Transcript
Bqa3U2Nww2Q • Pengantar Statistika Inferensia: Mengenal Uji Hipotesis
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0057_Bqa3U2Nww2Q.txt
Kind: captions
Language: id
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di
channel YouTube saya
eniklopedia Ahmad Fauzi channel yang
menjelaskan berbagai hal yang berkaitan
dengan statistika penelitian pendidikan
dan berbagai pengetahuan yang mungkin
dapat meningkatkan pengetahuan ataupun
keterampilan
kalian di video Sebelumnya kita telah
mempelajari statistika deskriptif
sedangkan di video kali ini kita akan
memasuki konsep baru yaitu statistika
inferensia dan di video ini saya hanya
akan memfokuskan pada pengantar terkait
statistika inferensia itu apa dan apa
saja cakupannya serta kita akan mulai
mengenal uji hipotesis di dalam
statistika
inferensia seperti yang kita pelajari di
beberapa video sebelumnya statistika
secara garis besar bisa kita bagi
menjadi di dua metode utama yang pertama
adalah statistika deskriptif dan yang
kedua adalah statistika
inferensia kita coba ingat lagi apa
perbedaan keduanya karena ini merupakan
konsep dasar yang perlu benar-benar kita
kuasai ketika kita ingin mendalami atau
mempelajari
statistika bila kita berbicara
statistika
deskriptif maka kita ingin
mendeskripsikan atau menggambarkan
kondisi dari data kita data tersebut
bisa data sampel ataupun data populasi
misalkan kita memiliki Sekumpulan data
dan kita ingin mewakili Kumpulan data
tersebut menggunakan satu angka atau
beberapa angka yang dapat mewakili
keseluruhan kondisi data tersebut maka
kita menggunakan statistika deskriptif
karena fungsinya mendeskripsikan
mewakili atau merangkum atau
merepresentasikan kelompok data yang
kita
miliki di sisi lain ketika kita
menggunakan statistika inferensia kita
ingin
memberikan prediksi atau ingin
menggambarkan kondisi populasi
berdasarkan data dari sampel kita
jadinya kita memiliki sampel sampel itu
merupakan bagian dari populasi dan dari
sampel tersebut kita analisis dan hasil
analisisnya kita ingin
generalisasikan untuk
menggambarkan kondisi populasi secara
keseluruhan itu perbedaan utama antara
statistika deskriptif dengan statistika
inferensia untuk mempermudah pemahaman
kita terkait statistika inferensia dan
populasi serta sampel kita bisa melihat
ilustrasi seperti ini misalkan kita akan
melakukan
penelitian dan wilayah penelitiannya
saya ilustrasikan sebagai kotak yang ada
di layar ini dan kemudian subjek di
dalam populasi tersebut saya wakili
sebagai tanda titik hitam ada begitu
banyak tanda titik hitam di dalam
populasi ini kemudian kita ingin
melakukan penelitian ingin mengetahui
kondisi di dalam populasi ini namun
sumber daya kita terbatas kita tidak
memiliki waktu untuk dapat mengumpulkan
data di setiap subjek dari populasi ini
kita juga tidak memiliki B
sehingga kita tidak mungkin mendatangi
subjek satu persatu dan mengumpulkan
data dari setiap subjek tersebut oleh
karena
itu kita
kemudian mengambil beberapa subjek di
dalam populasi ini kita ambil secara
random atau secara acak kemudian
kelompok-kelompok yang mewakili populasi
ini kita teliti lebih
lanjut nah subjek-subjek yang kita ambil
secara ROM ini kita anggap sebagai
sampel ya dan proses pengambilan sampel
ini kita kenal sebagai proses sampling
yang membunuhkan membutuhkan teknik
sampling yang baik sehingga sampel yang
kita ambil dianggap atau diasumsikan
dapat mewakili populasi secara
keseluruhan begitu ya jadinya populasi
kita subjeknya banyak kita tidak mungkin
mengambil data dari setiap subjek di
dalam populasi sehingga kita mengambil
perwakilan mengambil sebagian dari
populasi dan sebagian dari populasi yang
kita ambil untuk kita teliti itu kita
kenal sebagai sampel dan pengambilannya
menggunakan teknik yang tepat sehingga
sampel yang kita ambil dapat dengan baik
mewakili kondisi dari populasi secara
keseluruhan Nah sekarang kita sudah
memiliki sampel sampel jumlah subjeknya
lebih sedikit Oleh karena itu kita bisa
menghitung berbagai statistik yang dapat
mewakili kondisi sampel tersebut ingat
ya statistik statistik itu angka yang
dapat mewakili kondisi dari sampel
misalkan rata atau min itu termasuk
statistik dan kalau kita menuliskannya
dengan simbol statistik bisa dilihat di
video sebelumnya kita menggunakan X
Barah X bar itu Min statistik Min dari
sampel karena angka tersebut mewakili
sampel kita kenal sebagai statistik
kalau mewakili populasi kita kenal
sebagai parameter atau kita ingin
menghitung standar deviasinya seberapa
tersebarkah data di dalam sampel ini
maka kita menghitung standar deviasi
kemudian standar deviasi tersebut kita
sebut juga sebagai statistik karena
standar deviasi tersebut mewakili sampel
begitu nah karena kita memiliki sampel
kemudian kita menghitung dan
mengumpulkan data dari setiap subjek
kemudian kita hitung reratanya misalkan
sehingga kita mendapatkan angka rerata
sehingga kita dapat menyimpulkan rerata
yang ada di sampel tersebut adalah
sekian sehingga dapat kita katakan
statistik dari sampel kita ketahui di
sisi lain parameter dari populasi tidak
diketahui Kenapa karena tadi kita hanya
melibatkan sampel saja dalam analisis
data kita hanya menghitung rerata di
dalam sampel sehingga statistiknya
diketahui tetapi parameter dari populasi
tidak ketahui rerata sampel diketahui
rerata populasi tidak diketahui Lalu
bagaimana caranya agar kita bisa
mengetahui Parameter tersebut atau
setidaknya memprediksi atau
memperkirakan Nah di sini kita
membutuhkan keberadaan statistika
inferensia dengan menggunakan statistika
inferensia kita dapat menginver kita
dapat
menggeneralisasikan kondisi di dalam
sampel untuk menggambarkan kondisi
populasi secara
keseluruhan Itulah salah satu fungsi
utama dari statistika
inferensia dan bila kita berbicara
statistika
inferensia ada dua aktivitas utama yang
kita lakukan di dalam statistika
inferensia yang pertama adalah
mengestimasi atau menduga melakukan
pendugaan sedangkan yang kedua adalah
melakukan uji
hipotesis ada
suatu saat mungkin kalian perlu
melakukan
estimasi namun di waktu lain Mungkin
kalian perlu melakukan uji hipotesis
tergantung tujuan penelitian Anda
ataupun Tergantung apa yang ingin anda
cari lalu Apa perbedanya perbedaannya
antara estimasi dan uji hipotesis
estimasi itu secara garis besar adalah
menduga menduga apa kita menduga
parameter di dalam populasi berdasarkan
statistik di sampel kita memiliki angka
ya angka misalkan rerata itu kan
statistik sampel dari rerata ini kita
gunakan sebagai dasar untuk
mengestimasi reratanya populasi atau
parameternya populasi inilah yang
dinamakan melakukan estimasi dan rata di
sampel tersebut tadi kita kenal sebagai
estimator
begitu dan estimasi sendiri dapat kita
bagi menjadi dua yaitu estimasi titik
dan estimasi interval kalau kita
menduganya hanya dengan satu nilai
tunggal itu dikenal sebagai estimasi
titik namun kalau nilai yang kita
sampaikan adalah rentangan itu namanya
estimasi
interval misalkan kita mendoga rerata
berat badan penduduk di wilayah
kabupaten Malang adalah 70 kg nah 70 kg
itu hanya satu nilai tunggal itu namanya
estimasi titik namun kalau kita
mengestimasi misalkan pendapatan per
kapita penduduk di wilayah Bogor adalah
2 juta hingga r.500 itu namanya estimasi
interval karena ada rentangan nilainya
yang kita gunakan bukanlah nilai tunggal
tetapi rentangan ya itu perbedaan antara
estimasi titik dengan estimasi
interval dan saya ingatkan lagi kalau
estimasi kita menggunakan statistik di
sampel untuk menduga parameter di
populasi lalu uji hipotesis itu apa
kalau uji hipotesis kita
memiliki dugaan terhadap parameter
populasi jadya kita memiliki prediksi
terhadap kondisi dari populasi kemudian
nanti kita ingin menguji Apakah
hipotesis tersebut Apakah dugaan
tersebut dapat diterima atau
ditolak nanti kita lihat contoh kasusnya
agar lebih mudah mem perbedaan estimasi
dan uji hipotesis Nah kalau kita
berbicara uji hipotesis sendiri Kita
akan mengenal dua istilah hipotesis
dalam statistik yaitu hipotesis 0 dan
hipotesis
alternatif secara garis besar hipotesis
0 itu menyatakan tidak ada tidak ada
hubungan tidak ada perbedaan itu
hipotesis nol kalau ada hubungan ada
perbedaan itu hipotesis alternatif
prinsip dasarnya perbedaan nya adalah di
situ ya jadinya hipotesis nol itu lebih
ke Pernyataan yang
menyatakan tidak ada hubungan atau tidak
ada
perbedaan sedangkan hipotesis alternatif
sebaliknya Oleh karena itu hipotesis no0
dan hipotesis alternatif selalu
berkebalikan dan ketika kita melakukan
uji hipotesis menggunakan statistika
inferensia tidak mungkin kedua hipotesis
ini sama-sama diterima atau sama-sama
ditolak pasti salah satu diterima dan
salah satu ditolak Kenapa karena
keduanya saling berkebalikan
oke sekarang misalkan kita memiliki
contoh kasus seperti ini pemerintah di
suatu negara ingin mengestimasi rerata
pendapatan seluruh penduduknya di masa
pandemi Namun karena jumlah penduduk
negara tersebut mencapai ratusan juta
maka pengambilan data ke seluruh
penduduk tidak memungkinkan di lakukan
dalam waktu yang dekat Oleh karena itu
pemerintah mencatat pendapatan beberapa
warga negara yang diposisikan sebagai
sampel setelah data dikumpulkan kemudian
pemerintah mengestimasi bahwa pendapatan
warga negaranya selama pandemi adalah
sebesar Rp2 juta ini merupakan contoh
ketika kita melakukan estimasi dan ini
termasuk dalam estimasi titik kenapa
karena kita menggunakan nilai tunggal
yaitu 2 juta bukan rentangan sehingga
bukan estimasi
interval dan hasil perhitungan dari
sampel misalkan rerata yang kita dapat
dari sampel atau statistik sampel tadi
kita kenal sebagai
estimator dan dari estimator tersebut
kita kemudian mengestimasi rerata secara
keseluruhan rerata populasi warga negara
di negara
tersebut ya ini contoh dari estimasi
sekarang kita lihat contoh kasus
kedua seorang peneliti ingin menguji
pengaruh senyawa temuannya dalam
menanggulangi permasalahan hama lalat
buah intinya misalkan ada peneliti
membuat atau menemukan senyawa baru ya
kemudian peneliti tersebut memiliki
hipotesis bahwa senyawa tersebut dapat
secara signifikan menurunkan tikan
kesuburan lalat buah lalat buah itu
salah satu hama ya dan lalat buah itu
sekali kawin dapat menghasilkan 100 anak
nah peneliti ini berhipotesis kalau
senyawa yang dia temukan dia gunakan ke
alhama lalat buah maka lalat buah
tersebut kesumbberannya akan
menurun dalam penelitiannya peneliti
tersebut melibatkan 50 pasang lalat buah
ini sampelnya setelah melakukan
penelitian tersebut dia menyimpulkan
bahwa senyawa temuannya dapat menurunkan
tingkat kesuburan lalat buah sehingga
dia hanya melibatkan 50 pasang lalat
buah sebagai sampel namun kesimpulannya
digeneralisasikan untuk seluruh lalat
buah yang ada di wilayah tersebut lalat
buah di wilayah tersebut tentunya tidak
hanya 50 bisa ratusan atau ribuan tetapi
di dalam penelitiannya dia hanya
melibatkan 50 pasang lalat buah dia
punya senyawa sehingga dia mempunyai
hipotesis
penelitian untuk menguji hipotesis
tersebut dia akan melakukan statistika
inferensia
namun sebelum melakukan statistika
inferensia dia harus membuat hipotesis
statistik terlebih dahulu sehingga dari
contoh kasus ini kita mengenal istilah
baru ada hipotesis statistik ada
hipotesis penelitian ini adalah dua hal
yang berbeda yang seringkiali disamakan
padahal sebetulnya berbeda Apa
perbedaannya nanti akan kita lihat tetap
di video ini tetapi di bagian agak
belakang gitu
ya Nah sekarang kita lihat terlebih
dahulu hipotesis statistik Seperti yang
saya katakan tadi hipotesis statistik
itu selalu terdiri atas dua yaitu
hipotesis 0 dan hipotesis alternatif
yang saling
berkebalikan Jadinya kalau kita
berbicara hipotesis statistik kita
langsung menuliskan dua h0 dan ha atau
ada juga yang menuliskan h0 dan H1 h0
atau Ho itu sama ya sedangkan H1 itu
sama dengan ha a itu alternatif begitu
ya Jadinya kalau ada referensi lain atau
ada artikel atau ada skripsi atau ada
laporan ilmiah yang menuliskan h0 dan H1
H1 itu sama dengan ha dan seperti yang
saya katakan tadi hipotesis statistik
selalu ada dua tidak dituliskan salah
satu saja contoh pertama misalkan ini h0
miu1 =
miu2 Miu itu kan parameter rerata
populasi sehingga di sini dikatakan miu1
= mi2 dapat kita Artikan rerata dua
populasi tidak berbeda Miu 1 itu rerata
populasi 1 Miu 2 rerata populasi 2 Miu
adalah simbol parameter simbol rerata
untuk
populasi ha-nya hipotesis alternatifnya
adalah Miu 1 tidak sama dengan mi2
sehingga dapat kita maknai rarata dua
populasi berbeda
ini contoh pertama contoh hipotesis
statistik yang lain bagaimana Nah
misalkan ini tetap kita tulis harus
dua-duanya h0 dan H alternatifnya harus
kita tulis keduanya
h0 di sini kita tulis rho = 0 Nah rho
itu merupakan simbol dari koefisien
korelasi korelasi itu hubungan h0-nya
rho = 0 sehingga dapat kita maknai
koefisien korelasi populasi adalah 0
ketika korelasi koefisiennya 0 itu
artinya tidak ada
hubungan hipotesis alternatifnya adalah
kebalikan dari H 0 tadi sehingga kita
Tuliskan rho tidak sama dengan 0
sehingga kita maknai koefisien korelasi
populasi tidak sama dengan 0 sehingga
ada hubungan begitu ya karena tadi
prinsipnya kalau koefisien korelasinya
sebesar 0 itu artinya tidak ada hubung
kalau koefisien korelasinya tidak sama
dengan 0 bisa 0,2 bisa 0,5 atau - 0,7
itu artinya ada hubungan ini contoh cara
kita menuliskan hipotesis statistik
selalu ada 2 h0 dan ha atau h0 dan H1
dan kemudian ada formula statistiknya
ini karakteristik dari penulisan
hipotesis statistik ada formula
statistiknya ada model statistiknya
nah Seperti yang saya sampaikan tadi
hipotesis itu ada dua macam yang pertama
adalah hipotesis statistik dan yang
kedua adalah hipotesis penelitian
hipotesis statistik tadi sudah saya
jelaskan bahwa kita mengenal hipotesis 0
dan hipotesis alternatif atau
H1 kemudian kita juga mengenal hipotesis
yang lain yaitu hipotesis penelitian
yang tadi saya singgung di kasus kedua
yaitu ketika ada peneliti yang
memperoleh atau menemukan senyawa a
kemudian dia ingin melakukan penelitian
Apakah senyawa a berpengaruh terhadap
tingkat kesuburan lalat
buah Lalu apa perbedaan hipotesis
statistik dan hipotesis penelitian untuk
membedakan kedua hipotesis ini kita
harus lebih dahulu paham apa itu
hipotesis penelitian dan mengapa
hipotesis penelitian dapat
muncul oke ketika kita melakukan
penelitian kita selalu berangkat dari
permasalahan ya misalkan kita melakukan
penelitian misalkan ya kita beri contoh
lain sekarang kita mengambil contoh dari
dunia pendidikan misalkan sekarang
pembelajaran jarak jauh karena masa
pandemi dan muncul permasalahan baru
yaitu hasil belajar siswa menjadi lebih
rendah ini
permasalahan kemudian kita mengkaji
sebagai alternatif pembelajaran yang
mungkin dapat meningkatkan atau
mengoptimalkan pemberdayaan hasil
belajar siswa di masa pandemi misalkan
kita menemukan pembelajaran-pembelajaran
kooperatif pembelajaran-pembelajaran
yang melibatkan siswa untuk berkelompok
Namun karena pembelajarannya online
nanti pengelompokannya secara online
diskusinya secara online di dalam
kelompok
masing-masing Nah dari sini kemudian
akan muncul istilah yang kita kenal
sebagai pertanyaan penelitian misalkan
adakah pengaruh penerapan pembelajaran
kooperatif berbasis online terhadap
hasil belajar siswa itulah pertanyaan
penelitian Penelitian berangkat dari
permasalahan permasalahan kita dapat
dari mengobservasi keadaan sekitar kita
dan membaca berbagai literatur yang ada
kemudian kita memunculkan pertanyaan
penelitian misalkan tadi adakah pengaruh
penerapan pembelajaran kooperatif
berbasis online terhadap hasil belajar
siswa Nah dari pertanyaan penelitian ini
kemudian kita memiliki atau merumusan
merumuskan jawaban sementara yang kita
kenal juga sebagai hipotesis penelitian
karena pertanyaannya adalah adakah
pengaruh model pembelajaran koperatif
berbasis online terhadap hasil belajar
siswa maka jawaban sementara atau
hipotesis penelitian kita misalkan
adalah ada pengaruh model pembelajaran
koperatif berbasis online untuk
meningkatkan hasil belajar siswa nah
prediksi awal kita inilah yang dikenal
sebagai hipotesis
penelitian jadinya hipotesis penelitian
selalu didasarkan pada pertanyaan
penelitian yang telah dirumuskan
sebelumnya dan dalam menentukan
hipotesis penelitian harus ada dasar
tadi kita katakan ada pengaruh dasarnya
apa karena kita telah melakukan kajian
berbagai pustaka ternyata model
pembelajaran kooperatif itu berpotensi
Meningkatkan hasil belajar di berbagai
negara Nah sekarang kita terapkan di
Indonesia dengan dasar temuan di
berbagai negara di penelitian-penelitian
terdahulu tadi akhirnya kita memiliki
hipotesis bahwa penerapan pembelajaran
semacam ini juga dapat meningkatkan
hasil belajar di
Indonesia begitu ya jadinya hipotesis
penelitian selalu berkaitan dengan
pertanyaan penelitian dan Pernyataan di
dalam hipotesis penelitian itu
didasarkan pada kajian ilmiah yang telah
kita lakukan sebelumnya
kita tidak sembarangan menentukan
hipotesis
penelitian Nah kalau kita tadi
mengatakan ada pengaruh model
pembelajaran maka penelitiannya secara
sederhana bisa kita lakukan seperti ini
kita melibatkan dua kelas kelas yang
pertama itu diberi pembelajaran biasa
konvensional atau kontrol misalkan hanya
melalui WhatsApp grup guru hanya
memberikan materi atau video kemudian di
kelas yang selanjutnya dikatakan sebagai
kelas eksperimen kelas perlakuan nah di
kelas perlakuan ini kita berikan model
pembelajaran berbasis koperatif tadi
koperatif berbasis online tadi sehingga
ada dua
kelompok hipotesis penelitian kita
adalah ada pengaruh penerapan model
pembelajaran kooperatif berbasis online
sehingga pengaruh tersebut bisa
disimpulkan ada bila rerata hasil
belajar dari kedua kelas ini nanti
berbeda setelah Perlakuan di berikan
jadinya ada perbedaan rerata hasil
belajar antara kelas eksperimen dan
kelas
kontrol sehingga hipotesis penelitian
ini sejalan dengan
hipotesis
alternatif ya ingat tadi hipotesis
statistik itu ada dua hipotesis nol dan
alternatif hipotesis nol itu biasanya
redaksinya ada tulisan tidak tidak ada
hubungan tidak ada perbedaan sedangkan
hipotesis alternatifnya kebalikannya ada
hubungan ada perbedaan nah di contoh
kasus penelitian tadi karena kita punya
hipotesis ada pengaruh penerapan
pembelajaran koperatif berbasis online
terhadap hasil belajar maka harapan kita
ada
perbedaan antara kelas eksperimen dengan
kelas kontrol sehingga hipotesis
penelitian kita sejalan dengan hipotesis
alternatif begitu dan di sini bisa kita
lihat hipotesis penelitian hanya satu
pernyataan kalau hipotesis statistik
selalu ada dua 0 dan alternatif 1 dan 2
kalau hipotesis penelitian selalu hanya
ada satu pernyataan yang didasarkan pada
kajian ilmiah yang telah kita lakukan
sebelumnya di contoh yang seperti ini
hipotesis penelitiannya sama dengan atau
sejalan dengan hipotesis alternatif
namun ada kalanya hipotesis penelitian
kita sejalan dengan hipotesis nol bukan
hipotesis alternatif misalkan kita
melakukan penelitian kita ingin tahu
apakah gender jenis kelamin itu
berpengaruh terhadap hasil belajar dan
setelah kita melakukan kajian berbagai
referensi ilmiah ternyata berbagai
referensi tersebut condong terhadap
kesimpulan umum yang menyatakan bahwa
laki-laki dan perempuan itu performa
belajarnya sama misalkan seperti itu
laki-laki dan perempuan itu biasanya
memiliki capaian akademik yang sama
sehingga dengan berbagai kajian yang
telah kita lakukan tadi akhirnya kita
mempunyai hipotesis penelitian tidak ada
pengaruh jenis kelamin terhadap hasil
belajar siswa maka hipotesis penelitian
ini sejalan dengan hipotesis
nolnya sehingga di sini bisa kita
simpulkan hipotesis penelitian dapat
saja sejalan dengan hipotesis
alternatif namun di penelitian yang lain
hipotesis penelitian bisa saja sejalan
dengan hipotesis nolnya ini penting
perlu kita pahami karena banyak yang
mengira bahwa hipotesis penelitian itu
selalu sama dengan hipotesis alternatif
jadinya hipotesis penelitian itu selalu
menyatakan ada hubungan ada perbedaan
padahal bisa saja hipotesis penelitian
kita itu bisa saja tidak ada hubungan
tidak ada perbedaan karena prinsip
mengemukakan atau merumuskan hipotesis
Penelitian adalah dari kajian ilmiah
yang telah kita lakukan itu harus
menjadi dasar konsep dasar yang perlu
kita pegang agar tidak terpengaruhi oleh
miskonsepsi yang telah beredar luas saat
ini begitu ya Nah sekarang kita tadi
sudah menjelaskan bahwa hipotesis
penelitian itu menjawab pertanyaan
penelitian dan pertanyaan penelitian
muncul di awal ketika kita ingin
melakukan
penelitian sehingga sebelum kita
melakukan penelitian kita secara umum
melakukan dua tahapan utama yaitu
merumuskan pertanyaan penelitian
kemudian merumuskan hipotesis
penelitian kemudian setelah kita
merumuskan hipotesis penelitian maka
hipotesis ini perlu kita
uji untuk menguji hipotesis penelitian
ini kita perlu menentukan uji statistik
yang
cocok nah uji statistik ini tentunya
akan menguji hipotesis hipotesis yang
diuji Dalam uji statistik bukan
hipotesis penelitian tetapi hipotesis
statistik nah sehingga urutannya seperti
ini setelah kita merumuskan hipotesis
penelitian kita merumuskan hipotesis
statis
statistiknya kalau tadi di kasus contoh
yang pertama ada pengaruh model
pembelajaran terhadap hasil belajar maka
hipotesis nolnya adalah tidak ada
perbedaan rerata antara hasil belajar
antara kelas eksperimen dengan kelas
kontrol Nah itu hipotesis nol dari
hipotesis statistik didasarkan pada
hipotesis penelitian kita hipotesis
alternatifnya Seperti apa ada perbedaan
rata antara kelas kontrol dengan kelas
eksperimen atau dalam redaksi yang lain
kelas eksperimen tidak eh kelas
eksperimen memiliki rerata yang berbeda
dengan kelas kontrol itu hipotesis
alternatif Dar hipotesis statistik
berdasarkan hipotesis penelitian yang
kita miliki Nah sekarang hipotesis
statistiknya sudah ada waktunya kita
melakukan uji
statistik untuk
menentukan manakah yang dapat diterima
hipotesis nol atau hipotesis
alternatif Nah dari sini nanti kita bisa
menyimpulkan Apakah hipotesis penelitian
kita diterima atau
tidak kalau kita berbicara uji statistik
sebetulnya yang diuji adalah hipotesis
nnya ya dari hipotesis no0 tersebut
Nanti bisa kita simpulkan Apakah h0 kita
ditolak atau h0 kita gagal ditolak ingat
sekali lagi h0 itu menyatakan tidak ada
hubungan atau tidak ada
perbedaan sehingga dari contoh kasus
tadi misalkan kita menerapkan model
pembelajaran hak nolnya adalah tidak ada
perbedaan rata hasil belajar antara
kelas eksperimen dan kelas kontrol uji
statistik kita gunakan untuk menguji
ketepatan dari hipotesis 0 ini sehingga
kesimpulannya nanti ada dua
kemungkinannya Apakah h0-nya ditolak
atau apakah h0-nya gagal ditolak Kalau
h0-nya ditolak artinya hipotesis no0nya
tidak dapat
diterima kalau h0-nya gagal ditolak
artinya hipotesis nolnya dapat
diterima Nah dari hasil ujiat ini
kemudian nanti kita bisa menyimpulkan
Apakah hipotesis penelitian yang telah
kita rumuskan sebelumnya tadi dapat
diterima atau tidak Itu urutannya ketika
kita melakukan penelitian kita mencari
masalah terlebih dahulu kemudian kita
rumuskan permasalahan kita Setelah itu
kita Nyatakan atau kita rumuskan
pertanyaan penelitian kita dari
pertanyaan penelitian tersebut akan
muncul jawaban sementara kemudian kita
rumuskan hipotesis
penelitian hipotesis penelitian
didasarkan pada kajaan ilmiah yang telah
kita lakukan dari hipotesis penelitian
tersebut kemudian kita Munculkan
hipotesis statistik yang selalu
bercabang du h0 dan H1 atau Ho dengan H
alternatif Nah setelah hipotesis
statistik kita Munculkan lalu waktunya
kita melakukan pengujian hipotesis
menggunakan uji statistik
uji statistik kita gunakan untuk menguji
hipotesis no0 kita Hasil pengujian
hipotesis nol kita jadikan dasar untuk
menentukan Apakah hipotesis penelitian
kita diterima atau
ditolak itu gambaran dasar Bagaimana uji
hipotesis berperan dalam penelitian
kita demikian pengantar terkait
statistika inferensia dan gambaran umum
terkait uji hipotesis di video
selanjutnya akan kita explore lagi akan
kita berdalam lagi ragam dan macam
penggunaan uji hipotesis dalam
statistika
inferensia Oleh karena itu silakan nanti
ikuti di video-video selanjutnya dan
terima kasih telah menyimak video kali
ini mohon maaf bila ada kesalahan
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh