Transcript
uCxr_h7FPaQ • HOAKS BESAR : TRUMP Sengaja Pompom Harga Emas buat Lunasi Utang! Ini HITUNGAN NYATANYA!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0299_uCxr_h7FPaQ.txt
Kind: captions Language: id Dengan demikian total cadangan emasnya Amerika ini hanya cukup buat bayar bunganya aja selama setahun. boro-boro mau lunasin utang mau dipom-pom sampai 10 kali lipat bahkan 20 kali lipat itu masih aja enggak cukup buat lunasin nutup semua utangnya Amerika ini. Sahabat Akela yang saya kasihi, salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima akhir-akhir ini adalah sehubungan dengan gold, harga emas ini bisa naik sampai harga berapa? Atau ada lagi yang tanya, "Bitcoin baris tapi emas kok naik terus?" Bukannya kata Michael Seller, "Bitcoin ini digital gold 2.0? Apa faktor penyebab Mas naik terus kayak begini?" Yang lebih menarik lagi, ada yang mengaitkannya dengan hutang Amerika. Nah, ini bahwa demi menutup atau melunasi hutang-hutangnya, Amerika kini mencari cara untuk merevaluasi harga emas dan membiarkan dolar melemah secara terkontrol. Oke, sahabat Akela. Dalam video ini saya akan mencoba untuk membahas semua opini-opini termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya dapat sehubungan dengan gold bull run yang parabolik ini. Guna memahami semua ini, maka ada tiga hal yang kita semua harus pahami terlebih dahulu. Kenapa kok enggak langsung jawab aja? Ya, ini kalau zaman kuliah dahulu itu istilahnya prerequisit. Kita tidak bisa langsung loncat ambil mata kuliah lanjutan sebelum menyelesaikan mata kuliah dasarnya dahulu. Anda tidak bisa ambil kalkulus 2 sebelum lulus kalkulus 1 atau Anda tidak bisa ambil mata kuliah konstruksi bangunan 2 sebelum lulus konstruksi bangunan 1. Nah, ketiga hal itu adalah yang pertama utang negara, kemudian yang kedua adalah US Dollar Index, dan yang ketiga adalah real interest rate. Ya, enggak banyak kok, cuman tiga ini aja. Nomor satu utang negara, US dollar index, dan real interest rate. Ya, saya mulai dari yang pertama, hutang negara. Konsep hutang negara ini adalah salah satu konsep yang paling banyak disalahpahami oleh kebanyakan orang awam. Salah satu contoh yang saya ingat, ada sebuah ilustrasi di mana konon alkisah di sebuah negeri antah-berantah, Konoha namanya. anggota parlemennya memanggil salah satu direktur utama, salah satu badan usaha nasional dan mempertanyakan persoalan hutang yang dipikul badan usaha tersebut. Jaminannya apa dan kapan pelunasannya. Dan si anggota parlemen semakin marah, ngamuk, gebrak meja ketika dijawab bahwa perusahaan tersebut mereka ketika berhutang tidak pernah memberikan jaminan dan pelunasannya adalah sesuai jatuh tempo surat utang yang diterbitkan. Ada yang 5 tahun, 10 tahun hingga ada juga yang jangka panjang hingga 30 tahun. Karena tidak berhasil mendapatkan bukti perihal jaminan atau kolateral atas hutang yang diterbitkan perusahaan, si anggota parlemen semakin murka dan mengusir sang direktur utama. Dari sini nampak jelas si anggota parlemen menggunakan kerangka berpikir rumah tangga untuk memeriksa hutang badan usaha nasional yang menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah. Ini bisa dimaklumi sebagai wakil rakyat yang bersangkutan mewakili cara berpikir mayoritas masyarakat. Akan tetapi, Sahabat Akela mesti paham utang negara itu beda mindsetnya dengan hutang rumah tangga. Kita mulai dari yang paling dasar dulu. Negara memiliki otoritas untuk mencetak uang. Sementara rumah tangga Anda dan saya tidak memiliki wewenang untuk mencetak uang sendiri. Oleh karena itu, posisi suatu entitas yang memiliki kekuasaan untuk mencetak uang dalam berhutang tentu berbeda dengan suatu entitas yang tidak memiliki wewenang untuk mencetak uang sendiri. Ya, Anda dan saya enggak bisa cetak duit. negara itu bisa posisi Anda dan saya ketika berhutang dengan posisi negara yang berhutang itu tentu berbeda. Dari sini biasanya muncul pertanyaan, jika negara bisa mencetak uang sendiri lah ngapain berhutang? Kan kalau butuh duit tinggal cetak aja. Ngapain hutang? Di mana kalau hutang nanti masih bayar bunga, kan? Nah, jika Anda merasa bingung di sini tidak usah berkecil hati. Karena bahkan seorang Presiden El Salvador Nayib Bukele ini juga melontarkan pertanyaan yang kurang lebih mirip walaupun konteksnya sedikit berbeda. Dia bertanya, "Jika bank Sentral bisa mencetak uang sendiri dan surat utang pemerintah itu dibeli oleh bank sentral lah." Terus ngapain pemerintah harus narik pajak ke rakyatnya? Tinggal terbitkan aja surat utang dan suruh bank sentral yang beli. Selesai kan? Dengan dengan kata lain, ngapain perlu narik pajak dari rakyat kalau bank sentral bisa cetak uang sendiri? Paham, ya? Nah, melalui channel ini Akela sudah menjelaskan sejak bertahun-tahun lalu. Harap dipahami bahwa dalam satu negara ada lembaga moneter yakni bank sentral dan ada lembaga fiskal yakni Kementerian Keuangan. atau kalau di Amerika itu namanya US Treasury Department. Keduanya ini independen satu dengan yang lainnya. Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Keuangan Pak Purbaya tidak bisa main perintah Bank Indonesia, eh Bank Indonesia Gubernur BI, tolong dong cetakin duit buat kita mau bayar hutang pemerintah nih. Enggak bisa kayak begitu. Hal yang sama juga terjadi di Amerika. Trump ini enggak bisa punya wewenang untuk memerintahkan the panggil si Jarum Paul, eh tolong cetakin duit buat lunasi nih utang-hutang nih semua. Enggak bisa kayak begitu ya. Kedua lembaga baik moneter maupun fiskal ini sama-sama independen satu dengan yang lainnya. di mana kebijakan masing-masing lembaga ini memiliki pengaruh besar terhadap jumlah uang yang beredar dalam ekonomi alias dikenal dengan istilah likuiditas. Faktor likuiditas adalah faktor yang paling besar perannya dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sejak dulu ada satu pepatah terkenal, money is the blood of the economy. Dari sini bedakan likuiditas moneter yang kendalinya ada di tangan bank sentral dan likuiditas fiskal yang kendalinya ada di pemerintah. Bank sentral adalah satu-satunya lembaga independen yang berwenang menambah atau mengurangi jumlah total likuiditas, total jumlah uang yang beredar. Sementara pemerintah tidak berwenang atas total jumlahnya, namun berwenang mengatur alokasinya. Bedanya di mana? Perhatikan baik-baik. total jumlah uang beredarnya tidak bisa apa-apa ya. Pemerintah tidak punya wewenang di situ. Namun ketika Pak Menteri Keuangan menggelontorkan dana saldo anggaran lebih atau sal sebesar Rp200 triliun ke bank-bank Himbara, maka pemerintah memindahkan alokasi dana dari pemerintah ke masyarakat. Sebaliknya jika pemerintah menaikkan pajak misalnya ya misalnya PPN atau PPH yang dinaikkan, maka pemerintah memindahkan alokasi likuiditas dari masyarakat ke pemerintah. Namun total jumlah likuiditas yang beredar ini tetap sama. Perbedaan berikutnya dan penting berbeda dengan hutang rumah tangga. Hutang rumah tangga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perlu segera dilunasi supaya cicilan pokok dan bunganya tidak membebani income keluarga. Utang negara tujuan utamanya beda, bukan untuk dikonsumsi seperti rumah tangga, melainkan tujuannya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, coba carikan saya, ada enggak satu aja negara yang melunasi hutangnya 100% sampai tidak ada hutang sama sekali? Ada enggak kayak gitu? Dalam konteks rumah tangga itu sering terjadi cicilan KPR lunas, cicilan mobil lunas, sudah lega, enggak punya hutang lagi. Namun hutang negara manapun di dunia adakah yang ketika hutang lamanya lunas pemerintahnya tidak membuat hutang baru lagi? Ada enggak? Enggak pernah ada kan? Nah, jika Anda dan saya berhutang di bank, maka bank akan minta kolateral alias jaminan aset tertentu, bisa tanah dan bangunan atau kendaraan bermotor. Sementara ketika pemerintah menerbitkan surat utang misalnya ori atau suku, jaminan aset atau kolateralnya apa? Enggak ada kan ya? Memang enggak ada jaminan. Begitu juga perusahaan negara. Dan jangankan itu, perusahaan publik pun ya, perusahaan publik swasta mereka bisa menerbitkan corporate bonds alias obligasi atau surat utang perusahaan. Mana ada jaminan kolateralnya. Yang ada hanyalah bond rating atau peringkat hutang. Jadi dari sini sahabat Akela bisa paham jika ada orang ngamuk-ngamuk ngusir direktur gara-gara si direktur bilang surat utang yang mereka terbitkan tuh tanpa jaminan. Maka sahabat Akela sekarang bisa paham ya bahwa yang terjadi adalah yang bersangkutan memaksakan konsep utang rumah tangga pada konsep utang pemerintah alias hutang negara. Jika seseorang gagal bayar hutang, maka risikonya aset jaminannya disita. Jika negara default atau kesulitan membayar hutang, maka yang terjadi bukan sita jaminan aset. Terus kemudian pulaunya diambil, negaranya diambil, gitu. Namun yang terjadi adalah peringkat utang negara tersebut itu langsung jeblok tuh, langsung anjlok. berakibat ini dampaknya bunga hutang atau yield obligasinya itu langsung melonjak drastis. Hal ini terjadi pada obligasi Yunani dan Siprus pada saat krisis Eropa di sekitar tahun 2012 yang lalu ya 2012 silam. Jadi ketika sekarang ada narasi di media sosial yang mengatakan bahwa Amerika berusaha menutup atau melunasi hutang-hutangnya, maka dari kata-kata ini saja Anda sudah bisa tahu bahwa yang bersangkutan beranjak dari kerangka berpikir hutang rumah tangga. Sama seperti anggota parlemen negeri antah-berantah yang ngamuk-ngamuk itu tadi ya. Diterapkan pada hutang negara. Oke, lanjut. Hal kedua yang perlu kita pahami adalah US Dollar Index. Ketika mendengar item nomor dua ini, ada satu pertanyaan. Kenapa ya kok satu-satunya mata uang dunia yang ada indeksnya kok hanya US Dollar indeks? Kenapa kok enggak ada euro index, Swiss Frank index, Japanese yen index atau GBP index atau lainnya? Kenapa hanya ada US Dollar Index? Jawabnya adalah karena US dollar adalah the world's reserve currency. Di mana seluruh mata uang negara-negara di dunia termasuk rupiah kita itu kursnya dihitung terhadap US dollar. Begitu juga seluruh komoditas dunia termasuk crude oil, gold, silver hingga berbagai komoditas seperti corn, jagung, sobe, kedeleai, live cattle, sapi. Ini harganya dinyatakan dalam US dollar. Pertanyaannya, bagaimana jika ada beberapa negara-negara di dunia yang memulai mempertanyakan posisi US dollar sebagai the world's reserve currency ini? Guna menjawab pertanyaan ini, kita sampai pada item berikutnya yakni real interest rate. Cara paling mudah buat memahaminya adalah dengan memahami konsep the cost of money alias biaya sewa uang. Oke, bayangkan begini. Ketika ada seseorang yang ingin membangun suatu gedung bertingkat, dia membutuhkan alat-alat berat seperti ekskavator, bulldozer untuk pekerjaan galian tanah guna membangun pondasinya. Dia kemudian menyewa alat berat tersebut dan dengan demikian dia mesti bayar uang sewa. Ini logis kan? Kalau butuh sewa ya bayar uang sewanya. Nah, pertanyaannya bagaimana jika ada orang yang bukan butuh alat berat, dia tidak butuh pinjam alat berat. Yang dia butuhkan adalah pinjam duit. maka dia datang ke bank dan dia meminjam uang di sana atau sesungguhnya lebih tepatnya yang dia lakukan adalah menyewa uang tersebut. Dan sama seperti ilustrasi sebelumnya, kalau sewa ya mesti konsekuensinya bayar uang sewa dong atas item yang dia sewa itu tadi. Kita sebut biaya sewa ini sebagai real interest rate. Nah, harap diperhatikan uang pada dasarnya adalah sarana penyimpan daya beli atau storage of value. Namun sebagai wadah penampung daya beli, uang ini seperti ember yang bocor halus. Daya beli yang disimpannya senantiasa mengalami penurunan yang konsisten dan berkesinambungan terus dan terus tiap tahunnya. Tingkat penurunan daya beli tersebut kita kenal dengan sebutan inflasi. Kita kasih simbol B ya, real interested kasih simbol R. Akibatnya ketika bank menyewakan uang kepada Anda, maka logis jika pada saat jatuh tempo pelunasan bank itu minta Anda mengembalikan uang berikut daya beli yang hilang selama uang tersebut berada dalam penguasaan Anda. Karena itu, bank meminta nominal interest rate. Hati-hati loh ya, saya bilangnya nominal interest rate kali ini ya, bukan real interest rate ya. Nah, bank meminta nominal interest rate yang besarnya adalah penjumlahan real interest rate R ditambah tingkat inflasi B. Rumus ini dikenal dengan sebutan feure formula seturut penemunya namanya iring feer. Rumus ini juga bisa saya tulis menjadi seperti ini. Real interest rate. Berarti dengan demikian real interest rate adalah selisih nominal interest rate dikurangi tingkat inflasi. Nah, jika kita terapkan formula ini pada US Treasury Bonds atau surat utang pemerintah Amerika, maka di Amerika ada aset obligasi yang dikenal dengan sebutan tips atau Treasury inflation protected securities, yakni obligasi pemerintah Amerika yang dirancang khusus untuk melindungi nilai uang dari inflasi. Tips punya dua komponen utama. Yang pertama adalah pokoknya itu atau princiipal disesuaikan dengan inflasi berdasarkan tingkat CPI, tingkat inflasi Amerika ya, consumer price index. Yang kedua adalah kuponnya atau bunganya ini tetap tapi dihitung dari pokok yang sudah disesuaikan atau adjusted terhadap tingkat inflasi. Nah, sampai tahap ini saya tahu Anda mungkin capek atau bosan dengar penjelasan saya. Dalam hati Anda mungkin mau bilang, "Lantas apa hubungannya sih semua ini dengan emas?" Oke, mari kita rangkum semuanya sekarang. Tapi sebelum mulai, Anda sudah subscribe belum? Ya, kalau belum, ayo klik dulu di tombol subscribe, like, dan pastikan tombolnya aktif supaya Anda memperoleh notifikasi dari YouTube setiap kali kami mengunggah video-video terbaru hingga akela live streaming dan Anda akan memperoleh notifikasi dari YouTube. Oke, lanjut. Ada dua charge yang mau saya tunjukkan. Yang pertama adalah charge gold versus real interest rate dan US dollar index. Charge yang kedua adalah charge gold versus real interest rate dan tingkat inflasi. Oke, kita mulai dari yang pertama. Charge yang paling atas adalah gold. Kemudian tepat di bawahnya adalah real interest rate dan yang paling bawah adalah US dollar index. Nah, jadi jelas ya kenapa saya jelasin ini semua tadi? Karena kalau saya dari awal langsung to the point tunjukkan chart ini, banyak di antara Anda yang tidak paham apa itu real interest rate, apa itu US dollar index, maka penjelasannya sudah saya jelaskan dari awal tadi. Coba perhatikan sekarang pada periode 2002 sampai 2008. Lihat real interest rate bearish. US index strong beish dan gold jadinya bull run. periode 2008 sampai 2012 itu real interest rate strong berries tapi gilirannya dollar index dxy sideways agak sedikit berish dan yang terjadi gold lagi-lagi bull run di tahun 2012 sampai 2018 yang terjadi adalah real interest rate bullish index bullish maka perhatikan apa yang terjadi. Gold beish tahun 2018 sampai 2022 real interest rate strong berries akibat COVID-19 the pangkat suku bunga sampai 0 dan Q. Kemudian US dollar index sideways agak berish yang terjadi adalah gold bullish tahun 2023 sampai tahun 2026. Coba perhatikan real interest rate sidewak baris cenderung berish. Kemudian DXY juga sama sideways agak beish dan gold buran kembali. Kesimpulan sementara dengan demikian pergerakan gold ini berlawanan terhadap real interest rate dan US dollar index. Jika keduanya bearish, gold justru bullish. Sebaliknya jika keduanya real interest rate dan US dollar index bullish, maka gold cenderung beish. Nah, sekarang kita naik satu level lagi. Ini adalah charge gold terhadap real interest rate dan US CO inflation. Berbeda dengan periode 2008-2012 dan 2018 hingga 2022 di mana real interest rate strong beish. Kali ini real interest rate hanya sedikit beish, cenderung sideways. Sementara core inflation stabil di kisaran 2 sampai 2,5%. Namun gold bukannya rally melainkan sudah parabolic run. Hal ini terjadi karena berbagai kejadian mulai dari ekspektasi pasar akan penurunan real interest rate ke depannya. di mana ini bisa terjadi akibat US bond yield turun atau naiknya inflasi atau lebih kuat lagi efeknya apabila yang terjadi kedua-duanya US bond yield turun dan bersamaan dengan itu inflasi naik. Kemudian ada yang bilang bahwa kenaikan harga emas adalah karena Trump sengaja bikin krisis geopolitik mulai tangkap Maduro melalui Operation Absolute Resolve hingga ambisinya untuk menganeksasi Greenland guna merevaluasi harga emas supaya naik kencang dan pada akhirnya cukup guna menutup atau melunasi hutang-hutang Amerika. Oke, di awal saya sudah jelaskan bahwa yang ngomong begini berarti tidak paham konteks hutang negara. Dia pakai mindset utang rumah tangga untuk hutang negara. Namun yang lebih konyol lagi adalah kalau kita hitung total cadangan emas Amerika adalah 8.133,46 m ton atau R.133.460 460 kg atau R.133.460.000 gr kita bagi 31,1 karena 1 troy ons itu adalah 31,1 gr. Maka kita bagi sekarang angka ini dengan 31,1 ketemunya adalah 261.526.045 troy ons dikalikan harga Mas. Kita asumsikan 5.100 US perroy ons angkanya adalah 1.33.782.829.582 US atau kita bulatkan menjadi 1,33 triliun US Dar. Tahukah Anda berapa nominal utang Amerika? totalnya adalah tembus 38,5 triliun US DO di mana pembayaran bunganya aja per tahun itu mencapai 1,2 sampai 1,4 triliun US Do. Dengan demikian, total cadangan emasnya Amerika ini hanya cukup buat bayar bunganya aja selama setahun. boro-boro mau lunasin utang mau dipompom sampai 10 kali lipat bahkan 20 kali lipat itu masih aja enggak cukup buat lunasin nutup semua utangnya Amerika ini. Cukup itu cuman buat bayar bunga 1 tahun. Jadi kalau itu masuk dijual semua, bayar bunga 1 tahun depannya gak ada lagi. Habis. Fakta yang ketiga, sebagai Presiden Amerika, Tram ini tidak bisa seenaknya menjual cadangan emas tersebut guna keperluan pembayaran bunga maupun pokok utang. Ini semua harus atas persetujuan kongres. Fakta yang keempat, ada satu faktor yang turut menambah bullish sentimen pada emas dan itu adalah fakta bahwa kepemilikan Tiongkok atas surat utang pemerintah Amerika atau US Treasury Bonds itu turun menjadi sekitar 618,2 miliar US DO pada bulan November 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya sekitar 688,7 miliar US di bulan Oktober 2025. Berarti ada penurunan sebesar lebih dari 10% ya kurang lebih 10% sejak awal 2025. Fakta keempat ini sekaligus membongkar narasi sesat lainnya bahwa Tiongkok menjual seluruh kepemilikannya atas surat utang Amerika buat beli emas. Yang benar adalah PBOC atau People's Bank of China, bank sentralnya Tiongkok melakukan penjualan 10% dari aset Treasury Bonds dan menambah cadangan emasnya, bukan seluruhnya. Sehingga istilah yang lebih akurat untuk ini sebenarnya adalah apa? Diversifikasi aset. Seperti biasa, Akela kembali hadir untuk menjernihkan semua narasi teori-teori konspirasi menyesatkan ini dan meletakkannya kembali secara proporsional sesuai data dan fakta. Charge ini adalah charge long-term gold cycle forecast dari trader legendaris Larry Williams yang saya muat dalam Akela Market Outlook 2026 bagian yang kedua. Bagi Anda yang ketinggalan videonya, silakan nonton videonya di link yang ini. Link juga saya berikan di kolom deskripsi. Sebagaimana sahabat Akela lihat, long term cycle gold forecast Larry Williams ini mengindikasikan adanya peluang terjadinya cycle top gold itu tercapai di tahun 2026 ini. Kemudian koreksi berlanjut hingga pertengahan 2026 ada probabilitas cukup signifikan Gold kembali rally. Namun jangan terlalu berharap gold akan mencapai all time high-nya kembali. Video selengkapnya sahabat Akela bisa menyimaknya di Akela Market Outlook 2026 bagian kedua yang sudah saya unggah pada tanggal 13 Januari 2026 di channel ini. Hari ini pada tanggal 30 Januari 2026, Gold and Silver mengalami koreksi tajam pasca Trump mengumumkan Kevin Wars sebagai calon pengganti Jerome Powell sebagai fet chaman. Wah, berarti benar dong Trump bakal pecat Powel. Mengenai ini sudah berkali-kali saya di bank saya bahas dalam video-video sebelumnya. Video ini salah satunya saya sudah bilang bahwa jika Powel Lengser dia masih tetap sebagai fat governor. Dan dalam FOMC hak suara seorang fat governor itu tidak ada bedanya dengan hak suara Fed Chairman. Dalam struktur The Fat, Fed Chairman itu hanyalah seorang Fed Governor yang merangkap sebagai jubir juru bicaranya The Fed. Selengkapnya Anda bisa nonton di link ini. Lantas kenapa reaksi gold market dan silver malah koreksi tajam pasca Trump umumkan Kevin War sebagai calon fed chaman yang baru? Nah, gini. Berdasarkan track record-nya, Kevin Wor ini adalah mantan fedor era krisis tahun 2008 periode 2006 sampai 2011. Kala itu Fond-nya adalah Ben Benank dan berdasarkan track record-nya, Kevin Wors ini ternyata cenderung hokis ketimbang dois. Wors mendukung tindakan darurat tahun 2008 QI tapi cepat mengkritik QI lanjutan pasca krisis. Ia berulang kali mengatakan bahwa Q yang terlalu lama merusak price discovery dan mendorong terjadinya aset bubbles. Mak sense malah anti Qi lanjutan pasca crisis. Jadi jika Anda berharap Q, kehadiran wars memperkecil, malah meniadakan adanya kemungkinan tersebut. Nah, sahabat Akela, semoga video ini bisa menjernih pemahaman Anda semua mengenai fenomena gold bull run ini. Khusus bagi subscriber channel ini, saya punya berita baik buat Anda semua, khususnya yang ingin konsultasi mengenai trading ataupun investasinya. Baik itu saham-saham Bursa Efek Indonesia, saham-saham Bursa Amerika, berbagai komoditas seperti gold, crude oil ataupun forex hingga Bitcoin dan aset crypto lainnya. Silakan join Akela live streaming setiap Kamis petang pukul 19.30 WIB di channel ini. Dalam acara ini saya Harisanda beserta Bapak Endra Martono Lim pencipta timu quantitatif system yang kami pakai di Akela. Kami akan hadir untuk melayani Anda semua. Semoga bermanfaat, sukses selalu dan sampai jumpa pada video yang akan datang.