Transcript
Y1aJl8VYrVE • Uji Regresi Logistik Binomial menggunakan SPSS beserta Uji Asumsinya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0041_Y1aJl8VYrVE.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya iklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan analisis data statistika penelitian penulisan ilmiah pendidikan biologi dan pengetahuan-pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan bahkan keterampilan kalian di video Sebelumnya saya telah menjelaskan Bagaimana caranya melakukan analisis regresi baik regresi linear sederhana maupun berganda di video kali ini kita akan belajar lagi melakukan analisis regresi namun regresi yang akan kita pelajari adalah regresi logistik binomial Sebelum saya melanjutkan video ini saya harap kalian telah menginstal SPSS di laptop kalian masing-masing dan tentunya Saya harap kalian memahami tampilan umum atau tampilan dasar dari SPSS dan tujuan saya membuat video ini adalah agar kalian mampu menganalisis keterpenuhan asumsi sebelum uji regresi logistik binomial dilakukan selain itu saya harap kalian juga mampu melakukan uji regresi logistik binomial dengan menggunakan SPSS dan yang terakhir saya harapkan Kalian juga mampu melaporkan hasil analisis yang telah kalian lakukan dengan tepat dan lengkap lalu apa itu regresi logistik binomial nama lain dari regresi logistik binomial adalah analisis regresi logistik analisis ini kita gunakan untuk memprediksi probabilitas nilai di Variabel terikat berdasarkan satu atau lebih variabel bebas lalu apa bedanya dengan regresi linear yang kemarin sudah telah kita pelajari perbedaannya adalah di skala pengukuran di variabel triikatnya di sini bisa kita lihat bahwasanya regresi logistik binomial digunakan untuk memprediksi probabilitas nilai di Variabel terikat yang harus dalam skala kategoris lebih tepatnya dikotomis atau biner misalkan saja gender laki-laki perempuan kemampuan akademik tinggi dan rendah jadinya data kita terbagi menjadi dua kelompok sedangkan variabel bebasnya kita bisa menggunakan variabel dalam skala kontinu maupun kategoris sehingga variabel bebas kita bisa dalam skala interval rasio nominal ataupun ordinal lalu Apa saja asumsi yang harus dimiliki data sebelum kita mampu melakukan regresi logistik binomial yang pertama adalah kita harus memiliki satu variabel triikat hanya satu ya Dan ingat skalanya berupa Skala dikotomis atau biner misalkan tadi gender kemampuan akademik ataupun variabel lain yang mampu membagi variabel trikat kita menjadi dua kelompok selanjutnya kita memiliki satu atau beberapa variabel bebas berupa skala kue maupun kategoris asumsi lainnya adalah ketika kita melakukan pengambilan data harus terjadi independensi observasi atau pengambilan data di satu subjek tidak dipengaruhi oleh subjek yang lain atau bahkan tidak ada subjek yang kita lakukan pengambilan data hingga lebih dari satu kali asumsi lainnya adalah ada hubungan linar antara variabel bebas dengan transformasi logit dari variabel triket asumsi ini berbeda dengan regresi linear sederhana maupun berganda di video sebelumnya di sini kita lihat yang harus berhubungan linear adalah variabel bebas dengan transformasi logit dari variabel triikat bukan variabel triikatnya Kenapa karena output yang dihasilkan dari regresi logistik binomial berupa data logit Seperti apa cara melakukan uji asumsi ini nanti akan kita lihat di bagian tengah Dari video ini kemudian asumsi terakhir yang perlu kita cek adalah tidak menunjukkan gejala multikolinearitas atau tidak ada dua atau lebih variabel bebas yang terlalu berhubungan Nah di sini saya Beri tanda bintang Ya baik di asumsi linearitas maupun multikolinearitas maksud saya memberi bintang di sini adalah kita Ketika melakukan uji linearitas kita tidak melakukan analisis ini pada semua variabel bebas hanya variabel bebas yang berupa variabel dalam skala kontinu yang perlu kita lakukan linearitas oleh karena itu tadi saya katakan variabel bebas di regresi logistik binomial dapat berubah skala kontinu maupun kategoris Oleh karena itu Misalkan kita memiliki empat variabel bebas terdiri atas tiga kontinu dan satu kategoris yang perlu kita lakukan analisis linearitas hanya ketiga variabel kontinu tadi variabel kontinu misalkan tinggi badan berat badan skor tes atau skor IQ sedangkan data kategoris misalkan kemampuan akademik gender ras ataupun skala-skala lain yang menyebabkan data kita terkelompok menjadi beberapa kelompok sedangkan di asumsi multikolinearitas kita hanya melakukan asumsi ini ketika variabel bebas kita lebih dari satu Oleh karena itu kalau hanya satu kita tidak perlu melakukan asumsi multikolinearitas oke Sekarang waktunya kita melakukan praktik analisis regresi logistik binomial menggunakan SPSS misalkan saja kita telah melakukan penelitian yang melibatkan 100 peserta di penelitian tersebut kita memiliki beberapa variabel yang pertama adalah tinggi badan saya singkat sebagai TB kemudian gender gendernya ada dua satu adalah laki-laki dan dua adalah perempuan kemudian berat badan saya singkat dengan BB dan variabel terakhir adalah kondisi jantung saya singkat sebagai kaji kondisi jantung ada dua yang satu normal sedangkan label yang dua berarti tidak normal variabel bebas kita ada tiga yaitu tinggi badan gender dan berat badan sedangkan kondisi jantung kita posisikan sebagai Variabel terikat kita dari data ini kita telah memenuhi dua asumsi pertama sebelum regresi logistik binomial kita lakukan yaitu yang pertama adalah Variabel terikat kita harus dalam bentuk skala biner atau dikotomis karena data kita sudah terbagi menjadi dua normal dan tidak normal kemudian variabel bebas kita ada beberapa baik berupa skala ktinue interval atau rasio maupun dalam skala kategoris di sini gender adalah skalanya nominal yang termasuk dalam variabel kategoris data sudah kita Siapkan sekarang waktunya membuka SPSS Setelah kalian membuka SPSS seperti biasanya tampilan awalnya adalah seperti ini kita disuguhkan di Window yang ada di menu data view kita bisa lihat di pojok kiri bawah ada data view dan ada variabel View sekarang Mari kita menuju variable view terlebih dahulu dengan cara menekan tombol variable view di sebelah data view kemudian Mari kita masukkan variabel-variabel kita tadi agar kita tidak kesulitan mengingat apa saja variabel-variabel kita tadi Mari kita kecilkan tampilan window dataset ini dengan cara mengklik tombol Kotak di pojok kanan atas SPSS kita setelah itu Mari kita atur agar Excel dan SPSS bisa muncul di layar kita sekaligus oke sekarang di sini bisa kita lihat baik data di Excel maupun tampilan SPSS kita pertama kita perlu memasukkan variabel tinggi badan TB ya kemudian gender kemudian berat badan atau BB kemudian kondisi jantung di label perlu kita labeli variabel kita dengan nama yang lengkap TB adalah tinggi badan gender tidak perlu kita labeli lagi Kemudian BB adalah berat badan sedangkan KJ adalah kondisi J kemudian di sini kita lihat kita telah memberi label angka di variabel gender dan kondisi jantung Oleh karena itu di value kita perlu melabeli data-data tersebut yang pertama ke gender silakan geser kursor kita di baris gender dan kita posisikan di sisi kanan value dari baris gender tersebut lalu kita klik kiri sekali sehingga muncul kotak dialog value labels di value pertama kita tuliskan angka satu sedangkan di label kita Tuliskan lakilaki kemudian kita tekan enter di keyboard kita masing-masing selanjutnya kita tulis angka dua di value kemudian di label kita tulis perempuan sekali lagi kita klik enter dan karena kita telah melabeli gender kita dengan laki-laki dan perempuan Mari kita Klik tombol Oke selanjutnya kita beri label kondisi jantung sama seperti tadi Arahkan kursor kita ke sisi kanan dari kolom value di baris keempat yaitu baris KJ kita klik kiri sekali sehingga muncul kotak dialog value labels value pertama kita tulis angka sat dan labelnya adalah normal value Yang kedua kita beri angka dua dan labelnya tidak normal kemudian kita klik enter sehingga kita telah melabeli kondisi jantung menjadi dua kelompok yaitu normal dan tidak normal kemudian kita tekan tombol Oke di kolom missing tidak perlu kita isi apa-apa kemudian di kolom kolom juga tidak perlu kita ubah di kolom align juga demikian dan di measure perlu kita sesuaikan yang pertama kita tentukan tinggi badan measurenya apa yaitu scale Oleh karena itu kita Arahkan kursor kita di sisi kanan baris pertama dari kolom measure kemudian kita pilih scale gender kita pilih sebagai nominal kemudian berat badan juga skale sedangkan kondisi jantung adalah nominal nah variabel kita telah kita define setelah kita tentukan di variabel View Sekarang waktunya kita memasukkan data kita di data view caranya kita Klik tombol data view di pojok kiri bawah SPSS kita kemudian kita kembali ke Excel kita berbesar dahulu tampilan excel-nya kemudian kita blok semua data kita ingat angka-angkanya saja kolom paling atas tidak perlu kita blok Oleh karena itu dari baris kedua hingga baris ke-101 kita blok seperti ini kemudian kita tekan ctrl c di keyboard kita masing-masing sehingga muncul garis putus-putus yang bergerak seperti ini kemudian kita perlu kembali ke SPSS kita setelah kita memilih data view Mari kita klik pojok kiri atas di sel-sel di data view tersebut sehingga di pojok kiri atas berwarna kuning seperti ini kemudian kita tekan ctrl V atau paste dengan mengklik di keyboard Kita masing-masing sekarang kita tunggu prosesnya Nah di sini data kita telah terpaste telah tersalin di SPSS kita mari kita perbesar tampilan SPSS kita dengan menekan Kotak di pojok kanan atas program SPSS kita data sudah siap sekarang kita save terlebih dahulu data ini dengan cara mengklik icon bergambar disket di pojok kiri atas SPSS kalian setelah itu Mari kita tunggu munculnya kotak dialog save dataas kita pilih folder yang kita inginkan misalkan saya akan mensave file dataset ini di folder saya yang nama regresi linear ganda dan regresi binomial nah kalian terserah ingin men-save file kalian di folder mana kemudian di file name kita beri nama file ini sesuai keinginan kita misalkan data regresi logistik binomial setelah nama kita Tuliskan kita tekan enter satu kali di keyboard kita masing-masing foila data kita sudah tersave di folder yang telah kita inginkan dan secara otomatis seperti biasanya window output dari SPSS muncul secara otomatis ketika kita men-save data kita data sudah siap dan data sudah di-save Sekarang waktunya kita melakukan analisis regresi logistik binomial Seperti yang saya katakan tadi ada beberapa asumsi asumsi pertama dan kedua telah terpenuhi Sekarang waktunya kita melakukan analisis asumsi yang lain sekaligus uji hipotesisnya Namun karena sepertinya lebih mudah melakukan uji hipotesisnya daripada asumsinya di tutorial kali ini kita melakukan uji hipotesisnya terlebih dahulu meski di laporan nanti kita menyampaikan asumsinya terlebih dahulu sekarang bagaimana cara melakukan analisis ristik binomial langkah pertama adalah kita harus mengklik menu analyze di bagian atas dari SPSS kalian setelah analy kita klik kiri sekali kita pilih regression setelah regression kita pilih kita pilih binary logistik kemudian kita klik kiri sekali sehingga akan muncul kotak logistik regression di kotak dependen kita masukkan variabel trikat kita yaitu itu kondisi jantung caranya kita klik kondisi jantung kemudian kita klik tanda panah di sisi kiri kotak dependen sehingga kondisi jantung masuk di kotak dependen variabel-variabel bebas kita kita masukkan di covariat caranya bagaimana kita klik tinggi badan kemudian kita tekan tanda panah di sisi kovariat gender juga demikian dan yang terakhir berat badan juga kita Mas masukkan di sini seperti yang saya jelaskan tadi variabel bebas kita ada tiga namun terdiri atas dua skala yang pertama skalanya scale yaitu tinggi badan dan berat badan sedangkan gender adalah kategoris Oleh karena itu kita perlu menginformasikan pada SPSS bahwa kita memiliki variabel bebas berupa skala kategoris caranya bagaimana di sisi kanan kita tekan menu kategorical setelah itu akan muncul kotak Logistic regression.2 define categorical variables di sini kita perlu memasukkan variabel kategori kita ke kotak kategorial ke variats caranya bagaimana kita tekan gender sebagai variabel kategoris kita kemudian kita tekan tanda panah di sisi kiri kotak kategorikal covariat sehingga gender masuk di kotak tersebut kemudian di change contrast reference kategorinya kita pilih first dengan menekan sekali menggunakan klik kiri kemudian jangan lupa tekan tombol change sehingga di sini muncul keterangan first dalam kurung setelah tulisan indikator kemudian kita klik continue di menu option juga perlu kita lihat dengan mengklik kiri sekali di sini ada beberapa menu Mari kita centang beberapa menu yang penting yaitu classification plot Goodness of cas listing of residual kemudian C for XB kemudian displaynya bisa kita pilih add last step selanjutnya kita klik continue lalu kita tekan tombol Oke dan kita tunggu output yang kita inginkan Nah di sini telah muncul outputnya ada banyak tabel ada beberapa tabel penting yang perlu kita baca dan ada beberapa tabel yang mungkin tidak perlu kita baca terlebih dahulu yang pertama kita bisa melihat di sini ada tabel kategori variabel coding yang menginformasikan variabel kategoris kita yaitu gender laki-laki dan perempuan yang telah kita masukkan di menu kategorial tadi kemudian di sini ada beberapa tabel yang lain yang perlu kita baca tabel tersebut antara lain adalah tabel omnibus tes di sisi kiri sini ada omnibus tes ya kita klik kiri sekali sehingga di sisi kanan langsung menampilkan tabel yang kita inginkan yaitu omnibus test of model coefisien yang perlu kita baca adalah di baris model di sini ada nilai k squ-nya ada degree of freedom-nya dan ada nilai signya nilai Sig di sini akan menentukan apakah model regresi yang kita hasilkan signifikan secara statistik atau tidak bila nilainya kurang dari 0,05 maka model yang kita hasilkan signifikan Sangkan bila di atas 0,05 maka model regresi yang kita hasilkan tidak signifikan secara statistik tabel selanjutnya adalah model summary di model summary kita bisa memperoleh nilai Nagel k r Square nah nilai r squ di sini akan menjelaskan seberapa besar kondisi-kondisi jantung ditentukan oleh variabel bebas kita yang ada di model regresi yang kita hasilkan atau dalam redaksi kalimat lain seberapa besar model regresi yang dihasilkan mampu memperkirakan keragaman kondisi jantung peserta ya kemudian tabel lainnya yang perlu kita baca adalah tabel classification tabel nah di classification tabel ini ada overal percentages di sini ada 74% angka ini akan mewakili seberapa banyak kasus yang bisa diprediksi Berdasarkan model regresi yang kita hasilkan oleh karena itu di model summary tadi kita mendapatkan angka R Square yang mampu menjelaskan seberapa besar keragaman kondisi jantung sedangkan di tabel klasifikation tabel kita lihat seberapa banyak kasus yang bisa di prediksi Berdasarkan model regresi yang kita hasilkan tabel selanjutnya yang perlu kita baca baca adalah tabel variables in the equation nah di tabel inilah merupakan tabel yang menentukan persamaan regresi yang kita hasilkan angka-angka yang perlu kita baca nantinya adalah di kolom B di kolom W di kolom DF dan di kolom six Bagaimana cara membaca tabel-tabel tadi secara lengkap dan tepat akan kita lihat dan kita bahas di akhir video ini sebelum kita membaca dengan lengkap temuan yang kita peroleh berdasarkan output SPSS ini kita perlu melakukan uji asumsi terlebih dahulu Seperti yang saya katakan tadi kita telah mengecek asumsi pertama dan kedua tetapi kita belum mengecek beberapa asumsi yang lain asumsi yang lain yang perlu kita lihat adalah linearitas dan ingat linearitas yang kita lihat adalah Transformasi logik dari Variabel terikat dengan variabel bebas kita Oleh karena itu kita masih perlu melakukan transformasi terlebih dahulu Apa yang ditransformasi variabel bebas kita ditransformasi ke logiknya Bagaimana caranya yang pertama kita tekan transform di menu bagian atas kemudian kita pilih compute variabel kemudian di sini ada berbagai function group Nanti bisa kita pilih sesuai keinginan kita kemudian Sekarang mari kita pilih target variabel terlebih dahulu di kotak target variabel ini kita isi variabel baru yang ingin kita tambahkan variabel baru itulah yang akan kita analisis nantinya kita tulis LN kemudian TB kemudian di function group kita pilih aritmatik kemudian kita pilih LN dengan cara mengklik LN dua kali sehingga muncul di numeric expression Setelah itu kita tekan tinggi badan lalu kita masukkan ke dalamung LN tadi dengan cara cara menekan tanda panah ini sehingga akan menghasilkan numeric expression LN TB kemudian kita klik Oke selanjutnya kita perlu mentransformasi variabel bebas kita yang ktinue selanjutnya caranya sama kita klik transform kemudian kita klik compute variable kita tekan reset terlebih dahulu di sisi bawah sehingga terulang menjadi kondisi awal kemudian kita lakukan langkah-langkah seperti tadi di target variabel kita Tuliskan variabel baru yang kita inginkan misalkan LN kemudian undbb Kemudian sama seperti tadi di function group kita pilih aritmetik kemudian kita lihat di sini ada LN LN kita klik dua kali sehingga di numeric expression akan muncul LN dalam kurung Tanda tanya kemudian kita tekan berat badan dengan klik kiri sekali kemudian kita tekan tombol panah di sisi kiri numeric expression sehingga BB masuk ke dalam kurung LN tadi kemudian kita klik oke Sekarang mari kita lihat tampilan dataset kita nah di dataset kita muncul dua variabel baru yaitu lntb dan lnbb dua variabel bebas ini kue sehingga perlu kita transformasi dan kita analisis linearitasnya sedangkan variabel bebas kita yang lain gender adalah variabel kategoris sehingga kita tidak perlu melakukan linearitas pada variabel ini sekarang waktunya kita melakukan analisis linearitas caranya bagaimana yang pertama kita klik analyze kemudian kita pilih regression lagi kemudian kita pilih binary logistik lagi kita tekan kita klik kiri sekali agar tampilannya seperti semula lagi kita tekan tombol resiset di bagian bawah nah sekarang kita masukkan lagi Variabel terikat kita adalah kondisi jantung Oleh karena itu kita tekan kondisi jantung kemudian kita tekan arah panah di sebelah kiri dependen sehingga kondisi jantung masuk di kotak dependen kemudian ketiga variabel bebas kita dimasukkan di kotak ini yaitu tinggi badan kita masukkan kemudian gender kita masukkan juga kemudian berat badan kita masukkan juga nah sampai langkah ini kita melakukan hal yang sama seperti kita melakukan analisis regresi logistik binomial di awal tadi namun perlu ada langkah tambahan yang perlu kita lakukan seperti yang kita lakukan sebelum kita menghasilkan dua variabel baru Mohon maaf yaitu ln TB dan ln_bb Nah di sini kita perlu memasukkan interaksi antara variabel bebas asli kita dengan LN tersebut jya variabel lama kita dengan variabel baru kita perlu kita interaksikan caranya bag mana Mari kita interaksikan tinggi badan terlebih dahulu kita klik tinggi badan kemudian kita tekan tombol Shift di keyboard kita kemudian kita tekan juga ln_tb Oh mohon maaf bukan shift ya tapi conttrol kita ulangi lagi kita tekan tinggi badan terlebih dahulu kemudian kita tekan ktrol di keyboard kita jangan lepaskan e kontrol ya tetap kita tekan ya kemudian kita pilih lntb kemudian baru boleh kita lepas tombol kontrol di keyboard kita sehingga di sini kita lihat yang berwarna kuning adalah tinggi badan dan ln_tb setelah kita menekan dua variabel sekaligus akan nyala tombol di bawah panah yaitu tombol a bintang b Mari kita Klik tombol ini sehingga interaksi kedua variabel masuk di kotak blok kemudian kita lakukan hal yang sama di variabel kedua kita yaitu tinggi badan kemudian kita tekan conttrol di keyboard kita masing-masing kemudian kita klik ln eh mohon maaf ya berat badan ya kita tekan berat badan kita klik berat badan kemudian kita tekan conttrol di keyboard kita kemudian kita tekan ln_bd sehingga sekali lagi muncul dua variabel yang ditekan sekaligus yaitu BB dan ln_bb kita lepas kontrol di keyboard kita kemudian kita masukkan kedua variabel ini dengan mengklik tombol a bintang b nah sehingga di sini ada lima isian tig variabel bebas kita dan dua variabel interaksi interaksinya adalah interaksi variabel asli kita dengan LN variabel asli kita tersebut kemudian kita tekan oke di sini muncul banyak tabel tapi yang perlu kita baca hanya satu tabel saja yaitu tabel variable in the equation dan yang perlu kita baca hanyalah dua baris interaksi tadi yaitu tinggi badan by lntb dan berat badan by LN n BB yang perlu kita lihat adalah di kolom sig-nya bila sig-nya di atas 0,05 maka ada hubungan linear namun bila di bawah 0,05 linearitas tidak tercipta di sini kita lihat baik di baris interaksi pertama maupun kedua nilai siknya sama-sama di atas 0,05 sehingga linearitas terpenuhi asumsi linearitas telah kita lakukan sekarang waktunya kita melakukan analisis asumsi yang lain yaitu multikolinearitas multikolinearitas perlu kita lakukan karena variabel bebas kita lebih dari satu sayangnya asumsi ini tidak bisa muncul ketika kita melakukan regresi logistik binomial Oleh karena itu Mari kita titipkan analisis ini ke analisis yang lain yaitu analisis regresi linear berganda nah oleh karena itu Sekarang mari kita melakukan analisis regresi linear berganda sehingga kita mendapatkan hasil analisis multikolinearitas caranya kita klik analyze kemudian kita pilih regression kemudian kita pilih linier selanjutnya di kotak dependen kita masukkan kondisi jantung sedangkan di kota independen kita masukkan tiga variabel bebas kita yaitu tinggi badan gender dan berat badan di menu statistik kita klik nah kemudian kita centang colionerity diagnostic inilah langkah agar kita memperoleh hasil analisis multikolinearitas kemudian kita tekan continue lalu kita klik oke Ada banyak tabel yang muncul namun yang perlu kita baca hanyalah tabel koefisien di tabel koefisien yang perlu kita lihat adalah angka-angka di kolom viif atau FIF prinsipnya bila variabel bebas kita memiliki nilai Vi kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas kita lihat dari tinggi badan gender maupun berat badan nilai fv-nya selalu di rentangan sat hingga 10 tidak ada yang melebihi angka 10 sehingga dapat kita simpulkan gejala multikolinearitas tidak nampak Oke analisis setelah kita lakukan sekarang waktunya kita membaca hasil analisis tersebut yang perlu kita baca terlebih dahulu adalah hasil analisis asumsinya kita bisa membaca asumsi multikolinearitas dan linearitas terlebih dahulu di sini saya Tampilkan hasil analisis linearitasnya bagaimana cara membacanya bisa kita gunakan redaksi kalimat berikut hasil transformasi boxw menginformasikan bahwa Terdapat hubungan yang linear baik antara data tinggi badan dengan logit dari kondisi jantung maupun antara data berat badan dengan logit dari kondisi jantung angka-angka yang kita gunakan sebagai dasar kesimpulan hasil analisis ini adalah angka di kolom S di baris interaksi bisa kita lihat Interaksi yang pertama signya 0,723 sedangkan interaksi kedua yang melibatkan variabel berat badan adalah 0,159 ketika nilai sig-nya di atas 0,05 maka kita katakan ada linearitas kemudian asumsi selanjutnya adalah multikolinearitas kita lihat berdasarkan tabel yang hasilnya sebetulnya titip dari analisis regresi linear berganda yang telah kita lakukan tadi cara membacanya bisa seperti ini hasil analisis multikulinearitas menunjukkan bahwa nilai V variabel tinggi badan gender dan berat badan secara berturuurut sebesar 2,018 2,228 dan 1,963 ketiganya tidak melebihi nilai 10 sehingga gejala multi kolinearitas tidak terdeteksi nah kedua asumsi telah kita baca sekarang waktunya kita membaca hasil analisis regresi logistik binomial yang telah kita lakukan kita kumpulkan beberapa tabel penting ini yaitu tabel omnibus test tabel model summary dan classification tabel cara membacanya bisa menggunakan kalimat seperti ini analisis regresi logistik binomial dilakukan untuk memastikan pengaruh tinggi badan gender dan berat badan terhadap ketidaknormalan kerja jantung model regresi logistik yang dihasilkan signifikan secara statistik Kenapa kok signifikan karena berdasarkan omnibus tesnya kita lihat nilai sig-nya 0,001 kurang dari 0,05 bila lebih dari 0,05 maka model regresiknya tidak signifikan selanjutnya kita lanjutkan kalimatnya model tersebut menjelaskan 21,3% k r squ keragaman dalam kondisi jantung diklasifikasikan dengan tepat di sebanyak 71% kasus ya di sini kita peroleh dua angka terakhir di tabel model summary dan tabel classification tabel selanjutnya perlu kita susun persamaan regresinya berdasarkan tabel variable in the equation Nah di sini kita bisa membaca variabel in the equation menggunakan kalimat berikut dari ketiga prediktor Hanya dua prediktor yang signifikan secara statistik yaitu gender kurung P value-nya sebesar 0 012 dan berat badan kurung pvue-nya sebesar 0,011 perempuan memiliki risiko mengidap ketidaknormalan jantung sebesar 6,9333 kali lebih tinggi dari wanita peningkatan berat badan berasosiasi dengan peningkatan kemunculan ketidaknmalan kerja jantung nah didasarkan pada pembacaan ini bisa kita lihat bila sig-nya kurang dari 0,05 maka kita katakan variabel bebas tersebut merupakan prediktor yang signifikan kemudian di sini bisa kita lihat juga karena gender itu signifikan maka kita membacanya perempuan memiliki resisiko menghidap ketidaknmalan jantung sebesar 6,9333 kali angka ini kita ambil dari kolom XB ya namun bila sig-nya di atas 0,05 maka kalimat ini tidak perlu muncul kolom di XP tidak perlu kita baca di sisi lain ketika variabel kita kategoris karena nilai sig-nya kurang dari 0,05 kita bisa langsung mengatakan peningkatan variabel bebas memiliki asosiasi signifikan dengan variabel terikatnya di sini bisa kita Tuliskan peningkatan berat badan berasosiasi dengan peningkatan kemunculan ketidaknmalan kerja jantung begitu ya Namun sebagai catatan bila nilai B dari berat Batan ada tanda negatifnya tanda minus seperti di konstan ini ya di konstan ini kan ada nilai mins-nya ada tanda mins-nya maka pembacaannya dibalik penurunan berat badan berasosiasi dengan peningkatan kemunculan ketidaknmalan kerja jantung jadinya ketika kita membaca tabel ini angka-angka yang perlu kita perhatikan yang pertama tentunya adalah kolom Sig karena menentukan apakah variabel bebas tersebut signifikan atau tidak nah ketika sig-nya 0 kurang dari 0,05 maka variabel-variabel bebas tersebut perlu kita baca ketika kita baca kalau variabel bebasnya berubah data kategoris misalkan gender ya kita perlu melihat angka di XB nah angka ini akan menentukan seberapa besar peningkatan yang terjadi bila ada perubahan pada gender dan selanjutnya kalau variabel kita berubah variabel kontinu kita pastikan Apakah ada tanda negatif di kolom B bila tidak ada kolom tidak ada tanda negatif maka peningkatan variabel bebas akan diikuti oleh peningkatan Variabel terikat namun bila ada tanda negatif kita membacanya penurunan di variabel bebas tersebut akan meningkatkan angka di Variabel terikat tersebut begitu ya begitu cara membaca variabel in the equation di video kali ini kita telah melakukan analisis regresi logistik binomial beserta cara membacanya di video yang lainnya kita akan lanjut ke analisis yang lain kita juga akan masuk ke analisis variat dan analisis yang melibatkan repeated measures Bagaimana cara melakukan analisis-analisis multivariat dan repeated misers tersebut silakan lihat di video saya selanjutnya demikian video saya kali ini mohon maaf bila ada kesalahan terima kasih dan kembali lagi di video yang lain asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh foreign