Transcript
AKTVLe5yOBA • Jackson Hole MEMANAS, Powell Sebut Tariff picu Inflasi, Trump Ngamuk Pecat Lisa Cook !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0284_AKTVLe5yOBA.txt
Kind: captions
Language: id
Besar sekali kemungkinannya The Fed
memang masih akan memangkas suku bunga
pada FOMC 17 September sebesar 25 basis
poin.
Sahabat Akela yang saya kasihi,
sebagaimana sudah saya jelaskan dalam
video yang lalu yang berjudul The Fed
versus Trump, pertarungan terbesar
ekonomi dunia dimulai di Jackson Hall
2025 pada tanggal 21 sampai 23 Agustus
lalu, The Fed menyelenggarakan simposium
tahunannya yang dilangsungkan di kawasan
Jackson Hall, Grand Titan National Park,
Womeming. Jackson Hall Symposium adalah
forum pembuat kebijakan ekonomi global
yang sejak tahun 1978 diselenggarakan
setiap tahunnya oleh Federal Reserve
Bank of Kansas City dan biasanya itu
atau hampir selalu bahkan itu diadakan
di Jackson Hallah resort di Taman
National Grand Titan, Wyoming. Simposium
ini bukan sembarang konferensi. Ini
adalah forum di mana pidato-pidato
penting bisa mengguncang pasar saham,
mata uang, dan bahkan kebijakan moneter
global. Dan key poinnya itu adalah
pidato Fed Chaman. Dalam hal ini berarti
Jerem Powell sering menjadi headline
berita karena bisa memberikan petunjuk
tentang pandangan The FET sehubungan
dengan kondisi makroekonomi Amerika dan
tentunya berpengaruh pada arah suku
bunga atau kebijakan moneter ekonomi
Amerika. Sesuai janji saya dalam video
sebelumnya, pada video ini saya akan
membahas pidato Jerome Powell dalam
Jackson Hull Symposium tersebut. Pidato
Powel kali ini berjudul Monetary Policy
and the Fat Framework Review. Powel
mengawali pidatonya dengan menjelaskan
kondisi yang terjadi pada saat dia
membacakan pidatonya pada Jackson Hall
Symposium tahun lalu, yakni 2024. Pada
saat itu memang DEFET masih berjuang
mengendalikan inflasi pasca Covid-19.
Saat itu suku bunga masih berada di
kisaran 525 hingga 550 basis poin. Level
suku bunga yang restriktif atau ketat
dan itu ditujukan guna menurunkan
inflasi. Dalam hal ini berarti
menyeimbangkan agregat demand dengan
agregat supply. Sebagaimana kita ketahui
bersama memang Core PCE inflation sempat
melambung hingga 5,6% di tahun 2022.
Namun berkat upaya DEFET menerapkan
restrictive policy, angka itu kini sudah
turun hingga di bawah 3% year over year
sejak tahun 2024. Namun berkat
restriktif polisi tersebut pula di mana
DEFED dalam kurun waktu kurang dari
setahun yakni tahun 2022 menaikkan suku
bunga hingga 525 hingga 550 basis poin
itu berakibat angka unemployment rate
atau angka pengangguran naik hampir 1%
menjadi 4,2%
di bulan Juli 2024. Sehubungan dengan
itu, pada FOMC 18 September 2024, The
Fed kemudian memangkas suku bunga
sebesar 50 basis poin guna menjaga
pertumbuhan tenaga kerja Amerika. The
Fed kemudian kembali memangkas suku
bunga sebesar 25 basis poin pada FOMC
November. Kemudian 25 basis poin lagi
pada FOMC Desember 2024. Sehingga total
di tahun 2024 ada tiga kali pemangkasan,
yakni 50 + 25 + 25. Berarti total defet
sudah memangkah suku bunga acuan sebesar
100 basis poin. Memasuki 2025, The Fed
kini berhadapan dengan tantangan baru
dan itu adalah tarif. Di tahun 2025,
pemerintah Amerika Donald Trump
menerapkan tarif yang secara signifikan
lebih besar ke seluruh dunia. bukan
hanya dua sampai negara saja, tapi
seluruh dunia. Di mana ini juga sudah
beberapa kali saya bahas dalam video
saya berjudul Trump Liberation Day, awal
mimpi buruk Dunia edisi keatu dan 2.
Link saya berikan di kolom deskripsi.
Pada saat yang bersamaan, DEFET juga
menghadapi penurunan pertumbuhan tenaga
kerja akibat kebijakan imigrasi Amerika
yang kini jauh lebih ketat dibandingkan
sebelumnya. Data nonfamperol bulan Juli
menunjukkan bahwa penambahan tenaga
kerja kini turun signifikan menjadi
hanya Rp35.000
per bulan selama lebih dari 3 bulan
terakhir turun signifikan bila
dibandingkan dengan data pada periode
yang sama di tahun 2024 di mana saat itu
nonfarm payroll masih menunjukkan
penambahan tenaga kerja sebanyak 168.000
per bulannya. Sekarang cuma Rp35.000 per
bulan. Akan tetapi penurunan pertumbuhan
tenaga kerja yang dicerminkan melalui
data nonfarm payroll ini masih belum
berdampak signifikan pada tingkat
pengangguran. Di mana angka pengangguran
bulan Juli 2025 masih menunjukkan angka
yang cukup stabil di kisaran 4,2%.
Berarti sejak tahun 2024 sampai sekarang
itu masih stabil di kisaran 4,2%.
Sementara itu data-data indikator tenaga
kerja lainnya seperti data tenaga kerja
yang mengundurkan diri atau kena PHK,
rasio lowangan kerja terhadap tingkat
pengangguran dan pertumbuhan gaji hanya
menunjukkan adanya slow down bukan
penurunan ekstrem yang perlu
dikhawatirkan.
Secara keseluruhan kendatiipun pasar
tenaga kerja nampak cukup berimbang,
namun nampak adanya tanda-tanda
perlambatan baik dalam hal supply maupun
demand. Kondisi ini mengindikasikan
adanya peningkatan risiko penurunan
tenaga kerja di mana jika itu terjadi,
penurunan bisa terjadi dalam waktu yang
singkat, yakni berupa terjadinya
lonjakan PHK massal dan naiknya tingkat
pengangguran. Sementara itu, data juga
menunjukkan adanya real GDP hingga
semester pertama tahun ini menjadi hanya
1,25%
dan ini berarti penurunan sekitar 50%
bila dibandingkan periode yang sama di
tahun sebelumnya. Jadi secara umum
ekonomi semakin melambat ya. Dari sisi
pertumbuhan ekonomi berarti Powel
melihat terjadi peningkatan risiko atas
penurunan tenaga kerja dan pada saat
yang bersamaan GDP turun dari kisaran
2,5% di tahun 2024 menjadi hanya 1,25%
pada semester pertama tahun 2025.
Lantas bagaimana dengan inflasi
Powel dalam pidatonya pada Jackson Hall
2025 ini menegaskan bahwa tarif sudah
mulai menekan harga beberapa kategori
pangan jadi naik. Hal ini nampak pada
angka headline PCI atau total PCE yang
naik 2,6% bila dibandingkan dengan bulan
yang sama di tahun sebelumnya. Sementara
itu, Core PC nampak naik 2,9% bila
dibandingkan bulan yang sama di tahun
2024. Lebih detail lagi, Paul
mengungkapkan data bahwa harga-harga
produk barang naik 1,1%
bila dibandingkan tahun sebelumnya. Dan
ini adalah reversal yang sangat jelas
bila dibandingkan dengan downtrend pada
kategori yang sama selama tahun 2024.
Ini semua nampak jelas pada chart nomor
4 ini. Sementara itu, inflasi pada
housing services masih dalam tren turun
dan layanan non housing services masih
berada sedikit di atas level yang secara
historis konsisten dengan target inflasi
ideal def. 2% year over year. Pawel juga
kembali menegaskan bahwa dampak
kebijakan tarif pada harga-harga
konsumen kini mulai nampak jelas. Ini
secara logis sangat mudah diterima.
Tarif itu adalah menambah pajak atas
produk impor. Akibatnya harga barang
pasti naik. The FET mengantisipasi
dampak tersebut akan semakin
terakumulasi lagi pada bulan-bulan
berikutnya. Kendati pun timing pasti dan
besarannya sangat sulit untuk
ditentukan. Nah, pertanyaan yang selalu
menjadi pusat kekhawatiran DEET saat ini
adalah apakah kenaikan inflasi akibat
tarif ini bakal kembali menghadapkan def
permasalahan inflasi yang
berkesinambungan?
Salah satu prediksi awal adalah
dampak-dampak akibat tarif ini akan
hanya menjadi suatu dampak yang cuman
sekali aja bersifat sementara.
Kendati pun sementara bukan berarti
sekaligus terjadi pada saat yang bersama
beng terus selesai gitu. Enggak. Dia
tetap ada makan satu periode tapi kelar.
Dia enggak berkelanjutan terus.
Sebagaimana saya sudah jelaskan dalam
video sebelumnya berjudul The Fed versus
Trump. Pertarungan terbesar ekonomi
dunia dimulai di Jackson Hall 2025.
Tekanan inflasi akibat tarif itu nyata
adanya dan kendati pun belum bisa
dipastikan timing-nya. Namun sangat
berpeluang membuat dinamika risiko
inflasi yang panjang sehingga sangat
perlu untuk diperhatikan, dianalisa, dan
di-manage oleh theel
merangkum semua ini dengan sangat jelas.
dalam pidatonya di Jackson Hall dengan
mengatakan bahwa dalam jangka pendek ke
depan risiko inflasi cenderung naik.
Sementara pada saat yang bersamaan juga
terjadi risiko pertumbuhan tenaga kerja
jadi turun. Kombinasi yang dalam dunia
ekonomi dikenal dengan istilah gejala
stakflation atau stakflasi yakni kondisi
di mana risiko inflasi naik. Sementara
pada saat yang bersamaan risiko naiknya
angka penangguran juga jadi naik, jadi
meningkat. Berdasarkan data summary of
economic projection atau SEP yang
dirilis oleh DEFET pada FOMC Juni 2025,
median proyeksi suku bunga deffet hingga
akhir 2027 adalah 3,4% dan itu berarti
kalau 3,4% mediannya berarti target
range-nya itu adalah 3,25 sampai 3,5%.
atau 100 basis point dari posisi yang
sekarang. Hal ini sejalan dengan chart
nomor 6 yang dipresentasikan Powel pada
Jackson Hall symposium tersebut. Baik
SEP atau summary of economic projection
maupun survei of primary dealers. Ini
adalah survei lapangan yang terjadi pada
bank-bank di Amerika. Semuanya
menunjukkan angka yang sama yakni level
naturalnya the Fed Fed Fun Rate adalah 3
hingga 3,5%.
Berdasarkan Fedw Tools pada saat
presentasi ini saya buat, bursa Fed Fund
Future saat ini sudah pricing in. Ada
89,3%
peluang def akan pangkas suku bunga pada
FOMC 17 September yang akan datang dan
satu kali pemangkasan lagi pada FOMC 10
Desember 2025. Jadi tahun ini hanya ada
dua kali pemangkasan. Ini kemungkinannya
begitu. 17 September yang pertama 25
basis point. Kemudian 10 Desember 2025
ini yang kedua. Dan dengan demikian juga
berarti karena tadi kan jarak dari
posisi sekarang sampai ke level natural
itu adalah 100 basis point. Kalau sudah
diambil dua di tahun ini, berarti tahun
2026 juga kurang lebih cuman sisa dua
fed fun futures itu menunjukkan ada
kemungkinan 2 sampai kali di tahun 2026.
Tapi selesai. Harap diperhatikan angka
probabilitas ini bisa berubah sejalan
dengan data indikator ekonomi yang
dirilis hingga menjelang FOMCFOMC
tersebut.
Seandainya
kebijakan tarif resiprokal ini baru
dijalankan pasca mitem election 2026,
maka kubu Republican itu bisa sapu
bersih senat dan House of Representatif.
Trump dan Republik benar-benar bisa
menang telak. Karena sebelum tarif ini
diluncurkan, ekonomi Amerika itu sudah
berada dalam jalur yang tinggal sedikit
lagi mencapai soft landing. Ekonomi
melambat tapi enggak resesi alias tetap
bertumbuh. Sementara inflasi mencapai
target ideal def core PC inflation 2%
year over year sudah mendekati sudah
turun ke arah 2% dan jika itu terjadi
Trump bisa menggunakan kondisi itu untuk
merebut momentum ekonomi pulih dari
inflasi di zaman Trump tanpa resesi.
Akan tetapi
ternyata bukan strategi itu yang
ditempuh oleh Trump. Kali ini inflasi
mulai naik kembali sementara pada saat
yang bersamaan angka pengangguran juga
mulai naik. Tantangan yang sangat tidak
mudah untuk diselesaikan defet. semuanya
ini terjadi akibat satu hal kebijakan
tarif resiprokal yang diluncurkan pada
bulan April 2025.
Saya sudah jelaskan dalam video-video
sebelumnya. Jika tarif dikenakan untuk
produk tertentu dari satu hingga dua
atau tiga negara, maka dampak inflasinya
memang hanya akan terbatas pada produk
tersebut. itu aja yang dikenakan tarif
hingga maksimal ke beberapa sektor
industri yang berhubungan langsung
dengan produk tersebut. Namun ini beda.
Kebijakan tarif resiprokal Trump ini
berlaku untuk seluruh dunia. Di tahun
2018, Trump itu hanya melakukan perang
dagang terhadap Tiongkok. Namun di tahun
2025 ini, Trump melakukan perang dagang
terhadap seluruh dunia. Dan Trump tidak
hanya berhenti sampai di situ saja.
Ketika DEFET mengambil sikap waspada
terhadap dampak inflasi akibat tarif
sehingga lebih berhati-hati untuk
mengambil keputusan memangkat suku
bunga, Trump melancarkan berbagai
serangan ke Jerem Powell mulai ancaman
pemecatan. Suatu hal yang berkali-kali
ditegaskan Powel, not permitted under
the law. Secara hukum Presiden tidak
bisa, tidak diizinkan
untuk memecat Fed Governor. Hingga
anggota representatif Republican ini
juga berupaya mengajukan referal pidana
ke Department of Justice atas renovasi
gedung The FET. Ini alasan yang
benar-benar dicari-cari.
Saya sudah jelaskan bahwa kasus itu
hampir tidak mungkin lanjut. Anda bisa
menyimak detailnya pada video Akela
berjudul Jerome Powell terancam di
Penjara. Ini fakta hukum versus serangan
politik Trump. Anda bisa menyimaknya di
link yang ini. Link saya juga berikan
nanti di kolom deskripsi. Kini karena
mentok enggak mempan lagi menekan Jerem
Powell menggunakan narasi propaganda
politik, Trump kembali melancarkan
serangan politik ke gubernur def yang
lainnya. Dan kali ini yang jadi sasaran
adalah Dr. Lisa Dook, wanita kulit hitam
pertama yang sejak tahun 2022 menjadi
gubernur The Fed. Kriminalisasi atas Dr.
Lisa Cook ini sangatlah jelas.
Berdasarkan criminal referal yang
diajukan Head of Federal Housing Finance
Agency William Pulte, Lisa Cook
dilaporkan mengajukan KPR atas dua aset
properti, yakni pada tanggal 18 Juni
2021 di Nerb Michigan dan pada tanggal 2
Juli 2021 di Atlanta, Georgia. Keduanya
diajukan sebagai tempat tinggal utama
yang secara tegas berarti saling
bertentangan. Karena kan properti utama
maksudnya itu rumah pertama, rumah utama
itu yang mana gitu. Nah, ini dua-dua
ternyata diajukan sebagai rumah pertama.
Bill Pulte menuduh Lisa Cook ini
memanipulasi status tempat tinggal utama
pada salah satu properti tersebut guna
memperoleh kemudahan fasilitas KPR.
Namun hukum pidana di Amerika itu sangat
tegas. Harus ada bukti atas niatan
terlapor yang diduga melakukan tindakan
pidana tersebut guna keuntungan dirinya.
Bahasa hukumnya harus ada mensreanya.
Niatan untuk melakukan tindak pidana
keuntungan buat dirinya apa, motifnya
apa. Dan coba perhatikan kedua KPR
tersebut diajukan Lisauk pada tahun
2021.
Tahun 2021, The Fed itu tidak saja
memangkas suku bunga hingga 0,25.
The Fed malahan melakukan quantitative
easing secara masif guna mencegah
ekonomi terpuruk ke jurang resesi akibat
COVID-19.
Kemudahan apa yang dibutuhkan Lisakuk?
Semua orang dengan kredit skor yang baik
akan sangat mudah memperoleh kredit pada
tahun itu tanpa perlu manipulasi data
rumah pertama atau rumah properti utama.
Namun, Trump langsung menggunakan
kesempatan ini untuk melayangkan surat
pemecatan alias PHK yang langsung
ditujukan ke Lisauk. Dan tidak hanya
itu, surat PHK tersebut diposting di
sosial media.
Secara hukum, Trump hanya bisa melakukan
hal itu jika pengadilan sudah memutus
bahwa Lisakuk ini bersalah. Ingat ya, di
Amerika itu berlaku asas presumption of
innocence.
Jadi sebelum terbukti bersalah, orang
tidak boleh langsung divonis bersalah
dan yang bisa memutus bersalah itu
adalah pengadilan. Namun ini boro-boro
diputus bersalah, dimulai
penyelidikannya aja belum. Pertanyaannya
untuk perkara yang belum jelas begini
kok langsung diposting langsung di
sosial media surat PHK-nya.
Bagaimana tanggapan Lisauk sendiri
mengenai hal ini? Lisaku mengatakan, "I
have no intention of being bullied to
step down from my position because of
some questions raised in a tweet."
Dan jangan lupa ini Amerika sistem
hukumnya beda. Pengacara Lisauk
Lowall, pengacara yang sangat terkenal
di Washington DC menyatakan akan
langsung melayangkan gugatan resmi ke
White House sehubungan dengan hal ini.
Nah, harap dipahami dulu sistem hukum di
Amerika itu beda. Jangankan seorang
gubernur defet, seorang warga negara
biasa saja itu bisa menggugat seorang
presiden yang masih menjabat baik secara
perdata maupun pidana. Dalam kasus
Lisakuk, dasar gugatannya bukan personal
act, tapi pelanggaran konstitusional
dalam kapasitas resmi. Jadi, gugatan
diarahkan bukan hanya ke Trump pribadi,
tapi ke Presiden Amerika Serikat dalam
kapasitas resminya dalam praktik. ini
ditujukan kepada kantor eksekutif White
House. Jika kasus ini berkembang dan AP
Lowel berhasil membuktikan bahwa surat
PHK Trump ini tidak punya dasar hukum,
malah salah satu bentuk abuse of power
dari Presiden, maka kasus ini bisa jadi
isu besar.
Lawel memiliki reputasi yang sangat
piawai mengaitkan kasus hukum dengan
narasi publik. Jika berhasil memframing
bahwa Trump mencoba menghancurkan
independency the Fed, maka ini bisa
menjadi isu besar, heboh. Nomor satu,
Wall Street, investor dan akademisi
ekonomi akan bersatu membela Lisauk.
Dua, publik melihat Trump bukan sekedar
anti Cook, tapi anti independensi
moneter. Dan ini justru bisa jadi
bumerang politik. Trump bisa dituding
merusak stabilitas ekonomi demi
kepentingan pribadi jangka pendek. Pasca
pidato Powel pada Jackson Hull
Symposium, SNP 500 dan NASDAQ masih
stabil, belum ada pullback atau sinyal
profit taking. Namun Bitcoin melanjutkan
pullback-nya dan saat ini berada pada
level 111.123
US. Seperti yang saya sudah uraikan di
atas tadi, besar sekali kemungkinannya
The FET memang masih akan memangkas suku
bunga pada FOMC 17 September sebesar 25
basis poin. Dan ada kemungkinan nanti
pada E FOMC terakhir di bulan Desember
25 basis poin lagi. Nah, Sahabat Akela,
Anda ingin konsultasi sehubungan dengan
investasi maupun trading Anda di Bursa
Efek Indonesia, bursa saham Amerika,
Forex, Gold, hingga Bitcoin dan aset
crypto, tenang. Khusus bagi subscribers
channel ini, Anda bisa konsultasi
langsung dengan saya dan Bapak Hendra
Martono Lim, pencipta timo quantitative
trading system melalui Akela live
streaming yang kami selenggarakan tiap
hari Kamis pukul 19.30 30 WIB di channel
ini. Jadi, pastikan Anda sudah
subscribe, nyalakan tombol alert-nya
supaya YouTube memberikan notifikasi
bilamana kami mengunggah video baru atau
memulai acara Akela live streaming. Dan
bilamana video ini bermanfaat untuk
Anda, kami akan sangat berterima kasih
atas dukungannya dengan klik tombol
like-nya juga. Semoga bermanfaat
semuanya. Sukses selalu dan sampai
jumpa.