Transcript
OYS3ZIE_Ed0 • The Fed Akan Pangkas SUKU BUNGA, tapi Bitcoin, Saham dan Gold Malah Berpotensi Koreksi? Kok Bisa?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0295_OYS3ZIE_Ed0.txt
Kind: captions Language: id Pasar selama ini naik bukan karena ekonomi kuat, melainkan karena bull power yang berasal dari ekspektasi pasar atas pelonggaran likuiditas. Oke, sahabat Akela. Pada tanggal 10 Desember nanti ini, The Fend akan kembali menggelar FOMC. Dan pasar saat ini sudah mengantisipasi hampir 90% peluang akan terjadi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun seperti biasa yang paling dinanti-nantikan pasar bukan keputusan suku bunganya melainkan proyeksi pada FUMCFUMC berikutnya di tahun 2026 akan seperti apa. Dalam video kali ini kita akan bahas satu mengapa peluang cut rate mencapai hampir 90% 88% lebih. Kedua, apa peran Core PC inflation sebesar 2,8%. Tiga, mengapa SEP summary economic projection Desember itu jauh lebih penting daripada kebijakan suku bunga defet. Yang keempat, mengapa pasar khususnya Bitcoin justru berpotensi terkoreksi meski suku bunga turun? Oke, kita mulai dari yang pertama. Probabilitas cut rate. Berdasarkan CME Fedw Tools, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed 25 basis Point sudah mencapai 88%. Artinya pasar sudah mengantisipasi bahwa kebijakan suku bunga The Fed Fed Fund Rate akan turun dari level 3,75 hingga 4% menjadi 3,5 hingga 3,75%. Namun perlu diingat, pasar tidak bergerak berdasarkan keputusan yang sudah diantisipasi sebelumnya, tetapi berdasarkan perbedaan antara ekspektasi dan realita. Jika hasilnya hanya sesuai ekspektasi, maka justru reaksi pasar bisa minimal atau bahkan berbalik arah. Bagian kedua, Cor PC inflation turun ke level 2,8%. Pemicu utama peningkatan peluang cut rate adalah data Corp inflation September yang turun ke level 2,8% year over year. Core PCI adalah indikator inflasi yang paling menjadi acuan the FATET dengan target resmi officialnya The Fed itu adalah target 2%. Dengan angka 2,8% inflasi dinilai sedang melandai. Ini mengurangi kekhawatiran DEFET mengenai inflasi lanjutan akibat tarif Trump dan tekanan geopolitik. Sementara itu, angka pengangguran Kendati pun mengalami peningkatan menjadi 4,4%. Namun harap diingat angka 4,4% ini masih di bawah Nairu. Nairu itu adalah noncelerated inflationary rate of unemployment, yakni angka pengangguran yang rendah, namun tidak mengakibatkan terjadinya akselerasi inflasi. Saat ini Nairu berada di kisaran 4,5% sehingga kalau level angka pengangguran itu masih di bawah 4,5% dan dalam hal ini 4,4% berarti ini masih tergolong angka pengangguran yang cukup rendah. Bagian selanjutnya SEP alias summary of economic projection bukan fed fund rate yang paling menentukan. Oke, bagi Anda yang baru melihat channel ini dan belum paham mekanisme The Fed, maka harap dipahami dulu bahwa The FET ini adalah bank sentralnya Amerika dan kebijakan suku bunga The Fed diputuskan dalam sidang FOMC Federal Open Market Committee. Sidang FOMC ini diselenggarakan 8 kali dalam setahun, namun bisa diadakan sidang darurat di luar jadwal tersebut. Bilamana ada situasi urgen yang memang membutuhkan defet untuk segera mengambil tindakan sebelum jadwal sidang yang resmi. Dari kedelapan sidang FOMC ini, sidang yang jatuh di bulan Maret, Juni, September, dan Desember adalah sidang FOMC istimewa di mana The Fed di samping merilis FOMC statement, persence juga merilis satu dokumen penting yakni summary of economic projection alias disingkat SEP. Nah, keputusan suku bunga hanya memberitahu kondisi saat ini, tetapi summary of economic projection atau SEP mengungkap arah kebijakan pada sidang-sidang FOMC. Selanjutnya dalam SIP September, DEFET memproyeksikan hanya satu kali pemangkasan 25 basis point di tahun 2026. Namun Fedwatch Tools kini menunjukkan peluang dua kali pemangkasan. Di mana Fedwat Tools pada dasarnya adalah proyeksi pasar dan yang namanya proyeksi pasar atau antisipasi pasar ini bisa berubah jika dalam SP Desember tersebut the Fed ternyata hanya tetap memproyeksikan satu kali pemangkasan di tahun 2026. Maka ini sinyal bahwa kebijakan moneter tidak akan menjadi lebih longgar dalam waktu yang lebih lama. Intinya pasar bukan menunggu apakah DEFET akan pangkas suku bunga pada FOMC 10 Desember ini. Kalau itu mah sudah diantisipasi. Melainkan menunggu arah kebijakan DEFET di tahun 2026. Bagian keempat risiko terminal. rate. Nah, ini penting. Terminal rate adalah level suku bunga di mana defet berhenti menaikkan maupun menurunkan suku bunga karena risiko inflasi dan pengangguran sudah berada dalam keseimbangan yang optimal sesuai dual mandat. Pada level tersebut, The Fed berhenti memangkas suku bunga dan tetap mempertahankannya di level tersebut. Pada posisi tersebut risiko angka pengangguran dan risiko price stability alias inflasi berada dalam kondisi yang benar-benar seimbang. Sehingga The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga guna menurunkan inflasi dan FET juga tidak perlu menurunkan suku bunga lagi guna menumbuhkan sektor tenaga kerja. Nah, selama ini salah satu faktor utama pendorong bull market baik di SP 500, Nasdaq, Gold, hingga Bitcoin adalah ekspektasi pasar bahwa The Fed masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunganya hingga tahun 2026. Ada influencer di YouTube bahkan menyuarakan ekspektasi mereka bahwa The Fed akan memangkas suku bunga hingga enam kali. I atau bahkan ada juga yang malah mengharapkan Q atau quantitatif easing. Sahabat Akela semuanya, ini adalah patamorgana, ini adalah Q illusion. Dan saya sudah pernah bahas mengenai hal ini dalam video sebelumnya. Anda bisa menyimaknya dalam video berjudul Katanya The Fed Q5 miliar. Tapi Bitcoin dan crypto kok bukan to the moon tapi malah crash. Sahabat Akela bisa menyimaknya di link yang ini. Jika dalam si Desember dot plot menunjukkan bahwa the sudah mendekati terminal rate, maka ruang pemangkasan suku bunga ke depan itu semakin sempit. Dampaknya bisa berupa profit taking, tekanan pada indeks saham SNP 500, NASDAQ, serta kenaikan treasury yield dan penguatan dolar. Dan ini juga berarti tekanan barish sentimen baik pada gold hingga Bitcoin. Pasar selama ini naik bukan karena ekonomi kuat, melainkan karena bull power yang berasal dari ekspektasi pasar atas pelonggaran likuiditas. Maksudnya defet pangkas suku bunga. Jika harapan ini ternyata dibatasi, maka bull power tersebut dengan sangat mudah berpotensi menguap dan risiko koreksi jadi meningkat. Nah, ketika saya jelaskan seperti ini selalu ada komentar mengenai Trump lawan The Fat. Dan pada bagian yang terakhir ini saya akan dibanking berbagai narasi miring seputar ini. Jerem Pawell memang benar akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Fman pada tanggal 15 Mei 2026. Setelah itu ia tidak lagi menjabat sebagai Fat Chen, tetapi dia juga tidak keluar dari The Fed, melainkan kembali menjadi Fed Governor hingga bulan Januari 2028. Artinya Paul tetap memiliki satu hak suara di FOMC sama seperti anggota lainnya. Harap diperhatikan voting right Fed Chairman itu sama dengan Fed Governor lainnya. Jadi di dalam FOMC ada tujuh fedor. Dari tujuh ini salah satu adalah a very special Fed Governor dan disebut Fatman. Akan tetapi pada waktu FOMC sidang FOMC dijalankan, seorang Fman itu hak suaranya tidak lebih dibandingkan dengan seorang Fed Governor. Karena itu walaupun Paul berhenti dari jabatannya sebagai FM, dia kembali ke F governor. Hak suaranya tetap sama. Nah, FOMC terdiri dari 12 voting members. Fedon itu hanya memiliki satu suara sama seperti anggota lainnya. Dan tidak ada Presiden Amerika mulai dari zaman Baheula dulu sampai sekarang tidak ada yang bisa menekan, mendorong, mempengaruhi, mengendalikan defed untuk pangkas suku bunga secara sepihak. The F itu tidak berada di bawah otoritasnya Presiden. Presiden hanya memiliki wewenang untuk mengajukan calon yang harus disetujui oleh senat. That's it. Gak ada lagi. Dengan demikian narasi bahwa Trump akan mengganti Paul dan rumor yang mengatakan bahwa Trump akan mengajukan Kevin Hass Jerem Powell. Lalu Kevin Hass akan menurunkan bunga secara otomatis. Ini adalah keliru dan menyesatkan. Trump mungkin bisa memang ya mengajukan Kevin Hassard sebagai pengganti Powel. Namun jangan lupa dalam FOMC lagi-lagi Fed Chaman itu hanya memiliki satu suara sama dengan Fed Governor lainnya. Kebijakan suku bunga tetap ditentukan oleh hasil voting FOMC. berdasarkan data ekonomi, bukan atas keputusan satu orang Fed Chaman. Dalam setiap FOMC itu ada 12 orang yang ngambil keputusan yang voting. 12 itu terdiri dari tujuh orang Fed Governor ini ee anggota tetap. Kemudian satu lagi itu adalah Fed Presiden New York. ini juga tetap selalu ada dalam setiap FOMC. Nah, yang keempat lagi sisanya itu adalah Fed Presiden dari ke-12 distrik yang digilir tiap tahun dia ganti ke distrik yang lainnya. So, total itu ada 7uh orang Fed Governor ditambah satu orang Fed Presiden New York dan 4 orang Fed Presiden dari distrik the Fed di Amerika. Dengan demikian suaranya satu orang Fat Chman ya cuman satu. Fat Chon tidak akan bisa mengendalikan seluruh 11 orang ini untuk ngikuti apa kata-kata dia ya. maunya dia. Nah, semuanya ini kita bisa simpulkan sekarang ya. Kesimpulan strategis. Pemangkasan 25 basis point pada FOMC 10 Desember ini sudah hampir bisa dipastikan. The Fed pangkas suku bunga 25 basis po core PC 2,8% ini memberikan legitimasi teknis. Namun arah kebijakan jangka panjang itu tetap ditentukan oleh summary of economic projection dan nanti Desember ini akan ada SEP Desember. Jika FET memberi sinyal bahwa mereka sudah mendekati terminal rate, maka risiko koreksi akan meningkat. Pasar terkoreksi bukan karena kabar buruk, melainkan karena harapan yang semula terlampau tinggi. Sehingga ketika realita menghantam, semua harapan tersebut jadi hancur, lebur berantakan. Sahabat Akela, jangan fokus pada apakah The Fed akan memangkas suku bunga pada FOMC Desember 2025 ini. Namun perhatikan bagaimana proyeksi DEFET di tahun 2026 di pasar modal pasar bergerak bukan karena keputusan hari ini, melainkan karena ekspektasi pasar akan apa yang akan terjadi ke depannya. Selalu kayak gitu. Ketika ada banyak narasi tentang the memangkat suku bunga secara signifikan di tahun 2026 bahkan quantitatif easing, Akela memilih untuk tetap berdiri di atas data dan fakta, bukan hidup dalam ilusi yang didasarkan pada narasi kosong. Nah, sahabat Akela, mari kita lihat bagaimana kebijakan FOMC serta proyeksi fed fund policy yang akan diambil the pada FOMC Desember ini dan bagaimana summary of economic projection di tahun 2026. Kira-kira sudah sesuaikah dengan analisa Akela ini? Simak video selanjutnya dan jangan lupa khusus bagi sahabat Akela yang butuh konsultasi sehubungan dengan trading maupun investasi di Bursa Efek Indonesia, Bursa sama Amerika, Forex, Gold, hingga Bitcoin dan aset crypto lainnya. Anda juga bisa ikuti Akela live streaming di channel ini setiap hari Kamis malam pukul 19.30 WIB di mana Akela akan hadir guna menjawab seluruh pertanyaan Anda lainnya. Semoga bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan sampai jumpa. Yeah.