Pasutri Resign ASN, Mulai Usaha Ikan Koi Dari Nol Tanpa Pengalaman, Kini Usahanya Makin Besar
HDzRSw1bFD8 • 2026-01-28
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
saya masih yang optimis banget gitu ya.
Nanti akan banyak cerit setelah ini
kalau ini terlewati gitu. Tapi tiba-tiba
begitu udah benar-benar syok gitu ya.
Jalan itu ngleang. Kalau yang enggak
kuat itu malah di anak-anak mungkin ya.
Mereka mungkin protes gitu ya. Oh dulu
kalau ada ayah begini kalau sekarang
begini gitu. Nomor tiga itu bilang gini,
"Ayah kan enggak enggak kayak meninggal.
Soalnya kan ayah memang biasa pergi
terus nanti tiba-tiba muncul sebentar
gitu."
Kalau saya ini koi enggak ngerti blas,
tanaman gak tahu sama sekali, produk ke,
penjualan segala macamnya ee nol putul
gitu. Kalau kita jadi PNS ya sudah kita
mengerjakan pasti ada masalah, enggak
ada masalah nanti kita di awal bulan
pasti gajian gitu ya. Kalau di sini kita
kan minta ke Allahnya itu gede ya Allah
dikit-dikit ya Allah gitu dikit-dikit ya
Allah lah.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Saya Miftah
usaha saya di bidang koi dan tanaman
kita lokasinya ada di Rembang Adilu.
Kalau usaha ini sebenarnya lama sejak
tahun 2012 untuk tanamannya koinya itu
sejak tahun 2018 cuman saya masuk di
sini akhir tahun 2021 saya mulai
benar-benar terlibat gitu. Jadi founder
utamanya bukan saya. Jadi suami
foundernya kita sama-sama PNS. Suami PNS
saya PNS. Suami itu resign tahun 2012,
saya resign tahun 2017. Oh, kalau
pensiun dini kan dapat uang ya, Mas.
Kalau resign kan enggak. Dulu juga
awalnya atau orang tua ya, terutama itu
sangat memimpikan semua anaknya itu
mendapatkan gaji yang tetap gitu ya.
Makanya saya juga jadi ASN saya duluan
yang jadi PNS.
Terus beberapa tahun kemudian suami.
Jadi e mungkin memang dari suami sendiri
tidak sesuai dengan karakternya gitu ya.
Waktu itu gajinya lebih kecil ketimbang
saya gitu ya. Karena kan beliau
struktural. Saya kan fungsional kalau
apalagi kalau fungsional saya begitu
masuk kan golongannya langsung 3B gitu
ya. Kalau suaminya 3A. Nah, kita kalau
fungsional kan masih dapat yang
lain-lain ya gitu. mungkin motivasi
terbesar kenapa mencari terus usaha yang
cocok gitu ya. Meskipun ini juga bukan
usaha pertama sebenarnya. Jadi awalnya
suami dulu itu usaha ee jasa pembuatan
kaos custom.
Jadi kaosnya penginnya kayak apa,
desainnya kayak apa secara online. Waktu
itu kan online belum terlalu banyak ya.
Ya, waktu itu mungkin suami lihat saya
ini kok belanja-belanja online kok
percaya aja kok banyak jumlahnya gitu.
Makanya suami nyobanya online gitu.
Sudah enggak ada waktu itu karena
terlalu jauh dan karena suami sendiri
secara desain juga enggak bisa. Jadi
nanti kalau e desain ke temannya ini
segala macamnya
terus dan tidak produksi kaosnya sendiri
produksinya ke konveksi gitu ya. Jadi
akhirnya nyari di mana tuh tempat-tempat
kira-kira produk ini tergantung produk
yang mau dijual. Akhirnya nemulah
bibit-bibit di daerah Nganjuk. Kalau
Nganjuk itu kan memang pusat untuk
bibit-bibit yang kecil-kecil gitu kayak
Jati, Sengon, Jabon. awalnya itu tapi
secara online. Waktu itu memang yang
online enggak terlalu banyak.
Suka duka apoteker di tempat kerja saya
ya berarti suka sukanya karena kan kita
enggak memikirkan ini ada anggaran apa
enggak kan pasti ini ya yang penting
kita bikin program aja yang bagus-bagus
sebagus mungkin gitu ya. bukanya itu ya
karena itu nanganin tentang obat maka
semuanya harus tepat enggak boleh keliru
keliruasikan obat berarti ya fatal
akibatnya misalkan dan itu kita juga
harus laporan obat itu secara detail
setengah tablet pun harus dilaporkan
gitu e itu dukanya sih misalkan kalau
kita stok opnam itu bisa sampai jam 10
malam gitu misalkan kalau ada
pemeriksaan Itu kalau ada kesalahan
sedikit aja itu kayak kita kerja setahun
salah semua gitu.
Kita mungkin sama suami sama-sama dunia
baru ya. Tanaman sama ikan koi itu
mungkin sama-sama baru. Cuman kalau
dunia bisnis itu mungkin bagi suami
bukan hal yang baru karena ee orang
tuanya juga memang wirausaha gitu ya.
Kalau saya bisnis itu juga dunia baru
karena keluarga saya itu keluarga guru
gitu ya. Dan dari kecil kita juga enggak
pernah melihat ee selain aktivitas guru
gitu. Jadi benar-benar sesuatu yang
baru. Kalau misalkan kita kuliah kita
dimotivasi untuk mendirikan apotek
sendiri itu juga sesuatu yang kayak
teori gitu ya. Jadi untuk praktik itu
benar-benar belum pernah gitu. Kalau
suami dari kuliah tuh sudah jualan
sendiri, sudah punya bisnis gitu ya,
meskipun mungkin ee ganti-ganti jatuh
bangun gitu. Kalau saya benar-benar
kuliah itu ya belajar, enggak ada lagi
aktivitasnya selain belajar gitu. Waktu
itu yang paling susah untuk riset
sebenarnya bukan dari suami ataupun dari
usahanya, malahan dari orang tuanya ini
biar bisa menerima gimana caranya gitu
ya. Maka waktu itu yang dilakukan suami
itu ajak jalan-jalan
ee orang tuanya ditunjukin itu orang
yang punya misalkan punya usaha segede
itu apakah mereka PNS gitu ditunjukkan
satu persatu terus ee waktu itu diajak
umrah biar ee maksudnya tanpa PNS pun
kita juga masih bisa gitu ya kalau ee
suami tetap punya ee indikator kapan
saya resign gitu. ketika memang sudah
banyak dan sudah tidak bisa disambi lagi
waktu itu langsung resign eh tapi kan
masih ada saya gitu waktu itu mungkin
itu jadi saya jangan resain dulu sebelum
benar-benar ee settle gitu. Ee saya
ingat banget anaknya Bu Nyai ya di
pondok dulu itu pernah ketemu terus
ditanya sekarang kerja di mana ee PNS
wah itu nanti anu sampean seumur hidup
bakalan kerja anu bilang gitu. itu saya
pikir, oh iya benar juga ya ee kalau
saya PNS berarti saya memang terikat
untuk kerja terus-menerus gitu. Waktu
itu yang membuat saya resign karena anak
sih sebenarnya karena ee kalau dari segi
ee finansial satu aja ataupun dua akan
sama aja gitu. Saya kerja, saya enggak
kerja nanti yang kita dapatkan juga akan
sama. Tapi anak-anak ini nak terulang
dua kali gitu. Apalagi waktu itu kita
ada si kembar itu masih kecil-kecil
gitu.
saya pertama kali terjun di dunia
kaget enggak?
Kalau kaget itu bertumpuk-tumpuk ya,
Mas. Mungkin saking banyaknya
bertubi-tubi gitu jadi kayak kayak kayak
enggak kerasa gitu. Awalnya itu kayak ya
sudah mau gimana lagi gitu. Enggak ada
lagi gitu ya. Karena enggak ada lagi
selain saya. Terus siapa lagi yang mau
terjun ini? Siapa gitu waktu itu? Karena
alasan terkuatnya di anak-anak mungkin
ya. Kalau enggak kalau saya ini enggak
mau terus anak saya nanti gimana gitu.
Waktu itu mungkin kayak gini, Mas. apa
ee kalau awal-awal gitu ketika misalkan
suami enggak ada gitu gitu beberapa hari
ya mungkin itu enggak sampai lama memang
kalau dibandingkan sama teman-teman saya
misalkan saya ngobrol gitu karena ya itu
tadi sudah banyak ee di belakangnya itu
ya misalkan ee besoknya setelah suami
enggak ada gitu Bu hari ini dananya
sekian kebutuhannya ah gitu mau enggak
mau kan Mas jadi kayak
kewajiban-kewajiban itu yang setiap hari
enggak bisa Karena memang masih sampai
sekarang ya masih misalkan kebutuhan
harian itu memang dari kita gitu. Mereka
menuliskan anggaran harian, kita yang
transfer lah. Itu harus saya enggak ada
lagi. Akhirnya kayak ya sudah terus
akhirnya yang lain-lain yang saya banyak
yang enggak ngertinya gitu baru diurusin
gitu. Misalkan
ee oh itu punya aset di sini, di sini,
di sini gitu. Saya ini juga enggak
ngerti sama sekali gitu. Jadi yang
ngerti kan teman-teman kantor di sini.
Jadi ee itu mungkin yang memaksa saya
itu ya melupakan hal-hal yang mungkin
masih sedih atau enggak nyangka atau
misalkan berat gitu ya. Mungkin pernah
juga ngalamin yang kayak jalan itu
ngleang gitu ya cuma sehari dua hari
gitu. Cuman setelah itu ya lah anak-anak
juga masih kecil semua gitu kan ya.
Ee waktu itu saya masih yang optimis
banget gitu ya. Nanti akan banyak cerit
setelah ini kalau ini terlewati gitu.
Tapi ee waktu itu tiba-tiba begitu udah
benar-benar shok gitu ya. Cuman memang
kalau yang enggak kuat itu malah di
anak-anak mungkin ya. mereka itu
berusaha apa menyimpan segala
kesedihannya
gitu ya mungkin. Terus ee mereka
gejolak-gejolaknya itu malah munculnya
di anak-anak mereka mungkin protes gitu
ya. Oh dulu kalau ada ayah begini
sekarang begini gitu sekarang enggak ada
yang ini gitu. Mereka protes-protesnya
begitu begitu karena mereka kan masih
masih kecil-kecil ya masih e
kecil-kecil. Jadi ya emosinya itu
ee kelihatan apalagi mereka ini sangat
dekat sama ayahnya gitu ya. Nomor tiga
itu bilang gini, "Ayah kan enggak enggak
kayak meninggal soalnya kan ayah memang
biasa pergi terus nanti tiba-tiba muncul
sebentar gitu." Karena mungkin saking ee
sering ditinggal itu, jadi dia itu
merasa begitu.
Ada temannya suami yaitu seorang ustaz.
Beliau punya pengalaman yang lebih lebih
ya lebih ketimbang anak-anak gitu ya.
Karena beliau itu dari kecil itu sudah
ditinggal ibunya. Terus beberapa tahun
kemudian ditinggal sama ayahnya. Jadi
dia yatim piato. Maka dia sangat-sangat
bisa merasakan seperti itu gitu ya.
Terus ee misalkan pengalaman-pengalaman
beliau yang sering dibully gitu ya,
dipanggil-panggil dengan yatim-yatim apa
begitu. Jadi beliau akhirnya punya
yayasan memang khusus pondok pesantren
untuk anak yatim gitu. Jadi beliau ini
datang ke rumah, beliau ini menguatkan
anak-anak gitu ya. Itu sampai sekarang
kata-kata beliau itu. Jadi beliau itu
enggak enggak ada ayah itu pun enggak
masalah. Ee anak-anak itu
harus tetap punya impian yang tinggi,
punya keinginan yang banyak gitu. Karena
Allah itu maha kaya. karena ee sampean
itu punya Allah gitu. Itu mungkin yang
menguatkan anak-anak ya di satu sisi
gitu.
Banyaklah ya bedanya kalau misalkan kita
dari ASN itu kita datang mengerjakan
kewajiban kita. Kalau kita di pelayanan,
maka kita pulang selesai tugas kita gitu
ya. Tapi kalau di bisnis kita sebagai
owner bisnis itu punya tanggung jawab
yang lebih besar gitu ya. Makanya saya
juga jadi bisa merasakan gitu betapa
besar beban yang ditanggung oleh seorang
kepala keluarga gitu ya. Oh, jadi begini
ya rasanya. Dulu ketika saya misalkan
diajak ngobrol itu enggak ngerti ee
kenapa kenapa sih harus dibuat apa beban
berat seperti itu kan. Karena memang
beratnya itu karena oh ini nanti gimana?
Oh kira-kira 1 bulan ke depan kita aman
enggak ya? Misalkan seperti itu atau oh
ini nanti kita dapat komplain di
customer enggak ya? Beban-beban seperti
itu yang enggak kelihatan tapi itu
terasa sangat besar gitu ya. Makanya ee
saya juga setuju gitu ya kalau ada
seorang ustaz itu yang bilang kalau jadi
pengusaha itu maka pasrah ke Allahnya
gede. Menurutku itu benar, Mas. Karena
kan kalau kita jadi PNS ya sudah kita
mengerjakan pasti ada masalah enggak ada
masalah nanti kita di awal bulan pasti
gajian gitu ya. Kalau di sini kita kan
minta ke Allahnya itu gede ya Allah
dikit-dikit ya Allah gitu. dikit-dikit.
Ya Allah lah. Pertama kali saya ke sini
itu, Mas, saya ini kayak tamu.
Karena kan di sini semua karyawannya itu
cowok, enggak ada ceweknya sama sekali,
enggak ada ruangan. Kalau suami dulu kan
orangnya enggak suka duduk diam, itu
enggak bisa. Jadi orang-orang yang
memang sukanya observasi ee lapangan itu
semua dilakukan di luar ruangan gitu ya,
di sawah entah di mana gitu. Jadi ke
sini tuh enggak ada ruangannya. Saya
duduk di Joglo sini cuman beberapa jam
gitu. benar-benar kayak tamu kayak kayak
bukan ya ya benar-benar tamu enggak ada
ruangan gitu terus mulai semakin
bertambah waktu oh kita butuhnya cewek
akhirnya sekarang kita punya 12 lah
kalau akhwatnya gitu ya dari yang enggak
ada sama sekali
kalau saya ini koi enggak ngerti blas
tanaman gak tahu sama sekali gitu ya Mas
ya. Jadi secara apapun lah ya produk ke
penjualan segala macamnya ee nol putol
gitu. Tapi menurutku itu ada positifnya
gitu. Iya ada positifnya. Ee kalau
misalkan saya ini tahu secara detail
produknya maka saya akan fokus ke
produknya, ke ininya, ke hal-hal yang
kecil gitu ya. Mungkin saya enggak
sempat mikirin yang kira-kira ke
depannya kayak gimana, strateginya yang
ke depannya kayak gimana, mungkin
seperti itu. Kalau yang paling sulit,
yang paling menantang itu ke people-nya
sih menurut saya ya. Saya dari awal juga
saya sampaikan ke teman-teman itu nanti
ke depannya itu pasti akan berbeda. Saya
enggak bisa persis sama seperti almarhum
gitu ya. Enggak akan bisa sama karena
apa yang ada dalam diri saya ini enggak
sama dengan suami gitu ya. beda banget
dari karakter orangnya aja sudah beda,
maka ke depannya itu juga pasti beda.
Tapi mereka ini kan kadung sudah nyaman
dengan yang sudah ada. Mereka merasa
kita ini on the track, kita ini sudah
yang kayak bagus, kita ini ya memang
beginilah harusnya caranya itu ya memang
harus begini gitu. Maka ee mengarahkan
atau merubah sesuai dengan pemahaman
saya itu mungkin yang paling sulit gitu.
Sampai sekarang pun mungkin juga enggak
belum selesai gitu. ketika misalkan
kondisinya turun, maka evaluasinya ee
bukan hanya di sekitaran teknis bisnis
gitu ya. K evaluasinya itu juga ke diri
saya secara pribadi gitu. Kalau dalam
kendali kita yo ayo mana yang bisa
diperbaiki gitu. Kok memang bukan di
luar kendali saya ya sudah
dilepaskan. itu mungkin memang takdir
terbaik begitu gitu sih. Misalkan
manajernya keluar, oh ini padahal sudah
kita sudah sepakat 6 bulan ke depan
punya program begini-begini. Awalnya
pasti berat juga ya. Oh ya sudahlah
mungkin akan ada yang lebih baik setelah
ini gitu.
dari segi customernya, dari segi
produknya, kedua-duanya itu
sangat-sangat bisa dikembangkan gitu.
Katakanlah misalkan produksi kita di
bulan ini bisa bagus, koinya bisa
benar-benar bagus dan disukai sama
customer gitu. Tapi produksi tahun depan
tidak menjamin dengan misalkan dengan
hal yang sama persis tidak bisa menjamin
itu bisa menghasilkan produk yang sama
gitu ya. Kualitas atau sesuai spek yang
memang yang kita tawarkan itu kepastian
ya, kewajiban. Tapi yang bisa kita
naikkan itu adalah pelayanan. ee
bagaimana kita merespon customer,
bagaimana kita e memberikan bahwa video
yang kita share ini adalah video yang
aktual gitu. Ee kalau misalkan kita
nemuin antara hasil video ini tidak ee
berbedanya jauh sama real, ya sudah kita
harus ganti HP misalkan karena kita
memasarkannya dengan cara online gitu,
Teman-teman. sering cerita itu ada
customer-customer yang telepon
teman-teman hanya untuk ngobrol di
malam-malam gitu. Maka saya juga suka,
masih suka ya teline yang ada di mobil
pickupnya Koi itu sahabat Koi Nusantara
itu mungkin ya ya begitulah kita
memposisikan diri kita gitu ya. Kita
memang pengin menjadi ee orang yang
nyaman terkait ee mungkin ngobrolin koi
atau ngobrolin tanaman gitu, Mas.
Paling mahal berapa ya? 160 apa 180
kemarin ya? Juta itu memang lingkarnya
itu berapa? 6 m atau berapa gitu?
Memang besar banget. Ini di daerah sini
itu memang area industri tanaman. Mereka
supplier kita ada kebutuhan customernya
apa, maka kita sharing ke supplier kita
butuh ini. Mereka ini ada tim yang
memang kayak pencari gitu, Mas.
Jadi ketemunya itu kemarin di Nganjuk
itu pohon yang besar itu.
Banyak buku bilang gitu bahwa ikan koi
itu tergantung kualitas airnya gitu ya.
Baik ee konsistensi warnanya
maupun dia nanti gampang sakit atau
enggak gitu. Kalau filtrasi kalau di koi
itu sebenarnya itu tiap hari memang
harus ada pengecekan ya. Misalkan kayak
pH-nya berapa, suhunya berapa, ini
misalkan mau dijadikan lebih bagus itu
sangat-sangat bisa gitu ya. Ya, cuman
memang butuh dananya enggak enggak
sedikit ya. Sekarang kita sudah pakai
prinsip ee modalnya enggak enggak pakai
hutang bank gitu. Awalnya kita punya
hutang ya, waktu suami meninggal itu
kita punya hutang. Terus saya
tanya-tanya di mana-mana yang namanya
hutang bank itu ya riba gitu. Tapi kalau
sudah terlanjur gimana caranya gitu kan.
Ada sebuah komunitas itu yang
mengarahkan gitu ya. Akhirnya waktu itu
semua hutang bank kita bisa kita lunasin
tanpa bayar yang namanya riba. Riba itu
berarti bunganya ya, dendanya ya,
administrasinya kita enggak bayar sama
sekali. Ee dan alhamdulillah setelah itu
ya sudah yang ee organik istilahnya
organik gitu ya. Mungkin kalau enggak
organik bisanya ya kayak investasi gitu
mungkin tapi secara islami gitu. Pak
omset kita di bulan ini itu tidak bisa
kita jadi patokan untuk misalkan 4 atau
5 bulan ke depan itu pasti beda beda
seperti itu ada polanya gitu. Ini kita
bisa sampai satu sih dua untuk dua ini
ya. dua bisnis ini gitu.
Iya. Marginnya Mas
presentasi.
Presentasi kalau AK pasti enggak ada ya.
Minimal 40 lah. Kalau misalkan bisnis
itu ibaratnya kursi ya, dia punya empat
kaki. E bisnis itu juga ya berarti dari
finance, operasional, terus marketing
sama people yaah. Itu semuanya enggak
saya biarkan gitu mulai mungkin dari
awalnya dari finance gitu ya. ini itu
bukan punya saya pribadi gitu ya, karena
ini adalah warisan gitu. Jadi ini ada
hak anak-anak berarti ya. Ee maka waktu
itu saya harus bagi waris nih karena
saya juga enggak mau ketika saya pakai
untuk saya pribadi saya ee menggunakan
bukan yang hak saya. Apalagi nanti kalau
itu arahnya ke harta anak yatim. Ngeri
kan ya. Ya, awalnya dari situ. Maka ee
saya juga bingung kalau misalkan ee
pembagian waris yang seper seper seper
itu
ada. Tapi kalau ini bukan bentuknya uang
terus gimana gitu kan ya. Akhirnya ee
kita diarahkan kepada pendampingan gitu
ya yang bisa mengarahkan oh ini mana? Oh
ini nanti oh berarti anak-anak itu ikut
syirkah gitu ya. Berarti anak-anak itu
investor. Kalau investor, maka salah
satu syaratnya kalau kalau di Islam itu
namanya kan syirkah ya. Kalau syirkah
itu syaratnya di Islam keuangan itu
harus clear. Enggak boleh enggak clear
dari stok opnam-nya, dari
ee asetnya baik itu produk maupun yang
lain-lainnya itu harus clear. Maka yang
saya lakukan pertama kali itu
meng-clearkan laporan keuangan
setiap bulannya. Kalau dari segi
marketing dimulai dari tim digital
marketing. Kalau dulu suami kekuatannya
itu di online, tapi waktu itu semua yang
menggerakkan itu adalah teman-teman
suami, jadi bukan orang internal. Jadi
waktu itu yang saya lakukan adalah
membangun tim digital marketing
internal. Saya rekrut orang-orang baru.
Saya datangkan pelatih selama seminggu.
Jadi mereka yang awalnya enggak ngerti
bisa ee membuat web, mengoptimasinya dan
lain sebagainya itu ya sampai itu
salah satu marketing ya. Setelah itu ya
kita pasti enggak bisa berhenti ya
data-data.
Kalau saya senangnya pakai data enggak
asal kok kelihatannya gitu enggak saya
pasti pakai data. Maka itu yang
menguatkan saya ketika
teman-teman yang misalkan ee teman-teman
di sini yang sudah ikut suami lama gitu
kan merasa oh yang dilakukan Bumi itu
salah itu salah harusnya gini gini gini
gini keputusan saya itu adalah data
ataupun teori yang memang sudah terbukti
di luaran sana gitu makanya saya bisa
kekeh gitu ya masih banyak yang harus
diperbaiki tapi itu yang sudah kita
lakukan gitu
Betul. Kalau secara operasional kita
perbaiki dengan awalnya itu ee membuat
SOP gitu. Meskipun SOP-nya enggak ideal,
sudah bikin aja sesuai dengan apa yang
mereka lakukan se setiap harinya seperti
itu. Kalau dari segi people-nya, maka
waktu itu saya meng-hire HRD. Menurutku
juga sebuah ee awalan yang bagus gitu
ya. HRD kita kebetulan anak UGM
ketika misalkan ee awal-awal kok kenapa
ya, kok kenapa ya, maka kalau umat Islam
kita enggak boleh ee mempertanyakan
kenapa-kenapanya gitu. Kok aku kok
kenapa begini gitu. Maka yang terus kita
lihat misalkan hikmahnya gitu. Jadi
semua yang terjadi itu hikmahnya sangat
besar gitu ya. Saya ketemu sama
komunitas yang mungkin mengarahkan
bisnis ini itu ternyata enggak bisa asal
menjalankan gitu ya karena nanti
tanggung jawabnya
besar di belakang gitu. Maka semua yang
kita bangun itu memang dari harapan saya
ya Mas ya mungkin juga belum
teraplikasikan sampai sekarang secara
keseluruhan. Harapan saya dari hal kecil
sampai besar itu sesuai sama syariat
Islam.
Diawali dari itu tadi, saya enggak pakai
hutang riba. Maka ketika ini bukan harta
saya, ini hartanya harus dijelaskan ini
harta siapa aja. Maka kalau itu syirkah,
berarti syirkah secara yang benar
menurut Islam itu seperti apa gitu.
Berarti penggunaan uangnya gitu. Ee di
sini juga teman-teman juga sudah tahu
gitu. Misalkan kita sama teman-teman itu
akadnya apa gitu. Akadnya itu bunyinya
apa? Jika teman-teman juga sudah paham
jika akadnya saya harus datang jam 0.00,
saya datang jam 09.00, konsekuensinya
apa? Jika harus pulang jam .00 ternyata
pulangnya jam 0.00 berarti ee agro ini
konsekuensi ke teman-teman apa gitu.
Jika saya meminta teman-teman untuk
melakukan pekerjaan yang tidak termuat
dalam akad, mereka juga boleh untuk
menolaknya. Misalkan seperti itu. Ee
kita belajar
seperti itu. Memastikan misalkan setiap
transaksi kita ini mana yang boleh, mana
yang enggak boleh. Misalkan di tanaman
itu ngasih V ke makelar itu boleh.
Tapi makelar yang di sebelah mana gitu.
Benar-benar makelar atau orang ini
adalah
orang bagiannya perusahaan yang kita
lagi transaksi gitu. Jadi kalau misalkan
orang ini ternyata orang yang dalam
transaksi berarti enggak boleh. Karena
itu ee apa namanya bukan makelar murni
ya. Itu memperkaya pribadi itu ee
seperti itu. Itu kita juga perhatikan
gitu. Tapi barangkali juga sampai
sekarang mungkin masih ada hal-hal yang
saya juga enggak tahu gitu. Makanya
kalau kenapa kita enggak bisa terlepas
dari hal spiritual ya karena itu
tanggung jawabnya besar itu tadi gitu
ya. Makanya saya tekankan kepada
teman-teman gitu ya. Ee kemarin kita
tanya hukumnya apa namanya cutting.
Kalau ikan koi dibentuk yang bagus-bagus
gitu, dibentuk pola-pola yang menarik
gitu. itu boleh enggak sih dalam Islam
gitu? Ternyata itu diperbolehkan. Tapi
dengan syarat kita harus ngasih tahu
kepada customernya gitu. Kita harus
memperlakukan ikan ini kalau sakit
karena itu ya harus kita rawat dengan
baik gitu. Maka saya juga menekankan itu
kepada teman-teman di bagiannya itu
wajib hukumnya untuk mengasih tahu
kepada customer kondisi ikan.
Hal-hal hal-hal seperti itu misalkan ada
kematian ikan.
ya kita janjinya diganti ya kita ganti
gitu
ya semuanya itu pasti ada ya ada yang
masih kesingsal sih Mas ya tapi
harapannya ke depannya nanti semuanya
itu tidak ada hal-hal lain yang kita
lakukan yang tidak sesuai syariat gitu
ya kalau ee Islam itu kan lengkap ya
kita ke kamar mandi aja diatur masa
untuk hal-hal yang lain yang notabannya
itu
hubungannya itu harta yang kita makan
masa enggak diatur gitu. Pasti detail
banget. Semakin detail saya itu merasa
semakin enak gitu. Sama kayak misalkan
saya semakin ribet di keuangan gitu ya.
Itu tapi akan melegakan gitu ya. Semakin
saya ribet ngurus waktu awal-awal apa
ngurus waris itu semakin ribet. Tapi
nanti di belakangnya itu lebih enak,
lebih clear gitu. Eh, saya Mifta dari
Agrokoi Agrotani Sejahtera di Rembang
Ngadi Luwih. Terima kasih atas semuanya.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Oke. Gak tahu nanti
kayak apa.
harapannya pokoknya menginspirasi gitu
aja ya
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:37 UTC
Categories
Manage