File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Bitcoin : Dari Krisis Wall Street ke Lahirnya 'Agama Digital'
7eaBE_QTfbk • 2025-10-13
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
dengan semboyan. We don't trade. We
believe para pemilik Bitcoin mulai
menyebut diri mereka holdlers. Bukan
lagi trader, melainkan penjaga iman
agama digital yang bertahan dalam
volatilitas yang ekstrem.
Sahabat Akela, saya ingin mengawali
video kali ini dengan flashback
perjalanan Bitcoin sejak awal-awal
kelahirannya hingga sekarang ini. Anda
sadari atau tidak sadari ada perbedaan
narasi yang menyertai perjalanannya.
Bitcoin-nya tetap sama, namun cerita
yang mengiringinya bergeser.
Bagi yang ingin mempelajari fundamental
Bitcoin, saya rasa hal ini penting untuk
kita teliti.
Bitcoin ini lahir pada tahun 2009.
Saat itu Amerika tengah terguncang
krisis subprime mortgage. Nah, supaya
jelas karena ini semua ada kaitannya
dengan kelahiran Bitcoin, saya akan
bahas mulai masalah supremtgage
yang mencapai puncaknya pada peristiwa
kebangkrutan Lemon Brothers, salah satu
bank terbesar di Amerika pada tanggal 15
September 2008.
Di Amerika, bank-bank investasi awalnya
membeli kontrak kredit rumah, mortgage
namanya, dari para mortgage lander atau
penyedia KPR seperti country wide atau
new century, lalu menggabungkannya
menjadi paket besar yang disebut MBS
alias mortgage back securities
dan CDO collateralized.
Dep obligation yang dijual ke investor
global sebagai aset berpendapatan tetap
atau bonds obligasi berimbal hasil
tinggi. Namun dianggap aman karena telah
diberi rating triple A oleh lembaga
pemeringkat seperti SNP, Moodis, dan F.
Ketika permintaan terhadap CDO ini
meledak, booming, dan stok kredit rumah
berkualitas itu menipis, habis,
bank-bank investasi mulai melobi para
lenders ini, para penyedia KPR untuk
membuat kontrak hipotek baru tanpa perlu
verifikasi pendapatan, tanpa perlu
verifikasi kemampuan membayar atau
melunasi kredit. Cukup dengan KTP dan
tanda tangan yang kemudian kontrak
hipotek seperti ini dikenal dengan
sebutan subprime mortgage. Kredit
berisiko tinggi ini kemudian kembali
dibeli oleh investment banks, dikemas
ulang menjadi CDO trenches berdasarkan
tingkat risiko yang dipoles oleh lembaga
pemeringkat dan dijual lagi ke investor
di seluruh dunia tanpa memperhatikan
bahwa di balik produk tersebut
tersembunyi jutaan kredit yang
sebenarnya sudah berada di ambang gagal
bayar. Ketika suku bunga KPR yang
tadinya rendah mulai naik pada tahun
2006 hingga 2007, jutaan mortgage lander
khususnya subprime ini tidak sanggup
lagi membayar cicilan. Mortgage
delinquencies atau gagal bayar KPR
langsung melonjak tajam menyebabkan arus
kas MBS dan CDO yang bergantung pada
pembayaran cicilan itu tiba-tiba macet.
Akibatnya nilai CDO tersebut anjlok.
Lembaga rating terpaksa menurunkan
peringkat atas ribuan produk triple A
menjadi jangbond.
Dan para investor di seluruh dunia jadi
panik karena tidak tahu lagi berapa
nilai aset mereka yang sebenarnya.
Likuiditas hilang total. Bank-bank yang
menyimpan CDO di neraca mengalami
kerugian raksasa mulai dari Bearsterns
dan Lemon Brothers hingga City Group dan
AIG. Dalam hitungan minggu kepercayaan
antar bank lenyap, pasar kredit frozen
membeku, dan sistem keuangan global
collapse. Memicu krisis finansial 2008
yang dikenal dengan sebutan the great
financial crisis. Dan itu mencapai
puncaknya ketika Lemon Brother, salah
satu bank terbesar di Amerika yang sudah
berusia 158 tahun pada tanggal 15
September 2008 terpaksa mengajukan
chapter 11 alias pilit. Kebangkrutan Len
langsung menimbulkan masalah pada AIG,
perusahaan asuransi terbesar di Amerika
saat itu. AIG tidak sanggup membayar
collateral calls atas jutaan kontrak CDS
kredit default swap yang terkait dengan
CDO sampah milik Limen tersebut. AIG ini
adalah perusahaan asuransi. CDS adalah
kontra asuransi polis yang melindungi
investor yang membeli CDO. Ketika CDU
itu default, maka investor berhak
mengajukan klaim atas CDS yang
dimilikinya yang diterbitkan oleh AIG.
Masalahnya adalah karena begitu besarnya
klaim ke AIG, AIG tidak sanggup bayar.
Dan jika AIG ikut bangkrut, maka semua
kontra asuransi terhadap aset di seluruh
dunia ini juga ikut hancur. Di sinilah
momen ketika Paulson, US Treasury
Secretary, dan Ben Bernanyi pada saat
itu Fmanar
sepenuhnya akan efek domino yang sedang
berjalan. Keesokan harinya, antara 17
hingga 18 September 2008, investor
menarik 300 miliar dolar dari money
market funds dalam hanya 2 hari saja.
Pasar uang jangka pendek langsung frozen
membeku total. Paulson dan Benani segera
mengundang para pemimpin kongres ke
Capital Hill pada malam hari Jumat
tanggal 18 September 2008. dan mereka
mengajukan proposal agar kongres
memberikan dasar hukum guna
menyelamatkan ekonomi Amerika. Dalam
pertemuan ini, Bernanke mengucapkan
kalimat legendarisnya. If we don't do
this, we may not have an economy on
Monday. Itulah malam di mana mereka
benar-benar menyadari efek domino
kebangkrutan Lemon telah menjalar ke
seluruh sistem moneter global. Malam
harinya posen Treasury Secretary secara
harafiah literally dia berlutut di depan
House speaker Nancy Pelosi memohon agar
kongres segera menyetujui paket
penyelamatan yang kemudian disetujui
menjadi Emergency Economic Stabilization
Act of 2008
yang merupakan dasar hukum TARP. TARP
ini adalah proposal yang diajukan
Paulsen singkatan dari Trouble Asset
Relief Program. Pada tanggal 29
September 2008, Dewan Perwakilan Amerika
atau House of Representative ternyata
menolak voting pertama untuk Emergency
Economic Stabilization Act. rancangan
undang-undang yang akan memberi wewenang
kepada departemen keuangan untuk
menjalankan tarp trouble aset releasief
program senilai 700 miliar dolar.
Penolakan itu memicu kepanikan besar di
bursa saham dengan indeks Dow Jones hari
itu unlock 777
poin hanya dalam waktu 1 hari. penurunan
harian terbesar dalam sejarah saat itu
dan langsung menimbulkan efek domino di
seluruh dunia. Setelah tekanan publik,
lobi gedung putih, dan revisi kecil
untuk menambah perlindungan pajak serta
limit asuransi simpanan FDIC, Congres
akhirnya melakukan revote dan meloloskan
IESA Emergency Economic Stabilization
Act pada tanggal 3 Oktober 2008
dan langsung ditandatangani oleh
Presiden George Wush pada hari yang
sama. Keputusan itu menghentikan
kepanikan global, mencegah kolapsnya
sistem keuangan secara total menyeluruh
dan menandai dimulainya era baru
intervensi besar-besaran pemerintah
dalam pasar yang kemudian dikenal
sebagai TAR Trouble Asset Relief Program
dan QE quantitative easing. TAR Trouble
Asset Relief Program adalah kebijakan
fiskal pemerintah. pemerintah ya US
Treasury Secretary guna memulihkan
likuiditas dan stabilitas sistem
keuangan Amerika Serikat yang dalam
operasionalnya memberikan wewenang
kepada US Treasury untuk membeli,
menjamin atau berinvestasi pada aset
bermasalah atau toxic aset dari lembaga
keuangan. Yang kedua, menyuntikkan modal
langsung atau capital injection ke
bank-bank agar tetap solven. Yang
ketiga, menyediakan dana penyelamatan
untuk industri strategis tertentu yang
jika gagal akan memperburuk resesi. Tarp
senilai 700 miliar dolar ini disetujui
kongres untuk menyelamatkan sistem
keuangan bukan hanya bank tapi juga AIG,
GM, Chrysler, dan jutaan rumah tangga
Amerika. Dari jumlah itu sekitar 426
miliar dolar benar-benar digunakan dan
441 miliar kembali ke kas negara. Pada
tanggal 14 Oktober 2008, tarp ini
akhirnya dilaksanakan di mana Treasury
melakukan pembelian saham-saham
perbankan atau kemudian lazim dikenal
sebagai capital purchase program atau
CPP dan menjadi komponen terbesar dari
TAR sekitar 205 miliar US dolar. Berarti
kurang lebih separuhnya ekonomi Amerika
dan ekonomi global berhasil selamat
terhindar dari great depression. Namun
secara sosial dan moral publik Amerika
saat itu sangat marah. Hal ini wajar
mengingat ada banyak kejadian di mana
beberapa bangkir Amerika ini sama sekali
tidak menunjukkan sense of crisis. Pada
saat crisis subprime ini meledak, Mary
Lins adalah salah satu bank investasi
terbesar di Wall Street dan juga salah
satu yang paling terpapar trouble aset
CDO dan MBS. Kerugiannya itu mencapai
lebih dari 50 miliar dolar. memaksanya
terpaksa dijual cepat kepada Bank of
America pada tanggal 14 September 2008
bersamaan dengan kejatuhan Lemon
Brothers. Kemarahan publik memuncak
karena pemerintah dan defed yang
memperoleh persetujuan dari kongres
menyelamatkan bank melalui TARP dan QI.
Tapi jutaan rakyat kehilangan rumah
akibat for closure di SIT. Sementara CEO
Bank menerima bonus dan baout.
Semua ini mengusik rasa keadilan rakyat
Amerika yang kemudian memuncak pada
gerakan Ocupy Wall Street yang meletus
pada tanggal 17 September 2011 di Zukoti
Park New York sebagai protes rakyat
terhadap keserakahan korporasi,
ketimpangan ekonomi, dan build out
bank-bank besar pasca krisis 2008 dengan
slogan legendaris We are the 99%.
Gerakan ini menuding bahwa sistem
politik dan keuangan Amerika telah
dikuasai oleh segelintir elit kaya 1%.
Sementara jutaan warga kehilangan rumah
dan pekerjaan. Aksi pendudukan damai ini
menyebar ke seluruh dunia menjadi simbol
perlawanan terhadap sistem moneter yang
menyelamatkan para bangkir dan
mengorbankan rakyat sekaligus melahirkan
kesadaran baru akan adanya ketimpangan
sistemik dalam kapitalisme modern.
Sejalan dengan itu, kondisi ini juga
melahirkan gerakan anti establishment
era modern yang menginspirasi munculnya
narasi anti elit. Narasi ini tumbuh dari
keyakinan bahwa krisis keuangan,
inflasi, dan kebijakan moneter
bukan akibat dinamika ekonomi normal,
melainkan rencana terpusat oleh
segelintir elit bank, bangkir, keluarga
kaya atau organisasi rahasia. Dan
ceritanya selalu sama, yakni rakyat
dikontrol lewat hutang, uang fiat, dan
bank sentral. Salah satu yang paling
populer adalah klaim bahwa Federal
Reserve itu dikendalikan oleh keluarga
Rosild atau jaringan bangkir rahasia
internasional.
Sejak beberapa tahun yang lalu, Akela
sering mendang narasi teori konspirasi
mengenai The Fat di channel Akela ini.
Karena semua narasi teori konspirasi
tersebut memang tidak berdasarkan data
dan fakta, melainkan hanya sekedar opini
alias gosip tak berdasar yang lahir dari
kemarahan publik Amerika. Publik Amerika
yang marah. Masalahnya kenapa netizen di
Indonesia ikut-ikutan mereka? Ya, entah
kenapa memang netizen kita asik banget
kayaknya ya dengerin teori konspirasi.
Rasanya tuh kayak baca novel-novel Dan
Brown atau John Grisem. Jika sahabat
Akela ada yang ketinggalan videonya,
silakan simak pada video yang ini juga,
yang ini dan yang ini juga.
Di tengah suasana kemarahan publik dan
keputusasaan akan rasa ketidakadilan,
lahirlah sesuatu yang kecil,
anonim, dan misterius.
Pada tanggal 3 Januari 2009,
seseorang atau sekelompok orang dengan
nama Samaran Satosi Nakamoto
menambang blok pertama Bitcoin yang
dikenal sebagai Genesis blog.
Di dalam blog itu tertulis sebuah
kalimat yang sangat simbolik. Diambil
dari headline surat Kaba The Times hari
itu. Bunyinya adalah The Times 3d of
January 2009 canceler on bring of second
bail out for banks.
It bukan kebetulan. Itu adalah sebuah
pesan protes. Di zaman itu ada banyak
sekali narasi yang dihembuskan media
bahwa pemerintah Amerika menyelamatkan
bank-bank dengan tax payers money alias
uang rakyat. Di sinilah nampak ada satu
kekeliruan kecil yang hampir tidak
pernah ada yang mengkoreksi
seluruh dana tarp yang disalurkan US
Treasury di tahun 2008 dalam bentuk CPP
hingga akhir 2014 sudah sepenuhnya
kembali ke pemerintah dari 426,4
miliar US DO yang disalurkan 441,7
miliar yang kembali. Dengan kata lain,
pemerintah memperoleh keuntungan sebesar
15,3 miliar dolar. Lantas kalau
sepenuhnya sudah kembali ke pemerintah,
malah ada untung. Bagaimana dengan
narasi yang selalu dihembuskan media di
zaman itu? Bahwa pemerintah Amerika
menyelamatkan bank-bank dengan tax
payers money alias uang rakyat. Tax
payers money yang mana? Loh, tapi kan
selain TARP masih ada Qi1, QI2, dan QI3.
Quantitatif easing ya, quantitatif
easing 1, 2, dan 3 yang nilainya
mencapai 3,95 triliun total.
Nah, di sinilah letak salah pahamnya.
Qantitatif
easing adalah kebijakan moneter bukan
kebijakan fiskal. Sebagaimana sudah
sering saya bahas dalam video-video
tentang makroekonomi,
harap bedakan antara kebijakan fiskal
pemerintah dengan kebijakan moneter bank
sentral alias FET. The FET atau bank
sentral itu adalah institusi negara non
pemerintah. The FET itu bukan pemerintah
tapi juga bukan bank swasta. itu adalah
institusi negara non pemerintah. The FET
memiliki wewenang untuk menambah atau
mengurangi jumlah likuiditas. Namun,
DEFET tidak memiliki wewenang untuk
menggunakan atau membelanjakan uang
tersebut. Qi 1, 2, dan 3 dikucurkan
defed dengan tujuan menurunkan suku
bunga jangka menengah dan jangka
panjang. Dalam pidatonya di Broking
Institute, Benanke menjelaskan, "Our
goal is to reduce longterm interest
rates by effecting the supply and demand
for longer term securities." Hingga
akhir 2014, the F memang berhasil
menurunkan suku bunga 10 years yield
jangka waktu 10 tahunnya dari 3,9%
menjadi hanya 2,3%
dan suku bunga 30 years yield 30 tahun
turun signifikan dari kisaran 6% menjadi
hanya 4%.
Ini semua berakibat turunnya suku bunga
KPR atau mortgage rate hingga kredit
korporasi itu semua bunganya turun.
Namun, coba sahabat Akela dengarkan lagi
penjelasan saya. Seluruh penjelasan saya
panjang lebar ini tidak ada muatan
emosinya karena ini semua berdasarkan
data dan fakta. Nah, karena tidak ada
muatan emosinya, maka tidak ada yang
heboh. Dan seandainya pun ada yang
menyuarakan analisa ini pada zaman itu,
mungkin juga enggak ada yang mau
dengerin. Tapi coba bandingkan dengan
kalimat ini. Pemerintah menyelamatkan
bank-bank dengan tax payers money alias
uang rakyat. Rasakan muatan
emosionalnya. Satu kalimat itu jauh
lebih membakar emosi dan semakin
emosional itu semakin heboh semakin
viral. Terjadinya dalam blok pertama
Bitcoin itu tertulis kalimat the times
3d of January 2009 chancellor on bring
of second bail out for banks.
Satosi seolah ingin menanamkan kalimat
itu sebagai manifesto digital, sebuah
sindiran terhadap sistem moneter yang
baru saja menyelamatkan para bangkir
dengan tanda kutip uang rakyat. Bitcoin
lahir sebagai solusi alternatif atas
sistem pembayaran menggunakan uang yang
ditransfer melalui jaringan antar bank.
Ini nampak jelas kok pada definisi
Bitcoin yang kita semua bisa baca dengan
jelas dalam Bitcoin white paper. A
purely peer to peer version of
electronic cash would allow online
payments to be sent directly from one
party to another without going through a
financial institution. Sampai sini harap
perhatikan bahwa uang pada dasarnya
memiliki tiga fungsi dasar. Yang pertama
itu adalah sebagai medium of exchange
atau alat tukar.
Yang kedua adalah sebagai unit of
account atau satuan harga.
Dan yang ketiga adalah sebagai storage
of value. Nah, perhatikan baik-baik di
sini. Pada saat Bitcoin diciptakan, ia
diciptakan sebagai uang elektronik yang
memungkinkan pembayaran secara online
yang dapat dikirimkan dari satu pihak ke
pihak lainnya tanpa melalui jasa
institusi keuangan. Lantas apakah ada
fungsi lain yang disebutkan Satosi pada
Bitcoin white paper? Jawabnya enggak
ada.
Dalam white paper tersebut, Bitcoin
diciptakan sebagai medium of exchange,
termasuk menghilangkan atau meniadakan
kebutuhan akan institusi keuangan alias
bank sebagai pihak ketiga yang
terpercaya, yang melakukan verifikasi
dan pencatatan transaksi. That's it.
Enggak ada lain. Karena sejak awal
difungsikan sebagai medium of exchange
atau media pembayaran. Maka posisi
Bitcoin saat itu adalah head to head
langsung sebagai kompetitor utama uang
fiat termasuk menghilangkan kebutuhan
akan institusi bank. Saat Satosi
Nakamoto Mining Genesis Block pada
tanggal 3 Januari 2009, Inggris baru
saja menyelamatkan Royal Bank of
Scotland atau RBS dan Lloyd TSB lewat
bailout pertamanya pada Oktober 2008.
Totalnya 500 miliar pound selling.
Kalimat chancelor on bring of second
bill alp for banks adalah judul utama
koran the times edisi tanggal 3 Januari
2009 ketika Menteri Keuangan Inggris
Aliste Darling dikabarkan siap
menggelontorkan dana baout kedua bagi
bank-bank besar seperti ABS dan Lids
yang hampir collaps akibat krisis
subprime mortgage. Atosi seolah-olah
ingin mengatakan untuk apalagi transaksi
pakai uang fiat dan mengandalkan bank
sebagai perantara. Saya punya sistem
yang jauh lebih mudah digunakan lewat
online dan enggak butuh bank sama
sekali. Kendati pun nampak sederhana.
Namun Satosi menawarkan empat fungsi
yang sangat powerful. Nomor satu tidak
perlu bank sebagai perantara. Trustless
system ya. Enggak butuh pihak ketiga
yang terpercaya. Yang kedua, tidak bisa
dimanipulasi pemerintah. Limited supply.
Yang ketiga, transaksi bisa dilakukan
langsung antar individu lewat jaringan
global, peer to peer. Yang keempat,
validasi transaksi dilakukan oleh
algoritma kriptografi, bukan institusi
yang menjadi pihak ketiga yang
terpercaya atau trusted party. Dalam
bulan-bulan berikutnya, Satosi merilis
perangkat lunak Bitcoin versi 01.
kemudian melakukan mining blok-blok awal
dan berkomunikasi dengan komunitas kecil
cryptograher seperti Halvini yang
menerima transaksi Bitcoin pertama pada
12 Januari 2009 sebanyak 10 BTC.
Selama 2009 hingga 2010, Bitcoin belum
memiliki nilai pasar, hanya dimining
untuk eksperimen. Sampai akhirnya pada
tanggal 22 Mei 2010 ketika seorang
programmer Laslo Hanyex namanya berhasil
membeli dua pizza Papa Jones, pizza
Supreme ukuran besar
seharga 10.000 1000 BTC dan ini menjadi
transaksi komersial pertama dalam
sejarah Bitcoin yang kemudian
diperingati tiap tahun sebagai Bitcoin
pizza day menandai momen ketika Bitcoin
untuk pertama kalinya berhasil menjadi
alat pembayaran di dunia ekonomi rijak
white paper 2008 dipromosikan bukan
sekedar teknologi
tapi sebuah gerakan ideologis
sistem pembayaran digital tanpa perlu
izin, tanpa bank, tanpa negara, enggak
butuh hukum.
Komunitas awal seperti Cyberpunks dan
Forum Bitcoin Talk ORG sering mengutip
kalimat Bitcoin is the future of money.
Kemudian we don't need central banks
anymore. Pada periode 2012 hingga 2015,
narasi bahwa Bitcoin suatu saat akan
menggantikan uang fiat semakin menguat
dan ini dipicu oleh serangkaian krisis
ekonomi global memperlihatkan rapuhnya
sistem perbankan konvensional.
Kris utang Yunani pada tahun 2012
membuat semua pemerintah di Yunani
membatasi penarikan uang tunai dan
transfer bank. Kemudian krisis Cyprus
tahun 2013 memicu kebijakan bail in
sepihak mengambil simpanan nasabah untuk
menyelamatkan bank dan hiperinflasi di
Venezuela menghancurkan daya beli
masyarakat akibat pencetakan uang yang
berlebihan oleh pemerintah. Ketiga,
peristiwa ini dijadikan bukti hidup oleh
komunitas Bitcoin bahwa uang fiat itu
korup, rentan manipulasi politik, dan
tidak sepenuhnya milik rakyat. Sementara
Bitcoin dengan suplly tetap 21 juta dan
tanpa otoritas yang terpusat atau
centralize dipromosikan sebagai
satu-satunya mata uang rakyat yang
benar-benar bebas dari intervensi
negara. Pada periode pasca krisis 2008
hingga sekitar 2016, berbagai teori
konspirasi tentang The Fed dan elite
global tumbuh sangat subur, terutama di
ruang publik internet dan komunitas
kripto. Hal ini tidak sulit dipahami.
Ada satu kompetitor baru yang sejak
kelahirannya memang ditujukan untuk
mendisrupsi suatu sistem yang sudah
status quo yang diyakini orang di
seluruh dunia. Maka segala narasi yang
melemahkan kredibilitas sistem status
quo tersebut Wang Fiat akan semakin
gencar dihembuskan.
beraneka ragam narasi konspiratif
bahwa the FET itu hanyalah alat
segelintir elit global seperti keluarga
Rosild, Rockoveller atau organisasi
rahasia yang mengendalikan pencetakan
uang dan utang dunia menyebar di
berbagai media sosial. Buku-buku seperti
The Creature from Jail Island karya G.
Edward Grivin dan currency wars karya
Songhong Bing menjadi kitab sucinya bagi
kelompok anti dan pendukung Bitcoin.
Mereka menuduh sistem fiat ini sebagai
proyek perbudakan finansial global.
Narasi ini dengan cepat menyebar lewat
YouTube, forum kripto, dan media sosial.
memperkuat keyakinan bahwa Bitcoin bukan
sekedar teknologi, melainkan gerakan
pembebasan dari cengkaman bank sentral
dan elit global. Pada bulan Desember
2017, Bitcoin resmi masuk ke arus utama
keuangan global setelah CMI Chicago
Mendal Exchange dan CBOI Chicago Board
Option Exchange meluncurkan Bitcoin
futures memberikan akses legal bagi
institusi untuk berspekulasi atau
trading atas harga Bitcoin. Sebelum
peluncuran itu, harga Bitcoin melonjak
gila-gilaan dari sekitar 1.000 US Do per
BTC di awal 2017 menjadi hampir 19.800
US per BTC hanya dalam waktu 12 bulan
atau 1 tahun. Didorong oleh antusiasme
investor retail yang percaya bahwa
Bitcoin akan menggantikan uang fiat.
Namun begitu kontrak future tersebut
aktif pada pertengahan Desember 2017,
likuiditas institusional mulai masuk
dari sisi short position atau short sell
dan gelembung spekulatif tersebut,
bubble tersebut yang terjadi tahun 2017
itu langsung burst ya pecah. Dalam waktu
3 bulan, harga Bitcoin anjlok lebih dari
80% menandai berakhirnya bull market
pertama yang berskala global dan
sekaligus menunjukkan bahwa ketika
Bitcoin memasuki sistem keuangan formal,
ia tidak lagi menjadi alat revolusi
moneter, melainkan menjadi tidak lain
aset spekulatif seperti komoditas
lainnya. Menjelang akhir tahun 2013,
ketika harga Bitcoin anjlok dari 1$.000
menjadi 600.
Seorang pengguna forum Bitcoin Talk
bernama Game CuB menulis postingan
berjudul I'm Holdling. Pada saat itu ia
sedang mabuk whisky, frustrasi karena
pasar crash dan sebenarnya bermaksud
menulis I'm holding. Tapi dari salah
ketik itulah lahir kata hodel yang
kemudian menjadi legenda di komunitas
krypto singkatan dari hold on for dear
life. Awalnya hanya lelucon tapi dengan
cepat berubah menjadi manifesto
kepercayaan. simbol keyakinan bahwa
harga Bitcoin akan selalu pulih cepat
atau lambat dengan semboyan, we don't
trade. We believe para pemilik Bitcoin
mulai menyebut diri mereka holdlers,
bukan lagi trader, melainkan penjaga
iman agama digital yang bertahan dalam
volatilitas yang ekstrem. Hodel bukan
sekedar taiu lagi. Ia kini berkembang
menjadi simbol iman. Sebuah agama
digital baru tanpa Tuhan, lengkap dengan
gerejanya dan kitab sucinya. Bahkan
hingga ada doanya juga yang diposting
talewinkle force di account X-nya dulu
Twitter. Ya, saya tidak tahu Anda. Namun
menurut saya ini sudah tidak pantas.
Nah, di tahun 1912 Amerika juga pernah
menciptakan sebuah kapal anti tenggelam.
Dan kala itu media menulis besar-besar,
"Even God himself could not sing this
ship." Sama seperti Titanic, Bitcoin
juga lahir dari keyakinan bahwa manusia
bisa menciptakan sistem yang sempurna.
Uang tanpa Tuhan, tanpa negara, tanpa
inflasi. Tapi seperti halnya kapal yang
dianggap tak mungkin tenggelam,
keyakinan bahwa sistem buatan manusia
yang tak bisa runtuh pada dasarnya
adalah sebuah ketakaburan
atau ilusi yang sama. Wah, jadi Bitcoin
bakal bullish atau barish nih?
Oke, pada periode berikutnya kita akan
bahas bagaimana narasi Bitcoin sebagai
pengganti fiat kini mulai bergeser
menjadi storage of value dan kemudian
berkembang lagi menjadi bagian dari
sebuah strategi politik. Anda bisa
menyimaknya pada bagian kedua Bitcoin
dari store of value ke alat politik
evolusi iman moneter Bitcoin.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:55:37 UTC
Categories
Manage