Transcript
XJHz1AdWo5M • Peran Pemodelan Kualitas Sungai Qual2kw dan WASP dalam Pertek Air Limbah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0033_XJHz1AdWo5M.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
He.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
la
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu.
Saya ucapkan selamat datang pada webinar
peran pemodelan kualitas sungai Kual KW
dan WASP dalam persetujuan teknis Kamis
11 Agustus 2022. Di hari yang cerah ini
saya ingin memperkenalkan diri.
Perkenalkan saya Tia. Saya akan memandu
webinar hari ini. Sebelum sebelum
memulai pelatihan, ada baiknya kita
melakukan doa terlebih dahulu. Doa
dipersilakan menurut agama dan
kepercayaan masing-masing. Dipersilakan.
Doa dicukupkan. Sebelum kita memulai
webinar, ada baiknya kita menyanyikan
terlebih dahulu lagu Indonesia Raya.
Maka dari maka dari itu Bapak dan Ibu
dipersilakan untuk menyanyikan lagu
[Musik]
Indonesia
tanah airku.
Karena
sanalah
aku berdiri
jadilah kuan
Indonesia
kebangsaanku,
bangsa dan tanah air.
Marilah kita bersaru
Indonesia
bersatu.
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,
bangsaku, danku semuanya.
Bangunlah jiwanya, bangunlah
untuk Indonesia
Raya.
Indonesia Raya merdeka merdeka anakku
negeriku yang kucinta
Indonesia Raya merdeka, merdeka hiduplah
Indonesia Raya
[Musik]
merdeka merdeka tanahku negeriku yang
kua
Indonesia Raya merdeka, merdeka hiduplah
Indonesia
Raya.
Baik, terima kasih kepada Bapak dan Ibu.
Sebelum kita masuk ke pembahasan materi,
saya ingin memperkenalkan terlebih
dahulu lembaga pelatihan kami. Kami
merupakan Ecoedo.id. Eh, kami merupakan
anak dari eh PT Ges yaitu Ganesa
Environmental and Energy Service
Services.
Kami menyelenggarakan
pelatihan-pelatihan tentang lingkungan
yang berfokus pada pelatihan lingkungan
hidup. Pelatihan ini juga
diselenggarakan untuk meningkatkan
kinerja dan kualitas sumber daya manusia
secara individu maupun instansi. Jasa
pelayanan pelayanan kami terbuka untuk
perusahaan, pemerintah, perorangan,
pemerhati lingkungan, dan pihak lain
yang ingin meningkatkan kompetensi
lingkungan.
Untuk pelatihan kami yang kami
selenggarakan di sini kami membagi
empat. Ada dokumen yang terdiri dari
dokumen KLHS dan dokumen RPPLH dan AMDAL
ada dasar-dasar AMDAL, kemudian untuk
pertek air limbah, pertek emisi udara,
serta pertek B3. Dan untuk sistem
informasi geografis, kami menyediakan
pelatihan sistem informasi geografis
dasar. Kemudian sistem informasi
geografis lanjutan yaitu remote sensing.
Untuk pemodelan kita menyediakan sistem
dinamik, perhitungan emisi GRK,
pemodelan kualitas air sungai, serta
pemodelan dispersi udara.
Berikut merupakan kalender pelatihan
kami. Ee nanti akan dikirimkan ke grup
masing-masing ya, Bapak, Ibu. Ee di sini
kami melakukan pelatihan secara rutin
setiap minggu pada setiap bulan di tahun
2022.
Berikut merupakan pelatihan yang mungkin
akan ee berhubungan dengan ee kapasitas
Bapak dan Ibu yang hadir pada hari ini.
Terdiri dari persetujuan teknis air
limbah serta pelatihan pemodelan
kualitas air kual KW dan WASP yang akan
dilaksanakan pada bulan Agustus dan
bulan Oktober.
Berikut merupakan testimoni dari para
alumni kami. Ee dengan adanya pelatihan
Ecoedu, kami sangat berharap Bapak dan
Ibu bisa bergabung pada pelatihan kami
serta meningkatkan kompetensi pada
bidang lingkungan. Baik,
untuk agenda selanjutnya ee saya akan ee
terdapat sambutan dari ketua pelaksana
webinar Equedu.
Ee dipersilakan untuk Bapak Satriandi
untuk menyampaikan pembukaannya.
Ee baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi kepada Bapak
Ibu sekalian. Pertama-tama saya ucapkan
terima kasih banyak kepada Bapak, Ibu
sekalian yang telah berkenan untuk
mengikuti webinar Ekoedu pada hari Kamis
tanggal 11 Oktober Agustus 2022. Dan
mungkin ini merupakan webinar pertama
Ecoedu pada tahun 2022 ini. Dan saya
sangat mengapresiasi antusiasme dari
ratusan orang pendaftar yang tentunya di
luar dari ekspektasi kami sebagai
panitia pelaksana. Akhir kalimat, semoga
webinar Eko ini dapat bermanfaat serta
mampu meningkatkan wawasan dan juga
semakin ee mengenalkan lembaga pelatihan
kami yaitu.id sebagai salah satu lembaga
pelatihan lingkungan di Indonesia.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Waktu dan
tempat saya persahkan kepada ee
moderator. Silakan.
Terima kasih banyak kepada Pak Satriandi
setelah memberikan kata sambutannya.
Maka dari itu saya ucapkan selamat
datang kepada Bapak dan Ibu peserta yang
sudah menyempatkan hadir pada pagi hari
ini pada webinar yang kami selenggarakan
ini. Mungkin sekedar informasi untuk
webinar yang ee sekarang berlangsung ini
merupakan webinar pertama kali di tahun
2022. Semoga untuk ke depannya kami bisa
bertemu Bapak dan Ibu lagi di kesempatan
selanjutnya. Untuk runtutan acara kita
hari ini terdapat pembukaan. Yang kedua
adalah paparan webinar dan yang ketiga
adalah tanya jawab dan diskusi serta
penutupan. Mungkin sebelum kita ee
melanjutkan ke paparan webinar, saya
ingin menyapa terlebih dahulu Bapak dan
Ibu yang ada di ruangan Zoom ini.
Mungkin saya akan sapa satu-satu di
sini. Mungkin ada Ibu Fransina. Selamat
pagi, Ibu.
Sepertinya suaranya belum masuk, tapi ee
selamat pagi, Bu. Ee sangat senang
sekali ee Ibu bisa hadir di sini.
Kemudian di sini juga ada Bapak Widya
Iswara dari BD LHK. Selamat pagi, Bapak.
Ee pagi, Mbak. Nama saya bukan Bapak
Widya Iswara ya, itu posisi saya. Sor
nama saya Badrul Hudarusin.
Oh, iya. Selamatih. Selamat pagi.
Selamat pagi. Selamat pagi. Semoga bisa
mengikuti pelatihan. Kemudian di sini
juga ada
ee Ibu Elic. Selamat pagi, Ibu. Ibu Elis
Martanti.
Iya, selamat pagi
Ibu dari instansi mana, Bu? Mungkin bisa
memperkenalkan dirianahan dan lingkungan
hidup Kabupaten Balangan.
Selamat datang, Ibu pada pelatihan hari
ini.
Di sini juga ada Pak Mas Habi. Selamat
pagi, Bapak.
Selamat pagi, Pak.
Perkenalkan saya dariara
lembaga lingkungan di Lampung.
Baik, mungkin ee untuk ke depannya kita
mungkin bisa berkenalan lebih lanjut
pada saat ee pemaparan materi. Nanti
Bapak dan Ibu apabila ada pertanyaan
nanti kami akan mengirimkan link untuk
ee pertanyaan-pertanyaan yang akan
dipaparkan sehingga nanti untuk kegiatan
paparan materinya tidak akan terganggu.
Baik, mungkin ee saya akan lanjut ke
paparan selanjutnya.
Untuk eh topik bahasan hari ini yang
akan dibahas adalah mengenai peran
pemodelan kual KW serta WSP pada
persetujuan teknis air limbah yang akan
dibawakan oleh Bapak Dr. Engering Asep
Sofyan, MT dari dosen Teknik Lingkungan
ITB.
Mungkin sebelumnya saya ingin
memperlihatkan terlebih dahulu terkait
dengan ee profil dari Bapak Asep Sofyan
ini. Ee beliau merupakan ee lahir pada
Jakarta, 30 September 1971.
Beliau merupakan ee memiliki datar
pendidikan dari Sarjana Teknik Program
Studi Lingkungan Teknik Lingkungan
Institut Teknologi Bandung. Kemudian
mengambil Magister Teknik pada program
pasca sarjana teknik Lingkungan ITB dan
melanjutkan untuk dokter of engineering
pada doktoral program of environment and
life engineering Toyohasi University of
Technology Jepang pada tahun 2007. Saat
ini beliau merupakan dosen Fakultas
Teknik Sipil dan Lingkungan untuk
program studi Teknik Lingkungan di
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
Institut Teknologi Bandung. Bapak dan
Ibu mungkin bisa mengontak beliau pada
nomor kantor yang terterah, kemudian
email serta F yang tertera juga.
Berikut merupakan bidang keahlian dari
Pak Asep Sofyan. Beliau merupakan eh
ahli manajemen lingkungan untuk dokumen
LCA, kemudian untuk KLHs, AMDAL sistem
manajemen lingkungan, serta risiko
perubahan iklim. Beliau juga merupakan
ahli dalam ekonomi lingkungan pada
bagian ekonomi hijau serta valuasi
lingkungan. Dan untuk pemodelan
lingkungan, beliau merupakan ahli untuk
pemodelan pencemaran udara, pemodelan
pencemaran air. Untuk pengalaman
profesional yang dimiliki oleh Bapak
Asep Sofyan ini pada tahun 2021, beliau
merupakan ahli lingkungan pada pekerjaan
penyusunan indikator ekonomi hijau
bekerja untuk BAPENS RI. Kemudian di
tahun 2021 beliau menjadi ahli
lingkungan pada penyusunan draf Permen
LHK tentang WPMU wilayah perlindungan
dan pengelolaan mutu udara untuk KLHK
Republik Indonesia. Dan tahun 2020
sebagai ahli lingkungan pada pelatihan
pemodelan Sungai Wspungai Citarum
bekerja sama dengan BPEDA Jawa Barat.
Tahun 2019 beliau menjadi ahli
lingkungan pada pekerjaan pedoman dana
penanggulangan kerusakan, pencemaran dan
badan pengelola dana lingkungan hidup
bekerja sama dengan Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Tahun 2019 beliau merupakan ahli
lingkungan pada pedoman enam muatan
kajian lingkungan hidup strategis untuk
rencana tata ruang bekerja sama dengan
Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Indonesia. Baik, mungkin untuk
kurikulum VIT-nya sudah saya bacakan. Di
sini sudah hadir Pak Asep Sofyan.
Mungkin saya ingin menyapa terlebih
dahulu. Selamat pagi Bapak Asep.
Selamat pagi, Pak.
Oke, selamat pagi Mbak Tia.
Ee selamat pagi Bapak Ibu semua. Ee
senang sekali kita bisa berjumpa lagi di
forum yang berbahagia ini.
Bagaimana Bapak ee hari ini? Sehat, Pak?
Alhamdulillah sehat.
Untuk saat ini kesibukannya sedang
mengerjakan tugas apa, Pak? Mungkin
kalau misalnya saya boleh tahu.
I tanggal 22 Agustus ini kan ee ITB
sudah mulai ada perkuliahan
ee offline ya.
Jadi sudah mulai ramai di kampus
menyiapkan ee kuliah semester ini.
Baik, ee mungkin tanpa membuang banyak
waktu ya, saya persilakan untuk ee Pak
Asep untuk memaparkan materi. Untuk Pak
Asep apakah sudah siap untuk
menyampaikan materi?
Baik
ee mohon izin saya untuk menyampaikan ee
file ya ee pada pagi hari ini.
Ee
bagaimana Mbak Tia? Sudah terlihat.
Sudah terlihat, Pak.
Oke. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu yang terhormat, ee pertama
saya ucapkan terima kasih ya kepada Eko
Edu yang telah mengundang saya untuk
menjadi pembicara dalam webinar pada
pagi hari ini. Ee webinar kita berjudul
ee peran pemodelan
Kualitas Sungai, Waltuke, dan WASP dalam
Persetujuan Teknis Air Limbah.
Nah, ee saya membagi paparan menjadi
beberapa bagian. Untuk yang pertama ee
tentang dasar peraturan perundangan.
Kita akan review ee perubahan pengaturan
AMDAL dalam Undang-Undang Cipta Kerja
dan juga pengertian persetujuan teknis
pembuangan air limbah.
Nah, sebagaimana Bapak Ibu ketahui bahwa
ee
telah ada Undang-Undang Cipta Kerja ya,
Undang-Undang 11 2020
yang intinya adalah
ee mengubah
nomenklatur perizinan
ya. Jadi saya bacakan di sini.
Ini saya ambil dari KLHK 2021 ya, dari
paparan KLHK. Secara prinsip dan konsep
perubahan ini tidak mengubah konsep
pengaturan sebelumnya.
perubahan lebih diarahkan untuk
penyempurnaan kebijakan dalam aturan
pelaksanaannya sesuai dengan tujuan
Undang-Undang Cipta Kerja yang
memberikan kemudahan kepada setiap orang
dalam memperoleh persetujuan lingkungan
namun dengan tetap memenuhi ketentuan
yang ditetapkan.
Kemudian ee kalau kita lihat ya, bagi
Bapak Ibu yang sudah
ee terbiasa dengan
ee
AMDAL dengan regulasi lingkungan pasti
tahu ya bahwa ee sebelumnya kita diatur
oleh Undang-Undang 329
dan PP-nya adalah PP 27217.
Nah, di regulasi sebelum Undang-Undang
Cipta Kerja ini ada yang disebut dengan
izin lingkungan. Nah, sekarang izin
lingkungan ini sudah tidak ada karena
sudah diintegrasikan dengan perizinan
berusaha.
Itu kira-kira inti dari ee perubahan
mendasar ya ee regulasi lingkungan
setelah Undang-Undang Cipta Kerja.
Nah, ee selain itu
di dalam Undang-Undang Cipta Kerja juga
ada pengintegrasian
ee persetujuan teknis ini ya. Contoh
persetujuan teknis
ke dalam dokumen lingkungan. Jadi
sebelumnya dokumen lingkungan itu
berdiri sendiri.
Setelah disetujui kemudian dibangun
ee sarana prasarananya termasuk IPAL
baru kemudian keluar IPLC ya izin
pembuangan limbah cair. Nah, sekarang
untuk lebih mengintegrasikan proses
perizinan
ee ada
pengintegrasian
proses IPLC ini dari sejak awal.
Jadi persetujuan teknis itu dikerjakan
berbarengan dengan dokumen lingkungan.
Nah, jadi disetujuinya sekalian begitu
ya sebelum kegiatan berlangsung. Nanti
setelah ee izin diberikan kemudian
sarana prasarana dibangun termasuk IPAL
dibangun
kemudian ada penerbitan SLO sertifikat
layak operasi.
Nah,
alasan dari perubahan ini tentunya tidak
lepas dari keinginan Undang-Undang Cipta
Kerja ya untuk mempercepat proses
sehingga ee pelaku usaha bisa langsung
ee melaksanakan kegiatan secara lebih
cepat dan efisien.
Kemudian kalau kita lihat di sini ada
proses ya, ada proses yang selama ini
kita pahami dari proses pengerjaan AMDAL
ee ketika ada penyusunan dan penilaian
AMDAL atau UK apa ukteek
atau persujian teknis ini
ee berbarengan prosesnya ya, berbarengan
prosesnya sehingga ee kalau Kalau kita
lihat di sini ini adalah proses AMDAL
ya. Proses AMDAL yang biasa kita lakukan
di sini ada proses AMDAL. Nah, di sini
ada proses ee perteek begitu. Jadi
pertek ini diintegrasikan ke dalam
AMDAL.
Kemudian
ee bagian dua. Nah, tadi bagian satu
kita sudah memahami ada dua hal ya. Yang
pertama ada kebutuhan untuk membuat
persetujuan teknis. Yang kedua juga
waktu pengerjaan persetujuan teknis ini
berbarengan dengan dokumen lingkungan.
Nah, sekarang kita lebih
lanjut ke persetujuan teknis ya. Nah,
persetujuan teknis kita akan bahas
tentang definisi peraturan perundangan,
dan juga tata cara pembuatan.
Jadi, secara definisi persujian teknis
adalah standar perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup dan atau
analisis dampak usaha kegiatan. Nah,
jadi kalau kita lihat tujuannya dari
persetujuan teknis ini untuk melindungi
pelaku usaha.
Ee jadi jangan sampai pelaku usaha
ketika sedang mengajukan izin usaha dan
kebetulan menghasilkan limbah cair
tidak memiliki kepastian.
Ya, misalnya
ee dia sudah bangun IPAL, tiba-tiba pas
pengawasan, oh ini IPAL-nya tidak cocok,
IPAL-nya salah, IPALnya ee tidak apa
memenuhi standar, akhirnya dia terhambat
ya karena ee kegiatan usaha misalnya
sudah berjalan, pabrik misalnya ya,
pabriknya sudah berjalan, IPALnya sudah
berjalan, tiba-tiba harus berhenti
karena di tengah Nah, jalan dianggap
tidak standar. Nah, ini ee untuk
menghindari ini dibuatlah pertek ya.
Jadi, persetujuan teknis nih sering
disebut juga perteek. Nah, perteek ini
ee tujuannya untuk melindungi pelaku
usaha. Jadi ee daripada sudah dibangun
terus nanti ada masalah lebih baik
dibahas dari awal. Jadi dari awal ini
sudah dibahas ee artinya dari pihak
pelaku usaha sudah mengusulkan kami akan
melakukan kegiatan ini menghasilkan
limbah cair sekian banyak. IPALnya
seperti ini.
Kemudian di sanalah dibahas. Nah,
setelah dibahas, disetujui, itu menjadi
kesepakatan bersama yang tidak akan
mudah untuk diinterupsi oleh siapapun
karena itu memiliki kekuatan hukum ee di
dalam regulasi Undang-Undang Cipta
Kerja. Nah, itu kira-kira Bapak, Ibu. Ee
tujuan dari perjuangan teknis adalah
untuk melindungi pelaku usaha di dalam
melaksanakan bisnis di Indonesia. Nah,
apa saja yang perlu disepakati ya antara
pihak pelaku usaha dengan pemerintah
daerah dan pemerintah pusat sebagai
regulator? Yang pertama adalah
ee baku mutu ya. Nah, jadi baku mutunya
itu harus disepakati mengikuti baku mutu
yang mana. Kemudian juga
ee
apa yang harus dilakukan
oleh pelaku usaha agar baku mutu itu
tercapai.
Karena kegiatan itu ada dua ya. Ada yang
tanpa dilakukan apa-apa
limbahnya ini sudah memenuhi baku mutu.
Baku mutu limbah cair ya.
Nah, itu berarti tidak perlu ada
treatment atau pengolahan, tapi ada juga
ee kegiatan yang kalau dibuang langsung
ke sungai itu melebihi baku mutu. Jadi,
tidak bisa tidak bisa langsung dibuang
ke sungai. Perlu ada IPAL. Nah, jadi di
sini ee harus disepakati ya antara
pelaku usaha dengan pemerintah daerah.
ee sebagai pengawas, sebagai regulator,
baku mutu yang disepakati yang mana,
kemudian bagaimana
pelaku usaha meyakinkan
kepada pemerintah daerah bahwa
pelaku usaha sanggup untuk menurunkan
pencemar air
sampai memenuhi baku mutu, ya. Nah, di
sini disepakati metodenya,
kemudian juga berbagai hal teknis
lainnya.
Kemudian hal lain adalah sumber daya
manusia ya. Nah, sumber daya manusia ini
tentu ee yang namanya IPAL itu kan hanya
suatu alat yang tentu akan rusak,
akan tidak efisien kalau tidak ada orang
yang ahli yang mengelolanya. N. Nah, di
sini juga pelaku usaha meyakinkan kepada
pemerintah daerah bahwa pelaku usaha
memiliki sumber daya manusia yang cukup
untuk mengelola limbah ya dan juga
sistem manajemen lingkungan. Nah, sistem
manajemen lingkungan ini lebih kepada
ee dukungan manajemen
ya. Jadi jangan sampai
IPAL ini dianak tirikan di perusahaan.
Nah, IPAL ini secara organisasi
apakah ada di bawah manajemen ya. Nah,
jadi bagaimana juga dukungan keuangan
karena kita tahu IPAL ini kan butuh
biaya bulanan atau biaya pemeliharaan ya
untuk ee menjalankan IPAL ini sehingga
berjalan dengan sempurna. Nah, di sini
pelaku usaha harus bisa meyakinkan
kepada pemda bahwa
ee
perusahaan sanggup ya menyediakan dana
ee yang ini tidak intermiten.
Intermitten tuh maksudnya kadang-kadang
ada kadang-kadang tidak. Itu tidak
diperbolehkan. Jadi dananya ini adalah
dana yang kontinue ya. Nah,
organisasinya juga organisasi yang resmi
yang organisasi inti ya ee didukung
langsung oleh manajemen.
Nah, itu kira-kira isi dari ee Pertek.
Kemudian
ee setelah kita pahami, oke ini ternyata
sangat bagus untuk melindungi pelaku
usaha dan yang kedua juga untuk
melindungi pemerintah daerah. Karena
sekarang kan kalau pemerintah daerah
melakukan sesuatu dan ee masyarakat
tidak puas itu kan bisa mengajukan ke
pengadilan ya. Nah, ini juga ee tentu
melindungi pemerintah daerah ee dengan
adanya perteki. Jadi, ada satu pedoman
yang disepakati bersama. Nah, kemudian
ee setelah kita pahami pentingnya
pertek, bagaimana cara mengajukan pertek
ya tentu di sini ee pelaku usaha perlu
melakukan dulu penapisan secara mandiri,
ya. Nah, baru mengajukan permohonan
penapisan secara mandiri. Ee ini
contohnya saja karena banyak ya
tabel-tabel seperti ini. Silakan dilihat
di Permen LHK nomor 5 tahun 2021. Ee ini
salah satu contoh ee penapisan mandiri
ya. Misalnya di sini ee kita cek dulu
usaha dan kegiatan kita ini apakah
berpotensi pencemaran tinggi. Nah, dari
mana kita tahu bahwa kegiatan usaha kita
ini memiliki potensi pencemaran tinggi
itu ada di lampiran ya di tabel di ee
Permen LHK nomor 5 tahun 2021. Silakan
Bapak, Ibu cek, di sana ada list ee
potensi pencemar tinggi. Kalau jenis
kegiatan kita yang dilambangkan dengan
KBLI ya, KBLI kita ini ada tercantum di
sana, maka
kita harus menyusun kajian teknis.
Kalau misalnya tidak ada pertanyaan
lanjutan, apakah ada standar teknologi
yang sudah diakui oleh pemerintah atau
pemerintah daerah? Kalau ada berarti
kita cukup menyusun standar teknis.
Kalau tidak nanti ada lagi
pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Nah,
Bapak Ibu kita sudah mengenal ada dua
dokumen, ada kajian, ada standar ya.
Nah, sebetulnya apa beda kajian dan
standar?
Jadi, kalau dia bentuknya kajian
ini lengkap ya, isinya lengkap.
Nah, di sini ada deskripsi,
ada rona lingkungan hidup awal, ada
perakiraan dampak, ada rencana pengelan
lingkungan, ada rencana pemantauan
lingkungan dan internalisasi biaya
lingkungan.
Nah, itu karena pencemarnya dianggap
beresiko tinggi ya. Nah, tapi kalau
misalnya
ee tidak masuk di dalam list itu,
ada yang hilang di sini yaitu
ee rona lingkungan awal dan ee prediksi.
Nah, kalau deskripsi bakuutu ini ada
rencana pengelolaan, rencana pemantauan,
internalisasi bi lingkungan itu ada yang
hilang ya. Kalau kita balik lagi ke
atas. Nah, ini rona lingkungan awal dan
perakiran dampak ini tidak ada. Jadi,
bedanya kajian teknis dan standar teknis
ada dua bab yang tidak perlu. Jadi, dua
bab ini
tidak perlu ada di
standar teknis ya. Oke,
bedanya itu ya kalau kita lihat di
standar teknis nih susunan babnya lebih
sederhana karena ee rona lingkungan
hidup awal dan ee
perkiraan dampak itu tidak ada, tidak
perlu ya. Kemudian ee apa itu deskripsi
kegiatan, ya? Ya, berarti kita harus
cerita semua
ee deskripsi
yang kita ketahui ya, karena kegiatannya
biasanya belum belum berjalan kan, belum
ada. Nah, tapi dengan ee bekerja sama
dengan tim AMDAL atau UKL-UPL, kita akan
memperoleh informasi
ee deskripsi kegiatan
juga RON lingkungan hidup awal.
Nah, bedanya dengan rona lingkungan
hidup awal di AMDAL, kalau AMDAL kan dia
ee keseluruhan
ee rona lingkungan hidup awal ya. Ee
tapi kalau di pertek air limbah ya yang
terkait dengan air limbah saja begitu.
Jadi tidak seluruh rona lingkungan hidup
awal baik itu ee ya
udara ataupun misalnya sosial kesehatan
masyarakat itu tidak perlu masuk di
dalam pertek air limbah. Jadi cukup ee
kalau air limbah. Nah, ini karena
ini atau ya, jadi
ee pengendali emisi tidak masuk. Nah, di
sini yang masuk adalah ee fokus
di unit pengolahan limbahnya saja
termasuk badan air ya. Nah, jadi fokus
ke ee topik air ee air limbah itu
bedanya ronal lingkungan hidup awal di
Pertek dengan di AMDAL. Kemudian yang
perkiran dampak
ini juga kita ceritakan dan juga kita
ceritakan ee pengelolaan dan pemantauan
lingkungan.
Nah, ee yang sering dialami
atau sering mengalami kesulitan ya di
dalam penyusunan peptek ini biasanya
ee perakiran dampak
ya. Nah, di sini perakiran dampak ini ee
menguraikan dampak lingkungan beserta
besarannya yang berpotensi terjadi. Yang
kedua, perhitungan beban pencemar dan
sebaran air limbah serta sifat penting
dampak.
ee
karena ini dianggap yang paling sulit ya
di dalam mengerjakan perteek, maka kita
laksanakan webinar ini semoga bisa
membantu Bapak Ibu di dalam ee
mengerjakan perakiraan dampak.
Nah, kita akan masuk ke bagian tiga
yaitu perakiraan dampak ee dengan
menghitung beban pencemaran dan juga
sebaran air limbah. tadi mungkin saya
balik lagi ya di sini di sini ada
beberapa metode ada metode neraca massa
model numerik dan analitikah di sini
atau ya jadi boleh pilih salah satu
tergantung konteks. Nah ee kita akan
mulai dengan definisi.
Sini ada definisi daya dukung.
bisa dilihat oleh Bapak Ibu daya dukung
dan daya tampung lingkungan hidup.
Nah, kalau kita lihat di sini ada
pemisahan ya di Indonesia ini kalau di
ee
ya di negara-negara barat
mereka menyebutnya carrying capacity ya.
yang diterjemahkan menjadi DDDT ee di
Indonesia. Nah, jadi kalau di
ee terminologi barat itu tidak dipisah
antara daya dukung dan daya tampung,
tapi digabung menjadi carrying capacity.
Nah, di Indonesia dibagi dua,
ada daya dukung dan ada tampung.
Ee kalau kita lihat di sini daya dukung
ini lebih kepada
ee support ya. Nah, ini mendukung
support. Nah, kemudian kalau daya
tampung lebih kepada ee kemampuan untuk
ee self purification.
Nah, coba kita lihat lebih detail ya ee
apa beda daya dukung dan daya tampung.
Nah, kalau kita bedakan daya dukung ini
lebih ke kuantitas
dan proses fisik ya. Ee kita konsern
kepada supply dan demand. Jadi kalau
karya capacity ini biasanya datar begitu
ya karena tidak ada manusia di sana.
Kemudian ada manusia.
Nah, ketika dia
konsumsi
ya atau demand lebih besar dari supply,
maka terjadi
ee oversoot atau kelangkaan dan di sini
daya dukung ini bisa turun ya, bisa
jumlahnya bisa turun. Nah,
jadi balik lagi saya sampaikan bahwa
daya dukung ini lebih ke kuantitas,
lebih ke proses fisik dan supply demand.
Sedangkan
kalau daya tampung
ini lebih ke kualitas ya. Jadi kalau
daya dukung lebih ke kuantitas,
daya tampung ini lebih kepada kualitas.
Kalau daya dukung lebih ke proses fisik,
daya tampung lebih ke proses kimia dan
biologi.
Nah, contohnya misalnya self
purification sungai ya. Eh, artinya daya
tampung sungai di sini adalah kemampuan
sungai untuk mengelola limbahnya
sehingga menjadi bersih kembali yang
kita sebut dengan self purification.
Kemudian kita lanjutkan
ee tadi sudah kita bahas ya, bahwa daya
tampung sungai terkait dengan eh self
purification.
Self purification merupakan sistem
alamiah yang kompleks yang melibatkan
proses peluruhan
limbah secara fisik dan proses konversi
limbah secara kimia dan biologi. Memang
di sini ada peluruhan secara fisik ya
misalnya pengendapan. Nah, tetapi dalam
keseluruhan itu dalam ee tujuan untuk
pemulihan,
memperbaiki kualitas, ya. Nah, jadi kita
bisa kelompokkan ini sebagai daya
tampung sungai
ya. Kalau kita perdalam lagi self
purification sungai ini di sana terjadi
juga proses fisika ya. Ee
tolong dibedakan dengan tadi kita bagi
ya. Kalau daya dukung ini fisika.
Contohnya misalnya begini. Ee daya
dukung sungai itu lebih kepada jumlah
air yang ada di sungai. daya tampung
sungai lebih kepada kualitas ya,
kualitas air. Nah, di dalam ee
pembersihan diri
atau pemurnian diri ya, self
purification
memang ada proses fisika juga
yaitu ada dilusi, pengenceran, dispersi,
dan juga ada faktor sinar matahari ya
yang mempengaruhi ee kualitas dari suatu
perairan. Tentu perairan yang kena sinar
matahari akan lebih bagus proses ee
fisik, kimia, biologinya dibandingkan
dengan yang tidak terkena sinar
matahari.
Nah, selain proses fisik tadi juga ada
proses kimia dan biologi ya yang kita
kenal dengan proses biokimia
ee mulai dari oksidasi, reduksi ya, ada
suhu, kecepatan, turbulensi,
reaasi, jumlah materi organik, DOO awal,
dan jenis mikroorisme. Ini adalah
komponen-komponen yang berpengaruh di
dalam self purification.
Nah, pemerintah ee
mengajukan satu konsep DTBP ya atau daya
tampung beban pencemaran.
Daya tampung beban pencemaran adalah ee
dalam bahasa Inggrisnya eh total
maksimum daily load ya atau assimilative
capacity. Daya tampung beban pencemaran
adalah kemampuan air pada suatu sumber
air untuk menerima masukan beban
pencemaran tanpa mengakibatkan air
tersebut menjadi cemar. Nah, jadi daya
tampung beban pencemaran ini suatu angka
yang menunjukkan
berapa jumlah
pencemar masih bisa masuk ke sungai itu
tanpa sungai itu
tercemar. Nah, definisi tercemar
tergantung dari kelas sungai ya. kita
tahu ada kelas sungai 1 2 3 4. Nah,
selama kelas sungainya ini
ee ada yang disebut dengan baku mutu air
sungai ya. Selama baku mutu air
sungainya ini tidak ee melewati ya,
tidak terlewati,
kita katakan bahwa sungai ini tidak
tercemar untuk kelas 2 misalnya ya. Dia
bisa dikatakan tercemar untuk kelas 1.
Tapi karena sungai itu kelas 2, kita
bisa katakan sungai ini belum tercemar.
Nah, di sana karena kelas 2 dia lebih
longgar ya daripada kelas 1. Nah, ketika
kita tetapkan sungai itu sebagai kelas
du kemudian diberi limbah ya
terus-menerus itu masih belum
terlampaui baku moto kelas duanya. itu
kita anggap daya tampung beban
pencemarannya masih terpenuhi.
Tapi begitu dia
melebihi ya dari batas kelas 2, kita
katakan sungai itu sudah tercemar. Nah,
maka dibatas itulah angka daya tampung
beban pencemaran. Nah, ini bisa kita
hitung ya ee dengan ya menggunakan
ee metode yang akan kita bahas pada hari
ini.
Jadi ee penetapan daya tampung beban
pencemaran ini
ee merupakan metode
lain dari sekedar konsentrasi. Nah, jadi
kan kalau baku mutu yang kita kenal ini
membatasi konsentrasi
ya. konsentrasinya misalnya berapa
miligram per liter. Nah, tetapi
jumlahnya kan tidak diatur di sebagian
tempat di Indonesia. Sebagian lagi sudah
diatur khususnya di Pulau Jawa ya sudah
diatur. Nah, untuk yang belum diatur
berarti hanya fokus kepada konsentrasi
sedangkan bebannya belum diatur. Nah,
padahal ya untuk ke depannya karena daya
apa? eh self purification atau daya
tampung sungai ini ada batasnya.
Seharusnya daya tampung beban pencemaran
ini juga dihitung. itu kira-kira
implikasi dari konsep daya dukung daya
tampung ya yang sudah kita bahas ee
tadi.
Nah, kemudian kita lanjutkan dengan
ee
pertanyaan
bagaimana cara menghitung
self purification?
Ya, kita sudah tahu fenomena
sacrification bahwa kalau di sini ada
limbah maka ini do ya
disolve oksigennya kan asalnya dia
tinggi. Nah, nanti lama-lama dia akan
turun ya sampai suatu titik
titik ee terendah
dan akhirnya dia naik lagi ya. Karena di
sini ada zona dekomposisi, zona septik,
dan dia sudah masuk ke zona recovery ya.
mengenai jarak dan waktu yang diperlukan
sampai tercapai zona recovery ini bisa
kita hitung ya dengan metode yang akan
kita bahas pada hari ini. Nah,
jadi
dengan adanya self purification ini ada
kesempatan sungai untuk
memperbaiki dirinya sendiri. Tetapi yang
penting kita ketahui adalah berapa lama
dan berapa jauh. dari sumber pencemar.
Demikian juga misalnya BOD di sini
asalnya rendah, dia otomatis akan
langsung naik ya ketika ada limbah
masuk, tapi suatu saat dia akan turun
di zona recovery.
Nah, kita sudah tahu ee fenomenanya
dan kita juga sudah tahu bahwa penyebab
self purification ini selain tadi faktor
fisik juga ada faktor mikroorganisme ya.
Jadi, mikroorganisme di sini perannya
sangat penting
di dalam
mengkonsumsi zat organik ya, sehingga
zat organik ini ee menjadi hilang di
perairan.
Kemudian ee
kita bisa menyederhanakan proses tadi
ya, karena tujuan kita adalah ingin
menghitung ingin menghitung proses eh
self purification.
Nah, jadi kita bisa sederhanakan menjadi
gambar seperti ini. Ee di sungai ini ada
materi organik yang dikeluarkan oleh
ee suatu pabrik ya atau suatu sumber
limbah cair lainnya, domestik misalnya.
Nah, ini akan mengalami proses
dekomposisi.
Nah, nanti akan berubah menjadi
nutrien anorganik ya yang sebetulnya itu
ee
dibutuhkan oleh
tanaman ya untuk memproduksi
ee
oksigen ya dan juga ee memproduksi
hal-hal lain yang bermanfaat.
sehingga nanti dia bisa, nah ini ya,
menghasilkan oksigen misalnya begitu.
Nah, ketika proses dekomposisi dia juga
akan menghasilkan karbon dioksida yang
dengan fotosintesis bisa
diserap oleh tanaman.
Nah, siklus ini yang terjadi ketika
proses recovery tadi
yang kalau kita sederhanakan ya misalnya
di sini ada sebuah organik ya tentu
organik yang dimasukkan ke dalam sungai
ini sangat kompleks ya ee ee rantai
karbonnya juga panjang dan seterusnya.
Tetapi untuk contoh ini kita ambil saja
satu rantai karbon yang sangat sederhana
ya. Misalnya ada gula di sini yang nanti
akan bereaksi dengan oksigen itu akan
menghasilkan
CO2 dan H2O
yang kemudian CO2 ini akan mengalami
proses fotosintesis ya. Nah, jadi di
sini reaksinya bolak-balik
ee dari CO2
ke sini adalah proses fotosintesis.
Baik. Nah, ini kira-kira yang terjadi ya
di sungai tadi itu. Ee dan kalau kita
lihat ya ketika ada limbah masuk tadi
kan kita lihat ada
ee
proses
do yang turun secara drastis
sampai akhirnya dia naik ya naik
kembali.
Nah,
kita bisa kelompokkan ya. Di sini ada
titik kritis. Di sini ada titik kritis.
Nah, jadi di sini ada proses dekomposisi
ya. Ee dekomposisi. Nah, di sini ada
proses reaerasi.
Jadi ee
sungai ini kan open channel ya. channel
itu terbuka dan dia akan berinteraksi
dengan ee oksigen yang ada di
permukaan sungai. Nah, ee proses
reaerasi ini sangat penting ya di dalam
ee proses self purification karena
suplai oksigen dari atmosfer ini menjadi
salah satu sumber oksigen
untuk proses reaasi.
Nah, sehingga kita temukan kalau sungai
yang ee sangat cepat, alirannya
berbatu-batu,
kelerengannya tinggi ya, sehingga dia
proses
ee pengambilan oksigen dari atmosfer
untuk masuk ke dalam air ya, ke dalam
sungai ini tinggi. maka sungai itu
relatif jernih
dibandingkan dengan sungai yang di tanah
yang datar ya. Sehingga proses reaasi
ini menjadi kurang. Nah, ini ee biasanya
sungainya lambat di dalam proses ee self
purifikasi.
Nah, kemudian
ee
beberapa ahli ya menyimpulkan bahwa ee
coba kita hitung secara teoritis ee
bagaimana proses oksidasi ya dari
material organik ini dan ternyata
dilambangkan dengan BOD ya. Biasanya
kalau kita menghitung organik itu kita
lambangkan sebagai BOD, sebagai ee
perwakilan atau mewakili kandungan
organik. Jadi BOD ini adalah ee organik
yang dikonsumsi oleh mikroorganisme ya.
Tentu semakin banyak mikroorganisme
BOD-nya semakin tinggi. Karena semakin
banyak organisme itu terjadi karena
banyak material organik. Ya. Jadi, bagi
mikroorganisme
limbah itu adalah makanan. J begitu
banyak limbah, mikroorganisme akan
berkembang sangat cepat karena dianggap
banyak makanan. Nah, ketika dia
berkembang sangat cepat ini oksigen di
sungai ini habis ya dikonsumsi oleh
mikroorganisme
sehingga
ikan
itu menjadi kekurangan oksigen. Banyak
ikan yang mati. ya ee kalau
mikroorganisme dia senang saja ada
limbah seperti itu ya. Tapi ikan-ikan
mati. Nah, kita menganggap sungai itu
tidak sehat karena sungai yang sehat
adalah oksigennya tinggi. Nah, nanti
lambat laun ee proses degradasi ini
melambat ya. seperti ini kan awalnya dia
cepat nanti lama-lama akan melambat
dan akhirnya sungai kembali normal. Nah,
di sini dalam sebuah penelitian ini
waktunya cukup lama ya sampai 30 hari
sampai dia itu melambat.
Padahal limbah itu kan kita masukkan
tiap hari. Nah, ini ee berarti kalau
sungainya kecil, limbahnya besar,
ini tidak akan terkejar ya waktu 30 hari
ini ee sampai terjadi
apa ee BOD-nya menjadi datar begitu,
tidak naik terus.
Nah,
ee secara teoritis kita katakan bahwa
ee reaksi di sungai itu adalah reaksi
orde pertama
ya. Ee coba kita lihat ini kurvanya ya.
Nah, kurvanya ini melengkung.
Jadi ee
dia dia kurvanya melengkung ya. Nah, ini
kurvanya melengkung. Nah, kurva
melengkung ini secara teoritis disebut
reaksi orde pertama. Jadi ini
konsentrasinya dia melengkung begitu ya.
Nah, itu disebut dengan reaksi orde
pertama. Nah, ada juga reaksi orde nol
yang dia turunnya secara linier begitu.
Ini biasanya di laboratorium.
Nah, kalau dia lengkung
ya penurunan konsentrasinya ini
lengkung, kita definisikan sebagai
reaksi orde pertama.
Nah, reaksi orde pertama ini mm
kita tahu ya bahwa jumlah konsentrasi
ini akan berubah
ya. Jadi dia tidak akan linear. Kalau
ini kan dia akan sama begitu. Nah, kalau
reaksi oldde pertama dia akan berubah,
jumlahnya berubah. Ada yang ee tajam
seperti ini, ada yang landai begitu ya.
Itu itu kan artinya kecepatannya
mengalami perubahan. Nah, di dalam
perhitungan matematik karena kita ingin
menghitung ya, karena kita ingin
menghitung akhirnya kita pergunakan
matematika. Nah, di dalam matematika
fenomena seperti ini disebut
diferensial.
Jadi jika ada perubahan terhadap waktu,
kalau kita gambarkan secara matematika
disebut diferensial. Nah, kita kenal
diferensial misalnya di sini DCDT.
DCDT di sini tergantung kepada suatu
kecepatan reaksi K dan juga jumlah
konsentrasi ya. Jadi semakin besar
jumlah konsentrasi tentu ee semakin
besar pula ee rate-nya demikian juga
semakin besar ee kecepatan reaksinya
rate-nya juga semakin besar. Jadi
perubahannya semakin besar. Nah, ee ini
kira-kira persamaan dasar ya di dalam
ee degradasi
organik di sungai.
Nah, kita ee ingin tahu ee berapa nilai
C ya. Jadi, nilai C yang ada di sini ya,
C yang ada di sini. Nah, secara
matematik kebalikan dari diferensial
adalah integral ya. Jadi, kalau kita
ingin menghitung berarti ini kita
integralkan.
Nah, nah ini solusinya dari integral dua
ruas ini adalah ini. Jadi, lon C - lon
C0. sama dengan - KT ya. Nah, karena
kita ingin tahu C di sini secara
matematika C ini solusinya adalah C0 *
E^ - KT. Nah, jadi kalau kita ee lihat
ya di dalam persamaan-persamaan
degradasi organik di sungai, hampir
semua persamaannya itu
ada e^ - kt ini. Nah, ini dari mana ee
muncul E^- KT?
E^ - KT ini muncul karena
reaksi orde pertama, ya.
Karena kejadian itu merupakan reaksi
orde pertama
yang kalau kita hitung secara matematik
harus dihitung dengan persamaan
diferensial.
Dan kalau kita ingin mencari solusinya
kita integralkan
dan solusi integralnya kira-kira seperti
ini. Jadi ini tidak ada hubungannya
dengan proses fisik ya. Apakah difusi,
adveksi ini murni matematika. Jadi
solusi ini
karena persamaan matematikanya seperti
itu ya. Nah, ini mudah-mudahan Bapak Ibu
tidak terlalu terganggu dengan ee
persamaan-persamaan seperti ini.
Sekarang kita sudah paham ya, bahwa
persamaan-persamaan ini adalah
konsekuensi
kita menggunakan diferensial.
Kemudian
ee
kalau kita lihat ya tadi kan organik,
sekarang kita lihat BOD.
semua persamaannya akan sama ya.
Jadi kalau ini L atau konsentrasinya
kita lambangkan dengan L,
maka persamaannya menjadi dld.
Kemudian bisa kita beri volume di sini
volume ya bisa saja dua ruas kita
kalikan dengan volume. Nah, sehingga
nanti menghasilkan persamaan dan kembali
lagi kita akan menemukan e^- KT.
Jadi selama
prosesnya adalah orde pertama pakai
persamaan diferensial kemudian kita
integralkan, kita akan terus menemukan
solusi seperti ini ya. Nah, demikian
juga kalau kita ingin menghitung
Y ya. Nah, BOD misalnya kita lambangkan
dengan Y. Nah, Y ini juga akan pakai
solusi E^ - KT ya. Nah, ini ada K1 atau
K yang lain, tetapi di sini kita kenali
e^ - KT.
Kemudian
ee
kita lanjutkan ya ee
ingin tahu gitu ya lebih jauh mengenai
bagaimana ee reaksi yang terjadi oksigen
misalnya di sini sama tadi dengan BOD
oksigen ya kita tinggal beri O begini ya
ini juga ee L-nya LO Lo itu artinya
konsentrasi oksigen.
Rumusnya juga sama. Nah, karena kita
asumsikan bahwa penurunan Do dengan
kenaikan BOD itu identik.
Apakah benar identik? Itu asumsi ya.
Jadi untuk memudahkan perhitungan.
Karena kalau kita untuk persamaan dasar
biasanya banyak
penyederhanaan-penyederhanaan
kita anggap identik. Nah, nanti kalau
memang Bapak, Ibu sudah advance nanti
bisa diteliti lebih lanjut apakah
benar-benar identik atau ada perbedaan.
Tapi untuk sekarang kita akan asumsikan
dia identik.
Nah, ee kemudian
tadi kita sudah
pahami ya, bahwa ee ada
fenomena penurunan BOD dan juga kenaikan
oksigen yang identik yang
kita akan hitung ya di dalam sebuah
persamaan.
Ee dan di sini juga ada faktor kecepatan
aliran di sini ya, U. Nah, jadi ada ee
kalau tadi kita pelajari ada adveksi,
difusi, deposisi, reaksi. Nah, kecepatan
aliran ini adalah komponen advefeksi.
Jadi komponen adveksi masuk di sini
dan
ee
mungkin saya ulang lagi ya yang tadi
bahwa di dalam proses self purification
ini bukan hanya reaksi kimia, di sana
ada proses settling,
pengendapan ya. Nah, ada proses ee
pembawaan materi ke hilir yang disebut
adveksi. Nah, itu semua kita masukkan
satu-satu. Jadi setelah tadi reaksinya
kita definisikan, oke kita tambah lagi
parameter yang lain yaitu parameter ee
adveksi ya ini. Nah, dan juga ee
settling ya. Nah, ini settling. Jadi KS
ini ee
variabel settling ini kita masukkan ke
sana
kemudian ya. Jadi ee
kita mengenal satu persamaan yang sangat
populer ya. Ini adalah ee kalau kita
ingin menghitung ada suatu limbah masuk,
kita bisa gunakan ee berapa lo yang ada
di sungai
ini. Ada ee
R itu river ya, R itu river.
Kemudian ee
W itu W.
W itu W ya, W atau limbah. Nah, ini wis
kira-kira seperti itu.
Nah, ee di sini
debit limbah dikali konsentrasi limbah
ditambah debit sungai dikali
konsentrasi sungai dibagi debit
ee
limbah dan sungai.
Nah, ini persamaan yang sangat populer
yang bisa kita gunakan di dalam
perhitungan
ee dilusi ya, dilusi atau pengenceran.
Nah, kemudian ee hal lain yang harus
kita perhatikan adalah tadi berapa cepat
penyisihan BOD dan seterusnya
tentunya beda-beda ya. Ada BOD yang di
satu sungai dia cepat sekali, ada juga
yang lambat. Nah, ini tergantung dari
nilai K. K ini nilai kecepatan.
Nah, hal lain yang harus kita perhatikan
adalah reaasi. Tadi sudah kita bahas ya,
bahwa kalau sungai yang
terjunannya banyak, kelerengannya
tinggi, banyak batu-batu, itu kan pasti
proses reaasi.
C itu adalah oksigen di atmosfer yang
masuk ke dalam sungai itu pasti akan
sangat cepat, sangat efektif, sangat
tinggi ya. Dibandingkan dengan sungai
yang landai
itu pasti reairasinya itu rendah. Nah,
ee ketika kita ingin menghitung
degradasi sungai,
kita tentukan tingkat reairasinya
berapa. Nah, di sini ada angka-angka ya.
tingkat reaasi kalau kita lihat dia ada
kedalaman
ya, ada kedalaman dan juga ada
kecepatan. Tentu sungai yang lebih cepat
reaasinya akan lebih tinggi. Jadi
tergantung nilai sungainya. Nanti kita
pilih berapa angka reairasinya
sehingga kita kumpulkan semua ya. kita
masukkan reaksi,
advefeksi, deposisi ya. Deposisi itu
tadi pengendapan
dan juga ee kita sudah masukkan reaasi
ke sini. Jadi persamaan kita menjadi
lebih lengkap ya. Nah, ee
variabel-variabel ini kita gabungkan
dan kemudian
ini yang disebut dengan persamaan
stratter Pels. Jadi, penelitian
ini dilakukan oleh Pak Stratter dan Pak
Pelps ya. ee dengan metode yang tadi
sudah kita bahas keluarlah persamaan
eh stratter pelvs.
Jadi eh stratle pses lengkapnya seperti
ini ya, lengkapnya seperti ini.
Persamaan statter stratter pels. Nah,
kita bisa menghitung eh stater pels
tetapi ee ya ini contohnya ya ini ada
satu sungai yang akhirnya muncul ya
CBOD-nya bisa diketahui seperti apa dan
DO-nya juga seperti apa. Ini menggunakan
Excel Stratter Pelvs. Nah, ee tapi
setelah kita hitung
ada kelemahan di stratter Pelps ini dia
hanya bisa menghitung BOD dan DO
ya. Bagaimana dengan nitrogen dengan
fosfor
itu tidak muncul di sini. Nah, makanya
ee tenaga ahli ini ya karena stratle PS
ini tahun 50-an ya, jadi sudah lama
sekali. Nah, tahun 0-an orang mulai
mencari
model lain yang lebih akurat. Nah, ee
mereka lebih melihat bahwa prosesnya itu
ee tidak hanya
yang sudah diteliti oleh stratter pelvs,
tapi juga ada faktor-faktor lain. Nah,
kemudian
ee ini tadi ya definisi dari advefeksi,
difusi, depositi, dan reaksi. Ini yang
menjadi inti dari model-model
berikutnya.
Setelah stratter pelvs ada adveksi
pergerakan partikel searah gerakan media
ya. Kemudian ada
difusi karena ada gaya tarik antar
molekul atau graf brown atau karena
perbedaan konsentrasi.
Jadi difusi atau dispersi ini disebabkan
oleh dua hal. Bisa karena pergerakan
acak akibat gaya tarik-menarik antar
molekul.
Walaupun dia di konsentrasi yang sama ya
atau dia bisa bergerak dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi rendah ya. Dan ini
tentunya acak ee tidak kadang-kadang
tidak searah dengan advefeksi. Makanya
kita kelompokkan menjadi difusi atau
dispersi. Sedangkan deposisi sedimentasi
saya pikir mudah dipahami karena ada
gaya gravitasi. Nah, reaksi dia tadi
sudah kita bahas ya, bahwa do ini kalau
ada limbah tidak akan turun terus dia,
dia suatu saat akan naik. Demikian juga
BOD tidak akan tinggi terus dia suatu
saat akan turun. Nah, itu karena ada
reaksi ya. Karena ada reaksi. Nah, jadi
ee para ahli sudah memahami
fenomena
degradasi sungai seperti itu. Nah,
kemudian dengan semakin berkembangnya
komputer
dibuatlah perhitungan numeri. Jadi kalau
kita lihat tadi ee
mungkin Bapak Ibu masih ingat ya, bahwa
ee perakiraan dampak di pertek air
limbah itu intinya kita menghitung beban
pencemaran dan penyebaran
bisa secara neraca massa,
bisa secara analitik atau secara
numerik.
Nah, contoh yang secara neraca massa
tadi sudah kita hitung.
pakai stratter pelvs ya. Nah, kalau
analitik ini hasil laboratorium. Jadi ee
kita ukur
nanti kita buat persamaan analitiknya.
Jadi persamaan analitik itu adalah
persamaan yang diturunkan dari hasil
ee laboratorium ee sampling ya. Nah,
dari sampling sekian banyak kemudian
dibuatlah satu persamaan analitik.
Jadi kita sudah bicara neraca massa tadi
menggunakan stratter pelvs. Kemudian
analitik tidak kita bahas ya karena
sangat tergantung spesifik. Sungai satu
analitiknya A, sungai du analitiknya
belum tentu A karena dia sangat spesifik
di hasil pengukuran sungai tertentu.
Nah, jadi kita bisa pakai neraca massa
tadi menggunakan stratter pelvs dan yang
kedua numerik.
ya. Nah, apa itu numerik? Jadi, numerik
ini
bahasa mudahnya adalah menggunakan
komputer ya. Ee memang strop juga kita
hitung pakai Excel, tapi kan bisa
dihitung pakai tangan juga pakai
kalkulator begitu ya. Jadi ee tergantung
kita definisikan stratalle pipes ini
numerik atau tidak ya. ee bisa kita
kategorikan numerik atau tidak atau
hanya neraca massa. Nah, tetapi kalau
contoh misalnya qual
dan WASP itu pasti numering
karena hitungannya kita serahkan ke
dalam komputer ya. Nah,
kita sudah mempelajari tadi ee ada
masalah di lapangan berupa
kita ingin tahu ya ee berapa cepat,
berapa jarak degradasi
materi organik terjadi di sebuah sungai.
Kan begitu. Nah, mau tidak mau kita
harus ada simplify ya. simplify ini
artinya tidak bisa semua parameter di
dunia nyata ini kita masukkan ke dalam
sebuah model di komputer.
Contoh misalnya ee sungai itu kan pasti
ee ini ininya ya dasar sungai. Nah, ini
ini sungai misalnya begitu. Ini dasar
sungai ini kan pasti enggak rata ya.
Nah, kita tidak mungkin memasukkan
detail dasar sungai, apalagi di sini
batu-batunya ingin kita masukkan. Itu
tidak mungkin.
Kita biasanya membuat simplifikasi, ya.
Jadi, bentuk sungainya itu kita anggap
trapesium misalnya. Nah, ini
dengan mudah kita katakan bahwa ini
pasti ada error ya. Kenyataannya seperti
ini. Kenapa di komputer kita definisikan
seperti ini? Pasti ada error. Namun
error itu adalah harga yang harus kita
bayar
agar
modelnya jadi lebih sederhana. Sekarang
bisa dibayangkan kalau Bapak Ibu ingin
running model
ee dasar sungainya harus digambar
sedemikian detail kan tidak akan
selesai-selesai ya. kita pakai
asumsi-asumsi
ya di dalam pembuatan model dan
asumsinya ini sangat banyak sehingga
wajar
ee ada error nanti. Artinya dari hasil
pengukuran dengan hasil model kita pasti
ada beda. Karena ini ya simplify-nya ini
pasti sangat banyak.
Nah, setelah kita simplifikasi
jadilah sebuah working model.
Dan
working model ini kita akan buat dalam
sebuah persamaan matematika.
Kemudian karena ini hitungannya sangat
rumit, kalau kita hitung di Excel kita
buat dalam sebuah bahasa program.
Kemudian kita running, ada hasil dan
dibandingkan dengan dunia nyata. Nah,
ini adalah metode lain yang bisa
dilakukan untuk menyelesaikan ee masalah
di pertep ya, yaitu dengan menggunakan
metode numerik. Nah, kita akan lebih
apa? Kita akan bahas lebih lanjut
tentang metode numerik ini.
Jadi, metode numerik ini pertama tentu
ada konsepnya ya. Konsep dan
identifikasi.
Rumusnya mau apa saja yang masuk.
Kemudian modelnya apa? Mau satu dimensi,
dua dimensi, tiga dimensi ya. Kemudian
persamaan diferensialnya apa?
Kemudian algoritme numeriknya bagaimana?
Ini kalau Bapak, Ibu mau membuat sendiri
model numerik, apakah bisa? Bisa. Ya,
karena model quality tok juga kan dibuat
oleh manusia.
Artinya kita pun bisa membuat model
numerik dengan mengikuti langkah-langkah
seperti ini. Nah, nanti kita kalibrasi.
Nah, kalibrasi ini intinya adalah
adjustment ya. Adjustment parameter.
Parameter mana yang cocok, parameter
mana yang tidak cocok. Sedangkan ee
hipotesis lebih kepada
hasilnya. Nah, tadi sesuai enggak dengan
fenomena umum? Jadi, setelah kita
kalibrasi parameternya cocok, kita
running, ternyata
do-nya ini bukannya makin tinggi ya,
setelah diberi pencemar ini malah turun.
Nah, ini kan aneh begitu. berarti ada
sesuatu yang salah dari model yang kita
buat atau BOD yang seharusnya kalau
tidak ada pencemar baru begitu sudah di
sumber pencemar BOD-nya paling tinggi
makin kehilir dia harusnya makin rendah
ini BOD-nya malah naik misalnya. Nah,
berarti
tidak atau ya salah berarti model kita
harus balik lagi datanya dicek lagi.
Kadang-kadang maksudnya menulis angka 20
malah 2.000 misalnya ya. Nah, itu kan
entry data entry yang salah itu sering
terjadi di dalam pengerjaan model. Nah,
kalau validasi dia membandingkan dengan
ini ya ee ee membandingkan dengan hasil
laboratorium. Nah, dalam konteks model
nilai laboratorium ini dianggap lebih
akurat daripada model. Jadi, kalau Bapak
Ibu melaksanakan studi pemodelan,
samplingnya ini harus benar.
Karena nanti kalau hasil sampling-nya
ternyata tidak sesuai prosedur, nilainya
aneh, kita tidak bisa menyalahkan hasil
pengukuran.
Karena secara kesepakatan hasil
pengukuran inilah yang harus diikuti
oleh model. Modelnya harus diubah agar
mendekati hasil pengukuran. Kalau hasil
pengukurannya ini aneh karena
prosedurnya tidak standar, berarti
modelnya dirugikan. Sehingga Bapak, Ibu
yang melaksanakan modeling samplingnya
ini harus ee memenuhi SNI ya, standar ee
pengerjaan ee sampling sehingga modelnya
tidak dirugikan.
Kemudian di sini ada ya satu dimensi,
dua dimensi, tiga dimensi. Kalau ditanya
lebih bagus mana? Sat, du atau tentu
tiga dimensi. Tapi apakah diperlukan?
Karena kalau tiga dimensi nanti
komputernya juga makin berat, ya. Oke.
Contohnya adalah banyak sekali ada
ribuan ya model sungai tapi kita akan
bahas yang paling populer 2K dan WASP.
Nah, karena sudah ada yang rise hand,
mungkin saya percepat saja ya. WK ini ya
berisi prosedur prosedur mungkin saya
cepat saja bentuknya berbasis Excel yang
eh running visual basic. Jadi di dalam
Excel tuh ada juga eh programming-nya
ya, Visual Basic itu kita aktifkan.
Nanti kita buat ee ininya
segmen-segmennya.
Kemudian,
nah di dalam wall 2K ini sudah sangat
lengkap ya. Jadi ee untuk flow balance
juga untuk ee hidrolikanya ya. Kemudian
persamaan temperatur
ee radiasi
ya. Kemudian juga ee kita bisa bukan
hanya memodelkan
ee di sini ada
oksigen dengan BOD, tapi juga ee di sini
ada nitrogen dan fosfornya sudah masuk.
Jadi ini kelebihan dibandingkan tadi
menghitung pakai eh stratter pels, ya.
Kemudian juga untuk ee heat dan massa
ee sedimentasi juga masuk di sini
lengkap sekali ya. Mungkin saya percepat
saja supaya kita bisa langsung masuk ke
tanya jawab. Nah, ee nanti kalau Bapak,
Ibu ingin lebih jelas tentang Qual 2K di
Ecoedu banyak ya video-video tentang eh
quality bisa diakses ee di Ecoed Edu.
Saya tidak. Nah, ini aplikasinya ya.
Jadi nanti hasilnya tuh seperti ini. Ini
hasil yang titik-titiknya hasil
sampling. Nah, ini kira-kira hasil ee
model ya. Nah, kita lihat hasil model
bisa mewakili hasil sampling.
Kemudian ee dalam konteks
ee pertex ada pabrik Z, pabrik X di sini
yang mau membuang limbahnya. tentu dia
harus melakukan sampling point di
beberapa titik. Kemudian juga dia
lakukan running ya. Dan di sini kita ee
lakukan biasanya di bulan basah dan
bulan kering. Karena bulan basah kan
debit sungai tinggi ya. Nah, kemudian
bulan kering juga kita running. Jadi
yang ini adalah hasil plot ee wall tok.
Kemudian juga kita bisa gambarkan
hasilnya. Nah, kalau
sungai itu belum ada daya tampung atau
ee belum ada kelas, kita juga bisa
hitung ya menggunakan world to ke ini.
Contohnya
ee kita bagi-bagi segmen
ee kemudian nanti contoh misalnya di
sini ini kelas berapa begitu ya. Nah,
kalau ee
kita ingin kelas 2
naik berapa persen dari sekarang supaya
bisa dia masih di bawah kelas 2 ini kita
buat skenario-skenario
naik 75% ternyata maksimum BOD-nya hanya
bisa nambah 75% lagi sehingga kelas 2
ini tidak terlampaui ya di sini.
Nah, jadi model ini bisa kita pakai
untuk menghitung beban pencemar.
Ee ini contohnya. Nah, WASP itu
kelebihannya dia dua dimensi atau tiga
dimensi. Kalau kita lihat
ee dari sisi
persamaan qualtuk ini sudah sangat
lengkap ya. Nah, ini dibandingkan WASP
ada beberapa yang bahkan WASP tidak ada
di qualuke ini ada ya. Nah, jadi qualuke
ini sudah bagus ee tapi kelemahannya dia
satu dimensi sehingga
ee ini ya bisa dilihat nanti. Nah, WASP
ini bedanya dia dua dimensi. Jadi dia
bisa untuk danau
estuari ya. Nah, artinya kapan kita
menggunakan WASP? Kalau ee limbah
cairnya ini dibuangnya ke danau bukan ke
sungai. Kalau ke sungai kita bisa pakai
qualtuk, tapi kalau ke danau kual tuke
tidak bisa karena dia satu dimensi. Nah,
kalau dibuangnya ke danau ke eskuari ya
itu kita pakai WASP.
Nah, ee
itu barangkali ya ini banyak
detail tapi mungkin terlalu teknis ya.
WASP
saya. Nah, ini ee intinya dia bisa dua
dimensi begitu. Kalau waltuk kan satu
dimensi. Nah, dia dia bisa untuk estuari
juga ini ya. wasp kita lihat ee dia bisa
untuk sebuah estuari ee di tepi laut
begitu. Nah
ee
ya karena WASP ini lebih baru dari Qual
TOKUK tentu WASP dari sisi interface
lebih bagus ya lebih mudah
ee hasilnya nanti bisa kita lihat ya.
Kalau isinya hampir sama dengan qualtuk
ya, dia bisa bukan hanya BOD, DO, tapi
juga bisa nitrogen, fosfor ee dan
lainnya.
Oke, mungkin saya tidak akan detail di
sini ya. Nanti Bapak Ibu kalau ingin
tahu detail bisa akses di Ekoed Edu
banyak video-video tentang WASP.
ee saya akan
tutup dan kita akan
ee
simpulkan ya. Jadi bedanya hanya ini.
Qual tok satu dimensi, WASP bisa 1
sampai 3 dimensi.
Ee jadi Wspatif
kalau Bapak, Ibu running ee perteknya ke
danau atau ke estuari atau Nah, untuk ke
laut WASP tidak bisa ya karena laut kan
ada
ee sirkulasi laut. Nah, itu software-nya
beda lagi. Ee kita biasanya menggunakan
mic 21 ya untuk laut. Nah, jadi ee tapi
untuk S2 hari bisa artinya ketika dia
ada di tepi tepi laut tapi bukan dibuang
langsung ke ke laut. Nah, jadi Bapak Ibu
ee karena waktu yang terbatas bagi yang
tertarik ingin
mendalami lebih lanjut tentang ee Qual
2K dan WASP karena ini perlu latihan ya,
ada instalasi itu silakan ee lihat
materi-materi di www. ecoedu. Saya lihat
ee cukup banyak materi-materi yang bisa
mendukung kita untuk mempelajari kedua
software ini lebih lanjut. Ee sekian ya
Bapak Ibu, saya akan kembalikan kepada
moderator. Ee kurang lebihnya mohon
maaf. Billahi taufik walhidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Terima kasih banyak Pak
Asep atas paparannya. Baik, ee di sini
sudah ada dua orang yang melakukan e
rais hand. selebihnya eh pertanyaan
sudah masuk ke slido ya, Bapak Ibu.
Mungkin ada Bapak Ibu yang ingin
bertanya, silakan mengakses eh link
Slelidonya eh dan menuliskan
pertanyaannya pada Sido. Mungkin di sini
karena sudah ada yang rais hand mungkin
saya persilakan terlebih dahulu untuk eh
Ibu Anisah silakan untuk menyampaikan
pertanyaannya serta Pak setelah itu
nanti Pak Romi ya. Baik.
Mungkin boleh Pak Romi Mahmud terlebih
dahulu. Silakan.
Oke. Ee baik, terima kasih Mbak. Ee
asalamualaikum Pak Asep. Ee di sini Pak
Saya mau
Waalaikumsalam. Iya.
Iya. Ee yang pertama saya mau
menanyakan, Pak, terkait kalau misalnya
kita ada pengujian kualitas air,
kemudian ee air sungainya itu belum
ditentukan baku mutunya. di beberapa
ee webinar kami ee temukan bahwa kalau
belum ditentukan kualitas ee sori belum
ditem belum ditentukan ee kelas air
sungainya maka kita menggunakan ee baku
mutu air kelas 2. Nah,
ee yang ingin saya tanyakan, Pak, ketika
kita melakukan pengujian sampel kemudian
ee di sungai itu belum ditentukan
ee kelas airnya.
Ee kalau misalnya kami mengambil baku
mutu air kelas 2 ee dia sudah sebagian
parameter sudah melebihi baku mutu Pak.
Iya. Tapi kalau kita turunkan kelasnya
ke kelas 3 ee dia ee semua sesuai baku
mutu. Nah, apakah kalau dalam ee
penyusunan perteknya itu kalau ada kasus
seperti ini bisa kita menjadikan acuan
baku mutuar kelas 3, Pak? Artinya ee
status status e kelas airnya kita
turunkan ke kelas 3. Itu yang pertama.
Kemudian yang kedua ee
untuk tadi kan Bapak bilang untuk ee
Qualtuki sama ee waspaltuk
cuma satu dimensi sedangkan ee
WASP bisa sampai tiga dimensi. Nah ee
sedangkan eh WASP ada beberapa parameter
yang tidak bisa di analisa dengan
menggunakan aplikasi WASP. Sedangkan eh
Qual to Key bisa. Apakah bisa data dari
analisa Qual TOK itu digunakan untuk ee
pemodelan di
ee WASP, Pak?
Supaya kita bisa ee dapatkan hasil ee
dua atau tiga dimensinya, Pak? Iya. Saya
rasa seperti itu. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bagus sekali pertanyaannya.
Terima kasih. Saya coba jawab yang
pertama dulu ya. Ee ini karena ini
masalah regulasi tentunya kita tidak
bisa sembarangan menentukan dari kelas 2
ke kelas 3. Jadi penentuan kelas ini kan
wewenang dari pemerintah daerah ya untuk
menetapkan kelas 1 sampai kelas 4 untuk
sungai-sungai yang di bawah kendali
pemerintah daerah ee dan untuk
sungai-sungai yang di bawah kendali
pemerintah pusat itu sungai-sungai yang
besar yang lintas provinsi ya itu
biasanya di ee kewenangannya ada di
pemerintah pusat itu setahu saya sudah
semuanya sudah ditetapkan kelas kelas 1
sampai kelas 4. Nah, untuk yang di bawah
kewenangan provinsi atau kabupaten kota
barangkali ada yang belum. Nah, ee
kemudian ada aturan kalau belum ya kelas
2 itu kelas 2 itu artinya ee kelas yang
moderat ya. Kalau kelas 1 kan sangat
bagus, kelas 2 moderat, kelas 3 dan 4
ini ya kelas untuk ee daerah-daerah
padat khususnya karena sudah tidak
terkejar lagi ya untuk kelas 1 atau
kelas du. Namun demikian sekarang ada
tren untuk daerah-daerah padat seperti
Pulau Jawa juga dipaksa untuk kelas 2 ya
ee karena ya kita tahu bahwa ee sungai
ini menjadi konsumsi ee banyak pihak
sehingga ee kelas 2 itu dianggap kelas
yang cukup aman ya untuk
masyarakat yang mengkonsumsi. Nah, ee
jadi karena ini terg terkait regulasi
kita tidak bisa ya. Jadi jawabannya
tidak bisa kita turunkan jadi kelas 3
dengan keputusan kita sendiri. Yang bisa
memutuskan ya hanya pemerintah daerah
dengan ee pergup atau Perwal ya eh
dengan analisis tertentu bisa ee
menetapkan apakah kelas 1, 2, 3 atau 4.
Tapi kalau individu kita tidak bisa.
Kemudian pertanyaan kedua ee
bagaimana kalau kita sudah running tok
satu dimensi kemudian ingin kita
konversi ke WASP itu bisa ya. Jadi ee
karena data-datanya hampir mirip, kalau
kita sudah running eh quality tok nanti
data itu bisa kita running juga di WASP
dengan dimensi yang ee lebih besar ya,
misalnya jadi dua dimensi atau tiga
dimensi
itu barangkali ee masih ada. Saya
kembalikan kepada moderator ya. Silakan.
Baik, mungkin ee saya akan bacakan
terlebih dahulu, Pak. Di sini ada
pertanyaan yang sudah masuk. Ee
sebentar.
Baik, di sini sudah ada beberapa
pertanyaan yang masuk. Ee yang pertama
ini sudah ada delapan yang vot terkait
dengan pembuangan air limbah ke sungai.
Jika sungai yang dibuang memiliki beku
mutu disampaikan perlu menyusun kajian
kompensasi. Kajiannya seperti apa ya,
Pak?
Ya, ee kata kompensasi ini ee sangat
populer di tata ruang ya. Nah, jadi
kalau misalnya Bapak Ibu ee menggunakan
suatu lahan
ee
di tutupan lahan tertentu ya, di sana
banyak pohon dan seterusnya di sebuah
kota. Karena kepentingan pembangunan
akhirnya kita ubah asalnya pohon-pohon
menjadi daerah terbuka itu kita
kompensasi di daerah lain ee dengan
ya tutupan lahan yang tentu lebih luas.
ada aturannya di kehutanan seperti itu.
Nah, jadi ee
kalau kompensasi di sini ee
contohnya ya ee Bapak Ibu
walaupun ini ee jarang disetujui bahwa
limbah yang kita buang ini melebihi baku
moto itu biasanya jarang disetujui.
Kalaupun ada kondisi tertentu ya ini
akhirnya
disetujui dengan satu alasan yang kuat
maka kita harus melakukan kompensasi.
misalnya kita membuat aerator ya,
sungainya kita aerasi misalnya untuk
membantu proses self purification
atau misalnya ee di kanan kirinya
di kanan kiri sungai ada rivarian ya ee
tanaman-tanaman yang bisa membantu
degradasi limbah dan berbagai ee
kompensasi lainnya
karena kita sudah tidak bisa menurunkan
kan ee
menurunkan konsentrasi dari limbah yang
kita buang. Jadi ee bentuk kompensasinya
bisa macam-macam ya, tergantung kepada
kondisi sungai tersebut. Mungkin Mbak
Tia saya baca aja ya ee langsung
boleh.
Apakah limbah domestik juga harus
mendapatkan pertek?
Nah, ee kalau kita lihat tadi
pertekangan
IPAL,
ya. Pertek itu keterangan IPAL. Jadi, e
ada dua kondisi. Pertama,
ada satu kegiatan yang menghasilkan
limbah cair
yang limbah cairnya ini melebihi baku
mutu. Itu yang pertama. Yang kedua
kita mengusulkan IPAL.
Nah, jika dua hal ini ada
ya, maka perlu pertek.
Kalau limbahnya limbah domestik
melebihi baku mutu
tapi tidak ada IPAL-nya,
tidak perlu perteek.
nanti dokumennya kajian yang lain ya.
Nah, mengapa? Karena kalau kita lihat di
dalam dokumen perteek itu ada ee
pengendalian dampak.
Jadi, kita harus membuat desain IPAL di
sana.
Nah, kalau dia tidak ada desain IPAL-nya
berarti kan Pertex tidak bisa kita
kerjakan. Mungkin dokumen analisis
lingkungan yang lain ya. Nah,
jadi ee domestik ya misalnya domestik
ee dia melebihi baku mutu tapi tidak ada
IPAL,
kita tidak bisa buat perteek, kita hanya
bisa buat dokumen lingkungan lainnya ya
kajian. Nah, tapi begitu domestik ini
kemudian kita kendalikan
dan ada IPAL Komunal misalnya,
nah kita bisa buat pertex ya. Jadi kalau
masalah harus dan tidak ya ini
kewenangan dari pemda. Kalau pemda
mengatakan harus ya harus ya. Nah, ee
tapi kalau secara umum
ee domestik ini agak sulit ya ee
pengendaliannya karena siapa penanggung
jawabnya? Kalau perumahan bisa misalnya
ada sebuah perumahan menghasilkan 1000
rumah itu bisa diminta
pertanggungjawaban ee pemilik perumahan
swasta gitu ya. misalnya ee
perumahan-perumahan atau apartemen
pengelolanya ini bisa dimintai
pertanggungjawaban untuk membuat pertek.
Tapi bagaimana kalau misalnya
domestiknya ini dari rumah-rumah ya,
dari masyarakat nanti siapa yang harus
membayar
IPAL? Karena di dalam PRT kan ada
kesanggupan untuk membayar biaya operasi
dan pemeliharaan.
Nah, ini mudah-mudahan bisa ini ya bisa
menjawab pertanyaan apakah limbah
domestik juga harus ee mendapatkan
pertek. Kemudian dari Pak Syarif, apakah
penyusun pertek perlu kualifikasi
sertifikat resmi?
Ee
tahun lalu kami diskusi dengan KLHK itu
belum keluar ya ee regulasinya. Nah,
mungkin untuk sekarang
ee apakah masih dibahas atau sudah
keluar ya, saya belum dapat update-nya.
Ee jadi Bapak, Ibu bisa nanya ke Dinas
Lingkungan Hidup setempat atau ke KLHK,
tapi setahu saya regulasinya belum
keluar ya. Jadi untuk pertek
AMDAL itu aturannya sudah sangat baku.
Tapi ini karena produk baru ee di tahun
2021 ee setahu saya masih dibahas ya
regulasinya. Tapi nanti silakan ditanya
ke KLHK atau DLH barangkali sudah keluar
regulasi tentang ee sertifikasi ini.
Nah, jadi selama ini ya setahu saya
dalam 1 tahun terakhir ini ee
sertifikatnya boleh dari ee
pelatihan-pelatihan begitu ya. Misalnya
setahu saya sertifikat dari EKOED itu
bisa ya bisa dipakai
ee untuk mengerjakan PRT dan
lembaga-lembaga lain juga saya pikir
bisa ya untuk ee dipakai. Kemudian
ee apakah
pemrakarsa bisa melakukan atau menyusun
pertek sendiri? jawabannya bisa
ya ee karena kan tadi syarat penyusunan
pertekuti
Permen LHK 5 2021. Nah, selama aturan
itu diikuti
itu bisa ya ee
mengenai masalah kualifikasinya ya
tentunya sebelum membuat perteek perlu
ditanya dulu ke DLH atau ke KLHK ee
apakah kualifikasi yang kami
ee
ajukan ini memenuhi atau tidak begitu
ya. Jadi jangan langsung Bapak Ibu buat
perteek tanpa ada diskusi dulu. ee nanti
ee khawatir sudah selesai perteeknya
ternyata ada masalah di kualifikasi
pembuat ya. Jadi bagusnya ada diskusi
awal dulu baru kemudian melangkah ke
proses pembuatan.
Ee
apabila kegiatan telah operasional dan
wajib menyusun DPLA, apakah perlu
menyusun persetujuan teknis? Nah, kalau
sudah jalan itu
ee kita tanya dulu apakah
dia sudah punya IPLC atau belum. Nah,
kalau belum ada IPLC kan berarti wajib
ada SLO ya. Nah, SLO ini hanya bisa
diterbitkan kalau ada pertek.
Nah, kan IPAL-nya sudah ada. Bagaimana
nyusun perteknya? Justru lebih mudah.
Tinggal menceritakan saja IPAL-nya
seperti apa ya, tidak perlu kita
mendesain ulang. Nah, kemudian nanti
hasilnya apakah memenuhi baku mutu atau
tidak kan tinggal diukur dilaporkan di
dalam perteek
ditambah dengan tadi ee kesanggupan SDM,
kesanggupan manajemen termasuk
pembiayaan. Nah, kita selesaikan
perteptexnya nanti disubmit bersamaan
dengan DPLH.
dari
ee
Ibu Maulina ya, DLH Bangkalan. Bagaimana
dengan izin lingkungan SPPL yang tidak
wajib pertek, namun kegiatan usahanya
memiliki dampak
terhadap lingkungan seperti klinik. Nah,
memang sekarang dengan UUC ini banyak
yang
turun
turun level ya. dulu wajib UKLUPL
menjadi tidak begitu ya. Dulu wajib
AMDAL jadi ee UKL-UPL saja. Nah, ee saya
pernah mendapatkan keluhan yang sama dan
kebetulan acara itu ada orang KLHK ya ee
dari KLHK menjawab begini, "Jika aturan
yang baru sekarang dianggap meresahkan
masyarakat, silakan
mengajukan surat ke KLHK
untuk ditinjau.
Jadi bisa saja ya waktu itu kasusnya
bukan klinik ya, kasusnya adalah
ee
tambak tambak rakyat ya. Tambak rakyat
yang dulu harus ada UKL-UPL sekarang
jadi cukup SPPL tapi ternyata itu
mencemari daerah setempat. Nah, itu bisa
diajukan ya ke KLHK untuk ditinjau
kembali aturan di daerah itu. Mungkin
saja kalau dilihat dampaknya sangat
besar bisa berubah menjadi ee UKL-UPL
kembali begitu. Nah, jadi tidak bisa
sama apa tidak bisa dijawab secara
general. Nah, ini menurut KLHK ini harus
ditinjau satu persatu kasus per kasus.
Jadi dari DLH bisa mengajukan surat ya
ke
ee PDLUK. PDLUK itu yang ngurus AMDAL.
Ee
nanti akan ada jawaban dari PDLUK KLHK.
Kemudian
dari Mbak Yuniar, apakah sebelum submit
dokumen kerangka Andal harus mendapatkan
pertex terlebih dahulu?
Nah, jadi kalau UKLUPL ini jangan dulu
AMDAL ya. UKLUPL
persetujuan perteknya harus lebih dulu
daripada UKL UPL. Tapi kalau AMDAL boleh
berbarengan persetujuannya
ya. Jadi persetujuannya itu ee
pemeriksaan atau evaluasi oleh tim uji
kelayakannya itu harus bareng atau
sebelum. Kalau UKL UPL tidak boleh
bareng, dia harus sebelum. Sebelum,
setelah selesai baru UKL-UPL-nya bisa
diproses. Kalau AMDAL bagusnya sebelum,
tapi kalaupun ingin berbarungan masih
boleh. Nah, jadi apakah jawaban saya ini
bisa menjawab? ya. Ee kalau masih belum
nanti bisa menyampaikan pertanyaan
lanjutan.
Kemudian dari
Ibu Rahma Putri terkait pembuangan
ee
Bu Rahma tadi sudah Pak. Oh
ini ada ee
silakan mungkin ini dari
apakah Eko mengadakan pelatihan
pemodelan? Oh iya. Apakah EDO akan
mengadakan pelatihan Mic 21?
Ya, ee bisa saja ee untuk sekarang belum
karena peminatnya belum banyak. Ee nanti
Ibu Muti bisa cerita ya mengenai ee
batas minimal kalau enggak salah 10
orang ya, Bu Muti ya.
Betul, Pak.
Iya. Jadi mungkin Bapak Ibu yang
tertarik bisa daftar dulu nanti
dikumpulkan pesertanya kalau sudah 10
orang kita bisa running ya bisa
laksanakan ee pelatihan MIC 21. Nah,
problem
peserta ini kalau Bapak Ibu suatu
instansi sebetulnya bisa ee kelas ini
kalau enggak salah ya Bu Muti ya, kelas
instansi. Jadi, nah mengenai detail itu
saya kurang paham. Nanti bisa tanya ke
admin ya, admin. Admin Eko Edu. Ee di
sini mungkin nanti
Mbak Muti bisa memberikan kontak.
Iya, Pak. Baik.
Oke. Kemudian
Mbak Muzdalifah ya, apakah yang dimaksud
dengan penentuan zone of initial
dilution? Ada untuk kajian pembuangan
air limbah.
Nah, e tadi kan ada zona-zona itu ya.
Nah, zona-zona itu. Nah, zona-zona itu
nanti di
ee dihitung pakai model. Kemudian kan
ada grafik yang ee dia misalnya do-nya
ee turun kemudian naik. Nah, itu berarti
ee
kita katakan sudah masuk ke recovery ya.
Nah, jadi
ee zona-zona itu bisa
kita definisikan setelah modelnya
selesai. Termasuk tadi zona dilution.
Jadi
ee dilusion ini bisa
ee dilusion dari kita sendiri atau bisa
juga dari tempat lain ya. ee misalnya
sebelah limbah kita ada anak sungai yang
masuk itu juga kan jadi sumber dilusi,
ya. Nah, nanti ee
peta sungainya itu harus kita buat dulu
dari mana ada input-input terutama anak
sungai. Nah, di sanalah kita bisa ee
running model plus penentuan ee
zona-zona tadi.
Kemudian
ee
mungkin masih
Ibu Azizah.
Iya, masih Z.
Iya. Caranya ee harus dirunning dulu.
Kemudian kita bisa pakai gambar saya
yang tadi itu ya, ada zona septik,
kemudian zona recovery.
Ee
jadi
ee kita hitung dulu pakai model.
Hitung dulu pakai model ya. Sebetulnya
model kan alternatif tadi ya. di
Permenal HK5 sebetulnya kita bisa pakai
neraca massa stratter pelvs. Nah, tapi
pengalaman dari ya saya pribadi lebih
mudah akhirnya lebih mudah pakai model
karena kalau strter pers tuh kita jadi
entry satu-satu gitu ya. Ee sudah ada.
Jadi kalau pakai model itu awalnya
memang susah karena kita harus pelajari
tapi setelah kita bisa itu jadi lebih
mudah dibandingkan kita pakai Excel. eh
strat kalau dibolehkan sih dibolehkan ya
ee di aturan kan ada neraca massa
analitik atau numerik. Tapi dari sisi
kemudahan lebih mudah pakai numerik.
Kemudian mungkin ada pertanyaan lagi ini
udah tadi ya Bu Yuniar
ee Ibu Sri Mulyani apakah pembohongan
air limbah ke selokan termasuk air
limbah Nah ini yang selokan ini
sejarahnya panjang ya. Jadi waktu itu
kami melakukan pertemuan dengan KLHK
tentang masalah ini. Ee KLHK sebagai
narasumber.
Ee KLHK
ee menyampaikan bahwa yang membuat
aturan ini diinisiasi dari PU.
PU tidak mau saluran drainase dijadikan
saluran pembuangan limbah. Karena
drainase itu kan untuk air hujan.
Nah, dengan adanya air limbah ini
mengganggu fungsi drainase sehingga ee
Kementerian PU meminta kepada KLHK agar
setiap saluran drainase tidak boleh
dijadikan pembuangan air limbah.
Nah, ini ee di follow up oleh KLHK
dengan aturan
pembuangan limbah tidak boleh ke saluran
drainase. Nah, mungkin ada yang belum
siap ya ee perusahaan yang belum siap
membuat saluran pembuangan air limbah
sendiri langsung ke sungai. Nah, tentu
di sini ee diperlukan diskusi ya,
diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup,
dengan Dinas PU. Ee walaupun aturannya
seperti itu, bagaimana solusinya? Jadi
tidak bisa kita pukul rata boleh atau
tidak boleh. Kalau aturannya memang
tidak boleh. Tapi kalau di suatu daerah
kondisinya belum memungkinkan, bisa
ditempuh dengan cara ee diskusi ya.
diskusi antara
ee Dinas Lingkungan Hidup dengan Dinas
PU bagaimana solusinya.
Kemudian
yang jelas itu bukan formasi tertentu
ya. Jadi
ee itu tidak boleh begitu ya Bu Sri
Mulyani jadi ee jawabannya tidak boleh
untuk aturan sekarang ya. Tidak boleh
kita buang ke saluran drainase
dan ini menjadi banyak masalah. karena
tidak ada alternatif lain selain ke
saluran drinasi. Makanya supaya tidak
melanggar aturan dari PU tadi ya perlu
ada pertemuan
ee tiga pihak ya, antara pelaku usaha
Dinas PU dengan Dinas Lingkungan Hidup.
Kemudian dari Ibu Amalia, pada Perseduan
Teknis Air Limbah untuk pengambilan
sampelnya dibutuhkan data dan parameter
apa saja. Nah, ee
sampel dan parameter ini nanti mengikuti
ee kerangka acuan AMDAL
ya. Ee karena kan studi pertek
lepas dari studi AMDAL. Nah, kalau
misalnya tadi kegiatannya sudah terjadi,
tidak ada AMDAL hanya DPLH, ya kita
ikuti saja ee jumlah sampel minimal.
dikatakan jumlah sampel minimal itu tiga
di hulu, di lokasi pembuangan outlet dan
di hilir. Ya. Tetapi kalau kita
melakukan studi AMDAL kadang-kadang
ditambah tidak minimal tiga. Jadi ketika
diskusi kerangka acuan itu kadang-kadang
lima atau enam ya. Nah, jadi kita tidak
bisa pakai angka minimal kalau pekerjaan
pertintegrasi
dengan pekerjaan AMDAL. kita harus
mengikuti titik sampling
rona lingkungan awal untuk sungai di
kerangka acuan AMDAL. Kalau tidak
terkait dengan AMDAL, kita bisa ee
mengikuti tadi ya yang minimal. Nah,
mengenai parameternya tentu parameter
tergantung kepada
ee jenis
ininya ya ee industrinya tekstil.
dengan pabrik
pupuk misalnya kan beda ininya ee baku
mutunya. Nah, tapi ada juga mungkin
parameter yang sulit ya. Nah, ini ee
saya tidak bisa memutuskan. Jadi,
silakan diskusi dengan Dinas Lingkungan
Hidup pas kerangka acuan AMDAL itu
biasanya dibahas ee parameter mana yang
boleh dan tidak. Nah, tetapi parameter
yang ee
wajib ya itu ee BOD, COD, DO ee
temperatur
itu biasanya harus selalu ada. Nah,
untuk yang lain misalnya logam berat dan
seterusnya kalau memang di baku mutu air
limbahnya ada, nah ini harus
didiskusikan
kalau memang ee pelaku usaha merasa
keberatan untuk melakukan sampling itu.
Itu barangkali ya, Bu Amelia. Kemudian
Pak Ardi.
Eh, mungkin ini dulu Pak supaya ini ada
yang rais hand dulu mungkin kita panggil
salah satu mungkin biar
lebih interaktif ya Pak. Oke. Di sini e
sudah ada Pak Azizatur. Mungkin Bapak
Pak Azizatur silakan untuk ee unmute.
Mungkin dari Bapak dan Ibu yang lain
adakah yang ingin menanyakan pertanyaan
secara langsung eh on mic mungkin bisa
resign.
Silakan Pak eh Yusdi untuk eh on mic.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat siang, Pak Asep. Ee
mohon maaf mungkin Pak Yusdi apakah bisa
eh speaker di sekitarnya untuk dimatikan
terlebih dahulu?
Oh iya,
mungkin kita tunggu terlebih dahulu
Bapak Ibu.
Oke. Baik. Ee apakah bisa diar?
Iya bisa, Pak. Oke.
Ee terima kasih ee
Kak, saya dari DLH Kabupaten
Probolinggo, Bapak. Jadi ee saya mungkin
ee mewakili juga mewakili rekan-rekan
pelaku usaha budidaya tambak yang sering
konsultasi ke kami. Pertama terkait
dengan ee baku mutu
tambak, air buangan tambak itu kan ee
sampai saat ini belum ada. Sehingga
mereka harus melakukan kajian teknis. ee
untuk mendapatkan ee persetujuan teknis.
Nah, yang jadi kendala ee
versi
Kementerian Kelautan ee mereka itu kan
tidak tidak melihat air buangan tambak
itu bukan limbah gitu. Jadi air buangan.
Tapi di sisi lain ee versi lingkungan
hidup bahwa itu ee air air limbah gitu.
Nah, itu ee terkait dengan definisi.
Kemudian yang kedua
ee mereka kesulitan dalam penentuan baku
mutu spesifik. Ee yang ingin saya
tanyakan, apakah bisa baku mutu spesifik
itu kita mengacu ee daerah lain atau
provinsi lain yang sudah menetapkan
misalkan atau berdasarkan ee
jurnal-jurnal yang terkait dengan ee
parameter-parameter kunci yang digunakan
untuk ee menentukan ee tambak ini ee
mencemari atau tidak. Seperti itu
kira-kira. Makasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Iya. Waalaikumsalam. Terima kasih, Pak.
Pertanyaannya bagus sekali. Mungkin ini
juga dirasakan ya di daerah-daerah lain.
Ee
secara regulasi Dinas Lingkungan Hidup
boleh ya membuat aturan sendiri ee asal
lebih ketat dari nasional. Nah, namun
secara teknis memang tidak bisa mudah
karena diperlukan kajian ya untuk
menentukan baku mutu di daerah.
Ee untuk langkah
ee itu ideal. ideal artinya DLH
mengeluarkan satu aturan sendiri untuk
tambak di daerahnya sehingga memudahkan
di dalam ee
pengelolaan tambang. Nah, sebelum
kondisi ideal itu tercapai ya bisa saja
kita ee melakukan kajian-kajian yang
seperti Bapak sampaikan tadi ya ee baik
itu studi literatur atau lihat daerah
yang lain. Nah, namun demikian ee yang
terbaik adalah
melakukan studi sendiri ya. Nah, karena
ee di dalam menentukan ee baku mutu itu
tentu ada perbedaan karakteristik
dari ee setiap daerah. Contoh misalnya
di satu daerah dia menentukan satu
parameter itu lebih ketat dari nasional.
Tapi di daerah Bapak, Ibu itu sulit
sekali. Kalau itu diterapkan nanti Pak
Tambak itu bisa gulung tikar misalnya ya
untuk memenuhi
baku mutu yang ketat seperti itu. Nah
berarti
ya kita
ee kebetulan referensi nasionalnya kan
belum ada ini ya. Nah jadi
tidak kita tidak bisa ambil begitu saja
intinya begitu ya. Ee tidak bisa ambil
begitu saja data dari luar.
ee untuk uji coba bisa gitu ya, artinya
kita ambil satu daerah kemudian kemudian
kita uji coba ee itu bisa saja. Nah,
terkait
dari
ee
kementerian lain ya itu memang tugasnya
begitu ya. Ya, contoh lain misalnya
Kementerian ESDM menganggap
ee scrap baja atau scrap itu bukan
limbah, itu adalah bahan baku industri
ee baja di Indonesia.
Ya, namanya bahan baku harusnya
dipermudah tapi begitu impor scrap atau
ya bekas-bekas potongan besi dari luar
ini kan tercampur dengan B3. Nah, KLHK
melihatnya sebagai regulator untuk ee
melindungi lingkungan di Indonesia
itu akan bergerak menganggapnya sebagai
limbah B3. Nah, ini kan perbedaan
persepsi antar dua kementerian itu
memang ee sudah biasa karena tugasnya
beda ya. tugas Kementerian
Perdagangan bagaimana kegiatan
perdagangan bisa maksimal Kementerian
Lingkungan bagaimana lingkungan bisa
terjaga. Nah, demikian juga dengan kasus
ee kelautan ya. Itu wajar saja kalau
kelautan menganggapnya bukan limbah ee
tapi misalnya hanya buangan.
Nah, lingkungan menganggapnya sebagai
limbah karena melihat pada ekosistem ee
pesisir dan laut. Nah, ee cara termudah
ya memang harus ada diskusi ya. Jadi
mungkin ada rapat-rapat antar dinas
sehingga ada kesepahaman. Kalaupun tidak
ada kesepan, ya kita bisa menggunakan ee
tugas masing-masing ya. bahwa tugas
dinas lingkungan memang melindungi.
Dan ee kalau dari aspek lingkungan kita
tidak hanya melihat fisik kan kalaupun
jumlahnya hanya sedikit
airnya ini jernih, tidak bisa kita
belajar bahwa kita harus lihat parameter
kimia, jangan-jangan ada logam berat
begitu kan. Nah, itu tidak terlihat dan
itu tidak menjadi perhatian dari
kementerian lain. Nah, jadi ee solusi
terbaik memang ada kesepakatan bersama
ya, kesepahaman sehingga masing-masing
bisa saling mendukung. Kalaupun tidak ya
tetap kalau Bapak di Dinas Lingkungan
Hidup terikat kepada aturan-aturan
ee dari KLHK
ya. Jadi kalau saya simpulkan kompleks
sekali ya permasalahan di Bapak. Ee
mudah-mudahan
bisa terselesaikan dengan cepat ya, Pak.
Itu barangkali, Pak ee komentar dari
saya. Mohon maaf kalau kurang berkenan
ya, kurang pas. Silakan. Makasih ya.
Sama-sama.
Terima kasih Pak Yusdi serta ee Bapak
Ibu sekalian yang sudah melakukan
pertanyaan baik di Slelido ataupun rais
hand ee karena waktu sudah ee
menunjukkan pukul ke 11.57, maka dari
itu untuk pertanyaannya saya tutup.
Mungkin nanti akan bisa dijawab oleh Pak
Aset di PowerPoint ya, Bapak, Ibu. Nanti
akan dilampirkan bersamaan dengan materi
webinarnya. Begitu ya. Mungkin Pak Asep
terima kasih banyak atas ee waktunya
hari ini Pak Asep untuk ee memaparkan
materi mengenai peran kuatu KW dan WSP
pada prtek Air Limbah. Saya ucapkan
terima kasih banyak kepada Bapak dan Ibu
yang sudah hadir. Sebelumnya mungkin
kita ee ingin saya ingin melakukan share
screen terlebih dahulu mungkin. Silakan.
Oke. Baik. Mungkin setelah ee paparan
materi yang sudah dipaparkan oleh Pak
Asep ini, Bapak dan Ibu barangkali ada
yang berminat untuk mengikuti pelatihan
lanjutan sehingga mungkin lebih paham
mengenai apa itu pertek air limbah,
kemudian apa itu pemodelan menggunakan
KUATKW dan WHSP. Di sini kami akan
menyelenggarakan pelatihan tersebut pada
bulan Agustus serta bulan Oktober. Nah,
nanti mungkin ee pamflet ini akan saya
kirimkan di grup ee masing-masing. Ee
jadi mungkin ee di Pertek Air Limbah ini
nanti Bapak dan Ibu akan di ee diajak
untuk mengetahui bagaimana cara untuk
menyusun ee dokumen persetujuan teknis
sehingga nanti bisa menjadi dokumen
penunjang untuk AMDAL dan SLO pada
kegiatan yang Bapak dan Ibu sedang
laksanakan. Sedangkan untuk pemodelan
kual PW serta WASP ini nanti ee Bapak
dan Ibu mungkin yang lebih cenderung ee
senang untuk melakukan pemodelan ee
nanti ee bisa masuk ke pelatihan ini dan
nanti mungkin di persetujuan teknis air
Limbah juga dibutuhkan ee peran ee
pemodelan Qualuke dan WSP ini. Begitu.
Ee mungkin saya sangat mengharapkan
kehadiran Bapak dan Ibu pada pelatihan
kami. Saya senang sekali juga dapat
bertemu dengan Bapak dan Ibu pada hari
ini.
Baik, mungkin sebelum kita ee menutup ee
webinarnya, saya akan melakukan
dokumentasi terlebih dahulu. Ee
barangkali Bapak dan Ibu yang bisa untuk
oncam, silakan untuk menyalakan
kameranya.
Baik.
Baik. Akan saya coba bantu untuk ee
dokumentasikan ya untuk slide pertama. 1
2 3.
Baik, untuk slide yang kedua.
Untuk slide ketiga.
Untuk slide keempat.
Slide kelima.
Slide keenam.
Oke. Baik. Mungkin ee informasi juga
pada ruangan Zoom ini sudah ada ee tadi
sampai limit 300 orang. Kemudian untuk
di YouTube juga sudah ada 100 orang dan
di Zoom sebelah juga sudah ada 300
orang. Maka dari itu webinar hari ini
sudah dihadiri oleh 700 orang ya, Bapak
Ibu. Terima kasih banyak atas
kepercayaannya ee dan mengikuti
pelatihan ee webinar kami. Semoga dapat
bertemu pada pelatihan selanjutnya
ataupun pada webinar selanjutnya. Saya
ucapkan terima kasih banyak atas
kehadiran Bapak dan Ibu. Mohon maaf atas
segala kesalahan yang kami laksanakan.
Maka dari itu, terima kasih banyak
Bapak, Ibu. Terima kasih Pak Asep atas
kehadirannya hari ini.
Iya,
terima kasih buat semuanya.
Iya, terima kasih.
Hatur nuhun, Pak Asep.
Sami-sami hatur nuhun.
Sampai bertemu di lain kesempatan Bapak
Ibu. Salam lestari.
I salam lestari.
Salam lestari.
Terima kasih,
Ibu. Sama-sama. Silakan untuk
meninggalkan ruangan Zoom. Terima kasih,
Bapak, Ibu. Semoga berjumpa di lain
kesempatan.
Makasih, Bu.
Sama-sama, Ibu. Bapak, Ibu. Terima kasih
banyak,
Mbak Tia. Untuk sertifikatnya dikirim ke
email, ya.
Iya. Baik. Untuk sertifikatnya di akan
dikirimkan ke email. Mungkin Bapak dan
Ibu silakan untuk mengisi formulir ee
daftar hadirnya. Nanti di sana
setelah datanya kami terima nanti akan
kami kirimkan maksimal 3 hari setelah
webinar ini selesai. Karena mungkin yang
bergabung juga lumayan banyak ya, Bapak,
Ibu. Jadi kami sedang berusaha untuk ee
mempercepat ee sertifikatnya agar bisa
diterima oleh Bapak dan Ibu. Materinya
juga nanti akan kami sampaikan serta
mungkin jawaban-jawaban dari Pak Asep
untuk pertanyaan yang tadi belum sempat
terjawab juga nanti bisa dijawab mungkin
ee buat Bapak dan Ibu yang masih ada
pertanyaan saya akan buka slidonya
sampai pukul .00. Silakan Bapak Ibu
untuk em mengisi slidonya untuk
pertanyaan-pertanyaannya. Nanti
pertanyaannya akan saya kirimkan ke Pak
Asep untuk dijawab. Begitu. Terima kasih
banyak Bapak Ibu ee link tautannya sudah
dikirimkan di chat. Mungkin bisa diakses
sampai 10.05 karena waktunya terbatas.
Silakan diakses. Terima kasih Bapak dan
Ibu. Selamat siang. Saya izin menutup
Zoom-nya. Terima kasih Bapak Ibu.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]