Macam-macam Uji Normalitas SPSS! Pahami Output & Interpretasi untuk Laporan yang Tepat
avLqaXBdoHA • 2024-03-03
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya ensiklopedia Ahmad faauzi di video kali ini Mari kita pelajari berbagai macam uji normalitas ketika kita menggunakan SPSS ketika menggunakan SPSS setidaknya ada dua metode yang bisa kita gunakan untuk melihat apakah data kita Normal atau tidak yang pertama adalah metode grafik dan yang kedua adalah metode numerik di metode grafik kita bisa menggunakan histogram maupun QQ plot sedangkan di metode numerik kita bisa menggunakan analisis skines maupun kurtosis uji kolmogorov smirnov hingga uji sapirowi di video kali ini Mari kita pelajari kelimanya selain itu kita juga akan mempelajari cara interpretasi dan cara melaporkannya secara lengkap dan tepat Nah sekarang Mari kita langsung ke SPSS kita nah misal kan kita memiliki data seperti ini ya di sini ada data pretest kemudian ada data post test kemudian ada data selisih misalkan saja kita ingin cek distribusi normalitas dari data selisih Bagaimana cara melakukan analisis normalitas tersebut nah di atas sini ya Ada menu analyze analyze bisa kita klik kemudian kita pilih yang desriptive statistick Setelah itu kita pilih yang explore seperti ini sehingga nanti kita akan mendapatkan kotak seperti ini ya kotak explore mohon maaf kotak explore kemudian tadi kita ingin menganalisis data selisih maka selisih di sini kita klik ya data yang kita inginkan kita klik kiri kemudian di sini ada tanda panah bisa kita klik sehingga data yang ingin Kita uji normalitasnya masuk kotak dependent list lalu di sisi kanan ada menu plots menu plots bisa kita klik sehingga muncul kotak explore plot seperti ini nah kemudian di desriptif jangan lupa dicentang histogram kemudian di bawah sini ada normality plot ST test bisa kita centang juga lalu di bawah sini ada continue bisa kita klik kemudian ketika kita kembali lagi di kotak explore kita pilih oke nah sehingga kita mendapatkan output seperti ini nah sementara ini kita akan baca terlebih dahulu normalitas berdasarkan metode grafik kalau kita lihat di sisi kanan ini Nah di sini ada berbagai hasil analisis ya kita pilih yang histogram sehingga di sisi kanan akan muncul grafik histogramnya seperti ini data dikatakan terdistribusi normal ketika histogramnya menggambarkan seperti bentuk lonceng Nah ini kan seperti bentuk lonceng ya di sini kecil kemudian di sini banyak sehingga tinggi kemudian merendah lagi kecil lagi kalau digambarkan kayak gunung atau kayak lonceng data ketika terdistribusi normal sangat normal bentuknya seperti ini kalau menuju atau mendekati normal maka datanya hampir seperti ini ketika kita memiliki data penelitian tidak selalu senormal ini ya bisa jadi bentuknya sedikit sedikit berbeda tetapi selama mendekati bentuk lonceng seperti ini data kita bisa dikatakan normal berdasarkan kan histogram kemudian kita bisa melihat dari QQ plot-nya juga kalau kita kembali di sisi kiri di sini ada normal QQ plot ini bisa kita klik sehingga di sisi kanan muncul grafik QQ plot ini prinsipnya ketika hasil QQ plot menghasilkan titik-titik yang mendekati garis diagonal ini maka data kita dikatakan terdistribusi normal ya misalkan kita punya data penelitian kemudian kita buat buat QQ plotnya dan titik-titiknya mendekati garis diagonal ini maka data penelitian kita normal namun ketika banyak titik yang menjauh dari garis diagonal ini misalkan di sini di sini di sini maka data kita dikatakan tidak terdistribusi normal Nah sekarang Mari kita menggunakan metode yang kedua yaitu metode numerik kita kembali ke sisi kiri kemudian kita bisa pilih desriptif sehingga di sisi kanan muncul kotak deskriptif seperti ini sekarang Mari kita baca hasilnya nah bagaimana cara membacanya karena kita fokusnya pada squinus dan kurtosis maka kita lihat dua baris terbawah ini prinsipnya begini ya squinness itu kecondongan atau kemiringan data ketika squinnessnya nol sesuai hasil SPSS maka distribusi kita dikatakan simetris data dikatakan terdistribusi normal ketika data tersebut simetris ya kemiringannya jadinya nol sehingga statistiknya nol atau mendekati ol0 begitu tetapi ketika kita membaca squinus Kita juga harus membaca standar errornya nanti kita juga perlu bandingkan Oh statistiknya mendekati no0 kemudian kita bandingkan atau kita bagi statistik dengan standar errornya sehingga kita mendapatkan nilai z scornya ketika perbandingan antara akka statistik dan standar error diantar -2 sampai +2 ya angka hasil perbandingan kita di antara ne-2 hingga pos2 maka data kita dikatakan memenuhi normalitas begitu juga kurtosis ya kalau kurtosis itu apa ya E lancipan kelancipan data kita ya tadi kita lihat histogramnya ya Nah ketika datanya Lancip sekali itu kurtosisnya terlalu tinggi nilainya Tetapi kalau data kita mendatar atau flat itu kurtosisnya terlalu kecil begitu nah ketika kita menggunakan SPSS data dikatakan normal ketika statistiknya itu no0 atau mendekati 0 ya tidak sampai angka 1 gitu misalkan dan sama nanti kita juga perlu memperlihatkan perbandingan antara angka statistik dengan standar errornya ketika perbandingan atau hasil pembagian antara statistik dengan standar errornya di antara -2 hingga +2 maka data kita juga dikatakan terdistribusi normal berdasarkan hurtosis sekarang bagaimana cara melaporkannya Nah kita bisa seperti ini analisis distribusi data hasil belajar mengungkapkan bahwa distribusi tersebut memiliki squinus yang simetris dengan nilai squinus sebesar 0,025 sedangkan standar errornya 0,564 sekarang kita baca kurtosisnya sementara itu kurtosis untuk untuk data hasil belajar adalah sebesar -0,9597 sedangkan standar errornya adalah 1,091 yang mengindikasikan bahwa distribusi data mendekati mesocurtik ya kalau mesokurtik itu bagus artinya ya nah kemudian kita laporkan zsor-nya hasil zsor saya ingatkan ya zore itu perbandingan antara statistik dengan standar eror tinggal dibagi saja ya hasil Z skor untuk squines adalah 0,044 berasal dari 0,025 / 0,564 Sedangkan untuk kurtosisnya adalah 0,547 angka ini berasal dari 0,597 / 1,091 nah dua-duanya berada di antara -2 hingga +2 tidak kurang dari -2 dan tidak melebihi 2 Oleh karena itu data kita terdistribusi normal Nah sekarang kita lihat ee metode numerik yang kedua dan ketiga yaitu kolmogorov smirnov dan sapirok nah ini ya kolmogorovorf dan sapiroilnya bagaimana cara membacanya nah secara sederhana kita bisa membaca berdasarkan nilai sik yang dihasilkan ketika di atas 0,05 maka data kita dikatakan normal begitu juga untuk sapiro maka kita bisa melaporkannya seperti ini hasil uji kolmogorov smirnov menginformasikan bahwa data data terdistribusi normal ini sebbenumnya data selisih ya data selisih kita atau data selisih hasil belajar kita terdistribusi normal kemudian kita tulis huruf d dimiringkan d ini merupakan simbol dari kolmogorov smirnov kemudian dalamung 16 16 itu DF atau derajat bebas kemudian tutup kurung sama dengan dengan 0,133 dari angka statistik ini lalu sig-nya adalah P value-nya ah ini ya di atas 0,05 sehingga datanya normal menurut kolmogorov semirno sekarang kalau kita ingin membaca sapirowik maka kita bisa menyampaikan hasil uji sapirowik menginformasikan bahwa data-data data selisih ya lagi-lagi salah ini data selisih terdistribusi normal kemudian kita menggunakan huruf w kapital sebagai simbol dari sapirowiik kemudian dalam kurung db-nya atau degree of Freedom atau df-nya 16 tutup kurung sama dengan 0,973 ini Angka statistik dari sapirok kemudian P value-nya kita peroleh dari tabel atau kolom S yaitu 0,897 Oke Demikian Ya penjelasan saya terkait Bagaimana caranya melakukan berbagai macam uji normalitas menggunakan SPSS di video selanjutnya Mari kita p i berbagai analisis lain menggunakan SPSS juga terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories