Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur berdasarkan transkrip yang Anda berikan.
Panduan Lengkap Menulis Daftar Pustaka: Skripsi, Disertasi, Dokumen Resmi, dan Peraturan Perundang-undangan
Inti Sari (Executive Summary)
Video ini membahas panduan teknis penulisan daftar pustaka (bibliografi) untuk berbagai jenis dokumen akademik dan resmi menggunakan gaya selingkung APA (American Psychological Association), khususnya edisi ke-7. Pembahasan mencakup format penulisan untuk karya ilmiah tingkat sarjana hingga doktoral (skripsi, tesis, disertasi) baik versi cetak maupun daring, serta cara menuliskan dokumen resmi lembaga dan peraturan pemerintah Indonesia sesuai standar akademik yang berlaku.
Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)
- Format Penulis Penulis Individu: Nama belakang penulis ditulis terlebih dahulu, diikuti koma, lalu nama depan dan tengah yang disingkat (Inisial).
- Skripsi/Tesis/Disertasi: Terdapat perbedaan format antara karya yang tidak dipublikasikan (cetak) dan yang tersedia di database daring, terutama pada penggunaan tanda kurung siku dan sumber database.
- Dokumen Resmi: Penulisan nama penulis untuk lembaga atau tim ditulis secara normal (tanpa membalik nama belakang), dan URL wajib dicantumkan jika sumber diperoleh secara daring.
- Peraturan Perundang-undangan: Penulisan hukum di Indonesia menggunakan format Nama Peraturan langsung diikuti Tahun dalam kurung tanpa koma, diakhiri dengan sumber atau URL.
Rincian Materi (Detailed Breakdown)
1. Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Cetak/Tidak Dipublikasikan)
Bagian ini menjelaskan format standar untuk karya ilmiah akademik yang belum dipublikasikan secara luas atau hanya tersedia dalam bentuk fisik di perpustakaan kampus.
* Penulis: Nama belakang diawali, diikuti koma dan inisial nama depan (Contoh: Ahmad Fauzi menjadi Fauzi, A.).
* Tahun: Ditulis dalam tanda kurung dan diakhiri dengan titik.
* Judul: Ditulis miring (italic) dan menggunakan sentence case (hanya huruf pertama yang kapital, kecuali nama proper).
* Jenis Dokumen: Ditempatkan dalam tanda kurung siku. Spesifikasikan jenis dokumen seperti [Unpublished undergraduate thesis], [Master's thesis], atau [Dissertation].
* Institusi: Nama universitas atau kampus tempat penulis menyelesaikan karya tersebut.
2. Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Online/Database)
Mengingat era digital, banyak universitas luar negeri yang menyimpan karya ilmiah di database daring. Formatnya sedikit berbeda dari versi cetak.
* Kurung Siku: Tulis tingkat derajat dan nama institusi dalam satu kurung siku, tanpa kata "Unpublished".
* Format: [Master's thesis, Nama Universitas] atau [Dissertation, Nama Universitas].
* Sumber Database: Cantumkan nama arsip atau tempat dokumen tersebut disimpan.
* Tautan (Link): Wajib menyertakan DOI atau URL yang berfungsi.
3. Dokumen Resmi dan Laporan Institusi
Pembahasan melanjutkan ke sitasi untuk dokumen keluaran lembaga atau pemerintah.
* Format Penulis:
* Jika penulis adalah individu, gunakan format nama belakang di depan.
* Jika penulis adalah tim atau asosiasi (lembaga), tulis nama lembaga secara normal (tidak dibalik).
* Jika penulis lebih dari satu orang, gunakan simbol "&" sebelum nama penulis terakhir.
* Penerbit (Publisher): Jika informasi penerbit tersedia, cantumkan setelah judul. Jika tidak, langsung ke URL.
* URL: Jika dokumen diperoleh dari daring, URL wajib dicantumkan. Jika dokumen bersifat cetak atau sumber tidak diketahui, URL tidak perlu diisi.
4. Peraturan Perundang-undangan (Hukum)
Video ini menghubungkan panduan APA Edisi 7 (yang umumnya membahas hukum AS) dengan penerapannya pada hukum di Indonesia.
* Nama Peraturan: Tulis nama lengkap peraturan atau Undang-Undang tersebut.
* Tahun: Tahun penetapan diletakkan dalam tanda kurung tepat setelah nama peraturan tanpa menggunakan tanda koma.
* Sumber: Diakhiri dengan mencantumkan sumber tempat hukum tersebut diperoleh atau URL resminya.
Kesimpulan & Pesan Penutup
Menguasai format penulisan daftar pustaka untuk dokumen akademik dan resmi adalah kunci utama dalam menulis karya ilmiah yang kredibel. Video ini telah merangkum aturan spesifik untuk skripsi, tesis, disertasi, laporan lembaga, hingga produk hukum. Pada kesempatan berikutnya, pembahasan akan dilanjutkan ke cara menuliskan sitasi untuk blog, website umum, artikel majalah, dan koran.