Create Scopus-Ready Research with AnswerThis: From Gap Analysis to Futuristic Scenarios
FDdUQEp83is • 2025-09-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Answer this merupakan salah satu platform AI dengan berbagai fitur yang luar biasa. Di video kali ini, mari kita coba memaksimalkan penggunaan answer disk untuk melakukan berbagai analisis tingkat lanjut demi menghasilkan berbagai rancangan desain penelitian berkualitas yang berpotensi diterima di jurnal-jurnal terindek Scopus. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya, Ensiklopedia Ahmad Fauzi, channel yang membahas berbagai AI yang bermanfaat untuk bidang penelitian, pendidikan, ataupun bidang-bidang yang lain. Di video kali ini, seperti yang saya singgung di awal video ini, kita akan membahas kembali answer disk. Namun bedanya video ini dengan video-video sebelumnya, di video kali ini kita akan buat prom yang memaksimalkan answer this untuk menghasilkan ide, desain ataupun identifikasi gap di topik tertentu yang nanti bisa menjadi dasar kita merancang penelitian yang luar biasa berkualitas. Kenapa kok tidak pakai Chat GPT? Kenapa kita harus menggunakan answer disk di video kali ini? Karena kalau CGBT kita tidak bisa meminta dia mengolah ataupun menelaah banyak PDF. Ada limitnya. Sedangkan di answer this kita punya menu library. Di library sini kita bisa memasukkan banyak PDF terkait topik kita. Nah, di video kali ini library yang sudah kita siapkan nanti kita minta answer disk menganalisisnya secara lebih dalam untuk menghasilkan ide, gap, ataupun juga merancang skenario futuristik terkait topik penelitian tersebut. Sehingga di video kali ini saya sudah menyiapkan beberapa prom luar biasa yang nanti juga dapat Bapak, Ibu, dan teman-teman salin di kolom deskripsi di bawah video ini. Sehingga nanti silakan gunakan prom-prom ini untuk topik-topik Bapak Ibu. Oke, langsung saja kita praktikkan. Pertama, kita harus membuat library terlebih dahulu. Caranya mudah dan beberapa kali sudah saya tunjukkan ya di video-video sebelumnya. Untuk membuat library, kita akses menu library yang ada di sisi kiri. Kemudian di sini kita bisa buat project baru dengan menekan tanda plus di sini. Kemudian di sini kita tulis title atau judul project-nya bebas ya. Judulnya bisa berkaitan dengan topik yang ingin kita teliti atau ingin kita pelajari. Nah, sekarang kita coba tentukan terlebih dahulu ya apa topik yang bagus. Misalkan ya, misalkan saya ingin meneliti tentang mental health, nah maka kita tulis di sini mental health atau kesehatan mental. Bapak, Ibu, dan teman-teman bisa juga menulis dalam bahasa Indonesia. Kemudian domainnya bisa kita pilih. Kalau tidak ada yang sesuai kita bisa pilih other. Kemudian kita tulis misalkan psikologi. Kemudian kita klik create. Sehingga di sini kita telah mendapatkan folder baru bernama mental health. Kemudian kita cari artikel-artikel. Kita bisa cari artikel di Google Scholar ya. Kita gunakan kata kunci mental health misalkan. Kemudian kita kumpulkan satu persatu atau untuk lebih ringkas kita juga bisa menggunakan Scopus. Untuk kali ini saya gunakan Scopus saja ya Bapak Ibu untuk mempersingkat waktu ya. Namun Bapak Ibu seperti yang saya katakan tadi pakai Google Scholer juga bisa kita kumpulkan 4050 PDF terkait mental health atau terkait topik yang Bapak Ibu inginkan. Oke, sekarang misalkan saya buat search squiry yang sederhana saja. Misalkan seperti ini saja mental health. Nah, kemudian kita enter. Setelah kita enter, kemudian kita download biar tidak terlalu lama ya, kita download aja 30 paper terbaru. Oleh karena itu, kita ubah menjadi full open access agar kita mendapatkan artikel-artikel yang terbaru. Nah, kemudian kita langsung download saja ya. kita klik di sini. Kemudian kita pilih 1 sampai 30 atau 50 paper pertama juga gak masalah ya. Nah, kemudian setelah kita pilih kemudian kita tekan download. Sekarang kita tunggu dulu proses downloading dari 50 paper tersebut. Di sini sudah terselesaikan. Bisa kita lihat di view summary ternyata ada 15 dokumen yang gagal di-download ya. sehingga kita hanya berhasil men-download 35 paper. Setelah kita men-download 35 paper tersebut, kemudian kita upload di sini. Kita klik saja tanda panah ke atas tadi. Lalu kita pilih 35 paper yang kita dapatkan dari Scopus tadi. Lalu kita klik open dan kita tunggu prosesnya. Oke, 35 paper yang sudah kita dapatkan dari Scopus tadi sekarang telah berhasil terupload di folder mental health ini. Kemudian, mari kita running from yang pertama. Kita kembali ke depan dengan memilih tanda plus ini. Kemudian kita klik new query. Kemudian kita masukkan from pertama tadi. Identify atau identifikasi lima gap terbesar di literatur terbaru tentang nanti kita isi topiknya mental health dan beri saran bagaimana penelitian selanjutnya dapat mengisi gap tersebut. Tinggal kita copy saja di sini. Kemudian topiknya bisa kita tulis ya. Bapak, Ibu bisa semakin menspesifikkan topiknya ya. Ini kebetulan saya pilih terlalu umum ya, Bapak, Ibu bisa lebih spesifikan lagi. Kemudian type-nya bisa kita pilih full review biar hasilnya lebih optimal. Kemudian ini kita klik pro. Lalu ini yang penting harus kita atur sources-nya kita ubah. Misalkan, "Pak, saya enggak berlangganan Scopus dan saya kesulitan mencari di Google Scholer." Tenang, ya. Kita enggak harus nyari paper kalau di answer this. Answer disk juga bisa mencarikan, ya. Nah, kebetulan yang di prom pertama ini kita menggunakan paper dari kita yang sudah kita kumpulkan dari database tertentu. Maka kita pilih di sini paper-nya kita hilangkan. Kemudian kita pilih library. Lalu kita pilih folder tersebut. Setelah itu kita klik tanda silap ya. Kemudian ini kita pastikan kembali ke full review. Nah, bagi teman-teman yang tidak bisa mengakses Scopus atau tidak mampu mengoptimalkan Google Scaller-nya bisa klik more filter di sini. Nah, di sini ada choose databasis. Kita bisa pilih berbagai database sehingga nanti answer dis mencarikan paper berkaitan dengan topik yang kita tulis menggunakan database-database ini. Nah, karena tadi saya sudah menggunakan library yang berisikan PDF-PDF terpilih dari Scopus, maka database-nya saya matikan. Kemudian kita klik tanda loop ini dan kita tunggu prosesnya sehingga nanti kita mendapatkan hasil analisisnya. Setelah kita tunggu beberapa menit, sekarang sudah kita dapatkan hasilnya. Di sini sitasinya masih menggunakan ILE bisa kita ubah menjadi apa biar lebih nyaman, ya. Nah, di sini bisa kita lihat sudah ada gap-gap utama yang telah diidentifikasi oleh Ansordis. Yang pertama ini kurangnya cross cultural and global mental health research. Kemudian di sini bagaimana caranya untuk mengisi gap-gap tersebut ya sehingga ini bisa kita jadikan ide-ide penelitian kita untuk mengisi gap tersebut. Kemudian limited understanding of positive positive mental health. Sama di sini ada addressing the gap-nya dengan cara-cara seperti ini sehingga kita bisa melakukan penelitian dengan topik rancangan atau desain seperti ini untuk mengisi gap tersebut. Pak, ini kok bahasa Inggris? Saya enggak biasa baca bahasa Inggris. Tinggal kita ubah saja. Kita klik titik tiga di sini, kemudian kita klik translate, lalu kita pilih Indonesia. Sehingga di sini sekarang semua berubah menjadi bahasa Indonesia. Kemudian di sini kurangnya penelitian tentang kesehatan mental pada populasi tertentu. Nah, untuk mengatasi kesenjangan tersebut, ah di sini ada berbagai ide dan seterusnya ya. Sehingga dengan menggunakan prom tersebut dan dengan menggunakan answer this kita bisa mendapatkan dokumen seperti ini. Dia menganalisis gap berdasarkan library yang berisikan puluhan PDF yang berkaitan dengan topik kita. Sekarang kita coba from selanjutnya yaitu kita minta dia mendesain studi eksperimental berdasarkan gap-gap utama dari literatur tentang misalkan nanti kita isi mental he juga tinggal kita copy saja di sini ya. Kemudian saya kembalikan dulu ya ke bahasa Inggris. Kalau tidak terbiasa bahasa Indonesia fitur-fiturnya namanya jadi aneh ya. Nah kemudian di sini kita isi mental health juga. Nah, kemudian sama ya kita pilih source-nya hanya library saja. Lagi-lagi teman-teman kalau tidak memungkinkan mencari PDF bisa menggunakan source yang lain yaitu database yang sudah disediakan di more filter di sini. Kemudian di sini kita pilih full review lagi biar hasilnya lebih bagus dan modenya pro lagi. Kemudian kita klik tanda ini lagi dan kita tunggu lagi prosesnya. Oke, setelah kita tunggu beberapa detik, prom kedua sudah menghasilkan dokumen seperti ini. Experimental study design addressing gaps in mental health literature. Lagi-lagi kalau teman-teman tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris, klik titik tiga ini kemudian pilih translate ke Indonesia. Di sini bisa kita lihat ada intronya identifying atau mengidentifikasi gap-gap utama di penelitian berkaitan dengan kesehatan mental. Kemudian dia mendefinisikan ruang ee sori dia mendefinisikan ruang lingkup ya terkait gap penelitian di mental health. Kemudian di sini pentingnya mengidentifikasi gap, kemudian overview-nya dan seterusnya. Kemudian ini research question dan hipotesis-nya. Tadi kita akan pengin ya pengin mendesain penelitian eksperimen sehingga di sini ada rumusan masalah dan hipotesisnya. Nah, di sini ada beberapa rumusan masalah. Kemudian ini juga ada hipotesis yang nanti bisa kita gunakan untuk menjadi desain eksperimen penelitian kita di topik ini. Kemudian ini kriteria-kriteria inklusi dan eksklusinya. Kemudian ini bagaimana caranya kita mengambil sampel. Kemudian ukuran sampelnya dan seterusnya. Lengkap sekali sekali ini ya. Kemudian intervensinya seperti apa atau perlakuan yang kita berikan pada subjek penelitian seperti apa dan ini strateginya kemudian ini control group-nya kemudian cara pengukurannya ya. Nah, bahkan di sini ada primary outcome measure sama secondary outcome-nya ya. Kemudian ini timeline untuk pengumpulan data. Kemudian prosedurnya wah lengkap sekali ini, ya. Analisis datanya, bagaimana caranya meng-handling data yang hilang. Kemudian ethical consideration-nya ya, kemudian expected outcome-nya, luaran yang diharapkan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Nah, kemudian ini juga ada implikasi kebijakan, keterbatasan, dan future direction-nya juga lengkap sekali. Luar biasa. Ya, sekarang kita coba running lagi prom ketiga. Di prom yang ketiga ini kita akan meminta answer dis membuat 10 rumusan masalah atau 10 ide penelitian yang mengkombinasikan dua topik yang berbeda. Tadi kita sudah mengumpulkan topik mental health, sekarang kita akan buat folder baru, library baru yang membahas topik lain. Nah, di sini saya sudah menyiapkan ya, saya telah mengumpulkan 30 paper yang berkaitan dengan penggunaan media sosial di kalangan remaja. Sehingga kita buat lagi library, kemudian kita buat folder atau project baru, kemudian kita tulis misalkan sosial media use atau usage dan sebagainya ya. Kemudian di sini bisa kita pilih misalkan apa ya, komputer sains atau apa silakan ya. other aja juga enggak masalah ya. Kemudian ya media sosial ya ini bebas kok kita ngasih nama domainnya. Kemudian kita klik create. Kemudian seperti tadi kita upload 30 artikel yang sudah dikumpulkan. Kemudian kita klik open dan kita tunggu beberapa saat. Setelah kita tunggu beberapa saat, answer this telah memberikan respon terhadap prom ketiga kita. Dan di sini menarik di dalam respon dia, dia bertanya balik pada kita ada lima pertanyaan berkaitan dengan research question yang kita inginkan. Misalkan di sini apakah kita ingin menspesifikkan research question kita berdasarkan umur pemudanya, umur young adult-nya, kemudian apakah kita ingin menspesifikkan media sosial yang ingin kita teliti, mental health outcome yang ingin kita ukur dan sebagainya. kita bisa menjawab pertanyaan ini sehingga nanti answer this akan memberikan research question yang lebih spesifik. Jawaban dari kita bisa kita tulis di sini di askup question di sini. Namun meski kita tidak menjawab pertanyaan ini, dia juga sudah membuatkan 10 potensial research question yang tidak berkaitan dengan spesifisitas di sini. Jadinya ini lebih umum ya. Resch question-nya ada 10 di sini bisa kita baca menarik-menarik semua ini. Dan resarch question ini nanti bisa kita kembangkan menjadi proposal atau desain penelitian. Dan sama kita tetap juga bisa menggunakan answer disk. Kita minta answer disk mengembangkan research question ini menjadi design atau proposal penelitian. Namun tetap ya karena AI hanya sebagai asisten tetap respon dia juga tetap harus kita validasi, harus kita cek akurasinya, harus kita sempurnakan dari diri kita. Jangan sampai AI menggantikan diri kita. Oke, kita sudah merunning tiga prom. Tinggal satu prom lagi, yaitu prom keempat. Di prom keempat kita minta dia membuat skenario yang futuristik yang nanti memperlihatkan bagaimana topik ini berkembang di tahun 2050. Kita pengin tahu kalau kita ingin neliti topik ini dan topik ini futuristik atau desainnya futuristik itu harus seperti apa? Harus nampak seperti penelitian yang datang dari tahun 2050 ya gitu ya. Nah, untuk prom ini silakan diunning masing-masing. Dan bagi teman-teman yang merunning prom ini di answer this nanti silakan ceritakan hasilnya bagus, luar biasa atau biasa saja. Sampaikan jawaban teman-teman di kolom komentar di video ini. Dan saya masih banyak punya kumpulan prom-prom yang juga bagus-bagus. Insyaallah akan saya bahas di video-video lain untuk mengoptimalkan platform AI yang kita miliki. Terima kasih, mohon maaf bila ada kesalahan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories