Terhimpit Ekonomi Sejak Ayah Meninggal, Wanita Ini Bangkit Jadi Pebisnis Skincare
VEv-YCoxgkQ • 2025-12-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bahkan ketika Bapak meninggal itu saya enggak nangis sama sekali karena ngelihat Mama yang histeris. Terus juga saya punya adik tiga yang masih kecil-kecil terus juga e paling kecil itu belum nyampai 2 tahun. Di sana tuh mestinya mulai oh ya sudah enggak ada waktu untuk bersedih gitu kan. ee yang harus kita lakukan adalah ee melakukan sesuatu gitu. Nah, ee begitu kejadian itu ya akhirnya tuh terbentuk gitu. Ee saya juga ee kalau misalkan saya mau bisa makan tiga kali gitu ya, saya harus ee usaha gitu, jualan terus juga ngajar gitu-gitulah. Nah, dari situ mungkin ya itu tadi kadang-kadang kita itu berpikir bahwa ya Allah kok gini banget ya, kenapa saya gitu kan. Kenapa sih ketika anak-anak lain jajan kayak gitu atau misalkan beli apa? Mm ternyata hikmahnya suatu peristiwa itu mungkin kalau Allah enggak mendidik, enggak membentuk gitu kan dengan kesakitan, dengan rasa yang kita tuh enggak nyaman gitu, kita enggak jadi manusia gitu, kita bisa jadi akan lebih sombong gitu kan. Ee karena kita merasa semuanya itu di dalam kendali kita sendiri gitu. Kita lupa bahwa di dalam hidup ini yang wajibnya kita tuh hanya berusaha gitu kan. Berusaha sebaik-baiknya, sisanya Allah. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya Apoteker Pujiandi dari Aktila. Saya ibu dari tiga orang anak yang menjalankan bisnis dengan tiga unit lain bisnis itu pertama brand, kemudian juga kedua itu kita manufacture yang memang open line sendiri gitu. Terus juga kita e mengolah bahan baku lokasi di Indramayu. Awalnya itu saya enggak mau farmasi, enggak mau jadi apoteker. Jadi pada dasarnya itu saya adalah orang sosial, suka ngobrol sama orang, suka berinteraksi dengan orang-orang baru. Terus juga saya suka tuh dengan hal-hal yang berbau aturan dan hukum dan segala macamnya. Jadi sebenarnya eh basically saya seorang sosial cuman karena permintaan dari Ibu dari awal SMA itu pengin banget anaknya masuk ke farmasi. gitu karena gampang kerjanya. Terus habis lulus S1 enggak langsung melanjutkan apoteker. Kenapa? Karena tadi itu masih penasaran dengan cita-cita pribadi dan saya ngambil sekolah hukum akhirnya. Jadi setelah lulus S1 saya ngambil Magister Hukum Kesehatan. Nah, habis ngambil Magister Hukum Kesehatan, ternyata jalannya masih bergelut di dunia farmasi dan akhirnya ya sudah secara tidak sengaja menjadi sebuah bisnis dan akhirnya ya sudah tanggung jawab sebagai profesi itu harus dijalankan. Kenapa? Karena pada dasarnya memang dari kecil itu dari keluarga terbiasa dengan ramuan-ramuan tradisional. Kita biasa tuh dari kecil pakai jamu, terus juga kalau misalkan jatuh dikasih beras kencur diolesin ini. Kalau misalkan luka dikasih ini. Kalau misalkan kena matahari dikasih beras kencur dikasih ini. Gitu. Bahkan waktu dulu sempat kecelakaan juga itu ya dikasihnya ramun-ramun tradisional keluarga. Jadi dari sana berkembang gitu. Memang waktu S1 Farmasi sendiri walaupun saya enggak suka di farmasi, tapi ketika saya nyemplung itu saya pasti akan mencoba menekuni. Udah dari semester 1 saya ikut lomba-lomba karya ilmiah gitu. Jadi ikut organisasi untuk menyeimbangkan kehidupan otak kanan dan otak kiri. Otak kirinya saya ikut karya ilmiah lomba lomba dan e waktu S1 itu karya ilmiahnya adalah mengisolasi atau mengambil satu bahan aktif senyawa dari suatu tumbuhan gitu. dan diolahnya itu dengan biofermentation gitu. Jadi, e metabolit sekunder tuh dia udah diproses lebih jauh gitu. Itu diambil satu gitu. Dan itu akhirnya kita berhasil untuk masukin di karantina dari yayasan lembaga American Foundation. Dari sana terus tuh ikut lomba karya ilmiah, terus juga aktif di organisasi bioteknologi, terus ee ikut-ikut lomba karya ilmiah lain. Dan saya aktif juga di organisasi kemahasiswaannya. ada penyeimbang gitu walaupun masuk ke farmasi gitu. Kalau pertama kali sebenarnya masuk ke bisnis ini sendiri gitu, awalnya itu tidak sengaja awalnya itu e lebih ke untuk kebutuhan diri sendiri. Di mana dengan basic saya sebagai seorang farmasis waktu S1 dan cukup terlibat aktif dalam keilmiahan gitu, saya suka dengan ilmu toksikologi gitu. Jadi dulu itu waktu S1 juga saya suka dengan ilmu toksikologi, ilmu racun. Nah, pas lagi hamil saya tuh mulai sadar bahwa ternyata ee yang sering kali tidak kita sadari itu adalah racun untuk diri dan untuk anak gitu yang bukan hanya sekedar bebas merkuri, bebas hidrokinon, bebas steroid, tapi banyak sekali bahan-bahan di dalam kosmetik yang berpengaruh ke kesehatan janin gitu. Kalau di dalam obat itu sudah ada penggolongan AB CD untuk keamanan janin, tapi di kosmetik itu belum ada. Nah, dari sana mulai tuh ketika hamil saya mulai aware bahwa oh saya kalau mau pakai produk ini saya cek dulu nih bahan ini gimana mekanisme kerjanya di dalam tubuh. Apakah dia diserap di kulit itu nanti masuk ke peredaran darah terus bisa dikeluarkan enggak. Kalau misalkan enggak bisa dikeluarkan sampai berapa persen tertinggal di tubuh? karena bisa jadi itu akan terdeposit atau tersimpan di dalam jaringan-jaringan kulit kita atau bahkan bisa sampai masuk ke plasenta, masuk ke air susu ibu gitu sampai ke sana gitu tinjauannya. Jadi memang itu yang mungkin ya zaman dulu belum banyak sosial media dan segala macam ya. Namanya orang hamil itu kan sebenarnya banyak sekali keluhan-keluhan yang dirasakan gitu. itu makanya kenapa saya tuh mulai mencari-cari produk yang amannya bukan cuman sekedar bebas hidrokino dan segala macam gitu, tetapi perawatan yang digunakan mulai dari sabun, body lotion, krim pagi gitu kan, terus juga perawatan-perawatan lain gitu, itu yang mulai aware gitu dan ya memang mostly gitu make up untuk di Indonesia itu punya kandungan logam berat yang ya kalau bisa enggak dipakai untuk ibu hamil. Jadi ketika hamil ya memang saya menghindari tuh beberapa bahan yang punya kandungan e logam berat kayak gitu-gitu kayak e pewarna rambut, terus juga pewarna mata dan segala macam kayak gitu. Banyak sekali orang yang mengatakan bahwa cuman pakai skinc doang. Lagian cuman ditaruh di kulit. Pengaruh apa sih sebenarnya? Gitu kan. Janin itu kan di dalam dilapisi dengan lapisan perlindungan yang cukup panjang. Kita ngambil contoh yang paling gampang misalkan hidrokinon atau merkuri atau steroid. Itu kan cuma dipakai di muka. Terus kenapa ada banyak sekali jurnal yang menyatakan bahwa merkuri yang di dalam krim itu berpengaruh ke syaraf, berpengaruh ke ginjal padahal di kulit doang banyak sekali. bisa dicari aja gitu. Artinya di dalam kulit kita itu ada gerbang yang namanya pori-pori. Itu kan ada pori-pori terus di dalamnya itu banyak sekali syaraf, banyak sekali pembuluh-pembuluh darah kapilir yang tipis-tipis, yang kecil-kecil yang dia bisa menyerap. Jadi kita enggak bisa kalau cuman bilang, "Oh, kalau pakai skincare aja itu cuman untuk tampilan aja." Betul. Kalau cuman sekali, kalau cuman sekali mungkin efeknya cuman dia cuman di kulit cuman seberapa. Cuman bisa jadi ketika kita berulang pakainya terus juga dosisnya besar gitu, artinya kan bisa aja ada potensi keserap sama pembuluh darah terus juga masuk ke dalam pembuluh darah ikut metabolisme tubuh masuk ke ginjal dan ada yang bisa masuk dan terserap di plasenta gitu. Jadi walaupun perut atau ibu hamil itu punya lapisan perlindungan, tapi ada plasenta yang di mana plasenta itu mengalirkan nutrisi dari darah gitu. itu yang akhirnya kalau misalkan kita menggunakan produk-produk yang significantly berpengaruh pada janin gitu ya itu mau enggak mau banyak sekali terjadi pengaruh gitu kalau bahasa ilmiahnya itu e toksikologi gitu. Jadi keracunan di janin itu bukan hanya cuman obat aja bukan hanya polusi. Sama halnya let's say kita analoginya polusi ya. Polusi itu kan di udara cuman dihirup doang. Kenapa bisa berbahaya untuk tubuh? Padahal polusi itu kan di udara, artinya dia masuk melalui hidung. E ditangkap di hidung gitu kan, masuk ke oksigen gitu kan, terus diikat di darah. Intinya adalah darah yang bersih, darah yang baik itu akan memberikan nutrisi yang baik. Ya, dulunya memang saya suka perawatan, terus mulai tuh aware-nya gitu. Kita kan enggak harus e punya kanker dulu untuk bisa mencegah kanker. Artinya kita bisa melakukan upaya preventif dulu sebelum upaya kuratif gitu. Artinya kita lakukan pencegahan sebelum upaya perbaikan gitu. Jadi karena tadi tuh based on knowledge terus juga deep knowledge yang oh kita pahami bahwa ada potensi yang terserap di dalam plasma darah itu bisa berpengaruh mengalir janin juga gitu. Let's say yang paling common atau yang paling famous itu salah satunya adalah yang masih debat tebal gitu itu salicilic acid gitu kan. itu selicilic acid banyak sekali digunakan di dalam dunia skincare dan banyak sekali ibu hamil itu jerawatan tiba-tiba ketika lagi hamil gitu dan itu pada dosis tertentu gitu itu berpengaruh pada janin. Tetapi yang harus diingat penelitian yang ada di luar negeri atau di Indonesia itu bisa jadi kulitnya berbeda dan penyerapannya juga berbeda gitu. Di mana tadi orang luar negeri itu dengan behavior yang bagus gitu mempunyai imunitas lebih tinggi dibandingkan dengan orang Indonesia dan e di kulitnya juga. Produk pertamanya itu adalah produk untuk stretch mark. Kenapa akhirnya bikin produk sendiri? Karena saya udah nyoba nih beberapa jenis skinc yang untuk stretch mark ternyata enggak ngefek walaupun oh dia bilangnya pelembab ini itu ini itu. Pas dicek bahan bakunya loh ini kan cuman bahan pengisi. Jadi di dunia farmasi itu ada bahan pengisi, ada bahan yang mempunyai efektivitas gitu. Nah itu pas dianalisis lagi loh ini terlalu banyak bahan pengisinya. Jadi secara kualitas enggak oke nih untuk kebutuhan yang sampai sedalam ini gitu. Pertama itu keluarnya produk stretchm gitu ya. Ternyata permasalahan saya itu bukan hanya diri saya, tetapi banyak sekali ibu-ibu muda, ibu-ibu yang baru mengalami kehamilan, terus juga baru mengasuh anak itu banyak sekali permasalahannya dan sama ternyata permasalahannya gitu dengan lahirnya tiga anak itu ternyata punya cerita tersendiri dan punya masalah yang tersendiri gitu dan ee berkembang dari sana ternyata tadi tuh alhamdulillah gitu ya zaman dulu belum ada sosial media ee belum paham tuh posting di sosm, enggak ngerti branding, marketing dan segala macam gitu. Jadi mereka lebih ke preferensi secara pribadi. Oh, mereka percaya saya gitu secara pribadi karena tadi ya secara pribadi aktif di karya ilmiah, terus juga aktif di kegiatan organisasi kemahasiswaan farmasi. Jadi argumen yang disampaikan itu memang data driven kayak gitu. ee dari perkembangannya itu ketika punya tiga anak akhirnya lahir tuh beberapa produk yang ternyata ibu hamil bukan hanya masalahnya stretch mark aja pas anak kedua ternyata pegal-pegal ya ternyata capek punggungnya terus juga kesemutan karena ternyata walaupun satu rahim dan orang tua yang sama misalkan, tetapi anak itu memang beda-beda gitu karakternya beda-beda itu dari kerasa dari e mulai kehamilan gitu. Alhamdulillah Allah memberikan kesulitan ketika mau melahirkan anak kedua. Karena saya orangnya sangat bertekad gitu ya. Kalau misalkan saya pengin sesuatu saya harus berusaha dengan gigih, dengan kuat. Saya berusaha tuh let's say bahasanya Febiatusi. Jadi melahirkan secara normal setelah cesarian. Jadi anak pertama itu caesar gitu. Saya berusaha dengan kuat untuk bisa lahiran normal. Ternyata saya kontraksi sampai 3 hari berturut-turut bukaannya empat. Dan itu saya enggak kuat banget sampai anak saya stres janin ya. dan ya harus operasi darurat dan denyut jantungnya tuh dia darurat lah. Nah, dari sana mulai itu saya oh iya ya ee enggak boleh sombong jadi orang gitu artinya walaupun dengan keilmuan setinggi apapun kalau Allah maunya kamu dikasih kesulitan ya punya kesulitan gitu. Nah. Nah, dari sana akhirnya bikinlah tuh produk juga yang untuk membantu kelacaran gitu. Dan akhirnya ya anak kedua juga karena lahirnya terjadi penyulitan gitu ternyata berpengaruh ke imunitas kulitnya gitu. Jadi dia gampang alergian gitu. orang yang dengan e lahiran dengan SC gitu, itu artinya berpotensi punya alergi kulit anak jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang e lahiran per vagin gitu. Akhirnya ya bertumbuhlah produk dari ibu hamil pasca melahirkan terus juga anak-anak gitu. Dan ternyata perawatan yang aman untuk ibu hamil juga sangat dibutuhkan gitu. Memang awalnya fokusnya untuk ibu hamil karena keamanan yang kita review gitu. Jadi, kita tuh melakukan tinjauan keamanan terkait dengan produk itu bukan hanya sekedar oh enggak ada merkuri hidrokinon, tapi kita juga cek tuh bahannya satu-satu. Oh, ini pengaruh enggak di janin ketika lagi hamil. Oh, ini pengaruh enggak di ibu menyusui. Karena ada bahan-bahan yang itu juga bahan natural itu berpengaruh ke ibu hamil. Ada bahan yang bisa membantu membuka rahim biar persalinannya cepat gitu. ada yang bahan ternyata membantu meningkatkan ee ASI sehingga kita bukan hanya keamanan tinjauannya itu keamanan terus juga efektivitas sama sensitivitas gitu. Sekarang udah ada untuk flek hitam terus juga perawatan harian untuk shampo, untuk deodoran. Yes, udah lengkap banget completely. Let's say you name it, aku bikinkan deh gitu. E istilahnya kamu penginnya apa? Sok aku bikinkan. kamu curhat deh penginnya apa, butuhnya apa, sakitnya apa, aku bantuin gitu. Karena memang semangat yang dibangun itu adalah semangat ingin membantu, gitu. Kalau saya itu jiwa dagangnya karena terpaksa gitu, karena kebutuhan hidup, karakter yang terbangun itu memang karena e kehidupan gitu. Wah, sebenarnya terhimpit ekonominya itu malah justru ee dimulainya dari SMA gitu. Jadi ya tadi alhamdulillah Allah sudah memudahkan hidup gitu ketika ee ini dan mm aduh bentar tuh kan enggak suka ya. Jadi emm begitu masuk SMA itu ee lulus SMP itu kan saya SMA-nya pindah ya ke luar kota gitu. Ee terus ya baru ya Bapak Bapak meninggal gitu. Bapak meninggal terus ee selama berapa bulan itu mama kecelakaan. Jadi setelah Bapak meninggal itu, Mama kecelakaan selang berapa bulan sampai kakinya patah dua-duanya. Jadi K satunya patah tulang terbuka, satunya tertutup dan mm itu harus bres. Eh, mama sempat koma, sempat koma dan kebetulan komanya itu ternyata di rumah sakit yang dekat sama e tempat e pondok saya dulu gitu. Tapi enggak dikabarin karena mungkin ee niatnya adalah biar enggak bikin saya kepikiran gitu, enggak mau enggak belajar. Nah, tapi ee sebelum kecelakaan itu Bapak tuh Bapak meninggal terus kita pindah gitu. Jadi, rumahnya kita kontrakin untuk biar anak-anak bisa sekolah karena Mama enggak kerja sama sekali. Dan ketika Bapak meninggal itu, Mama bahkan ketika Bapak meninggal itu saya enggak nangis sama sekali karena ngelihat Mama yang histeris. Terus juga saya punya adik tiga yang masih kecil-kecil terus juga e paling kecil itu belum nyampai 2 tahun. Di sana tuh mest mulai oh ya sudah enggak ada waktu untuk bersedih gitu kan. ee yang harus kita lakukan adalah ee melakukan sesuatu gitu. Nah, habis itu ya udah rumah akhirnya dikontrakin untuk mama ee mama pindah dan setelah pindah itu adik saya diasuh gitu diasuh sama keluarga saking enggak mampunya kita gitu. Karena waktu itu alhamdulillahnya mama sempat jualan, jualan permen, jualan kerupuk, jualan semua aja yang bisa dilakukan. Sehingga ee begitu ee begitu kejadian itu ya akhirnya tuh terbentuk gitu. Ee saya juga ee kalau misalkan saya mau bisa makan tiga kali gitu ya, saya harus e usaha gitu, jualan terus juga ngajar gitu-gitulah. Nah, dari situ saya tahunya mama kecelakaan itu ketika saya pulang gitu. Jadi sama sekali enggak tahu akhirnya alhamdulillah keterima kerja dengan gaji Rp300.000 sebagai honorer punya anak tiga yang harus disekolahkan. Ya, akhirnya mulai itu dari sana mulai e terjiwa kepepet lah ya gitu kepepet gitu kan. Cuman tadi karena dari dulu dibentuk enggak boleh minta gitu, enggak boleh minta gitu harus berusaha. Enggak boleh kalau misalkan kita main itu minta, kalau dikasih kita terima tapi kalau misalkan minta kita enggak boleh gitu. Jadi dari sana tuh mulai kita usaha gitu, apapun dijual gitu. Bahkan tadinya saya hampir enggak mau sekolah karena tadi adik saya banyak gitu kan. Ya udah enggak apa-apa lepas SMA saya kerja dulu aja gitu. Yang penting adik-adik sekolahnya beres gitu. Cuman alhamdulillah mama sangat berjasa dalam e masa depan gitu kan. Bahwa warisan paling besar, yang paling baik untuk masa depan itu adalah pendidikan ilmu gitu. Jadi dari sana saya tidak mau mengecewakan orang tua. Makanya walaupun saya enggak suka dengan farmasi ya saya tetap berusaha maksimal dengan kesempatan yang diberikan. Itu juga ketika proses wawancara itu ya udah kita apa adanya Bu. Kita cuman Mama bilang waktu pas mau wawancara itu, "Saya cuman punya uang segini. Waktu itu cuman punya uang R5 juta. Kamu kalau keterima berarti rezeki kamu sebagai anak yatim. Kalau enggak ya sudah gitu nanti usaha yang lain kayak gitu. E mungkin tahun ini belum saatnya." Nah, alhamdulillah pas interview alhamdulillah diberikan kesempatan dengan hal kebaikan itu. Allah memberikan kemudahan ee dari sana tuh walaupun saya secara pribadi penginnya mah sosial gitu ya. Cuman ya sudah karena kondisi keluarga akhirnya farmasi justru ternyata barokahnya ilmu, restu orang tua, rida orang tua tuh ternyata belok-belok hukuman dan ke mana tuh ya ujung-ujungnya itu gitu. Allah tuh lebih rida itu gitu. Jadi akhirnya menerima kuliahnya pakai uang pribadi cuman ya tadi masih beasiswa gitu karena dulu kan beasiswa enggak terlalu banyak informasi. Heeh. Tapi alhamdulillah beberapa kali saya menerima beasiswa sambil dapat beasiswa juga tadi ee ikut lomba-lomba itu biar dapat uang tambahan ya. Terus e aktif berorganisasi juga alhamdulillah memberikan saya banyak kesempatan untuk berinteraksi ee dengan banyak orang. gitu kan dan bisa jualan juga gitu. Jadi ee sambil jualan jualan buku alhamdulillah gitu. Untuk sekelas mahasiswa S1 dulu bisa menghasilkan R2 juta sebulan itu lumayan banget gitu. Sambil jualan juga sambil apapun lah. Intinya saya pengin kayak teman-teman kebanyakan tapi saya juga enggak mau meminta gitu kan sehingga saya juga harus usaha gitu mungkin ya. Itu tadi kadang-kadang kita itu berpikir bahwa ya Allah kok gini banget ya kenapa saya gitu kan. Kenapa sih ketika anak-anak lain jajan kayak gitu atau misalkan beli apa? Mm ternyata hikmahnya suatu peristiwa itu mungkin kalau Allah enggak mendidik, enggak membentuk gitu kan dengan kesakitan, dengan rasa yang kita tuh enggak nyaman gitu, kita enggak jadi manusia gitu, kita bisa jadi akan lebih sombong gitu kan. Ee karena kita merasa semuanya itu di dalam kendali kita sendiri gitu. kita lupa bahwa di dalam hidup ini yang wajibnya kita tuh hanya berusaha gitu kan. Berusaha sebaik-baiknya, sisanya Allah. Ee kalau merintisnya itu sebenarnya sejak 2011-an. Jadi ketika saya S2 ya itu yang ketika saya hamil anak pertama itu posisinya masih kuliah di UGM, masih di Jogja gitu. Nah itu sambil saya aktivitas tadi tuh pengin kuliah dengan uang sendiri. Habis itu juga ternyata pas hamil itu berkembang gitu kebutuhannya gitu sih. Dulu masih herbal banget, masih rata-rata untuk sendiri gitu. Pernah itu pas COVID ya. Jadi pas COVID itu eh alhamdulillah gitu ya, Teman-teman, yang belum punya BPOM itu saya bantu untuk punya BPOM terus kayak ya gitu-gitulah. Terus ee ternyata ada orderan yang saya berani beli duluan kemasannya sampai satu tronton gitu. Wah, itu zaman lockdown ya gitu. Jadi, oh khawatir nih nanti enggak bakalan bagus, lancar nih prosesnya gitu kan. Nah, beli tuh satu tronton terus satu kantor ini penuh nih sama kemasan-kemasan bahan sampai 5 drem 3 dr kayak gitu. Terus ternyata ya ya sudah rugi R miliar. Iya. Jadi udahlah ikut aja gitu. Jadi udah ini saya confidence nih gitu. Yang penting kita tuh kerja sama gitu bakalan bisa gitu. Jadi waktu itu bikin sanitizer itu cepat banget tuh dan itu sempat masuk ke review apa kayak gitu dan itu tuh menjadi salah satu produk sanitizer terinovatif gitu karena bisa membunuh bakteri 99 dengan berapa detik kayak gitu kan hanya menggunakan kombinasi bahan alam gitu udah tuh PD terus oh produksi dengan sistem PO begini begini begini terus tuh ya udah eh ternyata pas udah itu enggak musimnya lag ya sudah sekitar segitulah R miliaran jadi kita baru bersih-bersih banget dan masih ada sisanya sampai sekarang bahkan Kan tadi sih lebih ke oh iya ya memang saya enggak hanya merasa benar diri aja gitu tapi juga perlu e mempertimbangkan pihak lain juga gitu tetapi di satu sisi kadang-kadang kita harus mengambil keputusan yang beresiko dengan mendengarkan e beberapa pihak yang lain gitu kategorinya itu kategori A produksi untuk baby ee terus juga pencerah anti UV. Jadi kita udah komplit tren siy sebenarnya gitu. Alhamdulillah. Itulah namanya investasi e jangka panjang di pertemanan, silaturahim gitu. Jadi namanya teman, namanya silaturahim, kita enggak tahu bakalan butuhnya kapan, kita enggak tahu bakalan ada nyambungnya kapan, kayak gitu ya. Alhamdulillah ini tentu bukan hanya karena saya pribadi ya gitu kan. Tentu sampai sejauh ini banyak sekali pihak-pihak yang sangat support, yang mendukung, terus juga membantu gitu. Karena ya adalah kendala-kendala secara teknis maupun nonteknis gitu yang kalau misalkan saya sendiri kayaknya enggak sanggup deh gitu. Jadi ee dibantu oleh tim gitu. Tentu sebesar ini perjalanannya bukan karena saya hebat sendiri, tetapi juga karena banyak pihak yang mendukung gitu. berangkat dari kejadian-kejadian yang lagi ramai sebelumnya yang di sosial media lah ya menjadi ancaman Aquila enggak? Enggak. Justru itu malah saatnya Aquila itu harusnya naik. Kenapa? Karena kalau misalkan maklun itu kan dia enggak tahu isinya apa. Kita paham dari bahan bakunya, dari nolnya, pengolahannya kayak gimana, kita tahu gitu gimana cara kualitas itu bisa dipertahankan, bisa ditingkatkan, diujikan, gitu kita tahu gitu. Jadi dengan banyaknya huru-hara di industri beauty kemarin gitu, justru ee ini harusnya menjadi momen yang tepat gitu untuk produk natural bisa berkembang karena banyak sekali oh iya nih pemutih yang bisa sampai berputih-putih kinclong atau merkurri ternyata saya pikir udah beres tuh urusan merkurri tetapi ternyata enggak gitu. Nah, ini artinya dengan banyaknya orang-orang yang sudah jenuh, produk-produk cerahnya cepat, terus juga menjanjikan-menjanjikan yang instan, yang chemikal gitu, ada suatu titik mereka akan jenuh dan capek dengan produk-produk yang chemikal dan pasti akan mencari produk natural gitu. Dan sebagai produk natural kita ee melakukan proses dari bahan baku, mengolahnya, mengujikannya, memastikan mutu dan segala macam. Artinya kita bisa menjamin terkait dengan mutu, eficasi, sama sensitivity-nya gitu. Safety bahkan terutama safety malah kita beberapa bahan bakunya itu memang kita olah sendiri gitu. Jadi ada bahan baku yang kita olah sendiri, kita produksi sendiri. Awalnya itu kita bikin sendiri itu fungsinya adalah untuk menghemat. Menghemat dan memastikan kualitas lebih tepatnya. Kenapa? Karena kalau kita beli dari luar, ada yang dari luar negeri atau dari apa gitu, kita enggak tahu nih mutunya kayak gimana, efektifnya kayak gimana. campurannya apa, senatural apa, pakai pestisida enggak gitu, pakai pupuk kimia enggak gitu. Terus ee gimana dengan campuran-campuran lainnya, prosesnya gimana? Itu agak skeptis sih mungkin kan, cuman memang karena kami paham prosesnya gitu. Jadi, kamu pengin memastikan bahwa yang dibikin itu juga bisa saya pakai dengan tenang, dengan aman, dan ketika kita jual juga kita tenang jualnya. Kalau misalkan ngomongin kulit orang berbeda-beda itu artinya kita mau mengenenalisir itu bisa dan pasti akan ada aja yang tidak cocok itu sekian persen. Tetapi kalau misalkan kenapa produk natural itu jauh lebih bisa diterima sama kulit? Karena kalau dibandingkan dengan bahan chemikal yang sifatnya single actif gitu kan dia tuh fokusnya hanya mentargetkan satu. Misal nih untuk flek hitam hanya satu. Oh ini untuk menghambat melanin. Untuk flek hitam gitu ya. Untuk menghambat melanin artinya nanti melaninnya tuh tidak akan muncul gitu dan segala macam. Tapi kalau misalkan produk natural itu kalau mau ngebenerin suatu sel atau sesuatu ini jadi tujuan utama. Tapi sel-sel skatar disehatin dulu gitu. Jadi kalau misalkan ada yang aduh pakai apa lagi? Aduh kulit saya rusak kena pakai ini itu cari yang natural karena ini bakalan nyehatin gitu. Jadi gini, kalau di Indonesia sendiri terkait dengan aturan produk natural itu belum ada bakunya. Sehingga kami sebenarnya mefer dari aturan Europe Ecosert Organic Certified. Kenapa kita bilangnya natural? Karena tadi di Indonesia sendiri masih belum ada aturan yang mengkotak-kotakkan, yang mendefinisikan, yang menjelaskan apa sih produk natural itu. Let's say chemical 90% ditambah dengan ya ekstrak 1% juga udah bisa aja klaim natural ya enggak sih gitu. Sehingga kita juga tidak menyalahkan itu karena tidak ada aturan yang men-state itu secara legal gitu. Jadi saya tidak mau juga mengkota-kotakan itu kalau di Indonesia. Mari kita berbicara dengan ee aturan kosmetik yang digunakan sebagai standarnya Aquila. Di mana yang Aquila gunakan itu adalah organic certified gitu dari Europe. Jadi, organic certified itu yang bisa menjadi claim itu adalah satu tidak mengandung bahan-bahan yang sifatnya harsh chemical. Artinya harsh chemical itu tidak e efek jangka panjang atau mendestruksi tubuh secara berlebihan gitu. Contohnya adalah SLS. Kenapa sih SLS itu menjadi isu gitu? Karena SLS itu adalah salah satu surfaktan yang bisa merusak skin barrier gitu. Jadi kalau kulitnya jadi gampang keriput terus karena microbiom-mikrobiom dan kelembabannya itu ditarik gitu diambil dari si surfaktan itu. Itu bisa termasuk ke harsh chemical. Terus juga di organic certificate itu ada beberapa bahan yang tidak diperbolehkan kayak paraben itu. Kenapa enggak boleh pakai paraben? karena ternyata ee bisa berpengaruh terkait dengan hormon termasuk kalau misalkan menggunakan fragrance. Kalau fragrance itu itu tidak diperbolehkan kalau mengandungs ya. Jadi di dalam fragrance itu biasanya ada kandungan yang bisa bikin long lasting gitu. Jadi kalau wanginya lama itu atau kuat gitu biasanya ada tambahan bahan namanya. Nah, itu ternyata bisa mendestrupsi hormon atau mengganggu ee keseimbangan hormon. Selain itu, tinjauan dari produk organik itu eh dia etikal. Etikal itu sebenarnya adalah produknya itu tidak merusak lingkungan gitu. Jadi merusak lingkungan atau misalkan ada hal-hal yang enggak etis kayak e banyak sekali bahan baku yang di dalam industri kosmetik ini masih pakai labornya itu anak kecil. Jadi pekerjanya itu anak kecil gitu. Jadi itu non etikal gitu. Gitu-gitu gitu. Yuk, kita glowing pas lebaran dengan kulit yang kemudian selain itu tinjauannya adalah kalau misalkan produknya organik itu dia biasanya ada non pesticide. Non pesticide atau misalkan organic drone standar itu dia antara pertanian konvensional dengan pertanian yang organik itu dia ada batasan gitu karena itu akan mempengaruhi tanah, air, dan udaranya gitu. Kemudian saya mau koreksi sedikit ya terkait dengan definisi enggak ada bahan kimianya atau bahan kimianya. Sebenarnya kalau kita ngomongin bahan kimia gitu kan, garam pun nama kimianya adalah NaCl, sodium klorid. Gula yang natural sekalipun itu kan EC3 H6 O12 gitu kan. Jadi artinya ketika kita ngomongin bahan kimia di dalam kosmetik itu akan menjadi abu-abu. Tetapi tadi tuh standar-standar yang digunakan itu adalah standar-standar dalam proses pengolahan, proses bahan baku yang tidak dimasukkan kayak gitu-gitu sih ya. Artinya kita tinggal ngikutin aja. Heeh. Gitu. Kita tinggal menyesuaikan, oh ternyata di sana ada update apa nih gitu. Dan sebenarnya dari Indonesia sendiri saya lihat ya perkembangannya jauh lebih baik dibandingkan sebelum-sebelumnya gitu. Ada kasus yang dulu itu sempat viral kasus obat parasetamol. Parasetamol cair yang merusak ginjal bahkan bisa menyebabkan kematian. Bahannya itu kan juga common ya, umum digunakan di kosmetik. Itu sekarang ada pengujian tambahan juga tuh di BPOM gitu. Artinya saya lihat memang ada progres gitu. Cuman kan namanya aturan itu kadang-kadang memang lebih terlambat dibandingkan dengan kejadian gitu. Itu kenapa saya bilang kalau misalkan mau pakai produk natural, produk organik, jangan nunggu sakit dulu baru pakai produk natural. Kalau misalkan ada upaya preventif untuk mencegah, kenapa kita harus mengobati gitu? Karena ketika sudah mengobati jauh lebih susah. Ada satu produk yang itu bagus banget kalau untuk netralisir, ngebersihin racun-racun di kulit yang sebelumnya dari produk-produk merkuri, hydroquinon gitu, steroid gitu. Itu ada satu produk dan itu memang ternyata setelah rajin digunakan itu ngaruh untuk mengurangi wrinkle. Winkle itu garis-garis halus, bukan yang garis tajam gitu ya. Jadi, ternyata setelah kita review ulang gitu, e itu juga baru kita temuin setelah produk tersebut dirilis. Tadinya hanya untuk rim malam doang, ternyata pas kita review lagi produk tersebut ternyata mengandung banyak sekali super antioksidan yang berpengaruh di kulit gitu. Sebenarnya saya mau meluruskan satu hal yang paling dasar dulu. Bahan baku natural itu bukan hanya tanaman aja, tapi hewan dan mineral juga termasuk di dalamnya. Kenapa? Karena bahan alam, mineral juga dari alam. Terus hewan juga itu bahan alam. Jadi bukan hanya tumbuhan aja. Jadi kalau misalkan let's say natural terus juga dia vegetarian gitu. Artinya dia tidak mengsur unsur-unsur yang hewani gitu. Nah, itu baru clear gitu. Tapi kalau misalkan natural itu bisa mengandung unsur tumbuhan, hewani, bahkan mineral gitu. Dan itu fine gitu. Kenapa? Karena itu definisi di sediaan galenik itu sediaan natural gitu. Jadi di ilmu farmasi itu sudah ada. Nah, itu pertama yang perlu diluruskan. Kemudian yang kedua, kalau produk-produk natural itu ya tadi karena kita tidak ada aturan bakunya terkait dengan persentage-nya juga enggak ada gitu. Jadi orang boleh-boleh aja kalau di Indonesia mengklaim bahwa ini produk dengan SLS segala macam sampai dengan bahan-bahan lainnya, paraben dan segala macam, fragran sampai 90%, bahan naturalnya cuman 1% bisa-bisa aja. Tapi kalau Aquila itu karena kita standarnya tuh organik, naturalnya tuh natural organik yang tadi tuh standarnya di Eropa gitu. Jadi kita minimal di 50% gitu. 50% itu bahan-bahan naturalnya gitu. Kalau organik itu bahkan di 95% gitu. Jadi ada beberapa kita juga bahannya itu organic certified gitu. Artinya apa? Tumbuhan tersebut artinya tersertifikasi organik. Sudah secara perkebunan gitu memang itu sudah teruji melalui lembaga sertifikasi organik di tanamannya yang enggak ada pestisida dan segala macam. Tanahnya juga enggak tercemar dan segala macamnya. Cuman kita memang hanya baru ada beberapa bahan yang tersertifikasi organiknya. Tetapi ada beberapa bahan yang kita belum tersertifikasi organik. Cuman kita tadi tuh organic ground bahasanya. Karena kalau tersertifikasi organik itu butuh duit kan ya untuk sertifikasinya. Tetapi kalau organic ground itu artinya ditumbuhkan secara organik dengan prinsip-prinsip organik. Kita kerja sama dengan petani, terus juga kita juga ee ada yang kita tumbuhkan sendiri, ada yang kita budidayakan gitu. Kita mau memastikan bahwa produk ini satu bisa terjangkau untuk standar organik. Karena biasanya produk-produk yang organik-organik itu sangat pricey banget. Jadi harga segini itu adalah harga yang kita usahakan bisa bermanfaat tetapi juga bisa baik untuk semuanya gitu. Bisnisnya jalan, saya bisa bayar karyawan dan segala macam gitu kan. Tapi juga orang juga bisa terjangkau. Terus kita juga bisa bermanfaat bisa beli dengan harga yang pantas terutama gitu kan ketika kita bekerja sama e atau membeli ee bahan-bahan tersebut. harganya Aquila itu relatif ya, itu sebenarnya standar dengan harga kosmetik saat ini, harga-harga skincare yang ada saat ini. Cuman tadi sebenarnya kalau misalkan dibandingkan gitu kan, kalau misalkan kamu dapat chemikal, apakah ini bisa dipakai secara jangka panjang? Apakah kamu ketika pakai ini produknya merasa aman dan nyaman? Dipakai juga untuk anakmu, dipakai juga untuk kamu lagi hamil atau menyusui atau keluargamu kayak gitu. Nah, kalau di produk natural itu kan bahkan kita tuh ada beberapa produk yang kalau enggak sengaja ketelan pun aman gitu. Kayak odol, odol anak itu kita aman tertelan gitu karena enggak pakai fragrance. Terus juga pengawetnya juga bisa tereliminasi dari tubuh gitu saat ini ya. Karena kita juga mulai memperbaiki ya situasi dan alhamdulillah paket kalau untuk secara revenue kita sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya gitu. Kita kalau dulu itu masih subsidi tuh antara pabrik sama brand gitu. Tetapi karena tadi tuh kita percaya bahwa ini hanya tinggal mendapatkan kesempatan kesempatan untuk orang tahu gitu. Dan alhamdulillah di tahun-tahun ini kita udah jauh lebih baik. What's next dari Aquila harapan berarti ya jadi kita sih tetap pengin konsisten terkait dengan produk kita. pengin bisa dijangkau lebih banyak orang yang pengin kulitnya sehat gitu. Kenapa? Karena saya yakin dengan huruara kemarin pasti baru keblow up ternyata banyak sekali kulit yang bermasalah gitu. Jadi kita juga pengin banget ngebantu lebih banyak orang untuk bisa menyehatkan kulit apalagi kalau ibu hamil gitu ya. Karena sebelumnya ini Aquila ternyata jauh lebih banyak diterima di Bali dibandingkan di kota-kota lainnya. Artinya ketika sudah diterima di Bali dengan tingkat seleksi yang jauh lebih tinggi gitu, produk kita mampu bersaing dengan produk-produk natural yang punya kualitas yang disukai juga nih oleh orang-orang mancanegara gitu. Sehingga mudah-mudahan suatu saat kita juga bisa diterima di beberapa negara yang mempunyai kondisi yang sama gitu. Mudah-mudahan ya suatu saat bisa sampai ke sana gitu kan dengan yang kita siapkan juga nih modal dan segala macamnya gitu. Untuk saat ini sih memang kalau pendidikan gitu ya kenapa gitu salah satu azam saya tetap ada di Indramayu nih usahanya adalah ya saya pengin punya sesuatu yang bermanfaat hidup saya bermanfaat untuk daerah yang saya tinggalin gitu salah satunya adalah ya di Indramayu ini gitu. Kenapa kok di Indramayu gitu? Karena saya melihat karena dari kecil itu kan saya berada di beberapa daerah, saya pindah-pindah gitu kan di beberapa lokasi. Ee mata rantai yang harus diputus itu ada tiga poin. Satu kesehatan, dua pendidikan, yang ketiga ekonomi. Tapi kalau misalkan kita mau kedua ini gitu ekonominya belum kuat, kita enggak bisa nih ke dua dua poin ini gitu. Sehingga yang harus dikuatkan itu ekonominya dulu, gitu. kita sih sebenarnya kalau untuk pendidikan untuk keluar ya belum ada beasiswa. Tetapi memang di kami sendiri kalau untuk di perusahaan gitu kami juga menawarkan ke karyawan yang punya potensi. Flashback dari kehidupan bahwa ilmu itu pasti bermanfaat. Tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat. Dan ilmu yang bermanfaat itu bukan hanya sekedar ilmu teorinya tapi cara berpikir. Terus juga cara kita berinteraksi, cara kita bersosialisasi diri, cara kita problem solving, gitu. itu pasti akan berbeda ketika kita dichallenge dengan yang lebih susah gitu. Nah, itu yang kita harapkan itu juga bisa menjadi pola pikir di si Vitas di Aquila. Kalau untuk si RSR-nya itu sebenarnya kita kemarin sempat menanam juga ya ee kita bekerja sama juga dengan beberapa lembaga untuk melakukan kerja sama menanam membudidayakan tanaman gitu ya. Jadi ada satunya rumah zakat, rumah zakat Indramayu, terus satunya juga ini di rumah tahfiz gitu. Itu mereka menyediakan lahan dan nanti dari kita e bekerja sama. Terus saat ini juga on progress itu dengan petani di Pangandaran gitu. Jadi kita berharap bahwa kalau misalkan kita menggunakan bahan alam dan itu bahan alam Indonesia kita bisa olah dengan baik dan benar gitu, itu pasti efektif dan pasti berdampak gitu pada sosial gitu dan itu efeknya insyaallah domino gitu ya. Saya apoteker Puji Sopandi dari Akuila berlokasi di Indramayu. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Oke, makasih
Resume
Categories