Transcript
6btwS3B95eY • Rahasia Toko Retail Raup Omzet Miliaran Perbulan Tanpa Utang Bank
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0679_6btwS3B95eY.txt
Kind: captions Language: id Bisnis retail itu kan keuntungannya kan eh R500.000 lah katakanlah seperti itu. 5% 10% jarang sampai 15 sampai 20% tuh ada tapi jarang. Kalau dari awal saya berpikir ya saya memiliki mindset usaha itu harus tang bank baru punya duit. Mungkin hutang saya sekarang puluhan miliar Mas. Baru 2 bulan ya, 1 bulan awal itu saya itu sudah bisa ngomset Rp100 juta dengan modal yang gak sampai 10% dari itu. Dari distribusi saja loh, Mas. Itu untuk saya sendiri maksud saya di awalnya kan saya di distribusinya ini kan kayak gitu. Jadi R juta pertama itu ternyata bisa didapat dalam waktu 1 bulan. Kalau kita siap, Mas. Kalau kita siap, kita benar-benar memetakan strategi kita. Itu untuk pemula seperti itu. Lah alhamdulillah setelah sekian tahun berjalan kita flat di angka ee R00 juta yang didistribusinya.000an aja. Jadi gini, kalau kita berniat memang benar-benar harus ngelunasi hutang, Mas, Allah itu pasti akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Itu jelas, Mas. Yang penting kita niat melunasi loh, Mas. Kita ndak niat untuk ngemplang loh. Jadi kita niat melunasi gimanap pun caranya itu ada aja jalannya Mas. Di tahun ini Mas kecepatan omset kami itu cukup luar biasa. Ketika di merger awal itu kan paling cuman R800 sampai R00 juta. Saya gak tahu pokoknya wis coba ya tak terapkan. Saya tuh kecualian kepengin omset 1 M aja per bulan. Alhamdulillah sekarang sama Allah diberikan bisa sampai dua kali lipat. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Deni Lukman. Saya founder dari Madani Distribusi, Madani Grosir Snack dan Toko Tenang. Saat ini kami bergerak di bidang FMCG, Mas. Eh, utamanya FMCG itu fast moving consumer good, pendistribusian produk-produk FMCigi di area Kabupaten Pacitan dan juga ee toko ya, toko retail grosir seperti itu. Kalau tokonya ya, Mas ya, berdirinya itu sudah lama Mas, cuman saya handling-nya secara langsung itu mulai bulan Januari 2025 ini dikarenakan jadi gini, sebelumnya itu kan saya murni hanya dimadani distribusi. Jadi untuk mendistribusikan produk-produk itu, Mas. Jadi yang ya orang lapangan lah, Mas. Kan basic saya itu sales, Mas. Jadi dari dulu ee saya kerja di perusahaan multinasional kurang lebih saya di FMCG itu 16 tahun. Habis itu saya mendirikan perusahaan sendiri maden distribusi itu. Nah, itu untuk mendistribusikan produk-produk yang dari pabrik untuk bisa terdistribusi di Pacitan kayak gitu, Mas. Setelah itu saya e buka Madani Grosir Snack itu untuk yang online karena saya melihat ada potensi nih di online dan Pacitan ini kan ee kota kecil di Jawa Timur ya. Jadi kalau mau mengembangkan kita harus keluar. Di sisi lain saya enjoy di sini. Nah, jadi caranya untuk mengeluarkan produk-produk kami ya lewat online seperti itu. Dan ternyata memang digital itu kan penting untuk saat ini ee digitalisasi entah apapun itu usahanya. Kalau pakai digital itu scale up-nya lebih cepat. Di toko ini semula kan dikerjakan oleh kakak saya. Habis itu di tahun ini kita ee merger Mas. Jadi satu kita melihat potensi yang nanti bisa kita kembangkan dan saya bisa kembangkan di toko dan lain sebagainya. ini kalau jadi satu akan besar kayak gitu lah. Alhamdulillahnya di tahun 2025 ini kenaikan omset kita setelah toko saya digitalisasi dan lain sebagainya untuk promosi timnya kita e benar-benar handling ya dalam artian SDM itu yang semula tidak ada SOP kita berikan SOP di toko dan lain karena penyakitnya toko retail ya toko retail grosir pokoknya toko yang konvensional itu ada di SOP karyawan Mas jadi karyawan itu biasanya suka-suka l maksudnya gitu apalagi kalau di kota kecil kayak gini kita karena ee ras rasa sungkan atau gimananya tinggi ewuh pekeewuhnya gitu loh, Mas. Nah, itu yang membuat karyawan itu kadang ya wis pokoknya kerja gitu aja. Saya itu lahir di Madiun cuman 2012 datang di Pacitan kerja jadi sales itu tadi yang di perusahaan multinasional. Saya kerja di Garuda Food, Mas. Ee setelah itu saya ditempatkan di Pacitan karena saya yang masih bujang waktu itu. Wah, itu cuman dibekali nama toko gitu aja suruh nyari ya. Alhamdulillah Mas ketemu Mas gak tersesat di gunung-gunung kayak gitu. Setelah itu 2014 saya nikah dapat orang Pacitan. Jadi saya lulus di SMKN 1 Madiun itu dulu jurusannya otomotif Mas. Mekanik otomotif. Dulunya orang bengkel. pernah juga kerja di bengkel di dealer itu. Cuman mungkin passion-nya aja ya, passion-nya ndak kebentuk waktu itu. Nah, akhirnya saya itu senang ngobrol, senang ee ya kalau orang motor itu kan touring dan lain sebagainya gitu loh, Mas. Jadi dari apa ya berkendara lah intinya gitu itu senang lah dapat kesempatan di Garuda Food ini jadi sales. Saya ndak tahu ndak paham awalnya sales itu seperti apa. Nah akhirnya terjun jadi sales pokoknya naik motor ya toh keliling-keliling happy. Jadi happy-nya dulu Mas yang penting senang dulu. Pekerjaan nomor dua waktu itu ya namanya anak muda ya senang dulu was motoran ke mana? Ke Ngawi, Magetan dan lain sebag setiap hari. Happy Mas enjoy. Habis itu mulai cari nih caranya. Oh, ternyata ngobrol sama orang itu ada tekniknya. Itu semua kan dilatih semua waktu itu. Caranya seperti ini, closing dengan ee toko dan lain sebagainya. Itu waktu dulu itu ya dari nol ya. Cuman alhamdulillahnya itu kenapa saya bisa agak lebih cepat? Karena ketika di umur 23 tahun itu saya waktu diolling di Pacitan ini semula jadi sales akhirnya saya jadi supervisor di Kabupaten Pacitan untuk handling salah satu distributor ee rekanan dari Garuda Food lah. Biasanya penyakitnya paraseles itu disuruh untuk di-challenge ke naik ke tingkat berikutnya itu gak mau. Nah, kalau saya gak tahu ya apa memang orangnya ee gimana, tapi saya tuh ada tantangan dari supervisor yang lama itu ngomong kalau kamu ini bisa ini jadi supervisor untuk handling kayak gini tapi harus dites dan lain sebagainya. Alhamdulillah ketika tes terus habis itu ya dapat kesempatan tak ambil gitu aja. Jadi saya tuh jarang mikir pokoknya ada kesempatan sambil ada peluang kita sikat gitu aja. Wies, ada perasaan itu rasa khawatir ini nanti peluang gak datang dua kali. Walaupun kalau kita punya mindset yang bagus, peluang itu datang berkali-kali sebenarnya. Nah, tetapi kalau kita ndak segera ngambil atau nangkap momen itu ya bisa hilang ya. Alhamdulillah Mas di sales itu ee memberikan saya banyak apa ya banyak ilmulah. Banyak ilmu, banyak manfaat dari ee marketing, sisi marketing, dari sisi leadership juga. Terus habis itu untuk ee pengelolaan SDM, manajemen inventory dan lain sebagainya itu waktu di Garuda Fut itu kan hampir semuanya diberikan kayak gitu. Hanya saja memang belum ee terlalu maksimal kalau kita terjun sebagai pengusaha. Nah, ketika terjun dari pengusaha itu semua ilmu kepakai, Mas. Tetapi ya namanya juga pengusaha Mas kadang ada di atas kadang di bawah. Nah, ternyata setelah kita jalankan ya tidak semudah itu. Tidak semudah itu. Ternyata pengusaha itu butuh kekuatan ekstra lagi, butuh mindset yang lebih kuat lagi. Jadi gini, Mas. Saya mikir saya itu dari dulu kan tetap di dunia sales ini ya, di FMCG lah, di dunia retail seperti ini. Kalau saya mau terjun di dunia lain itu saya mengawali dari nol lagi, makanya ketika saya kok pengin jadi pengusaha retail atau pengusaha distribusi ini ya karena saya yang saya bisa itu gitu aja dulu itu saya bisa itu dan memang pada waktu itu rasa ingin bermanfaat itu cukup tinggi. Kalau saya cuman jadi supervisor itu kelihatannya masih kurang gitu loh, Mas. Dalam hati saya kok aku kok pengin sih pengin bermanfaat dari sisi lain yaitu punya karyawan. Bayangkan kalau waktu awal itu kan saya cuman saya nyupir sendiri sales canvasing sama helper saya Mas ya. Sampai sekarang itu helper saya karyawan saya itu sampai sekarang ikut saya. Jadi sudah bertahun-tahun. Jadi alhamdulillahnya masih seti lah menemani saya. Jadi saya mikir kalau ini waktu itu dia bujangan, saya ngasih cuman rezeki di satu orang. Ketika dia sudah nikah jadi dua. Alhamdulillah saya bermanfaat untuk dua orang, Mas. Eh, sekarang punya anak satu perempuan jadi tiga. Oh, padahal sumbernya dari satu di perusahaan ini. Jadi saya mikirnya itu kalau satu karyawan, alhamdulillah sekarang sudah 24an karyawan. Jadi itu kan lebih banyak lagi. Bukan 24 orang, Mas. Tapi orang di belakangnya itu kan banyak yang merasakan e dampak dari atas apa yang saya lakukan gitu loh. Jadi rasa rasa yang seperti itu tuh timbul karena ya ingin lebih bermanfaat aja. Dari situ karena saya itu sering ngobrol sama yang Pareto-pareto itu toko-toko besar itu banyak eh inset yang saya dapatkan. Salah satunya ee mindset gimana menjadi pengusaha. Karena mereka mungkin ya melihat kowe iki jane iso buka toko dewe atau buka usaha dewe kan gitu. Waktu itu masih ragu-ragu lah dan lain sebagainya. Tapi alhamdulillah seiring berjalannya waktu atas izin Allah saya bisa mendirikan madani distribusi kayak gitu ya. Kalau terkait untuk toko tenang dulu ya tetap harga yang paling murah Mas ya. Sebisa mungkin harga yang paling murah jual yang paling murah Mas kayak gitu. Jadi biar apa ya kita tahulah persaingan toko itu saat ini kan cukup kuat banget kan. Apalagi kalau di bidang FMCG ini, bidang retail ini banting-bantingan harga itu luar biasa Mas. Jadi harga sudah murah dimurahkan lagi, murahkan lagi. Apalagi sekarang banyak pemain-pemain muda. Mereka itu kadang gak mikir, Mas yang penting untung Rp1.000, untung R.000, R.000 wis gas gitu aja. Padahal di balik itu keuntungan itu kan nanti dibagi lagi, diolah lagi, dan lain sebagainya. Mereka tidak mikir ee cash flow ini gimana caranya, neraca keuangannya gimana. Biasanya mereka gak orang yang sering banting-bantingan harga itu kayak gitu, Mas. Tipikal orang-orang seperti itu. Apalagi baru lulus jadi sales ya saya ngomongnya lulus ya jadi sales dia langsung gerak agresif w cari nama dan lain sebagainya. Ya kalau lanjut ya alhamdulillah ya. Tapi kan semua atas izin Allah. Nah, dari awal buka saya itu dan kakak saya memang kita gak pakai uang bank Mas. Jadi kita dari awal saya itu sudah ee memegang ee alhamdulillah mendapatkan ilmu bahwasanya ee kita itu dilarang pakai riba, memakai hutang bank. Kalau hutang ke supplier dan lain sebagainya atau hutang berbentuk baranglah yang penting akadnya jelas, semuanya jelas ya itu pasti ada dan lain sebagainya. Nah, tetapi kalau untuk ee ranah riba, bank, dan lain sebag kita benar-benar mewanti-wanti itu gak sampai kita lakukan. Bisnis retail itu kan keuntungannya kan ee Rp500.000 lah katakanlah seperti itu. 5% 10% jarang sampai 15 sampai 20% tuh ada tapi jarang. Kalau dari awal saya berpikir ya saya memiliki mindset usaha itu harus tang bank baru punya duit. Mungkin hutang saya sekarang puluhan miliar, Mas, kalau saya memiliki mindset itu dan gak akan bebas saya hutang. Pasti hutang, hutang, hutang, hutang terus kayak gitu lah. Saya pakai mindset dulu. Saya benerin mindset saya bahwasanya modal itu tidak didapat hanya dari hutang bank. Banyak cara, Mas. Di Islam kita diberitahukan caranya, akad-akadnya kita dikasih tahu kalau kita mau belajar, Mas. Ya kan? Ada akad mudarabah, murabah, dan lain sebagainya. Itu bisa, Mas. di awal karena saya memiliki koneksi ya dari luar Pacitan untuk membangun distribusi ini. Banyak teman-teman di luaran itu yang di pabrik, yang di supplier, princiipal-prinsip besar itu kan ingin kebutuhan produknya terdistribusi di Pacitan. Dari situ ee saya punya nih database, saya punya database, toko saya dan lain sebagainya. Saya punya tim, saya punya ee kendaraan operasional dan lain sebagainya. Akhirnya kita dapat barang, Mas. dapat barang, diutangi barang, terus kita mendistribusikan hasilnya. Ini yang benar-benar kita maksimalkan, Mas. Makanya sampai sekarang saya yus gini-gini aja dalam artian gaya hidup, Mas. Tapi kalau untuk bisnis pengembangan dan lain sebagainya, jadi uang yang datang itu benar-benar kita putterin lagi ke bisnis lagi semaksimal mungkin. Kayak gitu, Mas. Dengan seperti itu, kita menekan gaya hidup, kita menekan rasa ingin tampil. maksudnya rasa ingin terlihat di tempat orang lain atau mungkin kalau wah orang sudah punya distributor mobilnya banyak e rumahnya di mana dan lain sebagainya ya kita gak melakukan itu Mas. Kita sambil biasa-biasa saja yang penting cukup kita bersyukur sudah beres. Nah uangnya itu yang datang kita putterin-puterin lagi. Akhirnya buat kulak lagi nambah barang lagi tambah karyawan, tambah besar-besar. Dan alhamdulillahnya bisa dibilang kita modalnya kecil banget. Kalau kita ngomong gak pakai modal ndak mungkinlah modal R0 gak mungkin tetap pakai modal. Tapi di tahun-tahun awal itu baru 2 bulan ya 1 bulan awal itu saya itu sudah bisa ngomset Rp100 juta dengan modal yang gak sampai 10% dari itu. Dari distribusi saja loh, Mas. Itu untuk saya sendiri. Maksud saya di awalnya kan saya di distribusinya ini kan kayak gitu. Jadi R juta pertama itu ternyata bisa didapat dalam waktu 1 bulan. Kalau kita siap, Mas. Kalau kita siap kita benar-benar memetakan strategi kita. itu untuk pemula seperti itu lah. Alhamdulillah setelah sekian tahun berjalan kita flat di angka ee R500 juta yang didistribusinya yang melatar belakangi ee sekarang menjadi satu grup ya ee saya dan kakak saya buat CV baru namanya e CV Teman Den Bagus Berkah itu untuk menaungi ya menaungi madani distribusi, madani grosir snack dan toko tenang. Karena saya melihat tiga divisi bisnis ini bisa dikembangkan. Itu dulu yang pertama. Yang selanjutnya saya melihat sampai tahun 2024 ya akhir toko itu dikelola kakak saya itu pakai manual, Mas. Di usia sekarang hampir memasuki 50 tahun manual bisa kebayang kalau omsetnya itu per bulan katakanlah R500 juta. Itu kan banyak loh, Mas. Pembeli dan lain sebagainya itu yang datang seperti itu manual semua. Itu cuapeknya luar biasa. Saya gak mampu manual itu dalam artian orangnya datang dilayani. He untuk cetak fakturnya itu biasa tulisan tangan kertas ya kertas sobekan kertas huram seperti itu satu persatu ditotal pakai kalkulator itu dilakukan bertahun-tahun. Nah saya kan bilang Mas ini sudah waktunya didigitalisasi minimal komputer dikomputerisasi dan lain sebagainya. Nah waktu itu beliau masih ee belum berkenan ya wislah gini dulu gini dulu. Akhirnya ee suatu ketika momen beliau bilang, "Yo wis ee ini lek kamu mau membuat ini lebih mudah lagi ya untuk komputerisasi dan lain sebagainya." Karena Mas itu bukan apa-apa saya melihat beliau itu capek gitu loh yang diurusi banyak masih ngurusin toko dengan manual itu pikirannya itu banyak banget gitu loh. Saya tuh kok gak tega hati gitu loh. Harus dikomputerisasi biar orang lain lagi yang mengatur misal kasir atau siapa dan lain sebagainya ada kepala tokonya dan lain sebagainya. ini biar beliau itu agak ringan gitu loh, agak ringan dari sisi pekerjaannya. Toh toko juga sudah jalan gitu loh, Mas. Walaupun waktu itu belum sebesar saat ini. Ketika beliau mau, "Ya wis ini dikomputerisasi tapi y harus ada kamu di sini kan gitu toh, Mas." Loh, saya yo mikir, Mas. Saya itu sehari-hari di jalanan kan gitu, kok harus stay dan lain sebagainya melayani pelanggan gini ya senang-senang aja sih. Tapi saya mikirnya kalau saya nanti bisa atau gak atau bagaimana dan lain sebagainya ini kan harus harus dipikirkan gitu loh, Mas. harus distrategikan, ditulis secara matang biar ini jalan tanpa gesekan. Walaupun kita tahulah kalau namanya ee dua matahari kembar ya yang mengelola suatu perusahaan itu pasti nanti ada yang sinarnya lebih terang, ada sinarnya lebih redup dan lain sebagainya. Nah, tetapi ini saya itu berusaha bagaimana caranya ini tetap bisa sama jalan beliau bisa lebih waktunya akan lebih longgar lagi memasuki nanti usia 50 tahun ke atas bisa lebih tenang lagi, lebih nyaman lagi menikmati setiap kehidupannya lebih bisa bermanfaat. Rasa-rasa ini yang membuat saya menjadi lebih kuat ya untuk ya wes oke kita bergabung jadi satu toko saya handling jadi untuk SDM-nya manpower terus habis itu SOP toko untuk komputerisasi digitalisasi dan lain sebagainya ini saya garap semuanya mulai masuk medsos kita pakai TikTok ya ketika kita pakai marketplace dan lain sebagainya saya lebih cenderung ke digitalisasinya tapi kakak saya ini tetap support saya karena tanpa support dia saya wis yo gak bisa, Mas, anak muda. Jadi beliau itu supportnya ke saya luar biasa ya. Kakak itu sangat berjasa sama saya itu banyak hal Mas. Kondisi waktu itu yang saya ingat itu kan saya itu pernah namanya baru usaha, Mas ya. Distribusi baru usaha mungkin salah perhitungan karena belum belajar terlalu detail ya, gak punya mentor dan lain sebagainya. Itu kondisi saya punya hutang itu hampir 1 M, Mas. Dalam bentuk barang, Mas. Hutang itu R jutaan. Saya juga bingung gimana caranya bayar karena saya tu benar-benar berpegang teguh, saya gak boleh pakai riba. Sebisa mungkin saya gak boleh pakai riba. Itu ditagih di anu bahkan istri saya waktu itu ditagih sama supplier teriak-teriak di depan di rumah kami di ruang tamu itu teriak-teriak sampai waktu itu saya ke lapangan Mas. Saya ke lapangan di lorok. Ingat betul saya itu saya mau pulang kondisi kurang lebih kan hampir 1 jam kan dari lorok ke Pacitan Kota Dia itu kayak buru-buru gitu loh Mas. Memang kondisi lagi drop. Uang istri itu tinggal mungkin Rp1.500-an lah waktu itu. Orangnya datang pokoknya harus ada pembayaran dan lain sebagainya. Sama istri sisa uang terakhir itu dikasihkan gitu aja, Mas. Dikasihkan biar ya dia ndak ndak mengintimidasi. Saya segera pulang untuk bisa negosiasi lagi terkait masalah hutang dan lain sebagainya. Tapi beliaunya sudah gak mau. Tapi saya kasihan sama istri saya, Masak itu dia harus ikut nanggung beban apa yang saya perbuat. Karena usaha ini membuat saya banyak hal lah yang membuat istri saya itu ya jarang ada wanita yang bisa mendampingi pas kondisi suaminya benar-benar terpuruk gitu, Mas. Ya, waktu itu ya memang hutang sebanyak itu ya kita berdua itu kayak blank itu aja. Kakak saya itu datang juga bantu dari sisi nasehat menguatkan saya sama istri bahasanya to tenang ae api wis diatur resing kuoso kak bakalan sing penting de kudu taat rajin ibadah ora melakukan maksiat ojo sampai kenekan riba dan lain sebagainya karena Allah itu membenci orang yang makan riba orang yang mengambil riba Allah sangat membenci kata Allah mengumumkan perang dengan orang yang makan riba itu Mas jadi aku waktu itu yo pengin mas koy-koyo wis sopo tak tangan ae ya wong yo pekerjaan enek aset enek tak entang biar untuk nutup terus saya tak ngapain begitu cuma itu gak saya lakukan karena ya ini nanti kalau saya masuk ke ranah itu justru akan jauh lebih buruk lagi di saya di keluarga saya yakin itu Mas saya yakin makanya saya gak berani banget berhubungan dengan rib Mas istri saya itu dampingi saya itu mungkin banyak susahnya lah. Saya sama istri menyembunyikan semua masalah kita itu dari orang tua. Jadi, seolah semuanya baik-baik saja gitu, Mas. Biar orang tua juga enggak mau mikir istri saya belum banyak menikmati apa yang seharusnya dia nikmatin gitu. Dia mau dampingin saya, dia tetap setia sama saya. Dia menguatkan saya dari segala sisi, Mas. Entah itu dari sisi hubungan, dari sisi agama, dan lain sebagainya. Makanya saya tuh ya saat ini gimana caranya berusaha saya punya bisnis ini buat bagaiin terutama di keluarga lah, terutama di istri. sama anak itu saya prioritaskan orang tua, habis itu ee saudara sekitar dan lain sebagainya kayak gitu, Mas. Jadi kalau bisa dibilang jasa istri kepada saya itu apa? Banyak, Mas. Saya kalau nyebutin satu persatu yo banget. Kalaupun waktu itu istri saya meninggalkan saya pun mungkin rasanya dia tidak salah, Mas. Dia tidak keliru karena memang eh saya gitu loh. Memang semua aktornya saya, semua yang membuat keputusan saya dan saya yang harus tanggung jawab. Tapi alhamdulillah dia masih menemani saya, masih setia dengan saya dan lain sebagainya. Jadi ya kayak gimana ya, Wis pasang badan gitu loh, Mas. Maksudnya yo wis pokoke aku karo kowe ii senenge ora ming pas seneng tok gitu. Jadi yo wis susah seneng ayo bareng ngono lah kayak gitu. Jadi ya alhamdulillah momen-momen itu kita lewati dan saya juga ngomong sama istri waktu kita lagi jatuh wis to terakhir saya nak bakalan membuat membuat hal yang nantinya akan berdampak buruk untuk perusahaan untuk keluarga dan lain sebagainya. Aku harus lebih matang lah. Untuk cara ngelunasin hutang ini saya negosiasi ulang. Saya berkomunikasi, saya negosiasi, saya menjual semua aset saya, Mas. Yang bisa saya jual, saya jual. Saya nak mikir tanah, kendaraan, perhiasan, itu sudah terlebih dahulu. Itu istri saya gak pakai apa-apa, Mas. Habis semuanya, Mas. Ya, alhamdulillah dia itu dulu sempat nabung kan emas dan lain sebagainya itu sempat nabung. Akhirnya habis jual buat bayar hutang gak tersisa. Mas, kenapa saya bisa dapat pelajaran lah, pelajaran berharga bahwa saya harus menanggung beban hutang sebegitu besar itu karena murni kesalahan saya sendiri terlalu percaya dengan orang lain, habis itu ee tidak mendelegasikan tim sebagaimana mestinya. Ee saya tidak ya tidak dari sisi administratifnya kurang ee baik, kurang bagus. Itu yang membuat semuanya tiba-tiba kok loh saya punya hutang segini gitu. Jadi ada ya uang yang nyantol ke toko, ada stok yang lost. itu terjadi, Mas. Di hampir semua bisnis retail saya yakin pasti ada lost stock. Qadarullah lost stock saya itu besar gitu loh. Makanya harus segera keluar kayak gitu. Akhirnya sekarang saya memanajemen gimana caranya stok opnam itu harus bisa setiap hari. Harus bisa update mas di toko entah di di gudang harus setiap hari memanfaatkan jam-jam yang memang kondisi traffic lagi sepi kayak kayak gitu. Jadi jam .00 sampai jam .00 saat gitu kita coba stok urus itu komputerisasinya kita lebih ee perketat lagi dan lain sebagainya. Alhamdulillah ya sudah setelah itu semuanya sudah sudah bisa dibilang sudah beres semuanya. Jadi gini kalau kita berniat memang benar-benar harus ngelunasi hutang Mas Allah itu pasti akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Itu jelas Mas. Yang penting kita niat melunasi loh Mas. Kita ndak niat untuk ngemplang loh. Jadi kita niat melunasi giman pun caranya itu ada aja jalannya Mas. Di tahun ini, Mas, kecepatan omset kami itu cukup luar biasa. Ketika dimerger awal itu kan paling cuman 800 sampai R00 juta. Sekarang itu waktu itu saya ya saya kan dapat ilmu juga dari TDA itu mindset, Mas. Mindset. Kamu pengin mindsetnya orang-orang sukses itu dikatakan seperti ini seperti seperti ya udah saya gak tahu. Pokoknya wis coba ya tak terapkan. Saya tuh kecualian kepengin omset 1 M aja per bulan. Alhamdulillah sekarang sama Allah diberikan bisa sampai dua kali lipat. Itu dalam jarak waktu mungkin berapa bulan aja di tahun ini setelah merger itu setelah saya memaksimalkan potensi toko, potensi tim ini saya maksimalkan dengan online-nya yang saya kuatkan lagi, saya perkuat lagi itu bisa dan online itu Mas saya memaksimalkan jaringan database yang ada di lokal Pacitan. retail bisa di-onlinekan, Mas. Itu yang banyak orang gak tahu, Mas. Gini, Mas. Karena ya tadi saya bilang dulu kan konvensional dulu toko retail kami itu konvensional banget. Ketika kita punya strategi online ini strateginya tidak langsung masuk di marketplace loh, Mas. Tetapi online-nya memang online yang untuk dipasarkan di lokal. Kita gak usah muluk-muluk harus ke seluruh Indonesia. Tidak. Di lokal aja dulu, Mas. kita maksimalkan apakah benar orang lokal itu sudah tahu keberadaan toko itu aja wis minimal 5 kilo radius 5 kilo itu lah caranya gimana ya pakai database Mas kita cari database WA warga-warga mungkin masuk ke grup-grup jual beli online dan lain sebagainya masuk ke Facebook mulai aktif di media sosial buat konten-konten yang bisa menarik pelanggan itu. saya ee ngumpulin yang satu grup itu yang memang saya bentuk sendiri di luar grupnya kakak saya tadi itu sekarang dalam waktu 3 bulan itu satu grup sudah full 1000 berapa ratus itu yang untuk satu WA itu sudah full 1000-an reseller sudah masuk di situ. Itu kita ngambil 10%-nya aja mereka belanja mungkin per hari ya Rp20.000 gitu. Sudah, Mas. Dari konversi itu aja kita sudah bisa. Itu belum di TikTok. Di TikTok kalau kita bisa buat video FYP, woh enak. Alhamdulillah kita punya settingan strategi di TikTok dan untuk memaksimalkan toko itu di bulan Mei ya. bulan Mei itu baru kita maksimalkan ya TikTok-nya kita buat konten terus habis itu kita e langkah-langkah e gimana caranya untuk ee membuat video viral, gimana caranya untuk dikenal dan lain sebagainya lewat media sosial. Kita praktikkan satu persatu di tim kita yang memang khusus di online ini. Alhamdulillah dalam jangka 1 bulan salah satu tayangan video saya itu hampir ada yang 500.000 R000 views itu yang membuat titik balik toko dikenal banyak orang. Jadi setelah dari itu setiap hari itu pelanggan baru datang terus, Mas. Jadi kalau kondisi tokonya waktu itu layout-nya kita perbaiki, Mas. Layout toko kita perbaiki. Bagaimana caranya konsumen yang datang itu nanti nyaman? Nyamannya orang kan beda-beda, Mas. Kalau mau semuanya dibuat nyaman itu tentu tidak bisa ya. Semampu kita. Kita bisa memperbaiki toko, kita pakai rak-rak, kita tata produknya dan lain sebagainya. kita buat promosi yang menarik di toko, kita ee karyawan toko kita brief satu persatu gimana caranya melayani pelanggan dan lain sebagainya. Karyawan online kita harus tahu gimana cara buat konten yang benar. Dari situ perlahan-perlahan alhamdulillah Allah mendatangkan rezeki dari viralnya satu konten ini meledak dan setiap hari sekarang itu orang baru itu banyak terus datang ke toko kami, Mas. Strategi sayur murah itu idenya dari kakak saya, tapi eksekutornya kami, Mas. Jadi dia e beliau dapat sayur nih. Kalau saya kan lebih ke FMC ke snack-nya. Nah, jadi beliau itu buah dulu toko itu memang snack itu juara, Mas. Seiring berjalannya waktu ee waktu COVID itu mulai berpindah ke buah, sekarang mau merambah di sayur. Karena kita melihat pasar sayur di Pacitan ini kan harga cukup ee tinggi kan karena semua impor dari luar daerah semua. Nah, alhamdulillah kita dapat harga sayur itu murah. Nah, kakak saya nyuruh saya coba survei ee beli sayur ini di mana gini saya sama istri berangkat survei keluar kota nyari nih sayur harga sekian sekian sekian plek ayo kita main sayur. Itu idenya dari beliau kita buat oke ya wis ini tim konten kita duduk bareng kita meetingkan ini sayur ini gimana caranya konten bisa meledak ah ketemulah Rp15.000 satu kresek gitu Mas. Jadi belanja sayur bebas berapapun satu kresek mau sedikit mau banyak bayarnya cuma Rp15.000. Itu memang kita budgetkan ya. Memang kita budgetkan untuk promosi. Jadi gimana caranya orang mengenal nih toko. Dari situ Mas akhirnya viral orang jadi tahu bahwasanya toko kami itu gak hanya jual snack hajat dan juga buah tapi juga sayur. Seperti itu. Akhirnya sayur kita bisa viral ke mana-mana ya. kita jualan sayur yang memang murah dengan kualitasnya yang bagus loh, Mas. Bukan sayur murah terus ee ngawur gitu nak. Nak sayur BS, sayur fresh semua, Mas. Itu iya Mas. Jadi impactnya ketika kita buat sayur murah ya grand opening kita banyak teman-teman saya loh opo buka toko neh kan gitu buka cabang ning i padahal gak ya tetap sama ya kita bahasakan grand opening kita buka di situ kita setting sedemikian rupa kita kontenkan dan kita sebarkan viral di sayur naik mas ternyata orang datang yang semula mau beli sayur itu beli buah sekalian sehabis itu kalau ada yang mau hajatan dan lain sebagainya pas datang tahu di situ ada buah ada sayur juga beli buah dan sayur. Jadi ini kena semua, Mas. Orang yang beli sayur atau beli buah pas waktu ada anaknya ngajak anaknya dan oh ada snack-snack di situ. Beli snack juga. Alhamdulillah semuanya sekarang bisa mengekor kayak gitu. Saya mikirnya sekarang kan kita juga e live ya di TikTok, di Shopee juga itu untuk mengeluarkan produk kita yang keluar. Di sisi itu dengan live-nya TikTok kita terus-terusan ya kita setiap hari kita live itu algoritma secara TikTok itu kan menyebar. Akhirnya orang-orang itu tahu Mas tahu oh di ada nama toko tenang ada madani Grosir Snack. Woh ini di mana tempatnya? Mereka mencari tahu Mas. Mereka sudah aware dengan ini. Mereka mencari tahu oh di mana. Biar apa? Biar mereka setelah mereka tahu mereka action melakukan pembelian di toko kita, Mas. Nah, makanya ketika saya lihat, oh ini live ini harus terus dipertahankan, konten ini harus terus digali. Karena sekarang itu emak-emak milenial ya sama Genzy mereka itu harus tahu dari handphone dulu baru datang, Mas. Kalau dulu kan dari informasi simpang siur, habis itu datang baru beli. Kalau sekarang kita memberikan pelayanan, mereka cukup di rumah aja, Mas. Mereka cukup di rumah lihat konten kita, mereka e chat di admin kita barang sudah datang di depan rumahnya. Lebih enak, lebih praktis. Nah, toko retail itu sekarang job barang yang pakai itu. Mereka kalau tidak segera berkembang ke ranah digital, ranah online terutama ya. Dan online-nya ini bukan online yang ribet loh. Ini online lewat WA loh, lewat TikTok, lewat Instagram. Ini semua gratis kok. Yang mahal kan cuman ilmunya. Iya kan? Yang gimana caranya dapat tahunya kok bisa gitu? Tapi selebihnya semuanya gratis, Mas. Semuanya gratis. Tinggal kita maintain aja gimana caranya database ini tetap jadi pelanggan yang loyal dan setia. Nah, setelah ini dapat mereka di kita berikan kemudahan untuk berbelanja, kenyamanan berbelanja. Ya sudah, harga itu sudah nomor sekian, Mas. Jadi kita gak perlu hancur-hancuran harga, kita gak perlu rusak-rusakan harga karena itu gak bertahan lama, Mas. Kita bisa jual harga murah. kita punya kompetitor akan jauh lebih banyak, punya musuh lebih banyak. Karena apa? Kita pasti didoakan yang buruk-buruk sama mereka. Wah, mateni rezeki kui. Wah, kui regone ngerusaki ngene, wis nang bangkrut dan lain sebagainya. Mereka pasti akan bicara dengan kata-kata yang kotor. Lah, itu kan jadi kayak afirmasi negatif juga kan kalau kami dapat info kayak gitu. Makanya kita jual dengan harga yang biasa-biasa saja, yang standar-standar saja, yang kita rasa kita sudah cukup untung, orang lain juga bisa merasakan keuntungannya. orang yang beli tidak merasakan kemahalan. Sudah wis dari situ oke semua sama-sama setuju. Harganya terbentuk, Mas. Ee kejadian kenapa toko ini perlu di-onlinek-an ee lebih maksimal lagi, Mas ya? Karena saya melihat, Mas, saya melihat peluang online itu ee besar. Habis itu kompetitor-kompetitor lain di kota-kota lain sudah masuk online lah. Saya kalau ndak segera mengikuti ini ketinggalan, Mas. akan ketinggalan lah. Kalau saya ketinggalan, tujuan awal kami tidak bisa ee maksimal untuk membesarkan perusahaan untuk t merger ketika ini jadi satu dan lain sebagainya. Gimana caranya untuk lebih bermanfaat dan lain sebagainya ini gak bisa maksimal, Mas. Nah, akhirnya saya dapat ilmu gimana caranya untuk mengembangkan bisnis secara online, kita instal di toko dan lain sebagainya bisa. Alhamdulillah Allah memberikan kemudahan sekarang tokoh kita dikenal e online kami cukup baguslah di Pacitan yang dijual di online itu kalau yang di TikTok sama di Shopee itu kita jual minyak kayu putih, Mas. Cuman minyak kayu putih aja. Ternyata yang paling laku minyak kayu putih. Saya itu juga kaget di luaran sana minyak kayu putih kan juga banyak ya. Tapi kenapa kok iso beli dari orang Pacitan? Nah, itu saya juga kaget. Tapi ya alhamdulillah mungkin Allah memberikan rezeki itu tadi Mas. Ya, jadi ya sudah kita jalani gitu aja. Itu yang di TikTok. Kalau yang di toko lebih cenderung ke snack ya. Snack-nya ini tetap kita onlinek-an ya tetap ada yang beli. Bahkan kita dapat pelanggan dari luar kota itu untuk beli snack di kami itu juga ada. Karena kita juga akhirnya ngirim ke ee kota-kota tetangga sebelah kayak gitu yang masih kita bisa kita jangkau. Snack-snack yang memang kita murah dan lain sebagainya bisa kita kirim ke kota-kota terdekatlah dari sini. kayak gitu, Mas. Jadi terkait masalah gimana caranya untuk menscale up SDM ya atau mungkin karyawan, orang yang bekerja sama kita itu tentunya tidak mudah, Mas. Karena ini setiap hari itu ada aja, ada aja masalahnya terkait masalah SDM ini, Mas. Jadi mereka yang dulunya yang di toko ya kita bahas di toko itu kalau yang dulunya itu mereka kurang atau mungkin mereka mendapatkan ee kurang mendapatkan ilmu bagaimana caranya untuk bekerja sesuai dengan aturan lah itu agak sulit Mas apalagi kalau sudah lama apalagi orang itu kalau sudah lama dibiarkan tidak ada briefing tidak ada e bonding bersama tidak ada reward and punishment ya kan itu penting Mas. Mereka selama ini ketika kerja cuman harus kerja aja secara otak manusia, secara mindset mereka ya cuman segitu gitu aja. Mereka kurang melakukan ee hal-hal yang sesuai dengan keinginan kita. Akhirnya kita jadi emosi, Mas bawaannya. Jadi gini, kalau orang yang lama-lama ya tipikal orang lama bekerja dengan mereka susah untuk di apa ya, injek lah materi-materi baru, cara-cara baru, itu yang pertama mereka lakukan pasti akan menolak, Mas. Di kami juga sama, Mas juga gitu. Tapi kita berikan pemahaman bahwasanya ini terbaik loh. Ini cara yang terbaik agar apa? Agar toko ini, agar perusahaan ini long lasting jangka panjang. Kalian tetap bisa bekerja, kita tetap bisa berusaha bersama-sama tapi kita harus melakukan hal-hal ini secara beriringan. Makanya, Mas, untuk pendekatan pertama kali saya itu terkait tentang agama, Mas. Spiritualnya saya sentuh dulu, Mas. Kalau ketika spiritual ini bisa jalan, ini yang lainnya bisa ngikut. Mas, di tempat kami itu salat ketika jam kerja ya, subuh, zuhur, asar, magrib, isya. Ini kan ada yang jaga semua. Karena kalau waktu subuh pas waktu sayur lombok datang itu kan karyawan sudah ada yang datang walaupun cuma satu orang menunggu. Nah, ini yo kita wajibkan juga harus salat. Jadi lima waktu salat ini di toko kami semua karyawan wajib salat dan meninggalkan pekerjaannya. Mas, tinggal fotoku ramai, Mas. Misal ada promosi ramai dan lain sebagainya sudah masuk azan zuhur ya sudah kita tinggalkan, Mas. Yang laki-laki itu wajib ke masjid Mas karena kita tidak menyediakan musala di toko kita. Ada tempat salat untuk perempuan gitu, Mas. Untuk perempuan ada tempat salat di toko, tetapi kalau laki-laki wajib ke masjid. Bukan ditutup tokonya ya, tapi pekerjaannya diselesaikan. Saat itu juga langsung ke masjid bareng-bareng, Mas. Kita salat di masjid. Setelah itu ya balik lagi, balik lagi aktivitas seperti biasa. Kalau awalnya mungkin pelanggan ini akan apa ya akan merasa loh kok pas waktu saya datang ya pas azan kok ditinggal gitu kan mereka pasti akan meras gimana. Tetapi kalau mereka muslim mereka pasti akan paham oh ya ini waktu salat. Dari situ aja kita berdoa ya sama Allah biar ee si pelanggan itu ya dapat apa hidayahnya dari Allah aja. Kita gak punya daya dan kuasa apapun loh, Mas. Saya buat konten sebagus apapun, konten seviral apapun, harga semurah apapun, kalau Allah tidak berkehendak untuk mendatangkan pelanggan itu ke toko kita ya gak ada pelanggan, Mas. Itu kami, Mas. Rasa khawatir kalau nanti barang itu hilang diambil pelanggan dan lain sebagainya pasti ada, Mas. Rasa lah ya. Rasa itu pasti ada. Cuman kan kita ikhtiar. Gimana caranya biar itu tidak terjadi, Mas? Nah, jadi ketika waktu salat laki-laki di masjid perempuannya kan masih ada, Mas. Nah, jadi yang perempuan ini menjaga di toko, melayani semampunya. Semampunya setelah itu laki-lakinya datang ke toko, balik beraktivitas lagi, yang perempuan salat. Jadi kita memanage itu, Mas. Memberikan SOP ini jam sekian istirahatnya dan lain sebagainya. Ini kita manage akhirnya mereka terbentuk, Mas. Jadi tidak ngawur, tidak hilang pleng terus habis itu toko sepi ini lah. Pelanggan juga bingung ini mana yang jaga gak ada kan gitu gak Mas. Jadi tetap kita atur Mas lah. Ini pentingnya manajemen SDM di sini Mas. Ini hal kecil sepele tapi dampaknya luar biasa. Selain salat kita kan juga menerapkan membaca Al-Qur'an. Jadi minimal ya 15 menit atau setengah jam lah. Paling lama itu setengah jam Mas. Tapi saya antara 15 sampai seteng itu saya wajibkan mereka membaca Al-Qur'an dan saya sendiri atau kakak saya yang nyimaknya yang untuk menyimaknya dan membetulkannya kami sendiri. Kita bergantian ternyata Mas di usia mereka yang saat ini itu tuh banyak juga yang dalam tanda kutip buta huruf di Al-Qur'an gitu loh. Jadi ada yang tidak tahu Mas ya. Rata-rata kan karyawan kami kan di yang Genzi yang di online itu kan sampai kurang lebih 25-an ke bawah. Terus habis itu yang yang karyawan toko sudah ada yang ya 28an tahun ke atas lah ya. Ada yang masih 19 20 itu masih ada. Tapi sebagian besar karyawan di toko itu orang-orang lama semua gitu lah. Saya menginstal orang baru itu Genji. Kalau di luaran sana orang Genji itu kan malas kan Mas ya. Katanya pemalas dan lain sebagainya. Menurut saya tidak juga Mas. Gen itu bisa dijadikan mesin penggerak atau pendorong di era digital seperti ini, Mas. Hanya dikasih ruang dan dikasih tempat. gimana caranya mereka berekspresi seperti itu, Mas. Genz itu power-nya luar biasa. Kalau kita bisa memaksimalkan, Mas, alhamdulillah ketika MGS itu Madani Grosir Snack itu kan memang khusus online ya, Mas. Jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan online yang garapkan mereka itu gaji semua, Mas. Dari awal saya instal MGS ini sampai sekarang gak ada yang keluar, Mas. Ya, ada yang keluar itu buat kuliah, bukan buat cari di kerja lain, Mas. Kan ada orang ee Gensi 1 bulan kerja, habis itu resign, 2 hari kerja resign. Itu ada. Alhamdulillah mereka itu tidak, Mas. Saya jadi curiga ini Genzi apa bukan ya? Nanti gel milenial ini yang menyusup ya. Tapi ternyata gak ternyata apa? Kita bisa membentuk itu semua dengan cara memberikan space, Mas, buat mereka. memberikan target yang jelas, memberikan reward yang jelas, punishment yang tepat kepada mereka, dan akhirnya mereka bisa jalan on the track sesuai dengan kemauan kita. Kayak gitu. Jadi, sisi spiritual ini ketika kita sudah mulai ee ngeklik ya, memfasilitasi untuk itu ya, kita salat bareng, terus kita ngaji bareng di situ. Saya gak muluk-mulu, Mas. Hanya salat dan membaca Al-Qur'an saja dulu untuk puasa, salat duha dan lain sebagainya. Itu nanti dulu belakangan, Mas. Ini dulu aja. Kalau mereka saja sudah ini yang paling pokok utama ini sudah oke, klik itu lainnya bisa sendiri, Mas. Bayangkan ee kita tahulah berapa banyaknya pahala membaca satu huruf Al-Qur'an. Kalau 15 menit itu kita bisa, mereka bisa membaca melalui kita mosok toh gak ada 20? Pasti lebih kan, Mas? pasti lebih dikali berapa. Nah, itu Mas yang mau saya kejar dan kakak saya kejar. Gimana caranya perusahaan ini hanya gak hanya mikir untung rugi aja, tetapi juga mikir surga dan neraka gitu. Kalau saya boleh menyampaikan itu untuk para pebisnis muda lah terutama ya atau yang baru mulai atau mungkin yang sudah generasi milenial atau baby boomers itu biasanya mereka ee terkotak sama mindset, Mas. Jadi ketika mindsetnya ini tidak bisa keluar ya keluar dari mindset yang negatif, afirmasi yang dimiliki itu negatif, ini akan sulit, Mas. Salah satu contohnya pebisnis muda saat ini, orang-orang muda terus ataupun orang-orang yang ingin maju itu kan mereka enggan. Enggan untuk belajar, enggan untuk mencari tahu bagaimana ilmunya, enggan untuk ee bersosialisasi dengan orang yang lebih dahulu, enggan berkomunitas dan lain sebagainya itu akan ya terkotak di situ-situ saja. Dia tidak akan bisa jauh melenting ke depan kayak gitu. Jadi ee kalau orang sudah mindsetnya sudah sebagai pengusaha, mental bloknya sudah mulai hilang ya dia sudah tidak memiliki mental blok. Pokoknya semuanya bisa dikerjakan dan tidak menerima saran-saran negatif itu sudah mulai hilang di dirinya. Selain ketenangan yang dia miliki, dia akan menjadi pejuang untuk bisnisnya itu akan jauh lebih effortnya lebih besar dan hasilnya itu bisa dipastikan akan jauh lebih baik selama kita melibatkan Allah dan ketaatan kepada agama kita. Karena semaksimal apapun ikhtiar kita, sebanyak apapun ikhtiar kita, kalau kita tidak mendekatkan diri kepada sang pemberi rezeki Allah Subhanahu wa taala, ya mau dapat dari mana? Apalagi kalau kita sudah pakai riba, menyatakan perang. Padahal Allah jelas-jelas Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Itu aja masih ditentang. Mau bagaimana? Mau bisnisnya lancar. Ya, kalau dapat uang banyak ternyata bisnisnya lancar dan lain sebagainya. Itu kan istidraj, Mas. Bagian dari hukuman Allah yang ada di dunia. Ketika mereka sudah merasa oke, merasa semuanya baik-baik saja, tiba-tiba Allah cabut nyawanya, belum sempat bertobat dan lain sebagainya. Nah, itu kita tidak mau, Mas. Makanya di perusahaan kami ini selain kita mikir bagaimana caranya memberikan makan kepada diri kita, anak, istri, dan keluarga, kita juga mikir bagaimana caranya menghadapi nantinya suatu kepastian yaitu kematian dengan cara kita melakukan amalan-amalan yang baik. Mulai dari toko, mulai dari pekerjaan, mulai dari nanti di luar lapangan bagaimana caranya keluar dari kantor, dari gudang ini. Kita berdoa dulu. Habis itu nanti gimana tim sales ini? Saya punya mindset yang bagus hari ini harus bawa omset sesuai dengan target dan lain sebagainya. Ketika itu sudah kita mantapkan, kita pastikan Allah melihat ikhtiar kita dan gak menutup kemungkinan Allah melihat ikhtiar kita dan mengijabah doa-doa kita, ya semuanya mudah gitu loh bagi Allah. Semuanya mudah, semuanya akan berjalan dengan tenang kayak gitu, Mas. Jadi misal ada teman-teman yang mau sharing, mau ngobrol terkait permasalahan di bisnis retail, distribusi online yang melibatkan toko seperti ini bisa loh, Mas ee kita gabung dengan komunitas yang saya ikuti itu TDA ya, TDA di Pacitan. Nah, nanti bisa saya akan cantumkan nomor saya. Nah, nanti kita bisa berkomunikasi menjalin hubungan gimana sih caranya bekerja itu agar gak sendirian gitu loh, Mas. Bekerja itu biar oh ada temannya. Karena value-value ditedak itu bagus banget. Jadi kita itu kadang merasa kalau kita sendiri seolah-olah bisa, tapi kalau pas waktu drop lah baru nyari orang lain lah. Kenapa kok nak sebelum drop ya kita cari orang-orang yang memang kita ee bisa membantu kita untuk scale up jauh lebih tinggi lagi. Saya Deni Lukman dari CV Temaden Bagus Berkah yang berlokasi di Pacitan. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.