Tidak Perlu ke Kota, Usaha Kayu Ini Bisa Bikin Kaya & Hidupi Puluhan Pengangguran di Desa
cybaFhZG47Q • 2026-01-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Imah itu berbeda dengan UMKM lain. Kalau
UMKM lain biasanya masalah klasiknya
adalah mampu bikin produk susah jual
sampai minta tolong siapa gitu untuk
jualin gitu. Kalau Imah Kai itu
kebanjiran orderan Mas. Antrian itu
kadang sampai 40 harian lebih. Dan saya
saat ini sedang melakukan kerja sama
dengan salah satu perusahaan besar di
Amerika untuk menyuply good portable di
sana. Karena ternyata harganya jauh
banget, Mas. Kalau di sana itu
saya punya satu prinsip memandang semua
orang itu penting dimakai. Apapun
posisinya, siapapun dia itu penting.
Tapi jangan sampai pentingnya orang
tersebut mengganggu keberlangsungan Imak
Kai. Termasuk saya sebagai owner ketika
saya enggak ada di kantor, enggak ada di
workshop itu IMAK harus tetap
berlangsung juga. Sebaliknya, Imahkai
itu penting bagi tim, bagi saya, bagi
siapapun di Imahkai itu penting. Tapi
pentingnya Imahkai juga jangan sampai
mengganggu keberlangsungan kehidupan
dari masing-masing. Itu
Indonesia itu kan menurut data sekitar
84.000 desa. Kalau satu desa itu kita
asumsikan punya lima dusun atau lima
kampung sudah sekian ribu kan. Nah,
kalau setiap dusun itu punya satu UMKM
yang memiliki minimal atau sekitar 50
tenaga kerja, maka se-Indonesia akan ada
21 juta lapangan kerja dari UMKM kelas
dusun Kimakai. 21 juta itu udah surplus
2 juta dari target atau janji Mas
Gibran, Mas.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan
nama saya Cahyono Perdana. Saya owner
dari Imah Kai, sebuah industri kerajinan
kayu berbasis sociopener. Jadi, Imah Kay
ini memiliki satu target khusus ya,
yaitu zero pengangguran di Kampung
Glewang ini. Jadi, Imah Kai ini punya
banyak produk ya. Salah satu bahan baku
utamanya adalah kayu jati Belanda. ini
kita olah menjadi berbagai kerajinan
kayu. Tapi pada perjalanannya itu
ternyata menemukan satu jenis produk
yang itu bestseller banget yaitu boot
portable. Mas, boottable ini sudah
terjual mungkin ribuan pie gitu. Jadi,
Imaka ini lahir di awal tahun 2022 dari
desa bernama Kampung Glewang, Desa
Bener, Kecamatan Majenang, Kabupaten
Cilacap, Jawa Tengah. Tapi walaupun Imah
ini di desa Mas, alhamdulillah produknya
sudah menuju pelosok Nusantara di
Indonesia ini. Bahkan sudah sampai
mancan negara itu. Dulu saya tuh melihat
YouTube-YouTube luar negeri tentang
carpenter atau tukang kayu itu kok
keren-keren gitu. Makanya dari situ saya
berpikir saya pengin jadi tukang kayu
yang kayak di YouTube itu yang keren
gitu. Dulu saya masih ingat itu modal
saya itu masih kecil hanya sekitar Rp15
juta. Saya pergi ke Purwokerto untuk
membeli alat yang sederhana. Pulang dari
situ saya pelajari sendiri, Mas. Saya
kulik sendiri ilmunya gitu. Ngamplas,
motong semua nyuguuh. Itu saya pelajari
sendiri. Baru setelahnya saya
memberanikan diri untuk rekrut satu
karyawan. Kebetulan tetangga ada yang
nganggur. Nah, saya buka sebuah workshop
gitu dan ada teman yang tahu kalau saya
buka workshop kayu. Namanya Bang Dodi.
Bang Dodi itu punya toko pakaian di
Majenang. Mungkin karena kasihan gitu
yang ngasih saya orderan, Mas.
Dan ngasihnya itu enggak hanya satu dua,
tapi Renok beberapa toko miliknya yang
ada di Majenang. Jadi bikin gantungan
baju gitu, ngedesain kayak distro-distro
gitu gitu. Itu dari situ saya muncul
kepercayaan diri, saya rekrut,
pelan-pelan nambah-nambah orang gitu
dari tetangga-tetangga sekitar gitu.
Banyak pemuda di sini yang mohon maaf ya
masih nganggur gitu, Mas.
Saya dulu ketika sudah lulus SMK, saya
adalah seorang pemandu wisata tour guide
dan tour leader. Dulu kantor utamanya
itu di Payakumbu, Sumatera Barat. Tapi
perjalanan saya itu membawa orang
Sumatera ke Pulau Jawa, Bali gitu atau
membawa orang Jawa ke Sumatera. Jadi
saya enggak stay di sana, enggak stay di
kantor tapi ke mana-mana gitu. Karena
setelah menikah saya pengin stay bersama
keluarga kan. Apalagi setelah punya anak
gitu. gimana caranya saya tinggal di
desa gitu. Akhirnya saya cari sesuatu
yang bisa mengoptimalkan potensi saya
walaupun di desa. Saya ketemu satu
namanya Urban Farming Majenang saya
namakan itu saya mengolah limbah
lingkungan satu desa itu saya olah baik
skala industri maupun rumahan itu saya
olah. Saya jadikan media tanam organik
siap pakai dan pupuk organik juga yang
siap pakai. Dan alhamdulillah tahun 2024
kemarin saya ikut lombakan dalam lomba
inovasi daerah tingkat Kabupaten Cilacap
itu mendapatkan juara du Mas gitu sampai
sekarang itu. Jadi modal yang R5 juta
tadi itu sebenarnya dari urban farming
itu, Mas. Salah satu yang membuat
berbeda dari orang lain adalah Imah Kai
ini tidak hanya menjual produk tapi
menjual solusi, Mas. Kan produk
unggulannya tadi adalah boot portable
kan. Itu menjual solusi bagaimana orang
dengan modal di bawah R juta itu sudah
bisa mewujudkan mimpinya memiliki
bisnis. Boot portable kan basicnya ya
itu cuma 1,5 jutaan. Dia bisa beli boot
itu, kemudian dia kasih branding dan
bisa juga untuk trial error bisnis.
Kemudian awal misalkan dia jual kopi tuh
agak kurang laku tuh kopinya karena
mungkin di daerah tersebut kurang
peminat kopi itu tinggal ganti
brandingnya aja 100 R00.000 udah bisa
ganti brandingnya aja misalkan jualnya
jadi tape gitu. Kurang laku juga ganti
juga ya mungkin di usaha yang ketiga itu
misalkan esteh atau apa. Nah buminya di
situ. Nah itu trail horor bisnis di
situ. Dan alhamdulillah sudah menjadi
kepercayaan brand-brand besar ya kayak
ST Solo, Burger Bangor, Mercedes-Benz,
Nasi Kepal Nusantara gitu dan bahkan ya
tadi sudah sampai mancenegara juga. Itu
untuk yang dalam negeri. Kami menemani
orang-orang mewujudkan mimpinya memiliki
bisnis yang boot portable. Saya dapat
pesanan itu dari salah satu perusahaan
di Bogor PT gitu. Kemudian saya buat
storyting tentang boot portable itu
ternyata nyangkut di banyak FYP itu. Dan
ternyata banyak yang masuk yang nanya
dan imahka ini walaupun kelihatannya
lancar ya juga punya masalah-masalah ya
Mas.
Gini ya. Masalah pertamanya adalah
ketika tadi kontennya itu FYP itu saya
belum siap. Admin belum punya nomor yang
dicantumkan di media sosial itu adalah
masih nomor pribadi gitu. Ternyata itu
blunder, Mas. Orang pengin tahu yang
nanya itu yang WA ke WA pribadi saya itu
tidak hanya satu dua orang, bisa puluhan
bangkan, ratusan. Enggak terbalas kan
otomatis. Nah, ketika enggak terbalas
itu orang kecewa. Nah, imah kai di mata
orang lain itu tidak profesional, tidak
bagus. Maka saya dapatkan pelajaran
pertama dari situ. Ketika energi kita
belum cukup, kita jangan coba-coba untuk
yang pengin yang banyak gitu. Justru
fokus aja pada satu titik gitu, Mas.
Yaitu membesarkan sistemnya kita ee
membuat sistem tertata gitu, Mas. Dulu
di kampung sini saya kan bersosial ya,
itu kok banyak sekali anak-anak sekitar
di sini yang ya itu mohon maaf masih
mengganggur gitu ya. Bahkan ada yang
tadi lulusnya SD, SMP itu tidak punya
pekerjaan yang tetap sehingga mereka
lebih terjerumus ke arah arah yang
kurang bagus, negatif gitu. Dari itu
saya berpikir gimana nih saya cari
sesuatu yang bisa menggali potensi
mereka gitu. Ya, itu dari awal saya
pengin ini di kampung ini sudah enggak
boleh lagi ada yang nganggur. Titik
kesuksesan Imah Kai itu bukan seberapa
kaya saya sebagai owner, seberapa mewah
atau bagus rumah saya sebagai owner,
tapi titik kesuksesan Imah Kai adalah
ketika imah Kai berdampak bermanfaat
bagi ee warga sekitar gitu. Itu titik
kesuksesan saya. Makanya kalau dibilang
omsetnya harus berapa atau omsetnya
sudah berapa maka ya adalah gitu.
alhamdulillah banget bisa mencukupi.
Tapi karena ada kata sosialnya itu maka
laba bukan target utama saya. Tapi saya
pengin mengangkat derajat sosial
finansial dari teman-teman di sini gitu.
Ketika saya ketemu dengan mereka kadang
di briefing pagi atau dalam
meeting-meeting gitu, saya selalu
menekankan kepada mereka, kalian harus
bertempat di tempat yang memiliki dua
hal untuk tumbuh. tumbuh secara
finansial dan tumbuh secara akal.
Artinya kalian harus dapetin uang dan
atau dapetin kemampuan. Kalau dua hal
itu tidak kalian dapatkan di satu
tempat, kalian boleh cari jalan lain. Ya
itu makanya ketika ada anak yang punya
potensi bagus ya pendidikannya oke gitu.
Dia punya potensi untuk bisa lebih besar
di luar imah kai itu saya dorong malah
Mas. Silakan kamu cari tempat lain atau
pekerjaan lain yang mungkin lebih besar
penghasilannya daripada Imak Kai.
Misalkan ke melamar kerja ke perusahaan
besar ke BUMN gitu silakan gitu. Karena
Imahka itu bukan tempat untuk membunuh
Mihimpi anak-anak sekitar sini. Justru
sebagai tempat awal untuk mereka mencari
keberanian dan kemampuan. Setelah mampu
kalau kalian pengin sesuatu yang lebih
besar dari makai silakan gitu. Tapi
alhamdulillahnya walaupun saya bilang
gitu, lebih banyak yang bertahan di
Makkahi daripada yang pergi gitu, Mas.
Tadi sudah kita lihat hampir 50 orangan
kan di Makai itu ya yang keluar mencari
hal yang baru ya mungkin hanya sekitar 1
sampai 5 orang aja.
Pertama masuk di sini itu anak-anak Imah
Kai itu kalian silakan nyaman dulu gitu.
Kalian pekerjaan enggak bisa itu enggak
apa-apa. Tapi pertamanya nyaman. nyaman
dengan pekerjaan, nyaman dengan
teman-teman kerja, nyaman dengan tempat
kerja, dengan senior kamu, bahkan nyaman
dengan saya. Itu yang utama. Dia mau
bisa 1 2 3 hari atau bahkan sebulan itu
enggak masalah bagi saya karena itu
target saya. Bukan untungnya ketika saya
agak emosi gitu, kok ini anak lama
banget bisanya, saya harus lari lagi.
Tujuan awal saya sosener. Bukan nyari
untung, tapi nyari hal lain yaitu si
anak ini bisa kerja, bisa menghasilkan
uang, gitu. Itu salah satunya gitu, Mas.
Imah itu boncosnya di awal-awal, Mas.
Hanya sekitar 6 bulanan mungkin ya. Itu
pun enggak boncos ya dalam artian hanya
sama dengan aja keluar sama dengan masuk
gitu. Enggak ada sisa-sisanya. Setelah
itu saya sangat bersyukur kepada Allah.
Setiap pagi saya mengajak semuanya untuk
bersyukur imah Kai itu berbeda dengan
UMKM lain. Kalau UMKM lain biasanya
masalah klasiknya adalah mampu bikin
produk susah jual sampai minta tolong
siapa gitu untuk jualin gitu. Kalau Imah
Kai itu kebanjiran orderan Mas. Antrian
itu kadang sampai 40 harian lebih.
Padahal sehari kita bisa bikin sekitar 4
sampai 6 boot portable. Tapi banyak
suari masuk gitu. Bahkan yang ke luar
negeri kita sudah kirim ke Brunei
Darussalam, Singapura, Timor Leste gitu
ya. Yang ke Eropa juga ada. Kita udah
kirim ke Prancis, Kanada, Chile dan saya
saat ini sedang melakukan kerja sama
dengan salah satu perusahaan besar di
Amerika untuk menyuply boot portable di
sana. Karena ternyata harganya jauh
banget, Mas. Kalau di sana itu kalau
yang di sini sekitar Rp3 jutaan, di sana
bisa R0 jutaan. Karena di sana harga
tenaga kerja untuk satu orang itu R0
juta, Mas. Di sini bisa untuk berapa
puluh orang kan di sana 60 juta per
bulan. Makanya orang luar itu itu pengin
nyari produk di Indonesia karena memang
mereka anggap murah secara harga.
Imakaai itu hampir tidak pernah
menggunakan ads. Tapi saya bukan anti
iklan. Iklan saya adalah tetap
mengalokasikan dana iklan, tapi cara
payment-nya, cara menggunakannya
berbeda. Saya rekrut tim konten yang
kreatif. Saya gunakan dana itu untuk
rekrut tim konten yang kreatif untuk
pengadaan instrumennya seperti kamera
gitu kan. Lalu membuat konten yang
serius. Lalu saya posting kenaikannya
secara organik gitu. Dan itu lebih
membuat imah Kai bernapas panjang
daripada pakai ads. Jadi kenaikan imah
Kai itu di media sosial kan cukup banyak
ya. Lumayanlah gitu walaupun belum
sampai seperti pecah telur. Tapi saya
mau ngejar tuh.
Kalau katakan tidak menjanjikan,
buktinya saya sudah lebih dari 4 tahun
ya berjalan dan alhamdulillah bisa eksis
dengan teman-teman. Sangat menjanjikan.
Tapi satu poinnya adalah ketika
berbisnis di Indonesia, kita harus
menyisakan ruang sabar dan ikhlas. Kalau
enggak kita akan mati karena sakit hati.
Imah Kahi itu kan sebelum menciptakan
produk pasti melakukan riset. Riset
produk ini tidak murah. Waktu, tenaga,
pikiran, materi gitu. Selain itu ketika
selesai membuat konten juga tidak murah
kan. kita panas-panasan, kita editing,
kita foto, gitu kan dengan tim itu. Lalu
setelah diposting di media sosial,
tiba-tiba ada yang mencuri. Mencuri ide,
mencuri foto, mencuri video walaupun
sudah ada watermark-nya tuh. Dia jualan
terang-terangan di Shopee, jualan
terang-terangan di media sosial dengan
foto dari kami gitu. Bahkan saya hampir
tiga kali itu WA, "Mas, saya mau beli
gitu. Saya pura-pura pembeli." Itu benar
foto e jenengan? Oh, iya Mas. Ini milik
kami gitu. Lalu saya bilang, "Saya dari
Makai kok kayak gitu sih?" Ada yang
langsung saya diblok, ada yang minta
maaf. Padahal saya sangat terbuka untuk
sharing itu. Karena saya pun mendapatkan
ide itu dari teman-teman kayak di
Malaysia, saya punya rekanan di Kikayu
itu kita saling tukar ide. Kita dari
Filipina juga ada. Kita saling tukar ide
kayak gitu. Jadi kalau luar negeri itu
sangat menghargai ide. Berbeda dengan
Indonesia main comot, main curi. Makanya
harus punya ruang ikhlas dan sabar
berbisnis di Indonesia, Mas.
Nah, memang ketika hal kayak gitu ya
udah saya tetap tenang. Mudah-mudahan
itu menjadi amal ibadah ee keluarga
besar Imakai gitu. Karena sudah menjadi
inspirasi bagi UMKM lain untuk mencari
rezeki. Gitu aja sih saya simpelnya.
Padahal gampang banget mereka tinggal
ngubungin saya mau apa, mau apa gitu.
Karena saya juga sendiri merasa bahwa
produk-produk yang kami dapatkan juga
dari hasil dikasih orang lain gitu.
Cuman masalahnya kenapa mereka harus
mencuri gitu. bahkan mencurinya adalah
foto gitu yang itu hasil karya kami.
Imaka itu enggak pernah krisis ya, Mas.
Jadi saya mau cerita ceritanya sukses
aja lah. Tapi krisisnya itu yaitu di
awal itu adalah saya menghabiskan energi
terlalu banyak untuk terlihat keren
dengan membuka semua media sosial dan
semua e-commerce. TikTok saya buka,
Shopee saya buka, Tokopedia saya buka,
gitu. Media sosial dari mulai Facebook,
YouTube, semua. Instagram, TikTok gitu
saya buka semua kan. Keren kan kalau ada
entitas bisnis terus punya semua media
sosial dicantumin kelihatan keren ya
Mas. Nyatanya itu energi habis belum
sampai ke mana-mana energi sudah habis
karena tim belum siap. Untungnya saya
cepat menyadari hal itu karena ternyata
awal merintis bisnis itu tidak perlu
kayak gitu. Akhirnya saya lihat mana
instrumen yang paling cepat tumbuhnya.
Ternyata Instagram. Baru setelah itu
saya bunuh semuanya. TikTok saya stop,
Shopee saya stop. Tokopedia saya stop,
saya fokus di Instagram terus gitu dan
ternyata jalan juga di Instagram karena
memang market Instagram itu adalah
market menengah ke atas ya, Mas ya. Jadi
orang begitu lihat senang ya udah beli
enggak ada nawar-nawarnya gitu terus
tunggu.
Saya buka kembali e-commerce itu di
tahun ketiga, Mas. Iya. 2025 di bulan
Juni kemarin setelah saya menemukan data
bahwa banyak sekali orang yang pengin
beli via e-commerce. Jadi saya buka ee
e-commerce itu tidak nebak-nebak, tidak
ah buka ah gitu. Mudah-mudahan laku
enggak. Tapi ini banyak nih orang yang
pengin gitu karena pengin memanfaatkan
peleter kan atau pembayaran kartu kredit
gitu kan. Jadi mereka pengin belinya di
e-commerce gitu. Akhirnya 100 juta
pertama imah Kai itu di Shopee itu
kurang dari 2 bulan, Mas. Iya,
alhamdulillah. Itu kan itu baru Shopee
belum tokpad dan TikTok gitu di 2 bulan
sampai sekarang kita buka Shopee.
Termasuk pengiriman internasional, Mas.
Itu saya enggak langsung walaupun banyak
yang wah pengin please send your price
list gitu kan masuk banyak saya enggak
langsung buka karena pengalaman awal
tadi itu. Saya siapin dulu sistemnya,
saya siapin dulu admin internasionalnya.
kan enggak sembarang orang kan membalasi
ada yang dari Ukraina, dari Jepang, dari
India gitu. Bahkan saya buka juga nomor
khusus international shipping gitu agar
lebih fokus, agar langsung terlihat
profesional gitu. Jadi walaupun ini
bisnis rumahan yang ada di desa, orang
luar itu enggak ngelihat ini bisnis
rumahan dan bisnis desa, tapi ini bisnis
yang besar di Indonesia gitu. Bahkan itu
sampai orang-orang Amerika itu
menghubungi, "Wah, ee produk kamu bagus,
saya pengin beli. Produk kamu bagus,
saya pengin beli." gitu. Ayo kerja sama
kayak gitu.
Saya sendiri punya target ya walaupun
dia sosial preneur saya punya target
setiap tahun atau setiap bulannya kita
harus kayak gini, harus kayak gini.
Salah satunya misalkan penggunaan AI.
Jadi di Mahkai itu walaupun yang bekerja
di sini adalah teman-teman ee lulusan
SMK bahkan di bawahnya itu saya selalu
paksa untuk up to date. Nih, kalian
sekarang desain harus pakai AI gitu.
Kalian pelajari AI mana yang paling
bagus menurut kalian. Kita siap bayar
gitu. Walaupun kita searchene dengan
people yang tanda kutip tadi, mohon maaf
ya, di bawah SMK ada yang SMP SD gitu,
tapi kita enggak boleh kalah dengan
mereka yang S1 atau bahkan S2 gitu.
Video kita bikin perpadukan dengan AI,
desain kita perpadukan dengan AI gitu.
Jadi antara konvensional dengan sosial
prener itu hanya ditambahi aja
sebenarnya pada targetnya target sosial
dengan target laba kan gitu. Kalau
konvensional mungkin dia wah yang
penting laba karyawan mau gajinya kecil
mau apa bodo amat gitu kan mau cukup
juga enggak. Kalau sos pener lebih ke
orang-orangnya juga harus makmur gitu.
Salah satu hal yang menurut saya penting
adalah pencatatan keuangan ya Mas. UMKM
itu saya kan kadang juga keliling ya
suka nanya ibu sih nyatat enggak?
Enggak. Katanya ini masalah klasik.
Kadang karena mereka merasa bisnis ini
adalah bisnis saya sendiri bisnis masih
kecil sehingga mereka tidak melakukan
pencatatan imah knya tidak. Sejak saya
pergi ke Purwokerto beli alat itu saya
catat. Saya ada yang beli R5.000 saya
catat. Pengeluaran beli pensil misalkan
R.000 saya catat semuanya sampai
sekarang. Iya dari awal berdiri itu
sudah punya laporan keuangan walaupun
pas sama dengan gitu kan. Karena itu
benar banget itu bisa menjadikan acuan,
menjadi keputusan manajemen dalam
memutuskan kita rekrut karyawan lagi
atau tidak, kita naikkan gaji karyawan
atau tidak gitu. Bahkan karena laporan
keuangan ini ada, saya juga digaji
secara pribadi. Dari dulu sampai
sekarang saya juga digaji dan saya tidak
berani mengambil uang yang bukan gaji
saya dari perusahaan ini. Jadi laporan
keuangan ini memang sangat penting.
Jangan merasa bisnisnya kecil, bisnisnya
sendiri, bisnis keluarga sehingga tidak
perlu pencatatan sampai sedetail itu.
Itu wajib banget dicatat, Mas. Dari
laporan keuangan itu ya kita bisa
menentukan harga jual juga. break even
point gu kita juga ketemu dari laporan
keuangan itu.
Sebelum memulai bisnis ini itu riset
dulu ya gimana sih bisnis yang bagus?
Saya baca apa dengar-dengar YouTube yang
success before 30 gitu kan ya. Itu dari
situ kalau mau bisnis sukses catat
keuangannya gitu saya praktikin gitu
karena kan pola sukses itu sebenarnya
bisa ditiru ya. Nah saya niru yang
sukses gitu dan ternyata sukses juga
gitu. itu. Jadi ketika ditanya Imah Kai
punya hal buruk tentang keuangan karena
tidak dicatat? Saya tidak punya karena
saya selalu mencatatnya. Jeleknya bisnis
orang lain saya lihat, saya pelajari dan
saya tidak boleh niru jeleknya orang
lain. Saya niru bagusnya aja gitu. Itu
diterapkan ke Imah Kai gitu, Mas.
Kalau kayu itu wajib di oven ya, Mas.
Jadi bukan hanya roti aja yang diopen,
tapi kayu juga dioven. Jadi jati Belanda
yang kami gunakan itu adalah sebenarnya
pinus oven gitu kan. Seratnya keluar
terus lebih tahan lama gitu. Jadi yang
di belakang-belakang saya ini kayak ini.
Ini kan seratnya bagus banget. Ini
adalah kayu oven. Dia lebih kuat
terhadap e rayap, terhadap hama kayu
gitu dan seratnya juga lebih bagus.
Finishing-nya juga lebih gampang. Jadi
saat musim panas dan musim dingin
kayunya akan tetap seperti ini ketika
dia di oven. Kalau enggak saat musim
panas dia mengkerut karena tadinya dia
masih basah ketika kita produksi, kita
lakukan paku seperti ini, dia mengkerut
ketika kena panas. Makanya kalau pintu
gitu, pintu kusen gitu tiba-tiba
lama-lama makin ada yang menyusut-lesut
itu berarti itu kayunya kurang bagus
mungkin belum di oven. Jadi boot
portable yang kami buat itu kombinasi
antara plywood, pinewood ini kemudian
dengan HPL kemudian ada yang
finishing-nya di chat dan lain
sebagainya. Jadi kombinasi dari berbagai
bahan bahkan ada yang PVPC board gitu.
Jadi bahan-bahan yang terbaiklah Mas
premium gitu. Bahkan karena penggunaan
bahannya adalah bahan premium. Kadang
orang-orang sekitar itu ketika tanya ke
sini, "Wah, kok mahal ya, Mas? Saya
enggak berani." gitu. "Mahal ya, Mas?
Enggak berani." Imah itu di daerah sini
di Majenang itu enggak dikenal, Mas.
Dikenalnya di luar gitu. Karena memang
dari bahan bakunya saya juga sudah
menggunakan bahan baku premium yang
harganya otomatis sudah tinggi.
Kayaknya persepsi keliru ya ketika sos
opener jangan untung gitu. Itu kayak
kerja bakti banget
ya. Saya walaupun sosial opener tentu
harus untung kan target saya kan sosial
juga naikin gaji tim mungkin sedekah ke
lingkungan juga banyak gitu. Agar itu
bisa terjadi kan harus naikin laba juga.
Bahkan penjualannya jangan hanya stagnan
di Indonesia, saya juga ngejar penjualan
ke luar negeri bisa dolar masuk, rupe
masuk, euro masuk gitu ya. Tapi
untungnya jangan buat sendiri. Ketika
untung ya untung juga ramai-ramai gitu.
Saya pengin gaji tim itu
setinggi-tingginya gitu. Kalau bisa
lebih besar dari gaji presiden ya
alhamdulillah gitu. Itu penginnya gitu.
Saya selalu terbuka ke mereka
teman-teman. Saya pengin naikin gaji
teman-teman ayo kerja bareng gitu.
Karena gini, Mas. Saya punya satu
prinsip memandang semua orang itu
penting dimakai. Apapun posisinya,
siapapun dia itu penting. Tapi jangan
sampai pentingnya orang tersebut
mengganggu keberlangsungan IMAKAI.
Termasuk saya sebagai owner ketika saya
enggak ada di kantor, enggak ada di
workshop itu IMAK harus tetap
berlangsung juga. Sebaliknya imahkai itu
penting bagi tim, bagi saya, bagi
siapapun di Imahkai itu penting. Tapi
pentingnya imahkai juga jangan sampai
mengganggu keberlangsungan kehidupan
dari masing-masing itu. Saya sekarang
sampai nyari orang dari luar, Mas.
Berarti kan sudah habis di sini untuk
pemudanya ya. Karena target saya adalah
pemuda-pemuda. Pokoknya pemuda yang
datang ke sini saya harus terima gitu.
Kadang mereka datang tuh sama orang
tuanya, Mas. Datang dengan ibunya,
dengan bapaknya gitu, bahkan dengan
keluarganya minta kerjaan. Nah, pada
saat dia datang itu kadang pekerjaan di
sini enggak ada, tapi saya enggak
katakan enggak ada. Saya hanya minta,
"Pak, tunggu ya," gitu. Nanti saya
kabarin lagi. Nah, setelah itu saya
berpikir bagaimana caranya saya
menciptakan lapangan kerja untuk anak
tersebut, gitu. Mungkin seminggu, du
minggu saya panggil, "Oke, silakan kerja
gitu." Dan alhamdulillah ketika saya
kayak gitu, itu ada aja kerjaan untuk
dia. Kayak dari satu, dua orang, 3 empir
50-an. Ya, itu sebuah keajaiban bagi
saya.
Nah, satu fakta unik di Imah Kai
walaupun Imakai adalah kerajinan kayu
ya, tidak ada satuun tukang kayu asli di
Makkahi. Semua orang yang ada di sini
saat ini adalah dari hasil belajar, dari
hasil mau salah dan mau bertumbuh
bersama. Jadi, sistem rekrutmen saya itu
tidak langsung banyak orang. Kalau di
satu divisi, kalau beda divisi mungkin
ada yang beberapa langsung. Saya kan
divisi sudah lengkap ya. Ada divisi
admin domestik, admin internasional,
admin e-commerce, desain, eh konten,
produksi, operasional gitu, keuangan
gitu sudah ada. Walaupun keuangannya
misalnya cuma satu orang, operasional
satu orang gitu. Jadi ketika di satu
divisi itu saya rekrutmennya satu orang
dulu. Saya bilang ke seniornya, "Tolong
ajari ini sampai bisa tapi jangan paksa
bisa. Biar ini dia nyaman dulu." Nah, 1
2 minggu itu dia mulai bisa kan. Kalau
ada lagi yang mau masuk itu saya kasih
masuk lagi gitu. Jadi tidak langsung
banyak satu-satu itu sampai si si yang
satu itu bisa jadi senior ngajarin lagi
gitu. Saya bilang ke mereka, "Kalian
jangan pelit ilmu, ajari aja." Gitu.
Awalnya dulu saya juga meragukan
orang-orang yang datang ke sini. Saya
kan ada sudah dengan rekrut sekitar tiga
orang ya. Ada yang mau masuk lagi datang
dengan mohon maaf ya lulusannya SMP itu.
Itu ngamplas aja belum bisa gitu.
Pokoknya ke kayu itu megang kayak takut
gitu kayak pegang ular gitu kan.
Ini anak bisa enggak gitu ya? apa
keluarin aja itu awal-awalnya gitu tapi
keingat ini harapan keluarga gitu
dipertahanin jadi kayak kita bayar
sesuatu yang tidak seharusnya kita bayar
gitu loh Mas
tapi saat ini anak tersebut menjadi
salah satu yang terbaik dimakai dengan
kemampuan yang luar biasa jadi orang
yang awalnya enggak bisa pun kalau kita
sabar kita latih dengan kamu yakin bisa,
kamu yakin bisa gitu dengan penuh
motivasi itu akan terbentuk juga Mas
menjadi carventer yang hebat. Jadi kalau
sekarang ya ada anak masuk enggak bisa
ngapa-ngapain itu saya udah enggak emosi
lagi ya.
Sudah yakin suatu saat kamu pasti bisa
gitu. Mungkin hanya waktunya saja. Ada
yang 1 minggu bisa, ada yang 2 minggu
bisa, ada yang 1 bulan bisa, ada yang
mungkin 2 bulan baru bisa. Hanya
waktunya saja. Kita aja yang diberikan
kesawaran lebih gitu.
Siapa ya? Acak ya, Mas. Banyak yang
bagus-bagus saya contohin. Karena gini,
Mas. Indonesia itu kan menurut data
sekitar 84.000 desa. Kalau satu desa itu
kita asumsikan punya lima dusun atau
lima kampung sudah sekian ribu kan. Nah,
kalau setiap dusun itu punya satu UMKM
yang memiliki minimal atau sekitar 50
tenaga kerja, maka se-Indonesia akan ada
21 juta lapangan kerja dari UMKM kelas
dusun Kimakai. 21 juta itu udah surplus
2 juta dari target atau janji Mas
Gibran, Mas. Jadi, Mas Gibran kalau
pengin buktiin janjinya pada saat
kampanye dulu, sekarang ciptakan satu
dusun di seluruh desa di Indonesia.
ciptakan satu UMKM yang punya target
zero pengangguran di dusun tersebut.
Pribadi saya sudah alhamdulillah merasa
cukup ya dengan semuanya dengan keluarga
ya kendaraan yang sederhana, rumah yang
sederhana sudah saya cukup. Justru visi
besarnya adalah saya pengin lebih besar
dari ini. Mungkin Imah Kai kan sudah
semi autopilot ya, Mas. Nanti ke
depannya mungkin tim pecah telur datang
ke sini saya sudah punya sesuatu yang
lain lagi. Tapi itu tetap berdampak
sosial gitu. Jadi saya pengin memang ya
itu visi saya adalah di sekitar ini
terdampak dengan kehadiran IMAH Kai
terdampak positif ya dari mulai
finansial, sosial gitu kan yang tadinya
mungkin skalanya dusun bisa skala desa.
Setelah skala desa bisa skala kecamatan
gitu, Mas.
Secara tidak langsung kayaknya tidak ada
pelaku maupun perusahaan yang membully
makai. Kayaknya tidak ada ya. Enggak
tahu kalau di belakang itu. Justru
sekarang tuh banyaknya adalah mereka
datang ke Imah Kai pengin belajar
katanya. Padahal saya juga belajar
dikira sayanya expert kali. Jadi mereka
datang saya pengin belajar gimana sih
tumbuh gitu ya. Ya gimana ya kayak gitu
gitu tapi ya ceritakan aja perjalanan
makai kayak gini gitu ya. Mungkin dari
ikhlas dan sabarnya itu yang justru
malah tumbuh gitu Mas. Jadi ketika saya
akan memulai makai itu saya punya dua
hal untuk dikerjakan atau diyakini.
pertama imaniah. Yang kedua ilmiah.
Imaniah itu sudah pasti ya keyakinan
terhadap Allah ketika kita berikhtiar
pasti akan diberikan rezeki sesuai
dengan ikhtiar kita. Ada rezeki karena
berkeluarga, punya anak, karena ikhtiar,
karena yang sudah dijamin gitu. Saya
yakin saya akan mendapatkan apa yang
saya ikhtiarkan. Yang kedua, ilmiah,
Mas. Ilmiah ini itu saya harus riset,
harus buya, gitu. Jangan ketika terjun
terus wis lah embuh kepiye nantinya
gitu. Yang penting jalan. Saya selalu
produk apa sih yang yang bakalan bisa
dijual yang demand-nya itu tinggi gitu
yang orang suka, yang orang mau gitu.
Jadi saya selalu cari barang yang unik
yang berbeda dari yang lain. Jadi dua
hal itu ya, imaniah dan ilmiah. Itu yang
mungkin menjadi pondasi yang kuat
sehingga imakai bisa berjalan sampai
dengan saat ini. Saya alhamdulillah ya
menjadi orang yang harus sangat
bersyukur sejak saya lahir. Walaupun
orang tua saya adalah petani, sekolah
saya lancar, pekerjaan saya lancar,
bisnis saya lancar, gitu. Jadi saya
adalah orang yang tidak tahu diri kalau
saya tidak bersyukur. Saya selalu
diberikan kelancaran, saya selalu
diberikan kesuksesan gitu ketika saya
menjalani sesuatu. Titik tidak suksesnya
adalah titik sukses mungkin bagi orang
lain gitu. Kayak bisnis misalkan tidak
sukses. Tidak suksesnya Imah Kai itu
paling hanya orderannya sedikit tapi ada
enggak sama sekali gitu ya. Saya
meyakini bahwa itu dari Allah gitu
kepada saya setiap pagi. Makanya
briefing itu saya selalu mengajak
teman-teman bersyukur kepada Allah
dengan minimal dengan mengucap
alhamdulillahirabbil alamin. Berselawat
kepada Nabi dengan mengucap Allahumma
shalli ala Muhammad wa ali Muhammad.
Tiap pagi itu bagi mereka.
Saya menyadari ya bahwa tim di Makkah
itu gajinya masih kecil, Mas. Saya
sendiri yang menyadari. Saya pengin
teman-teman itu punya gaji yang tinggi
yang di atas UMR gitu. Bila perlu ya itu
setinggi-setingginya saya selalu
berusaha dan berdoa untuk menemukan pola
agar mendapatkan laba yang tinggi
walaupun ini soci opener dan
mudah-mudahan itu tercapai melalui kerja
sama dengan orang-orang luar negeri gitu
ya. Jadi saya pengin mereka mendapatkan
hasil yang bisa membanggakan keluarganya
Mas karena dari mereka juga ada yang
yatim Mas gitu ketika tanya itu untuk
apa sih dananya? Untuk bantu ibu gitu
untuk bantu keluarga gitu. Iya Mas. Di
sini tuh ada yang keluarga Kakak Adi ada
sekitar tiga orang. Kakak Adi kerja di
sini semuanya gitu ya. Ketika melihat
mereka saya hampir enggak pernah marah
ketika mereka membuat kesalahan, Mas.
Padahal orang yang unskill, yang tidak
mempunyai skill apapun kerja sebagai
tukang kayu itu kan pasti membuat banyak
kesalahan ya. Presisi, ke alat juga gitu
kan, ke produk juga gitu. Itu saya
hampir tidak pernah marah. Saya selalu
meredam amarah saya. Jadi kalau tidak
kayak gitu mereka enggak bakalan betah
gitu. Saya berpikir mereka harus nyaman
di sini gitu. Harus harus dengan nyaman
itu lama kelamaan akan terbentuk skill
mereka gitu. Kalau udah enggak punya
skill kita marahi tambah enggak punya
skill ya apa yang bisa diharapkan kan
gitu. Pada akhirnya imah itu bukan
tentang saya bukan pula tentang
banyaknya angka yang berhasil dicapai
oleh Imak Kai. Imah Kai adalah tentang
satu keyakinan sederhana bagi saya bahwa
dari desa, dari kampung kecil sekalipun
kita bisa membangun harapan, bisa
membuka lapangan kerja, bisa berdampak
sosial dan jika satu kampung bisa
berusaha untuk tidak meninggalkan
siapapun, maka Indonesia pun seharusnya
bisa tumbuh tanpa harus mengorbankan
siapapun. Saya Cahyo dari PT Imahka
Industri Kreatif yang ada di Glewang,
Desa Benar, Kecamatan Majenang, Cilacap,
Jawa Tengah. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:21 UTC
Categories
Manage