Transcript
qfnhxgXKVVM • Strategi saya guna melawan Inflasi di Indonesia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0221_qfnhxgXKVVM.txt
Kind: captions
Language: id
jadi berhenti dengarin orang yang bilang
bahwa trading itu judi yang judi itu
adalah orang yang mengira dirinya sedang
berinvestasi padahal sebenarnya dia
mengharapkan keuntungan spekulatif dan
karenanya dia mengabaikan risiko
spekulatif yang juga terkandung di dalam
aset yang sedang diperdagangkannya itu
Benjamin Graham menyebut kelompok orang
yang demikian ini sebagai
unintelligent speculator spekulator
kurang cerdas saya menyebutnya sebagai
[Musik]
Gamble sahabat akela yang Budiman sesuai
janji saya video ini adalah kelanjutan
dari video sebelumnya rahasia di balik
inflasi 3% apa yang tidak diceritakan
media Sebelumnya saya mohon maaf ya dan
sekali sangat berterima kasih atas
koreksi yang sahabat akela berikan dalam
video yang lalu dalam video ini saya
akan lanjutkan pembahasannya sekaligus
mengkoreksi kekeliruan yang terjadi
dalam video sebelumnya berdasarkan
polling yang saya lakukan di channel ini
memang ada begitu banyak orang yang
beranggapan bahwa data dari Badan Pusat
Statistik itu tidak akurat well saya
tidak bisa komentar banyak mengenai ini
namun saya sendiri selalu berprinsip
sebelum menunjukkan jari telunjuk ke
orang lain saya selalu perhatikan ada
tiga jari saya yang lainnya yang
menunjuk ke diri saya sendiri jadi
ketimbang ribut bilang bahwa datanya
dimanipulasi di mana menuduh suatu pihak
apalagi institusi pemerintah manipulasi
tanpa disertai bukti yang kuat dalam
ranah publik seperti YouTube ini itu
sesungguhnya sudah berpotensi melanggar
undang-undang nomor 11 tahun 2008
tentang ite saya cenderung fokus ke Diri
saya sendiri dulu aja jangan-jangan ada
pada diri saya yang keliru interpretasi
yang pertama harap diperhatikan juga
bahwa data yang diajukan BPS itu adalah
data agregat yang artinya data
keseluruhan ada begitu banyak analis
pengusaha maupun pejabat pemerintah
hingga Bank Sentral itu semuanya
memerlukan data ini dalam bekerja dan
mengambil keputusan serta kebijakan yang
diperlukan Jika data tersebut
maka pertanyaannya adalah kenapa sampai
sekarang itu enggak pernah ada satuun
perusahaan atau institusi yang menggugat
keamsahan data tersebut saya akui memang
data inflasi 3% dari BPS berasanya itu
tidak pas namun perasaan manusia
perasaan saya itu justru sering kali gak
akurat analogi sederhananya itu gini
jangankan mengenai inflasi jika kalian
saya tanya berapa suhu udara di di
tempat anda maka zaman sekarang tuh kita
kan tinggal langsung ambil HP buka di
situ lihat di situ langsung keluar
datanya 27 derajat Celcius dan satu lagi
muncul ada tulisan kecil di bawahnya
namun berasa seperti 32 derajat Celcius
Feels Like
32°g Celcius Kenapa kok ada feel like ya
karena itu dia kita
berasanya jauh lebih panas daripada
kondisi sebenarnya Nah kenapa Data
inflasi RI itu 3% dan bukan jauh lebih
tinggi daripada itu jawabnya mungkin ada
beberapa faktor yang pertama adalah
karena data inflasi itu adalah data
agregat jika kita mengkonsumsi sesuatu
yang harganya dalam sebulan terakhir
misalnya melonjak 10% namun di di luar
itu ada 9 item makanan lainnya yang
kenaikannya itu cuman 1% maka tentu
wajar jika total kenaikan harga
rata-rata tersebut itu hanya jadi
1,9% saja perasaan kita itu cenderung
hanya fokus pada satu atau beberapa hal
yang paling sering kita pergunakan
sehari-hari dan mengabaikan yang lainnya
yang kedua data inflasi tahunan itu
berubah-ubah dari bulan ke bulan dia
fluktuatif berdasarkan data dari BPS
inflasi tahunan di bulan April 2024 itu
memang pers akan tetapi angka ini tidak
konstan dan berfluktuasi Dari bulan 1u
ke bulan yang lain berdasarkan data dari
BPS dan Bank Indonesia sejak tahun 2004
rata-rata tingkat inflasi RI berada di
level
5,6% tiap tahunnya yang ketiga itu
adalah kesalahan persepsi kita
sehubungan dengan angka inflasi banyak
orang yang merasa bahwa jika inflasi
tiap tahun tu 5,6% maka berarti dalam 14
tahun harga barang-barang tu naik ya
tinggal dikalikan aja 5,6* 14 gitu
ketemunya
78,4%. kenyataannya tidak begitu kalian
akan kaget Jika ternyata harga barang
itu sudah naik jauh lebih dari dua kali
lipat kita akan merasa sekarang Bahwa
inflasi itu seharusnya 7,4% tuh per
tahunnya bukan
5,6%. perbedaan ini akan semakin terasa
ekstrem jika jangka waktunya tuh kita
ambil tuh semakin panjang jika inflasi
5,6% per tahunnya maka seharusnya
inflasi R dalam 20 tahun itu adalah
berarti 5,6 tinggal langsung kalikan
gitu 20 tahun sama dengan
111,95%. harga barang-barang berarti
seharusnya naiknya
112% namun anda akan kaget jika
kenyataannya kenaikannya sesungguhnya
Bukan 112% tapi
181,5% jauh di atas hasil kali itu dan
kalian merasa bahwa kalau begitu data
BPS keliru inflasi seharusnya 181,5 / 20
itu ketemunya 9,1% atau mendekati 10%
per tahunnya ee perasaan kalian tidak
sepenuhnya salah Namun bukan berarti
data BPS juga salah yang keliru itu
adalah cara menghitungnya kenaikan harga
akibat inflasi itu tidak bisa langsung
dikalikan begitu aja jika inflasi 5% itu
berarti dalam 10 tahun harga naik 50%
dan dalam 20 tahun Berarti harga naik
100% itu enggak bisa begitu inflasi itu
compounded atas harga baru yang
mengalami kenaikan seluruh komponen
harga asal berikut kenaikannya itu juga
mengalami kenaikan dan begitu juga Terus
selama bertahun-tahun karena itu guna
menghitung kenaikan harga akibat inflasi
secara jangka panjang berlaku rumus
kenaikan majemuk PN = p0 * 1 + tutupung
pangkat n di mana PN itu adalah kenaikan
harga agregat di tahun ke N p0 itu
adalah level harga agregat mula-mula I
tingkat inflasi per tahunnya dan n
adalah jangka waktu dihitung dalam tahun
itu sebabnya mirip seperti analogi suhu
udara tadi kenaikan inflasi rata-rata
5,6% ini akan Feels Like Terasa seperti
9,1%. kenaikan majemung ini memang
Dahsyat konon kabarnya ya Einstein
bahkan menyebutnya sebagai keajaiban
dunia yang keedelapan nah Sehubungan
dengan hal itu di video Sebelumnya saya
juga sudah jelaskan bahwa menghadapi
biaya hidup yang berkembang secara
majemuk naik secara majemuk dengan
peningkatan penghasilan yang naik secara
linier tidak akan berhasil kalian bisa
lihat dengan jelas melalui grafik
berikut ini semakin lama gapnya itu akan
semakin tambah besar jadi nya ya
kenaikan gaji yang diperoleh itu akan
selalu kurang di atas semuanya itu
memang benar ada faktor lain secara
makroekonomi yang memang membuat kondisi
Indonesia saat ini menjadi terjepit kita
terjepit di antara dua raksasa besar kok
bisa gitu well di satu pihak tingginya
ketergantungan Indonesia akan impor
pangan sudah saya jelaskan dalam video
sebelumnya ya yang berakibat inflasi
pangan jauh di atas headline inflation
atau inflasi keseluruhan berdasarkan
data BPS bulan April 2024 inflasi pangan
itu adalah
7,05% sementara inflasi secara
keseluruhan itu hanya berada di level 3%
dari tahun ke tahun di pihak lainnya
jika anda perhatikan dalam video
sebelumnya sesungguhnya dalam
powerpointnya sudah saya tulis bahwa
tanpa inflasi di kelompok makanan
minuman dan tembakau Jadi kalau makanan
minuman tembakau ini keluarin maka
inflasi Indonesia di di bulan maret
sesungguhnya hanya
0,96% di bawah 1% itu data ini
menunjukkan lemahnya harga-harga di luar
makanan minuman dan tembakau dan hal ini
justru kurang sehat bagi perekonomian
Loh kok bisa begitu W kalian bayangkan
gini jika kalian bekerja di industri
tekstil garmen misalnya jasa konstruksi
atau yang lainnya maka perusahaan tempat
kalian bekerja itu berarti hanya bisa
menaikkan harga jual sebesar
0,96% dengan kata lain laba bersih
perusahaan itu enggak bisa naik banyak
naik cuma
0,96%. namun harga-harga makanan minuman
dan bilamana kalian Merokok itu yang
naiknya jauh lebih tinggi jauh lebih
banyak kenapa bisa terjadi kondisi
seperti ini ya di channel ini saya sudah
sering membahas bahwa sejak Tahun 2022
Bank Central Amerika The Fat saat ini
tengah berupaya memerangi inflasi di
negara mereka dengan cara menaikkan suku
bunga acuan fat fund rate ini berakibat
naiknya nilai US dollar terhadap mata
uang lainnya di negara-negara lain di
seluruh dunia termasuk Indonesia kembali
ke inflasi pangan sebagaimana saya sudah
jelaskan di video sebelumnya banyak
bahan pangan di Indonesia itu yang masih
banyak sekali mengandalkan impor guna
mencukupi kebutuhannya dan jangan lupa
seluruh impor ini berarti harus dibayar
dengan mata uang US Dollar Lantas kenapa
selain makanan minuman dan tembakau itu
harga-harga naiknya hanya
0,96% salah satu faktor terbesarnya
adalah karena kondisi deflasi yang
dialami Tiongkok sejak pertengahan tahun
lalu di mana sejak awal tahun Saya sudah
menjelaskan mengenai hal ini dalam video
yang
ini perhatikan di video tersebut bahwa
deflasi adalah kondisi yang bisa
berkembang jadi jauh lebih berbahaya
ketimbang inflasi deflasi jika tidak
segera dikendalikan bisa mengarah ke
jurang depresi itu sebabnya Tiongkok
saat ini memberikan insentif
besar-besaran untuk eksportir mereka
akibatnya eksportir Tiongkok itu bisa
mengekspor barang dengan keuntungan nol
atau bahkan negatif sekalipun tapi
mereka masih bisa mengalami keuntungan
dari mana ya dari insentif yang
diberikan pemerintahnya hal ini berupa
kembalian atau restitusi pajak
pertambahan nilai yang umumnya sebesar
16% namun bisa bervariasi tergantung
jenis barang dan wilayahnya kemudian
juga pengembalian pajak penghasilan
sebesar 15% untuk laba ekspor barang dan
10% untuk laba dari ekspor jasa
teknologi tinggi Hal ini mereka lakukan
karena jika deflasi ini sampai
berkepanjangan maka satu persatu produk
usen atau manufaktur itu akan merugi dan
pada akhirnya terpaksa harus tutup
solusinya adalah mendorong kelebihan
hasil produksi yang tidak terserap di
dalam negeri itu untuk disalurkan ke
luar negeri alias
ekspor pertanyaan saya adalah Sanggupkah
perusahaan tempat kalian bekerja melawan
gempuran produk-produk dari Tiongkok
jadi jelas ya di satu pihak ada
tantangan inflasi pangan akibat impor
yang otomatis jadi sangat terpengaruh
oleh kenaikan Kurs US Dollar akibat
theet menaikkan suku bunganya sejak
Tahun 2022 dan menahannya terus di level
525 hingga 550 di pihak lain pendapatan
atau gaji yang diperoleh itu susah Naik
akibat perusahaan tempat bekerja itu
susah bersaing dengan gempuran impor
produk murah dari Tiongkok akibat
deflasinya mereka sebagaimana yang saya
sudah jelaskan dalam video-video
sebelumnya dan ada banyak lagi
video-video lama di channel ini di tahun
1998 kondisinya bahkan jauh lebih
mengerikan dibandingkan dengan semua
krisis yang pernah kalian alami bahkan
krisis covid-19 yang demikian mencekam
itu di tahun 2020 memang rasanya begitu
mengerikan kan seperti mau kiamat dunia
aja rasanya tapi dari segi ekonomi
kehancurannya tidak ada apa-apanya bila
dibandingkan kehancuran yang terjadi di
tahun
1998 silakan kalian bandingkan kan
Pelemahan nilai rupiah terhadap US
Dollar di tahun
2020 dengan tahun 1998 di tahun 1998
rupiah itu melemah
595% sementara di tahun 2020 hanya
melemah sekitar 18% saja mau bicara
inflasi Ya silakan kalian bandingkan
inflasi yang terjadi di tahun 98 dengan
tahun 2020 inflasi di tahun 98 itu
mencapai
82,4% dan inflasi makanan
138,12% akibat krisis tahun 98 ini angka
pengangguran Indonesia itu terus
meningkat hingga mencapai puncaknya pada
Kuartal 3 tahun 2005 di mana angka
pengangguran menembus level
11,2%. seumur hidup saya tidak pernah
mengalami badai ekonomi yang lebih
dahsyat dibandingkan tahun 98 ini jika
kalian berusia di bawah 40 tahun ya
memang kalian masih terlalu muda untuk
bisa memahami k ekonomi yang terjadi
saat itu untungnya sesudah 5 tahun Jatuh
Bangun sejak terkena PHK massal di tahun
98 di tahun 2003 saya untuk pertama
kalinya kenal bursa f Indonesia hebatnya
lagi saat itu saya yang tidak paham
analisa teknikal gak ngerti fundamental
sama sekali tidak ngerti makroekonomi
cukup dengan dengerin kata broker
sekuritas saja saya profit lumayan
banget di tahun 2003 dan saya ada
menulis tentang hal ini dalam buku saya
yang terakhir yang keempat diterbitkan
oleh Alex Media computindo judulnya
adalah mengungkap rahasia Bull market
terhebat sepanjang sejarah Saya bahkan
terus profit hingga pertengahan tahun
2004 ketika untuk pertama kalinya
merasakan market Crash dari situ baru
nyadar bahwa semua sarana media
pengembang daya beli Apakah itu saham
Forex kontrak berjangka komoditas atau
Futures hingga derivative options Dan
sekarang itu adap
semuanya mengandung risiko karena itu
pada video Sebelumnya saya menjelaskan
prinsip Dimas keren D itu adalah fokus
ke daya beli I itu adalah inflasi karena
daya beli uang itu selalu mengalami
inflasi maanya itu adalah majemuk karena
inflasi itu majemuk sifatnya dan
solusinya terletak pada poin keempat dan
kelima ya ini adalah sarana dan sistem
yang risikonya terk
dan dijalankan dengan rencana yang sudah
disusun sebelumnya sistem Yang saya
maksudkan adalah sistem untuk
menjalankan investasi dan atau trading
Saya tidak akan berpanjang lebar lagi
menjelaskan perbedaan keduanya karena
sudah pernah saya bahas dalam video yang
ini silakan simak videonya dan hati-hati
Berdasarkan pengalaman saya selama 20
tahun saya menemukan ada begitu banyak
sekali kasus di mana orang itu enggak
paham apa beda investasi dengan trading
dan akibatnya banyak yang sesungguhnya
trading tapi menggunakan strategi
investasi nah yang seperti ini nih
benar-benar sebuah resepe for disaster
atau resep menuju k hanancuran jika kita
berinvestasi maka kita menggunakan
strategi investasi sementara jika kita
trading maka kita membutuhkan sebuah
trading sistem yang sudah teruji secara
kuantitatif jika investasi maka pastikan
aset yang Anda beli adalah aset
produktif dan bukan aset nonproduktif
atau komoditas beberapa waktu lalu saya
melihat satu iklan di YouTube yang
sangat
menyesatkan iklan tersebut bilang bahwa
dewasa ini ada investasi jangka pendek
dan itu adalah melalui
Forex ini
ngawur Forex itu adalah highly leverage
trading
dan itu kita murni hanya mengharapkan
keuntungan dari perubahan harga dan
karena itu disebut dengan spekulative
profit keuntungan spekulatif pelakunya
dengan demikian disebut
spekulator itu sebabnya George soros
juga seringkali dikenal dengan sebutan
currency
speculator dan bukan currency investor
Gak ada Cen investor Karena itu
berhati-hatilah jika kalian tiap saat
pengin ngecek di HP naik atau turun udah
untung berapa nih maka itu bukan
investasi itu adalah
trading Kalian sedang mengharapkan
keuntungan spekulatif di mana itu sahsja
boleh Bukannya gak boleh saya juga
trading yang
bahaya kaliangharapkan
spekulatif yakni dari kenaikan harga
barang yang kalian beli tapi pada saat
yang sama kalian menganggap diri sebagai
investor sedang berinvestasi sehingga
itu enggak sadar dan mengabaikan bahwa
di samping keuntungan spekulatif yang
kalian harapkan itu ada risiko
spekulatif yang seharusnya kalian
kontrol mengenai strategi investasinya
ada banyak strategi investasi yang bisa
kita gunakan salah satu yang paling
populer adalah value investing dan ini
adalah strateginya Warren Buffett
terkenal sekali Selain itu ada juga
growth at reasonable price atau garb ini
adalah strategi investasinya Peter Lin
saya contohnya menggunakan garb ini
misalnya pada saham Google Nvidia
Microsoft oh by the way bicara tentang
Nvidia kode sahamnya nvda Ya nvda ini
kemarin mengumumkan bahwa mereka akan
kembali melakukan stock split dan kali
ini stock splitnya Dahsyat nih
101 Rencananya akan dilaksanakan pada
tanggal 7 Juni 2024 nah Adakah di antara
kalian yang ingin saya jelaskan peluang
dari stock split Nvidia ini ketik di
kolom komentar Ya bagaimana dengan
krypto saya menggolongkan aset crypto
ini sebagai komoditas bukan aset
produktif karena itu saya sadar betul
bahwa saya murni mengharapkan keuntungan
hanya dari kenaikan harganya aja dan
dengan demikian maka saya mengharapkan
keuntungan spekulatif karena itu
tentunya ada risiko spekulatif yang
harus saya manage dengan baik berita
bagusnya sesudah sekian lama Bitcoin
melantai di Bursa S Amerika melalui etf
Bitcoin kini vanx berhasil mendaftarkan
etf ethereum pada depository trust and
clearing corporation alias dtcc dan ini
sekaligus memberikan peluang bahwa
ethereum berpotensi menyusul Bitcoin
masuk Wall Street Saya sudah pernah
membahas tentang etherium pada video
yang ini dan jika kalian sudah lama
mengikuti channel ini Kalian tentu tahu
aset cripto favorit saya sejak tahun
2023 hingga sekarang itu sesungguhnya
bukan Bitcoin atau etherium tapi solana
dan masuknya eth ke dtcc ini sekaligus
membuka peluang solana sebagai aset
kripto ketiga yang berpotensi melantai
juga di Wall Street Nah kalian ingin
saya bahas tentang solana ketik di kolom
komentar yang terakhir Terus kalau
trading gimana ingat enggak prinsip yang
saya jelaskan tadi trading sebagaimana
bisnis dagang pada umumnya itu murni
hanya mengharapkan keuntungan dari
selisih harga karena itu sumber
keuntungan kita sebagai trader adalah
identifikasi terhadap tren harga memang
benar gak ada yang bisa memprediksi
harga akan bergerak ke mana namun
pertanyaan saya adalah ada enggak sistem
atau indikator yang diciptakan untuk
mendeteksi tren harga dan perubahannya
dalamnya ada Banyak Ada ratusan
indikator teknikal yang diciptakan
khusus untuk tujuan mendeteksi tren
harga dan perubahannya jadi berhenti
dengerin orang yang bilang bahwa trading
itu judi yang judi itu adalah orang yang
mengira dirinya sedang berinvestasi
padahal sebenarnya dia mengharapkan
keuntungan spekula
dan karenanya dia mengabaikan risiko
spekulatif yang juga terkandung di dalam
aset yang sedang diperdagangkannya itu
Benjamin Graham menyebut kelompok orang
yang demikian ini sebagai
unintellig speculator spekulator kurang
cerdas saya menyebutnya sebagai gambl TR
profesional itu selalu mengambil
keputusan atas dasar
identifikasi tren saya perah memberikan
ogi G kalau kita beli baju buat dipakai
sendiri itu mirip kayak orang investasi
itu ya investor dia beli baju buat
dipakai sendiri dikoleksi selama
bertahun-tahun bahkan puluhan tahun
disimpan di dalam lemari Belinya kapan
ya belinya tentu pada saat ada Gebyar
diskoun kita enggak ngurusin tren tren
fashion trend mode enggak ada urusan
yang penting adalah apa yang penting
adalah kualitasnya bagus harganya lagi
murmerur lagi under value Ah ini sip
tapi kalau kita beli baju buat dijual
lagi maka ini namanya berdagang
berdagang produk garmen kunci utamanya
justru memperhatikan tren fashion yang
sedang viral saat itu karena kalau
trennya sudah out of fashion Wah ya
habis bisa-bisa terpaksa mesti jual rugi
itu mesti obral alias Cut los nah guna
mendeteksi tren dan perubahan tren yang
sedang berlangsung tersebut saya sejak
puluhan tahun yang lalu saya menggunakan
berbagai macam indikator teknikal hingga
intermket analysis guna membangun
trading system saya hingga akhirnya
tahun 2017 saya ketemu Bapak Hendra
martonolim yang kini menjadi partner
saya Beliau ini orangnya sejak dulu
Memang sangat-sangat super humble selalu
lebih suka dipanggil suheng alias Kakak
laki-laki seperti perguruan padahal dari
beliau ini lahir sebuah quantitative
trading System yang saya pakai hingga
sekarang ini namanya Timo quantitative
trading system sejak pakai Timo ini saya
dalam hitungan detik saya tahu mesti buy
hold atau sell untuk saham baik saham
bursa Indonesia maupun bursa saham
Amerika Forex gold hingga aset cpto pada
tanggal 3 Mei 2024 contohnya
Timo memberikan sinyal buy pada saham
nvda saat itu harganya masih
887,89 us do per lembarnya dan semalam
harganya sudah tembus 1037 us do per
lembarnya kripto juga sama Jauh sebelum
muncul berita etf etherium masuk di tcc
Timo sudah memberikan sinyal buy pada
tanggal 17 Mei 2024 dan waktu itu it
masih 3.9 du sekarang it sudah menembus
level
3.673 saham ihsg juga sama tanggal 4
Maret timu memberikan sinyal buy pada
saham tpia contohnya saat itu tpia masih
di Kisaran
4.790 kalian tahu enggak sekarang tpia
harganya berapa
rp9.075 per lembarnya Nah gini Kami di
akela sepenuhnya paham bahwa ada banyak
orang yang yang seringkiali kesulitan
dalam mengambil keputusan-keputusan
tersebut buy sell apa hold karena itu
suheng saya dan rekan-rekan di akela
semua sepakat untuk membantu anda semua
melalui akela live streaming di youtube
channel ini acaranya setiap Kamis malam
pukul 19.30 WIB silakan join di channel
ini bagi yang memerlukannya semoga
bermanfaat sukses selalu dan sampai
jumpa