Transcript
xadlyPDHYUk • Uji t Berpasangan menggunakan SPSS, Uji Asumsi, serta Uji Non Parametrik Penggantinya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0032_xadlyPDHYUk.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi pada video kali ini kita akan mulai mempelajari statistika inferensia Oleh karena itu pada video tutorial ini kita sudah lanjut di konsep statistika yang selanjutnya bila di konten Sebelumnya saya mengajarkan kepada kalian bagaimana analisis statistika deskriptif pada konten kali ini kita sudah masuk ke statistika inferensia uji yang pertama kita pelajari adalah Uji T berpasangan namun selain mempelajari Uji T berpasangan kita juga akan belajar bagaimana caranya melakukan analisis pair sample science test Apa itu P sample S test nanti akan kalian ketahui ketika kalian mengikuti video ini namun sebelumnya sama seperti biasanya Saya berasumsi Dan saya berharap kalian sudah menginstalpss di setiap komputer atau laptop kalian masing-masing selanjutnya Kalian juga sudah memahami tampilan SPSS Bila kalian belum paham atau belum mengerti tampilan SPSS secara umum silakan dicek lagi di video saya sebelumnya Oke tujuan pembuatan video kali ini adalah saya berharap kalian mampu menganalisis keterpenuhan asumsi sebelum Uji T berpasangan dilakukan karena kita melakukan uji statistika inferensia tentunya ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi sebelum data tersebut dapat dianalisis Apa saja asumsi tersebut akan kita pelajari setelah ini selain itu saya juga berharap kalian mampu melakukan analisis UJT berpasangan menggunakan SPSS kemudian Kalian juga saya harapkan mampu melakukan analisis per samples sa test ketika asumsi normalitas tidak terpenuhi dan yang terakhir saya harapkan Kalian juga mampu melaporkan hasil analisis format ep style baik hasil analisis dari ujit berpasangan maupun hasil analisis dari P sample sign test Oke kita sedikit merreview terlebih dahulu Apa itu ujit berpasangan ujit berpasangan bisa saja memiliki istilah lain yaitu dependent test atau pair samples t test Oleh karena itu ketika Kalian membaca laporan membaca skripsi tesis disertasi atau membaca artikel ilmiah kemudian kalian mengenal atau mendapati istilah dependeny test ya dependen ttest itu adalah Uji T berpasangan di artikel lain dituliskan P sample ttest ya fire sample ttes Itu sama juga dengan uji t berpasangan Apa fungsi Uji T berpasangan ya Uji berpasangan ini berfungsi membandingkan dua rerata di antara dua kelompok yang saling berkaitan jadinya bila kita punya dua kelompok data dan dua kelompok data ini memiliki keterkaitan kita dapat menggunakan uji t berpasangan untuk melihat apakah kedua kelompok ini berbeda signifikan atau tidak maksudnya berkaitan itu apa artinya ada hubungan Misalnya saja kita melakukan penelitian yang penelitian itu diawali dengan pretes dan diakhiri dengan postes nah sebelum postes kita memberi perlakuan tertentu misalkan pelatihan pembelajaran workshop dan sebagainya Oleh karena itu di penelitian tersebut kita akan mendapatkan Dua data yaitu data awal dan data akhir data pre dan data posst data sebelum dan data sesudah misalkan saja pesertanya 20 Nah nanti bisa kita pasangkan prites peserta pertama dipasangkan dengan postes peserta pertama tersebut misalkan peserta pertamanya Budi kemudian persal kedua misalkan Ani prites dari Ani dipasangkan dengan postes dari Ani juga misalkan peserta ke20 adalah Toni presnya ton pasangkan dengan postesnya Toni sehingga di sini bisa kita lihat seluruh data pretes memiliki pasangan dengan data postes inilah yang dimaksud keberadaan hubungan jadinya ada dua kelompok ada dua data yang setiap datanya itu berpasangan satu sama lain bila tidak ada parameter untuk memasangkan jangan gunakan Uji T berpasangan meskipun jumlah Datanya ada dua kelompok kemudian ciri data yang dapat dianalisis menggunakan uji t berpasangan adalah terdiri atas satu variabel bebas keberadaan satu variabel bebas tersebut menyebabkan data kita terbagi menjadi dua kelompok yang berpasangan dan hanya ada satu Variabel terikat misalkan variabel bebas itu apa ya waktu pemberian tes kemudian kelompok yang dihasilkan jadinya pekan pertama dan pekan ketiga itu dua kelompok jadinya dua kelompok data kelompok data yang pertama adalah pekan 1 kelompok data yang kedua adalah pekan 3 munculnya dua kelompok data ini karena ada satu variabel bebas tadi yaitu waktu pemberian tes kemudian variabel terikatnya adalah skor tes Nah misalkan seperti itu ya jadinya terdiri atas satu variabel bebas dua kelompok data yang berpas dan satu Variabel terikat sekarang kita lihat Apa saja asumsi Uji T perpasangan Seperti yang saya sampaikan di awal tadi bila kita akan melakukan statistika inferensia tentunya data yang akan kita analisis harus memenuhi beberapa asumsi nah asumsi Uji T berpasangan yang pertama adalah variabel trikat berupa data kontinu data kontinu itu dapat berubah skala interval ataupun rasio bila kita menggunakan SPSS maka measure scale measure-nya adalah scale bukan ordinal bukan nominal asumsi yang kedua adalah variabel bebasnya berupa data kategoris yang membagi data menjadi dua kelompok yang saling berkaitan jadinya bukan scale ya bukan interval maupun rasio melainkan bisa saja data nominal ya kemudian selanjutnya asumsi yang harus terpenuhi adalah tidak adanya outlier pada nilai selisih outlier itu keberadaan data yang mencelat terpencal ya jadinya nama lainnya adalah pencilan jadinya misalkan data tersebut misalkan kita melakukan penelitian datanya terkumpul menjadi satu distribusi yang bagus kemudian ada satu dua data yang di luar daerah distribusi tadi misalkan kita mengambil tes IQ atau tes tes hasil belajar saja yang gampang ya dengan skala 0 sampai 100 ada 40 peserta nah 39 peserta itu rentangan skornya dari 70 sampai 90 Namun ada satu peserta yang skornya 20 nah skor 20 ini dikatakan outlier Uji T berpasangan mengatakan bahwa data tidak boleh memiliki out layer agar data tersebut bisa terpenuhi asumsinya dan yang terakhir adalah nilai selisih terdistribusi secara normal nilai selisih ini nilai apa nilai selisih ini adalah selisih antara data dua kelompok tadi misalkan kita melakukan pretes dan post test tes awal dan tes akhir maka nilai selisih adalah selisih antara pretes dengan postes itulah lah keempat asumsi dari Uji T berpasangan ketika asumsi normalitas tidak terpenuhi maka kita Arahkan atau kita alihkan analisis kita dengan analisis non parametrik yaitu pair sample sa tes oke sekarang langsung kita praktikkan bagaimana cara analisis Uji T berpasangan misalnya kita telah melakukan penelitian dengan melibatkan peserta penelitian tersebut melibatkan pelatihan dan sebelum pelatihan kita mengadakan tiga tes yaitu tes keterampilan berpikir tes hasil belajar dan tes literasi kemudian kita beri pelatihan selama 1 minggu misalnya kemudian kita beri tes lagi sehingga di akhir minggu pertama kita juga mendapatkan data keterampilan berpikir lagi data hasil belajar lagi dan tentunya data literasi lagi sehingga dari ketiga variabel ini kita memiliki data sebelum pelatihan dan data setelah pelatihan istilah lainnya adalah pretes dan post tes nah data tersebut kemudian kita rekap di Excel bila di tutorial Sebelumnya saya telah mengajarkan bagaimana caranya membuat data di SPSS dengan mengimpor data dari Excel pada tutorial kali ini saya akan gunakan cara lain Saya tidak melakukan import tetapi saya lakukan copy and paste copy paste nah cara inilah yang paling sering dan paling suka saya gunakan ketika saya melakukan analisis Bagaimana caranya yang jelas yang pertama kita harus membuka program SPSS dan file Excel yang menyimpan data kita ini file-nya sudah kita buka kemudian kita membuka program SPSS dan ini programnya juga sudah terbuka seperti biasanya ada variabel View and data view kita ke variabel View dulu Nah ini bisa kita kecilkan window-nya dengan cara mengklik tombol kotak ini di bagian kanan atas Nah setelah mengecil seperti ini kemudian kita lihat kita cek variabel kita apa saja kemudian kita Tuliskan di name yang pertama adalah inisial yang kedua adalah keterampilan berpikir ada sebelum ada sesudah karena kita tahu variabel name di sini kita tidak bisa membuat spasi dan sebagainya maka kita hindari spasi Nah misalkan saja saya simbolkan sebelum itu kita beri istilah X dan sesudah kita beri istilah y kemudian keterampilan berpikir kita singkat menjadi KB maka di sini bisa saya Tuliskan X KB kemudian data sesudah postes kita tulis y KB begitu juga hasil belajarnya saya tulis X HB kemudian y HB literasi juga demikian X literasi dan Y literasi Selanjutnya apa yang perlu kita lakukan kita ubah type dari inisial ya kita klik atau kita geser dulu kursor ke bagian kanan dari kolom type kemudian kita klik sehingga muncul kotak seperti ini dan kita pilih string Kenapa string karena kita lihat data inisial ini tidak mengandung angka hanya alfabet saja setelah kita pilih string kemudian kita klik oke sedangkan data keterampilan berpikir hingga literasi tetap numerik Kenapa karena datanya berupa angka kemudian ya tidak usah diubah desimalnya tidak usah diubah Nah baru labelnya kita tulis variabel kita secara lengkap di sini langsung kita tulis sebelum eh mohon maaf misalkan PR tes keterampilan berpikir kemudian post tes keterampilan berpikir selanjutnya pretes hasil belajar selanjutnya postes hasil belajar kemudian pretest literasi dan yang terakhir adalah post tes literasi values-nya noun saja karena kita tidak memiliki data yang perlu dilabeli missing-nya juga Non kenapa karena data kita lengkap tidak ada data yang hilang kolumnya juga tetap kemudian align-nya tetap kemudian meure-nya Nah di sini tinggal kita ubah saja ini sudah betul nominal ya karena nama itu nominal memang kemudian measure yang hasil tes tentunya berupa scale jadinya kita geser kursornya ke bagian kanan kemudian kita klik dan kita pilih scale hingga data literasi Nah di sini variabel view-nya sudah siap Sekarang waktunya kita meng-copy data dari Excel ke SPSS pertama kita klik data view di bagian kiri bawah SPSS kemudian kita kembali ke Excel kemudian kita Tandai data-data kita hanya data angka saja yang kita blok kemudian kita ctrol C kita copy dengan cara menekan tombol ctrl dan C di keyboard kita masing-masing sehingga muncul garis putus-putus yang bergerak ini kemudian kita buka lagi SPSS kita kita Klik di kolom nomor satu di baris nomor satu Jangan sampai salah seperti ini ya tetapi harus di kolom nomor 1 dan baris nomor 1 kemudian kita paste dengan cara menekan conttrol V secara bersamaan di keyboard kita masing-masing nah ini ada yang saya lupakan ketika kita melupakan kolom maka di sini kosong mana yang saya lupakan yang saya lupakan adalah variabel yang pertama yaitu nama inisial Nah kalau sudah mengalami kesalahan seperti ini apa yang bisa kita lakukan nah di video yang awal dahulu D Saya pernah mengatakan SPSS itu hampir sama dengan excel Selain Kita bisa menarik-narik lebar kolom dan kita bisa melakukan beberapa hal layaknya di Excel Nah kita juga bisa menghapus data ketika salah seperti ini Kita juga bisa melakukan undo mengulang ya caranya bagaimana kita bisa Klik ctrl Z di keyboard kita atau kita tinggal klik menu Ando di bagian atas ini coba kita klik ya Nah kita klik Nah akhirnya datanya kembali seperti semula yaitu belum ada data sekarang kita ulang lagi inisialnya juga dimasukkan nah kemudian kita ctrl c kemudian kita kembali lagi ke SPSS kita Letakkan kursor kita di baris pertama kolom pertama dan kita klik kolom tersebut kemudian kita klik atau tekan ctrol V Nah ini baru tepat semua kolom yang memiliki nama variabel sudah terisi inilah data yang akan kita analisis sekarang kita kembalikan view-nya agar memenuhi layar dengan cara mengklik Kotak di bagian kanan atas ini nah kembali seperti semula karena datanya sudah siap Sekarang waktunya kita melakukan analisis Seperti yang saya jelaskan tadi sebelum kita melakukan ujd berpasangan ada beberapa asumsi yang harus terpenuhi yang pertama variabel terikatnya berupa data yang terkategori scale interval atau rasio atau variabel contintinue di sini Kita sudah datanya berupa skill ya ini measure-nya karena angka-angka ini bisa ditambahkan atau dikurangkan memenuhi kriteria dari data interval kemudian var asumsi selanjutnya adalah terdiri atas dua kelompok ya jadinya variabel terikatnya itu menyebabkan eh mohon maaf variabel bebasnya menyebabkan variabel trik bagi menjadi dua kelompok yang berkaitan nah ini xkb dan ykb pretes keterampilan berpikir postes keterampilan berpikir ini kan berkaitan jadinya 42 dipasangkan dengan 56 43 dipasangkan dengan 64 begitu juga data literasi 65 bisa dipasangkan dengan 86 jadinya asumsi kedua sudah terpenuhi kemudian asumsi ketiga ketidakad out layer akan saya jelaskan bagaimana caranya menganalisis outliayer di video yang lain dan asumsi yang terakhir adalah data selisih terdistribusi normal Seperti yang saya katakan tadi data selisih adalah data yang menunjukkan selisih antara dua kelompok data yang kita miliki Nah misalkan kita ingin menganalisis keterampilan berpikir terlebih dahulu ingat ya karena asumsi yang pertama dan kedua adalah data hanya terdiri atas satu variabel bebas dan satu Variabel terikat jadinya karena ini ada tiga variabel yaitu keterampilan berpikir hasil belajar dan literasi Maka nanti ada tiga kali Uji T sekarang kita fokuskan ke data keterampilan berpikir terlebih dahulu asumsi pertama dan kedua sudah tepat hanya ada satu terikat yaitu keterampilan berpikir dan hanya ada satu variabel bebas yaitu pemberian pelatihan pemberian pelatihan itu menyebabkan data terbagi menjadi dua yaitu sebelum pelatihan dan setelah pelatihan asumsi kedua terpenuhi kemudian asumsi selanjutnya yang akan kita bahas di video ini adalah data selisih terdistribusi secara normal data selisihnya mana Nah harus kita sediakan dahulu Bagaimana caranya memunculkan data selisih Mari kita lihat tahapannya berikut ini yang pertama kita pilih transform ya Menu transform di bagian atas ini kemudian kita pilih compute variable kita Klik di sini ada kolom target variabel target variab ini adalah nama variabel baru yang ingin kita hasilkan kita tulis saja selisih unders ingat karena nama variabel tidak bisa sepasi ya selisih keterampilan berpikil karena terlalu panjang bisa kita tulis selisih KB keterampilan berpikir kemudian di sini ada numeric expression Bagaimana caranya variabel ini datanya terbentuk karena kita ingin menghitung selisih maka kita kurangkan postes dengan pretest caranya bagaimana kita pilih postest keterampilan berpikir kemudian kita pindahkan ke kolom numeric expression nah sehingga variabel ini masuk ke sini kemudian kita pilih tanda Min tanda minus tanda pengurangan kita klik kemudian kita masukkan variabel pretes keterampilan berpikir kita klik panah ini sehingga numeric expression-nya adalah ykb - xkb data keterampilan berpikir akhir dikurangi data keterampilan berpikir awal kemudian kita klik oke nah Seperti yang saya katakan dahulu setiap apa yang kita lakukan akan dilaporkan di Window output sekarang kita kembali lagi ke Windows dataset nah di sini muncul variabel baru yaitu variabel selisih KB kita cek di variabel View di sini juga muncul variabel baru yaitu selisih_kb di label bisa kita beri nama secara lengkap yaitu selisih keterampilan berpikir kita kembali ke data view di sini sudah ada data selisih 55 - 40 15 56 - 42 14 dan seterusnya setelah kita memiliki data selisih waktunya kita melakukan uji normalitas caranya bagaimana kita klik menu analyze kemudian kita pilih non parametric test Setelah itu kita pilih Legacy dialog kemudian kita pilih samples QS ya nonpametritic test kita pilih Legacy dialog kemudian kita pilih sampel KS kita klik sehingga muncul kotak one sample kmogorov smirnov test Nah salah satu nama uji normalitas adalah uji kolmogorov smirnov kita akan melakukan uji normalitas menggunakan uji kolmokorov smirnov ini apa yang dianalisis data selisih data yang baru kita peroleh dari meng-compute variabel kita tadi sehingga data selisih kita klik kemudian tanda panah kita klik sehingga data selisih pindah ke test variab list kita pindahkan ke kolom yang kolom tersebut berisikan variabel yang ingin kita analisis Setelah itu kita klik oke sehingga secara otomatis di Window output akan muncul hasil uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov ya sekarang bagaimana kita ketahui apakah data kita Normal atau tidak Kita dasarkan pada nilai signifikansi di sini ada asimsik to Tail kemudian di sini ada angka angka inilah yang menjadi dasar keputusan kita apakah data kita terdistribusi Normal atau tidak bila kurang dari 0,05 maka data kita tidak terdistribusi secara normal namun bila di atas 0,05 data kita terdistribusi secara normal di sini 0,059 0,059 itu lebih dari 0,05 oleh karena itu kita simpulkan data selisih keterampilan berpikir terdistribusi secara normal karena datanya sudah dilakukan uji asumsi dan asumsi normalitas terpenuhi Sekarang waktunya kita melakukan uji t perpasangan caranya bagaimana kembali lagi kita pilih menu analy setelah kita pilih analyze kemudian kita pilih compare means setelah compare means kita pilih kita pilih pair samples ttest seperti di awal tadi nama lain dari UJT perpasangan adalah pair sample ttest kita Klik sekali sehingga muncul kotak ini kotak pair sample test Nah variabel yang ingin kita bandingkan kita pindahkan ke kolom pair variab itu pretes keterampilan berpikir dan postes keterampilan berpikir caranya bagaimana prites keterampilan berpikir kita klik kiri sekali kemudian kita klik tanda panah ini sehingga secara otomatis prites keterampilan berpikir berpindah ke variabel 1 kemudian variabel postes keterampilan berpikir kita pindahkan ke variabel 2 bukan kita pindahkan ke baris kedua ya tetapi kita pindahkan ke kolom yang variabel dua Nah ini bisa kita ganti-ganti bisa kita klik-klik ya karena kita ingin memasukkan post tes keterampilan berpikir ke variabel 2 maka kolom ini yang kita klik kemudian post tes keterampilan berpikir kita klik lalu tanda panah ini kita klik sehingga post tesnya masuk ke kolom variabel du nah di sini pair 1 pretes keterampilan berpikir dan postes keterampilan berpikir di sini ada pair 2 kalau kita mengisi pair 2 maka nanti akan muncul baris ketiga dan seterusnya Oleh karena itu bila jumlah data yang ingin kita analisis banyak dan jumlah pasangan yang ingin kita analisis banyak kita bisa melakukan secara langsung namun di kesempatan yang pertama ini kita analisis satu kali dulu kita analisis satu pasang dahulu yaitu data keterampilan berpikir Oke sekarang kita klik oke nah sehingga secara otomatis muncul hasilnya seperti yang pernah saya katakan di video sebelumnya SPSS itu mudah dioperasikan kita klik analyze kemudian kita bisa menganalisis data menggunakan berbagai analisis dan ketika kita melakukan analisis akan muncul banyak tabel kita harus pintar memilih tabel mana yang penting nah di per sample t test akan muncul tiga tabel nah yang penting adalah yang pertama adalah Min rerata dari kedua data kemudian jumlah data dan tentunya Min akan berpasangan juga dengan standar deviasi Seperti yang saya katakan di video sebelumnya statistika deskriptif selalu disajikan sebelum statistika inferensia Nah ini kan sebetulnya statistika deskriptif Min jumlah dan standar deviasi pelaporannya Seperti apa Nanti kita lihat di akhir video kemudian selain tabel ini Tentunya tabel yang ini merupakan tabel yang penting Kenapa karena hasil analisis uji berpasangan diinformasikan di tabel yang terakhir ini tabel P sample test manakah angka-angka yang penting yang pertama adalah angka t hitung nah ini -14,647 kenapa kok min Kenapa kok negatif Nanti akan saya sampaikan ketika kita melaporkan hasilnya kemudian angka yang lain yang penting adalah DF DF itu degree of Freedom bila kita mempelajari statistika secara manual kita mengenal DF ini sebagai DB derajat bebas kemudian nilai penting yang terakhir adalah S yaitu 0,00 ini nah angka-angka yang saya sampaikan tadi dari Min sampai Sig ini harus kita laporkan nanti itu cara melakukan uji t berpasangan namun Sebelum kita belajar bagaimana cara melaporkannya saya juga perlu menyampaikan kepada kalian Bagaimana cara melakukan analisis normalitas menggunakan uji yang lain ini penting karena adakanya kita tidak memungkinkan menggunakan kolmogorov smirnov ketika kita ingin menguji normalitas data kita Oleh karena itu kita harus menggunakan uji yang lain uji yang lain yang umum digunakan adalah uji sapiroik Oleh karena itu sekarang Coba kita lakukan uji normalitas menggunakan sapiroik dan kita akan menganalisis data yang lain yaitu data keterampilan Oh mohon maaf data hasil belajar kita kembali ke data view Nah di sini jangan lupa asumsi normalitas pada uji berpasangan berlaku pada data selisih bukan data sebelum bukan data sesudah Oleh karena itu bila kita ingin melakukan uji t berpasangan pada variabel hasil belajar maka tentunya kita harus menyediakan data selisih hasil belajar caranya bagaimana sama seperti tadi kita pilih transform terlebih dahulu kemudian kita pilih compute variabel kemudian target variabelnya nama variabel baru yang ingin kita hasilkan kita Ubah menjadi selisih hb hb itu hasil belajar kemudian numeric expression-nya kita hapus saja bisa kita blok seperti ini kemudian kita Dell atau backspace menggunakan tombol di keyboard kita kemudian postes hasil belajar kita pindahkan ke kolom ini sehingga yhb muncul di sini kemudian kita klik tanda Min tanda pengurangan kemudian pretest hasil belajar kita masukkan ke kolom numeric expression ini sehingga ekspresi aritmatik yang akan dijalankan oleh SPSS adalah yhb - xhb post tes hasil belajar dikurangi prites hasil belajar kemudian kita klik oke nah kemudian Sekarang waktunya kita melakukan uji normalitas menggunakan sapirob caranya bagaimana klik analyze lagi tetapi bukan ke non parametric test tetapi ke descriptive statistics kemudian kita pilih explore ya Menu explore ini kita klik kiri sekali sehingga muncul kotak explore berikut ini dependent list adalah variabel yang ingin kita analisis yang kita analisis tadi adalah data selisih hasil belajar kita pindahkan ke kolom dependent list kemudian di sebelah kanan ada tombol plot tombol plot kita klik kiri sekali Nah di sini ada beberapa menu agar hasilnya sedikit kita pilih box plotnya yang nan kemudian deskriptifnya Stamp and lif-nya centangnya kita hilangi nah kemudian di sini ada normality plot with test ini kita centang dengan cara kita klik book kita klik Kotak di sini sekali kemudian kita klik continue kemudian kita klik oke sehingga akan berproses spss-nya sehingga kita memperoleh hasil analisis deskriptif yang dilengkapi dengan uji normalitas karena kita fokusnya ingin menguji normalitas langsung kita lihat hasil uji normalitas cara cepatnya kita klik tulisan test of normality di bagian kiri ini sehingga di bagian kanan kita langsung diarahkan dengan tabel test of normality di sini kita bisa melihat hasil uji normalitas tadi kita ingin melakukan uji sapiruik tapi di sini pun juga muncul uji kulmogorov smirnov Oleh karena itu dengan menggunakan langkah tadi kita bisa mendapatkan dua analisis distribusi normal dengan dua uji sekaligus yaitu kmogorov semirov dan sapirovi kalau kita melakukan analisis kolmogorov semirov menggunakan cara yang awal hasilnya pun juga akan sama tetapi tabelnya yang lebih e Lebih banyak lebih panjang kita lihat ya yang tadi ya Ini one sample kommogorov smirnov hasil uji kommogorov smirnov di analisis yang pertama tabelnya lebih besar sedangkan di analisis yang ini tabelnya lebih kecil nah ini sapiroik sama Bagaimana caranya kita ingin mengetahui data kita Normal atau tidak Kita dasarkan pada significan value ya kalau di atas 0,05 maka data kita normal dari sini kita lihat berdasarkan uji kolmogorov semirnov data kita signya 0,200 0 0,200 itu di atas 0,05 sehingga data kita sesuai kolbokorov semirov normal distribusinya berdasarkan sapirowik nilai sig-nya 0,444 0,444 lebih besar dari 0,05 Oleh karena itu berdasarkan sapiroik data kita juga terdistribusi secara normal sehingga di sini bisa kita simpulkan baik menggunakan kolmogorov smirnov maupun sapiroik data kita distribusinya normal karena datanya terdistribusi normal maka kita boleh melanjutkan analisisnya menggunakan uji t berpasangan caranya sama seperti tadi kita klik analyze kemudian compare means kemudian pair samples t tes karena ingin kita melakukan analisis yang baru Maka kita klik saja tombol reset ini sehingga kosong lagi Kemudian data hasil belajar kita Lakukan analisis Uji T berpasangan jadinya prites hasil belajar kita pindahkan ke variabel 1 sedangkan posst tes hasil belajar kita pindahkan ke variabel 2 kemudian kita klik oke nah sehingga muncul seperti tadi ada tabel yang isinya sebenarnya adalah statistika deskriptif ada Min ada jumlah ada standard deviation kemudian ada standar error Min juga kemudian tabel yang ketiga berisi rangkuman hasil uji t berpasangan kita lihat di sini sig-nya 0,001 Bagaimana cara melaporkannya akan saya sampaikan di akhir video tetapi di sini Saya ingin menyampaikan Bagaimana cara pengambilan keputusannya kalau normalitas kita dasarkan pengambilan keputusannya pada Sig ya ini Sig kalau sig-nya di atas 0,05 data kita terdistribusi normal bila kurang dari 0,05 data kita tidak terdistribusi normal sedangkan hasil uji t berpasangan kita juga menggunakan nilai sik tetapi pengambilan keputusannya bila di atas 0,05 tidak ada perbedaan signifikan kedua data yang kita bandingkan namun bila kurang dari 0,05 maka ada perbedaan signifikan karena yang kita bandingkan adalah prites hasil belajar dan postes hasil belajar dan signya 0,001 maka kita simpulkan data pres dan postes hasil belajar memiliki perbedaan yang signifikan karena 0,001 kurang dari 0,05 Nah setelah ini kita coba lihat di variabel yang ketiga nah ini penting karena akan ada kasus baru di variabel ketiga yang perlu kalian pelajari Agar kalian nanti ketika menganalisis data kemudian mendapati kasus yang sama kalian bisa paham bisa mengetahui Apa langkah yang harus dilakukan sekarang langsung kita lakukan sama seperti tadi kita akan melakukan penyediaan data selisih variabel ketiga kita adalah data literasi maka kita sediakan data Selisih dari variabel literasi kita klik transform kemudian compute variabel kemudian selisih HB kita Ubah menjadi selisih literasi numeric expression-nya kita hapus poes literasi kita pindahkan kemudian tanda minus kita klik kemudian pretest literasi kita pindahkan ke numeric expression sehingga ekspresinya adalah post tes literasi dikurangi pretes literasi kemudian kita klik oke sehingga secara otomatis di data view akan muncul variabel baru yaitu selisih literasi sekarang kita analisis normalitasnya langsung kita gunakan cara yang kedua agar uji normalitas yang muncul menghasilkan dua uji sekaligus kita klik analyze kemudian descriptive statistics seperti tadi kemudian kita pilih explore kita Klik sekali menggunakan klik kiri kemudian dependen listnya selisih HB kita kembalikan dengan cara mengklik tanda panah ini kemudian selisih liter kita masukkan ke dependent list menggunakan tada panah ini juga kemudian di menu plot kita klik kita cek Apakah normality plot witest sudah tercentang bila sudah kita klik continue selanjutnya kita pilih Oke kita tunggu sebentar agar SPSS memproses operasi yang kita inginkan di sini langsung kita lihat hasil normalitasnya dengan cara mengklik test of normality di bagian kiri sehingga di bagian kanan muncul tabel yang kita inginkan Nah di sini kita lihat nilai sik di kolbogorov semirov 0,008 ini kurang dari 0,05 ya 0,8 kurang dari 0,05 berdasarkan dan sapirok-nya sig-nya pun kurang dari 0,05 karena 0,014 itu kurang dari 0,05 14 itu kurang dari 50 8 kurang dari 50 juga sehingga didasarkan pada hasil analisis ini asumsi normalitas pada data literasi tidak terpenuhi padahal distribusi normal data selisih merupakan asumsi yang harus kita penuhi sebelum data kita kita analisis Lalu bagaimana caranya bila kita menghadapi data seperti ini maka analisisnya kita alihkan ke uji non parametrik Uji T berpasangan itu uji parametrik yang membutuhkan asumsi yang harus dipenuhi ketika asumsi normalitas tidak terpenuhi kita alihkan ke nonparametrik nonparametriknya apa uji non parametrik pengganti Uji T berpasangan adalah uji sign ya atau nama panjangnya pair samples sign test dan lebih sering hanya disampaikan sign test caranya bagaimana kita klik analyze kemudian kita pilih non parametric test kemudian kita pilih Legacy dialog kemudian kita pilih related samp du related samples kemudian kita klik kiri sekali sehingga muncul kotak sepertiir sample t test tadi ya tetapi judulnya adalah to related samples Test sama caranya di sini ada variabel 1 dan variabel 2 variabel apa yang ingin kita bandingkan yaitu pretest literasi dan postest literasi maka pretest literasi kita pindahkan variabel dan poes literasi kita pindahkan ke variabel 2 kemudian di test type kita pilih sign sedangkan wion kita hilangkan centangannya sebagai informasi wion itu juga non parametrik yang bisa menggantikan UJ berpasangan tetapi salah satu asumsinyaal datanya normal masalah tetapi kurvanya kurva distribusi datanya harus simetris nah itu yang sulit juga kita penuhi ketika data kita tidak normal sedangkan uji sign ini tidak membutuhkan data normal juga tidak membutuhkan kurvanya simetris Oleh karena itu di tutorial ini kita gunakan test tab-nya sign kemudian kita klik oke sehingga mcul output dari sign test ada dua tabel yang pertama tabel frequuenes yang kedua tabel tes statistics nah prinsip dari S test adalah kita membandingkan median median itu nilai Tengah sedangkan Uji T kita membandingkan Min atau rerata ya di sini kita bisa lihat di tabel frquuenis ada negatif dierenes dan positif differerenes negatifnya 0 positifnya 20 apa maksudnya maksudnya di sini bila datanya Mengalami penurunan maka akan masuk ke negatif differerenes namun kalau datanya mengalami peningkatan maka akan masuk positive differences ketika pretestnya lebih rendah dari post test maka terjadi peningkatan karena poses lebih tinggi Nah di sini bisa kita ketahui positif differensnya du peserta kita 20 kesimpulannya seluruh peserta kita mengalami peningkatan literasi sains kemudian di sini ada ta t itu adalah peserta yang tidak mengalami peningkatan jadinya prites dan postesnya sama di sini nol J tidak ada peserta yang pretest dan postesnya sama kemudian hasil analisisnya ada di tabel kedua tabel tes statisti cara pengambilan keputusannya adalah kita lihat nilai sig-nya sama pengambilan keputusannya dengan uji t berpasangan ketika kurang dari 0,05 maka dapat kita simpulkan pretest dan post test memiliki perbedaan signifikan sedangkan di atas 0,05 pretest dan post test disimpulkan tidak ada perbedaan signifikan karena sig-nya 0,00 maka kita simpul kan ada perbedaan signifikan literasi peserta sebelum dan sesudah pelatihan oke Sekarang waktunya kita melaporkan hasil hasil yang pertama yang perlu kita laporkan adalah hasil uji normalitas ini merupakan salah satu tabel hasil uji normalitas yang kita hasilkan dari analisis yang telah kita lakukan tadi ya hasil analisis one sample kbogorov seminov pada data keterampilan berpikir bagaimana cara membacanya Bagaimana cara melaporkannya kita bisa menggunakan format kalimat berikut hasil uji kolmogorov smirnov menginformasikan bahwa data keterampilan berpikir terdistribusi secara normal kemudian kita tulis kata D kapital ung 20 = 0,189 p = 0,059 apa angka-angka ini apa simbol-simbol ini D berasal dari kata differences Kenapa kok differences karena uji kolmogor seminov itu prinsipnya adalah melihat selisih menggunakan data selisih ya Sehingga simbolnya adalah D kapital kemudian 20 itu apa 20 adalah Jumlah datanya D 20 = 0,189 0,189 adalah nilai D tersebut nilai kolmogorov smirnov yang bisa kita lihat di baris tes statistik kemudian p = 0,09 p value adalah nilai sig-nya bisa kita lihat di baris S 0,059 ini inilah cara menginformasikan atau melaporkan hasil uji kolmokorov smirnov selanjutnya kita tadi melakukan uji normalitas dengan variabel hasil belajar menggunakan tahapan yang sedikit berbeda nah ini hasilnya Ya kemudian Bagaimana cara membacanya yang pertama ogorov smirovnya kita baca sama seperti tadi ya hasil uji kolombogorov smirov menginformasikan bahwa data hasil belajar terdistribusi secara normal D = 20 kita lihat di df-nya di sini sama dengannya 0,146 kita lihat menggunakan angka di kolom statistik kemudian p-nya 0,200 didasarkan pada nilai di kolom S namun fokus kita tadi kita ingin belajar sapirok bagaimana cara membaca safirowik kita bisa menggunakan format berikut hasil uji sapirowik menginformasikan bahwa data hasil belajar terdistribusi secara normal kemudian kita tulis W kapital sebagai simbol yang mewakili sapi rumikung 20 yaitu df-nya jumlah datanya ya kemudian sama dengan 0,955 yang merupakan nilai dari sapirok yang bisa kita lihat di kolom statistik dan yang terakhir p-nya 0,444 didasarkan pada nilai yang ada di kolom S manakah yang perlu kita informasikan bila kita mendapati dua hasil analisis normalitas seperti ini kita pilih salah satu cukup kita bisa memilih kolmokorovirov saja atau sapiroik saja selanjutnya Bagaimana caranya kita membaca hasil uji perpasangan Mari kita lihat Salah satu hasil dari UJ perpasangan yang telah kita lakukan ya ini tabel deskriptif statistiknya kemudian ini tabel P sampel tesnya Seperti yang saya katakan tadi angka-angka penting yang perlu kita perhatikan adalah Min n standard deviation kemudian t DF dan Sig cara melaporkannya adalah seperti ini terdapat perbedaan signifikan keterampilan berpikir antara sebelum dan setelah pelatihan sebelum pelatihan kita sampaikan statistika deskriptifnya m = 42 didasarkan pada Min ini kemudian SD = 1,17 didasarkan pada standar deviasi kemudian kita sampaikan juga statistik deskriptif dari setelah pelatihan pereratanya minnya 74,75 didasarkan pada angka di kolom ini standar deviasinya 10,33 didasarkan pada angka di kolom ini kemudian kita sampaikan hasil uji t-nya nya t DF = nilai T kemudian P value-nya t-nya harus kecil ya karena Uji T itu harus ditulis kecilung 19 19 adalah DF atau derajat bebas sama dengan 14,65 14,65 adalah nilai T hitung di sini kita lihat di kolom t kemudian di sini ada tanda negatif di output spss-nya Apa maksud tanda negatif ini tanda negatif ini mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan alias data postes lebih tinggi dari data pretes bisa kita lihat di sini Min pritest hanya 42 sedangkan Min postes mencapai 74,75 artinya terjadi peningkatan karena postes lebih besar dari pretes maka t-nya negatif tapi ingat ya t itu Absolut nilai T sehingga kita laporkan tanpa tanda negatif kemudian kita sampaikan nilai sig-nya nilai p-nya nah ini harus kita perhatikan nilai P tidak pernah sama dengan 0 karena P itu kan probabilitas kemungkinan kemungkinan itu selalu dari rentangan 0 hingga 1 tadi tapi tidak pernah mencapai angka 0 tidak pernah mencapai angka 1 hanya di antara 0 dengan 1 lah di output spss-nya kok dilaporkan 0,00 ini berarti bukan 0 melainkan 0,001 kemudian karena kolomnya terbatas maka yang disampaikan 0,00 sehingga di laporan kita p-nya jangan sama dengan 0 jangan sama dengan 0,00 tapi p kurang dari 0,001 seperti yang saya katakan tadi karena ini kurang dari 0,05 maka kita simpulkan ada perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan kemudian output terakhir berkaitan dengan sign tes yang kita lakukan pada data literasi kita lakukan s tes karena data literasi data selisihnya tidak ter distribusi secara normal nah desain tes kita hanya memperoleh output yang sederhana Maka penginformasian hasilnya pun juga lebih sederhana Nah di sini cara penginformasiannya bisa kita menggunakan kalimat seperti ini pelatihan secara signifikan mampu meningkatkan median literasi siswaung P kur dari 0 001 ingat kita kalau menganalisis sa tes didasarkan pada perbedaan median sedangkan kalau kita menganalisis ttes berdasarkan min-nya sehingga bila kita kembali ke pembacaan hasil ujit berpasangan di sini kita informasikan juga minnya karena Min kita informasikan tentunya standar deviasinya pun juga kita informasikan sedangkan desain tes kita langsung sampaikan kalimat seperti ini karena sig-nya 0,00 dan S tidak pernah sama dengan 0 maka p-nya kita tulis kurang dari 0,001 dan kurang dari 0,01 ini jauh di bawah 0,05 sehingga postes literasi dan pretes literasi memiliki perbedaan signifikan dan didasarkan pada output tadi kita tahu ke-20 peserta mediannya meningkat Sehingga tadi positive differences-nya 20 sehingga di sini bisa kita simpulkan terjadi peningkatan median secara signifikan Nah demikian cara kita melakukan analisis ketika kita ingin membandingkan rerata dua kelompok yang berkaitan kita bisa menggunakan uji t berpangan namun ketika datanya tidak terdisribusi normal maka yang kita bandingkan bukan rerata melainkan mediannya semoga tutorial kali ini bermanfaat dan kita bisa mempelajari analisis statistik inferensiaal lainnya di konten konten video selanjutnya demikian penjelasan saya terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh for