Transcript
VK7bBa6oTfg • Memilih Desain Penelitian dan Teknik Analisis Data (Uji Statistika) dengan Tepat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0053_VK7bBa6oTfg.txt
Kind: captions Language: id hai hai perkenalkan saya Ahmad Fauzi dosen sekaligus peneliti dari Universitas Muhammadiyah Malang saya juga editor Dari jurnal pendidikan biologi Indonesia pada tanggal 27 okt 2020 yang lalu saya diundang untuk mengisi atau memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Padang di kuliah umum tersebut topik yang diangkat adalah metode dan statistik pendidikan materi yang harus kita kuasai terlebih dahulu ketika kita ingin melakukan penelitian ataupun pelaporan ilmiah oke langsung saja kita simak rekaman Ketika saya mengisi kuliah umum di Universitas Negeri Padang tersebut Oh ya salamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala pada pagi hari ini kita dapat berkumpul di kuliah umum dengan topik yang akan kita bahas adalah metode dan statistik pendidikan dan perkenalkan Sekali lagi saya Ahmad Fauzi salah satu dosen dari Universitas Muhammadiyah Malang dan juga sebagai editor Dari jurnal pendidikan biologi Indonesia Nah disitu juga saya Tampilkan kontak saya mungkin ada yang ingin mengirim email atau berkomunikasi dengan saya atau juga mungkin ingin mampir ke channel YouTube saya juga silakan ensiklopedia mata uji disitu saya membagikan berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan penelitian statistika dan pengetahuan yang lain oke next ya Setiap saya mengisi materi baik webinar kuliah umum atau workshop saya selalu menyampaikan hal ini ini sebagai motivasi dan sebagai dorongan kita untuk melakukan Kian Nah di sini bisa kita lihat Sebetulnya saya kelahiran 1991 ya kemudian saya ketika S1 itu masuk nyawa tahun 2009 dan lulus tahun 2013 ketika S1 sama seperti adik-adik yang sedang S1 saya menyelesaikan penelitian untuk skripsi saya kemudian sambil menunggu kemudian saya lanjut ke S2 dan mulai melakukan penelitian-penelitian yang lain penelitian yang tidak terlalu kompleks sebetulnya Nanti akan saya share sekaligus tipsnya bagaimana melakukan penelitian yang sederhana namun hasilnya bagus dan layak dipublikasikan Nah dengan model berlatih menulis dan meneliti selama S2 tersebut akhirnya dari tahun 2017 hingga tahun 2020 Ketika saya menjadi dosen saya menjadi lebih aktif lagi menulis sehingga muncul berbagai naskah yang dipublikasikan baik di International Conference baik di jurnal nasional boleh internasional dan mungkin sebagian dari kita juga kenal jurnal yang terindeks scopus Alhamdulillah hingga saat ini sudah selama 3 tahun ini ada 18 naskah saya yang sudah terindeks scopus oke ini semacam riwayat perjalanan menulis dan meneliti Saya di sini bisa kita lihat sebetulnya dalam satu tahun kita bisa melakukan penulisan dan penelitian yang sebetulnya cukup sederhana tidak membutuhkan waktu yang banyak namun outputnya atau luarannya atau laporannya bisa dikemas menjadi laporan yang berkualitas sehingga layak dipublikasikan di mana-mana dan menjadi rujukan dimana-mana Oke next ya karena kita berbicara terkait penelitian mulai kita berbicara terkait penelitian sebetulnya kita membicarakan empat aspek utama yang perlu kita lihat yang pertama adalah topiknya ketika kita melakukan penjualan Iyan tentunya Taufik yang kita ambil itu harus menarik salah satu kriteria menarik adalah sesuai dengan kondisi kita baik di sekitar kita atau kondisi saat ini Nah sekarang saat ini ya kita di Eropa demi Naira pandem ini merupakan sebetulnya apa ya latar masalah yang menarik untuk kita teliti baik di dunia penelitian pendidikan ataupun biologi murni nah sebetulnya kita sebagai akademisi yang berada di latar pendidikan peluang kondisi pandem ini bisa menjadi peluang kita baik melakukan penelitian yang berkaitan dengan pengetahuan terkait kofit ataupun penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh pastinya akan banyak masalah dan kita atau masalah itu merupakan langkah pertama kita melakukan penelitian dan masalah tersebutlah yang akan menjadi topik penelitian kita dan pesan saya kalau topik yang kalian pilih yang Anda pilih berkaitan dengan permasalahan tersebut Insya Allah maka penelitian kalian pun menjadi berkualitas dan menarik untuk dibaca banyak orang kemudian kriteria lain yang perlu kita lihat dari kualitas Penelitian adalah berkaitan dengan metodenya tentunya kalau kita melakukan penelitian kita melakukan metode ilmiah dan metode yang kita lakukan yang kita terapkan di Bali dan tersebut kemudian akan kita tulis kalau di skripsi tesis disertasi itu biasanya di bab 3 sedangkan kalau di naskah ilmiah biasanya disubmit odoroki atau reset method atau methods Nah di situ kita akan menuliskan Apa saja yang kita lakukan dari perencanaan hingga analisis data kemudian komponen lain yang perlu kita perhatikan ketika kita melakukan penelitian adalah menyusun naskahnya atau penulisan penulisan disini baik dari proposal maupun laporan akhir Bila kita melakukan skripsi tentunya kita membuat proposal terlebih dahulu dan ketika kita telah mengumpulkan data Mba skripsi tersebut kita akan menghasilkan naskah laporan akhir berupa skripsi tadi yang kemudian kita presentasikan di ujian akhir dan yang terakhir adalah referensinya penelitian yang baik adalah penelitian yang didasarkan oleh penelitian terdahulu Kita sadar kita ini bukan semacam pencipta membuat sesuatu yang baru dan kita itu berada di dunia keilmuan Oleh karena itu ketika kita melakukan penelitian tentunya dasarnya adalah ilmu sebelumnya dan laporan sebelumnya nah empat komponen inilah yang perlu kita perhatikan dan khusus pada kuliah umum kali ini kita fokuskan pada salah satu komponen ini yaitu metode Ya silahkan next selanjutnya oke kalau berbicara terkait metode sebetulnya ada beberapa komponen juga subkomponen yang juga perlu kita perhatikan agar metode kita dikatakan baik layak dan berkualitas yang pertama terkait Um penelitiannya desain penelitian itu secara sederhana adalah rancangan atau jenis penelitian yang akan kita lakukan kemudian yang selanjutnya adalah samplingnya bagaimana caranya kita mengambil sampel melibatkan partisipan melibatkan subjek dalam penelitian kita dan tentunya ketika kita menentukan sampel itu bukan menentukan secara sembarangan kita berasumsi dan kita memang berharap bahwa sampel yang kita ambil dapat mewakili populasi dari penelitian kita ya sampel itu bagian dari populasi yang kita ambil yang kita harapkan menggambarkan populasi secara keseluruhan kalau kita the bisa melakukan pengambilan sampling dengan bagus samplingnya bagus tekniknya bagus sesuai maka tentunya sampel tersebut juga dengan cukup baik menggambarkan kondisi populasi tersebut kemudian selanjutnya adalah instrumennya instrumen dec Maksudnya apa instrumen itu alat-alat apa alat pengambilan data penelitian yang baik adalah penelitian yang menggunakan instrumen yang dapat dipercaya dan menghasilkan data yang valid dan reliabel oleh karena itu kalau kita melakukan penelitian atau kita belajar terkait penelitian kita mengenal adanya analisis butir soal adanya analisis instrumen adanya analisis validitas reliabilitas dan sebagainya ini merupakan tahapan penting yang perlu kita siapkan terlebih dahulu sebelum kita mengumpulkan data namun kalau kita ingin melakukan penelitian lanjutan misalkan ada seorang peneliti mengembangkan instrumen yang kita bisa langsung menggunakan instrumen dari peneliti tersebut misalkan saya dengan tim saya dalam satu tahun ini ada mengembangkan beberapa instrumen ada instrumen terkait pengetahuan copied ada instrumen terkait sikap terhadap kofit praktik terhadap kofit Nah misalkan ad atau kalian ingin melakukan penelitian yang mengkaji coffee tersebut Kalian tidak perlu melakukan analisis instrumen lagi kalian gunakanlah instrumen tersebut dan yang terakhir adalah di bagian metode yaitu analisis data ketika kita melakukan penelitian instrumen sudah siap kemudian instrumen kita gunakan untuk mengumpulkan data kemudian data tersebut terkumpul kemudian kita oleh kita olah menggunakan teknik analisis data tertentu dan penelitian yang berkualitas dan yang bagus adalah penelitian yang peneliti nya mampu secara tepat memilih teknik analisis data jangan sampai data kita bagus design kita bagus namun analisis datanya salah dampaknya apa penelitian kita tidak dapat dipercaya atau kurang mampu memberikan dampak ilmiah Oleh karena itu Pemilihan analisis data itu perlu diperhatikan dengan baik dan di kuliah umum kali ini kita bagi Iya tadi kan di penelitian ada empat komponen utama kita ambil satu komen saja metode kemudian di metode ada subkomponen lagi kita fokuskan di kuliah umum ini hanyalah subkomponen terkait analisis data dan analisis data inilah yang biasanya sering dikaitkan dengan statistika namun sebetulnya sebetulnya kalau kita berbicara statistika statistika sendiri kan sebetulnya disiplin yang mengkaji berbagai hal yang berkaitan dari perancangan pengumpulan data hingga pengolahan data sebetulnya kalau kita berbicara metodologi ya kita berbicara metodologi itu sama dengan hampir sama dengan statistika oke silakan flight selanjutnya saya beri sedikit dasar dahulu agar nanti bisa mengikuti dengan baik bila kita berbicara statistika kita bisa membagi statistika menjadi dua metode utama yaitu statistika deskriptif dan inferensial Ia di statistika deskriptif sendiri Kita juga mengenal adanya dua ukuran yang utama yaitu ukuran tendensi sentral dan dispersi tendensi Sentral itu apa misalkan rata mint atau median atau modus itu tendensi Sentral yang hampir selalu harus kita laporkan di penelitian kita khususnya kalau penelitiannya kuantitatif kalau kalian melakukan eksperimen tentunya kita harus melaporkan rata atau mint kemudian dispersi dispersi itu sebaran seberapa tersebar data kita salah satu contoh umum yang paling sering digunakan adalah standar deviasi atau standart error dan tentunya ketika kita melaporkan mineral kita Kita juga harus menyandingkan rata tersebut dengan standar deviasi nah biasanya Terlupa kita hanya menyampaikan rata saja tetapi standar deviasinya tidak tersampaikan Biasanya kalau di laporan itu standar deviasi ditulis plus minus Opo Mas Pian De standart deviasi atau standar error itu sebaiknya atau seharusnya kita laporkan karena dengan keberadaan standar deviasi tersebut kita atau pembaca tahu seberapa tersebar sih data yang telah kita kumpulkan Nah itu statistika deskriptif selain statistika deskriptif kita juga mengenal inferensia statistika inferensia tadi dikatakan sashikita titik a descriptive Kenapa karena fungsinya mendeskripsikan data kita menggambarkan data kita dan rata merupakan salah satu cara kita menggambarkan data kita misalkan kita melakukan penelitian di satu kelas kita ambil data hasil belajarnya D1 kelas tersebut ada 30 siswa kemudian kita beri tes hasil belajar kemudian kita rerata data yang telah kita kumpulkan Dadi misalkan ratanya adalah 75 nah 75 ini sebagai angka yang mendeskripsikan kelas tersebut mewakili kelas tersebut karate dikatakan statistika deskriptif nah kemudian statistik selanjutnya adalah inferensia inver maksudnya inferensia itu apa statistika inferensia itu kita gunakan ketika kita ingin menggambarkan kondisi populasi dari data sampel kita sampel itu kan sebagian dari populasi yang kita ambil untuk penelitian kita Nah kita ingin mengetahui kondisi populasi yang luas itu dengan hanya menggunakan data sampel kita Oleh karena itu kita butuh statistika inferensia misalkan kita meneliti pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir kritis populasinya ada 1000 kita tidak mungkin melakukan penelitian melibatkan 1000 peserta tersebut kita ambil sambalnya dengan teknik yang baik Kemudian dari sampel tersebut misalkan 50/40 kita beri perlakuan kemudian data kita kita analisis kesimpulan dari analisis data di sampel pagi tadi kita jadikan dasar untuk menggambarkan satu populasi kalau kita hanya menggunakan statistika deskriptif yaitu rata misalkan tadi hasil belajarnya 75 kita simpulkan baik kita hanya bisa menggambarkan data di kelas tersebut tetapi kita tidak boleh menggunakan rata itu untuk mengkondisikan satu populasi atau satu sekolah Nah untuk menggambarkan satu sekolah kita gunakan inferensia ada beragam statistika inferensia namun dasarnya ada dua yaitu parametrik dan nonparametrik parametrik parameter jadinya nanti ada asumsi yang perlu kita penuhi terlebih dahulu sebelum data tersebut kita analisis menggunakan uji hipotesis kita sedangkan nonparametrik adalah ketika biasanya kitalakukan ketika data kita tidak memenuhi asumsi sebelum uji hipotesis parametrik Abby misalkan data kita tidak normal skala pengukurannya tidak sesuai dengan kriteria parametrik maka kita alihkan data kita menjadi non-parametrik Itu sekilas dan mereka statistika lanjut di slide selanjutnya Nah kalau kita berbicara statistika inferensia kita akan mengenal berbagai teknik analisis saya biasa mengelompokkan menjadi dua kelompok besar ya yang satu kelompok yang biasa kita gunakan untuk melihat adanya perbedaan yang satu kita gunakan untuk melihat adanya hubungan kita ini hanya pengelompokan kasaran saja ya Nah ketika kita ingin melihat adanya perbedaan dua kelompok atau tiga kelompok atau empat kelompok kita bisa melihat dari sisi kiri namun ketika kita melihat data beringin melihat hubungan kita bisa melihat list uji yang ada di sisi kanan kemudian di sini bisa kita lihat di sisi kiri ada yang dari Uji T berpasangan Uji T tidak berpasangan kemudian ada Anova ancova dan sebaiknya nanti akan kita pelajari Kapan sih kita harus menggunakan and cus analisis tersebut Sedangkan di sisi kanan kita bisa melihat adanya kain Square ketika kita ingin melihat asosiasi kemudian korelasi ketika kita ingin melihat hubungan dan sama Nanti akan saya beri contoh kasus kapan kita bisa dan boleh menggunakan analisis analisis ini Oke selanjutnya oke kalau kita belajar statistika dan kita tadi belajar statistika inferensia dengan berbagai teknik analisisnya Dading nah a anak ISIS analis tersebut bisa akui kita gunakan dia berbagai jenis penelitian jenis penelitian pertama yang pasti membutuhkan analisis statistik inferensial atau deskriptif adalah jenis penelitian kuantitatif kuantitatif jadinya ada data yang dikuantifikasikan ada hitungannya ada angka-angkanya kalau kualitatif kita tidak menggunakan statistika statistika tadi kita menggunakan teknik analisis yang lain kemudian jenis dan yang lain yang membutuhkan statistika seperti tadi adalah mix method kita menggabungkan kuantitatif dengan kualitatif di bagian kuantitatifnya kita menggunakan statistik ada di kemudian di bagian kualitatifnya kita menggunakan analisis tersendiri kemudian penelitian pengembangan bagi kita yang ingin melakukan penelitian pengembangan kita tidak hanya melakukan pengembangan saja tapi kita juga melakukan penelitian Apakah hasil pengembangan kita ini memberikan pengaruh terhadap hasil belajar atau memberikan pengaruh terhadap kondisi lingkungan dan adanya penelitian pengembangan ketika kita mengkaji produk kita Nah kita butuh statistik lagi dan yang terakhir adalah PTK penelitian tindakan kelas Oke berkaitan dengan BPK Nanti akan saya bahas di kasus selanjutnya nah ini misalkan ya Ada ingin melakukan penelitian-penelitian di kondisi saat ini salah satu penelitian yang sepertinya Terlupakan tapi sebetulnya saat sekali dan sebetulnya perlu digalakkan bagi guru ataupun mahasiswa adalah PTK Kenapa saya sendiri menyerang melakukan PTK namun setelah saya baca-baca ini merupakan penelitian yang cocok kita lakukan saat ini Oke kalau kita berbicara PTK Sebenarnya ada dua alasan utama kita melakukan PTK yang pertama adalah kita ingin mengidentifikasi pembelajaran yang kita berikan ini sudah bagus atau belum ada kekurangan atau sudah tidak ada kekurangan di sisi lain kita juga ingin tahu caranya menutupi kekurangan tersebut ingin tahu caranya mengatasi permasalahan tersebut nah jenis penelitian tindakan kelas inilah yang cocok digunakan untuk mencapai dua tujuan tadi mengidentifikasi permasalahan di kelas sekaligus memecahkan permasalahan yang ada tadi kita berbicara pandemi pandemi ini sekarang pembelajarannya jarak jauh dan tentunya apa Kiran jarak jauh memunculkan banyak masalah kita banyak yang bertransformasi guru dosen ataupun lainnya yang awalnya pembelajarannya luring luar jaringan ya tatap muka secara langsung mau tidak mau sebagian besar pindah ke daring dalam jaringan nah ketika kita berpindah ke kondisi yang baru ini kita bisa mengidentifikasi masalah yang muncul di kelas kita ketika kita melakukan penelitian daring itu apa saja misalkan motivasi siswa yang berkurang keterikatan siswa yang menjadi lemah hasil belajar siswa menjadi rendah Nah itu kita identifikasi masalah nya kemudian kita Cari solusinya cara mencari solusinya bagaimana ia cara solusinya kembali seperti komponen utama dari penelitian tadi yang terakhir yaitu refensi kajian ilmiah misalkan kita anggap keterampilan berpikir di dipandang misalkan Citra berpikir siswa SMA di batang Padang itu sudah bagus-bagus ketika pembelajarannya normal namun ketika pembelajaran daring hasil belajar jatuh keterampilan berpikir juga jatuh ini permasalahan nah permasalahan ini perlu kita Cari solusinya cara mencari solusinya kita Googling kita cari artikel ilmiah yang mengkaji Apa pengaruh pembelajaran daring inovatif atau pembelajaran Hybrid atau pembelajaran blended inovatif yang mampu memberdayakan keterampilan berpikir secara baik oleh karena itu kita melakukan PTK dan ketika kita melakukan PTK tentunya terdiri atas beberapa siklus siklus 1 siklus 2 siklus 3 siklus 4 misalkan ya dan prinsip dari PT KAI dekat kita melakukan perencanaan dahulu Nah tadi itu menentukan pembelajaran apa yang cocok perencanaan menyiapkan perangkat pembelajaran itu perencanaan kemudian kita memberikan pembelajaran itu tindakan ketika kita masuk di kelas menggunakan atom belajaran tadi misalkan kita pilih PBL kemudian kita ajarkan secara online itu sudah termasuk tindakan ketika tindakan kita melakukan tahapan yang lain yaitu observasi pengumpulan data yaitu Divas observasi berbarengan bersamaan dengan tindakan dan yang terakhir adalah refleksi salah satu kegiatan refleksi adalah analisis data banyak yang salah banyak yang kurang apa ya kurang tepat mengambil kesimpulan PTK itu banyak mengira adalah penelitian kualitatif padahal PTK itu bukan kualitatif bukan pula kuantitatif PTK itu berdiri sendiri karena permasalahan di kelas itu banyak macamnya tidak hanya kondisi belajar yang secara kualitatif bisa kita ambil namun juga hasil belajar yang bisa kita ambil berupa data kuantitatif yaitu data hasil belajar Nah ketika data kita kuantitatif maka kita butuh Analisis untuk melihat apakah tindakan kita berikan memberikan pengaruh yang signifikan Apakah tindakan yang kita implementasikan mampu memecahkan permasalahan di kelas kita nah beberapa analisis yang bisa kita gunakan adalah misalkan Uji T berpasangan uji-t i7 beda membedakan dua kelompok tidak boleh lebih dari dua ya ochite itu baik berpasangan atau tidak namun ketika kita berbicara uji tanya Uji T berpasangan maka data kelompok satu dengan kelompok 2 itu berkaitan maksudnya berkaitan itu apa ada parameter untuk menghubungkan kelompok a dengan kelompok B misalkan kita melakukan PTK PTK kita hanya dua siklus karena dua siklus kita misalkan hanya mengambilkan data diakhir siklus ya misalkan posttest saja maka kita mendapatkan Dua data postes siswa yang kita ajar sama maka siswa ini kita anggap sebagai parameter yang menghubungkan antar data postes siklus 1 dengan data proses siklus 2 posttest Budi di siklus satu semacam dipasangkan dengan posttest budi di siklus 2 wasesane di siklus 1 kita pasangkan dengan proses aneh di situs2 jadinya nama-nama siswa ini kita gunakan sebagai parameter untuk memasangkan kemudian kita ingin melihat Apakah hasil belajar dari siklus 2 ke siklus saat itu ada peningkatan signifikan atau tidak analisis yang kita gunakan adalah Uji T berpasangan Pak saya tidak bisa melakukan uji t berpasangan Saya tidak tahu caranya atau saya bisa tapi bingung nanti silakan lihat ya di channel YouTube saya saya sudah menulis apa yang menyampaikan tutorial Uji T berpasangan setahap demi setahap dari identifikasi data hingga pelaporan dan bagaimana bila asumsi sebelum uji-t tidak terpelajar penuhi Kita harus melakukan apa di sudah saya jelaskan nanti silahkan ditengok sendiri kemudian kalau siklus kita lebih dari dua kita tidak bisa kita berpasangan kita menggunakan analisis selanjutnya yaitu ribet Mischa Anova analisis ini kita gunakan untuk membandingkan lebih dari dua kelompok data yang saling berkaitan ini kan saling berkaitan dari siklus 1234 kita gunakan sebagai parameter untuk mengaitkan adalah nama siswa Dadi Oleh karena itu kita bisa menggunakan ribet mesra Nova sama nanti bisa dicek juga sudah ada tutorialnya Ok lanjut selanjutnya itu kasus satu ya itu bisa menjadi salah satu ide kita melakukan penelitian di Eropa demi saat ini kemudian kasus2 misalkan kita tidak ingin melakukan PTK kita mungkin kurang srek atau kurang termotivasi kalau melakukan PTK kita ingin melakukan penelitian jenis lain misalkan kita tidak ingin menganalisis permasalahan di satu kelas dan ingin tidak ingin memecahkan permasalahan tadi tetapi kita ingin membandingkan atau mengecek hasil monavie inovasi pembelajaran tertentu terhadap capaian akademik atau prestasi siswa hanya kita melakukan pembandingan beberapa kelompok Nah kalau penelitian kita semacam ini maka kita menggunakan penelitian eksperimen disini saya Tuliskan misalkan kita ingin mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran daring inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir misalkan berpikir kritis bisa gunakan rubiknya Prof Zubaidah keterampilan metakognitif bisa menggunakan rubriknya Prof Duran atau keterampilan berpikir yang lain kita menyiapkan beberapa kelas kemudian kita beri perlakuan kemudian kita lihat pembelajaran manakah yang berpengaruh signifikan maka jenis penelitian kita masuk keranah eksperimen dan kalau kita berbicara eksperimen di sini ada beberapa jenis eksperimen yang bisa kita pilih dari pre-eksperimen hingga true X main kemudian saya tambah satu lagi expost facto pre-eksperimen itu Contohnya bagaimana misalkan agan bisa lanjut ke slide selanjutnya mungkin ya oke ya ini contohnya misalkan kita melakukan penelitian di satu kelas saja kemudian kita menerapkan media video tertentu misalkan kita memilih satu kelas kemudian kelas SMA misalkan ya Kita sadar bahwa literasi kesehatan saat ini penting di materi biologi ada materi terkait virus atau terkait sistem pernafasan Nah kita bisa mengangkat covert kofit kita kemas menjadi video menjadi media menarik kemudian media ini kita gunakan untuk membelajarkan kelas tertentu misalkan kelas 10 IPA tidak kemudian sebelum kita menerapkan pembelajaran itu kita ambil data awal atau British data awal kita dulu kemudian kita terapkan pembelajaran berbasis media video tadi kemudian di akhir kita ambil data postes Nya maka ini termasuk dalam ranah pre-eksperimen hanya satu kelas kita membandingkan awal dan akhir Nah di sini sama seperti PTK di ada dua data yang berkaitan jadinya data pretest siswa satu dikaitkan dengan data berpose siswa satu data pretest siswa yang kedua dihubungkan dengan dada proses siswa yang kedua Oleh karena itu kalau kita ingin melihat Apakah media video memberikan pengaruh signifikan terhadap literasi kesehatan siswa maka kita menggunakan uji t berpasangan tetapi ada kondisi lain misalkan Saya tidak ingin menggunakan satu kelas saja terlalu sederhana misalkan Ya pengennya lebih dari satu kelas misalkan kita menggunakan IPA1 dan IPA 2 sama kita ingin meningkatkan keterampilan proses sains hyera pandemi saat ini li1 kelas kita menggunakan Hybrid PBL Hybrid itu blended ya campuran antara Dark dan during kemudian dikelas yang IPA 2 kita gunakan Hybrid pjbl Kemudian dari kedua kelas tadi kita terapkan misalkan 6/7 pertemuan atau pertemuan dengan jumlah tertentu kemudian kita ambil data akhirnya data keterampilan proses sains nya atau observasi keterampilan proses sains yang bisa kita kumpulkan sehingga kita mendapatkan data dua kelompok kelompok pertama dari IPA 1 kelompok kedua dari Padua ketika kita ingin melihat ada tidaknya perbedaan pemberian pengaruh antara PBL dengan pjbl kita gunakan Anova itu ya jadinya disini bisa kita ambil salah satu karakteristik utama dari penelitian pre eksperimen adalah ketidak hadiran kelompok kontrol ya ketidak hadiran kelompok kontrol di kasus yang pertama tadi peningkatan literasi kesehatan kita hanya menggunakan satu kelas kita tidak membandingkan dengan kelas lain sebagai kontrol di kasus yang kedua kita sudah menggunakan 2 kelas tetapi dua-duanya kita beri perlakuan Oleh karena itu kehadiran kelompok kontrol di kasus kedua juga tidak ada maka kasus yang kedua ini juga masih termasuk kedalam pre eksperimen Namun karena kita membandingkan dua kelompok yang terpisah satunya IPA1 dan satunya ipa2 kita tidak bisa menggunakan uji t berpasangan kita bisa menggunakan Anova atau yang lainnya misalkan uji-t yang tidak berpasangan begitu lanjut sesuai selanjutnya kemudian misalkan kita tidak melakukan pre-eksperimen tapi kita ingin eksperimen yang lain yaitu kuasi eksperimen kuasi itu semu semu itu nampaknya asli tapi sebetulnya belum murni misalkan saja ada yang ingin melakukan penelitian perbedaan pemberdayaan metakognisi di berbagai pembelajaran blended inovatif sama kita melihat ada permasalahan misalkan metakognisi siswa rendah Oleh karena itu kita ingin tahu ini banyak nih model-model yang bisa Kita uji kemudian kita memilih beberapa kelas 1 kelas kita posisikan sebagai kontrol di kelas yang lain kita posisikan sebagai kelas Perlakuan di kelas kontrol kita kondisikan sesuai apa adanya bila di kelas tersebut melakukan pembelajaran biasanya menggunakan WhatsApp atau hanya penugasan Ya udah itu sebagai kelas kontrol dengan perlakuannya semacam itu perlakuan alami di kelas yang lain kita gunakan pembelajaran blended inovatif misalkan tadi pjbl bisa PBL dan sebagainya dan sebelum melakukan memberikan perlakuan kita ambil data-data awal atau kritis disetiap kelas kemudian kita beri perlakuan dengan jumlah pertemuan yang sama misalkan empat pertemuan di satu kelas maka semua kelas yang lain juga harus empat pertemuan setelah empat pertumbuhan kita berikan posttest sehingga kita mendapatkan data pre-test dan post-test di masing-masing kelas analisis apa yang bisa kita gunakan Analysis of variance atau bahasa Indonesianya analisis kovarian ancova atau anakova itu yang kita gunakan beberapa laporan menggunakan Anova atau menghitung selisih posttest mengurangi pretest kemudian dibandingkan menggunakan Anova itu boleh tetapi kurang tepat kurang mampu memberikan hasil yang lebih valid ketika kasus kita seperti tadi kita menggunakan kelompok bisa pendidikan seperti tadi atau biologi murni kita ada data awal dan akhir dan kelompok kita lebih dari satu kita menggunakan ancova nanti sama bisa dipelajari sendiri tutorialnya sudah ada kemudian Hai contoh lain kita bisa menggunakan Anova ketika data kita memang tidak bisa tidak mungkin kita Kumpulkan data awalnya kita hanya bisa mengambil data akhir atau data selama selama kita melakukan penelitian misalkan pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap keaktifan siswa nah keaktifan misalkan kita hitung dari seberapa banyak dia berpendapat selama kita melakukan penelitian kita mengambil 2 kelas 1 kelas hanya menggunakan pembelajaran konvensional misalkan menggunakan WhatsApp kemudian kelas lain menggunakan Google Maps misalkan atau menggunakan pembelajaran kooperatif kemudian kita hitung seberapa sering siswa itu aktif sehingga kita memiliki data keaktifan di kelas kontrol dan kelas eksperimen kita gunakan Anova tapi ingat sekali lagi ini perlu saya tekankan karena sering Terlupakan ketika data kita bisa memisah ada data awal ya ketika penelitian kita mampu memperoleh kondisi awal atau variabel yang kita pilih kita memungkinkan mengumpulkan pretest Kita seharusnya dan sebaiknya mengumpulkan data pretest tersebut kemudian kita analisis menggunakan ancova kita menggunakan Anova hanya ketika datanya hanya proses dan memang hanya bisa diambil di posnya saja kalau keterampilan berpikir Biasanya kita bisa ambil protesnya maupun posnya hasil belajar itu jelas kritis bisa kita ambil proses bisa kita ambil penguasaan konsep itu hal sebelum bisa kita ambil setelah juga bisa kita ambil literasi misalkan literasi sains itu juga bisa variabel-variabel semacam itu seharusnya ada pretest dan posttest nya begitu selanjutnya kasus selanjutnya misalkan kita tidak ingin penelitian yang eksperimen semu tetapi mengertian yang eksperimen sesungguhnya yaitu true eksperimen Hai sama prinsipnya kita melibatkan beberapa gelas kemudian kita bandingkan Oleh karena itu analisisnya sama bisa Anova bisa juga ancova nah sekarang bedanya true eksperimen dengan kuasi eksperimen apa kalau bereksperimen tadi kita sudah tahu karakteristiknya yaitu tidak ada atau ketidak hadiran kelompok kontrol kalau kuasi-eksperimen kita sudah melakukan random selection kita mengambil sampel secara acak tetapi rendam assign menyatu tidak terjadi apa itu random assignment kita mengelompokkan siswa mana yang masuk kontrol siswa mana yang ke eksperimen tidak terjadi dikuasai eksperimen Maksudnya bagaimana misalkan kita meneliti di SMA kemudian kita tentukan IPA1 sebagai kontrol tiba2 sebagai eksperimen kelompok eksperimen disini tidak ada hak kita menentukan siswa mana saja yang masuk IPA 1 siswa mana saja yang masuk IPA 2 ada Ikhlas itu ya udah kelas itu siswanya adanya itu saja ya udah siswa itu tidak kita ubah komposisinya yang awalnya Dipa satu tetap di pasar to yang awalnya ipa2 tetap di Padua sehingga tidak ada random assignment nya tidak ada pengacakan dalam memberikan menentukan siswa itu masuk kontrol atau eksperimen sedangkan di true eksperimen itu Biasanya kita gunakan di meletihkan biologi murni ya adab rendamas random selection maupun Andromax lainnya sambelnya kita pilih secara acak dan kita ketika mengelompokkan Kita juga melakukan secara acak paling mudah misalkan kita meneliti menggunakan mencit kita ambil 10 mencit Sebelum menjadi ini kita ambil acak dari populasi kemudian lima menit secara acak kita Letakkan sebagai kelompok kontrol 5 mencet secara acak kita kelompokkan sebagai kelas er sebagai kelompok eksperimen kelompok perlakuan nah ini sudah masuk true eksperimen penelitian pendidikan juga bisa di tapi di Indonesia sulit perizinan kita mengacak-acak susunan siswa dalam satu sekolah itu tidak memungkinkan Kalau di luar negeri beberapa bisa lanjut The Experiment ya kasus selanjutnya nah ini ini cocok juga kita gunakan kalau kita ingin melakukan penelitian daerah saat ini tadi Kalau p eksperimen kita memberi perlakuan kuasi eksperimen kita juga memberi perlakuan kemudian true eksperimen kita juga memberi perlakuan kemudian kita ingin penelitian yang lebih sederhana yaitu expost facto kita bandingkan beberapa kelompok Namun kita tidak memberikan perlakuan namun perlakuan itu sudah muncul secara alami dari awal sudah ada misalkan di Padang di Malang di Surabaya itu ada sekolah negeri ada sekolah swasta kita ingin membandingkan Apakah literasi informasi antara siswa di negeri dan swasta itu ya kita melakukan perbandingan tapi tidak perlakuan maka sudah masuk ranah Expose facto atau kita ingin melakukan penelitian keterampilan berpikir kita ingin membandingkan antara akademik read tinggi dengan akademik rendah tingkat akademik ini sudah muncul sebelum kita melakukan penelitian lalu kita ingin bandingkan keterampilan berpikir di antara dua kelompok kemampuan akademik tadi maka itu sudah masuk expost facto juga kita ambil datanya sekali kita berikan soal yang sama misalkan 10 soal Kemudian dari 10 soal itu kita koreksi siswa kemampuan akademik tinggi kita ambil 30 misalkan siswa akademik rendah kita ambil 30 kemudian kita bandingkan bisa kita gunakan Anova Nah itu masuk dalam ekspos facto begitu nanti saya berikan satu contoh penelitian saya yang expost facto Oke lanjut oke lanjut ke SS3 ya tadi kan masih 2.2.5 ding misalkan kita tidak ingin memberikan perlakuan lagi Pak saya susah meminta izin melakukan penelitian sekian pertemuan di sekolah Ketika Masa pandemi saya hanya diperbolehkan hanya melakukan penelitian selama satu pertemuan atau hanya selama satu pekan apakah saya masih mungkin melakukan penelitian yang bagus dan berkualitas jawabannya bisa Misalkan kita memilih satu kelas atau dua kelas atau mungkin beberapa kelas ya Kemudian dari beberapa kelas tersebut kita tentukan data apa yang bisa kita ambil dari kelas tadi kita mengambil datanya hanya dalam satu hari saja satu pertemuan saja misalkan kita menyiapkan datalite instrumen literasi kita menyiapkan instrumen literasi informasi dan literasi teknologi ini dua instrumen yang berbeda ya Nah dari literasi informasi menjadi satu instrumen yang berbeda kemudian literasi teknologi kita buat instrumen yang terpisah kemudian setelah dua instrumen tadi sudah siap kita kemudian ke sekolah atau kita menyebarkan instrumen tersebut menggunakan wa melalui Google form kemudian kita tunggu panen datanya kita tunggu datanya terkumpul sehingga sedalam hari itu juga kita kemudian mendapatkan data baik data literasi informasi maupun nitrasi teknologi hanya ada satu kelas tidak ada pria tidak ada pos tidak ada kelompok pembanding data kedua variabel ini bisa kita apakan bisa kita lihat hubungannya karena kita ingin melihat hubungannya maka kita melakukan penelitian korelasional bila kita hanya ingin melihat hubungan dan seberapa amanah kita lihat hubungan dan Bagaimana arah hubungannya Apakah ketika satu variabel naik variabel lainnya naik juga atau sebaliknya satu variabel naik variabel lainnya malah turun Hai analisis yang bisa kita gunakan adalah analisis korelasi ya korelasi kita gunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan dan untuk melihat arah hubungannya positif kah atau negatif kah kalau positif 1 next satunya naik kalau negatif seketika salah satu semakin tinggi variabel lainnya semakin turun kita gunakan korelasi dan korelasi itu ada empat macam ada bersengema ujian ada Point biserial kemudian ada Adaro kemudian hardware mendro ya kemudian yang satu lagi saya lupa nanti bisa dicek 4 itu bisa kita gunakan sesuai dengan kondisi data kita kondisi data apa yang bisa kita gunakan ketika data kita pers havanais kita persen ketika data kita sama-sama berupa data interval atau rasio Coba dibuka lagi diingat lagi skala pengukuran skala pengukur syafa'at macam ya dari yang tertinggi adalah rasio paling rendah adalah nominal sama bilang lupa hilang malah lihat buku silakan pergi ke Youtube saya disitu saya juga ada materi terkait skala pengukuran ketika skala pengukuran tersebut sesuai dengan korelasi pearson kita gunakan version ketika tidak memenuhi asumsi dari person kita gunakan korelasi yang lain namun misalkan kita tidak hanya ingin melihat hubungan tetapi kita ingin tahu apakah satu variabel bisa memprediksi Tingkat atau cabean variabel lainnya misalkan kita ingin tahu hubungan antara literasi informasi dan literasi teknologi dengan hasil belajar dan kita ingin tahu kita ingin bisa memprediksi kalau literasi informasinya Sekian dan literasi teknologinya sekian hasil belajar siswa itu kemungkinan berapa itu bisa kita cari kisah kita analisis bila kita menggunakan analisis regresi Oh ya regresi ada linier sederhana ada berganda sederhana kita gunakan kalau variabel bebas kita hanya satu di contoh kasus ini ada dua variabel bebas yaitu literasi informasi dan teknologi variabel terikatnya satu yaitu hasil belajar karena variabel bebasnya dua kita menggunakan regresi linier berganda nah salah satu output dari regresi linear berganda adalah munculnya formula y = AX + BX + C nah formula ini yang kita gunakan untuk memprediksi hasil belajar Ini Salah satu keunggulan regresi kalau kalian hanya mendekat atau berhenti di korelasi Eman lanjutkan saja ke regresi sama anti silahkan lihat Bagaimana langkah-langkahnya bagaimana juga Apa saja syarat kita melakukan analisis regresi lanjut ke fase selanjutnya Apakah ada jenis penelitian lain yang mungkin bisa kita lakukan ada ini juga mudah tetapi hal nya Insyaallah sangat bagus ya saya dan tim melakukan penelitian semacam ini dan Alhamdulillah sudah diterbitkan di beberapa jurnal di beberapa negara ada yang di Belanda sama Turki ada yang keempat ada yang kedua dan ada yang masuk database suyao penelitiannya hanya survei tapi dengan penelitian survei tersebut kita bisa menuliskan laporan dengan baik asalkan analisisnya bagus misalkan saja kalian ingin mengetahui level pengetahuan praktik dan sikap siswa terhadap covert pengetahuan itu nulis practice to practice ya sikap itu etitude sehingga instrumennya namanya kakap nulis itu praktis KPI terhadap covert itu salah satu instrumen yang kami gunakan ketika kita kami melakukan survei tingkat pengetahuan sikap dan keterampilan atau tindakan siswa terkait dengan covert kami tidak mengambil atau melakukan apa ya kegiatan ke sekolah-sekolah atau perguruan tinggi perguruan tinggi kami hanya menggunakan Google form jadinya instrumen yang kami desain kami kembangkan kami tuangkan menjadi google.com kemudian Google form tersebut kami sebar kami sebar berdasarkan koneksi yang kami miliki Kami tunggu selama beberapa hari terkumpullah data di database Google Drive kita data sudah terkumpul waktunya kita analisis nah analisis yang umum kita gunakan ketika kita memperoleh data seperti itu ada dua knuckle dan regresi logistik Kaiser itu digunakan kalau kita ingin menganalisis Seperti apa ya kayak skor itu kita gunakan ketika kita ingin tahu asosiasi dua variabel categories variabel kategori situ variabel yang membagi data kita menjadi beberapa kelompok misalkan kemampuan akademik tadi Tia variabel kemampuan akademik termasuk variabel categories Kenapa karena dada kita terbagi menjadi dua kategori I nih dan rendah contoh yang lain gender gender itu termasuk categories karena dengan gender kata kita terbagi menjadi dua laki-laki dan perempuan dan contoh-contoh yang lain nah pengetahuan bisa jadi kita apa posisikan sebagai categories yaitu pengetahuannya pengetahuannya good baik ataupun Lemah atau rendah atau low sehingga di sini kita memiliki dua variabel nominal M2 variabel categories ya yang tadi misalkan kita ingin lihat asosiasinya apakah gender dan tingkat pengetahuan terkait copied itu berasosiasi atau tidak saling berkaitan atau tidak cara analisisnya menggunakan kaki Square Grey tadi disini berhak and gender ada laki-laki ada perempuan sedangkan pengetahuan ada tinggi atau rendah misalkan kita juga ingin melihat bagaimana lokasi tempat tinggal siswa kabupaten dan kota ini juga categories kemudian kita lihat sikapnya terhadap covert bagus atau tidak nah ini juga categories kita ingin lihat asosiasinya apakah variabel tempat tinggal dan variabel tingkat sikap itu berasosiasi atau tidak kita gunakan kwe juga namun kalau kita ingin melihat kita punya banyak variabel bebas ya kemudian Variabel terikat kita adalah variabel kategori seperti tadi kita bisa menggunakan regresi logistik misalkan ketika kita melakukan survei tentunya kita juga tidak hanya mengambil data pengetahuan sikap dan praktik juga tetapi kita mengambil data demografi dada demografi itu apa Data demografi tetapi gender lokasi kemudian tingkat kelas kemudian tingkat akademik kemudian misalkan Pekerjaan orang tua nyanyikan demografi kita tidak hanya ingin membandingkan dua variabel tadi tetapi kita lihat variabel-variabel demokrasi ini hubungan demografi Ini hubungannya dengan Variabel terikat kita yaitu level pengetahuan itu seperti apa Nah kalau ada kasus seperti ini kita bisa menggunakan regresi logistik tanah regresi nanti kita juga bisa melihat Bagaimana bila ada perubahan variabel demografi demografi misalkan gendernya kalau laki-laki nanti tingkat pengetahuannya seberapa sih kalau berubah menjadi perempuan atau kita melihat data perempuan maka pengetahuannya berubah atau tidak hanya ada semacam formula yang muncul juga itu menggunakan regresi logistik sama juga sudah ada langkah-langkahnya nanti silakan dicek sendiri lanjut oke sekarang saya sampaikan beberapa kesalahan umum yang menjadi catatan ketik kita bersama ketika kita menggunakan statistik ya salah satu kesalahan umum yang biasa nah atau beberapa orang lakukan adalah dia melakukan analisis memilih teknik analisis tanpa memperhatikan terlebih dahulu skala pengukurannya misalkan kita ingin melakukan uji Anova Variabel terikat kita itu skala pengukurannya harus interval atau rasio kalau Variabel terikat kita nominal atau ordinal nominal itu Misalkan nama kota gender itu nominal ya kalau ordinal itu tingkat kesukaan dari sangat suka menjadi tidak suka kalau variabel kita nominal atau ordinal kita tidak bisa menggunakan Anova Kenapa karena salah satu asumsi Anova adalah skala pengukuran variabel terikatnya adalah variabel continue continue itu interval atau rasio atau yang lainnya tadi korelasi saya katakan katakan korelasi itu ada empat macam kondisi skala pengukuran mempengaruhi korelasi apa yang bisa kita gunakan kadang ada beberapa orang lupa skala pengukurannya dilupakan langsung korelasi langsung Anova itu utama kesalahan yang kedua adalah tidak melakukan pengecekan asumsi langsung saja khususnya misalkan datanya sedikit langsung dianova bakal sebelumnya nopran kita perlu melakukan check normalitas cek homogenitas tapi itu langsung shortcut langsung hipotesis itu kurang mampu memberikan data yang valid kesalahan lain sudah melakukan pengecekan asumsi tapi data yang dicek salah misalkan kita melakukan uji t berpasangan kita melakukan uji Anova kita melakukan ancova dan melakukan regresi semuanya butuh uji normalitas namun data yang diuji dari beberapa analisis ini berbeda kalau data Arofah kita cek normalitasnya perkelompok Uji T berpasangan kita cek data selisih antara dua kelompok data yang kita pilih tadi kemudian kita normalitas kan kalau ancova bukan data berkelompok bukan darah selisih posttest dan princess tetapi data residual begitu juga Kesi semuanya berbeda sama-sama normalitas tetapi data yang dicek distribusi normalitasnya berbeda kemudian salah memilih uji nonparametrik yang tadi saya katakan statistika inferensia itu bisa kita kelompokkan menjadi dua yaitu parametrik dan non-parametrik parametrik ada asumsi yang perlu kita cek misalkan normalitas namun ketika asumsi tersebut tidak terpenuhi kita bisa beralih ke nonparametrik sayangnya ketika beralih ke nonparametrik Terkadang saya baca ada penelitian yang pemilihan nonparametrik nya kurang tepat non parametrik yaitu macam-macam nanti juga bisa dilihat sendiri karena tidak mungkin kita saya sampaikan Disini Nanti silahkan belajar di channel saya lagi sudah lengkap ya kemudian salah memilih uji lanjut pada uji nonparametrik kalau uji parametrik enak kita menggunakan SPSS misalkan kita ujian Ova uji lanjutnya langsung kita centang LX sedih atau dan kena atau Turki Hai namun ketika analisis kita beralih ke nonparametrik kita perlu langkah-langkah khusus kita perlu modifikasi langkah di SPSS sehingga uji Lanjut nonparametrik Nya muncul kadang karena tidak bisa melakukan uji lanjut nonparametrik kita langsung menggunakan uji yang parametrik atau misalkan kita membandingkan dua kelompok 2 kelompok tanpa melakukan koreksi yang namanya koreksi bonferroni itu perlu kita lakukan terlebih dahulu kemudian yang terakhir adalah salah melakukan pelaporan dan penginterpretasian hasil analisis ya kalau kita membaca datang misalkan hasil SPSS yang kita lihat adalah yang utama adalah value-nya salah satu Alfa salah satu level yang kita gunakan untuk menentukan Apakah hipotesis kita terkontrol atau tidak adalah berdasarkan p-value nya apakah kurang dari 0,05 atau lebih dari 0,05 kemudian Hai astatis hidungnya misalkan editing t-hitung itu sebagai informasi pelengkap Adas Adakalanya seseorang melakukan penelitian udah melakukan uji asumsi sudah melakukan uji hipotesis pemilihan uji parametrik nya tepat namun ketika membaca hasilnya salah dia 05 nya bukan dilihat dari value-nya tetapi dilihat dari f hitungnya itu beberapa kali ada yang melakukan kesalahan seperti itu Nah pelaporan dan pengendalian interpretation penting percuma analisisnya betul kalau pelaporannya salah dan cara melaporkannya pun juga Tidak sembarangan ada komponen-komponen penting yang perlu kita sampaikan dan statistika deskriptif yang saya sampaikan di awal tadi selalu menjadi pendamping ketika kita melaporkan statistika inferensia nya kita menggunakan Anova tetapi rerata dan standart deviasi tetap harus muncul kita menggunakan nonparametrik misalkan Nova median dari setiap kelompok juga tetap harus muncul dan formatnya itu juga sudah ditentukan misalkan Universitas kita atau jurnal yang kita tuju menggunakan IPS style format penulisan apa ya American psychological Association maka formatnya sudah ditentukan Bagaimana menuliskan rata urutannya rerata dengan standar deviasi dengan F hitung dengan t value itu seperti apa itu ada sama nanti silahkan lihat juga di tutorial saya saya juga menjelaskan cara menulis pelaporan dengan tepat najud nah ini contoh publikasinya kita lihat secara singkat saja misalkan ini ini kami melakukan survei Seperti yang saya jelaskan tadi ini masuk ke journal elsevier ia terindeks scopus dan sudah masuk database Who kami tidak melakukan pengambilan data ke sekolah atau universitas kami hanya menyebarkan survei menggunakan Google form namun hasil yang kami peroleh bisa menjadi temuan yang penting untuk cuti baik di dunia kesehatan maupun pendidikan begitu lanjut dicontoh selanjutnya ini juga saya disini melakukan penelitian juga sederhana menyebarkan tes hanya satu pertemuan aja ke beberapa sekolah kemudian kita analisis kemudian dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut kemudian dijadikan semacam laporan publikasi ini dan alhamdulillah ini sudah masuk di jurnal IPA salah satu zona lipat terbaik di Indonesia karena dia termasuk scopus Q2 sederhana tetapi juga menghasilkan informasi yang juga penting untuk ditindaklanjuti dan sebagai dasar penelitian selanjutnya lanjut contoh yang terakhir nah ini juga Sudah terbit unit itu tidur kita terindeks scopus kedua juga ini kami melakukan penelitian bersama senior saya Pak husama dan Pak Abdul Kadir ka Prodi S2 pendidikan biologi 2 mm nah di penelitian ini kami melakukan penelitian Apakah HIV cbl Hybrid itu blended ya gabungan antara online dan offline seru yang saya sampaikan tadi Apakah Hybrid pjbl itu memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar keterampilan berpikir kreatif dan motivasi belajar siswa kalau di sini kita memberikan perlakuan berbeda dengan dua contoh menelitian tadi tanpa perlakuan hanya berinstrumen nah yang disini kami melakukan beberapa perlakuan selama beberapa pertemuan kemudian sebelum perlakuan British dikumpulkan setelah perlakuan posttest dikumpulkan kemudian data di kelas kontrol dengan eksperimen kita analisis menggunakan ancova kemudian dijadikan lah publikasi seperti ini lanjut nah ini bagian terakhir singkat saja referensi rekomendasi yang bisa kalian lihat nah Disini yang di channel YouTube Saya sudah membuat beberapa playlist playlist nya ada playlist khusus statistik khas khusus tutorial SPSS khusus desain penelitian khusus instrumen dan ada juga yang khusus genetika dan biologi nanti silahkan dilihat bila ingin belajar lebih lanjut lanjut lagi ini salah satu playlistnya yaitu desain penelitian di situ Nanti kalian bisa belajar banyak karena di kuliah umumnya tidak mungkin saya jelaskan satu persatu dan terakhir di slide yang selanjutnya nah ini playlist tutorial SPSS yang saya sampaikan tadi dari video pertama Bagaimana cara berkenalan dengan SPSS sehingga video lain yang menyampaikan dari penyiapan data hingga pelaporan data dan bagaimana ketika datanya tidak memenuhi asumsi dan apa uji nonparametrik yang bisa digunakan ketika data kita tidak mempunyai uji asumsi tersebut Oke terima kasih silakan di slide selanjutnya yaitu slide penutup Terima kasih salamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hi Ho