Transcript
6iR3e-7Q_Ds • PEMENANG UMROH GRATIS! Mantan Buruh Suruh Yang Jadi Guru Pondok & Penghafal 20 Juz!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0675_6iR3e-7Q_Ds.txt
Kind: captions Language: id Labbaik Allahumma labbaik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya IG Adiawan ya, pemilik dari Umair. Alhamdulillah insyaallah jenengan berangkat ke tanah suci. Alhamdulillah. Bismillah. Innaka la tahdi man ahbabta wakinnallaha yahdi yasya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah kita sekarang perjalanan ke pemenang hadiah umrah kolaborasi antara Umair dan pecah telur. Bismillah. Semoga hadiah ini membuat berkah beliau, membuat tambah beliau semakin taat kepada Allah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya ITH ya, pemilik dari Umairh. Alhamdulillah insyaallah jenengan berangkat ke tanah suci. Alhamdulillah. Bismillah. Saget anu ngobrol-ngobrol mungkin. Saya ingin mengucapkan terima kasih sudah mendoakan kami Umair Cah Telor. Kira-kira selain doa untuk kita waktu di Raudoh mungkin atau di tempat-tempat mustajabah jenengan kira-kira pengin doa apa di sana? Kalau di sana nanti ya doanya terkait dengan agama terutama keistikamahan terus untuk agama kedua orang tua saya. Doanya teman-teman yang puluhan ribu itu dan antum itu setelah doa itu masyaallah berefek kepada pecah telur dan Umir juga. Maksudnya didoakan segitu banyak itu efeknya jadi luar biasa. Allah menolong kami. Itu juga prosesnya itu dari 23.000 orang itu yang mendoakan. Ada ustaz dari Madinah itu yang ikut nyaring. Ada yang dari Tisna Grup itu nyaring. Ada yang dari Kediri ini juga nyaring. Setelah disaring saring, saring tinggal 500. Dari 500 itu saya memilih 50. Dari 50 itu zoom 5. Yang zoom kan Mas Nur zoom satu-satu ini terus zoom-nya kan direkam disebar oleh tim pecah telur sama tim UMer. Pemenangnya beliau. Loh, tapi kok loh sik sikelah dilihat namanya alamatnya kok Kediri engok dikirone kan anu malih nggih to. Terus setelah itu tambah lima lagi aja yang dizoom kali aja nyant yang lain. Heeh. Karena kan dikirane anu to lah kok dari lima ini Allah tetap gerakkan teman-teman semua tetap ke antum ya. Allah nakdirkan antum dan insyaallah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Muhammad Dick. Aslinya Bakan cuman terus sekarang domisili di Desa Susobango, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Nikah sama orang sini. Sehari-hari bantu ngajar di pondok, Mas. Jadi sebelumnya sempat mondok 3 tahun di Magelang. diatal verkon Magelang. Terus setelahnya lagi kok pengin lanjut kuliah. Nah, waktu itu kuliahnya setelah nikah. Jadi, pulang dari pondok itu pengin nikah dulu, terus setelah nikah ngobrol sama istri kok sepertinya kok masih kurang ilmunya, masih cetek gitu kan. Terus koordinasi sama istri. Alhamdulillah istri setuju waktu itu mendukung untuk lanjut studi lagi di STD Imam Syafi'i Jember di hukum keluarga Islam ke sana sama istri cuman yang kuliah saya saja itu waktu anak baru lahir. Alhamdulillah dapat beasiswa ketika di sana dari kampus ada terus ada dukungan juga dari Musinin waktu itu. Waktu kemarin kuliah di studi Imam Syafi'i Jember itu istri dan anak ya itu nafkahnya dari saya tuh di sana sambil ngojek ikut ojek lokalan itu terus sambil jualan-jualan terus sempat juga laundry pernah juga jasa suruh itu Mas karena waktu itu kepepet ya wis kita coba bismillah saya buka jasa suruh waktu itu ya suruh nyabutin rumput ya suruh apa pokoknya bismillah dapat rezeki ya apa aja waktu itu pernah disuruh jaga orang sakit ya itu pernah jadi misalkan kuliahnya pak kuliahnya pagi itu kadang sore nanti sampai pagi itu terus saya paginya kuliah jadi istri sama anak ditinggal di rumah terus juga suruh bersih-bersih kebun ya sama nyuci-nyuci piring gitu sama ngojek ya menurut saya semuanya berkesan karena pas kondisi kan memang ketika ke sana Waktu itu modalnya pas-pasan. Jadi mau enggak mau terutama sudah punya keluarga juga sudah ada anak. Saya sekarang usia 28 tahun mondoknya itu saya sudah kerja SMK, kerja ke Karawang. Ketika di sana itu kok tiba-tiba lihat postingan teman dia ikut-ikut kajian gitu kan. Kok postingannya kok bagus kaitannya dengan artikel ilmiah gitu kan. Terus saya waktu di sana itu loh saya justru malah tertarik agama dari postingan teman tadi itu. Akhirnya saya telusuri artikel ilmiahnya itu. Terus ketika di sana kok lihat kondisinya kurang memungkinkan ya dari faktor agama nggih dari segi agama kurang memungkinkan. Akhirnya terus saya izin untuk pulang waktu itu. Ketika pulang langsung nemui teman tadi terus akhirnya diajak ngaji waktu itu. Tapi waktu itu belum langsung ngaji. Kerja dulu buat nyiapin modalnya untuk ke pondok. Terus habis itu selang sekitar 2 tahunan baru bisa mondok di Magelang waktu itu. Artikel ilmiahnya waktu itu ya terkait dengan tazkihatun nafs, tazkihatun nufus kayak gitu. Jadi waktu itu kan saya yang dipikiran kan dunia gitu kan. Maksudnya saya istilahnya agama itu enggak terpikirkan. Terus lihat itu kok teman ini sering ng-share share itu kan terus kok tertarik jadinya loh akhirnya ya alhamdulillah itu yang memantik terus sampai akhirnya ke pondok terus sampai lanjut studi juga S1 di Jemberard diniah sama tahfidul Quran hafalan ngajar hafalan juga karena nyimak nyimak halaqah jangan samp juga hafal beberapa juz sedikit ya dua 20-an. Tapi ya itu toh enggak enggak mungkin. Setelah dari usia 20 tahun itu kan sudah dapat 20 juz. Iya, alhamdulillah. Rata-rata kan orang itu startnya kan dari kecil, Mas. Dari kecil. Alhamdulillah. Yang dimotivasi itu ya terkait dengan hidayah tadi kan. Maksudnya kan saya bukan background-nya istilahnya orang yang kalangan pesantren kan bukan orang umum gitu kan. Terus kok tiba-tiba alhamdulillah Allah berikan hidayah itu ya ketika dapat kajian-kajian dari satu-ustaz itu ya berusaha untuk menjaga memanfaatkan usianya tadi untuk belajar agama. kan motivasinya juga waktu itu mau pamit mondok ke Magelang itu saya izinnya ke orang tua itu gini, "Pak, Bu, sepertinya di keluarga kita itu perlu ada yang berangkat untuk belajar agama itu. Terus lek enggak ada yang belajar agama nanti gimana di keluarga kita ini seperti itu gitu. Terus untuk masalah biaya jenengan enggak usah khawatir. Insyaallah nanti di sana saya bisa wis bismillah mboh istilahnya ngerjain apa bismillah nanti insyaallah tetap bisa hidup di sana. Alhamdulillah diizinkan sama orang tua waktu itu. Dari keluarga yang ya umum Islam cuman umum gitu bukan pesantren. Bukan kalangan pesantren. Ya itu enggak tahu ya. tiba-tiba hidayah datang terus ya itu mikir saya ini istilahnya salat yang betul itu gimana kan dan fikih-fikih yang lainnya kan belum tahu terus nanti saya yang bertanggungjawabkan nanti di sisi Allah itu seperti apa. Akhirnya bismillah saya harus bisa. Setidaknya kan nanti ke depannya itu dari keluarga kan juga bakal ngikut juga Mas ya. Istilahnya kan kalau ada anaknya yang mondok itu kan mau enggak mau kan kayak keluarga kan juga melihat oh. ini keluargaku ada yang mondok masuk aku kayak gini kan gitu tidaknya itu bisa melihat jadi ya saya enggak enggak langsung tund the poin istilahnya dakwahi mereka untuk gini gini enggak tapi ya kita tunjukkan aja gitu kan nanti mereka juga melihat sendiri seperti apa. Ketika saya memutuskan untuk lanjut kuliah belajar agama, itu kan juga motivasi terkuatnya di antaranya itu saya kan kalau dari segi harta kan belum bisa ngasih untuk agama ini kan belum bisa ya. Saya bisa dari tenaga sama pikiran saya. Bismillah. Ya, mungkin ini jalan saya itu untuk ya berjuang di jalan agama Allah itu tadi. Terus ketika di Jember kan juga sering dinasihati sama ustaz-ustaz kami juga di sana itu walaupun nanti misalkan kalian pulang ke rumah kerja itu jangan tinggalkan walaupun cuman ngajar TPQ. Itu yang saya pegang di situ. Walaupun nanti misalkan saya harus kerja, harus ini, tapi tetap ada nilai-nilai dakwahnya menyeru manusia ya kebaikan gitu kan. Dikisi berapa di pesantren? Ee alhamdulillah 1 seteng. 1 seteng ngih. Heeh. saya ketika di Jember kan 4 tahun waktu itu waktunya kan habis untuk belajar juga ketika di sana saya juga kan istilahnya survive ya di sana itu bisa alhamdulillah maksudnya ya masih bisa hidup bisa hidup sama anak istri kan alhamdulillah nah ketika pulangkan untuk pulang kampung ya bisa insyaallah bisa kita akan menolong agama Allah insyaallah pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan, pasti akan menolong. Bismillah situ saya kan baru ke sini baru ya, baru pulang ya Agustus kemarin tuh baru selesai dium. Alhamdulillah. Nah, itu banyak sar ketika di Jember yang namanya anu ya fokusnya kan belajar jadi kerjaan ya al kadarnya kan gitu kadang paspati ada kadang yo pas gak ada itu pas suatu ketika ya pas kehabisan sering kehabisan bahkan iya maksudnya enggak ada sama sekali uangnya udah habis habis-habis bingung waktu itu kan sama anak sama istri bingung terus keluar saya sempat bingung keluar ini saya harus ngapain gitu cari-cari gitu kan terus keliling-keliling gitu itu kondisinya juga bensinnya udah mau habis juga waktu itu kan karena emang udah habis sudah habis bis terus keluar terus eh alhamdulillah waktu keliling-keliling itu lihat di salah satu toko ada tulisannya dicari wresteller toko perabotan rumah tangga kebetulan waktu itu pas lagi banyak mahasiswa baru kebetulan mereka butuh magic e butuh kipas pas angin butuh meja belajar dan lain-lainnya. Sepertinya ini jalan ini nanti jalannya sepertinya. Alhamdulillah ketika ke sana saya langsung masuk ke toko itu terus tanya ke orangnya beneran bisa jadi wrestler? Bisa. Akhirnya terus saya ikut memasarkan. Alhamdulillah dari situ bisa dapat masukan. Alhamdulillah. Pernah merasa berat enggak sih, Mas? Jadi kepala rumah tangga? Sepertinya itu yang dirasakan semua ya. Cuman kan ya bismillah jalani kan gitu. Kalau yang saya kemarin itu mungkin kalau sekarang kan saya sambil bekerja kan maksudnya gitu bekerja ibaratnya fokusnya kan bekerja walaupun di pondok ya. Kalau yang sebelumnya kan fokusnya waktunya dari pagi sampai siang bahkan sampai sore itu kan itu untuk belajar. Nah, itu di beratnya di situ kemarin tuh bagi waktu antara kuliah terus kan banyak tugas hafalan nih, hafalan hadis, hafalan Al-Qur'an, murajaah untuk persiapan pelajaran berikutnya di situ. Terus harus mikir dapurnya tetap ngebul ini gimana gitu ya. Semua atas pertolongan Allah. Istri mendukung, support. Alhamdulillah. Ya, saya juga bilang sama istri saya juga ini mungkin selama masa studi itu kita ya banyak-banyak bersabar dulu. Nanti insyaallah kalau sudah pulang ke Kediri kita retal lagi dari awal insyaallah. Ya, istilahnya sudah diambil, sudah milih jalan untuk studi ya diselesaikan. Bahkan saya juga pernah waktu itu di pertengahan itu sempat kayak apa tak selesai saja ya kita pulang aja. Tapi ternyata istri mendukung. Lanjut aja, bismillah aku bersama sampean insyaallah. Ya, mungkin karena istri itu ya dari pondok juga mungkin ya udah terbiasa gitu. Maksudnya istilahnya hidupnya tuh ya agaman gitu ibaratnya. Kepikirannya berharap sekali. Jadi kan emang teman sama istri juga itu pengin gitu kan berangkat umrah walaupun ya mau nabung itu ternyata kepakai gitu nabung karena memang sementara ini kan bagusnya untuk banyak keuangan kan untuk studi tadi toh mau nabung-nabung itu belum bisa terus kemarin alhamdulillah ada info umpro gratis ini kan terus alhamdulillah kok ada info itu saya langsung bismillah yakin insyaallah saya yang dapat saya berdoa dengan yakin Insyaallah dapat. Saya juga bilang ke istri tak ikut ini ya. Bismillah semoga dapat waktu itu ya. Alhamdulillah ya semoga Allah mudahkan. Terus saya kan waktu dapat informasi itu kan terus saya langsung minta doa ke istri terus juga langsung anu ke orang tua waktu itu nemui ibu dan bapak waktu itu saya ceritakan ini sekarang lagi ada ya program umrah gratisan gitu. minta doanya ke ibu dan bapak. Waktu itu orang tua itu ibu jawab, "Maaf ya, Ibu akan doakan." Tapi maaf, Ibu cuman bisa bantu doakan saja sementara ini. Ya, jawab waktu itu, "Iya, Bu. Justru itu yang insyaallah modal utama saya adalah doane jenengan." Saya tuh sering komen itu sehari tuh sampai berapa kali gitu karena khawatir kalau tenggelam chatnya. Berulang kali saya kirim. Ada per sekali saya sesi itu saya jadwalin, saya kasih alarm HP saya itu pagi terus siang terus sore terus malam. Makanya saya lihat HP terus keingat langsung gitu komen kali komen ada lima, ada berapa gitu banyak karena kan banyak yang komen khawatir kalau tenggelam dan bifadulillah alhamdulillah saya yakin waktu itu modal utama saya doa orang tua saya sama doa istri saya itu yakin saya bismillah Allah itu kan kalau kita doanya yakin mintanya yakin kan bismillah lah Insyaallah, insyaallah bakal Allah mudahkan. Gak ragu kan loh saya aja masih ragu kan gitu. Nah, ini kemarin ketika ada informasi ini kapan lagi saya bisa berangkat ke sana ini. Mumpung ada program ini, bismillah tak yakini sekalian. Sampai istri itu sampean ojo terlalu nemen-nemen toh. Khawatir mungkin istri saya itu khawatir lek sampai los dol gitu loh. Enggak, saya insyaallah aman. Tapi saya yakin, insyaallah yakin. Makanya kemarin waktu diinfokan yang 50 peserta itu saya kan buka Facebook dari awal itu sering buka Facebook-nya Ustaz Yani karena kan beliau yang sering nge-share itu kan informasi-informasinya waktu itu. Terus saya lagi kumpul sama teman-teman pengajar Asad Indrah di pondok itu ya. lagi bahas membahas-embahas waktu itu umrah juga bahas-bahas itu. Dan saya minta doanya semoga Allah mudahkan karena kemarin ikut ini program umrah gratis ini terus ketika saya lihat HP waktu itu ternyata ada pengumuman 50. Saya waktu itu langsung nangis di situ dilihat sama Ustaz alhamdulillah ustaz dapat gitu. Saya enggak tahu. Saya kira tuh dapatnya langsung umrah gratis gitu karena kan yang dibuat itu kan umrah gratis gitu. Saya langsung nangis seketika waktu itu. Terus alhamdulillah ustaz saya juga alhamdulillah alhamdulillah gitu kan. Terus saya lihat lagi gitu alhamdulillah terus ternyata masih dipilih 50 baru nanti setelah itu dipilih lagi satu. Wah ustaz Afan ternyata 50 ini masih terpilih 50 nanti masih dipilih lagi sama mereka. Wis bismillah insyaallah doa. Terus saya langsung hubungi orang tua lagi waktu itu. Alhamdulillah dipilih 50. Minta doanya lagi. Semoga bisa terpilih waktu itu. Terus selang beberapa hari kan dapat chatting dari pihak Trisna. Nah, itu terus saya minta doa lagi waktu itu sebelum wawancara saya minta doa lagi ke orang tua. Bu, ini saya akan wawancara minta doanya jenengan. Ya, saya doakan terus ke sana kan saya sama orang gimana hasilnya kemarin? Sudah ada info belum? Belum ada info. Minta doa jenengan ya. Ya, insyaallah tak doakan. Ibu bisa bantu cuman doa gitu. Terus Bapak Ri juga ada di samping saya juga waktu itu ngobrol terkait dengan badal umrah itu ada yang posting bal umrah terus Bapak terbesit waktu itu. Berapaan toh badal umrah itu gitu ya? Sekitar paling kayaknya 2 setengahan. Terus pengin badalkan umrah juga untuk bapak ibunya orang tua. Kalau yang nenek saya dari ibu kan sebelumnya itu sekitar sebulan yang lalu itu alhamdulillah ada badal umrah dari teman saya yang langsung ngasih gratis juga. Kebetulan beliaunya sedang kuliah di Madinah terus saya dapat ini saya ada badal umrah. Kamu mau berdirkan siapa? Wah saya untuk nenek saya aja. Akhirnya umrah nenek. Terus Bapak kemarin pengin ibunya itu kakak sama nenek saya dari bapak itu. Terus wis Pak gini Pak saya minta doakan jenengan nanti lek saya insyaallah berhasil dapat hadiah umrah insyaallah saya akan badalkan juga. Semoga Allah mudahkan nanti ketika di sana untuk membadalkan kakek sama nenek waktu itu ya. untuk agama. Kalau umrah kan beberapa ulama mengklasifikkan sebagai wajib wajib atas dia yang mampu memang seperti itu. Ini pengin berdoa gitu kan. Orang tua kan saya istilahnya tuh kalau dari segi agama kan dikatakan sebagai orang awam gitu kan, orang umum gitu kan. pengin doa semoga pengin berdoa semoga orang tua saya bisa istikamah di atas agama Islam ini. Ini pertama ya untuk agama saya ya, agama keluarga saya semoga diberikan keistikamahan kan semakin hari kan semakin berat ya istikamah di atas agama Islam ini. Itu yang pertama untuk anak keturunan saya juga semoga bisa istikamah di atas agama Islam. Kan zaman sekarang aja kan fitnahnya kan sudah berat kita kan sudah berat. bagaimana nanti kondisi anak-anak kita kan ya semakin berat gitu tenan saya. Terus yang kedua untuk terkait juga dunia saya juga Mas orang tua kan memang ya enggak punya kanan kanan gitu jadi ya ingin gitu semoga Allah berikan kemudahan terkait rezeki saya biar bisa membahagiakan kedua orang tua saya ya juga membalas kebaikan mereka juga dan juga istri saya kan kemarin kan istilahnya sudah mau berjuang nemani saya belajar gitu kan pengin ya ketika pulang bismillah insyaallah semoga Allah mudahkan rezekinya nanti. pengin bareng. Iya. Yang saya kan juga nulis juga itu di antaranya doanya tiga adalah doa kebaikan untuk fasilitatornya dari Trisna Grup, Pak Egi, dari UMR, dari pecah telur ya. Semoga Allah mudahkan jalannya. Kan kemarin lihat bagaimana sepak terjangnya Trisna Grup ya, sepak terjangnya Pak Ii, sepak terjangnya dari Umer dari pecah telur. Saya jujur banyak termotivasi dari pecah telur ini dan insyaallah juga banyak orang di luar sana termotivasi bahkan mencari motivasi inspirasi dari pecah telur. Ini kan artinya menunjukkan kebaikan nih. itu ingin mendoakan semoga diberikan kelancaran dunianya dan semoga amal-amal kebaikan dari fasilitator dari Trisna, dari Pak Egi, dari Umar, dari pecah telur diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Ada itu doa istikamahan mikirkan semakin berat kondisinya kan semakin berat ya. Bismillah. Itu doanya terutama istikamah, terus doa terkait dengan keberkahan. Ada itu doanya Allahum aksir mali wawalladi wikani itu semoga Allah memberikan banyak harta banyak anak keturunan dan juga diberikan keberkahan dari apa yang telah Allah Subhanahu wa taala berikan kepada kita. Karena memang di zaman seperti ini ya keberadaan harta itu menunjang keistikamahan. Kalau memang dia dibelanjakan di kebaikan nih panjang keistikamahan panding kan kalau orang kepepet kan mesti ada pikiran-pikiran hawa-hawa jelek yang lainnya dibisikin ini, dibisikin ini. Tapi kalau misalkan dia diberikan kecukupan kan setidaknya bisa menahan lebih bisa menahan lebih bisa menjalankan kewajiban terutama terutama menjaga keluarga dari meminta-minta itu tadi Mas itu yang saya sangat ingin jaga di situ. Biasanya saya ya jangan berhenti untuk berbuat kebaikan. Entah itu kebaikan mungkin yang sifatnya duniawi ataupun kebaikan yang sifatnya ukhrawi atau agama. Saya ingat ingat dan itu pegang terus ucapan ustaz saya Ustaz Muhammad Yasir di studi Ilmu Syafi'i Jember. Kalau seseorang itu sudah diberikan kemudahan dalam hal finansial di bidang tertentu, kalau bisa dia tekuni, dia berjuang sungguh-sungguh di situ. Anggap saja saya ini gerak sedikit dapat banyak, maka bismillah. Ini jihad saya adalah di sini, perjuangan saya adalah di sini. Maka sungguh-sungguhlah karena enggak semua orang diberikan kemudahan di situ. Ada yang dia kerja sungguh-sungguh tapi dapatnya ya itu-itu aja. Tapi ada yang dia gerak sedikit tapi bifadlillah Allah berikan kemudahan dapat rezeki yang banyak. Maka itu yang saya pegang. Kalau memang sudah diberikan kemudahan jalan satu kebaikan, dipegang kebaikan itu. Terutama mungkin untuk tim pecah telur nggih. Jadi karena saya sangat merasakan motivasi inspirasi dari pecah telur. Saya Muhammad Diki dari Kediri ee mengucapkan terima kasih yang banyak kepada Trisna Grup, kepada Pak Eki, kepada Umer Parfum, kepada pecah telur yang telah mengagendakan umrah gratis ini dan telah berkenan memilih saya sebagai yang menerima hadiah ini. Semoga Allah Subhanahu wa taala membalas kebaikan kalian semuanya dengan berlipat. Saya cuman bisa berdoa semoga Allah yang membalasnya. Karena ketika Allah sudah membalas insyaallah banyak keberkahan. Itu mungkin dari saya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. M.