Terhimpit Ekonomi Sejak Ayah Meninggal, Wanita Ini Bangkit Jadi Pebisnis Skincare
VEv-YCoxgkQ • 2025-12-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bahkan ketika Bapak meninggal itu saya
enggak nangis sama sekali karena
ngelihat Mama yang histeris. Terus juga
saya punya adik tiga yang masih
kecil-kecil terus juga e paling kecil
itu belum nyampai 2 tahun. Di sana tuh
mestinya mulai oh ya sudah enggak ada
waktu untuk bersedih gitu kan. ee yang
harus kita lakukan adalah ee melakukan
sesuatu gitu. Nah, ee begitu kejadian
itu ya akhirnya tuh terbentuk gitu. Ee
saya juga ee kalau misalkan saya mau
bisa makan tiga kali gitu ya, saya harus
ee usaha gitu, jualan terus juga ngajar
gitu-gitulah. Nah, dari situ mungkin ya
itu tadi kadang-kadang kita itu berpikir
bahwa ya Allah kok gini banget ya,
kenapa saya gitu kan. Kenapa sih ketika
anak-anak lain jajan kayak gitu atau
misalkan beli apa? Mm ternyata hikmahnya
suatu peristiwa itu mungkin kalau Allah
enggak mendidik, enggak membentuk gitu
kan dengan kesakitan, dengan rasa yang
kita tuh enggak nyaman gitu, kita enggak
jadi manusia gitu, kita bisa jadi akan
lebih sombong gitu kan. Ee karena kita
merasa semuanya itu di dalam kendali
kita sendiri gitu. Kita lupa bahwa di
dalam hidup ini yang wajibnya kita tuh
hanya berusaha gitu kan. Berusaha
sebaik-baiknya, sisanya Allah.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan
saya Apoteker Pujiandi dari Aktila. Saya
ibu dari tiga orang anak yang
menjalankan bisnis dengan tiga unit lain
bisnis itu pertama brand, kemudian juga
kedua itu kita manufacture yang memang
open line sendiri gitu. Terus juga kita
e mengolah bahan baku lokasi di
Indramayu. Awalnya itu saya enggak mau
farmasi, enggak mau jadi apoteker. Jadi
pada dasarnya itu saya adalah orang
sosial, suka ngobrol sama orang, suka
berinteraksi dengan orang-orang baru.
Terus juga saya suka tuh dengan hal-hal
yang berbau aturan dan hukum dan segala
macamnya. Jadi sebenarnya eh basically
saya seorang sosial cuman karena
permintaan dari Ibu dari awal SMA itu
pengin banget anaknya masuk ke farmasi.
gitu karena gampang kerjanya. Terus
habis lulus S1 enggak langsung
melanjutkan apoteker. Kenapa? Karena
tadi itu masih penasaran dengan
cita-cita pribadi dan saya ngambil
sekolah hukum akhirnya. Jadi setelah
lulus S1 saya ngambil Magister Hukum
Kesehatan. Nah, habis ngambil Magister
Hukum Kesehatan, ternyata jalannya masih
bergelut di dunia farmasi dan akhirnya
ya sudah secara tidak sengaja menjadi
sebuah bisnis dan akhirnya ya sudah
tanggung jawab sebagai profesi itu harus
dijalankan. Kenapa? Karena pada dasarnya
memang dari kecil itu dari keluarga
terbiasa dengan ramuan-ramuan
tradisional. Kita biasa tuh dari kecil
pakai jamu, terus juga kalau misalkan
jatuh dikasih beras kencur diolesin ini.
Kalau misalkan luka dikasih ini. Kalau
misalkan kena matahari dikasih beras
kencur dikasih ini. Gitu. Bahkan waktu
dulu sempat kecelakaan juga itu ya
dikasihnya ramun-ramun tradisional
keluarga. Jadi dari sana berkembang
gitu. Memang waktu S1 Farmasi sendiri
walaupun saya enggak suka di farmasi,
tapi ketika saya nyemplung itu saya
pasti akan mencoba menekuni. Udah dari
semester 1 saya ikut lomba-lomba karya
ilmiah gitu. Jadi ikut organisasi untuk
menyeimbangkan kehidupan otak kanan dan
otak kiri. Otak kirinya saya ikut karya
ilmiah lomba lomba dan e waktu S1 itu
karya ilmiahnya adalah mengisolasi atau
mengambil satu bahan aktif senyawa dari
suatu tumbuhan gitu. dan diolahnya itu
dengan biofermentation gitu. Jadi, e
metabolit sekunder tuh dia udah diproses
lebih jauh gitu. Itu diambil satu gitu.
Dan itu akhirnya kita berhasil untuk
masukin di karantina dari yayasan
lembaga American Foundation. Dari sana
terus tuh ikut lomba karya ilmiah, terus
juga aktif di organisasi bioteknologi,
terus ee ikut-ikut lomba karya ilmiah
lain. Dan saya aktif juga di organisasi
kemahasiswaannya. ada penyeimbang gitu
walaupun masuk ke farmasi gitu.
Kalau pertama kali sebenarnya masuk ke
bisnis ini sendiri gitu, awalnya itu
tidak sengaja awalnya itu e lebih ke
untuk kebutuhan diri sendiri. Di mana
dengan basic saya sebagai seorang
farmasis waktu S1 dan cukup terlibat
aktif dalam keilmiahan gitu, saya suka
dengan ilmu toksikologi gitu. Jadi dulu
itu waktu S1 juga saya suka dengan ilmu
toksikologi, ilmu racun. Nah, pas lagi
hamil saya tuh mulai sadar bahwa
ternyata ee yang sering kali tidak kita
sadari itu adalah racun untuk diri dan
untuk anak gitu yang bukan hanya sekedar
bebas merkuri, bebas hidrokinon, bebas
steroid, tapi banyak sekali bahan-bahan
di dalam kosmetik yang berpengaruh ke
kesehatan janin gitu. Kalau di dalam
obat itu sudah ada penggolongan AB CD
untuk keamanan janin, tapi di kosmetik
itu belum ada. Nah, dari sana mulai tuh
ketika hamil saya mulai aware bahwa oh
saya kalau mau pakai produk ini saya cek
dulu nih bahan ini gimana mekanisme
kerjanya di dalam tubuh. Apakah dia
diserap di kulit itu nanti masuk ke
peredaran darah terus bisa dikeluarkan
enggak. Kalau misalkan enggak bisa
dikeluarkan sampai berapa persen
tertinggal di tubuh? karena bisa jadi
itu akan terdeposit atau tersimpan di
dalam jaringan-jaringan kulit kita atau
bahkan bisa sampai masuk ke plasenta,
masuk ke air susu ibu gitu sampai ke
sana gitu tinjauannya. Jadi memang itu
yang mungkin ya zaman dulu belum banyak
sosial media dan segala macam ya.
Namanya orang hamil itu kan sebenarnya
banyak sekali keluhan-keluhan yang
dirasakan gitu. itu makanya kenapa saya
tuh mulai mencari-cari produk yang
amannya bukan cuman sekedar bebas
hidrokino dan segala macam gitu, tetapi
perawatan yang digunakan mulai dari
sabun, body lotion, krim pagi gitu kan,
terus juga perawatan-perawatan lain
gitu, itu yang mulai aware gitu dan ya
memang mostly gitu make up untuk di
Indonesia itu punya kandungan logam
berat yang ya kalau bisa enggak dipakai
untuk ibu hamil. Jadi ketika hamil ya
memang saya menghindari tuh beberapa
bahan yang punya kandungan e logam berat
kayak gitu-gitu kayak e pewarna rambut,
terus juga pewarna mata dan segala macam
kayak gitu.
Banyak sekali orang yang mengatakan
bahwa cuman pakai skinc doang. Lagian
cuman ditaruh di kulit. Pengaruh apa sih
sebenarnya? Gitu kan. Janin itu kan di
dalam dilapisi dengan lapisan
perlindungan yang cukup panjang. Kita
ngambil contoh yang paling gampang
misalkan hidrokinon atau merkuri atau
steroid. Itu kan cuma dipakai di muka.
Terus kenapa ada banyak sekali jurnal
yang menyatakan bahwa merkuri yang di
dalam krim itu berpengaruh ke syaraf,
berpengaruh ke ginjal padahal di kulit
doang banyak sekali. bisa dicari aja
gitu. Artinya di dalam kulit kita itu
ada gerbang yang namanya pori-pori. Itu
kan ada pori-pori terus di dalamnya itu
banyak sekali syaraf, banyak sekali
pembuluh-pembuluh darah kapilir yang
tipis-tipis, yang kecil-kecil yang dia
bisa menyerap. Jadi kita enggak bisa
kalau cuman bilang, "Oh, kalau pakai
skincare aja itu cuman untuk tampilan
aja." Betul. Kalau cuman sekali, kalau
cuman sekali mungkin efeknya cuman dia
cuman di kulit cuman seberapa. Cuman
bisa jadi ketika kita berulang pakainya
terus juga dosisnya besar gitu, artinya
kan bisa aja ada potensi keserap sama
pembuluh darah terus juga masuk ke dalam
pembuluh darah ikut metabolisme tubuh
masuk ke ginjal dan ada yang bisa masuk
dan terserap di plasenta gitu. Jadi
walaupun perut atau ibu hamil itu punya
lapisan perlindungan, tapi ada plasenta
yang di mana plasenta itu mengalirkan
nutrisi dari darah gitu. itu yang
akhirnya kalau misalkan kita menggunakan
produk-produk yang significantly
berpengaruh pada janin gitu ya itu mau
enggak mau banyak sekali terjadi
pengaruh gitu kalau bahasa ilmiahnya itu
e toksikologi gitu. Jadi keracunan di
janin itu bukan hanya cuman obat aja
bukan hanya polusi. Sama halnya let's
say kita analoginya polusi ya. Polusi
itu kan di udara cuman dihirup doang.
Kenapa bisa berbahaya untuk tubuh?
Padahal polusi itu kan di udara, artinya
dia masuk melalui hidung. E ditangkap di
hidung gitu kan, masuk ke oksigen gitu
kan, terus diikat di darah. Intinya
adalah darah yang bersih, darah yang
baik itu akan memberikan nutrisi yang
baik. Ya, dulunya memang saya suka
perawatan, terus mulai tuh aware-nya
gitu. Kita kan enggak harus e punya
kanker dulu untuk bisa mencegah kanker.
Artinya kita bisa melakukan upaya
preventif dulu sebelum upaya kuratif
gitu. Artinya kita lakukan pencegahan
sebelum upaya perbaikan gitu. Jadi
karena tadi tuh based on knowledge terus
juga deep knowledge yang oh kita pahami
bahwa ada potensi yang terserap di dalam
plasma darah itu bisa berpengaruh
mengalir janin juga gitu. Let's say yang
paling common atau yang paling famous
itu salah satunya adalah yang masih
debat tebal gitu itu salicilic acid gitu
kan. itu selicilic acid banyak sekali
digunakan di dalam dunia skincare dan
banyak sekali ibu hamil itu jerawatan
tiba-tiba ketika lagi hamil gitu dan itu
pada dosis tertentu gitu itu berpengaruh
pada janin. Tetapi yang harus diingat
penelitian yang ada di luar negeri atau
di Indonesia itu bisa jadi kulitnya
berbeda dan penyerapannya juga berbeda
gitu. Di mana tadi orang luar negeri itu
dengan behavior yang bagus gitu
mempunyai imunitas lebih tinggi
dibandingkan dengan orang Indonesia dan
e di kulitnya juga.
Produk pertamanya itu adalah produk
untuk stretch mark. Kenapa akhirnya
bikin produk sendiri? Karena saya udah
nyoba nih beberapa jenis skinc yang
untuk stretch mark ternyata enggak
ngefek walaupun oh dia bilangnya
pelembab ini itu ini itu. Pas dicek
bahan bakunya loh ini kan cuman bahan
pengisi. Jadi di dunia farmasi itu ada
bahan pengisi, ada bahan yang mempunyai
efektivitas gitu. Nah itu pas dianalisis
lagi loh ini terlalu banyak bahan
pengisinya. Jadi secara kualitas enggak
oke nih untuk kebutuhan yang sampai
sedalam ini gitu. Pertama itu keluarnya
produk stretchm gitu ya. Ternyata
permasalahan saya itu bukan hanya diri
saya, tetapi banyak sekali ibu-ibu muda,
ibu-ibu yang baru mengalami kehamilan,
terus juga baru mengasuh anak itu banyak
sekali permasalahannya dan sama ternyata
permasalahannya gitu dengan lahirnya
tiga anak itu ternyata punya cerita
tersendiri dan punya masalah yang
tersendiri gitu dan ee berkembang dari
sana ternyata tadi tuh alhamdulillah
gitu ya zaman dulu belum ada sosial
media ee belum paham tuh posting di
sosm, enggak ngerti branding, marketing
dan segala macam gitu. Jadi mereka lebih
ke preferensi secara pribadi. Oh, mereka
percaya saya gitu secara pribadi karena
tadi ya secara pribadi aktif di karya
ilmiah, terus juga aktif di kegiatan
organisasi kemahasiswaan farmasi. Jadi
argumen yang disampaikan itu memang data
driven kayak gitu. ee dari
perkembangannya itu ketika punya tiga
anak akhirnya lahir tuh beberapa produk
yang ternyata ibu hamil bukan hanya
masalahnya stretch mark aja pas anak
kedua ternyata pegal-pegal ya ternyata
capek punggungnya terus juga kesemutan
karena ternyata walaupun satu rahim dan
orang tua yang sama misalkan, tetapi
anak itu memang beda-beda gitu
karakternya beda-beda itu dari kerasa
dari e mulai kehamilan gitu.
Alhamdulillah Allah memberikan kesulitan
ketika mau melahirkan anak kedua. Karena
saya orangnya sangat bertekad gitu ya.
Kalau misalkan saya pengin sesuatu saya
harus berusaha dengan gigih, dengan
kuat. Saya berusaha tuh let's say
bahasanya Febiatusi. Jadi melahirkan
secara normal setelah cesarian. Jadi
anak pertama itu caesar gitu. Saya
berusaha dengan kuat untuk bisa lahiran
normal. Ternyata saya kontraksi sampai 3
hari berturut-turut bukaannya empat. Dan
itu saya enggak kuat banget sampai anak
saya stres janin ya. dan ya harus
operasi darurat dan denyut jantungnya
tuh dia darurat lah. Nah, dari sana
mulai itu saya oh iya ya ee enggak boleh
sombong jadi orang gitu artinya walaupun
dengan keilmuan setinggi apapun kalau
Allah maunya kamu dikasih kesulitan ya
punya kesulitan gitu. Nah.
Nah, dari sana akhirnya bikinlah tuh
produk juga yang untuk membantu
kelacaran gitu. Dan akhirnya ya anak
kedua juga karena lahirnya terjadi
penyulitan gitu ternyata berpengaruh ke
imunitas kulitnya gitu. Jadi dia gampang
alergian gitu. orang yang dengan e
lahiran dengan SC gitu, itu artinya
berpotensi punya alergi kulit anak jauh
lebih tinggi dibandingkan dengan yang e
lahiran per vagin gitu. Akhirnya ya
bertumbuhlah produk dari ibu hamil pasca
melahirkan terus juga anak-anak gitu.
Dan ternyata perawatan yang aman untuk
ibu hamil juga sangat dibutuhkan gitu.
Memang awalnya fokusnya untuk ibu hamil
karena keamanan yang kita review gitu.
Jadi, kita tuh melakukan tinjauan
keamanan terkait dengan produk itu bukan
hanya sekedar oh enggak ada merkuri
hidrokinon, tapi kita juga cek tuh
bahannya satu-satu. Oh, ini pengaruh
enggak di janin ketika lagi hamil. Oh,
ini pengaruh enggak di ibu menyusui.
Karena ada bahan-bahan yang itu juga
bahan natural itu berpengaruh ke ibu
hamil. Ada bahan yang bisa membantu
membuka rahim biar persalinannya cepat
gitu. ada yang bahan ternyata membantu
meningkatkan ee ASI sehingga kita bukan
hanya keamanan tinjauannya itu keamanan
terus juga efektivitas sama sensitivitas
gitu. Sekarang udah ada untuk flek hitam
terus juga perawatan harian untuk
shampo, untuk deodoran. Yes, udah
lengkap banget completely. Let's say you
name it, aku bikinkan deh gitu. E
istilahnya kamu penginnya apa? Sok aku
bikinkan. kamu curhat deh penginnya apa,
butuhnya apa, sakitnya apa, aku bantuin
gitu. Karena memang semangat yang
dibangun itu adalah semangat ingin
membantu, gitu.
Kalau saya itu jiwa dagangnya karena
terpaksa gitu, karena kebutuhan hidup,
karakter yang terbangun itu memang
karena e kehidupan gitu. Wah, sebenarnya
terhimpit ekonominya itu malah justru ee
dimulainya dari SMA gitu. Jadi ya tadi
alhamdulillah Allah sudah memudahkan
hidup gitu ketika ee ini dan mm aduh
bentar tuh kan enggak suka
ya. Jadi emm begitu masuk SMA itu ee
lulus SMP itu kan saya SMA-nya pindah ya
ke luar kota gitu. Ee terus ya baru
ya Bapak Bapak meninggal gitu.
Bapak meninggal terus ee selama berapa
bulan itu mama kecelakaan.
Jadi setelah Bapak meninggal itu, Mama
kecelakaan selang berapa bulan sampai
kakinya patah dua-duanya. Jadi K satunya
patah tulang terbuka, satunya tertutup
dan mm itu harus bres. Eh, mama sempat
koma, sempat koma dan kebetulan komanya
itu ternyata di rumah sakit yang dekat
sama e tempat e pondok saya dulu gitu.
Tapi enggak dikabarin karena mungkin ee
niatnya adalah biar enggak bikin saya
kepikiran gitu, enggak mau enggak
belajar. Nah,
tapi ee sebelum kecelakaan itu Bapak tuh
Bapak meninggal terus kita pindah gitu.
Jadi, rumahnya kita kontrakin untuk biar
anak-anak bisa sekolah karena Mama
enggak kerja sama sekali. Dan ketika
Bapak meninggal itu, Mama bahkan ketika
Bapak meninggal itu saya enggak nangis
sama sekali karena ngelihat Mama yang
histeris. Terus juga saya punya adik
tiga yang masih kecil-kecil terus juga e
paling kecil itu belum nyampai 2 tahun.
Di sana tuh mest mulai oh ya sudah
enggak ada waktu untuk bersedih gitu
kan. ee yang harus kita lakukan adalah
ee melakukan sesuatu gitu. Nah, habis
itu ya udah rumah akhirnya dikontrakin
untuk mama ee mama pindah dan setelah
pindah itu adik saya diasuh gitu diasuh
sama keluarga saking enggak mampunya
kita gitu. Karena waktu itu
alhamdulillahnya mama sempat jualan,
jualan permen, jualan kerupuk, jualan
semua aja yang bisa dilakukan. Sehingga
ee begitu ee begitu kejadian itu ya
akhirnya tuh terbentuk gitu. Ee saya
juga ee kalau misalkan saya mau bisa
makan tiga kali gitu ya, saya harus e
usaha gitu, jualan terus juga ngajar
gitu-gitulah. Nah, dari situ saya
tahunya mama kecelakaan itu ketika saya
pulang gitu. Jadi sama sekali enggak
tahu
akhirnya alhamdulillah keterima kerja
dengan gaji Rp300.000 sebagai honorer
punya anak tiga yang harus disekolahkan.
Ya, akhirnya mulai itu dari sana mulai e
terjiwa kepepet lah ya gitu kepepet gitu
kan. Cuman tadi karena dari dulu
dibentuk enggak boleh minta gitu, enggak
boleh minta gitu harus berusaha. Enggak
boleh kalau misalkan kita main itu
minta, kalau dikasih kita terima tapi
kalau misalkan minta kita enggak boleh
gitu. Jadi dari sana tuh mulai kita
usaha gitu, apapun dijual gitu. Bahkan
tadinya saya hampir enggak mau sekolah
karena tadi adik saya banyak gitu kan.
Ya udah enggak apa-apa lepas SMA saya
kerja dulu aja gitu. Yang penting
adik-adik sekolahnya beres gitu. Cuman
alhamdulillah mama sangat berjasa dalam
e masa depan gitu kan. Bahwa warisan
paling besar, yang paling baik untuk
masa depan itu adalah pendidikan ilmu
gitu. Jadi dari sana saya tidak mau
mengecewakan orang tua. Makanya walaupun
saya enggak suka dengan farmasi ya saya
tetap berusaha maksimal dengan
kesempatan yang diberikan. Itu juga
ketika proses wawancara itu ya udah kita
apa adanya Bu. Kita cuman Mama bilang
waktu pas mau wawancara itu, "Saya cuman
punya uang segini. Waktu itu cuman punya
uang R5 juta. Kamu kalau keterima
berarti rezeki kamu sebagai anak yatim.
Kalau enggak ya
sudah gitu nanti usaha yang lain kayak
gitu. E mungkin tahun ini belum
saatnya." Nah, alhamdulillah pas
interview alhamdulillah diberikan
kesempatan dengan hal kebaikan itu.
Allah memberikan kemudahan ee dari sana
tuh walaupun saya secara pribadi
penginnya mah sosial gitu ya. Cuman ya
sudah karena kondisi keluarga akhirnya
farmasi justru ternyata barokahnya ilmu,
restu orang tua, rida orang tua tuh
ternyata belok-belok hukuman dan ke mana
tuh ya ujung-ujungnya itu gitu. Allah
tuh lebih rida itu gitu. Jadi akhirnya
menerima
kuliahnya pakai uang pribadi cuman ya
tadi masih beasiswa gitu karena dulu kan
beasiswa enggak terlalu banyak
informasi. Heeh. Tapi alhamdulillah
beberapa kali saya menerima beasiswa
sambil dapat beasiswa juga tadi ee ikut
lomba-lomba itu biar dapat uang tambahan
ya.
Terus e aktif berorganisasi juga
alhamdulillah memberikan saya banyak
kesempatan untuk berinteraksi ee dengan
banyak orang. gitu kan dan bisa jualan
juga gitu. Jadi ee sambil jualan jualan
buku alhamdulillah gitu. Untuk sekelas
mahasiswa S1 dulu bisa menghasilkan R2
juta sebulan itu lumayan banget gitu.
Sambil jualan juga sambil apapun lah.
Intinya saya pengin kayak teman-teman
kebanyakan tapi saya juga enggak mau
meminta gitu kan sehingga saya juga
harus usaha gitu mungkin ya. Itu tadi
kadang-kadang kita itu berpikir bahwa ya
Allah kok gini banget ya kenapa saya
gitu kan. Kenapa sih ketika anak-anak
lain jajan kayak gitu atau misalkan beli
apa? Mm ternyata hikmahnya suatu
peristiwa itu mungkin kalau Allah enggak
mendidik, enggak membentuk gitu kan
dengan kesakitan, dengan rasa yang kita
tuh enggak nyaman gitu, kita enggak jadi
manusia gitu, kita bisa jadi akan lebih
sombong gitu kan. Ee karena kita merasa
semuanya itu di dalam kendali kita
sendiri gitu. kita lupa bahwa di dalam
hidup ini yang wajibnya kita tuh hanya
berusaha gitu kan. Berusaha
sebaik-baiknya, sisanya Allah.
Ee kalau merintisnya itu sebenarnya
sejak 2011-an. Jadi ketika saya S2 ya
itu yang ketika saya hamil anak pertama
itu posisinya masih kuliah di UGM, masih
di Jogja gitu. Nah itu sambil saya
aktivitas tadi tuh pengin kuliah dengan
uang sendiri. Habis itu juga ternyata
pas hamil itu berkembang gitu
kebutuhannya gitu sih. Dulu masih herbal
banget, masih rata-rata untuk sendiri
gitu.
Pernah itu pas COVID ya. Jadi pas COVID
itu eh alhamdulillah gitu ya,
Teman-teman, yang belum punya BPOM itu
saya bantu untuk punya BPOM terus kayak
ya gitu-gitulah. Terus ee ternyata ada
orderan yang saya berani beli duluan
kemasannya sampai satu tronton gitu.
Wah, itu zaman lockdown ya gitu. Jadi,
oh khawatir nih nanti enggak bakalan
bagus, lancar nih prosesnya gitu kan.
Nah, beli tuh satu tronton terus satu
kantor ini penuh nih sama
kemasan-kemasan bahan sampai 5 drem 3 dr
kayak gitu. Terus ternyata ya ya sudah
rugi R miliar. Iya.
Jadi udahlah ikut aja gitu. Jadi udah
ini saya confidence nih gitu. Yang
penting kita tuh kerja sama gitu bakalan
bisa gitu. Jadi waktu itu bikin
sanitizer itu cepat banget tuh dan itu
sempat masuk ke review apa kayak gitu
dan itu tuh menjadi salah satu produk
sanitizer terinovatif gitu karena bisa
membunuh bakteri 99 dengan berapa detik
kayak gitu kan hanya menggunakan
kombinasi bahan alam gitu udah tuh PD
terus oh produksi dengan sistem PO
begini begini begini terus tuh ya udah
eh ternyata pas udah itu enggak musimnya
lag ya sudah sekitar segitulah R
miliaran jadi kita baru bersih-bersih
banget dan masih ada sisanya sampai
sekarang bahkan Kan tadi sih lebih ke oh
iya ya memang saya enggak hanya merasa
benar diri aja gitu tapi juga perlu e
mempertimbangkan pihak lain juga gitu
tetapi di satu sisi kadang-kadang kita
harus mengambil keputusan yang beresiko
dengan mendengarkan e beberapa pihak
yang lain gitu kategorinya itu kategori
A produksi untuk baby ee terus juga
pencerah anti UV. Jadi kita udah komplit
tren siy sebenarnya gitu. Alhamdulillah.
Itulah namanya investasi e jangka
panjang di pertemanan, silaturahim gitu.
Jadi namanya teman, namanya silaturahim,
kita enggak tahu bakalan butuhnya kapan,
kita enggak tahu bakalan ada nyambungnya
kapan, kayak gitu ya. Alhamdulillah ini
tentu bukan hanya karena saya pribadi ya
gitu kan. Tentu sampai sejauh ini banyak
sekali pihak-pihak yang sangat support,
yang mendukung, terus juga membantu
gitu. Karena ya adalah kendala-kendala
secara teknis maupun nonteknis gitu yang
kalau misalkan saya sendiri kayaknya
enggak sanggup deh gitu. Jadi ee dibantu
oleh tim gitu. Tentu sebesar ini
perjalanannya bukan karena saya hebat
sendiri, tetapi juga karena banyak pihak
yang mendukung gitu.
berangkat dari kejadian-kejadian yang
lagi ramai sebelumnya
yang di sosial media lah ya
menjadi ancaman Aquila enggak?
Enggak. Justru itu malah saatnya Aquila
itu harusnya naik. Kenapa? Karena kalau
misalkan maklun itu kan dia enggak tahu
isinya apa. Kita paham dari bahan
bakunya, dari nolnya, pengolahannya
kayak gimana, kita tahu gitu gimana cara
kualitas itu bisa dipertahankan, bisa
ditingkatkan, diujikan, gitu kita tahu
gitu. Jadi dengan banyaknya huru-hara di
industri beauty kemarin gitu, justru ee
ini harusnya menjadi momen yang tepat
gitu untuk produk natural bisa
berkembang karena banyak sekali oh iya
nih pemutih yang bisa sampai
berputih-putih kinclong atau merkurri
ternyata saya pikir udah beres tuh
urusan merkurri tetapi ternyata enggak
gitu. Nah, ini artinya dengan banyaknya
orang-orang yang sudah jenuh,
produk-produk cerahnya cepat, terus juga
menjanjikan-menjanjikan
yang instan, yang chemikal gitu, ada
suatu titik mereka akan jenuh dan capek
dengan produk-produk yang chemikal dan
pasti akan mencari produk natural gitu.
Dan sebagai produk natural kita ee
melakukan proses dari bahan baku,
mengolahnya, mengujikannya, memastikan
mutu dan segala macam. Artinya kita bisa
menjamin terkait dengan mutu, eficasi,
sama sensitivity-nya gitu. Safety bahkan
terutama safety malah kita beberapa
bahan bakunya itu memang kita olah
sendiri gitu. Jadi ada bahan baku yang
kita olah sendiri, kita produksi
sendiri. Awalnya itu kita bikin sendiri
itu fungsinya adalah untuk menghemat.
Menghemat dan memastikan kualitas lebih
tepatnya. Kenapa? Karena kalau kita beli
dari luar, ada yang dari luar negeri
atau dari apa gitu, kita enggak tahu nih
mutunya kayak gimana, efektifnya kayak
gimana. campurannya apa, senatural apa,
pakai pestisida enggak gitu, pakai pupuk
kimia enggak gitu. Terus ee gimana
dengan campuran-campuran lainnya,
prosesnya gimana? Itu agak skeptis sih
mungkin kan, cuman memang karena kami
paham prosesnya gitu. Jadi, kamu pengin
memastikan bahwa yang dibikin itu juga
bisa saya pakai dengan tenang, dengan
aman, dan ketika kita jual juga kita
tenang jualnya.
Kalau misalkan ngomongin kulit orang
berbeda-beda itu artinya kita mau
mengenenalisir itu bisa dan pasti akan
ada aja yang tidak cocok itu sekian
persen. Tetapi kalau misalkan kenapa
produk natural itu jauh lebih bisa
diterima sama kulit? Karena kalau
dibandingkan dengan bahan chemikal yang
sifatnya single actif gitu kan dia tuh
fokusnya hanya mentargetkan satu. Misal
nih untuk flek hitam hanya satu. Oh ini
untuk menghambat melanin. Untuk flek
hitam gitu ya. Untuk menghambat melanin
artinya nanti melaninnya tuh tidak akan
muncul gitu dan segala macam. Tapi kalau
misalkan produk natural itu kalau mau
ngebenerin suatu sel atau sesuatu ini
jadi tujuan utama. Tapi sel-sel skatar
disehatin dulu gitu. Jadi kalau misalkan
ada yang aduh pakai apa lagi? Aduh kulit
saya rusak kena pakai ini itu cari yang
natural karena ini bakalan nyehatin
gitu. Jadi gini, kalau di Indonesia
sendiri terkait dengan aturan produk
natural itu belum ada bakunya. Sehingga
kami sebenarnya mefer dari aturan Europe
Ecosert Organic Certified. Kenapa kita
bilangnya natural? Karena tadi di
Indonesia sendiri masih belum ada aturan
yang mengkotak-kotakkan, yang
mendefinisikan, yang menjelaskan apa sih
produk natural itu. Let's say chemical
90% ditambah dengan ya ekstrak 1% juga
udah bisa aja klaim natural ya enggak
sih gitu. Sehingga kita juga tidak
menyalahkan itu karena tidak ada aturan
yang men-state itu secara legal gitu.
Jadi saya tidak mau juga
mengkota-kotakan itu kalau di Indonesia.
Mari kita berbicara dengan ee aturan
kosmetik yang digunakan sebagai
standarnya Aquila. Di mana yang Aquila
gunakan itu adalah organic certified
gitu dari Europe. Jadi, organic
certified itu yang bisa menjadi claim
itu adalah satu tidak mengandung
bahan-bahan yang sifatnya harsh
chemical. Artinya harsh chemical itu
tidak e efek jangka panjang atau
mendestruksi tubuh secara berlebihan
gitu. Contohnya adalah SLS. Kenapa sih
SLS itu menjadi isu gitu? Karena SLS itu
adalah salah satu surfaktan yang bisa
merusak skin barrier gitu. Jadi kalau
kulitnya jadi gampang keriput terus
karena microbiom-mikrobiom dan
kelembabannya itu ditarik gitu diambil
dari si surfaktan itu. Itu bisa termasuk
ke harsh chemical. Terus juga di organic
certificate itu ada beberapa bahan yang
tidak diperbolehkan kayak paraben itu.
Kenapa enggak boleh pakai paraben?
karena ternyata ee bisa berpengaruh
terkait dengan hormon termasuk kalau
misalkan menggunakan fragrance. Kalau
fragrance itu itu tidak diperbolehkan
kalau mengandungs ya. Jadi di dalam
fragrance itu biasanya ada kandungan
yang bisa bikin long lasting gitu. Jadi
kalau wanginya lama itu atau kuat gitu
biasanya ada tambahan bahan namanya.
Nah, itu ternyata bisa mendestrupsi
hormon atau mengganggu ee keseimbangan
hormon. Selain itu, tinjauan dari produk
organik itu eh dia etikal. Etikal itu
sebenarnya adalah produknya itu tidak
merusak lingkungan gitu. Jadi merusak
lingkungan atau misalkan ada hal-hal
yang enggak etis kayak e banyak sekali
bahan baku yang di dalam industri
kosmetik ini masih pakai labornya itu
anak kecil. Jadi pekerjanya itu anak
kecil gitu. Jadi itu non etikal gitu.
Gitu-gitu gitu. Yuk, kita glowing pas
lebaran dengan kulit yang
kemudian selain itu tinjauannya adalah
kalau misalkan produknya organik itu dia
biasanya ada non pesticide. Non
pesticide atau misalkan organic drone
standar itu dia antara pertanian
konvensional dengan pertanian yang
organik itu dia ada batasan gitu karena
itu akan mempengaruhi tanah, air, dan
udaranya gitu. Kemudian saya mau koreksi
sedikit ya terkait dengan definisi
enggak ada bahan kimianya atau bahan
kimianya. Sebenarnya kalau kita
ngomongin bahan kimia gitu kan, garam
pun nama kimianya adalah NaCl, sodium
klorid. Gula yang natural sekalipun itu
kan EC3 H6 O12 gitu kan. Jadi artinya
ketika kita ngomongin bahan kimia di
dalam kosmetik itu akan menjadi abu-abu.
Tetapi tadi tuh standar-standar yang
digunakan itu adalah standar-standar
dalam proses pengolahan, proses bahan
baku yang tidak dimasukkan kayak
gitu-gitu sih ya. Artinya kita tinggal
ngikutin aja. Heeh. Gitu. Kita tinggal
menyesuaikan, oh ternyata di sana ada
update apa nih gitu. Dan sebenarnya dari
Indonesia sendiri saya lihat ya
perkembangannya jauh lebih baik
dibandingkan sebelum-sebelumnya gitu.
Ada kasus yang dulu itu sempat viral
kasus obat parasetamol. Parasetamol cair
yang merusak ginjal bahkan bisa
menyebabkan kematian. Bahannya itu kan
juga common ya, umum digunakan di
kosmetik. Itu sekarang ada pengujian
tambahan juga tuh di BPOM gitu. Artinya
saya lihat memang ada progres gitu.
Cuman kan namanya aturan itu
kadang-kadang memang lebih terlambat
dibandingkan dengan kejadian gitu. Itu
kenapa saya bilang kalau misalkan mau
pakai produk natural, produk organik,
jangan nunggu sakit dulu baru pakai
produk natural. Kalau misalkan ada upaya
preventif untuk mencegah, kenapa kita
harus mengobati gitu? Karena ketika
sudah mengobati jauh lebih susah. Ada
satu produk yang itu bagus banget kalau
untuk netralisir, ngebersihin
racun-racun di kulit yang sebelumnya
dari produk-produk merkuri, hydroquinon
gitu, steroid gitu. Itu ada satu produk
dan itu memang ternyata setelah rajin
digunakan itu ngaruh untuk mengurangi
wrinkle. Winkle itu garis-garis halus,
bukan yang garis tajam gitu ya. Jadi,
ternyata setelah kita review ulang gitu,
e itu juga baru kita temuin setelah
produk tersebut dirilis. Tadinya hanya
untuk rim malam doang, ternyata pas kita
review lagi produk tersebut ternyata
mengandung banyak sekali super
antioksidan yang berpengaruh di kulit
gitu.
Sebenarnya saya mau meluruskan satu hal
yang paling dasar dulu. Bahan baku
natural itu bukan hanya tanaman aja,
tapi hewan dan mineral juga termasuk di
dalamnya. Kenapa? Karena bahan alam,
mineral juga dari alam. Terus hewan juga
itu bahan alam. Jadi bukan hanya
tumbuhan aja. Jadi kalau misalkan let's
say natural terus juga dia vegetarian
gitu. Artinya dia tidak mengsur
unsur-unsur yang hewani gitu. Nah, itu
baru clear gitu. Tapi kalau misalkan
natural itu bisa mengandung unsur
tumbuhan, hewani, bahkan mineral gitu.
Dan itu fine gitu. Kenapa? Karena itu
definisi di sediaan galenik itu sediaan
natural gitu. Jadi di ilmu farmasi itu
sudah ada. Nah, itu pertama yang perlu
diluruskan. Kemudian yang kedua, kalau
produk-produk natural itu ya tadi karena
kita tidak ada aturan bakunya terkait
dengan persentage-nya juga enggak ada
gitu. Jadi orang boleh-boleh aja kalau
di Indonesia mengklaim bahwa ini produk
dengan SLS segala macam sampai dengan
bahan-bahan lainnya, paraben dan segala
macam, fragran sampai 90%, bahan
naturalnya cuman 1% bisa-bisa aja. Tapi
kalau Aquila itu karena kita standarnya
tuh organik, naturalnya tuh natural
organik yang tadi tuh standarnya di
Eropa gitu. Jadi kita minimal di 50%
gitu. 50% itu bahan-bahan naturalnya
gitu. Kalau organik itu bahkan di 95%
gitu. Jadi ada beberapa kita juga
bahannya itu organic certified gitu.
Artinya apa? Tumbuhan tersebut artinya
tersertifikasi organik. Sudah secara
perkebunan gitu memang itu sudah teruji
melalui lembaga sertifikasi organik di
tanamannya yang enggak ada pestisida dan
segala macam. Tanahnya juga enggak
tercemar dan segala macamnya. Cuman kita
memang hanya baru ada beberapa bahan
yang tersertifikasi organiknya. Tetapi
ada beberapa bahan yang kita belum
tersertifikasi organik. Cuman kita tadi
tuh organic ground bahasanya. Karena
kalau tersertifikasi organik itu butuh
duit kan ya untuk sertifikasinya. Tetapi
kalau organic ground itu artinya
ditumbuhkan secara organik dengan
prinsip-prinsip organik. Kita kerja sama
dengan petani, terus juga kita juga ee
ada yang kita tumbuhkan sendiri, ada
yang kita budidayakan gitu.
Kita mau memastikan bahwa produk ini
satu bisa terjangkau untuk standar
organik. Karena biasanya produk-produk
yang organik-organik itu sangat pricey
banget. Jadi harga segini itu adalah
harga yang kita usahakan bisa bermanfaat
tetapi juga bisa baik untuk semuanya
gitu. Bisnisnya jalan, saya bisa bayar
karyawan dan segala macam gitu kan. Tapi
juga orang juga bisa terjangkau. Terus
kita juga bisa bermanfaat bisa beli
dengan harga yang pantas terutama gitu
kan ketika kita bekerja sama e atau
membeli ee bahan-bahan tersebut.
harganya Aquila itu relatif ya, itu
sebenarnya standar dengan harga kosmetik
saat ini, harga-harga skincare yang ada
saat ini. Cuman tadi sebenarnya kalau
misalkan dibandingkan gitu kan, kalau
misalkan kamu dapat chemikal, apakah ini
bisa dipakai secara jangka panjang?
Apakah kamu ketika pakai ini produknya
merasa aman dan nyaman? Dipakai juga
untuk anakmu, dipakai juga untuk kamu
lagi hamil atau menyusui atau keluargamu
kayak gitu. Nah, kalau di produk natural
itu kan bahkan kita tuh ada beberapa
produk yang kalau enggak sengaja ketelan
pun aman gitu. Kayak odol, odol anak itu
kita aman tertelan gitu karena enggak
pakai fragrance. Terus juga pengawetnya
juga bisa tereliminasi dari tubuh gitu
saat ini ya. Karena kita juga mulai
memperbaiki ya situasi dan alhamdulillah
paket kalau untuk secara revenue kita
sudah jauh lebih baik dibandingkan
sebelumnya gitu. Kita kalau dulu itu
masih subsidi tuh antara pabrik sama
brand gitu. Tetapi karena tadi tuh kita
percaya bahwa ini hanya tinggal
mendapatkan kesempatan kesempatan untuk
orang tahu gitu. Dan alhamdulillah di
tahun-tahun ini kita udah jauh lebih
baik.
What's next dari Aquila harapan berarti
ya jadi kita sih tetap pengin konsisten
terkait dengan produk kita. pengin bisa
dijangkau lebih banyak orang yang pengin
kulitnya sehat gitu. Kenapa? Karena saya
yakin dengan huruara kemarin pasti baru
keblow up ternyata banyak sekali kulit
yang bermasalah gitu. Jadi kita juga
pengin banget ngebantu lebih banyak
orang untuk bisa menyehatkan kulit
apalagi kalau ibu hamil gitu ya. Karena
sebelumnya ini Aquila ternyata jauh
lebih banyak diterima di Bali
dibandingkan di kota-kota lainnya.
Artinya ketika sudah diterima di Bali
dengan tingkat seleksi yang jauh lebih
tinggi gitu, produk kita mampu bersaing
dengan produk-produk natural yang punya
kualitas yang disukai juga nih oleh
orang-orang mancanegara gitu. Sehingga
mudah-mudahan suatu saat kita juga bisa
diterima di beberapa negara yang
mempunyai kondisi yang sama gitu.
Mudah-mudahan ya suatu saat bisa sampai
ke sana gitu kan dengan yang kita
siapkan juga nih modal dan segala
macamnya gitu. Untuk saat ini sih memang
kalau pendidikan gitu ya kenapa gitu
salah satu azam saya tetap ada di
Indramayu nih usahanya adalah ya saya
pengin punya sesuatu yang bermanfaat
hidup saya bermanfaat untuk daerah yang
saya tinggalin gitu salah satunya adalah
ya di Indramayu ini gitu. Kenapa kok di
Indramayu gitu? Karena saya melihat
karena dari kecil itu kan saya berada di
beberapa daerah, saya pindah-pindah gitu
kan di beberapa lokasi. Ee mata rantai
yang harus diputus itu ada tiga poin.
Satu kesehatan, dua pendidikan, yang
ketiga ekonomi. Tapi kalau misalkan kita
mau kedua ini gitu ekonominya belum
kuat, kita enggak bisa nih ke dua dua
poin ini gitu. Sehingga yang harus
dikuatkan itu ekonominya dulu, gitu.
kita sih sebenarnya kalau untuk
pendidikan untuk keluar ya belum ada
beasiswa. Tetapi memang di kami sendiri
kalau untuk di perusahaan gitu kami juga
menawarkan ke karyawan yang punya
potensi. Flashback dari kehidupan bahwa
ilmu itu pasti bermanfaat. Tidak ada
ilmu yang tidak bermanfaat. Dan ilmu
yang bermanfaat itu bukan hanya sekedar
ilmu teorinya tapi cara berpikir. Terus
juga cara kita berinteraksi, cara kita
bersosialisasi diri, cara kita problem
solving, gitu. itu pasti akan berbeda
ketika kita dichallenge dengan yang
lebih susah gitu. Nah, itu yang kita
harapkan itu juga bisa menjadi pola
pikir di si Vitas di Aquila.
Kalau untuk si RSR-nya itu sebenarnya
kita kemarin sempat menanam juga ya ee
kita bekerja sama juga dengan beberapa
lembaga untuk melakukan kerja sama
menanam membudidayakan tanaman gitu ya.
Jadi ada satunya rumah zakat, rumah
zakat Indramayu, terus satunya juga ini
di rumah tahfiz gitu. Itu mereka
menyediakan lahan dan nanti dari kita e
bekerja sama. Terus saat ini juga on
progress itu dengan petani di
Pangandaran gitu. Jadi kita berharap
bahwa kalau misalkan kita menggunakan
bahan alam dan itu bahan alam Indonesia
kita bisa olah dengan baik dan benar
gitu, itu pasti efektif dan pasti
berdampak gitu pada sosial gitu dan itu
efeknya insyaallah domino gitu ya.
Saya apoteker Puji Sopandi dari Akuila
berlokasi di Indramayu. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Oke,
makasih
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:55 UTC
Categories
Manage