Transcript
HzMChkm3PNw • Webinar Ecoedu.id Potensi Gempa Bumi di Indonesia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0049_HzMChkm3PNw.txt
Kind: captions
Language: id
Ya, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya ucapkan ee selamat
bergabung untuk Bapak Ibu semua di
webinar kita pada pagi hari ini mengenai
potensi gempa bumi di Indonesia, Kamis,
26 Januari 2023 yang akan ee
diselenggarakan dari pukul 10.00 hingga
pukul 13.00 00 ee siang nanti ya.
Sebelumnya perkenalkan ee nama saya
Silvie. Saya yang akan menemani Bapak
Ibu sekalian di webinar ini hingga pukul
siang nanti. Ee dan untuk ee menambah
keberkahan dari ee acara kita pada pagi
hari ini, kita awali dengan berdoa
menurut agama dan kepercayaan
masing-masing. Berdoa dimulai.
Ya, berdoa dicukupkan ya untuk membuka
ee pada pagi hari ini ee mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya
bersama-sama.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
ya sudah banyak sekali ya Bapak Ibu
sekalian yang sudah hadir di webinar
kali ini. Ee saya kembali ucapkan terima
kasih dan selamat datang. Ee sebelumnya
saya ingin ee berkenalan terlebih dahulu
ya dengan Bapak Ibu semua karena ee
sudah
ada dari berbagai tempat ini di ee kolom
chat juga sudah banyak ya yang ee
katanya ada yang hadir dari Kalsel, dari
Jatim mungkin. Ee saya ingin berkenalan
ini dengan Bapak Dodi dari Tangsel.
Selamat pagi, Pak Dodi.
Ya, mungkin bisa di-unmute, Pak.
Duh, ini enggak ada gua. Enggak ada
speakernya, Ceng. Bentar, Bu.
Ya, sudah terdengar, Pak.
Selamat pagi, Pak. Bagaimana kabarnya,
Pak?
Alhamdulillah baik, Bu.
Alhamdulillah baik, ya. Terima kasih ya,
Pak, sudah hadir di webinar kali ini.
Bagaimana, Pak, cuaca di Tangsel hari
ini?
Alhamdulillah cerah berawan.
Oh, cerah berawan ya, Pak?
Iya. Salam, Pak, untuk teman-teman di e
Tangsel lainnya ya, Pak.
Siap. Sama-sama, Bu.
Iya. Lalu selanjutnya mungkin ini yang
sudah ee on cam juga ya, ada ee Pak
Gilang.
Ya, selamat pagi, Pak Gilang.
Selamat pagi.
Iya, Pak. Ini ee Pak sudah berapa kali
nih, Pak, untuk ikut webinar di Eko
Eduk?
Merah-merah aja, Pak.
Baru pertama kali.
Oh, baru pertama kali, ya. Selamat
datang, ya, Pak, di webinar dari ini.
Iya,
ya. Bagaimana, Pak, keadaannya, Pak?
Baik.
Alhamdulillah baik.
Alhamdulillah. Baik ya. Semoga selalu
semangat ya, Pak, untuk mengikuti
webinar kali ini sampai jam .00 siang
nanti.
Iya.
Oke, selanjutnya ini yang sudah on cam
juga ada dari ee DLH Bangkalan. Selamat
siang, Ibu Maulina. Masih pagi ya.
Selamat pagi. Jadi
pagi, Mbak. Iya.
Iya. Bagaimana kabarnya, Ibu?
Alhamdulillah.
Alhamdulillah
baik.
Sehat alhamdulillah
ya. Ini ee pertama kali Bu untuk join di
webinar atau sebelumnya mungkin sudah
mungkin 10 kali lebih. Sudah 10 kali.
10 kali.
Iya.
Waduh. Peserta rutin ya, Bu? Berarti
sudah
rutin setiap Kamis ya. Kalau ada selalu
join.
Wah mantap Bu.
Iya berarti ini sudah jadi keluarga Eko
Eedu ini ya. Setiap hari Kamis sudah
Iya. luangkan waktunya untukar
juga.
Oh, alumni juga. Iya.
Waduh.
Oke.
Oke, Ibu semoga sehat selalu ya, Bu dan
semangat untuk mengikuti webinarnya.
Iya, sehat juga buat semuanya.
Iya. Amin, Bu. Iya. Terus satu lagi
mungkin saya akan berkenalan dengan Pak
Gunawan ini jauh dari Bangka Belitung.
Selamat pagi, Pak.
Halo, Pak. Selamat pagi, Pak Gunawan
dari Bangka Belitung.
Lum.
Iya, sudah, Pak. Sudah terdengar, Pak.
tadi.
Iya, sudah
mungkin. Nah, iya sudah, Pak. Ada
terdengar, Pak. Suaranya tadi, Pak.
Tadi suruh dimatikan.
Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya di Bangka
Belitung ini?
Iya, mungkin Bapaknya ada kendala ya.
Mungkin saya ingin berkenalan lagi ini
dengan Pak Indrawan.
Gak jelas suaranya.
Halo, Pak.
Iya. Halo.
Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya pagi hari
ini?
Alhamdulillah sehat.
Iya. Dari mana, Pak?
Dari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Oh, dari Balikpapan. Iya. Bagaimana apa
kabarnya? Sehat. Sehat-sehat.
Alhamdulillah.
Sehat alhamdulillah. Iya. Salam ya, Pak
untuk teman-teman di balik papan. Luar.
Iya. ini untuk pertama kalinya, Pak,
mengikuti webinar dari Ekoedu.
Iya, baru pertama kali ini.
Oke, pertama kali ya.
Oke, mungkin ee karena kalau satu-satu
tidak memungkinkan ya saya kenalannya,
tapi semoga ee kita bisa berkenalan
mungkin nanti di lain waktu secara
offline gitu ya, Pak Bapak dan Ibu
sekalian. Ee karena tadi setelah
berkenalan mungkin ada yang baru pertama
kali ee mengetahui Eko Edu
kali ini, mungkin saya akan sedikit
memperkenalkan mengenai Ekoed Edu ini.
Oke, ya.
Ekoido ini merupakan bagian dari proyek
pelatihan di PTGIS ee yang merupakan
platform pelatihan bersertifikat dan
yang berfokus pada pelatihan lingkungan
hidup. Nah, pelatihan ini
diselenggarakan untuk meningkatkan
kinerja dan kualitas sumber daya manusia
baik secara individu maupun instansi.
Nah, untuk pelatihan kami juga terbuka
untuk perusahaan, pemerintah,
perorangan, pemerhati lingkungan, dan
pihak lain yang ingin meningkatkan
kompetensinya di bidang lingkungan.
Pelatihan kami juga diselenggarakan baik
secara online maupun offline.
Ee berikut ada empat kategori pelatihan
yang ada di Ekoedu. Yang pertama yaitu
penyusunan dokumen yang berupa dokumen
KLHS dan RPPLH. Lalu yang selanjutnya
ada pelatihan AMDAL yaitu ada
dasar-dasar AMDALK air limbah,
persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan teknis limbah B3. Lalu yang
selanjutnya ada pelatihan mengenai
sistem informasi geografis, yaitu ada eh
SIG dasar dan SIG lanjutan dengan remote
sensing. Lalu yang selanjutnya ada
pelatihan pemodelan eh ada pelatihan
sistem dinamik eh perhitungan emisi GRK,
pemodelan kualitas air sungai dengan
wasp dan qualtuk dan pemodelan dispersi
udara dengan air mode kline dan high
spate.
Ya, berikut merupakan jadwal pelatihan
kami hingga bulan Juli nanti, Juni
nanti. Ee di bulan Maret kami akan ee
membuka pelatihan di offline ya untuk
offline. Jadi bagi Bapak Ibu yang
berminat nih untuk join pelatihan
offline di Ekoedu ee silakan mendaftar.
Nah, berikut juga kami informasikan ee
tiga pelatihan terdekat yang akan kami
laksanakan. Ee yang pertama ini ada
pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan
SLO persetujuan teknis untuk emisi udara
di minggu nanti di 30 Januari hingga
Februari. Lalu ada pelatihan dasar-dasar
AMDAL di bulan Februari dan pelatihan ee
pemodelan dispersi udara dengan air mode
kline dan high split ee masih di bulan
Februari juga. Jadi bagi Bapak Ibu yang
ingin mendaftar untuk pelatihan kami,
silakan kunjungi website kami di
www.coedu.
Ya. Baik, kembali ke ee judul webinar
kita pada hari ini mengenai potensi
gempa bumi di Indonesia. Mungkin kita
masih ingat ya, Bapak, Ibu sekalian,
akhir-akhir ini ee kita sering sekali ee
mendapatkan berita mengenai gempa bumi
di Indonesia. mungkin yang masih sangat
diingat itu tentang ee gempa bumi di
Cianjur ya, Pak, yang banyak ee menalan
korban jiwa dan juga kerusakan. Nah,
karena Indonesia ini memang berada di ee
wilayah yang bisa dibilang rawan untuk
gempa. Jadi ee kita sebagai warga negara
Indonesia ini sepertinya harus tahu
potensi gempa bumi yang ada di
Indonesia. Nah, kita bahas di webinar
kali ini dengan dua pemateri kita, ada
Pak ee Astika dan ee Pak Irwan. Mungkin
untuk yang ee pertama sesi pertama ini
ee pemateri akan ee diisi oleh Pak
Astika. Nah, karena pematerinya sudah
ada di tengah-tengah kita, saya ingin
sapa dulu. Selamat pagi, Pak
Ast. Selamat pagi.
Pagi, Mbak Silvi.
Iya.
Kedengaran ya suara saya?
Sudah, Pak. Sudah terdengar.
Oke.
Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya?
Lumayan. Pernah lebih baik.
Lumayan. Lebih baik ya, Pak? Iya.
Mungkin ee peserta juga ini sudah tidak
sabar, Pak, mengenai ee materinya, Pak.
Jadi ee untuk mempersingkat waktu saya
persilakan. Dan untuk ee peserta semua
bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya
silakan tanya sebanyak-banyaknya melalui
Slido yang nanti ee linknya akan kami
bagikan di kolom chat. Ee jadi mari kita
sama-sama menggali informasi ya mengenai
potensi gempa bumi di Indonesia ini ya.
Saya persilakan Pak untuk ee memaparkan
materinya.
Oke, sebentar ya. Ee saya coba share
ee ininya mana ya? Sebentar.
Oke.
Ee
baik. Nah, ini ee jadi
pertama-tama perkenalkan dulu nama saya
Astika Pakumpuni.
Eh,
saya staf di Teknik Geologi eh Institut
Teknologi Bandung. Jadi sehari-hari ada
di Bandung sebenarnya, tapi kebetulan
hari ini lagi enggak di Bandung.
Kemudian ee
judul hari ini judul. Jadi sebenarnya
lebih ke ee materi yang akan disampaikan
atau yang kita sama-sama ee simak adalah
mengenai bagaimana potensi gempa bumi di
Indonesia, tapi mungkin lebih ke e gempa
buminya saja gitu ya. Jadi sesuatu yang
ee mungkin agak basic. Jadi semoga saya
tidak menggarami lautan. Nanti kalau
teman-teman yang sudah ee banyak atau
sudah lebih mengerti ee
mohon dikoreksi kalau saya ada yang
tidak pas mungkin. Ee kemudian ee
harapannya saya sebenarnya tidak terlalu
banyak jadi saya dikasih waktu ee berapa
tadi 1 seteng jam ya lumayan lama nih
seperti kuliah satu sesi gitu ya. Ee
tapi ee saya mungkin akan enggak terlalu
panjang ee nanti silakan teman-teman
kalau ada pertanyaan disampaikan. Jadi
kita diskusi aja lebih santai begitu ya.
Ee
kalau ada pertanyaan nanti ee semoga
saya bisa jawab. Jadi kalau enggak bisa
jawab nanti ee mungkin Pak Irwan di sesi
kedua bisa jawab atau ee ya saya mohon
maaf nanti ya. Oke. Ee
ee katanya lebih mudah mohon maaf
daripada minta izin katanya. Ee nah
pertanyaan pertama. Nah, ini ee nanti di
akhir akhir ee sesi atau di di akhir
presentasi mestinya ee kita bisa
menjawab pertanyaan ini apakah ee
bencana ee gempa bumi itu bisa dicegah
gitu ya, terutama di Indonesia. Ee
apakah kemudian itu bisa dicegah
atau ee sudah enggak bisa gitu ya. Nah,
itu nanti kita lihat. Oke. Ee
ini slide perkenalannya malah
selanjutnya ya. Jadi ee saya di sini ya
sehari-hari di e Teknik Geologi ITB.
Ee kemudian outline sedikit outline
tentang apa yang akan saya sampaikan.
Yang pertama adalah pendahuluan. Ini
sebenarnya basic saja ee tentang apa itu
gempa bumi, kemudian bagaimana gempa
bumi bisa terbentuk dan juga ee di mana
saja lokasinya mungkin ya. Kemudian
bahayanya apa saja gitu ya. Jadi apakah
kemudian apa sih yang sebenarnya banyak
menyebabkan ee kerugian atau banyak
menyebabkan ee korban jiwa itu apa saja?
Ee kemudian karena saya dari geologi,
ada sedikit tentang ee bumbu geologinya
ya.
ee
itu ee kemudian yang pertama eeah jadi
berdasarkan
ee biasanya saya ee selalu berangkat
dari sebuah ee apa ya definisi gitu ee
di sini
sebentar ini gimana ngilangin? Oh, ini
ya. Oke. Jadi ee
di
Undang-Undang Nomor
24 Tahun 2007 ini ee Undang-Undang
tentang Penanggulangan Bencana. Ee ada
definisi tentang bencana. Jadi, bencana
di dalam definisi undang-undang itu
adalah ee peristiwa ininya enggak
kelihatan ya, tetapi ee yang jelas
adalah bencana adalah peristiwa atau
rangkaian peristiwa yang ee mengancam
mengganggu kehidupan dan penghidupan
masyarakat. Kemudian ada faktor alam
atau faktor manusia
yang kuncinya adalah di sini. Jadi
mengakibatkan timbulnya
ee korban jiwa, kerusakan lingkungan, ee
kerugian harta benda, dan juga ee dampak
psikologis. Jadi ee
ini yang harus di kita lihat sebagai
satu definisi bencana. Nah, ee nanti
kita lihat lebih detail ya, seperti apa
sebenarnya ee
apa yang lebih detail tentang bencana
nih, seperti apa sih gitu. Jadi kalau
lihat di gambar sebelah kiri ini di ee
Lombok
2018 ya. Jadi di Lombok sebelum gempa
Palu ada gempa Lombok. Ini beberapa
rumah rusak di sini gitu ya. Tapi yang
sebelahnya enggak gitu ya. Jadi tidak se
kemudian serta-merta semua rusak
misalnya ya. Nah nanti kita lihat kenapa
sih yang satu bisa rusak, yang satu
enggak misalnya.
Oke. Ee sebelum berangkat ke sana ada
beberapa ee istilah yang biasa dipakai
di dalam ee apa namanya? Eh disaster
risk reduction atau DRR atau pengurangan
risiko eh bencana itu yang pertama
adalah bahaya. Nah, bahaya ini kalau
bahasa Inggrisnya hazard gitu ya. Nah,
ee bahaya ini adalah suatu
ee kejadian atau suatu ee hal gitu ya
yang dapat atau yang potensial
menyebabkan gangguan kepada masyarakat.
Jadi masih potensial ee bisa jadi
kemudian mengganggu gitu ya atau
mengakibatkan kerugian dan lain
sebagainya. Kemudian kita punya risiko
ya. risiko ini adalah ee
kalau bahaya itu terjadi berapa atau ee
gangguannya apa saja misalnya begitu ya.
Ee kemudian ada paparan ini adalah
masyarakat atau kita ee kemudian aset
kita misalnya ya aset negara atau ee
bangunan dan segala macam yang ee
terpapar gitu ya yang kemudian
kemungkinan terkena dampak dari sebuah
kejadian bahaya. Kemudian ada
vulnerability. Ini kadang-kadang
ditambahkan dengan ee atau ada dibagi
dua begitu ya, menjadi vulnerability
atau kerentanan dan juga kapasitas. Tapi
ee
sebenarnya itu suatu sama saja begitu
ya. Ee sesuatu yang yang satu kalau
kapasitasnya tinggi maka kerentanannya
jadi rendah. Kira-kira begitu. Tapi ini
adalah bagaimana kita ee atau suatu
area, suatu bangunan misalnya ee
dipersiapkan untuk menghadapi sebuah
bencana atau sebuah bahaya begitu ya.
Jadi kalau ee orangnya siap kemudian ee
apa namanya? Bangunan fasilitasnya siap
misalnya, ketika terjadi bahaya maka
tidak terjadi bencana. Jadi sesuatu yang
ee
bagaimana kapasitas kita untuk ee
menghadapi sebuah ee kejadian bahaya ya.
Nah, yang terakhir adalah dampak. Dampak
ini ketika sebuah kejadian bahaya atau
suatu kejadian ee misalnya ada gempa
gitu ya. Nah, ee dampaknya tadi oh ini
ada rumah yang rusak atau ada yang ee
rumahnya rubuh atau yangah tidak ada
apa-apa misalnya. Nah, itu itu adalah
dampaknya atau impact. Jadi dampak ini
yang ee
yang ngontrol adalah kita sebenarnya ya.
Jadi kita bisa menentukan kalau ada
sebuah kejadian apakah kita akan menjadi
korban atau tidak itu kita yang
menentukan. Oke. Nah, ee kemudian
setelah atau pasca gempa ee Toh 111 itu
ee kemudian ee negara-negara di dunia
berkumpul dan ee kemudian menghasilkan
satu eh apa ya? Kesepakatan gitu ya yang
disebut sebagai Sendai Framework. Nah,
Sendai frame broker ini ada empat. Ee
jadi kalau kita lihat ada lingkarannya
ya, 1 2 3 4. Nah, ee yang pertama yang
harus dilakukan adalah yang paling
penting sebenarnya kalau menurut saya ee
itu adalah kita harus mengerti dengan
baik
ee risikonya. Nah, ee setelah itu baru
gitu ya. Jadi resikonya apa sih daerah
saya? Misalnya itu saya kalau ada di
area A misalnya Bapak Ibu jadi bupati di
area B gitu ya, di daerah atau di kota
mana begitu ya, jadi walikota. Maka yang
harus diketahui adalah risiko terhadap
ee bencananya apa saja. Sellow ini saya
berisiko ee gempa bumi, ada resiko
longsor, ada, risiko banjir misalnya.
Nah, itu harus diketahui dengan baik.
ketika itu kemudian diketahui dengan
baik baru ber lanjut ke 2 3 4 gitu ya.
Ee yang kedua ini misalnya ee menguatkan
bagaimana kita memanage ee tadi
risikonya kita manage mana yang harus
kita turunkan begitu ya, mana yang oh
ini kayaknya masih bisa ditahan gitu ya.
Nah, itu sesuatu yang kedua. Kemudian
yang ketiga ee ketahanan gitu atau
ketangguh ya tangguh. Resilien itu
tangguh. Jadi sesuatu yang ee upaya yang
kemudian membuat kalau ada kejadian
disaster atau kejadian bencana itu ee
tidak kemudian banyak korban dan segala
macam gitu ya. Baru yang paling ee
kemudian ini salah satu yang baru ee
muncul gitu ya mungkin setelah 2011
adalah ini jadi build back. Jadi jangan
sampai ketika sebuah bencana datang
kemudian
ee dibangun dengan yang sama seperti
sebelumnya. Nah, itu jangan sampai jadi
harus dibangun kembali ketika melakukan
recovery,
kemudian rehabilitasi, kemudian
reconstruction. itu harus lebih bagus
dari yang sebelumnya supaya kalau ada ee
kejadian yang sama itu tidak terjadi ee
apa namanya korbannya juga sama atau
bahkan lebih banyak gitu ya ee
sebagai bocoran gitu ya. Jadi kalau
gempa itu biasanya berulang di tempat
yang sama gitu ya. Jadi bukan sesuatu
yang ee random gitu ya, tapi ada
polanya.
Ee kemudian kalau kita biasa di saya
biasanya lihatin ini sebagai satu siklus
ee mitigasi bencana begitu ya, di cornya
atau di ee bagian yang harus ee
dimengerti dengan baik adalah yang ini.
Jadi mengerti dengan baik hazardnya atau
bahayanya apa saja sih. Kemudian
risikonya apa. Nah, setelah itu baru ee
kita me lihat atau me
ee melakukan bagaimana preparedness-nya,
bagaimana kalau ada kejadian atau ada
event responnya seperti apa, kemudian
recovery-nya seperti apa. Jadi harus
mengerti dengan baik yang ini. ee saya
sering mengilustrasikan kalau kita tidak
mengerti dengan baik bahayanya itu
seperti kalau kita maju keit dan perang
gitu ya atau ee apa ya misalnya tanding
badminton gitu ya. Yang satu ee kita
enggak tahu musuhnya siapa gitu ya. Kita
PD aja gitu ternyata musuhnya Taufik
Hidayat atau ee ee Jojo gitu ya. Kita
sebenarnya ya sudah menyerah aja gitu
ya. Kalau saya ee mungkin gitu ya. Tapi
ee kalau ternyata oh ini ee apa namanya?
Musuhnya saya tahu sama-sama teman saya
nih sama-sama enggak bisa main. Nah,
kita bisa latihan dulu atau apalah gitu
ya supaya menang. Tapi kalau musuhnya
adalah ee
misalnya jujo gitu ah ya ya sudah saya
enggak mau latihan juga pasti kalah gitu
karena jam terbangnya jauh misalnya ya.
Jadi mending saya e W aja gitu. Mungkin
lebih ee apa ya lebih irit atau lebih
efisien daripada saya harus berlatih ee
2 kali 24 jam gitu ya. Ee
pasti kalah juga. Oke. Nah, di dalam
satu ee
apa? mitigasi bencana ee kita sering
melakukan atau ee biasanya ada
perhitungan risiko atau ee dampak itu di
hubungannya seperti ini kira-kira. Jadi
kalau kita punya bahaya misalnya sebuah
kejadian gempa,
kita harus dengan ee baik mengerti kalau
ada gempa di area A itu potensinya
berapa ee apakah lima atau enam
magnitude-nya atau tujuh misalnya ya ee
goncangan di permukaannya seperti apa.
Nah, itu perlu kita akses dengan baik eh
sharpnya supaya ee tadi kita bisa
menurunkan yang lain atau mengurangi
risikonya. risikonya ini yang kalau kita
mau menurunkan ini kan berarti
menurunkan kerentanan, menurunkan osure
atau menurunkan bahaya. Nah,
masalahnya bahaya ini biasanya enggak
bisa kita apa-apain. Jadi, misalnya
kalau gempa, oh ini potensi gempa di
sesar A misalnya atau di subduksi zona
subduksi A itu del. Oh, ini kita
kuranginlah di diskon jadi 6 gitu ya.
Nah, itu agak susah gitu sebenarnya.
Jadi ee potensi selalu ada gitu ya. yang
paling yang penting adalah kita bisa
menghitung dengan baik. Oh, ini
potensinya sekian.
Nah, kemudian osur atau paparan ini agak
berat ya. Ini juga agak susah bukan
mungkin hampir mustahil untuk kita
menurunkan
ee secara umum gitu ya. Walaupun
beberapa case mungkin bisa misalnya tadi
kalau di ee oh ini area yang sangat ee
berbahaya maka enggak boleh bangun rumah
dan segala macam di area itu. Itu salah
satu menurunkan eksposur tetapi secara
umum ee jumlah penduduk misalnya selalu
bertambah kemudian ee daerah berkembang,
pembangunan berkembang jadi osurnya akan
e cenderung meningkat. Penduduk dunia
juga bertambah apalagi penduduk
Indonesia. Nah, itu selalu bertambah.
Jadi, akan nambah terus. Kemudian ada
kerentanan. Nah, ini yang sebenarnya
paling sederhana bukan ya? Paling
sederhana ya, paling bisa diturunkan.
Jadi ee bahaya susah kita turunkan,
osure susah juga kita turunkan, maka
yang kita turunkan adalah ini. Jadi
salah satunya nanti kita lihat misalnya
ya, kalau bahayanya A misalnya, oh ini
ada area yang gempanya empat atau oh ya
empat mungkin ya. Biarin gitu ya. atau
bahayanya ini kemungkinan jumpainya
enam. Nah, bagaimana menurunkan
kerentanan misalnya salah satunya dari
segi struktur ya berarti kita harus
membangun rumah yang tahan dengan
magnitud 6 gitu ya atau tahan dengan
goncangan. Kalau ada goncangan di situ
magnitud 6, goncangan di permukaan
berapa, maka bangunannya harus tahan ya.
Bangunan tahan itu tidak harus mahal. ee
biasanya justru ee bangunan tradisional
itu lebih tahan dibanding bangunan batu
bata gitu ya. Oke. Nah, itu kemudian
bisa menurunkan risiko atau kalau
terjadi event-nya itu dampaknya mestinya
bisa lebih kecil. Nah, ee berdasarkan
Undang-Undang ee 24 2007 tadi gitu ya.
Jadi kalau dampaknya tidak ada itu
namanya bukan bencana begitu ya. Jadi
kalau ada gempa magnitude-nya enam
misalnya atau magnitudnya tujuh, kalau
tidak ada korban, tidak ada kerugian,
maka namanya bukan bencana. Jadi ya itu
kejadian geologi aja gitu ya atau
kejadian ee alam saja bukan sebagai
bencana. Itu sesuatu yang harus kita
pahami jawaban yang di depan tadi sudah
tahu ini di slide keelapan ya.
Oke, mengenai gempa bumi, kita berbicara
gempa ee hari ini ya.
Ee yang pertama kita lihat dulu ee
statistik gempa-gempa besar di dunia.
Jadi, kalau kita lihat gempa besar di
dunia, saya lupa ini tahunnya kalau
enggak salah saya ee ambil statistik di
atau 2019 gitu ya. Tapi yang kuning ini
adalah ee
Indonesia. Jadi kita punya Sumatera
2004,
kemudian ada ee Sumatera juga ini 8.6
ini di 2012. Kemudian ada Nias 2005, ee
Bandasi ini 1938.
Kemudian ada ini Padang kalau enggak
salah ya ee
ini 2007. Jadi ee paling enggak kita di
dalam statistik 20 kita sudah ada 1 2 3
4 5 ya lumayan gitu ya. Toh itu kemarin
ee di 2011 misalnya ada di urutan
keempat. Jadi ee kalau orang Jawa bilang
undang-undi ee Aceh yang paling besar
adalah Chile di 1960 9.5. Ini record
paling besar yang pernah dicatat ya.
Tsunaminya juga besar sekali. Oke.
Kemudian ee bagaimana dengan
ee korbannya? Jadi kalau kita lihat
bencana tadi kan bencana itu kalau
enggak ada korbannya ee namanya bukan
bencana ya. Jadi kita lihat apakah yang
nomor satu ini ee korbannya paling
banyak. Kita lihat ya. Ternyata
tidak ya. Jadi yang paling banyak ini
contohnya adalah ternyata di Cina
magnitudnya enggak sampai 9 cuma del.
Jadi kalau kita lihat magnitude-nya itu
yang korbannya paling banyak gempanya
enggak gede-gede amat ya, kecuali
Sumatera ya. Ini cukup banyak. Tapi
bahkan yang di Chile tadi ee 1960 itu
tidak termasuk di dalam ee 20 korban
terbanyak. Jadi tadi ya jadi mungkin ee
dapat gambaran bahwa kejadian besar itu
belum tentu menjadi bencana paling
besar. Jadi antara bahaya dan bencana
bedanya itu ya. Jadi kalau yang tadi ini
adalah bahaya,
kalau yang ini adalah bencananya. Jadi
ee atau mungkin lebih ke katastrofik
gitu ya. Jadi sesuatu yang ee mengontrol
adalah kita. Jadi kalau kita enggak ada
di situ ya enggak apa-apa gitu ya
begitu. Jadi kalau ee ada kejadian gempa
besar kalau enggak ada orang, enggak ada
bangunan, enggak ada yang rusak ya bukan
jadi bencana.
Oke. Ee kita lihat di Indonesia apa ee
yang terjadi kalau kita bandingkan
kejadian gempa bumi atau ini sebenarnya
bencana kalau ini ya ini sudah
kategorinya sebagai bencana
ee 2000 sampai 2020. Jadi cukup banyak
kejadian yang menyebabkan ada korban
gitu ya. Ada korban, ada kerugian itu
266. Tapi yang paling banyak ternyata
adalah banjir
kejadiannya ini mungkin karena tiap
tahun di tiap tempat ada banjir gitu ya.
Banjir ini juga sama ya. Jadi kalau
sungai itu hampir tiap tahun sebenarnya
banjir. Masalahnya yang satu membanjiri
rumah atau enggak gitu ya. Masalahnya
yang biasanya terjadi adalah rumahnya
datang belakangan. Nah, itu yang jadinya
ee bencananya jadi muncul ya. Oke. Ee
kemudian padahal sebenarnya kalau
awal-awal sih enggak jadi bencana ya. Ee
oke. Mana tadi ya?
Ee oke. Nah ee gunung api enggak terlalu
banyak, tsunami juga sedikit, tsunami
dan gempa bumi sedikit. Tetapi kalau
kita lihat korban meninggalnya yang
paling banyak adalah tsunami. Ini salah
satunya 2004 ya. Ini e paling banyak
gempa dan tsunami ini ada gempa sekian
gitu ya. Jadi ini Jogja misalnya
kejadian ee gempa bumi Jogja, terus
Palu, Lombok termasuk yang di sini.
Kemudian ini adalah yang Aceh yang
paling banyak. Nah, itu ee korban yang
meninggal paling banyak. Tetapi kalau
kita lihat yang terdampak ini di sini di
BNPB disebut sebagai menderita, tetap
yang paling banyak itu adalah banjir
yang terdampak karena harus mengungsi,
harus bersih-bersih rumah. Tadinya
rumahnya sudah bersih, sudah bagus,
sudah dipel gitu ya, ada banjir jadi
harus lumpurnya masuk. Nah, itu termasuk
yang menderita ya, termasuk ke situ. Ee
jadi ini ee bencana di situ ya. Jadi
bencana dan bahaya bedanya di situ.
Statistik dari tahun 2000 sampai 2020
kejadian bencana alam ee ini juga nanti
kita lihat sebenarnya bencana itu tidak
ada yang alamiah gitu ya. bencana selalu
ada manusianya. Jadi pasti enggak
alamnya. Jadi kalau kejadiannya kejadian
alam, tetapi
yang menentukan kita apakah dia menjadi
ee bencana
ee atau menjadi hanya bahaya saja. Jadi
kalau ee misalnya gitu ada longsor di
tengah ee gunung gitu ya, tengah hutan
enggak ada orang, enggak ada kita, ya
dia jadi kejadian alam saja atau
gempalah misalnya gempa di tempat yang
ternyata bangunannya tahan gempa ya
enggak apa-apa gitu ya, enggak jadi
apa-apa.
Ee sedikit ilustrasi misalnya ee ada
namanya gempa di 2010 di Thailand
gempanya 5,9
kalau enggak salah ya hampir sama dengan
gempa Jogja antara gempa Jogja dengan
gempa Cianjur.
Ee kejadiannya siang ee berbeda dengan
kejadian gempa
ee Jogja yang pagi-pagi. hampir sama
dengan kejadian e gempa Cianjur yang
siang-siang. Nah,
saya kalau enggak salah ingat itu 5,9
atau 5,8 gitu ya. Ada di utara Thailand.
Nah, gempa Jogja itu 50.000 orang eh
5.000 ya 5.000-an sekian saya lupa. 50
apa 5000 5.000. Kemudian ee Cianjur itu
ratusan orang yang ee harus jadi korban.
Di Thailand
itu hanya satu orang yang meninggal.
Padahal kalau dilihat dari magnitudnya
hampir sama, kedalamannya hampir sama di
10 sampai 15 kilo. Magnitud-nya ada di
tengah-tengah, tetapi yang meninggal
hanya satu. Itu pun bukan langsung ter
ee misalnya tertipa runtutan. Tidak. ee
tetapi ketika dia ee ada goncangan gempa
kemudian harus evakuasi gitu ya ee kena
serangan jantung sehingga kemudian
meninggal. Itu yang tercatat sebagai
korban. Jadi yang di Thailand tidak
menjadi bencana tapi yang di Cianjur dan
di Jogja adalah ee jadi katastrofi
bahkan gitu ya karena ee lebih dari
5.000 orang meninggal di Jogja. Ee
itu sesuatu yang mestinya bisa kita
hindari gitu. Jadi kita yang menentukan
kenapa misalnya kenapa di Thailand waktu
itu ee kok enggak ada korbannya? Yang
pertama salah satunya adalah kejadiannya
siang-siang. Jadi orang masih bangun.
Kalau di pagi di Jogja waktu itu ee
orang-orang ada banyak yang masih tidur
misalnya ya ee mungkin.
Kemudian
bangunannya itu yang sangat beda. Jadi
bangunan di Thailand itu kalau
teman-teman di Kalimantan mungkin
familiar dengan rumah yang ee kayu,
atapnya seng gitu ya. Atau mungkin
teman-teman di Sulawesi rumahnya
panggung. Kalimantan juga rumahnya
panggung biasanya ya. Walaupun sekarang
sudah bergeser kalau yang di ee kota
sudah mulai pakai tembok gitu ya. Tapi
ee biasanya rumahnya kayu bawahnya
dipakai untuk ee menyimpan ee apalah
padi atau kalau padi enggak juga sih. Di
ini babi biasanya kayu atau motor gitu
ya bahkan. Nah, di Thailand juga sama
sehingga ketika goncangan gempa terjadi
rumahnya rusak tapi tidak rubuh gitu ya.
Jadi ee tahan gempa itu bukan berarti
enggak boleh ee sedikit-sedikit ee rusak
itu ya enggak apa-apa gitu sebenarnya
enggak ada masalah. Yang penting adalah
tidak rubuh dan tidak mencederai orang
di dalamnya. Itu yang paling penting.
Nah, ee kalau kita lihat tren kembali ke
slide ini, ini malah ke mana-mana
ceritanya ya. Tapi ee kalau kita lihat
tren di sini ini ada beberapa ee cukup
tinggi 2017-28 gitu ya. ee kejadiannya
cukup banyak. Tadi ada banjir segala
macam ya. Ini semua bencana yang terkait
oleh ee natural hazard. Saya biasanya
lebih lebih ee sebutnya sebagai ee
natural hazard kalau bahasa Inggrisnya.
Jadi kalau bahasa Indonesia bahaya alam,
bahaya alamiah gitu ya yang disebabkan
oleh kejadian alam. Nah,
mungkin salah satunya adalah ini gitu
ya. Ini juga bisa gitu. Jadi kalau kita
lihat ee ini berdasarkan
ee enggak ada tulisan ya, World
Population kalau enggak salah, tapi eh
ternyata
karena banyak penduduknya
ini meningkat gitu ya, nambah. Nah,
kemudian satu lagi kalau teman-teman
perhatikan misalnya ya. Jadi kalau di
gempa di Jayapura setelah gempa Cianjur
misalnya itu ada gempa Jayapura yang ya
hampir salah gitu ya ee apa namanya
magnitude-nya. Tetapi yang satu jadi
berita nasional, yang satu mungkin
berita nasionalnya beberapa hari aja
yang satu jadi ee dalam tanda kutip
wisata bencana gitu ya. banyak orang
masuk ke Cianjur berbondong-bondong
begitu ya. Ee yang satu enggak karena
apa ya karena populasi akan ee lebih
banyak di Jawa sampai saat ini. Itu yang
kemudian ee perlu kita pahami juga. Jadi
eksposurnya jelas lebih tinggi yang di
sini. Jadi risikonya itu sudah jelas
lebih tinggi di Jawa dibandingkan
misalnya di ee Putusbau gitu ya di atas
sana atau di ee mana di Almahera
misalnya ya. itu ee tentu saja ee
osurnya lebih tinggi di Jawa sehingga
risikonya pasti lebih tinggi di Jawa
juga. Ee kemudian
oke. Nah, ini yang perlu dilihat. Jadi
seiring dengan meningkatnya eksposur
tadi jumlah itu, jumlah penduduk itu
selalu nambah gitu ya. Kelihatannya
enggak turun kecuali seperti Cina
kemudian eh one child policy gitu ya. Eh
keluarga enggak boleh punya anak lebih
dari satu gitu ya. Nah, itu jumlah
penduduknya mungkin bisa turun, tapi
kemungkinan besar akan selalu meningkat.
Nah, ee kemudian ternyata bukan ternyata
jadi kejadian bahaya itu berulang. Jadi,
kejadian ee alam itu punya siklus gitu
ya. Misalnya ini yang sebelah kiri ini
gempa palu ini punya siklus.
Ee
ini cerita menarik dari gambar yang
sebelah kiri ini ee lokasi di mana
ee
yang menyebabkan gempa palu salah
satunya ini ya. Nah, rumah ini ee rumah
ini adalah rumah yang sebelum ee
kejadian gempa itu enggak ada. Kemudian
2 minggu setelahnya kita lihat juga
enggak ada. Kemudian 2 bulan setelahnya
ini tiba-tiba ada rumahnya gitu ya. Woh,
kita kaget. Oh, ini ngapain bikin rumah
di sini nih, Pak? Gitu. Ya, pertama
adalah karena ketidaktahuan bahwa
ternyata di situ adalah area yang ee
jalur sesarnya gitu ya. Sehingga jadi
retakan-retakan ini adalah retakan yang
disebabkan oleh ee sesar gitu ya. Nanti
kita lihat bicara di belakang. Oke. Nah,
berbicara tentang ee gempa bumi salah
satunya yang gambar ini ya. ee apa sih
sebenarnya gempa bumi gitu. Nah, kalau
kita lihat di ini kamus bahasa, kamus
besar bahasa Indonesia, gempa bumi itu
adalah ini ya. Jadi ee goncangan atau
gerakan bumi. Jadi ee peristiwa alam ee
yang berupa getaran atau gerakan
bergelombang pada kulit bumi yang
ditimbulkan oleh ee endogen kalau bahasa
geologi atau di bagian ee tenaga yang
ada di dalam bumi atau gempa bumiah ya
sesuatu yang seperti itu. Nah, ini juga
sama ini gambar di Palu ee ini masjidnya
tepat di ee sesarnya sehingga ee
osurnya sangat tinggi. Yang ini mestinya
enggak bisa diapa-apain lagi gitu ya.
Jadi mestinya ya dipindahkan gitu.
Artinya enggak enggak di situ lagi
dibangunnya tapi ternyata dibangun di
situ lagi.
Ya sudah. Ee oke. Tapi itu hal yang
lain. Kemudian
ee apa sih yang menyebabkan gempa bumi
gitu? Kenapa bisa gempa bumi terjadi?
Kita lihat ya. Jadi gempa bumi uh sudah
hampir jam 11.00 ya. Ee
mungkin saya sampai jam 11.00 ya. Jadi
punya waktu setengah jam untuk tanya
jawab. Oke. Nah ee sebelum ke gempa
bumi. Jadi bumi itu bulat ya seperti
ini. Enggak bulat seperti itu banget.
Tapi ee kadang-kadang agak benjol-benjol
sedikit gitu ya. Di bagian tertentu ada
yang enggak bulat-bulat amat, tetapi ee
ini bulat kemudian di tengahnya padat,
di tengahnya agak keluar sedikit itu
agak liquid ya. Liquidnya enggak kayak
air ya, tetapi mungkin seperti dodol
gitu ya. Kemudian di luarnya agak ee
ee lebih kentel gitu ya. Nah, kemudian
di paling luar yang tipis itu. Nah, ini
kalau kita zoom di sini situ gitu ya.
Nah, ini adalah bagian di mana kita
tinggal. Nah, di sini ada yang paling ee
keras gitu ya, yang paling pecah-pecah
gitu ya. Nah, ini yang paling gampang
ini. Kalau di kontinental atau di benua,
di kerak benua istilahnya itu sampai 35
misalnya ya. Kemudian kita punya area
yang ee di oseani keras ini di ee
ya samudra tapi belum tentu laut ya.
Laut itu bisa jadi di sini ya. Tapi ee
ini Sambunderalah. Nah, ee yang paling
strong adalah yang ini 100 km pertama
ini yang ee muncul gempa, yang
menyebabkan gempa itu. Jadi, di
tengah-tengah sini ni enggak ada
gempanya. Ee karena tadi ya bentuknya
kayak dodol gitu ya, mungkin
nyonyot-nyonyot itu apa ya? Jadi kayak
plastisin gitu ya. Jadi kalau
ditekan-tekan itu dia enggak kemudian
jadi gempa.
Oke. Nah, itu ada layer-layer di bumi
ya. sehingga kalau kita lihat gempa ee
kenapa bisa tahu juga di bawah sini ada
yang padat ya itu karena gelombang gempa
karena bumi bulat jadi gempa di sini
bisa direkam di sana tetapi hanya
sebagian saja yang ee terlewat gitu ya.
Nah itu salah satunya ee
apa namanya? Bukti kalau bumi itu bulat.
Oke. Nah. Nah, ini kemudian oh ya ini
tektonik lempeng ya bukan ee ini bukan
ee lempeng. Kalau lempeng itu lurus.
Tapi ini tektonik lempeng. Nah.
Ee tadi kalau kita lihat lebih detail
ada beberapa tipe. Ada yang bentuknya
seperti ini ya, tadi kontinental atau ee
benua, kemudian ada yang samudra, ada
yang benua. Nah, ee lempeng-lempeng ini
berinteraksi. Jadi ini tebalnya tadi
berapa? 100 km ya, Bapak, Ibu ya. Ini
dari sini ke sini nih 100 km. Ini
mungkin 35 paling tebal. Ee yang tipis
di sini mungkin tadi ya 7 10 kilo tapi
tetap ya sampai sini nih hampir 100.
Nah, gempa-gempa itu terjadinya di situ
biasanya di bagian yang ini. Jadi, kalau
ini Pulau Jawa ada gunung api- Gunung
Api. Nah, ini ada eh Indian Ocean ya eh
apa namanya? Australia, India, Australia
lah masuk ke situ ke bawah Jawa. Nah,
kemudian gempa-gempanya ada di sini.
Nah, ee Aceh misalnya itu ini
Sumateranya di sini. Kemudian, n gempa
yang besarnya di sini 2004. Nah, itu
gempa besar. Tohoku juga sama. Nah, ini
yang disebut sebagai Megatras itu di
sini ya. Kalau
ee gempa-gempa yang lain di sini
biasanya gempanya dalam itu tidak
terlalu berbahaya walaupun magnetnya
besar itu goncangannya biasanya ya
kerasa luas tetapi tidak terlalu ee
keras. Kenapa? Karena semakin jauh ee
goncangan eh apa sumber gempa dengan
kita atau dengan ee permukaan, maka
gelombangnya itu dibagi karena bentuknya
bulat. Jadi dia menyebar ke mana aja
maka dia ee jadi lebih kecil ya.
Terasanya tidak terlalu kencang di
permukaan kira-kira gitu. Nah ee
lempeng-lempeng di dunia ini ee ada yang
batas kuning adalah batas ee lempeng ee
di bumi. Misalnya ini adalah Amerika
Selatan, ini ada saya lupa namanya ini
Pasifik. Kemudian ada Amerika Utara. di
tengah-tengah sini ada kecil-kecil ee
ee Kuba dan kawan-kawan ada di sini.
Kemudian ada Afrika, ini Asia misalnya.
Nah, ini misalnya antara ee Semenanjung
Arab dengan Afrika ini berpisah di
terpisah oleh Laut Merah gitu ya. Nah,
sebelumnya dia bertemu ya tapi ya
waktunya jutaan tahun yang lalu.
Kemudian mana lagi? Oh, Indonesia.
Indonesia di sini ternyata biasanya di
sebelah kanan ini di sebelah kiri ya.
Nah, di sebelah kiri ini kita punya
Indonesia
ruet gitu ya. Ini enggak kelihatan
gambarnya tapi kita punya kuning-kuning
nih di sini cukup lumayan ya. Nah,
ternyata yang kuning-kuning ini itu ber
ee korelasi atau bertumpuk dengan
lokasinya kok pas gitu ya, dengan yang
namanya lokasi gempa.
Kenapa bisa begitu? Nanti kita lihat ya.
Ee oke. Nah, di Indonesia kalau kita
zoom di Indonesia tadi ternyata begini
gitu. Jadi ini ada ee
ini adalah lempeng benua.
Keraknya benua jadi tebal yang kerasnya
tadi berapa? 35 plus sekian yang
sehingga ee plus minus jadi 100.
Yang ini ee lempeng yang samudra. Jadi
kalau kita lihat kenapa laut Jawa itu
enggak sampai 200 m? Tapi di ee sini nih
di utara Bali itu 100 meter ya, sehingga
ee kapal selam masuk sini enggak bisa
diangkut. Atau misalnya Adam R di ee
mana Makassar itu enggak bisa ketemu.
Tapi RA Asia di ujung sini cepat gitu ya
karena lebih dangkal lautnya lebih
dangkal. Nah, ini adalah Indonesia.
Jadi, bagian dari ee tektonik yang
kompleks. Kita punya ini ada Philippin,
ada Pasifik dan Caroline, kemudian ada
Australia, ada Ind Ocean, ada Asia. Dan
ini nemunya atau ketemunya di sini ya,
sehingga ruet banyak. Jadi kalau kita
lihat nanti gempanya, nah ini gempanya
banyak di sebelah timur ya. Di sini
banyak ini batas tadi yang satu menunjam
ke bawah.
Kemudian ee yang biru ini yang dalam,
yang merah itu yang dangkal ya. Merah
itu 0 sampai 30 ini kilm. Nah, di
sebelah timur ini banyak sekali
gempa-gempanya. Banyak sekali baik yang
di laut, di darat. Tapi kira-kira itu ya
sumbernya yang merah-merah ini.
Kalimantan ada enggak? Oh, ini ada ya.
Bisa dizoom ini kayaknya ya. Nah,
ternyata ada juga tuh di Kalimantan ya.
Kalimantan Utara apalagi ya? Tapi
Kalimantan Selatan biasanya di sini di
ee Kalimantan Barat ada beberapa tapi
tidak terlalu besar. Oke. Ee nah kalau
kita lihat ini yang merah kan di sebelah
selatan. Kemudian semakin ke sini
semakin biru gitu ya. Ini juga sama ini
merah sini ke hijau. Mungkin birunya
enggak ada. Ee di sini ada beberapa gitu
ya. Itu polanya begitu ternyata begini
bentuknya ya. Jadi kalau ini pulau Jawa
ah salah Jawanya di situ ya. Jawa ini
Surabaya di situ ini tadi ada dari
Bangkalan ini Madura ya. Nah ini ada
yang menunjam ini di ee apa namanya?
Samudera India masuk ke bawah Jawa. Nah
gempanya itu di sini nih. Nah yang
biru-biru itu yang ini di situ gitu ya.
Yang ini adalah 100 kilo pertama tadi
ya. Ini 35 tambah sekian jadi 100. Ini
10 + sekian jadi 100. Di sinilah. Nah
gempanya ada di sini. Nah, yang MRAS itu
yang bagian ujung sini tadi ya. Nah, ini
yang kemudian dampaknya kalau ee terjadi
itu potensinya magnitude-nya bisa besar
dan jaraknya dekat dengan permukaan
sehingga bisa jadi ada tsunami, kemudian
bisa juga ada ee kerusakan gara-gara
gempa karena goncangannya dekat itu jadi
lebih kerasa kira-kira gitu ya. Jadi
kalau ada yang teriak dari sebelah
telinga pasti lebih sakit kupingnya ya
daripada kalau teriaknya dari ee ujung
dunia gitu ya. Karena jauh enggak ya
mirip samalah gelombangnya sama gitu ya,
mediumnya aja yang berbeda dan sumbernya
berbeda.
Oke. Nah, apa yang menyebabkan gempa?
Jadi kenapa gempa terjadi? Nah,
kira-kira begini ya. Ini moga-moga
jalan. Nah, gift-nya jalan ya. Jadi
kalau kita tekan yang di sebelah utara
eh utara atas yang di atas ini kita
tekan ke kanan terus pelan-pelan
pelan-pelan pelan-pelan gitu ya. Maka
pada suatu ketika batasnya akan fail
atau akan ee enggak tahan kemudian ee
pecah gitu ya. Kemudian terjadilah
gempa. Nah, ketika ini eh ruptur itu
tadi gempa merambat gitu ya.
Kira-kira begini. Jadi ini sebelum
terjadi
atau kondisi nol gitu ya. Kemudian ini
ditekan yang di sini ke sini lama-lama
ee setelah gempa ini terjadi. Tapi ini
akan terus gitu ya karena yang nekan ini
terus tadi kembali lagi ke sini
misalnya. Nah ini tuh jalan terus gitu
ya jadi enggak berhenti udahlah ee 10
tahun aja lah enggak usah terus-terusan
gitu ya. Itu enggak bisa gitu. Bahkan
kita enggak bisa berhentiinnya enggak
tahu gitu ya. Walaupun ee pergerakannya
mungkin kecil ya, mungkin 10 7 mm per eh
7 cent mungkin kalau sini ya, per tahun
misalnya ya. Ee ya itu kan hitungannya
enggak kelihatan gitu. Tapi nanti
teman-teman bisa tanya Pak Irwan gimana
cara ngukurnya itu Pak Irwan yang ahli
mengukur. Nah ee
ini disebut sebagai sesar. Kalau bahasa
ininya sebenarnya sesar. Tapi beberapa
kadang-kadang menyebutkan sebagai
patahan. Sebenarnya enggak ada yang
patah ya. Ini rapture istilahnya apa ya?
Rapture itu sobek gitu ya. Bukan patah
juga. Nah ee ini ada beberapa macam.
Jadi ee ini dibilang
misalnya begini ya. Jadi ini adalah ee
bidang sesar tadi. Jadi kalau kita lihat
ini, ini bentuknya kayak gini. Jadi ini
ada satu lapisan A. Kemudian lapisan A
ini nyambung dengan lapisan A-nya yang
di sini gitu. Jadi tadinya horizontal
tiba-tiba kena sesar. Yang ini dia
bergeser ini kalau orang sendiri nih e
berapa ini ya? 6 m misalnya kan cukup
lumayan. Nah, ketika gempa terjadi
kemudian
nah ini misalnya ya
itu ini adalah ini rapture-nya enggak
gambarnya enggak pas jadi ee rapture-nya
segitulah ya. Jadi bergeser. Nah, ketika
itu kemudian muncul ee gempa. Kemudian
ada yang disebut sebagai center, ada
epicenter. Jadienter itu di
tengah-tengah di dalam sana gitu ya.
Episenter di permukaan ya atau proyeksi
ke permukaan. Nah, kemudian ada sobekan
permukaannya atau rapture istilahnya ya.
Ini tidak selalu ada. Jadi kalau
gempanya dalam ya enggak muncul ke
permukaan atau gempanya kecil juga
enggak muncul ke permukaan.
ee
itu yang menyebabkan gempa terjadi. Jadi
dari sini kemudian, nah gitu ya. Itu nah
itu ada gempa. Nah sumber gempa bumi ini
kemudian kita perlu beberapa hal yang ee
apa ya dibutuhkan gitu untuk kemudian me
melakukan ee mitigasi atau di karakter
bahaya tadi itu. Ini lokasinya di mana
sih gitu ya. Oh ini di A, ini di B.
Jadi, oh ini di sebelah rumah gitu ya
atau di sebelah sana? Kebetulan rumah
saya ya mirip kayak gini ya. Tapi
berapa? 600 m kayaknya. 500 m lah. 600.
Besok saya ukur lagilah biar pas. Ee
kemudian geometri. Jadi ini vertikal
miring ke sana kah atau miring ke sini.
Jadi di permukaan sama di bawah
permukaannya seperti apa? Nanti kita
lihat. Kemudian jenis mekanismenya
seperti apa gitu ya. Kemudian kita bisa
lihat atau bisa cari magnitude
maksimumnya. Kalau terjadi gempa ini
maksimumnya bisa sampai berapa sih tadi?
Ini untuk mengetahui bahayanya dulu
sehingga kita bisa menghitung nanti
resikonya seperti apa. Kemudian ada slip
rate. Slip rate itu tadi berapa
milimeter per tahun. Jadi pergerakan ini
pelan-pelan gitu. Jadi akumulasinya
berapa sehingga kemudian oh ini tiap 100
tahun sekali atau 500 tahun sekali oh
ini 1000 tahun sekali misalnya. Nah, itu
nanti dikonfirmasi dengan sejarah
kegempaan misalnya.
Kalau gempanya 100 50 tahun misalnya ya,
ini yang sering saya dengar nih. Oh nih
saya selama ini enggak pernah ada gempa
di sini gitu ya. Nah itu sebuah ee apa
ya? misconception kalau saya. Karena
kalau sepertinya gitu saya enggak pernah
enggak tahu apakah ada gempa yang ee
periode ulangnya gitu ya. Oh ini gempa
20 tahun yang lalu kemudian muncul lagi
gempanya di sekarang gitu ya. Jadi tiap
20 tahun gempa itu kayaknya jarang atau
mungkin enggak ada mungkin 100 tahun itu
sudah cepat. Jadi 100 tahun sekali itu
sudah cepat sekali. Jadi pasti ee agak
jarang gitu. Oh ini ee saya enggak
pernah ngerasain gempa. Nah itu sesuatu
ya. ya mungkin neneknya atau ee buyutnya
gitu ya yang merasakan dulu. Itu yang
agak ee sebaiknya tidak begitu karena
potensi ada walaupun kita belum
merasakan. Jadi jangan sampai merasakan
dulu baru bilang baru percaya. Oh iya
ada. Jangan ya. Ee
oke. Nah jenisnya ada macam-macam. Tadi
ada yang vertikal begini pergeserannya
ini mengiri ada juga sebaliknya misalnya
ya. Atau yang gini gitu ya. ini
miringnya ke sana gitu. Namanya secara
normal. Sesar kok normal ya. Nah, sesar
apa normal gitu. Kalau orang lahiran itu
sih ya lain lagi. Nah, ee ada yang naik
misalnya ada sesuatu yang kemudian ee
apa bedanya? Nanti kita lihat
biasanya beda-beda. Ada enggak ya?
Moga-moga ada di belakang ya. Nah, sesar
tadi ada yang masih aktif, masih
berpotensi untuk me menimbulkan gempa
lagi atau yang enggak. Nah, yang masih
aktif itu biasanya ee para ahli
sepepakat gitu ya. Jadi kalau di 10.000
terakhir, 10.000 tahun terakhir itu
pernah bergerak, maka ada kemungkinan
bergerak ke depan. Bayangin 10.000 tahun
gitu. Ada yang pernah ee hidup sampai
10.000 tahun? Kayaknya enggak ada ya. Ee
pasti umurnya sekarang berapa? 80 tahun
juga 90 tahun mungkin ya. Atau 100 tahun
mungkin yang ikut ee webinar. Enggak
mungkin ada yang 10.000 rib tahun ya ee
umurnya. Jadi kalau ada ee sesar yang
bergeraknya misalnya 9.000 tahun yang
lalu deh ya mungkin kita enggak punya
sejarahnya ya itu kemudian kita cari.
Oke. Ee ini salah satunya tadi ya
informasi apa saja yang dibutuhkan. Nah,
kejadian gempa ee tadi gelombang gempa
itu muncul di satu titik. Startnya di
mana? Kemudian dia merambat. Nah,
merambatnya ada dua. Ada yang istilahnya
body wave gitu ya. Jadi, merambatnya ini
enggak cuma ke situ aja sebenarnya ke
segala arah gitu. Tapi dia merambat di
ee batuan gitu ya. Di di ee tubuh batuan
itu ada gelombang P, ada gelombang S.
Ini kecepatannya berbeda. Nah, sehingga
kita bisa tahu. Jadi, kalau ada gempa P
sama S-nya jauh, berarti gempanya jauh
dari lokasi yang merekam. Kemudian ada
surface. Jadi ini gempa ini apa
gelombang ini muncul ke permukaan dan
dia merambat di permukaan itu namanya
surface. Ini goncangannya yang lebih
terasa itu. Jadi kalau Bapak Ibu
merasakan gempa biasanya yang pertama
muncul atau yang pertama kerasa gitu
satu kali enggak terlalu kencang gitu
ya. Kemudian ada jedak baru kerasa
kencang begitu ya. Nah biasanya yang
terakhir itu yang ini gitu ya. ee yang
pertama bisa P atau bisa S atau P ini
biasanya kecil enggak terlalu kerasa.
Ee kira-kira begitu. Jadi biasanya kalau
ada gempa oh ada gempa sedikit nih. Nah
sudah ini ada pasti ada susul eh bukan
ada gelombang selanjutnya gitu ya. Ini
surface wa F-nya belum datang. Tapi
kalau jedanya jauh w ini jauh dari kita
tenang ya. Tapi kalau enggak keras oh
ini kok terus-terusan ya itu sebenarnya
ininya nempel gitu. Artinya kita dekat
banget mungkin di situ. Oke. Di dalam
gempa ada beberapa ukuran ini kenapa
kosong ya?
Yang pertama adalah magnitudo, ada
intensity. Apa bedanya? Jadi ini mohon
maaf campur-campur ada bahasa Inggris,
bahasa Indonesia agak-agak enggak
jelasang ya. Ee
ada magnitudo. Jadi kalau magnitudo itu
adalah energi yang dilepaskan. Jadi satu
gempa itu punya satu magnitude
ya. Jadi tergantung dari berapa area
yang digerakkan gitu, energinya berapa.
Kalau bolam itu mungkin lebih ke jadi
kalau Ibu Bapak Ibu punya bola lampu
gitu ya. Nah eh
ini berapa watt-nya gitu ya. Itu momen
mar. Nah kemudian ada satu lagi yang
namanya intensity. Intensity itu adalah
seberapa besar goncangan yang kita
alami. Jadi misalnya gempa tohoku itu
magnitud 9,1.
Tetapi di kita enggak kerasa kan artinya
intensity di kita nol gitu
ya. Bukan nol mungkin satu karena enggak
kerasa ya di meter kerasa ee mungkin
begitu ya. Jadi satu enggak ada nol
soalnya satu. Jadi enggak kerasa sama
sekali buat kita. Nah ee itu bedanya.
Jadi kalau kita punya lampu 100 watt
yang satu dipasang di depan mata, yang
satu dipasangnya ee di mana? Di ujung
berung. Kalau orang misalnya di ujung
sana gitu ya, di ujung rumah yang satu
ya itu bisa jadi jelas lebih terang.
Tapi kalau jaraknya sama pasti sama-sama
100 watt ya pasti terangnya sama. Yang
satu 5 watt, yang satu 100 watt pasti
yang terang 5 ee yang 100 watt. Tetapi
kalau 100 watt-nya jarak 2 kil, 5
watt-nya di depan mata pasti lebih
terang yang 5 watt kan itu intensity
kira-kira gitu. Nah,
ee kemudian e jarak gitu ya. Nah, tadi
ya jarak dan intensitas. Jarak itu ee
termasuk jarak dari permukaan. Jadi,
kedalaman akan berpengaruh. Ini sebagai
contoh ee gemp, tapi kedalamannya 140
kilo. Jadi cuma 2 mm gitu ya. Magnitude
yang sama kedalamannya 10 km. Maka ini
isinya tuh intensity-nya tiga.
Kedalaman yang sama magnitude-nya ini ee
satu lebih satu itu berarti berapa? Ee
ini enggak enggak enggak dua kali lipat
ya di pangkat 10. Uh baterainya mau
habis sebentar.
Bentar ya. Moga-moga kekejar ini
batuknya mau habis.
Huh.
Itu.
Nah, sebentar ya. Baterainya lupa ini.
Enggak dicolokin tadi. Eh, mana? Lupa
nih sama laptop sendiri. Tukar. Oke.
Nah, moga-moga nyala enggak ya? Ah,
nyala. Aman. Oke. Ee saya lanjutkan.
Tadi sampai mana lupa. Oke. Jadi ya
kedalaman ini kedalamannya magnitud-nya
beda sedikit. Ee kedalamannya sama. Ini
juga beda ya. Ini 3 sampai 4 ini 3 aja.
Nah, ee goncangan itu selain dipengaruhi
oleh jarak, ternyata juga dipengaruhi
oleh kondisi geologi ee rumah kita
masing-masing di situ. Jadi, misalnya
ini ada gempa satu ee gempa ini ini yang
kuning istilahnya ee betrok ya, batuan
yang kerasnya sama maka goncangan itu
akan sama di sini. Tetapi ketika itu
muncul ke surface ini kadang-kadang oh
ini tanahnya tebal, tanahnya tipis,
batuannya di bawahnya enggak keras
misalnya.
Contohnya Jogja ya, Jogja itu Bantul dan
sekitarnya itu bawahnya adalah andapan
ee Merapi yang lepas-lepas gitu ya,
pasir lepas-lepas. Maka goncangan di
permukaannya jauh lebih terasa
dibandingkan yang ee di ee Wonosari atau
di Gunung Kidul ee kebanyakan karena
bawahnya adalah batuan yang jadi
kuningnya sampai sini misalnya ya. Nah,
itu ee kemudian akan berbeda. Kira-kira
ilustrasinya seperti ini. Jadi, kalau
kita punya batuan keras ini rumahnya
goyang-goyang aja. Ini ada kelihatan
enggak goyang-goyangnya.
Kemudian kalau yang ee sedimen
lepas-lepas ya lumayan gitu ya. Wah, ini
sedimen lepas-lepas ditambahin air udah
kacau ya. Itu gempa. Nah,
ini salah satu dampaknya adalah rumahnya
rusak gitu. Tapi apa sih dampak gempa
bumi yang kemudian kita ee rasakan?
Kalau kita lihat ada beberapa ada kita
bisa bedakan misalnya dua ya, langsung
dan tidak langsung. Langsung ini
misalnya tentu saja goncangan ya ee gemp
ya menggoncang kita gitu enggak bisa
berdiri. Ee kalau di lapangan sih enggak
apa-apa, tapi kalau kemudian di rumah,
nah itu jadi tidak langsung ada di
Kemudian ada sobekan permukaan tadi.
Nah, sobekan permukaan contoh yang
digambar tadi yang masjidnya kena
misalnya ee itu
enggak ada bangunan yang kemudian kuat
terhadap eh sobekan permukaan atau eh
surface rupture ini. Kenapa
ya? Bayangin kita punya pondasi sekuat
apapun pondasinya gitu ya, tapi satu
file-nya pindah ke sebelah gitu ya.
Enggak usah jauh-jauhlah 50 cent pasti
ke atasnya berantakan kan. Kebayang
kalau di Palu gitu ya maksimal sampai 6
m ya. Kebayangkan itu kamar mandinya
bisa pindah ke tetangga.
Nah ee itu ini yang pokoknya dihilangin
aja gitu ya. Jangan sampai ada exposur
di situ sebenarnya. Paling susah sih
memang gitu ya, tapi paling aman gitu,
enggak bisa diapa-apain. Mau bangun
seperti apa kuatnya tetap enggak akan
bisa melawan yang ini. Kemudian ada
likuifaksi. Ini masih bisa
di-engineering. Eh, kemudian ini
likuidifaksi salah satu contohnya di
Palu ya. Walaupun di Palu itu likuaksi
yang cukup kolosal gitu ya, cukup ee
katastrofik. Kalau yang biasa terjadi
misalnya di Jogja itu ada likuidfaksi,
di Lombok juga ada likuifaksi.
Kemudian ada batuan kalau ada tebing
kemudian kena goncangan tebingnya jatuh
gitu ya atau mungkin longsor gitu ya
kalau ee tanah atau batuan yang lebih
halus. Kemudian ada bangunannya rusak.
ini yang kemudian paling berat ya dan
ini yang paling mungkin sebenarnya kita
govern atau yang paling mungkin kita ee
apa ya kita lakukan untuk mengurangi
risiko. Kemudian secara tidak langsung
adalah ada tsunami, kemudian ada ee
ini longsoran gitu, tapi ada material
yang turun ke bawah gitu biasanya
turunnya belakangan jadi kayak banjir
bandang gitu ya. Ada juga longsoran yang
e belakangan.
Kemudian banjir kadang-kadang ee ini
terjadi kalau damnya jebol gitu ya.
Salah satu contohnya apa namanya ya? Oh,
tapi di Taiwan itu damnya enggak bikin
banjir juga. Kemudian ada kebakaran di
Kobe misalnya di ee California sempat
kemudian kebakarannya banyak karena pipa
gasnya e bocor kemudian atau lagi pada
masak ee kemudian goncang-goncang
ee jadi kebakaran. Nah, yang ke terakhir
ini kontaminasi zat beracun atau ee
toksik ini di tohoku misalnya
ee bahkan sampai air lautnya itu
mengandung ee radiasi gitu karena ee air
pendingin reaktornya ke mana-mana ya.
Kita lihat contohnya. Jadi ini di Lombok
misalnya ini
ee
rumahnya hampir sama mungkin ya. Ini
enggak jauh beda ya jaraknya enggak jauh
beda. Yang ini biasa aja, yang ini
rusak, yang ini juga biasa aja. Salah
satunya ternyata bawahnya batuannya
keras, yang satu bawahnya batuannya
enggak teras. Jadi enggak selalu begitu
ya. Tapi ini bawahnya tanahnya
lepas-lepas, yang ini tanahnya keras.
Jadi bangunannya rusak atau enggak rusak
salah satunya bisa jadi itu.
Kemudian ini sampai permukaan ini di
Palu ee di Pembuno namanya. Jadi dari
Palu ke selatan cukup berapa kilo gitu
ya, lupa. Tapi ini sampai 6 hampir 6 m
ya ee hampir 6 m per kira. Jadi jalannya
di situ geser gitu ya. Ee ya ini pas
rumahnya di situ. Tapi lihat rumah
sebelah kiri kanannya enggak apa-apa
gitu ya. Ya rumah yang pas aja. Jadi
kalau ini 20 m ke sana, 20 m ke sini ya
sebenarnya enggak masalah.
ini sebagai permukaan yang lain secara
vertikal ini sama masih di Palu ini
lebih dari 3,5 m ee paling gak ini Pak
Dani Hilman mungkin ee 1,6 atau 1,7 gitu
ya ee lebih dari dua kali lipat ini
tadinya juga lurus jadi e belok gitu ya.
Nah, ini likuidaksi yang terjadi di
Lombok. Jadi ada retakan sedikit
kemudian muncul air bersama pasir ketika
gempa setelah itu hilang atau
kadang-kadang ada semacam singhul
atau yang ini yang paling parah ya. Ini
parah sekali kalau yang ini ya. Ini ada
flowing-nya. Jadi bahkan yang viral itu
eh tower ee selulernya jalan-jalannya.
Kemudian ada rockfall tadi ya, jatuhan,
longsoran gitu ya, tergantung
materialnya
seperti apa. Nah, ee kemudian bagaimana
sih kita melihat potensinya gitu ya.
Jadi kalau kita lihat jadi ee sudah ada
pemetaan tentang ee bahaya bahayanya ya.
Jadi bukan risikonya tapi bahayanya yang
dilakukan oleh Pusken di 2017. Mestinya
sih diperbaharui di 2022 2000 eh 2003 ya
mungkin ya. eh 2023 duanya hilang. Ini
ee beberapa yang ee hasil dari ini salah
satu petanya hasil dari PusGen di 2017.
Kalau kita lihat ini yang merah adalah
potensial tinggi gitu ya. Jadi ini di ee
tampilkan sebagai PGA. Jadi PGA itu
bigroad acceleration. Jadi goncangan di
eh
Petrok istilahnya di batuan kerasnya.
Jadi kalau di yang bagian yang apa
namanya ee di permukaan itu tergantung
ya. Bisa jadi kalau tanahnya tebal ya
bisa jadi lebih tinggi. Tapi kalau di
atas permukaannya ee keras ya mungkin
sama dengan ini. Nah, apa yang
dilakukan? Ee salah satunya ini. Jadi ee
dari kalau saya dari geologi
itu ini yang kemudian harus dilakukan.
Jadi, kita harus mengerti ee hazard dari
gempa dan risikonya seperti apa. Nah,
untuk mengetahui itu salah satunya
adalah ya assesment dari hazard-nya.
potensinya seperti apa, di mana sih ee
goncangannya, sumbernya di mana gitu ya.
Dan itu ee kemudian salah satu atau yang
terakhir ada di sini gitu ya. Ee ini di
Indonesia ini Kalimantannya enggak
keplot ya padahal ada di sini. Cak di
sini mestinya ada. Ee tetapi ini
ternyata belum semua. Jadi kalau kita
lihat ada misalnya mana ya waktu itu ya
ee di tengah-tengah sini ada Kali
Bening, ada Cianjur kemarin misalnya ini
masih belum clear. Apakah dia C Mandiri
atau yang lain misalnya nanti mungkin
Pak Irwan akan lebih jelas. Kemudian ada
gempa NTT 7,5 kemarin di sini ya. Itu
juga belum terdefine ee dengan baik
sumbernya di mana, kemudian mana yang
lain masih banyak ya. Jadi ini ee masih
sesuatu yang ee
tidak kemudian bahwa ini 100% benar.
Artinya harus di-update setiap tahun.
dengan data yang baru, maka datanya akan
lebih akurat, ya.
Oke. Nah,
ee apa saja sih dari sumber gempa itu
yang kemudian kita lihat? Ee yang
pertama tentu saja lokasinya di mana?
Jadi ini contohnya ini salah satu pabrik
MI di ee Palu. Jadi kalau kita lihat
yang lain aman rumahnya kan? Rumah yang
ini rusak ternyata lihat jalannya belok
ya. Nah, ini ternyata adalah sesarnya.
Jadi yang bergeser tadi yang sampai 6 m
itu di sini. Kalau di sini bisa kita ee
apa? sterilkan gitu ya, tidak ada
bangunan mungkin sebenarnya bisa
mengurangi ee dampaknya. Jadi ini
mengurangi tadi apa-nya kita kurangin
ya.
Jadi kalau kita tahu posisi di mana sih
yang berpotensi bergerak rapture ini
berapa sentialnya 50 cent lah. Nah itu
di mana sih? Nah, itu kalau kita tahu
itu maka kita bisa petakan istilahnya
mungkin jadi kayak sempadan besar gitu
ya. Kalau sempadan sungai kan enggak
boleh di apaain. Nah, ini sempadan ses
nih misalnya ya tadinya begitu jadi gu
ya. Kemudian ee tadi miringnya ke mana,
posisinya di mana? Kalau ada gempa sih
kira-kira di mana sih? Nah, goncangannya
mana, panjangnya berapa, kedalamannya
berapa gitu ya. Nah, itu juga perlu kita
lihat. Nah, ini panjangnya. tadi kalau
panjang itu nanti ke magnitude maksimum,
kemudian pergeseran totalnya berapa
nanti kita bisa hitung slip rate-nya.
Kemudian rapture areanya berapa kita
hitung magnitudnya. Nah, kenapa miring
lurus ee miring ke sana miring ke kiri
itu jadi berpengaruh kira-kira begini
gitu ya. Tapi kita punya secara vertikal
goncangan paling besar pasti akan di
situ gitu ya. K kira-kira gini
episenternya di sini maka goncangannya
di situ ya. Di sini mungkin MMA-nya agak
jauh ya. Ini jaraknya enggak ada
skalanya ya. Mungkin di sini 10 kilo
gitu atau 5 kilak.
Tapi kalau miringnya ke selatan ya
gempanya ada di sini. Mungkin ee
sesarnya di situ, tapi gempanya di sini.
Misalnya apa? Sesar ee di utara, di
Subang segala macam misalnya ya.
Sesarnya di situ. Tapi gempanya banyak
di selatan ya. 15 kilo dari ee garis
sesarnya misalnya karena miringnya 45
derajat. Kedalaman gempanya 15 kilo ya
di atas 15 kilo ya segitu. Atau kalau
miringnya ke sana jadi di sebelah sana
gitu-gitu ya. ee ini kira-kira
gambarannya.
Nah, kalau dari ee geologi apa yang
dilihat biasanya begitu ya di petakaan
secara aktif dari permukaan dari ee
apa namanya? Dari morfologi gitu ya.
Kita lihat kemudian di gali
kadang-kadang di e lihat pakai
subsurface e sampai kita tahu sejarah
kegempannya kira-kira bagaimana.
Kira-kira ilustrasinya begini ya. Kita
punya dari permukaan ada remote
sensing-nya gitu ya. Kemudian dari eh
bawah permukaan ada yang dangkal gitu
ya. Ini ada GPR, geolistrik dan
lain-lain. Kemudian ada yang dalam ini
biasanya seik refleksi tomografi.
Atau mungkin di permukaan juga sekarang
pakai drone lebih jelas gitu ya bisa
muncul.
Nah, apa sih ee ininya pentingnya gitu
ya? Salah satunya misalnya ini. Jadi
kalau sepanjang ini aja nih 70 kilo itu
mungkin magnitude maksimumnya oh 70 kilo
ya mungkin
6 sekian lah gitu ya. Ternyata kalau
diterusin sampai sana 140 kilo. Oh ini
magnitudnya jadi 7,5 atau 7,7 misalnya.
Nah itu agak jadi berbeda. Jadi itu
penting. Oke
ringkasannya. Ah ini ini sebenarnya
sesuatu yang ini ya ringkasan aja kok
ada masih ada yang lain ini apa yang
lain?
Sebentar. Apa ini? Oke, ini kelihatan
lingkasannya ke salah tempatnya.
[Musik]
Tapi okelah ya. Ee sebentar.
Oh, ini tadi ya enggak ketukar nih.
Harusnya di belakang. Kenapa di depan?
Ini contoh ee data. Kemudian sesarnya di
mana gitu ya kelihatan. Jadi kalau dia
ke bawah permukaan sampai 15 kilo. Ke
sana ini mungkin datanya mungkin enggak
sampai 15 kilo. Biasanya mungkin hanya 2
3 kilo gitu ya. Ke bawah sana seperti
apa. Kita bisa hitung pergeserannya ini
tadinya sama dengan ini misalnya
di permukaan kita bisa gali ini kerjaan
geologis biasanya gali-gali gini ya. Nah
urusannya sama tanah-tanah. Hasilnya
biasanya seperti itu. Oke. Nah kemudian
ringkasannya tadi mana ringkasannya? Ya,
ini ada beberapa parameter. Kemudian
kalau ee kejadian kepa biasanya berulang
maka ya tadi ya yang paling gampang
adalah menurunkan vulnerability atau
kerentanannan kita turunkan dengan
menaikkan kapasitas atau kosurnya lah
kalau untuk ee sesar.
Oke. Nah, ini satu quote yang ee saya
suka ee pakai. Jadi
masyarakat gitu atau society
ee yang yang menentukan ee apakah kita
terekspos terhadap sesuatu yang
berbahaya atau dangerous gitu ya
dibandingkan alam. Jadi alam itu dari
dulu sudah ada gitu ya istilahnya yang
kemudian bikin rumah di lokasi A, lokasi
B, lokasi C itu kan kita yang menentukan
ya ee bukan alam gitu. Jadi ee ya
sebenarnya kita yang menentukan apakah
kita bisa
ee apa mendekati bahaya atau menjauhi
atau satu yang lain ini eh hazard itu
bahaya itu alamiah.
Bahaya itu alamiah. Tetapi bencana itu
tidak alamiah. Jadi bencana itu ada di
masyarakat. Jadi karena kitalah ada
bencana. Kalau enggak ada kita, enggak
ada bencana. Jadi pertanyaan ke depan eh
di depan tadi bisa enggak sebenarnya
kita me
apa tadi pertanyaannya saya jadi lupa ee
bisa enggak bencana itu dicegah? Nah,
ini mestinya harusnya jawabannya ya bisa
bencananya bisa gempa buminya enggak
bisa kita kejadian gempa buminya enggak
bisa kita apa-apain gitu ya tapi
bencananya bisa kita cegah jangan sampai
kalau ada kejadian bencana eh kejadian
gempa bumi jadi bencana itu yang bisa
dilakukan kira-kira ya. Oke, ee itu saja
mungkin dari saya. Ee saya kembalikan ke
Mbak Silvi karena pertanyaannya lewatnya
mana ini mungkin silakan.
Oke. I
banyak juga ya ternyata banyak juga
saya.
Iya.
Ee asik ya, Pak untuk materi yang
disampaikannya. Ee jadi tidak kerasa ya,
Pak. Waktunya sudah menunjukkan pukul
11.19. Ee kami juga sudah membaca ini
beberapa pertanyaan yang ada di ee yang
sudah dikirimkan oleh peserta di Slidu.
Mungkin ee Bapaknya boleh stop. Iya,
betul, Pak.
Saya akan tampilkan ya, Pak. Beberapa
pertanyaan yang sudah dipilih ini banyak
sekali tapi kita pilih yang mungkin bisa
dibahas di sini ya. Ini Pak yang
pertama.
Bagaimana sebaiknya mitigasi bencana
yang baik dilakukan di lingkungan
sekitar dan keluarga. ee bencana terjadi
kapan saja tapi meminimalisir ee
resikonya.
Oke, ini jawabnya satu-satu atau
Iya, Pak. Silakan satu-satu ya.
Satu. Oke. Yang pertama
ee tadi ya, jadi ee mitigasi bencana
yang paling pertama yang harus kita tahu
adalah resikonya apa saja sih? Jadi
kalau kita punya rumah ee ditinggal di
suatu area, maka harus kita lihat apa
saja sih potensi bahayanya di area itu
atau di tempat itu. Itu yang harus kita
tahu. Pertama, kalau kita sudah tahu,
maka kita bisa ambil langkah
selanjutnya. misalnya karena saya
tinggal di beberapa ratus meter dari
sumber gempa misalnya, maka saya harus
oh ini kalau saya ee saya bikin rumah
harus yang ee paling tidak ee
tahan gempa lah gitu ya. Seminimal
mungkin kalau ada gempa kerusakannya
membahayakan kita misalnya itu. Jadi itu
yang penting. Nah, salah satu yang bisa
kita lakukan adalah ee buka Inaris
namanya. Inaris kalau enggak salah ya.
Ee aplikasinya BNPB itu namanya Inaris.
Kita bisa lihat di situ posisi kita ada
di mana. Ee kita lihat dari gempa bumi,
merah, hijau, kuning, atau abu-abu gitu
ya. Nah, itu bisa dilihat ee atau ee
banjir atau apa segala macam itu bisa
kita lihat. Nah, ee
kalau sudah mengerti itu, kemudian
langkah selanjutnya bisa dipilih gitu
ya.
Ee jangan sampai tadi, "Oh, ini rumah
saya katanya dekat sumber gempa nih,"
gitu ya. Pakai katanya ya. Oh, kata
tetangga sumber. Wah, ini bangun rumah
yang betonnya ee 1 m* 1 m misalnya ya.
Nah, itu kan jadi mahal. Ternyata oh ini
sumber gempanya enggak ada nih, jauh
banget gitu misalnya ya. Nah, itu jangan
sampai seperti itu. Nah, itu yang
kemudian ee perlu kita perhatikan.
Jadi kalau kita mengetahui sumber
bahayanya, jadi bahayanya apa saja? kita
bisa dalam skala kecil kita bisa
menghitung ee resikonya seperti apa.
Setelah itu baru ya misalnya ada yang
lain ya, tetapi ee misalnya tadi kalau
gempa bumi yang paling berbahaya adalah
bangunan yang kemudian runtuh, kemudian
ada longsor misalnya. Nah, itu yang
perlu kita antisipasi.
Oke, semoga menjawab ya. Ini
pertanyaannya dari ee siapa? Ikhwan ya.
Oke, moga-moga menjawab. Yang kedua ini
ee dalam 2 bulan terakhir Kota Jayapura
ada gempa ee kecil-kecil ya. Ee ada
gempa utamanya. Jadi ee kalau biasanya
memang ada namanya gempa susulan ya.
Gempa susulan itu bukan karena dia
telat. Kalau ujian susulan biasanya
ujiannya telat gitu. Jadi kemudian ujian
susulan tapi ee istilahnya after shock.
Jadi ee ketika tadi ada bidang satu
bidang yang bergerak itu biasanya
diikutin. Jadi dia untuk settle down
gitu ya. Kayak misalnya kita menggeser
apa ya? Menggeser lemari gitu ya. Kita
geser lemari pertama kita geser mungkin
banyak tapi pas di ujung sudah hampir
dekat posisinya kan kita gesernya
kecil-kecil ya dikit-dikit gitu ya. Oh
ini pas posisinya sudah pas atau belum.
Nah, kira-kira ilustrasinya seperti itu.
Jadi, sesuatu yang secara ee posisi
ee apa mestinya umumnya ee setelah gempa
besar itu diikuti oleh gempa-gempa ee
kecil yang ee lebih banyak daripada
gempa besar. Tetapi secara energi secara
energi itu jauh lebih kecil walaupun
dikumpulin ya misalnya ada 600 gempa
kecil dengan satu gempa pertamanya kalau
enggak salah 5 sekian gitu ya. itu pasti
masih lebih besar yang 1 kom sekian
karena eh skalanya itu logaritmik. Jadi
ee 10 sama 10^ 2 10^ 3 gitu ya. Jadi
magnitud 3 itu pangkatnya 10^ sekian.
Nah itu yang ee jadinya beda ee walaupun
oh ini ratusan gitu ya tapi gempanya kok
ee yang satu magnitude-nya li misalnya
ya, yang satu magnitude susulannya empat
nih. Jadi 4 * 10 gempa mungkin gitu ya.
Nah, itu baru ya enggak terlalu masih
lebih gede yang skalanya lima energinya
secara energi. Semoga menjawab ya. Jadi
ada namanya after
yang selanjutnya dari siapa? Aprilia.
Ee
wah ini Sulawesi ini ya.
Oke. Jadi kalau Sulawesi secara umum ee
justru
bersatu gitu. Jadi, jadi harusnya solid
gitu ya. Jadi bukan terpisah. Dan
kemudian kalau tadi cerita saya di depan
ee Afrika dengan Arab itu tadinya
bersatu kemudian berpisah ya terjadinya
tidak seperti film San Andreas misalnya
yang dalam satu kali gempa tiba-tiba 20
m lebih gitu ya. Terpisah jauh enggak?
Pasti ee itu skalanya ribuan tahun gitu.
Jadi bukan sesuatu yang kemudian harus
secepat itu
mestinya begitu ya. Jadi ee jadi
Sulawesi memang kumpulan macam-macam
gitu ya. Ada yang dari misalnya Sulawesi
bagian barat, kemudian ada Buton dan
Kendari dan Buton dan Kendari bahkan itu
dua hal yang ee berbeda gitu ya secara
secara tektonik dua hal yang berbeda
tapi dia dijadikan satu. Tadinya
bisnis-bisis kecil-kecil kemudian
dijadikan satu jadi Sulawesi gitu ya.
Walaupun Buton namanya bukan Sulawesi,
tapi situlah ya. Ee jadi ee justru jadi
satu. Jadi yang terbentuk adalah
pegunungan.
Jadi nambah tinggi mungkin bahkan ya.
Kalau berbisa sih enggak. Ee semoga
menjawab juga. Kemudian yang selanjutnya
ini apa nih dari Ahmad Rifki? Apa yang
dapat dilakukan minimal untuk
meminimalkan dampak kerugian?
Oke.
Ee
yang pertama adalah kalau bangun rumah
harus sesuai, harus bagus. Bagus. Ini
dalam artian kuat ya. Jadi misalnya saya
saya sering lihat banyak sekali
rumah-rumah di ee Jawa terutama itu yang
tidak pakai ee kalau rumahnya tembok
gitu ya, tembok itu bisa pakai bata
ringan atau pakai bata batak atau bata
merah itu tidak pakai ee kolom apa
istilahnya tilang tiang kolom gitu ya.
Enggak pakai. Jadi di pas di pojokan itu
ee cuma di ee tumpang susun gitu ya.
Jadi sesuatu yang tidak sesuai dengan ee
kaidah ee sipil lah gitu ya. Ee struktur
di sipil itu kemudian sangat berbahaya.
Nah, paling gampang adalah yang paling
simpel adalah ya pakai material yang
seringan mungkin. Jadi kalau kita berada
di area yang ee dari inaris itu warnanya
merah dari gempa bumi, ya bikin rumah
yang seringan mungkin. misalnya atapnya
jangan jenteng yang cor misalnya atapnya
cukup ee pakai galvalum ad malah ngiklan
nanti ya misalnya atau seng atau apalah
ya yang lebih lebih ringan itu jauh
lebih ee apa namanya murah dari genteng
cor misalnya ya ee tapi bisa juga jadi
lebih mahal jadi tergantung pilihannya
ya tapi bisa seperti itu. Jadi ee rumah
tahan gempa itu bukan berarti rumah yang
mahal. Saya ee mencurate sebenarnya
setelah beberapa tahun gitu ya melihat
ee kejadian-kejadian gempa di Indonesia,
saya berpikiran bahwa rumah batu bata
itu tidak cocok untuk rumah di
Indonesia, terutama di area yang kalau
di Inaris itu merah kuning gitu ya. Ee
karena berat jadi tembok itu berat jadi
e kayu akan lebih lentur dan lebih ee
ringan.
Ee tapi kalau sekarang kalau di Jawa
mahal mungkin ya, di Kalimantan mungkin
masih oke ya. Mungkin bambu jadi
alternatif ee tapi itu menjadi sesuatu
yang justru akan menyelamatkan. Jadi
rumah itu boleh rusak ketika gempa tapi
enggak boleh mencelakakan istilahnya
gitu ya. Ya, setelah gempa kita beresin
rumah masih mending daripada setelah
gempa kita enggak bisa beresin rumah
gitu karena sudah ketemu malaikat
misalnya ya.
Kira-kira begitu. Jadi ee kalau itu
meminimalkan dampak. Jadi ee bagusnya
itu ya sebelum kejadian itu yang perlu
kita benar-benar lakukan itu adalah
sebelum kejadian. Kalau sudah setelah
kejadian ya itu ee bagian teman-teman
yang tanggap bencana dan ee apa namanya?
tanggap daruratlah ya. Jadi ee bukan
saya bukan ahlinya di situ. Tapi ee
kalau dari teman-teman sipil itu ya
begitu kira-kira ya. intinya adalah
rumah itu seringan mungkin dan selentur
mungkin dan juga sekuat mungkin. Ringan,
kuat, lentur ya. Paling benar tuh
sebenarnya kayu memang gitu. Cocoknya di
Indonesia itu rumahnya kayu ya. Ya,
kalau sekarang mungkin ada apa yang
tengahnya fo itu ada sandwich panel atau
segala macam gitu ya. Ee atau ada risa
misalnya yang ee diikat satu sama lain
gitu ya. Itu lebih tahan gempa dan tidak
harus mahal.
Jadi kalau kita bikin cor-coran ya jadi
mahal. Kemudian
Edman ini dari Maluku ya, bagaimana
potensi penemuan enam gunung bawah laut
di banda? Oh ini kemarin saya salah satu
yang lihat gitu. Bukan sampai saya ee
teman saya bilang gitu ya. W saya
dilihatin teman saya dilihatin teman
saya ini ada ee gunung api baru gitu.
Sebenarnya gunung bawah gunung api ee
bawah laut secara ee tektonik atau
secara hazard itu relatif lebih kecil
daripada gunung api yang sudah muncul ke
permukaan. Karena biasanya erupsinya
enggak sebesar kayak ee anak Krakatau
itu erupsinya sebenarnya kan enggak
besar tapi jadi tsunami karena dia sudah
muncul di permukaan. Kalau dia gunungnya
di bawah permukaan
kayak ada gunung apa ya? yaitu banyak
gunung api di bawah permukaan itu eh
relatif tidak terlalu besar sebenarnya
kalau enggak salah ya. Ini tolong
dikoreksi kalau saya salah. Saya bukan
orang gunung api soalnya ya.
Semoga menjawab ya. Ee kemudian
selanjutnya
kegempan erat dengan konstruksi. Oke
betul. Ee
ya hampir sama jawabannya dengan yang
tadi ya ee dengan Ahmad Ri tadi
pertanyaannya. Jadi rumah kecil rumah
RSS gitu ya. konstruksi yang ee minimal
tadi ya. Jadi kalau kita punya bangunan
tembok itu jangan sampai temboknya bisa
copot kalau ada goncangan. Nah, itu
biasanya ada rule of th-nya. Jadi, 9 m²
itu sudah harus ada ring bulk-nya, ada
kolomnya, ada eh pedestalnya, ada bagian
bawahnya ada. Jadi dikelilingin oleh ee
cor gitu ya kalau
batu batak. Tapi kalau kayu ya mungkin
kayu aja gitu enggak apa-apa enggak
harus pakai dicor gitu ya.
Em
kemudian apaagi
ee
[Musik]
apakah alasan di Pulau Jawa pemasangan
kabel listrik di atas bukan ditanam di
bawah tanah disebabkan oleh potensi
gempa
sebenarnya karena lebih murah di atas
bukan di bawah tanah. di bawah tanah itu
mahal ya kalau enggak salah begitu
kira-kira saya enggak tahu pastinya
tetapi ee beberapa kabel listrik besar
pun yang eh high voltageed juga ada di
bawah tanah ya tetapi secara umum kalau
di atas permukaan lebih murah ya narik
tiang itu lebih murah daripada ee pakai
apa namanya di dalam tanah gitu ya.
Oke.
Ee
selanjutnya anonymus selanjutnya ini
ee Semangko. Ini Sumatera sebenarnya ya
ee SAR Sumatera
ya. Sebenarnya ini terbelahnya terbelah
apa ya? Terbelah oleh sesar. Iya gitu.
Tapi enggak kemudian jadi laut di
tengah-tengahnya sepertinya enggak ya.
Jadi ee karena memang dari Teluk
Semangko sampai ujung di Aceh sana ya ee
satu sesar. Jadi kayak di garis sesar
gitu. Jadi seakan-akan terpisah oleh
garis tapi bukan ee bentuknya bukan
terus jadi laut di tengah-tengah ya. Dan
kalaupun ee apa ya bergerak itu enggak
kemudian bareng gitu ya dari ujung
sampai ujung barengan. Wah kalau itu
rada heboh nanti kayak film San Andreas.
Tapi enggak seperti itu ya. itu ee
adaimus yang kedua. Kemudian sesar
Baribis Kendeng, sesar aktif dan
melintasi Jakarta sampai sekarang. Nah,
ini ee Baribis Kendeng atau di
sebenarnya di bagian utara Jawa gitu ya,
kita ada beberapa sesar aktif yang
menerus dari sebelah Jawa Timur sampai
Jawa Barat. Tapi apakah melewati Jakarta
sampai Serang? Nah, itu perlu di ini ya
ee perlu dilihat lebih detail posisi
pastinya ada di mana.
Ee kemudian
gempa bumi di Maluku Tenggara. Maluku
Tenggara itu ee Tanimbar dan sekitarnya
ya. Oke. Kemudian ada pulau yang muncul.
Oke. Ini pertanyaannya apa ini Pak
Petrus ya? Belum belum selesai nih
pertanyaannya kayaknya
ya. Jadi di beberapa kejadian ee gempa
memang kemudian memicu munculnya
ee pulau yang seperti ada di Tanimbar
kemarin gitu ya.
Ee jadi gempanya sebenarnya cukup dalam
kalau ditanimbar kemarin, tetapi
yang muncul di permukaan itu adalah ee
mat vulkeno. E dalam apa yang saya lihat
gitu ya, sepertinya cenderung ke mat
vulkeno. Mat Vulkeno itu apa ya? Lumpur
yang muncul gu ya kayak di karena di
bawah sana digencet ee gencetannya atau
ee tekanannya berubah gitu ya. Jadi
lebih tergencet. Nah, ini kayak kita
makan apa ya mungkin ya? Jadi kita punya
ee sesuatu lumpur yang di dalam satu
plastik kemudian plastiknya ada bolong
di atas sedikit. Nah, pas ditekan biasa
ya dia enggak enggak keluar gitu. Tapi
tekanannya kita tambah sedikit mungkin
dia akan muncul. Nah, itulah ee kemudian
muncul pulau baru gitu ya. Nah,
sebenarnya banyak pulau-pulau di ee
Tanimbar itu yang pembentukannya seperti
itu gitu ya. Ee
tapi pembentukannya sudah cukup lama.
Jadi saya pikir itu sesuatu yang ee
sejarahnya ada gitu ya. Bisa jadi
seperti itu. Jadi kalau apa yang saya ee
lihat atau saya pikirkan sepertinya
seperti itu ya. Jadi ee lebih cenderung
ke matulo. Saya sendiri enggak datang
enggak mengamati langsung di lapangan.
ee tapi dari foto yang ada kemudian dari
sampel batuan yang ada di foto gitu juga
terlihat sepertinya cenderung ke ee Mat
Vulkeno
yang jadi pulau baru yang kemarin di ee
sekitar Tanimbar ya di utara Tanimbar.
Kira-kira itu ee ada yang lain enggak
nih, Mbak ee Silvi atau sudah?
Ya, mungkin e karena keterbatasan waktu
juga ya, Pak. Ee jadi pertanyaannya di
ee sesi pertama ini dicukupkan.
Ee ya sekali lagi ee terima kasih kepada
Bapak Ibu semua yang sudah bertanya.
Namun mohon maaf mungkin tidak bisa kami
jawab semuanya ya, Pak karena ini banyak
sekali pertanyaannya. Ee iya, terima
kasih juga ee Pak atas ee materinya yang
tadi kita sudah membahas panjang lebar
ya, Pak mengenai ee bagaimana proses
terjadinya gempa bumi dan ternyata kita
tidak bisa menghindari ya. Namun kita
juga ee dengan adanya pemetaan ee di
titik-titik yang berbahaya itu kita bisa
menghindarinya, mencegah untuk ee
terjadinya kerusakan, korban jiwa dan
lain sebagainya.
Oke, ee sebelum meninggalkan ee ruangan
Zoom meeting ini, mungkin mari kita ee
foto dulu ya dengan pemateri kita pada
sesi pertama ini. Untuk Bapak Ibu semua
yang bisa menyalakan kameranya
dipersilakan.
Oke, ya. Saya mulai dari slide pertama.
1 2 3.
Slide selanjutnya.
Oke,
ya. Ee sekali lagi terima kasih banyak
ya Bapak atas pemateriannya di sini. ee
sudah tergabung ee di webinar kali ini
509 orang ya, Pak.
Iya. Ditambah juga dengan yang ee join
di live streaming YouTube kami. Iya,
betul Pak
ya. Semoga ee materi yang tadi
disampaikan oleh Bapak dapat bermanfaat
ya untuk kita semua yang mendengarkan
ya. Ee terima kasih banyak Pak atas
waktunya.
Mungkin ee boleh meninggalkan Zoom
meeting atau lanjut juga ee menyaksikan
pematerian yang kedua.
Ya, terima kasih. Iya, terima kasih
banyak.
Selamat siang, Teman-teman semua.
Selamat siang.
Salam kenal, Pak.
Salam kenal, Pak. Izin izin langsung
live ya, soalnya ada ini yang lain nih.
Iya, silakan, Pak, ya.
I oke. Terima kasih. Sampai ketemu ee di
lain kesempatan.
Terimah. Iya. Baik, Pak.
I untuk ee sebelum memasuki ee sesi
pematerian yang kedua, mungkin saya
kembali akan memperkenalkan ee mengenai
Ekoed Edu. Pengembangan sumber daya
manusia adalah bagian dari proses
Iya. Baik, setelah selesai di pematerian
pertama ee sekarang kita akan memasuki
untuk ee sesi kedua.
Nah, setelah tadi pematerian yang
disampaikan oleh ee Pak Astika yang
merupakan dosen Fakultas Ilmu dan
Teknologi Kebumian ITB yang pemateri
kita kedua juga ini sama-sama dari ITB
ada Pak Irwan eh yang merupakan Dekan
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
ITB.
Ee pemateri kita yang kedua ini sudah
hadir di tengah-tengah kita. Ee saya mau
sapa dulu. Selamat siang, Pak Irwan.
Selamat siang. Heeh. Terima kasih.
Iya, Pak. Bagaimana, Pak, kabarnya hari
ini, Pak?
Alhamdulillah baik. Terima kasih untuk
undangannya.
Iya, alhamdulillah baik ya. Sepertinya
peserta juga sudah ee menantikan, Pak,
untuk ee sesi kedua ini karena tadi juga
ee banyak sekali yang ee bertanya ya
untuk sesi pertama. Pembahasannya juga
ee sangat-sangat menarik apalagi ini
yang pemateri kedua. Jadi, langsung saja
ee saya persilakan Pak untuk
menyampaikan pemateriannya.
Baik ee
baik. Selamat siang Bapak Ibu sekalian.
Ee terima kasih untuk undangan yang
diberikan. Izinkan saya untuk ee memulai
presentasi. Mohon diinformasikan apabila
layarnya sudah terlihat
atau apabila kesulitan juga mohon
diberikan responnya. Apakah screen yang
ee ingin saya tampilkan sudah terlihat?
Iya, sudah, Pak.
Atau apabila ukurannya tidak sesuai
mohon diinfo informasikan.
Iya, sudah, Pak.
Oke. Baik, mudah-mudahan sekarang lebih
baik. Ee selamat pagi menjelang siang,
Bapak, Ibu sekalian. Ee mudah-mudahan
saya bisa memberikan materi tidak
terlalu lama sehingga ee kita punya
banyak waktu untuk diskusi. Saya yakin
bagian yang penting sudah dijelaskan
oleh ee dr. Prastika. Mastiko. Izinkan
saya untuk menjelaskan potensi gempa di
Indonesia dengan ee memberikan penekanan
pada pembelajaran dari kasus gempa
Cianjur. Jadi, saya akan menjelaskan
konsep mengenai ee beberapa ee beberapa
potensi gempa di wilayah kita, tapi saya
akan memberikan penekanan diskusi
mengenai gempa Cianjur.
Ee ini kesimpulan yang ingin saya
sampaikan bahwa dalam dua dekade
terakhir kita mengalami kerugian ekonomi
yang sangat signifikan akibat gempa
bumi. Kemudian saya akan memberikan
tekanan lebih serius mengenai ee Pulau
Jawa, suatu wilayah yang kebanyakan dari
kita tinggal di mana kita kemudian
mendapatkan fakta dalam beberapa tahun
terakhir mulai dari gempa Jogja 2006,
kemudian gempa Jawa Barat 2009 dan
kemudian terakhir adalah gempa Cianjur
November 2022. kita melihat peningkatan
kegempaan di Pulau Jawa dan memberikan
dampak kerugian yang sangat serius. Dan
yang ketiga bahwa ee berdasarkan model
yang kita definisikan ee kita bisa
melihat bahwa potensi gempa di Indonesia
bisa mengakibatkan dampak yang sangat
serius terhadap aktivitas tidak hanya
tidak kita harapkan korban jiwa, tapi
juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang
sangat signifikan. Jadi tiga hal
tersebut merupakan ee kesimpulan dari
pembahasan yang ingin saya sampaikan
hari ini. Saya akan memulai dengan
bagian yang pertama. Bapak, Ibu sekalian
ee ini adalah data yang kami kumpulkan
dalam 42 tahun terakhir. Ee grafik ini
bercerita dampak kerugian akibat bencana
di Indonesia. Jadi kalau Bapak, Ibu ada
yang bertanya sebetulnya bencana apa
yang mengakibatkan kerugian ekonomi
paling besar?
Maka Bapak Ibu bisa melihat di bagian
yang grafik yang paling kiri yaitu gempa
bumi dan tsunami. Jadi kalau kita lihat
kerugian per tahun, jadi ini adalah
kerugian yang dihitung per tahun
dirata-ratakan selama 42 tahun. setiap
tahunnya kalau kita buat dalam bentuk
rata-rata kita mengakibatkan kerugian
ekonomi e kita e terdampak dan mengalami
kerugian ekonomi sampai 6,16 triliun
akibat gempa dan tsunami. Dan ada satu
bencana yang kemudian semakin sering
dalam beberapa tahun terakhir yaitu
kebakaran hutan. itu nomor dua. Dan
nomor tiga adalah banjir. Jadi
berdasarkan urutan ee kerugian dalam
konteks data historis di masa lalu, yang
pertama adalah gempa bumi tsunami yang
pertama. Yang kedua adalah kebakaran
hutan, dan yang ketiga adalah banjir.
Setelah itu baruusan gunung api, baru
longsor, kekeringan dan seterusnya.
Dalam konteks frekuensi mungkin banjir
dan longsor lebih sering. Tetapi dalam
konteks kerugian ekonomi, gempa bumi,
dan kebakaran hutan ee menepati urutan
yang awal. menjadi penyebab kerugian
ekonomi.
Nah, dan hal yang menarik bahwa apabila
tadi kan data 40 tahun, kalau saya bagi
setiap dekade, setiap 10 tahun dari
dekade ee 80-an, dekade 90-an, dekade
2000-an sampai tahun 2010 kita melihat
bahwa polanya semakin lama semakin
meningkat. Dari hanya 1,7 triliun naik
16,6 16,6 triliun. Kemudian di dekade
2000-an sampai di atas 20 triliun per
tahun. Jadi kerugian ekonomi akibat
bencana semakin signifikan dan ini
menunjukkan korelasi yang sama juga
dengan dampak kerusakannya tentu saja.
Dan kita akan membahas mengenai gempa
bumi. Bapak Ibu sekalian saat ini ee
pertanyaan yang sering disampaikan,
apakah kemudian kita bisa mengetahui ee
atau keinginan kita untuk memprediksi
gempa bumi sebaik prediksi cuaca?
Bayangkan di masa depan kita bisa
mengetahui ee potensi gempa bumi seperti
sebaik potensi ee memperkirakan cuaca.
Misalnya Bapak Ibu sekalian, besok pukul
.00 pagi akan ada gempa Magitudo 3 di
sekitar Bekasi misalnya atau di Lombok
ada Magitud 2,5. Mirip dengan curah
hujan. Itu harapan kita semua. Tetapi
kenyataannya tidak demikian. Saat ini
prediksi gempa belum bisa dilakukan.
Sehingga para peneliti seperti yang kami
lakukan Pak Dr. Astika lakukan yang kita
lakukan adalah kita memahami potensi
gempa. Jadi riset yang terbaik yang
dilakukan saat ini adalah
mengkuantifikasi potensi dan laju
kejadian gempa jangka panjang. Jadi long
term expected rate. Jadi kita mengetahui
potensi gempa di masa depan.
Kemudian kita pun bisa mengestimasi
nilai percepatan goncangan gempa yang
mungkin terjadi di masa depan.
Pertanyaannya adalah apakah kedua
informasi tersebut bermanfaat? Jadi
kalau kita tidak mampu memprediksi kapan
gempa seperti layaknya prediksi cuaca,
apakah mengetahui potensi di masa depan
itu sesuatu yang bermanfaat? Jawabannya
iya. Karena dengan mengetahui potensi
goncangan di masa depan, maka kita bisa
melakukan upaya-upaya terbaik untuk
mengurangi dampak gempa di masa depan.
Jadi kemudian kalau kita mengetahui
misalnya di Kota Bandung ada potensi
gempa akibat Lembang dengan kemungkinan
10% dalam 50 tahun mengakibatkan
goncangan. Satuan goncangan itu adalah
persentasi gravitasi 0,3g.
Maka apabila kita membangun
infrastruktur tadi dalam pertanyaan dan
diskusi sudah sangat baik ee dijelaskan
oleh Mas Niko, kita bisa membangun
infrastruktur yang disesuaikan dengan
potensinya. Jadi kemudian saya yang
termasuk meyakini bahwa gempa itu bukan
bencana. Jadi gempa itu bukan bencana.
Gempa akan jadi bencana apabila kita
tidak punya kemampuan untuk bertahan
pada saat goncangan gempa terjadi dan
mengakibatkan kerusakan. Jadi kalau kita
sudah mengetahui potensinya maka kita
bisa melakukan upaya untuk mengurangi
dampak gempa. Dengan cara apa? tadi
dalam diskusi saya perhatikan ee Mas
Tikus sudah menjelaskan dengan sangat
baik misalnya dengan membangun
infrastruktur dengan perencanaan wilayah
sudah bisa kita lakukan. Jadi dua
informasi ini sudah cukup untuk
sebetulnya untuk mengurangi dampak gempa
di masa depan.
Nah, Bapak Ibu sekalian dalam bidang
gempa bumi yang kami pelajari, jadi
bidang saya adalah memahami potensi
gempa bumi dengan data geodetik. Maka
ada beberapa data yang diperlukan. data
geologi tadi dijelaskan oleh Mas Tiko
atau data geoditik bidang kepakaran saya
atau data kegempaan, data seesmologi.
Nah, kemudian data-data tersebut
dikumpulkan untuk menjawab empat
pertanyaan penting. Jadi kalau misalnya
ada yang bertanya apa arti pentingnya
mengetahui potensi gempa?
Potensi gempa sangat penting untuk
diketahui.
Karena dengan mengetahui potensi gempa,
kita bisa menjawab empat pertanyaan
penting Bapak Ibu sekalian. yaitu
pertanyaan di mana pertanyaan pertama
adalah lokasi terjadinya gempa, kemudian
besarnya magnitudo gempa, yang ketiga
adalah periodisasi gempa, dan yang
keempat adalah mekanisme gempa. Jadi
keempat hal tersebut bisa diketahui
dalam batasan probabilistik,
dalam batasan kemungkinan yang kita
ketahui nilai probabilitasnya.
Jadi, ee bidang kami yang mempelajari
potensi gempa mendefinisikan keempat hal
tersebut dalam konteks probabilistik.
Misalnya Bapak, Ibu sekalian, misalnya
potensi gempa dan tsunami di selatan
Jawa. Kita mengetahui di mana lokasi
sumber gempanya. Di selatan Jawa Barat
di dekat dengan zona subduksi. Kemudian
kita pun bisa mengetahui kekuatan dari
ee kekuatan dari sumber gempa yaitu
magnitudenya yaitu magnitudonya berkisar
antara 8,7 sampai 9,1.
Itu maksimum magnitud yang mungkin.
Kemudian dampak gempanya kita bisa
mengetahui. Jadi bisa menghasilkan
tsunami dengan ketinggian tertentu. Ini
adalah contoh informasi potensi gempa.
Dan informasi potensi gempa tersebut
kita miliki untuk seluruh wilayah di
Indonesia Bapak, Ibu sekalian. Jadi
misalnya di pantai barat Sumatera,
pantai selatan Jawa, kemudian ada hal
yang menarik misalnya di bagian utara
dari kita sebut dengan back di utara
Bali, utara Lombok, utara Nusa Tenggara
terus sampai Tanibar Alor Wetar sampai
ketemu dengan Pulau Ambon di Utara.
Kemudian di utaranya Papua ada di Sangi
Hita ada yang kita kenal dengan zona
subduksi ganda. Kemudian di utara
Sulawesi dan seterusnya. Ini adalah
data-data potensi gempa di Indonesia.
Nah, Bapak Ibu sekalian, mari kita coba
lihat misalnya di Jawa Barat, maaf di
Pulau Jawa.
Pulau Jawa adalah pulau yang sangat ee
unik kegempannya. Kenapa? karena ee
berbeda dengan Sumatera yang memiliki
gempa-gempa dangkal dan sering di
daratan selain juga di lautan. Tetapi di
Jawa walaupun gempanya dangkal tetapi
periodisasinya lebih jarang dan juga
magnitudo gempanya tidak lebih besar
daripada di Sumatera. Tetapi sekali
terjadi dampaknya bisa lebih besar.
Ini adalah ee kegempaan di Pulau Jawa
yang saya kumpulkan dalam beberapa puluh
tahun terakhir dan kita bisa melihat ini
paling tidak dalam 60 tahun terakhir
untuk gempa-gempa dangkal ee di di
Jawa Barat. Dan sementara itu di masa
lalu di Pulau Jawa juga pernah terjadi
gempa. Jadi yang ee tadi gambar yang
menunjukkan ada titik warna merah adalah
gempa-gempa yang pernah terjadi di Jawa
Barat dalam rentang waktu 60 tahun
terakhir. Tetapi Bapak Ibu sekalian di
Pulau Jawa ada hal yang menarik bahwa di
masa lalu kita mengumpulkan data-data
dari ee tahun 1600-an.
Kita telah menemukan beberapa gempa di
Pulau Jawa di masa lalu. Misalnya ada
gempa 5 Januari 1699,
ada gempa 22 Januari 1780,
ada gempa 10 Juni 1867.
Misalnya salah satu contoh ee gempa yang
cukup penting adalah 1834
yang kabarnya sampai beberapa wilayah di
utara Batavia di selatan Batavia dan
utara Bogor itu sampai mengalami
kerusakan atau di di selatan Jakarta
mengalami kerusakan. Ini adalah e data
gempa di masa lalu dan data gempa di
masa lalu menjadi dasar bagi kami untuk
mendefinisikan potensi di masa depan.
Kenapa? Karena gempa bumi berulang. Jadi
yang pernah terjadi di masa lalu
seringki kemudian menjadi sumber gempa
kembali di masa depan. Tidak kita
harapkan. Tapi faktanya demikian.
Nah, Bapak Ibu sekalian apabila kita
plot gempa-gempa di masa lalu
ditunjukkan dengan mohon maaf apabila
terlihat kurang jelas dalam slide ini,
ditunjukkan dengan lingkaran yang
berwarna hitam. Jadi, lingkaran yang
berwarna hitam adalah lokasi gempa yang
pernah terjadi di masa lalu. Bapak, Ibu
bisa melihat mungkin kalau cukup jeli
misalnya melihat di dekat dengan
Surabaya, dekat dengan Semarang, dekat
dengan Jakarta, dekat dengan Bogor,
dekat dengan Bandung, kemudian ee dekat
dengan bagian utara, kota-kota di ee di
Jawa Tengah, bagian selatan juga di
Jogja. Bapak, Ibu bisa melihat kejadian
gempa di masa lalu dengan lingkaran yang
berwarna hitam. Nah, sementara yang
berwarna merah itu menunjukkan penduduk
saat ini, Bapak, Ibu sekalian. Jadi,
cerita yang ingin saya sampaikan adalah
bahwa lokasi yang pernah daerah yang
pernah mengalami gempa di masa lalu
ternyata kemudian
menjadi daerah yang padat penduduknya di
masa kini. Jadi, yang semakin merah
penduduknya semakin banyak. Ini yang
menarik bagi kami bahwa daerah yang
pernah menjadi lokasi gempa di masa lalu
ditunjukkan dengan lingkaran yang
berwarna hitam adalah daerah yang
kemudian berkembang menjadi sebuah kota
dan penduduknya padat. Ee saat ini tidak
kita harapkan tetapi kemudian ee kita
lihat dampaknya pada saat gempa Cianjur
21 November 2022. Ini adalah lokasi
gempa Cianjur 21 November 2022. Kenapa
saya ingin gunakan gempa Cianjur sebagai
referensi diskusi kita hari ini dalam
konteks e memahami sumber gempa sebagai
bagian dari upaya pengurangan risiko
bencana. Karena gempa Cihanjur, Cianjur
adalah gempa yang sangat unik, sangat
khas. Di mana magnitudo gempanya tidak
terlalu besar. Jadi 5,6 itu termasuk
bukan gempa besar ya. Tetapi dampak
kerusakannya sangat dahsyat. Jadi ee
Bapak Ibu yang paham wilayah di Pulau
Jawa yang garis berwarna hitam
putus-putus adalah lokasi sechac mandiri
yang kita kenal. Sementara yang berwarna
merah bulat-bulat kalau ngelihat ada
merah bulet-bulet adalah lokasi gempa
susulan. Kemudian yang warna bintang
adalah yang kami plot lokasi gempa
utamanya. Nah,
Bapak Ibu sekalian seperti yang tadi
kami diskusikan bahwa magnitudo gempa
Cianjur hanya 5,6 tapi kerusakannya
dahsyat. Bapak, Ibu sekalian. Jadi ini
adalah sebuah grafik yang kami kumpulkan
ee dari sebuah literatur Bilham 2010
yang menyatakan hubungan antara
magnitudo gempa dengan jumlah korban.
Jadi, secara statistik dikumpulkan di
seluruh dunia dan kita bisa melihat
bahwa gempa Cianjur yang berwarna merah
ini gempanya tidak terlalu banyak, tidak
terlalu besar dalam konteks magnitudo,
tapi korbannya banyak. Bahkan sekarang
dilaporkan sampai lebih dari 600 jiwa.
Jadi, Bapak Ibu bisa melihat bahwa gempa
dengan magnitudo yang sama,
bahkan ada gempa yang magnitudonya lebih
besar, jumlah korbannya tidak sebesar
gempa Cianjur. Untuk itu, maka gempa
Cianjur sangat penting untuk kita
pelajari dengan lebih detail. Dan pada
saat kami survei di sekitar Cianjur
misalnya ini adalah di SDN
Limbangansari, kita bisa melihat banyak
sekali kerusakan di bangunan sekolah.
ee kerusakan baik kerusakan yang
struktur maupun ataupun yang tidak
struktur ini adalah bangunan yang
reinforce masonry. Jadi kemudian
bangunan batu bata yang diperkuat. Jadi
kita bisa melihat ee untuk bangunan batu
bata yang diperkuat ee dengan tulangan
pun itu mengalami kerusakan walaupun
kerusakan yang ringan dan ini dibangun
tahun 33.
Kemudian ada SD yang lain dibangun tahun
53 dua tingkat. Ini pakai konkrit
kemudian jadi konkrit itu pakai semen.
Diperkuat juga ee rusaknya rusak sedang.
Jadi tahun '3 rusaknya sedang. Ini ada
bangunan tahun '64 ini mengalami rusak
berat. Jadi ini bangunan yang dibangun
setelah era kemerdekaan. Tadi yang 33
itu sebelum era kemerdekaan rusaknya
ringan. Yang ini yang ee mengalami rusak
yang cukup berat. Kemudian ini ada SD
Ciberem. Bapak, Ibu yang paham wilayah
tersebut. Ini dibangun tahun '7.
Jadi ini termasuk dibangun di era Orde
Baru mungkin pada saat zaman-zaman eh
Inpres Instruksi Presiden banyak sekali
dibangun SD waktu itu dan mengalami
kerusakan yang ee berat.
Masih banyak beberapa bukti kerusakan
yang lain. Ini bangun tahun 2009 juga
bangunan baru juga mengalami kerusakan.
Jadi kalau kami ee memplot jadi banyak
sekali wilayah sekolah yang mengalami
kerusakan di wilayah Cianjur dan ini
kemudian memberikan kita ee ee
peringatan ataupun alarm yang sangat
serius bagi kita yang tinggal di
Indonesia bahwa tidak perlu gempa dengan
magnitudo besar yang bisa memberikan
dampak kerusakan. Gempa dengan skala
yang tidak terlalu besar pun dengan
jumlah penduduk yang semakin padat
kerusakannya bisa sangat signifikan.
mengingat bahwa wilayah kita memiliki
sumber gempa yang sangat signifikan yang
tadi kami sampaikan ini adalah sumber
gempa yang ada di ee sumber gempa yang
ada di zona subduksi di Indonesia dan
apalagi plus kalau Bapak Ibu bisa
melihat ee ada garis berwarna hitam di
ee data kegempaan ini adalah data
sumber-sumber gempa yang ada di daratan
yang sudah kita ketahui dan kita masih
ee memiliki beberapa sumber gempa bahkan
yang belum kita ketahui pun sebenarnya
jumlahnya masih cukup banyak.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, pembelajaran
apa yang bisa kita ambil dari gempa
Cianjur? Kami membuat sebuah model,
Bapak, Ibu sekalian. Jadi, kami membuat
model sumber gempa. Jadi, kita asumsikan
apabila ada gempa di selatan Pulau Jawa
tidak kita harapkan mangitudunya delan,
maka goncangannya akan sekitar seperti
apa gitu ya. Ee ini model yang kami buat
kami buat untuk seluruh wilayah
Indonesia. Tapi untuk keperluan diskusi
ini kami akan coba tampilkan untuk
wilayah Jawa Barat. Tidak kita harapkan
ada sebuah gempa yang menggoncang di
selatan Jawa Barat
8. Maka kita bisa melihat beberapa
wilayah di selatan pantai mengalami
goncangan yang sangat keras. Bahkan
goncangannya bisa lebih dari 0,7G. 0,7G
itu dua kali kekuatan goncangan dari
gempa Jogja ya. Jadi bayangkan gempa
Jogja saja 0,3 kekuatan goncangannya ini
sampai 0,7 berarti sangat keras. Dan ini
mungkin tiga kali dari goncangan yang
dialami di Cianjur saat gempa yang lalu.
Dan kita bisa melihat bahwa wilayah yang
cukup luas di ee selatan, di Pulau Jawa,
di Jawa Barat mengalami dampak akibat
goncangan tersebut. Tidak kita harapkan.
Ini model gempa yang kami buat. Jadi,
dengan estimasi kejadian gempanya adalah
10% dalam 50 tahun.
Mari kita lihat apabila gempa terjadi
tidak kita harapkan bagaimana dengan
fasilitas kesehatan kita. Jadi kami
memodelkan untuk beberapa ee beberapa
bangunan termasuk fasilitas kesehatan,
termasuk fasilitas pendidikan dan kita
melihat bagaimana dampak dari gempa yang
kami modelkan terhadap fasilitas
kesehatan. Maka ini beberapa kesimpulan
yang kami dapatkan bahwa banyak sekali
fasilitas kesehatan yang terdampak gempa
sangat serius. Jadi, Bapak, Ibu bisa
melihat di ee di bagian ee Sukabumi ee
dampaknya cukup ee signifikan. Sukabumi,
kemudian Cianjur itu pun mengalami
goncangan yang berwarna merah adalah
tingkat kerusakan yang cukup ee
signifikan. Kemudian di wilayah Jakarta
pun ini mengalami dampak kerusakan yang
ee cukup signifikan. Begitu pula tidak
kita harapkan beberapa wilayah di Kota
Bandung juga mengalami dampak kerusakan
yang signifikan. ini berdasarkan model
yang ee kita buat ee dampak gempa
terhadap fasilitas kesehatan.
Bapak, Ibu sekalian, saya akan lanjutkan
ee beberapa slide lagi yaitu terkait
dengan jadi tadi kami bicara mengenai
sumber gempa, kemudian dampak kerusakan
dengan melihat fakta dari ee dampak dari
gempa Cianjur dan saya akan ee coba
menampilkan hasil survei kami di Palu,
Bapak Ibu sekalian. Jadi kami sesudah
kejadian gempa 2018 kami survei ke
masyarakat, kami bertanya pada
masyarakat, Bapak, Ibu sekalian. Jadi,
pertanyaan yang kami berikan adalah
ee sebelum bulan September sebelum
kejadian gempa 2018, apakah Bapak, Ibu
mengetahui adanya potensi gempa, potensi
tsunami, dan potensi likuivaksi di
sekitar Palu? Jadi kami bertanya kepada
masyarakat yang sudah terdampak, tapi
kami bertanya, eh sebetulnya Bapak Ibu
tahu enggak sih di tempat Bapak Ibu
tinggal ini punya potensi gempa? Dan
jawabannya adalah 95% dari masyarakat
tidak mengetahui daerahnya memiliki
potensi gempa.
84%
tidak mengetahui bahwa daerahnya
berpotensi tsunami. 71% tidak mengetahui
bahwa daerahnya memiliki potensi
likuidaksi. Jadi kebanyakan masyarakat
tidak mengetahui daerahnya berpotensi
bencana. Ada sebagian yang mengetahui.
Dari sebagian yang mengetahui, kami
tanya
dari mana Bapak Ibu bisa mengetahui
darahnya memiliki potensi bencana?
Jawabannya adalah ee belajar dari media
ada 2%.
Ee yang paling banyak adalah pernah
merasakan sebelumnya gitu. Itu angkanya
cukup banyak 16%. Kebanyakan tidak tahu.
Tapi ada yang tahu ketika kami tanya kok
bisa tahu? Oh, ternyata pernah merasakan
sebelumnya karena 40 tahun sebelum gempa
Palu pernah terjadi gempa yang mirip
dengan gempa Palu. Jadi, ada beberapa
generasi yang umurnya cukup senior
mungkin di atas 50, di atas 60 tahun
pernah merasakannya dan mereka tahu ada
potensi gempa. Tapi itu angkanya sedikit
sekali. Nah, 66% pernah mendengar
cerita. Ada yang pernah cerita terus ke
mereka dengar, oh ternyata kita pernah
punya gempa loh di masa lalu itu 6%. Dan
membuat yang membuat kami cukup surprise
hanya 2% yang kemudian mengetahui karena
belajar dari sekolah. Jadi kemudian kami
melihat bahwa ternyata sedikit sekali
masyarakat yang mengetahui karena mereka
belajar dari sekolah. Bisa jadi karena
kemudian tidak mendapatkan informasi
dari sekolahnya ataupun kemudian sekolah
pun tidak mengetahui sehingga informasi
tidak diberikan. Tapi ini ee menjadi
diskusi penting bagi kami bahwa ternyata
hanya sedikit sekali masyarakat yang
mengetahui potensi gempa dari melalui
proses pendidikan.
Bagaimana dengan Cianjur Bapak Ibu
sekalian? Jadi tadi grafik ini adalah
untuk ee untuk Palu dan bagaimana untuk
Cianjur.
Untuk Cianjur ee misalnya kami bertanya
apakah ee kepada masyarakat pandangan
tempat tinggal merupakan daerah yang
rawan gempa. Jadi kami tanya apakah
Bapak Ibu sekalian merasakan daerahnya
itu rawan gempa atau tidak? 100%
menjawab tidak rawan gempa. Jadi mereka
berpendapat bahwa daah mereka itu
sebetulnya daerah yang aman dari gempa
bumi sampai kemudian gempa terjadi. Jadi
ketika kami survei ke masyarakat yang
ada di daerah pengungsian, kami tanya
apakah menurut Bapak Ibu daerah mereka
rawan gempa? Enggak. 100% menjawab tidak
rawan gempa. Mereka tidak pernah
mendapatkan informasi ee adanya potensi
gempa. Kemudian kami pun bertanya lagi,
apakah ee setelah gempa kemarin apakah
akan ee daerah Bapak, Ibu mungkin tidak
mengalami ee risiko kerusakan akibat
gempa di masa depan? Jadi, karena sudah
masa depan mungkin enggak nih kena gempa
lagi gitu ya. Kami tanya dan hanya 29%
yang menjawab. Iya. Walaupun sudah
mengalami ya kayaknya sih cuman kemarin
aja lah ke depannya enggak akan lagi
gitu ya. Ini dibuktikan bahwa 45%
menjawab tidak. Yang lain sisanya tidak
memberikan jawaban apapun.
Kemudian ee ee jadi ketika kami ee
bertanya ee pada masyarakat misalnya
kami tanya apakah gempa bumi itu
bencana? Mereka menjawab iya bahwa gempa
bumi itu bencana. ee tapi mereka ee
merasa bahwa wilayah mereka tidak
mungkin terdampak gempa sampai gempa
gempa betul-betul terjadi. Dan ee kami
bertanya juga apakah masyarakat biasa
untuk mengambil tindakan ataupun
kesiapsiagaan untuk gempa bumi?
Jawabannya 95% tidak. Jadi mereka tidak
menyiapkan ee untuk gempa bumi.
Kira-kira hal yang sama juga kami
temukan pada saat kami bertanya sesudah
gempa Lombok 2018. Jadi kebanyakan dari
kita tuh tidak mempercayai bahwa
wilayahnya berpotensi mengalami gempa
sampai gempa betul-betul terjadi.
Bapak, Ibu sekalian dan ini ee slide ee
slide terakhir ee untuk membuka diskusi.
Seandainya masih ada. ee kami memahami
bahwa untuk mengurangi risiko bencana,
tujuan kita di akhir di sebelah kanan,
maka kita memerlukan penelitian sumber
gempa. Jadi kita memerlukan ee riset
yang baik akan sumber gempa dan potensi
gempa. Tetapi itu tidak bisa berjalan
secara maksimal tanpa kemudian adanya
kebijakan pemerintah yang kuat untuk
upaya bersama mengurangi resiko bencana.
Dan kebijakan pemerintah tersebut harus
bertemu dengan pengetahuan lokal di
masyarakat. harus mengakomodir
pengetahuan lokal di masyarakat.
Sehingga kemudian kajian risiko bencana
merupakan suatu proses yang melibatkan
peneliti di satu sisi, pemerintah di
sisi yang lain di atas dan kemudian
masyarakat. Nah, sesudah itu baru
dilakukan dialog dialog antara ee yang
melibatkan komunitas, masyarakat, ee
media, LSM dan akhirnya kita bisa
mengurangi risiko bencana. Dan ini saya
kembalikan lagi kepada kesimpulan yang
di awal. Ee terima kasih Bapak, Ibu
sekalian ee untuk ee untuk bisa
mendengarkan diskusi ini dan juga untuk
waktu yang telah diberikan. Selamat
siang,
ya. Baik. Ee terima kasih, Pak, atas
pemateriannya. Ini menarik sekali ya.
Kita menemukan fakta bahwa ternyata
masih banyak ini yang belum mengetahui
potensi gempa di ee wilayahnya
masing-masing ya, Pak. Ee lalu mungkin
ada ee pertanyaan ini dari peserta yang
akan kami tampilkan.
Iya. Ini Pak pertanyaannya.
Baik. Ee terima kasih. ee saya ee
mencoba menjawab pertanyaan satu persatu
Bapak Ibu sekalian. Ada pertanyaan yang
pertama. Apakah gempa tektonik maupun
vulkanik yang ter di Indonesia sering
keterkaitan gempa yang satu dengan yang
lain? Jadi apakah satu gempa kemudian
terkait dengan gempa yang lain? Ee
jawabannya adalah iya untuk kasus
tertentu dan tidak untuk kasus yang
lain. Sebagai ilustrasi begini, Bapak
Ibu sekalian. Bapak, Ibu mungkin masih
mengingat ada gempa di Lombok ee yaitu
di Lombok terjadi gempa ee dari mulai
bulan Juli sampai Agustus ya. Jadi
deretan beapa gempa dan sempat terjadi
empat kali gempa dengan mangitudo ee
enam masing-masing ee yang selangnya 1
minggu. Jadi satu gempa kemudian memicu
gempa kedua, gempa kedua memicu gempa
ketiga, gempa ketiga memicu gempa
keempat gitu ya. Jadi habis pertama
minggu depan ada lagi gempa, minggu
depan lagi ada gempa lagi, terus ada
lagi gempa lagi. Nah, itu yang kemudian
satu gempa punya keterkaitan satu sama
lain. Kita sebagai ee kita sebut sebagai
picuan gempa. Satu gempa memicu gempa
yang lain itu bisa terjadi. Ada juga
gempa di Sumatera yang kemudian kalau
tidak salah itu gempa ee ee 11 12
September tahun 2009.
Jadi ada ada terjadi ee dua kali gempa.
Gempa pertama kemudian memicu gempa yang
kedua. Jadi ada satu gempa yang terkait
satu sama lain. Tapi tidak selalu Bapak
Ibu sekalian. Kebanyakan tidak.
Kebanyakan ya gempa adalah aktivitas
yang independen. Independen. Jadi ada
satu sumber gempa yang tertentu yang
memang gempanya hanya terjadi di wilayah
tersebut tetapi kemudian ada gempa yang
terjadi di wilayah yang lain. Ee
mudah-mudahan saya menjawab peran yang
pertama. Kemudian
apakah studi aktivitas patahan di
wilayah Tangerang Selatan ee terkait
publikasi aktivitas seik di Pasarbo
beberapa bulan lalu oleh BMKG ya. Ee ee
ini pertanyaan yang sangat penting ee
sampai saat ini di dalam peta sumber dan
bahaya gempa Indonesia yang diterbitkan
secara resmi oleh Pusat Studi Gempa
Nasional ataupun Pusgen dan ini menjadi
bagian dari SNI 1726
2019 ee mengenai bangunan tahan gempa di
mana lampirannya adalah peta gempa
Indonesia. kita belum pernah memasukkan
ada sumber gempa yang masuk ke daratan
di ee wilayah ee DKI. Jadi kemudian
sumber gempa yang kita ketahui hanya ada
di Jawa Barat yang di daratannya. Begitu
masuk ke wilayah DKI itu kita belum
memasukkan.
Tetapi kemudian fakta-fakta gempanya ada
gitu ya. Jadi kemudian ada ee
gempa-gempanya terjadi ee padahal sumber
gempanya belum didefinisikan. Nah,
sekarang ee tim sedang bekerja kemudian
untuk mendefinisikan sumber-sumber gempa
tersebut. Kenapa? Karena fakta gempanya
sudah ada. Harusnya kemudian kita punya
memiliki penjelasan bagaimana dengan
sumber gempanya. Jadi, menjawab
pertanyaan tersebut ee betul sekali
bahwa sekarang ee riset ee sedang
berlanjut. Ada beberapa sidah publikasi
yang menunjukkan bahwa sumber gempa dari
sistem sesar dari Bendeng juga memasuki
bagian selatan dari ee DKI dan mungkin
termasuk dengan apa yang disampaikan
dalam ee pertanyaan ee tersebut.
Kemudian ada pertanyaan selanjutnya
mengenai pulau Kalimantan e tidak ada
gunung berapi apakah bisa ada potensi
gempa juga ee di wilayah Kalimantan ya.
potensi gempa di Kalimantan itu ada ya.
Ee dan mungkin ee Bapak Ibu para ee
peserta diskusi hari ini dari ee Eko Edu
pasti paham mungkin pernah merasakan
ataupun melihat berita ada beberapa
gempa di Kalimantan. Jadi potensi gempa
di Kalimantan itu ada terutama di
Kalimantan bagian timur. Jadi di
Kalimantan bagian timur itu cukup banyak
ee gempanya walaupun tidak terlalu
besar. Jadi potensi gempanya ada tetapi
magnitudonya tidak besar. Itu
mudah-mudahan tetap seperti itu ya. Jadi
ee magnitudonya tidak terlalu besar.
Jadi kami belum pernah ee paling tidak
dalam data yang kami kumpulkan, kami
tidak belum pernah memiliki ee data
gempa di Kalimantan yang di atas enam
gitu ya. Jadi kalaupun ada ya ee
mudah-mudahan gempanya hanya seperti
sekarang di bawah Mayitud 26 hanya 3 kom
sekian atau 4 sekian yang ee tidak
berdampak signifikan dan tidak merusak.
Kemudian pertanyaan selanjutnya, salam
sejahtera. Salam sejahtera kembali. Izin
bertanya, apakah pembangunan bendungan
raksasa akan memicu pergeseran sesar
terhadap suatu kawasan? Terima kasih.
Ini pertanyaan yang sangat penting dan
menarik. ee mengingat bahwa gempa itu
adalah proses ee dibangun dari proses
akumulasi
energi dan rilis gitu ya. Jadi ada teori
sederhana yang disebut ee teori ee kalau
dalam bidang kami bidang gempa bumi
yaitu teori elastic rebor namanya. Jadi
teori sederhana tersebut menggambarkan
bahwa gempa terjadi karena ada akumulasi
yang terkumpul untuk waktu yang panjang
kemudian tiba-tiba lepas rebound,
akumulasi rebound gitu ya. Nah, ketika
ee dibangun sebuah struktur yang besar
misalnya struktur ee bendungan, maka
bendungan tersebut itu akan
mengakumulasi
regangan. Jadi tekanan dari air itu akan
membuat ee ee tegangan dan regangan itu
meningkat pada saat variasi airnya
kemudian misalnya airnya surut maka
kemudian akan berubah pada saat naik
berubah. Jadi kemudian perubahan tekanan
itu diduga memicu eh yang kita sebut
dengan injus seicity kegempaan dan itu
biasa terjadi tetapi kabar baiknya
magnitudonya tidak besar. Jadi,
gempa-gempa-gempa kecil, gempa-gempa
mikro yang kemudian bisa berdampak
signifikan apabila ada sumber gempa
dekat dengan bendungan. Jadi, bisa
terjadi ee ada perubahan tekanan tidak
kita harapkan tidak kita harapkan
menghasilkan gempa-gempa mikro tetapi
tidak berbahaya sebetulnya. Hanya saja
apabila ada sumber gempa yang utama dan
itu biasanya dihindari pada saat proses
pembangunannya. Ee jadi biasanya pers
pembangunan suatu infrastruktur
strategis apalagi ee bendungan itu
kemudian menghindari ee adanya ee ee
adanya ee struktur yang besar. Oh, maaf
ee mudah-mudahan menjawab. Tapi
sebelumnya ada ee pertanyaan dari Mas
Fadil, Pak Fadil 27. Apakah ke depannya
ada teknologi yang memprediksi gempa
secara pasti mengingat ke depannya
perkembangan ilmu dan teknologi akan
semakin berkembang? Jadi saat ini ee
prediksi gempa itu belum bisa pasti ya.
Jadi ee kemudian kalau kami biasanya
para periset itu ee ee mengatakan
biasanya kita tidak mau mengatakan
prediksi gempa, kita menyebutnya dengan
potensi gempa. Tapi saya termasuk yang
yakin bahwa suatu saat di masa depan
dengan kemampuan teknologi mungkin kita
bisa memprediksi gempa dengan lebih
baik. Jadi kalau sekarang itu potensi
gempa itu dikategorikan sebagai medium
term prediction. Jadi prediksi dalam
jangka menengah. Jadi bisa mengetahui
potensi dalam arti probabilitas gitu ya.
Jadi kita menghindari mengatakan
prediksi kita menyebutnya potensi
probabilitas. Nah, suatu saat apabila
datanya semakin baik, apabila data
pengamatan semakin lengkap, kemudian
historisnya semakin lengkap, kemungkinan
kita akan memasuki short term
probability dan mungkin akan semakin
mendekati prediksi. Eh, tahapan riset
tersebut sekarang terus berkembang.
Kemudian ada pertanyaan terkait berapa
jarak aman bangunan dari sobekan
permukaan atau survei rakyat. Ini
pertanyaan yang sangat penting Bapak Ibu
sekalian. Ee beberapa yang kami
rekomendasikan misalnya kami terlibat ee
ee ketika diskusi dengan tim untuk
membahas daerah yang aman untuk sesar
Palukoro misalnya kami ee rekomendasikan
15 m di kiri, 15 m di kanan. Jadi ee
kenapa itu perlu dikasih koridor 15 m?
Jadi jangan ya enggak enggak usah
terlalu jauh juga gitu ya, cukup 15 m di
kiri, 15 m di kanan itu perlu ada karena
yang kita khawatirkan kalau gempanya
besar ya. Kalau gempa besar kita bisa
mengakibat ee bisa mengalami apa yang
disebut dengan robekan di permukaan atau
surface structure. Jadi kalau eh banyak
gempa yang tidak ada surface
structure-nya pun banyak juga. Biasanya
kalau gempa di atas enam itu ada
robekannya atau 6,5 ada robekan di
permukaannya. Kalau mengacu pada
pengalaman beberapa negara ya. Jadi
kalau ada gempa di atas 6 atau 6,5
biasanya ada robekan di permukaan. Itu
yang kita hindari sehingga kemudian kita
buat apa yang disebut dengan buffer
zone. Ini contohnya misalnya di ee
Palukoro memang gempa di atas 7 kan 7,4.
Nah, baru kita kasih buffer zone.
Ee kemudian ada pertanyaan mengenai ee
dari Saudara ee Zulina Siifaul. ee
tolong berikan penjelasan mengenai
kegiatan yang harus dilakukan pasca
gempa bumi. Jadi dalam konteks eh respon
dan recovery ya ee ini bukan bidang
kepakaran saya, tapi dari beberapa
pengalaman kami pada saat ee terlibat
untuk ee penanggulangan bencana di
beberapa daerah yang paling pertama itu
kan rescue itu pasti. Jadi kalau
biasanya kami kalau tim riset itu mundur
dulu di belakang. Yang pertama itu
respon tuh yang pertama rescue. Dan agar
responnya baik dan rescue-nya baik maka
ee kita harus melakukan upaya untuk ee
memberikan pengetahuan bagaimana
melakukan respon dengan yang baik. Jadi
ee kami sering menemukan fakta bahwa
masyarakat misalnya tidak sempat
menolong tetangganya yang di sebelah
kiri atau di sebelah kanan karena mereka
tidak memiliki pengetahuan bagaimana
untuk menyelamatkan ee warga di tengah
reruntuhan. Jadi banyak sekali yang
kemudian tidak sempat terselamatkan. Ee
kadang-kadang gempa terus ada isu
tsunami orangnya kabur padahal tidak ada
tsunami dan mereka tidak sempat menolong
tetangganya. Nah, jadi salah satu yang
penting itu adalah kemampuan untuk
merespon dan mer-rescue. Itu menurut
saya sangat penting dan strategis untuk
dimiliki. Nah, sesudah itu baru kemudian
ee pada saat ee setelah itu baru ee kita
mengajak masyarakat untuk membangun ee
hunian sementara. Itu pun perlu
dipersiapkan karena banyak sekali
kualitas hunian sementara yang ee tidak
maksimal. Kadang-kadang hunian sementara
itu kualitasnya beda-beda tergantung
siapa yang ngebantu ngebangun gitu ya.
Jadi kalau NGO yang ngbangunnya bagus,
bagus. Tapi kalau yang dibangunnya NGO
yang tidak kuat ya enggak bagus, itu
kadang-kadang kami cukup prihatin. Nah,
sesudah. Nah, tapi ee saya rasa bahwa ee
proses respon ee rescue, rehabilitasi,
rekonstruksi ini sangat penting dan
strategis dan ee kita pun harus
melakukan hal tersebut. Selain juga
pemerintah kemudian harus melakukannya
dengan secara sistematis.
Ee selamat siang. Eh, ada pertanyaan
dari Pak Petrus ee ahli K3 Migas.
Sosialisasi dan mitigasi bencana alam ee
gempa bumi dan tsunami bagi masyarakat
pesisir pantai perlu dua kali dalam 1
tahun. Ya, saya rasa itu menjadi sangat
penting apabila apalagi kalau ini kan
persoalan model yang sangat khas
Indonesia Bapak Ibu sekalian ya.
Jadi ee ee ee bisa jadi kemudian model
mitigasi bencana untuk tsunami di
wilayah Indonesia kita tidak bisa
kemudian ngikut aja dengan model yang
dikembangkan negara lain gitu ya.
Misalnya model yang dikembangkan di
Jepang bisa jadi tidak cocok di wilayah
kita. Kenapa? Karena potensinya berbeda.
Sebagai ilustrasi yang berbeda itu
adalah misalnya di wilayah kita itu
banyak sekali potensi tsunami yang
dekat. kita sebut dengan nearfield
tsunami yang waktu kedatangan tsunaminya
bisa jadi lebih pendek dari 10 menit 15
menit. itu beda dengan model tsunami
yang kemudian di pantai misalnya di
Jepang, pantai timur Jepang yang
jaraknya dari sumber gempa ke wilayah
pantai itu bisa lebih dari 200 kilo tapi
wilayah kita biasanya sumber gempanya
sangat dekat sehingga yang disampaikan
oleh Pak Petrus itu sangat baik bahwa
kemudian kita harus bisa melakukan upaya
mitigasi dan sal rutin dilakukan dan itu
modelnya harus khas Indonesia.
ee parameter apa yang dilakukan oleh
para ahli untuk menentukan daerah rawan
bencana. Ini poin yang sangat baik dari
Pak Iwan. Untuk konteks gempa bumi yang
pertama adalah memahami adanya sumber
gempa. Parameter dari sumber gempa itu
adalah tadi maksimum magnitude, kemudian
lokasi, kemudian panjang, lebar, dan
bidang. Ee ingat bahwa gempa bukan
sebuah titik, tapi adalah sebuah bidang.
Yang selanjutnya adalah parameter
geometri dari bidangnya. miringnya ke
mana, diep-nya berapa. Kemudian
parameter mekanisme bagaimana arah dari
gempanya, apakah dia deep slip naik ke
atas atau turun ke bawah eh eh
trusting ataukah secara geser mendatar
sinistral kemudian dekstral. Itu yang
pertama sumber gempa. Yang kedua setelah
kita mengetahui sumber gempa, kemudian
kita memodelkan dampak goncangan dari
sumber gempa tersebut di permukaan. Jadi
kemudian simulasikan ada gempa, kemudian
kita lihat goncangannya. Setelah kita
melihat dampak goncangan, kita kemudian
melihat dampak goncangan terhadap
struktur. Nah, dari sana baru kita bisa
melihat daerah mana yang memiliki
risikonya tinggi dan risikonya rendah.
Demikian, Pak Iwan. Bapak, Ibu sekalian
mudah-mudahan saya menjawab ee
pertanyaannya. Terima kasih. Mohon maaf
apabila ada kekurangan.
Iya. Baik, ya. Terima kasih, Pak, atas
ee jawaban dari
pertanyaan-pertanyaannya.
Ee kita masih memiliki waktu beberapa
menit kembali. Mungkin ee bagi Bapak Ibu
semua yang masih ingin bertanya ee bisa
menggunakan fitur rise hand-nya
karena pertanyaan di Slidu ee sudah
terjawab semuanya.
Ada lagi mungkin Bapak Ibu yang ingin
bertanya?
Ada yang
Oh, ternyata ini masih ada satu
pertanyaan lagi, Pak, yang ada di slide.
Mungkin kami akan tampilkan kembali.
Iya. Ee baik, ada pertanyaan yang sangat
baik. Ee sebenarnya jika ada gempa lebih
baik diam, berlindung di bawah meja,
beralih keluar.
Ee
Bapak, Ibu sekalian, ada
ee beberapa model yang dikembangkan di
berbagai negara. Jadi, misalnya ee hold
and cover gitu ya. Jadi kalau ada gempa
wah bertahan terus kemudian berlindung
gitu ya. Itu cocok untuk beberapa
situasi Bapak Ibu sekalian sebagai
ilustrasi. Kalau Bapak Ibu misalnya di
bangunan ee bangunan
Bapak Ibu di bangunan ee lantai tinggi
misalnya. Jadi kalau Bapak Ibu di
bangunan di atas ee lantai 3 ke atas
ee saya biasanya kalau ee ee keluar kota
kemudian tinggal di dekat dengan ee
pantai yang saya tahu ada potensi gempa
ee saya akan memilih untuk tinggal di
lantai atas. Kenapa? Karena aman dari
tsunami. Dan kemudian ee pada saat kita
di lantai atas, pada saat gempa terjadi
itu tidak ke mana-mana bertahan. kita
berlindung misalnya di bawah meja dengan
tujuan tidak kena pecahan kaca. Ee
karena seringkiali pengalaman kami
survei di lapangan bahwa bangunan lantai
tinggi ketika terjadi goncangan itu
enggak akan lantai 5 kemudian jadi
miring jatuh gitu enggak ya? Lantai 5
jadi lantai satu enggak lantai 5 jadi
lantai 4 gitu. Kenapa lantai dasar itu
banyak sekali rusak ee fondasinya rusak
kemudian turun ke bawah gitu ya. Jadi
lantai atas terus turun ke bawah. ini
kami banyak sekali menemukan fakta
ketika gempa Palu, gempa Lombok, gempa
ee Padang 2009 jadi seperti itu gitu ya.
Jadi Bapak Ibu kalau di lantai atas ya
bertahan saja jangan ke mana-mana. Nah,
pertanyaannya adalah bagaimana kalau
kita di lantai satu? Apakah kemudian
kita akan ee bertahan? Nah, ada beberapa
saran dari beberapa pakar di luar negeri
yang bertahan enggak usah keluar. Tapi
pertanyaannya adalah seberapa kuat
bangunan kita? Kan? Jadi asumsinya kita
bertahan itu bahwa bangunannya tidak
tidak roboh, tidak ada kerusakan
struktur. Jadi kerusakannya hanya
kerusakan arsitektural gitu ya,
kerusakan plafon jatuh gitu ya. Tetapi
kalau misalnya kami ini pun sering
melihat bangunan dari fakta kami survei
ke lapangan. Kalau memang bangunannya
kita bangunan ee beberapa lantai tapi
tidak kuat ee dan Bapak Ibu melihat ada
peluang untuk keluar itu keluar kalau di
lantai satu ya. Tapi kalau lananti atas
tuh sebaiknya tidak ke mana-mana, tetap
bertahan. Karena seringki orang menjadi
korban itu di tangga. Jadi saya
menemukan ini mohon maaf ee saya
teringat ee survei di sebuah hotel di ee
di di utara Kota Palu, di sekitar pantai
yang kemudian banyak ee kami menemukan
banyak korban di tangga karena orang
yang danti atas pun berusaha lari ke
bawah kemudian numpuk di tangga.
Tangganya ah colollaps dan banyak korban
di situ. Kami pun menemukan banyak
korban di lantai satu. Kenapa? Karena
yang tadinya lima lantai jadi empat
lantai, lantai satunya hilang, lantai
dua jadi lantai satu gitu, bruk gitu
turun. Jadi mereka yang ada di lantai 2,
3, 4, 5 enggak apa-apa gitu ya. Yang
lantai satu kemudian hilang. Jadi ee
memang itu tidak mudah dan tidak ada ee
makanya saya sampaikan ini bisa jadi
persoalannya itu khas kita khas
Indonesia dan tidak bisa kita buat model
umum. Eh, hold duck and cover itu cocok
kalau bangunan satu lantai eh bertahan
di bawah meja kalau memang kemudian kita
merasa bahwa bangunannya tidak akan
rubuh gitu ya. Jadi bertahan di bawah
meja itu ideal.
Tapi tidak selalu demikian apabila dan
kami menemukan banyak bukti kemudian
bangunannya kemudian collapse.
Mudah-mudahan saya menjawab
pertanyaannya. Terima kasih.
Iya, tadi Pak ada yang ee rise hand ya,
Pak Fibra. Mungkin boleh disampaikan Pak
untuk pertanyaannya.
Halo.
Iya, Pak.
Sudah terdengar?
Iya. Selamat siang. Saya eh Vibra
Satyagraha dari Noken Live Media Lokal
di Papua.
Ee saya ingin bertanya, Pak ee tentang
terkait hampir setiap hari kita pantau
laman BMKG di Papua ini semenjak 3
Januari itu hampir setiap hari terjadi
gempa kecil.
Ee
pernah dengar salah satu ahli bilang
justru ee terjadi gempa kecil lebih
sering itu lebih baik gitu karena
terjadi pelepasan energi secara
perlahan. Mungkin mohon penjelasannya,
Pak. Terima kasih.
Iya. Ee terima kasih Mbak ee Fibra.
Salam kenal. Mudah-mudahan ee diberikan
kesehatan di Papua. Ee
jadi menjawab pertanyaan Ibu, apakah
gempa kecil itu baik kemudian melepaskan
energi? Ada dua hal, Bu. Yang pertama
bahwa gempa kecil itu adalah indikasi
adanya potensi gempa. Jadi kemudian
kalau kami yang bekerja di bidang gempa
bumi, salah satu melihat eh daerah ini
punya potensi gempa tidak. Yaitu kita
melihat adanya gempa-gempa kecil. Nah,
gempa kecil itu biasanya kami plot ini
bidang gempanya mana gitu ya. Oh,
ternyata gempa-gempa kecil tersebut
membangun sebuah ee sebuah pola yang ee
pola yang kemudian sistematis. yang kita
simpulkan, oh ini bidang gempanya
misalnya bidang gempanya adalah sebuah
bidang ee timur barat misalnya melewati
sebuah kota tertentu. Oh, ternyata
bidangnya segini gitu. Nah, kemudian
kita hitung gempa kecil itu jumlahnya
berapa, yang lepas berapa. Nah, sesudah
kita hitung yang lepas berapa, maka
keseluruhan yang belum lepas itu berapa,
gitu. Nah, bisa jadi yang lepas itu
tidak signifikan dengan potensi
sesungguhnya. Jadi menjawab pertanyaan
Ibu bahwa apabila potensi gempanya
misalnya potensi gempanya lima Bu ya
kemudian di sana ada gempa skala dua
skala 3 gitu gempa skala dan dua dan 3
yang banyak itu akan mengurangi potensi
gempa lima secara signifikan.
Jadi kemudian ah kalau gitu nanti enggak
akan terlalu besar nih karena yang
besarnya aja lima tapi ini belum datang
tapi du dan tiganya sudah datang kan
jadi hilang pelan-pelan. Yang jadi
persoalan adalah potensi gempanya tujuh
misalnya, tetapi yang datang baru du dan
3 yang artinya yang tujuh ini masih
cukup besar terakumulasi. Yang dua dan 3
itu tidak mengurangi gempa tuuh secara
signifikan, Bu.
Jadi ee menjawab pertanyaan Ibu itu bisa
jadi memang betul, tapi satu hal yang
harus kita pas pastikan dulu potensi
gempa sesungguhnya itu berapa gitu ya.
Nah, ee seperti ee seperti layaknya tadi
saya menggunakan contoh gempa Lombok,
Bu. Gempa Lombok itu begitu muncul
pertama kali itu gempanya enam pertama
kali. Terus karena saya tahu bahwa
potensi sesungguhnya di sana itu ee eh
maaf pertama tuh 5,9 karena ee potensi
gempa sungai itu adalah tuuh. Jadi
begitu ada media tanya 5,9 dalam hati,
"Oh, saya senang nih berarti berarti kan
potensi gempanya ternyata udah keluar
gitu ya." Eh ternyata enggak. Habis 5,6
tu beberapa minggu kemudian ada
magnitudo 6,2. Jadi ternyata karena
potensi gempa sesungguhnya lebih besar
dan ee 5,6 di Lombok yang di awal itu
tidak mengurangi potensi gempa
sesungguhnya. Jadi secara signifikan
tentunya berkurang tapi berkurangnya
tidak signifikan. Jadi menjawab
pertanyaan Ibu bahwa ee betul mengurangi
tetapi kita harus lihat dengan jeli
sebetulnya potensi gempa sesungguhnya
itu berapa baru kita bisa melihat
pengurangan akibat gempa kecil itu
berapa. Jangan-jangan tidak signifikan
atau bisa juga signifikan. Terima kasih.
Iya. Baik. Eh berikutnya Pak ada
pertanyaan dari Pak Ricky Candra.
Mungkin Pak Ricky boleh menyampaikan ee
pertanyaannya, Pak.
Ya. Ee, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Ya, ee sebagaimana ee saya ingin
bertanya Pak tentang gempa ini kan yang
kita dengar kan ee dampaknya memang
banyak potensi negatifnya ya kepada
lingkungan. Nah, apakah saat ini ada
teknologi, Pak? Kita memanfaatkan
getaran gempa ini untuk memetakan
kondisi topografi bawah tanah. Nah, ini
kan mungkin akan bermanfaat kita untuk
bisa mendeteksi ee aliran air tanah
ataupun lain sebagainya. Saat ini kan
itu di bawah tanah itu masih satu hal
yang misterius. Nah, nah jika itu memang
ada, apakah ee sudah diterapkan saat
iniitu? Makasih, Pak.
Iya. Ee terima kasih, Pak Riki. Ee iya
betul sekali, Pak. Bahwa ee kalau saya
termasuk yang meyakini bahwa gempa itu
bukan bencana, Pak. Ya. Jadi gempa itu
bukan bencana. Gempa adalah sebuah
proses alami yang memang harus terjadi
seperti layaknya letusan gunung api.
Jadi ketika akumulasi energinya magma
sudah sampai ke ke dekat permukaan, ya
dia harus meletus. Begitu pula gempa
bumi ketika proses tektonik yang
berlangsung ratusan bahkan jutaan tahun
sudah berlangsung dengan lama, maka
suatu saat itu harus dilepaskan sebagai
sebuah gempa bumi. Pulau Jawa yang
bergerak 2 centti ee setiap tahun ke
arah timur, Australia yang bergerak 7
centti ke utara setiap tahun itu akan
mengakumulasi energi dan kemudian pasti
menjadi gempa. gempa menjadi bencana ee
pada saat kemudian tadi ee disampaikan
pada saat kita tidak siap untuk kemudian
membangun infrastruktur yang untuk
menahan potensi goncangan tersebut.
Apakah kemudian ee gempa tersebut
memberikan manfaat? Tentu saja yang
disampaikan Parik itu betul. Jadi yang
sekarang pun kita menggunakan gempa
untuk melihat citra tiga dimensi dari
bumi kita. apa yang terjadi di kedalaman
100 kilo. Bahkan kita bisa mengetahui
kedalaman lebih dalam dari 500 kilo itu
dari data gempa. Karena gelombang gempa
itu melewati lapisan struktur ee batuan.
Bahkan Bapak Ibu sekalian bahkan ee
untuk keperluan eksplorasi kita
menciptakan dalam tanda kutip gempa gitu
ya. Kita menciptakan getaran agar
gelombang gempeksi
untuk melihat ini kayaknya ada minyak di
mana nih. Ini kelihatannya ada potensi
gas di mana nih? gitu ya. Itu malah kita
bikin dalam tanda kutip gempa ya, gempa
yang kecil yang terkontrol. Kita berikan
getaran ee kita gunakan untuk melihat
struktur di bawah bumi.
Pak Riki, mudah-mudahan saya menjawab
pertanyaannya. Terima kasih.
Iya. Selanjutnya, Pak yang ingin
bertanya kembali yaitu Pak Agus. Silakan
Pak Agus untuk menyampaikan
pertanyaannya.
Iya.
Terima kasih,
Bu. Saya dari Pak Agus ingin bertanya,
Pak. Ini Pak, saya ingin tahu potensi
gempa di Gunung Muria di wilayah Kudus.
Apakah itu gunungnya tidur atau ada
potensinya? Hanya itu aja. Terima kasih,
Pak.
Terima kasih, Pak Agus. Ee salam kenal,
Pak Agus. Mudah-mudahan ee Pak Agus
diberikan kesehatan.
Ee
ee Pak Agus, jadi ee kami pernah
melakukan riset di sekitar MURIA. Ee ee
dan yang pertama mungkin menjawab
pertanyaan Bapak bahwa dalam konteks ee
vulkanik di wilayah MURIA adalah gunung
api yang tidak aktif, Pak. Ya. Jadi
tidak ada bukti ee aktivitas ee
vulkanism yang signifikan dalam beberapa
puluh tahun. Jadi menjawabkan Bapak itu
tidak aktif. Ee bagaimana dengan sumber
gempa? Sumber gempa itu ada di bagian
selatannya, Pak. Jadi ada beberapa sesar
aktif yang kami duga ee ee
sebentar saya coba carikan slide atau
tidak apa-apa. Jadi ada beberapa sumber
gempa yang ada ee ee ada sesar Lasem di
sana Pak ee kemudian mungkin terlalu
jauh ya ada sesar Bumi Ayu kalau tidak
salah. Ee ee kelanjutan dari sesar
kendeng badi bis juga ada di bagian
selatan. Ee mudah-mudahan saya menjawab
pertanyaan Bapak yang pertama dalam
konteks ee ee Gunung Api ee tidak ada
bukti ke tingkat aktivitas Gunung Api
tapi dalam konteks sumber gempa ada,
tapi kemudian cukup jauh Pak Agus di
bagian selatan. Semoga saya menjawab
pertanyaan Bapak. Terima kasih.
Iya. Selanjutnya ada yang masih ingin
bertanya juga ini Pak dari Pak ee Pak
atau Ibu ini ya ee Radiatul Marah
silakan.
Ya, Pak Radiatul Marah mungkin boleh
untuk ee mengunmute
ya, mungkin masih ada kendala. Ee kita
langsung saja lanjut ke Pak Murdiman.
Silakan, Pak.
sepertinya.
Terima kasih. Ee tanya sebentar. Apakah
ada korelasi antara skala gempa dengan
radius yang ditimbulkan? atau ada ada
kepastian ketika skala misalnya 5R itu
berarti radiusnya 7 kilo atau ada ee
hal-hal yang mendasar yang menjadi
perubah atau misalnya di situ karena
struktur ee di bawahnya batuan ataupun
ee pasir ataupun lembut atau keras itu.
Ee itu tadi pertanyaan yang pertama.
Terus yang kedua ee karena kami sering
di dalam tugas ee ee infrastruktur yang
penting misalnya di pinggiran pantai ee
apa yang bisa kami sarankan terhadap ee
apa pelaku usaha atau industri ataupun
apapun yang khususnya yang dirawat
bencana sehingga mereka juga memiliki
semacam mitigasi, adaptasi ataupun juga
termasuk ketika mereka membangun
infrastruktur yang ee ee diperlukan
sehingga meminimalkan keteg bisa menjadi
bencana. Terima kasih.
Terima kasih, Pak Murdiman. Ee semoga
selalu diberikan kesehatan, Pak. Senang
sekali bisa bertemu dengan Bapak, Ibu di
ee pertemuan Eko Edu. Ee menjawab
pertanyaan yang Bapak ee mungkin ee saya
ingin bercerita sedikit bahwa kita
sering mendengar magnitudo gempa, Pak.
Ya, itu menyatakan kekuatan gempa dalam
bidang sumbernya. Dan rumus menghitung
magitud gempa itu sederhana, Pak. Yaitu
ee panjang bidang gempa dikalikan dengan
lebar bidang gempa dikalikan slip terus
dikalikan dengan kondisi batuan, kita
sebut dengan rigiditas. Kita bisa
menghitung magnitudo dari gempa. Itu ee
rumusnya. Dan magnitudo gempa itu kita
tidak lagi menggunakan magnitudo skala
rers gitu ya. Kita sering mendengar ada
orang bicara gempa 5,6 skala rers itu
tidak ada lagi karena skala rure itu
sudah tidak digunakan dalam perhitungan
magnitudo sekarang. Itu yang pertama
Pak. Jadi, magnitudo itu menggambarkan
bagaimana
kekuatan gempa di sumbernya dan
sumbernya itu bisa kedalamannya 5 kilo,
bisa kedalamannya 100 kilo, bisa
kedalaman lebih dalam lagi. Nah,
kemudian ada yang disebut dengan
intensitas gempa. Nah, intensitas gempa
itu adalah dampak goncangan di
permukaan.
Jadi, ada magnitudo, ada dampak
goncangan. Nah, jadi yang Bapak
sampaikan itu benar sekali bahwa apabila
magnitudenya tertentu ada rumusan
empiris sederhana, maka dampak
goncangannya itu sebesar apa gitu ya.
Jadi kalau magnitudo 2 dan 3 ya
goncangannya itu harusnya sangat lokal
dan goncangannya pun tidak terlalu
keras. Jadi dampaknya lokal,
goncangannya pun tidak keras. itu
magnitud eh 2 dan 3 begitu 4 dan 5 ya
lebih luas lagi dan lebih keras lagi.
Jadi ada rumus empiris sederhana Pak
yang bisa menghubungkan antara ee
magnitud dengan dampak goncangan atau
intensitas. Tapi tadi Bapak betul sekali
juga ada daerah-daerah yang kemudian
mendapatkan goncangan lebih besar
dibandingkan dengan magnitudonya.
Jadi, eh kok harusnya sih intensitas
atau dampak guncangan itu enggak besar?
Kenapa? Karena magitudonya enggak besar,
jaraknya pun enggak dekat-dekat amat
gitu ya. Nah, itu yang kemudian kita
sebut kemudian ee yang kita sebut
sebagai daerah yang teramplifikasi,
daerah yang diperkuat goncangannya.
Jadi, ada daerah yang kemudian tingkat
goncangannya diperkuat atau
diamplifikasi.
Nah, seperti apakah daerah yang
diamplifikasi atau diperkuat
guncangannya? Yaitu misalnya
daerah-daerah yang banyak kemudian tanah
lunaknya.
Jadi, tanah-tanah sedimen lunak seperti
misalnya produk vulkanik. Kalau Bapak
masih ingat ketika terjadi gempa di ee
di Bantul di selatan Jogja sesar opak,
maka ada beberapa daerah seperti daerah
Bantul itu goncangannya lebih kuat
dibandingkan daerah Kulon Progo
misalnya.
Kenapa? Karena di situ dihasilkan daerah
yang dihasilkan dari ee daerah yang
lunak sebagai produk dari Merapi. Produk
vulkanik. Makin numpuk makin numpuk
hampir 2 seteng tahun sekali kan Merapi
meletus tanahnya tuh makin lunaknya
makin tebal. Itu yang kemudian
memperkuat guncangan.
Nah, mudah-mudahan pertanyaan pertama
bisa terjawab. Nah, pertanyaan yang
kedua ini penting sekali apalagi mungkin
Bapak Ibu yang bertemu dengan
masyarakat. Saya termasuk yang meyakini
bahwa kita bisa selamat atau kita bisa
ee bisa terhindar dari dampak goncangan
gempa. Caranya bagaimana? Cara yang
pertama adalah kita pahami risikonya
Bapak, Ibu sekalian. Jadi ngobrol kita
hari ini itu di antaranya untuk melihat
risikonya seperti apa. Ada tadi
disampaikan juga oleh Mas Tiko bisa
lihat dari informasinya dari BNPB, dari
Inaris untuk melihat oh di tempat kita
itu resikonya seperti apa gitu. Nah, itu
yang kemudian didialogkan bersama Pak
Bapak Ibu. Nah, yang kedua adalah ee
cara yang sederhana itu bangun
kesadaran.
Jadi risiko memahami risiko itu
membangun pengetahuan, literasi. Yang
kedua, bangun kesedaran. Bagaimana cara
membangun kesedaran? Yaitu dengan
misalnya dengan membuat jalur evakuasi
bersama. Karena pada saat kita membuat
jalur evakuasi ee bersama-sama, kita
perlu dialog dengan masyarakat kan ya.
Nah, pada saat kita membangun evakuasi,
kita kemudian membangun kesepahaman
dengan masyarakat. Jadi kalau ada
kelompok petani, kelompok nelayan,
kelompok pengajian, eh kita harus bicara
nih mengenai potensi gempa di ee di kota
kita nih. Kita harus bikin jalur
evakuasi. Jadi kalau ada tsunami kita
mau evakuasi ke mana? Enggak mungkin kan
setiap orang evakuasinya beda-beda gitu.
Jual evakuasi itu harus bersama-sama dan
disepakati. Itu cara kita kemudian untuk
mendialogan dan membangun awareness
bersama. Siapa yang harus menyelamatkan?
Siapa? ada orang tua yang harus
diselamatkan lebih awal itu harus
kemudian didialogkan.
Ee itu langkah praktis yang biasanya
saya sarankan, Pak Murtiman.
Mudah-mudahan saya menjawab pertanyaan
Bapak.
Iya. Baik, selanjutnya ada pertanyaan
ini dari Pak Setiama. Mungkin bisa
disampaikan, Pak Pertanyaannya.
Silakan Pak Stiang.
Halo.
Iya, Pak. Sudah terdengar.
Oh, iya. Oke.
Ee baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee izin nanya nih, Pak
Irwan.
Ee yang ingin saya tanyakan, apakah ada
pengaruh ee antara gempa di suatu tempat
ee dengan ee tempat yang lain yang
dilalui oleh zona vulkanik maupun
tektong gitu kan. Terus yang kedua,
apakah ada
ee solu apa ee kembangkan atau kita
implementasikan kepada masyarakat
mengenai struktur bangunan yang harus
dibikin di masyarakat agar ee ketika ee
suatu saat ada gempa itu meminimalisir
ee korban-korban yang ada di keruntuhan
bangunan. Seperti itu, Pak. Terima
kasih, Pak Irwan.
Iya, terima kasih, Pak Setiama. Eh,
mudah-mudahan Bapak dan keluarga dalam
keadaan sehat. Ee untuk pertanyaan yang
pertama ee ee apakah ada kaitan antara
satu gempa dengan gempa yang lain? Ee
iya betul Pak. Ee apabila dia berada
dalam satu sistem sesar yang sama itu
sangat berkaitan. ee bisa jadi kemudian
memiliki periodisasi yang sama ataukah
kemudian satu gempa pun bisa memicu
gempa yang sama eh gempa yang berdekatan
seperti yang tadi saya ilustrasikan
sebagai gempa di Lombok
yang memicu banyak gempa-gempa lain di
lokasi yang sama di Lombok Utara. Tapi
ada juga yang tidak ada kaitannya, Pak.
Misalnya antara gempa Lombok dengan
gempa Palu tidak ada kaitannya. antara
gempa Papalu dengan Mamuju Majene,
antara Mamuju Majene dengan gempa Ambon
tidak ada kaitannya karena memang ada
mereka berada dalam sistem tektonik yang
berbeda. Nah, kemudian pertanyaan yang
kedua terkait dengan bangunan. Ee ini
poin yang sangat penting juga Pak. Tadi
saya ee terlewat untuk disampaikan ke
Pak Murdiman bahwa ee kan sebetulnya ya
Pak Setiama, Bapak Ibu sekalian, Pak
Murdiman, kita itu adalah bangsa besar
yang punya sejarah yang panjang, Pak.
Ya, jadi ee ee
ee saya pernah berkunjung ke banyak
tempat. Misalnya orang Aceh itu sudah
punya bangunan khas di wilayahnya, orang
Padang sudah punya bangunan di khas di
daerahnya, Rumah Gadang misalnya, orang
Sulawesi Selatan, orang Lampung, orang
Jawa Barat, orang Banten, Jawa Tengah
mereka punya punya kekhasan sendiri. Dan
itu bangunan yang memang dibangun oleh
nenek moyang kita cocok dengan
lingkungan kita yang punya potensi
gempa, Pak.
Jadi sebetulnya kalau kita ikut dengan
nenek moyang kita zaman dulu dan
kemudian tidak silow dengan konsep
modernisasi yang artinya rumah seperti
rumah sekarang gitu ya, rumah batu bata
yang diekspor dari negara yang enggak
ada gempa,
insyaallah sebetulnya dampaknya tidak
akan dahsyat. Tetapi kan persoalannya
membuat rumah kayu itu sekarang belum
tentu lebih murah daripada rumah batu
bata kan, Pak? Ya. Jadi kadang-kadang ya
mahal juga gitu. Dan pertanyaannya
apakah nanti aman enggak dari kebakaran,
aman enggak dari maling gitu ya. Nah,
sebetulnya ada kaidah-kaidah membangun
bangunan. Saya bukan pakar mengenai
struktur, Pak. Tapi ada berdasarkan
pengalaman survei kami di lapangan,
kita bisa mengadopsi nenek moyang kita
dulu. Itu yang pertama. Tapi kalau itu
tidak bisa kita lakukan, kita kemudian
oke membangun bangunan dengan ee batu
bata atau beton, tapi perhatikan
misalnya ee strukturnya yang baik. Jadi
kami sering menemukan misalnya ee kalau
ada rekan yang struktur paham ini
kayaknya sih ee apa tulangannya enggak
cukup gitu ya. Besinya harusnya ukuran
berapa inci malah pakai berapa inci.
Terus ikatannya pun enggak betul gitu.
Jadi kalau ingin membangun dengan
bangunan ee batu bata ataupun dengan
semen itu silakan dan itu oke. Tapi
perhatikan fondasinya harus sesuai ik ee
jenis bahannya pun harus baik, ikatannya
yang baik, detailing-nya pun diterapkan
dengan baik.
Jadi ee sebetulnya bisa Pak ee kita
lakukan ee sekarang pun ada beberapa
model-model yang diperkenalkan oleh
Kementerian PU mengenai bangunan tahan
gempa. Ee itu pun kita bisa ikuti.
Mudah-mudahan menjawab pertanyaannya Pak
Setio.
Iya. Sekali lagi terima kasih, Pak, atas
jawabannya dan terima kasih juga kepada
ee Bapak Ibu semua yang sudah bertanya.
Mungkin untuk sesi pertanyaannya ee kita
cukupkan saja ya, Pak. Ee karena waktu
sudah menunjukkan pukul 12.50. Mungkin
ee terakhir Pak Irwan ee ada yang ingin
disampaikan mungkin ee untuk closing
statement-nya
ya. Ee terima kasih Bapak Ibu sekalian.
Ee ini merupakan kesempatan yang baik ee
kita bisa bertemu. Ee saya sangat senang
untuk bisa berdiskusi dengan Bapak Ibu
sekalian. Seperti yang saya tadi
sampaikan bahwa ee kita sebagai sebuah
bangsa yang besar ee harusnya tangguh
akan menghadapi bencana. Kita pernah
punya sejarah yang panjang bagaimana
nenek moyang kita bertahan dalam kondisi
bencana dengan membangun bangunan yang
tepat itu pun harus kita lakukan.
Dan apalagi sekarang kita ditambah
dengan teknologi untuk mengetahui
potensi gempa. Jadi potensi bencananya
sudah diketahui.
Dan kemudian salah satu yang saya rasa
sangat penting adalah meningkatkan
literasi kita, meningkatkan pemahaman
kita akan potensi bencana. Mudah-mudahan
upaya Eko Edu ini bisa berlanjut
meningkatkan literasi kita bersama untuk
ee tahan dan tangguh menghadapi bencana.
Sekali lagi terima kasih.
Wasalamualaikum. warahmatullahi
wabarakatuh.
Ya, waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Ya, untuk mengakhiri sesi
ee kedua sekaligus sesi terakhir di
webinar kali ini mungkin ee melakukan
dulu sesi dokumentasi. Jadi, bagi Bapak
Ibu yang bisa mengaktifkan kameranya,
silakan untuk ee oncam
ya. Saya mulai dari slide pertama. 1 2
3.
Slide selanjutnya 1 du.
Iya, mungkin dicukupkan untuk sesi
dokumentasinya.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih
banyak kepada Bapak Ibu semua. ee kepada
Pak Irwan juga yang sudah ee memaparkan
pemateriannya ya, memaparkan materinya
yang sangat ee menarik ini. Ee semoga ee
dari webinar kita kali ini dapat ee
meningkatkan awareness ya ee terhadap
kita semua untuk ee kembali mencari
informasi mengenai potensi gempa yang
ada di ee masing-masing daerah khususnya
yang ee daerah yang terdekat dengan kita
ya. Terima kasih, Pak atas waktunya. ee
mungkin ee silakan jika ingin
meninggalkan
ee Zoom meeting dan semoga kita bertemu
kembali ya, Pak. Mungkin nanti di
offline ya, Pak. Terima kasih banyak
ya. Saya ucapkan terima kasih banyak
kepada Bapak, Ibu semua yang sudah ee
mengikuti webinar dari awal hingga
akhir. Dan saya mengingatkan kembali
untuk link presensinya sudah ada ee di
kolom chat dan akan kami tutup di pukul
13.15 15 nanti dan ee isian presensi
tersebut sebagai ee syarat untuk
mendapatkan e-sertifikat dan
e-sertifikatnya akan kami share ke email
Bapak Ibu masing-masing ee 2 sampai 3
hari setelah ee webinar ini berakhir.
Saya tutup. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Persetujuan teknis limbah P3 penyusunan
dokumen
[Musik]