Transcript
Bqa3U2Nww2Q • Pengantar Statistika Inferensia: Mengenal Uji Hipotesis
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0057_Bqa3U2Nww2Q.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya eniklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan statistika penelitian pendidikan dan berbagai pengetahuan yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian di video Sebelumnya kita telah mempelajari statistika deskriptif sedangkan di video kali ini kita akan memasuki konsep baru yaitu statistika inferensia dan di video ini saya hanya akan memfokuskan pada pengantar terkait statistika inferensia itu apa dan apa saja cakupannya serta kita akan mulai mengenal uji hipotesis di dalam statistika inferensia seperti yang kita pelajari di beberapa video sebelumnya statistika secara garis besar bisa kita bagi menjadi di dua metode utama yang pertama adalah statistika deskriptif dan yang kedua adalah statistika inferensia kita coba ingat lagi apa perbedaan keduanya karena ini merupakan konsep dasar yang perlu benar-benar kita kuasai ketika kita ingin mendalami atau mempelajari statistika bila kita berbicara statistika deskriptif maka kita ingin mendeskripsikan atau menggambarkan kondisi dari data kita data tersebut bisa data sampel ataupun data populasi misalkan kita memiliki Sekumpulan data dan kita ingin mewakili Kumpulan data tersebut menggunakan satu angka atau beberapa angka yang dapat mewakili keseluruhan kondisi data tersebut maka kita menggunakan statistika deskriptif karena fungsinya mendeskripsikan mewakili atau merangkum atau merepresentasikan kelompok data yang kita miliki di sisi lain ketika kita menggunakan statistika inferensia kita ingin memberikan prediksi atau ingin menggambarkan kondisi populasi berdasarkan data dari sampel kita jadinya kita memiliki sampel sampel itu merupakan bagian dari populasi dan dari sampel tersebut kita analisis dan hasil analisisnya kita ingin generalisasikan untuk menggambarkan kondisi populasi secara keseluruhan itu perbedaan utama antara statistika deskriptif dengan statistika inferensia untuk mempermudah pemahaman kita terkait statistika inferensia dan populasi serta sampel kita bisa melihat ilustrasi seperti ini misalkan kita akan melakukan penelitian dan wilayah penelitiannya saya ilustrasikan sebagai kotak yang ada di layar ini dan kemudian subjek di dalam populasi tersebut saya wakili sebagai tanda titik hitam ada begitu banyak tanda titik hitam di dalam populasi ini kemudian kita ingin melakukan penelitian ingin mengetahui kondisi di dalam populasi ini namun sumber daya kita terbatas kita tidak memiliki waktu untuk dapat mengumpulkan data di setiap subjek dari populasi ini kita juga tidak memiliki B sehingga kita tidak mungkin mendatangi subjek satu persatu dan mengumpulkan data dari setiap subjek tersebut oleh karena itu kita kemudian mengambil beberapa subjek di dalam populasi ini kita ambil secara random atau secara acak kemudian kelompok-kelompok yang mewakili populasi ini kita teliti lebih lanjut nah subjek-subjek yang kita ambil secara ROM ini kita anggap sebagai sampel ya dan proses pengambilan sampel ini kita kenal sebagai proses sampling yang membunuhkan membutuhkan teknik sampling yang baik sehingga sampel yang kita ambil dianggap atau diasumsikan dapat mewakili populasi secara keseluruhan begitu ya jadinya populasi kita subjeknya banyak kita tidak mungkin mengambil data dari setiap subjek di dalam populasi sehingga kita mengambil perwakilan mengambil sebagian dari populasi dan sebagian dari populasi yang kita ambil untuk kita teliti itu kita kenal sebagai sampel dan pengambilannya menggunakan teknik yang tepat sehingga sampel yang kita ambil dapat dengan baik mewakili kondisi dari populasi secara keseluruhan Nah sekarang kita sudah memiliki sampel sampel jumlah subjeknya lebih sedikit Oleh karena itu kita bisa menghitung berbagai statistik yang dapat mewakili kondisi sampel tersebut ingat ya statistik statistik itu angka yang dapat mewakili kondisi dari sampel misalkan rata atau min itu termasuk statistik dan kalau kita menuliskannya dengan simbol statistik bisa dilihat di video sebelumnya kita menggunakan X Barah X bar itu Min statistik Min dari sampel karena angka tersebut mewakili sampel kita kenal sebagai statistik kalau mewakili populasi kita kenal sebagai parameter atau kita ingin menghitung standar deviasinya seberapa tersebarkah data di dalam sampel ini maka kita menghitung standar deviasi kemudian standar deviasi tersebut kita sebut juga sebagai statistik karena standar deviasi tersebut mewakili sampel begitu nah karena kita memiliki sampel kemudian kita menghitung dan mengumpulkan data dari setiap subjek kemudian kita hitung reratanya misalkan sehingga kita mendapatkan angka rerata sehingga kita dapat menyimpulkan rerata yang ada di sampel tersebut adalah sekian sehingga dapat kita katakan statistik dari sampel kita ketahui di sisi lain parameter dari populasi tidak diketahui Kenapa karena tadi kita hanya melibatkan sampel saja dalam analisis data kita hanya menghitung rerata di dalam sampel sehingga statistiknya diketahui tetapi parameter dari populasi tidak ketahui rerata sampel diketahui rerata populasi tidak diketahui Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui Parameter tersebut atau setidaknya memprediksi atau memperkirakan Nah di sini kita membutuhkan keberadaan statistika inferensia dengan menggunakan statistika inferensia kita dapat menginver kita dapat menggeneralisasikan kondisi di dalam sampel untuk menggambarkan kondisi populasi secara keseluruhan Itulah salah satu fungsi utama dari statistika inferensia dan bila kita berbicara statistika inferensia ada dua aktivitas utama yang kita lakukan di dalam statistika inferensia yang pertama adalah mengestimasi atau menduga melakukan pendugaan sedangkan yang kedua adalah melakukan uji hipotesis ada suatu saat mungkin kalian perlu melakukan estimasi namun di waktu lain Mungkin kalian perlu melakukan uji hipotesis tergantung tujuan penelitian Anda ataupun Tergantung apa yang ingin anda cari lalu Apa perbedanya perbedaannya antara estimasi dan uji hipotesis estimasi itu secara garis besar adalah menduga menduga apa kita menduga parameter di dalam populasi berdasarkan statistik di sampel kita memiliki angka ya angka misalkan rerata itu kan statistik sampel dari rerata ini kita gunakan sebagai dasar untuk mengestimasi reratanya populasi atau parameternya populasi inilah yang dinamakan melakukan estimasi dan rata di sampel tersebut tadi kita kenal sebagai estimator begitu dan estimasi sendiri dapat kita bagi menjadi dua yaitu estimasi titik dan estimasi interval kalau kita menduganya hanya dengan satu nilai tunggal itu dikenal sebagai estimasi titik namun kalau nilai yang kita sampaikan adalah rentangan itu namanya estimasi interval misalkan kita mendoga rerata berat badan penduduk di wilayah kabupaten Malang adalah 70 kg nah 70 kg itu hanya satu nilai tunggal itu namanya estimasi titik namun kalau kita mengestimasi misalkan pendapatan per kapita penduduk di wilayah Bogor adalah 2 juta hingga r.500 itu namanya estimasi interval karena ada rentangan nilainya yang kita gunakan bukanlah nilai tunggal tetapi rentangan ya itu perbedaan antara estimasi titik dengan estimasi interval dan saya ingatkan lagi kalau estimasi kita menggunakan statistik di sampel untuk menduga parameter di populasi lalu uji hipotesis itu apa kalau uji hipotesis kita memiliki dugaan terhadap parameter populasi jadya kita memiliki prediksi terhadap kondisi dari populasi kemudian nanti kita ingin menguji Apakah hipotesis tersebut Apakah dugaan tersebut dapat diterima atau ditolak nanti kita lihat contoh kasusnya agar lebih mudah mem perbedaan estimasi dan uji hipotesis Nah kalau kita berbicara uji hipotesis sendiri Kita akan mengenal dua istilah hipotesis dalam statistik yaitu hipotesis 0 dan hipotesis alternatif secara garis besar hipotesis 0 itu menyatakan tidak ada tidak ada hubungan tidak ada perbedaan itu hipotesis nol kalau ada hubungan ada perbedaan itu hipotesis alternatif prinsip dasarnya perbedaan nya adalah di situ ya jadinya hipotesis nol itu lebih ke Pernyataan yang menyatakan tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan sedangkan hipotesis alternatif sebaliknya Oleh karena itu hipotesis no0 dan hipotesis alternatif selalu berkebalikan dan ketika kita melakukan uji hipotesis menggunakan statistika inferensia tidak mungkin kedua hipotesis ini sama-sama diterima atau sama-sama ditolak pasti salah satu diterima dan salah satu ditolak Kenapa karena keduanya saling berkebalikan oke sekarang misalkan kita memiliki contoh kasus seperti ini pemerintah di suatu negara ingin mengestimasi rerata pendapatan seluruh penduduknya di masa pandemi Namun karena jumlah penduduk negara tersebut mencapai ratusan juta maka pengambilan data ke seluruh penduduk tidak memungkinkan di lakukan dalam waktu yang dekat Oleh karena itu pemerintah mencatat pendapatan beberapa warga negara yang diposisikan sebagai sampel setelah data dikumpulkan kemudian pemerintah mengestimasi bahwa pendapatan warga negaranya selama pandemi adalah sebesar Rp2 juta ini merupakan contoh ketika kita melakukan estimasi dan ini termasuk dalam estimasi titik kenapa karena kita menggunakan nilai tunggal yaitu 2 juta bukan rentangan sehingga bukan estimasi interval dan hasil perhitungan dari sampel misalkan rerata yang kita dapat dari sampel atau statistik sampel tadi kita kenal sebagai estimator dan dari estimator tersebut kita kemudian mengestimasi rerata secara keseluruhan rerata populasi warga negara di negara tersebut ya ini contoh dari estimasi sekarang kita lihat contoh kasus kedua seorang peneliti ingin menguji pengaruh senyawa temuannya dalam menanggulangi permasalahan hama lalat buah intinya misalkan ada peneliti membuat atau menemukan senyawa baru ya kemudian peneliti tersebut memiliki hipotesis bahwa senyawa tersebut dapat secara signifikan menurunkan tikan kesuburan lalat buah lalat buah itu salah satu hama ya dan lalat buah itu sekali kawin dapat menghasilkan 100 anak nah peneliti ini berhipotesis kalau senyawa yang dia temukan dia gunakan ke alhama lalat buah maka lalat buah tersebut kesumbberannya akan menurun dalam penelitiannya peneliti tersebut melibatkan 50 pasang lalat buah ini sampelnya setelah melakukan penelitian tersebut dia menyimpulkan bahwa senyawa temuannya dapat menurunkan tingkat kesuburan lalat buah sehingga dia hanya melibatkan 50 pasang lalat buah sebagai sampel namun kesimpulannya digeneralisasikan untuk seluruh lalat buah yang ada di wilayah tersebut lalat buah di wilayah tersebut tentunya tidak hanya 50 bisa ratusan atau ribuan tetapi di dalam penelitiannya dia hanya melibatkan 50 pasang lalat buah dia punya senyawa sehingga dia mempunyai hipotesis penelitian untuk menguji hipotesis tersebut dia akan melakukan statistika inferensia namun sebelum melakukan statistika inferensia dia harus membuat hipotesis statistik terlebih dahulu sehingga dari contoh kasus ini kita mengenal istilah baru ada hipotesis statistik ada hipotesis penelitian ini adalah dua hal yang berbeda yang seringkiali disamakan padahal sebetulnya berbeda Apa perbedaannya nanti akan kita lihat tetap di video ini tetapi di bagian agak belakang gitu ya Nah sekarang kita lihat terlebih dahulu hipotesis statistik Seperti yang saya katakan tadi hipotesis statistik itu selalu terdiri atas dua yaitu hipotesis 0 dan hipotesis alternatif yang saling berkebalikan Jadinya kalau kita berbicara hipotesis statistik kita langsung menuliskan dua h0 dan ha atau ada juga yang menuliskan h0 dan H1 h0 atau Ho itu sama ya sedangkan H1 itu sama dengan ha a itu alternatif begitu ya Jadinya kalau ada referensi lain atau ada artikel atau ada skripsi atau ada laporan ilmiah yang menuliskan h0 dan H1 H1 itu sama dengan ha dan seperti yang saya katakan tadi hipotesis statistik selalu ada dua tidak dituliskan salah satu saja contoh pertama misalkan ini h0 miu1 = miu2 Miu itu kan parameter rerata populasi sehingga di sini dikatakan miu1 = mi2 dapat kita Artikan rerata dua populasi tidak berbeda Miu 1 itu rerata populasi 1 Miu 2 rerata populasi 2 Miu adalah simbol parameter simbol rerata untuk populasi ha-nya hipotesis alternatifnya adalah Miu 1 tidak sama dengan mi2 sehingga dapat kita maknai rarata dua populasi berbeda ini contoh pertama contoh hipotesis statistik yang lain bagaimana Nah misalkan ini tetap kita tulis harus dua-duanya h0 dan H alternatifnya harus kita tulis keduanya h0 di sini kita tulis rho = 0 Nah rho itu merupakan simbol dari koefisien korelasi korelasi itu hubungan h0-nya rho = 0 sehingga dapat kita maknai koefisien korelasi populasi adalah 0 ketika korelasi koefisiennya 0 itu artinya tidak ada hubungan hipotesis alternatifnya adalah kebalikan dari H 0 tadi sehingga kita Tuliskan rho tidak sama dengan 0 sehingga kita maknai koefisien korelasi populasi tidak sama dengan 0 sehingga ada hubungan begitu ya karena tadi prinsipnya kalau koefisien korelasinya sebesar 0 itu artinya tidak ada hubung kalau koefisien korelasinya tidak sama dengan 0 bisa 0,2 bisa 0,5 atau - 0,7 itu artinya ada hubungan ini contoh cara kita menuliskan hipotesis statistik selalu ada 2 h0 dan ha atau h0 dan H1 dan kemudian ada formula statistiknya ini karakteristik dari penulisan hipotesis statistik ada formula statistiknya ada model statistiknya nah Seperti yang saya sampaikan tadi hipotesis itu ada dua macam yang pertama adalah hipotesis statistik dan yang kedua adalah hipotesis penelitian hipotesis statistik tadi sudah saya jelaskan bahwa kita mengenal hipotesis 0 dan hipotesis alternatif atau H1 kemudian kita juga mengenal hipotesis yang lain yaitu hipotesis penelitian yang tadi saya singgung di kasus kedua yaitu ketika ada peneliti yang memperoleh atau menemukan senyawa a kemudian dia ingin melakukan penelitian Apakah senyawa a berpengaruh terhadap tingkat kesuburan lalat buah Lalu apa perbedaan hipotesis statistik dan hipotesis penelitian untuk membedakan kedua hipotesis ini kita harus lebih dahulu paham apa itu hipotesis penelitian dan mengapa hipotesis penelitian dapat muncul oke ketika kita melakukan penelitian kita selalu berangkat dari permasalahan ya misalkan kita melakukan penelitian misalkan ya kita beri contoh lain sekarang kita mengambil contoh dari dunia pendidikan misalkan sekarang pembelajaran jarak jauh karena masa pandemi dan muncul permasalahan baru yaitu hasil belajar siswa menjadi lebih rendah ini permasalahan kemudian kita mengkaji sebagai alternatif pembelajaran yang mungkin dapat meningkatkan atau mengoptimalkan pemberdayaan hasil belajar siswa di masa pandemi misalkan kita menemukan pembelajaran-pembelajaran kooperatif pembelajaran-pembelajaran yang melibatkan siswa untuk berkelompok Namun karena pembelajarannya online nanti pengelompokannya secara online diskusinya secara online di dalam kelompok masing-masing Nah dari sini kemudian akan muncul istilah yang kita kenal sebagai pertanyaan penelitian misalkan adakah pengaruh penerapan pembelajaran kooperatif berbasis online terhadap hasil belajar siswa itulah pertanyaan penelitian Penelitian berangkat dari permasalahan permasalahan kita dapat dari mengobservasi keadaan sekitar kita dan membaca berbagai literatur yang ada kemudian kita memunculkan pertanyaan penelitian misalkan tadi adakah pengaruh penerapan pembelajaran kooperatif berbasis online terhadap hasil belajar siswa Nah dari pertanyaan penelitian ini kemudian kita memiliki atau merumusan merumuskan jawaban sementara yang kita kenal juga sebagai hipotesis penelitian karena pertanyaannya adalah adakah pengaruh model pembelajaran koperatif berbasis online terhadap hasil belajar siswa maka jawaban sementara atau hipotesis penelitian kita misalkan adalah ada pengaruh model pembelajaran koperatif berbasis online untuk meningkatkan hasil belajar siswa nah prediksi awal kita inilah yang dikenal sebagai hipotesis penelitian jadinya hipotesis penelitian selalu didasarkan pada pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya dan dalam menentukan hipotesis penelitian harus ada dasar tadi kita katakan ada pengaruh dasarnya apa karena kita telah melakukan kajian berbagai pustaka ternyata model pembelajaran kooperatif itu berpotensi Meningkatkan hasil belajar di berbagai negara Nah sekarang kita terapkan di Indonesia dengan dasar temuan di berbagai negara di penelitian-penelitian terdahulu tadi akhirnya kita memiliki hipotesis bahwa penerapan pembelajaran semacam ini juga dapat meningkatkan hasil belajar di Indonesia begitu ya jadinya hipotesis penelitian selalu berkaitan dengan pertanyaan penelitian dan Pernyataan di dalam hipotesis penelitian itu didasarkan pada kajian ilmiah yang telah kita lakukan sebelumnya kita tidak sembarangan menentukan hipotesis penelitian Nah kalau kita tadi mengatakan ada pengaruh model pembelajaran maka penelitiannya secara sederhana bisa kita lakukan seperti ini kita melibatkan dua kelas kelas yang pertama itu diberi pembelajaran biasa konvensional atau kontrol misalkan hanya melalui WhatsApp grup guru hanya memberikan materi atau video kemudian di kelas yang selanjutnya dikatakan sebagai kelas eksperimen kelas perlakuan nah di kelas perlakuan ini kita berikan model pembelajaran berbasis koperatif tadi koperatif berbasis online tadi sehingga ada dua kelompok hipotesis penelitian kita adalah ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis online sehingga pengaruh tersebut bisa disimpulkan ada bila rerata hasil belajar dari kedua kelas ini nanti berbeda setelah Perlakuan di berikan jadinya ada perbedaan rerata hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sehingga hipotesis penelitian ini sejalan dengan hipotesis alternatif ya ingat tadi hipotesis statistik itu ada dua hipotesis nol dan alternatif hipotesis nol itu biasanya redaksinya ada tulisan tidak tidak ada hubungan tidak ada perbedaan sedangkan hipotesis alternatifnya kebalikannya ada hubungan ada perbedaan nah di contoh kasus penelitian tadi karena kita punya hipotesis ada pengaruh penerapan pembelajaran koperatif berbasis online terhadap hasil belajar maka harapan kita ada perbedaan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol sehingga hipotesis penelitian kita sejalan dengan hipotesis alternatif begitu dan di sini bisa kita lihat hipotesis penelitian hanya satu pernyataan kalau hipotesis statistik selalu ada dua 0 dan alternatif 1 dan 2 kalau hipotesis penelitian selalu hanya ada satu pernyataan yang didasarkan pada kajian ilmiah yang telah kita lakukan sebelumnya di contoh yang seperti ini hipotesis penelitiannya sama dengan atau sejalan dengan hipotesis alternatif namun ada kalanya hipotesis penelitian kita sejalan dengan hipotesis nol bukan hipotesis alternatif misalkan kita melakukan penelitian kita ingin tahu apakah gender jenis kelamin itu berpengaruh terhadap hasil belajar dan setelah kita melakukan kajian berbagai referensi ilmiah ternyata berbagai referensi tersebut condong terhadap kesimpulan umum yang menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan itu performa belajarnya sama misalkan seperti itu laki-laki dan perempuan itu biasanya memiliki capaian akademik yang sama sehingga dengan berbagai kajian yang telah kita lakukan tadi akhirnya kita mempunyai hipotesis penelitian tidak ada pengaruh jenis kelamin terhadap hasil belajar siswa maka hipotesis penelitian ini sejalan dengan hipotesis nolnya sehingga di sini bisa kita simpulkan hipotesis penelitian dapat saja sejalan dengan hipotesis alternatif namun di penelitian yang lain hipotesis penelitian bisa saja sejalan dengan hipotesis nolnya ini penting perlu kita pahami karena banyak yang mengira bahwa hipotesis penelitian itu selalu sama dengan hipotesis alternatif jadinya hipotesis penelitian itu selalu menyatakan ada hubungan ada perbedaan padahal bisa saja hipotesis penelitian kita itu bisa saja tidak ada hubungan tidak ada perbedaan karena prinsip mengemukakan atau merumuskan hipotesis Penelitian adalah dari kajian ilmiah yang telah kita lakukan itu harus menjadi dasar konsep dasar yang perlu kita pegang agar tidak terpengaruhi oleh miskonsepsi yang telah beredar luas saat ini begitu ya Nah sekarang kita tadi sudah menjelaskan bahwa hipotesis penelitian itu menjawab pertanyaan penelitian dan pertanyaan penelitian muncul di awal ketika kita ingin melakukan penelitian sehingga sebelum kita melakukan penelitian kita secara umum melakukan dua tahapan utama yaitu merumuskan pertanyaan penelitian kemudian merumuskan hipotesis penelitian kemudian setelah kita merumuskan hipotesis penelitian maka hipotesis ini perlu kita uji untuk menguji hipotesis penelitian ini kita perlu menentukan uji statistik yang cocok nah uji statistik ini tentunya akan menguji hipotesis hipotesis yang diuji Dalam uji statistik bukan hipotesis penelitian tetapi hipotesis statistik nah sehingga urutannya seperti ini setelah kita merumuskan hipotesis penelitian kita merumuskan hipotesis statis statistiknya kalau tadi di kasus contoh yang pertama ada pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar maka hipotesis nolnya adalah tidak ada perbedaan rerata antara hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol Nah itu hipotesis nol dari hipotesis statistik didasarkan pada hipotesis penelitian kita hipotesis alternatifnya Seperti apa ada perbedaan rata antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen atau dalam redaksi yang lain kelas eksperimen tidak eh kelas eksperimen memiliki rerata yang berbeda dengan kelas kontrol itu hipotesis alternatif Dar hipotesis statistik berdasarkan hipotesis penelitian yang kita miliki Nah sekarang hipotesis statistiknya sudah ada waktunya kita melakukan uji statistik untuk menentukan manakah yang dapat diterima hipotesis nol atau hipotesis alternatif Nah dari sini nanti kita bisa menyimpulkan Apakah hipotesis penelitian kita diterima atau tidak kalau kita berbicara uji statistik sebetulnya yang diuji adalah hipotesis nnya ya dari hipotesis no0 tersebut Nanti bisa kita simpulkan Apakah h0 kita ditolak atau h0 kita gagal ditolak ingat sekali lagi h0 itu menyatakan tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan sehingga dari contoh kasus tadi misalkan kita menerapkan model pembelajaran hak nolnya adalah tidak ada perbedaan rata hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol uji statistik kita gunakan untuk menguji ketepatan dari hipotesis 0 ini sehingga kesimpulannya nanti ada dua kemungkinannya Apakah h0-nya ditolak atau apakah h0-nya gagal ditolak Kalau h0-nya ditolak artinya hipotesis no0nya tidak dapat diterima kalau h0-nya gagal ditolak artinya hipotesis nolnya dapat diterima Nah dari hasil ujiat ini kemudian nanti kita bisa menyimpulkan Apakah hipotesis penelitian yang telah kita rumuskan sebelumnya tadi dapat diterima atau tidak Itu urutannya ketika kita melakukan penelitian kita mencari masalah terlebih dahulu kemudian kita rumuskan permasalahan kita Setelah itu kita Nyatakan atau kita rumuskan pertanyaan penelitian kita dari pertanyaan penelitian tersebut akan muncul jawaban sementara kemudian kita rumuskan hipotesis penelitian hipotesis penelitian didasarkan pada kajaan ilmiah yang telah kita lakukan dari hipotesis penelitian tersebut kemudian kita Munculkan hipotesis statistik yang selalu bercabang du h0 dan H1 atau Ho dengan H alternatif Nah setelah hipotesis statistik kita Munculkan lalu waktunya kita melakukan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik uji statistik kita gunakan untuk menguji hipotesis no0 kita Hasil pengujian hipotesis nol kita jadikan dasar untuk menentukan Apakah hipotesis penelitian kita diterima atau ditolak itu gambaran dasar Bagaimana uji hipotesis berperan dalam penelitian kita demikian pengantar terkait statistika inferensia dan gambaran umum terkait uji hipotesis di video selanjutnya akan kita explore lagi akan kita berdalam lagi ragam dan macam penggunaan uji hipotesis dalam statistika inferensia Oleh karena itu silakan nanti ikuti di video-video selanjutnya dan terima kasih telah menyimak video kali ini mohon maaf bila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh