Awal Usaha Rugi 6 Miliar, Tapi Usahanya Makin Gacor, Omzet Tembus 20 Miliar - HiQween
aA7b1Ygi-do • 2025-12-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Tapi kadang kan orang itu ya
sawang-sainawang ya, Mas ya. Artinya woh
jadi pebisnis enak ya ndak belum tentu.
Bahkan yang dulunya dosen saya Sabtu
Minggu masih bisa ng-mall sama anak sama
istri. Sekarang jadi pebisnis ora iso
ngall mas. Jadi kerjanya 24/7 malahan.
Ya awal-awal banget malah.
Iya wis kok polisi tidur mak gronjal mak
gronjal gitu. Dan kami percaya setiap
tahun itu tantangannya itu berbeda dan
makin naik. 2021 kita tantangannya
bagaimana produk ini pecah lagi, pecah
lagi. 2022 dihadapkan dengan sunscreen
itu ya supply chain-nya enggak karuan,
ee manajemennya enggak karuan. 2023 kita
diuji tim sampai rugi hampir 6 miliar.
Oh lebih sih 6 miliar sekian.
Valuasinya
valuasinya.
sistem kita mulai atur perlahan-lahan,
Mas. Meskipun hari ini juga kami sadari
belum sempurna, tapi kami percaya segala
sesuatu itu perlu belajar. Dan kalau
kata Allah sih ojo kesusu, santai aja.
Karena rezeki itu bukan perlombaan itu
sih. Dan kami menyadari hal itu sih,
Mas. Dan kami paham itu. Jadi bagi kami
sebenarnya bisnis itu bukan mencari
uang, tapi mencari keberkahan. Kalau
memang belum waktunya ya sudah santai
saja. Wong je sok mangan pecel enak kok.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya
Prayogo Waluyo, nama panggungnya Pakde.
Ini istri tercinta, nama panggungnya Kak
Ciwin. Jadi kami berdua punya nama
panggung, gak hanya artis saja.
Nama aslinya siapa?
Saat ini alhamdulillah sudah berjalan 4
tahun itu bisnis skincare fokus ke flag
emak-emak. Jadi ada ceritanya
dulu itu kan ee setiap brand itu kan
wajib nyetor ke Haki.
Nah, di Haki itu sudah ada nama queen.
Dulu kita mengajukannya nama queen
ternyata sudah ada. Eh, kok nilala saya
ngomong sama istri ya udah kasih aja hai
sapaan. Jadi, hai queen. Jadi, queen itu
kan betul ini filosofinya adalah setiap
perempuan yang ada di dunia ini adalah
ratu, harus diratukan ya itu. Nah, ini
menyapa si ratu-ratu ini produksi
alhamdulillah di Surabaya dan Bogor.
Oh, dulu sebetulnya waktu sudah dari
zaman kuliah itu sudah jualan tapi masih
jadi reseller brand lain gitu. Cuman
karena keilmuan saya di bidan ya
beberapa ada kuliah itu mata kuliahnya
ada dermatologi tapi basic ya. Nah, saya
menangkapnya banyak ibu-ibu yang hamil
itu masih pengin tetap glowing gitu loh
tapi bingung cari skinc gitu. Dulu
pertama kali high queen belum ke arah
flek pertamanya. Terus habis itu solusi
buat ibu hamil dan menyus yang pengin
masih tetap glowing gitu, Mas. Akhirnya
ke retinol sebagai developing-nya kita
gitu. Nah, kalau 2021 tapi kalau saya
jadi reseller produk lain itu sudah dari
zaman saya kuliah dulu sendiri sendiri
tanpa tim bahkan sampai packing pun
packing sendiri terus habis itu pernah
kirim sendiri ke ekspedisi kayak gitu
hujan-hujan gitu panas gitu. Dan itu
barengan waktu masih anak itu masih umur
kayaknya 8 bulanan karena memang suka
loh saya saya pusing ibaratnya ngelu
ngelu kalau enggak jualan gitu loh malah
pusing kalau enggak ada kegiatan dan
alhamdulillah disupport sama suami. Ya
wislah lakukan yang buat waras lah
istilahnya gitu tetap senang gitu loh.
Alhamdulillah. Tapi ya masih biasa gaji
dosen buat KPR, Mas.
Loh, iya. Serius
gaji dosen itu memang untuk KPR ya. Mau
enggak mau harus bisnis jualan buat apa
ya?
Iya.
Mosok, Mas sekali-kali mangan cap lah
yo. Mosok iwak tempe tahu, tempe tahu ng
TTM tempe tahu mie, Mas.
Tantangan itu sebetulnya kalau tantangan
secara personal itu keluarga besar sih,
Mas. Karena di keluarga itu semua
kesehatan. Cuman saya yang memutuskan
untuk ya pengin jualan gitu. menguatkan
mental sama mindset ya kalau ada beban
moral gitu. Iya kalau saya berhasil.
Kalau enggak saya pasti akan keluarga
pasti opo wis milih iki kok gak mbok
temeni. Laku pertama. Oh di high queen
pernah 13 resi. Kita sehari
13 doang. Iya
yang resi.
Iya yang resi.
Yang distributor.
Yang yang distributor. Alhamdulillah
waktu Heeh. langsung 2000 p. Awalnya
dulu saya itu mau endorse tapi duitnya
enggak ada. Terus saya mikir ini saya
harus nembaki para seller lama yang
memang sudah sudah sering jualan.
Akhirnya saya ke komunitasnya mereka
untuk menawari join high queen yuk
dengan benefit ini, ini, ini. Terus e
produknya dulu high Queen masih
alhamdulillah secara kompetitor memang
sudah banyak, tapi dia punya unique
selling point yang alhamdulillah bagus
ya. Terus akhirnya satu dua orang itu
saya minta untuk join ke high queen plus
review high queen gitu. Nah, ternyata
nyebarnya cepat ke komunity mereka
sehingga enggak perlu awareness, enggak
perlu apa, tapi langsung selling
jatuhnya dulu itu sehingga ee minggu
pertama itu sudah 3.000, bulan
berikutnya Rp8.000, Rp10.000 gitu.
Iya, itu P sendiri itu Mas sampai jam
.00 pagi.
He apa gantian jaga anak gitu-gitu
sampai jam .00 pagi tentu tidak.
Banyak lika-likunya
bukan lika-liku sebenarnya.
Iya. Cara Allah menduasakan kita up and
down ya. 2022 bulan Agustus akhir
belum
masih dosen tapi bolas-bolos Mas ampun
pertama dulu melihat istri yang wah iki
sakno iki nek dijarke dewean itu wong
wedok ya Mas apalagi dengan kita tahu
kalau bis skincare itu kompetitornya
gede-gede waktu itu. Jadi mau enggak mau
saya sebagai suami turun gunung. Waktu
itu turun gunungnya sudah mulai packing.
Mulai packing sampai kita jam 3.00 pagi
tapi gantian. Katakanlah ee istri dulu
yang packing saya megang anak karena itu
anak masih kecil. Kemudian istri nidurin
anak saya yang packing waktu itu di
rumah yang masih
KPR itu.
KPR itu 5* 20 itu. Terus alhamdulillah
naik-naik tantangannya akhirnya juga
naik. Jadi awal itu masuk benar-benar
masuk di high queen langsung jadi konten
kreator. Karena dulu kegelisahan kita
berdua
menemukan konten kreator yang tepat ya.
Iya. Menemukan konten kreator yang tepat
ya. Ibaratnya ngini Mas ono ada orang
konten tapi belum perform kita. Jadi
viewers masih 100, 200. Padahal dulu
TikTok kan
masih mudah,
masih mudah untuk nge-grade attention
audience yang lebih gede. Waktu itu kita
ada produk lip scrub. Nah, itu saya
nyoba itu saya ingat video pertama saya.
Saya nge-scrub gini di bibir, virusnya
tembus Rp3.000. Kemudian saya nembak
produk lain yang hajarnya merkurri. Jadi
benturan sama merkuri itu naik tum
sampai di R jutaan viewers. Ya sudah
waktu itu akhirnya kami berdua
memutuskan personal branding. Lumayan
kita enggak endorse.
Iya ngeret endorse.
Iya lumayan Mas bojoku ngerabi ngen ya.
Ba seumur hidup judulnya bojoku wah
lumayan iki ya timbangno duit bojoku po
ya tak pulosoro personal branding kita
dimulai 2022 sampai alhamdulillah hari
ini yang dulu nol ya
50 ya nol naik ke 50 terus sekarang
alhamdulillah di 200,000 follower
followers alhamdulillah di tahun ini di
Februari kemarin jadi sebelumnya
ee cuti di luar tanggungan Mas gitu
sebelumnya nya bolos-mbolos akhirnya
dapat surat cinta dari atasan gitu terus
memutuskan untuk ya sudah insyaallah
bisnis
bersama istri tercinta jadi kita nawa
itunya koper nah tantangannya ada lag
tantangannya akhirnya naik lag
hidup itu pilihan Mas iya kan kalau kita
ingin mendedikasikan hidup kita jadi
dosen pendidik ya jangan melihat uangnya
lah tapi indes ekonomi Aku nok duite,
Mas. Kan kita sebagai bapak ya juga
penginlah anak-anak kita itu apa punya
pendidikan yang bagus, kualitas hidup
yang bagus. Ya, mau enggak mau saya sama
istri mengupayakan itu. Bukan dosen itu
tidak
tidak bagus atau bayarannya titik, Mas.
Gak. Tapi balik lagi hidup itu pilihan.
Saya menemukan passion itu memang di
konten dan berbisnis bersama istri.
Makanya kenapa saya sama istri itu
berbagi tugas. Istri di strategi
marketing, saya operasional dan
brandingnya. Tapi kadang kan orang itu
ya sawang sinawang ya, Mas ya. Artinya
wah jadi pebisnis enak. Eh gak, belum
tentu. Bahkan yang dulunya dosen saya
Sabtu Minggu masih bisa ng-mall sama
anak sama istri. Sekarang jadi pebisnis
ora iso ng-mall, Mas. Jadi kerjanya 24/7
malahan.
Ya awal-awal banget malis.
Iya wis kok polisi tidur, mak Gronjal,
mak Gronjal gitu. Dan kami percaya
setiap tahun itu tantangannya itu
berbeda dan makin naik. 2021 kita
tantangannya bagaimana produk ini pecah
lagi, pecah lagi. 2022 dihadapkan dengan
sunscreen itu ya stok yang
yang enggak karuan chain
supply chain-nya enggak karuan ee
manajemennya enggak karuan. 2023 kita
diuji tim sampai rugi hampir 6 miliar.
Oh, lebih sih 6 miliar sekian
valuasinya.
Valuasinya e lebih banyak sih tidak
perform sih, Mas.
Dan kitanya sendiri mungkin belum bijak
untuk menjadi seorang leader itu loh.
Betul. Belum bijak dan belum pintar.
Belum pintar.
ujian rumah tangga esel prer.
Iya.
Jadi kan kita meniatkan untuk kopel prer
tapi menurut kami berdua ini gak mudah.
Ternyata
kalau urusan rumah tangga sih mungkin
kita bisa pilot talk habis itu selesai.
Tapi kita bercampur dengan bisnis itu
yang sangat sulit. Bagaimana ini urusan
rumah tangga, ini urusan bisnis
urusan bisnis apalagi 24/7/
365.
Iya. Barate bendino i ndeloki muka bojo
terus ya
menek ya. Mlenek Mas.
Tapi itu tadi nawa itunya kita coup
prer.
Iya. Kita mencari keberkahan sebagai
pasangan suami istri di bisnis Polda
2019. Jadi urutannya 2018 istri sudah
mulai bisnis di apa?
Kemasan
masker kemasan ecer sing isine tepung,
Mas.
Tapi saya memang ee awalnya itu karena
tidak ada bahan berbahayanya ya, Mas ya.
pikir saya ya meskipun enggak BPOM aman
lah dulu tuh masih nyun sewu sejahil ya
itu dulu sampai pada akhirnya kena Polda
itu anak juga masih kecil rumah masih
renov ya datang ke Polda itu puasa ya
puasa puasa 2019
harusnya sih saya
iya karena tahunya itu
iya KTP sama apa NPWP kan nama saya
harusnya diciduk saya
cuman Bapak kan masih di kampus gitu
akhirnya saya yang diciduk kebetulan ee
anak masih kecil Untung aja dulu ada ART
pas saya dibawa ke Polda itu anak dijaga
ART itu terus saya diwawancara begini
begini begini gitu gitu sih bebas dan
alhamdulillah setelah itu sama pihak
Polanya juga dikasih link untuk
bagaimana biar cepat Bom gitu tapi itu
apa ya kayak perjalanan hidup kita lah
seru aja gitu Mas yang rugi 6 M
rugi 6 M dan setelah rugi kita itu main
salah-salahan Mas
main salah-salah dasar kamu akhirnya nya
2024 goncang nih sudah mulai menggeret
posisi suami istri.
Heeh.
Tapi enggak tahu kenapa akhirnya kami
pun berdamai akan hal itu sehingga 2024
akhir
Heeh. Duduk
kita duduk bersama ngobrol enakan opo
iki karepmu ya opo karepku piye? Hingga
akhirnya kita berbagi tugas yang saling
beririsan tapi tidak overlap. Jadi istri
full di strategi marketing dan selling.
Saya full di strategi operasional, HR
sama branding. Saling support.
Ibarat gampangannya gini. Saya
memastikan produk ini keluar dari
gudang, tapi Bapak yang memastikan
produk ini selalu ada di gudang.
Iya.
Kita lebih mengaca pada diri kita berdua
sih, Mas. Jadi kita ini mau enggak mau
adalah leader, not just only boss, but
we are a leader. It must be a good
leader ya, Mas ya. Goalnya kan ke sana
itu sih. Terus berdamai, merefleksi
diri, kita saling mengkoreksi sih. Kalau
saya ada salah atau ada yang kurang,
istri masuk. Kalau istri ada yang
kurang, ada yang salah, saya masuk. Jadi
akhirnya kami kompak dan alhamdulillah
Allah memberikan kita hadiah di 2000
akhir lonjakan high naik sampai di
3.000%
dan resinya yang awalnya 13 resi 1 hari
sampai di 28.000
har
selama seminggu berturut-turut
akhirnya tapi itu kehabisan stop.
Kehabisan stok. Tapi alhamdulillah
sekarang sudah mulai stabil di 5.000
sampai 10.000 per hari. Enggak ada yang
berubah dari dari gaya hidup.
Tadi kalau ditanya ee hikmahnya apa gitu
ya, Mas ya? Hikmahnya dulu itu masih
sering tidak bisa memisahkan mana urusan
rumah tangga sama urusan bisnis. Kalau
sekarang sudah sangat bisa. Bahkan kita
sangat menganggap masalah rumah tangga
itu sep. Jadi kayak kita lebih kuat
sebagai ayah dan ibu dan suami istri dan
kita juga alhamdulillah lebih kuat lagi
jadi seorang couple prener gitu jadi
penyemangatlah gitu. Berat makin bisa
bijak untuk memilih mana masalah yang
perlu dibesar-besarkan, mana masalah
yang harusnya ini enggak ada gitu.
Alhamdulillah karena kita sudah kompak
itu tadi mungkin ya, Mas. Jadi akhirnya
enggak terganggu. Bahkan ini jangan
ditiru ya, Teman-teman. Saya itu enggak
bisa masak, maksudnya enggak yang pintar
banget masak. Bisa masak yang biasa tapi
enggak pernah improve di masak itu.
Suami enggak pernah protes. Jadi kalau
saya enggak bisa apa saya diisi.
Kemudian suami lagi butuh peran apa yang
saya bisa, saya bisa mengisi. Makanya
alhamdulillah enggak pernah ada masalah
rumah tangga yang besar gitu. Enggak
pernah.
Kami juga nambahi Mas. Kami juga enggak
pernah saling tutut-tututan ya. Kalau
istri tadi katakanlah aku enggak bisa
masak, saya juga enggak perlu nutut.
Kamu harus bisa masak, harus nyuci. Ya,
kamu itu perempuan harusnya dapur,
kasur, sumur gak. Karena saya juga
alhamdulillah secara suami, secara
laki-laki itu juga enggak pernah
dituntut pendapatan Maso yo, Mas yang
dulu dosen iku yo koy ngono, tapi istri
enggak menuntut. Hajimu kudu gede
tambah. Ya, akhirnya ee malah beliau
sendiri yang punya inisiatif, ya sudah
aku tak bisnis. sehingga ya cara
bisnis lagi maksudnya yang dulunya kan
bisnis terus habis itu pas jadi ibu
vakum sebentar gitu bisnis lagi ya cara
kami berdamai adalah kami enggak pernah
nuntut sih Mas satu sama lain
betul
jadi kayak ya udah live is mason aja lit
flu aja yang penting saya sudah ngomong
ke istri apapun kamu lakukan asal tiga
hal jangan dilupakan sebagai
ibu
sebagai ibu istri dan makhluk Tuhan
saya rida gitu itu saya rida. Begituun
saya ee dikasih batasan wis pokoke ojo
iki ojo iki yang sifate princiipel ya.
Ya salah lanangan nek ono duit kan
mestiak-golek yo mas nek gak tobut rondo
rondo itu
biar Allah yang menjaganya gitu loh
sistem kita mulai atur perlahan-lahan
Mas meskipun hari ini juga kami sadari
belum sempurna tapi kami percaya segala
sesuatu itu perlu belajar dan kalau kata
Allah sih ojo kesusuh santai aja karena
rezeki itu bukan perlombaan gitu sih Dan
kami menyadari hal itu sih, Mas. Dan
kami paham itu. Jadi, bagi kami
sebenarnya bisnis itu bukan mencari
uang, tapi mencari keberkahan. Kalau
memang belum waktunya, ya sudah santai
saja. Wong jik esok makan pecel enak
kok.
Artinya begini, Mas. Kami sadar di dalam
rumah Haikun itu banyak orang yang
bernaung di situ. It means tim. Kami
berdua tidak pernah menganggap
teman-teman ini adalah karyawan. Kami
selalu menganggap teman-teman itu tim.
Kalau kamu salah yo kita salahkan. Tapi
selama kamu salah dan kamu bisa improve,
mau belajar kami aman. Intinya kalau
kami berdua Mas jangan ada drama gitu.
Dan ini sih Mas karena itu tadi setiap
orang tuh punya peran di sini kan sudah
jadi tim kami pasti di keluarganya
mereka punya punya peran sebagai ya
mungkin ada yang jadi tulang punggung
mungkin jadi lah kami
jadi ayah jadi
jadi saudara tulang punggung ya tulang
buung keluarganya.
itu berkah karena di sini adalah tempat
kalian bekerja belajar
dan kami berpikirnya adalah rezekinya
sebenarnya bukan dari kami dari Allah.
Nah, kami hanya perantaranya.
Iya. Kami itu cuma perantara rezeki
Allah kok Mas untuk teman-teman ini
kalau dirasakan lah kok gajine cik cilik
yo sik alon-alon banyak ya Allah. Iya.
Alon-alon sambil kita terus bermuasabah,
sambil kita merefleksi diri itu penting.
Karena kami baru tahu, Mas, baru paham
bahwa bisnis itu bukan soal mencari uang
kok sebenarnya,
tapi membangun karakter. Kalau saya ya,
membangun karakter mental, spiritual.
Betul.
Bukankah berdagang itu juga kami meniru
gaya Rasul aja, Mas?
Iya. Dari 99 pintu rezeki kan memang
dari berdagang.
Dari berdagang. Kami juga menghindari
banget, Mas. Karena kan dari awal nawa
itu kita dalam usaha ini itu berkah.
Makanya kami juga menghindari investor,
riba untuk pinjaman, Bang. Kami
alhamdulillah selama 4 tahun lebih ini 4
mesun
meskipun goling itu tidak pernah hutang.
Kami kami enggak pernah hutang. Bahkan
di vendor pun di pabrik kami enggak
pernah ada meninggalkan hutang.
Alhamdulillah.
Tapi termin ya yang agak dilonggarkan.
Iya. Opennya pun tapi maksimal itu di 3
hari, Mas. Enggak nyampai seminggu itu
kami sudah lunas semua. Ya enggak tahu
kok bisa ya Allah yang ngatur.
1 tahun
enggak nyampai.
Enggak sampai ya. Alhamdulillah ya. Itu
tadi yang setelah kompak itu Mas
ibrahnya adalah kalau kita cari
kesalahan masing-masing masalah itu
enggak pakai dicari datang sendiri ya.
Jadi kita fokusnya adalah fokus mencari
solusi. Akhirnya apa? Bagaimana ini bisa
balik kan awalnya minimal bisa balik
aja. Dulu doa-doa yang kita haturkan ke
Allah itu itu bisa kok Allah ngasihnya
lebih ternyata enggak hanya balik tapi
dikasih berlebih.
Kalau saya background apoteker memang
enggak ada, Mas. Cuman saya senang
belajar. Saya membaca-baca jurnal gitu
suka. Dan alhamdulillah saya dulu kan
kuliahnya memang di FKUB Brawijaya itu
punya teman farmasi gitu-gitu kan. Nah,
untuk sekedar konsul itu banyak. Tapi
kalau ee produksi saya memutuskan untuk
saya belum siap punya pabrik dulu karena
memang saya akak tidak kompeten di hal
itu. Makanya saya memilih maklon dan
milih pabriknya harus benar-benar yang
standarnya bagus, yang sudah lolos semua
sertifikasi yang sesuai dengan regulasi
di Indonesia gitu kan. Nah, saya dengan
percaya permaklon di pabrik seperti itu.
Artinya apa? Semua ingredien yang masuk
di pabrik dan semua kegiatan produksinya
sudah dipastikan sesuai standar
nasional. gitu, Mas. Dan keilmuan untuk
farmasi dan lain-lainnya sudah pasti
kompeten karena pabriknya sudah
tersertifikasi.
Gini, Mas. Meskipun kita tidak ada
background pendidikan di farmasi,
tapi kita tuh belajar pada saat
mereformulasi produk ini pun itu kita
apa ya mencari assistingnya. Dan waktu
itu kan positioning-nya si High Queen
adalah alternatif
high end product.
High-end product. Jadi yang dulunya
orang itu pengin beli skincare yang
harganya jutaan, nah itu bisa dirasakan
lewat Ikin yang harganya Rp1.000-an. He.
Tapi apakah tipu-tipu? Enggak. Karena
kita juga beli, Mas, produk
assisting-nya. Kita beli yang
merek-merek Jepang, Eropa itu kita beli
Korea, koret-koret duit tabungan. Kita
rasakan teksturnya, kita pelajari
ingrediennya, kemudian kita cocokkan ke
jurnal. pernah sampai sampai malam-malam
dulu kita belajar jurnal karena kan saya
punya akses jurnal dulu jadi dosen kan
Mas itu bisa ngakses ke situ semua jadi
wah iki seru ditambah inilah
alhamdulillah benar kata istri kita
mencari e pabrik yang bisa men-develop
tekstur begini dengan ingredien begini
sehingga insyaallah sih bukan yang
overclaim karena memang kami juga beli
existingnya dan kami nyoba
sampel dari pabrik itu sampai
minimal tuh enam kali.
Minimal en kali
harus dicoba di kita sendiri.
Di kita karena basically kita berdua
juga punya kulit sensitif ya, Mas.
Iya, sangat sensitif bahkan.
Jadi kita ini-embluke
ii yo wis pernah ngerasain itu Mas.
Sampai hari ini pun di RnD itu masih
kami pegang karena kami percaya BR ini
punya soul, punya nyawa dan kami yang
masih menyawai itu.
Alhamdulillah gak.
Alhamdulillah gak karena memang Ha queen
tidak overklaim. tidak overclaim dan
kami sudah jujur dari awal. Bahkan kita
juga sudah ngasih uji lab-nya
uji lab-nya. Jadi ya wis semuanya. Iya.
Jadi kita santai dan alhamdulillah tidak
tergerus dan juga tidak yang mumbul
banget gitu loh saat ini.
Stabilah
stabil.
Karena mumbul pun yo medeni Mas karena
kan sesuatu di atas badainya lebih
kencang ya. Nah kami memilih untuk
stabil saja. Alhamdulillah sudah cukup
kok. Tapi setelah doktif itu, Mas, malah
kita pernah trending satu di produk
sabun itu. Sabunnya
sampai hari ini,
sampai hari ini trending
trending 3 dan 5 di TikTok
ya. Bismillah. Insyaallah bukti bahwa
memang sabun kita benar-benar bagus
gitu.
Iya. Gak pernah overclaim. Ada sabun.
Heeh.
Sunscream.
Sunsry cream.
Heeh.
Night gel sama toner. Essence toner.
Serum moist. Comingun.
Comingun. Sabun. sabun itu kita sudah
penjualan 5 juta pie lebih
dalam belum satu kuartal gak nyampai
satu kuartal. Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah sih, Mas. Kalau kami itu
nak menyangka.
Iya.
Jujur gak menyangka. Kadang itu kami
berdua itu nangis, Mas, setiap malam. Ya
Allah. Allah itu begitu baik. Kami
diujinya itu hanya seujung ujung jari.
Tapi keluhan kita itu bisa satu tangan.
Nih, Mas.
Ngeluhnya itu.
Heeh.
Tapi Allah itu masih baik. Dasare kami
berdoa apa adanya sih, Mas? Yo enggak
sing flexing yo flexing opone yo tuku
tas yo iso tapi yo sing ojo sing
larang-larang sing biasa-biasae
mangan yo sekali-sekali nyetik lah yo
setahun pisan cik ngerasakno. Tapi ya
gini
kalau kata teman-teman kita yang datang
iki wis oke kok gak pengin ganti mobil
ora gak ya wis ngene ae
katanya sing penting kenek dijejuk
iya kalau di nyangka enggak ya
masyaallah ya enggak nyangka
enggak nyangka sih
sama sekali enggak nyangka tapi Allah
maha baik enggak nyangkanya lagi malah
sekarang akhirnya dari high queen Mas
bisa keluar lagi brand-brand anaknya
bahkan kita total sudah lima brand kan
dari high queen ini sendiri dari mulai
produk anak-anak sampai personal izin
gitu.
Iya. Dipakai untuk membuka usaha yang
lain dengan tujuannya masih sama.
Insyaallah bismillah. Semoga banyak
orang yang bisa jadi
tersalurkan lah istilahnya perantara
kebaikan itu dari sana.
Kami percaya Mas bisnis itu ada up and
down-nya.
Pada saat kita down kita sudah punya
cagan.
Ibarat ee terjun itu enggak harus selalu
pakai parasut. Enggak usah jangan yang
terjun tanpa parasut gitu.
Betul.
Masyaallah.
Masyaallah. Iya,
dibin pakai cinta.
Betul.
Mikir, wah, bojoku isok ngonten ya tak
jopuk ae.
Oh, gitu.
Terbaca ya.
Nah, ini wangsitnya malah justru dari
netizen, Mas. Jadi, awal kali ngonten
hingga sampai pecah itu yang dulunya
posisinya posisi Ning brand ini adalah
alternatif Hend.
Iya, alternatif high
brand berubah pada saat saya masuk.
Iya.
Menjadi
tukang flat. Saya all out jujur. Eh, why
ya sama saya sama istri itu beda. Istri
itu pendiam ya. Introvert 90% saya
introvert
90%. Jadi dar dar dar war. Ya kalau
orang-orang bilang loh biasane sing dem
behind iki sing lanang kok iki sing
lanang sing y. Kenapa?
Ternyata keberkahannya dan rezekinya di
sana ternyata.
Nah, dari situ malah emak-emak yang
datang Mas.
Iya. Hampir audiensi tuh 80% mak-mak
yang usianya 35 tahun ke atas. Sehingga
mereka itu kalau tanya, "Pak Dei cocok
enggak, Pak De?" Akhirnya
yang sebutan mereka ya.
Betul. Yang masih sebutan mereka. Nah,
dari situ kita mencoba main map. Oke,
karakter Pak D begini. Kemudian voice of
the head-nya harus begini begini begini
begini. Nah, kemudian apa ini yang bisa
mendukung secara appearance visualnya
ini?
Karena orang Surabaya. Iya. Orang
Surabaya. Jadi enggak nanggung-nanggung,
Mas. 50 centti
sesuai harapan orang tua lagi.
Betul. Sesuai harapan orang tua.
Jadi orang akan terdistrak.
Iya. Sopo iki?
Ya sopo sih iki? Lanang ngecemes.
Di saat situ
mendobrak pakem bahwasanya owner
skincare kan yang selalu flexing.
Lah aku flexing kopia Mas sama flexing
otak ya.
Iya
gitu. Kalau istri itu kan senengane Mas
dopamin ininya kan dia membaca buku lah.
Tadi kan jenengan persani toh di rumah
kita itu sudutnya selalu banyak buku itu
dopelnya istri. Saya kuliah Mas
ya itu maksud flexing flexing otak
maksudnya di situ, Mas. Saya suka
bertapa dengan membaca buku.
Membaca banyak buku. Tidak ter kalau
suami sekarang lagi menempuh S3 di UC
meskipun sudah tidak dosen ya tapi masih
semangat belajarnya itu tinggi. Itu
maksudnya flexing otak
flexing itu. Jadi kalau orang yang lain
itu aduh aku capek aku tak tuku tas aku
tak beli gak kami
kita sinau
lucu gitu kita sinau. Saya kuliah
saya bertapa membaca buku.
Bertap baca buku manajemen Mas.
Manajemen entrepreneur.
Iya.
Sebenarnya kalau gak enak kami enggak
ada sih, Mas.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Ya, bagi kami khususnya
saya itu bukan part enggak enak sih,
Mas. Itu proses. Proses gimana kita
saling menyatukan visi misi itu ya.
Ibarate terbentur, terbentur, terbentuk
sesuatu itu kan dari mulus. Untuk menuju
mulus kan kasar disik, Mas. Alot disik
gitu. Jadi yo ya itu proses yang mau
enggak mau kita lalui.
Kalau saya tadi suami kan terbentur
terbentur terbentuk saya tertatih
tertatih terlatih. Apa yang bisa saya
share? Mungkin saya jadi semakin bisa
membedakan mana urusan rumah tangga
pribadi sebagai ee istri atau ibu dan
kapan saya menjadi rekan kerja. Dulu
mungkin beliau adalah dosen tapi bagi
saya tetap dosen dosen pembimbing saya
sampai nanti.
Asik. Sukanya itu seru karena kalau mau
meeting itu enggak perlu janjian ngobrol
gitu langsung kan enggak perlu.
Asalamualaikum. Ee meeting saat ini
enggak? Kalau sama suami kan tiap hari
meeting kapan aja bisa karena couple
prer ya enggak enaknya ya itu tadi harus
bisa memisahkan secara profesional mana
yang urusan rumah tangga, mana yang
urusan bisnis. Itu
yang lucu terunik adalah akhirnya kami
berdua sembuh gara-gara couple prer.
Sembuh dalam arti setiap orang punya
masa lalu kan, Mas
ya. masa lalu yang mungkin terluka
karena keluarga. Akhirnya kami sembuh
dengan kekompakan planer ini. Enggak
tahu ya. Ya, ini hal yang paling membuat
saya pribadi itu bahagia. Tidak di
keberhasilan bisnisnya, tapi
keberhasilan saya akhirnya benar-benar
kompak sama istri. Saya punya traumatis
yang di sebelumnya sebelum nikah karena
keluarga akhirnya perlahan-lahan itu
disembuhkan oleh istri sebagai partner
di bisnis yang dulunya saya itu baguk
ya. opo iki opo bingung setiap kali
mengambil keputusan akhirnya terlatih
karena memang dukungan istri.
Meskipun gini tadi kan beliau bercerita
bahwa pendapatan dosen saya tidak pernah
menuntut hal itu. Saya masih menjaga
marwah sebagai seorang istri itu
harusnya memang tahu posisinya ya enggak
pernah meninggi gitu ya kan ya.
Treatmennya adalah saya merasa selalu
bisa jadi e orang yang di samping kanan
kirinya dan saya tidak harus berada di
depannya gitu sih Mas. Awal kena sih,
Mas. Karena saya kebetulan anak pertama
ya, sisi untuk aktualisasi diri itu
besar ya pasti. Apalagi kan dari
keluarga saya dituntutnya untuk jadi
orang kesehatan yang istilahnya orang
tua itu menginginkan saya jadi PNS lah
nduk. E gitu kan PNS Nuk. Jadi bidan
yang udah memang dicontoh oleh keluarga
dan ee sosial saat itu ya Mas ya. Tapi
saya berpikir bahwa saya bilang ke Bapak
saya, "Saya mungkin bisa mengabdi, tapi
tidak dari ini. Izinkan saya mengabdi
tidak dengan cara yang sesuai ini. Tapi
saya cinta ilmunya. Saya pengin mengabdi
ke siapapun dengan cara saya yang
insyaallah saya bisa menjaganya bahwa
saya enggak mau keluar dari yang sudah
Allah tuliskan untuk saya gitu.
Kebaikan-kebaikannya maksudnya gitu sih,
Mas.
Bapak sebagai direktur gitu.
Saya eh CEO kan ya, Mas ya. CEO ya,
Bapak. CO-nya
CO. Tapi itu dulu, Mas.
Heeh. Sekarang kita enggak,
sekarang sudah gak gak butuh itu.
Blended aja. Udah
yang penting kita sadar peran ya.
Heeh. Sadar peran dan kewajiban kita
masing-masing.
Kalau hak sih kita berdua sama-sama
punya dan alhamdulillah hak kita sudah
di not sudah diikat jadi satu. Ya wis
profit ya. Wis ayo kita buat ini buat
naik haji buat apa gitu.
Ee beliau pernah bilang daripada saya
membangun mimpinya orang, saya mau
membangun mimpinya istri saya. Itu sih
yang membuat saya bisa. Saya yakin gitu
loh kalau enggak sama beliau saya enggak
enggak bisa gitu ya. Mimpi bismillah
dari dunia sampai surga itu loh.
Iya. Karena kan yang memang punya bisnis
punya mimpi bisnis itu kan istri. Jadi
kalau saya laki-laki ee waktu itu saya
sudah dipahami secara finansial waktu
itu ya saya bisanya ya segini dan itu
pun saya juga sudah tidak dituntut. itu
saya sudah sangat bersyukur. Makanya ada
kebaikan yang mungkin bukan yang saya
bayar. Ada kebaikan yang mungkin bisa
saya harus kasih nih sama istri. Karena
kalau saya sudah akad ya ibaratnya
menikahi istri saya ya mau enggak mau
ini orang ya ini anak mertua harus saya
bawa ini sampai ke akhirat sampai ke
surga berdua ya. Dengan cara apa?
Mungkin saya akan mendukung mimpi dia.
Tidak hanya mendukung, tapi ayo tak
dampingi. Gitu sih, Mas.
Alhamdulillah sudah di dua digit sih
sekarang ini.
20 m.
Alhamdulillah. Almost. Alhamdulillah.
Itu kan omset, Mas.
Omset, Mas. Hampir 90% berada di stok,
Mas.
Iya. Godaannya
profit marginnya berapa?
13. Alhamdulillah 13an lah. Tapi profit
ini belum, Mas. Kami sadar belum
waktunya kami ambil.
Belum waktunya kami
brand ini belum stabil.
Iya.
Semua untuk muter, untuk bikin brand
baru.
Heeh.
Gitu. Padahal lucunya finance saya yang
pegang. Istri itu tidak tahu password.
He
memang strategi di istri, tapi saya yang
jaga kandang mendapatkan pengeluaran
pemasukan itu ada di saya. Jadi istri
pun itu sampai hari ini juga enggak
enggak tahu, Mas passwordnya buka aja
enggak ngerti, enggak pernah enggak
pernah.
Jadi kalau saya sudah ngomong sama istri
iki ne ono opo-opo nih anjlok secara
keuangan
saya
kamu bisa menyalahkan saya dan saya
bertanggung jawab. Tapi mesti, Mas kalau
tak buka iki sakmene sake. Ayo dihitung.
Alhamdulillah sih, Mas hari ini sudah
setahun ya. Alhamdulillah masih aman.
Alhamdulillah.
Buffer itu 30 sampai 40%
30 40%.
Puluhan M6.
Karena gini, Mas. Kami kan hampir 80% di
TikTok.
Iya. Dan
traffic TikTok itu up and down.
Sometimes kalau up yang perlu kita
siapkan adalah stoknya.
Stok. Enggak bisa dipo Mas.
Enggak bisa. Enggak bisa di PO. Karena
pada saat kita sudah punya momen bagus,
yang perlu dipersiapkan apa? Stok.
Stoknya.
Jadi kalau uh pada saat brand naik nih,
apa yang perlu disiapkan? Apakah SDM-nya
tidak malah stok. Alhamdulillah sekarang
sistem warehouse lumayan kuat ketimbang
yang dulu-dulu.
I
ya. Tapi kami percaya sistem pasti
bertumbuh mengikuti dinamika waktunya.
Alhamdulillah ndak ada drama tapi kami
pernah di posisi satu di TikTok posisi 3
dan 5. Sampai hari ini kita juga masih
di posisi 3
dan lima untuk sabun. Untuk sabun
retinol ini kita masih stay di situ.
Alhamdulillah. Jadi ini sabun flek
pertama Mas di Indonesia. Kita retinol
dalam bentuk sabun batang untuk wajah.
Retinol itu salah satu ingredien
untuk flek dia dari ee provitamin A.
Tapi dia enggak hanya retinol untuk
supaya lebih bagus lagi optimal. Ada
namanya tranexamic acid. Oh iya
perpaduan
yang dia juga untuk flek ada nasenamnya
yang alhamdulillah juga kita jujur Mas
enggak pernah overclaim yang dulu
katanya kita nennya tinggi habis dites
0,00 kita sudah tes
ya
klaim kita 5%
ternyata faktanya 6%
faktanya 6% lebih tinggi dari klaimnya.
Heeh. Terus ada kandungan koci,
glutation yang semua itu ajan pencerah
kulit. Ini juga kita develop juga, Mas.
Kita berdua kita juga sampel itu kita
coba
pakai sendiri
sampai brodol kulit. Ya wis, ayo.
Dan mungkin secara harga juga sangat
diterima ya, Mas.
R3.000.
R.000.
Rp23.000.
Jadi buat untuk emak-emak sih, wah flek
wis dijarno wis nak kita punya ini loh
solusinya
solusi murah bisa kok untuk flek ora
usah hop. Nah, itu tadi visi misi brand
ini. High Queen. Setiap perempuan itu
adalah ratu dan hak diratukan.
Kalau kami berdua sih bilangnya masih
ya. Heeh. Masih
asal DNA produknya.
Saya mengilhami sesuatu sih, Mas.
Bahwasanya ee misal kompetitor itu
adalah sentilan kecil aja sih bagi kami
ya sebagai pelaku bisnis. Ternyata
sentilan paling berat itu adalah
membangun karakter kita untuk tetap kuat
bersaing gitu sih. Bersaing secara yang
baik ya itu dan saya rasa kalau skincare
itu masa depannya masih jauh bagus
karena skincare itu menjawab kebutuhan
setiap orang untuk bisa tampil lebih
percaya diri, lebih baguslah istilahnya
lebih baik dari yang sebelumnya.
Sebenarnya simpel sih, Mas. Haikun itu
dibangun atas pondasi mimpi istri saya.
Mimpi istri untuk berbuat lebih baik ke
sesama perempuan. Ya, saya sebagai
laki-laki, suami tidak hanya mendoakan
Mas itu mendampingi, membimbing,
support, doa, tenaga, uang yang enggak
ya.
Iya juga. Oh,
uang sebagai penjaga kandang itu sih
pondasinya, Mas.
Saya selalu mendoakan istri itu sehat,
Mas. Terus
ee sehat, sehat itu dalam arti luas ya,
Mas. Tidak hanya fisik, tapi psikis
juga. Dan selalu juga saya ngomong sama
istri selalu bun terima kasih ya gitu
sudah menjadi part paling penting dalam
hidup saya. Jadi saya selalu ngomong
insyaallah saya rida apapun itu. Asal
tiga poin itu jangan sampai hilang ya.
Yang pertama memang jangan jangan lalai
akan Allah. Jangan lalai sebagai seorang
istri, jangan lalai sebagai seorang ibu.
Itu dan saya selalu juga memberikan
hadiah. Saya bilang, "Aku enggak butuh,
aku enggak minta apa-apa kok dari Bunda
gitu." Minta tapi izinkan saya itu
selalu ngasih hadiah. Jadi setiap kali
anniversary, pernikahan pikir tahun,
"Yukroh, yuk." Ya, waktu itu kita
ketemunya di Makkah 2015.
Heeh. tanpa sengaja. Satu kelompok yang
sama, Mas. Waktu itu saya mendampingi e
ibu karena Ibu kan juga ee sudah
ditinggal meninggal sama
suaminya
ya. Terus beliau berempat
sama sekeluarga.
Sekeluarga berempat sama adik, sama ayah
dan ibu. Akhirnya setiap kali
anniversary yuk
penginnya di sana kita sana yuk ngobrol.
Ngobrol berdua lebih intens dan ngobrol
dengan Allah. saatnya untuk ngasih
raport bahwasanya setahun kita itu
begini. Ya Allah, gitu sih.
What's next? Kita ingin yang pertama,
Mas, menguatkan personal branding saya.
Jadi, Pak D itu biar dikenal
se-Indonesia, Malaysia, Brunei
dan memberikan influence yang bagus.
Membuat ya influence yang bagus
bahwasanya kejujuran itu harga mati.
Sudah. Dan yang kedua kita nanti akan
ada event besar di Februari yaitu event
run
dan April.
Dan April insyaallah 19 April itu pecah
rekor MURI untuk senam ibu-ibu bersama
queen-kuen kita. Jadi ee tempatnya di
lapangan Kodam. Jadi kita ngepingkan
lapangan Kodam karena Hain kan pink ya.
Kita ngepingkan lapangan Kodam.
Terus brand-brand baru hasil dari ibu
susunya High Queen ini mengalami
kenaikan yang sama dengan ibunya
dan membangun ekosistem bisnis yang
saling mendukunglah buat high queen.
Betul. Betul. Dan yang terakhir kami
makin kompak, Mas.
Heeh.
Secara lahir batin.
Amin.
Iya.
Amin. Amin. Amin. Amin.
Tidak hanya sebagai suami istri, tapi
juga sebagai partner.
Saya selalu berpesan ini mungkin bisa
jadi semangat juga buat ibu-ibu di luar
sana juga. Saya menganggapnya bahwa
suami saya ketika sama saya, ketika di
rumah beliau adalah suami saya. Tapi
yang menjaga ketika beliau di luar biar
enggak aneh-aneh sama saya, saya yakin
beliau percaya sama akadnya Tuhan yang
menjaga dia.
Saya Pak De dan ini istri tercinta saya,
Ciwit. Kami dari Haik Queen ya, dari
Surabaya, Jawa Timur. Sekian, terima
kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Zoom sini. Hah?
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:38 UTC
Categories
Manage