Awal Usaha Rugi 6 Miliar, Tapi Usahanya Makin Gacor, Omzet Tembus 20 Miliar - HiQween
aA7b1Ygi-do • 2025-12-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Tapi kadang kan orang itu ya sawang-sainawang ya, Mas ya. Artinya woh jadi pebisnis enak ya ndak belum tentu. Bahkan yang dulunya dosen saya Sabtu Minggu masih bisa ng-mall sama anak sama istri. Sekarang jadi pebisnis ora iso ngall mas. Jadi kerjanya 24/7 malahan. Ya awal-awal banget malah. Iya wis kok polisi tidur mak gronjal mak gronjal gitu. Dan kami percaya setiap tahun itu tantangannya itu berbeda dan makin naik. 2021 kita tantangannya bagaimana produk ini pecah lagi, pecah lagi. 2022 dihadapkan dengan sunscreen itu ya supply chain-nya enggak karuan, ee manajemennya enggak karuan. 2023 kita diuji tim sampai rugi hampir 6 miliar. Oh lebih sih 6 miliar sekian. Valuasinya valuasinya. sistem kita mulai atur perlahan-lahan, Mas. Meskipun hari ini juga kami sadari belum sempurna, tapi kami percaya segala sesuatu itu perlu belajar. Dan kalau kata Allah sih ojo kesusu, santai aja. Karena rezeki itu bukan perlombaan itu sih. Dan kami menyadari hal itu sih, Mas. Dan kami paham itu. Jadi bagi kami sebenarnya bisnis itu bukan mencari uang, tapi mencari keberkahan. Kalau memang belum waktunya ya sudah santai saja. Wong je sok mangan pecel enak kok. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Prayogo Waluyo, nama panggungnya Pakde. Ini istri tercinta, nama panggungnya Kak Ciwin. Jadi kami berdua punya nama panggung, gak hanya artis saja. Nama aslinya siapa? Saat ini alhamdulillah sudah berjalan 4 tahun itu bisnis skincare fokus ke flag emak-emak. Jadi ada ceritanya dulu itu kan ee setiap brand itu kan wajib nyetor ke Haki. Nah, di Haki itu sudah ada nama queen. Dulu kita mengajukannya nama queen ternyata sudah ada. Eh, kok nilala saya ngomong sama istri ya udah kasih aja hai sapaan. Jadi, hai queen. Jadi, queen itu kan betul ini filosofinya adalah setiap perempuan yang ada di dunia ini adalah ratu, harus diratukan ya itu. Nah, ini menyapa si ratu-ratu ini produksi alhamdulillah di Surabaya dan Bogor. Oh, dulu sebetulnya waktu sudah dari zaman kuliah itu sudah jualan tapi masih jadi reseller brand lain gitu. Cuman karena keilmuan saya di bidan ya beberapa ada kuliah itu mata kuliahnya ada dermatologi tapi basic ya. Nah, saya menangkapnya banyak ibu-ibu yang hamil itu masih pengin tetap glowing gitu loh tapi bingung cari skinc gitu. Dulu pertama kali high queen belum ke arah flek pertamanya. Terus habis itu solusi buat ibu hamil dan menyus yang pengin masih tetap glowing gitu, Mas. Akhirnya ke retinol sebagai developing-nya kita gitu. Nah, kalau 2021 tapi kalau saya jadi reseller produk lain itu sudah dari zaman saya kuliah dulu sendiri sendiri tanpa tim bahkan sampai packing pun packing sendiri terus habis itu pernah kirim sendiri ke ekspedisi kayak gitu hujan-hujan gitu panas gitu. Dan itu barengan waktu masih anak itu masih umur kayaknya 8 bulanan karena memang suka loh saya saya pusing ibaratnya ngelu ngelu kalau enggak jualan gitu loh malah pusing kalau enggak ada kegiatan dan alhamdulillah disupport sama suami. Ya wislah lakukan yang buat waras lah istilahnya gitu tetap senang gitu loh. Alhamdulillah. Tapi ya masih biasa gaji dosen buat KPR, Mas. Loh, iya. Serius gaji dosen itu memang untuk KPR ya. Mau enggak mau harus bisnis jualan buat apa ya? Iya. Mosok, Mas sekali-kali mangan cap lah yo. Mosok iwak tempe tahu, tempe tahu ng TTM tempe tahu mie, Mas. Tantangan itu sebetulnya kalau tantangan secara personal itu keluarga besar sih, Mas. Karena di keluarga itu semua kesehatan. Cuman saya yang memutuskan untuk ya pengin jualan gitu. menguatkan mental sama mindset ya kalau ada beban moral gitu. Iya kalau saya berhasil. Kalau enggak saya pasti akan keluarga pasti opo wis milih iki kok gak mbok temeni. Laku pertama. Oh di high queen pernah 13 resi. Kita sehari 13 doang. Iya yang resi. Iya yang resi. Yang distributor. Yang yang distributor. Alhamdulillah waktu Heeh. langsung 2000 p. Awalnya dulu saya itu mau endorse tapi duitnya enggak ada. Terus saya mikir ini saya harus nembaki para seller lama yang memang sudah sudah sering jualan. Akhirnya saya ke komunitasnya mereka untuk menawari join high queen yuk dengan benefit ini, ini, ini. Terus e produknya dulu high Queen masih alhamdulillah secara kompetitor memang sudah banyak, tapi dia punya unique selling point yang alhamdulillah bagus ya. Terus akhirnya satu dua orang itu saya minta untuk join ke high queen plus review high queen gitu. Nah, ternyata nyebarnya cepat ke komunity mereka sehingga enggak perlu awareness, enggak perlu apa, tapi langsung selling jatuhnya dulu itu sehingga ee minggu pertama itu sudah 3.000, bulan berikutnya Rp8.000, Rp10.000 gitu. Iya, itu P sendiri itu Mas sampai jam .00 pagi. He apa gantian jaga anak gitu-gitu sampai jam .00 pagi tentu tidak. Banyak lika-likunya bukan lika-liku sebenarnya. Iya. Cara Allah menduasakan kita up and down ya. 2022 bulan Agustus akhir belum masih dosen tapi bolas-bolos Mas ampun pertama dulu melihat istri yang wah iki sakno iki nek dijarke dewean itu wong wedok ya Mas apalagi dengan kita tahu kalau bis skincare itu kompetitornya gede-gede waktu itu. Jadi mau enggak mau saya sebagai suami turun gunung. Waktu itu turun gunungnya sudah mulai packing. Mulai packing sampai kita jam 3.00 pagi tapi gantian. Katakanlah ee istri dulu yang packing saya megang anak karena itu anak masih kecil. Kemudian istri nidurin anak saya yang packing waktu itu di rumah yang masih KPR itu. KPR itu 5* 20 itu. Terus alhamdulillah naik-naik tantangannya akhirnya juga naik. Jadi awal itu masuk benar-benar masuk di high queen langsung jadi konten kreator. Karena dulu kegelisahan kita berdua menemukan konten kreator yang tepat ya. Iya. Menemukan konten kreator yang tepat ya. Ibaratnya ngini Mas ono ada orang konten tapi belum perform kita. Jadi viewers masih 100, 200. Padahal dulu TikTok kan masih mudah, masih mudah untuk nge-grade attention audience yang lebih gede. Waktu itu kita ada produk lip scrub. Nah, itu saya nyoba itu saya ingat video pertama saya. Saya nge-scrub gini di bibir, virusnya tembus Rp3.000. Kemudian saya nembak produk lain yang hajarnya merkurri. Jadi benturan sama merkuri itu naik tum sampai di R jutaan viewers. Ya sudah waktu itu akhirnya kami berdua memutuskan personal branding. Lumayan kita enggak endorse. Iya ngeret endorse. Iya lumayan Mas bojoku ngerabi ngen ya. Ba seumur hidup judulnya bojoku wah lumayan iki ya timbangno duit bojoku po ya tak pulosoro personal branding kita dimulai 2022 sampai alhamdulillah hari ini yang dulu nol ya 50 ya nol naik ke 50 terus sekarang alhamdulillah di 200,000 follower followers alhamdulillah di tahun ini di Februari kemarin jadi sebelumnya ee cuti di luar tanggungan Mas gitu sebelumnya nya bolos-mbolos akhirnya dapat surat cinta dari atasan gitu terus memutuskan untuk ya sudah insyaallah bisnis bersama istri tercinta jadi kita nawa itunya koper nah tantangannya ada lag tantangannya akhirnya naik lag hidup itu pilihan Mas iya kan kalau kita ingin mendedikasikan hidup kita jadi dosen pendidik ya jangan melihat uangnya lah tapi indes ekonomi Aku nok duite, Mas. Kan kita sebagai bapak ya juga penginlah anak-anak kita itu apa punya pendidikan yang bagus, kualitas hidup yang bagus. Ya, mau enggak mau saya sama istri mengupayakan itu. Bukan dosen itu tidak tidak bagus atau bayarannya titik, Mas. Gak. Tapi balik lagi hidup itu pilihan. Saya menemukan passion itu memang di konten dan berbisnis bersama istri. Makanya kenapa saya sama istri itu berbagi tugas. Istri di strategi marketing, saya operasional dan brandingnya. Tapi kadang kan orang itu ya sawang sinawang ya, Mas ya. Artinya wah jadi pebisnis enak. Eh gak, belum tentu. Bahkan yang dulunya dosen saya Sabtu Minggu masih bisa ng-mall sama anak sama istri. Sekarang jadi pebisnis ora iso ng-mall, Mas. Jadi kerjanya 24/7 malahan. Ya awal-awal banget malis. Iya wis kok polisi tidur, mak Gronjal, mak Gronjal gitu. Dan kami percaya setiap tahun itu tantangannya itu berbeda dan makin naik. 2021 kita tantangannya bagaimana produk ini pecah lagi, pecah lagi. 2022 dihadapkan dengan sunscreen itu ya stok yang yang enggak karuan chain supply chain-nya enggak karuan ee manajemennya enggak karuan. 2023 kita diuji tim sampai rugi hampir 6 miliar. Oh, lebih sih 6 miliar sekian valuasinya. Valuasinya e lebih banyak sih tidak perform sih, Mas. Dan kitanya sendiri mungkin belum bijak untuk menjadi seorang leader itu loh. Betul. Belum bijak dan belum pintar. Belum pintar. ujian rumah tangga esel prer. Iya. Jadi kan kita meniatkan untuk kopel prer tapi menurut kami berdua ini gak mudah. Ternyata kalau urusan rumah tangga sih mungkin kita bisa pilot talk habis itu selesai. Tapi kita bercampur dengan bisnis itu yang sangat sulit. Bagaimana ini urusan rumah tangga, ini urusan bisnis urusan bisnis apalagi 24/7/ 365. Iya. Barate bendino i ndeloki muka bojo terus ya menek ya. Mlenek Mas. Tapi itu tadi nawa itunya kita coup prer. Iya. Kita mencari keberkahan sebagai pasangan suami istri di bisnis Polda 2019. Jadi urutannya 2018 istri sudah mulai bisnis di apa? Kemasan masker kemasan ecer sing isine tepung, Mas. Tapi saya memang ee awalnya itu karena tidak ada bahan berbahayanya ya, Mas ya. pikir saya ya meskipun enggak BPOM aman lah dulu tuh masih nyun sewu sejahil ya itu dulu sampai pada akhirnya kena Polda itu anak juga masih kecil rumah masih renov ya datang ke Polda itu puasa ya puasa puasa 2019 harusnya sih saya iya karena tahunya itu iya KTP sama apa NPWP kan nama saya harusnya diciduk saya cuman Bapak kan masih di kampus gitu akhirnya saya yang diciduk kebetulan ee anak masih kecil Untung aja dulu ada ART pas saya dibawa ke Polda itu anak dijaga ART itu terus saya diwawancara begini begini begini gitu gitu sih bebas dan alhamdulillah setelah itu sama pihak Polanya juga dikasih link untuk bagaimana biar cepat Bom gitu tapi itu apa ya kayak perjalanan hidup kita lah seru aja gitu Mas yang rugi 6 M rugi 6 M dan setelah rugi kita itu main salah-salahan Mas main salah-salah dasar kamu akhirnya nya 2024 goncang nih sudah mulai menggeret posisi suami istri. Heeh. Tapi enggak tahu kenapa akhirnya kami pun berdamai akan hal itu sehingga 2024 akhir Heeh. Duduk kita duduk bersama ngobrol enakan opo iki karepmu ya opo karepku piye? Hingga akhirnya kita berbagi tugas yang saling beririsan tapi tidak overlap. Jadi istri full di strategi marketing dan selling. Saya full di strategi operasional, HR sama branding. Saling support. Ibarat gampangannya gini. Saya memastikan produk ini keluar dari gudang, tapi Bapak yang memastikan produk ini selalu ada di gudang. Iya. Kita lebih mengaca pada diri kita berdua sih, Mas. Jadi kita ini mau enggak mau adalah leader, not just only boss, but we are a leader. It must be a good leader ya, Mas ya. Goalnya kan ke sana itu sih. Terus berdamai, merefleksi diri, kita saling mengkoreksi sih. Kalau saya ada salah atau ada yang kurang, istri masuk. Kalau istri ada yang kurang, ada yang salah, saya masuk. Jadi akhirnya kami kompak dan alhamdulillah Allah memberikan kita hadiah di 2000 akhir lonjakan high naik sampai di 3.000% dan resinya yang awalnya 13 resi 1 hari sampai di 28.000 har selama seminggu berturut-turut akhirnya tapi itu kehabisan stop. Kehabisan stok. Tapi alhamdulillah sekarang sudah mulai stabil di 5.000 sampai 10.000 per hari. Enggak ada yang berubah dari dari gaya hidup. Tadi kalau ditanya ee hikmahnya apa gitu ya, Mas ya? Hikmahnya dulu itu masih sering tidak bisa memisahkan mana urusan rumah tangga sama urusan bisnis. Kalau sekarang sudah sangat bisa. Bahkan kita sangat menganggap masalah rumah tangga itu sep. Jadi kayak kita lebih kuat sebagai ayah dan ibu dan suami istri dan kita juga alhamdulillah lebih kuat lagi jadi seorang couple prener gitu jadi penyemangatlah gitu. Berat makin bisa bijak untuk memilih mana masalah yang perlu dibesar-besarkan, mana masalah yang harusnya ini enggak ada gitu. Alhamdulillah karena kita sudah kompak itu tadi mungkin ya, Mas. Jadi akhirnya enggak terganggu. Bahkan ini jangan ditiru ya, Teman-teman. Saya itu enggak bisa masak, maksudnya enggak yang pintar banget masak. Bisa masak yang biasa tapi enggak pernah improve di masak itu. Suami enggak pernah protes. Jadi kalau saya enggak bisa apa saya diisi. Kemudian suami lagi butuh peran apa yang saya bisa, saya bisa mengisi. Makanya alhamdulillah enggak pernah ada masalah rumah tangga yang besar gitu. Enggak pernah. Kami juga nambahi Mas. Kami juga enggak pernah saling tutut-tututan ya. Kalau istri tadi katakanlah aku enggak bisa masak, saya juga enggak perlu nutut. Kamu harus bisa masak, harus nyuci. Ya, kamu itu perempuan harusnya dapur, kasur, sumur gak. Karena saya juga alhamdulillah secara suami, secara laki-laki itu juga enggak pernah dituntut pendapatan Maso yo, Mas yang dulu dosen iku yo koy ngono, tapi istri enggak menuntut. Hajimu kudu gede tambah. Ya, akhirnya ee malah beliau sendiri yang punya inisiatif, ya sudah aku tak bisnis. sehingga ya cara bisnis lagi maksudnya yang dulunya kan bisnis terus habis itu pas jadi ibu vakum sebentar gitu bisnis lagi ya cara kami berdamai adalah kami enggak pernah nuntut sih Mas satu sama lain betul jadi kayak ya udah live is mason aja lit flu aja yang penting saya sudah ngomong ke istri apapun kamu lakukan asal tiga hal jangan dilupakan sebagai ibu sebagai ibu istri dan makhluk Tuhan saya rida gitu itu saya rida. Begituun saya ee dikasih batasan wis pokoke ojo iki ojo iki yang sifate princiipel ya. Ya salah lanangan nek ono duit kan mestiak-golek yo mas nek gak tobut rondo rondo itu biar Allah yang menjaganya gitu loh sistem kita mulai atur perlahan-lahan Mas meskipun hari ini juga kami sadari belum sempurna tapi kami percaya segala sesuatu itu perlu belajar dan kalau kata Allah sih ojo kesusuh santai aja karena rezeki itu bukan perlombaan gitu sih Dan kami menyadari hal itu sih, Mas. Dan kami paham itu. Jadi, bagi kami sebenarnya bisnis itu bukan mencari uang, tapi mencari keberkahan. Kalau memang belum waktunya, ya sudah santai saja. Wong jik esok makan pecel enak kok. Artinya begini, Mas. Kami sadar di dalam rumah Haikun itu banyak orang yang bernaung di situ. It means tim. Kami berdua tidak pernah menganggap teman-teman ini adalah karyawan. Kami selalu menganggap teman-teman itu tim. Kalau kamu salah yo kita salahkan. Tapi selama kamu salah dan kamu bisa improve, mau belajar kami aman. Intinya kalau kami berdua Mas jangan ada drama gitu. Dan ini sih Mas karena itu tadi setiap orang tuh punya peran di sini kan sudah jadi tim kami pasti di keluarganya mereka punya punya peran sebagai ya mungkin ada yang jadi tulang punggung mungkin jadi lah kami jadi ayah jadi jadi saudara tulang punggung ya tulang buung keluarganya. itu berkah karena di sini adalah tempat kalian bekerja belajar dan kami berpikirnya adalah rezekinya sebenarnya bukan dari kami dari Allah. Nah, kami hanya perantaranya. Iya. Kami itu cuma perantara rezeki Allah kok Mas untuk teman-teman ini kalau dirasakan lah kok gajine cik cilik yo sik alon-alon banyak ya Allah. Iya. Alon-alon sambil kita terus bermuasabah, sambil kita merefleksi diri itu penting. Karena kami baru tahu, Mas, baru paham bahwa bisnis itu bukan soal mencari uang kok sebenarnya, tapi membangun karakter. Kalau saya ya, membangun karakter mental, spiritual. Betul. Bukankah berdagang itu juga kami meniru gaya Rasul aja, Mas? Iya. Dari 99 pintu rezeki kan memang dari berdagang. Dari berdagang. Kami juga menghindari banget, Mas. Karena kan dari awal nawa itu kita dalam usaha ini itu berkah. Makanya kami juga menghindari investor, riba untuk pinjaman, Bang. Kami alhamdulillah selama 4 tahun lebih ini 4 mesun meskipun goling itu tidak pernah hutang. Kami kami enggak pernah hutang. Bahkan di vendor pun di pabrik kami enggak pernah ada meninggalkan hutang. Alhamdulillah. Tapi termin ya yang agak dilonggarkan. Iya. Opennya pun tapi maksimal itu di 3 hari, Mas. Enggak nyampai seminggu itu kami sudah lunas semua. Ya enggak tahu kok bisa ya Allah yang ngatur. 1 tahun enggak nyampai. Enggak sampai ya. Alhamdulillah ya. Itu tadi yang setelah kompak itu Mas ibrahnya adalah kalau kita cari kesalahan masing-masing masalah itu enggak pakai dicari datang sendiri ya. Jadi kita fokusnya adalah fokus mencari solusi. Akhirnya apa? Bagaimana ini bisa balik kan awalnya minimal bisa balik aja. Dulu doa-doa yang kita haturkan ke Allah itu itu bisa kok Allah ngasihnya lebih ternyata enggak hanya balik tapi dikasih berlebih. Kalau saya background apoteker memang enggak ada, Mas. Cuman saya senang belajar. Saya membaca-baca jurnal gitu suka. Dan alhamdulillah saya dulu kan kuliahnya memang di FKUB Brawijaya itu punya teman farmasi gitu-gitu kan. Nah, untuk sekedar konsul itu banyak. Tapi kalau ee produksi saya memutuskan untuk saya belum siap punya pabrik dulu karena memang saya akak tidak kompeten di hal itu. Makanya saya memilih maklon dan milih pabriknya harus benar-benar yang standarnya bagus, yang sudah lolos semua sertifikasi yang sesuai dengan regulasi di Indonesia gitu kan. Nah, saya dengan percaya permaklon di pabrik seperti itu. Artinya apa? Semua ingredien yang masuk di pabrik dan semua kegiatan produksinya sudah dipastikan sesuai standar nasional. gitu, Mas. Dan keilmuan untuk farmasi dan lain-lainnya sudah pasti kompeten karena pabriknya sudah tersertifikasi. Gini, Mas. Meskipun kita tidak ada background pendidikan di farmasi, tapi kita tuh belajar pada saat mereformulasi produk ini pun itu kita apa ya mencari assistingnya. Dan waktu itu kan positioning-nya si High Queen adalah alternatif high end product. High-end product. Jadi yang dulunya orang itu pengin beli skincare yang harganya jutaan, nah itu bisa dirasakan lewat Ikin yang harganya Rp1.000-an. He. Tapi apakah tipu-tipu? Enggak. Karena kita juga beli, Mas, produk assisting-nya. Kita beli yang merek-merek Jepang, Eropa itu kita beli Korea, koret-koret duit tabungan. Kita rasakan teksturnya, kita pelajari ingrediennya, kemudian kita cocokkan ke jurnal. pernah sampai sampai malam-malam dulu kita belajar jurnal karena kan saya punya akses jurnal dulu jadi dosen kan Mas itu bisa ngakses ke situ semua jadi wah iki seru ditambah inilah alhamdulillah benar kata istri kita mencari e pabrik yang bisa men-develop tekstur begini dengan ingredien begini sehingga insyaallah sih bukan yang overclaim karena memang kami juga beli existingnya dan kami nyoba sampel dari pabrik itu sampai minimal tuh enam kali. Minimal en kali harus dicoba di kita sendiri. Di kita karena basically kita berdua juga punya kulit sensitif ya, Mas. Iya, sangat sensitif bahkan. Jadi kita ini-embluke ii yo wis pernah ngerasain itu Mas. Sampai hari ini pun di RnD itu masih kami pegang karena kami percaya BR ini punya soul, punya nyawa dan kami yang masih menyawai itu. Alhamdulillah gak. Alhamdulillah gak karena memang Ha queen tidak overklaim. tidak overclaim dan kami sudah jujur dari awal. Bahkan kita juga sudah ngasih uji lab-nya uji lab-nya. Jadi ya wis semuanya. Iya. Jadi kita santai dan alhamdulillah tidak tergerus dan juga tidak yang mumbul banget gitu loh saat ini. Stabilah stabil. Karena mumbul pun yo medeni Mas karena kan sesuatu di atas badainya lebih kencang ya. Nah kami memilih untuk stabil saja. Alhamdulillah sudah cukup kok. Tapi setelah doktif itu, Mas, malah kita pernah trending satu di produk sabun itu. Sabunnya sampai hari ini, sampai hari ini trending trending 3 dan 5 di TikTok ya. Bismillah. Insyaallah bukti bahwa memang sabun kita benar-benar bagus gitu. Iya. Gak pernah overclaim. Ada sabun. Heeh. Sunscream. Sunsry cream. Heeh. Night gel sama toner. Essence toner. Serum moist. Comingun. Comingun. Sabun. sabun itu kita sudah penjualan 5 juta pie lebih dalam belum satu kuartal gak nyampai satu kuartal. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah sih, Mas. Kalau kami itu nak menyangka. Iya. Jujur gak menyangka. Kadang itu kami berdua itu nangis, Mas, setiap malam. Ya Allah. Allah itu begitu baik. Kami diujinya itu hanya seujung ujung jari. Tapi keluhan kita itu bisa satu tangan. Nih, Mas. Ngeluhnya itu. Heeh. Tapi Allah itu masih baik. Dasare kami berdoa apa adanya sih, Mas? Yo enggak sing flexing yo flexing opone yo tuku tas yo iso tapi yo sing ojo sing larang-larang sing biasa-biasae mangan yo sekali-sekali nyetik lah yo setahun pisan cik ngerasakno. Tapi ya gini kalau kata teman-teman kita yang datang iki wis oke kok gak pengin ganti mobil ora gak ya wis ngene ae katanya sing penting kenek dijejuk iya kalau di nyangka enggak ya masyaallah ya enggak nyangka enggak nyangka sih sama sekali enggak nyangka tapi Allah maha baik enggak nyangkanya lagi malah sekarang akhirnya dari high queen Mas bisa keluar lagi brand-brand anaknya bahkan kita total sudah lima brand kan dari high queen ini sendiri dari mulai produk anak-anak sampai personal izin gitu. Iya. Dipakai untuk membuka usaha yang lain dengan tujuannya masih sama. Insyaallah bismillah. Semoga banyak orang yang bisa jadi tersalurkan lah istilahnya perantara kebaikan itu dari sana. Kami percaya Mas bisnis itu ada up and down-nya. Pada saat kita down kita sudah punya cagan. Ibarat ee terjun itu enggak harus selalu pakai parasut. Enggak usah jangan yang terjun tanpa parasut gitu. Betul. Masyaallah. Masyaallah. Iya, dibin pakai cinta. Betul. Mikir, wah, bojoku isok ngonten ya tak jopuk ae. Oh, gitu. Terbaca ya. Nah, ini wangsitnya malah justru dari netizen, Mas. Jadi, awal kali ngonten hingga sampai pecah itu yang dulunya posisinya posisi Ning brand ini adalah alternatif Hend. Iya, alternatif high brand berubah pada saat saya masuk. Iya. Menjadi tukang flat. Saya all out jujur. Eh, why ya sama saya sama istri itu beda. Istri itu pendiam ya. Introvert 90% saya introvert 90%. Jadi dar dar dar war. Ya kalau orang-orang bilang loh biasane sing dem behind iki sing lanang kok iki sing lanang sing y. Kenapa? Ternyata keberkahannya dan rezekinya di sana ternyata. Nah, dari situ malah emak-emak yang datang Mas. Iya. Hampir audiensi tuh 80% mak-mak yang usianya 35 tahun ke atas. Sehingga mereka itu kalau tanya, "Pak Dei cocok enggak, Pak De?" Akhirnya yang sebutan mereka ya. Betul. Yang masih sebutan mereka. Nah, dari situ kita mencoba main map. Oke, karakter Pak D begini. Kemudian voice of the head-nya harus begini begini begini begini. Nah, kemudian apa ini yang bisa mendukung secara appearance visualnya ini? Karena orang Surabaya. Iya. Orang Surabaya. Jadi enggak nanggung-nanggung, Mas. 50 centti sesuai harapan orang tua lagi. Betul. Sesuai harapan orang tua. Jadi orang akan terdistrak. Iya. Sopo iki? Ya sopo sih iki? Lanang ngecemes. Di saat situ mendobrak pakem bahwasanya owner skincare kan yang selalu flexing. Lah aku flexing kopia Mas sama flexing otak ya. Iya gitu. Kalau istri itu kan senengane Mas dopamin ininya kan dia membaca buku lah. Tadi kan jenengan persani toh di rumah kita itu sudutnya selalu banyak buku itu dopelnya istri. Saya kuliah Mas ya itu maksud flexing flexing otak maksudnya di situ, Mas. Saya suka bertapa dengan membaca buku. Membaca banyak buku. Tidak ter kalau suami sekarang lagi menempuh S3 di UC meskipun sudah tidak dosen ya tapi masih semangat belajarnya itu tinggi. Itu maksudnya flexing otak flexing itu. Jadi kalau orang yang lain itu aduh aku capek aku tak tuku tas aku tak beli gak kami kita sinau lucu gitu kita sinau. Saya kuliah saya bertapa membaca buku. Bertap baca buku manajemen Mas. Manajemen entrepreneur. Iya. Sebenarnya kalau gak enak kami enggak ada sih, Mas. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Ya, bagi kami khususnya saya itu bukan part enggak enak sih, Mas. Itu proses. Proses gimana kita saling menyatukan visi misi itu ya. Ibarate terbentur, terbentur, terbentuk sesuatu itu kan dari mulus. Untuk menuju mulus kan kasar disik, Mas. Alot disik gitu. Jadi yo ya itu proses yang mau enggak mau kita lalui. Kalau saya tadi suami kan terbentur terbentur terbentuk saya tertatih tertatih terlatih. Apa yang bisa saya share? Mungkin saya jadi semakin bisa membedakan mana urusan rumah tangga pribadi sebagai ee istri atau ibu dan kapan saya menjadi rekan kerja. Dulu mungkin beliau adalah dosen tapi bagi saya tetap dosen dosen pembimbing saya sampai nanti. Asik. Sukanya itu seru karena kalau mau meeting itu enggak perlu janjian ngobrol gitu langsung kan enggak perlu. Asalamualaikum. Ee meeting saat ini enggak? Kalau sama suami kan tiap hari meeting kapan aja bisa karena couple prer ya enggak enaknya ya itu tadi harus bisa memisahkan secara profesional mana yang urusan rumah tangga, mana yang urusan bisnis. Itu yang lucu terunik adalah akhirnya kami berdua sembuh gara-gara couple prer. Sembuh dalam arti setiap orang punya masa lalu kan, Mas ya. masa lalu yang mungkin terluka karena keluarga. Akhirnya kami sembuh dengan kekompakan planer ini. Enggak tahu ya. Ya, ini hal yang paling membuat saya pribadi itu bahagia. Tidak di keberhasilan bisnisnya, tapi keberhasilan saya akhirnya benar-benar kompak sama istri. Saya punya traumatis yang di sebelumnya sebelum nikah karena keluarga akhirnya perlahan-lahan itu disembuhkan oleh istri sebagai partner di bisnis yang dulunya saya itu baguk ya. opo iki opo bingung setiap kali mengambil keputusan akhirnya terlatih karena memang dukungan istri. Meskipun gini tadi kan beliau bercerita bahwa pendapatan dosen saya tidak pernah menuntut hal itu. Saya masih menjaga marwah sebagai seorang istri itu harusnya memang tahu posisinya ya enggak pernah meninggi gitu ya kan ya. Treatmennya adalah saya merasa selalu bisa jadi e orang yang di samping kanan kirinya dan saya tidak harus berada di depannya gitu sih Mas. Awal kena sih, Mas. Karena saya kebetulan anak pertama ya, sisi untuk aktualisasi diri itu besar ya pasti. Apalagi kan dari keluarga saya dituntutnya untuk jadi orang kesehatan yang istilahnya orang tua itu menginginkan saya jadi PNS lah nduk. E gitu kan PNS Nuk. Jadi bidan yang udah memang dicontoh oleh keluarga dan ee sosial saat itu ya Mas ya. Tapi saya berpikir bahwa saya bilang ke Bapak saya, "Saya mungkin bisa mengabdi, tapi tidak dari ini. Izinkan saya mengabdi tidak dengan cara yang sesuai ini. Tapi saya cinta ilmunya. Saya pengin mengabdi ke siapapun dengan cara saya yang insyaallah saya bisa menjaganya bahwa saya enggak mau keluar dari yang sudah Allah tuliskan untuk saya gitu. Kebaikan-kebaikannya maksudnya gitu sih, Mas. Bapak sebagai direktur gitu. Saya eh CEO kan ya, Mas ya. CEO ya, Bapak. CO-nya CO. Tapi itu dulu, Mas. Heeh. Sekarang kita enggak, sekarang sudah gak gak butuh itu. Blended aja. Udah yang penting kita sadar peran ya. Heeh. Sadar peran dan kewajiban kita masing-masing. Kalau hak sih kita berdua sama-sama punya dan alhamdulillah hak kita sudah di not sudah diikat jadi satu. Ya wis profit ya. Wis ayo kita buat ini buat naik haji buat apa gitu. Ee beliau pernah bilang daripada saya membangun mimpinya orang, saya mau membangun mimpinya istri saya. Itu sih yang membuat saya bisa. Saya yakin gitu loh kalau enggak sama beliau saya enggak enggak bisa gitu ya. Mimpi bismillah dari dunia sampai surga itu loh. Iya. Karena kan yang memang punya bisnis punya mimpi bisnis itu kan istri. Jadi kalau saya laki-laki ee waktu itu saya sudah dipahami secara finansial waktu itu ya saya bisanya ya segini dan itu pun saya juga sudah tidak dituntut. itu saya sudah sangat bersyukur. Makanya ada kebaikan yang mungkin bukan yang saya bayar. Ada kebaikan yang mungkin bisa saya harus kasih nih sama istri. Karena kalau saya sudah akad ya ibaratnya menikahi istri saya ya mau enggak mau ini orang ya ini anak mertua harus saya bawa ini sampai ke akhirat sampai ke surga berdua ya. Dengan cara apa? Mungkin saya akan mendukung mimpi dia. Tidak hanya mendukung, tapi ayo tak dampingi. Gitu sih, Mas. Alhamdulillah sudah di dua digit sih sekarang ini. 20 m. Alhamdulillah. Almost. Alhamdulillah. Itu kan omset, Mas. Omset, Mas. Hampir 90% berada di stok, Mas. Iya. Godaannya profit marginnya berapa? 13. Alhamdulillah 13an lah. Tapi profit ini belum, Mas. Kami sadar belum waktunya kami ambil. Belum waktunya kami brand ini belum stabil. Iya. Semua untuk muter, untuk bikin brand baru. Heeh. Gitu. Padahal lucunya finance saya yang pegang. Istri itu tidak tahu password. He memang strategi di istri, tapi saya yang jaga kandang mendapatkan pengeluaran pemasukan itu ada di saya. Jadi istri pun itu sampai hari ini juga enggak enggak tahu, Mas passwordnya buka aja enggak ngerti, enggak pernah enggak pernah. Jadi kalau saya sudah ngomong sama istri iki ne ono opo-opo nih anjlok secara keuangan saya kamu bisa menyalahkan saya dan saya bertanggung jawab. Tapi mesti, Mas kalau tak buka iki sakmene sake. Ayo dihitung. Alhamdulillah sih, Mas hari ini sudah setahun ya. Alhamdulillah masih aman. Alhamdulillah. Buffer itu 30 sampai 40% 30 40%. Puluhan M6. Karena gini, Mas. Kami kan hampir 80% di TikTok. Iya. Dan traffic TikTok itu up and down. Sometimes kalau up yang perlu kita siapkan adalah stoknya. Stok. Enggak bisa dipo Mas. Enggak bisa. Enggak bisa di PO. Karena pada saat kita sudah punya momen bagus, yang perlu dipersiapkan apa? Stok. Stoknya. Jadi kalau uh pada saat brand naik nih, apa yang perlu disiapkan? Apakah SDM-nya tidak malah stok. Alhamdulillah sekarang sistem warehouse lumayan kuat ketimbang yang dulu-dulu. I ya. Tapi kami percaya sistem pasti bertumbuh mengikuti dinamika waktunya. Alhamdulillah ndak ada drama tapi kami pernah di posisi satu di TikTok posisi 3 dan 5. Sampai hari ini kita juga masih di posisi 3 dan lima untuk sabun. Untuk sabun retinol ini kita masih stay di situ. Alhamdulillah. Jadi ini sabun flek pertama Mas di Indonesia. Kita retinol dalam bentuk sabun batang untuk wajah. Retinol itu salah satu ingredien untuk flek dia dari ee provitamin A. Tapi dia enggak hanya retinol untuk supaya lebih bagus lagi optimal. Ada namanya tranexamic acid. Oh iya perpaduan yang dia juga untuk flek ada nasenamnya yang alhamdulillah juga kita jujur Mas enggak pernah overclaim yang dulu katanya kita nennya tinggi habis dites 0,00 kita sudah tes ya klaim kita 5% ternyata faktanya 6% faktanya 6% lebih tinggi dari klaimnya. Heeh. Terus ada kandungan koci, glutation yang semua itu ajan pencerah kulit. Ini juga kita develop juga, Mas. Kita berdua kita juga sampel itu kita coba pakai sendiri sampai brodol kulit. Ya wis, ayo. Dan mungkin secara harga juga sangat diterima ya, Mas. R3.000. R.000. Rp23.000. Jadi buat untuk emak-emak sih, wah flek wis dijarno wis nak kita punya ini loh solusinya solusi murah bisa kok untuk flek ora usah hop. Nah, itu tadi visi misi brand ini. High Queen. Setiap perempuan itu adalah ratu dan hak diratukan. Kalau kami berdua sih bilangnya masih ya. Heeh. Masih asal DNA produknya. Saya mengilhami sesuatu sih, Mas. Bahwasanya ee misal kompetitor itu adalah sentilan kecil aja sih bagi kami ya sebagai pelaku bisnis. Ternyata sentilan paling berat itu adalah membangun karakter kita untuk tetap kuat bersaing gitu sih. Bersaing secara yang baik ya itu dan saya rasa kalau skincare itu masa depannya masih jauh bagus karena skincare itu menjawab kebutuhan setiap orang untuk bisa tampil lebih percaya diri, lebih baguslah istilahnya lebih baik dari yang sebelumnya. Sebenarnya simpel sih, Mas. Haikun itu dibangun atas pondasi mimpi istri saya. Mimpi istri untuk berbuat lebih baik ke sesama perempuan. Ya, saya sebagai laki-laki, suami tidak hanya mendoakan Mas itu mendampingi, membimbing, support, doa, tenaga, uang yang enggak ya. Iya juga. Oh, uang sebagai penjaga kandang itu sih pondasinya, Mas. Saya selalu mendoakan istri itu sehat, Mas. Terus ee sehat, sehat itu dalam arti luas ya, Mas. Tidak hanya fisik, tapi psikis juga. Dan selalu juga saya ngomong sama istri selalu bun terima kasih ya gitu sudah menjadi part paling penting dalam hidup saya. Jadi saya selalu ngomong insyaallah saya rida apapun itu. Asal tiga poin itu jangan sampai hilang ya. Yang pertama memang jangan jangan lalai akan Allah. Jangan lalai sebagai seorang istri, jangan lalai sebagai seorang ibu. Itu dan saya selalu juga memberikan hadiah. Saya bilang, "Aku enggak butuh, aku enggak minta apa-apa kok dari Bunda gitu." Minta tapi izinkan saya itu selalu ngasih hadiah. Jadi setiap kali anniversary, pernikahan pikir tahun, "Yukroh, yuk." Ya, waktu itu kita ketemunya di Makkah 2015. Heeh. tanpa sengaja. Satu kelompok yang sama, Mas. Waktu itu saya mendampingi e ibu karena Ibu kan juga ee sudah ditinggal meninggal sama suaminya ya. Terus beliau berempat sama sekeluarga. Sekeluarga berempat sama adik, sama ayah dan ibu. Akhirnya setiap kali anniversary yuk penginnya di sana kita sana yuk ngobrol. Ngobrol berdua lebih intens dan ngobrol dengan Allah. saatnya untuk ngasih raport bahwasanya setahun kita itu begini. Ya Allah, gitu sih. What's next? Kita ingin yang pertama, Mas, menguatkan personal branding saya. Jadi, Pak D itu biar dikenal se-Indonesia, Malaysia, Brunei dan memberikan influence yang bagus. Membuat ya influence yang bagus bahwasanya kejujuran itu harga mati. Sudah. Dan yang kedua kita nanti akan ada event besar di Februari yaitu event run dan April. Dan April insyaallah 19 April itu pecah rekor MURI untuk senam ibu-ibu bersama queen-kuen kita. Jadi ee tempatnya di lapangan Kodam. Jadi kita ngepingkan lapangan Kodam karena Hain kan pink ya. Kita ngepingkan lapangan Kodam. Terus brand-brand baru hasil dari ibu susunya High Queen ini mengalami kenaikan yang sama dengan ibunya dan membangun ekosistem bisnis yang saling mendukunglah buat high queen. Betul. Betul. Dan yang terakhir kami makin kompak, Mas. Heeh. Secara lahir batin. Amin. Iya. Amin. Amin. Amin. Amin. Tidak hanya sebagai suami istri, tapi juga sebagai partner. Saya selalu berpesan ini mungkin bisa jadi semangat juga buat ibu-ibu di luar sana juga. Saya menganggapnya bahwa suami saya ketika sama saya, ketika di rumah beliau adalah suami saya. Tapi yang menjaga ketika beliau di luar biar enggak aneh-aneh sama saya, saya yakin beliau percaya sama akadnya Tuhan yang menjaga dia. Saya Pak De dan ini istri tercinta saya, Ciwit. Kami dari Haik Queen ya, dari Surabaya, Jawa Timur. Sekian, terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Zoom sini. Hah? Yeah.
Resume
Categories