Formula Dasar Perhitungan Uji Hipotesis dalam Statistika Inferensia
e4DWtZ0VaA4 • 2020-12-03
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya nsiklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan analisis data penelitian publikasi dan berbagai pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian di beberapa video yang membahas statistik sebelumnya kita telah mempelajari berbagai konsep dasar yang mendasari berbagai perhitungan statistik baik statistika deskriptif maupun inferensia dan di video-video yang fokus mempelajari statistika deskriptif kita juga sudah dikenalkan dengan beberapa perhitungan untuk menghitung tendensi Sentral dispersi dan posisi nah pada video kali ini Kita mulai akan membahas rumus-rumus yang nanti berkaitan dengan perhitungan di dalam statistika inferensia dan ternyata berbagai rumus atau berbagai formula di dalam statistika deskriptif itu ternyata nanti akan dimanfaatkan sebagai dasar perhitungan berbagai uji hipotesis di dalam statistika inferensia Oleh karena itu kita perlu merreview sejenak berbagai rumus atau formula dalam sat statistika deskriptif yang nanti akan kita gunakan lagi dalam perhitungan di statistika inferensia review ini penting agar kita dapat menguasai berbagai formula tersebut dan agar kita dapat memanfaatkan atau mengaplikasikan rumus-rumus tersebut dengan menggunakan data yang ada agar ketika kita melakukan statistika inferensia melakukan perhitungan berbagai uji hipotesis kita tidak mengalami an ketika mendapati istilah-istilah statistika deskriptif tadi oke Sekarang mari kita mulai misalkan saja kita mengumpulkan data skor hasil belajar di salah satu kelas dan Anggap saja di kelas tersebut ada 10 siswa 10 siswa tersebut kita beri tes hasil belajar yang terdiri atas 10 soal bila salah semua akan mendapatkan skor dan bila Betul semua akan mendapatkan skor 10 setelah kita beri tes hasil belajar kemudian siswa mengerjakan ke10 soal tersebut kemudian kita mengoreksi jawaban para siswa tersebut setelah kita mengoreksi jawaban para siswa kita mendapatkan skor-skor seperti ini siswa pertama mendapatkan Del siswa kedua mendapatkan siswa ketiga mendapatkan Del dan seterusnya hingga siswa terakhir mendapatkan skor 6 sekarang Mari kita belajar mari kita mengingat lagi berbagai istilah dan simbol yang ada di dalam statistika deskriptif yang kita gunakan untuk mengolah data datata ini yang pertama adalah n kecil n tidak kapital n ini menunjukkan jumlah data berdasarkan data yang kita miliki di sini maka jumlah data atau jumlah skor hasil belajar adalah 10 karena tadi kita memberikan tes pada 10 siswa dan setiap siswa mendapatkan skor kemudian kita akan mengenal db db itu singkatan dari Derajat bebas derajat bebas itu bahasa Inggrisnya degree of Freedom atau DF sehingga kalau kita nanti menggunakan software analisis data mungkin kita akan mengenal istilah DF jadinya DF itu sama dengan DB nah DB rumusnya sangat sederhana yaitu n kurang dari 1 N - 1 karena derajat bebas itu selalu banyaknya item dikurangi dengan angka 1 banyaknya item atau banyaknya data di sini ada 10 maka 10 - 1 db-nya ama 9 jadinya dari data yang kita miliki ini kita memiliki n = 10 sedangkan derajat bebasnya adalah 9 kemudian kita juga mengenal simbol Sigma ya ini Sigma ya yang bentuknya seperti ini kemudian diikuti oleh X Sigma sendiri merupakan notasi yang digunakan oleh para peneliti atau ahli matematika sebagai perwakilan urutan penjumlahan sehingga sigma ini sebetulnya merujuk pada penjumlahan data Sigma X sendiri merupakan penjumlahan keseluruhan data yang kita miliki Maka kalau kita memiliki data seperti ini berapa Sigma x-nya tinggal kita jumlahkan satu persatu 8 + 9 + 8 + 7 + 8 + 6 + 8 + 9 + 7 + 6 semua angka ini berasal dari tabel ini sehingga hasilnya berapa Apa hasilnya 76 dengan demikian data skor siswa ini memiliki Sigma X sebes 76 kemudian nanti kita juga akan mengenal seperti ini Sigma X kuadr kita dapat mengatakan ini Sigma X yang dikuadratkan artinya jumlah keseluruhan data kita kemudian dikuadratkan kita menjumlahkannya terlebih dahulu kemudian kita kuadratkan jadinya dikurung baru dikuadratkan sehingga tadi saya katakan Sigma X yang kemudian di kuadratkan tadi kita memiliki Sigma X sebesar 76 maka Sigma X yang dikuadratkan adalah 76 k yaitu sama dengan 5.776 tanda kurung ini penting ya karena kalau tanda kurungnya hilang nanti akan memiliki arti yang berbeda Kok bisa artinya berbeda Mari kita lihat bila tanda kurungnya hilang nah ini merupakan Sigma x^ tidak ada tanda kurungnya berbeda dengan Sigma X yang dikuadratkan ini berbeda dengan yang ada tanda kurungnya ini Sigma x^ atau yang tidak ada tanda kurungnya ini merupakan penjumlahan seluruh data yang telah dikuadratkan terlebih dahulu jadinya data ini 1 per1atu dikuadratkan terlebih dahulu kemudian dijumlahkan Sekarang mari kita hitung nah seperti ini 8² + 9² + 8² + 7² + 8² + 6² + 8² + 9² + 7² dan yang terakhir data terakhir + 6² sehingga kita kuadratkan semua hasilnya 64 + 81 + 64 + 49 + 64 + 36 + 64 lagi + 81 + 49 dan terakhir D 36 sehingga hasil yang kita peroleh adalah sebesar 588 lihat beda ya hasilnya yang Sigma X dikuadratkan hasilnya adalah 5776 sedangkan Sigma x^ adalah 588 ingat ya perbedaannya Jadinya kalau ada dalam kurungnya atau Sigma X yang dikuadratkan kita jumlahkan terlebih dahulu seluruh data kita dan hasil penjumlahan itu kemudian kita kuadratkan sedangkan kalau tidak ada dalam kurungnya yaitu Sigma x^ kita kuadratkan sat peratu data yang kita miliki Setelah semuanya dikuadratkan baru dijumlahkan ini harus benar-benar kita ingat benar-benar kita pahami karena nanti ketika kita melakukan perhitungan uji hipotesis dalam berbagai statistika inferensia Sigma x^ dan Sigma X dikuadratkan ini sering muncul jangan sampai tertukar bila tertukar hasilnya akan salah karena seperti yang saya kita lihat di sini jumlahnya berbeda jauh satunya 5000 sekian satunya 500 sekian kemudian kita juga mengenal istilah FK nanti di dalam statistika inferensia kita mengenal FK FK itu singkatan dari faktor koreksi rumus dari faktor koreksi adalah Sigma X yang dikuadratkan dibagi jumlah item atau jumlah data kita lihat ya ada dalam kurungnya jadinya kita jumlahkan terlebih dahulu baru kita kuadratkan kemudian dibagi jumlah data yang kita miliki karena data yang kita gunakan adalah ini dan total keseluruhan data kita ini adalah 76 maka dalam menghitung faktor koreksi kita kuadratkan terlebih dahulu 76 lalu dibagi jumlah data yaitu sejumlah 10 t seperti yang telah kita hitung Sigma X dikuadratkan itu sama dengan 5000 776 kemudian dibagi 10 sehingga faktor koreksi yang kita dapat dari data ini adalah 57,76 FK ini juga merupakan istilah yang nanti akan Sering kita temui di dalam berbagai uji hipotesis di statistika inferensi ingat ya pembaginya adalah Sigma X yang dikuadratkan bukan Sigma X kuadrat kemudian kita juga akan mengenal JK JK ini bukan mantan Wakil Presiden kita ya tetapi JK di dalam statistik adalah Jumlah kuadrat singkatan dari jumlah kuadrat tapi bukan berarti kita menambahkan kuadrat-kuadrat ini tidak berarti sama dengan Sigma x^ yang tadi kita pelajari jumlah kuadrat ini memiliki rumus sendiri yaitu ini Sigma x^ dikurangi Sigma X yang dikuadratkan dibagi jumlah item data kita ya sigma x^ ini kemudian dikurangi Sigma X dikurat dibagi n kita lihat Sigma X dikurat kan dibagi n ini merupakan formula dari FK sehingga JK dalam referensi lain dituliskan rumusnya adalah Sigma x^ - FK karena kita lihat FK itu sama dengan sigmax dikuadratkan dibagi n ini kan sama saja begitu ya Jadinya kalau ada referensi lain yang mengatakan JK = sigmax² - FK itu juga tepat sekarang Mari kita coba hitung Sigma x² tadi kita sudah menghitungnya Sigma x^ tadi kan 588 kita dapatkan dengan menguadratkan semua item data kita baru kita jumlahkan kemudian dikurangi fk-nya nya Sigma X dikuadratkan Sigma x-nya 76 kemudian dikuadratkan dibagi n 10 sehingga hasilnya 57,76 lihat sama kan dengan FK 588 kemudian dikurangi 57,76 hasilnya adalah 530,24 inilah JK atau jumlah kuadrat dari data hasil belajar yang telah kita kumpulkan tadi kemudian kita juga mengenal istilah ini sx² apa ini kalau kita ingat di dalam statistika deskriptif sebetulnya Kita pernah belajar menggunakan simbol ini dan kita pernah belajar menghitung sx² ini apa itu sx^ sx² Adalah variansi atau varian rumusnya adalah JK dibagi n/1 n/ eh n -1 n-1 sendiri merupakan derajat bebas kan rumus dari DB atau derajat bebas kan n-1 sehingga mungkin di referensi lain variansi atau ragam atau variansi ini rumusnya adalah jk/db JK Dib DB sama saja karena n-1 = DB oke sekarang Coba kita hitung kita sudah dapat jk-nya kan tadi jk-nya adalah 530/ eh kom24 dibagi db-nya 10 -1 yaitu sama 9 yaitu sama dengan 58,92 sehingga data ini memiliki variansi atau ragam sebesar 58,92 kalau kalian lupa variansi variansi itu merupakan salah satu hitungan dispersi di dalam statistika deskriptif nah variansi sendiri Kita kenal juga dengan KT jadinya KT itu sama dengan sx^ atau variansi KT merupakan singkatan dari kuadrat tengah ingat-ingat ya KT itu kuadrat Tengah nanti kita akan mengenal lagi istilah KT kita temui lagi ketika kita menghitung Anova di dalam Anova nanti kita akan menemukan JK kita akan menemukan KT kita akan menemukan DB kita juga akan menemukan FK kalau nanti kita belajar Uji T kita juga akan menemukan JK kemudian KT juga oleh karena itu istilah-istilah ini Mari kita pahami sehingga kita nanti tidak bingung ketika belajar statistika inferensiaal Saya ulangi lagi ya jadinya variansi itu sama dengan kuadrat Tengah kemudian di sini ada simbol sama seperti variansi tapi kuadratnya hilang ini merupakan simbol dari simpangan baku kita juga telah mempelajari simpangan baku di statistika deskriptif yaitu termasuk dispersi juga nah rumus dari Sx ini simpangan baku ini sebetulnya juga mudah yaitu akar dari xx^ ini akar dari variansi variansi sendiri kan rumusnya JK Dib n -1 karena SX ini karena simpangan baku ini merupakan akar dari variansi maka rumus dari simpangan baku adalah akar dari JK di/ n -1 kalau kita sudah menghitung variansi kita bisa langsung kalau ingin mengetahui simpangan bakunya Ya sudah akar statistik variansi yang telah kita dapatkan tapi sekarang Coba kita belajar Nah seperti ini tadi kan kita sudah menghitung 58,92 merupakan variansi dari sini sehingga simpangan bakunya langsung saja akar Dibi 58,92 Tetapi kalau kita belum pernah menghitung atau belum menghitung variansinya Ya udah kita masukkan satu persatu jk-nya berapa 5 30,24 / n -1 10 -1 yaitu sebesar 58,92 kemudian diakar sehingga hasilnya 7,68 sehingga simpangan baku dari data-data ini adalah sebesar 7,68 kemudian di sini Kita juga melihat ada simbol sama seperti simpangan baku tetapi x-nya ada barnya di atas ya baris di atas x itu dinamakan bar sehingga x-nya kita beri nama X bar bar itu sendiri Biasanya kita gunakan kalau kita merujuk pada nilai tengah ya misalkan rerata rerata itu kan X bar simbolnya nah Bagaimana rumus dari X bar rumus dari x s bar SX bar ini adalah s di/ √ n nah SX bar ini sebetulnya apa SX bar inilah yang merupakan standar deviasi dari sebaran nilai Tengah yang kita miliki ya rumusnya adalah ini s/akn S sendiri tadi kita telah tahu S merupakan simpangan baku kemudian dibagi ak n dibagi jumlah item data kita tadi kita telah menghitung simpangan bakunya 7,68 kemudian dibagi √10 √1 sendiri adalah 3,16 sehingga 7,68 / 3,16 = 2,43 sehingga simpangan baku dari nilai Tengah yang kita miliki dari data ini adalah sebesar 2,43 ya demikian berbagai rumus atau formula dari statistika deskriptif yang perlu kita pahami tadi kita telah mempelajari adanya Sigma X adanya n kemudian DB kemudian di sini Kita juga melihat adanya faktor koreksi JK kemudian di sini Kita juga mengenal adanya variansi atau nama lainnya adalah kuadrat Tengah kemudian kita juga mengenal lagi mengingat lagi simpangan baku dan yang terakhir adalah nilai Tengah dari standar deviasi Mari kita ingat Mari kita pahami karena ini penting bagi kita ketika kita akan mempelajari statistika inferensia demikian video saya kali ini semoga bermanfaat dan di video selanjutnya Mari kita mulai mempelajari perhitungan salah satu uji hipotesis khususnya uji beda di dalam statistika inferensia yang paling sederhana yaitu Uji T berpasangan Terima kasih mohon maaf bila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories