Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh di video Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana caranya menghitung polimorfisme polimorfisme merupakan perhitungan yang sering digunakan oleh para ilmuwan atau peneliti untuk mengetahui seberapa besar variasi genetik dari suatu populasi atau suatu spesies nah pada video kali ini Mari kita belajar bagaimana caranya menghitung heterozigositas sama seperti polimorfisme heterozigositas merupakan perhitungan yang biasa digunakan oleh para peneliti atau ilmuwan untuk mengetahui seberapa besar variasi genetik dari suatu populasi Lalu kenapa peneliti perlu menghitung heterozigositas karena ternyata polimorfisme yang kita pelajari di video sebelumnya sudah banyak ditinggalkan oleh para ilmuwan ketika kondisi-kondisi yang dihadapi oleh ilmuan tidak memungkinkan mereka menggunakan polimorfisme artinya polimorfisme Memiliki keterbatasan Nah ada dua keterbatasan utama pada perhitungan atau penentuan variasi genetik berdasarkan polimorfisme keterbatasan utama yang pertama adalah arbitrer sedangkan keterbatasan kedua dari polimorfisme adalah permasalahan impresisi arbitrer itu dalam bahasa sederhananya adalah sewenang-wenang atau sesuka hati seenaknya sedangkan permasalahan impresisi berkaitan dengan ketepatan Apa maksud keduanya Apa maksud arbitrer dalam polimorfisme dan Apa maksud impresisi dari polimorfisme Mari kita lihat secara langsung saja dari data sehingga kita dapat mudah memahami kedua maksud istilah ini Oke misalkan kita menggunakan contoh data yang telah kita pelajari di video sebelumnya misalkan saja kita mengamati populasi yang terdiri atas 100 individu kemudian kita mengamati lokus a lokus a terdiri atas dua alel yaitu alel a+ dan a persentase kemunculan alel a+ dari 100 individu tadi adalah sebesar 94% sedangkan alel a sebesar 6% dan dikatakan dia lokus polimorfik kemudian lokus kedua yang kita amati adalah lokus B lokus B ada dua ada empat alel yaitu alel B plus alel B1 alel B2 dan alel B persentase kemunculan alel B plus adalah sebesar 25%. persentase alel B1 kemunculannya 20% B2 20% dan b 25%. dan tentunya lokus B juga termasuk dalam lokus polimorfik kemudian lokus ketiga adalah lokus C lokus C hanya ada satu alel sehingga kemunculan alel c adalah 100%. dan jelas lokus ini bukanlah lokus polimorfik karena kriteria utama dari penentuan suatu lokus itu polimorfik atau tidak adalah kemunculan alelnya bila alelnya hanya satu ya sudah dia bukan polimorfik namun kalau alel yang muncul lebih dari satu maka kriteria pertama terpenuhi kemudian kriteria kedua adalah mayoritas alel mayoritas memiliki persentase tidak lebih dari 95% sehingga kalau meskipun ada dua macam alel namun alel mayoritasnya itu munculnya di atas 95% maka dia bukan lokus polimorfik contohnya saja lokus D ini nah lokus D ini ada dua alel yaitu d+ dan D persentase D Plus adalah 96% sedangkan persentase kemunculan d adalah 4%. lokus ini memiliki dua macam alel namun lokus ini bukanlah lokus polimorfik Kenapa karena lokus d ulan Alil D plusnya 96% lebih dari 95%. Nah sekarang Mari kita lihat polimorfismenya 0,50 ya Sekarang mari kita lihat Kenapa polimorfik polimorfisme dikatakan arbitrer arbitrer tadi saya katakan sewenang-wenang sesuka hati seenaknya Nah arbiter di sini adalah penentuan dari polimorfik penentuan suatu lokus itu polimorfik atau tidak di sini kita lihat lokus a dikatakan polimorfik sedangkan logus D dikatakan tidak polimorfik dasarnya adalah lokus a alel mayoritasnya di bawah 95% sedangkan lokus D alel mayoritasnya di atas 95% Nah di sinilah arbitrernya arbitrernya adalah dasar penentuan angka 95% ya tadi kan dikatakan kalau di bawah 95% dia termasuk polimorfik namun kalau alel mayoritasnya di atas 95% bukan polimorfik nah angka 95 ini munculnya dari mana ini merupakan pertanyaan dan ini dianggap seenak hati munculnya angka ini sehingga dikatakan arbitrer seenaknya tidak ada dasar yang kuat sehingga ada peneliti lain menggunakan dasar 98 atau 99 bukan 95 Nah inilah arbitrer kelemahan pertama dari polimorfisme kelemahan kedua dari polimorfisme adalah impresisi yaitu berkaitan dengan ketidaktepatan dari polimorfisme untuk menggabarkan seberapa besar variasi genetik dari suatu populasi atau suatu spesies jadinya polimorfisme dikatakan kurang mampu memberikan ketepatan Gambaran atau kondisi variasi genetik Kenapa kita lihat lagi dari contoh data ini kalau kita berbicara polimorfisme rumusnya kan jumlah lokus polimorfik dibagi jumlah lokus yang diobservasi jadinya Dasar polimorfisme adalah Jumlah lokus polimorfiknya kalau lokus itu polimorfik dihitung satu kalau tidak polorfik dihitung 0 contohnya Ini lokus a dihitung 1 karena dia polimorfik lokus B dihitung 1 karena dia polimorfik lokus C dihitung 0 karena dia bukan polimorfik lokus D dia juga bukan polimorfik sehingga dihitung 0 sehingga 1 + 1 + 0 + 0 sehingga jumlah lokus polimorfiknya adalah 2 Nah sekarang kita lihat impresisinya itu berasal dari penentuan lokus polimorfik tadi kita lihat di sini lokus A itu polimorfik lokus B itu polimorfik juga padahal kalau kita lihat lokus a terdiri atas dua macam alel a + 94% a 6%. lokus B ada 4 macam alel 25% 20%, 20% 25% tetapi kedua lokus ini sama-sama hanya dihitung sebagai satu sebagai satu lokus polimorfik ya Tadi kan saya katakan A 1 b 1 c 0 D 0 sehingga lokus polimorfiknya 2 Padahal kalau kita lihat secara kasat mata di sini jelas lokus B ini variasinya lebih banyak kita lihat ada empat macam alel persentasenya seperti ini lokus a Hanya dua macam alel persentasenya seperti ini tetapi kedudukannya sama Hanya dianggap sebagai angka sat Hanya dianggap sebagai satu lokus polimorfik Nah di sini dikatakan impresisi kurang mampu menggambarkan variasi genetik Kenapa karena meskipun lokus suatu lokus variasi genetiknya tinggi Dia Hanya dianggap sebagai satu lokus polimorfik sama juga dengan lokus yang variasi genetiknya rendah dia juga dianggap sebagai satu lokus polimorfik misalkan ada lokus e lokus E itu terdiri atas 30 alel misalkan dan persentasenya 5% 10% 5% dan sebagainya sama lokus C Itu hanya dianggap sebagai angka satu dalam perhitungan polimorfisme sehingga dikatakan polimorfisme itu impresisi sehingga muncullah heterozigositas Apa itu heterozigositas heterozigositas disingkat juga sebagai h h kapital ya dan diartikan sebagai rerata frekuensi individu heterozigot per lokus jadinya nanti dilihat per lokus jadinya variasi genetik dari tiap lokus bisa berbeda jadinya keberagaman variasi genetik per lokus diperhatikan misalkan kita melibatkan empat lokus dan 100 individu kita Tuliskan lokus pertama lokus kedua lokus ketiga dan lokus ke4 kemudian kita hitung lokus 1 itu berapa individu yang zigot lokus du ada berapa individu yang kita ter zigot lokus 3 Ada berapa individu yang get zigot dan lokus 4 ada berapa individu yang kitaikut kemudian kita tulis total individu yang kita libatkan di sini kita lihat di lokus 1 ada 25 individu heterozigot lokus 2 ada 42 individu heterozigot lokus 3 ada 9 sedangkan lokus 4 tidak ada individu yang heterozigot lalu kita hitung heterozigositas dari dari setiap lokus caranya mudah langsung kita bagi saja jumlah individu itu resiko dengan jumlah total individu yang kita amati 25 / 100 = 0,25 42 / 100 = 0,42 kemudian 9 / 100 = 0,09 dan terakhir 0 / 100 = 0 lalu untuk mengetahui heterozigositasnya kita ratakan keseluruhan angka ini 0,25 + 0,42 + 0,09 0 kemudian dibagi 4 = 0,19 inilah heterozigositas dari populasi yang kita Amati dan prinsipnya semakin tinggi angka heterozigositas semakin tinggi pula variasi genetik dari populasi tersebut dan sebaliknya semakin rendah angka heterozigositas semakin rendah pula variasi genetik dari populasi tersebut demikian penjelasan saya bagaimana caranya menghitung heterozigositas terima kasih atas perhatiannya Mohon maaf bila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories