Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim
TAIx3pzukB8 • 2020-12-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh di video Sebelumnya kita
telah mempelajari dan berkenalan dengan
enzim Apa itu fungsinya dan bagaimana
mekanisme Enzim dapat menjalankan
fungsinya tersebut dan di video yang
lain kita juga telah mempelajari
klasifikasi enzim pengelompokan enzim
yang didasarkan pada
iubmb nah pada video kali ini Mari kita
pelajari faktor-faktor apa saja yang
dapat mempengaruhi kerja enzim kerja
enzim di sini berkaitan dengan laju
reaksi yang dia katalisis Enzim dapat
bekerja optimal sehingga laju reaksi
yang dia katalisis pun menjadi optimal
enzim sendiri juga dapat mengalami
perubahan sehingga dia tidak menjadi
optimal atau bahkan rusak sehingga laju
reaksi yang dia katalisis pun juga
mengalami penurunan ataupun bahkan
penghentian
seperti yang kita pelajari di dua video
sebelumnya enzim itu kan fungsi utamanya
mengkatalisis mempercepat reaksi kimia
misalkan di sini ada sukrase yaitu salah
satu contoh enzim ya yang
mengkatalisis reaksi antara sukrosa dan
air menghasilkan glukosa dan fruktosa
jadinya ini merupakan proses
hidrolisis ya pemecahan sukrosa dengan
bantuan
air peristiwa ini secara alami dapat
terjadi namun kalau tanpa bantuan enzim
peristiwa ini akan terjadi dengan waktu
yang amat sangat lama karena energi
aktivasi yang dibutuhkan amat sangat
banyak dan untuk memenuhi energi
aktivasi tersebut membutuhkan waktu yang
tidak
Sebentar ketika sukrase terlibat maka
energi aktivasi yang dibutuhkan untuk
menjalankan reaksi tersebut akan menurun
akibatnya waktu yang dibutuhkan agar
reaksi itu terjadi juga menjadi lebih
cepat bisa kita lihat di sini ya kalau
tanpa enzim energi aktivasinya tinggi
namun dengan adanya enzim energi
aktivasinya menjadi jauh lebih rendah
akibatnya laju
reaksi pemecahan sukrosa ini menjadi
lebih cepat juga itulah peranan utama
dari enzim dan kalau kita berbicara
enzim enzim sendiri merupakan protein ya
sebetulnya enzim itu utamanya protein
meskipun ada enzim yang disusun oleh RNA
nanti akan kita bahas di video
selanjutnya tetapi mayoritas enzim yang
ada di bumi ini merupakan protein dan
kalau kita berbicara protein protein itu
memiliki bentuk tiga
dimensi yang bentuk tersebut akan
mempengaruhi fungsi dari protein
tersebut sama dengan enzim enzim
memiliki bentuk tiga dimensi tertentu
dan bentuk tiga dimensi tertentu
tersebut akan mempengaruhi kerja enzim
dan bisa saja bentuknya berubah ketika
bentuknya berubah konformasinya berubah
ada dua kemungkinan yang pertama kerja
dia menjadi lebih optimal namun yang
kedua sebaliknya kerja dia menjadi
terhambat ataupun bahkan menjadi
rusak kenapa Karena kalau kita berbicara
protein kita mengenal istilah denaturasi
enzim yang merupakan protein pun juga
dapat mengalami denaturasi ketika
kondisi-kondisi di sekitarnya
kondisi-kondisi di lingkungannya
menyebabkan perubahan struktur tiga
dimensi atau dua dimensinya menjadi
berubah atau menjadi
rusak misalkan kondisi lingkungan
tersebut terlalu ekstrem sehingga
struktur Tiga dimensinya
rusak itulah enzim dia protein sehingga
dia dapat mengalami perubahan ataupun
kerusakan nah perubahan atau kerusakan
ini adalah faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi kerja dari enzim itu
sendiri nah salah satu faktor utama yang
mempengaruhi kerja enzim adalah suhu
atau
temperatur dari grafik ini dapat kita
lihat di sini ada dua contoh
enzim ya enzim
yang optimal pada suhu 37 derajat dan
ada juga enzim yang optimal pada suhu 77
derajat kedua enzim ini memiliki kurva
yang hampir sama kurva ini merupakan
kurva yang mewakili hubungan antara
temperatur dengan laju reaksi semakin
tinggi laju reaksinya mengindikasikan
semakin optimal kerja dari enzim
tersebut dan bisa kita lihat semakin
bertambahnya temperatur laju reaksinya
semakin
tinggi dan sehing pada titik tertentu
laju reaksinya optimal dan setelah
melewati temperatur yang optimal Raju
reaksi tersebut menurun lagi hingga
akhirnya tidak terjadi laju reaksi sama
sekali pada contoh enzim yang kedua juga
demikian pada awalnya laju reaksinya
rendah namun seiring bertambahnya suhu
laju reaksinya menjadi semakin tinggi
sehingga akhirnya mencapai temperatur
atau suhu optimal di mana laju reaksinya
pun menjadi optimal juga dan setelah
melewati temperatur optimal laju
reaksinya pun menjadi semakin rendah dan
hingga akhirnya laju reaksinya tidak
terjadi sama sekali inilah merupakan
efek dari
suhu semakin tinggi suhunya akan semakin
mempercepat laju reaksinya namun bila
suhunya terlalu tinggi laju reaksinya
pun akan mengalam
penurunan kenapa ketika suhunya terlalu
tinggi maka akan terjadi peristiwa yang
saya jelaskan di awal tadi yaitu
denaturasi ketika suhu terlalu tinggi
Maka protein akan mengalami kerusakan
struktur tiga dimensi atau dua
dimensinya mengalami kerusakan karena
strukturnya sudah tidak terbentuk lagi
maka fungsinya Pun Menghilang sehingga
Di Sini dari dua contoh grafik ini
ketika melewati rentangan suhunya laju
reaksinya pun juga menjadi
nol di sisi lain ketika laju reasinya
terlalu rendah mohon maaf temperaturnya
terlalu rendah protein itu inaktif ya
proteinnya Ada namun proteinnya tidak
bisa bekerja Oleh karena itu pada
temperatur di bawah rentang kerjanya
enzim pun juga tidak dapat bekerja namun
yang jadi pertanyaan Pak pada temperatur
kerjanya Kenapa semakin bertambahnya
suhu laju reaksinya menjadi semakin
meningkat ini berkaitan dengan
pergerakan
molekul dulu kita pernah pelajari di
video yang lain semakin tinggi
temperaturnya gerakan molekul itu
semakin
tinggi bergeraknya semakin cepat sama
kalau kita belajar reaksi kimia yang
melibatkan enzim misalkan ada dua
molekul kimia yang berperan sebagai
substrat kemudian ada satu molekul enzim
nah substrat dan enzim Ini kan harus
membentuk kompleks nah ketika suhu
semakin tinggi pergerakan
molekul-molekul ini pun juga semakin
tinggi sehingga peluang ketiga molekul
ini membentuk kompleks juga semakin
tinggi sehingga semakin naiknya suhu
akan semakin mempercepat terbentuknya
Kompleks tersebut sehingga laju reaksi
pun juga menjadi semakin cepat dan hal
itu terjadi hingga suhu optimal karena
seperti yang saya jelaskan tadi bila
sudah melebihi suhu optimal maka
konformasi atau bentuk tiga dimensi dari
enzim sudah mulai terganggu dan pada
akhirnya terjadi denaturasi sehingga
enzim tersebut tidak mengalami kerja
normalnya lagi dan seperti yang terlihat
di grafik ini berbagai enzim itu
memiliki rentangan suhu optimal yang
berbeda-beda nah pada manusia pada
umumnya enzim itu bekerja optimal pada
suhu 37
derajat namun ada juga
enzim-enzim yang ada di dalam bakteri
khususnya bakteri yang hidup di
temperatur ekstrem temperatur yang
tinggi enzim-enzim dia malah bekerja
optimalnya pada suhu 77 derajat Oleh
karena itu kalau kita berbicara terkait
temperatur optimal kerja enzim kita
lihat terlebih dahulu enzim itu
ditemukan di mana dan di makhluk hidup
Apa karena temperatur optimalnya
berbeda-beda faktor selanjutnya adalah
PH sama dengan enzim tadi hubungan
antara PH dengan laju reaksi juga
membentuk kurva seperti ini seperti bel
seperti
lonceng dan sama bisa kita lihat di sini
ini merupakan dua contoh enzim yang
memiliki
PH optimal yang berbeda enzim di perut
Ya di lambung ini ya suhu optimalnya
pada ehohon Maaf PH optimalnya adalah du
sedangkan enzim misalkan tripsin ya
enzim yang ditemukan di usus kita itu PH
optimalnya ada di skala
8 PH Itu apa sih kalau kita belajar
kimia kita mengenal istilah PH PH Itu
singkatan dari Power of hidrogen atau
potensial of
hidrogen bahasa Indonesianya adalah
derajat keasaman yang menginformasikan
keasaman atau kebasahan dari suatu
lingkungan atau suatu larutan dan skala
ini kalau PH Itu kan 0 sampai 14 ya ini
Kebetulan hanya sampai 10 grafiknya 0
sampai 14 itu skala pH yang merupakan
kogaritma dari konsentrasi ion hidrogen
yang ada di dalam larutan jadinya
semakin tinggi skala ph-nya semakin
tinggi angkanya ion hidrogennya pun
konsentrasinya juga semakin banyak Nah
sekarang kembali lagi kenapa PH dapat
mempengaruhi laju reaksi dari reaksi
yang dikatalisis oleh
enzim ini berkaitan dengan
gugus samping dari enzim seperti yang
saya jelaskan tadi enzim itu protein
kalau kita mengingat protein protein itu
kan tersusun atas rantai polipeptida dan
kalau kita ingat rantai polipeptida
rantai polipeptida itu terdiri atas
gugus samping ya rantai samping side
Chin selain
backbone-nya nah side chain-nya inilah
yang berperan dalam membentuk
struktur struktur dari tiga dimensi dari
protein atau enzim
tersebut dan berkaitan dengan p H ketika
PH
berubah side chain atau gugus atau
rantai samping dari polipepti menyusun
enzim itu dapat mengalami
protonasi sehingga PH ini Berkaitan
dengan pola protonasi dari sisi aktif
dari enzim tersebut Apa itu protonasi
protonasi
itu peristiwa penambahan Proton
sedangkan deprotonasi peristiwa
kehilangan
Proton nah Proton ini berkaitan
dengan istilahnya adalah ionisasi atau
polarisasi atau aktivasi
dari suatu
atom ketika PH berubah pola protonasi
pun berubah namun ketika ph-nya terlalu
tinggi sama dengan temperatur tadi enzim
tersebut juga akan mengalami
denaturasi seperti kita lihat di sini
pada enzim yang pada lambung ketika ke
ph4 dia sudah denaturasi sehingga tidak
bisa bekerja lagi pada tripsin pada
skala di atas 10 ph-nya maka tripsinnya
pun juga akan rusak namun pada rentangan
kerjanya Ketika semakin meningkati PH
optimal dia reaksinya pun juga menjadi
semakin optimal Kenapa karena pola
protonasinya pun berubah Maksudnya
bagaimana kita lihat contohnya langsung
saja seperti ini nah ini ya awalnya
enzim itu bisa inaktif pada pH tertentu
Namun Ketika ph-nya semakin tinggi Nah
misalkan di sini Ya seperti yang saya
katakan tadi Kalau PH semakin tinggi itu
artinya ion hidrogennya pun semakin
banyak sehingga ion hidrogen ini dapat
mempengaruhi dari enzim tersebut di sini
kita lihat Ketika ph-nya semakin tinggi
enzim yang awalnya inaktif bisa menjadi
aktif contohnya di sini
ketika dia ph-nya semakin tinggi dia
mengalami
deprotonisasi hidrogennya awalnya dua
kemudian deprotonisasi akibatnya salah
satu hidrogennya Hilang nah pada kondisi
ini enzim akan bekerja menjadi lebih
optimal namun ketika ph-nya meningkat
lagi mengalami deprotonisasi lagi
akibatnya apa kedua hidrogennya
menghilang awalnya hanya satu hidrogen
menghilang menjadi aktif namun ketika
dua hidrogen menghilang dia menjadi
inaktif lagi sehingga enzim tersebut
tidak dapat bekerja
lagi contohnya misalkan di sini ini
contoh enzim papain enzim papain itu
pada daun pepaya dia merupakan contoh
protease jadinya memecah protein
Biasanya kalau kita menyembelih daging
kurban kemudian daging tersebut
dibungkus oleh pepaya dagingnya akan
menjadi lebih lunak itu logis kenapa
Karena di daun bepaya ada papain yang
dapat menghidro dapat memecah molekul
Kompleks di dalam daging tersebut di
sini bisa kita lihat papain itu di sisi
aktif enzimnya kita ingat ya enzim itu
memiliki sisi aktif Sisi aktif itu Sisi
di mana substrat tersebut
menempel nah Sisi aktif dipapain itu
mengandung tersusun atas beberapa asam
amino dan dua asam amino yang terlibat
adalah sistidin dan
histidin ini ya sistidin dan
histidin Ketika ph-nya semakin tinggi
Nah ini terjadi
deprotonisasi sehingga akan menyebabkan
ee enzim tersebut aktif ciri dari
aktifnya enzim papain adalah ketika
sistidin dan nistidin membentuk ikatan
seperti ini dan ikatan ini dapat terjadi
ketika terjadi
deprotonisasi awalnya di sini ya
sisidinnya mengandung hidrogen kemudian
ketika ph-nya meningkat hidrogennya
menghilang karena hidrogennya menghilang
lepas maka sistidinnya gugus samping
dari sistidin akan berikatan dengan
gugus samping dari histidin nah H dari
histidinnya tetap ada sedangkan H dari
sistidinnya
menghilang nah
kemudian akibatnya terbentuk ikatan
seperti ini dan ketika kondisinya
seperti ini enzimnya aktif namun ketika
ph-nya meningkat lagi terjadi
deprotonisasi lagi sehingga H dari
histidin lepas nah ketika H dari
histidin lepas menjadi inaktif lagi
inilah ketika enzimnya tidak dapat
bekerja lagi jadinya sama dengan ini
ketika salah satu hidrogennya lepas
terjadi deprotonisasi pertama dia aktif
namun ketika ph-nya meningkat lagi
terjadi deprotonisasi pada hidrogen yang
kedua akibatnya menjadi inaktif lagi
sama saja seperti bagan di samping
begitu ya itu efek pH terhadap enzim
sama seperti temperatur pada pH tertentu
optimal namun kalau terlalu tinggi
menjadi rusak
Oke kemudian faktor lain yang
mempengaruhi laju Enzim adalah
konsentrasi substrat nah didasarkan pada
grafik ini semakin tinggi konsentrasi
substrat semakin tinggi laju reaksinya
Kenapa karena semakin banyak substrat
semakin banyak substrat yang berikatan
dengan
enzim misalkan ada 20 enzim dengan 10
substrat nah substratnya terlalu sedikit
namun ketika substratnya ditambah banyak
maka semakin banyak substrat yang
bereaksi membentuk kompleks dengan enzim
sehingga laju reaksinya semakin
meningkat namun ketika substratnya
terlalu banyak maka tidak terjadi
peningkatan laju reaksi
lagi sehingga setelah mendekati
konsentrasi optimal maka laju reaksi
tidak akan meningkat lagi laju reaksi
tidak akan meningkat lagi ketika enzim
tersebut jenuh terhadap substrat
tersebut Kenapa jenuh karena substratnya
terlalu
banyak kok bisa jenuh karena jumlah
enzimnya tidak dapat mengimbangi jumlah
dari substratnya tadi awalnya ya
substratnya sedikit enzimnya
banyak semua substrat dapat menempel di
enzim sehingga dia langsung bereaksi
namun masih banyak enzim yang nganggur
banyak enzim yang belum berikatan dengan
substrat ketika ditambahi substrat maka
semakin banyak substrat yang membentuk
kompleks dengan enzim-enzim yang
nganggur tadi sehingga laju reaksi
secara keseluruhan semakin meningkat
namun ketika konsentrasinya terlalu
banyak konsentrasi substratnya Terlalu
banyak Ya sudah semua substrat eh mohon
maaf semua enzim sudah berikatan dengan
substrat meskipun ditambahi substrat
yang lain sudah tidak ada enzim lain
yang dapat berikatan dengan subsel
tersebut sehingga enzim tersebut harus
menyelesaikan reaksi dari substrat yang
sudah menempel dengan dirinya terlebih
dahulu Oleh karena itu meskipun
konsentrasi substrat semakin banyak laju
reaksi semakin tinggi pada titik
tertentu konsentrasi substrat yang
ditambahkan tidak dapat mempercepat laju
reaksi
total kemudian faktor lain adalah
konsentrasi enzim grafiknya sama jadinya
semakin tinggi konsentrasi enzimnya
semakin cepat laju reaksi total
namun pada titik
tertentu bertambahnya konsentrasi enzim
tidak akan mempercepat laju reaksi total
kenapa sama ketika awalnya ada 20
substrat misalkan kemudian kita
memberikan 10 enzim maka 10 enzim
tersebut langsung berikatan dengan
substrat tersebut membentuk kompleks
kemudian mengkatalisis reaksi pada
substrat
tersebut ketika kita tambahkan beberapa
enzim misalkan menjadi 15 maka 15 enzim
ini langsung berikatan dengan 15
substrat masih ada 5 substrat yang belum
berikatan ketika kita tambahkan 20 enzim
maka 20 enzim tersebut langsung
berikatan dengan 20 substrat tadi
sehingga semua substrat membentuk
kompleks dengan enzim Nah di sini sudah
mencapai kondisi optimal namun ketika
kita menambahkan enzim Terlalu banyak Ya
sudah laju reaksinya tidak akan
bertambah banyak karena substrat yang
ada juga tidak bertambah ada 20 substrat
ada 40 enzim tetap saja yang mengalami
reaksi hanya 20 substrat sehingga
meskipun ditambah menjadi 40 60 80 enzim
tetap hanya 20 substrat yang bereaksi
sehingga laju reaksi totalnya tidak
mengalami
peningkatan sehingga di sini bisa kita
lihat konsentrasi
enzim dan konsentrasi substrat itu itu
kaitannya dengan laju reaksi bila
digrafikkan seperti
ini awalnya meningkat Kemudian pada
titik tertentu menjadi datar tidak
mengalami peningkatan
lagi dan faktor lain yang dapat
meningkatkan atau menurunkan kerja enzim
adalah kehadiran kofaktor dan
inhibitor kofaktor itu berkaitan dengan
aktivasi enzim tersebut Sedangkan
inhibitor itu berkaitan dengan
penghambat
dari enzim tersebut dua Konsep ini dua
informasi ini konfaktor dan inhibitor
akan kita bahas di dua video lainnya
demikian penjelasan saya di video kali
ini mohon maaf bila ada kesalahan
berjumpa lagi dengan video lain yang
akan membahas kofaktor dan
inhibitor Terima kasih asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:11:05 UTC
Categories
Manage