Statistik inferensial untuk Analisis Lingkungan
9s4Hu73zv9A • 2022-10-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id baik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi Bapak dan Ibu semuanya peserta webinar untuk statistik inferensial dalam analisis lingkungan yang diselenggarakan 20 Oktober 2022 hari ini perkenalkan saya Tia Hari ini saya akan menjadi moderator untuk webinar kita pada pagi hari ini untuk materi kita hari ini nanti berjudul statistik inferensial dalam analisis lingkungan bersama dokter Asep Sofyan MP dari teknik lingkungan ITB baik mungkin sebelum kita memulai webinar ada baiknya kita melakukan doa terlebih dahulu supaya webinar kita hari ini dapat dapat berkenan dan dapat diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta'ala berdoa dipersilahkan doa dicukupkan semoga kegiatan webinar kita hari ini dapat bermanfaat bagi Bapak dan Ibu semuanya Kemudian untuk selanjutnya kita akan menyanyikan lagu Indonesia Raya maka dari itu bapak dan ibu dipersilahkan untuk Hitman [Musik] Baik terima saya ingin mengucapkan selamat datang kepada Bapak dan Ibu semuanya yang sudah hadir pada kegiatan webinar hari ini baik mungkin Sebelumnya saya ingin akan ada sambutan terlebih dahulu di sini sudah masuk ketua pelaksanakan untuk menyampaikan sambutannya Pak silahkan baik selamat pagi Bapak Ibu sekalian Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat datang ya di webinar requedo saya sangat mengapresiasi karir Bapak Ibu sekalian yang telah antusias untuk menghadiri ini dan semoga untuk materi yang disampaikan pada hari ini akan sangat bermanfaat bagi Bapak Ibu sekalian terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya kembalikan kepada moderator Baik terima kasih banyak terima kasih sudah hadir di kegiatan hari ini Nah di sini mungkin sudah saya share juga untuk background webinar kita hari ini sampai nanti materi juga akan saya share di kolom chat untuk materi kita hari ini nanti kita akan kehadiran Bapak Asep Sofyan dari teknik lingkungan ITB mungkin saya sapa terlebih dahulu Selamat pagi Pak Asep Selamat pagi Terima kasih sudah hadir di kegiatan kita hari ini untuk topik hari ini kita akan membahas terkait dengan topik selanjutnya dari yang minggu kemarin sudah dibahas ya Pak terkait dengan statistika kemarin kita hari ini ada materi lanjutan dari statistikanya terkait dengan statistik inferensial untuk analisis lingkungan juga oke mungkin hari ini Pak Asep ini sudah siap untuk melaporkan materi atau mungkin kita sapa dulu peserta mungkin ya Pak begitu baik mungkin di sini Saya ingin sapa terlebih dahulu sudah kehadiran kita kali di sini ada mungkin di sini ada Pak Azwar Selamat pagi Pak Oke mungkin di sini ada kamar Pak Margono Selamat pagi Pak Oke sepertinya sedang ada keperluan di sini mungkin saya ingin menyapa Bupati Selamat pagi Mungkin bisa memperkenalkan diri dari asal instansinya Silahkan ibu suaranya belum terdengar Bu mohon dinyalakan terlebih dahulu microphone-nya ini sepertinya suaranya tidak masuk ke kami tapi salam kenal Ibu Terima kasih sudah hadir di kegiatan hari ini kemudian di sini ada Ibu Julian mungkin saya ingin menyapa selamat pagi bu Julia Oke sudah terdengar Bu Julia mungkin bisa memperkenalkan diri dari asal instansinya dari mana kemudian [Musik] Saya dari dinas lingkungan hidup Kabupaten Bekasi Bu oke salam kenal Ibu salam buat semua teman-teman yang ada di Bekasi di sini juga ada Pak Yudik Waalaikumsalam Pak Yudi ini dari dlh kota Samarinda terima kasih sudah bergabung di kegiatan webinar kita hari ini kemudian di sini ada pazella Muttaqin Selamat pagi Pak memperkenalkan diri terlebih dahulu Assalamualaikum Saya dari universitas untuk Global mandiri palembang Terima kasih sudah bergabung dari Palembang Terima kasih di sini juga ada Pak Oktavian Selamat pagi Pak memperkenalkan diri Oh alah mantap dari Surabaya di sini Artinya kita sudah ada teman-teman semuanya ada 223 peserta webinar di zoom meeting kemudian nanti di YouTube juga sudah ada yang bergabung di meetingnya mungkin untuk sesi kita hari ini nanti kita akan membahas banyak ke statistik di sini nanti mungkin Bapak dan Ibu kebanyakan mungkin sudah familiar atau mungkin bahkan sudah terjun langsung di dunia statistika Nah mungkin kita nanti akan membahas terkait dengan apa sih statistik inferensial itu dan bagaimana cara penerapannya untuk analisis lingkungan seperti untuk dokumen-dokumen-dokumen AMDAL kemudian ada dokumen lingkungan lainnya nanti kita cari tahu terkait dengan hubungan dari statistik inferensial ini bagaimana diterapkan ke analisis lingkungan ini nanti akan dibawakan oleh dokter Asep Sofyan yang akan melaporkan materinya hari ini lah Di sini mungkin Pak Asep Bagaimana Pak sudah siap untuk memaparkan materinya hari ini akan saya persilahkan kepada Pak Asep untuk memaparkan materinya hari ini Selamat mengikuti webinar Bapak dan Ibu silahkan nanti untuk Apabila ada pertanyaan nanti bisa menuliskannya di spido ataupun di kolom Chat juga tidak apa-apa seperti itu Nah mungkin kalau misalnya ada yang ingin bertanya secara langsung nanti di sesi pertanyaan kita akan adakan bagi Bapak dan Ibu yang ingin bertanya secara langsung nanti mungkin dipersiapkan seperti itu baik mungkin Pak Asep saya persilahkan kepada bapak untuk menyampaikan penularan materinya Terima kasih Pak Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bapak Ibu yang saya hormati terima kasih sudah hadir di webinar kita kali ini kita niatkan webinar kita sebagai tholabul ilmu ya tholabul Ilmi menuntut ilmu ada yang muslim kita awali dengan Bismillahirrohmanirrohim mudah-mudahan bisa jadi amal baik buat kita semua Bapak Ibu yang saya hormati Saya yakin Bapak Ibu sudah apa pengalaman ya di bidang statistik jadi kita lebih banyak berdiskusi kita mungkin host ini apa belum bisa Share screen ya Mbah mudik bagi Bapak Ibu yang sudah pernah ikut minggu lalu mungkin sudah melihat slide ini ya slide yang pendahuluan tapi bagi yang Bapak Ibu belum saya akan ulang sedikit ya slide yang minggu lalu jadi Minggu lalu kita melihat bahwa sebenarnya statistik ini ada di sekitar kita sehari-hari misalnya Ketika kita melihat data-data ya mau pergi naik pesawat kemudian kita lihat murah itu tanggal berapa itu berarti kita sudah mempelajari atau mengaplikasikan statistika nah statistika adalah ilmu statistik adalah hasil ya jadi hasil data dari ilmu statistika disebut data-data statistik demikian juga kalau kita ingin memprediksi ya Misalnya Apakah besok ini hujan atau tidak ya Nah ini kita bisa melakukan analisis statistika kemudian Juga misalnya kalau dalam analisis lingkungan ya kita ada data-data pemantauan kemudian kita ingin mengetahui ada pemantauan di sungai A dan sungai B ini kira-kira ada perbedaan dari sisi nilai rata-rata dan juga nilai sebarannya ya Nah kalau misalnya berbeda kita bisa cari tahu kenapa Beda penyebabnya apa Nah kita bisa uji dengan statistik kemudian juga ini bidang lain ya Misalnya menentukan ada wilayah tanah yang tercemar wilayahnya ini sangat luas ya mungkin kita tidak mungkin apa tidak Tidak ada biaya untuk mengevaluasi semua sehingga kita lakukan [Musik] sampling jadi dari sekian luas daerah kita sampling Bagaimana cara samplingnya itu kita pelajari di ilmu statistika kemudian juga untuk prediksi-prediksi ke depan kita bisa gunakan statistika Nah untuk prediksi di ilmu lingkungan ini memang sangat intensif ya Misalnya Bagaimana kenaikan suhu bumi pada tahun 2100 nah ini kalau kita lihat gambar di sini kita dituntut ya orang lingkungan untuk bisa memprediksi suhu bumi di tahun 2100 nah tentu di sini kita menggunakan banyak metode Ya baik statistika maupun modeling untuk bisa menentukan berapa kenaikan suhu bumi di 2100 bahkan di dalam laporan ipcc yang Aib di sisi yang terakhir prediksi sudah diperpanjang jadi tahun 2300 jadi yang 2300 juga sudah keluar hasil prediksinya nah demikian juga kalau kita ingin memprediksi di tahun 2050 ketika planet bumi menerapkan net Zero emission itu kira-kira seperti apa trend ke depan ya nah jadi statistika ini banyak sekali diperlukan di dalam bidang lingkungan dan statistika ini terbagi menjadi dua ya Secara umum ada statistika deskriptif yaitu Bagaimana cara mengumpulkan data mengolah dan menganalisis data tanpa menarik kesimpulan itu deskriptif sedangkan kalau kita tarik kesimpulan dari data-data itu disebut dengan statistika inferensial jadi Invert ya dalam bahasa Inggris and fair itu artinya kesimpulan jadi statistika inferensial atau inferensial adalah menarik kesimpulan dari suatu data Nah kita ulang ya bagi Bapak Ibu yang minggu lalu tidak hadir statistika deskriptif ini sebetulnya yang biasa kita lihat sehari-hari cara penyajian data dalam bentuk grafik kemudian dalam bentuk diagram ya berbagai diagram tabulasi kita sajikan untuk menunjukkan kesimpulan dari data tersebut ya jadi misalnya kalau kita buat data ini dalam bentuk diagram batang Ya seperti ini ini artinya kita melihat titik tengah ya jadi kalau kita lihat ini ada distribusi ya contoh ini ada distribusi yang di sini ada pencilan ada yang tinggi sendiri ya tapi di sini yang lainnya dia terdistribusi normal artinya dia membentuk suatu lonceng terbalik gitu ya ya gambar loncengnya tidak terbalik juga nah gambar lonceng gambar gunung gambar lonceng kita sebut sebagai terdistribusi normal artinya nilai rata-rata nilai median itu dekat ada di posisi yang sama sini nilai rata-rata ada di tengah biasanya dan median juga ada di tengah Nah itu sebagai terdistribusi normal tapi karena di sini ada pencilan mungkin kalau pencilannya tidak kita buang ini menjadi tidak terdistribusi normal karena kalau terdistribusi normal dia Itu dia bentuknya seperti ini ya tapi kalau misalnya dia tidak terdistribusi normal bisa dia ada di kiri ya Nah seperti ini atau misalnya dia ada di kanan ininya ya Yang nilai-nilai yang tertingginya jadi dia untuk bentuk-bentuk yang seperti ini misalnya kita tidak katakan Dia distribusi normal Nah kita menyebutnya sebagai non parametrik Jadi kalau dia tidak terdistribusi normal terdistribusi normal dia kita sebut sebagai statistika non parametrik kalau dia terdistribusi normal kita sebut sebagai statistika parametrik parametrik itu artinya memiliki parameter-parameter yang bisa kita jadikan alat hitung parameternya misalnya nilai rata-rata nilai median nilai simpangan baku ya Nah itu adalah parameter-parameter yang bisa kita pakai untuk inferensial jadi statistika [Musik] inferensial ini biasanya mengasumsikan bahwa dia terdistribusi normal karena menggunakan parameter-parameter rata-rata simpangan baku itu sebagai alat uji ketika data kita tidak berdistribusi normal kita tidak gunakan inferensial tapi kita gunakan statistika non parametrik itu kira-kira klasifikasi data Nah kalau kita lihat statistika deskriptif di sini ada bentuknya ya Nah tentu di sini ingin menunjukkan proporsi kemudian kalau dia berbentuk diagram garis ya Ini dia ingin menunjukkan trend ya kecenderungan jadi tujuannya apa kita bisa sajikan dalam bentuk deskriptif Apakah proporsi ya menggunakan pichart atau dia membentuk suatu trend ya ini kita gambarkan dengan diagram garis Nah kalau tabulasi tadi lebih untuk melihat distribusi frekuensi kemudian kalau kita lihat di sini juga ada garis ada Maaf ada tabel ada garis ya Nah ini ini tabel bentuknya nah Biasanya kalau yang tabel ini kita sebut sebagai data diskrit data diskrit itu artinya data yang jumlahnya bilangan asli bilangan asli itu 1 2 3 4 Ya nah tapi kalau dia bentuknya bukan bilangan diskrit kita sebut sebagai bilangan kontinyu nah misalnya [Musik] kita lanjutkan ya jadi data ini juga terbagi menjadi data diskrit ya Nah di sini mungkin mudah-mudahan ada ya nggak apa-apa ini saya lompat Oh ini agak jauh ya Nah nanti saya mungkin ketemu slidenya nah jadi kalau kita lihat di sini ada yang ditampilkan secara grafik begitu Bukan grafik diagram atau diagram batang kita menjemputnya diagram batang ya nah jadi kalau diagram batang ini kita biasanya untuk menampilkan data-data distrik contoh data diskrit misalnya Bapak Ibu bukan orang Bali di sini Berapa jumlah kunjungan ke Bali mungkin ada yang nol tidak pernah ada yang satu kali ada yang dua kali tapi tidak mungkin dua setengah kunjungan ke Bali dua setengah Maksudnya apa setengahnya itu apa gitu kan Nah jadi data diskrit ini bilangan asli ya 12345 nah tapi kalau bilangan rasional misalnya suhu tubuh 36,2 36,3 atau misalnya tinggi badan 160 koma 1 cm itu bisa kita sebut sebagai data kontinu artinya data continue itu dia bisa dibuat menjadi suatu diagram ini ya garis nah diagram garis biasanya dia continue Nah kalau dia asalnya dia diskrit bilangan diskrit ini contoh di sini ya tapi kemudian kita paksakan Dia garis nah tentu ini ada pengkondisian ya ada keterangan tambahan bahwa sebetulnya dia asalnya data district yang kemudian kita coba untuk ditarik data continue Seperti apa Jadi ada data diskrit ada data continue untuk data diskrit lebih terbatas analisis deskriptifnya dibandingkan dengan data continue kalau data continue mau dibuat berbagai grafik itu bisa kemudian kita kembali lagi ya ke statistik statistika inferensial atau inferensial Nah jadi kalau misalnya kita lihat ada sebuah data seperti ini kemudian kita ingin lihat nilai rata-rata ya Nah dan nilai penyebaran ini kita sebut sebagai statistika deskriptif Jadi kalau menghitung rata-rata menghitung penyebaran melihat yang ekstrim itu kita sebut sebagai deskriptif hanya menyajikan saja nah tapi kalau kita ingin menarik kesimpulan dari data itu apakah data ini signifikan atau tidak data ini berhubungan atau tidak saling mempengaruhi atau tidak kita anggap valid atau tidak masuk ke dalam statistika kesimpulan atau statistika inferensi ya nah jadi itu beda statistika deskriptif dengan statistika inferensi memang untuk bisa memahami statistika inferensial ini Kita juga harus tahu dulu statistika deskriptif itu seperti apa Nah kalau kita lihat statistika deskriptif ya di sini misalnya nilai rata-rata kalau kita lihat data ini kita tidak bisa melihat ringkasannya ya ringkasan data ini tuh Angka berapa Nah maka kita cari rata-rata jadi tujuan mencari rata-rata dari sebuah Kumpulan data adalah menarik kesimpulan atau menarik ringkasan ya lebih lebih tepatnya lagi ringkasannya apa nah misalnya ini ringkasannya ada di nilai 60 ya Misalnya ini contoh nilai rata-ratanya 60 maka kita meringkas ya meringkas sekian data ini menjadi satu angka saja yaitu 60 dan Nanti kalau kita cari varians atau simpangan bakunya kita bisa mengetahui tingkat penyebarannya tentu makin besar varians makin besar penyebaran ya penyebaran data nah kalau data tersebar berarti dia relatif tidak seragam ya relatif tidak seragam kalau datanya itu dekat-dekat ya dengan nilai rata-rata kita bisa simpulkan ya data itu cenderung seragam jadi sering kali mungkin kita Waktu kuliah dulu kita tidak pernah diberitahu sebetulnya tujuan untuk mencari rata-rata dan penyebaran ini apa ya Nah mungkin ada kesempatan ini kita diskusikan bersama bahwa kita memerlukan satu ringkasan dari sebuah data dalam bentuk rata-rata dan tingkat keseragaman dari data dengan melihat penyebarannya itu kira-kira statistika deskriptif Nah sekarang kita coba masuk ke populasi karena kemarin ada yang nanya ya tentang sampling jadi untuk populasi ini pertama adalah Mengapa kita harus sampling nah tujuan sampling tentu mencari data mengambil data data yang terbaik tentunya keseluruhan data yang kita sebut dengan sensus ya Jadi kalau satu kota ada satu juta penduduk seluruhnya kita tanya berarti kita dapat satu juta data nah tapi karena alasan biaya waktu tenaga dan seterusnya kita tidak mungkin mengambil satu juta data dari satu kota kita ingin mengambil sebagian data saja nah pengambilan sebagian data itu kita sebut sebagai sampel nah tentu sampel ini inginnya sih sampel acak ya atau random sampling jadi sampel acak ini merupakan Keinginan kita untuk menilai populasi secara komprehensif dan juga secara seimbang ya dan juga secara terwakili dari sampel yang kita ambil makanya tujuan pertama dari sampling itu adalah sampling acak atau random sampling nah tapi kembali lagi kadang-kadang kita tidak bisa juga melakukan random sampling jadi ada juga Non random sampling Nah nanti hasil sampel ini kita sebut sebagai data jadi ini ada definisi metode sampling ya Kalau tadi sensus ini keseluruhan ya untuk setiap elemen populasi kalau sampling sebagian elemen populasi kemudian sampling random setiap elemen populasi memiliki kesempatan yang sama sedangkan non rendem tidak memiliki kesempatan yang sama karena kita pilih ya [Musik] kita mulai dengan sampling random jadi di sini ada sampling random beberapa sampling random yang dikenal ada sampling random sederhana jadi misalnya yang warna ini adalah laki-laki ini misalnya perempuan ya contoh saja ini ada suatu populasi laki-laki dengan perempuan di sebuah lokasi sebuah wilayah kita ambil saja sembarang namanya juga random ya saya ini ya yang diberi kotak-kotak ini artinya yang kita ambil Nah kita ambil saja sembarang kalau semakin random semakin acak semakin bagus juga ada sampling random sistematis sistematis ini ada satu urutan misalnya sampel ini kita beri nomor mungkin kalau orang agak susah ya Misalnya kita sedang menyeleksi apel apelnya kita beri nomor Nah nanti kita ambil misalnya kelipatan 5 ya Misalnya satu kemudian ya kalau contoh ini sampling nomor 2 ditambah 3 ya Nah kalau contoh ini jadi dua ditambah tiga ya adalah 5 jadi sampling nomor 5 nanti 5 juga ditambah 3 sampling Nomor 8 8 + 3 sampling nomor 11 11 + 3 berarti 12 13 14 nah bisa dijumlahkan dengan nomor yang sama atau kelipatan 5 misalnya rendem nomor 5 10 15 itu juga silahkan jadi di sini adalah sistematik sampel ya Nah sistematik sampel kemudian juga ada random yang disebut dengan berlapis atau stratifiil jadi ini misalnya kelompok perempuan kita ambil kelompok laki-laki kita ambil Nah kalau ini kan dicampur ya laki perempuan dicampur kalau ini sudah kita stratifikasi kita kelompokkan kalau Cluster ini ya Nah ini Cluster kelompok kalau berlapis ini berdasarkan karakteristik tertentu atau stratified jadi dia dikelompokkan berdasarkan usia misalnya usia muda usia tua laki-laki perempuan bekerja di dalam rumah atau di dalam ruangan di luar ruangan bekerja di sektor pemerintah di sektor non pemerintah Nah itu kita sebut sebagai stratified random sample jadi kita sudah stratifikasikan dulu baru di sampling samplingnya sih secara simple random Ya nah tapi kita stratifikasikan dulu Nah kemudian ada juga berkelompok atau cluster nah biasanya karena berbeda wilayah jadi Cluster Kecamatan a kita sampling Cluster Kecamatan B kita sampling tapi Hanya dua Kecamatan saja yang kita sampling misalnya ya untuk mewakili satu kabupaten jadi satu kabupaten kita hanya ambil dua Kecamatan Nah itu kita sebut sebagai cluster sampling atau Cluster sample jadi pasti tujuannya ada ya karena keterbatasan waktu biaya dan ada tujuan-tujuan tertentu nah ini ada penjelasan juga mungkin nanti saya Jelaskan satu-satu ya nah jadi kalau sampling random atau sampling random Sederhana itu tidak ada polanya Ya jelas Yang penting dia homogen kita ambil secara acak ya kalau sistematis tadi ada urutan-urutan jadi ada urutan-urutan tertentu ya mau tadi kita Contohkan untuk di sini berarti kita mulai dari nomor urut 2 kemudian nanti ditambah 3 ya ini jadi nomor urut 5 jadi memang harus diberi nomor dulu misalnya kalau ada antrian Ke dokter ya Ada antrian Ke dokter dia kan pakai nomor urut nah kemudian kita sampling Berdasarkan sistem matic sample jadi sistem matic sample ini dengan asumsi bahwa populasi memiliki pola yang beraturan ya jadi tentunya ada asumsi dulu kita lihat mereka memiliki pola yang beraturan jadi kita coba gunakan sistem matic sampel nah kemudian tadi yang berlapis ya jadi berlapis ini kita asumsikan bahwa elemen populasi ini heterogen kemudian karena dia heterogen kita coba buat kriteria-kriteria ya karena kita ingin melihat karakteristik dari setiap [Musik] apa kelas yang coba kita buat ya Jadi ada tujuan untuk melihat sampel dari setiap kelas karena kalau misalnya random sampling kan random sampling itu dia abstrak ya Nah kita melihat populasi ini heterogen dia contoh misalnya karena kita ingin mengetahui pengaruh penurunan pendapatan atau pengaruh [Musik] ya apakah masyarakat mengalami kesulitan ekonomi saat ini misalnya ya karena inflasi dunia naik kemudian ada kenaikan harga BBM kita ingin mengetahui bagaimana daya beli masyarakat saat ini di sebuah kota Nah kalau kita ambil acak bisa jadi yang ke ambil misalnya kelompok ekonomi [Musik] apa yang menengah semua nah kelompok ekonomi tinggi dan rendah tidak terambil Padahal kita tahu ada perbedaan klasifikasi pola daya beli untuk ekonomi menengah tinggi dan rendah makanya kita bagi dulu ada kelompok menengah tinggi dan rendah kemudian nanti kita sampling di setiap kelompok itu nah jadi kira-kira itu tujuan dari stratifikasi sampling atau sampling random berlapis ya kemudian ada juga tadi Cluster nah Cluster ini biasanya ada wilayah administrasi tadi ya jadi atau Batas alam kalau dalam ilmu alam atau ilmu lingkungan ada Dash misalnya ya [Musik] kita coba sampling berdasarkan [Musik] Das itu ada subdus nah dari dasar 1 kita ambil Hanya dua sudah saja nanti udah siang berikutnya ada lagi dua subdus Nah itu kita sebut sebagai cluster sample memang kita asumsikan antar sampel itu homogen karena kalau tidak homogen kita mau tidak mau harus stratifikasi sampel tadi ya Jadi syaratnya adalah untuk random Cluster ini syaratnya adalah kita asumsikan dia homogen Nah kemudian ada yang non random non rendem ini salah satunya adalah sampel kuota jadi ada suatu populasi kemudian kita ambil kuota laki-laki Umur di atas 50 misalnya ya laki-laki di atas umur 50 nah ini tidak random lagi karena di sini Kita sudah menentukan target tertentu Jadi kalau pengambilan sampelnya ini dengan kriteria tertentu kita sebut sampling kuota atau kuota sampling ya Nah biasanya dalam sampling kesehatan karena target obat ini adalah anak-anak misalnya ya maka kita menggunakan sampling kuota yaitu anak-anak di bawah 5 tahun ya itu saja ya samplingnya sangat spesifik demikian juga kalau di lingkungan kalau kita sampling tanaman misalnya ya kita sudah tentukan Tanaman apa yang ingin kita sampling nah kemudian juga ada sampling pertimbangan atau purposive sampling jadi sampling pertimbangan juga salah satu sampling non random ya yang bukan random jadi samplingnya ini sesuai dengan pertimbangan peneliti contoh misalnya kalau di bidang lingkungan di provinsi ini ada 10 Sungai tapi sungai yang paling berat ada dua Sungai maka dia secara ya pendapat pribadi gitu pendapat pribadi peneliti mengatakan kita akan sampling di Dua sungai itu Sungai yang paling tercemar ada dua Sungai Nah jadi di sini ada pertimbangan tertentu dari peneliti untuk menentukan elemen mana yang di disampel apa yang disampling ya Nah ini juga boleh tapi kita katakan bahwa metode sampling kita purposive sampling atau sampling dengan pertimbangan tertentu ada juga sampling convenience sampling ya atau sampling seadanya jadi sampling seadanya ini berdasarkan kemudahan jadi misalnya dia ingin mengetahui siapa diantara populasi di sebuah kota yang memahami perbedaan antara adaptasi dan mitigasi perubahan iklim kemudian dia pergi ke mall ya dia ketemu orang dia tanya nanti orang kedua dia tanya lagi orang ketiga dia tanya lagi Jadi yang dia temui saja begitu yang dia temui saja Nah itu disebut dengan konflik nah tentu dari setiap sampel ini atau sampling ini ada plus minusnya sesuai dengan kondisinya Nah untuk ukuran sampel karena minggu lalu juga ada pertanyaan ini sebetulnya banyak ya rumus-rumus untuk menentukan ukuran sampel ini tapi saya sampaikan yang paling populer saja yang pertama adalah rumus ini harusnya slovin ya bukan solvin ini mungkin mohon maaf nih ada salah salah ketik ya Nah harusnya slovin ya oke Ada rumus slovin ini rumusnya ya jadi ukuran sampel adalah ukuran populasi dibagi ukuran populasi dengan suatu nilai persen kelonggaran Jadi kalau nilai kelonggarannya 5% ya kita tulis 0,05 nanti dikuadratkan kalau 10% 0,1 jadi kalau nilai kelonggarannya makin besar ya tentu nanti sampelnya jadi Makin kecil tapi kalau nilai kelonggarannya Makin kecil misalnya hanya satu persen nilai kesalahan tentu nanti jumlah sampelnya akan makin banyak kemudian ada rumusan gay ini nama orang ya jadi dia menetapkan saja seperti ini dua persen ya jadi dia menetapkan berdasarkan hasil penelitian dia Nah dari hasil sampling ini kita akan menemukan berbagai jenis data ya tadi kita sudah bahas data diskrit jadi data diskrit ini data hari hujan ya kalau data Continue Ini curah hujan harian di suatu daerah kan Kalau hari hujan ya hanya antara hujan dan tidak ya Jadi tidak ada bilangan rasional koma-koma tidak ada di deskripsi tapi kalau continue dia ada Nah nanti Mengapa Kita bedakan antara diskrit dan Continue Ini karena nanti perhitungan inferensialnya berbeda ya antara statistika deskriptif dengan continue Kebanyakan yang kita gunakan atau kita asumsikan dia continue misalnya nanti kita akan bicarakan lanjutkan tentang inferensial di sana ada uji Z Uji T ya Uji kuadrat ya Ada uji F Nah itu semua ada ada asumsi bahwa datanya continue bukan data diskrit Nah jadi Mengapa diskrit dan Continue Ini menjadi sesuatu yang penting karena itu akan dijadikan asumsi di dalam pengujian berikutnya nah juga ada nominal dan juga ordinal atau range ya kalau range atau ranking ini kita sudah tahu ya SD SMP SMA ini beda dia [Musik] SD lebih rendah dari SMP gitu ya tapi kalau nominal dia tidak dibedakan misalnya di sini banjir longsor gempa ya kita anggap itu sama ya tapi kalau kita anggap berbeda misalnya dari sisi bahaya yang ditimbulkan misalnya gempa ini paling tinggi banjir kedua longsor paling rendah misalnya ya berarti kita sudah mengubah yang asalnya data nominal ini menjadi data ordinal boleh-boleh saja kita asumsikan artinya diberi suatu karakteristik tertentu dari data ini selama data ini Dia tidak memiliki level ya maka kita sebut sebagai deretan nominal kalau dia ada level ada tingkat kita sebut sebagai data ordinal Nah itu data-data kualitatif kemudian data kuantitatif dia berbentuk angka ini ada diskrit dan ada continue itu adalah hasil dari sampling nah kemudian di sini kita akan bahas distribusi ya [Musik] Jadi kalau ada sebuah Kumpulan data ingin kita olah mungkin terlalu banyak begitu ya apalagi datanya sampai 10.000 data gitu nah untuk memudahkan menganalisis data biasanya kita klasifikasikan misalnya data tinggi badan di sebuah kota dengan satu juta penduduk Berarti ada data satu juta tinggi badan kemudian kita kelompokkan ya tinggi badannya ini menjadi misalnya yang paling kecil Kalau dia bayi ya Misalnya dari 0 sampai 0,1 meter kemudian nanti kita per 10 cm kita buat begitu Nah nanti akan menjadi distribusi frekuensi seperti ini ya karena tapi dengan dibuat distribusi frekuensi seperti ini [Musik] kita bisa membaca data itu lebih mudah karena kita bisa melihat ini adalah ukuran pemusatan dia pemusatannya ada di ketinggian berapa ya kemudian nanti kita bisa ukur penyebaran Nah ada kemencengan dan juga ada Clan ya Nah ini ada 4 parameter yang Biasanya kita lihat juga bentuk distribusinya Apakah dia simetris atau menceng ya terus Apakah berpuncak tunggal atau berpuncak jamak ya ini berpuncak tunggal dia tapi kalau dia nanti ada lagi di sini begitu ya dia berpuncak lebih dari satu jadi kita buat distribusi ini memudahkan kita di dalam memahami data yang banyak ya data yang banyak kita kelompokkan kita tetap bisa mendapatkan ringkasan dari data itu dan juga karakteristik dari data itu berdasarkan analisis yang kita lakukan nah ini nilai rata-rata memberikan ringkasan dan simpangan baku atau varians memberikan data itu homogen atau tidak ya kemudian nah ini contoh ada satu data yang kemudian kita rata-rata kan kita hitung mediannya ini saya cepat saja karena pasti Bapak Ibu sudah sering ya melakukan ini modus ada kuartil ada persentil ya persentil itu persentase kalau kuartil kita bagi 4 kemudian nah ini persentil kemudian ada penyebaran data ada range ya dari data terbesar dikurangi data terkecil ada variansi ya lambangnya skuadrat kemudian ada simpangan baku lambangnya S karena dia simpangan baku adalah akar dari variansi kemudian ada jangkauan antar kuartil ya dari q3 dikurangi Q1 jadi kalau kita lihat tadi kuartil Nah ini kan q3 di sini q3 dikurangi Q1 jadi rentang yang ada di tengah ini [Musik] kemudian Nah di sini juga ada kurva yang menceng ke kanan menceng ke kiri karena biasanya kita Gambarkan contoh tadi yang tinggi badan ya tinggi badan ini ya Nah kan biasanya tinggi badan ini yang di sini anggap misalnya 0 sampai 10 cm ya nah terus di sini misalnya sampai 200 kita anggap dipopulasi yang kita teliti tinggi badan itu tidak ada yang lebih dari 2 meter Nah kalau kita lihat di sini karena dia menceng ke kanan ya artinya dipopulasi kita ini banyak yang data ekstrimnya itu di kanan karena kan rata-rata di sini ya populasi terbanyak ada di tengah kita sudah tahu ada di tapi di sini minnya di sini Kenapa minnya bergeser ke kanan karena ada data ekstrim kanan ya artinya banyak orang-orang yang dia ini tinggi-tinggi begitu tinggi-tinggi tapi sebetulnya dia tidak menggambarkan populasi secara keseluruhan kalau menggambarkan populasi secara keseluruhan itu pasti dia bentuknya tadi ya Nah begini Jadi dia rata antara yang pendek misalnya yang tinggi dan ini ada yang di tengah ya ini sama yang pendek dengan yang tinggi ini imbang Gitu kira-kira begitu nah kalau ini dia yang tinggi ini dia banyak sehingga rata-ratanya ada di ada di sini bergeser dia kalau seimbang kan nilai rata-rata dengan median ini dekat ya jadi di tengah juga nah ini tujuan kita melihat scanners ya atau kemencengan kemudian ini sebaliknya kalau kurva menceng ke kiri jadi banyak yang kecil nah contoh kalau di pendapatan ya di sebuah kota pendapatan masyarakat A berarti banyak orang kaya di sini tapi pemerataannya rendah ya Banyak orang kaya tapi pemerataan rendah ini banyak orang miskin tapi pemerataan juga rendah Nah kalau dia terdistribusi normal kita bisa katakan bahwa orang kaya dengan orang miskin hampir sama jumlahnya Ya jumlahnya ya populasi yang Miskin Dan Kaya itu hampir sama jadi kita demikian juga kalau di bidang lingkungan ya kalau misalnya ini adalah populasi tanaman yang tinggi dengan yang rendah ya kita katakan bahwa di suatu hutan dia banyak tanaman tingginya tapi tidak tidak merata ya tidak merata begitu karena kebanyakan Pohonnya itu ya sedang kalau ini kebanyakan pohonnya memang tinggi-tinggi tapi ada juga dia populasi yang pendek-pendeknya banyak begitu ya jadi kita bisa melihat karakteristik dari populasi berdasarkan Nah kalau kurtosis dia lebih kepada merata atau tidak meratanya Nah jadi ini ada yang warna biru saya tulis a ya yang hitam saya B ini ada yang c Nah kalau c kan pasti dia menjulur ke kiri ya Nah Karena kan dia jumlah populasinya sama misalnya ada tiga kota A B dan C kalau tingkat pendapatannya menggambarkan a tingkat kekayaannya sama jadi golongan menengah ini paling banyak tapi kalau dia C ya kita cari yang ekstrim ini jumlah yang sangat miskin banyak jumlah yang sangat kaya juga banyak mungkin dengan tingkat kekayaannya lebih mudah dibayangkan ya nanti untuk lingkungan bisa kita cari misalnya nah jadi semakin tinggi kurtosis ini ya semakin tinggi itu semakin dekat dengan rata-rata ya contoh misalnya kita ingin melihat tingkat pendapatan di sebuah kecamatan di Jakarta Pusat itu pasti cortosisnya dia tinggi karena di sana rata-rata pendapatannya tinggi jadi nilai rata-ratanya berkumpul di sana kemudian misalnya contoh kita ingin melihat pendapatan di Jabodetabek nah Jabodetabek ini pasti dia akan tidak merata ya karena ada kelompok yang [Musik] pendapatannya rendah ada kelompok yang pendapatannya sangat tinggi jadi nilai rata-ratanya itu tidak terlalu banyak tidak terlalu signifikan demikian juga kalau di bidang lingkungan Nah itu Bagaimana cara kita menerjemahkan [Musik] dengan atau kemencengan dengan kurtosis sekarang kita masuk ke inferensial jadi tadi itu masih deskriptif ya tadi masih deskriptif sekarang masuk ke inferensial nah inferensial ini data-data itu ingin kita nilai ya kita ingin tarik kesimpulan Nah sekarang kita mulai dengan uji hipotesis mungkin sebelum ke sini kita ingin lihat konsep besarnya dulu jadi misalnya ada satu populasi ya ada satu populasi tadi contohnya tadi tinggi badan ya di sebuah kota menurut Badan Pusat Statistik bahwa nilai rata-rata populasi a sekian Nah kita sebagai peneliti yang baru kita ingin membuktikan Apakah klaim itu benar atau tidak kemudian kita lakukan sebuah sampling ya nah misalnya dari satu juta penduduk kita hanya ambil karena ada kesepakatan diantara para ahli statistik kalau sampelnya lebih dari 30 ya 30 atau lebih maka bisa diasumsikan itu terdistribusi normal kita ambil 30 jadi 30 kita ambil terus kita tes Nah kita ingin mengetahui apakah hasil sampling kita ini bisa merepresentasikan populasi atau tidak jadi itu tujuan dari uji hipotesis yang pertama Ya jadi uji hipotesis untuk rataan satu populasi itu bertujuan untuk membuktikan Apakah hasil sampling kita ini mewakili apa yang ada di populasi atau tidak nah tentu di sini data-data tentang populasinya harus tahu kan kita mulai dari yang itu dulu Nah jadi di sini hipotesis dalam dalam hal ini adalah suatu anggapan yang mungkin benar atau tidak mengenai satu populasi jadi kita ingin menilai klaim dari sebuah populasi dengan cara kita sampling sendiri nah di media massa sering kita klaim kita sering dapat klaim ya bisa dari pemerintah Pemerintah mengatakan bahwa Angka kemiskinan Indonesia turun perekonomian Indonesia naik kan kita sering dapat di televisi ya di televisi kita sering mendengar ada klaim pemerintah nah pemerintah ini kan mengklaim satu populasi Indonesia jadi klaim yang diberikan oleh pemerintah di televisi bahwa ini salah satu klaim Yang Pernah saya dengar kenaikan bahan bakar minyak tidak terlalu memberatkan ekonomi masyarakat kenaikan bahan bakar minyak tidak memberikan dampak kenaikan harga-harga itu kita sering dengar ya klaim seperti itu Nah jadi uji hipotesis ini kita ingin menguji klaimnya itu seperti apa ya jadi ya bisa jadi sampling yang kita buat ini bisa jadi benar sesuai dengan yang diklaim oleh populasi atau bisa juga tidak ya Nah ini kan ingin menguji begitu nah jadi kalau misalnya klaim kita ini sama ya klaim kita ini sama artinya kan kita percaya kepada klaim pemerintah atau populasi Jadi itu kita sebut sebagai hipotesis nol artinya bukan hipotesis gitu ya jadi hipotesis nol itu artinya pihak kondisinya saat ini seperti itu hipotesis nol itu artinya hipotesis kondisi eksisting jadi kondisi saat ini memang kita supaya tidak pusing Kita tentukan kasusnya misalnya klaim pemerintah mengatakan [Musik] kenaikan harga minyak bumi ya air-air ini tidak terlalu menaikkan harga barang-barang kalau kita setuju dengan [Musik] pernyataan pemerintah itu berarti hipotesis nol kita tidak punya hipotesis karena setuju sama karena sama saja gitu Oke saya setuju nah ini hipotesis nol makanya dalam hipotesis nol itu ada sama dengan kalaupun kurang dari tapi kurang dari sama dengan kalaupun lebih dari tapi lebih dari sama dengan Nah itu hipotesis nol nah hipotesis standingan atau hipotesis research beberapa peneliti mengatakan request research hipotesis jadi repotesis research itu artinya kan kita sedang melakukan riset hipotesis reset kita sebut dengan H1 adalah hipotesis kita hipotesis kita mengatakan itu tidak sama kalau misalnya kita tidak punya rasa penasaran buat apa kita melakukan riset gitu kan jadi kita katakan hipotesis research itu tidak sama dengan karena sebetulnya kita ada keraguan terhadap populasi itu kalau menurut saya nggak sama gitu atau dia sebetulnya lebih dari itu atau kurang dari itu Nah jadi di sini karakteristiknya kalau H1 dia tidak boleh mengandung tanda sama dengan ini kesepakatan para ahli statistik Nah mungkin galat ini nanti saya lewat ini karena terlalu pusing kalau sekarang saya jelaskan nah jadi H1 dulu lah ya H1 ini adalah hipotesis yang ingin dibuktikan jadi pendapat kita ya disebut juga hipotesis alternatif atau tandingan atau reset tandanya tidak ada sama dengannya di situ jadi tidak sama dengan lebih besar lebih kecil nah sedangkan h0 hipotesis yang ingin diuji ya pendapat pemerintah misalnya Nah di sini cirinya ada sama dengannya Nah bisa berupa hasil penelitian sebelumnya informasi dari buku hasil percobaan orang lain Nah itu kan klaim dari pemerintah itu kan artinya hasil penelitian sebelumnya atau informasi dari orang lain dari pemerintah Nah itu perbedaan antara h0 dengan H1 nah jadi nanti kita buat suatu strategi pembuatan keputusan h0 ditolak dan hanol tidak ditolak Karena kan tujuan kita sebetulnya menolak hanol ini ya Tujuan kita kan ingin menolak kanon kita ingin menolak hanol di sini Keinginan kita nah bagaimana cara menolak kano cara menolak h0 ada probabilitas yang ekstrim di atas daerah kritis jadi ini adalah daerah kritis bisa hanya satu saja dan ada dua sebetulnya ini kurva apa ya jadi kurva ini sejarahnya kita akan memiliki banyak distribusi frekuensi ya Misalnya kalau ini adalah jumlah Nilai raport anak-anak SMA misalnya begini Nilai raport Nah ini kan nilai maksimumnya dia 10 ya kemudian jumlah nilai IPK mahasiswa misalnya ya Nah ini kan 4 IPK terbaik 4 ini 0 dari 2 ini saja kita bisa melihat ada perbedaan makna misalnya kita mau ambil nilai di sini dengan nilai di sini ini mungkin nilainya 9 ini mungkin nilainya 3,5 Nah jadi bingung kita karena untuk gambar yang sama nilainya beda ya Belum lagi kalau berbagai Skala yang berbeda Nah makanya alis statistik membuat sebuah kurva Z ya belakangan disebut kurva z jadi kurva Z itu dia membuat suatu kurva baru ya ini harusnya lengkung sempurna ya kira-kira karena dia terdistribusi normal nah terus di tengahnya dia kasih angka nol kemudian ke kanannya ini disebut dengan simpangan baku Nah jadi ada satu simpangan baku 2 simpangan baku ya nah kira-kira begitu ada tiga simpangan baku karena dia mau nilainya Nilai raport 0-10 dia mau nilai IPK 0 sampai 4 kalau sudah dibuat nilai rata-rata ya nilai rata-rata nilai x dan simpangan baku ini pasti memiliki nilai yang sama sehingga kurva ini bisa dipakai untuk semua kasus untuk kasus apapun bisa karena sudah mengkonversi dari nilai-nilai kuantitas menjadi nilai rata-rata dan simpangan baku kemudian kurva ini disebut kurva Z ya Nah mungkin di sini ada gambarnya ya kurva zers sebentar mudah-mudahan ada nah ini jadi kurva Z ini dia nilainya 0 1 2 3 ini satu ini artinya satu simpangan baku ya satu simpangan baku nah ke kiri Ini minus minus 1 jadi asalnya misalnya dari 0 sampai 100 gitu ya 60 sampai 140 ini kan beda-beda Makanya dibuat suatu kurva yang disebut kurva standar normal nah ini disebut juga kurva Z ya Nah dari kurva Z ini ini akan dipakai untuk menguji sebuah populasi ya jadi dari dari kurva ini akan dinilai sebuah populasi di sini ada yang disebut dengan titik kritis ya ada yang disebut dengan titik kritis titik kritis itu artinya kita memiliki satu distribusi yang berbeda dengan populasi ya kita memiliki distribusi yang berbeda dengan populasi karena dia berada di titik kritis Ini tapi kalau dia tidak berada di titik kritis Ini berarti dia memiliki distribusi yang sama kalau sama berarti kan h0 nya berlaku Arnold itu kan dia kondisi saat ini nah kalau misalnya H nolnya diterima Ya udah berarti sama klaim pemerintah itu terbukti tapi kalau kita menemukan ada nilai probabilitas yang di luar dari yang sama itu kita anggap sebagai berbeda jadi kita menyimpulkan bahwa sampel kita berbeda dengan populasi jadi di sini angka-angka Z ya ini kalau kita lihat nilai z ini 0,4 misalnya di sini ya 0,4 ini Z ini mengubah dari suatu distribusi menjadi probabilitas jadi ada konversi nah alih-alih statistik memikirkan Bagaimana cara mengubah dari suatu standar normal deviasi ini asalnya kan ini satu satu deviasi 2 deviasi 3 deviasi ini diubah menjadi suatu probabilitas Nah kalau kita lihat tabel Z itu berupa angka-angka probabilitas dengan satu persamaan Mungkin ada yang penasaran kita lanjut saja ya nah selain Z ada juga t Nah jadi t ini rumusnya X bar dikurangi rata-rata asumsi kita dibagi S dibagi akar n jadi persamaan ini ingin menghitung probabilitas dari kesamaan antara data populasi dengan data sampel ya Nah kalau kita lihat [Musik] ada populasi yang banyak menghasilkan ahli statistik berpikir lagi karena kalau populasi di bawah 30 itu perlu rumus yang berbeda makanya keluarlah Uji T kalau ini uji Z ya Uji Z untuk populasi lebih dari 30 kalau di bawah 30 alih-alih statistik membuat lagi grafik yang berbeda disebut dengan uji t jadi Uji T ini untuk populasi yang di bawah 30 Nah bagi kita ada dua kemungkinan Kita percaya aja kepada para ahli statistik dan kemudian kita pakai ya atau kita tidak percaya dan saudara membuat kurva sendiri silahkan membuat kurva sendiri contoh saya nama saya Asep kurva a seperti apa Ya silahkan ya membuat kurva sendiri untuk mengkonversi dari nilai rata-rata nilai simpangan baku dari dari jumlah n tadi ya jumlah menjadi suatu probabilitas silahkan Nah kalau Ya udah saya percaya aja deh saya percaya aja kepada para ahli statistik yang sudah teruji karena pelajaran statistik di seluruh dunia sama artinya Sudah diuji di seluruh dunia ya sudah kita pakai ya kita pakai kurva Z kita pakai kurva t untuk populasi kecil dan nanti ada juga q² ada juga kurva F ya jadi kurva itu banyak diciptakan oleh ahli a ahli B ahli C untuk permasalahan yang berbeda tapi dasarnya kurva Z awalnya kurva Z Oke jadi Bapak Ibu sudah tahu [Musik] Apa itu hipotesis ya kemudian Oke kita mungkin bisa ke galat sekarang ya karena kita sudah paham kalau misalnya klaim pemerintah itu benar tapi ternyata karena sampel kita ini mengatakan itu salah dan kita tolak maka kita kena error Tipe 1 error dalam bahasa Indonesianya Jadi kalau ternyata h0 ini ternyata benar dan dalam penelitian kita malah kita tolak kita kena error Tipe 1 dan sebaliknya kalau misalnya kata ya ternyata populasi itu ternyata salah terus kita katakan benar kita kena error tipe 2 ya atau galat tipe 2 Nah jadi kalau nanti Bapak Ibu Oh kamu kena galat Tipe 1 ya karena Jalan tipe 2 kita udah tahu Apa itu galat Tipe 1 dan dalam tipe 2 Nah di sini contoh galat Tipe 1 false ya alarm kesalahan alarm berbunyi tapi kita menganggap itu benar kita keluar ya itu kita kena Dalat Tipe 1 Jadi kalau h0 ini ternyata benar kita malah tolak ini kayaknya ketuker ya harusnya ini tolong dikoreksi saya baru cek ya ini ini galatif kedua harusnya ya Nah ini malah Oke tapi kira-kira definisinya ini seperti ini contohnya ketukar Nah jadi harusnya dia itu salah ya Fals alarm kan harusnya salah tapi kita malah keluar ya Kita anggap itu benar Oh iya bener ya h0 salah kita anggap benar galat tipe 2 ya ini harusnya adalah tipe 2 Oke kemudian harusnya dia benar kita anggap salah ada daerah bahaya kita malah mendekati daerah bahaya ya jadi tanda peringatan itu kan benar memang ada bahaya kita tidak patuh nah ini kena gala Tipe 1 ini bisa dikoreksi oke Nah jadi kita sudah tahu untuk apa hipotesis ini Terus apa h0 h0 itu artinya ya kondisi yang ada sekarang dan H1 adalah kondisi yang ingin kita buktikan dari sampel yang kita akan ambil Nah nanti ada kemungkinan kesalahan Tipe 1 atau tipe 2 dan keinginan kita sih sebetulnya ingin h0 ini ditolak ya Tapi bisa juga kita tidak berhasil karena tidak cukup bukti untuk menolak h0 artinya sampel yang kita ambil ini tidak bisa mengalahkan klaim sebelumnya nah misalnya Oke ini tadi sudah ya Bagaimana cara kita mengetahui ini ditolak dan tidak yaitu dari probabilitas kesamaan antara populasi dengan sampel kemudian nah kalau dia sama kalau sama ini kan dia bisa di kanan dan di kiri ya di kanan titik kritis dan di titik kritis jadi nanti ada alpha atau kita sebut Alfa ini sebagai tingkat istilahnya banyak ya bisa kita sebut mungkin [Musik] Jadi kalau tingkat signifikansinya itu merupakan tingkat kesalahan tentu tingkat signifikansi satu persen itu lebih presisi ya lebih bagus dibandingkan 5% atau bahkan 10% Tapi biasanya kalau tidak disebutkan itu berarti 5% tingkat signifikansi 5% Oke kita coba ini ya Nah tadi kan kita sudah tahu kalau h0 ini ya Pasti ada sama dengannya kalau kita anggap Mio ini rata-rata populasi lebih kecil dari hipotesis kita ya atau new kebalik ya Oke kalau ada 0 berarti h0 ya Nah ini berarti ini adalah pendapat kita oke nah Ini pendapat kita ya ini milik H1 ini milik h0 Nah jadi kalau ternyata yang punya kita ini lebih kecil dari h0 berarti kita ada di kiri gitu karena kita lebih kecil kemudian kalau kita lebih besar berarti ada di kanan ya kemudian kalau kita sama Berarti ada di kedua tempat [Musik] kita mungkin masuk ke contoh ya contoh nah ini berdasarkan 100 data sampel yang diambil secara acak diperoleh bahwa rata-rata masa panen jagung 71,8 hari simpangan baku 8,9 hal ini memberikan dugaan bahwa rata-rata masa panen jagung adalah lebih dari 70 hari Nah jadi ada suatu informasi sebelumnya ini informasi sebelumnya ya seperti ini kemudian ini adalah dugaan kita ya Nah ini dugaan kita Apakah dugaan kita ini benar atau tidak nah dugaan kita lebih dari 70 Nah kita masukkan ke dalam [Musik] jadi H1 ini kan dugaan kita dugaan kita dia lebih dari 70 kondisi saat ini ya dia sama dengan 70 walaupun di sini diklaim rata-ratanya adalah [Musik] 71,8 ya klaimnya mengatakan dia 71,8 kita menduga lebih dari 70 hari jadi kalau kita menentukan lebih dari 70 otomatis h0 nya sama dengan 70 karena h0 ini harus mengandung sama dengan artinya berbeda dengan yang punya kita kalau dia kurang dari sama dengan boleh kalau kurang dari itu berarti kita dua arah ya kalau hanya lebih dari kurang dari berarti satu arah ya berarti di ya ini kan lebih dari berarti di kanan ya tergantung kita kita inginnya apa mau lebih dari atau kurang dari atau sama dengan ya kalau sama dengan berarti tidak sama dengan satu-satunya Jadi tergantung kita inginnya apa Nah data-datanya kan sudah ada ini kemudian kita hitung nah ternyata titik kritisnya di tingkat signifikan si 5% 0,05 itu ada di angka 1,66 kemudian karena jumlah sampelnya kalau kita lihat Sebetulnya pakai Z bisa Ya nah tapi ini kita pakai T di sini kasus ini kita hitung pakai T kita sebut sebagai teh hitung dapat 2,02 tadi kan karena dia lebih dari berarti kanan ya Kanan teh hitung 2,02 kita masukkan ke sini ya 2,02 kemudian tag kritis 1,66 kita masukkan ke sini Nah jadi di sini [Musik] tak kritisnya ini pasti ada di batas ini ya Batas garis ini batas area tolak nah ini ada di kanan ya nah jadi dia [Musik] hitungnya kan berada di daerah tolak berarti artinya hipotesis kita benar jadi dugaan kita benar bahwa rata-rata masa panen jagung itu lebih dari 70 hari yang Artinya kita menduga terhadap suatu populasi dan ternyata benar ya tentu hasilnya akan beda kalau misalnya kita duga dia lebih dari 90 hari mungkin nanti ada di sini ya ininya garisnya ini Kebetulan kan memang masuk akal juga Coba kita lihat dia rata-ratanya di 71 kemudian simpangan bakunya 8,9 ya masuk ke akal sih ya secara logika juga kalau kita katakan dia lebih dari 70 hari itu kayaknya masuk akal gitu nah tapi kita coba uji Kita uji ternyata dia betul ya dugaan kita benar kemudian kasus lain kalau ada dua populasi jadi di sini ada dua jagung yang satu diberi pupuk tambahan petak a yang B tidak kemudian diambil 12 jagung dari petak a diuji dengan diukur petak B 10 jagung di petak a rata-ratanya 85 simpangan baku 4 di B rata-rata 81 simpangan baku 5 nah kemudian ini menurut pendapat kita gitu ya karena a ini dia diberi pupuk tambahan kita berpendapat sepertinya petak a ini bakal lebih tinggi rata-rata 2 cm Nah ini kan pendapat kita jadi [Musik] ini kan diberi pupuk tambahan nih petak a ini sepertinya petak a ini bakal lebih tinggi 2 cm [Musik] bener nggak gitu ya benar nggak Nah kita masukkan data-datanya di sini ya Nah karena di sini selisih rata-rata petak a dan b ini adalah 2A ya jadi tergantung kalimat kita tadi coba kita balik lagi lebih Nah di sini kita katakan lebih ya lebih lebih berarti H1 nya adalah lebih ya lebih dari 2 Nah karena lebih berarti satu arah kalau sama dengan tidak sama dengan dua arah karena lebih maka satu arah kemudian kita hitung [Musik] ya dengan satu arah dapat terhitungnya bedanya ini ya X1 dikurangi X2 - -0 jadi ada perbedaan rumus karena dia 2 populasi Nah setelah kita lihat daerah kritisnya 1,75 teh hitungnya 1,04 ternyata dugaan kita salah ya jadi tidak ditolak h0 nya kalau h0 tidak ditolakkan h0 diterima jadi pendapat kita yang ditolak gitu ya karena hanau tidak ditolak H1 Yang Ditolak jadi pendapat kita salah jadi berdasarkan data-data itu belum cukup bukti ya tidak cukup bukti untuk mengatakan bahwa rata-ratanya lebih dari 2 cm dugaan kita lebih dari 2 cm tapi dari angka-angka statistik ya di sini ada rata-rata X1 simpangan baku S1 jumlah dari ini dari data-data ini ternyata belum cukup bukti ya kira-kira seperti itu Nah untuk yang berpasangan Ini contohnya ingin mengetahui pengaruh dari suatu perlakuan kita ambil contoh yang sama terus ya biar kebayang nah saya petak jagung ada 15 batang jagung diberi pupuk tambahan jenis a seminggu kemudian diukur tingginya untuk mengetahui pengaruh dari pupuk a ini jadi pupuk a ini terus diberikan sesuai dengan dosisnya satu minggu kemudian diukur setelah itu satu minggu kemudian diukur lagi jadi Kalau diberi pupuk tanggal 1 nanti tanggal 7 diukur tanggal 14 diukur gitu ya jadi minggu pertama diukur minggu kedua juga diukur nah kemudian kita ingin Lihat apakah tinggi jagung ini berubah setelah diberi pupuk tambahan setelah setelah 2 minggu Nah karena sampel yang sama kita perlakukan dua kali ukur maka kita sebut berpasangan artinya sampel yang satu dengan sampel yang lain itu adalah sampel yang sama jadi kita sebut sebagai berpasangan nah ini kira-kira hasilnya ya ini adalah satu minggu pertama memang di sini ada yang tinggi ada yang rendah ya Ini namanya juga contoh soal dua minggu kemudian ini juga ada yang tinggi ada yang ya yang jelas kita dapat angka-angka seperti ini kemudian [Musik] kita buat H1 nya ya H1 nya adalah tidak sama dengan nol Ya ini jadi H1 nya adalah rata-rata minggu pertama dengan minggu kedua itu tidak sama artinya Kita yakin kar
Resume
Categories