu. Terus e Agus Leo Halim yang lingkit juga seperti itu. Kalau Timoty Ronald itu berdasarkan pengakuannya adalah dia pokoknya siapa yang lewat FP-nya dia itu dikasih R juta segala macam. Sehingga semakin banyaknya influencer yang eh menggaungkan konsep seperti itu, semakin banyaklah orang-orang yang mencoba peruntukannya untuk mendapatkan tadi rewardnya itu. Barulah brand-brand ini mulai eh masuk dan tertarik terhadap konsep creeper itu. Sepakat enggak dengan quote ada kemarin [musik] siliwaran di quote anak sekarang lebih mending jadi cliper daripada influencer. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang editor pecah telur. Selam. [tertawa] Ini piye Mas rasane biasane di depan kamera sekarang diminta untuk jadi narasumber pecah telur? Rasanya adalah mungkin kan biasa di belakang layar ya, Pak Agung. Iya. Belakang layar ke depan layar. Jadi yang dipersiapkan adalah mentalnya untuk ditata dan bisa berbicara dengan baik. [tertawa] Jadi bagi yang belum tahu, Iqbal ini adalah salah satu editor di pecah telur. Yang biasa mengedit ini atau tayangan-tayang lain pecah telur adalah Iqbal ini. Betul. Nah, saya mau mengajak diskusi Iqbal ini tentang anu, Bal. Jadi, ee fenomena kliper, fenomena kliper. Fenomena kliper yang hari ini marah. Dan kenapa narasumbernya adalah Iqbal? Karena Iqbal ini kan baru mengerjakan projek di luar kantor ini ya. Jadi memang di teman-teman editor kita itu ada anu teman-teman kayak side project sendiri-sendiri dan Iqbal baru mengerjakan project clipper dari sebuah brand. Betul ya? Betul. Freelance ini. Ah freelance gitu. Nah kita mau membahas tentang market cliper sebagai marketing. Nah kalau menurutmu Bal eh Clipper itu sejak kapan sih sebenarnya ada Clipper itu? Oke, kita bahas klipernya sendiri dulu ya. Heeh. Jadi, kliper itu mulai naik, Pak Agung berdasarkan fenomena ketika live streaming itu naik di YouTube. Heeh. Kayak di luar misal kita bisa tahu Short Speed terus ya beberapa live streamer-live streamer yang besarlah. Di Indonesia pun kita tahu ya yang mungkin cukup hype di 2025 itu adalah Marapton yang punyanya Raza Arab segala macam. Terus live streamer-live streamer yang game kayak Mobile Legends segala macam. Nah, kliper itu muncul ketika live stream itu kan panjang 8 jam. He. Nah, sedangkan secara minat penonton untuk cari bagian-bagian tertentu yang menarik itu kan butuh efford. Makanya demand itu pun ada sebagai clipernya itu tadi. Demand-nya ada karena penontonnya pengin enggak enggak pengin nonton 8 jam. sehingga ee melihat demand tersebut mungkin ada beberapa yang tadinya tadinya mungkin tak ee tak perhatikan adalah mereka mengklip idolanya. Hm. Karena sebagai penonton diklip, "Ah, lucu nih, lucu." Akhirnya ada yang upload 1 2 1 du segala macam. Pada akhirnya itu terbentuk secara tidak langsung karena fenomena live streaming tadi. Oh, gitu. Bagi yang belum tahu mungkin bisa dijelasin Bal nih sebagai kadang-kadang juga kemarin saya membahas kliper di forum-forum komunitas. Heeh. Bagi mungkin generasi saya ke atas atau mungkin generasi yang lebih tua itu enggak ngerti apa sih kliper itu gitu. Nah, kliper itu apa, Bal? Cliper sendiri itu adalah ee orang yang mengedit atau memotong sebuah video yang panjang. Tadi kan kita bahas live streaming kan tadi. Iya. Terus semakin manaknya podcast juga. Podcast itu kan 1 jam, 2 jam kadang ada yang sampai 3 jam mungkin. Nah, itu dipotong-potong karena ee kita tahu sendiri ketika ee ada dua long form dan short form content sehingga si clipper ini kadang masukin juga eh hasil potongannya itu ke short form konten karena kan yang tadi yang panjang-panjang itu kan termasuknya long form content kan di YouTube segala macam terkait live stream dan podcastnya itu tadi dipotong di-upload di platform yang berbeda. He gitu. Jadi memang juga karena tadi karena ada platform panjang dan platform pendek I dan berin juga untuk mengklip idola mereka, mereka juga ada ini misal saya seorang umum pengin membuat konten pendek di katakanlah sebut saja TikTok atau short atau reels. Betul kan. Saya butuh konten tuh. Betul. Nah, maka saya mencari sumber yang panjang, saya tontonin, kemudian saya klip atau saya potong bagian-bagian yang menarik. Betul. Nah, untuk menghidupkan konten saya kan gitu ya, Bal ya. Betul. Bisa begitu juga. Oke. Oke. Jadi banyak faktor nih ya. Bisa banyak faktor tergantung kebutuhan dari itu sendiri. Nah, kemudian semakin ke sini kok semakin dikomersilkan gitu loh. Semakin menjadi bahkan di yang kamu freelance kan itu brand kan brand. Heeh. Tapi kalau dikatakan ee works apa enggak ya kan kita belum tahu ya untuk brand itu sendiri. Heeh. Heeh. Jadi Pak Agung kalau saya melihat fenomena Clipper ini tadinya itu untuk menaikkan ee beberapa influencer-influencer terlebih dahulu sebelum ke brand ya. He sebelum ke brand itu. Jadi ada memang beberapa influencer yang mereka bukan live stream sebut saja mungkin kayak F Irwand Timothy Ronald. Heeh. He itu mereka untuk menaikkan engagementnya di kolam yang berbeda. Mereka kan di YouTube rata-rata kan. Oke. Di di kolam yang berbeda seperti TikTok segala macam. Mereka bikin ee sayembara cliper. Hmm. H sayang Cliper ini biasanya ee reward-nya adalah berdasarkan view yang didapat. Oke, itu ee saya pernah lihat Feri Irwani seperti itu. Terus ee Agus Leo Halim yang lingkit juga seperti itu. Kalau Timoty Ronald itu berdasarkan pengakuannya adalah dia pokoknya siapa yang lewat FVP-nya dia itu dikasih R juta segala macam gitu. Hm. Sehingga semakin banyaknya influencer yang ee menggaungkan konseper itu, semakin banyaklah orang-orang yang mencoba peruntukannya untuk mendapatkan tadi rewardnya itu. Heeh. Heeh. Heeh. He. Sehingga ee semakin banyaknya itu barulah brand-brand ini mulai ee masuk dan tertarik terhadap konsep riper itu. Oke, tanya-tanya kan tadi Timoti Ronald bahkan sangat ekstrem. Jadi kalau ini lewat FYP kalian silakan mengklip terus kemudian piye maksudnya ee bayarannya gimana setelah capai view tertentu atau apa? Nah, eh kalau Timoti Ronald tadi berdasarkan pengakuannya adalah jadi kalian silakan eh klip videonya dia terserah yang seperti apa. Ketika dia menemukan satu video di FYP-nya dia, bukan di FYP kita, di FYP-nya dia, dia kan juga main TikTok kan. Oke. Oke. Tiba-tiba lewat di dia gitu, di dia. Nah, itu kata dia langsung dikasih R juta. Pokoknya menarik lewat FYP dan dia tertarik langsung dikasih. Oh. Oh. Sedangkan untuk beberapa ee berdasarkan view misal didapatkan R500.000 atau R juta atau segala macam. Nah, itu nominalnya tiap tiap influencer itu berbeda berbeda-beda. Jadi yang berdasarkan view itu mungkin yang tadi ya yang San sebutkan kayak I F Irwandi eh apa namanya? Agus Leo Halim. Agus Leo Halim itu berdasarkan view. Berdasarkan view dan itu rekrutmennya bagaimana? rekrutmen untuk Liper itu apakah semasif eh tadi si pokoknya lewat FYP siapapun itu atau orang yang ditunjuk kalau mereka. Nah, kalau ee sempat saya lihat kalau Agus Leo Halim itu dia punya platform sendiri kan Linkit. Nah, itu dia biasanya eh setoran ke sono ke Linkitnya itu. Kalau Ferry Irwandi waktu itu saya juga pernah sempat masuk ke Discord-nya. Jadi dia mengumpulkan siapa yang berbat jadi cliper. Dia waktu itu pengumuman di Instagram. He he. Benar jadi cliper. Sedangkan masuk ke Discord ini. He he. Di Discord itu dia jelasin rules-nya yang perlu dicantumkan kayak misal hashtag segala macam. Nah, ketika mereka ee mungkin mencapai reward-nya itu suruh report ke admin yang bersangkutan. Oh. Nah, kalau Timoti Renat saya kurang tahu seperti apa. Iya. Iya. Iya. berarti lebih terkoordinir gitu ya si Feri Irwand ya. Betul. Iya. Boleh tahu enggak Mas kisaran berapa mereka dibayar? View berapa, uangnya berapa? Biasanya ini saya agak lupa kalau yang Fer Irwandi, tapi Agustus Halim itu dia berdasarkan besar view-nya. Jadi ee apa namanya? Besar view-nya segini ya. Nominalnya segini. Jadi kayak Oh dia bikin checkpoint checkpoint. Kalau enggak salah Rp300.000, Rp500.000 sama Rp1 juta. Heeh. Heeh. He. Nah, ketika mencapai misal katakan si yang pembuat ini udah mau setoran nih di Rp300.000 atau dia masih memungkinkan ee masih menahan dia R juta dulu. Nah, itu tergantung bagaimana ketika mereka setoran si hasil videonya tadi. Eh, misalnya kalau si Agus Leo itu seingat saya view-nya Rp300.000 ya. 13.000 senilai view-nya. Iya, s review-nya berarti ya cukup artinya ya cukup tinggi juga ya dari segi si influencer-nya itu juga cukup berani ya berarti ya. Benar. Kalau itu banyak kan bisa jadi misal nih ada 10 orang rata-rata R juta kan ya R juta ya. Betul. Nah tapi kan orang yang bisa mencapai view ratusan ribu dan R juta mungkin kalau kata ee saya katakan 1 banding 100 realitasanya enggak mudah juga ya. Enggak mudah. Oh. Oh, apalagi kecuali memang secara akunnya itu tadinya sudah terbentuk ya untuk ngeklip-ngeklip dia tadinya mungkin emang senang terus ngeklip sehingga ee secara akunnya algoritmanya terbentuk. Heeh. He. Nah, suatu waktu pasti bisa bledos karena ee kita tahu kalau ee katakan TikTok ya, TikTok itu kan terbentuk juga berdasarkan algoritma yang tadinya di-upload sebelumnya seperti apa. He. Kalau misalnya cuman sekali aja yaak bisa enggak bisa jadi enggak FYP gitu ya, enggak Fox. Iya. Saya pernah tahu enggak, Bal, temanmu atau mungkin di CCEL-nya? Di sirelmu yang pernah dapat sekian begitu menjadi seorang kliper. Kliper belum pernah sih. Enggak, belum tahu ya? Belum tahu. Sampan sepakat enggak dengan quote? Ada kemarin seliwaran di quote. Anak sekarang lebih mending jadi kliper daripada influencer. Anak sekarang mending jadi kliper daripada influencer. Sepakat enggak? Saya sih enggak sepakat. enggak sepakatnya adalah karena mungkin eh momen cliper ini bisa dikatakan akan turun ketika ee momen lain berubah. Dalam artian kan live streaming ya baru ini kan tadinya kan enggak ada. He. Nah, momen cliper ini kan juga bergantung dari video-video panjang yang ada. Heeh. Dan semakin sebuah apa namanya? sebuah konsep semakin digali tentu persaingan akan semakin banyak. Sedangkan kliper itu kan ya ee secara skill-nya bisa dikatakan untuk melebarnya kurang karena cuman ya di editing segala macam gitu. Tapi kalau influencer dia secara mindsetnya tertanam sebagai seorang yang influence sehingga dia berpikir kreatif, konten-konten segala macam sehingga eh feel kreatifnya itu terus bertumbuh. Berbeda dengan kliper tadi karena dia fokusnya hanya di videonya saja. Itu kalau menurut menurutmu berarti kliper ini bisa jadi akan tergantikan. Bisa jadi bisa jadi akan turun. Dan secara kreativitas tidak sekreatif jadi influencer gitu ya. Betul. H. Oke. Oke. Oke. Jadi masih menjajakan influencer berarti ya. Kalau secara mindsetnya dia untuk berkembang harusnya influencer lebih menjanjikan tetap. Tapi influencer kan juga susah Bal. Sekarang banyak orang ingin jadi influencer. Kolamnya ya itu-itu aja. Nah, itu bersaing begitu loh. Nah, itu dia. Jadi, sebenarnya kalau saya ee analisa dan pikir sedikit itu adalah ketika orang itu mencoba untuk menjadi influencer dan gagal secara kebutuhan skill-nya itu akan tetap terpakai ketika dia ingin bekerja di suatu perusahaan tertentu. Karena sekarang tetap ada itu demainnya tim kreatif, konten kreator segala macam. Sedangkan si Clipper tadi kan ee untuk skill-nya mungkin enggak bisa sampai di sana. Iya. Iya. Jadi tetap tetap bisa digunakan skill influencer itu daripada hanya menjadi cliperer. Jadi kliper itu secara skill lebih turun daripada influencer. Ya, harusnya secara sepemahaman saya ya. He, mungkin teman-teman punya pendapat yang berbeda sepemahaman saya seperti itu. Nah, ini kalau pengalaman Bal yang pernah menjadi kliper itu seperti apa kemarin? Oke, jadi yang saya ee edit itu adalah kita apa namanya? Mungkin mulai masuk ke brand ya, Pak. Betul. Tadi kan influencer cliper untuk brand. Oke, Cliperer untuk brand. Jadi, kalau saya secara apa namanya? riset-riset lagi. Cliper brand itu ee bisa dikategorikan untuk dua tujuan. Pertama untuk awareness, kedua untuk sales. Heeh. Jadi apa namanya? Dia ingin dikenal dulu atau dia menuju untuk penjualan. Oke. Nah, kalau yang saya edit ini secara tujuan memang ee konsepnya untuk awareness saja. Jadi secara bebas ambil video-video yang terbagi ke beberapa nich tertentu. He. Waktu itu saya kebetulan ee dapatnya adalah NIS tentang inspiratif, terus ide usaha segala macam. Pemilihan NIS itu siana yang nentukan atau sampean yang mengajukan? Sana yang menentukan kliper yang udah ter apa namanya? ter terdaftar atau lolos gitu. Terdaftar ya. Lolos di lowan kerjanya itu itu diperbolehkan memilih. Hm. Gitu. Memilih apa NIS yang diinginkan. Iya. Dan di dan memang kan secara lowangan kerja itu kan kita upload CV kan. Nah si sananya tuh sebenarnya sudah ngelihat kayak oh ini streng-nya di mana nih? H gitu ya. Pertama dipoting mereka kalau seketika memang enggak works bisa pindah. Heeh. He he. Itu ada berapa NIS di brand itu? Di brand itu kalau enggak salah lima. Hmm. Setiap NISnya dua orang. Hmm. Gitu. Setiap orang berapa setorannya? Setiap orang setorannya per bulan 300 video. Oke. Banyak ya? Banyak. Dengan ketentuan setiap video itu minimal 1 menit. Berarti kalau satu NIS katakanlah tadi inspirasi bisnis begitu ya, inspirasi bisnis 300 video berarti dua orang 600 video upload di satu akun. Nah, untuk penguploadannya seperti apa saya enggak sampai di sana dijelaskannya. Terus saya sempat searching juga pun saya belum ketemu hasil kerja saya diupload seperti apa. Nah, itu yang makanya saya masih tanda tanya sampai sekarang. Oh, berarti sampean enggak tahu hasilmu di akun apa? Terus kemudian jadi berapa view itu enggak tahu. Enggak tahu karena saya lihat juga di akun officialnya mereka enggak di-upload di sana. Oh, gitu. Mungkin kalau sampai saya sempat dengar dari supervisor saya adalah jadi mereka bikin akun-akun kecil. Nah, konsepnya adalah ee mereka pengin dilihat bahwasanya kliper itu bukan dari mereka sendiri mungkin. Jadi emang orang-orang ngeklip dan disponsori oleh mereka. Mungkin seperti itu secara konsep yang mereka yang mereka inginkan tuh. Itu tapi tebakanmu gitu ya. Tebakanku karena sampai sekarang belum kelihatan kerja apa hasil kerjaku di mana. Hm. Berapa bulan terakhir bulan ini? Jadi kalau terhitung dari awal 3 bulanan. Oke. Pada akhirnya emang diop. Hm. di stop itu mungkin kalau kita nebak-nebak nih ya berarti ada kemungkinan dia nandon stok yang kemudian kemudian disetor itu i atau ada kemungkinan juga enggak work gitu ya bisa jadi seperti itu. He he gitu. Saya pernah menjumpai brand lain enggak yang pernah melakukan itu brand lain? Nah jadi tadi ada awareness ada sell selling ya. ya. Nah, yang ee coba pernah saya ketahui dan coba saya cari tahu adalah balik lagi tadi ke live stream live stream. Jadi, beberapa orang ee yang live stream itu misal influencer game segala macam mereka menampilkan brand secara endorse ya. BR secara endorse. Nah, si clipper ini nanti mereka akan nge-clip ketika si siapa namanya? Endorse itu si Iya. Info yang di-endorse itu diklip oleh clippernya dihubungkan ke keranjang kuning di TikTok. Heeh. He. Dihubungan Jang Kin ke TikTok sehingga ee mereka ini dapat penjualan dari CPernya itu. Nah, kalau secara pembayarannya adakah creeper profesional yang di hire oleh sebuah brand? Saya juga kurang tahu. Itu sebenarnya kan kayak orang dengan kreatif mereka sendiri kayaknya si jadi misal dia tahu nih ada si artis A ini sedang promosiin katakanlah ini ya parfum nih ya. Iya. Artis A sedang meromosiin UMR. Siap. Kemudian ee dia tahu nih ada di akun UMR katakanlah dia tahu akun J. Habis itu dia motong sendiri kayaknya. Motong sendiri. Habis itu di-upload di TikTok supaya dia dapat penjualan gitu kan. Nah. Iya. Itu bisa jadi kan dia sendiri bukan di bukan dikoordinir dari sebuah brand kan. Seb. Nah, karena dari situ makanya saya kepikiran sebuah konsep bahwa brand itu sebenarnya bisa menggunakan cliper sebagai ujung tombaknya mereka untuk promosi. Tadi balik lagi Pak Agung kan sempat bahas Cliper sebagai marketing kira-kira sebagai seperti apa kan. Nah, karena saya juga lihat sebuah data bahwasanya kliper itu beberapa akun Clipper keranjang kuning yang keranjang kuningnya nyala komisi affiliate-nya itu besar-besar lumayan besar ada top 10-nya itu mereka dua digit sampai 3 digit. Heeh. Heeh. Heeh. Sehingga berarti kan memang konsep ini punya demand dan diterima. Jadi bisa jadi brand-brand yang ingin menggunakan konsep flipper ini ya mereka menggalakkan dengan lewat konsep affiliate yang ee lebih tinggi yang diklip ee gimana ya bahasanya maksudnya orang bikin klip H yang videonya bisa dimasukin kanjang kuning dan diafiliate kan ke mereka. Betul. Betul. secara konsepnya seperti itu. Jadi memang harus butuh persyaratan si brand ini punya TikTok Shop, punya atau mungkin kalau yang diupload di Shopee ya, di di Shopee-nya itu tadi sehingga bisa dihubungkan dari si Cliper ini tadi ke keranjang kuning yang ee tersedia. Jadi ketika videonya naik mereka pun dapat sales dari si clippernya ini. Paham, paham, paham. Jadi ibarate kan sampean pernah meneliti ternyata cerita ini meneliti akun-akun kliper yang mereka menautkan keranjang kuning ternyata pendengarannya besar gitu kan. Lumayan besar si. Oke. Dan itu bisa jadi dikoordinir gitu ya. Itu yang kok lihat itu brandnya beda-beda atau satu? Nah kalau yang saya lihat ini karena kan saya enggak bisa lihat secara rincinya ya kan ya. He. Jadi ada orang memang yang upload sebuah video dan dia katakan dia pakai kata data katanya dia kasih lihat tuh bahwa akun akun Cliper ini punya komisi. Kalau data, kalau data apa kata data? Kalau data kayaknya kalau data ya itulah pokoknya sebuah platform yang biasanya itu kan e performa akun-akun TikTok. Nah, itu Cliper itu ternyata punya komisi. Jadi, saya enggak bisa belum meneliti lebih jauh, belum cerita lebih jauh gimana sih sebenarnya isi klip dari si Cliper itu tadi. Oh, oke oke oke. Nah, aku penasaran tadi belum tadi keip awareness. Jadi tentang awareness, klip dari brand tentang awareness. Iya, dia kan ngeklip potongan katakanlah ini perbincangan kita gitu kan diklip ternyata menurut mereka menarik gitu. Siap. Terus bagaimana memasukkan brand itu di ini di klip ini? Nah, kalau yang kalau ini kan kita jelas kita memang pecah lagi kemasukan brand tap in. Heeh. He ada parfum parfumer. Nah, kalau yang ee waktu itu saya kerjakan mereka awareness-nya adalah di frame-nya. di frame frame itu jadi kayak misal video ini kan full berapa kali berapa gitu vertikal biasanya kan iya vertikal nah video yang benar-benar videonya itu mungkin cuman sedikit aja hmm nah sisanya itu tulisan brandnya mereka misal apa CD terus misal beli ini di AB CD He segala macam oke. Kayak kayak poster yang nempel begitu ya. Betul. kayak poster yang nempel di di video itu. Oke, oke, oke. Jadi menurutmu sebagai editor pecah telur yang mengamati yang pernah juga jadi kliper juga yang ee fenomena klipper ini apakah bisa dikatakan menjadi marketing yang efektif untuk sebuah brand? marketing yang efektif untuk sebuah brand. Karena memang secara datanya belum terbukti ada yang mungkin ada ya, tapi belum kita belum lihat ini bermunculan secara jelas ee efektif apa enggaknya belum bisa diukur. Jadi, tapi mungkin secara demand memang ada secara ee kesempatan brand untuk menggunakan konsep ini ada dan itu memungkinkan. Tapi mereka memang harus lebih effort dalam artian brand-brand itu yang masih brand belum ada di TikTok sebagai keranjang kuningnya mungkin belum bisa dan memang harus punya produk untuk di ee kalau untuk tujuannya untuk sales. Nah, kalau awareness ini kan memang ee ukurannya itu kita belum bisa lihat seperti apa dampaknya kan gitu Pakung. Jadi masih white and se dulu begitu ya abu-abu. Tapi kalau untuk menaikkan personal branding terbukti sudah berhasil begitu ya. Oh terbukti. Bahkan ada orang yang mengatakan bahwasanya live streamer itu tanpa atau influencer yang menggunakan clipper itu. Tapi iki ini konsepnya di live streamer live streamer ya kayak Reza Arab begitu katakanlah ya. Kalau Reza Arab dia tadi sudah punya nama kan. Heeh. Terus Windah Basudara. Winda Buda itu yang ng-game. Terus ada lagi ISO Speed juga di luar. Mereka tanpa ee adanya Cliper mungkin secara penaikan kontennya, engagement-nya tidak akan seperti sekarang. Hm. Karena Clipper itu secara tidak langsung akan membuat ee komunitas baru yang mana orang-orang bisa kenal, bisa ee tahu si info itu dari videonya si Cliperer. Heeh. Mungkin kan ada yang mengatakan, "Ah, Creeper ini nyolong." Segala macam. Tapi kalau ada lagi yang ee pro terhadap konsep Creeper ini, si Creeper ini ya secara enggak langsung mendistribusikan secara ulang konten-konten live stream atau konten-konten ee podcast yang panjang sehingga orang-orang bisa tahu dan minimal melihat dari videonya yang diklip tadi. Hm. berarti sangat sangat subur di kategori game ya, game game live streaming ya itu sangat subur sekali ya di sana. Subur. Hmm. Memang berawal juga dari industri itu ya. Di awal memang dari industri itu. He. Kalau yang kontra tadi Bal ada tuh yang kemudian enggak sepakat terus kemudian naik kayak jadi counter cliper saya anti cliper gitu. Nah, ini sebenarnya muncul ketika awal-awal ee konsep Cliper ini belum dikenal. Karena kan banyak orang yang mengatakan, "Wah, nyolong videonya nih." Wah, gitu. Karena emang beberapa live stream itu memperbolehkan Clipper untuk memonetize videonya di YouTube. He he he. Sehingga ya memang kalau ee ada lagi memang yang kayak Dian KT juga pernah bilang di Radioika dia membebaskan klipper itu dari eh strike-strike yang videonya dicolong itu. Karena tadi secara enggak sadar si Clipper ini mendistribusikan ulang videonya dia. Heeh. He gitu. Nah, yang kontra ini adalah yang enggak paham konsep Creeper itu sebenarnya nyolong atau emang mendistribusikannya itu. He memang ada dua sisi ya. Iya. Di sisi lain memang dia ngambil, di sisi lain juga sebenarnya membantu. Betul. Oke. Oke. Oke. Iqbal terima kasih sudah mampir di ruang podcast dari ruang sebelah dari ruang editor ke sini. Next kita mau bahas lagi tentang sesuatu dengan Iqbal di kesempatan yang lain. Di kesempatan yang lain. [tertawa] Terima kasih juga Pak Agung atas kesempatannya. Setelah sekian lama akhirnya nongol setelah sekian lama. [tertawa] Oke teman-teman see you. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.