Transcript
OOBjNGoz0rU • Membongkar Tuntas Narasi Sesat Si Raja Crypto
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0298_OOBjNGoz0rU.txt
Kind: captions
Language: id
Kenapa ini penting? Karena si raja
kripto dengan narasi persuasifnya ini
ternyata diduplikasi oleh para
influencer. Dan para influencer ini
lengkap dengan mobil spotnya. Merangsang
banyak orang awam yang berharap cepat
kaya. Enggak tahu bedanya investasi sama
trading bedanya apa, enggak tahu.
Sehingga berspekulasi namun mengira diri
sedang berinvestasi.
akibatnya pakai strategi cost averaging
alias DCA
pada trading yang dia lakukan. Nyontek
influencer
tidak ada manajemen risiko, tidak ada
stop loss. Modalnya pakai uang panas
terjadilah rungkat berjamaah.
Sahabat Akela, sesuai janji saya di
video terdahulu, seharusnya hari ini
saya melanjutkan Akela Market Review
bagian yang ketiga. Namun selama 1
minggu terakhir, dunia media sosial
hingga media mainstream heboh dengan
pemberitaan mengenai korban penipuan
investasi kripto semuanya bermula dari
korban yang tergiur ingin cepat kaya
seperti si influencer. Sahabat Akela,
cerita seperti ini sesungguhnya adalah
peristiwa berulang. Hampir di setiap
akhir siklus bull market Bitcoin itu
selalu aja ada berita heboh korban
kripto. Di tahun 2023 saya juga pernah
membahas berita heboh. Ada mahasiswa
yang dibunuh temannya karena ditagih
hutang. sementara uangnya rungkat habis
akibat investasi kripto. Lalu ada lagi
berita yang menyebut bahwa mayoritas
orang yang investasi kripto ternyata
rugi. Semua itu pernah saya bahas di
video berjudul investasi trading atau
gambling yang pernah saya unggah di
channel ini tanggal 23 Agustus 2023
tepatnya. Sahabat Akela yang ketinggalan
silakan nonton lewat link yang saya
cantumkan di atas ini. Di video ini,
Akela seperti biasa ingin membawa terang
atas penyesatan khususnya yang banyak
terjadi di dunia kripto. Sesuai
judulnya, kita akan bongkar narasi
menyesatkan dari si Raja Krypto.
Pertanyaannya, siapa raja kripto yang
saya maksud? Oh, bukan yang ini.
Bukan bukan ini juga ya. Raja kripto
yang saya maksud adalah orang yang satu
ini, Michael Sa. Bosnya Strategy
Incorporated. Michael Sa menyebarkan
banyak sekali narasi. Namun dalam video
ini saya hanya akan membahas satu
penyesatan yang menurut saya paling
parah yaitu rules number 9 nomor 9.
perlu dicatat total rules yang ia
sampaikan dalam Bitcoin itu ada 21 ya 21
rules sejak awal Akela menghindari
adomin sesuai judul video ini membongkar
tuntas narasi si raja kripto. Fokus kita
bukan pada orangnya melainkan pada
penyesatan ideologis yang dia sebarkan
dan kemudian direpllikasi ke mana-mana.
Nah, biar jelas dan sesuai prinsip Akela
solum sekundum data veritas hanya
berdasarkan data dan fakta. Mari kita
dengarkan kata-kata si raja crypto 1
ini.
I would
ads come to my casino but only gamble
the money afford to lose. If I ran some
sort of, you know, investment company
scam and I wanted to take your money and
buy swampland in Florida or I wanted to
gamble on a bunch of companies, I didn't
understand. I say, "Hey, only investe."
Masalah utama dari cuplikan pertama ini
adalah seller membalik fungsi
disclaimer. Dalam industri jasa
keuangan. Disclaimer adalah bagian dari
pengungkapan risiko dan kewajiban. atas
informasi yang benar, jelas, akurat, dan
tidak menyesatkan.
Disclaimer itu bukan hiasan. Discllaimer
adalah peringatan supaya calon investor
paham dan waspada akan adanya risiko
dari produk atau layanan jasa investasi
tersebut. Namun dalam pernyataannya,
Michael Seller memposisikan disclaimer
bukan sebagai peringatan risiko bagi
investor, melainkan sebagai tameng
hukum. bagi penyedia produk berisiko
seperti kasino dan skema investasi
penipuan atau scam. Ini adalah
pembalikan fungsi disklaimer dalam
praktik jasa keuangan.
Di industri keuangan disklaimer itu
wajib dicantumkan karena ada aturannya
demikian. Saya pada waktu ambil
sertifikasi certified security analis
maupun certified technical analis itu
kami diwajibkan untuk selalu
mencantumkan sanggahan alias disklaimer.
Di Indonesia prinsip-prinsip
pengungkapan dan pemasaran produk jasa
keuangan ini diatur dalam pedoman dan
regulasi perlindungan konsumen termasuk
ketentuan tentang informasi yang tidak
menyesatkan.
Oke, lanjut. When you actually say only
invest money to lose in my crypto or my
casino or in my investment whatever
you're making moral equivalence
to the
dalam cuplikan ini, Sele mengatakan
kira-kira begini. Ketika Anda berkata
bahwa investasikan uang yang Anda mampu
pikul risikonya alias uang dingin dalam
tanda kutip ke token kripto saya atau
kasino saya atau investasi apapun atau
ide saya, maka Anda sedang membuat
ekuivalensi moral dengan bertaruh pada
peluang yang tidak menguntungkan Anda.
Oke, perhatikan ini sahabat Akela.
Menurut logika sele, kalau Anda pakai
uang dingin itu berarti Anda sadar bahwa
peluangnya bisa kalah, maka itu seperti
judi. Karena kalau Anda yakin pasti
cuan, ngapain pakai uang dingin, semua
uang masukkan hajar bleh. Bahkan kalau
bisa perlu pinjam uang tetangga alias
hot masukin semua. Pertanyaan saya, jika
suatu saat kelak kalau sele masuk rumah
sakit butuh tindakan medis, baik itu
operasi katarak, operasi ambeyen atau
usus buntu, dia pasti disuruh tanda
tangan inform konsen atau form
disclaimer medis. Nah, pertanyaannya
apakah dia bakal bilang, "Oh, berarti
saya sedang bertaruh pada peluang yang
tidak ada di pihak saya." Berarti besar
kemungkinan operasi yang akan
dijalaninya ini bakal gagal.
Ini pemikiran yang keliru. Ini logikanya
gamble, bukan investor.
Sele mencampuradukan risiko dengan
probabilitas rugi. Dalam teori keuangan,
risiko tidak identik dengan negative
expected value. Mengakui adanya risiko
bukan berarti bertaruh pada kerugian.
Justru sebaliknya itu adalah syarat
minimal bagi seorang investor rasional.
Right? You're making you're basically
saying there's nothing nothing better
about what I'm offering than any foolish
game that you're likely to lose. If I
run a bar,
you know, and you ask me, "Well, how's
your bar?" I said, "Well, we serve
really good drinks, but you should
probably uh only come here on evenings
when you don't have to work the next
day."
That's honest,
right? You're going to get drunk in my
bar. You're going to underperform the
next day. I'm being honest with you.
Di cuplikan ini, Sele membuat analogi
bar. Katanya kalau dia punya bar jujur,
maka dia akan bilang, "Minum di bar saya
itu enak, tapi sebaiknya datang saat
besok kamu libur karena Anda akan mabuk
dan performa Anda di kerjaan itu bakal
turun entar diomelin sama bos." Itu
jujur kan, Sahabat Akela? Yang dilakukan
seller di sini adalah teknik retorika
yang menyesatkan.
Pertama ini namanya false equivalence
atau false analogi.
Kerugian finansial itu dianalogikan
dengan mabuk di bar. Padahal kerugian
finansial itu bisa ekstrem loh. Ada
orang yang gara-gara rungkat kripto
ataupun saham ataupun forex dia bisa
depresi berat. rumah tangganya hancur.
Bahkan banyak kasus bunuh diri karena
kerugian finansial.
Yang kedua, normalization by everyday
analogy. Risiko ekstrem dinormalisasi
dengan pengalaman rutin sehari-hari atau
recreational
risk. Rugi kriptomiliaran dianalogikan
seperti risiko orang mabuk di bar. Ini
enggak bisa kayak begitu.
Yang ketiga, sekaligus dengan
normalization by everyday analogy maka
juga masuk dalam kategori error. Dia
menyamakan risiko rekreasional yang
sifatnya sementara dengan risiko
finansial yang bisa permanen dan bahkan
dampaknya bisa sistemik dalam kehidupan
yang bersangkutan.
And so what I say is only buy Bitcoin
with the money you can't afford to lose.
I'm not going to equivocate.
You shouldn't equivocate. People that
equivocate don't understand Bitcoin and
they still they still don't get the idea
of perfect money.
Nah, ini bagian yang menurut saya paling
fatal. Seller menyimpulkan
karena itu belilah Bitcoin dengan uang
yang Anda tidak sanggup lost alias rugi.
Lalu dia menambahkan, "Saya tidak akan
berdalih, Anda juga jangan berdalih.
Orang yang berdalih tidak paham Bitcoin
dan belum mengerti konsep perfect
money." Sahabat Akela, kenapa bagian ini
berbahaya?
Karena di dunia jasa keuangan nomor satu
dilarang keras menyuruh orang
mengorbankan perlindungan finansial.
Yang kedua, dilarang keras meniadakan
analisa risiko.
Yang ketiga, dilarang keras
mendelegitimasi
prinsip kehati-hatian alias due
diligence.
Silakan sahabat Akela tanyakan ke
otoritas manapun mau OJK, Bapepti atau
kalau di Amerika CFTC atau otoritas
manapun negara lain terserah.
Boleh enggak seseorang menyarankan calon
investor menggunakan uang yang jika rugi
mereka tidak sanggup memikulnya.
Lalu Seller menutup pernyataannya dengan
immunization strategy. Nomor satu kalau
kita bertanya berarti kita sedang
berdalih. Nomor dua kalau kita
mengkritik berarti artinya kita enggak
paham. Nomor tiga, kalau kita enggak
setuju berarti kita belum ngerti artinya
konsep perfect money. Dengan demikian,
tidak boleh bertanya, tidak boleh
dikritik, tidak boleh beda pendapat.
Nah, dalam filsafat pola seperti ini
disebut self sealing belief system.
Ciri-cirinya yaitu tidak boleh diuji,
tidak boleh dibantah. Kritik dianggap
sebagai bukti atas ketidaktahuan. Ini
adalah ciri-ciri dogma bukan sains.
Kalau seller benar bahwa Bitcoin itu
perfect money, never sell dan terus DCA
dalam cost averaging. Maka pertanyaannya
kenapa ada OG WH seperti Owen Gunden
yang teridentifikasi menjual seluruh
Bitcoin-nya senilai sekitar 1,3 miliar
dolar. Data ini berasal dari analisis
onchain Arcome Intelligence yang
menghubungkan cluster wallet ke entitas
tersebut. Seperti semua analisis on
chain ini bersifat probabilistik namun
banyak diterima di komunitas analis
kripto. Oh, by the way ada satu lagi.
Dia sebut Bitcoin sebagai perfect money
di hadapan BTC Park di Praha,
Cekoslovakia di tahun 2024.
Dalam teori ekonomi dasar, money atau
uang memiliki tiga fungsi dasar, yakni
sebagai medium of exchange atau alat
tukar, sebagai unit of account atau
satuan mata uang, dan yang ketiga
sebagai store of value atau sarana
penyimpan nilai. Namun coba dengar
wawancaranya dengan Swan Bitcoin berikut
ini. I think what they're missing is not
a currency, capital. I I think that's a
fundamental issue. You just have to come
to grips with it. It is not digital
currency. It is not cryptocurrency. It
is digital capital. It is crypto capal.
Jadi di hadapan Bitcoin maksimalis pada
acara Bitcoin Prag di Praha Cekoslovakia
dia bilang Bitcoin adalah perfect money.
Sementara ketika diwawancarai Soan
Bitcoin dia bilang Bitcoin bukan
currency, bukan digital currency,
melainkan capital atau digital capital.
Dalam ekonomi, money atau uang tanpa
fungsi currency bukanlah money. Sahabat
Akela, Anda bisa lihat
pernyataan-pernyataan seller ini saling
bertabrakan
satu dengan yang lainnya.
Oke, ayo kita teruskan.
We didn't invest in it because we wanted
to take a risk. We invested it and then
it you know out of of discuss with the
world that forces us to take risk with
everything else where the risks are
stacked against us and undisclosed.
Bitcoin's better.
Kali ini seller berkata, kita tidak
berinvestasi pada Bitcoin karena kita
mau mengambil risiko.
Kita berinvestasi pada Bitcoin karena
rasa muak pada dunia keuangan yang
memaksa kita mengambil risiko dengan
segala hal lain dan seterusnya dan
seterusnya dan ditutup dengan kalimat
Bitcoin is better. Sahabat Akelah, kalau
cuplikan sebelumnya saya sebut paling
fatal, maka cuplikan ini menurut saya
paling konyol.
Dasar keputusan investasi menurut
seller, investasi pada Bitcoin itu
adalah rasa mua terhadap dunia keuangan.
Padahal rasa mua itu adalah emosi. Tidak
ada satuun model investasi yang
menjadikan emosi mua.
sebagai fondasi keputusan investasi yang
rasional.
Lalu biasanya pendukung seller akan
bilang, "Bang, dia tuh bilioner, Abang
bukan."
Sahabat Akela jawaban seperti itu sama
saya seperti pertanyaan, "Mclaren, lu
warna apa, Bos?" Itu bukan argumen, itu
pengalihan medan debat dari logika
menjadi status. Kalau kekayaan jadi
ukuran kebenaran, maka krisis finansial
itu tidak akan pernah terjadi. Richard F
atau Dickfold, bosnya, CEO-nya Lemon
Brothers ini enggak akan bawa Lemon
Brothers jadi bankrut chapter 11 di
tahun 2008 itu. Sam Bankmanfed tidak
akan masuk penjara karena orang kaya
selalu benar. Ini jelas absud. Seller
juga menyatakan bahwa di luar Bitcoin
risiko bertumpuk melawan kita dan tidak
diungkapkan. Lah, tapi bukankah dia
sendiri sebelumnya yang anti disclaimer?
Jadi coba Anda lihat di satu sisi ketika
bicara aset selain Bitcoin, ketiadaan
disclaimer dianggap sebagai suatu
kejahatan. Di sisi lain ketika bicara
Bitcoin, disclaimer justru dianggap
buruk. Dalam studi propaganda, pola
seperti ini dikenal sebagai double thing
alias standar ganda, yakni memegang dua
keyakinan yang saling bertabrakan,
bertentangan, dan menerima keduanya
sebagai benar tergantung konteksnya.
Tujuannya adalah membuat pendengar tidak
nyaman, bingung, lalu bawa sadar mencari
jangkar emosional atau emotional anchor
dan seller memang menutup semua
kontradiksi itu dengan slogan singkat
bitcoins better. Kalimat ini berfungsi
sebagai thought terminating slogan
singkat persuasif namun menutup proses
berpikir kritis yang seharusnya
menyelesaikan kontradiksi sebelumnya.
Pertanyaan selanjutnya, ketika narasi
ini berhasil, strategi yang paling
populer jadinya apa? Jawabnya adalah
DCA. Dan ini memang yang dia harapkan. D
cost averaging never sell. Kalau turun
beli lagi. Turun lagi beli lagi. Bahkan
sampai ada yang disarankan pakai hot
money. Silakan pakai uang yang Anda
tidak sanggup pikul kerugiannya alias
hot pakai itu hajar semua. Lalu
pertanyaan pentingnya, kalau narasi
tersebut berhasil, siapa yang paling
diuntungkan?
Yang jelas adalah strategy incorporated.
Dulu namanya micro strategy.
Ini adalah bagian dari strategy seller
guna menyelamatkan perusahaan yang
sekarang dikenal sebagai micro
strategic. Ini namanya strategy
incorporated. di mana pada awalnya
bukanlah perusahaan kripto, melainkan
perusahaan software busnis intelligence
yang didirikannya pada tahun 1989.
Ketika terjadi bubble birst di tahun
2000, MST ini hancur minus 95%. Harga
saham itu anjlok parah dari 333
menjadi kurang dari Do per lembarnya.
Produk bisnis intelligence MSCR ini
kalah bersaing dengan SAP, Oracle,
Tablo, Microsoft.
Akibatnya revenue-nya jadi kecil dan
stagnan.
Di tahun 2020 akibat COVID-19 pada bulan
Maret 2020 sesudah memangkas suku bunga
hingga 0,25%
the FET mulai meluncurkan kuantitatif
easing. Sele melihat ini sebagai sebuah
kesempatan dan di bulan Agustus 2020,
Sele langsung banting setir. Dia merubah
MSCR dari perusahaan software Business
Intelligence menjadi Bitcoin Treasury
Company. Seluruh cash yang tersisa di
MSCR dia belikan Bitcoin semua dan MSCR
kemudian menerbitkan convertible bonds
equity dilution menerbitkan saham baru
sehingga sahamnya sendiri terdilusi yang
kemudian dibelikan Bitcoin kembali. Saya
akan bahas detailnya dalam video lain.
Namun yang jelas semua ini berarti
adalah bagian dari strategi penyelamatan
MSTR, perusahaan yang sudah hampir
sekarat. Oke, sekarang kita fokus pada
pertanyaan yang lebih mendasar. DCA atau
DAL cost averaging pada dasarnya adalah
strategi investasi. Lantas
pertanyaannya, apakah Bitcoin layak
disebut sebagai aset investasi? Ayo kita
uji Bitcoin ini dengan kerangka
investasi Benjamin Graham, Bapak
investasi dunia. Benjamin Graham
mendefinisikan investasi sebagai an
investment operation is one which upon
thorough analysis promises safety of
principle and an adequate return.
Operations not meeting this requirements
are speculative. Jadi, ada tiga syarat
suatu aktivitas operasional bisa
dikategorikan sebagai investasi. Dan itu
adalah satu thorough analysis, adanya
analisa yang memadai. Dua, safety of
principle, adanya perlindungan modal.
Tiga, adequate return, imbal hasil yang
layak, bukan sekedar harapan.
Nah, sekarang mari kita uji investasi
Bitcoin seturut narasinya seller. Nomor
satu, apakah ada analisa yang memadai?
Well, seller jelas-jelas bilang risiko
tidak perlu dianalisa bahkan tidak perlu
disklaimer.
Yang kedua, valuasi intrinsik itu enggak
jelas, enggak memang enggak ada. Tidak
ada dasar estimasi return probabilistic.
Yang kedua, safety of principle. Seller
justru menyarankan pakai uang yang tidak
sanggup Anda pikul kerugiannya apabila
terjadi rugi. Dengan demikian, tidak ada
margin of safety dan berdasarkan data
sejarah, drawdown historis Bitcoin itu
bisa ekstrem, bisa minus 70% atau bahkan
sampai 80%. Yang ketiga, adequate
return. return bitcoin terutama berasal
dari pergerakan harga bukan dari
productivity. Productivity apaan? Tidak
ada estimasi return yang rasional. Yang
ada seringki adalah target berbasis
narasi. Banyak kan? Bitcoin bakal
mencapai 150.000, bakal mencapai
200.000, 400 1,5 juta US dan seterusnya
dan seterusnya. Memang benar ada yang
untung ratusan persen dari buy and hold
bitcoin, tetapi itu adalah long term
speculative return, bukan investment
return.
Sebelum direalisasikan keuntungan itu
hanyalah floating profit alias potensi
laba. Jika Bitcoin bearish, maka
floating profit itu akan menyusut
mengikuti penurunan harga. Dari sini
kita bisa simpulkan kripto, kripto
apapun termasuk Bitcoin lebih tepat
diposisikan sebagai aset spekulatif,
bukan aset produktif untuk
diinvestasikan.
Berita bagusnya tidak ada yang salah
dengan spekulatif profit. Saya pun juga
sering lakukan, saya juga doyan
speculative profit, investment profit
maupun speculatif profit itu sama-sama
profit asalkan dilakukan dengan cara
yang legal dan bertanggung jawab.
Sahabat Akela saya tidak anti Bitcoin.
Saya hanya meluruskan posisi Bitcoin dan
krypto pada tempat yang tepat, yakni
aset spekulatif, bukan aset produktif
untuk investasi.
Karena itu kalau Anda masuk ke kripto,
gunakan strategi yang sesuai yakni
strategi trading dan manajemen risiko
yang benar. Bukan strategi investasi
buta tanpa risk management. Saya
seringkiali bilang begini, analoginya
itu adalah kalau mau bikin soto ya
buatlah soto pakai bumbu-bumbunya soto.
Anda jangan coba bikin soto pakai kluwe.
Anda tahu klu ya itu adalah bumbunya
rawon. Itu nanti jadinya itu bingung
soto gua kok jadi hitam kayak begini ya
gitu. Kalau trading silakan pakai
strateginya trading. Kalau investasi
pakai strateginya investasi. Ini jangan
dibolak-balik.
Dan perlu dicatat, Benjamin Graham itu
tidak anti spekulasi. Graham mengatakan
bahwa ada spekulasi yang intelijen, yang
cerdas sebagaimana ada juga investasi
yang cerdas. Yang berbahaya adalah
spekulasi yang tidak cerdas. Dan yang
paling sering terjadi spekulasi yang
tidak cerdas itu yang pertama
berspekulasi tapi mengira diri sedang
berinvestasi.
Contohnya
ada orang beli Bitcoin atau aset crypto
lainnya berharap untung dari kenaikan
harga alias berspekulasi. Namun strategi
yang dipakai bukan strategi trading
melainkan strategi investasi yakni cost
averaging alias DCA. Yang kedua,
berspekulasi serius tanpa pengetahuan
dan skill memadai yang akhirnya jadinya
nyontek influencer. Influencer beli apa
ngikut. Influencer suruh hold ya hold.
Yang ketiga, meresisikokan lebih banyak
uang di mana ketika terjadi kerugian
yang bersangkutan tidak sanggup memikul
kerugiannya.
Sounds familiar. Ingat kata-kata seller
yang tadi, invest with the money you
cannot afford to lose. Berinvestasilah
pada Bitcoin dengan uang yang Anda tidak
sanggup pikul apabila rugi. Jadi, hot
money hajarin semua. Saya sudah pernah
bahas mengenai tiga poin ini dalam video
investasi, trading, atau gambling.
Namun, Akela sadar Akela tidak bisa
berjalan sendiri membawa terang. Jadi
terima kasih yang sebesar-besarnya bagi
Anda yang sudah klik like bahkan share
dan jangan lupa juga pastikan Anda sudah
subscribe dan aktifkan tombol alert
supaya YouTube memberikan notifikasi
ketika Akela mengunggah video-video
terbarunya. Kenapa ini penting? Karena
si raja kripto dengan narasi
persuasifnya ini ternyata diduplikasi
oleh para influencer. Dan para
influencer ini lengkap dengan mobil
spotnya. Merangsang banyak orang awam
yang berharap cepat kaya. Enggak tahu
bedanya investasi sama trading bedanya
apa, enggak tahu. Sehingga berspekulasi
namun mengira diri sedang berinvestasi.
Akibatnya pakai strategi D cost
averaging alias DCA.
pada trading yang dia lakukan nyontek
influencer
tidak ada manajemen risiko, tidak ada
stop loss, modalnya pakai uang panas
terjadilah rungkat berjamaah.
Sahabat Akela, kripto adalah aset
spekulatif. Karena itu yang ada adalah
trading kripto, bukan investasi kripto.
Gunakan strategi trading yang benar,
bukan strategi investasi. Berita
bagusnya lagi, bagi Anda yang ingin
konsultasi tentang trading maupun
investasinya, baik US stock market
meliputi saham-saham S&P 500 dan Nasdaq
juga berbagai komoditas seperti gold,
crude oil atau forex hingga aset crypto,
ikuti Akela live streaming di channel
ini setiap Kamis malam pukul 19.30 WIB.
Semoga bermanfaat semuanya, sukses
selalu dan sampai jumpa.