Transcript
6btwS3B95eY • Rahasia Toko Retail Raup Omzet Miliaran Perbulan Tanpa Utang Bank
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0679_6btwS3B95eY.txt
Kind: captions
Language: id
Bisnis retail itu kan keuntungannya kan
eh R500.000
lah katakanlah seperti itu. 5% 10%
jarang sampai 15 sampai 20% tuh ada tapi
jarang. Kalau dari awal saya berpikir ya
saya memiliki mindset usaha itu harus
tang bank baru punya duit. Mungkin
hutang saya sekarang puluhan miliar Mas.
Baru 2 bulan ya, 1 bulan awal itu saya
itu sudah bisa ngomset Rp100 juta dengan
modal yang gak sampai 10% dari itu. Dari
distribusi saja loh, Mas. Itu untuk saya
sendiri maksud saya di awalnya kan saya
di distribusinya ini kan kayak gitu.
Jadi R juta pertama itu ternyata bisa
didapat dalam waktu 1 bulan. Kalau kita
siap, Mas. Kalau kita siap, kita
benar-benar memetakan strategi kita. Itu
untuk pemula seperti itu. Lah
alhamdulillah setelah sekian tahun
berjalan kita flat di angka ee R00 juta
yang didistribusinya.000an
aja.
Jadi gini, kalau kita berniat memang
benar-benar harus ngelunasi hutang, Mas,
Allah itu pasti akan mendatangkan rezeki
dari arah yang tidak disangka-sangka.
Itu jelas, Mas. Yang penting kita niat
melunasi loh, Mas. Kita ndak niat untuk
ngemplang loh. Jadi kita niat melunasi
gimanap pun caranya itu ada aja jalannya
Mas. Di tahun ini Mas kecepatan omset
kami itu cukup luar biasa. Ketika di
merger awal itu kan paling cuman R800
sampai R00 juta. Saya gak tahu pokoknya
wis coba ya tak terapkan. Saya tuh
kecualian kepengin omset 1 M aja per
bulan. Alhamdulillah sekarang sama Allah
diberikan bisa sampai dua kali lipat.
Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Nama saya Deni Lukman. Saya
founder dari Madani Distribusi, Madani
Grosir Snack dan Toko Tenang. Saat ini
kami bergerak di bidang FMCG, Mas. Eh,
utamanya FMCG itu fast moving consumer
good, pendistribusian produk-produk
FMCigi di area Kabupaten Pacitan dan
juga ee toko ya, toko retail grosir
seperti itu. Kalau tokonya ya, Mas ya,
berdirinya itu sudah lama Mas, cuman
saya handling-nya secara langsung itu
mulai bulan Januari 2025 ini dikarenakan
jadi gini, sebelumnya itu kan saya murni
hanya dimadani distribusi. Jadi untuk
mendistribusikan produk-produk itu, Mas.
Jadi yang ya orang lapangan lah, Mas.
Kan basic saya itu sales, Mas. Jadi dari
dulu ee saya kerja di perusahaan
multinasional kurang lebih saya di FMCG
itu 16 tahun. Habis itu saya mendirikan
perusahaan sendiri maden distribusi itu.
Nah, itu untuk mendistribusikan
produk-produk yang dari pabrik untuk
bisa terdistribusi di Pacitan kayak
gitu, Mas. Setelah itu saya e buka
Madani Grosir Snack itu untuk yang
online karena saya melihat ada potensi
nih di online dan Pacitan ini kan ee
kota kecil di Jawa Timur ya. Jadi kalau
mau mengembangkan kita harus keluar. Di
sisi lain saya enjoy di sini. Nah, jadi
caranya untuk mengeluarkan produk-produk
kami ya lewat online seperti itu. Dan
ternyata memang digital itu kan penting
untuk saat ini ee digitalisasi entah
apapun itu usahanya. Kalau pakai digital
itu scale up-nya lebih cepat. Di toko
ini semula kan dikerjakan oleh kakak
saya. Habis itu di tahun ini kita ee
merger Mas. Jadi satu kita melihat
potensi yang nanti bisa kita kembangkan
dan saya bisa kembangkan di toko dan
lain sebagainya. ini kalau jadi satu
akan besar kayak gitu lah.
Alhamdulillahnya di tahun 2025 ini
kenaikan omset kita setelah toko saya
digitalisasi dan lain sebagainya untuk
promosi timnya kita e benar-benar
handling ya dalam artian SDM itu yang
semula tidak ada SOP kita berikan SOP di
toko dan lain karena penyakitnya toko
retail ya toko retail grosir pokoknya
toko yang konvensional itu ada di SOP
karyawan Mas jadi karyawan itu biasanya
suka-suka l maksudnya gitu apalagi kalau
di kota kecil kayak gini kita karena ee
ras rasa sungkan atau gimananya tinggi
ewuh pekeewuhnya gitu loh, Mas. Nah, itu
yang membuat karyawan itu kadang ya wis
pokoknya kerja gitu aja.
Saya itu lahir di Madiun cuman 2012
datang di Pacitan kerja jadi sales itu
tadi yang di perusahaan multinasional.
Saya kerja di Garuda Food, Mas. Ee
setelah itu saya ditempatkan di Pacitan
karena saya yang masih bujang waktu itu.
Wah, itu cuman dibekali nama toko gitu
aja suruh nyari ya. Alhamdulillah Mas
ketemu Mas gak tersesat di gunung-gunung
kayak gitu. Setelah itu 2014 saya nikah
dapat orang Pacitan. Jadi saya lulus di
SMKN 1 Madiun itu dulu jurusannya
otomotif Mas. Mekanik otomotif. Dulunya
orang bengkel. pernah juga kerja di
bengkel di dealer itu. Cuman mungkin
passion-nya aja ya, passion-nya ndak
kebentuk waktu itu. Nah, akhirnya saya
itu senang ngobrol, senang ee ya kalau
orang motor itu kan touring dan lain
sebagainya gitu loh, Mas. Jadi dari apa
ya berkendara lah intinya gitu itu
senang lah dapat kesempatan di Garuda
Food ini jadi sales. Saya ndak tahu ndak
paham awalnya sales itu seperti apa. Nah
akhirnya terjun jadi sales pokoknya naik
motor ya toh keliling-keliling happy.
Jadi happy-nya dulu Mas yang penting
senang dulu. Pekerjaan nomor dua waktu
itu ya namanya anak muda ya senang dulu
was motoran ke mana? Ke Ngawi, Magetan
dan lain sebag setiap hari. Happy Mas
enjoy. Habis itu mulai cari nih caranya.
Oh, ternyata ngobrol sama orang itu ada
tekniknya. Itu semua kan dilatih semua
waktu itu. Caranya seperti ini, closing
dengan ee toko dan lain sebagainya. Itu
waktu dulu itu ya dari nol ya. Cuman
alhamdulillahnya itu kenapa saya bisa
agak lebih cepat? Karena ketika di umur
23 tahun itu saya waktu diolling di
Pacitan ini semula jadi sales akhirnya
saya jadi supervisor di Kabupaten
Pacitan untuk handling salah satu
distributor ee rekanan dari Garuda Food
lah. Biasanya penyakitnya paraseles itu
disuruh untuk di-challenge ke naik ke
tingkat berikutnya itu gak mau. Nah,
kalau saya gak tahu ya apa memang
orangnya ee gimana, tapi saya tuh ada
tantangan dari supervisor yang lama itu
ngomong kalau kamu ini bisa ini jadi
supervisor untuk handling kayak gini
tapi harus dites dan lain sebagainya.
Alhamdulillah ketika tes terus habis itu
ya dapat kesempatan tak ambil gitu aja.
Jadi saya tuh jarang mikir pokoknya ada
kesempatan sambil ada peluang kita sikat
gitu aja. Wies, ada perasaan itu rasa
khawatir ini nanti peluang gak datang
dua kali. Walaupun kalau kita punya
mindset yang bagus, peluang itu datang
berkali-kali sebenarnya. Nah, tetapi
kalau kita ndak segera ngambil atau
nangkap momen itu ya bisa hilang ya.
Alhamdulillah Mas di sales itu ee
memberikan saya banyak apa ya banyak
ilmulah. Banyak ilmu, banyak manfaat
dari ee marketing, sisi marketing, dari
sisi leadership juga. Terus habis itu
untuk ee pengelolaan SDM, manajemen
inventory dan lain sebagainya itu waktu
di Garuda Fut itu kan hampir semuanya
diberikan kayak gitu. Hanya saja memang
belum ee terlalu maksimal kalau kita
terjun sebagai pengusaha.
Nah, ketika terjun dari pengusaha itu
semua ilmu kepakai, Mas. Tetapi ya
namanya juga pengusaha Mas kadang ada di
atas kadang di bawah. Nah, ternyata
setelah kita jalankan ya tidak semudah
itu. Tidak semudah itu. Ternyata
pengusaha itu butuh kekuatan ekstra
lagi, butuh mindset yang lebih kuat
lagi.
Jadi gini, Mas. Saya mikir saya itu dari
dulu kan tetap di dunia sales ini ya, di
FMCG lah, di dunia retail seperti ini.
Kalau saya mau terjun di dunia lain itu
saya mengawali dari nol lagi, makanya
ketika saya kok pengin jadi pengusaha
retail atau pengusaha distribusi ini ya
karena saya yang saya bisa itu gitu aja
dulu itu saya bisa itu dan memang pada
waktu itu rasa ingin bermanfaat itu
cukup tinggi. Kalau saya cuman jadi
supervisor itu kelihatannya masih kurang
gitu loh, Mas. Dalam hati saya kok aku
kok pengin sih pengin bermanfaat dari
sisi lain yaitu punya karyawan.
Bayangkan kalau waktu awal itu kan saya
cuman saya nyupir sendiri sales
canvasing sama helper saya Mas ya.
Sampai sekarang itu helper saya karyawan
saya itu sampai sekarang ikut saya. Jadi
sudah bertahun-tahun. Jadi
alhamdulillahnya masih seti lah menemani
saya. Jadi saya mikir kalau ini waktu
itu dia bujangan, saya ngasih cuman
rezeki di satu orang. Ketika dia sudah
nikah jadi dua. Alhamdulillah saya
bermanfaat untuk dua orang, Mas. Eh,
sekarang punya anak satu perempuan jadi
tiga. Oh, padahal sumbernya dari satu di
perusahaan ini. Jadi saya mikirnya itu
kalau satu karyawan, alhamdulillah
sekarang sudah 24an karyawan. Jadi itu
kan lebih banyak lagi. Bukan 24 orang,
Mas. Tapi orang di belakangnya itu kan
banyak yang merasakan e dampak dari atas
apa yang saya lakukan gitu loh. Jadi
rasa rasa yang seperti itu tuh timbul
karena ya ingin lebih bermanfaat aja.
Dari situ karena saya itu sering ngobrol
sama yang Pareto-pareto itu toko-toko
besar itu banyak eh inset yang saya
dapatkan. Salah satunya ee mindset
gimana menjadi pengusaha. Karena mereka
mungkin ya melihat kowe iki jane iso
buka toko dewe atau buka usaha dewe kan
gitu. Waktu itu masih ragu-ragu lah dan
lain sebagainya. Tapi alhamdulillah
seiring berjalannya waktu atas izin
Allah saya bisa mendirikan madani
distribusi kayak gitu ya. Kalau terkait
untuk toko tenang dulu ya tetap harga
yang paling murah Mas
ya. Sebisa mungkin harga yang paling
murah jual yang paling murah Mas kayak
gitu. Jadi biar apa ya kita tahulah
persaingan toko itu saat ini kan cukup
kuat banget kan. Apalagi kalau di bidang
FMCG ini, bidang retail ini
banting-bantingan harga itu luar biasa
Mas. Jadi harga sudah murah dimurahkan
lagi, murahkan lagi. Apalagi sekarang
banyak pemain-pemain muda.
Mereka itu kadang gak mikir, Mas yang
penting untung Rp1.000, untung R.000,
R.000 wis gas gitu aja. Padahal di balik
itu keuntungan itu kan nanti dibagi
lagi, diolah lagi, dan lain sebagainya.
Mereka tidak mikir ee cash flow ini
gimana caranya, neraca keuangannya
gimana. Biasanya mereka gak orang yang
sering banting-bantingan harga itu kayak
gitu, Mas. Tipikal orang-orang seperti
itu. Apalagi baru lulus jadi sales ya
saya ngomongnya lulus ya jadi sales dia
langsung gerak agresif w cari nama dan
lain sebagainya. Ya kalau lanjut ya
alhamdulillah ya. Tapi kan semua atas
izin Allah. Nah, dari awal buka saya itu
dan kakak saya memang kita gak pakai
uang bank Mas. Jadi kita dari awal saya
itu sudah ee memegang ee alhamdulillah
mendapatkan ilmu bahwasanya ee kita itu
dilarang pakai riba, memakai hutang
bank. Kalau hutang ke supplier dan lain
sebagainya atau hutang berbentuk
baranglah yang penting akadnya jelas,
semuanya jelas ya itu pasti ada dan lain
sebagainya. Nah, tetapi kalau untuk ee
ranah riba, bank, dan lain sebag kita
benar-benar mewanti-wanti itu gak sampai
kita lakukan.
Bisnis retail itu kan keuntungannya kan
ee Rp500.000
lah katakanlah seperti itu. 5% 10%
jarang sampai 15 sampai 20% tuh ada tapi
jarang. Kalau dari awal saya berpikir ya
saya memiliki mindset usaha itu harus
tang bank baru punya duit. Mungkin
hutang saya sekarang puluhan miliar,
Mas, kalau saya memiliki mindset itu dan
gak akan bebas saya hutang. Pasti
hutang, hutang, hutang, hutang terus
kayak gitu lah. Saya pakai mindset dulu.
Saya benerin mindset saya bahwasanya
modal itu tidak didapat hanya dari
hutang bank. Banyak cara, Mas. Di Islam
kita diberitahukan caranya, akad-akadnya
kita dikasih tahu kalau kita mau
belajar, Mas. Ya kan? Ada akad
mudarabah, murabah, dan lain sebagainya.
Itu bisa, Mas. di awal karena saya
memiliki koneksi ya dari luar Pacitan
untuk membangun distribusi ini. Banyak
teman-teman di luaran itu yang di
pabrik, yang di supplier,
princiipal-prinsip besar itu kan ingin
kebutuhan produknya terdistribusi di
Pacitan. Dari situ ee saya punya nih
database, saya punya database, toko saya
dan lain sebagainya. Saya punya tim,
saya punya ee kendaraan operasional dan
lain sebagainya. Akhirnya kita dapat
barang, Mas. dapat barang, diutangi
barang, terus kita mendistribusikan
hasilnya. Ini yang benar-benar kita
maksimalkan, Mas. Makanya sampai
sekarang saya yus gini-gini aja dalam
artian gaya hidup, Mas. Tapi kalau untuk
bisnis pengembangan dan lain sebagainya,
jadi uang yang datang itu benar-benar
kita putterin lagi ke bisnis lagi
semaksimal mungkin. Kayak gitu, Mas.
Dengan seperti itu, kita menekan gaya
hidup, kita menekan rasa ingin tampil.
maksudnya rasa ingin terlihat di tempat
orang lain atau mungkin kalau wah orang
sudah punya distributor mobilnya banyak
e rumahnya di mana dan lain sebagainya
ya kita gak melakukan itu Mas. Kita
sambil biasa-biasa saja yang penting
cukup kita bersyukur sudah beres. Nah
uangnya itu yang datang kita
putterin-puterin lagi. Akhirnya buat
kulak lagi nambah barang lagi tambah
karyawan, tambah besar-besar. Dan
alhamdulillahnya bisa dibilang kita
modalnya kecil banget. Kalau kita
ngomong gak pakai modal ndak mungkinlah
modal R0 gak mungkin tetap pakai modal.
Tapi di tahun-tahun awal itu baru 2
bulan ya 1 bulan awal itu saya itu sudah
bisa ngomset Rp100 juta dengan modal
yang gak sampai 10% dari itu. Dari
distribusi saja loh, Mas. Itu untuk saya
sendiri. Maksud saya di awalnya kan saya
di distribusinya ini kan kayak gitu.
Jadi R juta pertama itu ternyata bisa
didapat dalam waktu 1 bulan. Kalau kita
siap, Mas. Kalau kita siap kita
benar-benar memetakan strategi kita. itu
untuk pemula seperti itu lah.
Alhamdulillah setelah sekian tahun
berjalan kita flat di angka ee R500 juta
yang didistribusinya
yang melatar belakangi ee sekarang
menjadi satu grup ya
ee saya dan kakak saya buat CV baru
namanya e CV Teman Den Bagus Berkah itu
untuk menaungi ya menaungi madani
distribusi, madani grosir snack dan toko
tenang. Karena saya melihat tiga divisi
bisnis ini bisa dikembangkan. Itu dulu
yang pertama. Yang selanjutnya saya
melihat sampai tahun 2024 ya akhir toko
itu dikelola kakak saya itu pakai
manual, Mas. Di usia sekarang hampir
memasuki 50 tahun manual bisa kebayang
kalau omsetnya itu per bulan katakanlah
R500 juta. Itu kan banyak loh, Mas.
Pembeli dan lain sebagainya itu yang
datang seperti itu manual semua. Itu
cuapeknya luar biasa. Saya gak mampu
manual itu dalam artian orangnya datang
dilayani. He
untuk cetak fakturnya itu biasa tulisan
tangan kertas ya kertas sobekan kertas
huram seperti itu satu persatu ditotal
pakai kalkulator itu dilakukan
bertahun-tahun. Nah saya kan bilang Mas
ini sudah waktunya didigitalisasi
minimal komputer dikomputerisasi dan
lain sebagainya. Nah waktu itu beliau
masih ee belum berkenan ya wislah gini
dulu gini dulu. Akhirnya ee suatu ketika
momen beliau bilang, "Yo wis ee ini lek
kamu mau membuat ini lebih mudah lagi ya
untuk komputerisasi dan lain
sebagainya." Karena Mas itu bukan
apa-apa saya melihat beliau itu capek
gitu loh yang diurusi banyak masih
ngurusin toko dengan manual itu
pikirannya itu banyak banget gitu loh.
Saya tuh kok gak tega hati gitu loh.
Harus dikomputerisasi biar orang lain
lagi yang mengatur misal kasir atau
siapa dan lain sebagainya ada kepala
tokonya dan lain sebagainya. ini biar
beliau itu agak ringan gitu loh, agak
ringan dari sisi pekerjaannya. Toh toko
juga sudah jalan gitu loh, Mas. Walaupun
waktu itu belum sebesar saat ini. Ketika
beliau mau, "Ya wis ini dikomputerisasi
tapi y harus ada kamu di sini kan gitu
toh, Mas." Loh, saya yo mikir, Mas. Saya
itu sehari-hari di jalanan kan gitu, kok
harus stay dan lain sebagainya melayani
pelanggan gini ya senang-senang aja sih.
Tapi saya mikirnya kalau saya nanti bisa
atau gak atau bagaimana dan lain
sebagainya ini kan harus harus
dipikirkan gitu loh, Mas. harus
distrategikan, ditulis secara matang
biar ini jalan tanpa gesekan. Walaupun
kita tahulah kalau namanya ee dua
matahari kembar ya yang mengelola suatu
perusahaan itu pasti nanti ada yang
sinarnya lebih terang, ada sinarnya
lebih redup dan lain sebagainya. Nah,
tetapi ini saya itu berusaha bagaimana
caranya ini tetap bisa sama jalan beliau
bisa lebih waktunya akan lebih longgar
lagi
memasuki nanti usia 50 tahun ke atas
bisa lebih tenang lagi, lebih nyaman
lagi menikmati setiap kehidupannya lebih
bisa bermanfaat. Rasa-rasa ini yang
membuat saya menjadi lebih kuat ya untuk
ya wes oke kita bergabung jadi satu toko
saya handling jadi untuk SDM-nya
manpower terus habis itu SOP toko untuk
komputerisasi digitalisasi dan lain
sebagainya ini saya garap semuanya mulai
masuk medsos kita pakai TikTok
ya ketika kita pakai marketplace dan
lain sebagainya saya lebih cenderung ke
digitalisasinya tapi kakak saya ini
tetap support saya karena tanpa
support dia saya wis yo gak bisa, Mas,
anak muda. Jadi beliau itu supportnya ke
saya luar biasa ya. Kakak itu sangat
berjasa sama saya itu banyak hal Mas.
Kondisi waktu itu yang saya ingat itu
kan saya itu pernah namanya baru usaha,
Mas ya. Distribusi baru usaha mungkin
salah perhitungan karena belum belajar
terlalu detail ya, gak punya mentor dan
lain sebagainya. Itu kondisi saya punya
hutang itu hampir 1 M, Mas. Dalam bentuk
barang, Mas. Hutang itu R jutaan. Saya
juga bingung gimana caranya bayar karena
saya tu benar-benar berpegang teguh,
saya gak boleh pakai riba. Sebisa
mungkin saya gak boleh pakai riba. Itu
ditagih di anu bahkan istri saya waktu
itu ditagih sama supplier teriak-teriak
di depan di rumah kami di ruang tamu itu
teriak-teriak sampai waktu itu saya ke
lapangan Mas. Saya ke lapangan di lorok.
Ingat betul saya itu saya mau pulang
kondisi kurang lebih kan hampir 1 jam
kan dari lorok ke Pacitan Kota Dia itu
kayak buru-buru gitu loh Mas. Memang
kondisi lagi drop. Uang istri itu
tinggal mungkin Rp1.500-an lah waktu
itu. Orangnya datang pokoknya harus ada
pembayaran dan lain sebagainya. Sama
istri sisa uang terakhir itu dikasihkan
gitu aja, Mas. Dikasihkan biar ya dia
ndak ndak mengintimidasi. Saya segera
pulang untuk bisa negosiasi lagi terkait
masalah hutang dan lain sebagainya. Tapi
beliaunya sudah gak mau. Tapi saya
kasihan sama istri saya, Masak itu dia
harus ikut nanggung beban apa yang saya
perbuat. Karena usaha ini membuat saya
banyak hal lah yang membuat istri saya
itu ya jarang ada wanita yang bisa
mendampingi pas kondisi suaminya
benar-benar terpuruk gitu, Mas. Ya,
waktu itu ya memang hutang sebanyak itu
ya kita berdua itu kayak blank itu aja.
Kakak saya itu datang juga bantu dari
sisi nasehat menguatkan saya sama istri
bahasanya to tenang ae api wis diatur
resing kuoso kak bakalan sing penting de
kudu taat rajin ibadah ora melakukan
maksiat ojo sampai kenekan riba dan lain
sebagainya karena Allah itu membenci
orang yang makan riba orang yang
mengambil riba Allah sangat membenci
kata Allah mengumumkan perang dengan
orang yang makan riba itu Mas jadi aku
waktu itu yo pengin mas koy-koyo wis
sopo tak tangan ae ya wong yo pekerjaan
enek aset enek tak entang biar untuk
nutup terus saya tak ngapain begitu cuma
itu gak saya lakukan karena ya ini nanti
kalau saya masuk ke ranah itu justru
akan jauh lebih buruk lagi di saya di
keluarga saya yakin itu Mas saya yakin
makanya saya gak berani banget
berhubungan dengan rib Mas
istri saya itu dampingi saya itu mungkin
banyak susahnya lah. Saya sama istri
menyembunyikan semua masalah kita itu
dari orang tua. Jadi, seolah semuanya
baik-baik saja gitu, Mas. Biar orang tua
juga enggak mau mikir istri saya belum
banyak menikmati apa yang seharusnya dia
nikmatin gitu. Dia mau dampingin saya,
dia tetap setia sama saya. Dia
menguatkan saya dari segala sisi, Mas.
Entah itu dari sisi hubungan, dari sisi
agama, dan lain sebagainya. Makanya saya
tuh ya saat ini gimana caranya berusaha
saya punya bisnis ini buat bagaiin
terutama di keluarga lah, terutama di
istri. sama anak itu saya prioritaskan
orang tua, habis itu ee saudara sekitar
dan lain sebagainya kayak gitu, Mas.
Jadi kalau bisa dibilang jasa istri
kepada saya itu apa? Banyak, Mas. Saya
kalau nyebutin satu persatu yo banget.
Kalaupun waktu itu istri saya
meninggalkan saya pun mungkin rasanya
dia tidak salah, Mas. Dia tidak keliru
karena memang eh saya gitu loh. Memang
semua aktornya saya, semua yang membuat
keputusan saya dan saya yang harus
tanggung jawab. Tapi alhamdulillah dia
masih menemani saya, masih setia dengan
saya dan lain sebagainya. Jadi ya kayak
gimana ya, Wis pasang badan gitu loh,
Mas. Maksudnya yo wis pokoke aku karo
kowe ii senenge ora ming pas seneng tok
gitu. Jadi yo wis susah seneng ayo
bareng ngono lah kayak gitu. Jadi ya
alhamdulillah momen-momen itu kita
lewati dan saya juga ngomong sama istri
waktu kita lagi jatuh wis to terakhir
saya nak bakalan membuat membuat hal
yang nantinya akan berdampak buruk untuk
perusahaan untuk keluarga dan lain
sebagainya. Aku harus lebih matang lah.
Untuk cara ngelunasin hutang ini saya
negosiasi ulang. Saya berkomunikasi,
saya negosiasi, saya menjual semua aset
saya, Mas. Yang bisa saya jual, saya
jual. Saya nak mikir tanah, kendaraan,
perhiasan, itu sudah terlebih dahulu.
Itu istri saya gak pakai apa-apa, Mas.
Habis semuanya, Mas. Ya, alhamdulillah
dia itu dulu sempat nabung kan emas dan
lain sebagainya itu sempat nabung.
Akhirnya habis jual buat bayar hutang
gak tersisa. Mas, kenapa saya bisa dapat
pelajaran lah, pelajaran berharga bahwa
saya harus menanggung beban hutang
sebegitu besar itu karena murni
kesalahan saya sendiri terlalu percaya
dengan orang lain, habis itu ee tidak
mendelegasikan tim sebagaimana mestinya.
Ee saya tidak ya tidak dari sisi
administratifnya kurang ee baik, kurang
bagus. Itu yang membuat semuanya
tiba-tiba kok loh saya punya hutang
segini gitu. Jadi ada ya uang yang
nyantol ke toko, ada stok yang lost. itu
terjadi, Mas. Di hampir semua bisnis
retail saya yakin pasti ada lost stock.
Qadarullah lost stock saya itu besar
gitu loh. Makanya harus segera keluar
kayak gitu. Akhirnya sekarang saya
memanajemen gimana caranya stok opnam
itu harus bisa setiap hari. Harus bisa
update mas di toko entah di di gudang
harus setiap hari memanfaatkan jam-jam
yang memang kondisi traffic lagi sepi
kayak kayak gitu. Jadi jam .00 sampai
jam .00 saat gitu kita coba stok urus
itu komputerisasinya kita lebih ee
perketat lagi dan lain sebagainya.
Alhamdulillah ya sudah setelah itu
semuanya sudah sudah bisa dibilang sudah
beres semuanya. Jadi gini kalau kita
berniat memang benar-benar harus
ngelunasi hutang Mas Allah itu pasti
akan mendatangkan rezeki dari arah yang
tidak disangka-sangka. Itu jelas Mas.
Yang penting kita niat melunasi loh Mas.
Kita ndak niat untuk ngemplang loh. Jadi
kita niat melunasi giman pun caranya itu
ada aja jalannya Mas. Di tahun ini, Mas,
kecepatan omset kami itu cukup luar
biasa. Ketika dimerger awal itu kan
paling cuman 800 sampai R00 juta.
Sekarang itu waktu itu saya ya saya kan
dapat ilmu juga dari TDA itu mindset,
Mas. Mindset. Kamu pengin mindsetnya
orang-orang sukses itu dikatakan seperti
ini seperti seperti ya udah saya gak
tahu. Pokoknya wis coba ya tak terapkan.
Saya tuh kecualian kepengin omset 1 M
aja per bulan. Alhamdulillah sekarang
sama Allah diberikan bisa sampai dua
kali lipat. Itu dalam jarak waktu
mungkin berapa bulan aja di tahun ini
setelah merger itu setelah saya
memaksimalkan potensi toko, potensi tim
ini saya maksimalkan dengan online-nya
yang saya kuatkan lagi, saya perkuat
lagi itu bisa dan online itu Mas saya
memaksimalkan jaringan database yang ada
di lokal Pacitan. retail bisa
di-onlinekan, Mas. Itu yang banyak orang
gak tahu, Mas.
Gini, Mas. Karena ya tadi saya bilang
dulu kan konvensional
dulu toko retail kami itu konvensional
banget. Ketika kita punya strategi
online ini strateginya tidak langsung
masuk di marketplace loh, Mas. Tetapi
online-nya memang online yang untuk
dipasarkan di lokal. Kita gak usah
muluk-muluk harus ke seluruh Indonesia.
Tidak. Di lokal aja dulu, Mas. kita
maksimalkan apakah benar orang lokal itu
sudah tahu keberadaan toko itu aja wis
minimal 5 kilo radius 5 kilo itu lah
caranya gimana ya pakai database Mas
kita cari database WA warga-warga
mungkin masuk ke grup-grup jual beli
online dan lain sebagainya masuk ke
Facebook mulai aktif di media sosial
buat konten-konten yang bisa menarik
pelanggan itu. saya ee ngumpulin yang
satu grup itu yang memang saya bentuk
sendiri di luar grupnya kakak saya tadi
itu sekarang dalam waktu 3 bulan itu
satu grup sudah full 1000 berapa ratus
itu yang untuk satu WA itu sudah full
1000-an reseller sudah masuk di situ.
Itu kita ngambil 10%-nya aja mereka
belanja mungkin per hari ya Rp20.000
gitu. Sudah, Mas. Dari konversi itu aja
kita sudah bisa. Itu belum di TikTok. Di
TikTok kalau kita bisa buat video FYP,
woh enak. Alhamdulillah kita punya
settingan strategi di TikTok dan untuk
memaksimalkan toko itu di bulan Mei ya.
bulan Mei itu baru kita maksimalkan ya
TikTok-nya kita buat konten terus habis
itu kita e langkah-langkah e gimana
caranya untuk ee membuat video viral,
gimana caranya untuk dikenal dan lain
sebagainya lewat media sosial. Kita
praktikkan satu persatu di tim kita yang
memang khusus di online ini.
Alhamdulillah dalam jangka 1 bulan salah
satu tayangan video saya itu hampir ada
yang 500.000 R000 views itu yang membuat
titik balik toko dikenal banyak orang.
Jadi setelah dari itu setiap hari itu
pelanggan baru datang terus, Mas. Jadi
kalau kondisi tokonya waktu itu
layout-nya kita perbaiki, Mas. Layout
toko kita perbaiki. Bagaimana caranya
konsumen yang datang itu nanti nyaman?
Nyamannya orang kan beda-beda, Mas.
Kalau mau semuanya dibuat nyaman itu
tentu tidak bisa ya. Semampu kita. Kita
bisa memperbaiki toko, kita pakai
rak-rak, kita tata produknya dan lain
sebagainya. kita buat promosi yang
menarik di toko, kita ee karyawan toko
kita brief satu persatu gimana caranya
melayani pelanggan dan lain sebagainya.
Karyawan online kita harus tahu gimana
cara buat konten yang benar. Dari situ
perlahan-perlahan alhamdulillah Allah
mendatangkan rezeki dari viralnya satu
konten ini meledak dan setiap hari
sekarang itu orang baru itu banyak terus
datang ke toko kami, Mas.
Strategi sayur murah itu idenya dari
kakak saya, tapi eksekutornya kami, Mas.
Jadi dia e beliau dapat sayur nih. Kalau
saya kan lebih ke FMC ke snack-nya.
Nah, jadi beliau itu buah dulu toko itu
memang snack itu juara, Mas. Seiring
berjalannya waktu ee waktu COVID itu
mulai berpindah ke buah, sekarang mau
merambah di sayur. Karena kita melihat
pasar sayur di Pacitan ini kan harga
cukup ee tinggi kan karena semua impor
dari luar daerah semua. Nah,
alhamdulillah kita dapat harga sayur itu
murah. Nah, kakak saya nyuruh saya coba
survei ee beli sayur ini di mana gini
saya sama istri berangkat survei keluar
kota nyari nih sayur harga sekian sekian
sekian plek ayo kita main sayur. Itu
idenya dari beliau kita buat oke ya wis
ini tim konten kita duduk bareng kita
meetingkan ini sayur ini gimana caranya
konten bisa meledak ah ketemulah
Rp15.000 satu kresek gitu Mas. Jadi
belanja sayur bebas berapapun satu
kresek mau sedikit mau banyak bayarnya
cuma Rp15.000. Itu memang kita budgetkan
ya. Memang kita budgetkan untuk promosi.
Jadi gimana caranya orang mengenal nih
toko. Dari situ Mas akhirnya viral orang
jadi tahu bahwasanya toko kami itu gak
hanya jual snack hajat dan juga buah
tapi juga sayur. Seperti itu. Akhirnya
sayur kita bisa viral ke mana-mana ya.
kita jualan sayur yang memang murah
dengan kualitasnya yang bagus loh, Mas.
Bukan sayur murah terus ee ngawur gitu
nak. Nak sayur BS, sayur fresh semua,
Mas. Itu iya Mas. Jadi impactnya ketika
kita buat sayur murah ya grand opening
kita banyak teman-teman saya loh opo
buka toko neh kan gitu buka cabang ning
i padahal gak ya tetap sama ya kita
bahasakan grand opening kita buka di
situ kita setting sedemikian rupa kita
kontenkan dan kita sebarkan viral di
sayur naik mas ternyata orang datang
yang semula mau beli sayur itu beli buah
sekalian sehabis itu kalau ada yang mau
hajatan dan lain sebagainya pas datang
tahu di situ ada buah ada sayur juga
beli buah dan sayur. Jadi ini kena
semua, Mas. Orang yang beli sayur atau
beli buah pas waktu ada anaknya ngajak
anaknya dan oh ada snack-snack di situ.
Beli snack juga. Alhamdulillah semuanya
sekarang bisa mengekor kayak gitu. Saya
mikirnya sekarang kan kita juga e live
ya di TikTok, di Shopee juga
itu untuk mengeluarkan produk kita yang
keluar. Di sisi itu dengan live-nya
TikTok kita terus-terusan ya kita setiap
hari kita live itu algoritma secara
TikTok itu kan menyebar. Akhirnya
orang-orang itu tahu Mas tahu oh di ada
nama toko tenang ada madani Grosir
Snack. Woh ini di mana tempatnya? Mereka
mencari tahu Mas. Mereka sudah aware
dengan ini. Mereka mencari tahu oh di
mana. Biar apa? Biar mereka setelah
mereka tahu mereka action melakukan
pembelian di toko kita, Mas. Nah,
makanya ketika saya lihat, oh ini live
ini harus terus dipertahankan, konten
ini harus terus digali. Karena sekarang
itu emak-emak milenial ya sama Genzy
mereka itu harus tahu dari handphone
dulu baru datang, Mas. Kalau dulu kan
dari informasi simpang siur, habis itu
datang baru beli. Kalau sekarang kita
memberikan pelayanan, mereka cukup di
rumah aja, Mas. Mereka cukup di rumah
lihat konten kita, mereka e chat di
admin kita barang sudah datang di depan
rumahnya. Lebih enak, lebih praktis.
Nah, toko retail itu sekarang job barang
yang pakai itu. Mereka kalau tidak
segera berkembang ke ranah digital,
ranah online terutama ya. Dan online-nya
ini bukan online yang ribet loh. Ini
online lewat WA loh, lewat TikTok, lewat
Instagram. Ini semua gratis kok. Yang
mahal kan cuman ilmunya. Iya kan? Yang
gimana caranya dapat tahunya kok bisa
gitu? Tapi selebihnya semuanya gratis,
Mas. Semuanya gratis. Tinggal kita
maintain aja gimana caranya database ini
tetap jadi pelanggan yang loyal dan
setia. Nah, setelah ini dapat mereka di
kita berikan kemudahan untuk berbelanja,
kenyamanan berbelanja. Ya sudah, harga
itu sudah nomor sekian, Mas. Jadi kita
gak perlu hancur-hancuran harga, kita
gak perlu rusak-rusakan harga karena itu
gak bertahan lama, Mas. Kita bisa jual
harga murah. kita punya kompetitor akan
jauh lebih banyak, punya musuh lebih
banyak. Karena apa? Kita pasti didoakan
yang buruk-buruk sama mereka. Wah,
mateni rezeki kui. Wah, kui regone
ngerusaki ngene, wis nang bangkrut dan
lain sebagainya. Mereka pasti akan
bicara dengan kata-kata yang kotor. Lah,
itu kan jadi kayak afirmasi negatif juga
kan kalau kami dapat info kayak gitu.
Makanya kita jual dengan harga yang
biasa-biasa saja, yang standar-standar
saja, yang kita rasa kita sudah cukup
untung, orang lain juga bisa merasakan
keuntungannya. orang yang beli tidak
merasakan kemahalan. Sudah wis dari situ
oke semua sama-sama setuju. Harganya
terbentuk, Mas.
Ee kejadian kenapa toko ini perlu
di-onlinek-an ee lebih maksimal lagi,
Mas ya? Karena saya melihat, Mas, saya
melihat peluang online itu ee besar.
Habis itu kompetitor-kompetitor lain di
kota-kota lain sudah masuk online lah.
Saya kalau ndak segera mengikuti ini
ketinggalan, Mas. akan ketinggalan lah.
Kalau saya ketinggalan, tujuan awal kami
tidak bisa ee maksimal untuk membesarkan
perusahaan untuk t merger ketika ini
jadi satu dan lain sebagainya. Gimana
caranya untuk lebih bermanfaat dan lain
sebagainya ini gak bisa maksimal, Mas.
Nah, akhirnya saya dapat ilmu gimana
caranya untuk mengembangkan bisnis
secara online, kita instal di toko dan
lain sebagainya bisa. Alhamdulillah
Allah memberikan kemudahan sekarang
tokoh kita dikenal e online kami cukup
baguslah di Pacitan yang dijual di
online itu kalau yang di TikTok sama di
Shopee itu kita jual minyak kayu putih,
Mas. Cuman minyak kayu putih aja.
Ternyata yang paling laku minyak kayu
putih. Saya itu juga kaget di luaran
sana minyak kayu putih kan juga banyak
ya. Tapi kenapa kok iso beli dari orang
Pacitan? Nah, itu saya juga kaget. Tapi
ya alhamdulillah mungkin Allah
memberikan rezeki itu tadi Mas. Ya, jadi
ya sudah kita jalani gitu aja. Itu yang
di TikTok. Kalau yang di toko lebih
cenderung ke snack ya. Snack-nya ini
tetap kita onlinek-an ya tetap ada yang
beli. Bahkan kita dapat pelanggan dari
luar kota itu untuk beli snack di kami
itu juga ada. Karena kita juga akhirnya
ngirim ke ee kota-kota tetangga sebelah
kayak gitu yang masih kita bisa kita
jangkau. Snack-snack yang memang kita
murah dan lain sebagainya bisa kita
kirim ke kota-kota terdekatlah dari
sini. kayak gitu, Mas.
Jadi terkait masalah gimana caranya
untuk menscale up SDM ya atau mungkin
karyawan, orang yang bekerja sama kita
itu tentunya tidak mudah, Mas. Karena
ini setiap hari itu ada aja, ada aja
masalahnya terkait masalah SDM ini, Mas.
Jadi mereka yang dulunya yang di toko ya
kita bahas di toko itu kalau yang
dulunya itu mereka kurang atau mungkin
mereka mendapatkan ee kurang mendapatkan
ilmu bagaimana caranya untuk bekerja
sesuai dengan aturan lah itu agak sulit
Mas apalagi kalau sudah lama apalagi
orang itu kalau sudah lama dibiarkan
tidak ada briefing tidak ada e bonding
bersama tidak ada reward and punishment
ya kan itu penting Mas. Mereka selama
ini ketika kerja cuman harus kerja aja
secara otak manusia, secara mindset
mereka ya cuman segitu gitu aja. Mereka
kurang melakukan ee hal-hal yang sesuai
dengan keinginan kita. Akhirnya kita
jadi emosi, Mas bawaannya. Jadi gini,
kalau orang yang lama-lama ya tipikal
orang lama bekerja dengan mereka susah
untuk di apa ya, injek lah materi-materi
baru, cara-cara baru, itu yang pertama
mereka lakukan pasti akan menolak, Mas.
Di kami juga sama, Mas juga gitu. Tapi
kita berikan pemahaman bahwasanya ini
terbaik loh. Ini cara yang terbaik agar
apa? Agar toko ini, agar perusahaan ini
long lasting jangka panjang. Kalian
tetap bisa bekerja, kita tetap bisa
berusaha bersama-sama tapi kita harus
melakukan hal-hal ini secara beriringan.
Makanya, Mas, untuk pendekatan pertama
kali saya itu terkait tentang agama,
Mas. Spiritualnya saya sentuh dulu, Mas.
Kalau ketika spiritual ini bisa jalan,
ini yang lainnya bisa ngikut. Mas, di
tempat kami itu salat ketika jam kerja
ya, subuh, zuhur, asar, magrib, isya.
Ini kan ada yang jaga semua. Karena
kalau waktu subuh pas waktu sayur lombok
datang itu kan karyawan sudah ada yang
datang walaupun cuma satu orang
menunggu. Nah, ini yo kita wajibkan juga
harus salat. Jadi lima waktu salat ini
di toko kami semua karyawan wajib salat
dan meninggalkan pekerjaannya. Mas,
tinggal fotoku ramai, Mas. Misal ada
promosi ramai dan lain sebagainya sudah
masuk azan zuhur ya sudah kita
tinggalkan, Mas. Yang laki-laki itu
wajib ke masjid Mas karena kita tidak
menyediakan musala di toko kita. Ada
tempat salat untuk perempuan gitu, Mas.
Untuk perempuan ada tempat salat di
toko, tetapi kalau laki-laki wajib ke
masjid. Bukan ditutup tokonya ya, tapi
pekerjaannya diselesaikan. Saat itu juga
langsung ke masjid bareng-bareng, Mas.
Kita salat di masjid. Setelah itu ya
balik lagi, balik lagi aktivitas seperti
biasa. Kalau awalnya mungkin pelanggan
ini akan apa ya akan merasa loh kok pas
waktu saya datang ya pas azan kok
ditinggal gitu kan mereka pasti akan
meras gimana. Tetapi kalau mereka muslim
mereka pasti akan paham oh ya ini waktu
salat. Dari situ aja kita berdoa ya sama
Allah biar ee si pelanggan itu ya dapat
apa hidayahnya dari Allah aja. Kita gak
punya daya dan kuasa apapun loh, Mas.
Saya buat konten sebagus apapun, konten
seviral apapun, harga semurah apapun,
kalau Allah tidak berkehendak untuk
mendatangkan pelanggan itu ke toko kita
ya gak ada pelanggan, Mas. Itu kami,
Mas.
Rasa khawatir kalau nanti barang itu
hilang diambil pelanggan dan lain
sebagainya pasti ada, Mas. Rasa lah ya.
Rasa itu pasti ada. Cuman kan kita
ikhtiar. Gimana caranya biar itu tidak
terjadi, Mas? Nah, jadi ketika waktu
salat laki-laki di masjid perempuannya
kan masih ada, Mas. Nah, jadi yang
perempuan ini menjaga di toko, melayani
semampunya. Semampunya setelah itu
laki-lakinya datang ke toko, balik
beraktivitas lagi, yang perempuan salat.
Jadi kita memanage itu, Mas. Memberikan
SOP ini jam sekian istirahatnya dan lain
sebagainya. Ini kita manage akhirnya
mereka terbentuk, Mas. Jadi tidak
ngawur, tidak hilang pleng terus habis
itu toko sepi ini lah. Pelanggan juga
bingung ini mana yang jaga gak ada kan
gitu gak Mas. Jadi tetap kita atur Mas
lah. Ini pentingnya manajemen SDM di
sini Mas. Ini hal kecil sepele tapi
dampaknya luar biasa. Selain salat kita
kan juga menerapkan membaca Al-Qur'an.
Jadi minimal ya 15 menit atau setengah
jam lah. Paling lama itu setengah jam
Mas. Tapi saya antara 15 sampai seteng
itu saya wajibkan mereka membaca
Al-Qur'an dan saya sendiri atau kakak
saya yang nyimaknya yang untuk
menyimaknya dan membetulkannya kami
sendiri. Kita bergantian ternyata Mas di
usia mereka yang saat ini itu tuh banyak
juga yang dalam tanda kutip buta huruf
di Al-Qur'an gitu loh. Jadi ada yang
tidak tahu Mas ya. Rata-rata kan
karyawan kami kan di yang Genzi yang di
online itu kan sampai kurang lebih 25-an
ke bawah. Terus habis itu yang yang
karyawan toko sudah ada yang ya 28an
tahun ke atas lah ya. Ada yang masih 19
20 itu masih ada. Tapi sebagian besar
karyawan di toko itu orang-orang lama
semua gitu lah. Saya menginstal orang
baru itu Genji. Kalau di luaran sana
orang Genji itu kan malas kan Mas ya.
Katanya pemalas dan lain sebagainya.
Menurut saya tidak juga Mas. Gen itu
bisa dijadikan mesin penggerak atau
pendorong di era digital seperti ini,
Mas. Hanya dikasih ruang dan dikasih
tempat. gimana caranya mereka
berekspresi seperti itu, Mas. Genz itu
power-nya luar biasa. Kalau kita bisa
memaksimalkan, Mas, alhamdulillah ketika
MGS itu Madani Grosir Snack itu kan
memang khusus online ya, Mas. Jadi
segala sesuatu yang berkaitan dengan
online yang garapkan mereka itu gaji
semua, Mas. Dari awal saya instal MGS
ini sampai sekarang gak ada yang keluar,
Mas. Ya, ada yang keluar itu buat
kuliah, bukan buat cari di kerja lain,
Mas. Kan ada orang ee Gensi 1 bulan
kerja, habis itu resign, 2 hari kerja
resign. Itu ada. Alhamdulillah mereka
itu tidak, Mas. Saya jadi curiga ini
Genzi apa bukan ya? Nanti gel milenial
ini yang menyusup ya. Tapi ternyata gak
ternyata apa? Kita bisa membentuk itu
semua dengan cara memberikan space, Mas,
buat mereka.
memberikan target yang jelas, memberikan
reward yang jelas, punishment yang tepat
kepada mereka, dan akhirnya mereka bisa
jalan on the track sesuai dengan kemauan
kita. Kayak gitu. Jadi, sisi spiritual
ini ketika kita sudah mulai ee ngeklik
ya, memfasilitasi untuk itu ya, kita
salat bareng, terus kita ngaji bareng di
situ. Saya gak muluk-mulu, Mas. Hanya
salat dan membaca Al-Qur'an saja dulu
untuk puasa, salat duha dan lain
sebagainya. Itu nanti dulu belakangan,
Mas. Ini dulu aja. Kalau mereka saja
sudah ini yang paling pokok utama ini
sudah oke, klik itu lainnya bisa
sendiri, Mas.
Bayangkan ee kita tahulah berapa
banyaknya pahala membaca satu huruf
Al-Qur'an. Kalau 15 menit itu kita bisa,
mereka bisa membaca melalui kita mosok
toh gak ada 20? Pasti lebih kan, Mas?
pasti lebih dikali berapa. Nah, itu Mas
yang mau saya kejar dan kakak saya
kejar. Gimana caranya perusahaan ini
hanya gak hanya mikir untung rugi aja,
tetapi juga mikir surga dan neraka gitu.
Kalau saya boleh menyampaikan itu untuk
para pebisnis muda lah terutama ya atau
yang baru mulai atau mungkin yang sudah
generasi milenial atau baby boomers itu
biasanya mereka ee terkotak sama
mindset, Mas. Jadi ketika mindsetnya ini
tidak bisa keluar ya keluar dari mindset
yang negatif, afirmasi yang dimiliki itu
negatif, ini akan sulit, Mas. Salah satu
contohnya pebisnis muda saat ini,
orang-orang muda terus ataupun
orang-orang yang ingin maju itu kan
mereka enggan. Enggan untuk belajar,
enggan untuk mencari tahu bagaimana
ilmunya, enggan untuk ee bersosialisasi
dengan orang yang lebih dahulu, enggan
berkomunitas dan lain sebagainya itu
akan ya terkotak di situ-situ saja. Dia
tidak akan bisa jauh melenting ke depan
kayak gitu. Jadi ee kalau orang sudah
mindsetnya sudah sebagai pengusaha,
mental bloknya sudah mulai hilang ya dia
sudah tidak memiliki mental blok.
Pokoknya semuanya bisa dikerjakan dan
tidak menerima saran-saran negatif itu
sudah mulai hilang di dirinya. Selain
ketenangan yang dia miliki, dia akan
menjadi pejuang untuk bisnisnya itu akan
jauh lebih effortnya lebih besar dan
hasilnya itu bisa dipastikan akan jauh
lebih baik selama kita melibatkan Allah
dan ketaatan kepada agama kita. Karena
semaksimal apapun ikhtiar kita, sebanyak
apapun ikhtiar kita, kalau kita tidak
mendekatkan diri kepada sang pemberi
rezeki Allah Subhanahu wa taala, ya mau
dapat dari mana? Apalagi kalau kita
sudah pakai riba, menyatakan perang.
Padahal Allah jelas-jelas Allah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan
riba. Itu aja masih ditentang. Mau
bagaimana? Mau bisnisnya lancar. Ya,
kalau dapat uang banyak ternyata
bisnisnya lancar dan lain sebagainya.
Itu kan istidraj, Mas. Bagian dari
hukuman Allah yang ada di dunia. Ketika
mereka sudah merasa oke, merasa semuanya
baik-baik saja, tiba-tiba Allah cabut
nyawanya, belum sempat bertobat dan lain
sebagainya. Nah, itu kita tidak mau,
Mas. Makanya di perusahaan kami ini
selain kita mikir bagaimana caranya
memberikan makan kepada diri kita, anak,
istri, dan keluarga, kita juga mikir
bagaimana caranya menghadapi nantinya
suatu kepastian yaitu kematian dengan
cara kita melakukan amalan-amalan yang
baik. Mulai dari toko, mulai dari
pekerjaan, mulai dari nanti di luar
lapangan bagaimana caranya keluar dari
kantor, dari gudang ini. Kita berdoa
dulu. Habis itu nanti gimana tim sales
ini? Saya punya mindset yang bagus hari
ini harus bawa omset sesuai dengan
target dan lain sebagainya. Ketika itu
sudah kita mantapkan, kita pastikan
Allah melihat ikhtiar kita dan gak
menutup kemungkinan Allah melihat
ikhtiar kita dan mengijabah doa-doa
kita, ya semuanya mudah gitu loh bagi
Allah. Semuanya mudah, semuanya akan
berjalan dengan tenang kayak gitu, Mas.
Jadi misal ada teman-teman yang mau
sharing, mau ngobrol terkait
permasalahan di bisnis retail,
distribusi online yang melibatkan toko
seperti ini bisa loh, Mas ee kita gabung
dengan komunitas yang saya ikuti itu TDA
ya, TDA di Pacitan. Nah, nanti bisa saya
akan cantumkan nomor saya. Nah, nanti
kita bisa berkomunikasi menjalin
hubungan gimana sih caranya bekerja itu
agar gak sendirian gitu loh, Mas.
Bekerja itu biar oh ada temannya. Karena
value-value ditedak itu bagus banget.
Jadi kita itu kadang merasa kalau kita
sendiri seolah-olah bisa, tapi kalau pas
waktu drop lah baru nyari orang lain
lah. Kenapa kok nak sebelum drop ya kita
cari orang-orang yang memang kita ee
bisa membantu kita untuk scale up jauh
lebih tinggi lagi.
Saya Deni Lukman dari CV Temaden Bagus
Berkah yang berlokasi di Pacitan. Terima
kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Yeah.