Kind: captions Language: id berarti guna menumbuhkan ekonomi sebesar rp152,98 triliun dibutuhkan biaya sebesar r406,96 triliun atau kalau kita bagi angkanya anda akan ketemu bahwa untuk setiap 1 triliun pertumbuhan ekonomi berarti dibutuhkan biaya sebesar 386,5 5 miliar atau sekitar 38,65% dari pertumbuhan [Musik] tersebut sahabat akela dalam video kali ini saya akan menjelaskan kondisi utang Amerika Serikat yang jumlahnya sudah melampaui 34 triliun dolar namun peringkat Utangnya masih tetap berada pada double a plus hingga bahkan triple a hingga tanggal 19 Februari 2024 utang Amerika sudah mencapai 34,37 triliun US Dollar atau 124,2% dari total gdp-nya jika dibandingkan dengan negara kita Republik Indonesia utang pemerintah RI perakhir Desember 2023 adalah 8 144,69 triliun atau hanya sekitar 522,1 miliar us Doll atau jika dibandingkan dengan GDP hanya sekitar 38,7% GDP namun peringkat utang RI ternyata hanya triple b plus dengan Outlook positif jauh di bawah peringkat utangnya Amerika Loh kok bisa negara kita ini besaran nominal utangnya itu jauh lebih kecil hanya sekitar 1,5% ya utang Amerika rasio utang terhadap GDP atau pdb-nya itu juga hanya 38,7% ini enggak sampai sepertiganya rasio utang Amerika Tapi peringkat utangnya malah di bawah Amerika kedengarannya enggak fair nih oke sebelum lompat ke kesimpulan Ayo kita banding-bandingkan dulu sama negara lain dan dalam contoh ini kita bandingkan dengan negara tetangga kita dekat yakni Singapura total utang Singapura adalah 820,9 miliar us Doll dan itu berarti 131,19% dari total gdp-nya dengan demikian rasio utang Singapura malah lebih besar dibandingkan Amerika Namun coba lihat peringkat hutangnya malah triple a alias lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Loh kok bisa nah saya pernah membahas mengenai kondisi hutang Singapura ini dalam video berjudul Kenapa dolar Singapura bisa begitu kuat dan stabil bilamana ada di antara kalian yang ketinggalan video ini kalian bisa menyimaknya nanti di link ini atau saya juga cantumkan di deskripsi dan tips dari saya supaya tidak ketinggalan lagi video-video terbaru dari akela pastikan diri Anda sudah subscribe di channel ini Nyalakan tombol alert-nya dan bilamana video ini bermanfaat bagi anda Kami akan sangat berterima kasih bilamana anda bersedia Klik tombol like-nya juga oke sekarang saya akan Jelaskan satu persatu namun guna memahami semua ini ada satu persepsi yang harus anda tinggalkan jauh-jauh Kebanyakan orang selalu menilai kualitas hutang suatu negara atau perusahaan hingga perorangan itu dilihat itu besaran nominal hutangnya semakin besar nominal hutangnya ya maka itu berarti akan semakin sulit bagi yang bersangkutan untuk membayar hutang-hutangnya itu Eh tapi Benarkah demikian Saya akan mengajak anda untuk melihatnya dari sudut pandang investor dari sudut pandang investor besarnya nilai utang itu tidak selalu berarti buruk yang penting bukan besaran nominal hutangnya melainkan seberapa produktif dan uden utang tersebut dikelola saya kasih ilustrasi sederhana ya ada dua pabrik pabrik A dan pabrik B misalkan keduanya Bergerak dalam bidang usaha yang sama yakni produksi garmen atau tekstil pabrik a ini jauh lebih kecil dari pabrik B di mana pabrik b sama sekali enggak mau hutang pokoknya akan tetapi dibandingkan dengan pabrik B pabrik a ini sangat inovatif pertumbuhan Omset dan labanya itu jauh lebih baik daripada pabrik B sementara pabrik B ini adalah Pabrik Tua yang sama sekali enggak ada inovasi ketinggalan zaman dan parahnya lagi hampir di setiap Lini produksinya itu ada korupsi Setiap hari selalu ada bank yang datang nawarin kredit modal kerja kepada pabrik a dengan biaya bunga yang semakin rendah dan semakin kompetitif Perhatikan dengan kinerja yang produktif transparan dan profesal pabrika a ini berhasil membangun trust sehingga banyak estor yang tertarik untuk berinvestasi di pabrik a tidak butuh lama omset pabrik a ini akan melampaui pabrik B yang dulunya malah Justru lebih besar dari pabrik a cerita kayak gini ini udah sangat lazim dan sering terjadi di dunia usaha Jadi sebenarnya bukan masalah besarnya nominal hutang namun yang terpenting adalah seberapa produktif dan pruden utang tersebut dikelola Tahukah Anda ada perusahaan yang utangnya mencapai 1314,73 triliun dan itu berarti 594% dari modalnya dan 15 kali lipat atau 100% dari total revenue atau penjualannya akan tetapi perusahaan ini enggak bangkrut-bangkrut malah dia semakin tambah besar karyawannya tambah banyak kantor cabangnya semakin banyak semakin hebat anda tentu heran Loh kok bisa emangnya perusahaan Apaan tuh Nah perusahaan Yang saya maksudkan adalah bank dan dalam contoh ini saya menggunakan contoh kasus Bank BCA Hingga Akhir Tahun 2022 utang BCA itu adalah 1314,73 triliun sementara modalnya adalah 221,18 triliun dan penjualannya adalah 72,24 triliun Namun coba lihat Bank BCA ini semakin bertumbuh besar loh kok bisa gitu jawabnya adalah karena trust semakin hari semakin banyak orang yang menyetorkan dananya untuk disimpan di Bank BCA dan dalam neracanya BCA membukukan semua tabungan nasabah ini sebagai hutang kok gitu ya karena BCA harus siap menyediakan uang nasabahnya bilamana diperlukan kalau ditarik duitnya dia harus bayar itu itu ke nasabahnya BCA juga harus memberikan bunga kepada nasabahnya selanjutnya dana-dana nasabah ini oleh BCA kemudian dikelola dengan dipinjamkan kepada orang lain dan dari sini BCA memperoleh revenue berupa interest income BCA juga memiliki sumber revenue kedua yakni non interestest income yakni pendapatan BCA dari biaya-biaya transaksi iuran kartu kredit kemudian Kalau Anda sewa save deposit box misalnya dan masih banyak lagi yang lain Karena itu jika kita ingin memahami hutang negara prinsip saya nomor satu adalah bukan melihat besaran nominalnya melainkan seberapa produktif dan pruden utang itu dikelola Oke untuk itu Ayo sekarang kita lihat Amerika Serikat sejak menjelang berakhirnya Perang Dunia kedua atau lebih tepatnya lagi pasca bratton Woods agreement yang ditandatangani di brattonwoods New hampshire Amerika Serikat Tahun 1944 mata uang US Dollar menjadi satu-satunya Global reserve currency dan ini menempatkan Amerika Serikat sebagai pusat ekonomi dunia jika kita belajar ekonomi makro ketika kita mulai belajar tentang kebijakan moneter dalam berbagai literatur selalu dijelaskan ada tiga fungsi uang yakni satu sebagai medium of exchange atau alat tukar dua sebagai storage of value atau sarana penyimpan nilai dan tiga sebagai unit of account atau satuan daya beli akan tetapi pada tahun 1959 Dr Milton Friedman melalui buku yang ditulisnya berjudul a program for monetary stability menjelaskan tentang fungsi keempat uang yakni sebagai monetary tools dan atas karyanya itu dia meraih hadiah Nobel dalam bidang ekonomi sebagai negara dengan mata uang yang diakui dunia sebagai Global reserve currency Amerika memiliki apa yang dikenal dengan istilah exorbitan privilege sebuah posisi istimewa yang tidak dimiliki negara lainnya contoh keistimewaan ini adalah Amerika tidak akan pernah mengalami balance of payment Crisis atau krisis neraca pembayaran yakni Suatu kondisi di mana arus kas masuk suatu negara dari ekspor itu tidak lagi cukup guna membiayai arus kas keluar atas impor yang terjadi di negara itu hal ini berakibat terjadinya depresiasi mata uang negara tersebut nah yang kayak ginian ini tidak pernah dialami Amerika Kenapa karena mereka impor itu semuanya dalam mata uang US dollar mata uangnya sendiri bandingkan dengan negara kita baik impor maupun ekspor selalu dibiayai dengan mata uang US Dollar harap diingat Kendati pun memang ada transaksi bilateral yang tidak menggunakan mata uang US Dollar namun jumlahnya masih sangat minim dan Coba kalian perhatikan memang ada ekspor Indonesia ke Jepang misalnya dalam mata uang Japanes Yen atau ke China dalam mata uang chines yion tapi ini tidak akan mengurangi risiko balance of payment Apabila semua or kita masih pakai dolar atau mata uang asing lainnya coba cek ada enggak impor Indonesia yang bayarnya tuh pakai rupiah dalam kondisi itu dengan demikian Anda kemudian berpikir berarti Amerika pasti bisa melunasi utang-hutangnya dong kan seluruh utang Amerika juga dalam US Dollar tinggal cetakin aja US Dollar aja lagi Bayar tuh semua kan langsung lunas tuh secara logik memang bisa saja begitu akan tetapi undang-undangnya tidak memungkinkan untuk itu dalam Federal Reserve act tahun 1913 jelas disebutkan bahwa theet selaku Bank Sentral satu-satunya lembaga yang berwenang atas jumlah uang beredar dilarang secara langsung melakukan pembelian surat utang pemerintah yang diterbitkan oleh us treasuies mereka hanya bisa membeli us treasues melalui open market Operation ya Operasi pasar terbuka lewat market pasar bebas Hal ini bertujuan guna memisahkan lembaga moneter dengan lembaga fiskal yang berada di bawah pemerintah sekaligus mencegah the fet menyediakan sumber dana tak terbatas bagi anggaran belanja pemerintah itu sebabnya Jerome Powell ketika diwawancarai CBS tegas dia menjawab bahwa Kendati pun saat ini masih baik-baik saja akan tetapi kondisi fiskal pemerintah Amerika Serikat secara jangka panjang tidak bisa dibiarkan terus-menerus mengalami peningkatan hutang dengan pertumbuhan seperti sekarang ini jerem Pow menyebutnya dengan istilah unsustainable the national debt we mostly try very hard not to Comment on fiscal Policy and and uh you know instruct Congress on How to do their job when actually they have oversight over us but is the national debt a Danger to the economy in your review in the long run the US is on an unsustainable fiscal Path the US Federal government's on an unsustainable fiscal Path and that just means that the debt is growing faster than the economy I have the sense this worries you very much over the long Run Of course it does we eff'reorwing fromut Generations it's us to toting priorityisal Oke sekarang kita beralih ke Singapura sejak awal Merdeka Singapura sepenuhnya menyadari bahwa mereka tidak memiliki exorbitant privil Kak Amera karena itu mereemuk mereka seproduktif dan sepruden mungkin Singapura ini adalah satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara di mana bank sentralnya bertanggung jawab untuk mengelola cadangan devisanya dengan menginvestasikannya pada berbagai macam aset mulai dari emas us treasuries saham hingga berbagai aset properti untuk itu Bank Sentral Singapura dalam hal ini m monetary authority of Singapore dibantu oleh dua lembaga lainnya Dan itu adalah gic dan temasek holdings selama 20 tahun terakhir aset-aset gic ini bertumbuh rata-rata 6,9% per tahunnya sementara temasek yang sejak tahun 1974 mengambil alih seluruh BUMN Singapura menghasilkan return rata-rata 17% per tahunnya akibatnya pemerintah Singapura memiliki aset yang nilainya jauh melampaui utang-hutangnya itu sebabnya Kendati pun rasio utang Singapura sudah melampaui 131% pdb-nya tidak ada satuun warga Singapura yang khawatir akan hal itu karena setiap saat kalau ditagih suruh lunasin utang-hutangnya dia bisa melunasi utang-hutangnya bilamana diperlukan memang gross debt-nya gede kelihatannya tapi net depbt-nya itu adalah nol Kenapa karena pemerintahnya memiliki aset yang jauh lebih besar dibandingkan dengan total utangnya Saya sudah pernah menjelaskan detailnya pada video Kenapa dolar Singapura bisa begitu kuat dan stabil Jadi lagi-lagi bukan masalah seberapa besar nominal hutangnya namun seberapa pruden dan seberapa produktif utang-utang itu dikelol bayangkan diri Anda seperti Bank BCA yang saya ilustrasikan di awal tadi semakin pruden semakin secure dan semakin produktif Anda mengelola uang titipan orang maka tentu semakin banyak orang yang akan mempercayakan dananya kepada Anda ini prinsip trust dan beginilah cara Singapura membangun keuangan negerinya lantas Bagaimana dengan negara kitauik Indonesia tercinta ini selama ini Pemerintah selalu mengumumkan data pertumbuhan PDB RI sebesar 5,04% year on year angka pertumbuhan ekonomi yang sangat bagus Apalagi mengingat Tiongkok saat ini tengah mengalami deflasi dan PDB Inggris juga bahkan sudah mulai negatif sekarang berdasarkan data dari BPS hingga akhir Kuartal keemp 2023 PDB RI telah mencapai angka 20.892,4 triliun dengan demikian terjadi pertumbuhan GDP sebesar rp152,98 triliun dalam setahun terakhir berdasarkan APBN kita edisi 31 Desember 2023 yang saya unduh langsung dari website resmi kementerian keuangan hingga Penghujung 2023 utang pemerintah sudah mencapai 8.144,9 triliun dan untuk mengelola hutang itu dibutuhkan pembiayaan hutang sebesar r406,96 triliun dengan demikian berarti guna memperoleh pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04% yang tadi itu atau sebesar r52,98 triliun ya yang sering diumumkan pemerintah Pemerintah kita menambah hutang dari posisi 7.554,25 triliun pada Desember 2022 menjadi 8.144,69 triliun di Desember 2023 atau penambahannya menjadi 59,44 triliun dan untuk itu pemerintah membayar realisasi pembiayaan hutang sebesar r406,96 triliun Oke berarti guna menumbuhkan ekonomi sebesar 1552,98 triliun dibutuhkan biaya sebesar rp406,96 triliun atau kalau kita bagi angkanya anda akan ketemu bahwa untuk setiap 1 triliun pertumbuhan ekonomi berarti dibutuhkan biaya sebesar 386,5 miliar atau sekitar 38,65% dari pertumbuhan tersebut guna memahaminya dengan lebih mudah anda bayangkan kalau Anda punya pabrik guna menaikkan omset perusahaan anda sebesar Rp1 miliar dalam setahunnya berarti dib penambahan hutang dengan biaya bunga sebesar rp86,5 juta maka menurut anda utang tersebut cukup produktif apa enggak Apakah kondisi seperti ini sustainable atau enggak masalah jika dilanjutkan terus sampai jangka panjang ahah Bagaimana pendapat Anda seperti biasa saya hanya menyajikan data selebihnya silakan Anda ketik di kolom komentar ya semoga bermanfaat sukses selalu dan sampai [Musik] jumpa