File TXT tidak ditemukan.
Bongkar Realita Sopir Bus yang Suka Ugal-Ugalan, Teryata Ini Alasanya.. 30 th Jadi Sopir!
b6X60Fu0Hjo • 2025-12-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
sering sekali.
Iya. protesnya itu kan mungkin kita
jalan pariwisata jalannya kalau setiap
hari Sabtu Minggu itu selalu jalan
enggak pernah di rumah lah. Sedangkan
anak-anak di rumah itu liburnya kan tiap
hari Minggu jadi bingung nyari bapaknya
gitu.
Selama saya tidak dikomplin
masalah ekonomi dari keluarga, baik itu
istri saya maupun anak saya itu nyaman.
Iya. Yang penting kita jalani dengan
sepenuh hati untuk menghidupi keluarga.
mungkin enggak ada kendal
sebetulnya itu kan masyarakat umum ya
menilai superbis itu ugal-ugalan gitu
enggak semua sebetulnya jadi karena
di reguler seperti AKDP kita dikejar
waktu, kita ada jam pemberangkatan dan
jarak pemberangkatan. Akhirnya kita
jalan itu kan terlalu tegang. Kalau di
pariwisata mungkin kita nyantai enggak
ada dikejar waktu. Ya ada mungkin kalau
kita terlambat datang itu yang dikejar
waktu. Kalau kita selama mematuhi aturan
apa perintah berangkatnya kantor kita ya
nyaman-nyaman aja nyantai gitu. Cuma di
reguler itu kan situasinya terlalu panas
di jalan gitu. Jumlah kendaraan terlalu
banyak, jam pemberangkatan terlalu dekat
jaraknya itu sebetulnya itu kan
masyarakat umum ya menilai superbis itu
ugal-ugalan gitu. Enggak semua
sebetulnya itu. Jadi karena itu sudah
terbiasa mungkin yang reguler itu ya
mungkin sering karena jam-jamnya itu
selalu selalu mepet gitu. Mungkin
akhirnya driver yang di pariwisata itu
diikut sertakan. Jadi ora melok-melok
ketut-ketut ng itulah ya. Sebetulnya itu
ya nyantai-nyantai aja. Cuman kan ada
POPO lain mungkin yang pasti itu bis
reguler bomel yang jarak dekat itu
terlalu banyak kena armada. Jadi
mengatur jarak itu selalu balapan
istilahnya. Kalau pariwisata kan enggak
ada yang dikejar. Kita di jalan ya
nyaman-nyaman aja, nyantai-nyantai aja.
Relatiflah ugal-ugalan itu namanya
ugal-ugalannya yang dimaksud gimana? Kan
kita ada jalan kencang, ada jalan
nyantai. Di waktu kita jalan di tol ya
kita jalannya kencang. Jadi istilah
ugal-ugalan itu yang bagaimana kan
enggak ngerti. Kalau di tol kita
jalannya ya kencang, kalau di jalan
bawah kita ya jalannya nyantai ngikuti
arus yang ada. Mungkin waktu sepi, waktu
ramai kan ya enggak bisa ugal-ugalan.
Yang penting kita selama perjalanan
nyaman gitu aja. Kadang itu ada customer
yang ada permintaan senang kencang, ada
juga yang nyantai aja, Mah. Kita ngikuti
aja. Kan customer itu enggak sama.
Pak Sugeng, Pak. 56 tahun saya jadi
driver itu pertama bukan di base. Saya
pertama jalan kendaraan kecil mulai SMK
kelas 1 sudah jadi driver. Waktu itu
kita terbentur karena keadaan ya. Kita
nyambi sekolah, nyambi bekerja gitu. Aku
mulai SMP sudah jadi yatim piatu. Jadi
otomatis kita harus kerja untuk kita
sendiri dan juga di rumah. Di rumah ya
cuma sendirian sebetulnya tapi kan
banyak teman-teman yang nemani di rumah
gitu. Kita waktu jadi sober di usia
waktu sekolah itu BBM masih harga
kisaran R5.000. Kita ngetrip muat barang
waktu itu kita kan jalan kendaraan mobil
barang. Jadi satu trip gitu satu
angkutan itu dikasih Rp1.000 kadang
enggak sampai ya waktu itu ya cukup
karena situasi di tahun segitu masih
belum krisis moneter dulu kan.
di usia sekitar 25 tahun. Waktu itu
tahun 99 saya pegang B Sumber Kencono.
Akhir tahun 99 sampai 2003 waktu itu
saya di Sumber Kencono itu belajarnya
karena kahanan aja itu nekad itu, Pak.
Iya. Ya, kebentur ekonomi waktu itu saya
sudah rumah tangga ya. Gentur ekonomi.
Kita sebetulnya enggak berani mau enggak
mau karena kanan tuntutan ekonomi kita
akhirnya nekad untuk bekerja di suatu
PO. Itu
artinya enggak ada yang ngajarin.
Enggak ada mobil kecil. Iya dari taksi
aku landen itu. Nah, angkutan pedesaan
ya sambil belajar sambil jalan.
Yang paling mengesankan itu masalahnya
banyak sekali di situ selama perjalanan.
Kalau driver kesannya itu hanya dalam
perjalanan. Perjalanan itu selalu ada
cerita, selalu berganti tiap hari. Tiap
hari itu ada cerita, selalu ada cerita
gitu. Jadi kita itu tiap hari ceritanya
selalu berbeda, kasusnya selalu berbeda.
Jadi namanya di jalan lawannya kita itu
kan selalu berganti. Kita tidak bisa
menyimpulkan mungkin ada sesama kru
gitu. bisa sukanya itu hanya sesama kru
aja. Kalau selama perjalanan kita selalu
punya lawan, jadi kita selalu memikir
untuk mengatasi lawan. Lawan itu
bermacam-macam gitu. Nah, lawan jalan
ya, lawan kendaraan kan. Jadi arah yang
berlawanan dengan kita itu lawan kita.
Mungkin ada yang dia yang ngantuk kita
akhirnya bermasalah.
Setelah itu
saya bawa truk ya. kita sudah belajar di
kendaraan besar, akhirnya kita ya
bisalah adaptasi.
Aku dulu setelah truk sudah jalan bis
sudah pindah-pindah PO akhirnya
memutuskan untuk kita makin tambah usia.
Kemungkinan tidak mungkin kita ee lebih
jauh ke mana-mana lagi. Kita cari yang
dekat dengan tempat tinggal saya. Saya
memutuskan untuk masuk Yen Putra. Jadi
usia bertambah tua, cari yang dekat
dengan rumah aja. Tiap hari kita bisa
pulang. Ya, jarak tempuh dari rumah saya
itu dibilang jauh juga jauh. Tapi cuma
di waktu 1 hari itu bisa ditempuh untuk
pulang sekitar 25 kilo dari rumah saya.
Kalau 10 tahun ada desain pertama kali
saya tipenya RG Hino ya. Waktu itu masih
di sini ada body yang paling lama
mungkin Marco Polo dulu produk Adiputro.
Yang paling enak itu kadang itu setiap
tahun ada produk baru yang muncul. Jadi
yang paling baru yang enak pastinya
gitu.
Alhamdulillah kita itu selama kerja di
Putra cukup untuk ekonomi kita untuk
nyekelkan anak kita. Selama di rumah
enggak ada keluhan berarti cukup, Pak.
Kecuali di rumah itu ngeluh terus itu
berarti tidak cukup. Namanya keluarga
itu kan enggak tentu proses perjalanan
perekonomian. Kadang di atas, kadang di
bawah. Di waktu sepi ya kita pasti
ngeluh. Tapi kalau kita sama-sama semua
sepi ya apa boleh buat kita jalani aja
tiap trip ya enggak tentu tergantung
jarak tempuh kita jalan kan kita bukan
borongan kita kan persentase kalau kita
jalan jauh ya banyak kalau jalan dekat
ya dikit itu tergantung perjalanan
selama kita jalan di sini itu yang
penting kita itu jalan kendaraan dikasih
masih leluasa jalan. Enggak ada beban
apapun kita nyaman-nyaman aja. Enggak
ada kesan apapun sudah. Yang penting
kita jalan nyaman sudah. Yang penting
kita ngikuti alur prosedur sudah enggak
ada kendala apa-apa. Apa aturan
perusahaan, apa perintah perusahaan kita
jalankan. Sudah itu aja. Jadi selama
kita enggak ada kesalahan kita nyaman.
Kita kalau DPO besar seperti Yen Putra
semua itu sudah dihandle kantor semua
seperti servis apapun kita enggak mikir
sudah ada disiapin sama perusahaan itu
maintenennya sudah ada. Kalau di PO
kecil seperti perorangan gitu semua
perjalanan baik itu kondisi kendaraan
kita mikir sendiri. Jadi seandaikan kita
ada kerusakan, kita mikir sendiri
mencarikan tukang dan lain. Kalau di BO
gini kita sudah enggak mikir, sudah ada
mekanik yang standby. Kita tinggal
bilang aja ini yang itu.
Saya selama bekerja jadi driver dan juga
jadi kepala rumah tangga, saya sudah
bisa mengentaskan anak saya dua sampai
sekolah sampai lulus semua. Saat ini
sudah lulus semua, sudah bekerja semua.
Ya, perlu kami syukuri saya jadi driver
ini bisa mengentaskan anak-anak. Cukup
itu yang kami banggakan, tanggung jawab
yang kami dipercaya. untuk anak saya
sudah saya sekolahkan, sudah lulus,
sudah bekerja. Kalau saya karena sudah
terbiasa dari dulu mungkin dari saya
belum menikah itu sudah kebiasaan jarang
pulang. Jadi seperti istri saya dan juga
keluarga yang lain semua itu sudah
mengerti kebiasaan saya. Jadi sudah
terbiasa jadi enggak ada keluhan. Yang
penting mungkin enggak sampai 1 bulan
pulang gitu aja mungkin di rumah. 3
hari, 5 hari kita berangkat kerja.
Memang karena profesi gitu ya mau
apalagi kita jalani aja gitu.
Pernah gak sih, Pak diprotes anak ketika
mungkin masih kecil atau pengin banget
nih dekat sama jenengan selalu bersama
gitu. Pernah enggak di
Sering sekali.
Iya. protesnya itu kan mungkin kita
jalan pariwisata jalannya kalau setiap
hari Sabtu Minggu itu selalu jalan
enggak pernah di rumah lah. Sedangkan
anak-anak di rumah itu liburnya kan tiap
hari Minggu jadi bingung nyari bapaknya
gitu.
Kalau setiap minggu dia libur, kalau
bapaknya enggak pernah libur. Liburnya
di hari biasa. Makanya anak sopir,
rata-rata sopir pariwisata bingung sama
bapaknya itu. Kalau anak masuk kita di
rumah kita mengatasinya mungkin kan
enggak selalu terus hari Minggu kita
jalan. Jadi di waktu kita libur ya
kesempatan mungkin ada satu hari Minggu
kita libur ya kita manfaatkan untuk
keluarga.
Betah kita kerja nyantai nyaman, ya
sudah enggak ada kendala dari buah juga
istilahnya. Yang penting kita selalu
bekerja apa prosedurnya gitu sudah
enggak ada kendala, sudah nyaman-nyaman
aja. fasilitas istilahnya kita semua
sudah disiapkan sama perusahaan apapun
yang biasanya ya masalah armada.
Armadain
selalu mengikuti tren yang terbaru juga
ada. Selalu customer minta yang model
gini di siap. Jadi kita enggak pernah
nolak permintaan. Jadi akhirnya kita ya
nyaman masalah model kendaraan mulai
yang model yang lama yang baru itu ada.
Jadi kita bisa melayani customer sesuai
permintaannya. Jadi di kru sendiri kalau
ada kan customer itu enggak sama. Ada
yang minta yang baru, yang jelas itu
masalah harga pasti enggak sama ya.
Kalau budget dikit ada yang body lama
kasarnya gitu kita bisa melayani itu.
Selain fasilitas di kendaraan kan sudah
lengkap di bisitas sudah ada semua apa
yang diinginkan selama perjalanan.
kecuali toilet kita bukan base reguler
base wisata itu enggak ada seperti
fasilitas dispenser apa aja di dalam bis
sudah ada ya kan jadi kalau customer mau
ngopi juga ada air panas jadi
kita juga sebagai driver cuma hanya
melayani semua apa yang diinginkan
customer sendiri ngikuti ae Selama dia
puas, kita juga senang gitu.
Komplinan itu pasti ada. Komplin itu
biasanya orang mau kencing. Tempat
kencing kan jauh. Kita tempatnya yang
mungkin kita lebih jauh cari pom
toilet itu susah akhirnya dia komplin
gitu ya. Sering gitu. Waktu misal kita
di jalan tol, tiba-tiba baru masuk tol,
penumpang minta toilet, akhirnya kita
mencarikan jauh jaraknya. Namanya kita
mencarikan ya jauh sampai dapat begitu
baru kita bisa minggir. Apalagi kita
kendaraan besar tidak bisa berhenti
sembarangan pasti cari parkiran yang
luas. Yang ada itu mungkin resarea di
pom gitu. Kita itu namanya driver kalau
ada masalah di jalan apalagi kita waktu
capek ngantuk ya kan. Nah, yang jelas
itu yang jadi korban itu si driver. Kod
driver itu jadi korban mungkin kita cuma
ngobrol-ngobrol gurau gitu aja.
Bagaimana istilahnya pikiran stres kita
hilang. Mungkin penumpang tidur semua.
yang ada kita berdua istilahnya kok
driver harus dituntut driver hibur aku
biar enggak pusing gituah.
Iya. Kita biasa gurau seperti di garasi
kayak gini kan kita suka gurau ya
seperti itu
kalau di jalan
ya sama
gitu setiap ada apa aja ketemu di jalan
itu dari tema pembicaraan gitu itu untuk
menghibur kan di jalan selalu ada judul
itu ada apa ada apa makanya kalau di
jalan sebetulnya penumpang tidur rugi
masalahnya perj jalanan itu salah satu
agenda wisata. Banyak cerita malahan di
jalan itu gitu. Hiburannya cuma itu.
Pernah mengalami kejadian yang tidak
diinginkan enggak, Pak? Menurut.
Alhamdulillah selama ini tidak ada.
Mungkin kecil ada gitu. Kejadian kecil
itu ada tapi kejadian yang sampai fatal
alhamdulillah tidak ada ya se seperti
spion patah gitu kan kejadian kecil ya
selama di perjalanan kita berusaha
bagaimana bisa dipakai ya kan nanti
setelah sampai garasi kita dibenahi
mungkin ada aturan sendiri di di situ
ada ada aturannya semua itu bertanggung
jawab antara driver bahkan itu buat
sendiri
di PO kita ada paguyupan, ada dana untuk
membantu selama ada kejadian. Jadi
dibagi-bagi semua kena. Jadi akhirnya
begitu ada aturan gitu kan sebetulnya
berat akhirnya jadi ringan gitu. Jadi di
situ ada taruhlah paguyuban gitu
paguyupan driver yang menabung uang.
untuk membantu teman kita
ya ada bilamana ada kejadian emergency
gitu ya. Dari dulu saya dari driver
selama saya tidak dikomplain masalah
ekonomi dari keluarga baik itu istri
saya maupun anak saya itu nyaman.
Iya. Yang penting kita jalani dengan
sepenuh hati untuk menghidupi keluarga.
mungkin enggak ada kendala sebagai ter
pasti pernah suatu misal kita masuk
medan yang enggak pernah kita lalui itu
berat sekali kita
customer itu biasanya tempat wisata yang
dituju itu enggak biasa kita tuju
ngajak ke sana sedangkan jalan itu
enggak pernah dilalui bas ya gitu k kita
kan berat sekali untuk melalui
Kadang kita enggak bisa nolak. Kadang
kalau situasi memang mendesak, mau tidak
mau kita menolak. Kalau jetbus 2, jetbus
3 itu jelas beda tahun. Jetbus 2, jetbus
3, jetbus 5 jelas beda tahunnya. Jadi
jetbus 2 itu keluaran tahun yang lebih
tua. Muncul lagi Jetbus 3, muncul lagi
yang terbaru Jetbus 5 gitu. Kalau apante
itu pengeluaran terbaru cuma beda kalau
seru aja. Ee kalau sesis sama body aja
yang beda. Kecuali yang jetbus 2 itu
beda beda tipenya. Jetbus 3 ada yang
sama ada yang beda mesinnya. Jadi
karoseri tiap istilahnya mungkin enggak
tahu dua atau 3 tahun munculkan model
baru itu mulai JB 1 ada tahun mungkin
2012 e nanti 2014 muncul lagi Jetbus 2
ya muncul lagi 2000 berapa itu Jetbus 3
yang terbaru Jetbus 5 lah di situ ada
beberapa karoseri
mungkin ada Adi Putro ada tentram, ada
laksana. Itu setiap ada muncul model
baru. Jadi karoseri yang lain juga
munculkan model baru gitu aja. Kalau
sesis sama mesin ngikuti yang terbaru
mungkin RMTI
ada Mercy yang terbaru gitu.
Kami mengharap Yen Putra lebih maju,
lebih baik, lebih berkembang. Akhirnya
dengan berkembangnya perusahaan kita
sebagai istilahnya
karyawan atau driver di sebuah
perusahaan kesejahteraan makin maju
juga. Saya Pak Sugeng sebagai driver
dien putra yang beralamatkan di Desa
Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten
Kediri mengucapkan
banyak terima kasih. Semoga Yan Putra
makin berkembang.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:13 UTC
Categories
Manage