Transcript
sD09gUblNc0 • Writing an Introduction to a SCOPUS or SINTA Journal Article
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0104_sD09gUblNc0.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi channel yang menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan publikasi penelitian analisis data dan berbagai pengetahuan lain yang mungkin dapat meningkatkan pengetahuan ataupun keterampilan kalian video ini merupakan video kelima dari serangkaian video yang membahas Bagaimana caranya menyusun naskah ilmiah yang berkualitas sehingga naskah tersebut layak dipublikasikan di berbagai jurnal terakreditasi Sinta ataupun jurnal internasional terindek scopus di video Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana caranya menentukan kata kunci yang tepat yang mewakili naskah yang telah kita susun sedangkan pada video kali ini Mari kita bahas Bagaimana caranya menyusun pendahuluan dari naskah ilmiah kita dan kita bahas juga Apa saja komponen yang harus muncul di setiap pendahuluan dari setiap naskah ilmiah kita Oke kalau kita berbicara pendahuluan pendahuluan merupakan bagian dari naskah ilmiah kita yang tujuan utamanya adalah mengantarkan kepada pembaca terkait apa permasalahan penelitian yang kita angkat dalam menyusun pendahuluan ada beberapa komponen yang harus muncul yang pertama adalah satu paragraf pengantar paragraf pengantar di sini adalah paragraf yang mengantarkan pembaca memasuki naskah kita namun yang menjadi kunci dari penyusunan paragraf pengantar adalah paragraf tersebut sudah berkaitan dengan variabel atau konteks atau topik yang ingin kita angkat kita jangan menyusun paragraf pengantar yang isinya terlalu jauh dari topik yang kita angkat misalkan saja kita melakukan penelitian pendidikan kemudian penelitian tersebut kita tuangkan ke dalam naskah ilmiah jangan kita menyusun paragraf pengantar yang menuliskan misalkan semacam undang-undang jadinya kita berangkat dari undang-undang atau peraturan menteri nah paragraf pengantar seperti ini merupakan paragraf pengantar yang titik tolak nya terlalu jauh dari penelitian kita misalkan kita ingin melakukan penelitian pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan metakognitif ya sudah kita bisa langsung berangkat dari pembelajaran berbasis masalahnya atau kita juga bisa langsung mengangkat keterampilan metakognitif atau karena keterampilan metakognitif termasuk bagian dari keterampilan abad 21 misalkan maka kita bisa berangkat menyusun paragraf pengantar yang isinya berkaitan dengan keterampilan abad 21 jangan ditarik terlalu jauh ke undang-undang dasar peraturan pemerintah peraturan presiden atau peraturan menteri begitu ya kuncinya jangan berangkat terlalu jauh langsung kaitkan dengan variabel topik atau permasalahan yang kita angkat nanti kita lihat contohnya seperti apa kemudian setelah kita menyampaikan satu paragraf pengantar kita sampaikan dua hingga empat paragraf yang membahas konsep dasar terkait topik dan variabel penelitian yang kita teliti atau variabel yang kita bahas di dalam naskah ilmiah kita jadinya di sini kita sampaikan teori teori penguat yang membahas variabel-variabel yang akan kita dalami setelah kita melakukan penelitian jadinya misalkan kita tadi melakukan penelitian keterampilan metakognitif maka di du hingga EMP paragraf setelah paragraf pengantar kita bahas keterampilan metakognitif tersebut Namun Salah satu hal yang perlu kita perhatikan sebaiknya kita menghindari pendefinisian istilah secara langsung pada istilah-istilah yang umum misalkan keterampilan metakognitif itu salah satu istilah yang sudah umum di dunia pendidikan maka kita tidak perlu menyampaikan keterampilan metakognitif adalah keterampilan metakognitif merupakan dari pendefinisian secara langsung seperti itu sampaikan secara tidak langsung misalkan keterampilan metakognitif termasuk keterampilan yang perlu dimiliki oleh setiap siswa agar mampu belajar secara mandiri seorang siswa yang memiliki keterampilan metakognitif yang baik memiliki karakteristik Seperti apa jadinya kita sampaikan karakter seseorang yang memiliki keterampilan metakognitif yang baik dengan seperti itu pembaca akan paham Oh keterampilan metakognitif itu seperti ini tanpa kita mendefinisikan secara langsung boleh sih Kita mendefinisikan secara langsung namun pada istilah-istilah yang mungkin masih jarang diketahui oleh pembaca termasuk pembaca di bidang penelitian yang kita angkat misalkan kita melakukan penelitian di dunia pendidikan dan kita menggunakan atau meneliti istilah yang baru Nah itu bisa kita definisikan kita meneliti di bidang kesehatan dan ada semacam gangguan kesehatan baru Mungkin kita bisa mendefinisikan satu kalimat terkait gangguan kesehatan tadi namun kalau istilah tersebut sudah umum kita tidak perlu mendefinisikan Oke kemudian setelah itu kita sampaikan permasalahan yang menjadi titik tolak Mengapa kita melakukan penelitian atau penyusunan naskah ini nah permasalahan ini bisa didasarkan oleh beberapa hal yang pertama bisa saja kita memunculkan permasalahan dari hasil observasi atau yang kedua kita bisa memperoleh permasalahan dari hasil wawancara atau juga kita bisa menyampaikan adanya permasalahan berdasarkan kajian dari literatur-literatur yang telah kita baca dari data-data yang kita baca dari berbagai sumber jadinya kita sampaikan didasarkan pada sumber ini ini ini ternyata di di bidang ini masih ada permasalahan mendasar yaitu apa begitu ya jadinya permasalahan ini bisa kita angkat dari berbagai hal nanti kita lihat contohnya seperti apa Setelah itu kita sampaikan State of the art State of the art itu merupakan bagian kunci dari pendahuluan di mana State of the art ini juga dapat menentukan seberapa baik naskah kita dan seberapa besar potensi naskah kita dapat diterima di jurnal target kita State of the art itu adalah cara kita menyampaikan kebaruan dari penelitian kita bila dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang serupa ingat ya yang serupa bukan yang sama ya jadinya yang mirip Karena kalau penelitian yang sama memang sulit kita cari tapi kalau penelitiannya mirip dengan penelitian kita atau naskah kita mirip dengan publikasi orang lain itu pasti ada miripan Nah di sini kita sampaikan berbagai publikasi terdahulu berbagai penelitian terdahulu itu telah meneliti atau menuliskan publikasi yang mirip dengan milik kita Namun kita sampaikan juga pembeda naskah saya dengan naskah orang lain itu apa pembeda penelitian saya dengan penelitian orang lain itu apa pembeda ini bisa bermacam-macam bisa metode yang digunakan bisa analisis yang kita lakukan bisa juga instrumen yang kita gunakan untuk mengumpulkan data bisa juga subjek penelitian yang karakteristiknya berbeda yang penting kita sampaikan Apa sih bedanya apa kebaruan yang kita angkat di dalam naskah yang kita susun ini penting Ya seperti yang saya katakan tadi State of the art merupakan kunci Apakah naskah kita dapat diterima atau tidak di jurnal target kita kemudian setelah menyampaikan State of the art kita sampai tujuan penelitian kita jadinya setelah kita sampaikan penelitian-penelitian terdahulu dan kita sampaikan perbedaan penelitian yang akan kita angkat dengan penelitian-penelitian sebelumnya kita sampaikan oleh karena itu tujuan penelitian kali ini adalah atau Tujuan penulisan naskah ini adalah begitu ya dan b ee sebaiknya dibarengi juga dengan urgensi penelitian atau urgensi penyusunan naskah ilmiah yang kita susun Apa pentingnya naskah ini Apa sumbangan yang dapat diberikan dari penelitian ini apa signifikansi yang dapat diperoleh dari temuan penelitian yang sudah kita lakukan nah State of the tujuan penelitian dan urgensi penelitian ini bisa dalam kemasan satu paragraf dan bisa saja tujuan penelitian diletakkan sebelum urgensi ataupun setelah urgensi penelitian bahkan di sebagian jurnal yang lain malah urgensi penelitian itu dipisahkan kemudian diberi Kotak Sendiri sehingga pembaca nanti langsung paham Oh ini merupakan urgensi dari naskah ini oh ini merupakan signifikansi dari naskah ini begitu ya ini komponen-komponen yang seharusnya selalu muncul di pendahuluan dari naskah ilmiah kita kalau komponen-komponen ini muncul di pendahuluan naskah kita maka Insyaallah kualitas naskah kita bagus sehingga potensi diterimanya naskah kita di jurnal yang kita inginkan juga semakin tinggi sekarang kita lihat contoh penulisannya Nah kita lihat paragraf pengantar misalkan seperti ini ini merupakan salah satu penelitian dari kami yang berkaitan dengan pandemi yang terjadi sejak awal 2020 yaitu pandemi covid nah kami melakukan penelitian berkaitan dengan bagaimana tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap covid Oleh karena itu di sini langsung kami sampaikan coronavus disis 2019 merupakan penyakit yang disebabkan oleh sarskov 2 kemudian kita ambil sumbernya dari mana penyakit Ini pertama kali dilaporkan di Wuhan covid-19 telah menginfeksi lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia sejalan dengan kondisi tersebut wao telah menetapkan covid-19 sebagai pandemi Global sehingga secara resmi saat ini terjadi dua pandemi Global sekaligus yaitu HIV Aids dan covid-19 nah Kami ingin meneliti bagaimana tingkat pengetahuan mahasiswa terkait covid maka paragraf pengantarnya langsung berkaitan dengan covid tidak perlu menyampaikan mahasiswa merupakan agen Nah itu terlalu jauh pengantarnya contoh lain misalkan kita ingin mengangkat permasalahan lingkungan ya misalkan terkait kerusakan lingkungan dan kesadaran mahasiswa atau siswa terhadap kerusakan lingkungan tersebut atau kita ingin melakukan penelitian yang berkaitan dengan literasi lingkungan nah kita langsung saja menembak paragraf pengantar kita langsung berisikan dengan masalah lingkungan contohnya Ini masalah lingkungan termasuk dalam isu penting di era saat ini berbagai masalah lingkungan terus muncul dan bertambah parah seperti menurunnya zona hijau peningkatan level pencemaran lingkungan menurunnya pasukan makanan hingga menurunkan Day dukung lahan dan seterusnya kita lihat pengantarnya langsung berkaitan dengan permasalahan yang ingin kita angkat satu contoh lagi Nah misalkan ini misalkan kita ingin melakukan penelitian terkait keterampilan berpikir kritis ya keterampilan berpikir kritis itu merupakan salah satu kompetensi yang penting yang di harus dikuasai oleh siswa di abad 21 sama paragraf pengantarnya langsung kita mengangkat fokus yang berkaitan dengan keterampilan berpikir kritis yaitu kompetensi abad 21 kita lihat di era saat ini seorang individu harus mampu menguasai berbagai kompetensi agar mampu bertahan dalam persaingan Global setelah individu-individu tersebut lulus mereka harus siap dan mampu bersaing di dunia nyata berkenaan dengan hal tersebut Setiap individu diharapkan kritis melihat peluang yang ada di sekitar m mereka harus mampu bersikap fleksibel terhadap dunia yang mudah berubah dengan arah perubahan yang sering tak dua untuk mencapai target tersebut sekolah harus mampu mencetak lulusan yang menguasai berbagai kompetensi abad 21 salah satu kompetensi yang dimaksud adalah critical thinking skills atau disingkat di sini City ini sebetulnya kalau kita menulis bahasa Indonesia Critical thinking ini kita miringkan ya karena diambil dari bahasa inris ini mohon Maf belum saya miringkan karena ini sebetulnya naskah publikasi saya yang awalnya bahasa Inggris langsung saya translate ke bahasa Indonesia tapi saya lupa memiringkan bahasa Inggrisnya ya di sini kita lihat jadinya paragraf pengantarnya langsung berkaitan dengan keterampilan berpikir kritis kita tidak tidak usah berangkat dari peraturan undang-undang atau undang-undang dasar dan sebagainya begitu ya Dan ini semua merupakan paragraf-paragraf pengant dari publikasi-publikasi yang telah di publikasikan di berbagai jurnal minimal ini jurnal Sinta 2 dan beberapa jurnal scopus nah yang ini covid ini di Q2 ini oke itu paragraf pengantar sekarang kita lihat contohnya paragraf yang membahas konsep dasar dari variabel atau topik yang kita angkat di naskah kita Nah kita lanjutkan ya tadi contoh terakhir paragraf pengantar berkaitan dengan penelitian keterampilan berpikir kritis nah ini kemudian dilanjutkan di dua paragraf selanjutnya yang membahas konsep dasar kita lihat tadi kalimat terakhir adalah salah satu kompetensi yang dimaksud adalah critical thinking skills kemudian paragraf kedua lanjutannya eh critical thinking berkaitan dengan kemampuan seorang Nah di sini kita lihat ya jadinya tiap paragraf di dalam pendahuluan itu harus berkaitan ini salah satu tips lain ya jadinya ketika kita menyusun paragraf setiap paragraf harus memiliki kaitan jadinya Kalimat pertama dari paragraf kedua itu berkaitan dengan kalimat terakhir dari paragraf pertama begitu juga kalimat terakhir dari paragraf kedua harus berkaitan dengan kalimat pertama paragraf ketiga jadinya kita harus menunjukkan hubungan tersebut secara jelas apa yang kita bahas di bagian akhir paragraf harus berkaitan dengan bagian awal paragraf selanjutnya kita lanjutkan ya jadinya ini paragraf yang berisikan konsep dasar critical thinking berkaitan dengan kemampuan seorang untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa yang harus dia lakukan Selain itu critical thinking terlibat dalam proses pertimbangan yang aktif persisten dan teliti pada suatu informasi dari sudut alasan-alasan yang mendukungnya dan kesimpulan-kesimpulan lanjutan yang menjadi kecenderungannya di sisi lain critical thinking dianggap juga sebagai seni menganalisis dan mengevaluasi berpikir dengan pandangan untuk mengembangkannya dengan memberdayakan keterampilan eh critical thinking skills sekolah diharapkan mampu mencetak critical Thinker yang siap bersaing di era globalisasi saat ini seseorang dianggap sebagai critical Thinker Nah kita lihat lagi ya jadinya di bagian akhir paragraf kedua kita bahas critical Thinker di Kalimat pertama paragraf ketiga kita bahas lagi critical Thinker nah di awal tadi kita memperkenalkan critical thinking dan di akhir dari paragraf pertama kita tadi juga sudah menyampaikan salah satu kompetensi yang penting adalah critical thinking kita lihat jadinya tiap paragraf harus saling berkaitan dan ingat ya satu paragraf hanya boleh satu ide pokok jangan lebih dari satu ide pokok kok Oke kemudian setelah kita menyampaikan paragraf-paragraf yang berisikan konsep dasar dari topik atau variabel yang kita angkat barulah kita sampaikan permasalahannya jadinya kita sampaikan ya variabel ini penting topik ini merupakan salah satu topik yang dibahas di Dunya pendidikan namun setelah kita kaji ternyata ada masalah di topik tersebut atau di variabel tersebut Contohnya seperti ini sayangnya nah sayangnya gambaran potensi dan manfaat pendidikan biologi yang mampu memberdayakan kompetensi abad 21 masih belum optimal tergambar di Indonesia kondisi tersebut disebabkan oleh sebagian guru di Indonesia yang masih belum mendesain pembelajaran secara optimal hal ini mengarahkan level keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa Indonesia masih tergolong rendah padahal berbagai keterampilan tersebut dibutuhkan oleh siswa Indonesia untuk menghadapi persaingan di abad 21 ini salah satu keterampilan yang dimaksud adalah pemikir analitis nah ini saya ambilkan dari salah satu publikasi kami yang lain yang telah dipublikasikan di scopus q3 jadinya setelah kami sampaikan J ini Kebetulan penelitiannya berkaitan dengan pemikiran analitis jadinya di paragraf-paragraf sebelumnya membahas pemikiran analitis atau membahas kompetensi abad 21 lalu kita sampaikan ternyata ada masalah ini nah ini contoh paragraf yang mengangkat masalah yang bukan didasarkan pada observasi wawancara tes atau pengamatan langsung namun didasarkan pada data yang telah dikumpulkan dari berbagai literatur sebelumnya begitu ya Nah setelah permasalahan kita sampaikan kemudian kita sampaikan tiga komponen ini State of the art tujuan dan urgensi nah ini contohnya nah ini biasanya menjadi paragraf penutup menjadi gong dari pendahulu kita kita lihat ini misalkan penelitian saya yang lain ya yang dipublikasikan di Turki Q2 nah ini merupakan salah satu penelitian analisis konten bagaimana saya menyampaikan State of the atau kebaruan dari penelitian saya seperti ini caranya ini yang di garis bawah merah itu merupakan cara saya menyampaikan kebaruan penelitian saya berbagai analisis konten buku sebenarnya telah dilakukan beberapa penelitian ini telah dilakukan di beberapa negara seperti Turki dan Amerika Serikat di sisi lain beberapa penelitian di Indonesia juga telah dilakukan namun analisis konten buku teks di Indonesia tampaknya lebih sering dilakukan dalam buku teks bahasa Inggris Selain itu ini sebbenarnya b-nya kapital ya Selain itu sebagian besar analisis konten yang dilakukan dalam buku pelajaran biologi Indonesia difokuskan pada adanya miskonsepsi biologi sejalan dengan informasi tersebut penelitian yang meneliti keberadaan sintaks PBL dalam buku biologi masih belum pernah dilakukan ini salah tulis nah ini merupakan cara kita menyampaikan penelitian-penelitian terdahulu kemudian kita identifikasi dari penelitian-penelitian ini apakah yang belum dilakukan yaitu analisis konten yang fokusnya adalah meneliti keberadaan sintaks pembelajaran berbasis masalah atau problem base learning Mohon maaf ini ternyata bukan publikasi saya yang di Turki ini merupakan salah satu publikasi yang ada di sinta 2 Oke jadinya begitu ya caranya ya kita sampaikan penelitian-penelitian sebelumnya berkaitan dengan apa yang ingin kita angkat di penelitian kita kemudian kita simpulkan penelitian-penelittian tersebut belum melakukan apa Nah di sini yang belum dilakukan adalah analisis konten yang menganalisis keberadaan sintaks PBL kemudian kita sampaikan di sini kebetulan urgensi dulu yang disampaikan penelitian semacam ini perlu dilakukan karena dapat memberikan informasi tentang bagaimana buku teks yang optimal mempromosikan pembelajaran biologi yang baik Selain itu temuan yang diperoleh dapat menjadi dasar penelitian pengembangan yang dilakukan dalam pembelajaran biologi hasilnya juga dapat digunakan sebagai dasar guru dalam pemilihan buku teks siswa ini urgensi penelitian yang meneliti terkait keberadaan sintaks PBL di buku jadya pentingnya penelitian kita sampaikan kemudian kita tutup dengan tujuan penelitian Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keberadaan sintaks PBL di buku teks biologi SMP tujuan bisa sebelum atau setelah urgensi dan ingat ya wajib hukumnya kita sampaikan tujuan di bagian pendahuluan biasanya author atau penulis itu lupa Ketika saya me-review artikel Dari jurnal jurnal scopus Q1 Q2 dari berbagai negara terkadang autor itu lupa menuliskan tujuan khususnya kalau autor dari Indonesia Ya kenapa karena biasanya kalau kita menyusun laporan penelitian kalau dosen-dosen menyusun laporan penelitian dari penelitian internal ataupun eksternal ataupun mahasiswa ketika menyusun skripsi tesis disertasi tujuan penelitian itu sebabnya terpisah dari latar belakang Padahal kalau kita menyusun naskah publikasi ilmiah kita tidak membagi subab menjadi latar belakang tujuan rumusan masalah tapi kita hanya mengenal subbagian yang namanya introduction atau pendahuluan sehingga tujuan itu kita sampaikan di bagian pendahuluan dan itu harus muncul begitu ya Nah demikian penjelasan saya Bagaimana caranya menyusun pendahuluan dari naskah ilmiah yang berstandar jurnal terakreditasi Sinta ataupun jurnal terindek scopus di video selanjutnya Mari kita bahas Bagaimana caranya menyampaikan metode penelitian yang baik yang berkualitas dan yang tepat sehingga berstandar scopus ataupun Sinta terima kasih atas perhatiannya Mohon maaf bila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh