Transcript
KnN0APdLTYM • Skala Pengukuran
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0026_KnN0APdLTYM.txt
Kind: captions
Language: id
Halo assalamualaikum warahmatullahi
wabarokatuh Kembali lagi bersama saya
pada video kali ini saya akan
menjelaskan mengenai skala pengukuran
setelah melihat video ini saya harapkan
kalian dapat memahami apa itu skala
pengukuran dan kalian dapat
mengidentifikasi empat macam skala
pengukuran yang ada sekarang Mari kita
Jelaskan terlebih dahulu Apa itu skala
pengukuran
Hai pengukuran sendiri merupakan proses
menilai dan membedakan suatu objek yang
sedang diukur pengukuran juga dapat kita
Artikan sebagai proses pemberian nilai
pada sesuatu nilai tersebut dapat berupa
angka-angka bisa juga kata-kata
angka-angka misalkan 1234 10 100.000
atau juga kata-kata misalkan laki-laki
atau perempuan atau ringan atau berat
atau juga suka tidak suka pengukuran
tersebut diatur menggunakan
kaidah-kaidah tertentu dan kaidah-kaidah
yang berbeda menghendaki skala
pengukuran yang berbeda pula Maksudnya
seperti apa nanti akan dapat kalian
pahami setelah kalian menonton video ini
secara keseluruhan
hai hai
Hai skala pengukuran sendiri menentukan
jenis analisis data yang dapat digunakan
oleh karena itu pemahaman terhadap skala
pengukuran menentukan pemahaman kita
terhadap analisis data yang ada di
statistika ketidak sesuaian antara skala
pengukuran dengan operasi matematik atau
peralatan statistik yang digunakan akan
menghasilkan kesimpulan yang bias dan
tidak tepat atau relevan
Hai nah sebetulnya ada empat macam skala
pengukuran yang dapat disingkat sebagai
Noir nominal ordinal interval dan ratio
apa pembeda diantara keempatnya kita
bisa menggunakan karakter penanda untuk
membedakan keempat skala pengukuran
tersebut dengan melihat kehadiran atau
ketidak hadiran karakter penanda tadi
kita dapat menggunakannya untuk
mengidentifikasi Apakah skala tersebut
termasuk nominal ordinal interval atau
rasio ada empat karakter penanda yang
dapat kita gunakan
Hai yang pertama adalah identitas maksud
identitas disini adalah setiap nilai
pada skala pengukuran memiliki arti yang
unik nilai yang satu tidak sama dengan
nilai yang lain
Oh maksudnya Seperti apa misalkan kita
ingin mengukur menggunakan skala
tertentu yang hasil penilaiannya adalah
lelaki dan perempuan Lelaki merupakan
nilai yang unik berbeda dengan perempuan
itu maksudnya identitas atau berat badan
Hai berat badan 50kg dan 7350 kg dengan
70 kg 50 dan 70 memiliki identitas yang
berbeda karakter yang kedua adalah
keberadaan besaran atau magnitud Skala
yang memiliki karakter besaran atau
magnitud dikatakan memiliki nilai-nilai
yang memiliki hubungan yang teratur satu
sama yang lain Maksudnya seperti apa
hasil pengukuran menghasilkan nilai dan
nilai tersebut bisa kita identifikasi
ada nilai yang lebih besar dan ada pula
nilai yang lebih kecil misalkan ada
pacuan kuda kemudian ada kuda yang
menjadi juara 1 ada kuda yang menjadi
juara dua dan ada gudang menjadi juara 3
saya disini kita bisa menentukan mana
peringkat yang lebih bagus dan mana
peringkat yang dikatakan kurang bagus
dibandingkan peringkat yang lainnya
Hai kemudian karakter selanjutnya adalah
interval yang sama
Hai skala pengukuran yang memiliki
karakter interval yang sama memiliki
jarak antara satu skala dengan skala
yang lain yang sama Maksudnya seperti
apa misalkan kita mengukur berat badan
ada 70 kg ada 80 kg ada 90 kg 70 ke-80
sama dengan 80 ke-90 yaitu sama-sama 10
kg itu pembahasan sederhana terkait
interval yang sama kemudian karakter
menandai selanjutnya adalah keberadaan
nol mutlak skala pengukuran yang
memiliki nol mutlak artinya memiliki
teknologi yang sebenarnya maksudnya
titik nol tersebut sebagai angka atau
skala paling kecil
Hai tidak ada tidak ada nilai yang
dibawah nol muka jadinya hasil
pengukuran paling kecil adalah angka nol
bukan negatif bukan minus
Hai selanjutnya kita akan membahas
tipe-tipe skala
Hai kemampuan kita mengidentifikasi tipe
skala merupakan keterampilan yang
penting ketika kita mempelajari
statistika karena di statistika banyak
teknik analisis yang tidak diperbolehkan
untuk menganalisis skala pengukuran
tertentu misalkan saja ada analisis yang
boleh atau bisa menganalisis data yang
skala pengukurannya interval atau rasio
tetapi analisis data-data tersebut tidak
bisa digunakan untuk menganalisis data
nominal atau ordinal nah ketepatan kita
mengidentifikasi skala pengukuran akan
menentukan ketepatan teknik analisis
yang digunakan dan tentu saja ketepatan
teknik analisis yang digunakan akan
menentukan ketepatan temuan yang
dihasilkan oleh karena itu bila kita
seorang peneliti kita harus paham
Hai skala pengukuran di kelitian kita
itu berupa apa nominal kah ordinal kah
interval kah rasio kah kalau kita salah
mengidentifikasi kita salah menggunakan
teknik analisis data ketika teknik
analisis datanya salah temuan penelitian
kita pun juga menjadi dipertanyakan bisa
saja kesimpulannya kita peroleh bukan
merupakan Kesimpulan yang tepat lalu apa
saja skala pengukuran yang ada tadi
sudah saya singgung ada empat yaitu noid
nominal ordinal interval rasio
Hai semakin ke bawah dikatakan semakin
memiliki presisi proses itu apa presisi
itu ketepatan pengukuran artinya bila
kita mengukur lebih dari sekali hasilnya
sama kalau presisinya rendah kita
mengukur beberapa kali hasilnya bisa
berbeda nah urutan nominal ordinal
interval rasio ini semakin ke bawah
revisinya semakin tinggi artinya nominal
memiliki presisi paling rendah sedangkan
rasio memiliki presisi yang paling
tinggi sekarang kita bahas dulu sekaleng
pertama yaitu skala nominal
Hai Seperti yang saya katakan tadi skala
nominal ini memiliki presisi yang paling
rendah
Hai skala nominal merupakan Skala yang
paling lemah atau rendah diantara skala
pengukuran lahirnya skala nominal hanya
bisa membedakan benda atau peristiwa
yang satu dengan yang lainnya
berdasarkan nama atau predikat sehingga
namanya nominal nama dalam artian lain
nilai yang diberikan pada variabel yang
kita ukur digunakan untuk
mengklasifikasikan objek individu atau
kelompok dalam bentuk kategori ini
Hai pemberian angka atau simbol pada
skala nominal tidak memiliki maksud
kuantitatif karena hanya menunjukkan ada
atau tidak adanya atribut atau
karakteristik pada objek yang sedang
kita ukur sehingga disini dikatakan
skala nominal Iti memenuhi karakter
keberadaan identitas tetapi tidak
memenuhi keberadaan karakter magnitud
atau besaran
Hai sehingga nilai hasil pengukuran
tidak mencerminkan angka Maksudnya
bagaimana Nah untuk mengetahui Maksudnya
kita langsung ambil contoh saja contoh
skala nominal adalah gender atau jenis
kelamin jenis kelamin ada dua laki-laki
dan perempuan di sini tadi dikatakan
tidak ada magnitud ya jadinya misalkan
ada laki-laki dan perempuan kita tidak
mengatakan bahwa ada gender yang lebih
ada center yang kurang laki-laki lebih
dari perempuan atau perempuan kurang
dari laki-laki misalkan saja kita
godegan saja laki-laki itu satu kodenya
atau labilnya satu sedangkan perempuan
labilnya dua angka ini hanya berfungsi
sebagai label meskipun laki-laki diberi
label satu dan perempuan diberi label
dua bukan berarti perempuan lebih tinggi
dari laki-laki begitu juga sebaliknya
Hai kemudian skala nominal ini juga
menyebabkan analisis statistik yang bisa
kita gunakan pada data-data dari skala
nominal juga terbatas Nah kita tidak
bisa menggunakan rata atau mint tapi
kita bisa menggunakan modus kita tidak
bisa menggunakan analisis analisis
seperti yang no vankova tapi kita bisa
menggunakan distribusi frekuensi
qqwweerr atau peralatan statistik
lainnya yang memahami trik nanti akan
kita bahas di video-video selanjutnya
buat
Hai sekaleng selanjutnya adalah skala
ordinal
Hai nah sama dengan skala nominal skala
ordinal ini sudah memenuhi karakter
identitas nah selain karakter identitas
skala ordinal juga memenuhi scarf
karakter magnetuk atau besaran
Hai Hal ini karena dalam skala ordinal
nilai-nilai hasil pengukuran selain
menunjukkan perbedaan juga menunjukkan
Urutan atau tingkatan objek yang kita
ukur menurut karakteristik tertentu
sehingga skala ordinal memenuhi karakter
besaran atau magnitud yang perlu
diperhatikan dari karakteristik skala
ordinal adalah meski pilihnya sudah
memiliki batas yang jelas tetapi belum
memiliki jarak atau selisih Maksudnya
bagaimana langsung kita Contohkan saja
contoh skala ordinal adalah tingkat
kesukaan misalkan tingkat kesukaan
seseorang terhadap copy dari sangat suka
kemudian suka kurang suka hingga tidak
suka disini sudah ada urutan dari sangat
suka sampai tidak suka namun
Hai Seperti yang saya katakan tadi dia
hanya memenuhi karakter identitas dan
magnitud atau besaran tetapi tidak
memenuhi karakter yang lain selain itu
sebagaimana halnya dengan pada skala
nominal pada skala ordinal kita juga
tidak dapat menerapkan operasi
matematika standart Kato aritmatik
seperti pengurangan penjumlahan
perkalian dan lainnya
Oh ya jadinya kita bisa melabeli
Misalkan sangat suka itu satu kemudian
suka2 tidak berkurang suka itu tiga
kemudian tidak suka itu empat kita bisa
mengurutkan seperti itu tetapi kita
tidak bisa mengatakan kalau tidak
sukanya satu kali itu sama dengan
seperempat suka tidak bisa seperti itu
atau seperti yang saya katakan tadi
karena sangat suka dilabeli satu makalah
sangat sukanya empat kali bukan berarti
berubah menjadi tidak suka ini dikatakan
di skala ordinal kita tidak bisa
menggunakan operasi aritmatik
Hai dan sama halnya dengan nominal
teknik analisis statistik nya juga
terbatas kita bisa menggunakan modus
kali Square distribusi frekuensi tetapi
kita tidak bisa menggunakan Anova ancova
atau analisis statistik lain yang hanya
bisa digunakan pada skala interval dan
ratio contoh lainnya adalah misalkan ada
lomba pacuan kuda lebih ada juara 1 ada
juara 2 ada
Hai tetapi karena ini skala ordinal kita
tidak bisa mengatakan tiga kali juara
tiga bukan parade sama dengan sekali
juara 1 atau dibalik tiga kali juara 1 =
sekali juara 3 tidak bisa dilakukan
seperti itu pada skala ordinal
Hai Skala yang selanjutnya adalah skala
interval nah berbeda dengan nominal dan
ordinal skala interval ini kita sudah
bisa menggunakan operasi aritmatik kita
bisa melakukan penambahan atau
pengurangan
Hai Selain itu skala interval selain
memenuhi karakter identitas dan magnitud
dia juga memiliki karakter jarak atau
interval yang sama ikwal interval
Hai namun jarak tersebut belum merupakan
kelipatan Maksudnya bagaimana Saudi yang
saya katakan skala interval sudah
memiliki nilai intrinsik sudah memiliki
jarak contohnya skala Fahrenheit ini
Skala yang kita gunakan untuk mengukur
suhu ya dianya perbedaan 40 ke 50° =
perbedaan 50 ke 60° perbedaannya itu
sebesar 10° tetapi jarak tersebut belum
merupakan kelipatan kita ambil contoh
lain misalkan ada dua orang murid
mengejar mengerjakan soal matematika
yang sama siapa mendapatkan nilai 80
misalnya sedangkan side mendapatkan
nilai
Hai disini kita tidak bisa mengatakan
sia2 kali lebih pintar dibandingkan sip
karena nilai tadi hasil ujian tadi
merupakan skala interval dan skala
interval memiliki jarak tapi bukan
berarti merupakan kelipatan bila ada
seseorang yang nilai tesnya 50 sedangkan
orang lain nilai tasnya 100 bukan
berarti keduanya memiliki kepintaran
yang dibandingkan yang satunya setengah
lebih pintar Eh setengah kurang pintar
yang satunya dua kali lebih pintar tidak
seperti itu
Hai itu skala interval nah berkaitan
dengan tadi skala interval sudah bisa
menggunakan operasi aritmatik dan
berkaitan dengan teknik analisis
statistik nya kita lebih bisa
menggunakan teknik analisis yang beragam
analisis Anova ancova uji-t bisa
digunakan pada skala interval Skala yang
terakhir adalah skala rasio skala rasio
hampir sama dengan skala interval karena
dia memiliki karakter identitas memenuhi
karakter magnet atau besaran dan
memiliki ekor interval atau interval
jarak yang sama dan yang terakhir
perbedaannya dengan skala interval dia
sudah memiliki nol mutlak
Hai sehingga sering dikatakan skala
rasio itu sama dengan skala interval
namun ditambah dengan keberadaan nol
move
Oh maksudnya nol mutlak Bagaimana
jadinya nilai yang paling rendah adalah
nilai nol dibawah nilai nol tidak ada
nilai yang lain contohnya seperti apa
misalkan kita mengukur berat badan tidak
mungkin berat badannya kurang dari nol
kg sehingga angka nol ini merupakan
angka terendah ketika kita mengukur
berat badan Selain itu pada skala rasio
pengukuran sudah mempunyai nilai
perbandingan nah ini yang membedakan
rasio dengan interval Misalnya saja
berat benda A sebesar 20 kg sedangkan
berat benda B sebesar 40 Kg maka dapat
dikatakan bahwa benda b dua kali lipat
lebih berat dibandingkan pedaa berbeda
dengan interval tadi kita tidak bisa
melakukan hal tersebut siswaa dua kali
lebih pintar dari siswa berdasarkan
nilai ujiannya itu tidak bisa dilakukan
karena
nilai tes merupakan interval sedangkan
di rasio kita bisa melakukan hal ini Nah
demikian video kali ini semoga kita
dapat memahami apa itu skala pengukuran
dan semoga kita juga bisa
mengidentifikasi manakah yang dinamakan
nominal ordinal interval atau rasio saya
ingatkan keterampilan mengidentifikasi
skala pengukuran ini sangat penting
ketika kita ingin mempelajari statistika
maupun komputasi analisis data ketepatan
kita mengidentifikasi skala pengukuran
akan menentukan ketepatan kita memilih
teknik analisis data yang akan kita
gunakan dan ketepatan pemilihan teknik
analisis data yang digunakan akan
menentukan ketepatan hasil temuan
penelitian kita semoga bermanfaat dan di
video video selanjutnya akan kita bahas
teknik analisis data yang beragam di
statistik
Hai dan kita bahas juga berbagai konsep
bisa Siska yang lain
MP3
hai hai