Transcript
tUaKTbnz3Kk • Cara Analisis Korelasi menggunakan JASP beserta Cara Pelaporannya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0255_tUaKTbnz3Kk.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad Fauzi di video Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana caranya melakukan analisis anakova menggunakan CH dan pada video kali ini Mari kita pelajari Bagaimana caranya melakukan uji korelasi menggunakan software chest software yang resmi gratis praktis dan lengkap untuk melakukan berbagai analisis statistik dan pada video kali ini kita jug juga tidak hanya mempelajari cara analisis korelasi namun juga mempelajari cara menulis laporannya secara lengkap dan tepat namun sebelum kita pelajari Bagaimana caranya melakukan analisis korelasi kita harus tahu terlebih dahulu Apa itu analisis korelasi dan analisis korelasi yang sering kita gunakan ketika melaporkan data hasil penelitian kita adalah analisis korelasi person Product Moment analisis korelasi parametrik apa analisis korelasi ini atau Apa tujuannya tujuannya adalah digunakan untuk menilai ada tidaknya hubungan linear yang signifikan antara dua variabel kontinue sehingga misalkan kita memiliki dua kelompok data dan dua kelompok data itu kita ingin lihat ada tidaknya hubungan signifikan di antara kedua kelompok tersebut maka kita bisa menggunakan analisis korelasi person Product Moment namun sebelum data itu kita analisis menggunakan personion Product Moment kita harus pastikan terlebih dahulu data tersebut memenuhi asumsi uji korelasi ini apa saja asumsinya yang pertama adalah kedua variabel harus dalam skala kontinu ya dua kelompok data tadi harus dalam bentuk kontinu bisa interval bisa rasio tidak boleh nominal apalagi ordinal kemudian kedua variabel tadi kedua kelompok tadi memiliki hubungan linear jadinya ketika satu data atau satu kelompok semakin besar datanya maka kelompok satunya juga semakin besar atau sebaliknya ketika ada data yang semakin besar di satu kelompok di kelompok lain datanya semakin kecil sehingga kalau digrafikkan nanti akan membentuk garis bisa garisnya diagonal ke atas atau ke bawah Yang penting harus linier tidak melengkung ketika digrafikkan kemudian variabel Oh sori asumsi yang ketiga adalah pasangan variabel kedua kelompok tadi distribusinya harus normal divariat ini untuk asumsi ketiga harus dicek menggunakan C misalkan ini contoh penelitiannya hubungan antara berat badan dengan panjang ekor mencit misalkan Nah di sini adalah Datanya ada dua variabel ini variabel berat dalam gram kemudian variabel panjang dalam bentuk centimeter nah ini ada dua variabel ya pasti ya karena korelasi harus melibatkan dua variabel kemudian kedua variabel ini memiliki data yang kontinue bukan nominal bukan eh bukan eh ordinal nah ini termasuk rasio Ya baik berat maupun panjang begitu oke sekarang langsung saja kita praktikkan cara melakukan analisisnyaah kita siapkan dulu datanya di Microsoft Excel karena kalau kita mau melakukan analisis chest data kita kita siapkan di Excel namun data ini harus di-save as dalam format csv maka kita pilih menu file kemudian save as kemudian browse kita cari di mana folder tempat kita ingin menyimpan file ini misalkan saya di folder korelasi kemudian save as type-nya kita pilih yang csv Kom limited nah ini ya kita pilih kemudian kita klik save setelah setelah data kita sudah tersimpan dalam format csv kita buka J kita di pojok kanan eh kiri ya ini pojok kiri ada garis tig kita pilih kemudian kita pilih Open kita pilih computer kemudian kita browse di mana folder kita tadi ahah ini ya di saya di folder korelasi kemudian di sini ada data korelasi yang dalam bentuk format csv Nah koma spated value kemudian setelah kita klik fil-nya kita pilih Open nah sehingga data kita sudah terbuka sebelum kita analisis kita pastikan Apakah skala data kita sudah betul Atau tidak nah sehingga di atas ini bisa kita klik Oh sudah scale jadinya sudah betul panjang itu juga dalam bentuk continue atau scale maka kita pastikan Oh sudah scale juga misalkan nanti datanya bentuknya ee munculnya ini grafik semacam ini Nah itu ordinal harus kita Ubah menjadi J skill atau kalau gambarnya seperti ini harus kita Ubah menjadi skill juga gitu ya Nah setelah kita pastikan kedua data sudah dalam skala continue atau skill maka kita bisa mulai melakukan analisis cara analisisnya bagaimana di atas ini ada regression ini bisa kita pilih kemudian kita pilih yang correlation ini kita klik kiri kemudian nah ini tampilan umumnya kalau 100% ya seperti ini bisa kita perbesar lagi nah di sisi kiri kita pilih berat ke variabeles ini panjang ini juga kita masukkan ke variab sehingga kedua variabel kita masuk di kolom variabes kemudian kita cek terlebih dahulu assumption-nya nah ini assumption cek tanda panah ini bisa kita klik kemudian di sini kita centang multivariate normality-nya maupun p w normality-nya ya sama-sama menggunakan sapiro kita lihat hasilnya terlebih dahulu ini bisa kita klik SL sehingga sisi kanan muncul secara besar seperti ini prinsipnya sama ya ketika kita membaca normalitas seperti di video-video sebelumnya P value-nya harus di atas 0,05 Ah ini ya 0,08 Ini juga 0,08 sehingga asumsi normalitas terpenuhi berdasarkan uji sapiro baik multivariate normality maupun pirway normality-nya kemudian kita kembali ke atas nah ketika data kita tidak normal maka kita hilangkan centang personnya kemudian kita bisa pilih sperman row atau Kendal tahu sperman R sama Kendal to ini uji mengganti person ketika data kita tidak normal atau ketika salah satu data variabel kita bukan dalam bentuk ktinue misalkan ordinal begitu ya Nah karena data kita dua-duanya kon dan terdistribusi normal maka kita centang Yang person misalkan ini ya kita pilih yang sperman ya maka di sisi kanan ini nah ini munculnya sperman ya kita kembalikan ke person maka di sini yang muncul adalah person R nah gitu kemudian di sisi kanan ada additional option nah ini kalau ini kan bentuknya matrik kalau kita enggak nyaman dalam bentuk matrik maka kita bisa pilih yang fairways kita kecilkan dulu nah seperti ini ini bisa kita tarik eh sor ini bisa kita tarik seperti ini nah nah ini ya tampilannya seperti ini kalau perir kalau Matrix tampilannya seperti ini Nah kita pilih mana yang nyaman menurut kita kemudian Flex significant correlation ini maksudnya Tandai kalau ada korelasi signifikan Nah ini bisa kita kasih centang nah sehingga muncul di sini tanda bintang di sini ada keterangannya kalau bintang S signifikan di bawah 0,05 bintang 2 itu sangat signifikan karena di bawah 0,01 bintang 3 itu lebih signifikan lagi karena di bawah 0,001 prinsipnya ketika kita melakukan uji korelasi P value-nya ini harus di bawah 0,05 kalau kita ingin data kita itu berkorelasi secara signifikan kalau P value-nya di atas 0,05 artinya data kita tidak berkorelasi signifikan dan tanda bintangnya hilang meskipun kita sudah kasih centangan deflex significant correlation Confident interval bisa kita centang juga kalau kita ingin memperkaya isi tabel kita ya Namun kita juga tidak tidak ingin melaporkan juga tidak masalah nah yang perlu ini effect size-nya kita sampaikan nah kemudian sample size-nya juga bisa kita centang untuk melihat berapa sih sampelnya berapa sih ulangannya karena ketika kita nanti melaporkan hasil uji k relasi kita juga perlu menyampaikan ee data kita jumlahnya berapa begitu Kemudian untuk memastikan Apakah asumsi linearitas kedua data kita terpenuhi maka kita bisa pilih yang skatterer plot ini Nah kita lihat apakah data kita ini ada hubungan linear nah ini yang saya katakan tadi hubungannya linear lurus seperti ini tidak melengkung ya kalau melengkung itu tidak linear begitu nah ini bisa kita tampilkan dilaporkan bisa juga tidak kita tampilkan di laporan Oke kemudian kita kembali lagi ke analisisnya eh sor ke sini kita centang semua yang perlu kita centang sekarang kita waktunya melaporkan hasil analisis kita Nah ini bisa kita copy ya hasil uji asumsinya ini kita klik kemudian copy kita ke word kemudian kita paste ctrl Vah misalkan seperti ini kemudian yang ini juga tanda panah copy kemudian paste seperti ini kemudian kita juga copy hasil uji TP eh sori hasil uji korelasinya copy kemudian paste di sini kemudian ini nanti silakan diperbaiki sendiri tabel 1 ringkasan uji normalitas apa tabel du ringkasan uji normalitas apa dan seterusnya ini juga tabel 3 Misalkan ringkasan ringkasan hasil uji korelasi person nah ini nanti silakan diperbaiki sendiri ya Nah sekarang cara membacanya Seperti apa uji normalitas misalkan kita ingin baca maka bisa kita sampaikan berdasarkan tabel 1 dan 2 dapat diketahui bahwasanya data terdistribusi normal kemudian koma nilai sapironya berapa kemudian P value-nya berapa ya cara menulisnya sama seperti di video video sebelumnya silakan dicek sendiri tidak perlu saya tulis ulang di sini ya langsung kita baca saja yang tabel 3 uji korelasi version berdasarkan hasil uji korelasi menggunakan verion dapat diketahui misalkan ini kasih dalam kurung ya karena setiap tabel harus dimension di paragraf dapat diketahui bahwasanya ada korelasi signifikan antara berat mencit dengan panjang ekornya kemudian kita sampaikan formatnya harus seperti ini ya yang pertama kita sampaikan R ya R hitungnyaung db db itu kalau dikorelasi n - 2 ini n-nya kan 20 di- 2 jadinya 18 sama dengan R value-nya nilai r-nya Ah ini nilai r-nya 0,999 0,999 kemudian t value-nya eh sorry t value-nya p value-nya ini ya miring seperti ini Pi kemudian kurang dari 0,00 satu kemudian kita sampaikan juga effect s-nya ini Kebetulan kalau di jefs ketika korelasi effect s-nya pakai Fer Z maka kita sampaikan berapa sama dengan 3,724 Kita juga bisa menggunakan effectek s yang lain ya ketika korelasi yaitu ee nilai determinasi nah itu nanti bisa kita peroleh ketika kita melakukan uji regresi di video selanjutnya kita akan pelajari cara melakukan analisis regresi menggunakan CS Oke demikian ya hasil analisisnya dan demikian video kita kali ini di video selanjutnya kita bahas uji regresi menggunakan CH Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh