Pasutri Resign ASN, Mulai Usaha Ikan Koi Dari Nol Tanpa Pengalaman, Kini Usahanya Makin Besar
HDzRSw1bFD8 • 2026-01-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id saya masih yang optimis banget gitu ya. Nanti akan banyak cerit setelah ini kalau ini terlewati gitu. Tapi tiba-tiba begitu udah benar-benar syok gitu ya. Jalan itu ngleang. Kalau yang enggak kuat itu malah di anak-anak mungkin ya. Mereka mungkin protes gitu ya. Oh dulu kalau ada ayah begini kalau sekarang begini gitu. Nomor tiga itu bilang gini, "Ayah kan enggak enggak kayak meninggal. Soalnya kan ayah memang biasa pergi terus nanti tiba-tiba muncul sebentar gitu." Kalau saya ini koi enggak ngerti blas, tanaman gak tahu sama sekali, produk ke, penjualan segala macamnya ee nol putul gitu. Kalau kita jadi PNS ya sudah kita mengerjakan pasti ada masalah, enggak ada masalah nanti kita di awal bulan pasti gajian gitu ya. Kalau di sini kita kan minta ke Allahnya itu gede ya Allah dikit-dikit ya Allah gitu dikit-dikit ya Allah lah. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Miftah usaha saya di bidang koi dan tanaman kita lokasinya ada di Rembang Adilu. Kalau usaha ini sebenarnya lama sejak tahun 2012 untuk tanamannya koinya itu sejak tahun 2018 cuman saya masuk di sini akhir tahun 2021 saya mulai benar-benar terlibat gitu. Jadi founder utamanya bukan saya. Jadi suami foundernya kita sama-sama PNS. Suami PNS saya PNS. Suami itu resign tahun 2012, saya resign tahun 2017. Oh, kalau pensiun dini kan dapat uang ya, Mas. Kalau resign kan enggak. Dulu juga awalnya atau orang tua ya, terutama itu sangat memimpikan semua anaknya itu mendapatkan gaji yang tetap gitu ya. Makanya saya juga jadi ASN saya duluan yang jadi PNS. Terus beberapa tahun kemudian suami. Jadi e mungkin memang dari suami sendiri tidak sesuai dengan karakternya gitu ya. Waktu itu gajinya lebih kecil ketimbang saya gitu ya. Karena kan beliau struktural. Saya kan fungsional kalau apalagi kalau fungsional saya begitu masuk kan golongannya langsung 3B gitu ya. Kalau suaminya 3A. Nah, kita kalau fungsional kan masih dapat yang lain-lain ya gitu. mungkin motivasi terbesar kenapa mencari terus usaha yang cocok gitu ya. Meskipun ini juga bukan usaha pertama sebenarnya. Jadi awalnya suami dulu itu usaha ee jasa pembuatan kaos custom. Jadi kaosnya penginnya kayak apa, desainnya kayak apa secara online. Waktu itu kan online belum terlalu banyak ya. Ya, waktu itu mungkin suami lihat saya ini kok belanja-belanja online kok percaya aja kok banyak jumlahnya gitu. Makanya suami nyobanya online gitu. Sudah enggak ada waktu itu karena terlalu jauh dan karena suami sendiri secara desain juga enggak bisa. Jadi nanti kalau e desain ke temannya ini segala macamnya terus dan tidak produksi kaosnya sendiri produksinya ke konveksi gitu ya. Jadi akhirnya nyari di mana tuh tempat-tempat kira-kira produk ini tergantung produk yang mau dijual. Akhirnya nemulah bibit-bibit di daerah Nganjuk. Kalau Nganjuk itu kan memang pusat untuk bibit-bibit yang kecil-kecil gitu kayak Jati, Sengon, Jabon. awalnya itu tapi secara online. Waktu itu memang yang online enggak terlalu banyak. Suka duka apoteker di tempat kerja saya ya berarti suka sukanya karena kan kita enggak memikirkan ini ada anggaran apa enggak kan pasti ini ya yang penting kita bikin program aja yang bagus-bagus sebagus mungkin gitu ya. bukanya itu ya karena itu nanganin tentang obat maka semuanya harus tepat enggak boleh keliru keliruasikan obat berarti ya fatal akibatnya misalkan dan itu kita juga harus laporan obat itu secara detail setengah tablet pun harus dilaporkan gitu e itu dukanya sih misalkan kalau kita stok opnam itu bisa sampai jam 10 malam gitu misalkan kalau ada pemeriksaan Itu kalau ada kesalahan sedikit aja itu kayak kita kerja setahun salah semua gitu. Kita mungkin sama suami sama-sama dunia baru ya. Tanaman sama ikan koi itu mungkin sama-sama baru. Cuman kalau dunia bisnis itu mungkin bagi suami bukan hal yang baru karena ee orang tuanya juga memang wirausaha gitu ya. Kalau saya bisnis itu juga dunia baru karena keluarga saya itu keluarga guru gitu ya. Dan dari kecil kita juga enggak pernah melihat ee selain aktivitas guru gitu. Jadi benar-benar sesuatu yang baru. Kalau misalkan kita kuliah kita dimotivasi untuk mendirikan apotek sendiri itu juga sesuatu yang kayak teori gitu ya. Jadi untuk praktik itu benar-benar belum pernah gitu. Kalau suami dari kuliah tuh sudah jualan sendiri, sudah punya bisnis gitu ya, meskipun mungkin ee ganti-ganti jatuh bangun gitu. Kalau saya benar-benar kuliah itu ya belajar, enggak ada lagi aktivitasnya selain belajar gitu. Waktu itu yang paling susah untuk riset sebenarnya bukan dari suami ataupun dari usahanya, malahan dari orang tuanya ini biar bisa menerima gimana caranya gitu ya. Maka waktu itu yang dilakukan suami itu ajak jalan-jalan ee orang tuanya ditunjukin itu orang yang punya misalkan punya usaha segede itu apakah mereka PNS gitu ditunjukkan satu persatu terus ee waktu itu diajak umrah biar ee maksudnya tanpa PNS pun kita juga masih bisa gitu ya kalau ee suami tetap punya ee indikator kapan saya resign gitu. ketika memang sudah banyak dan sudah tidak bisa disambi lagi waktu itu langsung resign eh tapi kan masih ada saya gitu waktu itu mungkin itu jadi saya jangan resain dulu sebelum benar-benar ee settle gitu. Ee saya ingat banget anaknya Bu Nyai ya di pondok dulu itu pernah ketemu terus ditanya sekarang kerja di mana ee PNS wah itu nanti anu sampean seumur hidup bakalan kerja anu bilang gitu. itu saya pikir, oh iya benar juga ya ee kalau saya PNS berarti saya memang terikat untuk kerja terus-menerus gitu. Waktu itu yang membuat saya resign karena anak sih sebenarnya karena ee kalau dari segi ee finansial satu aja ataupun dua akan sama aja gitu. Saya kerja, saya enggak kerja nanti yang kita dapatkan juga akan sama. Tapi anak-anak ini nak terulang dua kali gitu. Apalagi waktu itu kita ada si kembar itu masih kecil-kecil gitu. saya pertama kali terjun di dunia kaget enggak? Kalau kaget itu bertumpuk-tumpuk ya, Mas. Mungkin saking banyaknya bertubi-tubi gitu jadi kayak kayak kayak enggak kerasa gitu. Awalnya itu kayak ya sudah mau gimana lagi gitu. Enggak ada lagi gitu ya. Karena enggak ada lagi selain saya. Terus siapa lagi yang mau terjun ini? Siapa gitu waktu itu? Karena alasan terkuatnya di anak-anak mungkin ya. Kalau enggak kalau saya ini enggak mau terus anak saya nanti gimana gitu. Waktu itu mungkin kayak gini, Mas. apa ee kalau awal-awal gitu ketika misalkan suami enggak ada gitu gitu beberapa hari ya mungkin itu enggak sampai lama memang kalau dibandingkan sama teman-teman saya misalkan saya ngobrol gitu karena ya itu tadi sudah banyak ee di belakangnya itu ya misalkan ee besoknya setelah suami enggak ada gitu Bu hari ini dananya sekian kebutuhannya ah gitu mau enggak mau kan Mas jadi kayak kewajiban-kewajiban itu yang setiap hari enggak bisa Karena memang masih sampai sekarang ya masih misalkan kebutuhan harian itu memang dari kita gitu. Mereka menuliskan anggaran harian, kita yang transfer lah. Itu harus saya enggak ada lagi. Akhirnya kayak ya sudah terus akhirnya yang lain-lain yang saya banyak yang enggak ngertinya gitu baru diurusin gitu. Misalkan ee oh itu punya aset di sini, di sini, di sini gitu. Saya ini juga enggak ngerti sama sekali gitu. Jadi yang ngerti kan teman-teman kantor di sini. Jadi ee itu mungkin yang memaksa saya itu ya melupakan hal-hal yang mungkin masih sedih atau enggak nyangka atau misalkan berat gitu ya. Mungkin pernah juga ngalamin yang kayak jalan itu ngleang gitu ya cuma sehari dua hari gitu. Cuman setelah itu ya lah anak-anak juga masih kecil semua gitu kan ya. Ee waktu itu saya masih yang optimis banget gitu ya. Nanti akan banyak cerit setelah ini kalau ini terlewati gitu. Tapi ee waktu itu tiba-tiba begitu udah benar-benar shok gitu ya. Cuman memang kalau yang enggak kuat itu malah di anak-anak mungkin ya. mereka itu berusaha apa menyimpan segala kesedihannya gitu ya mungkin. Terus ee mereka gejolak-gejolaknya itu malah munculnya di anak-anak mereka mungkin protes gitu ya. Oh dulu kalau ada ayah begini sekarang begini gitu sekarang enggak ada yang ini gitu. Mereka protes-protesnya begitu begitu karena mereka kan masih masih kecil-kecil ya masih e kecil-kecil. Jadi ya emosinya itu ee kelihatan apalagi mereka ini sangat dekat sama ayahnya gitu ya. Nomor tiga itu bilang gini, "Ayah kan enggak enggak kayak meninggal soalnya kan ayah memang biasa pergi terus nanti tiba-tiba muncul sebentar gitu." Karena mungkin saking ee sering ditinggal itu, jadi dia itu merasa begitu. Ada temannya suami yaitu seorang ustaz. Beliau punya pengalaman yang lebih lebih ya lebih ketimbang anak-anak gitu ya. Karena beliau itu dari kecil itu sudah ditinggal ibunya. Terus beberapa tahun kemudian ditinggal sama ayahnya. Jadi dia yatim piato. Maka dia sangat-sangat bisa merasakan seperti itu gitu ya. Terus ee misalkan pengalaman-pengalaman beliau yang sering dibully gitu ya, dipanggil-panggil dengan yatim-yatim apa begitu. Jadi beliau akhirnya punya yayasan memang khusus pondok pesantren untuk anak yatim gitu. Jadi beliau ini datang ke rumah, beliau ini menguatkan anak-anak gitu ya. Itu sampai sekarang kata-kata beliau itu. Jadi beliau itu enggak enggak ada ayah itu pun enggak masalah. Ee anak-anak itu harus tetap punya impian yang tinggi, punya keinginan yang banyak gitu. Karena Allah itu maha kaya. karena ee sampean itu punya Allah gitu. Itu mungkin yang menguatkan anak-anak ya di satu sisi gitu. Banyaklah ya bedanya kalau misalkan kita dari ASN itu kita datang mengerjakan kewajiban kita. Kalau kita di pelayanan, maka kita pulang selesai tugas kita gitu ya. Tapi kalau di bisnis kita sebagai owner bisnis itu punya tanggung jawab yang lebih besar gitu ya. Makanya saya juga jadi bisa merasakan gitu betapa besar beban yang ditanggung oleh seorang kepala keluarga gitu ya. Oh, jadi begini ya rasanya. Dulu ketika saya misalkan diajak ngobrol itu enggak ngerti ee kenapa kenapa sih harus dibuat apa beban berat seperti itu kan. Karena memang beratnya itu karena oh ini nanti gimana? Oh kira-kira 1 bulan ke depan kita aman enggak ya? Misalkan seperti itu atau oh ini nanti kita dapat komplain di customer enggak ya? Beban-beban seperti itu yang enggak kelihatan tapi itu terasa sangat besar gitu ya. Makanya ee saya juga setuju gitu ya kalau ada seorang ustaz itu yang bilang kalau jadi pengusaha itu maka pasrah ke Allahnya gede. Menurutku itu benar, Mas. Karena kan kalau kita jadi PNS ya sudah kita mengerjakan pasti ada masalah enggak ada masalah nanti kita di awal bulan pasti gajian gitu ya. Kalau di sini kita kan minta ke Allahnya itu gede ya Allah dikit-dikit ya Allah gitu. dikit-dikit. Ya Allah lah. Pertama kali saya ke sini itu, Mas, saya ini kayak tamu. Karena kan di sini semua karyawannya itu cowok, enggak ada ceweknya sama sekali, enggak ada ruangan. Kalau suami dulu kan orangnya enggak suka duduk diam, itu enggak bisa. Jadi orang-orang yang memang sukanya observasi ee lapangan itu semua dilakukan di luar ruangan gitu ya, di sawah entah di mana gitu. Jadi ke sini tuh enggak ada ruangannya. Saya duduk di Joglo sini cuman beberapa jam gitu. benar-benar kayak tamu kayak kayak bukan ya ya benar-benar tamu enggak ada ruangan gitu terus mulai semakin bertambah waktu oh kita butuhnya cewek akhirnya sekarang kita punya 12 lah kalau akhwatnya gitu ya dari yang enggak ada sama sekali kalau saya ini koi enggak ngerti blas tanaman gak tahu sama sekali gitu ya Mas ya. Jadi secara apapun lah ya produk ke penjualan segala macamnya ee nol putol gitu. Tapi menurutku itu ada positifnya gitu. Iya ada positifnya. Ee kalau misalkan saya ini tahu secara detail produknya maka saya akan fokus ke produknya, ke ininya, ke hal-hal yang kecil gitu ya. Mungkin saya enggak sempat mikirin yang kira-kira ke depannya kayak gimana, strateginya yang ke depannya kayak gimana, mungkin seperti itu. Kalau yang paling sulit, yang paling menantang itu ke people-nya sih menurut saya ya. Saya dari awal juga saya sampaikan ke teman-teman itu nanti ke depannya itu pasti akan berbeda. Saya enggak bisa persis sama seperti almarhum gitu ya. Enggak akan bisa sama karena apa yang ada dalam diri saya ini enggak sama dengan suami gitu ya. beda banget dari karakter orangnya aja sudah beda, maka ke depannya itu juga pasti beda. Tapi mereka ini kan kadung sudah nyaman dengan yang sudah ada. Mereka merasa kita ini on the track, kita ini sudah yang kayak bagus, kita ini ya memang beginilah harusnya caranya itu ya memang harus begini gitu. Maka ee mengarahkan atau merubah sesuai dengan pemahaman saya itu mungkin yang paling sulit gitu. Sampai sekarang pun mungkin juga enggak belum selesai gitu. ketika misalkan kondisinya turun, maka evaluasinya ee bukan hanya di sekitaran teknis bisnis gitu ya. K evaluasinya itu juga ke diri saya secara pribadi gitu. Kalau dalam kendali kita yo ayo mana yang bisa diperbaiki gitu. Kok memang bukan di luar kendali saya ya sudah dilepaskan. itu mungkin memang takdir terbaik begitu gitu sih. Misalkan manajernya keluar, oh ini padahal sudah kita sudah sepakat 6 bulan ke depan punya program begini-begini. Awalnya pasti berat juga ya. Oh ya sudahlah mungkin akan ada yang lebih baik setelah ini gitu. dari segi customernya, dari segi produknya, kedua-duanya itu sangat-sangat bisa dikembangkan gitu. Katakanlah misalkan produksi kita di bulan ini bisa bagus, koinya bisa benar-benar bagus dan disukai sama customer gitu. Tapi produksi tahun depan tidak menjamin dengan misalkan dengan hal yang sama persis tidak bisa menjamin itu bisa menghasilkan produk yang sama gitu ya. Kualitas atau sesuai spek yang memang yang kita tawarkan itu kepastian ya, kewajiban. Tapi yang bisa kita naikkan itu adalah pelayanan. ee bagaimana kita merespon customer, bagaimana kita e memberikan bahwa video yang kita share ini adalah video yang aktual gitu. Ee kalau misalkan kita nemuin antara hasil video ini tidak ee berbedanya jauh sama real, ya sudah kita harus ganti HP misalkan karena kita memasarkannya dengan cara online gitu, Teman-teman. sering cerita itu ada customer-customer yang telepon teman-teman hanya untuk ngobrol di malam-malam gitu. Maka saya juga suka, masih suka ya teline yang ada di mobil pickupnya Koi itu sahabat Koi Nusantara itu mungkin ya ya begitulah kita memposisikan diri kita gitu ya. Kita memang pengin menjadi ee orang yang nyaman terkait ee mungkin ngobrolin koi atau ngobrolin tanaman gitu, Mas. Paling mahal berapa ya? 160 apa 180 kemarin ya? Juta itu memang lingkarnya itu berapa? 6 m atau berapa gitu? Memang besar banget. Ini di daerah sini itu memang area industri tanaman. Mereka supplier kita ada kebutuhan customernya apa, maka kita sharing ke supplier kita butuh ini. Mereka ini ada tim yang memang kayak pencari gitu, Mas. Jadi ketemunya itu kemarin di Nganjuk itu pohon yang besar itu. Banyak buku bilang gitu bahwa ikan koi itu tergantung kualitas airnya gitu ya. Baik ee konsistensi warnanya maupun dia nanti gampang sakit atau enggak gitu. Kalau filtrasi kalau di koi itu sebenarnya itu tiap hari memang harus ada pengecekan ya. Misalkan kayak pH-nya berapa, suhunya berapa, ini misalkan mau dijadikan lebih bagus itu sangat-sangat bisa gitu ya. Ya, cuman memang butuh dananya enggak enggak sedikit ya. Sekarang kita sudah pakai prinsip ee modalnya enggak enggak pakai hutang bank gitu. Awalnya kita punya hutang ya, waktu suami meninggal itu kita punya hutang. Terus saya tanya-tanya di mana-mana yang namanya hutang bank itu ya riba gitu. Tapi kalau sudah terlanjur gimana caranya gitu kan. Ada sebuah komunitas itu yang mengarahkan gitu ya. Akhirnya waktu itu semua hutang bank kita bisa kita lunasin tanpa bayar yang namanya riba. Riba itu berarti bunganya ya, dendanya ya, administrasinya kita enggak bayar sama sekali. Ee dan alhamdulillah setelah itu ya sudah yang ee organik istilahnya organik gitu ya. Mungkin kalau enggak organik bisanya ya kayak investasi gitu mungkin tapi secara islami gitu. Pak omset kita di bulan ini itu tidak bisa kita jadi patokan untuk misalkan 4 atau 5 bulan ke depan itu pasti beda beda seperti itu ada polanya gitu. Ini kita bisa sampai satu sih dua untuk dua ini ya. dua bisnis ini gitu. Iya. Marginnya Mas presentasi. Presentasi kalau AK pasti enggak ada ya. Minimal 40 lah. Kalau misalkan bisnis itu ibaratnya kursi ya, dia punya empat kaki. E bisnis itu juga ya berarti dari finance, operasional, terus marketing sama people yaah. Itu semuanya enggak saya biarkan gitu mulai mungkin dari awalnya dari finance gitu ya. ini itu bukan punya saya pribadi gitu ya, karena ini adalah warisan gitu. Jadi ini ada hak anak-anak berarti ya. Ee maka waktu itu saya harus bagi waris nih karena saya juga enggak mau ketika saya pakai untuk saya pribadi saya ee menggunakan bukan yang hak saya. Apalagi nanti kalau itu arahnya ke harta anak yatim. Ngeri kan ya. Ya, awalnya dari situ. Maka ee saya juga bingung kalau misalkan ee pembagian waris yang seper seper seper itu ada. Tapi kalau ini bukan bentuknya uang terus gimana gitu kan ya. Akhirnya ee kita diarahkan kepada pendampingan gitu ya yang bisa mengarahkan oh ini mana? Oh ini nanti oh berarti anak-anak itu ikut syirkah gitu ya. Berarti anak-anak itu investor. Kalau investor, maka salah satu syaratnya kalau kalau di Islam itu namanya kan syirkah ya. Kalau syirkah itu syaratnya di Islam keuangan itu harus clear. Enggak boleh enggak clear dari stok opnam-nya, dari ee asetnya baik itu produk maupun yang lain-lainnya itu harus clear. Maka yang saya lakukan pertama kali itu meng-clearkan laporan keuangan setiap bulannya. Kalau dari segi marketing dimulai dari tim digital marketing. Kalau dulu suami kekuatannya itu di online, tapi waktu itu semua yang menggerakkan itu adalah teman-teman suami, jadi bukan orang internal. Jadi waktu itu yang saya lakukan adalah membangun tim digital marketing internal. Saya rekrut orang-orang baru. Saya datangkan pelatih selama seminggu. Jadi mereka yang awalnya enggak ngerti bisa ee membuat web, mengoptimasinya dan lain sebagainya itu ya sampai itu salah satu marketing ya. Setelah itu ya kita pasti enggak bisa berhenti ya data-data. Kalau saya senangnya pakai data enggak asal kok kelihatannya gitu enggak saya pasti pakai data. Maka itu yang menguatkan saya ketika teman-teman yang misalkan ee teman-teman di sini yang sudah ikut suami lama gitu kan merasa oh yang dilakukan Bumi itu salah itu salah harusnya gini gini gini gini keputusan saya itu adalah data ataupun teori yang memang sudah terbukti di luaran sana gitu makanya saya bisa kekeh gitu ya masih banyak yang harus diperbaiki tapi itu yang sudah kita lakukan gitu Betul. Kalau secara operasional kita perbaiki dengan awalnya itu ee membuat SOP gitu. Meskipun SOP-nya enggak ideal, sudah bikin aja sesuai dengan apa yang mereka lakukan se setiap harinya seperti itu. Kalau dari segi people-nya, maka waktu itu saya meng-hire HRD. Menurutku juga sebuah ee awalan yang bagus gitu ya. HRD kita kebetulan anak UGM ketika misalkan ee awal-awal kok kenapa ya, kok kenapa ya, maka kalau umat Islam kita enggak boleh ee mempertanyakan kenapa-kenapanya gitu. Kok aku kok kenapa begini gitu. Maka yang terus kita lihat misalkan hikmahnya gitu. Jadi semua yang terjadi itu hikmahnya sangat besar gitu ya. Saya ketemu sama komunitas yang mungkin mengarahkan bisnis ini itu ternyata enggak bisa asal menjalankan gitu ya karena nanti tanggung jawabnya besar di belakang gitu. Maka semua yang kita bangun itu memang dari harapan saya ya Mas ya mungkin juga belum teraplikasikan sampai sekarang secara keseluruhan. Harapan saya dari hal kecil sampai besar itu sesuai sama syariat Islam. Diawali dari itu tadi, saya enggak pakai hutang riba. Maka ketika ini bukan harta saya, ini hartanya harus dijelaskan ini harta siapa aja. Maka kalau itu syirkah, berarti syirkah secara yang benar menurut Islam itu seperti apa gitu. Berarti penggunaan uangnya gitu. Ee di sini juga teman-teman juga sudah tahu gitu. Misalkan kita sama teman-teman itu akadnya apa gitu. Akadnya itu bunyinya apa? Jika teman-teman juga sudah paham jika akadnya saya harus datang jam 0.00, saya datang jam 09.00, konsekuensinya apa? Jika harus pulang jam .00 ternyata pulangnya jam 0.00 berarti ee agro ini konsekuensi ke teman-teman apa gitu. Jika saya meminta teman-teman untuk melakukan pekerjaan yang tidak termuat dalam akad, mereka juga boleh untuk menolaknya. Misalkan seperti itu. Ee kita belajar seperti itu. Memastikan misalkan setiap transaksi kita ini mana yang boleh, mana yang enggak boleh. Misalkan di tanaman itu ngasih V ke makelar itu boleh. Tapi makelar yang di sebelah mana gitu. Benar-benar makelar atau orang ini adalah orang bagiannya perusahaan yang kita lagi transaksi gitu. Jadi kalau misalkan orang ini ternyata orang yang dalam transaksi berarti enggak boleh. Karena itu ee apa namanya bukan makelar murni ya. Itu memperkaya pribadi itu ee seperti itu. Itu kita juga perhatikan gitu. Tapi barangkali juga sampai sekarang mungkin masih ada hal-hal yang saya juga enggak tahu gitu. Makanya kalau kenapa kita enggak bisa terlepas dari hal spiritual ya karena itu tanggung jawabnya besar itu tadi gitu ya. Makanya saya tekankan kepada teman-teman gitu ya. Ee kemarin kita tanya hukumnya apa namanya cutting. Kalau ikan koi dibentuk yang bagus-bagus gitu, dibentuk pola-pola yang menarik gitu. itu boleh enggak sih dalam Islam gitu? Ternyata itu diperbolehkan. Tapi dengan syarat kita harus ngasih tahu kepada customernya gitu. Kita harus memperlakukan ikan ini kalau sakit karena itu ya harus kita rawat dengan baik gitu. Maka saya juga menekankan itu kepada teman-teman di bagiannya itu wajib hukumnya untuk mengasih tahu kepada customer kondisi ikan. Hal-hal hal-hal seperti itu misalkan ada kematian ikan. ya kita janjinya diganti ya kita ganti gitu ya semuanya itu pasti ada ya ada yang masih kesingsal sih Mas ya tapi harapannya ke depannya nanti semuanya itu tidak ada hal-hal lain yang kita lakukan yang tidak sesuai syariat gitu ya kalau ee Islam itu kan lengkap ya kita ke kamar mandi aja diatur masa untuk hal-hal yang lain yang notabannya itu hubungannya itu harta yang kita makan masa enggak diatur gitu. Pasti detail banget. Semakin detail saya itu merasa semakin enak gitu. Sama kayak misalkan saya semakin ribet di keuangan gitu ya. Itu tapi akan melegakan gitu ya. Semakin saya ribet ngurus waktu awal-awal apa ngurus waris itu semakin ribet. Tapi nanti di belakangnya itu lebih enak, lebih clear gitu. Eh, saya Mifta dari Agrokoi Agrotani Sejahtera di Rembang Ngadi Luwih. Terima kasih atas semuanya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Oke. Gak tahu nanti kayak apa. harapannya pokoknya menginspirasi gitu aja ya
Resume
Categories