Transcript
4eX8tH7iG_w • Asetilasi Histon, Metilasi DNA, Imprinting, dan Kompensasi Dosis Kromosom X
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0195_4eX8tH7iG_w.txt
Kind: captions Language: id Halo assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh di video Sebelumnya kita telah mempelajari keterlibatan dari erena i fakultas faktor transkripsi hingga enhancer dalam regulasi ekspresi gen pada eukariotik dan pada video kali ini Mari kita pelajari peristiwa asetilasi histon metilasi DNA hingga Ain aktivasi dan aktivasi kromosom X pada eukariotik Oke ini merupakan foto dari kromosom-kromosom ini bisa kita temukan ya di dalam inti sel eukariotik kalau kita mempelajari struktur dari kromosom Ternyata ada daerah-daerah yang sangat memampat sehingga ketika diwarnai warnanya menjadi lebih pekat dan ada daerah-daerah yang lebih renggang nah daerah-daerah yang lebih mampat atau lebih rapat dikenal sebagai heterokromatin sedangkan daerah-daerah yang lebih renggang dikenal sebagai kromatin nah gen-gen yang secara aktif ditranskripsi Khan atau diekspresikan merupakan gen-gen yang berada di daerah kromatin daerah yang lebih renggang sedangkan dikit di daerah heterokromatin segmen segmen DNA atau gen gen di daerah tersebut diinaktifkan atau laju transkripsinya lebih rendah nah peristiwa ini merupakan salah satu contoh Bagaimana gen-gen di suatu sel dapat diinaktifkan jadinya ketika gen-gen tersebut berada di daerah hydro kromatin maka gen-gen tersebut menjadi inaktif dan bisa saja awalnya suatu daerah itu kromatin kemudian terjadi modifikasi sehingga you kromatin itu berubah menjadi truk rumah Tin awalnya renggang kemudian menjadi memampat sehingga awalnya gen-gen tersebut dapat diaktifkan dapat diekspresikan namun setelah memampat menjadi heterokromatin maka gen-gen tadi menjadi inaktif Nah kalau kita belajar kromosom kita ingat kromosom itu merupakan Hai sebetulnya tersusun atas benang kromatin ya benang kromatin yang memadat inilah yang dinamakan kromosom yang tadi bisa dibagi menjadi ukro matiin dan daerah heterokromatin Nah kalau kita ingat kromatin ini sebenarnya tersusun atas dua komponen utama yaitu DNA dan protein DNA meneliti protein-protein yang kita kenal sebagai protein histon yang gambarnya disini digambarkan dengan warna orange ini sedangkan dna-nya warnanya biru Nah dari sini kita tahu bahwa kromosom itu terdiri atas dua komponen utama DNA dan protein yang digambarkan disini adalah protein histon dan modifikasi baik di DNA ataupun di protein histon nya akan juga mempengaruhi laju transkripsi atau ekspresi genetik dari gen tersebut misalkan saja kita ambil contoh pada peristiwa kromatin remodeling kromatin remodeling itu merupakan perubahan aksi tekstur kromosom ya jadinya perubahan struktur musuhnya sehingga kromosom dapat dikatakan lebih terbuka karena lebih terbuka maka peralatan atau komponen komponen yang terlibat dalam transkripsi bisa masuk ke daerah tersebut misalkan ada segmen DNA tertentu kalau kita pelajari digambarin ikan segmen DNA meneliti histon kemudian memampat nah ketika DNA memiliki histon kemudian memampat maka komponen-komponen yang terlibat dalam transkripsi itu susah masuk Nah kromatin remodeling memungkinkan peralatan transkripsi hadir dan masuk di daerah segmen DNA tersebut sehingga segmen DNA tersebut dapat ditranskripsikan nah salah satu peristiwa dalam kromatin remodeling adalah asetilasi histon atau penempelan asetilkolin pada protein histon nah gambarnya seperti ini ya karena protein itu tersusun atas rantai asam amino maka di sini bisa kita lihat pada rantai yang tersusun atas banyak asam amino Nah di sini kita lihat ada licin licin ini ketempelan AC ac-nya asetil dan setelah dipelajari oleh para ilmuwan ternyata asetilasi histon itu menampung meningkatkan laju transkripsi dari DNA tersebut jadinya misalkan ada segmen DNA segmen DNA itu meliliti histon dan ketika histon tersebut mengalami asetilasi atau penempelan gugus asetil bada daerah histon tersebut khususnya di asam amino lisin maka Hai laju transkripsi segmen DNA tersebut meningkat sebaliknya ketika dna-nya mengalami metilasi segmen DNA tersebut laju transkripsinya ditekan Apa itu metilasi metilasi itu penempelan gugus metil penempelan gugus metil pada basa sitosin nah ini ya ini basa sitosin kemudian ini gugus metil Gus metil itu CH duit tiga kalau di kamar dituliskan bisa ditulis seperti ini mcg m ini metil C Itu situasinya metil sitosin P ini mewakili ikatan fosfodiester push-pull kan bahasa Inggrisnya jadinya Peni ikatan fosfodiester kita ingat ikatan fosfodiester itu merupakan ikatan yang menghubungkan satu nukleotida dengan nuklir tidak lain di DNA nah disini saya ini kan miliknya satu nukleotida Genie miliknya nukleotida disebelahnya nah 10 tidak dengan nukleatnya dihubungkan oleh P yaitu ikatan fosfodiester a disini c-nya ada m alias termetilasi gambarnya seperti ini dan kalau kita tulis rantainya kita bisa menggambarkan seperti ini ini C come tempelan CH3 termetilasi nah kebalikannya dengan asetilsistein tadi ketika histon terasetilasi laju transkripsi meningkat sedangkan ketika sitosin termetilasi laju transkripsinya menurun Hai dan kalau kita belajar metilasi DNA kita juga akan mengenal imprinting imprinting itu merupakan peristiwa yang mengakibatkan Suatu pasangan Gen hanya ditranskripsikan salah satu alelnya saja dan transkripsi salah satu alel tersebut berkaitan dengan dari mana alel tersebut berasal maksudnya dari mana alel tersebut berasal itu dari orang tua mana orang tua laki-laki atau perempuan betina atau jantan jadinya peristiwa imprinting DN itu menyebabkan salah satu alel saja yang ditranskripsikan dan alel tersebut berasal dari orangtua laki-lakinya atau orangtua perempuannya untuk lebih memudahkan langsung kita lihat contohnya di sini Misalkan saja kita Contohkan gen igv2 nagen igv2 ini didalam tubuh kita itu ada sepasang jadinya ada dua alel satu dari ibu kita satu dari bab kita nah jadinya akan berpasangan Ibu menghasilkan sel telur Bapak menghasilkan sel sperma dua-duanya baik sel telur maupun sperma membawa alel igf2 nah ketika terjadi fertilisasi membentuk zigot sehingga nanti igf2 nya ada dua Nah ini misalkan ya ini Maret Gem lain Jadinya ini sel telur dari ibu Sedangkan ini sperma dari ayah Baik Ibu dan Ayah membawa kromosom yang sama sehingga dia juga membawa igv2 ini ada ikev2 disini juga ada igf2 Nah di sini kita lihat ternyata igv2 dari ibu atau sel telur telur mengalami metilasi ketika mengalami metilasi maka gen itu tidak diaktifkan Nah di sini jadinya genik F2 pada sel telur tidak diaktifkan berbeda dengan sel sperma yang tidak mengalami metilasi badai f2nya nah ketika terjadi fertilisasi terbentuklah zigot Hai karena terjadi fertilisasi maka kromosom ibu dan ayah berpasangan dan ikev2 nya pun menjadi dua maksudnya dua disini dua alel satu dari ibu satu dari ayah namun yang dari ibu termetilasi yang ayah tidak termetilasi sehingga yang diekspresikan hanyalah alelik F2 yang berasal dari ayah nah kemudian ini akan berkembangnya zigot ini membelah membelah sehingga membentuk tubuh kita Hai nah ketika dia mau berkembang menjadi sel Soma sel tubuh sel misalkan sel kulit sel jantung maka metilasi tersebut dipertahankan alel dari ibu selalu termetilasi sehingga tidak diaktifkan sedangkan alel dari ayah itu tidak termetilasi sehingga selalu diekspresikan secara normal namun ketika zigot ini berkembang menjadi backup4all sperma dan sel telur maka metilasi tersebut dibuang Oh iya jadinya ini di dikamed kita diesel penghasil gamet kita maka CH3 tadi metil tadi dibuang Hai nah kemudian ketika dia merupakan laki-laki misalkan dia akan menghasilkan sperma spermanya tetap tidak termetilasi namun kalau dia ini perempuan dia akan menghasilkan sel telur ternyata sel telur yang dihasilkan akan langsung termetilasi lagi Dan inilah contoh dari peristiwa imprinting nah selain peristiwa imprinting ternyata regulasi ekspresi gen pada eukariot memungkinkan sel-sel eukariotik to menginaktivasi seluruh kromosom X atau sebaliknya mom kiper aktivasi seluruh kromosom x-nya Nah sekarang contohnya kita ambil adalah mamalia hai oke Sebelum saya jelaskan inaktivasi dan hiperaktif ASI pada mamalia perlu kita ketahui kalau kita belajar eukariot misalkan manusia antara laki-laki dan perempuan itu selnya kromosom x-nya berbeda pada laki-laki itu kan kromosomnya SY sedangkan pada perempuan kromosomnya xx perempuan memiliki dua kromosom X sedangkan laki-laki memiliki satu kromosom X jadinya gen-gen di kromosom-x wanita itu dua kali lipat daripada di laki-laki Nah kalau secara normal Kalau game-nya lebih banyak Maka hasilnya protein yang dihasilkan dari kromosom X tersebut juga dua kali lipat dari merupakan hal yang tidak boleh dalam satu spesies kalau dalam satu spesies sebaiknya gen itu jumlahnya sama ekspresinya atau hasil transkripsi translasi Nya sehingga meskipun laki-laki dan perempuan jumlah kromosom x-nya berbeda namun Express agennya atau hasil translasi dari gen-gen di kromosom-x harus dalam keadaan yang sama sehingga perlu ada mekanisme yang memastikan meskipun kromosom x-nya berbeda namun hasil transkripsi translasi gen gen kromosom x-nya sama nah ini merupakan peristiwa kompensasi dosis Nah sekarang kita lihat kompensasi dosis pada mamalia kembali lagi ya pada wanita ini kromosom x-nya dua pada laki-laki kromosom x-nya cuma satu harus ada mekanisme yang menyebabkan meskipun kromosom X di laki-laki lebih sedikit setengahnya kromosom x-nya wanita Hai harus ada mekanisme agar laki-laki dan perempuan ini Hai laju transkripsi translasi nya diatur sedemikian rupa sehingga hasil hasil transkripsi translasi kromosom X pada laki-laki dan wanita sama dan ternyata pada mamalia untuk menyampaikan hal tersebut terjadi inaktivasi satu kromosom X Hai sedangkan pada wanita pada laki-laki tidak terjadi peristiwa tersebut inaktivasi satu kromosom X hanya terjadi pada wanita bagaimana mekanismenya setelah diselidiki oleh para peneliti ternyata inaktivasi kromosom X pada salah satu kromosom X wanita itu terjadi pada mulanya di daerah yang dikenal sebagai xxxte ini hai Nia mohon maaf switch Hai di daerah switch jadinya di kromosom-x itu ada daerah yang namanya XTC XTC merupakan daerah yang pertama kali mengalami inaktivasi kemudian akan merembet ke daerah lainnya sehingga seluruh kromosom-x inaktif Hai dan itu hanya terjadi pada salah satu kromosom saja Nah setelah diteliti oleh para peneliti ternyata di daerah svcd ada satu gen yang dikenal sebagai absis t-track nyata gen ini tetap aktif gen ini akan mampu mentranskripsikan gen a akan mampu melakukan transkripsi sehingga menghasilkan Erna sepanjang 17 kilo best ke-17 KB first nah erena ini ternyata nanti akan menempel keseluruh bagian dari kromosom X sehingga kromosom X ini mengalami inaktivasi berbeda dengan kromosom X satunya existe nya gennya ini genesta ST Tidak ditranskripsikan sehingga tidak ada erena yang dihasilkan dari game tersebut karena erena tersebut tidak dihasilkan maka kromosom X disini tetap aktif tidak dibungkus oleh Rina tadi akibatnya gen-gen di kromosom x-nya aktif misalkan saja gen yang disini hprt Gendis ini tetap bisa ditranskripsikan Hai sedangkan gendy kromosom X yang tadi mengalami inaktivasi gen ini tidak bisa menghasilkan Erna Nah sekarang kita lihat di drosophila sama drosophila wanita mohon maaf kalau Villa betina itu kromosom x-nya dua sedangkan pada jantan kromosom x-nya hanya satu Namun ternyata mekanisme kompensasi dosis pada drosophila berbeda dengan mamalia kalau pada mamalia terjadi pada wanita salah satu kromosom x-nya diinaktifkan sedangkan pada drosophila terjadi mekanisme hiperaktif Asy kromosom X pada jantan jadinya pada betina tidak terjadi apa-apa sedangkan pada jantan kromosom x-nya ditingkatkan laju ekspresi genetiknya menjadi dua kali lipat nah ini melibatkan gen-gen yang dikenal sebagai Mi spesifik Lethal disingkat sebagai msl nah gen-gen ini akan menghasilkan protein msl nah protein msl ini lah nanti yang akan nempel di kromosom X jantan nah ketika msl ini berinteraksi dengan kromosom X di jantan maka kromosom X ini akan mengalami peningkatan laju ekspresi sedangkan pada betina gen-gen msl ini tidak menghasilkan protein msl sehingga kromosom x-nya tidak mengalami hiper aktivasi Nah sekarang kita lihat mekanisme kompensasi dosis pada kenor caenorhabditis ini semacam cacing ya Nah berbeda dengan mamalia dan drosophilla ternyata mekanisme kompensasi dosis pada organisme ini adalah penekanan ekspresi gen pada kedua kromosom x-nya Hai pada betina sedangkan pada jantan kromosom x-nya tidak terjadi apa-apa jadinya kromosom X pada betina ini sama-sama tetap mengalami ekspresi genetik namun ditekan sehingga ini dianggap laju ekspresinya menjadi 50% Sedangkan ini menjadi 50% juga sehingga totalnya 5050 = 100% sehingga sama dengan laju ekspresi genetik pada jantan yang hanya memiliki satu kromosom X Nah demikian penjelasan saya terkait Bagaimana peristiwa asetilasi histon metilasi DNA dan kompensasi dosis pada eukariotik terima kasih atas perhatiannya Mohon maaf bila ada kesalahan Assalamualaikum warahmatullahi