Kind: captions Language: id diakses di [Musik] manapun. Jadi, awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli gitu. Sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar begitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu yang akan menyengarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya baca baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana EU menyampaikan informasinya. Ego itu bagus karena itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mentarnya itu bagus-bagus dan terbaiklah [Musik] kejutannya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. ee bertahun dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam keasan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan Eduidu ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang [Musik] didapatkan. EKTP efektif, tepat, dan profesional, hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional, dan juga ke sini. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan webinar ini merupakan webinar terakhir pada bulan Ramadan. Ee saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Semoga Bapak dan Ibu semua dalam keadaan baik dan masih semangat dalam menjalankan ibadah puasanya. Baik, untuk hari ini webinar Ekoedu akan mengangkat tema perkembangan teknologi PLTN dan potensi aplikasi PLTN generasi lanjut di Indonesia. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semua, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak Ibu ee izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami. Yang pertama yaitu pelatihan perhitungan emisi gas rumah rumah kaca dan perdagangan karbon yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 18 April 2025. Lalu pada minggu yang sama terdapat pelatihan dan sertifikasi penanggungjawaban pengendalian pencemaran air atau yang biasa disingkat PPPA dan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemodelan kualitas air sungai Queluk dan WASP yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 25 April tahun 2025. Jika Bapak dan Ibu melakukan pembayaran pada HAM-1 pelatihan, maka Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% dari biaya investasi. Untuk informasi lebih lanjut, Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami Riris Danisa. Bapak, Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami, yakni ada Instagram, YouTube channel, Facebook X, dan juga Bapak, Ibu dapat ee mengunjungi website kami yaitu www.ecoco.id ataupun jika Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, Bapak Ibu ee silakan mengakses ke pendaftaran ecoedu.co.id. Selain itu kami juga terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline sesuai dengan permintaan dari instansi perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak dan Ibu semua di pelatihan. Selanjutnya kita akan langsung masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai perkembangan teknologi PLTN dan potensi aplikasi PLTN generasi lanjut di Indonesia. Ee dan kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat. Baik, perkenankan saya memperkenalkan narasumber kita hari ini, yaitu Prof. Dr. Zaki Suud, MM. Beliau merupakan guru besar dalam bidang fisika reaktor nuklir dan keselamatan nuklir di ITB. Dan kebetulan Prof. Zaki sudah ada di dalam ruangan Zoom. Selamat siang, Prof. Zaki. Selamat siang, ya. Bagaimana, Prof. Kabarnya untuk siang hari ini? Baik, alhamdulillah Bu sehat-sehat ya. Alhamdulillah ya. Alhamdulillah, Prof. Ee baik, Prof. Izin sebelum kita mulai izinkan saya menyampaikan beberapa teknis. Untuk pemaparan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dengan menggunakan aplikasi Slidu dan dilanjut dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Prof. Zaki. Dan kepada Bapak Ibu semuanya selamat mengikuti acara webinar hari ini. Baik, saya izin share screen ya. Baik, terima kasih. Apakah suara saya sudah terdengar cukup jelas? Ee sudah terdengar, Prof. Baik, terima kasih. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Ee di sesi ini saya akan menyampaikan topik tentang perkembangan teknologi PLTn dan potensi aplikasi PLTN generasi lanjut di Indonesia. Ee Bapak Ibu sekalian, mungkin ee di antara kita kalau dengar PLTM wah ee yang ke bayang itu seperti kecelakaan Fukushima atau Chernobil begitu ya. Jadi apa namanya cukup mengerikan begitu. Nah, tetapi sebetulnya kalau kita lihat ee PLTN ini juga mengalami evolusi teknologi yang cukup pesat ya. Jadi setiap kali ada kecelakaan sebetulnya PLT ini sudah menggunakan teknologi yang paling canggih dari teknologi yang ada. Jadi kalau di antara sistem-sistem engineering yang ada, maka yang paling ketat standar dan teknologinya itu sebetulnya PLTN. Tetapi walaupun sudah begitu, tetap saja bisa terjadi kecelakaan ya dan itu ee membuat ee suatu revolusi teknologi. Nah, itu yang akan kita bahas di dalam ee sesi kita hari ini. Ee ini adalah cakupan pembahasan kita dari pendahuluan evolusi teknologi PLTN, kemudian ada prospek PLTN modular ini suatu perkembangan baru. Kemudian PLTN besar itu mungkin kita bisa jumpai di generasi. Kemudian kita akan melihat di sesi berikutnya tentang prospek aplikasi PLTN di Indonesia. Dan kesimpulan Bapak, Ibu sekalian ee peserta webinar ini kita amati akhir-akhir ini perubahan iklim itu terasa lebih jelas dampaknya. Misalnya kalau kita lihat di beberapa negara seperti Eropa yang ee selama ini hampir tidak pernah kedengaran banjir, kebakaran yang hebat, termasuk di Amerika yang terakhir-terakhir di Los Angeles ya, itu kita jumpai banyak sekali banjir-banjir dahsyat yang luar biasa. setahun 2 tahun yang lalu di Jerman, terus di Spanyol ya tahun lalu di Amerika kebakaran Los Angeles itu para pakar memberikan pernyataan bahwa itu ada kontribusi dari eh global warming juga dan juga yang juga kalah dikhawatirkan adalah ee pencairan es dikutub yang bisa membuat permukaan air itu semakin naik dan itu bisa berdampak tenggelamnya beberapa wilayah pantai di Indonesia. Karena tanpa kenaikan air pun beberapa wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Demak, Pekalongan itu mengalami penurunan tanah sedemikian sehingga ee daerah yang terendam itu menjadi semakin ee luas. Daerah pantai mulai tertikis dan hilang begitu ya. Nah, ini semua tentu perlu suatu penanganan yang harus dilakukan secara kolektif. Nah, ini kalau kita lihat perlu eh radical change ya, perlu adanya penanganan yang sangat radikal untuk menangani global warming. Pada intinya kita harus membatasi produksi gas rumah kaca secara signifikan. Nah, dalam konteks inilah kita melihat prospek dari PLTN generasi lanjut yang bisa memegang peran penting di sini. Mengapa? karena PLTN itu ee tidak menghasilkan gas rumah kaca di dalam operasinya. Sementara PLTN ini memiliki density energi yang sangat besar sehingga bisa menggantikan peran seperti batu pembangkit batu bara, pembangkit gas untuk menjadi ee base load di dalam produksi listrik misalnya. Nah, ini adalah gambaran ee pengguna PLTN di tahun 2023 ini kalau kita lihat ee ini adalah negara dengan pengguna yang terbesar mulai dari Amerika, kemudian ee Cina, Amerika, Cina, kemudian Prancis. ini dari sisi produksi energinya ya dan seterusnya. Kemudian kalau dilihat dari persentase berapa persen nuklir itu menyumbangkan listrik di masing-masing negara, ternyata paling tinggi Prancis. Tahun yang lalu itu Prancis listrik menyumbangkan 62,4%. Di bawahnya sedikit ada Slovakia itu 62%. Ukrainia ini tidak ada data persis karena situasi sedang perang. Belgia itu 45%, Hongaria, Slovenia dan seterusnya ya. Sampai Amerika itu sebetulnya PLTn-nya paling banyak. Ini dari produksi energi juga paling banyak. Tetapi kalau dari sisi persentase untuk pembangkitan listrik ini hanya 17,8% ya. Baik, berikutnya. Iya. Oke, kita lanjutkan. Maaf ada kendala. Ee nah ini adalah ee perbandingan beberapa bentuk energi yang pada akhirnya digunakan oleh manusia di dunia. Pertama di sini ada ee batu bara ya, batu bara. Kemudian merah ini minyak. Ee ini gas. yang hijau ini bioenergi dan ee sampah. Kemudian ini listrik ya. Kemudian yang terakhir adalah berupa panas. Nah, berikutnya ini adalah dari sisi listrik. Jadi dari total produksi yang untuk listrik itu kontribusi dari masing-masing komponen itu ada berapa? ini misalnya kalau di tahun 0 itu ee produksi listriknya sekitar ini dan ini kontribusinya paling banyak dari batu bara, minyak, kemudian gas. Ah, ini nuklir. Ee ini hidro dan ini nuklir. Ya, biru itu hidro dan ini nuklir. Di tahun 90 ini penggunaan batu bara tampaknya naik memang konsumsi secara menyeluruh meningkat. Nah, di tahun 90 ini ee ini juga cukup besar ya kontribusi dari nuklir. Ada peningkatan yang cukup besar. Kemudian tahun 2000-an ini meningkat lagi, nuklir juga masih meningkat. Di sini kalau kita lihat. Nah, di [Musik] tahun 2010 misalnya ini ah ini ada sedikit mulai ada pergeseran ya di sini 2022 ini ee solar ini mulai masuk agak signifikan yang tadinya belum masuk sebelumnya. Kemudian withdraw ada juga peningkatan di sini artinya ini renewable ee peranannya mulai meningkat di sini. Nah, berikutnya ini adalah ee total pembangkit yang tersedia ya di sini di dunia ini kalau kita melihat dan perbandingannya untuk nuklir. Jadi di tahun 2022 itu ada sekitar [Musik] 8.281 ee gigw elektrik dan nuklir itu ada 371 yang kalau dihitung sekitar 4,5%. Nah, perkiraan untuk 2030 ini ada perkiraan low dan high. itu kalau low-nya sekitar 403 GW elektrik untuk nuklir ini untuk totalnya tidak berbeda di sini. Kemudian untuk estimasi high estimate itu 462. Nah, ini kira-kira 4% kalau yang high ini 4,6%. Kemudian yang 2040 ini meningkat lagi menjadi 434 low-nya dan high-nya 681. ini antara 3,4 sampai 5,3 untuk kontribusi ee nuklir bagi pembangkit listrik keseluruhan dan di 2050 ini diperkirakan naik menjadi antara low-nya itu 458, high-nya 8 90 dan ini ee kontribusinya antara 2,8% sampai 5,4%. Selanjutnya di sini ee ini adalah dari sisi produksi listriknya. Kalau tadi dari kapasitas pembangkit, dari kapasitas pembangkit nuklir memang relatif kecil, tetapi nuklir itu bisa dipakai terus-menerus sebagai baselot. Sedangkan misalnya sebagai perbandingan untuk solar itu tentu tidak bisa 24 jam menghasilkan listrik. Mungkin di daerah kita Indonesia pun paling mungkin sehari 6 jam atau 8 jam paling banyak. Nah, jadi dari sisi produksi listriknya kalau kita lihat ini nuklir itu bisa mencapai 9,2% meskipun dari sisi kapasitas pembangkit hanya 4,5% dan di dalam high estimate di 2050 itu diperkirakan bisa mencapai 14,3% dari sisi yang paling maksimal ya. Nah, sekarang saya akan masuk ke prinsip kerja reaktor nuklir. Reaktor nuklir itu energinya didapat dari reaksi fusi nuklir, visi nuklir, yaitu pembelahan uranium atau inti-inti lain. Misalnya plutonium atau uranium 233 itu juga bisa. Nah, ini gambarannya sebuah netron itu ee ditembakkan pada uranium 235. Kemudian ee dari situ dihasilkan dua pecahan visi. Dan dari dua pecahan visi ini selain itu ada empat netron atau 5 netron. Ini tergantung jenis ee reaksinya. Jadi ada bervariasi kadang bisa du bisa lima. Nah, secara rata-rata kalau untuk reaktor termal itu kira nilainya kira-kira 2,45 ee nitron perisi dihasilkan. Nah, pertanyaannya netron ini ke mana saja? Nah, kalau di dalam ee kalau di dalam bom atom nitron ini semuanya diarahkan untuk memicu visi berikutnya sehingga energi itu dalam waktu sangat singkat bisa menjadi ee terkumpul sangat besar dan sangat menghancurkan. Tetapi di reaktor nuklir itu tidak mungkin. Karena apa? Byin material yang digunakan itu dirancang agar supaya yang meneruskan ke visi berikutnya itu hanya satu netron. yang lain akan diserap oleh material di sekitar reaktor. Ada juga yang keluar teras sehingga by desain reaktor nuklir itu tidak mungkin berubah menjadi bom atom. Tidak mungkin karena by desain di dalam materialnya itu sudah dirancang secara rata-rata hanya satu netron dari sekian netron yang dihasilkan itu yang akan memicu visi berikutnya sehingga daya reaktor itu relatif stabil. Nah, ini adalah perbandingan energi nuklir dengan energi kimia. Jadi, kalau energi kimia misalnya batubara, minyak, biomassa, dan sebagainya itu prinsipnya berbasis karbon. Kalau kita satu atom karbon kita bakar, kita dapat energi ya mungkin ini satu-satuan energi kita sebut 4 elektron volt. Nah, kalau uranium 235 ini kita belah dengan menembakkan elektron kepadanya, maka kita akan mendapatkan 200 juta elektron vol. Jadi, kira-kira 50 juta kali lebih besar dari yang kita dapat dari pembakaran satu atom karbon. Inilah sebabnya nuklir itu dikatakan memiliki density energi yang sangat tinggi. Sebagai gambaran mungkin kalau kita lihat ada kapal induk itu biasanya ditenagai dengan nuklir. Kalau kapal induk ditenagai dengan mesin diesel mungkin dia harus ngisi bahan bakar beberapa hari sekali. Tetapi kalau kapal induk itu ditenagai dengan nuklir, ngisi bahan bakarnya cukup 20 tahun sekali. Jadi kapal induk itu cukup mengisi bahan bakar 20 tahun sekali. Sedangkan kalau pakai solar ya itu mungkin bisa pakai ee beberapa hari sekali harus diisi lagi. Jadi itulah gambaran bagaimana nuklirnya density energinya luar biasa besar. Nah, ini adalah gambaran reaktor nuklir yang paling banyak ee digunakan di dunia ini. Ee reaktor nuklir ketika mengalami reaksi fisik maka dihasilkan netron. Nah, kalau kita lihat energinya, netron yang dihasilkan itu energinya tinggi sekali. ordernya mega elektron volt, jutaan elektron volt. Sedangkan kalau kita lihat ini adalah cross section atau peluang terjadinya reaksi nuklir, reaksi visi. Kita lihat ini logaritmik ya. Jadi kalau kita ambil di daerah di mana netron itu dihasilkan energinya itu peluang terjadinya interaksi cuman kira-kira 1 ban. Dibandingkan kalau kita ambil di daerah termal itu bisa mendekati 1000. Atau kalau yang rata-rata di daerah yang digunakan di reaktor PWR misalnya itu sekitar 560-an bar. Jadi probabilitas terjadinya reaksi fisik di daerah termal ini jauh lebih tinggi. Itulah sebabnya ee di awal pengembangan ee PLTN untuk listrik maka digunakan ee reaktor air dan ee pembangkitan fisinya itu dirancang di daerah termal. Nah, sekarang pertanyaannya kalau netron dihasilkan di daerah energi tinggi kemudian visinya dirancang untuk dihasilkan di daerah termal maka berarti harus ada proses untuk membawa netron dari energi tinggi ini ke energi rendah, energi termal. Nah, proses ini disebut moderasi. Jadi untuk reaktor nuklir termal seperti PWR yang mayoritas dipakai di dunia saat ini sekitar 70% lebih itu ada proses moderasi atau penurunan energi netron dari jutaan elektron volt ke orde di bawah 1 elektron volt. Nah, proses moderasi ini pada hakikatnya adalah menumbuk-numbukkan nutron dengan atom yang sedapat mungkin ee besarnya itu menyerupai netron. Nah, di sini ee untuk moderasi ini yang paling efektif atom-atom kecil. Maka banyak digunakan sebagai pendingin dan sekaligus moderator itu air atau air berat atau berilium atau maksimum karbon itu yang bisa digunakan. Nah, mekanisme pengendalian reaktor reaktor nuklir itu bisa dikendalikan misalnya kalau kita ingin menaikkan daya itu kita bisa menggunakan batang kendali. Ini gambarnya seperti ini. Jadi, setiap reaktor nuklir biasanya dipasang batang kendali yang bisa digerakkan naik dan turun ke dalam reaktor. Nah, batang kendali ini bagian bawahnya diberi boron. Boron itu penyerap netron yang sangat kuat. Jadi kalau kita mau menurunkan daya reaktor, batang kendali ini kita turunkan, maka penyerap netron itu akan menyerap banyak netron dan menyebabkan turunnya daya reaktor. Kalau kita ingin menaikkan daya, batang kendali ini kita naikkan, maka ee penyerapan elektron berkurang, dayanya akan naik. Nah, ini adalah standar-standar dalam pembangunan dan pengoperasian reaktor nuklir. Nah, reaktor nuklir merupakan produk yang dikontrol secara internasional dengan sangat ketat sehingga jaminan kualitasnya termasuk yang paling baik di antara produk-produk industri yang lain. Standar-standar prosedur termasuk dalam hal pengoperasian dan sistem keselamatan harus diterapkan dengan sempurna agar izin pengoperasian dapat berjalan dengan lancar. Nah, kenyataannya memang masih terjadi beberapa kecelakaan. Nah, ini kita melihat evolusi teknologi di PLTN termasuk yang pada intinya revolusi teknologi itu banyak dipicu karena adanya kecelakaan. Jadi, misalnya ini reaktor nuklir mulai dioperasikan secara komersial itu kira-kira di pertengahan dekade 60-an yaitu tahun 5 ke atas gitu. Nah, ini di sini tahun 0-an itu banyak sekali dibangun PLTn dan kebanyakannya itu reaktor termal ya dan reaktor air itu yang dominan PWR dan BWR. Di sini ada juga tipe kendu VV ini yang tipe Chernobil ya yang ada di ini. Kemudian ini tipe gas yang ada di Inggris. Nah, di tahun 9 itu ada kecelakaan besar nuklir pertama namanya Trile Island. itu di Amerika Serikat dan ini ee menyebabkan teras reaktor itu meleleh. Tetapi karena desain PLTN di standar di negara-negara barat itu ada pengungkung. Jadi PLTN itu ada pengungkung tembok setebal 2 m. Nah, itu yang kemudian menahan bahan radiasi itu tidak lepas ke lingkungan sehingga walaupun terasnya meleleh tapi tidak sempat menyebarkan radiasi yang signifikan ke sekitarnya. Nah, di tahun -an ini setelah kecelakaan itu maka terjadi suatu situasi yang sangat ee syok di Amerika. Kalau kita amati Amerika itu tidak pernah membangun PLTN baru sejak kecelakaan Tremel Island sampai tahun 2010 ketika dia kemudian mulai membangun lagi dengan PLTN generasi baru. Nah, setelah kecelakaan itu maka terjadilah revolusi teknologi khususnya ee yang terkait dengan aspek keselamatan di sisi termal hidrauliknya. Nah, ada seorang pakar nuklir di Amerika yang waktu itu memimpin Manhattan Project yaitu Alvin Wenberg. Mungkin Bapak Ibu eh cukup mengenal karena beberapa waktu lalu filmnya eh telah beredar ya Manhattan Project ya. Nah, Alvin Wenberg ini adalah pemimpin Manhattan Project waktu itu. Dia kemudian menulis satu paper di jurnal yang sangat bergengsi yaitu Sence. Dia tulis judulnya adalah Second Nuclear Era. Nah, intinya adalah dia mengatakan era nuklir pertama itu mengandalkan sistem keselamatan aktif. Jadi, dengan teknologi yang paling canggih, dengan komputer yang sangat canggih dan peralatan yang sistem keselamatannya pun dirancang redundan saling independen sehingga peluang terjadinya kecelakaan itu kecil sekali. Tetapi ketika ternyata ada kecelakaan, para pakar nuklir di Amerika itu menjadi bingung bagaimana bisa dengan sistem secanggih ini dan seketat ini bisa terjadi kecelakaan. Maka eh Alvin Wenberg itu kemudian menawarkan bahwa sebaiknya di era nuklir berikutnya sistem keselamatan untuk mencegah dari kecelakaan yang fatal itu harus mengandalkan sistem pasif dan atau keselamatan inherent, yaitu sistem keselamatan yang hanya mengandalkan hukum-hukum alam. Jadi selama hukum-hukum alam itu berlaku maka tidak akan gagal sistem itu. Nah, itulah filosofi yang kemudian dipakai untuk merevolusi teknologi. Maka di tahun-tahun berikutnya lahirlah yang dikenal dengan generasi 3. Generasi 3 ini prinsipnya PLTN tipe air yang telah ditambahkan teknologi keselamatan pasif atau keselamatan inherent khususnya karena antisipasi terhadap kecelakaan Tremil Island. maka fokusnya pada antisipasi terhadap kecelakaan yang terkait thermal hidraulik. Nah, tetapi di tahun 6 1986 ada kecelakaan yang lebih besar yaitu kecelakaan Cernobil. Nah, kecelakaan Chernobil ini sangat dahsyat karena apa? Ya, mungkin kita bisa ceritakan latar belakangnya. Pertama, Chernobil itu bukan reaktor konvensional. Beda dengan reaktor yang digunakan PWR. BWR yang digunakan di negara-negara barat. Chernobil ini adalah reaktor yang sebetulnya desain awalnya adalah untuk membuat senjata mir. Jadi kita tahu di era tahun 60-an itu perang dingin sedang puncak-puncaknya dan Rusia secara relatif itu ketinggalan dari sisi senjata nuklir dibandingkan Amerika. Maka di tahun 60-an itu ee Rusia sedang giat-giatnya memperbanyak senjata nuklir. Nah, untuk itu dia membuat banyak reaktor nuklir untuk membuat plutonium bagi senjata nuklir. Tetapi orang Rusia ini hemat sekali sehingga dia pengin juga reaktor yang untuk buat senjata nuklir itu bisa menghasilkan listrik untuk PLTN. Maka ini menjadi dual function dan dampaknya adalah ada beberapa aspek keselamatan yang dikurbankan. misalnya salah satunya adalah feedback. Ada feedback yang positif yaitu feedback untuk temperatur pendingin. Jadi kalau temperatur pendinginnya naik maka dayanya akan naik. Itu tentu sangat berbahaya. Di reaktor-reaktor yang lain ee feedback untuk temperatur pendingin ini selalu negatif gitu ya. Nah, dampak mobil ini luar biasa dan itu terutama ke Eropa dan akhirnya ke seluruh dunia itu membuat orang menjadi sangat skeptis terhadap PLTN. Tapi di sisi lain itu kemudian memicu revolusi teknologi yang lebih besar. Kalau Trile Island ini menghasilkan revolusi generasi 3 dan 13, maka Chernobyl itu memicu revolusi yang lebih besar yang menghasilkan generasi 4. Nah, generasi 4 KLTN ini intinya adalah selain fokus pada masalah keselamatan yang lebih tinggi itu sekaligus untuk memecahkan sisa-sisa masalah yang masih ada di PLTN. Yang pertama misalnya untuk meningkatkan aspek keekonomisan. Kemudian terutama di safety yaitu memperkuat inherent safety atau passive safety. Yang ketiga untuk meminimalisir limbah dan yang keempat untuk proliferation resistance. Proleration resistance ini adalah upaya untuk mencegah penyebaran senjata nuklir. Jadi, bagaimana caranya PLTN yang dibangun tidak memberikan peluang bagi yang punya itu untuk misalnya mengambil bahan bakarnya untuk dibuat senjata nuklir. Nah, ini adalah teknologi yang terkait proliferation resistance. Nah, mungkin sedikit saya singgung dengan tentang kecelakaan Chernobil. Nah, Chernobil ini sekali sebetulnya bukan tipe reaktor biasa. Tadi saya sudah katakan karena dia reaktor yang awalnya dibangun untuk buat senjata nuklir, maka tipenya sangat berbeda dengan reaktor konvensional. Reaktor ini dia merupakan tipe kanal. Bahan bakarnya itu ee bisa di di diganti sambil beroperasi. Jadi, bahan bakarnya itu bisa didorong sambil beroperasi sehingga dia bisa dikeluarkan. Kalau orang mau buat senjata nuklir, dia perlu plutonium yang baru diproduksi dari reaktor langsung diambil. Nah, itu perlu sistem bahan bakar yang bisa dikeluarkan dengan cepat. Makanya dia menggunakan bahan bakar yang bisa di bisa diputar sambil beroperasi. Ini memang tidak lazim untuk reaktor-reaktor ee komersial yang ada. Nah, tapi ya ini karena memang awalnya dikembangkan untuk senjata nuklir. Nah, tetapi sebetulnya pertanyaannya mengapa dia sudah 16 tahun lebih sejak dioperasikan? Kok baru kecelakaannya di tahun 2000 eh di tahun 1996 eh '86. Ah, sebetulnya Chernobil ini memang dia tidak terlalu ideal dari sisi reaktornya karena dia merupakan dual function untuk senjata nuklir dan untuk listrik. tetapi dia juga diperlengkapi dengan sistem kontrol yang cukup canggih. Makanya sebetulnya ee sejak sekitar 5 lebih dari 15 tahun beroperasi itu tidak ada kecelakaan juga. Nah, kecelakaan Chernobil itu merupakan gabungan dari desain yang tidak ideal dengan kesalahan operasi yang fatal. Sebetulnya untuk reaktor termal itu tidak dimungkinkan untuk mengubah daya secara cepat. Jadi misalnya ee reaktor termal terutama yang besar seperti ini ini kalau dia dayanya diturunkan drastis ya dia akan padam dan enggak bisa dinyalakan lagi. Nah pada saat itu ada PLTN Chernobil yang sedang akan dipadamkan untuk maintenance. Nah, pada saat itu ee pemimpin bagian turbin itu meminta kepada anak buahnya supaya ee melakukan uji coba turbin di daya rendah. Ah, ini jadi pimpinannya itu tidak memahami prinsip kerja PLTN khususnya yang termal. Nah, dia memerintahkan seperti itu. Celakanya pada saat ee eksperimen itu akan dilakukan, tidak ada orang yang ahli reaktor nuklir di sana. Yang ada hanya orang ahli turbin beberapa orang dan mereka kemudian menurunkan daya itu dengan memasukkan batang kendali ke dalam reaktor. Ketika dayanya sudah mendekati nol, mereka maunya kemudian ditahan dayanya. Tidak mungkin karena ada efek senon. Senon ini adalah pecahan fisi yang memiliki cross action penyerapan netron yang sangat besar. Jadi pada saat reaktor itu diturunkan dayanya, senon ini naik populasinya dan kemudian itu menyebabkan reaktornya kemudian padam. Nah, secara prinsip mestinya reaktornya enggak bisa dinyalakan selama beberapa puluh jam gitu ya. baru nanti setelah senonnya habis baru boleh dinyalakan lagi. Nah, karena operator ini tidak memahami dia takut dengan atasannya yang menyuruh dia melakukan uji coba di ee daya rendah untuk turbin tadi. Maka dia tarik batang kendali satu dua dan seterusnya. Nah, celakanya reaktor Chernobil ini baru diganti bahan bakar. Sebetulnya kalau dia sudah setengah pakai saja ditarik semua batang kendali juga enggak akan nyala. Nah, tetapi ya apesnya dia baru diganti bahan bakar sehingga ketika hampir semua batang kendali ditarik maka nyala itu reaktornya. Nah, tapi begitu reaktornya nyala senonnya itu kemudian menyusut dan itu memicu ee reaktivitas yang luar biasa besar. Daya reaktor kemudian naik dengan sangat cepat dalam order detik dan kemudian menimbulkan ledakan yang dahsyat. Sebetulnya ketika terjadi vibrasi yang sangat kuat, operator itu sudah memahami, "Wah, ada something wrong." Dia mencoba memadamkan tapi sudah terlambat. Begitu. Jadi itu ee sekilas tentang kejadian Cherobil ya. Nah, di sini saya ada juga kecelakaan Fukushima. Kalau Fukusima itu memang dipicu oleh ee bencana alam. Tetapi juga ee kalau kita lihat di IAE dan di beberapa pakar Fukusima itu masih dikategorikan manmade. Mengapa manmade? Karena sebetulnya operator itu sudah diberikan peringatan untuk menaikkan dinding tsunami. Kemudian yang kedua sudah diberi peringatan juga untuk merapikan saluran solar sejak tahun 90-an oleh ekspert dari IA yang yangpeksinya. Nah, kelemahannya adalah Jepang sampai dengan kecelakaan Fibusima, regulator itu tidak independen. Regulator itu ada di bawah Kementerian Perindustrian, di bawah MITI. Sehingga regulator itu tidak punya power untuk melarang operasi reaktor yang tidak memenuhi ee prosedur. Dan yang juga sangat fatal itu adalah baterai tidak terpasang. Padahal harusnya baterai ini dalam operasi harus terpasang sebagai bagian dari backup. untuk kalau misalnya ada keadaan darurat yang listriknya mati kemudian gensetnya juga fail maka baterai ini adalah benteng terakhir untuk mencegah kecelakaan reaktor. Nah, celakanya waktu itu juga tidak dipasang. Mengapa tidak dipasang? Karena sebetulnya sistem jaringan listrik Jepang ini sangat tangguh. Sejauh ini gempa-gempa yang ada itu enggak pernah sampai memadamkan jaringan listrik. Jadi setelah reaktor otomatis padam, sisa panas yang ordnya 1% dari peluruhan bahan radioaktif itu selalu bisa diambil dari jaringan listrik. Sehingga selama ini genset dan baterai ini enggak pernah dipakai. Seumur-umur sekian puluh tahun Jepang mengoperasikan PLTn itu gitu. Nah, tapi itu kan seharusnya tidak boleh karena secara standar operasi ya mau seperti apapun genset dan baterainya harus selalu terpasang. Mengapa? karena ya dia fungsinya untuk mengantisipasi kondisi kejadian yang sangat darurat atau hypotetical accident yang kejadiannya mungkin sekali dalam 1000 tahun atau dalam 5.000 tahun. Jadi memang selama ini enggak pernah terjadi tapi sekali itu diperlukan dan tidak dipasang ya dampaknya seperti Fibusima. Nah, dari pengalaman kecelakaan-kecelakaan yang ada, maka bisa ditarik kesimpulan margin keselamatan harus dibuat sedemikian sehingga sekalipun ada kesalahan beruntun termasuk kemungkinan sabotase tidak memicu keselakan fatal. Nah, ini adalah yang melatar belakangi lahirnya generasi keempat. Kemudian semua komponen balikan reaktivitas ini harus negatif. Cernobil itu positif ya dari sisi ee koefisien untuk temperatur pendingin. Kemudian stuk pengukum standar barat mutak diperlukan. Ini yang pada kasus trial island itu menahan bahan radioaktif sehingga tidak lepas ke lingkungan dan tidak boleh ekses reaktivitas yang terlalu besar. Jadi seharusnya seperti Chernobil, ses reaktivitas stok bahan bakar di awal untuk operasi sampai 2 tahun itu awalnya harus dikompensasi dengan eh burnable poison sehingga tidak semuanya mengandalkan batang kendali agar supaya operator itu punya keterbatasan untuk ee menaikkan batang kendali hanya yang diperlukan untuk operasional. Kalau ini sudah diterapkan mestinya Chernobil tidak perlu terjadi. Nah, ini adalah ee kalau kita lihat prospek daripada PLTN dan dinamikanya. Setelah kecelakaan Fukushima, kita lihat ee prospek nuklir itu betul-betul turun ke titik nadir dan itu ee tapi ada positifnya. Positifnya apa? Setelah kecelakaan Tremal Island dan eh Chernobil, sebetulnya teknologi canggih generasi 3 dan generasi 4 itu sudah mulai dikembangkan. Tetapi industri nuklir itu sangat relaktasannya Cernobil itu tipe reaktornya yang bermasalah. Jadi nothing to do dengan PLTN generasi 2 yang ada di barat itu bukan urusan kita begitu. Tetapi setelah keselangan Fukusima, mereka tidak bisa lagi menolak. Dan kita bisa lihat pasca kecelakaan Fukushima, maka PLTNPLTN yang dibangun tidak ada lagi yang generasi dua, tapi semua dari generasi lanjut minimal generasi 3 plus dan ya generasi 4 mulai dibangun juga yaitu misalnya yang dari high temperature ke food reaktor yang sudah dibangun di Cina ya. Nah, tetapi setelah 5 10 tahun setelah kejadian Fukusima, ternyata problem pemanasan global ini menjadi sangat kuat isunya. Dan untuk mengatasi problem pemanasan global ini memang menjadi sangat sulit karena renewable energy memang banyak stok tapi kan ada keterbatasan operasinya. Energi surya misalnya hanya di siang dan terbatas gitu ya. sehingga perlu komposisi energi yang lebih beragam yang bisa menanggung baselot menggantikan batu bara. Nah, dalam posisi ini nuklir memiliki peran yang sangat cocok. Dia tidak menghasilkan gas rumah kaca. Dia bisa menghasilkan pembangkit yang luar biasa kapasitasnya. Pembangkit nuklir itu yang paling besar bisa sampai 1600 MW. Jauh lebih besar dari pembangkit-pembangkit batubara yang ada. Nah, di sini kita melihat pada apalagi kemudian terjadi konflik di ee Rusia dengan Ukrain itu membuat dunia Barat sangat menghadapi tekanan yang luar biasa karena harga gas naik yang luar biasa tinggi, kemudian ada keterbatasan suplai, kemudian minyak juga mengalami kenaikan waktu itu. Maka kemudian orang mau tidak mau berpaling kepada nuklir. Bahkan seperti Jepang yang terkenal langsung dampak Fibusima itu sekarang fasenya adalah mempercepat pengoperasian PLTN yang ada tentu dengan standar yang jauh lebih ketat. Dan kemudian Jepang juga mulai mengembangkan PLTN-PLTN baru dari generasi lanjut. Ah, ini adalah gambaran keselamatan inherent yang digadang-gadang pada generasi 3 dan generasi 4 itu seperti apa sih? Misalnya begini, kalau reaktor nuklir itu dipadamkan seperti pada Fukushima, pada kecelakaan Fukushima sebetulnya PLTN-nya itu sudah padam otomatis. Jadi kecelakaan Fukushima itu bukan karena PLTn-nya meledak enggak bisa dipadamkan. PLT-nya langsung padam saat itu. Nah, cuman sisa-sisa pecahan visi itu masih memiliki orde kira-kira 1% dari daya. Nah, sisa-sisa pecahan visi ini ee sisa-sisa pecahan visi ini harus dibuang. Kalau tidak dibuang, maka dia akan bisa menimbulkan kerusakan di teras walaupun ordennya di bawah 1%. Nah, untuk membuang sisa pecahan visi ini selama ini digunakan listrik dari jaringan. Kalau itu enggak ada akan digantikan oleh genset. Buku Sima itu punya sekitar 14 genset independen dan itu gensetnya juga nyala waktu itu ya. Tetapi karena saluran solarnya yang disuruh memperbaiki tidak diperbaiki ketika tsunami datang menerjang saluran solar dan gensetnya jadi padam. Nah, celakanya baterai tidak dipasang. Kalau baterainya sesuai dengan prosedur dipasang, maka harusnya dia masih punya 8 jam waktu untuk mencari solusi. Misalnya helikopter bisa datang bawa genset baru misalnya dan mestinya kecelakaan seperti Fukusima bisa dihindarkan. Nah, pada generasi ketiga dan keempat orang mengembangkan ee sistem keselamatan berbasis hukum-hukum alam. Jadi misalnya untuk membuang panas itu pakai sirkulasi alamiah yang menggunakan hukum gravitasi. Nah, ini ilustrasinya bisa kita bayangkan arsitek yang handal, yang hebat, dia bisa bikin rumah itu sejuk tanpa perlu pakai AC. Nah, itu gambarannya kira-kira seperti itulah. Nah, ini adalah gambaran PLTN generasi 3 yang sudah mengadopsi keselamatan pasif ee dan terutama ini munculnya PLTN modular itu cukup cukup menarik karena kalau dulu PLTN itu ukurannya besar-besar terutama untuk mengejar keekonomisan. Nah, belakangan ini muncul paradigma baru PLTN yang cenderung ukurannya itu lebih kecil paling enggak sepertiga dari ukuran PLTN besar atau bahkan kurang dari 1/10. Tapi PLTN-PLTN yang kecil ini bisa digabung dan kemudian menghasilkan ee apa namanya daya listrik yang bisa lebih besar dari PLTN yang besar yang satu gitu ya. Nah, di sini contohnya ee PLTN modular ini mempunyai prospek karena apa? Dengan ukuran kecil maka modul yang dibangun banyak dan ini bisa mendorong kepada produksi massal di pabrik. Kalau produksi massal di pabrik maka cost bisa ditekan. Kemudian yang sangat penting adalah dengan model produksi massal maka pembangunan PLTN itu bisa dikurangi waktunya. Salah satu yang bikin PLTN itu sangat mahal selain requirement standar material yang digunakannya itu sangat tinggi itu juga terkait dengan masalah lama pembangunan PLT itu kadang-kadang memerlukan antara 57 sampai kadang-kadang kalau ini ada yang sampai 10 tahun itu yang membuat cost juga menjadi lebih mahal. Nah, dengan modular dan waktu pembangunan bisa ditekan lebih kecil, maka diharapkan lebih kompetitif. Dan selain itu dengan produksi massal di pabrik, maka safety test-nya bisa secara skala penuh dilakukan di pabrik. Setelah lolos semuanya baru dibawa di lapangan untuk dioperasikan. Begitu. Dan ujung-ujungnya ee ini diharapkan reaktor kecil ini lebih mudah mempunyai keselamatan inherent dan lebih kompetitif ya di sini. Nah, salah satu kuncinya misalnya untuk reaktor air sama-sama reaktor air tapi karena reaktor ini kecil maka di dalam pressure vessel itu teras reaktor kemudian steam generator ini semua jadi satu. Nah, reaktor nuklir yang rawan itu adalah pipa-pipa penghubung dari teras ke steam generator yang fungsinya untuk menghasilkan uap untuk memutar turbin. Nah, ini kalau kita lihat ketika reaktor ini dalam bentuk integral seperti ini, semua ada di dalam tabung dan pipa-pipanya ini bisa diatur tekanannya di dalam dan di luar itu sama. Jadi, tidak ada tekanan yang begitu perbedaannya ekstrem. Kalau reaktor konvensional itu di dalam itu 200 atmosfer, di luar satu atmosfer dan itu memang dikhawatirkan bisa memicu misalnya pecahnya pipa. Tapi di sini tekanan dalam dan luar dibuat sama sehingga kemungkinan pipa pecah itu menjadi sangat-sangat kecil. Sehingga untuk reaktor tipe seperti ini, probabilitas terjadinya ee kecelakaan besar seperti Chernobil atau Fukusima bisa dibilang bisa diabaikan kemungkinannya. Nah, ini adalah yang dari tipe pendingin air ya. Jadi, ini beberapa revolusi teknologi yang digunakan. Salah satunya adalah dia beberapa tipe reaktor ini bahkan bisa beroperasi dengan sirkulasi alamiah tanpa perlu pompa itu bisa. Terutama untuk reaktor-reaktor yang ukurannya itu ordennya 100 MW elektrik ke bawah itu dia bisa beroperasi tanpa pompa. Jadi kemungkinan pompa mati dan memicu kecelakaan itu bisa diabaikan. Kemudian sirkulasi alamiah juga bisa digunakan untuk membuang sisa panas yang memicu kecelakaan ee fukusima tadi ya. Dan sistem kontrol reaktivitas pasif ini juga diterapkan untuk mencegah kecelakaan seperti Cernobil. Nah, ini adalah tipe-tipe PLTN generasi 3 dari yang sifatnya modular ya, reaktor modular yang yang ready seperti ini. Nuskill ini sudah mendapatkan lisensi dari eh NRC, Badan Regulasi Nuklirnya Amerika. Kemudian Karim ini sedang dibangun. Kemudian eh Smart ini punya Korea ya. Ini juga sudah dapat lisensi untuk dibangun ya. Dan banyak tipe-tipe lain seperti KLT40 ini juga sudah beroperasi ya, sudah lama beroperasi di. Nah, revolusi teknologi itu juga diterapkan pada tipe reaktor lain. Nah, ini adalah reaktor yang tipenya gas dikenal sebagai high temperature gas food reaktor. Nah, untuk tipe ini keistimewaannya apa? Bahan bakar itu dikelilingi dengan tiga lapisan khusus eh coed partikel dari tipe silikon karbite. Sedemikian sehingga kalaupun ada kecelakaan suhunya nyampai 2000 derajat, bahan radioaktif ini enggak bisa lepas ke lingkungan. Jadi ini kelebihannya. Jadi reaktor ini kalaupun ada kecelakaan dia bisa menahan bahan radioaktif ini tidak keluar ke lingkungan sehingga seringki dipakai untuk jok reaktor tipe ini nih cocok ditaruh di pinggir kota karena tidak memerlukan evakuasi begitu. Nah, reaktor ini juga bisa memadamkan diri sendiri pada saat kecelakaan dengan menggunakan efek dopler yang sangat kuat negatifnya gitu. Nah, ini adalah tipe reaktor highgas reaktor yang eh desainnya leadingya tapi yang paling lid. Nah, sekarang kita akan masuk PLTN generasi 4. Nah, PLTN generasi 4 ini ada enam tipe. Enam tipe PLTN generasi 4. Yang pertama adalah very high temperature reaktor. Ini adalah reaktor gas seperti yang barusan kita ceritakan, tapi suhu operasinya dinaikkan sangat tinggi, bisa 1000 derajat atau lebih. Sehingga tujuannya adalah pertama menghasilkan efisiensi konversi energi yang lebih tinggi bisa mencapai 60% sehingga panas lingkungan, polusi termal kelingkungan bisa ditekan. Selain itu bisa dipakai untuk produksi hidrogen, untuk proses industri dan sebagainya. Kemudian ada yang tipe molten salt reaktor. Ini adalah reaktor yang generasi empat juga yang menggunakan bahan bakar cair dan pendinginnya juga cair ya. Kemudian reaktor sodium fast reaktor ini adalah reaktor cepat yang berpendingin sodium. Nah, reaktor ini sebetulnya sudah lebih dulu dari reaktor komersial beroperasi. Tahun 40-an ini sudah menghasilkan ee listrik sebetulnya tetapi tidak kunjung komersial karena memang cost-nya agak mahal. Karena sodium ini kalau ketemu air itu bisa meledak, maka harus ada tambahan layer namanya intermediate exchanger dan sebagainya sehingga costnya menjadi mahal dan agak sulit bersaing dengan reaktor air walaupun dia dari sisi keselamatan lebih baik ya. Kemudian reaktor air yang masuk generasi keempat satu-satunya adalah super critical reactor. Kemudian ada gaspast reaktor dan ada LED cult atau LED bmart cult fast rector. Nah, kita akan lihat satu persatu. Nah, ini adalah very high temperature reactor. Nah, ini kalau kita lihat sistemnya modular. Kemudian bahan dikemas dalam kotikel ini benteng pertahanan dan dia mampu bertahan terhadap berbagai kecelakaan parah secara mandiri termasuk bila saluran pendinginnya itu pecah. Jadi, dia sudah dirancang. Kalau saluran pendinginnya pecah, maka dia akan melalui radiasi membuang panas ke sekitarnya dan kemudian dibuang dengan sirkulasi alamiaan. Nah, reaktor ini secara prinsip teknologinya sudah ready. Salah satunya yaitu HTRPM yang ada di Cina itu sudah masuk fase operasi komersial ya. Jadi, sudah menghasilkan listrik yang disambung ke grid ee listrik di Cina. Kemudian ini adalah tipe-tipe yang ya tadi HTRPM ini yang paling leading di dunia ini sudah masuk operasi menghasilkan daya listrik yang sudah disambung ke grid ya. Kemudian yang tipe kedua adalah ee reaktor PLTN berpendingin PB atau PBB cair. Jadi ini yang termasuk fase apa? Bagian dari liquid metal cool f reaktor. Apa keistimewaannya? reaktor ini punya keselamatan inherent berdasarkan eh feedback-feedback utamanya, Doppler, bio axel expansion, coradal expansion, dan cool density. Jadi mereka punya feedback negatif di beberapa titik sedemikian sehingga kalau misalnya pompanya mati semuanya dia akan bisa memadamkan sendiri tanpa perlu bantuan operator, tanpa perlu dipadamkan oleh sistem ee kontrol misalnya. Jadi istilahnya disabotase pun dia bisa bertahan sendiri. Kemudian dia bisa menggunakan sirkulasi alamiah untuk membuang panas dikih tadi yang memicu keselakaan fukusima baik melalui sirkulasi pendingin di sini maupun ada satu lagi yaitu pendingin udara yang diterapkan ke sini yang dikenal dengan Arfac reactor vessel auxiliary cooling system. Jadi dia punya multiple system untuk membuang panas secara pasif. Kemudian dia bisa menggunakan zero reactivity swing. Jadi dia tidak perlu menyetok eh uranium bahan bakarnya itu terlalu banyak di awal karena dia bisa memproduksi bahan bakar sambil beroperasi sehingga kemungkinan kecelakaan seperti Chernobil itu bisa diabaikan. Dan ini adalah tipe reaktor yang leading buatan Rusia. Karena memang Rusia ini dia sudah mengoperasikan reaktor berpendingin PBBI sejak tahun 60-an untuk kapal selamnya. Nah, ini salah satu desain yang leading itu untuk pendingin PBBI itu ada SVBR 100, ada Bres untuk yang berpendingin BB dan seterusnya. Nah, berikutnya ini adalah yang berpendingin sodium. Nah, secara prinsip hampir sama dengan yang berbendingin BBBI. Dia punya feedback juga untuk memadamkan reaktor secara otomatis. dia bisa juga dengan zero pern up reactivity swing dan kemudian dia marginnya memang tidak sebesar PB tapi cukup juga dan cuma tambahannya dia perlu intermedi untuk mencegah kemungkinan pendingin utama ini mengalami reaksi dengan air di sini ini sebetulnya generasi empat yang relatif paling banyak dikembangkan dan paling siap sebetulnya cuma memang dari sisi costnya sistem keselamatan khusus ini masih cukup mahal ya di sini. Nah, ini adalah tipe-tipe reaktor berpendingin sodium yang sudah beroperasi cukup lama. Ini BN600 punya Rusia sudah beroperasi. BN800 sudah beroperasi cukup lama. Kemudian ini CN600 beroperasi mulai 2023. Ini mulai tahun sudah 10 tahunan lah ini beroperasi. Nah, yang paling menarik ini sekarang Amerika Terra Power itu mengembangkan PLTN berpendingin sodium dayanya 345 MW yang menggunakan mekanisme breedb. Jadi artinya keistimewaannya adalah reaktor ini bisa memakan uranium alam, tidak perlu dengan pengayaan uranium. Nah, ini adalah satu apa namanya? Satu revolusi teknologi. Ini punya Billgate ya. Nah, selanjutnya ini adalah tipe jenis ee gas fas reaktor. Dia pendinginnya helium. Dia juga punya keselamatan pasif berbasis feedback. Jadi kalau disabotase pun dia bisa memadamkan dayanya sendiri. Kemudian dia membuang sisa panas berbasis radiasi ke sekitar. dia bisa membuat zero up reactivity swing. Artinya dia enggak perlu menyetok bahan bakar terlalu banyak di awal untuk bisa beroperasi sampai 1020 tahun. Dan dia pendinginnya gaselium yang relatif iner. Dan sekarang proyek paling penting terkait ini adalah Allegro di Eropa ya. Nah, reaktor ini termasuk yang banyak kita teliti di ITB ini. Mungkin publikasi kita tentang reaktor ini termasuk yang paling banyak di dunia ya. oleh grup kita. Nah, selanjutnya ini adalah reaktor Molton Salt. Nah, ini cukup ramai di Indonesia karena ada beberapa perusahaan yang mengusulkan untuk membangun ini. Ini memang termasuk salah satu dari generasi empat ya. Dia punya keselamatan inherent dengan memanfaatkan mekanisme feedback. Ada juga sistem untuk mengalirkan bahan bakar secara pasif ke tangki penampungan pada kondisi kecelakaan. Nah, dia memungkinkan penerapan siklus bahan bakar tertutup karena apa? bahan bakarnya cair sehingga gampang dialirkan dan bisa diproses. Misalnya kalau dengan sistem tertutup misalnya bahan bakar, bekas, senonnya dan sebagainya mau dibuang itu bisa sambil jalan reprocessing. Cuma memang ee sisi negatifnya karena dia bisa dioperasikan sambil direproses, maka kadang-kadang pihak baratnya agak khawatir ini kalau digunakan untuk memproduksi plutonium untuk senjata nuklir. Jadi tantangannya dari sisi ee nonproliferasi. Nah, ada satu kendala di reaktor tipe ini itu adalah terkait ee apa namanya? korosi. Jadi bahan bakar ee bahan pendingin dari tipe molen salt ini punya kendala kurusinya tinggi sekali. Jadi ini termasuk problem yang harus dipecahkan. sama dengan yang berbendingin PB atau PBI itu meskipun punya banyak keunggulan problemnya adalah korusi. Nah, kalau yang PB atau PBB kuncinya sudah ada yaitu mengontrol oksigen. Nah, di sini memang ini tantangan masih perlu waktu generasi empat yang lain masih perlu waktu mungkin perlu 10 sampai 15 tahun barangkali untuk masuk ke fase komersial. Nah, ini adalah reaktor super critical water reaktor ya. Nah, reaktor seperti ini kelebihannya apa? dia itu menggunakan tekanan airnya itu lebih tinggi. Kalau PWR sekarang itu kira-kira 20 megapal. Ini dia makai lebih tinggi 25 megap. Membuat reaktor ini airnya ini beroperasi di atas titik kritis. Dia pendinginnya itu bisa mencapai 500 derajat Celcius. Sedemikian sehingga efisiensi konversi energinya bisa mencapai 44 sampai 48%. Banding dengan reaktor komersial yang ada sekarang. ordinnya hanya 33%. Spektrum netronnya bersifat termal, cepat, maupun gabungan. Nah, ini merupakan satu satunya PLTn generasi 4 yang masuk di sini ya. Nah, tetapi masalahnya ini perlu banyak pengembangan sistem sehingga diperkirakan dia mungkin akan komersial barangkali 20 tahun atau sampai 30 tahun ke depan baru bisa masuk ke komersial ya. karena dia perlu misalnya bagus. Baik. Nah, ini adalah contoh bagaimana generasi keempat itu mampu membuat reaktor itu mengalami pemadaman secara inherent tanpa perlu digerakkan operator atau kontrol komputer dan seterusnya. Jadi ketika ada kecelakaan dipicu misalnya sabotase ada ee batang kendali ditarik maka ini akan memicu kenaikan daya. Kenaikan daya memicu kenaikan temperatur dan ini kemudian memicu reaktivitas negatif dan ini kemudian mengkompensasi aktivitas eksternal sehingga kembali normal tanpa perlu bantuan dari operator ataupun ee komputer dan sebagainya. Jadi istilahnya ini yang disebut dengan keselamatan inherent atau pasif. Demikian juga kalau misalnya pompa-pompanya mati semua misalnya dia akan mengalami penurunan daya tentunya penurunan pendingin akan mengakibatkan ee kenaikan suhu. Kenaikan suhu karena ketika pompa mati flow-nya berkurang maka tidak seimbang antara daya dengan flow sehingga kenaikan suhu kenaikan suhu memicu feedback negatif dan memicu daya untuk turun. Jadi ini ini terjadi secara alamiah tanpa perlu bantuan operator, tanpa perlu komputer, tanpa perlu listrik begitu ya. Nah, ini adalah terkait dengan xenon ya. Jadi ini kasus Chernobil ini kalau daya itu diturunkan dengan drastis kayak Cobitas negatif yang sangat besar sehingga reaktornya akan sulit untuk dihidupkan lagi. Nah, ketika operator memaksakan untuk dihidupkan ya ini sebetulnya kayak kasus Cherobil itu menjadi fatal. Sebetulnya kalau Chernobil itu sudah menggunakan kontrol reaktivitas pasif maka sebetulnya mau dipaksa hidup pun mestinya tidak bisa begitu. Nah, inilah yang juga menjadi kendala mengapa PLTN berdaya besar itu umumnya harus jadi baselot, tidak bisa diubah-ubah dayanya secara drastis. Malam misalnya 100% full power, siang 25% misalnya itu ee bisa berbahaya. Ada kondisi tertentu di mana itu bisa dilakukan, tapi memang harus desainnya sangat khusus. Ini contohnya mungkin kita skip beberapa. Ini adalah beberapa ee PLTn yang kita kembangkan di ITB ya. Desainnya ini misalnya yang berbendingin PBPBI dan ee termasuk 20 30 tahun tanpa mengisi ulang bahan bakar. Nah, ini teras juga bisa menghasilkan bahan bakar sambil beroperasi sehingga kita enggak perlu nyetok bahan bakar di awal yang bisa memicu ee rawan keselakan. Nah, ini adalah mekanisme bagaimana teras itu diatur supaya dia bisa berumur panjang tanpa harus menyetok bahan bakar di awal. Nah, ini jenis reaktor lain yang disebut dengan modified candle ini sebetulnya agak mirip dengan reaktor builfit tadi ya. Ini reaktor yang bisa beroperasi dengan bahan bakar penggantinya itu setelah dia start bahan bakar barunya itu cukup uranium alam, enggak perlu diperkaya. Jadi enggak perlu terjadi permasalahan seperti di Iran. Iran itu memperkaya uraniumnya untuk PLTN dia. Tetapi kalau kita pakai tipe reaktor seperti ini, kita enggak perlu memperkaya uranium. uranium alam aja sudah bisa masuk jadi bahan bakar pengganti. Nah, ini adalah reaktor seperti ini awalnya dikembangkan oleh Profesor Sekimoto di Jepang. Tapi ini kemudian kita modifikasi dengan eh melakukan yang kita sebut modified candle yang lebih efisien. Ini kalau kita lihat ini adalah reaktor tipe seperti ini. Separuh waktu itu dipakai untuk mengumpulkan plutonium. Setelah itu dia didorong ke region untuk produksi daya secara masif gitu. Nah, oke. Ini sekarang kita akan mencoba perbandingan antara berbagai sistem energi. Selama ini kita melihat PLTN itu mengerikan begitu ya. Tetapi coba kita lihat ini adalah data yang diambil dari tahun '9 sampai tahun 2000. Nah, dari tahun '9 sampai tahun 2000 ini untuk negara maju ini negara berkembang itu PLTU Batubara itu jumlah kematiannya akibat sistem 12 orang. Kemudian [Musik] ee kalau di rataata adalah 157/w ya. Natural gas yang meninggal 1043 rata-ratanya sekian. Hidro 14 rata-ratanya sekian. Nuklir tidak ada karena nuklir Cernobil itu di Ukrainia dianggap negara berkembang. Nah, kalau di negara berkembang korban PLTU ini 18.000 1000 orang dari tahun 9 sampai tahun 2000 rata-ratanya 597 per teraw year. Kemudian untuk natural gas 1.000 rata-ratanya 111 per teraw year. Air itu korbannya paling banyak R30.000. Ini kebanyakan misalnya damnya jebol wah itu korbannya sekian ribu sekian ratus orang gitu ya. Nah rata-ratanya per teraw year adalah sekitar 10.000 orang. Nuklir itu terjadi di Cernobil korbannya 31. Jadi kalau di rata-rata pertiwat year sekitar 48. Jadi kalau kita bandingkan di sini nuklir itu relatif paling sedikit korbannya. Jadi paling aman sebenarnya kalau dari sisi ee korban jiwa terkait dengan kecelakaan dan sebagainya yang terjadi. Ah sekarang kita masuk topik terakhir yaitu prospek penggunaan PLTn generasi lanjut di Indonesia. Ah, kita harus aware Indonesia ini daerah yang punya banyak gempa. Jadi, kita harus mengantisipasi PLTN kita ini siap untuk menghadapi gempa-gempa seperti itu. Apa yang terjadi kalau ada gempa? Jepang itu juga gempanya enggak kalah dengan kita gitu ya. Kok bisa banyak PLTM juga gitu ya. Nah, PLTN di Jepang memang dirancang untuk tahan gempa. Jadi kalau ada gempa PLTn itu secara otomatis akan padam. Bahkan yang di fukusima pun itu dia sudah padam secara otomatis. Nah, ketika reaktornya padam maka reaktor tidak menghasilkan listrik. Maka itu akan terjadi kondisi yang namanya station blackout. Tidak ada listrik. Tetapi untuk reaktor-reaktor besar seperti itu masih ada PR karena pecahan-pecahan itu masih meluruh dan itu menghasilkan daya kira-kira ordennya di bawah 1%. Tapi itu harus dibuang. Kalau tidak dibuang itu bisa memicu pelelehan teras seperti yang terjadi di bukusima. Nah, dari pembelajaran yang ada di Fukusima, kecelakaan Fukusima, kita ini memerlukan keselamatan pasif untuk Indonesia. Mengapa? Alasannya kalau di Jepang dengan PLTN generasi 2 itu cukup. Kenapa? Karena ketika reaktornya padam, jaringan listrik di Jepang itu sangat tangguh dari pengoperasian PLTN sampai dengan sekarang. itu hampir semua kecelakaan akibat gempa pada apa ketika terjadi gempa itu jaringan listrik di tempat PLTnya itu enggak padam. Jadi itu sebagian besar ketika terjadi gempa itu yang buang panas untuk dikheit-nya itu pakai jaringan listrik. Itulah sebabnya genset baterainya hampir enggak kepakai dan itu tapi itu ya negatifnya kayak operator di Fukusima itu dia tidak memasang baterainya. Gensetnya pun sebetulnya disuruh memperbaiki saluran solarnya untuk mengantisipasi kalau ada ee tsunami itu enggak diperbaiki juga. Mungkin mereka mikirnya selama ini enggak pernah dipakai gitu ya. Nah, tapi memang ini memang enggak pernah dipakai terutama baterainya di Jepang itu hampir enggak pernah dipakai tetapi ini adalah antisipasi kalau kecelakaan mungkin dalam sejarah terjadi sekali dalam 1000 tahun. Nah, itu yang terjadi di fokusim kecelakaan yang very very low probability tapi very very high consquence. Nah, ketika dia tidak dipasang ya terjadinya seperti fukusima. Kalau secara prosedur itu diterapkan get dan baterai dipasang fukusima itu mestinya enggak perlu memicu kecelakaan. Dia hanya akan beralih ke genset. Gensetnya selesai. Kalau saluran solarnya itu sudah dibetulkan, tsunami pun enggak perlu membuat memadamkan genset karena gensetnya ada 14 yang independen. Dan kalaupun gensernya padam, baterai itu masih bisa menolong untuk 8 jam. Helikopter masih bisa datang bawa genset baru. Begitu. Jadi kalau untuk Indonesia seperti apa? Indonesia itu kita enggak bisa ngandalin jaringan listrik. Di Jepang itu jaringan listrik ada gempa besar aja tidak padang kecuali yang ada di Fukusima. di Indonesia enggak ada gempa pun itu jaringan listriknya sering mati gitu ya. Jadi tentu itu sudah kita lupakan aja jaringan listrik sebagai eh defense untuk menghadapi station blackout. Maka kalau Indonesia mau tidak mau pertahanannya itu pertama adalah genset, kedua baterai. Enggak cukup dengan dua, kita harus ada satu lagi. Nah, inilah yang kita Indonesia ini memerlukan passive safety atau inherent safety. Jadi, untuk Indonesia teknologi generasi du itu tidak memungkinkan. Teknologi generasi 3 lah yang sudah punya passif safety atau inherent safety. Nah, ini yang memukilkan untuk kita gunakan di Indonesia. Nah, untuk aplikasi di Indonesia ini ada banyak. Kita bisa juga menggunakan high temperature reactor. Ini bisa punya banyak fungsi. Misalnya selain untuk listrik ini bisa untuk memproduksi hidrogen, bisa untuk ee gasifikasi batu bara misalnya. Bisa juga misalnya untuk ee proses untuk desalinasi air laut. bisa untuk proses di industri dan sebagainya. Nah, ee selanjutnya ini adalah kita perlu memikirkan pemikiran high burn up low nuclear w. Jadi, ini perlu mengambil tipe-tipe reaktor yang minimal nuclear wte. Nah, seperti candle itu tipe yang waste-nya itu sangat minimal. Karena kalau reaktor biasa itu 6 tahun bahan bakar ditaruh di reaktor di PWR itu hanya ngambil kira-kira 1 sampai 2% energinya. Kalau tipe candle seperti yang diambil yang sedang dibangun build di Amerika ini 50% energi bisa diambil itu. Jadi otomatis akan berdampak limbahnya juga lebih sedikit dan nantinya limbah bisa dibakar lagi di dalam reaktor cepat generasi 4. Kemudian kita perlu memikirkan modular yang bisa mass fabrication supaya memiliki keunggulan dan reaktor kecil ini cocok di daerah terpencil ya untuk mendukung industrialisasi di daerah terpencil. Nah, bisa juga untuk tol out misalnya dan bisa untuk floating NPP ya untuk operasi di DECK dan sebagainya. Nah, untuk peta jalan PLTN di Indonesia ini secara umum kita bisa katakan setelah kita didorong untuk masuk ke zero ee karbon di tahun 2060, maka mau tidak mau kita harus memasukkan nuklir sebagai opsi. Kalau tidak, maka akan sangat berat ketika kita memensiunkan pembangkit batu bara. Nah, karena itu adalah dari Dewan Energi Nasional mereka memperhitungkan kira-kira dari 2031 sampai 2035 ini adalah uji coba kita mengoperasikan PLTN pertama diharapkan kapasitasnya minimal 250 MEW elektrik. Nah, dari 236 sampai 40 diharapkan meningkat menjadi 8 GW. Ini kalau PLTn besar kira-kira 8 ya. 2041 sampai 2050 kira-kira total menjadi 21 GW dan di 2060 diharapkan 45 sampai 54 GW. Nah, ini sumbernya dan ini barangkali di mana mau ditaruhnya ada banyak alternatif. Sebetulnya kalau di Indonesia ini yang aman dari gempa itu ada dua daerah di daerah Bangka dan di daerah Kalimantan itu yang relatif aman dari gempa. Sehingga ada juga pemikiran gimana kalau sebagian besar PLTN taruh di Bangka dan di Kalimantan kemudian baru ditarik ee jaringan kabel bawah laut sehingga ee di Jawa tidak perlu dibangun BLEN atau kalau dibangun yang kecil-kecil aja dari generasi empat begitu. Kira-kira seperti itu. Saya akan ee masuk ke kesimpulan. Yang pertama, PLTN Small Medium Reactor generasi lanjut memiliki fitur keunggulan keselamatan inherent untuk menghindari kecelakaan seperti Tremil Island, Cherobille, dan Fukushima. Dia lebih ekonomis, mampu membakar limah limbah sendiri, dan tidak memungkinkan disalahgunakan untuk senjata nuklir. PLTN generasi lanjut cocok digunakan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia dan mengatasi persoalan perubahan iklim. Kemudian small modular reaktor, reaktor kecil memiliki fleksibilitas untuk kemungkinan operasi load follow. Jadi ini cocok ditaruh di daerah terpencil misalnya ditandem dengan energi surya. Kita enggak perlu menyediakan baterai yang mahal. Jadi kalau siang energi suryanya dimaksimalkan. Begitu pada saat itu nuklirnya diturunkan. Kalau dari generasi SMR terutama yang fast reaktor itu dari 100% mau disadon ke 0% enggak masalah. Dan itu bisa disesuaikan. Kalau suryanya besar ya dayanya nuklir turunkan. Nanti malam daya suryanya enggak ada nuklirnya dinaikkan. Jadi kita bisa sinergi misalnya dua saja minimal ya, suria dengan nuklir atau nanti ditambah dengan air tambah dengan angin tergantung potensi yang ada itu kita bisa menekan cost untuk surianya karena enggak perlu menyediakan baterai misalnya. Begitu. Kemudian untuk PLTN thermal, aspek load follow bersifat terbatas meskipun bisa ya perlu desain secara khusus terutama kalau reaktor besar ini perlu hati-hati. Tapi kalau reaktor yang kecil mungkin masih agak lebih fleksibel sampai 4050% daya full power itu masih bisa diadjust sampai sana. Nah, untuk PLTN spektrum cepat maka load follow-nya ini sangat fleksibel bisa 100% ke 0% juga bisa gitu ya. dan PLTN besar umumnya memiliki keunggulan aspek ekonomi. Ini kelebihannya mengapa ya seperti Dubai membangun PLTN besar karena mungkin dia enggak punya gempa yang cukup besar dan kemudian dia mengejar keekonomisan. Tapi nanti reaktor modular kalau dia sudah berkembang cukup maksimal maka diharapkan dia juga memiliki keekonomisan yang bisa bersaing dengan reaktor besar. Barangkali ini adalah beberapa referensi terpilih. Ee bahan ini sudah saya berikan kepada panitia ee apa mungkin nanti bisa diberikan kepada para hadirin. Demikian presentasi dari saya, terima kasih. Ee saya kembalikan kepada moderator. Baik, terima kasih banyak kepada Prof. Zaki atas pematerian yang sangat menarik dan bermanfaat ini. Baik, kita akan lanjutkan pada sesi tanya jawab dari Slido terlebih dahulu di sini. Baik, di sini saya akan tampilkan. Ee baik ee kita lanjutkan lagi. Ini merupakan pertanyaan dari aplikasi SLAU. Kepada Prof. Zaki. Bisa dapat langsung dijawab saja, Pak, satu persatu untuk pertanyaannya. Oke, mungkin langsung saja ya. Jadi, berapa hektar lahan yang diperlukan untuk membangun sebuah PLTN? Misalnya 250 MEW. Nah, ini sebetulnya tergantung jenis PLTN-nya ya. Kalau PLTN-nya seperti yang high temperature gask reaktor itu kan dia eh radiasinya itu enggak bisa keluar ya kalaupun ada kecelakaan. Nah, reaktor tipe seperti ini sebetulnya dia tidak memerlukan evacuation zone. Sebetulnya yang cukup besar daerah yang diperlukan itu adalah untuk evacuation zone-nya, zona zona eksklusifnya itu ya. Itu yang kalau untuk reaktor besar konvensional itu bisa mencapai beberapa kilometer perlu di ee kosongkan begitu ya. Nah, tapi kalau untuk reaktor apa untuk bagian utama PLTN-nya sendiri ya mungkin sekitar beberapa puluh hektar pun sudah mencukupi begitu ya. Tapi untuk reaktor besar itu dia memerlukan yang namanya evacuation zone. Nah, itu beberapa kilometer itu harus dikosongkan gitu. Nah, untuk reaktor kecil itu badan regulasi di kita itu sudah mengkalibrasi. Jadi tidak perlu sebesar reaktor besar. Jadi mungkin waktu itu kita pernah ee menangani perizinan tapak untuk reaktor daya eksperimen itu waktu itu reaktornya kecil 10 MW mau dibangun di pushpitchek itu setelah dianalisis itu memungkinkan walaupun memang sebetulnya jarak ke sekitar itu tidak tidak cukup besar ya engak nyampai sekilo itu masyarakat itu ada tapi untuk reaktor dengan tipe seperti ini itu bisa tapi kalau tipenya reaktor air cas-nya mungkin akan berbeda begitu. Jadi sebetulnya kalau untuk bagian inti reaktornya mungkin hanya beberapa puluh hektar itu sudah mencukupi ya untuk PLTN. Tetapi tadi tergantung jenis PLTN. Kalau PLTN-nya dari generasi yang sangat canggih itu eksklusif zone yang harus disiapkan itu lebih sedikit. Tapi kalau eh reaktornya masih konvensional seperti yang PWR konvensional ah itu memerlukan zone yang agak sedikit besar. Itu untuk pertanyaan yang pertama ya. Kemudian untuk yang kedua, seandainya pada suatu ada proposal pembangunan PLTN di Jepara dan disetujui oleh DPR RI sejak tanggal persetujuan itu butuh waktu berapa lama? Nah, ini ini PLTn ini problemnya ini standarnya itu sangat ketat ya. Jadi untuk untuk tapak saja, tapak itu bisa memerlukan 2 tahun karena hampir 20 aspek itu harus dikaji semua dari mulai kemungkinan gempa, kemungkinan banjir, kemungkinan tsunami, kemungkinan gunung api, kemungkinan ada misalnya pesawat terbang nyasar ke situ gitu ya. Kemungkinan ee masyarakat unres dan sebagainya banyak sekali. Nah, jadi itu yang kadang-kadang kalau untuk kondisi sekarang kondisi yang termasuk cukup bagus itu adalah yang ada di UEA itu sekitar 8 tahun. Jadi, UEA itu sekitar 8 tahun itu sudah termasuk ngurus tapaknya, izinnya. Kemudian izin setelah tapak diurus membangun itu harus ngurus izin. Izin dulu izin pembangunan. Setelah izin pembangunan selesai mengoperasikan izin operasi dulu gitu ya. izin startup, comissioning, habis itu izin operasi. Nah, ya tentu semua perizinan yang ketat ini tujuannya untuk keamanan pengoperasian PLTN. Tapi ee intinya kalau yang reaktor besar itu bisa sekitar 8 tahun. Nah, kalau reaktor kecil itu bisa lebih cepat mungkin bisa sampai 6 tahun lah. 5 sampai 6 tahun itu bisa selesai sampai beroperasi begitu. Makanya ini tantangannya adalah ketika orang bilang 2032 operasi PLTN. Nah, itu kita kadang-kadang tertawa juga itu. Itu tidak mudah. Itu pengalaman tuh kalau mau aman 8 tahun gitu ya. Jadi kalau sekarang 2025 kalau yang konservatif kalau mau reaktornya agak besar dan sebagainya kalau 8 tahun dari sekarang ya berarti 2033 itu yang makes sense untuk ee beroperasi. Tapi kalau reaktornya kecil itu bisa lebih cepat sih gentu. Kemudian ee kalau untuk elektrifikasi daerah terpencil ya ini bisa jadi reaktor darah terpencil ini idealnya reaktornya kecil tapi dia umurnya 20 tahun 30 tahun gitu. Jadi reaktor itu sekali di dibangun di pabrik diuji coba sampai beroperasi kemudian dibawalah pakai kapal atau pakai disambung pakai rel atau apa gitu ya. Taruh di lokasi 30 tahun beroperasi enggak perlu ganti bahan bakar. Nah setelah 30 tahun baru nanti di modulnya diganti gitu ya. Nah, ini cocok untuk daerah-daerah terpencil dan bisa tadi seperti saya katakan nanti dikombinasi dengan surya atau dengan angin atau dengan hidro apalah yang ada di sana gitu. Itu bisa dan untuk daerah terpencil disarankan reaktornya itu fungsinya tidak hanya satu. Jadi dia reaktornya itu misalnya minimal dua, listrik sama air bersih. Jadi maksudnya apa? Misalnya kalau hanya nuklir saja misalnya siang. Siang itu kebetulan orang jarang pakai di daerah terpencil. Mungkin orang banyak pakai untuk ee apa namanya? Penerangan. Siang. Enggak banyak dipakai. Pada saat tidak banyak dipakai bisa dipakai memproduksi air bersih sisanya dayanya. Nanti malam orang banyak pakai listrik. Nah, itu prioritas misalnya dipakai untuk ee penerangan air bersihnya diop dulu misalnya gitu ya atau dikurangi gitu. Nah, itu idealnya seperti itu supaya maksimal penggunaannya dan tentu ini sangat ideal karena nuklir bebas gas rumah kaca ya. Dan ini yang sebetulnya salah satu yang mendorong ee pemerintah juga mendorong ke nuklir itu salah satunya mengamankan industri kita. Mengapa mengamankan industri kita? Karena tampaknya untuk persaingan antar bangsa ini tidak sederhana. Jadi Eropa misalnya itu sudah ancang-ancang 2000 berapa? 29 sampai 2030 dia katakan industri yang masih pakai batu bara produknya enggak akan diterima. Nah, kita bisa bayangkan kalau listrik di kita kan dicampur tuh batubara dari mana kita masih pakai gitu ya. Nanti misalnya industri mobil di Indonesia mau ekspor ke Eropa enggak bisa. ekspor ke beberapa negara yang membatasi seperti itu enggak akan bisa gitu. Itulah sebabnya beberapa pejabat di kita inginnya 202 nuklir beroperasi. Waduh. Ya itu sih enggak bisa. Kalau mau maksakan bisa. Kita beli reaktor terapung tapi kita siapin doc yang standar nuklir. Jadi reaktornya ditarik ke tempat doc itu kemudian dikunci baru kemudian dioperasikan. Nah, seperti itu. Itu yang paling cepat ya. Kalau itu sih mungkin 2 tahun, 3 tahun juga bisa ya. Tapi memang reaktor yang tersedia terbatasi. Ada beberapa tipe reaktor yang ee bisa ditarik ya floating gitu. Kemudian seberapa besar kontribusi PLTN dalam target net zero? Ya, intinya begini, PLTN itu praktis enggak menghasilkan gas rumah kaca pada saat operasi. ya tentu pada saat bangun ya ada ya kan di situ ada bulldoer apa itu adalah gas rumah kaca tapi setelah beroperasi dia praktis tidak menghasilkan gas rumah kaca. Nah prinsipnya ya berapa jauh diperlukan kan intinya awalnya tadinya maunya ee energi terbarukan semua tapi kan sangat sulit karena kehandalannya dan sebagainya. Jadi memang perlu energi mix yang lebih beragam. Nah, nuklir tentu tadi dikatakan mungkin ordenya ee sekitar 4060 ya barangkali mungkin ordenya paling 10% ya mungkin ya idealnya itu mungkin 10 atau maksimum 20% gitu ya. Nanti yang lain energinya tipe yang lain. Jadi sebaiknya memang kita punya banyak tipe energi. Karena apa? Mix energi ini menjadi penting supaya kalau ada problem di satu jenis energi itu tidak membuat kita colab. Ada satu contoh yang cukup menarik misalnya adalah Eropa. Eropa ini sejauh ini itu dia memilih transisi energinya adalah gas. Memang gas itu di antara ee bahan bakar ee fosil itu yang paling bersih dan waktu itu gas itu harganya juga sangat murah dibanding bahan bakar fosil yang lain. Nah, tetapi siapa sangka ketika kasus seperti sekarang ee terjadi konflik ee Rusia-Ukrainia terutama ya W itu harga gasnya luar biasa mahal. Jadi yang tadinya 1,6 di puncak kenaikan harga itu sampai 9. Jadi kalau orang Eropa itu mengatakan kalian minyak naik sampai 1250 dolar masih enak. Kami itu gasnya naik seolah-olah minyaknya itu naik 300 400 dolar gitu. Itu beban masyarakat Eropa ketika ee di puncak daripada krisis energi akibat perang yang ada di sana gitu ya. Nah, jadi memang di sini ee PLTN ini cocok sebagai energy mix, tapi memang tidak bisa terlalu besar juga karena energi itu harus beragam supaya kita aman. Kalau terlalu besar itu juga nanti berbahaya. Nanti pas reaktornya itu mengalami kendala, ada regulasi atau apa yang meminta untuk diinspeksi, itu akan bisa mengganggu ketersediaan energi secara keseluruhan. Kemudian menurut Bapak, apakah pemerintah Indonesia sangat serius dalam menggarap PLTN ini atau hanya bagian untuk mengakomodir isu global? Ya, sebetulnya Indonesia ini sudah menyiapkan agak lama ya. Jadi Indonesia ini sudah mengirim pakar untuk belajar nuklir sejak tahun-an di era Pak Habibi. Dan kalau kita lihat di Asia Tenggara, kita ini paling siap itu kalau untuk ee tenaga ahli ya. Jadi ee mungkin Bapak Ibu enggak menyangka saya itu di lab nuklir ITB ini sudah menghasilkan lulusan doktor yang keahliannya merancang atau mendesain PLTn generasi lanjut. doktornya itu di Sumatera saja itu sudah lebih dari 12 orang tersebar di perguruan tinggi di Sumatera. Ya, kalau total wah banyak sekali di sini. Belum lagi teman-teman di UGM juga mereka menghasilkan lulusan-lulusan. Jadi di sebetulnya kalau dari sisi kesiapan di Asia Tenggara kita itu relatif paling siap ya untuk itu. Tapi ya tentu ketika kita sudah go nuklir masih ada sejumlah step yang harus kita ee percepat prosesnya begitu. Tapi bagaimanapun pemerintah sekarang ini sudah lebih serius ya ee terutama ya dengan regulasi. Kemudian sekarang ee energi mix nuklir sudah mulai dimasukkan. Kemudian, nah ini yang sedang kita tunggu adalah ee badan yang badan terpadu yang nantinya akan mengendalikan ee apa namanya ee nuklir ini. Apakah nantinya ada di ISDM ataukah badan independen. Nah, ini ee mungkin sering dikenal NEPO gitu ya. Bagaimana manajemen risiko dan di mana lokasi potensi yang aman untuk pembangunan PLTN. Nah, tentu mengingat kita banyak gempa PLTIS baiknya dibangun di daerah yang gempanya sangat minim. Idealnya itu di Kalimantan dan Bangka itu nyaris ancaman gempanya bisa diabaikan. Nah, tetapi bisa juga di daerah lain ada syaratnya. Jadi kalau daerah Bangka Kalimantan itu mungkin kita bisa sebut daerah hijau. Nah, selatan Jawa kemudian terus sampai ke timur Nusa Tenggara. Kemudian sebelah barat Sumatera itu daerah merah. Jadi itu tidak boleh bangun PLTN di situ. Yang masih agak mungkin itu utara Jawa, kemudian sebelah timur Sumatera itu daerah kuning. Jadi kalau kita mau itu bisa dibangun dengan ee persyaratan teknologi isolasi gempa yang ee secara khusus ada syaratnya. Begitu. Apakah roadmap pengembangan PLTN disertai roadmap sosialisasi terhadap masyarakat? Dan pada lokasi yang bagaimana PLT ini bisa dibangun. Ah ee sebetulnya roadmap ini ada sosialisasinya dulu. Sosialisasi itu yang leading itu batan. Cuman sayangnya ketika batan ini kemudian ee apa namanya? digabung dengan brin, kelihatannya fungsi sosialisasi itu sudah hilang gitu ya. Nah, sekarang ini mungkin kayak Dewan Energi Nasional dan sebagainya itu sedikit banyak mengambil alih peran itu. Kemudian ESDM mestinya ini ee punya peran penting untuk melakukan sosialisasi itu. Nah, kita juga di perguruan tinggi juga ikut sedikit banyak ikut membantu sosialisasi. Tapi mestinya ee leader untuk sosialisasi itu nantinya ya ada di ESDM atau kalau mau ya seperti Brin unit nuklirnya itu bisa diberi lagi ee amanah untuk ee leading di dalam sosialisasi begitu. Pada lokasi mana yang bisa dibangun? Ada beberapa tadi yang ideal yang sudah banyak diteliti juga itu di ee Bangka. Kemudian di Kalimantan itu ideal karena gempanya sangat minim. Agak lumayan itu bisa di utara Jawa misalnya Jepara itu banyak. Tapi memang yang aspek lain yang harus diperitamkan adalah Jepara itu masalah penerimaan masyarakatnya. Ini yang mungkin harus dipertimbangkan karena kalau sambil bangun ada demo-demo dan sebagainya ini pada akhirnya akan membuat pembangunan bisa terlambat dan membuat cost-nya naik gitu ya. Kemudian bagaimana mengantisipasi penolakan NGO dan meyakinkan semua pihak terkait urgensi pembangunan. Ya, intinya memang harus didiskusikan sosialisasi. NGO perlu tahu ee petanya seperti apa, maunya seperti apa. Karena pengalaman NGO itu menolaknya semua. Geothermal juga ditolak gitu ya. Membangun PLTO ditolak, mauembangun PLTA pun ditolak gitu ya. Nah, tentunya harus didiskusikan kita mau seperti apa, enggak mau pakai energi ya enggak bisalah. Jadi yang acceptable itu seperti apa. Nah, tapi NGO ini bisa juga menjadi partner yang baik dalam pengertian dia untuk mengkritisi, dia untuk melihat barangkali ada kekurang cermatan dan apa, dia bisa menjadi watch dog untuk ee menjamin bahwa pembangunan PLTN dan sistem-sistem energi yang lain itu memperhatikan misalnya dari aspek lingkungan dan sebagainya dan memenuhi semua regulasi yang ada gitu. Tapi intinya ya tadi perlu sosialisasi dan dialog ya. Kemudian bagaimana tren global dalam pengembangan dan penerapan PLTN generasi selanjutnya. Nah, ini dia. Kalau di dunia ini sekarang leadernya Cina. Kita bisa lihat ya, Cina itu di tahun 2010-an cuma punya 6 16 PLTn. Kecil sekali dan kontribusinya mungkin enggak bisa dihitung di di listrik Cina. Sekarang Cina itu sudah mempunyai sekitar 50-an, masih 4%. Tapi Cina ini bangunnya itu luar biasa. Sekarang itu dia sedang bangun 20 per tahun dia membangun bisa sampai 10. Dan Cina merencanakan di tahun 2050-an atau 2060-an dia akan punya sekitar ee 1000an. 1000 PLTN. 900.000 PLTN. itu kira-kira dua kali PLTn yang ada di dunia saat ini. Nah, Cina memang selain dia memang ambisi untuk ee menghasilkan energi dari PLTN, secara teknologi juga dia leading. Misalnya tadi saya sudah katakan untuk gasult reaktor itu leadernya Cina sekarang. Dulu awalnya dikembangkan di Jerman, kemudian Asia Afrika Selatan, Amerika juga mengembangkan, Jepang mengemkan. Tapi Cina itu cepat sekali dia mengembangkannya. Dia pernah membangun PLTN prototype 10 mega. Kita mau bangun aja itu maju mundur, maju mundur. Cina bangun berapa triliun begitu. Jadi dia cuma ambil parameter uji coba safety skala penuh. Habis itu dia tinggalkan dia loncat ke membangun yang komersial. Tapi memang hasilnya kita lihat sekarang dia sudah mengoperasikan tipe high temperature gasp reactor ini secara komersial. sudah listriknya sudah di sambung ke grid ya di sini kalau kita lihat. Nah, tipe lain juga sama. Dia mengembangkan hampir semua tipe reaktor. Bahkan untuk tipe modular air dulu kita melihat dengan ee ah teknologi Cina ketawa aja kita ya tahun 2010. Tapi sekarang dia kualitasnya itu sudah hampir setara dengan teknologi negara-negara terbaik penghasil PLTN. Nah, ini ini yang paling leader sin. Tapi negara-negara lain itu juga maju. Bahkan sekelas Jepang yang baru kena Fukusima saja sekarang dia kerja sangat ekstra untuk mengaktifkan semaksimal mungkin PLTN yang tersisa tentu dengan standar yang ketat ya. Selain itu dia sekarang sedang berlari kencang untuk membangun PLTN generasi baru. Nah, tentu Eropa segala macam juga semua lari semua. Nah, bahkan negara seperti Uni Emirat Arab,Arab Saudi yang minyaknya itu sangat banyak pun sekarang mereka juga sangat intensif untuk mengembangkan. Bahkan negara-negara Afrika pun sekarang sudah berlari untuk membangun PLTN gitu ya. Nah, jadi ini memang masalahnya bukan gengsi atau bukan karena apa gitu ya, tapi ini memang pressure untuk mengejar net zero ini berat sekali dan daya tarik nuklir itu adalah dia tidak menghasilkan gas rumah kaca. Itulah ee faktor utama. Kita bisa bayangkan setelah fukusima itu nuklir itu ada di titik nadir. Tetapi sekarang 10 tahun kemudian nuklir itu punya bergining yang kuat ya. Kenapa? Karena itu masalah tuntutan untuk net zero tadi. Saya rasa semua sudah saya jawab ya. Kalau yang di chat ini sudah ya. Iya betul, Pak. Sudah semuanya dijawab. Oke. Barangkali mungkin kalau ada yang oke mau bertanya langsung ya mungkin. Iya. Iya. Baik, Pak. Untuk sesi selanjutnya adalah pertanyaan langsung dari peserta Zoom. Kebetulan di sini sudah ada Pak Sugeng yang sudah melakukan raise hand ya. Dipersilakan PU untuk mengajukan pertanyaannya. I terima kasih Pak. Ee Pak kepengin mendapat gambaran ini, Pak. Jadi dari beberapa ee generasi PLTn yang apa ee generasi keempat tadi kira-kira untuk Indonesia itu yang paling efisien dan efektif itu yang tipe yang mana, Pak? Mungkin di ini disesuaikan dengan kondisi ee alamnya di Indonesia. Demikian juga ee fiskal yang ee kita punyai dari ee negeri Indonesia itu sendiri. Kemudian yang kedua dari ee sudut pandang ekonomi kira-kira dari ee energi baru terbarukan itu antara PLTN kemudian kemudian PLTA kemudian juga tenaga angin kemudian panas bumi. kira-kira rasio ekonominya itu dari segi pembangunan, kemudian dari perawatan, pemeliharaan, kemudian monitoring, itu kira-kira segi positif atau dan segi negatifnya atau kelebihan dan kekurangannya itu rasionya seperti apa, Pak? Terima kasih, Pak. Iya. Baik, terima kasih, Pak. Ada dua pertanyaan, ya. Mungkin saya jawab pertanyaan pertama dulu. ini terkait jenis PLTN yang mana yang cocok dari generasi 4 gitu ya. Iya. Nah, sebetulnya memang kalau idealnya kita masuk ke generasi 4, Pak. Jadi generasi 4 tuh dari sisi keselamatan tuh levelnya lebih tinggi dalam pengertian dia bahkan bisa bertahan terhadap misalnya disapotase dan sebagainya gitu ya. Itu ee bisa bertahan dengan sistem keselamatan pasif dan intern tadi gitu ya. Nah, cuma memang generasi 4 ini yang sudah siap komersial itu yang gas, Pak. Gas. Gas. Sebetulnya ada yang sodium itu e teknologinya sudah sangat lama. Cuma memang kalau saya tidak merekomendasikan sodium, Pak. Itu sangat kompleks dan apa ya? Sodium itu kalau misalnya ee katakanlah ada sabotase gitu ya, kemudian sodiumnya keluar terbakar dan sebagainya sangat kompleks, Pak. Dan saya tidak merekomendasikan seperti sodium gitu ya. Kemudian ee sebetulnya saya dulu banyak meneliti tentang yang berpendingin PB atau PBBI, Pak. secara prinsip itu ready, Pak, teknologinya karena itu dari Rusia itu sudah mengoperasikan sejak tahun 60-an untuk kapal selam kelas Alfa dia. Jadi ee sudah sangat lama ketika ee apa di tahun 90-an kita mulai publish paper tentang PLTN ini untuk generasi 4 itu Jepang ee orang Rusia itu hanya bilang kita punya teknologinya apa teknologinya ya sudah serahkan ke kita. Jadi dia enggak mau buka itu ya. Tapi kemudian beberapa negara seperti Jepang, Amerika, Eropa gitu dia membuat loop eksperimen untuk BBBI dan pada akhirnya kemudian ketahuan bahwa intinya adalah mengontrol oksigen dan itu sudah operasional, Pak. Jadi kalau oksigen dikontrol pada kondisi optimal, kurus itu sangat minimal gitu ya. Jadi itu sudah beroperasi di kapal-kapal Rusia gitu ya. Nah, cuman memang waktu itu sempat ditanya gimana kalau di Indonesia? Nah, problemnya mengoperasikan PLTN itu harus siap. Siapnya itu dalam pengertian kita sudah sangat terbiasa gitu ya. Jadi yang teknologi sangat canggih seperti itu menurut saya kita mesti belajar dari sisi maintenance dan sebagainya mungkin paling enggak 10 15 tahun dulu Pak. Mungkin nanti di tahun 2040-an 2045 kita siap masuk ke sana gitu ya. Nah, apa sih sebetulnya kelebihan kalau yang tipe seperti ini? Ini reaktornya cepat, Pak. Reaktor cepat. Ee apalagi yang kalau ditandem sama yang kayak candle kayak yang punya Billgate itu. Itu bahan bakarnya itu kita akan kalau sekarang bahan bakar harus beli di luar, Pak. Karena bahan bakarnya itu harus diperkaya dulu gitu ya. Nah, kalau kita pakai kayak yang dibangun Billgate candle atau kalau desain dari kami itu modified candle gitu, itu setelah reaktornya jalan, bahan bakar tambahannya itu cuman uranium alam, Pak. Kita bisa proses sendiri tanpa harus bergantung pada teknologi dari luar. Jadi uranium kita kita proses kita kita punya juga kemampuan membuat ee bahan bakar pin gitu ya. Sudah masukkan itu bisa. Jadi kita istilahnya kalau misalnya di embargo kita itu masih bisa bertahan gitu ya. Tapi kalau pakai teknologi yang konvensional ya memang kita masih harus beli bahan bakar yang diperkaya dan sebagainya. Cuma memang kita enggak perlu terlalu khawatir juga karena kita ini dari sisi IA kita ini termasuk negara yang sangat patuh Pak. Mungkin termasuk di antara negara-negara yang paling patuh dan IA menjamin kalau negara itu patuh terhadap regulasi IA. yaitu punya bank ee bank dari fuel yang kita akan dijamin selalu dapat gitu ya. Jadi karena itu memang kalau kita membangun yang tahun 2030-an gitu ya, itu kemungkinan besar tipe yang paling available untuk 10 tahun pertama ini itu pendinginnya air, Pak. Nah, pendinginnya air tapi memang kita harus memakai minimal generasi 3 atau 3 plus, Pak. Jadi kalau generasi dua saya rasa foget lah. Kita abaikan itu PLTN teknologi existing yang sekarang beroperasi. Tapi kita minimal harus generasi 3. Karena apa? Generasi inilah yang memberi jaminan kemungkinan kecelakaan Cherobil atau Fukusima itu tidak terjadi. Jadi kalau misalnya ada gempa, gempanya kemudian biasanya pemadaman itu otomatis, Pak. Enggak ada selama ini termasuk fukushima yang gagal memadamkan. Tetapi yang menjadi masalah membuang sisa panas itu. Nah, generasi tiga ini buang panasnya pakai hukum alam aja, Pak. Jadi, dia enggak perlu pakai listrik, pakai ini enggak perlu lagi. Jadi, kalaupun misalnya ada gempa, jaringan kita hancur, kemudian gensetnya enggak jalan, baterainya rusak, itu enggak masalah. Itu dia akan selamat dengan sendirinya. Jadi memang yang paling mungkin untuk 10 tahun pertama ini PLTN disarankan modular ya. Kalau yang safety-nya lebih tinggi. Kalau mau yang besar kita menyarankannya di Kalimantan atau di bangkat, daerah di mana gempanya itu relatif mendekati nol gitu ya. Sehingga risikonya itu menjadi sangat kecil. Kalau mau bangun di utara Jawa gitu ya sebaiknya reaktor modular, reaktor yang kecil. Mau daya besar gimana? Bisa. Reaktor kecil kalau 100 mangaan 15 sudah 1500 me sama dengan reaktor besar. Tapi aspek safety-nya lebih tinggi dan juga kalau reaktor kecil itu ada 15, maintenance-nya bisa diatur, Pak, satu-satu gitu. Jadi enggak enggak ganggu apa namanya ee daya yang beroperasi. Jadi satu persatu gantian gitu ya. Itu PLN-nya enak itu enggak enggak perlu kelabakan ketika ada 1500 me di maintenance gitu misalnya gitu. Oke, itu untuk ee apa namanya dari sisi ee kesiapan tadi ya. Nah, untuk yang kedua tadi dari sisi Oh, maaf yang kedua tadi gimana, Pak? Dari sisi ekonomi, Pak. Ekonomi kelihatan tadi ya. Iya. Sebetulnya gini, Pak. PLTN ini kalau yang itulah misalnya yang di Parakah UEA, Pak, itu kira-kira 8 sen dolar, Pak. Iya. Jadi biasanya mainnya antara mungkin en mungkin terlalu optimis ya, mungkin antara 7 del Pak. biasanya sen jadi kan sekitar ya mungkin 1100 1200 ya memang sih kalau nanti revolusi modular itu sudah ideal kita berharap lari ke 4 sen, Pak. Karena Korea itu pernah menghasilkan listrik Rp350 per KWH, Pak. Itu di tahun di awal tahun 2000. Itu yang menyebabkan industri baja dia merah jadi dunia, Pak. Industri baja kan perlu listrik, Pak. Iya. Dengan listrik yang murah gimana orang mau bersaing dengan industri baja Korea dengan listrik yang Rp350 pergawhan. Nah, jadi memang ee problemnya kenapa barokah sekitar dolar ini kalau Korea sendiri bangun lebih rendah dari itu, Pak. Mungkin 5 sen atau 6 sen. Tapi ada regulasi, Pak. Jadi enggak tahu gimana Amerika itu punya kewenangan ketika Korea ekspor sepertiganya itu kalau enggak salah harus beli dari Amerika. Nah, pajaklah gitu kira-kira, Pak. Nah, itu yang membuat harganya agak agak naik gitulah. Nah, tentunya kalau kita nanti bangun sendiri ya bisalah 5 sen gitu. Tapi tadi kalau kita mau 5 sen atau turun ya kita harus bangun, Pak. bangun sendiri. Jadi agak mandirilah mungkin kayak Cina itu bisa, Pak dia untuk itu. Jadi kira-kira itu untuk mendapatkan dibandingkan kalau dibanding kalau ini, Pak geothermal masih agak berat, Pak. Ya. Iya. Geothermal itu tergantung tempat dan dia bangun di demo, bangun di demo kemudian mulur kemudian tempatnya jauh gitu ya. Jadi itu kan mahal, Pak jadinya mungkin kalau sudah dioptimasi ya lumayanlah harusnya ya. Kalau yang mungkin agak kompetitif sama solar, Pak. Tapi solar kalau pakai baterai ya kalah sama nuklir, Pak. I hidro ya kira-kira setara mungkin, Pak, ya. Hidro kan sama modal awalnya juga tinggi, Pak. Jadi kira-kira kalau kalau dalam perencanaan kira-kira 20 tahun ke depan gitu, Pak, ya. Jadi ee mestinya ee sekarang di batan itu di bawah brint ya. kira-kira peluang ke depan itu rasio PLTN itu akan menjadi lebih besar ya mestinya ya Pak biasanya gitu Pak ya dibandingkan dengan energi baru terbarukan yang lain misalnya panas bumi kemudian air kemudian angin itu walaupun itu tetap diversifikasi tetap ada tetapi mungkin rasionya paling gede ya adalah PLTN ya kalau mau listrik itu murah ya Pak ya. Iya, mungkin memang agak kompleks juga ya di di kita ini ee sebetulnya kalau EBT secara keseluruhan itu mestinya besar, Pak. Itu itu yang akan dominan gitu ya. Tetapi ee nuklir itu kalau dengan individual misalnya nuklir sama ya hampir pasti nuklir lebih besar Pak ya berat Pak NTT gitu itu adalah besar ya kalau subtropis anginnya kencang Pak kalau di kita di Jawa anginnya angin-anginan Pak A kurang kurang maksimal untuk dimanfaatkan gitu kalau menurut pandangan Bapak kita sebetulnya punya nama Menurut pandangan Bapak, sebaiknya kayak negara kepulauan Indonesia itu lebih baik yang PLTN-nya itu skala kecil atau skala medium ee atau mungkin skala besar tadi, Pak? Seperti hanya dua tempat misalnya Kalimantan dan Bangka tadi, Pak. Oh, kalau Bangka sama Kalimantan ya. Saya dengar dari beberapa orang Den itu mereka sempat punya ide Kalimantan itu dibangun 30 PLTN, Pak. Oh, 30 sampai 40 PLTN kan besar itu mungkin bisa sampai 50 GW. Nah, kemudian ditarik kabel Pak ke Jawa lewat bawah laut gitu. Nah, itu ideal karena gempanya minimal gitu ya. Kemudian ee ee dia dia jadi lumbung energi Pak, gitu. Nah, tapi PLTN itu bisa kecil sekali, Pak. Sekarang itu ada yang namanya mikroreaktor, Pak. Ordennya itu bisa 1 MW, Pak. Dan umurnya berapa? bisa 50 tahun. Jadi sekali dia ditanam sudah enggak usah ganti bahan bakar sampai akhir hidup PLTN itu gitu ya. Nah, itu cocok. Nah, sementara ini pernah ada ide, Pak. Maluku itu lumbunglumbung ikan, Pak. Tetapi Maluku itu ikannya itu ya orang kadang di daerah-daerah terpencil orang ngambil ikan sebatas yang dia konsumsi, Pak. Kalau dia ngambil banyak mubazir juga. dia enggak punya cukup listrik untuk mengawetkan untuk atau untuk atau untuk atau untuk atau untuk dibuat kaleng gitu ya. Enggak punya, Pak. Nah, nuklir itu bisa berperan di situ. Misalnya reaktor kecilah misalnya yang 50 MW gitu atau 100 MW itu bisa Pak ditaruh di situ sudah industri bisa di sekitarnya dia bisa menjadi sentra ee produk ikan keluar dari sana kaleng-kaleng gitu, Pak. apa ikan kaleng dan sebagainya gitu ya. Nah, itu contohnya Pak di termasuk kemarin tuh ada pemikiran untuk ini Pak tol laut itu kan agak gampang-gampang susah. Kita sempat dikasih tahu masalahnya Pak To laut itu kan idealnya dari Irian ke pulau terpencil di Maluku gitu ya. Nah pertanya itu jalannya kan jauh ngisi bahan bakarnya di mana gitu ya. Itu kan repot sekali ngisi bahan bakar di daerah terpencil kan enggak mungkin gitu ya. Nah, jadi memang idealnya tol laut itu kalau mau maksimal pakai nuklir, Pak. Kalau pakai nuklir misi bahan bakarnya 20 tahun sekali gitu ya. Jadi itu ee muter-muter 20 tahun baru isi bahan bakar. Itu salah satu ide mengapa ada pemikiran kita mau bikin kapal tenaga nuklir tapi bukan untuk keperluan militer, tapi itu hanya untuk supaya dia bisa ke daerah-daarah pelosok tanpa terikat kendala bahan bakar gitu, Pak. Kira-kira seperti itu. Makasih, Pak. Menarik. Ya, sama-sama, Pak. Bagaimana dengan Pak Sug? Mungkin ada pertanyaan lain. Iya, bagaimana dengan Pak Sugeng? Apakah sudah cukup? I saya kira bagus, Mbak. Terima kasih, Mbak, atas jawaban. Iya. Iya. Baik. Ee mungkin saya beri lagi satu kesempatan untuk Bapak dan Ibu. barangkali ada yang masih ingin didiskusikan ataupun ee ingin ditanyakan. Dipersilakan kepada Bapak dan Ibu semuanya yang masih ingin berdiskusi terkait dengan ee PLTN. Baik, Prof. Zaki. Sepertinya sudah tidak ada lagi yang ingin bertanya. I baik ya. Mungkin kalau nanti ada yang mau menyusul tanya boleh tanya lewat WhatsApp saya. Iya. Baik, Prof. Zaki. Ee untuk itu sesi tanya jawab kita cukupkan. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah berpartisipasi. untuk menutup acara webinar ini. Mungkin dari Prof. Zaki ada closing statement-nya, Prof. Iya. Baik, terima kasih. Jadi, PLTN ini salah satu di antara sekian banyak sumber energi yang potensial digunakan, terutama kelebihannya karena dia tidak menghasilkan gas rumah kaca dan yang kedua dia punya density energi yang sangat tinggi. Nah, memang nuklir juga punya risiko. Karena itu memang kalau kita membangun PLTN di Indonesia, pertama jangan membangun yang generasi dua yang sekarang banyak beroperasi tapi minimal kita harus dari generasi 3 atau generasi 4 untuk memastikan bahwa kecelakaan seperti Chernobil, Fukushima itu tidak terjadi begitu ya. Dan yang kedua PLTn itu barang yang sangat mahal sama sebetulnya Surya juga itu kan kalau kita cuman impor sekian banyak ya habis divisa kita. Jadi kita memang perlu mengupayakan supaya lokal kontennya itu ada. Jadi itu yang pemerintah harus bekerja keras. Gimana caranya lokal konten itu bisa 6070% ada yang yang beli itu yang kritikal. Mungkin di awal enggak bisa, tapi pada saat 2040 gitu minimal kita bisa bikin PLTN yang 6070% itu lokal konten sehingga nantinya kita bisa ekspor ke Afrika, ke mana-mana gitu ya. Jadi harga PLTN yang besar itu sampai mendekati 100 triliun. Yang kecil mungkin 10%nya 10 triliun gitu. Itu kalau kita bisa jualan 100 saja itu divisanya kan luar biasa ya. Mengembangkan teknologinya. Kita hanya jadi konsumen ya divisi kita habis untuk beli belanja sumber-sumber energi. N ini juga berlaku untuk energi yang lain ya. Karena ya seperti Surya pun kalau kalau kita hanya beli aja sel SORnya ya habis juga defisit kita gitu ya. Barangkali itu aja. Dan nuklir ini memang ee standarnya sangat ketat. Jadi mohon regulator itu diberi kewenangan penuh. Jepang itu pengalaman pahit ketika regulator itu tidak diberi kewenangan penuh. itu yang harusnya enggak perlu menjadi kecelakaan terjadi karena regulatornya enggak cukup berdaya untuk mengendorse ee hukum-hukum yang memang sangat ketat di nuklir itu. Tapi hukum yang sangat ketat ini sangat penting karena dia mungkin antisipasi kejadian yang mungkin kejadiannya sekali dalam 1000 tahun. Mungkin selama mengoperasikan seperti Jepang enggak pernah terjadi. Tapi ya namanya hukumhukum statistika seperti itu ketika terjadi terjadilah gitu ya. Jadi memang regulasi nuklir itu bagaimanapun harus diimplementasikan secara penuh. Saya pernah bilang ke teman di Papeten, "Bagaimana caranya baterai itu bisa langsung termonitor. Enggak pasang baterai PLT-nya enggak bisa beroperasi." Nah, itu sampai level seperti itu usul saya untuk memastikan bahwa kita bisa comply sepenuhnya dengan teknologi terbaru yang ada. Terima kasih. Baik, terima kasih kepada Prof. Zaki. Ee mohon maaf sebelumnya Prof. Jangan dulu meninggalkan ruangan Zoom karena sekarang kita akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu. Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya yang bisa melakukan aktif kamera. Di sini saya akan memulai untuk melakukan dokumentasi. Saya akan melakukan perhitungan mundur dimulai dari angka 5. Baik, kita mulai untuk dokumentasinya. 5 4 3 2 1 sekali lagi 5 4321 ya. Baik terima kasih Bapak Ibu dan terima kasih juga kepada Prof. Zaki atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat ya. Semoga Bapak Ibu di sini juga dapat mengambil insight-insight-nya ya. Saya ucapkan lagi terima kasih kepada Prof. Zaki. Semoga kita bertemu lagi di lain kesempatan. Sama-sama. Iya, kepada Prof. Zaki apabila izin meninggalkan ruangan Zoom sudah dipersilakan, Prof. Ya, terima kasih. Iya, terima kasih, Prof. Baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini. Bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikat, Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Ketika Bapak, Ibu mengisi presensi, pastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Baik, saya akhiri kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf apabila saya ada salah sikap dan ucap. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya.