Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya niklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian pendidikan penulisan dan berbagai pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian di video Sebelumnya kita telah membahas konsep dasar menentukan uji hipotesis ketika kita melakukan penelitian eksperimen di video kali ini kita masih membahas konsep yang berkaitan dengan statistika inferensia namun fokus kita di video kali ini adalah membahas Apa itu asosiasi dan apa perbedaannya dengan korelasi dan regresi kalau kita berbicara asosiasi korelasi dan regresi ketiganya memiliki kes yaitu membahas terkait hubungan dan ketika kita melakukan penelitian hubungan relasi maka penelitian semacam ini bukanlah penelitian eksperimen sehingga di berbagai referensi penelitian korelasi dianggap sebagai penelitian non eksperimental penelitian relasi penelitian hubungan bukanlah penelitian eksperimen Kenapa karena bila kita ingat ketika kita melakukan penelitian eksperimen karakteristik dasar dari penel an eksperimen adalah membandingkan beberapa kelompok bisa dua kelompok kelompok empat kelompok atau bahkan lebih dari empat kelompok dan kemudian kita akan mengenal adanya kelompok kontrol dan kelompok perlakuan meski pada penelitian preeksperimen kelompok kontrol tidak ada di sisi lain ketika kita ingin melakukan penelitian yang mengungkap hubungan beberapa variabel kita tidak menyediakan kelompok-kelompok tersebut kita mengambil subjek penelitian partisipan atau responden kemudian data kita kumpulkan kemudian kita cari ada tidaknya hubungan 2 3 4 atau 5 atau en variabel dan berbicara terkait hubungan ada tiga istilah umum yang sering kita temukan baik di dunia pendidikan penelitian berbagai penulisan laporan ilmiah ataupun di dalam Rana statistik yaitu istilah asosiasi korelasi dan regresi ketiga istilah ini nampaknya mirip dan beberapa penulis atau peneliti biasanya menggunakan istilah ini terbolak-balik ya ada yang menggunakan tergadang korelasi asosiasi regresi Namun ternyata maknanya kurang tepat sehingga Penggunaan istilah tersebut di dalam laporan penelitian mereka menjadi kurang tepat Nah sekarang Mari kita bahas Apa perbedaan ketiga ketiga istilah ini dan apa saja kemungkinan analisis statistik khususnya statistika inferensia yang bisa kita gunakan ketika kita melakukan penelitian berbasis asosiasi korelasi ataupun regresi Sekarang mari kita bahas terlebih dahulu terkait asosiasi berbicara terkait asosiasi asosiasi sebenarnya merupakan istilah yang umum yang memiliki makna adanya hubungan adanya keterikatan antara dua variabel istilah ini sangat umum sangat general sehingga ketika kita mengatakan ada dua variabel dan ketika satu variabel naik dan satu variabel lainnya juga cenderung naik maka itu dikatakan ada asosiasi atau ada keterikatan ketika ada satu variabel yang turun variabel lain juga turun atau Bahkan sebaliknya ketika ada satu variabel naik dia malah turun ketika kita menyandingkan dua variabel dan kemungkinan ada hubungan semacam itu kita kenal keduanya memiliki asosiasi Namun adakanya kita menyandingkan dua variabel ternyata kedua variabel tersebut tidak menunjukkan kecenderungan tadi sehingga kita katakan tidak ada asosiasi Nah dari layar ini bisa kita lihat ketika kita melibatkan dua variabel misalkan variabel x dan variabel y kemudian datanya kita jadikan skater plot seperti ini kita titik titik titik kita lihat di sisi kiri grafik grafik yang menunjukkan adanya asosiasi ada kecenderungan kita lihat ya dari empat contoh grafik ini kecenderungan yang pertama ini anggap ya ini sumbu x-nya ini sumbu y-nya maka ini variabel x ini variabel y Nah di sini kecenderungannya ketika salah satu variabel naik variabel yang lain turun sehingga garisnya miring seperti ini sedangkan di grafik yang kanan sebaliknya sedangkan yang di bagian pojok sini naiknya Seperti apa ya seperti kuadrat jadinya naiknya tidak lurus namun melengkung Nah di sini merupakan contoh-contoh grafik yang menunjukkan keberadaan asosiasi di antara variabel yang diposisikan sebagai sumbu x dan sumbu y sekarang kita bandingkan dengan dua grafik yang di sebelah kanan Nah dengan dua grafik ini kita lihat ketika dua variabel diskater plotkan titik-titiknya tersebar secara acak tidak menunjukkan kecenderungan seperti empat contoh grafik di sebelah kiri ini maka berdasarkan skater plot ini bisa kita katakan tidak ada asosiasi di antara kedua variabel tersebut tidak ada hubungan tidak ada keterikatan ya jadinya jadinya ketika ada satu variabel yang kemungkinan naik terus variabel yang lainnya tidak ada keterikatan dia bisa tetap bisa turun bisa naik misalkan bagaimana kita melakukan penelitian Penelitian tersebut melibatkan dua variabel misalkan penelitian pendidikan motivasi dengan hasil belajar ketika motivasi dan hasil belajar datanya telah kita kumpulkan kemudian kita membuat grafik kita siapkan sumbu x dan sumbu y-nya dahulu sumbu x-nya adalah motivasi sumbu y-nya adalah hasil belajar kemudian ada 30 siswa yang kita libatkan kemudian nanti kita cek Budi skor motivasinya 30 sedangkan hasil belajarnya 35 kita cari titik sumbu x30 sedang sumbu y-nya 35 sehingga muncul titik di dalam grafik tersebut si Ani juga seperti itu si Ani motivasinya misalkan 40 hasil belajarnya 45 dan seterusnya kita cari titik-titiknya kita Tuliskan titik-titik koordinatnya ber berdasarkan angka di hasil belajar dan motivasi ingat ya pelajaran matematika SMA bagaimana caranya kita membuat titik-titik koordinat di sumbu di grafik yang ada sumbu xy-nya ketika titik-titik tersebut ternyata membentuk kecenderungan maka dapat kita simpulkan ada asosiasi atau hubungan di antara motivasi dan hasil belajar namun setelah kita memberikan titik-titik tersebut kemudian kita lihat ternyata titik-titiknya tersebar secara acak tidak membentuk pola tertentu maka kedua variabel tadi yaitu motivasi belajar dengan hasil belajar dinyatakan tidak ada asosiasi atau tidak ada hubungan kalau kita berbicara asosiasi maka bahasan kita sudah cukup sampai situ hanya ingin tahu ada tidaknya asosiasi jadinya asosiasi memiliki makna yang sangat luas kalau kita berbicara hubungan maka ya itu berkaitan dengan asosiasi bila kita berbicara satu var abel memiliki Ketergantungan dengan variabel yang lain Jadinya saling terikat ya jadinya semacam dependen maka dikatakan adanya asosiasi Nah sekarang kita lihat apa analisis statistik yang bisa kita gunakan ketika kita ingin menganalisis asosiasi salah satu yang paling sering digunakan adalah uji Ki Square ya simbolnya itu ya Ki itu seperti X kemudian Square itu kuadrat ya Nah uji k Square bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi atau menganalisis ada tidaknya asosiasi di antara dua variabel kategoris misalkan saja kita ingin melihat ada tidaknya asosiasi antara gender dengan kemampuan akademik gender itu kategoris jadi laki-laki dan perempuan kan karena gender membagi data kita menjadi dua kategori tadi kita melibatkan puluhan siswa kemudian puluhan siswa itu terkategorikan ada yang laki-laki ada yang perempuan kemudian variabel kedua kita juga variabel kategoris yaitu kemampuan akademik kita kelompokkan siswa tadi menjadi akademik tinggi dan akademik rendah kemudian kita analisis menggunakan k Square nanti akan nampak Apakah ada asosiasi antara gender dengan kemampuan akademik Apakah kalau gendernya berubah bukan berubah ya kalau gendernya berbeda misalkan laki-laki dan perempuan Apakah perempuan itu Kemampuan akademiknya pada umumnya lebih tinggi daripada laki-laki itu bisa dilihat menggunakan k Square begitu ini merupakan analisis statistika inferensia yang termasuk paling sederhana dibandingkan dengan analisis-analisis lainnya misalkan saja kita gunakan penelitian lain kita ingin tahu apakah lokasi tempat tinggal mempengaruhi tingkat pengetahuan terhadap covid-19 penyakit yang menjadi pandemi di tahun 2020 ini ya Nah nanti kita lihat variabel pertama yaitu lokasi lokasi tempat tinggal kita bagi menjadi desa dan kota sehingga lokasi tempat tinggal merupakan variabel yang mengkategorikan data kita menjadi dua kelompok respon kita menjadi dua kelompok yang satu kelompok berada di desa kelompok satunya di kota kemudian variabel kedua kita juga kategoris yaitu pengetahuan pengetahuannya bukan dalam bentuk skor tetapi kita kategoriskan juga kita kelompokkan baik dan tidak baik baik dan jelek good and poor nah di situ nanti terlihat apakah ada asosiasi antara lokasi tempat tinggal dengan tingkat pengetahuan penduduk terhadap covid-19 ada berbagai macam gagasan penelitian lain yang bisa menggunakan uji k Square analisisnya sederhana namun informasi yang didapat sangat baik kemudian kita bahas istilah yang kedua yaitu korelasi nah berbeda dengan asosiasi ketika kita menggunakan istilah korelasi kita tidak hanya melihat ada tidaknya hubungan kita tidak melihat ada tidak nya arah tetapi kita juga melihat seberapa kuat hubungan tersebut tercipta ya tidak hanya melihat ada tidaknya hubungan tidak melihat tidak hanya melihat ada ee Arah hubungan tersebut seperti apa tapi juga sampai melihat kedua variabel tersebut seberapa kuat hubungan satu sama lain itu bedanya korelasi dan asosiasi dan di sini bisa kita lihat hubungan dikorelasi tadi seperti saya sampaikan bisa kita lihat arahnya sekaligus kekuatannya dan kalau kita berbicara korelasi analisis korelasi nanti akan menghasilkan nilai angka yang kita kenal sebagai koefisien korelasi koefisien korelasi itu dari 0 hingga 1 bila koefisien korelasi mendekati 0 maka semakin tidak ada hubungan kekuatan hubungannya semakin lemah sedangkan bila mendekat 1 maka korelasinya atau hubungan kedua variabel tersebut semakin kuat dan arahnya bisa kita lihat dari negatif positifnya angka di koefisien tersebut bila nanti hasil perhitungan menunjukkan - 0,5 atau -0,6 atau negatif dengan angka yang lain maka hubungan keduanya adalah negatif Maksudnya bagaimana ketika ada satu variabel yang naik variabel yang lain turun ketika ada satu variabel yang semakin bagus variabel satunya semakin jelek kemudian selain negatif ada kalanya koefisien korelasi positif misalkan 0,3 0,6 0,95 ketika koefisien korelasinya positif maka korelasi tersebut memiliki hubungan yang positif artinya ketika ada satu variabel yang naik variabel satunya semakin naik naik ketika satu variabel semakin tinggi skornya maka akan diikuti dengan peningkatan skor di variabel satunya sehingga di sini bisa kita lihat di sini ya ketika koefisien korelasinya nol dikatakan no correlation tidak ada korelasi sedangkan ketika koefisien korelasinya 1 baik negatif ataupun positif 1 dikatakan perfect correlation korelasinya sempurna dan di sini juga bisa kita lihat dari grafik ini bisa kita lihat bila koefisien korelasinya negatif maka grafik yang terbentuk seperti ini ya sedangkan kalau positif arahnya berbeda ingat ya bawah ini sumbu x atas sumbu y ketika koefisien korelasinya positif maka semakin ke kanan maka titik-titiknya semakin di atas lihat seperti itu semua sedangkan di yang sebelah kiri sini yang koefisien-koefisien korelasinya negatif Ketika semakin ke kanan titik-titiknya Malah semakin ke bawah Kenapa karena semakin tinggi variabel satunya maka angka di variabel pasangannya semakin turun berbeda dengan korelasi yang positif semakin tinggi angka di variabel sumbu x semakin tinggi pula angka variabel di sumbu y sehingga bentuk garisnya arahnya seperti ini dan kita lihat semakin tinggi nilai koefisien korelasinya atau dalam arti yang lain semakin mendekati satu sebaran titik-titiknya semakin rapat kita lihat ketika koefisien korelasinya nol maka sebarannya tidak jelas tidak membentuk pola tertentu ketika semakin meningkat terbentuklah pola garis tersebut namun titik-titiknya masih tersebar dan ketika mendekati satu atau bahkan koefisien korelasinya menjadi satu maka hanya terbentuk seperti garis Lur seperti ini titik-titiknya sudah tidak tersebar lagi Nah di sini bisa kita bandingkan Kita bedakan antara asosiasi dengan korelasi asosiasi kita hanya melihat ada tidaknya asosiasi atau hubungan sedangkan korelasi kita melihat ada tidaknya hubungan melihat Arah hubungan dan melihat seberapa kuat hubungan di antara kedua variabel tersebut tadi ketika asosiasi salah satu analisis statistika inferensia yang bisa kita gunakan adalah k Square dengan syarat kedua data kedua variabel kita berupa data kategoris lalu statistika inferensia apa saja yang bisa digunakan ketika kita ingin melakukan analisis korelasi Nah ada beberapa analisis yang bisa kita gunakan yang pertama adalah corelasi person ya person correlation di referensi lain dituliskan person r correlation r ya koefisien r pada cororelas person syarat yang digunakan agar data kita bisa dianalisis menggunakan korelasi ini adalah kedua variabel kita sama-sama berupa variabel ktinue jadinya bisa interval bisa rasio misalkan kita ingin menganalisis ada tidaknya hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar Nah ini sama-sama interval atau kita ingin melihat ada tidaknya hubungan antara berat badan dengan tinggi badan berat badan itu rasio tinggi badan itu skala pengukurannya juga rasio nah dua contoh tersebut bisa kita analisis menggunakan person karena syarat dari person adalah kedua variabel skala pengukurannya berupa skala interval atau rasio atau dalam artian lain variabelnya harus contintinue baik variabel x maupun vari y-nya kemudian analisis yang lain yang bisa kita gunakan adalah point biserial correlation poin biserial correlation sendiri dianggap juga sebagai korelasi person dalam kondisi khusus kondisi khususnya apa Nah ketika kita menggunakan point biserial correlation salah satu variabel kita merupakan variabel kontinu sedangkan variabel satunya berupa data biner data dikotomis data yang membagi data kita menjadi dua kelompok misalkan tinggi rendah baik buruk kota Kabupaten Suka tidak suka jadinya data kita terkelompokkan menjadi dua dikotomis membentuk dua kelompok nah ketika penelitian kita satu variabelnya kontinu dan satu variabel lainnya dikotomis seperti tadi maka kita bisa melihat hubungan di antara keduanya menggunakan poin bis Misalnya saja kita ingin melihat ada tidaknya hubungan antara IQ dengan pilihan lokasi rumah misalkan seperti itu atau pilihan status sekolah Nah IQ itu kan termasuk variabel ktin sedangkan lokasi rumah atau status Sekolah Negeri swasta itu kan diotis lokasi rumah bisa dibagi menjadi desa dan kota jad du ya ya atau Kalau sekolah statusnya bisa Negeri swasta dikutum juga terbagi menjadi dua Nah selain kedua korelasi ini kita juga mengenal Kendal staubi correlation nah Kendal staubi correlation juga merupakan statistika inferensia yang dapat digunakan ketika salah satu asumsi dari corelasi person itu tidak terpenuhi personnya sendiri merupakan statistika parametrik sedangkan Kendal tau B ini merupakan non parametrik nah ketika ada asumsi yang tidak terpenuhi kita bisa menggunakan Kendal stau B selain itu selain kita bisa melihat ada tidaknya hubungan dua variabel yang kontinu pada Kendal ST Kita juga bisa melihat hubungan antara satu variabel kontinu dengan variabel lain yang kategoris misalkan hubungan antara umur dengan tingkat kesukaan terhadap drama Korea umur itu merupakan variabel kontinu lebih fokus lebih khususnya lagi dia termasuk ke dalam skala pengukuran rasio sedangkan tingkat kesukaan misalkan ada levelnya dari sangat tidak suka kemudian tidak suka agak suka suka dan sangat suka itu merupakan level ordinal Nah kita bisa menganalisisnya menggunakan kendalisis biasa digunakan adalah sperman rank penggunaannya sama dengan Kendal staubi persyaratannya juga sama sehingga kita juga bisa menganalisis kasus tadi menggunakan sperman rank ketika kita ingin melihat ada tidaknya hubungan antara peningkatan umur dengan bukan peningkatan umur ya antara umur seseorang dengan kesukaan mereka terhadap drama Korea syaratnya sama ujinya berbeda terserah memilih yang mana namun yang jelas Kendal tah dan dan sperman rank berbeda dengan person sedangkan poin berial correlation merupakan kasus khusus dari person ini adalah empat macam korelasi yang sering kita temui ketika kita melakukan analisis statistika inferensia selanjutnya kita juga mengenal istilah regresi Nah di sini pun kita juga sering menemukan laporan yang juga sering terbalik menggunakan istilah korelasi dengan regresi kalau korelasi tadi kita ingin melihat ada tidaknya hubungan kemudian arah hubungannya dan seberapa besar hubungan tersebut Sedangkan pada regresi kita ingin membuat model atau formula sehingga kita bisa memprediksi suatu variabel dengan variabel yang lain nah salah satu karakteristik dari analisis regresi adalah menghasilkan formula seperti ini model regresi seperti ini secara sederhana formula regresi bisa kita tulis sebagai y = AX + b atau y = a + BX nah ini merupakan contohnya misalkan kita ingin melakukan analisis hubungan antara kesadaran metakognitif dengan hasil belajar kita tidak hanya ingin melihat ada tidaknya hubungan kita tidak hanya ingin melihat Bagaimana arah hubungannya kita tidak hanya ingin melihat seberapa kuat hubungan antara kesadaran metakognitif dan dengan hasil belajar Namun kita ingin membuat model formula matematika sehingga kita bisa memprediksi Bagaimana capaian hasil belajar siswa bila kesataran metakognitifnya sekian Nah kita bisa menggunakan analisis regresi jadinya salah satu luaran dari analisis regresi adalah formula seperti ini model regresi ini dengan menggunakan model regresi ini kita bisa memprediksi variabel y kita kita bisa memprediksi variabel kita berdasarkan data independen variabel saja Kenapa dengan menggunakan rumus ini y ini merupakan variabel y y itu dependen variabel Variabel terikat x merupakan variabel bebas kita independen kita misalkan kita hanya memiliki kesadaran metakognitif misalkan di penelitian sebelumnya kita sudah melakukan penelitian kita ambil data kesadaran metakognitif dan hasil belajar kemudian kita analisis menggunakan regresi dan kita mendapatkan model seperti ini kemudian kita ingin memprediksi siswa lain kalau kesadaran metakognitifnya sekian kita sudah bisa memprediksi hasil belajarnya akan sekian Bagaimana caranya skor kesadaran metakognitif tersebut langsung kita masukkan ke formula ini jadinya 1,2606 dikali skor kesadaran metakognitif dia + 8,1549 = y nah y inilah merupakan prediksi hasil belajar dari siswa yang kesadaran metakognitifnya kita ketahui tadi ini adalah kekuatan dari analisis regresi lalu apa saja statistika inferensia yang bisa kita gunakan ketika kita ingin melakukan analisis regresi Ada sangat banyak sekali namun pada video kali ini kita akan menjelaskan beberapa yang paling umum dan paling sering digunakan dan ditemukan di berbagai laporan ilmiah nah sebelum itu kita harus mengetahui atau mengidentifikasi variabel kita terlebih dahulu khususnya Variabel terikat ya kita lihat variabel trikat kita itu kontinu atau kategoris kontinu misalkan hasil belajar keterampilan metakognitif tinggi badan berat badan IQ sedangkan Variabel terikat berupa kategoris itu bisa dalam bentuk ordinal ataupun nominal tingkat kesukaan lokasi tempat tinggal status lah tingkat akademik itu kategoris nah sekarang kita lihat terlebih dahulu analisis regresi yang umum digunakan pada data yang variabel terikatnya berupa data kontinu Nah kita bisa menggunakan regresi linear sederhana maupun regresi linear berganta karena linear maka salah satu asumsi dari regresi ini adalah kita harus mengecek Apakah hubungan antara variabel x dengan y apakah hubungan antara variabel independen dengan dependen itu linear atau tidak linear itu ketika kita buat skatterer plot seperti tadi membentuk garis lurus tidak melengkung atau tidak membentuk kurva seperti gunung tetapi lurus lurus itu linear lalu apa bedanya ketika menggunakan sederhana dengan berganda perbedaannya adalah dari jumlah variabel bebasnya ketika variabel bebas kita hanya satu maka kita menggunakan regresi linear sederhana namun ketika variabel bebas kita ada dua atau lebih kita menggunakan regresi linear berganda dengan variabel triikat yang hanya satu semua misalkan kita ingin melihat ada tidaknya hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar siswa variabel bebasnya hanyalah keterampilan berpikir kritis hasil belajar adalah satu-satunya Variabel terikat maka kita bisa menggunakan regresi linear sederhana dan hasil belajar merupakan Variabel terikat dalam variabel kontinu kalau regresi linear berganda misalkan kita ingin melihat ada tidaknya hubungan antara keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif terhadap hasil belajar tetap variabel terikatnya hanya satu yaitu variabel kontinu berupa hasil belajar tadi sedangkan variabel bebasnya ada dua keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang sama-sama juga dalam variabel kontinu Nah itu ya perbedaan antara linear sederhana dengan linear berganda Nah sekarang kalau variabel triikat kita berupah data kategoris apa saja analisis yang bisa kita gunakan ada banyak juga namun ada tiga yang umum yaitu regresi logistik binomial multinomial dan ordinal berbeda dengan Variabel terikat kontinu pada Variabel terikat yang kategoris ini kita melihat data kategoris kita itu berupa Data apa Data logistik kah data nominalk kah atau data ordinal ya data kita misalkan data biner data dikotomis misalkan kita ingin melihat ada tidaknya hubungan antara IQ dengan misalkan pengetahuan level pengetahuan terhadap malaria level pengetahuannya bagus tidak bagus Nah ini merupakan contoh data dikotomis kita ingin melihat ada tidaknya hubungan antara IQ dengan level pengetahuan terhadap malaria maka kita bisa menggunakan regresi logistik binomial binomial itu digunakan ketika variabel trikat kita berupa data biner atau istilah lainnya data dikotomis begitu ya namun kalau variabel trikat kita tidak hanya terdiri atas dua kelompok po tidak dikutum seperti itu namun banyak misalkan pilihan warna merah kuning hijau maka itu termasuk data nominal karena datanya nominal maka kita menggunakan regresi logistik multinomial begitu ya multinomial kita gunakan ketika Variabel terikat kita terdiri atas beberapa kelompok sehingga data kita termasuk dalam data nominal misalkan tadi pengaruh misalkan pengaruh IQ juga mungkin terhadap kesukaan warna kesukaan warna kesukaan termasuk nominal namun kalau variabel trikat kita berubah data ordinal misalkan tingkat kesukaan terhadap hamburger dari sangat tidak suka hingga suka maka kita menggunakan regresi logistik ordinal dan sebagai catatan tambahan padaal regresi logistik binomial multinomial ataupun ordinal variabel terikatnya seperti tadi ketentuannya sedangkan variabel bebasnya bisa satu atau lebih dan skala pengukuran variabel bebasnya juga terserah bisa berupa variabel kontinu maupun variabel kategoris jadinya misalkan kita menggabungkan keduanya sebagai variabel bebas contohnya ketika kita ingin meneliti ada tidaknya hubungan antara level kesukaan terhadap bakso dengan jarak rumah ah ke sekolah terhadap keborosan siswa keborosan siswa itu kategorinya boros dan tidak boros karena ada dua kita menggunakan binomial kemudian tadi variabel bebasnya ada dua yang satu adalah level kesukaan terhadap bakso itu merupakan data ordinal kan termasuk data kategoris sedangkan yang kedua jarak rumah itu termasuk data kontinu lebih tepatnya dalam skala rasio jadinya variabel bebasnya ada dua kategoris dan kue variabel triikatnya ada satu kategoris yang berupa data dikotomis Nah kita bisa menggunakan logistik binomial di multinomial dan ordinal juga begitu variabel bebasnya bisa lebih dari satu dan tidak harus kategoris tidak harus continue saja bisa dua-duanya masih ada berbagai regresi yang lain misalkan regresi nonlinear akan kita bahas di video lainnya begitu ya demikian penjelasan saya terkait asosiasi korelasi dan regresi dan kaitannya terhadap statistika inferensia kita telah mempelajari Apa perbedaannya apa contoh-contoh statistika inferensia yang bisa kita gunakan dan bagaimana contoh kasus yang dapat kita pilih ketika kita ingin menggunakan berbagai analisis statistika tersebut kita akan bertemu lagi di video selanjutnya kita bahas konsep-konsep dan praktik statistik yang lain oleh Oleh karena itu tetap stay tune in my channel terima kasih atas perhatiannya Mohon maaf bila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh