Hard Landing? Soft Landing? Or... 'Crash Landing'? These Are the Real Facts of the US Economy!
cPzUTRzPYy0 • 2025-04-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id yang tidak dia pahami adalah justru perang tarif yang terjadi sekarang inilah yang sekarang menjadi batu penghalang utama bagi The Fed untuk melakukan normalisasi suku bunga. Sahabat Akela, sesuai janji saya dalam video sebelumnya, kali ini saya akan membahas analisa kemungkinan kebijakan DEFET dalam sidang FUMC berikutnya, yakni yang dijadwalkan pada tanggal 6 hingga 7 Mei 2025. Namun sebelumnya saya ingin kembali menegaskan falsafah YouTube channel Akela ini sehubungan dengan adanya komentar dari @ the video yang lalu berjudul Trump Liberation Day awal mimpi buruk Dunia bagian yang pertama. Sejarah Smooth Holy Act berulang. Ada dua hal penting yang perlu saya klarifikasi. Yang pertama adalah mengenai teori konspirasi dan yang kedua adalah perihal soft landing yang nanti kita bahas secara detail. Saya mulai dari yang pertama dulu. Saya bukannya tidak suka dengan teori konspirasi, namun sudah menjadi misi channel ini bukan tidak suka lagi, tapi memerangi teori konspirasi, teori konstipasi, kontrasepsi, dan semua spesies sejenisnya sampai selama-lamanya. Akela bukan saja tidak suka teori konspirasi, tapi Akela sepenuhnya memerangi teori konspirasi. Kenapa demikian? Karena semua teori konspirasi yang ada selama ini itu terbukti menyesatkan dan tidak bikin kita jadi tambah pintar. Pada video Trump Liberation D bagian yang pertama saya mengupas tentang hubungan smooth Holly act dan great depression di Amerika. hingga depresi di Eropa dan kebangkitan partai nazi di Republik Wemar atau Jerman. Nah, propaganda politik nazi ini didasarkan pada teori konspirasi yang berjudul The Protocols of the Elders of Science. Dokumen ini adalah dokumen palsu yang pertama kali muncul di Rusia pada awal abad ke-20 sekitar tahun 1903. Dokumen ini diklaim sebagai catatan rahasia dari pertemuan para pemimpin Yahudi yang konon merencanakan dominasi dunia melalui kontrol ekonomi, media, dan politik. Faktanya dokumen ini adalah karya fiksi antisemit yang dibuat oleh agen Okrana, polisi rahasia kekaisaran Rusia. Kemungkinan besar berdasarkan plagiarisme dari berbagai sumber, termasuk contohnya adalah novel satir Prancis karya Mauris Jolly yang judulnya Dialog in Hell between Masya Valley and Montescue tahun 1864 yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yahudi. dewasa ini dengan adanya perkembangan internet dan media sosial maka teori-teori konspirasi ini jika tidak ada yang menjernihkan, maka teori-teori konspirasi ini bisa berkembang menjadi propaganda yang merugikan hingga berbahaya. Pernahkah Anda mendengar teori konspirasi akan adanya kelompok elit global super power yang katanya mengendalikan Vatikan hingga ekonomi dunia termasuk The Fed dan bank sentral di seluruh dunia hingga Black Rock dan Vanguard yang menguasai seluruh perusahaan-perusahaan terbesar dunia. Organisasi itu namanya Illuminati. Oke, Illuminati Bavaria itu nama lengkapnya sesungguhnya didirikan oleh Adam Wesop di Jerman pada tanggal 1 Mei 1776. Tujuannya adalah mempromosikan rasionalisme, kebebasan berpikir dan menentang tahyul serta otoritas gereja yang saat itu memang sangat kuat. Kelompok ini kecil, eksklusif, dan akhirnya dibubarkan oleh pemerintah Bavaria pada tahun 1785. Pada abad ke-20 dan ke-21, teori konspirasi Illuminati berkembang melalui pop culture. Contohnya adalah bukunya Dan Brown, judulnya Din Sey Code atau Angels and Demons dan Ditunjang oleh media sosial. Illuminati digambarkan sebagai elit global termasuk bangkir, politisi, dan tokoh agama yang mengendalikan dunia melalui berbagai organisasi atau institusi seperti Freemason, Bilderberg Group atau bahkan Vatikan pusat Gereja Katolik. Sehingga dengan demikian sebenarnya teori konspirasi seputar Illuminati ini sebenarnya adalah pelecehan agama. Ada banyak YouTuber yang kemudian mengait-ngaitkan berbagai stock market crash seperti crash sub mortgage 2008, crash sehubungan dengan COVID-19 sebagai great financial riset itu adalah ulahnya Illuminati. Narasi-narasi menyesatkan seperti ini semakin viral karena semua media sosial termasuk Instagram, Facebook, TikTok, hingga YouTube menggunakan algoritma berbasis engagement yang dirancang untuk memaksimalkan waktu tonton dan interaksi kita. Yaitu contohnya likes, comen, share kan gitu. Konten teori konspirasi seperti tentang Illuminati seringkiali sensasional. memang sensasional memicu emosi dan mengundang rasa penasaran sehingga cenderung mendapat engagement yang tinggi. Jadi like-nya banyak jadi viral, subscriber naik pesat. Algoritma lalu memprioritaskan konten ini untuk muncul di laman for you-nya TikTok atau rekomendasinya YouTube. Secara psikologis, teori konspirasi memanfaatkan kecemasan dan ketidakpercayaan terhadap institusi yang diperkuat oleh algoritma yang menargetkan preferensi pengguna. Konten ini sering dirancang untuk memicu diskusi atau kontroversi sehingga meningkatkan interaksi dan viralitas. Sahabat Akela, setiap kali saya hendak memulai sebuah video baru, saya selalu berdoa semoga Tuhan meneguhkan hati saya untuk tetap fokus menyajikan konten yang berdasarkan data dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Dan kiranya Tuhan menjauhkan saya dari keinginan untuk mengabaikan misi utama itu hanya demi mengejar viewer ataupun subscriber. Sahabat Akela yang saya kasihi, sejak awal misi Akela adalah membawa terang. Dan saya sadar sepenuhnya bahwa tidak semua orang suka sama terang. Ada kalangan tertentu memang yang sudah kadung terlanjur, menyukai, menggemari kegelapan. Ya, itu adalah pilihan hidup masing-masing. Namun misi utama Akela adalah membawa terang. Dan sampai kapan pun Akela akan tetap seperti itu. Seluruh video yang Akela sajikan di channel ini senantiasa memegang teguh prinsip solum sekundum data veritas hanya berdasarkan data dan fakta. Nah, sesuai janji saya dalam video sebelumnya, sekarang saya akan menuntun Anda semua bagaimana menganalisa kebijakan moneter the FET hingga menganalisa peluang soft landing pada ekonomi Amerika. Semua dengan itu, harap dipahami dengan jelas dulu apa itu hard landing dan apa itu soft landing. Hard landing adalah kondisi ekonomi ketika pertumbuhan ekonomi itu terjadinya negatif alias resesi. Dan seringki itu terjadi akibat kebijakan pengetatan moneter seperti kenaikan suku bunga yang terlalu agresif. Pada saat hard landing, maka yang terjadi satu, inflasi memang turun signifikan. Namun penurunan ini akibat dari pertumbuhan ekonomi yang negatif alias kontraksi atau resesi. Dan ini nampak pada terjadinya lonjakan angka pengangguran yang signifikan. Sementara itu kalau soft landing maka itu adalah kondisi ekonomi ketika bank sentral berhasil menurunkan inflasi tanpa menyebabkan terjadinya resesi. Ekonomi tetap bertumbuh walaupun slow down tapi inflasinya turun. Pada kondisi soft landing itu berarti inflasi turun dan stabil di kisaran 2% year over year ekonomi tetap bertumbuh alias GDP tetap positif walaupun slow down dan ini nampak pada angka pengangguran yang tetap rendah tidak ada lonjakan pengangguran akibat PHK massal. Jelas ya bedanya. Nah, sekitar beberapa hari sesudah Trump mengumumkan perang tarif terhadap seluruh negara-negara di dunia yang dia sebut sebagai Trump Liberation Day, berkembang headline, The Fed akan melakukan emergency card sehubungan dengan indeks saham S&P 500 Dow Jones dan NASDAQ yang crash akibat sentimen negatif yang dipicu oleh Trump Liberation Day tersebut. Konten ini langsung viral. Namun, coba dengar apa kata Mark Twain. If you don't read the newspaper, you are uninform. If you do read the newspaper, you are misinform. By the way, itu yang bilang kayak gitu MTIN loh ya, bukan saya. Saya hanya mengulang aja kata-katanya MTIN itu. Jika lihat headline atau berita-berita seperti itu, maka saran saya adalah langsung periksa ke sumber aslinya dan itu adalah website resmi The FET. Link saya berikan di deskripsi. Sesudah masuk langsung klik meeting calendar and information dan Anda bisa lihat sendiri bahwa hanya ada delan jadwal sidang FOMC di tahun 2025 ini. Dan memang secara official The Fed hanya sidang 8 kali dalam setahun kecuali ada kasus-kasus emergency yang membutuhkan adanya sidang FOMC darurat. Namun coba Anda bisa lihat sendiri di jadwal ini. Mana ada jadwal sidang daruratnya. Nah, yang dihebohkan media itu adalah rapat tertutup Dewan Gubernur The Fair pada hari Senin, 3 April 2025 pukul 11.30 Eastern Standard Times. Namun, harap perhatikan ini hanya dihadiri dewan gubernur. Berarti tidak ada presiden dari masing-masing distrik. Berarti ini tidak mungkin FOMC darurat. Karena FOMC itu harus diputuskan oleh FOMC member yang jumlahnya 12 orang. 7 orang Fed Governor sebagai anggota tetap. Satu orang anggota tetap yakni Fed Presiden New York. Berarti 7 + 1 8 dan selebihnya empat orang itu adalah vat presiden lain yang dirotasi berasal dari 11 distrik def selain New York. itu digilir dirotasi tahun ini dari distrik misalnya Minnesota, Minneapolis dan seterusnya. Nah, itu nanti tahun depannya dia ganti lagi gitu ya. Dan sekarang saya akan tunjukkan ke Sahabat Akela semua bagaimana Anda juga bisa menganalisa FOMC yang akan datang. Sama seperti yang saya lakukan selama ini pada FOMC Maret 18 hingga 19 Maret yang lalu ada empat dokumen. Lihat ya. Satu, FOMC statement yang menjelaskan keputusan def pada sidang tersebut. Dua, pers conference yang dipresentasikan Jerome Paul pada media. Tiga adalah dokumen yang paling penting dan itu yang paling kita perhatikan namanya SEP atau summary of economic projection. Dan yang keempat adalah notuland meeting pada FOMC tersebut. Dan ini baru dirilis dokumennya notuland ini 3 minggu sesudah FOMC tersebut selesai diselenggarakan. Sekarang coba buka si, Anda akan temukan tabel seperti ini. Supaya mudah, saya mengelompokkan data-data pada tabel ini menjadi tiga kelompok besar. Yang pertama adalah proyeksi defet sehubungan dengan economic growth. Terdiri atas dua data, yakni GDP dan unemployment rate. Yang kedua adalah inflasi. Terdiri atas dua data juga yakni PC inflation dan core PCE inflation. PCE adalah singkatan dari personal consumption expenditure di mana ini adalah data inflasi di tingkat konsumen yang diterbitkan oleh BEA atau Bureau of Economic Analysis. Dua kelompok data ini sejatinya menampilkan dual mandate def yakni maximum employment dan price stability. Berarti maksudnya ekonominya bertumbuh tapi inflasinya jangan bablas. Dual mandate ini berasal dari teori makroekonomi yakni kurva Philips yang menunjukkan hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Contohnya pada saat ekonomi bertumbuh, unemployment rate akan turun dari U1 ke U2. Tingkat inflasi jadinya juga cenderung naik akibat naiknya agregat demand sehubungan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan ini mendorong inflasi naik dari I1 ke I2. Artinya unemployment turun inflasi naik. Sebaliknya ketika unemployment naik inflasinya turun. Di sinilah letak intisari dual mandate-nya the FET. The Fed harus balancing risk antara unemployment dan risk inflasi. Bagian terakhir SP menampilkan proyeksi fed funds rate. Nah, sekarang bagaimana kita bisa menganalisa mana yang lebih besar peluangnya, soft landing atau hard landing. Mari kita lihat kembali ke dual mandate. The Fed, the Fed bertanggung jawab atas maximum employment dan price stability. Harap ingat baik-baik ini karena nanti jika ada ujian dan saya kasih soal jebakan dan ada yang jawab bahwa def akan pangkas suku bunga ketika indeks S&P 500 Dow zones crash, maka silakan langsung mengulang lagi nanti semester depan. Oke, sekarang lanjut. Ini adalah data headline PCE inflation year overear. Saat ini angkanya berada pada level 2,5%. Dan jika komponen makanan dan energi dikeluarkan maka namanya core PCE inflation. Dan saat ini angkanya berada di level 2,8%. Agak sedikit naik dari bulan sebelumnya namun tetap di bawah 2 bulan sebelumnya. Gold def adalah menurunkan angka core PC inflation ini jadi turun di kisaran level 2% dan stabil di situ 2% itu. Lantas bagaimana kita bisa memperkirakan PC inflation ini? Kan data yang terbaru nanti baru akan dirilis oleh BE pada tanggal 30 April 2025. Jawabnya adalah dengan menggunakan data inflasi lain yang keluar jauh lebih dulu ketimbang PCE inflation dan itu adalah consumer price index alias CPI yang diterbitkan oleh BLS atau Bureau of Label Statistic. Anda perhatikan ya, PCE itu dari BEA, Bureau of Economic Analysis, CPI dari BLS atau Buro of Label Statistic. Biro oleh besar disik itu di bawah depnakernya Amerika. Sementara B itu berada di bawah departemen perdagangan, Department of Commerce. Nah, sekarang ayo dilihat datanya. Berdasarkan data terakhir ternyata menunjukkan adanya penurunan headline CPI yang cukup signifikan. Gede loh ini. Turun dari 2,8% ke level 2,4%. level CPI yang terendah sejak tahun lalu. Jika komponen energi dan makanan dikeluarkan, nampak hal yang sama juga terjadi pada core CPI turun signifikan dari level 3,1% ke level 2,8%. Dengan demikian kemungkinan pada tanggal 30 April nanti PCE dan Core PCE juga turun sebagaimana ditunjukkan CPI dan core CPI. Pertanyaan selanjutnya, lantas bagaimana dengan angka pengangguran? Apakah ada lonjakan angka pengangguran di Amerika? Bukankah si Elon Musk melalui DOD banyak PHK karyawan USAID dan agen-agen pemerintah Amerika lainnya? Saya sudah pernah bahas ini pada video yang ini. Saya paham pikiran kita akan cenderung lebih mudah menerima narasi ketimbang data. Akan tetapi sebagai analis supaya bisa berpikir jernih dan objektif selalu kembali ke data dan coba periksa ini memang benar angka pengangguran Amerika mengalami kenaikan sejak awal 2025 naik dari 4% jadi 4,1% naik jadi 4,2%. Namun coba periksa gambar besarnya. Yang dimaksudkan terjadinya lonjakan angka pengangguran itu adalah angka pengangguran yang naiknya signifikan, melesat naik, menembus level 4,5% seperti yang terjadi di tahun 2008 atau krisis supremorgage dan juga terjadi di tahun 2020 akibat krisis Covid-19. Saat ini angka pengangguran masih di bawah 4,5%. Level angka pengangguran mulai 4% sampai 4,5% ini adalah level angka pengangguran yang tidak mengakibatkan terjadinya akselerasi inflasi dan ini adalah angka pengangguran idealnya The Fed. dia tidak terlalu tinggi sehingga mengkhawatirkan terjadinya kontraksi ekonomi namun juga gak terlalu rendah sehingga bisa mengakibatkan terjadinya akselerasi inflasi dia pas punya istilah sendiri untuk ini namanya Nairu noncelerated inflationary rate of unemployment ini adalah goldyelocks unemployment rate-nya the FET nah hal ini juga sinkron dengan data GDP Growth Amerika saat ini berada di level 2,5% year over year mengalami penurunan yang landai dari level 3,1% pada kuartal ketiga 2024 menjadi 2,5% sekarang ini. ini berarti sesuai dengan rencana defet selama ini, yakni menurunkan pertumbuhan GDP dengan mengurangi agregat demand guna menurunkan inflasi, namun tidak sampai mendorong GDP ini terjun bebas sehingga sampai level negatif. Dengan kata lain, inflasi turun tanpa mengakibatkan ekonomi resesi. Ingat itu tadi namanya apa? namanya soft landing. Jadi berdasarkan data-data di atas, ingat ya, hanya berdasarkan data-data di atas. Jangan keluar dari kerangka berpikirnya theal mandate, maximum employment dan price stability. Ini ada yang lain, maksimum employment saat ini sudah berada di level Nairu, level ideal itu. Sementara price stability saat ini sedang menuju target COR PC inflation 2%. Menurut Anda mana yang lebih besar peluangnya? Soft landing atau hard landing? Kalau masih jawab hard landing, saya enggak tahu lagi mesti jelasinnya kayak gimana. Sampai sini muncul dua pertanyaan. Yang pertama, masuk akal. Kapan, lantas kapan the ini bakal pangkas suku bunga? Ini masuk akal. Yang kedua ini mohon maaf ini kalau orang Jawa bilangnya jembret alias di luar konteks. Suku bunga Fed Fund Rage dan Q adalah tools yang dimiliki oleh The Fed guna menambah likuiditas atau jumlah uang yang beredar di ekonomi. Hanya The Fed selaku bank sentral yang memiliki otoritas ini. Presiden Amerika tidak berwenang untuk memerintah defend melakukan kebijakan moneter sesuai kemauan, sesuai keinginan hatinya. Ketika The FET memangkas suku bunga, harus dilihat dulu konteksnya. pada saat dia melakukan pemangkasan suku bunga itu kondisinya sedang menuju soft landing atau sedang menuju hard landing. Ada ancaman resesi. Jika hard landing misal nih ada PHK massal gede-gedean dan ada lonjakan angka pengangguran maka ya the memangkas suku bunga secara agresif. misalnya langsung pangkas 50 basis poin guna menghindari terjadinya resesi. Jika suku bunga sudah dipangkas terus hingga 0,25% alias zero interest rate policy, berarti sudah tidak ada ruang gerak lagi untuk pangkas. Apanya mau dipangkas sudah 0,25 gitu kan. Maka apabila pada saat itu angka penganggurannya itu masih tinggi, maka tidak ada jalan lain bagi kecuali mengeluarkan jurus pamungkasnya. Dan itu baru Qantitative easing yang berarti FET membeli US Treasuries dari pasar sekunder. Jadi ingat ya, kalau ekonominya masih fine-fine kayak begini, apalagi suku bunganya masih menyisakan ruang gerak yang banyak untuk pangkas suku bunga ya dia akan pangkas suku bunga dulu enggak enggak bakalan langsung qi. Jika soft landing maka yang ada adalah the memangkas suku bunga hingga ke level normal antara 2,5 hingga 3,5%. Itu namanya level fat fun rate yang normal. Karena itu disebut normalisasi suku bunga. Selama ekonomi masih bertumbuh, tidak ada ancaman resesi parah, suku bunga masih jauh di atas 0,25, maka tidak mungkin theat Qe. Namun, bukankah Trump Liberation Day bikin harga-harga barang-barang di Amerika malah naik? Berarti ada ancaman inflasi naik dong. Iya, benar. Namun jika inflasi naik itu bukan berarti resesi. Itu artinya gold def menurunkan inflasi itu yang terancam. Pertanyaan selanjutnya adalah apa emangnya ada gangguan unemployment rate? Selama angka pengangguran masih stabil di level Nairu, maka kenaikan inflasi ini hanya menunda tercapainya goals of soft landing defend itu. Bagaimana jika karena harga-harga jadi mahal maka nanti banyak terjadi PHK dan pengangguran jadi naik? Nah, gini. Itu dia sebabnya urusan nanti i nanti lihat dulu datanya mana. Mengapa dengan adanya penurunan CPI inflation yang signifikan pasar Fedfund Future saat ini masih mengantisipasi 83% peluang def akan tetap bertahan pada level 425 hingga 450 pada FOMC tanggal 6 sampai tanggal 7 Mei yang akan datang. Kenapa kok pasar Fedfund Futures itu tidak mengantisipasi The Fed ini bakal pangkas suku bunga pada FOMC 6 sampai 7 Mei ini nanti? Jawabnya ya adalah karena Trump Liberation Day memberikan adanya faktor uncertainty tambahan yang seharusnya tidak perlu ada. Anda lihat sendiri unemployment rate itu berada di kisaran Nairu GDP positif. Karena itu kendati pun data saat ini menunjukkan penurunan inflasi sebelum mengambil keputusan the akan cenderung menunggu data berikutnya. Bagaimana dengan CPI dan PCE bulan Mei yang menggambarkan kondisi inflasi bulan April sejak berlangsungnya Trump Liberation Day itu, Sahabat Akela, 2 hari sesudah mengumumkan Trump Liberation Day, Trump melalui platform Truth Social meminta Jerome Powell untuk memangkas suku bunga. yang tidak dia pahami adalah justru perang tarif yang terjadi sekarang inilah yang sekarang menjadi batu penghalang utama bagi The Fed untuk melakukan normalisasi suku bunga. Jika Trump menuduh Jerome Powel playing politics, well, sekedar informasi, Jerome Powel ini memiliki haluan politik partai republik dan pada tanggal 2 November 2017 yang milih dia sebagai v chairman menggantikan Jennet Yellen ya justru Trump sendiri. Nah, sahabat Akela, semoga video ini bisa membantu Anda dalam memahami kebijakan The Fed dengan lebih baik. Dan jangan lupa khususnya bagi subscriber channel ini, Anda bisa konsultasi sehubungan dengan investasi ataupun trading Anda langsung dengan saya dan Bapak Hendra Martono Lim, pencipta timu quantitative Trading System melalui Akela live streaming yang kami selenggarakan tiap hari Kamis pukul 19.30 WIB di channel ini. Karena itu, pastikan diri Anda sudah subscribe, klik tombol like-nya, dan silakan share ke teman-teman Anda yang membutuhkan. Semoga bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan sampai jumpa. Yeah.
Resume
Categories