Unpaired t-test using SPSS, Assumption Test, & Replacement Non-Parametric Test
vvd1KnIHB90 • 2020-10-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi pada video kali ini kita akan membahas lagi cara melakukan analisis data di statistika inferensia di video sebelumnya kita juga sudah membahas Bagaimana caranya melakukan salah satu analisis statistika inferensia yaitu Uji T berpasangan beserta uji non parametrik pengganti uji tersebut nah di video kali ini kita akan membahas uji t yang lain yaitu Uji T tidak berpasangan selain membahas Uji T tidak berpasangan kita juga akan mempelajari bagaimana caranya menghitung effect size dari Uji T tidak berpasangan serta seperti di video sebelumnya kita juga akan mempelajari uji nonpametrik pengganti Uji T tidak berpasangan yaitu with me es seperti biasanya saya juga berasumsi dan beranggapan bahwa kalian semua sudah menginstal SPSS di komputer atau laptop kalian masing-masing Selain itu Kalian juga saya harapkan sudah memahami tampilan SPSS secara umum tujuan video kali ini adalah agar kalian mampu menganalisis keterpenuhan asumsi sebelum Uji T tidak ber berpasangan dilakukan Selain itu Kalian juga saya harapkan mampu melakukan analisis Uji T tidak berpasangan menggunakan SPSS kemudian Kalian juga mampu menghitung effect size Kalian juga mampu melakukan analisis Man withne est ketika asumsi normalitas tidak terpenuhi dan yang terakhir kalian saya harapkan juga mampu melaporkan hasil analisis dengan menggunakan format epa Sekarang mari kita review sedikit terlebih dahulu mengenai Uji T tidak berpasangan nama lain dari Uji T tidak berpasangan adalah independent ttest atau unpired samples ttest Oleh karena itu bila Kalian membaca artikel ilmiah skripsi tesis disertasi atau laporan penelitian lainnya lalu kalian menemukan istilah independent ttest atau unpire samples ttest sebetulnya kedua ini memiliki arti yang sama dengan uji t tidak berpasangan dan mungkin di sebagian referensi lain Uji T tidak berpasangan ini dikenal juga sebagai Uji T sampel bebas uji ini digunakan untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan signifikan dua rerata di antara dua kelompok yang tidak saling berkaitan berbeda dengan uji t berpasangan bila Uji T berpasangan kita juga membedakan dua kelompok Namun kedua kelompok tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain ketika kita menganalisis menggunakan uji t tidak berpasangan kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa data yang akan kita analisis memiliki satu variabel bebas keberadaan variabel bebas tersebut menyebabkan data kita terbagi menjadi dua kelompok yang tidak saling berkaitan kemudian data tersebut juga hanya memiliki satu Variabel terikat bila variabel bebas ataupun variabel terikatnya lebih dari satu maka kita harus menggunakan analisis yang lain dan bila kelompoknya lebih dari dua Kita juga harus menggunakan analisis yang lain selanjutnya kita juga harus tahu dan paham Apa saja asumsi sebelum kita melakukan uji t tidak ber pasangan yang pertama adalah variabel trikat kita berupa skala interval atau rasio atau kalau di SPSS meure-nya berupa scale sehingga data variabel trikat ini merupakan variabel ktinue asumsi yang lain adalah variabel bebas kita berupa data kategoris variabel bebas ini menyebabkan data kita terbagi menjadi dua kelompok dan ingat dua kelompok tersebut kita pastikan tidak saling berkaitan selanjutnya asumsi yang harus terpenuhi adalah independensi observasi Maksudnya apa maksud independensi observasi adalah partisipan peserta atau subjek penelitian di antara dua kelompok tidak saling berhubungan misalkan saja kita memiliki dua kelas atau dua kelompok yang ingin kita bandingkan kita pastikan tidak ada peserta di kelas A yang juga menjadi peserta di kelas B tidak ada keanggotaan ganda tidak ada orang peserta atau subjek yang muncul lebih dari sekali asumsi yang lain adalah ketidakhadiran outlier yang signifikan atau data pencalan data pencilan data yang berbeda secara nyata dengan sebaran data yang lain misalkan saja distribusi data kita antara 80 sampai 90 kemudian ada 1 du orang yang nilainya 30 20 atau bahkan 15 itu merupakan data layer bila ada data out layer tersebut maka sebaiknya data tersebut disingkirkan terlebih dahulu asumsi yang lain adalah setiap kelompok memiliki data yang berdistribusi secara normal karena kita membandingkan dua kelompok maka kedua kelompok tersebut harus sama-sama memiliki distribusi data yang normal dan yang terakhir adalah varians kedua kelompok homogen artinya sebaran data di antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya tidak terlalu berbeda atau tidak berbeda secara signifikan sehingga bila kita melihat standar deviasi dari kedua kelompok yang kita bandingkan standar deviasi tersebut tidak berbeda sekali selanjutnya effect size nama lainnya adalah ukuran efek bila kita berbicara statistical significance atau signifikansi secara statistik sebetulnya istilah ini digunakan untuk melihat ada tidaknya pengaruh misalkan kita mempelajari adanya perlakuan kemudian adanya Variabel terikat misalnya kita memberi model pembelajaran tertentu terhadap hasil belajar kalau kita berbicara statistical significance fokusnya adalah ingin mengetahui apakah model pembelajaran tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar kita hanya akan menyimpulkan ada pengaruh atau tidak namun kalau kita berbicara effect size maka effect size akan juga menginformasikan seberapa besar pengaruh yang dihasilkan tidak terbatas hanya pada ada atau tidak ada pengaruh melainkan lebih berfokus pada seberapa besar pengaruh tersebut dihasilkan dan yang perlu kita ketahui adalah perbedaan dapat saja signifikan secara statistik namun bisa saja tidak terlalu mengesankan dalam artian lainnya bisa saja tidak ada pengaruh n namun ketika kita hitung effect size-nya mungkin saja ada pengaruh yang bisa kita ketahui atau juga dalam istilah lain ada pengaruh nyata tetapi meskipun pengaruh tersebut dikatakan nyata secara statistik Namun ternyata pengaruh tersebut tidak terlalu besar ini lah fungsi dari perhitungan effect size salah satu pengukuran effect size yang paling umum adalah cohensd di tutorial kali ini kita akan mempelajari bagaimana cara memperoleh angka kohensd dan bagaimana cara menginterpretasikannya selanjutnya sebelum kita memulai tutorial kita Kita juga harus berkenalan terlebih dahulu dengan manwiitne utest manwitni es merupakan termasuk uji non parametrik berbeda dengan uji t Uji T itu uji parametrik fungsi dari manwini uest sama dengan uji t tidak berkaitan atau independent sample t test yaitu menganalisis ada tidaknya perbedaan signifikan dua kelompok yang tidak saling berkaitan namun utes dapat digunakan untuk mengganti uji tidak berpasangan ketika data yang akan kita analisis ternyata tidak terdistribusi secara normal Oleh karena itu bila kita ingin melakukan analisis Uji T tidak berpasangan lalu kita analisis kenormalan data kita dan ternyata data kita tidak normal maka alternatif yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan analisis manwine es tidak berkaitan atau tidak harus memiliki data yang terdistribusi secara normal skala pengukuran pada variabel trikat dapat berupa skala interval rasio maupun ordinal berbeda dengan uji t yang mana variabel trikatnya harus dalam skala interval atau rasio saja sedangkan Man with test bisa saja variabel trikat kita merupakan data skala ordinal oke Sekarang waktunya kita belajar bagaimana caranya melakukan analisis ujit tidak berpasangan misalkan saja kita telah melakukan penelitian di suatu sekolah penelitian tersebut melibatkan 60 siswa dari ke-60 siswa tersebut kita catat identitasnya identitasnya Hanya berupa inisial nama kemudian gender atau jenis kelamin kemudian kita melakukan dua tes yaitu tes hasil belajar dan tes keterampilan metakognitif keterampilan metakognitif sendiri merupakan salah satu keterampilan berpikir yang menarik untuk kita kaji Insyaallah di video yang lain Saya akan mencoba mengkaji keterampilan metakognitif karena keterampilan metakognitif merupakan salah satu variabel ikat yang menarik untuk diteliti namun masih jarang dilakukan di Indonesia Bila kalian tertarik untuk melakukan penelitian saya sarankan salah satu variabel trikat kalian adalah keterampilan metakognitif kembali lagi ke data kita di sini saya menuliskan gender gendernya ada dua laki-laki dan perempuan dan sudah saya beri label laki-laki satu sedangkan perempuan dua ingat gender merupakan data nominal bukan ordinal sehingga angka 1 dan 2 bukan berarti urunan urutan hanya berperan sebagai label Oleh karena itu meski perempuan diberi label du bukan berarti perempuan lebih tinggi dari laki-laki selanjutnya hasil belajar dan keterampilan metakognitif di sini Kita juga bisa melihat datanya tidak ada missing value sehingga 60 siswa yang kita libatkan memberikan sumbangsih data dalam penelitian kita karena data sudah siap Mari kita menuju program SPSS Oke misalkan kalian sudah membuka program SPSS maka kalian sudah bisa mendefinisikan atau menentukan variabel Kalian juga bisa data dari program excel tadi Sekarang mari coba kita lihat terlebih dahulu di sini variabel kelima saya hapus terlebih dahulu oke sekarang di sini saya Tuliskan ada inisial gender hbkm inisial merupakan nama inisial kemudian gender merupakan jenis kelamin HB merupakan hasil belajar KM merupakan terampilan metakognitif ingat di variabel name tidak bisa menggunakan spasi jadinya kita bisa menulis lengkap tanpa spasi atau singkatan agar kita ingat nama lengkap dari variabel kita kita bisa menuliskannya di label HB hasil belajar sedangkan km adalah keterampilan metaognitif kemudian jangan lupa type dari variabel kita karena inisial berupa nama dan nama hanya terdiri atas huruf alfabet maka type-nya harus string sedangkan gender karena di laabeli 1 dan 2 kita bisa menggunakan type numeric atau angka begitu juga hasil belajar dan keterampilan metakognitif Kemudian di gender jangan lupa di laabeli sehingga di kolom values harus kita beri label di video Sebelumnya saya sudah menjelaskan Bagaimana cara memberi label pada variabel gender Kita hanya tinggal menarik kursor kita di sisi kanan dari kolom values kemudian kita klik kiri satu kali sehingga muncul kotak dialog ini kita Tuliskan value 1 label laki-laki kemudian add kemudian value 2 labelnya kita tulis perempuan kemudian kita klik add dan selanjutnya kita klik oke Bila kalian masih bingung cara melabeli kalian bisa melihat di video saya sebelumnya mengenai pendahuluan dan pengenalan terhadap SPSS kemudian missing tidak perlu kita apa-apakan karena data kita lengkap kolum juga tidak usah diubah Al juga tidak usah diubah sedangkanernya harus kita pastikan ini misernya nominal sudah tepat gender misernya juga nominal karena dia bukan ordinal apalagi skill sedangkan hasil belajar dan keterampilan Mat kognitif berupa skill Bila Masih belum sesuai dengan ini sama seperti tadi kursor kita bisa kita Arahkan di sisi kanan kemudian kita Klik sekali dan tinggal kita pilih measure mana yang paling cocok dengan variabel kita setelah variabel view-nya selesai seperti ini kita tinggal meng-copy data ke data view karena data kita sudah selesai disiapkan sekarang waktunya melakukan analisis data Oke sebelumnya akan saya tutup terlebih dahulu output saya sebelumnya nah kita sudah memiliki data data ini mengkaji hasil belajar dan keterampilan metakognitif dan kita ingin membandingkan Apakah hasil belajar siswa laki-laki berbeda signifikan dengan perempuan apakah keterampilan metakognitif laki-laki berbeda signifikan dengan perempuan dan kita akan melakukan uji t dan ingat salah satu asumsi uji t adalah Variabel terikat yang dianalisis hanya satu di sini ada dua Variabel terikat yaitu hasil belajar dan keterampilan metakognitif Oleh karena itu uji t yang dijalankan oleh SPSS nantinya berjumlah du bukan sat karena variabel terikatnya ada dua namun sebelum kita melakukan uji t kita harus melihat apakah data kita terdistribusi secara normal dan ingat sekali lagi asumsi normalitas pada Uji T tidak berpasangan dinyatakan adalah setiap kelompok distribusi datanya harus normal ingat ya setiap kelompok jadinya bukan data secara keseluruhan jadinya kita tidak melihat Apakah 60 data ini terdistribusi secara normal dalam satu kesatuan analisis melainkan kita harus menganalisis satu persatu data lagi lakilaki dan data perempuan begitu juga keterampilan metakognitifnya berbeda dengan uji t berpasangan yang kita bahas di video sebelumnya Kalau Uji T berpasangan data yang kita Analisis normalitasnya adalah data selisih Jadinya kalau ada dua kelompok kita lihat selisih antara kelompok du dan kelompok 1 sehingga muncul satu variabel baru yaitu variabel Selisih dari variabel selisih tersebut Kita uji normalitasnya sedangkan di tidak berpasangkan kita tidak perlu menghitung data selisih tetapi kita hanya perlu menganalisis normalitas di setiap kelompok secara terpisah bila kita langsung melakukan analisis normalitas maka hasil uji normalitasnya adalah data secara keseluruhan Oleh karena itu kita harus pastikan terlebih dahulu normalitas yang dihasilkan oleh SPSS harus muncul dua laki-laki sendiri dan peruan sendiri bagaimana caranya agar output tersebut terpisah maka kita harus men-split output kita caranya bagaimana yang pertama kita klik data kemudian kita pilih split file saya kembalikan ke tampilan default-nya Nah ketika kita mengklik split file maka kita akan melihat kotak dialog seperti ini kotak dialog split file kemudian agar hasil uji normalitas kita terpisah antara laki-laki dan perempuan maka kita pilih organize output by group kita Klik sekali lalu gender kita masukkan ke group base on dengan menggunakan tanda panah ini artinya output akan dikelompokkan berdasarkan gender yaitu laki-laki dan perempuan kemudian klik oke nah sehingga di Window output akan ada informasi bahwa kita telah melakukan split file split filenya didasarkan pada gender karena kita sudah memisahkan antara laki-laki dan perempuan Sekarang waktunya kita melakukan uji normalitas kita lakukan salah satu Uji normalitas saja Salah satu tahapan jya kemarin di video sebelumnya kita sudah belajar bagaimana caranya melakukan uji normalitas dengan dua cara sekarang kita lakukan salah satu cara saja yang pertama kita klik analy kemudian descriptive statistics kemudian explore saya reset dulu ke tampilan default nah ketika kalian sudah mengklik menulore Maka akan muncul kotak dialog seperti ini kemudian di sini ada kotak dependent list variabel yang ingin kita analisis kita masukkan ke kotak dependen list Nah tadi kita ingin menguji normalitas dari data hasil belajar maka kita masukkan variabel hasil belajar ke dependen list data kita juga punya keterampilan metakognitif keterampilan metakognitif pun juga sekaligus bisa kita analisis bersamaan dengan hasil belajar sehingga keterampilan metaognitif kita klik kiri sekali lalu tanda panah kita Klik sekali Setelah itu kita klik menu plot kemudian di box plot kita pilih non deskriptif centang di stem and Lif kita klik sehingga centangnya menghilang kemudian normality kita centang lalu kita klik continue kemudian kita klik Oke kita tunggu prosesnya ketika kita akan melakukan uji normalitas prosesnya lebih lama dari uji deskriptif yang lain oke Ini hasilnya di di sini ada banyak tabel banyak grafik Namun kita bisa langsung melihat tabel normalitas dengan memilih tabel test of normality kita Klik sekali sehingga layar di bagian kanan langsung mengarahkan ke tabel yang kita inginkan di sini kita lihat ada dua hasil analisis kolmogorov smirov dan sapiroik dua-duanya merupakan uji normalitas Namun kita cukup pilih salah satu sekarang kita lihat data hasil belajar Oke sebelum kita lihat kita lihat ke kiri lagi karena kita telah melakukan split output maka outputnya ada dua yang satu laki-laki sedangkan yang satu perempuan kita lihat dulu normalitas data laki-laki di sini hasil belajar nilai sigik-nya 0,200 karena di atas 0,05 maka data hasil belajar laki-laki terdistribusi secara normal sapirowiik juga menyatakan hal yang sama hasil belajarnya signya 0,1999 lebih besar dari 0,05 sehingga meskipun menggunakan sapiroik informasi terkait distribusi data juga sama yaitu normal namun di sini kita lihat keterampilan metakognitif nilai siknya baik di kolmogorov smirnov maupun sapirok sama-sama 0,00 Oleh karena itu bisa kita simpulkan data keterampilan metakognitif laki-laki tidak terdistribusi secara normal karena kurang dari 0,05 sekarang kita lihat gender perempuan langsung kita pilih test of normality sehingga kita diarahkan langsung ke tabel yang kita inginkan tersebut kita lihat lagi di sini hasil belajar berdasar kolmogorov smirnov menghasilkan S 0,085 pada sapirowik menghasilkan 0,305 kedua angka ini sama-sama di atas 0,05 sehingga data hasil belajar perempuan memiliki data yang distribusinya normal sayangnya keterampilan metakognitif perempuan memiliki nilai S 0,00 nol baik berdasarkan uji kolmogorov smirnov maupun sapirowi sehingga di sini juga bisa dapat simpulkan data keterampilan metakognitif perempuan tidak terdistribusi secara normal dari sini kita ketahui bahwa data kita yang satunya memenuhi asumsi normalitas yaitu hasil belajar baik di laki-laki maupun perempuan sedangkan data satunya yaitu keterampilan metakognitif tidak memenuhi asumsi normalitas baik data laki-laki maupun perempuan sehingga yang bisa lanjut ke Uji T tidak berpasangan hanyalah data hasil belajar sekarang Mari kita analisis Uji T tidak berpasangan pada data hasil belajar namun jangan lupa tadi kita sudah melakukan split file kita sudah memerintahkan kepada SPSS bahwa output yang dihasilkan Harus Terpisah analisis yang dijalankan harus terpisah sehingga output yang dihasilkan laki-laki sendiri perempuan sendiri padahal ketika kita akan melakukan uji t yang kita bandingkan adalah laki-laki dan perempuan Oleh karena itu outputnya harus hanya satu analisisnya harus hanya sekali laki-laki dibandingkan perempuan oleh karena itu kita memerintahkan pada SPS tes split file-nya dimatikan lagi Bagaimana caranya kita kembali ke menu data kemudian kita pilih split file lagi kemudian kita pilih menu analyze all cases do not create groups kita klik kiri sekali kemudian kita Klik tombol Oke sehingga di bagian output paling bawah yaitu log tertulis split file off artinya kita sudah mematikan split file Sekarang waktunya kita melakukan analisis ujit tidak berpasangan pertama kita pilih menu analyze kemudian kita pilih compare minans kemudian kita pilih independence samples test sehingga akan muncul kotak dialog independent sample t test di sini ada kotak tes variabel kotak ini merupakan Kotak di mana variabel yang ingin kita analisis harus kita masukkan kita akan memasukkan variabel hasil belajar atau HB ke kotak test variables kemudian grouping variabel merupakan variabel bebas kita variabel bebas kita adalah gender maka gender kita masukkan ke grouping variabel dengan mengklik anak panah ini Nah setelah itu tombol Oke masih belum bisa diklik Kenapa karena kita harus m-deefine groups terlebih dahulu kita harus menentukan grup mana yang ingin kita bandingkan menggunakan uji t tadi sehingga tombol defend group kita klik kiri sekali grup S merupakan laki-laki laki-laki labelnya satu maka kita tulis satu kita klik kiri sekali kemudian kita tulis angka sat grup du merupakan kelompok perempuan perempuan diilabeli 2 maka di sini kita isi angka 2 kemudian kita klik menu atau tombol continue Setelah itu kita tinggal klik tombol oke nah output langsung keluar berbeda dengan normalitas tadi yang prosesnya lebih lama di sini bisa kita lihat ada dua tabel output yang bernama tabel group statistics yang kedua tabel rangkuman independent sample tes kedua tabel ini memberikan angka yang harus menjadi informasi yang kita sampaikan di laporan kita di grup statistik kita harus menyampaikan Minan dan standard deviation sedangkan di independent sample t test kita akan menyampaikan nilai T hitung DF dan six tetapi sebelum kita melaporkan UJ t kita harus mengingat salah satu asumsi lain yang harus terpenuhi asumsi normalitas sudah kita analisis tetapi asumsi homogenitas belum kita analisis namun di kasus Uji T di SPSS uji homogenitas langsung menjadi satu tabel dengan tabel Uji T tidak berpasangan yaitu di bagian ini leen test for equality of variances evenent test merupakan salah satu nama uji homogenitas yang paling sering digunakan ada dua nilai yang bisa kita lihat dari tes leen yaitu nilai F dan nilai Sig ketika nilai Sig dari leen test di atas 0,05 maka data homogen namun bila sig-nya kurang dari 0,05 maka varian kedua kelompok tidak homogen jadinya pengambilan kesimpulannya sama dengan normalitas di atas 0,05 aman sedangkan di bawah 0,05 tidak aman dalam arti yang lain tidak memenuhi asumsi Uji T tidak berpasangan dari sini kita bisa simpulkan data hasil belajar terdistribusi normal dan data hasil belajar memiliki varians yang homogen sehingga asumsi normalitas dan homogenitas terpenuhi di data hasil belajar dan nilai t yang perlu kita baca adalah T hitung yaitu ini 16,754 DF atau degree of Freedom 58 dan Sig 0,00 nah cara pengambilan keputusannya sama dengan uji t berpasangan yaitu bila sig-nya di bawah 0,05 maka dapat disimpulkan kedua kelompok yang kita bandingkan memiliki perbedaan yang signifikan namun bila di atas 0,05 maka kedua kelompok yang kita bandingkan tidak memiliki perbedaan yang signifikan dari sini bisa kita lihat signya 0,00 sehingga hasil belajar antara laki-laki dan perempuan berbeda secara signifikan cara pelaporannya secara lengkap dengan menggunakan format Epa akan kita lihat di bagian akhir video ini Lalu bila kita lihat di tabel ini ada dua baris output yang pertama baris equal variance assumes dan yang kedua equal variance not assumes Apa maksudnya ini jadinya dengan menggunakan SPSS kita memiliki dua alternatif ketika asumsi homogenitas terpenuhi alias Sig di kolom ini di atas 0,05 maka Uji T hasilnya yang kita baca di baris pertama namun misal di sini sig-nya di bawah 0,05 maka kita akan membaca baris yang kedua yaitu baris equal variance not assume artinya adalah asumsi variansi tidak terpenuhi asumsi varians yang homogen tidak terpenuhi jadinya kedua kelompok tidak memiliki varians yang homogen kita baca baris kedua Namun karena data kita variansnya homogen maka kita membaca baris yang pertama Oke data hasil belajar sudah kita analisis uji t-nya namun seperti yang saya sampaikan di awal signifikansi statistik hanya bertujuan untuk melihat ada tidaknya pengaruh Apakah gender berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar atau tidak namun seberapa besar pengaruh tidak bisa kita lihat kalau menggunakan uji t kita bisa melihat seberapa besar pengaruh tersebut bila kita menghitung effect size SPSS bisa kita gunakan untuk menghitung effect size sehingga tidak harus manual Bagaimana caranya ada dua langkah yang perlu kita lakukan prinsip dari perhitungan ees menggunakan SPSS adalah kita menganalisis perbedaan rerata data yang terstandarisasi atau data yang baku Oleh karena itu kita harus melakukan standarisasi data hasil belajar terlebih dahulu caranya bagaimana pertama kita klik analyze kemudian descriptive statistics kemudian kita pilih deskriptif kemudian kita akan mendapatkan kotak dialog seperti ini kotak dialog deskriptif kemudian variabel yang ingin kita standarisasi datanya kita masukkan ke kolom variabel yang ingin kita standarisasi adalah hasil belajar maka kita klik tanda panah ini sehingga variabel hasil belajar berpindah ke sisi kanan Setelah hasil belajar masuk di sisi kanan kita centang menu ini save standariz values as variables jadinya data standar data yang sudah baku akan di-save disimpan menjadi variabel baru kita Klik sekali sehingga muncul tanda centang kemudian kita klik oke di sini muncul output baru tidak perlu kita perhatikan namun Mari kita kembali ke window data kita Nah di sini muncul variabel baru kita lihat di variabel View ada variabel baru yang bernama zhb yaitu ZS jadinya kita menggunakan ZS untuk melakukan standarisasi data hasil belajar nah data inilah yang akan kita jadikan dasar perhitungan effect size Bagaimana caranya pertama kita klik kemudian compare me kemudian independent samples dites lagi Kemudian hasil belajar di kotak tes variabel kita kembalikan ke kotak bagian kiri dengan cara mengklik tanda panah ini setelah itu variabel baru kita yang bernama Z SC hasil belajar kita pindahkan ke tes variabel mungkin di tampilan komputer kalian nama-nama variabelnya berbeda coba saya kembalikan ya mungkin saja tampilan di kalian seperti ini inisial hbkmzhb Bila nama-namanya Masih muncul seperti ini yang perlu kalian lakukan adalah melakukan Klik Kanan kemudian pilih display variable labels sehingga muncul nama variabel secara lengkap kembali lagi ke perhitungan effect size zsor-nya saya masukkan ke tes variabel dengan menggunakan tombol panah ini kemudian grouping variabel tetap berdasarkan gender satu itu laki-laki dan dua perempuan kemudian kita klik oke sehingga muncul analisis ujit lagi Namun bukan UJT yang ingin kita baca Tapi efek size-nya effect size yang kita ingin dapatkan bisa kita lihat di kolom Min differerence ya jadinya di sini ada angka 1,80 sekian ini merupakan effect size dari data kita bagaimana cara membacanya nanti kita lihat di bagian akhir video ini Oke data hasil belajar sudah kita lakukan analisis Uji T tidak berpasangan datanya normal datanya pun homogen sehingga asumsi normalitas dan homogenitas terpenuhi tapi ingat kita punya satu data lagi yaitu data keterampilan metakognitif yang berdasarkan uji kolmogorov smirnos maupun sabirowik dinyatakan datanya tidak terdistribusi secara normal sehingga Uji T tidak direkomendasikan untuk dilakukan Lalu bagaimana caranya Bila kita ingin membandingkan dua kelompok data tersebut data keterampilan metakognitif laki-laki dan perempuan caranya kita alihkan ke analisis nonpametrik pengganti Uji T tidak berpasangan yaitu uji Man with me est caranya bagaimana kita klik analyze kemudian kita pilih nonparametric test setelah itu di submenu kita pilih Legacy dialog kemudian di sub-sub menu kita pilih two independent samples saya kembalikan ke bentuk default nah di kotak kiri ada variabel kita kemudian di kotak kanan ada test variab list dan grouping variabel sama seperti Uji T tidak berpasangan variabel yang ingin kita analisis kita masukkan ke test variabel list yaitu keterampilan metakognitif kita klik tanda panah ini sehingga variabel keterampilan metakognitif masuk ke test variab list kemudian di grouing variabel variabel bebas kita kita masukkan yaitu gender kita klik tanda panah ini sehingga gender masuk di grouping variabel tanda Oke masih belum bisa kita klik karena kita harus m-deefine groups-nya terlebih dahulu kita Klik tombol define groups grup sat laki-laki labelnya satu sehingga kita tulis angka 1 grup du perempuan dengan label 2 sehingga kita tulis angka 2 kemudian kita klik continue Man with me you test kita pastikan sudah tercentang sedangkan analisis yang lain tidak perlu kita centang kemudian di sini ada menu options bisa kita Klik di sini ada deskriptif ada kuartil silakan klik deskriptif dan quartilsnya kemudian klik continue selanjutnya kita klik oke Nah setelah itu akan muncul tiga output tabel yaitu deskriptif statistik ranks dan test statistik di sini ada ranks atau peringkat karena prinsip dari uji Man withne utes adalah menganalisis data peringkat n data-data kita tadi diperingkatkan dari 1 sampai 60 berdasarkan urutan nilai keterampilan metakognitif nah data yang diperingkatkan tadi kemudian dianalisis menggunakan manwine konsep dasarnya bisa kalian pelajari di video lainnya sedangkan di video ini kita fokus pada Bagaimana cara menganalisis manwine es menggunakan SPSS tabel yang perlu kita perhatikan adalah tabel tes statistik yaitu angka Man with Meu dan angka asimsik nanti di laporan kita harus menginformasikan dua angka tersebut dan sama seperti Uji T tidak berpasangan pengambilan keputusan didasarkan pada nilai sik di bawah 0,05 Berarti ada perbedaan signifikan di antara kedua kelompok sedangkan di atas 0,05 tidak ada perbedaan signifikan karena signya di sini di bawah 0,05 maka ada perbedaan signifikan keterampilan met kognitif laki-laki dengan perempuan namun sebelum kita menyelesaikan analisis manwine kita harus melengkapi laporan kita dengan informasi lainnya bila kita menggunakan uji t pendamping informasi uji t adalah rerata dan standar deviasi sedangkan Bila kita melakukan analisis Man with Meu pendamping data kita pendamping laporan kita adalah angka median Oleh karena itu kita harus menghitung median dari kedua kelompok caranya bagaimana kita harus menghitung median keterampilan metakognitif laki-laki dan median keterampilan metakognitif perempuan data Harus Terpisah antara laki-laki dan perempuan maka kita harus melakukan split file lagi caranya seperti tadi klik data kemudian pilih menu split file kemudian kembali klik organize output by groups karena di group base on masih ada variabel gender tidak usah kita ubah lagi Kemudian klik oke sehingga di kotak output ada keterangan speed file sped by gender Sekarang waktunya kita menghitung median keterampilan metakognitif laki-laki dan perempuan caranya kita kita klik analyze kemudian descriptive statistics Kemudian frequencies Kemudian variabel yang ingin kita ketahui mediannya kita pindahkan ke kotak variabel yaitu variabel keterampilan metakognitif kita klik tanda panah ini kemudian di menu statistiks bagian kanan kita centang median setelah median tercentang kita klik menu continue kemudian kita Klik tombol Oke sehingga kita akan mendapatkan hasil analisis statistika deskriptif yang menginformasikan median keterampilan metakognitif perempuan dan laki-laki ini merupakan hasil analisis terakhir kita di sini ada gender laki-laki ada gender perempuan kita lihat di tabel statisticks valid 30 missing 0 artinya semua datanya lengkap karena laki-lakinya berjumlah 30 begitu juga perempuannya sedangkan ketika kita ingin melihat seberapa besar mediannya kita pilih tabel berikut ya tabel statistik tetap ya yaitu ini nih barisnya median 66 sehingga laki-laki data mediannya 66 sedangkan ketika kita ingin melihat data median perempuan kita klik statistics di bagian perempuan dan ini merupakan angka median dari keterampilan metakognitif perempuan yaitu 81 Nah di sini Kita sudah memperoleh angka-angka penting yang harus kita informasikan di laporan kita oke sekarang waktunya melaporkan hasil analisis kita ingat sebelum kita menganalisis atau melakukan pelaporan UJ t Kita juga harus melaporkan uji asumsi yang telah kita lakukan oleh karena itu kita coba baca terlebih dahulu dan tuliskan terlebih dahulu informasi yang berkaitan dengan uji normalitas yang telah kita lakukan terhadap data hasil belajar ini merupakan potongan output uji normalitas yang bagian kiri merupakan uji normalitas laki-laki sedangkan yang kanan uji normalitas data perempuan dua tabel ini sebagai dasar kita membaca hasil uji normalitas format yang bisa kalian gunakan adalah seperti ini hasil uji kolmogorov smirnov menginformasikan bahwa data hasil belajar laki-laki maupun perempuan terd i secara normal ingat D merupakan simbol yang mewakili angka kolmogorov smirnov sedangkan 30 merupakan angka yang kita peroleh dari kolom DF 0,106 kita peroleh dari tabel laki-laki di kolom statistik sedangkan 0,200 merupakan angka di kolom Sik dari tabel laki-laki selanjutnya D yang 30 ini merupakan DF atau derajat bebas dari data perempuan kemudian 0,149 merupakan angka di kolom HB milik data perempuan dan yang terakhir 0,085 merupakan nilai Sig dari kolom signya perempuan data KM tidak kita baca terlebih dahulu kita fokuskan terlebih dahulu hanya pada data hasil belajar setelah melaporkan hasil uji normalitas waktunya kita melaporkan hasil uji homogenitas Seperti yang saya sampaikan tadi uji homogenitas pada SPSS tergabung dengan hasil uji t tidak berpasangan tadi tabelnya seperti ini kemudian saya coba potong menjadi dua bagian pertama merupahkan bagian leent test for equality of variances merupakan hasil uji homogenitas variansnya sedangkan yang bagian kanan merupakan rangkuman hasil uji t tidak berpasangan kita baca leen testnya terlebih dahulu cara membacanya seperti ini hasil uji leen menginformasikan bahwa varians data hasil belajar laki-laki dan per homogen Nah di sini yang perlu saya ingatkan kita hanya cukup menulis liven jangan liven PTS banyak tesis skripsi atau disertasi atau bahkan artikel ilmiah yang menggunakan bahasa Indonesia namun penulisan uji leennya sudah diberi uji terus ditulis leen terus petik s-nya apostr s-nya tetap ditulis Itu salah ya karena tanda S di sini merupakan tanda kepemilikan kalau kita menulisnya uji liven maka s-nya kita hilangkan terlebih dahulu kemudian di sini ada beberapa angka ya angka yang pertama F 1,58 1 dan 58 merupakan derajat bebas 1 merupakan derajat bebas dari jumlah kelompok kita jumlah kelompok yang kita bandingkan ada adalah du yaitu kelompok laki-laki dan perempuan DB adalah n -1 karena kelompoknya dua laki-laki dan perempuan maka db-nya n -1 2 - 1 1 sedangkan 58 adalah derajat bebas data kita dari mana kita tahu angka 58 kita bisa lihat di output tabel Uji T tidakak berpasangan di sana ada df-nya Saya tunjukkan ya Nah di bagian sini ada DF nah DF tersebutlah yang kita gunakan sebagai angka di dalam kurung Ini 1,58 ama dengan 200 eh 2,004 2,004 merupakan angka di kolom F koma p = 0,162 0,162 berasal dari angka di kolom C karena p-nya di atas 0,05 di sini kita katakan dengan jelas bahwa varians data hasil belajar antara laki-laki dan perempuan homogen atau sama tidak berbeda secara signifikan sehingga data hasil belajar terdistribusi normal sekaligus memiliki varian yang homogen Sekarang mari kita baca hasil uji t-nya Seperti yang saya sampaikan tadi selain tabel rangkuman Uji T kita juga membutuhkan tabel grup statistik karena setiap kita menginformasikan hasil uji statistika inferensia kita juga menginformasikan statistika deskriptifnya Nah sekarang kita juga jangan lupa kita juga menghitung effect size-nya maka tabel e Ses yang juga kita peroleh juga kita siapkan jadinya yang bagian atas ini merupakan hasil output Uji T kita ambil dua tabel tabel grup statistik dan independent sample test kemudian analisis effectestnya kita ambil satu tabel saja yaitu tabel independent sample test lingkaran lingkaran merah ini menunjukkan angka-angka penting yang harus kita informasikan di laporan kita sekarang Mari kita lihat cara penginformasiannya berdasarkan Epa style berikut kalimat yang bisa kalian gunakan hasil analisis menggunakan uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa laki-laki secara signifikan lebih rendah dari siswa perempuan kita lihat siswa laki-laki kita informasikan m dan sd-nya Min dan standar deviasinya begitu juga siswa perempuan m dan sd-nya kita informasi ikan setelah itu t 58 dalam kurung ini merupakan DF degree of Freedom atau derajat bebas seperti yang saya sampaikan tadi df58 ini juga muncul di pembacaan liven test-nya pembacaan analisis variansi data tadi Apakah homogen atau tidak 1,58 kalau kalian ingat di sini juga muncul t 58 sama dengan nilai t hitungnya yaitu 16,754 koma nilai siknya kita sampaikan P kur dari 0,001 ingat sekali lagi di sini disampaikan sig-nya 0,00 tapi kita tahu nilai Sig tidak pernah sama dengan 0 karena SPS Memiliki keterbatasan jumlah desimal maka sebetul nya angka yang sebenarnya adalah 0,001 sehingga kita tidak boleh melaporkan P = 0 Oleh karena itu kita Tuliskan P kur dari 0,001 kemudian d = 1,81 d merupakan angka koheni yaitu e size-nya 1,81 kita peroleh dari kolom Min difference dari kalkulasi ifes yang telah kita lakukan tadi beginilah cara penginformasian hasil analisis Uji T tidak berpasangan secara lengkap dan tepat selanjutnya kita bisa menggunakan panduan ini ketika kita membahas efek sze bila nilai d-nya mencapai 0,2 maka eek s-nya kecil ukuran efeknya kecil Kalau e-nya 0 5 ukuran efeknya sedang namun bila efek sz-nya mencapai 0,8 atau lebih maka efek Ses tersebut dikatakan tinggi itu akan menjadi salah satu bahan yang bisa didiskusikan di bagian pembahasan dari laporan kita selanjutnya kita memiliki data keterampilan metakognitif bagian kiri merupakan data dari laki-laki dan bagian kanan merupakan data dari perempuan kita baca hasil uji kolmogorov smirnov menginformasikan bahwa data keterampilan metakognitif laki-laki maupun perempuan tidak terdistribusi secara normal seperti tadi angka 30 berasal dari Derajat bebas 0,305 berasal dari kolom statistik dan 0,001 merupakan angka dari S di bagian perempuan pun d-nya juga 30 kemudian statistiknya 0,372 sedangkan sig-nya juga sama yaitu 0,001 karena keduanya kurang dari 0,05 maka data keterampilan metakognitif tidak memenuhi asumsi normalitas karena tidak memenuhi asumsi normalitas maka tadi kita mengalihkan analisis kita ke uji nonparametrik pengganti Uji T tidak berpasangan yaitu manwiniu tes ini merupakan tiga tabel penting yang perlu kita lakukan dua tabel pertama bagian kiri dan tengah kita peroleh dari analisis deskriptif menggunakan menu frekuenis sedangkan bagian kanan tabel kanan tes statistik merupakan tabel yang kita peroleh ketika kita melakukan tahapan analisis manwi Meu cara pembacaannya seperti ini hasil analisis menggunakan manwiney est menunjukkan bahwa keterampilan metakognitif siswa laki-laki secara signifikan lebih rendah dari siswa perempuan berbeda dengan hasil uji tidak berpasangan yang menginformasikan Min atau rerata dan standar deviasi pada manwi tes yang perlu kita informasikan adalah mediannya median laki-laki adalah 66 sedangkan median perempuan adalah 81 perempuan lebih tinggi dari laki-laki sehingga kita katakan laki-laki i secara signifikan lebih rendah dari perempuan kemudian kita informasikan nilai u-nya yaitu 0,00 sedangkan p-nya kurang dari 0,001 Kenapa u-nya bisa 0 ketika kita melakukan analisis Mat U dan nilai u-nya 0 mengindikasikan bahwa seluruh data memiliki hasil yang sama Maksudnya bagaimana 30 siswaaki lagaki semuanya lebih rendah dari 30 siswa perempuan ketika seluruh data kita di grup A memiliki nilai yang lebih rendah daripada grup B maka nilai men withne u-nya menjadi 0 namun bila tidak menemui kasus seperti itu maka bisa saja nilai manwitnenya bisa sampai puluhan atau bahkan ratusan Nah demikian cara pembacaan hasil uji menwitne di video ini kalian juga sudah mengetahui bagaimana cara menganalisis Uji T tidak berpasangan menggunakan SPSS begitu pula uji asumsinya yang berupa normalitas dan homogenitas dan bagaimana cara penginformasian hasilnya Kalian juga telah mempelajari konsep baru yaitu effect size pada pertemuan selanjutnya dan pada video selanjutnya saya akan membahas statistika inferensial lain yang kita gunakan ketika data kita tidak hanya terdiri atas dua kelompok namun bisa dua 3 empat atau bahkan hingga puluhan dan belasan sampai jumpa lagi di pertemuan dan video selanjutnya Terima kasih mohon maaf bila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh foreign
Resume
Categories