Transcript
VK7bBa6oTfg • Memilih Desain Penelitian dan Teknik Analisis Data (Uji Statistika) dengan Tepat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0053_VK7bBa6oTfg.txt
Kind: captions
Language: id
hai hai perkenalkan saya Ahmad Fauzi
dosen sekaligus peneliti dari
Universitas Muhammadiyah Malang saya
juga editor Dari jurnal pendidikan
biologi Indonesia pada tanggal 27 okt
2020 yang lalu saya diundang untuk
mengisi atau memberikan kuliah umum di
Universitas Negeri Padang di kuliah umum
tersebut topik yang diangkat adalah
metode dan statistik pendidikan materi
yang harus kita kuasai terlebih dahulu
ketika kita ingin melakukan penelitian
ataupun pelaporan ilmiah oke langsung
saja kita simak rekaman Ketika saya
mengisi kuliah umum di Universitas
Negeri Padang tersebut
Oh ya salamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh alhamdulillah puji syukur
kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala pada
pagi hari ini kita dapat berkumpul di
kuliah umum dengan topik yang akan kita
bahas adalah metode dan statistik
pendidikan dan perkenalkan Sekali lagi
saya Ahmad Fauzi salah satu dosen dari
Universitas Muhammadiyah Malang dan juga
sebagai editor Dari jurnal pendidikan
biologi Indonesia Nah disitu juga saya
Tampilkan kontak saya mungkin ada yang
ingin mengirim email atau berkomunikasi
dengan saya atau juga mungkin ingin
mampir ke channel YouTube saya juga
silakan ensiklopedia mata uji disitu
saya membagikan berbagai hal yang
berkaitan dengan pendidikan penelitian
statistika dan pengetahuan yang lain oke
next ya Setiap saya mengisi materi baik
webinar kuliah umum atau workshop saya
selalu menyampaikan hal ini ini sebagai
motivasi dan sebagai dorongan kita untuk
melakukan
Kian Nah di sini bisa kita lihat
Sebetulnya saya kelahiran 1991 ya
kemudian saya ketika S1 itu masuk nyawa
tahun 2009 dan lulus tahun 2013 ketika
S1 sama seperti adik-adik yang sedang S1
saya menyelesaikan penelitian untuk
skripsi saya kemudian sambil menunggu
kemudian saya lanjut ke S2 dan mulai
melakukan penelitian-penelitian yang
lain penelitian yang tidak terlalu
kompleks sebetulnya Nanti akan saya
share sekaligus tipsnya bagaimana
melakukan penelitian yang sederhana
namun hasilnya bagus dan layak
dipublikasikan Nah dengan model berlatih
menulis dan meneliti selama S2 tersebut
akhirnya dari tahun 2017 hingga tahun
2020 Ketika saya menjadi dosen saya
menjadi lebih aktif lagi menulis
sehingga muncul berbagai naskah yang
dipublikasikan baik di International
Conference baik di jurnal nasional
boleh internasional dan mungkin sebagian
dari kita juga kenal jurnal yang
terindeks scopus Alhamdulillah hingga
saat ini sudah selama 3 tahun ini ada 18
naskah saya yang sudah terindeks scopus
oke ini semacam riwayat perjalanan
menulis dan meneliti Saya di sini bisa
kita lihat sebetulnya dalam satu tahun
kita bisa melakukan penulisan dan
penelitian yang sebetulnya cukup
sederhana tidak membutuhkan waktu yang
banyak namun outputnya atau luarannya
atau laporannya bisa dikemas menjadi
laporan yang berkualitas sehingga layak
dipublikasikan di mana-mana dan menjadi
rujukan dimana-mana Oke next ya karena
kita berbicara terkait penelitian mulai
kita berbicara terkait penelitian
sebetulnya kita membicarakan empat aspek
utama yang perlu kita lihat yang pertama
adalah topiknya ketika kita melakukan
penjualan
Iyan tentunya Taufik yang kita ambil itu
harus menarik salah satu kriteria
menarik adalah sesuai dengan kondisi
kita baik di sekitar kita atau kondisi
saat ini Nah sekarang saat ini ya kita
di Eropa demi Naira pandem ini merupakan
sebetulnya apa ya latar masalah yang
menarik untuk kita teliti baik di dunia
penelitian pendidikan ataupun biologi
murni nah sebetulnya kita sebagai
akademisi yang berada di latar
pendidikan peluang kondisi pandem ini
bisa menjadi peluang kita baik melakukan
penelitian yang berkaitan dengan
pengetahuan terkait kofit ataupun
penelitian yang berkaitan dengan
pembelajaran jarak jauh pastinya akan
banyak masalah dan kita atau masalah itu
merupakan langkah pertama kita melakukan
penelitian dan masalah tersebutlah yang
akan menjadi topik penelitian kita dan
pesan saya kalau topik yang kalian pilih
yang Anda pilih berkaitan dengan
permasalahan tersebut
Insya Allah maka penelitian kalian pun
menjadi berkualitas dan menarik untuk
dibaca banyak orang kemudian kriteria
lain yang perlu kita lihat dari kualitas
Penelitian adalah berkaitan dengan
metodenya tentunya kalau kita melakukan
penelitian kita melakukan metode ilmiah
dan metode yang kita lakukan yang kita
terapkan di Bali dan tersebut kemudian
akan kita tulis kalau di skripsi tesis
disertasi itu biasanya di bab 3
sedangkan kalau di naskah ilmiah
biasanya disubmit odoroki atau reset
method atau methods Nah di situ kita
akan menuliskan Apa saja yang kita
lakukan dari perencanaan hingga analisis
data kemudian komponen lain yang perlu
kita perhatikan ketika kita melakukan
penelitian adalah menyusun naskahnya
atau penulisan penulisan disini baik
dari proposal maupun laporan akhir Bila
kita melakukan skripsi tentunya kita
membuat proposal terlebih dahulu dan
ketika kita telah mengumpulkan data
Mba skripsi tersebut kita akan
menghasilkan naskah laporan akhir berupa
skripsi tadi yang kemudian kita
presentasikan di ujian akhir dan yang
terakhir adalah referensinya penelitian
yang baik adalah penelitian yang
didasarkan oleh penelitian terdahulu
Kita sadar kita ini bukan semacam
pencipta membuat sesuatu yang baru dan
kita itu berada di dunia keilmuan Oleh
karena itu ketika kita melakukan
penelitian tentunya dasarnya adalah ilmu
sebelumnya dan laporan sebelumnya nah
empat komponen inilah yang perlu kita
perhatikan dan khusus pada kuliah umum
kali ini kita fokuskan pada salah satu
komponen ini yaitu metode Ya silahkan
next selanjutnya oke kalau berbicara
terkait metode sebetulnya ada beberapa
komponen juga subkomponen yang juga
perlu kita perhatikan agar metode kita
dikatakan baik layak dan berkualitas
yang pertama terkait
Um penelitiannya desain penelitian itu
secara sederhana adalah rancangan atau
jenis penelitian yang akan kita lakukan
kemudian yang selanjutnya adalah
samplingnya bagaimana caranya kita
mengambil sampel melibatkan partisipan
melibatkan subjek dalam penelitian kita
dan tentunya ketika kita menentukan
sampel itu bukan menentukan secara
sembarangan kita berasumsi dan kita
memang berharap bahwa sampel yang kita
ambil dapat mewakili populasi dari
penelitian kita ya sampel itu bagian
dari populasi yang kita ambil yang kita
harapkan menggambarkan populasi secara
keseluruhan kalau kita the bisa
melakukan pengambilan sampling dengan
bagus samplingnya bagus tekniknya bagus
sesuai maka tentunya sampel tersebut
juga dengan cukup baik menggambarkan
kondisi populasi tersebut kemudian
selanjutnya adalah instrumennya
instrumen dec
Maksudnya apa instrumen itu alat-alat
apa alat pengambilan data penelitian
yang baik adalah penelitian yang
menggunakan instrumen yang dapat
dipercaya dan menghasilkan data yang
valid dan reliabel oleh karena itu kalau
kita melakukan penelitian atau kita
belajar terkait penelitian kita mengenal
adanya analisis butir soal adanya
analisis instrumen adanya analisis
validitas reliabilitas dan sebagainya
ini merupakan tahapan penting yang perlu
kita siapkan terlebih dahulu sebelum
kita mengumpulkan data namun kalau kita
ingin melakukan penelitian lanjutan
misalkan ada seorang peneliti
mengembangkan instrumen yang kita bisa
langsung menggunakan instrumen dari
peneliti tersebut misalkan saya dengan
tim saya dalam satu tahun ini ada
mengembangkan beberapa instrumen ada
instrumen terkait pengetahuan copied ada
instrumen terkait sikap terhadap kofit
praktik terhadap kofit Nah misalkan ad
atau kalian ingin melakukan penelitian
yang
mengkaji coffee tersebut Kalian tidak
perlu melakukan analisis instrumen lagi
kalian gunakanlah instrumen tersebut dan
yang terakhir adalah di bagian metode
yaitu analisis data ketika kita
melakukan penelitian instrumen sudah
siap kemudian instrumen kita gunakan
untuk mengumpulkan data kemudian data
tersebut terkumpul kemudian kita oleh
kita olah menggunakan teknik analisis
data tertentu dan penelitian yang
berkualitas dan yang bagus adalah
penelitian yang peneliti nya mampu
secara tepat memilih teknik analisis
data jangan sampai data kita bagus
design kita bagus namun analisis datanya
salah dampaknya apa penelitian kita
tidak dapat dipercaya atau kurang mampu
memberikan dampak ilmiah Oleh karena itu
Pemilihan analisis data itu perlu
diperhatikan dengan baik dan di kuliah
umum kali ini kita bagi
Iya tadi kan di penelitian ada empat
komponen utama kita ambil satu komen
saja metode kemudian di metode ada
subkomponen lagi kita fokuskan di kuliah
umum ini hanyalah subkomponen terkait
analisis data dan analisis data inilah
yang biasanya sering dikaitkan dengan
statistika namun sebetulnya sebetulnya
kalau kita berbicara statistika
statistika sendiri kan sebetulnya
disiplin yang mengkaji berbagai hal yang
berkaitan dari perancangan pengumpulan
data hingga pengolahan data sebetulnya
kalau kita berbicara metodologi ya kita
berbicara metodologi itu sama dengan
hampir sama dengan statistika oke
silakan flight selanjutnya saya beri
sedikit dasar dahulu agar nanti bisa
mengikuti dengan baik bila kita
berbicara statistika kita bisa membagi
statistika menjadi dua metode utama
yaitu statistika deskriptif dan
inferensial
Ia di statistika deskriptif sendiri Kita
juga mengenal adanya dua ukuran yang
utama yaitu ukuran tendensi sentral dan
dispersi tendensi Sentral itu apa
misalkan rata mint atau median atau
modus itu tendensi Sentral yang hampir
selalu harus kita laporkan di penelitian
kita khususnya kalau penelitiannya
kuantitatif kalau kalian melakukan
eksperimen tentunya kita harus
melaporkan rata atau mint kemudian
dispersi dispersi itu sebaran seberapa
tersebar data kita salah satu contoh
umum yang paling sering digunakan adalah
standar deviasi atau standart error dan
tentunya ketika kita melaporkan mineral
kita Kita juga harus menyandingkan rata
tersebut dengan standar deviasi nah
biasanya Terlupa kita hanya menyampaikan
rata saja tetapi standar deviasinya
tidak tersampaikan Biasanya kalau di
laporan itu standar deviasi ditulis plus
minus
Opo Mas Pian De standart deviasi atau
standar error itu sebaiknya atau
seharusnya kita laporkan karena dengan
keberadaan standar deviasi tersebut kita
atau pembaca tahu seberapa tersebar sih
data yang telah kita kumpulkan Nah itu
statistika deskriptif selain statistika
deskriptif kita juga mengenal inferensia
statistika inferensia tadi dikatakan
sashikita titik a descriptive Kenapa
karena fungsinya mendeskripsikan data
kita menggambarkan data kita dan rata
merupakan salah satu cara kita
menggambarkan data kita misalkan kita
melakukan penelitian di satu kelas kita
ambil data hasil belajarnya D1 kelas
tersebut ada 30 siswa kemudian kita beri
tes hasil belajar kemudian kita rerata
data yang telah kita kumpulkan Dadi
misalkan ratanya adalah 75 nah 75 ini
sebagai angka yang mendeskripsikan kelas
tersebut mewakili kelas tersebut
karate dikatakan statistika deskriptif
nah kemudian statistik selanjutnya
adalah inferensia inver maksudnya
inferensia itu apa statistika inferensia
itu kita gunakan ketika kita ingin
menggambarkan kondisi populasi dari data
sampel kita sampel itu kan sebagian dari
populasi yang kita ambil untuk
penelitian kita Nah kita ingin
mengetahui kondisi populasi yang luas
itu dengan hanya menggunakan data sampel
kita Oleh karena itu kita butuh
statistika inferensia misalkan kita
meneliti pengaruh pembelajaran berbasis
masalah terhadap keterampilan berpikir
kritis populasinya ada 1000 kita tidak
mungkin melakukan penelitian melibatkan
1000 peserta tersebut kita ambil
sambalnya dengan teknik yang baik
Kemudian dari sampel tersebut misalkan
50/40 kita beri perlakuan kemudian data
kita kita analisis kesimpulan dari
analisis data di sampel
pagi tadi kita jadikan dasar untuk
menggambarkan satu populasi kalau kita
hanya menggunakan statistika deskriptif
yaitu rata misalkan tadi hasil
belajarnya 75 kita simpulkan baik kita
hanya bisa menggambarkan data di kelas
tersebut tetapi kita tidak boleh
menggunakan rata itu untuk
mengkondisikan satu populasi atau satu
sekolah Nah untuk menggambarkan satu
sekolah kita gunakan inferensia ada
beragam statistika inferensia namun
dasarnya ada dua yaitu parametrik dan
nonparametrik parametrik parameter
jadinya nanti ada asumsi yang perlu kita
penuhi terlebih dahulu sebelum data
tersebut kita analisis menggunakan uji
hipotesis kita sedangkan nonparametrik
adalah ketika biasanya kitalakukan
ketika data kita tidak memenuhi asumsi
sebelum uji hipotesis parametrik Abby
misalkan data kita tidak normal skala
pengukurannya tidak sesuai dengan
kriteria parametrik maka kita alihkan
data kita menjadi non-parametrik Itu
sekilas dan
mereka statistika lanjut di slide
selanjutnya Nah kalau kita berbicara
statistika inferensia kita akan mengenal
berbagai teknik analisis saya biasa
mengelompokkan menjadi dua kelompok
besar ya yang satu kelompok yang biasa
kita gunakan untuk melihat adanya
perbedaan yang satu kita gunakan untuk
melihat adanya hubungan kita ini hanya
pengelompokan kasaran saja ya Nah ketika
kita ingin melihat adanya perbedaan dua
kelompok atau tiga kelompok atau empat
kelompok kita bisa melihat dari sisi
kiri namun ketika kita melihat data
beringin melihat hubungan kita bisa
melihat list uji yang ada di sisi kanan
kemudian di sini bisa kita lihat di sisi
kiri ada yang dari Uji T berpasangan Uji
T tidak berpasangan kemudian ada Anova
ancova dan sebaiknya nanti akan kita
pelajari Kapan sih kita harus
menggunakan and
cus analisis tersebut Sedangkan di sisi
kanan kita bisa melihat adanya kain
Square ketika kita ingin melihat
asosiasi kemudian korelasi ketika kita
ingin melihat hubungan dan sama Nanti
akan saya beri contoh kasus kapan kita
bisa dan boleh menggunakan analisis
analisis ini Oke selanjutnya oke kalau
kita belajar statistika dan kita tadi
belajar statistika inferensia dengan
berbagai teknik analisisnya Dading nah a
anak ISIS analis tersebut bisa akui kita
gunakan dia berbagai jenis penelitian
jenis penelitian pertama yang pasti
membutuhkan analisis statistik
inferensial atau deskriptif adalah jenis
penelitian kuantitatif kuantitatif
jadinya ada data yang dikuantifikasikan
ada hitungannya ada angka-angkanya kalau
kualitatif kita tidak menggunakan
statistika statistika tadi kita
menggunakan teknik analisis yang lain
kemudian jenis
dan yang lain yang membutuhkan
statistika seperti tadi adalah mix
method kita menggabungkan kuantitatif
dengan kualitatif di bagian
kuantitatifnya kita menggunakan
statistik ada di kemudian di bagian
kualitatifnya kita menggunakan analisis
tersendiri kemudian penelitian
pengembangan bagi kita yang ingin
melakukan penelitian pengembangan kita
tidak hanya melakukan pengembangan saja
tapi kita juga melakukan penelitian
Apakah hasil pengembangan kita ini
memberikan pengaruh terhadap hasil
belajar atau memberikan pengaruh
terhadap kondisi lingkungan dan adanya
penelitian pengembangan ketika kita
mengkaji produk kita Nah kita butuh
statistik lagi dan yang terakhir adalah
PTK penelitian tindakan kelas Oke
berkaitan dengan BPK Nanti akan saya
bahas di kasus selanjutnya nah ini
misalkan ya Ada ingin melakukan
penelitian-penelitian di kondisi saat
ini salah satu penelitian yang
sepertinya Terlupakan tapi sebetulnya
saat sekali dan sebetulnya perlu
digalakkan bagi guru ataupun mahasiswa
adalah PTK Kenapa saya sendiri menyerang
melakukan PTK namun setelah saya
baca-baca ini merupakan penelitian yang
cocok kita lakukan saat ini Oke kalau
kita berbicara PTK Sebenarnya ada dua
alasan utama kita melakukan PTK yang
pertama adalah kita ingin
mengidentifikasi pembelajaran yang kita
berikan ini sudah bagus atau belum ada
kekurangan atau sudah tidak ada
kekurangan di sisi lain kita juga ingin
tahu caranya menutupi kekurangan
tersebut ingin tahu caranya mengatasi
permasalahan tersebut nah jenis
penelitian tindakan kelas inilah yang
cocok digunakan untuk mencapai dua
tujuan tadi mengidentifikasi
permasalahan di kelas sekaligus
memecahkan permasalahan yang ada tadi
kita berbicara pandemi pandemi ini
sekarang pembelajarannya jarak jauh dan
tentunya apa
Kiran jarak jauh memunculkan banyak
masalah kita banyak yang bertransformasi
guru dosen ataupun lainnya yang awalnya
pembelajarannya luring luar jaringan ya
tatap muka secara langsung mau tidak mau
sebagian besar pindah ke daring dalam
jaringan nah ketika kita berpindah ke
kondisi yang baru ini kita bisa
mengidentifikasi masalah yang muncul di
kelas kita ketika kita melakukan
penelitian daring itu apa saja misalkan
motivasi siswa yang berkurang
keterikatan siswa yang menjadi lemah
hasil belajar siswa menjadi rendah Nah
itu kita identifikasi masalah nya
kemudian kita Cari solusinya cara
mencari solusinya bagaimana ia cara
solusinya kembali seperti komponen utama
dari penelitian tadi yang terakhir yaitu
refensi kajian ilmiah misalkan kita
anggap keterampilan berpikir di
dipandang misalkan Citra
berpikir siswa SMA di batang Padang itu
sudah bagus-bagus ketika pembelajarannya
normal namun ketika pembelajaran daring
hasil belajar jatuh keterampilan
berpikir juga jatuh ini permasalahan nah
permasalahan ini perlu kita Cari
solusinya cara mencari solusinya kita
Googling kita cari artikel ilmiah yang
mengkaji Apa pengaruh pembelajaran
daring inovatif atau pembelajaran Hybrid
atau pembelajaran blended inovatif yang
mampu memberdayakan keterampilan
berpikir secara baik oleh karena itu
kita melakukan PTK dan ketika kita
melakukan PTK tentunya terdiri atas
beberapa siklus siklus 1 siklus 2 siklus
3 siklus 4 misalkan ya dan prinsip dari
PT KAI dekat kita melakukan perencanaan
dahulu Nah tadi itu menentukan
pembelajaran apa yang cocok perencanaan
menyiapkan perangkat pembelajaran itu
perencanaan kemudian kita memberikan
pembelajaran itu tindakan ketika kita
masuk di kelas
menggunakan atom belajaran tadi misalkan
kita pilih PBL kemudian kita ajarkan
secara online itu sudah termasuk
tindakan ketika tindakan kita melakukan
tahapan yang lain yaitu observasi
pengumpulan data yaitu Divas observasi
berbarengan bersamaan dengan tindakan
dan yang terakhir adalah refleksi salah
satu kegiatan refleksi adalah analisis
data banyak yang salah banyak yang
kurang apa ya kurang tepat mengambil
kesimpulan PTK itu banyak mengira adalah
penelitian kualitatif padahal PTK itu
bukan kualitatif bukan pula kuantitatif
PTK itu berdiri sendiri karena
permasalahan di kelas itu banyak
macamnya tidak hanya kondisi belajar
yang secara kualitatif bisa kita ambil
namun juga hasil belajar yang bisa kita
ambil berupa data kuantitatif yaitu data
hasil belajar Nah ketika data kita
kuantitatif maka kita butuh Analisis
untuk melihat apakah tindakan
kita berikan memberikan pengaruh yang
signifikan Apakah tindakan yang kita
implementasikan mampu memecahkan
permasalahan di kelas kita nah beberapa
analisis yang bisa kita gunakan adalah
misalkan Uji T berpasangan uji-t i7 beda
membedakan dua kelompok tidak boleh
lebih dari dua ya ochite itu baik
berpasangan atau tidak namun ketika kita
berbicara uji tanya Uji T berpasangan
maka data kelompok satu dengan kelompok
2 itu berkaitan maksudnya berkaitan itu
apa ada parameter untuk menghubungkan
kelompok a dengan kelompok B misalkan
kita melakukan PTK PTK kita hanya dua
siklus karena dua siklus kita misalkan
hanya mengambilkan data diakhir siklus
ya misalkan posttest saja maka kita
mendapatkan Dua data postes siswa yang
kita ajar sama maka siswa ini kita
anggap sebagai parameter yang
menghubungkan antar
data postes siklus 1 dengan data proses
siklus 2 posttest Budi di siklus satu
semacam dipasangkan dengan posttest budi
di siklus 2 wasesane di siklus 1 kita
pasangkan dengan proses aneh di situs2
jadinya nama-nama siswa ini kita gunakan
sebagai parameter untuk memasangkan
kemudian kita ingin melihat Apakah hasil
belajar dari siklus 2 ke siklus saat itu
ada peningkatan signifikan atau tidak
analisis yang kita gunakan adalah Uji T
berpasangan Pak saya tidak bisa
melakukan uji t berpasangan Saya tidak
tahu caranya atau saya bisa tapi bingung
nanti silakan lihat ya di channel
YouTube saya saya sudah menulis apa yang
menyampaikan tutorial Uji T berpasangan
setahap demi setahap dari identifikasi
data hingga pelaporan dan bagaimana bila
asumsi sebelum uji-t tidak terpelajar
penuhi Kita harus melakukan apa di sudah
saya jelaskan nanti silahkan ditengok
sendiri kemudian kalau siklus kita lebih
dari dua kita tidak bisa
kita berpasangan kita menggunakan
analisis selanjutnya yaitu ribet Mischa
Anova analisis ini kita gunakan untuk
membandingkan lebih dari dua kelompok
data yang saling berkaitan ini kan
saling berkaitan dari siklus 1234 kita
gunakan sebagai parameter untuk
mengaitkan adalah nama siswa Dadi Oleh
karena itu kita bisa menggunakan ribet
mesra Nova sama nanti bisa dicek juga
sudah ada tutorialnya Ok lanjut
selanjutnya itu kasus satu ya itu bisa
menjadi salah satu ide kita melakukan
penelitian di Eropa demi saat ini
kemudian kasus2 misalkan kita tidak
ingin melakukan PTK kita mungkin kurang
srek atau kurang termotivasi kalau
melakukan PTK kita ingin melakukan
penelitian jenis lain misalkan kita
tidak ingin menganalisis permasalahan di
satu kelas dan ingin tidak ingin
memecahkan permasalahan tadi tetapi kita
ingin membandingkan atau mengecek
hasil monavie inovasi pembelajaran
tertentu terhadap capaian akademik atau
prestasi siswa hanya kita melakukan
pembandingan beberapa kelompok Nah kalau
penelitian kita semacam ini maka kita
menggunakan penelitian eksperimen disini
saya Tuliskan misalkan kita ingin
mengetahui pengaruh penerapan
pembelajaran daring inovatif untuk
meningkatkan keterampilan berpikir
misalkan berpikir kritis bisa gunakan
rubiknya Prof Zubaidah keterampilan
metakognitif bisa menggunakan rubriknya
Prof Duran atau keterampilan berpikir
yang lain kita menyiapkan beberapa kelas
kemudian kita beri perlakuan kemudian
kita lihat pembelajaran manakah yang
berpengaruh signifikan maka jenis
penelitian kita masuk keranah eksperimen
dan kalau kita berbicara eksperimen di
sini ada beberapa jenis eksperimen yang
bisa kita pilih dari pre-eksperimen
hingga true X
main kemudian saya tambah satu lagi
expost facto pre-eksperimen itu
Contohnya bagaimana misalkan agan bisa
lanjut ke slide selanjutnya mungkin ya
oke ya ini contohnya misalkan kita
melakukan penelitian di satu kelas saja
kemudian kita menerapkan media video
tertentu misalkan kita memilih satu
kelas kemudian kelas SMA misalkan ya
Kita sadar bahwa literasi kesehatan saat
ini penting di materi biologi ada materi
terkait virus atau terkait sistem
pernafasan Nah kita bisa mengangkat
covert kofit kita kemas menjadi video
menjadi media menarik kemudian media ini
kita gunakan untuk membelajarkan kelas
tertentu misalkan kelas 10 IPA tidak
kemudian sebelum kita menerapkan
pembelajaran itu kita ambil data awal
atau British data awal kita
dulu kemudian kita terapkan pembelajaran
berbasis media video tadi kemudian di
akhir kita ambil data postes Nya maka
ini termasuk dalam ranah pre-eksperimen
hanya satu kelas kita membandingkan awal
dan akhir Nah di sini sama seperti PTK
di ada dua data yang berkaitan jadinya
data pretest siswa satu dikaitkan dengan
data berpose siswa satu data pretest
siswa yang kedua dihubungkan dengan dada
proses siswa yang kedua Oleh karena itu
kalau kita ingin melihat Apakah media
video memberikan pengaruh signifikan
terhadap literasi kesehatan siswa maka
kita menggunakan uji t berpasangan
tetapi ada kondisi lain misalkan Saya
tidak ingin menggunakan satu kelas saja
terlalu sederhana misalkan Ya pengennya
lebih dari satu kelas misalkan kita
menggunakan IPA1 dan IPA 2 sama kita
ingin meningkatkan keterampilan proses
sains hyera pandemi saat ini
li1 kelas kita menggunakan Hybrid PBL
Hybrid itu blended ya campuran antara
Dark dan during kemudian dikelas yang
IPA 2 kita gunakan Hybrid pjbl Kemudian
dari kedua kelas tadi kita terapkan
misalkan 6/7 pertemuan atau pertemuan
dengan jumlah tertentu kemudian kita
ambil data akhirnya data keterampilan
proses sains nya atau observasi
keterampilan proses sains yang bisa kita
kumpulkan sehingga kita mendapatkan data
dua kelompok kelompok pertama dari IPA 1
kelompok kedua dari Padua ketika kita
ingin melihat ada tidaknya perbedaan
pemberian pengaruh antara PBL dengan
pjbl kita gunakan Anova itu ya jadinya
disini bisa kita ambil salah satu
karakteristik utama dari penelitian pre
eksperimen adalah ketidak hadiran
kelompok kontrol ya ketidak hadiran
kelompok kontrol di kasus yang
pertama tadi peningkatan literasi
kesehatan kita hanya menggunakan satu
kelas kita tidak membandingkan dengan
kelas lain sebagai kontrol di kasus yang
kedua kita sudah menggunakan 2 kelas
tetapi dua-duanya kita beri perlakuan
Oleh karena itu kehadiran kelompok
kontrol di kasus kedua juga tidak ada
maka kasus yang kedua ini juga masih
termasuk kedalam pre eksperimen Namun
karena kita membandingkan dua kelompok
yang terpisah satunya IPA1 dan satunya
ipa2 kita tidak bisa menggunakan uji t
berpasangan kita bisa menggunakan Anova
atau yang lainnya misalkan uji-t yang
tidak berpasangan begitu lanjut sesuai
selanjutnya kemudian misalkan kita tidak
melakukan pre-eksperimen tapi kita ingin
eksperimen yang lain yaitu kuasi
eksperimen kuasi itu semu semu itu
nampaknya asli tapi sebetulnya belum
murni misalkan saja ada yang ingin
melakukan penelitian perbedaan
pemberdayaan metakognisi di berbagai
pembelajaran blended inovatif sama kita
melihat ada permasalahan misalkan
metakognisi siswa rendah Oleh karena itu
kita ingin tahu ini banyak nih
model-model yang bisa Kita uji kemudian
kita memilih beberapa kelas 1 kelas kita
posisikan sebagai kontrol di kelas yang
lain kita posisikan sebagai kelas
Perlakuan di kelas kontrol kita
kondisikan sesuai apa adanya bila di
kelas tersebut melakukan pembelajaran
biasanya menggunakan WhatsApp atau hanya
penugasan Ya udah itu sebagai kelas
kontrol dengan perlakuannya semacam itu
perlakuan alami di kelas yang lain kita
gunakan pembelajaran blended inovatif
misalkan tadi pjbl bisa PBL dan
sebagainya dan sebelum melakukan
memberikan perlakuan kita ambil
data-data awal atau kritis disetiap
kelas kemudian kita beri perlakuan
dengan jumlah pertemuan
yang sama misalkan empat pertemuan di
satu kelas maka semua kelas yang lain
juga harus empat pertemuan setelah empat
pertumbuhan kita berikan posttest
sehingga kita mendapatkan data pre-test
dan post-test di masing-masing kelas
analisis apa yang bisa kita gunakan
Analysis of variance atau bahasa
Indonesianya analisis kovarian ancova
atau anakova itu yang kita gunakan
beberapa laporan menggunakan Anova atau
menghitung selisih posttest mengurangi
pretest kemudian dibandingkan
menggunakan Anova itu boleh tetapi
kurang tepat kurang mampu memberikan
hasil yang lebih valid ketika kasus kita
seperti tadi kita menggunakan kelompok
bisa pendidikan seperti tadi atau
biologi murni kita ada data awal dan
akhir dan kelompok kita lebih dari satu
kita menggunakan ancova nanti sama bisa
dipelajari sendiri tutorialnya sudah ada
kemudian
Hai contoh lain kita bisa menggunakan
Anova ketika data kita memang tidak bisa
tidak mungkin kita Kumpulkan data
awalnya kita hanya bisa mengambil data
akhir atau data selama selama kita
melakukan penelitian misalkan pengaruh
pembelajaran kooperatif terhadap
keaktifan siswa nah keaktifan misalkan
kita hitung dari seberapa banyak dia
berpendapat selama kita melakukan
penelitian kita mengambil 2 kelas 1
kelas hanya menggunakan pembelajaran
konvensional misalkan menggunakan
WhatsApp kemudian kelas lain menggunakan
Google Maps misalkan atau menggunakan
pembelajaran kooperatif kemudian kita
hitung seberapa sering siswa itu aktif
sehingga kita memiliki data keaktifan di
kelas kontrol dan kelas eksperimen kita
gunakan Anova tapi ingat sekali lagi ini
perlu saya tekankan karena sering
Terlupakan ketika data kita bisa memisah
ada data awal
ya ketika penelitian kita mampu
memperoleh kondisi awal atau variabel
yang kita pilih kita memungkinkan
mengumpulkan pretest Kita seharusnya dan
sebaiknya mengumpulkan data pretest
tersebut kemudian kita analisis
menggunakan ancova kita menggunakan
Anova hanya ketika datanya hanya proses
dan memang hanya bisa diambil di posnya
saja kalau keterampilan berpikir
Biasanya kita bisa ambil protesnya
maupun posnya hasil belajar itu jelas
kritis bisa kita ambil proses bisa kita
ambil penguasaan konsep itu hal sebelum
bisa kita ambil setelah juga bisa kita
ambil literasi misalkan literasi sains
itu juga bisa variabel-variabel semacam
itu seharusnya ada pretest dan posttest
nya begitu selanjutnya kasus selanjutnya
misalkan kita tidak ingin penelitian
yang eksperimen semu tetapi mengertian
yang eksperimen sesungguhnya yaitu true
eksperimen
Hai sama prinsipnya kita melibatkan
beberapa gelas kemudian kita bandingkan
Oleh karena itu analisisnya sama bisa
Anova bisa juga ancova nah sekarang
bedanya true eksperimen dengan kuasi
eksperimen apa kalau bereksperimen tadi
kita sudah tahu karakteristiknya yaitu
tidak ada atau ketidak hadiran kelompok
kontrol kalau kuasi-eksperimen kita
sudah melakukan random selection kita
mengambil sampel secara acak tetapi
rendam assign menyatu tidak terjadi apa
itu random assignment kita
mengelompokkan siswa mana yang masuk
kontrol siswa mana yang ke eksperimen
tidak terjadi dikuasai eksperimen
Maksudnya bagaimana misalkan kita
meneliti di SMA kemudian kita tentukan
IPA1 sebagai kontrol tiba2 sebagai
eksperimen kelompok eksperimen disini
tidak ada hak kita menentukan siswa mana
saja yang masuk IPA 1 siswa mana saja
yang masuk IPA 2 ada
Ikhlas itu ya udah kelas itu siswanya
adanya itu saja ya udah siswa itu tidak
kita ubah komposisinya yang awalnya Dipa
satu tetap di pasar to yang awalnya ipa2
tetap di Padua sehingga tidak ada random
assignment nya tidak ada pengacakan
dalam memberikan menentukan siswa itu
masuk kontrol atau eksperimen sedangkan
di true eksperimen itu Biasanya kita
gunakan di meletihkan biologi murni ya
adab rendamas random selection maupun
Andromax lainnya sambelnya kita pilih
secara acak dan kita ketika
mengelompokkan Kita juga melakukan
secara acak paling mudah misalkan kita
meneliti menggunakan mencit kita ambil
10 mencit Sebelum menjadi ini kita ambil
acak dari populasi kemudian lima menit
secara acak kita Letakkan sebagai
kelompok kontrol 5 mencet secara acak
kita kelompokkan sebagai kelas er
sebagai kelompok eksperimen kelompok
perlakuan nah ini sudah masuk true
eksperimen penelitian pendidikan juga
bisa
di tapi di Indonesia sulit perizinan
kita mengacak-acak susunan siswa dalam
satu sekolah itu tidak memungkinkan
Kalau di luar negeri beberapa bisa
lanjut The Experiment ya kasus
selanjutnya nah ini ini cocok juga kita
gunakan kalau kita ingin melakukan
penelitian daerah saat ini tadi Kalau p
eksperimen kita memberi perlakuan kuasi
eksperimen kita juga memberi perlakuan
kemudian true eksperimen kita juga
memberi perlakuan kemudian kita ingin
penelitian yang lebih sederhana yaitu
expost facto kita bandingkan beberapa
kelompok Namun kita tidak memberikan
perlakuan namun perlakuan itu sudah
muncul secara alami dari awal sudah ada
misalkan di Padang di Malang di Surabaya
itu ada sekolah negeri ada sekolah
swasta kita ingin membandingkan Apakah
literasi informasi antara siswa di
negeri dan swasta itu
ya kita melakukan perbandingan tapi
tidak perlakuan maka sudah masuk ranah
Expose facto atau kita ingin melakukan
penelitian keterampilan berpikir kita
ingin membandingkan antara akademik read
tinggi dengan akademik rendah tingkat
akademik ini sudah muncul sebelum kita
melakukan penelitian lalu kita ingin
bandingkan keterampilan berpikir di
antara dua kelompok kemampuan akademik
tadi maka itu sudah masuk expost facto
juga kita ambil datanya sekali kita
berikan soal yang sama misalkan 10 soal
Kemudian dari 10 soal itu kita koreksi
siswa kemampuan akademik tinggi kita
ambil 30 misalkan siswa akademik rendah
kita ambil 30 kemudian kita bandingkan
bisa kita gunakan Anova Nah itu masuk
dalam ekspos facto begitu nanti saya
berikan satu contoh penelitian saya yang
expost facto Oke lanjut oke lanjut ke
SS3 ya tadi kan masih 2.2.5 ding
misalkan kita tidak ingin memberikan
perlakuan lagi Pak saya susah meminta
izin melakukan penelitian sekian
pertemuan di sekolah Ketika Masa pandemi
saya hanya diperbolehkan hanya melakukan
penelitian selama satu pertemuan atau
hanya selama satu pekan apakah saya
masih mungkin melakukan penelitian yang
bagus dan berkualitas jawabannya bisa
Misalkan kita memilih satu kelas atau
dua kelas atau mungkin beberapa kelas ya
Kemudian dari beberapa kelas tersebut
kita tentukan data apa yang bisa kita
ambil dari kelas tadi kita mengambil
datanya hanya dalam satu hari saja satu
pertemuan saja misalkan kita menyiapkan
datalite instrumen literasi kita
menyiapkan instrumen literasi informasi
dan literasi teknologi ini dua instrumen
yang berbeda ya Nah dari literasi
informasi menjadi satu instrumen
yang berbeda kemudian literasi teknologi
kita buat instrumen yang terpisah
kemudian setelah dua instrumen tadi
sudah siap kita kemudian ke sekolah atau
kita menyebarkan instrumen tersebut
menggunakan wa melalui Google form
kemudian kita tunggu panen datanya kita
tunggu datanya terkumpul sehingga
sedalam hari itu juga kita kemudian
mendapatkan data baik data literasi
informasi maupun nitrasi teknologi hanya
ada satu kelas tidak ada pria tidak ada
pos tidak ada kelompok pembanding data
kedua variabel ini bisa kita apakan bisa
kita lihat hubungannya karena kita ingin
melihat hubungannya maka kita melakukan
penelitian korelasional bila kita hanya
ingin melihat hubungan dan seberapa
amanah kita lihat hubungan dan Bagaimana
arah hubungannya Apakah ketika satu
variabel naik variabel lainnya naik juga
atau sebaliknya satu variabel naik
variabel lainnya malah turun
Hai analisis yang bisa kita gunakan
adalah analisis korelasi ya korelasi
kita gunakan untuk melihat ada tidaknya
hubungan dan untuk melihat arah
hubungannya positif kah atau negatif kah
kalau positif 1 next satunya naik kalau
negatif seketika salah satu semakin
tinggi variabel lainnya semakin turun
kita gunakan korelasi dan korelasi itu
ada empat macam ada bersengema ujian ada
Point biserial kemudian ada Adaro
kemudian hardware mendro ya kemudian
yang satu lagi saya lupa nanti bisa
dicek 4 itu bisa kita gunakan sesuai
dengan kondisi data kita kondisi data
apa yang bisa kita gunakan ketika data
kita pers havanais kita persen ketika
data kita sama-sama berupa data interval
atau rasio Coba dibuka lagi diingat lagi
skala pengukuran skala pengukur
syafa'at macam ya dari yang tertinggi
adalah rasio paling rendah adalah
nominal sama bilang lupa hilang malah
lihat buku silakan pergi ke Youtube saya
disitu saya juga ada materi terkait
skala pengukuran ketika skala pengukuran
tersebut sesuai dengan korelasi pearson
kita gunakan version ketika tidak
memenuhi asumsi dari person kita gunakan
korelasi yang lain namun misalkan kita
tidak hanya ingin melihat hubungan
tetapi kita ingin tahu apakah satu
variabel bisa memprediksi Tingkat atau
cabean variabel lainnya misalkan kita
ingin tahu hubungan antara literasi
informasi dan literasi teknologi dengan
hasil belajar dan kita ingin tahu kita
ingin bisa memprediksi kalau literasi
informasinya Sekian dan literasi
teknologinya sekian hasil belajar siswa
itu kemungkinan berapa itu bisa kita
cari kisah kita analisis bila kita
menggunakan analisis regresi
Oh ya regresi ada linier sederhana ada
berganda sederhana kita gunakan kalau
variabel bebas kita hanya satu di contoh
kasus ini ada dua variabel bebas yaitu
literasi informasi dan teknologi
variabel terikatnya satu yaitu hasil
belajar karena variabel bebasnya dua
kita menggunakan regresi linier berganda
nah salah satu output dari regresi
linear berganda adalah munculnya formula
y = AX + BX + C nah formula ini yang
kita gunakan untuk memprediksi hasil
belajar Ini Salah satu keunggulan
regresi kalau kalian hanya mendekat atau
berhenti di korelasi Eman lanjutkan saja
ke regresi sama anti silahkan lihat
Bagaimana langkah-langkahnya bagaimana
juga Apa saja syarat kita melakukan
analisis regresi lanjut ke fase
selanjutnya Apakah ada jenis penelitian
lain yang mungkin bisa kita lakukan ada
ini juga mudah tetapi hal
nya Insyaallah sangat bagus ya saya dan
tim melakukan penelitian semacam ini dan
Alhamdulillah sudah diterbitkan di
beberapa jurnal di beberapa negara ada
yang di Belanda sama Turki ada yang
keempat ada yang kedua dan ada yang
masuk database suyao penelitiannya hanya
survei tapi dengan penelitian survei
tersebut kita bisa menuliskan laporan
dengan baik asalkan analisisnya bagus
misalkan saja kalian ingin mengetahui
level pengetahuan praktik dan sikap
siswa terhadap covert pengetahuan itu
nulis practice to practice ya sikap itu
etitude sehingga instrumennya namanya
kakap nulis itu praktis KPI terhadap
covert itu salah satu instrumen yang
kami gunakan ketika kita kami melakukan
survei tingkat pengetahuan sikap dan
keterampilan atau tindakan siswa terkait
dengan covert kami tidak mengambil atau
melakukan apa ya kegiatan ke
sekolah-sekolah
atau perguruan tinggi perguruan tinggi
kami hanya menggunakan Google form
jadinya instrumen yang kami desain kami
kembangkan kami tuangkan menjadi
google.com kemudian Google form tersebut
kami sebar kami sebar berdasarkan
koneksi yang kami miliki Kami tunggu
selama beberapa hari terkumpullah data
di database Google Drive kita data sudah
terkumpul waktunya kita analisis nah
analisis yang umum kita gunakan ketika
kita memperoleh data seperti itu ada dua
knuckle dan regresi logistik Kaiser itu
digunakan kalau kita ingin menganalisis
Seperti apa ya kayak skor itu kita
gunakan ketika kita ingin tahu asosiasi
dua variabel categories variabel
kategori situ variabel yang membagi data
kita menjadi beberapa kelompok misalkan
kemampuan akademik tadi Tia variabel
kemampuan akademik termasuk variabel
categories Kenapa karena dada kita
terbagi menjadi dua kategori I
nih dan rendah contoh yang lain gender
gender itu termasuk categories karena
dengan gender kata kita terbagi menjadi
dua laki-laki dan perempuan dan
contoh-contoh yang lain nah pengetahuan
bisa jadi kita apa posisikan sebagai
categories yaitu pengetahuannya
pengetahuannya good baik ataupun Lemah
atau rendah atau low sehingga di sini
kita memiliki dua variabel nominal M2
variabel categories ya yang tadi
misalkan kita ingin lihat asosiasinya
apakah gender dan tingkat pengetahuan
terkait copied itu berasosiasi atau
tidak saling berkaitan atau tidak cara
analisisnya menggunakan kaki Square Grey
tadi disini berhak and gender ada
laki-laki ada perempuan sedangkan
pengetahuan ada tinggi atau rendah
misalkan kita juga ingin melihat
bagaimana lokasi tempat tinggal siswa
kabupaten dan kota ini juga
categories kemudian kita lihat sikapnya
terhadap covert bagus atau tidak nah ini
juga categories kita ingin lihat
asosiasinya apakah variabel tempat
tinggal dan variabel tingkat sikap itu
berasosiasi atau tidak kita gunakan kwe
juga namun kalau kita ingin melihat kita
punya banyak variabel bebas ya kemudian
Variabel terikat kita adalah variabel
kategori seperti tadi kita bisa
menggunakan regresi logistik misalkan
ketika kita melakukan survei tentunya
kita juga tidak hanya mengambil data
pengetahuan sikap dan praktik juga
tetapi kita mengambil data demografi
dada demografi itu apa Data demografi
tetapi gender lokasi kemudian tingkat
kelas kemudian tingkat akademik kemudian
misalkan Pekerjaan orang tua nyanyikan
demografi kita tidak hanya ingin
membandingkan dua variabel tadi tetapi
kita lihat
variabel-variabel demokrasi ini hubungan
demografi Ini hubungannya dengan
Variabel terikat kita yaitu level
pengetahuan itu seperti apa Nah kalau
ada kasus seperti ini kita bisa
menggunakan regresi logistik tanah
regresi nanti kita juga bisa melihat
Bagaimana bila ada perubahan variabel
demografi demografi misalkan gendernya
kalau laki-laki nanti tingkat
pengetahuannya seberapa sih kalau
berubah menjadi perempuan atau kita
melihat data perempuan maka
pengetahuannya berubah atau tidak hanya
ada semacam formula yang muncul juga itu
menggunakan regresi logistik sama juga
sudah ada langkah-langkahnya nanti
silakan dicek sendiri lanjut oke
sekarang saya sampaikan beberapa
kesalahan umum yang menjadi catatan
ketik kita bersama ketika kita
menggunakan statistik ya salah satu
kesalahan umum yang biasa
nah atau beberapa orang lakukan adalah
dia melakukan analisis memilih teknik
analisis tanpa memperhatikan terlebih
dahulu skala pengukurannya misalkan kita
ingin melakukan uji Anova Variabel
terikat kita itu skala pengukurannya
harus interval atau rasio kalau Variabel
terikat kita nominal atau ordinal
nominal itu Misalkan nama kota gender
itu nominal ya kalau ordinal itu tingkat
kesukaan dari sangat suka menjadi tidak
suka kalau variabel kita nominal atau
ordinal kita tidak bisa menggunakan
Anova Kenapa karena salah satu asumsi
Anova adalah skala pengukuran variabel
terikatnya adalah variabel continue
continue itu interval atau rasio atau
yang lainnya tadi korelasi saya katakan
katakan korelasi itu ada empat macam
kondisi skala pengukuran mempengaruhi
korelasi apa yang bisa kita gunakan
kadang ada beberapa orang lupa skala
pengukurannya dilupakan langsung
korelasi langsung Anova itu
utama kesalahan yang kedua adalah tidak
melakukan pengecekan asumsi langsung
saja khususnya misalkan datanya sedikit
langsung dianova bakal sebelumnya nopran
kita perlu melakukan check normalitas
cek homogenitas tapi itu langsung
shortcut langsung hipotesis itu kurang
mampu memberikan data yang valid
kesalahan lain sudah melakukan
pengecekan asumsi tapi data yang dicek
salah misalkan kita melakukan uji t
berpasangan kita melakukan uji Anova
kita melakukan ancova dan melakukan
regresi semuanya butuh uji normalitas
namun data yang diuji dari beberapa
analisis ini berbeda kalau data Arofah
kita cek normalitasnya perkelompok Uji T
berpasangan kita cek data selisih antara
dua kelompok data yang kita pilih tadi
kemudian kita normalitas kan kalau
ancova bukan data berkelompok bukan
darah selisih posttest dan princess
tetapi data residual begitu juga
Kesi semuanya berbeda sama-sama
normalitas tetapi data yang dicek
distribusi normalitasnya berbeda
kemudian salah memilih uji nonparametrik
yang tadi saya katakan statistika
inferensia itu bisa kita kelompokkan
menjadi dua yaitu parametrik dan
non-parametrik parametrik ada asumsi
yang perlu kita cek misalkan normalitas
namun ketika asumsi tersebut tidak
terpenuhi kita bisa beralih ke
nonparametrik sayangnya ketika beralih
ke nonparametrik Terkadang saya baca ada
penelitian yang pemilihan nonparametrik
nya kurang tepat non parametrik yaitu
macam-macam nanti juga bisa dilihat
sendiri karena tidak mungkin kita saya
sampaikan Disini Nanti silahkan belajar
di channel saya lagi sudah lengkap ya
kemudian salah memilih uji lanjut pada
uji nonparametrik kalau uji parametrik
enak kita menggunakan SPSS misalkan kita
ujian Ova uji lanjutnya langsung kita
centang LX sedih atau dan kena atau
Turki
Hai namun ketika analisis kita beralih
ke nonparametrik kita perlu
langkah-langkah khusus kita perlu
modifikasi langkah di SPSS sehingga uji
Lanjut nonparametrik Nya muncul kadang
karena tidak bisa melakukan uji lanjut
nonparametrik kita langsung menggunakan
uji yang parametrik atau misalkan kita
membandingkan dua kelompok 2 kelompok
tanpa melakukan koreksi yang namanya
koreksi bonferroni itu perlu kita
lakukan terlebih dahulu kemudian yang
terakhir adalah salah melakukan
pelaporan dan penginterpretasian hasil
analisis ya kalau kita membaca datang
misalkan hasil SPSS yang kita lihat
adalah yang utama adalah value-nya salah
satu Alfa salah satu level yang kita
gunakan untuk menentukan Apakah
hipotesis kita terkontrol atau tidak
adalah berdasarkan p-value nya apakah
kurang dari 0,05 atau lebih dari 0,05
kemudian
Hai astatis hidungnya misalkan editing
t-hitung itu sebagai informasi pelengkap
Adas Adakalanya seseorang melakukan
penelitian udah melakukan uji asumsi
sudah melakukan uji hipotesis pemilihan
uji parametrik nya tepat namun ketika
membaca hasilnya salah dia 05 nya bukan
dilihat dari value-nya tetapi dilihat
dari f hitungnya itu beberapa kali ada
yang melakukan kesalahan seperti itu Nah
pelaporan dan pengendalian
interpretation penting percuma
analisisnya betul kalau pelaporannya
salah dan cara melaporkannya pun juga
Tidak sembarangan ada komponen-komponen
penting yang perlu kita sampaikan dan
statistika deskriptif yang saya
sampaikan di awal tadi selalu menjadi
pendamping ketika kita melaporkan
statistika inferensia nya kita
menggunakan Anova tetapi rerata dan
standart deviasi tetap harus muncul kita
menggunakan nonparametrik misalkan
Nova median dari setiap kelompok juga
tetap harus muncul dan formatnya itu
juga sudah ditentukan misalkan
Universitas kita atau jurnal yang kita
tuju menggunakan IPS style format
penulisan apa ya American psychological
Association maka formatnya sudah
ditentukan Bagaimana menuliskan rata
urutannya rerata dengan standar deviasi
dengan F hitung dengan t value itu
seperti apa itu ada sama nanti silahkan
lihat juga di tutorial saya saya juga
menjelaskan cara menulis pelaporan
dengan tepat najud nah ini contoh
publikasinya kita lihat secara singkat
saja misalkan ini ini kami melakukan
survei Seperti yang saya jelaskan tadi
ini masuk ke journal elsevier ia
terindeks scopus dan sudah masuk
database Who kami tidak melakukan
pengambilan data ke sekolah atau
universitas kami hanya menyebarkan
survei menggunakan Google form namun
hasil yang kami peroleh bisa menjadi
temuan yang penting untuk
cuti baik di dunia kesehatan maupun
pendidikan begitu lanjut dicontoh
selanjutnya ini juga saya disini
melakukan penelitian juga sederhana
menyebarkan tes hanya satu pertemuan aja
ke beberapa sekolah kemudian kita
analisis kemudian dianalisis menggunakan
Anova dan uji lanjut kemudian dijadikan
semacam laporan publikasi ini dan
alhamdulillah ini sudah masuk di jurnal
IPA salah satu zona lipat terbaik di
Indonesia karena dia termasuk scopus Q2
sederhana tetapi juga menghasilkan
informasi yang juga penting untuk
ditindaklanjuti dan sebagai dasar
penelitian selanjutnya lanjut contoh
yang terakhir nah ini juga Sudah terbit
unit itu tidur kita terindeks scopus
kedua juga ini kami melakukan penelitian
bersama senior saya Pak husama dan Pak
Abdul Kadir ka Prodi S2 pendidikan
biologi 2 mm nah di penelitian ini kami
melakukan penelitian Apakah HIV
cbl Hybrid itu blended ya gabungan
antara online dan offline seru yang saya
sampaikan tadi Apakah Hybrid pjbl itu
memberikan pengaruh signifikan terhadap
hasil belajar keterampilan berpikir
kreatif dan motivasi belajar siswa kalau
di sini kita memberikan perlakuan
berbeda dengan dua contoh menelitian
tadi tanpa perlakuan hanya berinstrumen
nah yang disini kami melakukan beberapa
perlakuan selama beberapa pertemuan
kemudian sebelum perlakuan British
dikumpulkan setelah perlakuan posttest
dikumpulkan kemudian data di kelas
kontrol dengan eksperimen kita analisis
menggunakan ancova kemudian dijadikan
lah publikasi seperti ini lanjut nah ini
bagian terakhir singkat saja referensi
rekomendasi yang bisa kalian lihat nah
Disini yang di channel YouTube Saya
sudah membuat beberapa playlist playlist
nya ada playlist khusus statistik khas
khusus tutorial SPSS khusus desain
penelitian
khusus instrumen dan ada juga yang
khusus genetika dan biologi nanti
silahkan dilihat bila ingin belajar
lebih lanjut lanjut lagi ini salah satu
playlistnya yaitu desain penelitian di
situ Nanti kalian bisa belajar banyak
karena di kuliah umumnya tidak mungkin
saya jelaskan satu persatu dan terakhir
di slide yang selanjutnya nah ini
playlist tutorial SPSS yang saya
sampaikan tadi dari video pertama
Bagaimana cara berkenalan dengan SPSS
sehingga video lain yang menyampaikan
dari penyiapan data hingga pelaporan
data dan bagaimana ketika datanya tidak
memenuhi asumsi dan apa uji
nonparametrik yang bisa digunakan ketika
data kita tidak mempunyai uji asumsi
tersebut Oke terima kasih silakan di
slide selanjutnya yaitu slide penutup
Terima kasih salamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Hi Ho